Shalat Tasbih

Cara Pengerjaan
Shalat tasbih dilakukan 4 raka'at (jika dikerjakan siang maka 4 raka'at dengan sekali salam, jika malam 4 raka'at dengan dua salam ) sebagaimana shalat biasa dengan tambahan bacaan tasbih pada saat-saat berikut:

No. Waktu

Jml. Tasbih

1

Setelah pembacaan surat al fatihah dan surat pendek saat berdiri

15 kali

2

Setelah tasbih ruku' (Subhana rabiyyal adzim...)

10 Kali

3

Setelah I'tidal

10 Kali

4

Setelah tasbih sujud pertama (Subhana rabiyyal a'la...)

10 Kali

5

Setelah duduk diantara dua sujud

10 Kali

6

Setelah tasbih sujud kedua (Subhana rabiyyal a'la...)

10 Kali

7

Setelah duduk istirahat sebelum berdiri (atau sebelum salam tergantung pada raka'at keberapa)

10 Kali

Jumlah total satu raka'at

75

Jumlah total empat raka'at

4 X 75 = 300 kali

Dasar Hukum Kesunahan sholat tasbih berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dalam kitab Shohihnya dan Imam al-Thabrani. Hadits tersebut diriwayatkan dari berbagai jalur yang banyak dan juga diriwayatkan dari sekelompok shahabat sebagaimana keterangan yang telah diuraikan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani. Di antaranya adalah hadits yang bersumber dari Ikrimah bin Abbas RA, dimana Rasulullah SAW bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib: "Seandainya engkau mampu untuk mengerjakannya (sholat tasbih) sehari satu kali, maka kerjakanlah, apabila engkau tidak mampu, maka kerjakanlah tiap jum'at (satu minggu sekali), apabila engkau tidak mampu, maka kerjakanlah satu kali dalam setahun, dan seandainya hal itu tidak mampu, maka

Pembacaan tasbih pada rukuk. atau termasuk sholat sunnah yang dibatasi oleh hari. sujud. seandainya engkau mengatakan bahwa sholat tasbih merupakan sholat sunnah yang dibatasi dengan waktu. Sedangkan tasbih-tasbih yang dibaca dalam sholat tasbih merupakan sunnah haiat seperti halnya takbir-takbir pada sholat Id. sunnah ab'adl atau sunnah haiat?" Maka beliau menjawab: "Sebagaimana keterangan yang telah dijelaskan oleh para ulama bahwa sholat tasbih merupakan sholat sunnah muthlaq. maka sholatnya tetap sah. Maka dari itu. dengan syarat tidak terlalu lama ketika i'tidal. rakaat ketiga membaca surat al-Kafirun. Lalu apakah tasbih yang dibaca pada sholat tasbih merupakan hal yang fardlu. kemudian pada rakaat keempat membaca surat al-Ikhlash. Karena menurut . Akan lebih baik jika dalam membaca tasbih ditambah dengan kalimat: "Wa Laa Haula wa Laa Quwwata Illa Billahil 'Aliyil 'Adhim". bahkan lebih utama. Al-Imam Ibnu Hajar pernah ditanya seputar sholat tasbih." Hadis ini telah dishohihkan oleh sekelompok Huffadz (pakar ahli hadits). baik dikerjakan dengan satu kali tasyahud atau dua kali tasyahud seperti halnya mengerjakan sholat dhuhur. Setelah membaca surat. Karena sholat tasbih merupakan sholat sunnah muthlaq. apakah mengqadlainya disunnahkan dan apakah melakukannya berulang kali dalam sehari semalam tidak disunnahkan? Seandainya engkau mengatakan bahwa sholat tasbih adalah sholat sunnah muthlaq. setelah membaca Fatihah pada rakaat pertama membaca surat al-Takatsur. kemudian ketika rukuk. Seandainya dikerjakan pada malam hari. Seandainya seseorang lupa membaca tasbih ketika rukuk. bahwasanya sholat tasbih adalah sholat empat rakaat. maka yang lebih baik dikerjakan dengan dua kali salam dan seandainya dikerjakan siang hari. sedangkan total keseluruhan menjadi 300 tasbih. Dengan begitu jumlah setiap rakaat ada 75 tasbih. Imam Suyuthi dalam kitabnya al-Kalim al-Thayib wa al-Amal al-Shalih menjelaskan tentang kaifiyah sholat tasbih. maka ia tidak boleh kembali melakukan rukuk untuk membaca tasbih dan juga tidak boleh membaca tasbih yang terlupakan tadi pada waktu i'tidal karena i'tidal merupakan rukun yang pendek. kemudian ia ingat pada waktu i'tidal. Seandainya seseorang berniat mengerjakan sholat tasbih akan tetapi tidak membaca tasbih. pada rakaat kedua membaca surat al-'Ashr. membaca "Subhanallah wal Hamdulillah wa Laa Ilaaha Illallah wa Allahu Akbar" sebanyak lima belas kali ketika berdiri. bulan. apakah mengqadlainya tidak disunnahkan dan mengerjakan berulang kali sehari semalam disunnahkan?. duduk diantara dua sujud dan tasyahud masing-masing membaca sepuluh kali tasbih. duduk di antara dua sujud dan tasyahud dibaca setelah membaca dzikirdzikir yang disunnahkan pada tempat-tempat tersebut. tahun atau usia?. duduk antara dua sujud dan duduk istirahat. akan tetapi tasbih yang terlupakan tadi dibaca ketika sujud. i'tidal. jum'at (mingguan). maka yang lebih baik dikerjakan dengan satu kali salam. i'tidal. Oleh karena itu haram dikerjakan pada waktu-waktu karahah. Imam Nawawi mengatakan bahwa sekelompok imam dari Madzhab Syafi'i telah menjelaskan tentang kesunahan sholat tasbih. dua sujud. maka tidak disunnahkan untuk diqadlai dan disunnahkan untuk dikerjakan berulang kali dalam satu waktu.kerjakanlah sekali dalam umurmu. "Apakah sholat tasbih termasuk dalam kategori sholat sunnah muthlaq. Kemudian ketika bangun dari sujud disunnahkan untuk takbir dan ketika berdiri tidak disunnahkan untuk membaca takbir. diantara mereka adalah al-Imam al-Baghawi. Tata Cara Sholat Tasbih Sholat tasbih adalah sholat sunah empat rakaat yang dikerjakan dengan satu atau dua kali salam. al-Ruyani yang menukil dari Ibnu al-Mubarak bahwa sholat tasbih merupakan sesuatu yang disenangi dan disunnahkan untuk dibiasakan dan dikerjakan pada tiap-tiap waktu dan al-Hafidz al-Mundziri yang telah menguraikan hadits-hadits yang banyak mengenai kesunahan sholat tasbih dari berbagai jalur. dimana sebagian dari hadits-hadits itu adalah shohih dan sebagian yang lain terjadi perselisihan dikalangan para ulama ahli hadits. Letak kesunahan muthlaq sholat tasbih adalah karena sholat tersebut tidak dibatasi oleh waktu dan sebab. ketika meninggalkan tasbih-tasbih tersebut tidak diganti dengan sujud syahwi. demikian juga tentang kesunnahannya dapat dilakukan kapan saja baik siang maupun malam selain pada waktu karahah.

Bid’ahkah Hukumnya? Assalamu’alaikum Wwb…. Dan perlu diketahui bahwa dosa-dosa yang dihapus karena mengerjakan sholat tasbih adalah dosa-dosa kecil karena dosadosa besar tidak bisa terhapus kecuali dengan taubat yang sungguh-sungguh. Wallahu A'lam Shalat Tasbih. Wabillahitaufiq walhidayah Wassalamu’alaikum Wwb…. Hukum Sholat tashbih: Mustahab (Sunnah). Jika memang shalat Tasbih tersebut boleh dijalankan.pendapat yang ashah bahwa memanjangkan duduk istirahat dapat membatalkan sholat sebagaimana yang telah aku uraiakan dalam Syarah al-Ubab dan kitab yang lain. Benarkah shalat Tasbih tersebut tidak ada hadistnya? 2. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh perbedaan mereka dalam hal kedudukan hadis yang menjadi pensyariatan ibadah sholat tersebut. LF Jawaban Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bolehkah shalat Tasbih tersebut dilakukan berjama’ah? Demikian terima kasih atas perhatian yang Pak Ustad berikan. Sehubungan dengan rencana kami untuk melakukan Sholat Tasbih ada beberapa hal yang menjadi ganjalan dan perbedaan pendapat antara lain: 1. Kemudian sholat yang dikerjakan oleh orang tersebut menjadi sholat sunnah muthlaq bukan sholat tasbih. sebagian mengatakan kebolehannya dan sebagian lainnya mengatakan tidak disunnahkan sama sekali. Hukum Shalat Tasbih Para fuqaha berbeda pendapat tentang hukum sholat tasbih. baik yang disengaja maupun yang tidak dan juga yang tampak maupun yang tersembunyi. . Sebagian mengangap hukumnya mustahab. dosa-dosa yang telah lampau maupun yang baru. baik yang awal maupun yang akhir. Dan apa manfaatnya jika kita menjalankan shalat Tasbih tersebut? Benarkah shalat Tasbih tersebut dapat menghapus dosa-dosa kita? 3. A." Fadlilah Sholat Tasbih Keutamaan sholat tasbih sebagaimana keterangan dalam berbagai hadits adalah dapat menghapus dosadosa. Pendapat ini dikemukakan oleh sebahagian fuqoha dari kalangan mazhab As-Syafi’iyyah.Yang menjadi landasan adalah sabda Rasulullah SAW kepada paman beliau Abbas bin Abdul Muthalib yang diriwayatkan oleh Abu Daud. 1. apa perbedaannya jika dilakukan malam hari dan siang hari? 4.

jika engkau melakukannya Alloh akan mengampuni dosamu. kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali.” (HR Abu Daud 2/67-68.” (Al-Mughny 2/123) 3. Hukum Shalat Tasbih: Jaiz (boleh tapi tidak disunnahkan) Tidak apa-apa untuk dilaksanakan. Az-Zarkasyi berpendapat: “Hadis ini shahih dan bukan dhaif”. jika tidak maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu. apabila engkau selesai membacanya di rakaat pertama dan engkau masih berdiri. Salah satunya hadits Ikrimah ini. Ibnu Majah. karena sholat nawafil dan fadhoilul a’maal tidak disyaratkan harus dengan berlandaskan hadis shahih. • • • • • • An-Nasaiy berkata: La ba’sa bihi (tidak apa-apa). yang kecil maupun yang besar. aku ingin engkau melakukan -sepuluh sifat. mka ucapkanlah: Subhanalloh Walhamdulillah Walaa Ilaaha Ilalloh Wallohu Akbar 15 kali. Ibnu Khuzaemah. kemudian sujudlah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sujud. Oleh karena itu Ibnu Qudamah berkata: “Jika ada orang yang melakukannya maka hal tersebut tidak mengapa. baik yang pertama dan terakhir. dan adanya perubahan susunan sholat dalam sholat tasbih yang berbeda dengan sholat biasa. dan lakukanlah hal tersebut pada empat rakaat. mustahab (disukai) untuk dikerjakan berulang-ulang setiap waktu dan tidak dilupakan. Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksankan sholat empat rakaat. Mereka berkata: “Tidak ada hadits yang tsabit (kuat) dan sholat tersebut termasuk fadhoilul a’maal (amal yang utama). berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda kepada Al-Abbas bin Abdul Muttalib. Dan sejumlah ahli hadits telah menshahihkan hadits ini. Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu kali dalam setiap hari. Lihat Fiqhus Sunnah oleh As-Sayyid Sabiq jilid 1 halaman 179. Aku ingin memberikan padamu. yang tidak sengaja maupun yang disengaja. Ibnul Mubarak berkata. jika tidak. jika tidak maka lakukanlah sebulan sekali. Abu Muhammad Abdurrahim Al-Mashri. Ibnu As-Shalah: “Hadis iniadalah hasan”. Itulah 75 kali dalam setiap rakaat. “Shalat tasbih ini muraghghab (dianjurkan) untuk dikerjakan.Dari Ikrimah bin Abbas ra. yang terdahulu dan yang baru. Al-Hafizh Abul Hasan Al-Maqdisi rahimahullah. maka cukup berlandaskan hadis dhaif. Hukum Shalat Tasbih: Tidak Disyariatkan Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ berkata: “Perlu diteliti kembali tentang kesunahan pelaksanaan sholat tasbih karena hadisnya dhaif. ada sejumlah ulama yang menerima kekuatan sanad atas hadits ini. engkau baca dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan surat. 2. dalam Shahihnya dan At-Thabarani. “Wahai Abbas pamanku. Pendapat ini dikemukakan oleh sebahagian fuqoha Hanbilah. maka lakukanlah.” Al-Hafizh menyebutkan bahwa hadits ini diriwayatkan lewat jalur yang banyak dan dari sekumpulan jamaah dari kalangan shahabat. Dan hal tersebut hendaklah tidak dilakukan kalau tidak ada hadis yang menjelaskannya. di antaranya Al-Hafizh Abu Bakar AlAjiri. yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. aku benar-benar mencintaimu. Dan hadis yang menjelaskan sholat tasbih tidak kuat”. maka lakukanlah saru kali seminggu. Kemudian ruku’lah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sedang ruku.) Mereka berpendapat bahwa hadits tersebut meskipun merupakan riwayat dari Abdul Aziz. .

nyata disebutkan bahwa Allah akan mengampuni dosa. C. Bolehkah Dilakukan Secara Berjamaah? Tidak ada keterangan atau nash yang shahih tentang larangan untuk melakukannya secara berjamaah. hukumnya tidak terlarang. yang tersembunyi maupun yang terangterangan. Namun khusus buat shalat ini. Sebagian ulama memandang masalah shalat yang tidak disunnahkan dengan berjaamaah. yang terdahulu dan yang baru. bukan berarti terlarang. Manfaat Shalat Tasbih Kalau menurut para ulama yang menshaihkan hadits di atas. di luar waktu untuk aktifitas bekerja. Ibnul Jauzi mengatakan bahwa hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat tasbih termasuk maudhu`/palsu. Karena itu mereka tidak mengerjakannya. Dalam kitab-kitab fiqih mazhab Hanafiyah dan Malikiyah tidak pernah disebutkan perihal shalat tasbih ini kecuali dalam kitab Talkhis Al-Habir dari Ibnul Arabi bahwa beliau berpendapat tidak ada hadits shahih maupun hasan yang menjelaskan tentang shalat tasbih ini. Ibnu Hajar berkata dalam At-Talkhis bahwa yang benar adalah seluruh riwayat hadits adalah dhaif meskipun hadits Ibnu Abbas mendekati syarat hasan. yang memang tidak diformat untuk berjamaah. Kecuali tidak ada pahala berjamaah.Ibnu Qudamah menukil riwayat dari Imam Ahmad bahwa tidak ada hadis shahih yang menjelaskan hal tersebut. Waktu Pelaksanaan Kalau kita perhatikan hadits yang dianggap shahih oleh sebagian ulama di atas. yang kecil maupun yang besar. akan tetapi hadits itu syadz karena hanya diriwayatkan oleh satu orang rawi dan tidak ada hadits lain yang menguatkannya. Namun bila tetap dikerjakan juga dengan berjamaah. karena pertimbangan waktunya lebih luas. seandainya tetap dikerjakan dengan berjamaah. barangkali ada ulama lain yang punya penjelasan lebih lanjut dan kuat sanadnya. serta shalat malam hari itu dikerjakan dengan jahriyah (suara terdengar) D. baik yang pertama dan terakhir. sepanjang yang kami ketahuitidak ada nash sharih dan shahih tentang larangan untuk melakukannya dengan berjamaah. Kesimpulan: . B. Dan juga shalat tasbih berbeda gerakannya dengan shalat-shalat yang lain. Sedangkan buat para ulama yang tidak menerima hadits ini. Wallahu a’lam. Kecuali hanya tidak mendapatkan pahala berjamaah. Seperti yang terjadi pada kasus shalat Dhuha’. tentu saja shalat tasbih buat mereka tidak ada manfaatnya. yang tidak sengaja maupun yang disengaja. Namun biasanya dilakukan malam hari. kita tidak menemukan keterangan lebih lanjut bahwa shalat ini harus dikerjakan pada siang atau malam hari.

Syekh Ibnu Taimiyah. Dari kajiaan sanad yang telah dilakukan oleh pakar hadis dapat disimpulkan bahwa hadis ini adalah hasan atau shohih karena banyaknya jalan periwayatan dan tidak adanya cacat. Syekh Albani. b. Nabi telah menjelaskan kepada pamannya Abbas Bin Abdul Mutholib suatu amalan yang mana kalau dikerjakan oleh beliau dapat menyebabkan diampuni dosannya baik yang akan datang maupun yang telah lewat. Imam Thobroni dalam Mu’jam Alkabir dari Ibnu Abbas dan Abu Rofi’ bahwa dalam syarah hadis. makanya kalau bisa alangkah baiknya bagi orang Islam untuk melakukannya minimal dalam seminggu sekali atau kalau tidak mampu mungkin dalam sebulan cukup sekali”. Sedangkan pakar hadis yang mengatakan bahwa hadis ini dhoif adalah Imam Ahmad Bin Hambal. Di antara pakar hadis yang mengatakan bahwa hadis ini shohih adalah Imam Muslim. Adapun pakar hadis dalam menganalisa hadis ini melalui jalur sanad maupun matan terjadi perbedaan. Adapun pernyataan Imam Ibnu Jauzi yang memasukkan hadis ini dalam kategori hadis maudlu’ mendapat banyak kritikan dari pakar hadis. Imam Mizzi. Ahmad Sarwat. boleh menggunakan pendapat yang mana saja. karena merupakan salah satu sholat sunnah yang mana bisa dilakukan pada malam hari. Wallahu a’lam bishshawab. Al Munzhiri. Tentang Shalat Tasbih Ditulis oleh Ulin Niam Masruri Kita sering mendengar yang namanya sholat tasbih. Ibnu Hajar Al Haitamy. adapun yang mengatakan bahwa hadis ini adalah dloif karena hanya melihat satu jalan periwayatan saja dan tidak menggabungkan jalan periwayatan yang satu dengan yang lain. Ibnu Khuzaimah. wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Imam Hakim. adapun pendapat Ibnu Jauzi tidak bersandarkan pada dalil yang kuat sehingga lemah untuk bisa diterima sebagai sandaran hukum. Melakukan sholat tasbih sebanyak empat rakaat. ada lagi yang mengatakan bahwa hadis ini adalah lemah. Ibnu Qudamah dan Imam Syaukani. dimulai dengan takbir ikhrom setelah itu membaca doa istiftah kemudian membaca surat alfatihah dan membaca surat kemudian membaca: ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لوحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ . Alkhotib Albaghdadi. Ibnu Khuzaimah. yaitu sebagaimana berikut: 1. namun pada akhirnya Imam Ahmad menarik fatwanya dengan mengatakan bahwa sholat tasbih adalah merupakan sesuatu amalan yang sunnah. Imam Ghozali dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin mengatakan “Sholat tasbih ini adalah merupakan sholat yang pernah dilakukan oleh Rosululloh Saw. Abu Hasan Almaqdasi. karena perbuatan yang sunnah tidak harus dengan menggunakan dalil hadis yang shohih. bahkan ada juga yang mengatakan bahwa hadis ini sampai kederajad maudlu’. a. Imam Baihaqi dalam bab sholat tasbih. sehingga dalam madzhab Hambali dijelaskan bahwa barang siapa yang melakukan sholat tasbih hukumnya adalah makruh akan tetapi seandainya ada orang yang melaksanakan sholat tersebut tidak apa-apa. Ahmad Syakir dan masih banyak lagi ulama’ yang lain.Dengan demikian kita tahu bahwa hukum shalat tasbih ini memang menjadi bahan khilaf di kalangan para ulama fiqih. tanpa harus menjelekkan pendapat yang bukan pilihan kita. Tentu masing-masing ulama datang dengan hujjah dan argumentasi yang mereka anggap paling kuat. Imam Turmuzi. Adapun tendensi hadis yang digunakan oleh ulama’ yang mengatakan bahwa sholat tasbih adalah sunnah berupa hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab sholat bab sholat tasbih. Imam Subuki. Ibnu Majjah dalam kitab Iqoomah Assholah bab sholat tasbih. Imam Daruqutni mengatakan hadis yang paling shohih dalam keutamaan surat adalah hadis yang menjelaskan keutamaan surat Al Ikhlas dan hadis yang paling shohih dalam keutamaan sholat adalah hadis yang menjelaskan tentang sholat tasbih. Imam Nawawi. salah satu amalan tersebut adalah sholat tasbih. Ibnu Hajar Al Asqolany. Abu Musa Almadini. Adapun cara kita melakukan sholat tasbih sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab fikih ada dua cara. diantara ulama’ ada yang mengatakan bahwa hadis ini adalah shohih. mereka menganggap bahwa Ibnu Jauzi terlalu mempermudah dalam menghukumi suatu hadis sehingga hukum hadis yang sebetulnya shohih ataupun hasan kalau tidak sesuai dengan syarat yang beliau tetapkan langsung dilempar dalam hukum maudlu’. Imam Hakim mengatakan bahwa yang menjadikan standar hadis tentang sholat tasbih shohih adalah terbiasa dikerjakan mulai para Tabiit Tabi’in sampai zaman sekarang . Imam Suyuti. Abu Said Al Sam’ani. Karena itu kita sebagai umat Islam yang awam bahkan berstatus muqallid. maupun pada siang hari. c. Lc. Ibnu Sholah. sebagian besar umat Islam sering melakukannya. Demikian juga Syekh Muhammad Mubarokfuri mengatakan bahwa hadis yang menjelaskan tentang sholat tasbih tidak sampai turun pada derajat hadis hasan. Syekh Syuab Al Arnauth.

akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam keadaan duduk istirahat (diantara dua sujud ) dan sebelum tasyahud tidak di anjurkan untuk membaca ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لوحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Cara yang kedua inilah menurut Iimam Ghozali yang paling baik. semoga bermanfaat.Sebanyak 15 kali kemudian ruku’ dengan membaca ‫سبحان ربي العظيم وبحمده‬ Sebanyak 3 kali kemudian membaca ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لوحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Sebanyak 10 kali. ‫ربنا لك الحمد وحمدا طيبا كثيرا مباركا‬ Kemudian membaca ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لوحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Demikian juga dalam sujud dan ketika bangun dari sujud. Demikianlah kajian hadis yang dapat kami sampaikan dalam kegiatan I’tikaf pada kali ini.juga dibaca sebelum membaca tahiyyat ( tasyahud) 2. akan tetapi diperhatikan bahwa bacaan ini: ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لوحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ ... Setelah membaca takbir ikhrom dan doa iftitah membaca ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لوحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Sebanyak 15 kali kemudian membaca surat alfatihah dan surat kemudian membaca: ‫سبحان الله والحمد لله ول اله إل الله الله اكبر لوحول ول قوة إل بالله العلي العظيم‬ Sebanyak 10 kali sebagaimana dalam cara yang pertama tadi. . kemudian bangun dari ruku membaca: ‫الج‬.. Wallahu A’lam Bishowab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful