P. 1
Pembuatan Laporan Penelitian Dan Analisis

Pembuatan Laporan Penelitian Dan Analisis

|Views: 1,990|Likes:
Published by Semy Simbala
Keperawatan
Keperawatan

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Semy Simbala on Aug 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/25/2014

pdf

text

original

PEMBUATAN LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS

Berikut ini adalah contoh laporan penelitian dan analisis dengan menggunakan data seperti pada contoh.

LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS

Judul Penelitian

: Analisis Pengembangan Kegiatan Anak Usia Dini pada Kelompok Bermain Tunas Harapan

Waktu Pelaksanaan Tempat Penelitian

: 7 November 2008 : KB Permata Bunda, Jakarta

I. 1.

Pendahuluan Latar Belakang Penelititan Kelompok bermain (KB) Permata Bunda merupakn salah satu Kelompok Bermain yang ada di Indonesia. Pendirian KB Permata Bunda merupakan realisasi dari program Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini yang menggalakkan KB sebagai salah satu bentuk pelayanan pendidikan anak usia dini pada masyarakat. Untuk itu Direktorat telah mengeluarkan aturan-aturan mendirikan KB dan menu generik sebagai panduan penusunan rencana kegiatan di lembaga PAUD, termasuk Kelompok Bermain. Kegiatan-kegiatan dalam Kelompok Bermain ini , selain didasari oleh menu generik, juga diwarnai oleh pengetahuan dan keinginan para pendiri/pimpinan dan pendidik yang berkecimpung dalam Kelompok Bermain tersebut.

Program S1 PG-PAUD Universitas Terbuka menargetkan lulusannya menjadi tenaga pendidik PAUD profesional yaitu yang dapat mengembangkan program PAUD dan membuat inovasi-inovasi. Salah satu mata kuliah yang harus di tempuh mahasiswa adalah Analisis Kegiatan Pengembangan Anak Usia Dini. Dalam rangka memenuhi tugas-tugas dalam mata kuliah tersebut maka telah dilakukan penelitian di KB Permata Bunda yang bertujuan mengumpulkan data mengenai kegiatan-kegiatan anak yang di anggap perlu diteliti lebih lanjut untuk selanjutnya dianalisis secara kritis.

Manfaat Penelitian Penelititan ini bermanfaat untuk: a. Melatih mahasiswa melakukan penelitian kelas. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan: a.2. 3) Kebijakan yang mendukung pendidik melakukan kegiatan tersebut. c. Memberi masukan terhadap kegiatan pengembangan anak di KB Permata Bunda. Ketenggelaman (Immersion) Yang dimaksud dengan immersion atau ketenggelaman adalah bahwa anak “tenggelam” dalam suatu keadaan. 3. b. lingkungan dan kondisi yang dipenuhi oleh percakapan dan tulisan-tulisan. Fokus Peneliti Setelah diadakan obserasi di salah satu ruang kelas KB Permata Bunda maka penelitian ini terfokus pada salah satu kegiatan anak yaitu kegiatan “anak menceritakan mainan yang dibawanya sendiri dari rumah dengan dipandu oleh pertanyaan-pertanyaan pendidik”. . Mengumpulkan data mengenai 1) Alasan pendidik melakukan kegiatan “anak menceritakan mainan yang dibawanya sendiri dari rumah dengan dipandu oleh pertanyaan-pertanyaan pendidik”. membaca dan menulis dari lingkungannya. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis suatu kegiatan anak di lembaga PAUD II. 2) Tujuan pendidik melakukan kegiatan tersebut. 4. Percakapan dan tulisan-tulisan tersebut merupakan model atau contoh bagi anak untuk berbicara. 1. Landasan Teori Menurut Brian Cambourne (1988) anak akan berhasil dalam mempelajari literasi apabila terdapat kondisi-kondisi belajar sebagai berikut. Membuat analisis kritis (critical analysis) mengenai kegiatan tersebut. b.

Implikasi dari teori tersebut adalah bahwa dalam ruang kelas guru perlu menyediakan berbagai tulisan yang terdapat dalam nyanyian. krayon dan sebagainya. membaca dan menulis melalui kegiatan-kegiatan yang diciptakan di dalam kelas. 3. . 4. Harapan (Expection) Yang utama bagi anak dalam belajar literasi adalah mereka menyadari bahwa orang tuanya atau gurunya berharap agar ia dapat mendengarkan. pensil. poster. Perlu juga disediakan berbagai judul buku yang dijual di toko-toko buku serta alat-alat menulis seperti kertas. berbicara. Harapan orang dewasa di sekelilingnya akan mendorong anak untuk terlibat dalam setiap kegiatan literasi yang ada di sekitarnya. berbicara. Keterlibatan (Engagement) Seorang anak akan belajar dari suatu demonstrasi apabila ia terlibat di dalamnya (Fisher. Di sekolah. membaca dan menulis seperti mereka (orang dewasa). Mereka perlu demonstrasi yaitu melihat bagaimana orang dewasa berperilaku dan berbahasa. puisi. Sepanjang siang guru berbicara kepad anak sebenarnya sudah merupakan demonstrasi yang baik asalkan diikuti oleh prilaku atau penunjukan benda-benda. Oleh karena itu. 2. Tugas guru adalah memberikan demonstrasi di setiap kegiatan yang melibatkan anak dalam literasi. guru perlu mengupayakan agar anak-anak senantiasa terlibat dalam kegiatan-kegiatan di kelas yaitu dengan menarik minat anak dan membuat setiap kegiatan menyenangkan. 1991) dan menurut Brian Cambourne (1988) anak akan terlibat dalam suatu kegiatan apabila ia merasa kegiatan tersebut berati dan berguna bagi dirinya ketika ia berpikir bahwa ia akan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. pensil warna. mempelajari literasi tidak cukup hanya dengan melihat tulisan- tulisan atau mendengarkan orang berbicara di sekelilingnya. Dengan demikian anak-anak dapat mengamati dan pada akhirnya akan memahami hubungan bahasa dengan prilaku dan benda-benda yang mereka lihat. big book serta berbagai karya anak-anak yang di tempel di dinding atau digantung di dalam kelas. Mereka juga perlu melihat benda-benda dan bagaimana orang dewasa menyebut benda-benda tersebut. seorang guru hendaknya mempunyai harapan yang besar bahwa anak didiknya akan dapat belajar mendengar. chart. Demonstrasi (Demonstration) Bagi anak kecil.

Bukan pada tempatnya apabila guru mengoreksi ucapan anak. misalnya dengan mengatakan “ini susunya” sambil memberikan segelas susu pada anaknya. dan sebagainya. Tanggung jawab guru adalah menyediakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengondisi anak untuk belajar. Misalnya.5. Smith (1983) mengatakan bahwa anak belajar membaca dengam membaca dan belajar menulis dengan menulis. khususnya pada awal-awal belajar mereka di sekolah. Kedekatan Ucapan (Approximation) Yang dimaksud dengan kedekatan ucapan adalah ucapan anak yang mendekati kebenaran. Tanggung Jawab (Responsibility) Anak hendaknya mempunyai tanggung jawab terhadap belajarnya sendiri karena dengan demikian motivasi instrinsiknya akan muncul dan mendorongnya belajar. menuliskan sesuatu pada gambar yang mereka buat dan sebagainya . seperti membaca buku pilihan mereka sendiri. Namun anak bertanggung jawab untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Menurut Holdaway (1984) pendekatan ucapan mendominasi belajar anak. Yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk “mengambil risiko” mengucapkan dan memonitor ucapannya sendiri serta merespon ucapan anak dengan tepat. menulis daftar kegiatan yang akan dilakukan anak-anak hari itu. Cara menimbulkan rasa tanggung jawab tersebut misalnya dengan memberi kesempatan kepada mereka memlilih kegiatan yang mereka inginkan dalam waktu “bebas memilih” 6. Kegiatan membaca dan menulis di dalam kelas dapat berupa kegiatan yang direncanakan oleh guru seperti membaca big-book. Biasanya para orang tua tidak mengoreksi kata-kata anaknya tetapi meresponsnya dengan benar. Penggunaan (Use) Kondisi belajar terbaik bagi anak yang belajar membaca adalah ketika ia membaca dan bagi anak yang menulis adalah ketika ia menulis. Dengan demikian anak harus mempunyai kesempatan membaca dan menulis yang sesungguhnya dalam belajar literasi. atau kegiatan yang dipilih sendiri oleh anak. 7. seorang anak mengucapkan “tutu” untuk kata susu. Anak harus diberi kesempatan menggunakan atau mempraktikkan pengetahuannya tentang membaca dan menulis yang didapatnya dari pengalaman dan pengamatannya dalam kehidupan sosial baik di sekolah maupun di luar sekolah. Jadi kedekatan ucapan yang dilakukan anak adalah wajar bahkan merupakan sarana bagi anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.

yaitu untuk mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih luas mengenai fokus penelitian. menjawab pertanyaan. Observasi. 1. Metodologi Penelitian Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah anak-anak. seperti teman. III. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode interpretatif yaitu menginterpretasikan data mengenai fenomena/gejala yang diteliti di lapangan 3. Di dalam kelas guru hendaknya menanggapi keinginan dan perbuatan anak secara alami. membantu mereka jika membutuhkan pertolongan. orang tua. dan sebagainya. Misalnya. Dokumentasi. mereka mengharapkan tanggapan. Ketika mereka bercerita. mereka ingin ada orang lain yang menanggapi.8. yaitu untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai fokus penelitian c. Tanggapan (Respon) Tanggapan adalah sesuatu yang diperlukan anak dalam kehidupan sosial di rumah maupun di sekolah. pendidik dan pimpinan Kelompok Bermain Permata Bunda. . yaitu untuk melihat fenomena yang unik/menarik untuk dijadikan fokus penelitian b. guru atau siapa saja yang ada di dekat mereka. Wawancara. Instrumen Penelitian Insrtrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. 2. mengomentari pekerjaan mereka ketika mereka menunjukannya. Atau pada saat mereka bertanya pad orang dewasa.

Dasar dari kemampuan tersebut mendengar adalah dan bercakap-cakap karena ..IV. yang dari dengan dari secara  . Tabulasi Data Untuk memudahkan analisis data.. dari yang membaca dan menulis lebih sejak dini  Tentu tidak mengajarkan Dengan demikian anak cepat membaca dan menulis akan  Dalam dokumen dendirian lembaga tercantum bahwa salah satu tujuan pendirian Permata adalah mengembangkan kecerdasan majemuk Salah adalah kecerdasan linguistik. kami Pimpinan KB Kelompok Saya sengan berkeyakinan meletakan  Dalam kegiatan rencana tertulis dasar yang kuat untuk kemampuan membaca anak dan menulis. Observasi Wawancara dengan Wawancara dengan Dokumentasi Guru Anak-anak bergiliran menceritakan makanan dibawanya rumah pertanyaan pendidik. Analisis Data 1. Itu lain dan berfikir kritis: pun kami kemas dalam kegiatan yang menyenangkan anak. Kami juga karena kalau anak menanamkan sudah mampu memahami bacaan dan menuangkan lewat dasar-dasar kemampuan membaca mampu dan menulis yaitu perasaannya mendengarkan.  Nah. bahwa anak-anak secara bergiliran menceritakan makanan dibawanya sendiri rumah. anak akan cepat dapat menguasai kemampuan saja…kami tersebut lebih nantinya. maka data hasil penelitian dibuat tabulasi sebagai berikut. tulisan. dan melatih cepat anak belajar yang motorik halus anak.. akan semakin berbicara. ini ada kaitannya dengan pengembangan kemampuan membaca dan menulis tadi. satunya KB Bunda seperti mengajar anak belajar yang lainnya sekolah hanya dasar. anak. di Belajar sudah mengembangkan kemampuan kami.

mendapat Jadi perlu masing yang di bawa dari rumah dan dituntun.kami anak sangat penting menekankan karena merupakan lebih Dalam pada kegiatan satu rencana adalah alat yaitu makanan sebagai kesehatan makanan pengembangan potensi salah bahan anak sejak dini yang peraga pertumbuhan dan lebih kami menambah semangan sedemikian rancang gambar 4 sehat 5 rupa sempurna dan kemampuan anak sehingga anak bukan di dalam kegiatan hanya sekedar bermain mengajar tetapi terarah pada belajar karena makanan juga suatu merupakan pencapaian yang kesiapan perkembangan yang di sediakan oleh optimal.kedua akan anak kegiatan ini memungkinkan menambah kosakata yang mereka perlukan nanti unutk memahami bacaan dan mengarang tulisan. mana makanan yang bergizi untuk pertumbuhan diri anak tersebut. yang benar sejak dini menggunakan belum sehingga akan lebih anak-anak metode bercakap- Kedua.. Guru menggunakan anak alat Makanan bagi seorang …. Pendidik anak meminta Pertama. Jadi. orant tua untuk anak sebelum dia berangkat ke sekolah. anak belum Kami dapat menyusun agar berkeinginan Dalam anak-anak kegiatan pendidikan bahwa rencana tertulis pendidik mengeluarkan masing- makanan ceritanya dengan baik. anak juga dapat mengenal macam-macam makanan membedakan dan juga. dapat anak meminta setiap anak mandiri cakap dan tanya .

makanannya. perasaannya. sebagainya. dan Untuk menambah kosakatanya anak di bacakan cerita. Ketiga. dan seterusnya. menggunting.menceritakan makanannya siapa membelikan makanan bagaimana memakannya. anak mungkin tidak berani berbicara tanpa diminta gurunya. yaitu yang mengekspresikan seluruh sedini mungkin dan jawab. dan kami menempelkan gambar-gambar di dinding berikut tulisan di bawahnya. bagaimana perasaannya temannya jika meminta menjawab pertanyaanpertanyaan.  Ya…sebagian . jadi kita minta ia rumah. dengan makan siapa di ia tersebut. berkembang sesuai jadi perlu kita gali potensinya dengan pertanyaan. di ajak berjalan-jalan dan bercakap-cakap di sepanjang perjalanan. misalnya untuk melatih motorik halusnya anak kami banyak gambar-gambar dengan tulisan- tulisan di bawahnya mengenai tersebut. gambar ajak bermain plastisin. apakah ia akan memberikannya atau tidak.dengan usianya. menggambar. Di dinding di kelas  Banyak cara lain yang tempeli kami lakukan . mewarnai. menempel. pertanyaan.

Pengembangan kemampuan membaca dan menulis anak di KB Permata Bunda merupakan prioritas program yang dicantumkan dalam dokumen pendirian lembaga. serta melatih motorik halus anak melalui kegiatan bermain dengan plastisin. sesuai dengan pendapat Bromley (1992) yang menyatakan bahwa terdapat empat macam bentuk bahasa yaitu menyimak (mendengar). berbicara. tetapi hanya menanamkan dasar-dasar kemampuan membaca dan menulis yaitu menambah kosakata anak melalui kegiatan mendengar. membaca. dan menulis. Dengan demikian keempat bentuk bahasa tersebut harus dikuasai anak dengan baik agar perkembangan bahasa anak sempurna. dan menulis. membaca. akan meningkatkan kemampuan anak dalam mendengar dan menambah perbendaharaan kosakata sehingga dapat membantu kemampuan anak bebicara. menggambar. Upaya menanamkan dasar-dasar kemampuan membaca dan menulis melalui kegiatan mendengar dan berbicara ini juga sesuai dengan pendapat Sabarti (1992) yang mengatakan bahwa menyimak berperan antara lain sebagai dasar belajar bahasa dan penunjang ketrampilan berbicara. bercerita dan lain-lain.merupakan karya anak sendiri kami membuatnya. dan pendapat Dayson (dalam Bromley. Kegiatan bercerita yang dikembangkan oleh para pendidik di KB Permata Bunda. Pelaksanaan pengembangan kemampuan membaca dan menulis anak di KB Permata Bunda tidak seperti di sekolah dasar. 1992) yang menyatakan bahwa perkembangan berbicara memberikan kontriusi yang besar terhadap perkembangan menulis pada anak. Menurut Prof. Dr. Analisis Kritis Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan “ anak menceritakan makanan yang di bawanya sendiri dari rumah dengan dipandu oleh pertanyaan-pertanyaan pendidik” merupakan suatu kegiatan yang bermaksud mengembangkan kemampuan membaca dan menulis anak. dan sebagian yang 2. dan lain-lain . Salah satu pelaksanaan dari pengembangan kemampuan membaca dan menulis anak di KB Permata Bunda adalah meminta anak membawa makanannya masing-masing dan . Apa yang dilakukan di KB Permata Bunda yaitu menanamkan dasar-dasar kemampuan membaca dan menulis melalui kegiatan mendengar (menyimak) dan berbicara. Tampubulon (1991) dengan bercerita pendengaran anak dapat di fungsikan dengan baik untuk membantu kemampuan berbicara. bercakap-cakap. mewarnai.

(1999) perkembangan bahasa yang dapat dikembangkan dengan metode ini adalah kemampuan menangkap makna bicara orang lain dan kemampuan menanggapi pembicaraan orang lain secara lisan. Menurut Dr. Dengan kata lain. Prioritas pengembangan kemampuan membaca dan menulis yang pada hakikatnya adalah mengembangkan kemampuan berbahasaanak (karena mendengar. Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Dari tabulasi dan analisis data dapat disimpulkan beberapa hal. membaca dan menulis. Moeslichatoen. bicara. Kegiatan-kegiatan tersebut telah disusun sedemikian rupa dan sejalan dengan teoriteori dalam bidang pengembangan bahasa sehingga kemungkinan untuk dapat mencapai hasil yang diharapkan sangat besar yaitu menanamkan dasar-dasar kemampuan membaca dan menulis. anak akan berusaha memahaminya dan menemukan jawabannya. yaitu sebagai berikut. membaca. Percakapan dan tulisan-tulisan tersebut merupakan model atau contoh bagi anak untuk bebicara.setiap anak menceritakan makanannya tersebut dengan dipandu oleh pendidik. 1. maka dalam kegiatan ini terdapat kegiatan bercakap-cakap dan tanya-jawab. lingkungan dan kondisi yang di penuhi oleh p ercakapan dan tulisan-tulisan. dan berfikir aktif. dan menulis tidak dapat dipisahkan) merupakan langkah yang baik untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak secara optimal. melalui pertanyaan-pertanyaan guru. Di dinding kelas KB Permata Bunda banyak terdapat gambar-gambar yang di bawahnya terdapat tulisan yang menjelaskan gambar tersebut. Secara umum KB Permata Bunda telah mempunyai kegiatan-kegiatan yang baik dan terarah. . Sementara kegiatan tanya jawab dalam buku Didaktik Metodik Umum di TK (Dedikbud. Hal ini sejalan dengan pendapat Brian Cambourne (1998) mengenai ketenggelaman (immersion) yaitu anak “tenggelam” dalam suatu keadaan. berbicara. Ini sesuai dengan pendapat Jerome Bruner (Tampubolon. 1998) dikatakan dapat memberikan rangsangan agar anak aktif untuk befikir. anak belajar secara alami bagaimana bebicara.Pd. 1991) yang mengatakan bahwa bahasa berpengaruh besar pada perkembangan pikiran anak. V. M. Jadi kegiatan bercakapcakap ini dapat mengembangkan sekaligus kemampuan menyimak. Apabila kita perhatikan. membaca dan menulis dari lingkungannya.

. Dengan demikian anak akan lebih cepat belajar hal-hal lainnya karena dengan kemampuan memahami bacaan dan kemampuan menuangkan perasaannya lewat tulisan. b. mendatangkan pembicara tamu ke dalam kelas. sebaiknya KB Permata Bunda melibatkan anak dalam percakapan orang dewasa lain. kegiatan-kegiatan di KB Permata Bunda mengarah pada kegiatan mendengar dan berbicara. Dalam mengembangkan kemampuan mendengar dan bicara. Alasan dari pengembangan kemampuan membaca dan menulis ini adalah agar di Taman Kanak-kanak kemampuan mereka akan cepat berkembang. misalnya melalui kegiatan kunjungan ke tempat-tempat tertentu. Pengembangan kemampuan membaca dan menulis dicapai melalui kemampuan mendengar dan berbicara. Lingkungan kelas di KB Permata Bunda juga di siapkan sedemikian rupa sehingga dapat mendukung pencapaian kemampuan dasar-dasar membaca dan menulis 2. KB Permata Bunda mempunyai program pengembangan membaca dan menulis sejak dini yaitu meletakan dasar-dasar yang kuat bagi kemampuan membaca dan menulis anak. sehingga dalam rangka meletakan dasar yang kuat bagi kemampuan anak membaca dan menulis. dan sebagainya. Pengembangan kemampuan membaca dan menulis di KB harus benar-benar disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dan dilakukan secara terpadu dengan kegiatan-kegiatan pengembangan lainnya. c. Saran-saran a. anak akan semakin cepat belajar hal-hal lain dan akan mampu berfikir kritis. b.a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->