Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Kategori: Lainnya JENIS-JENIS PENELITIAN

Jan 8, '08 4:46 PM untuk semuanya

Jenis penelitian sangat beragam macamnya, disesuaikan dengan cara pandang dan dasar untuk memberikan klasifikasi akan jenis penelitian tersebut. Secara umum jenis penelitian didasarkan pada cara pandang Etika Penelitian dan Pola Pikir yang melandasi suatu model konseptual. Jenis penelitian sesuai dengan Etika Penelitian terdini dari 3 (tiga) macam yaitu: penelitian terapetik, non-terapetik, dan pada subyek khusus. Untuk dapat melaksanakan jenis penelitian ini disyaratkan untuk melakukan suatu tahapan persiapan penelitian yang disebut sebagai Kode Etik Penelitian. Pada fase ini, peneliti harus dapat mempertahankan apa yang menjadi rencana penelitiannya didepan Majelis Kode Etik, yang akan mengeluarkan sertifikat Etika Penelitian (Ethical Clearance) yang artinya peneliti dapat meneruskan penelitiannya, dengan dipersyaratkan salah satunya adalah: mengadakan Informed Concent pada calon sampel sebagal persetujuan A. Penelitian Menurut Etika 1. Penelitian Terapetik Penelitian terapetik adalah penelitian yang dilakukan pada pasien dan ditujukan untuk pencapaian penyembuhan, baik dengan memberikan obat maupun dengan cara lain, seperti pembedahan atau radiasi. Dalam hal ini penelitian tersebut dapat berupa penelitian dasar (basic research) maupun penelitian terapan (applied research). Pada umumnya institusi pendidikan merupakan pusat penelitian dasar, sedangkan berbagai lembaga pemerintahan, seperi LIPI, Dewan Ristek, dan lainnya melaksanakan kegiatan penelitian terapan. Contoh penelitian tentang adanya efek metabolik (hipoglikemik dan hipolipidemik) buncis dan bawang merah, akhirnya memberikan masukan untuk penelitian dasar, yaitu untuk mengetahui bahan mumi dan mekanisme adanya metabolik buncis dan bawang merah tersebut. 2. Penelitian Non-terapetik Penelitian non-terapetik adalah penelitian pada pasien serta tidak berkaitan langsung dengan pengobatan, meskipun akhirnya hasil tersebut akan memberikan manfaat pada terapi. Penelitian ini bertujuan mencari data kausal maupun konseptual yang dapat menjelaskan terjadinya suatu sindroma. Penelitian non-terapetik hendaknya jangan dilakukan pada ibu hamil atau menyusui yang mungkin dapat memberikan resiko pada janin dan bayi. Contohnya adalah: pemeriksaan kadar C-peptide pada pasien DM, dapat menentukan apakah DM tersebut Tipe IDDM ataukah NJDDM, yang pada akhirnya penelitiannya akan bermanfaat pada bidang terapi.

B. Penelitian Pada Subyek Khusus/Tertentu Penelitian pada subyek khusus atau tertentu, pada umumnya adalah penelitian yang diterapkan pada subyek yang memiliki ketergantungan pada orang lain (dependent-person), misalnya pada: a. bayi atau anak di bawah umur, b. wanita hamil atau menyusui,

Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokan suatu gejala. Penelitian deskriptif bertujuan menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristrik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Misalnya: penelitian yang meneliti tentang pemanfaatan terapi gen untuk penyakit-penyakit menurun. penelitian dibagi menjadi dua macam. penghuni lembaga pemasyarakatan. kelompok sosial di bawah pengaruh pimpinan atau penguasa. dan d. Dengan metoda kuantitatif akan diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti. Jenis Penelitian berdasarkan Tujuan 1) Penelitian Eksploratif Jenis penelitian eksploratif. Pada umumnya. yaitu: penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. kesimpulan penelitian jauh melebihi sajian data kuantitatif saja. Bila disederhanakan penelitian berdasarkan pendekatan kuantitatif secara mendalam dibagi menjadi: penelitian deskriptif dan penelitian inferensial. yaitu menganalisis dan menyajikan data secara sistematik. dan diupayakan bersifat umum. C. Penelitian deskriptif Penelitian deskriptif melakukan analisis hanya sampai taraf deskripsi. sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. b. Dilihat dari pendekatan analisisnya. 2) Penelitian Pengembangan Jenis penelitian pengembangan bertujuan untuk mengembangkan aspek ilmu pengetahuan. Analisis yang sering digunakan adalah: analisis persentase dan analisis kecenderungan. pasien dengan gangguan jiwa atau keterbelakangan mental. Penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya. misalnya: mahasiswa kedokteran. dan pasien penyakit di daerah endemik. 1. Penelitian inferensial Penelitian inferensial melakukan analisis hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis. ketentaraan. Jenis Penelitian Menurut Pendekatan Analisis Selain klasifikasi penelitian menurut cara pandang etika. Jenis penelitian menurut pendekatan kuantitatif Penelitian dengan pendekatan kuantitatif menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka-angka) yang diolah dengan metoda statistik. D. dan penyakit tertentu. pegawai farmasi. Pada dasarnya pendekatan kuantitatif dilakukan pada jenis penelitian inferensial dan menyandarkan kesimpulan hasil penelitian pada suatu probabilitas kesalahan penolakan hipotesis nihil. adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang baru. Kesimpulan yang dihasilkan tidak bersifat umum. fakta. Jenis Penelitian Menurut Pola Pikir Jenis penelitian dipandang dari pola pikir dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: (a) jenis penelitian menurut tujuannya dan (b) menurut penerapannya. a. ada pula klasifikasi penelitian berdasarkan cara pandang melalui pendekatan analisisnya. .c. a. perawat. pegawai rumah sakit. penelitian kuantitatif merupakan penelitian dengan jumlah sampel besar. Dengan demikian.

yang diklasifikasikan ke dalam sub kelompok tertentu sesuai dengan paparan terhadap sebuah penyebab potensial terjadinya penyakit atau outcome. b. 3) dimungkinkan penghitungan laju insidensi (ID) dan masing-masing kelompok studi. Rancangan penelitian kohor prospektif. Jadi ciri umum penelitian kohor adalah: 1) dimulai dari pemilihan subyek berdasarkan status paparan 2) melakukan pencatatan terhadap perkembangan subyek dalam kelompok studi amatan. a. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mempelajari pola dan urutan perkembangan dan/atau perubahan sesuatu hal. dan melibatkan populasi yang mendiami wilayah tertentu. Fenomena ini harus dibuktikan secara klinik dan farmakologik. Oleh karena penelitian kohor diikuti dalam suatu periode tertentu. tergantung pada kapan terjadinya paparan pada saat peneliti mau mengadakan penelitian. pada saat penelitian memulai penelitiannya. karena sudah lulus dalam uji klinik. jika paparan sedang atau akan berlangsung. Jenis Penelitian Menurut Penerapannya 1) Penelitian Dasar Penelitian dasar yaitu penelitian tentang ilmu dasar sehingga dengan demikian belum dapat diterapkan secara klinik. Penelitian Longitudinal Penelitian longitudinal adalah penelitian yang dilakukan dengan ciri: waktu penelitian lama. Kohort Penelitian kohort sering juga disebut penelitian follow up atau penelitian insidensi. 2) Penelitian Terapan Penelitiän terapan adalah penelitian yang hasilnya dapat langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat. maka rancangannya dapat bersifat restropektif dan prospektif. 4) peneliti hanya mengamati dan mencatat paparan dan penyakit dan tidak dengan sengaja mengalokasikan paparan. dan dipusatkan pada perubahan variabel amatan dari waktu ke waktu. Jenis penelitian ini sering disebut sebagai penelitian prospektif historik. . E. apakah memang air tersebut mengandung zat kimia yang dapat menyembuhkan penyakit mata. nantinya dapat diterapkan pada manusia bila secara klinik terbukti kebenarannya. yang dimuali dengan sekelompok orang (kohor) yang bebas dari penyakit. Jenis Penelitian Menurut Pelaksanaan dan Pendekatan 1. bawang merah. Misalnya saja. Penelitian kohor memberikan informasi terbaik tentang penyebab penyakit dan pengukurannya yang paling langsung tentang resiko timbulnya penyakit. memerlukan biaya yang relatif besar. Misalnya daun mahoni dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus. masyarakat mempercayai bahwa air sumur Pak Daryan mampu mengobati penyakit mata dan kulit. dan bawang putih pada pasien DM. Rancangan kohor retrospektif. Pada awalnya penelitian terapan ini didasarkan pada hasil penelitian dasar Misalnya efek hipoglikemik buncis.3) Penelitian Verifikatif Jenis penelitian ini bertujuan untuk menguji kebenaran suatu fenomena. jika paparan telah terjadi sebelum peneliti memulai penelitiannya. sejalan dengan berlangsungnya perubahan waktu. Hasil penelitian i.

: hilangnya subyek amatan selama masa penelitian. sehingga raju insidensi (IDR). Data yang berasal dari penelitian ini bermanfaat untuk: menaksir besarnya kebutuhan di bidang pelayanan kesehatan dan populasi tersebut. wawancara. 2) peneliti dapat menghitung laju insidensi. Kelebihan penelitian lintas-bagian adalah: mudah untuk dilakukan. Idealnya penelitian kasus kontrol itu menggunakan kasus (insiden) baru untuk mencegah adanya kesulitan dalam menguraikan faktor yang berhubungan dengan penyebab dan kelangsungan hidup.Kelebihan penelitian jenis kohor adalah sebagai berikut: 1) adanya kesesuaian dengan logika studi eksperimental dalam membuat inferensi kausal. dengan cara membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan penyakit dengan paparan dengan cara mengamati status paparan dan penyakit secara serentak pada individu dan populasi tunggal pada satu saat atau periode tertentu. sedangkan subyek yang tidak menderita disebut Kontrol. dan isian kuesioner. c. murah. Subyek yang didiagnosis menderita penyakit disebut: Kasus berupa insidensi yang muncul dan populasi. yaitu penelitian dimulai dengan menentukan faktor “penyebab” yang diikuti dengan akibat. dan tidak memaksa subyek untuk mengalami faktor yang diperkirakan bersifat merugikan kesehatan (faktor resiko) dan tidak ada subyek yang kehilangan kesempatan untuk memperoleh terapi yang diperkirakan bermanfaat. 2) membutuhkan ketersediaan data sekunder yang cukup mendukung. oleh karena itu penelitian ini tidak tepat bila digunakan untuk menganalisis hubungan kausal paparan dan penyakit. 5) bias yang terjadi kecil 6) tidak ada subyek yang sengaja dirugikan. 3) sesuai untuk meneliti paparan yang langka. 4) tidak cocok menentukan merumuskan hipotesis tentang faktor etiologi lainnya untuk penyakit amatan. Kelemahan penelitian lintas-bagian adalah memiliki validitas inferensi yang lemah dan kurang mewakili sejumlah populasi yang akurat. sesuatu hal yang hampir tidak mungkin dilakukan pada studi kasus kontri. 3) Tidak efisien dan tidak praktis untuk mempelajari penyakit yang langka. Penelitian lintas-bagian relatif lebih mudah dan murah untuk dikerjakan oleh peneliti dan amat berguna bagi penemuan pemapar yang terikat erat pada karakteristik masing-masing individu. untuk kemudian dilakukan amatan apakah subyek mempunyai riwayat terpapar atau tidak. Kelemahan penelitian kohor pun ada. Jenis penelitian ini dapat saja berupa penelitian restrospektif bila peneliti melihat ke belakang dengan menggunakan data yang berasal dari masa lalu atau bersifat prospektif bila pengumpulan data berlangsung secara berkesinambungan sering dengan berjalannya waktu. Penelitian Kasus Kontrol (case control) Penelitian kasus kontrol adalah rancangan epidemiologis yang mempelajari hubungan antara paparan (amatan penelitian) dan penyakit. 4) memungkinkan peneliti mempelajari sejumlah efek secara serentak dan sebuah paparan. Ciri penelitian ini adalah: pemilihan subyek berdasarkan status penyakitnya. instrumen yang sering digunakan untuk memperoleh data dilakukan melalui: survei. b. yang meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) membutuhkan waktu yang lebih lama dan biaya yang mahal. . Penelitian cross-sectional (Lintas-Bagian) Penelitian lintas-bagian adalah penelitian yang mengukur prevalensi penyakit~ Oleh karena itu seringkali disebut sebagai penelitian prevalensi.

b. studi ini dimaksudkan juga untuk mentest hipotesis bahwa nilai-nilai sosial tertentu serta rasa solidaritas memainkan peranan penting dalam berbagai kegiatan ekonomi pedesaan. yaitu data primer dan data sekunder. biasa dilakukan dua macam kritik. keberatsebelahan. yang dalam banyak hal lebih dibanding dari pada studi eksperimental. Untuk menentukan bobot data. c. yaitu Si peneliti (penulis) secara langsung melakukan observasi atau menyaksikan kejadian-kejadian yang dituliskan. mencari informasi dan sumber yang lebih luas. Evaluasi kritis inilah yang menyebabkan “penelitian historis” itu sangat tertib-ketat. yaitu kritik eksternal dan kritik internal. dan tuntas. Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri sendiri: 1) Apakah cara pendekatan historis ini merupakan yang terbaik bagi masalah yang sedang digarap? . Data sekunder diperoleh dan sumber sekunder. sistematis. Penelitian historis lebih bergantung kepada data yang diobservasi orang lain dari pada yang diobservasi oleh peneliti sendiri. d. Langkah pokok untuk melaksanakan penelitian historis sebagai berikut: a. dan pentingnya sumber-sumbernya. “Penelitian historis” tergantung kepada dua macam data. Kritik eksternal menanyakan “apakah dokumen relik itu otentik”. sumber primer dipandang sebagai memiliki otoritas sebagai bukti tangan pertama. penelitian historis haruslah tertib ketat. Kritik internal harus menguji motif. Definisi masalah. sedang kritik internal menanyakan “Apabila data itu otentik. dan keterbatasan si penulis yang mungkin melebih-lebihkan atau mengabaikan sesuatu dan memberikan informasi yang terpalsu. yang bermaksud memahami dasar-dasarnya diwaktu yang lampau serta relevansinya untuk waktu kini. e. Walaupun penelitian historis mirip dengan penelaahan kepustakaan yang mendahului lain-lain bentuk rancangan penelitian. Contoh penelitian historis adalah Studi mengenai praktek “bawon” di daerah pedesaan di Jawa Tengah. Berlainan dengan anggapan yang populer. apakah data tersebut akurat dan relevan?”. tak reliabel. seringkali penelitian yang dikatakan sebagai suatu “penelitian historis” hanyalah koleksi informasi-informasi yang tak layak. a. ketepatan. Ciri yang menonjol dari penelitian historis adalah. Data yang baik akan dihasilkan oleh kerja yang cermat yang menganalisis keotentikan. Penelitian Historis (historical research) Tujuan penelitian histonis adalah untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan secara sistematis dan objektif.F. memverifisi. mengevaluasi. dengan cara mengumpulkan. Seringkali penelitian yang demikian itu berkaitan dengan hipotesis-hipotesis tertentu. serta mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. yaitu peneliti melaporkan hasil observasi orang lain yang satu kali atau lebih telah lepas dari kejadian aslinya. dan berat sebelah. dan banyak juga menggali bahan-bahan tak diterbitkan yang tak dikutip dalam bahan acuan yang standar. “Penelitian historis” juga menggali informasi-informasi yang lebih tua dari pada yang umum dituntut dalam penelaahan kepustakaan. Jenis Penelitian Menurut Desain dan Bobot Penelitian 1. Di antara kedua sumber itu. dan diberi prionitas dalam pengumpulan data. Data primer diperoleh dari sumber primer. namun cara pendekatan historis adalah lebih tuntas.

e. biasanya digunakan istilah penelitian survei. dengan selalu mengingat perbedaan antara sumber primer dan sumber sekunder. Kumpulkan data. f. c.2) Apakah data penting yang diperlukan mungkin di dapat? 3) Apakah hasilnya nanti mempunyai cukup kegunaan? b. membuat ramalan. Untuk mencari informasi faktual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada. dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. c. Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama. Beberapa contoh penelitian perkembangan yang lazim dilakukan: a. Tuliskan laporan. b. c. Studi-studi longitudinal mengenai pertumbuhan yang secara langsung mengukur sifat-sifat dan laju perubahan-perubahan pada sampel sejumlah anak pada taraf-taraf perkembangan yang berbeda-beda. Tujuan penelitian survei: a. walaupun penelitian yang bertujuan untuk menemukan hal-hal tersebut dapat mencakup juga metode deskriptif. Beberapa contoh penelitian macam ini adalah: a. Penelitian mengenai taraf serap pelajar-pelajar SMA. Sementara ahli memberikan arti penelitian deskriptif itu lebih luas dan mencakup segala macam bentuk penelitian kecuali penelitian historis dan penelitian eksperimental. Survei mengenai pendapat umum untuk menilai sikap para pemilih terhadap rencana perubahan tahun pelajaran. Survei dalam suatu daerah mengenai kebutuhan akan pendidikan keterampilan. d. d. atau mendapatkan makna dan implikasi. Penelitian Perkembangan (developmental research) Tujuan penelitian perkembangan adalah untuk menyelidiki pola dan perurutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu. 3. Ciri yang menonjol dan penelitian deskriptif adalah sebagai berikut : Secara harfiah. dalam anti luas. d. Tetapi para ahli dalam bidang penelitian tidak ada kesepakatan mengenai apa sebenarnya penelitian deskriptif itu. 2. rumuskan hipotesis yang akan memberi arah dan fokus bagi kegiatan penelitian itu. Rumuskan tujuan penelitian dan jika mungkin. Studi mengenai kebutuhan tenaga kerja akademik pada suatu kurun waktu tertentu. Dalam anti ini penelitian deskriptif itu adalah akumulasi data dasar dalam cara deskriptif semata-mata tidak perlu mencari atau menerangkan saling berhubungan. Untuk membuat komparasi dan evaluasi. Suatu keterampilan yang sangat penting dalam penelitian historis adalah cara pencatatan data : dengan sistem kartu atau dengan sistem lembaran. Evaluasi data yang diperoleh dengan melakukan kritik eksternal dan kritik internal. b. Studi-studi cross-sectional yang mengukur sifat-sifat dan laju perubahan-perubahan pada . agan dapat belajar dari meneka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa depan. Penelitian Deskriptif (descriptive research) Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk membuat pecandraan secara sistematis. kedua duanya dapat dilakukan. penelitian deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk membuat pencandaan (deskripsi) mengenai situasi atau kejadian. faktual. mentest hipotesis. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau bentuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung. b.

Lakukan penelaahan kepustakaan untuk menentukan garis dasar informasi yang ada dan memperbandingkan metodologi-metodologi penelitian. Susun laporan mengenai hasil evaluasi itu. Studi lapangan yang tuntas mengenal kebudayaan kelompok-kelompok masyarakat terpencil. Masalah sampling dalam studi longitudinal adalah kompleks karena terbatasnya subyek yang dapat diikuti dalam waktu yang lama. dan interaksi lingkungan sesuatu unit sosial: individu. b. Ciri penelitian perkembangan yang menonjol sebagai berikut: a. b. Contoh penelitian kasus dan penelitian lapangan yang umum dilaksanakan: a. e. metode longitudinal tidak memungkinkan perbaikan dalam hal-hal teknis tanpa kehilangan kontinuitas metode itu. Langkah pokok yang harus dilakukan dalam penelitian perkembangan: a. sekali dimulai. atau masyarakat. c. lembaga. lajunya. arahnya. Rancangan cara pendekatan. Untuk membuat generalisasi intrinsik mengenai pola perkembangan dan sampel anak-anak dan perurutan umur ini mengandung risiko mencampuradukkan perbedaanperbedaan antar kelompok yang timbul dan proses sampling. Studi kecenderungan mengandung kelemahan bahwa faktor-faktor yang tak dapat diramalkan mungkin masuk dan memodifikasi atau membuat kecenderungan yang didasarkan masa lampau menjadi tidak sah. c. d. 4. Definisikan masalahnya atau rumuskan tujuan-tujuannya. d. Studi-studi yang dilakukan Piaget mengenai perkembangan kognitif pada anakanak. Penelitian perkembangan memusatkan perhatian pada studi mengenai variabel-variabel dan perkembangannya selama beberapa bulan atau beberapa tahun. d. kelompok. berbagai faktor mempengaruhi atrisi dalam studi longitudinal. . dan bagaimana berbagai faktor berhubungan satu sama lain dan mempengaruhi sifat-sifat perkembangan itu?”. Studi secara mendalam mengenai seorang anak yang mengalami ketidakmampuan belajar yang dilakukan oleh seorang ahli psikologi. Studi-studi kecenderungan yang dimaksudkan untuk menentukan pola-pola perubahan di masa lampau agar dapat meramalkan pola-pola dan kondisi-kondisi di waktu yang akan datang. Pada umumnya. ramalan untuk masa yang panjang adalah hanya educated guess. Walaupun metode longitudinal itu adalah satu-satunya metode langsung untuk mempelajari perkembangan manusia. sedang ramalan untuk waktu yang pendek lebih reliabel dan lebih valid. Penelitian Kasus dan Penelitian Lapangan (Case Study And Field Research). Lebih dan itu. Studi-studi cross-sectional biasanya meliputi subyek lebih banyak. Kumpulkan data. tetapi mencandra faktor pertumbuhan yang lebih sedikit dari pada studi longitudinal. perurutannya. Tugasnya adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan ~ pola-pola pertumbuhannya. Tujuan penelitian kasus dan penelitian lapangan adalah untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang. Studi secara intensif mengenai kebudayaan “kota dalam” serta kondisi-kondisi kehidupannya pada suatu kota metropolitan. Dalam metode cross sectional soal sampling adalah rumit. b. termasuk alat-alat yang telah ada dan teknik-teknik pengumpulan data yang telah dikembangkan. c. Evaluasi data yang terkumpul f. c.sejumlah sampel yang terdiri dari kelompok-kelompok umur yang mewakili taraf perkembangan yang berbeda-beda. namun cara pendekatan cross-sectional lebih murah dan lebih cepat karena kurun waktu yang panjang diganti oleh pengambilan sampel dan berbagai kelompok umur.

menerangi variabel yang penting. Kelemahan penelitian kasus meliputi: a. yang memerlukan perhatian yang lebih luas. b. Penelitian kasus adalah penelitian mendalam mengenai unit sosial tertentu yang hasilnya merupakan gambaran yang lengkap dan terorganisasi baik mengenai unit tersebut. Penelitian kasus terutama sangat berguna untuk informasi latar belakang guna perencanaan penelitian yang lebih besar dalam ilmu-ilmu sosial. Apakah yang dijadikan unit studi itu dan sifat-sifat. Susunlah laporannya dengan sekaligus mendiskusikan makna hasil tersebut. Penelitian kasus terutama sangat peka terhadap keberatsebelahan subyektif. penelitian kasus itu terbatas sifat representatifnya. Kumpulkan data.Ciri utama yang menonjol adalah: a. Studi yang demikian itu tidak memungkinkan generalisasi kepada populasinya. saling hubungan serta proses yang mana yang akan menuntun penelitian?. Karena studi yang demikian itu intensif sifatnya. maka interpretasi subyektif akan mempengaruhi hasilnya. atau memberikan makna tinggi atau rendah. studi kasus cenderung untuk meneliti jumlah unit yang kecil tetapi mengenai variabel-variabel dan kondisi-kondisi yang besar jumlahnya. Bagaimana unit-unit itu akan dipilih? Sumber data mana yang tersedia? Metode pengumpulan data mana yang akan digunakan?. Karena fokusnya yang terbatas pada unit-unit yang sedikit jumlahnya. ruang lingkup penelitian itu mungkin mencakup keseluruhan siklus kehidupan atau hanya segmen-segmen tertentu saja. c. proses. Rancangan cara pendekatannya. b. Studi untuk meramalkan keberhasilan belajar berdasarkan atas skor pada test bakat. studi demikian itu mungkin mengkonsentrasikan diri pada faktor-faktor khusus tertentu atau dapat pula mencakup keseluruhan faktor-faktor dan kejadian-kejadian. Sejauh pendapat selektif menentukan apakah data tertentu diikutsertakan atau tidak. atau menempatkan data tersebut dalam konteks tertentu dan bukan pada konteks yang lain. Studi yang mempelajari saling berhubungan antara skor pada test masuk perguruan tinggi indeks prestasi. Dibanding dengan studi survei yang cenderung untuk meneliti sejumlah kecil variabel pada unit s~mpel yang besar. sebelum penelitian lanjutan yang berfokus pada hipotesis tertentu dan menggunakan sampel yang layak selesai dikerjakan. 5. . Contoh penelitian korelasional yang umum dilakukan: a. Penelitian kasus itu merintis dasar baru dan sering kali merupakan sumber hipotesis-hipotesis untuk penelitian lebih jauh. Organisasikan data dan informasi yang diperoleh itu menjadi rekonstruksi unit studi yang koheren dan terpadu secara baik. Kasusnya sendiri mungkin dipilih atas dasar sifat dramatiknya dan bukan atas dasar sifat khasnya. b. dan interaksi. b. Tergantung kepada tujuannya. Rumuskan tujuan yang akan dicapai. Keunggulan yang utama dan penelitian kasus sebagai berikut: a. Data yang diperoleh dan penelitian kasus memberikan contoh yang berguna untuk memberi ilustrasi mengenai penemuan yang digeneralisasikan dengan statistik. c. Studi secara analisis faktor mengenai beberapa test kepribadian. e. Penelitian Korelasional (correlational research) Tujuan penelitian korelasional adalah untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. b. d. Langkah pokok yang harus dilakukan untuk melaksanakan penelitian kasus meliputi: a.

d. Penelitian macam ini cocok dilakukan bila variabel yang diteliti rumit dan/atau tak dapat diteliti dengan metode eksperimental atau tak dapat dimanipulasikan. Pola saling hubungan itu sering tak menentu dan kabur. Penelitian korelasional mengandung kelemahan-kelemahan. karena kurang melakukan kontrol terhadap variabel-variabel bebas. Definisikan masalah. Lakukan penelaahan kepustakaan. Langkah pokok dalam melaksanakan penelitian korelasional adalah. Tujuan Tujuan penelitian kausal-komparatif adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebabakibat dengan cara: berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. 6. penelitian korelasional itu kurang tertibketat. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol. dengan cara menggunakan data deskriptif mengenai tingkah laku dan skor test prestasi belajar yang terkumpul sampai anak-anak yang bersangkutan kelas VI SD. yang dapat memperoleh hasil mengenai ada atau tidak adanya efek tertentu. d. b. 4) Pilih metode korelasional yang cocok untuk masalah yang sedang digarap. tidak mesti menunjukkan saling hubungan yang bersifat kausal. Analisis data yang telah terkumpul dan buat interpretasinya. Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (sebagai “dependent variabel) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau . e. Sering merangsang penggunaannya sebagai macam short-gun approach. b. 3) Pilih atau susun alat pengukur yang cocok. Apa yang diperoleh adalah taraf atau tinggi rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adanya saling hubungan tersebut. a. Studi macam ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling berhubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya. f. b.Ciri penelitian korelasional meliputi: a. c. 2) Tentukan subyek yang sebaik-baiknya. c. b. 3) Penelitian kausal-komperatif bersifat ex post facto. Hasilnya cuma mengidentifikasikan apa sejalan dengan apa. artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (lewat). Rancangkan cara pendekatannya: 1) Indentifikasikan variabel-variabel yang relevan. c. Contoh 1) Penelitian mengenai faktor yang menjadi ciri pribadi yang gampang dan tidak gampang mendapat kecelakaan dengan menggunakan data yang berwujud catatan yang ada pada perusahaan asuransi. Penelitian Kausal-Komparatif (Causal-comparative research) a. Hal ml berbeda misalnya dengan pada penelitian eksperimental. Tuliskan laporan. Kumpulkan data. yaitu memasukkan berbagal data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna dan bermakna. antara lain adalah sebagai berikut: a. Jika dibandingkan dengan penelitian eksperimental. d. 2) Mencari pola tingkah laku dan prestasi belajar yang berkaitan dengan perbedaan umur pada waktu masuk sekolah.

Penelitian Eksperimental-Sungguhan (true-experimental research). Tujuan Tujuan penelitian eksperimental sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan. dan metode mengajar. Ciri 1) Pengaturan variabel-variabel dan kondisi-kondisi eksperimental secara tertib ketat. sedang. dan maknanya. dia ada dalam posisi yang secara relatif kuat.untuk mencari sebab-sebab. b. Pernyataan yang perlu dijawab adalah: Apakah manipulasi eksperimental pada studi ini memang benar-benar . yang mencegah interaksi normal dengan lain-lain variabel yang berpengaruh. 3) Penelitian untuk menyelidiki efek pemberian tambahan makanan di sekolah kepada muridmurid SD di suatu daerah dengan memperhatikan keadaan sosial ekonomi orang tua dan taraf inteligensi. d. dengan menggunakan kelompok eksperimen (yang diperkenalkan dengan program itu). 2) Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai “garis dasar” untuk dibandingkan dengan kelompok (kelompok-kelompok) yang dikenal perlakuan eksperimental. a. Dalam batas pemilihan yang dapat dilakukan. 2) Apabila pengontrolan terhadap semua variabel kecuali variabel bebas sangat tidak realistik dan dibuat-buat. 7. penelitian harus mengambil fakta yang dijumpainya tanpa kesempatan untuk mengatur kondisi atau memanipulasikan variabel-variabel yang mempengaruhi fakta-fakta yang dijumpainya itu. peneliti harus mempertimbangkan segala alasan yang mungkin diajukan yang mungkin mempengaruhi hasil-hasil yang dicapai. dan memanipulasikan faktor-faktor yang perlu untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat secara langsung. Kelemahan Kelemahan utama setiap rancangan ex post facto adalah tidak adanya kontrol terhadap variabel bebas. Contoh 1) Penelitian untuk menyelidiki pengaruh dua metode mengajar sejarah pada murid-murid kelas Ill SMA sebagai fungsi ukuran kelas (besar dan kecil) dan taraf inteligensi murid (tinggi. rendah). atau dipandang dan segi etika diragukan/dipertanyakan. Sejauh peneliti dapat dengan sukses membuat justifikasi kesimpulannya terhadap alternatif lain itu. 2) Penelitian untuk menyelidiki efek program pencegahan penyalahgunaan obat terhadap sikap murid-murid SMP. 3) Memusatkan usaha pada pengontrolan variabel 4) Internal validity merupakan tujuan pertama metode eksperimental. mengontrol. Untuk dapat mencapai kesimpulan yang sehat. saling hubungan. c. dan dengan menggunakan rancangan pre test-post test dimana hanya separo dari murid-murid itu secara random menenma pretest untuk menentukan seberapa besarnya perubahan sikap itu dapat dikatakan disebabkan oleh pre-testing atau oleh program pendidikan. terlalu mahal. baik dengan kontrol atau manipulasi langsung maupun dengan randomisasi (pengaturan secara rambang). yaitu metode eksperimental. 3) Apabila kontrol di laboratorium untuk berbagai tujuan penelitian adalah tidak praktis. ukuran kelas. tak dapat digunakan: 1) Apabila tidak selalu mungkin untuk memilih. c. Keunggulan Metode kausal-komparatif adalah baik untuk berbagai keadaan kalau metode yang lebih kuat. dengan cara menempatkan guru secara random berdasarkan inteligensi.

dengan hati-hati menunjukkan perkecualian dan keterbatasannya. dan (3) interaksi antara kombinasi variabel bebas dan atau variabel yang digunakan untuk membuat klasifikasi tertentu. namun cara ini juga paling nestnktif dan dibuat-buat (artificial). Misalnya rancangan faktoral dan analisis variabel. regresi statistik. 2) Penelitian untuk menilai keefektifan tiga cara mengajar konsep dasar dan prinsip ekonomi di SD apabila guru tertentu dapat secara sukarela menjalankan pengajaran itu karena tertarik akan bahannya. atas identifikasi secara hati-hati mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi internal validity dan external validity. atrisi selektif. (2) variasi yang berkaitan dengan variabel yang digunakan untuk membuat klasifikasi. c. b. . Si peneliti harus dengan jelas mengerti kompromi apa yang ada pada internal validity dan external validity rancangannya dan berbuat sesuai dengan keterbatasan-keterbatasan tersebut. Tujuan Tujuan penelitian eksperimental-semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. yang di dalamnya adalah tidak mungkin untuk mengontrol semua variabel yang relevan kecuali beberapa dan variabel tersebut. keresahan. Si peneliti mengusahakan untuk sampai sedekat mungkin dengan ketertiban penelitian eksperimental yang sebenarnya. dan sebagainya. dimanipulasikan atau diobservasi secara sistematis dan dievaluasi. Contoh 1) Penelitian untuk menyelidiki efek dua macam cara menghafal (spaced vs. 7) Walaupun cara pendekatan eksperimental itu adalah yang paling kuat karena cara ini memungkinkan untuk mengontrol variabel-variabel yang relevan. jumlah penderita penyakit jantung. Karena itu. yang di dalamnya kontrol dan manipulasi tidak selalu dapat dilakukan. 4) Berbagai penelitian mengenai berbagai problem sosial seperti kenakalan. karena manusia sering berbuat lain apabila tingkah lakunya dibatasi secara artifisial. Ciri 1) Penelitian eksperimental-semu secara khas mengenai keadaan praktis. dan adaptasi tidak dapat dihindari atau justru terlewat dan penelitian. Ciri inilah yang merupakan kelemahan utama kalau metode ini dikenakan kepada manusia dalam dunianya. Hal-hal yang demikian itu memungkinkan untuk secara serempak menentukan (1) efek variabel bebas utama (perlakuan). efek testing. merokok.menimbulkan perbedaan? 5) Tujuan ke dua metode eksperimental adalah external validity yang menanyakan persoalan: seberapa repsentatifkah penemuan penelitian ini dan seberapa jauh hasilnya dapat digeneralisasikan kepada subyek atau kondisi yang semacam? 6) Dalam rancangan eksperimental yang klasik. 3) Penelitian pendidikan yang menggunakan pre test-post test. Massed practice) dalam menghafal suatu daftar kata-kata asing pada empat buah SMA tanpa dapat menentukan penempatan murid pada perlakuan secara random atau mengawasi waktu-waktu latihannya secara cermat. yang di dalamnya variabel seperti kematangan. dapat sekaligus menggunakan lebih dan satu kelompok eksperimental. semua variabel penting diusahakan agar konstan kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi. 8. Penelitian Eksperimental-Semu (quasi-experimental research) a.

dan pelaporan hasil penelitian. pengumpulan data. 9.2) Perbedaan antara penelitian eksperimental-sungguhan dan penelit1an eksperimental-semu adalah kecil. untuk menyusun program penjajagan dalam pencegahan kecelakaan pada pendidikan pengemudi. RANCANGAN PENELITIAN Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data penelitian. Contoh Suatu program inservice training untuk melatih para konselor bekera dengan anak putus sekolah. Tujuan Penelitian tindakan bertujuan mengembangkan keterampilan-keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual yang lain. 3) Walaupun penelitian tindakan dapat mempunyai status eksperimental-semu. 3) Fleksibel dan adaptif. sampelnya terbatas dan tidak representatif. sehingga perlu diberi kategori tersendiri. instrumen. dan untuk memecahkan masalah apatisme dalam penggunaan teknologi modem atau metode menanam padi yang inovatif. Sekali rencana penelitian telah dengan sistematis menguji masalah validitas. namun penelitian tidak akan terlepas dan ketidaktertiban ilmiah. Tujuannya situasional. analisis data yang terkumpul. karenanya validitas internal dan eksternalnya adalah lemah. c. dan kontrolnya terhadap variabel bebas sangat kecil. hasilnya walaupun berguna untuk dimensi praktis. Ciri 1) Praktis dan langsung relevan untuk situasi aktual dalam dunia kerja. Berdasarkan pemahaman tersebut di atas. namun tidak secara langsung memberi sumbangan kepada ilmunya. yang lebih baik dari pada cara pendekatan impresionistik dan fragmentaris. terutama kalau yang dipergunakan sebagai subyek adalah manusia misalnya dalam psikologi. Konsideran . 2) Menyediakan rangka-kerja yang teratur untuk pemecahan masalah dan perkembangan barn. b. bergerak menjauhi alam intuitif dan penjelajahan (exploratory). Cara penelitian ini juga empiris dalam arti bahwa penelitian tersebut mendasarkan diri kepada observasi aktual dan data mengenai tingkah laku. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses perencanaan dan pelaksanaan penelitian. sampai pada penetapan kerangka konsep dan hipotesis penelitian yang perlu pembuktian lebih lanjut. maka permulaan metode eksperimental telah mulai terwujud. prosedur dan teknik sampling. Penelitian Tindakan (action research) a. maka tujuan rancangan penelitian adalah untuk memberikan suatu rencana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Karena itu. Dalam rancangan perencanaan dimulai dengan mengadakan observasi dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui. namun seringkali penelitian tersebut sangat tidak formal. Rancangan pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variabel. 4) Walaupun berupaya supaya sistematis. membolehkan perubahan selama masa penelitiannya dan mengorbankan kontrol untuk kepentingan on the spot experimentation dan inovasi. dan tidak berdasar pada pendapat subyektif yang didasarkan pada pengalaman masa lampau.

secara umum rancangan penelitian dikelompokkan menjadi dua. adalah jenis rancangan penelitian yang bertujuan untuk menemukan sesuatu yang baru dari hasil eksplorasi yang mendalam pada obyek tertentu. Rancangan deskriptif yang lainnya adalah sensus atau penelitian populasi. sehingga jawaban atas pertanyaan akan menjadi jelas dan sahih. b. Penentuan rancangan penelitian seringkali didasarkan pada pertimbangan praktis dan kompromi peneliti terhadap cakupan area penelitiannya. fakta. menyatakan suatu kejelasan hubungan sebab akibat dan setiap variabel yang terlibat. Rancangan penelitian lebih menekankan pada aspek baik atau tidak baik dan sangat tergantung pada derajat akurasi yang diinginkan oleh peneliti. Untuk mencari informasi faktual yang mendetail yang mencandra gejala yang ada. c. agar dapat belajar dari mereka untuk kepentingan pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa depan. B. Rancangan Penelitian Eksperimen Semua rancangan percobaan atau eksperimen mempunyai karakteristik sentral yaitu didasarkan pada adanya manipulasi variabel bebas dan mengukur efek pada variabel terikat. Sesuatu yang baru itu dapat saja berupa pengelompokan suatu gejala. Ciri utama dan rancangan penelitian deskriptif tidak menyatakan adanya hubungan sebab dan akibat serta tidak terlalu kompleks. yaitu: rancangan penelitian tanpa perlakuan (kelompok deskriptif) dan rancangan penelitian dengan perlakuan (kelompok eksperimen). dan tingkat perkembangan dan ilmu pengetahuan yang menjadi perhatian. dan penyakit tertentu. 2. Namun demikian. Secara umum. variabel bebasnya dimanipulasi. Rancangan penelitian ini banyak memakan waktu dan biaya. Rancangan Penelitian Deskriptif Rancangan penelitian deskriptif pada dasarnya bertujuan untuk memberikan deskripsi dengan maksud untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Tipe deskripsi yang dihasilkan tergantung pada banyaknya informasi yang dimiliki peneliti tentang topik sebelum proses pengumpulan data. Rancangan eksperimen klasik terdiri dan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dalam kelompok kontrol variabel terikatnya yang . Para ahli belum ada kesepakatan diam penggolongan rancangan penelitian. rancangan penelitian banyak sekali ragamnya. Selanjutnya rancangan penelitian dalam makna pelaksanaan. satu sama lain memiliki titik lebih dan titik kurang. Untuk mengetahui apa yang dikerjakan oleh orang-orang lain dalam menangani masalah atau situasi yang sama. Oleh karena itu tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa rancangan penelitian tidak ada yang tepat sekali. biasanya rancangan deksriptif dibagi menjadi dua yaitu: rancangan eksploratori dan survei. 1. derajat pembuktian hipotesis. d. A.utamanya dalam rancangan perencanaan adalah untuk mengkhususkan mekanisme kontrol yang akan digunakan dalam penelitian. Rancangan penelitian survei Penetapan rancangan penelitian survei bertujuan: a. Untuk membuat komparasi dan evaluasi. Rancangan penelitian eksploratori Jenis rancangan penelitian eksploratif. Oleh karena itu. Untuk mengidentifikasi masalah-masalah atau bentuk mendapatkan justifikasi keadaan dan praktek-praktek yang sedang berlangsung. sangat terkait dengan pembuktian hipotesis. karena biasanya penelitian ditujukan untuk meneliti variabel atau populasi tunggal. dan dari penentuan instrumen pengumpulan data akan jelas terukur tingkat validitas internal dan validitas eksternal. Kelompok eksperimen.

maka . Variabilitas dan ketersediaan material percobaan. Hal ini berguna untuk memberikan estimasi yang lebih tepat terhadap error eksperimen dan memperoleh estimasi yang lebih baik terhadap rata-rata pengaruh yang ditimbulkan dan perlakuan. Hal ini bermanfaat untuk membuat prosedur yang lebih akurat. Derajat ketelitian yang diinginkan. yaitu: a. d. 2. Kesalahan pengukuran. 4. c. 2. Peneliti merancang manipulasi yang akan diberikan pada variabel eksperimen dan dilakukan kontrol yang ketat. maka tidak ada perubahan yang dibuat pada variabel bebasnya. 1. Bentuk unit percobaan. e. b. melakukan penimbangan. sehingga keduanya dapat dianggap setara. Selalu digunakan analisis varians untuk meminimalkan varians dan error dan memaksimumkan varians dari variable yang diteliti dan berkaitan dengan hipotesis yang ditetapkan. maka ada tiga prinsip dasar dalam pelaksanaan rancangan eksperimen yaitu: 1. 3. c.diukur. Oleh karena peneliti harus mampu melakukan kontrol yang ketat terhadap variabel eksperimen. Derajat kebebasan diharapkan tidak boleh kurang dan 1015. Semakin banyak replikasi memang membawa konsekuensi penelitian eksperimen itu mahal dan memakan waktu relatif lama. bermanfaat untuk meningkatkan validitas dan mengurangi bias utamanya dalam hal pembagian kelompok dan perlakuan. Pengaruh kombinasi dari faktor-faktor luar. Setelah perlakuan telah diberikan dalam jangka waktu tertentu. Kontrol internal. efisien. Subyek secara acak dipilih ke dalam kelompok-kelompok. Secara umum ciri rancangan penelitian eksperimen yang baik adalah: 1. b. Selanjutnya kelompok eksperimen diberikan perlakuan. Rancangan eksperimental sungguhan yang cukup dikenal adalah: a. d. Kesalahan pengamatan. pertimbangan untuk menentukan banyaknya replikasi sangat ditentukan oleh: a. Luas dan banyaknya jenis unit percobaan. bloking. Replikasi. Control group posttest-only design Dalam model rancangan ml. dan penge4ompokan dan unit-unit percobaan yang digunakan. Oleh karena itu. Variasi dan bahan yang digunakan dalam percobaan. Error eksperimen dalam sebuah penelitian eksperimen dapat terjadi karena beberapa hal. pengulangan dari eksperimen dasar. dan sensitif. Kesalahan dari percobaan yang sedang dilakukan. kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dibentuk dengan prosedur random. 3. Rancangan Eksperimental-Sungguhan (true—experimental research) Tujuan penelitian eksperimental sungguhan adalah untuk menyelidiki kemungkinan saling hubungan sebab-akibat dengan cara mengenakan kepada satu atau lebih kelompok eksperimental satu atau lebih kondisi perlakuan dan memperbandingkan hasilnya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai kondisi perlakuan. Terdapat setidak-tidaknya dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kontrol yang satu sama lain sebagai pembanding. Randomisasi.

dan hasilnya dibandingkan perbedaannya.setelah itu dilakukan pengukuran variabel terikat pada kedua kelompok tersebut. Rancangan Eksperimental Semu (Quasi-Experimental Research) Tujuan rancangan eksperimental-semu adalah untuk memperoleh informasi yang merupakan perkiraan bagi informasi yang dapat diperoleh dengan eksperimen yang sebenarnya dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengontrol dan/atau memanipulasikan semua variabel yang relevan. Kelompok B. Rancangan ini terdiri dari 4 kelompok. Khusus faktorial. Pre test-post tes control group design Rancangan ini lebih baik dan rancangan eksperimen tanpa pre tes. pemberian susu 2 gelas sehari. maturasi. b. tetapi memang sebuah penelitian eksperimen. tetapi tidak mampu mengukur besarnya efek dan faktor-faktor tersebut. semua prinsip dasar penelitian eksperimen harus tetap ada. dan pre tes. dosis optimal untuk orang Indonesia. agar error eksperimen dapat diukur. dan . Misalnya akan diadakan 2 perlakuan pemberian makanan tambahan yang berupa susu dan bubur kacang dengan masing-masing 2 level. 4. pemberian bubur kacang 1 mangkok sehari. Solomon four group design Rancangan solomon ini memang tidak banyak digunakan pada jumlah sampel penelitian yang kecil. namun pada penelitian pertanian dan sosial sering digunakan. kelompok perlakuan dan kontrol tanpa pre test. kelompok perlakuan dan kontrol dengan pre test. Tidak ada pemilihan secara acak untuk kelompok dan atau c. Kelompok D. c. Keuntungan dan eksperimen faktorial adalah dimungkinkan untuk mengetahui pengaruh interaksi antar faktor. misalnya dengan randomized complete block. pemberian bubur kacang 2 mangkok sehari. pada dasarnya bukan merupakan rancangan penelitian. 2. b. karena aka lebih akurat dalam memperoleh akibat dan suatu perlakuan dengan perbandingan keadaan dan variabel terikat pada kelompok eksperimen setelah dikenal perlakuan dan variabel kontrol yang tidak dikenai oleh perlakuan. Maka disusunlah kelompok: 1. Ciri-ciri rancangan eksperimen semu adalah: a. 2. yaitu 2 kelompok yang dilakukan pre test-post tes dan 2 kelompok yang dilakukan pre tes-posttes. Secara konkret dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kelompok A. Rancangan penelitian uji klinik Rancangan penelitian uji klinik sangat khas karena berkaitan dengan pencapaian tujuan untuk mengetahui khasiat obat. Rancangan ml mampu mengendalikan faktor histori. 3. Kelompok C. Tidak ada kelompok kontrol. Oleh karena itu eksperimen faktorial bisa didekati dengan berbagai rancangan. Model rancangan ini cocok untuk kondisi yang tidak dimungkinkan diakukan pre test atau ketika dikhawatirkan akan adanya interaksi antara pre test dengan perlakuan yang diberikan. Rancangan ini memiliki keunggulan untuk mengurangi pengaruh pre-test terhadap unit percobaan dan mengurangi error interaksi antara pre-test dengan perlakuan. 2. Manipulasi eksperimen hanya pada variabel bebas. Oleh karena itu. efek samping obat. pemberian susu 3 gelas sehari 3. Si peneliti harus dengan jelas mengerti kompromi apa yang ada pada validitas internal dan validitas eksternal rancangannya dan berbuat sesuai dengan keterbatasanketerbatasan tersebut.

Metode Penelitian. A. 2. Jakarta. tidak mempunyai efek metabolik yang berarti. Brink PJ dan Wood MJ. pengawas. Jakarta. Fase pelaksanaan rancangan uji klinik Pelaksanaan rancangan uji klinik pada manusia melibatkan dokter dan ahli farmakologi klinik sebagai pelaksana. Multicentre clinical trial. dan tidak memiliki efek farmakologik terhadap penyakit yang sedang diobati. dan Pertanyaan sampai Proposal. Yogyakarta. 3. dan ciri yang lain yang ada hubungannya dengan penelitian. Subyeknya dapat orang sehat dan orang sakit. 2001. terapi sebelumnya. Kriteria pre-terapi merupakan kriteria yang berisi persyaratan antara lain tentang umur. Dalam hal ini rancangan penelitian uji klinik bersifat eksperimental dan komparatif. Edisi 1. Misalnya penderita gagal ginjal dengan kadar kreatinin serum lebih dari 4 mg/dl. Kriteria diagnostik merupakan kriteria penyerta (kriteria inklusi) atau syarat yang diperlukan untuk subyek penelitian dan berarti bahwa semua persyaratan harus dipenuhi agar kita memperoleh kelompok penderita yang homogen. .membandingkan efek obat lain. Plasebo harus diberikan dalam keadaan yang sama dengan obat yang diteliti dalam arti : bentuk. Kriteria Ko-morbid merupakan kriteria penyisihan (kriteria ekslusi) yang memuat persyaratan untuk menolak penderita dalam uji klinik. tidak toksik. sehingga penderita tidak dapat membedakannya dengan obat yang diteliti. jenis kelamin. Tujuannya untuk menilai efek obat. B. 4. rasa. Plasebo adalah bahan inert. DAFTAR PUSTAKA Alimul AA. Tujuannya untuk mengetahui efek terapi dan efek samping obat dalam skala luas. . Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Praktiknya AW. dan warna. Oleh karena itu dalam rancangan uji klinik. Oleh karena itu subyek dan penderita serta dalam rancangan ini harus memenuhi beberapa syarat yang ketat. peranan subyek (sehat) dan penderita serta sangat penting. Syarat tersebut meliputi: 1. berat ringannya penyakit. Subyek dan penderita serta Dalam penelitian yang menggunakan rancangan uji klinik. Rancangan uji klinik meliputi beberapa fase yaitu: 1. 2. 1998. Medika Salemba. penelitian yang dilakukan pada sejumlah besar subyek. status sosial ekonomi. Efficacay evaluation. Tujuannya untuk menilai keamanan obat yang diteliti. Edisi ke 4. tidak alergenik. Langkah Dasar dalam Perencanaan Riset Keperawatan. Bisri CH. 2000. 2003. Raja Grafindo Persada. penelitian yang dilakukan untuk memantau efek terapetik dan efek samping obat yang lebih rinci sesudah obat tersebut dipasarkan. Jakarta. dikenal perlakuan dan plasebo. tidak berkhasiat. penelitian ml dilakukan pada subyek yang jumlahnya terbatas di bawah pengawasan dokter ahli pada bidangnya. 2000. Azwar S. Penuntun Penyusunan Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi. Pustaka Pelajar Offset. Post marketing trial. dan penanggungjawab penelitian. Safety evaluation. sehingga tidak boleh menjadi subyek penelitian. Penerbit Buku Kedokteran EGC. penelitian ini dibawah pengawasan ahli farmakologi klinik yang ingin mengetahui efek farmakodinamika dan farmakokinetik obat pada manusia. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. 3. Jakarta.

1997. dan Putra SH. . 1994. Jakarta.Raja Grafindo Persada. Tjokroprawiro A. FKUI. Tjokronegoro A dan Baraas F. Pudjirahardjo WJ. Pedoman Penelitian Kedokteran. Cetakan ke 2. Surabaya. Cetakan I. Teknik Penulisan Makalah Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan. Airlangga University Press.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful