Strategi untuk Mencapai Cakupan Universal Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Bhisma Murti Institute of Health Economic and Policy Studies (IHEPS), Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakaat, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Abstrak Setiap warga negara berhak untuk memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, yang bermutu dan dibutuhkan, dengan biaya yang terjangkau. Untuk memastikan cakupan universal, penting bagi pemerintah untuk mengambil langkah-langkah kebijakan yang bertujuan memperluas sistem pra-upaya (pre-paid system) dan mengurangi dengan secepat mungkin ketergantungan kepada sistem membayar langsung (out-of-pocket). Tujuan ini bisa diwujudkan dengan mengembangkan sistem pembiayaan praupaya yang lebih luas dan adil melalui pajak, asuransi kesehatan sosial, atau campuran antara kedua sistem. Di negara Indonesia dengan mayoritas warga bekerja di sektor informal dan formal, dengan realitas keberadaan sejumlah perusahaan asuransi sosial dan swasta yang telah beroperasi puluhan tahun lamanya, disarankan agar cakupan universal pelayanan kesehatan ditempuh dengan sistem pelayanan kesehatan ganda (dual health care system). Untuk efisiensi administrasi perlu dilakukan pembatasan jumlah perusahaan asuransi. Tetapi perusahaan asuransi yang telah berpengalaman lama dan berkinerja baik dalam mengelola asuransi pada skala nasional tetap berfungsi sebagai pengelola asuransi kesehatan sosial, swasta, dan berjalan paralel dengan asuransi kesehatan nasional (Jamkesmas) yang dikelola pemerintah. Pemerintah perlu memperkuat regulasi pada sisi pembiayaan maupun penyediaan pelayanan dalam sistem asuransi yang dijalankan, agar setiap warga benar-benar dapat mengakses pelayanan kesehatan yang bermutu dengan biaya yang terjangkau. Kata kunci: cakupan universal (universal coverage), pembiayaan kesehatan, pelayanan kesehatan Pendahuluan Kesehatan tidak hanya merupakan hak warga tetapi juga merupakan barang investasi yang menentukan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi negara. Karena itu negara berkepentingan agar seluruh warganya sehat (“Health for All”), sehingga ada kebutuhan untuk melembagakan pelayanan kesehatan universal. Ada dua isu mendasar untuk mewujudkan tujuan pelayanan kesehatan dengan cakupan universal, yaitu bagaimana cara membiayai pelayanan kesehatan untuk semua warga, dan bagaimana mengalokasikan dana kesehatan untuk menyediakan pelayanan kesehatan dengan efektif, efisien, dan adil. Makalah ini dimulai dengan definisi cakupan universal, dilanjutkan dengan perbandingan internasional tentang implementasi sistem pembiayaan untuk cakupan universal. Perbandingan internasional tentang kinerja sistem pembiayaan di berbagai negara berguna sebagai pelajaran bagi pemilihan strategi pengelolaan asuransi kesehatan nasional.
Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS, di Surakarta, 27 November, 2010 1

Dengan kata lain. Untuk melindungi warga terhadap risiko finansial dibutuhkan sistem pembiayaan kesehatan pra-upaya (prepaid system). Akses pelayanan kesehatan yang adil menggunakan prinsip keadilan vertikal. Jadi sistem pra-upaya berbeda dengan pembayaran langsung yang tidak menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan sebelum warga sakit dan menggunakan pelayanan kesehatan (WHO. di Surakarta. kontribusi warga dalam pembiayaan kesehatan ditentukan berdasarkan kemampuan membayar (ability to pay). dan rehabilitatif. 2009) Satu-satunya negara maju yang tidak memiliki playanan kesehatan universal adalah AS. 27 November. preventif. Dalam prepaid system terdapat pihak yang menjamin pembiayaan kesehatan warga sebelum warga sakit dan menggunakan pelayanan kesehatan. Cakupan universal mengandung dua elemen inti: (1) Akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga. biaya tidak boleh menjadi hambatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan (needed care. dengan biaya yang terjangkau. out-of-pocket payment. Negara tanpa pelayanan kesehatan universal Negara dengan pelayanan kesehatan universal Negara sedang mencoba mengimpelmentasikan pelayanan kesehatan universal Gambar 1 Peta status cakupan pelayanan kesehatan universal di negara-negara seluruh dunia (Sumber: Truecostblog. 2005). orang berpendapatan lebih rendah membayar biaya yang lebih rendah daripada orang berpendapatan lebih tinggi untuk pelayanan kesehatan dengan kualitas yang sama. kuratif. yang bermutu dan dibutuhkan. Dengan keadilan vertikal. Cakupan Universal Apakah cakupan universal? Cakupan universal (disebut juga cakupan semesta atau universal coverage) merupakan sistem kesehatan di mana setiap warga di dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan promotif. Tetapi pada 21 Maret 2010 House of Representatives (Dewan Perwakilan Rakyat) AS Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS.Makalah diakhiri dengan bahasan tentang strategi pengelolaan pembiayaan untuk mencapai cakupan universal pelayanan kesehatan di Indonesia. necessary care). 2010 2 . dan (2) Perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan (WHO. Duapuluhdua dari 23 negara maju memiliki sistem pembiayaan pelayanan kesehatan untuk cakupan universal. bukan berdasarkan kondisi kesehatan/ kesakitan seorang. 2005). dan fee-for-service). Prinsip keadilan vertikal menegaskan. Gambar 1 menunjukkan peta status cakupan universal pelayanan kesehatan negaranegara di seluruh dunia. bukan pembayaran pelayanan kesehatan secara langsung (direct payment.

Sistem Pembiayaan Kesehatan untuk Cakupan Universal Sistem pembiayaan kesehatan untuk cakupan universal dapat dibagi menjadi tiga kategori: (1) pembayar tunggal (single payer). premi asuransi kesehatan wajib dikelola oleh perusahaan asuransi yang dimiliki bersama oleh masyarakat. negara-negara Nordik/ Skandinavia. dan Perancis. Tetapi yang jelas dalam sistem pembayar tunggal. Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) No. misalnya Inggris. dan biasanya didanai oleh perusahaan maupun pekerja penerima manfaat asuransi. merupakan beberapa di antara negara yang sedang mencoba mengimplementasikan pelayanan kesehatan universal (Sreshthaputra dan Indaratna. dan Brunei.4 / 2004 mewajibkan setiap warga di Indonesia memiliki akses pelayanan kesehatan komprehensif yang dibutuhkan melalui sistem pra-upaya. 2009). 27 November. Bahrain. 2001. Kanada. dan Indonesia. Batas antar sistem tidak selalu jelas (clear-cut). Pemerintah membiayai pelayanan kesehatan dengan menggunakan dana anggaran pemerintah yang berasal dari pajak umum (general tax). Afrika Selatan. Dengan perkecualian AS. juga memberi kesempatan bagi warganya untuk membeli pelayanan kesehatan tambahan melalui asuransi swasta. Kuwait. Prakongsai et al. 2. Thailand. Italia. di banyak negara maju atau kaya. Sistem asuransi ini membayar penyedia pelayanan kesehatan swasta atau pemerintah dengan regulasi tingkat pembayaran. peran pemerintah sangat dominan sebagai pembayar dan pembeli pelayanan kesehatan bagi warga. di Surakarta. Beberapa negara dengan sistem pembayar tunggal. Di sejumlah negara seperti Belanda dan Swis. Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang dalam masa transisi menuju sistem pelayanan kesehatan universal. dan 3. pelayanan kesehatan dibiayai melalui asuransi swasta. dan pajak pemerintah. Dengan undang-undang itu AS akan mengimplementasikan pelayanan kesehatan universal mulai 2014 dengan menggunakan sistem mandat asuransi. Tidak jarang dana kesehatan merupakan campuran antara premi asuransi. pelayanan kesehatan universal dengan sistem pembayar tunggal tidak selalu berarti bahwa pemerintah merupakan satu-satunya pihak yang menyediakan dan/ atau membiayai pelayanan kesehatan untuk semua warga. berturut-turut menyajikan daftar negara di dunia.mengesahkan RUU Reformasi Kesehatan yang diusulkan Barack Obama dan Partai Demokrat. pemerintah memiliki keterlibatan tinggi dalam menyediakan pelayanan kesehatan. Akses pelayanan kesehatan berdasarkan hak warga. berdasarkan asuransi sosial wajib ataupun asuransi swasta. Mexico.. dan (3) sistem mandat asuransi. meskipun boleh mengambil untung dari penjualan asuransi tambahan. kontribusi wajib perusahaan dan pekerja. Belanda. Dalam praktik. misalnya Inggris. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. sistem pembiayaan dan tahun dimulainya implementasi sistem pembiyaan pelayanan kesehatan universal. Tetapi perusahaan asuransi swasta sangat diregulasi dan tidak diperbolehkan mengambil untung dari elemen asuransi wajib. Spanyol. Jepang. Tabel 1. 2010 3 . (2) pembayar ganda (two-tier). karakteristik yang menyerupai sistem pembayar ganda (two-tier). Implementasi Cakupan Universal Implementasi sistem pelayanan kesehatan universal bervariasi di berbagai negara. Sejumlah negara lainnya seperti Jerman. menerapkan sistem penyediaan pelayanan kesehatan yang lebih pluralistik. Di Jerman. bukan berdasarkan pembelian asuransi. tergantung pada sejauh mana keterlibatan pemerintah dalam menyediakan pelayanan kesehatan dan asuransi kesehatan. Tingkat kontribusi asuransi wajib biasanya ditentukan berdasarkan gaji dan pendapatan.

umum (general taxation) atau pajak khusus (misalnya. 2010 4 . karena hanya terdapat sebuah pembeli (pemerintah) dan sejumlah penjual pelayanan kesehatan. 27 November. 2009 Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. meskipun mungkin terdapat copayment dan coinsurance (Tabel 1).Pembayar Tunggal (Single Payer): Pemerintah memberikan asuransi kepada semua warga dan membayar semua pengeluaran kesehatan. di Surakarta. payroll tax). Tabel 1 Daftar negara dengan sistem pembayar tunggal untuk cakupan universal pelayanan kesehatan Negara Norwegia Jepang Inggris Kuwait Swedia Bahrain Brunei Kanada Italia Portugal Siprus Spanyol Eslandia Taiwan Tahun 1912 1938 1948 1950 1955 1957 1958 1966 1978 1979 1980 1986 1990 1995 Sistem Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Pembayar Tunggal Sumber: Truecostblog. Biaya kesehatan berasal dari anggaran pemerintah yang diperoleh dari pajak. Sistem pembayar tunggal merupakan suatu bentuk ‘monopsoni’.

Sebagian besar pelayanan kesehatan disediakan oleh sektor swasta. NHI merupakan skema asuransi sosial wajib dengan pembayar tunggal yang dijalankan oleh pemerintah. dan subsidi pemerintah. sistem pelayanan kesehatan universal di Singapore menggunakan kombinasi tabungan wajib melalui potongan gaji (payroll tax) yang didanai perusahaan dan pekerja – suatu skema asuransi kesehatan nasional. yang memusatkan semua dana pelayanan kesehatan. 2010 5 . 2009 Insurance (NHI) di Taiwan. atau kombinasi pemerintah dan swasta seperti yang berlangsung di Kanada dan Inggris. Medicare di Kanada untuk sebagian didanai oleh pemerintah nasional. Dana NHI sebagian besar berasal dari premi yang berbasis pajak gaji (payroll tax) dan dana pemerintah. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. swasta. Sebagai contoh. Kemudian warga melengkapinya dengan membeli pelayanan kesehatan tambahan di sektor swasta. dan cakupan populasi mencapai 99% pada akhir 2004. Sistem ini memberkan akses yang sama bagi semua warga. Pemerintah Inggris menarik pajak umum (general taxation) dari warga yang antara lain digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh NHS. Selain itu banyak warga Singapore yang juga membeli asuransi kesehataan swasta tambahan (biasanya dibayar oleh perusahaan) untuk pelayanan kesehatan yang tidak diliput dalam program pemerintah. dan National Health Tabel 2 Daftar negara dengan sistem pembayar ganda (two-tier) untuk cakupan universal pelayanan kesehatan Negara New Zealand Belanda Denmark Perancis Australia Irlandia Hong Kong Singapore Israel Tahun 1938 1966 1973 1974 1975 1977 1993 1993 1995 Sistem Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sistem ganda Sumber: Truecostblog. merupakan contoh sistem pelayanan kesehatan universal dengan pembayar tunggal. Sistem Ganda (Two-Tier): Dalam sistem ganda (dual health care system). National Health Insurance (NHI) di Taiwan dimulai sejak 1995. baik melalui asuransi sukarela atau membayar langsung (direct payment) (Tabel 2). di Surakarta. pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan atau memberikan cakupan asuransi katastrofik atau cakupan minimal untuk semua warga. 27 November. National Health Services (NHS) di Inggris.Medicare di Kanada. sebagian besar oleh pemerintah provinsi. Pemberi pelayanan bisa pemerintah.

WHO menyebut Singapore “salah satu sistem pelayanan kesehatan yang paling sukses di dunia. Sistem tersebut sangat baik meskipun tidak mudah untuk direplikasi di negara manapun. dan satu di antara negara dengan angka harapan hidup saat kelahiran tertinggi di dunia. Tabel 3 Daftar negara dengan sistem pembayar mandat asuransi untuk cakupan universal pelayanan kesehatan Negara Jerman Belgia Austria Luksemburg Yunani Korea Selatan Swis Indonesia Amerika Serikat Tahun 1941 1945 1967 1973 1983 1988 1994 2004 2014 Sistem Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Mandat Asuransi Sumber: Truecostblog. Dengan sistem tersebut. 66% berasal dari sumber swasta. pemerintah. 2010 6 . Mandat Asuransi: Pemerintah memberikan mandat (mewajibkan) agar semua warga memiliki asuransi dari perusahaan asuransi swasta. atau nirlaba (Tabel 3). Hasilnya bagi kesehatan warga sangat menakjubkan.Dalam sistem pelayanan kesehatan di Singapore. di Surakarta. jumlah keseluruhan pengeluaran kesehaatan hanya 3% dari PDB tahunan. Dewasa ini Singapore memiliki angka kematian bayi nomer dua terendah di seluruh dunia. baik dalam arti efisiensi pembiayaan maupun hasil-hasil kesehaatan komunitas yang dicapai”. 2009 Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. pemerintah dengan aktif meregulasi suplai dan harga pelayanan kesehatan untuk menjaga agar biaya selalu terkontrol. Dari jumlah tersebut. 27 November.

Akibatnya. (Gambar 2). pada 2008 terdapat 46. asuransi kesehatan sosial Pembiayaan berbasis pajak Out-of-pocket 0% Sistem pembiayaan Gambar 2 Transisi menuju cakupan universal (Sumber: WHO. Transisi Menuju Cakupan Universal Untuk mencapai cakupan universal pelayanan kesehatan dibutuhkan evolusi dari sistem pembiayaan langsung (out-pocket payment) ke sistem pembiayaan pra-upaya (pre-paid system). 27 November.4% dari populasi) tidak terasuransi. asuransi kesehatan swasta. Undang-Undang itu mewajibkan pelayanan komprehensif bagi warga AS. Pemerintah federal dan negara bagian memberikan skema asuransi kesehatan bagi warga miskin (Medicaid) dan usia lanjut. Reformasi kesehatan di AS tersebut tetap memberi kesempatan kepada asuransi kesehatan swasta dan pemberi pelayanan kesehatan swasta untuk beroperasi. cakupan universal di AS diperkirakan baru akan tercapai tahun 2014. yaitu 4 tahun sejak disahkannya “Undang-Undang Proteksi Pasien dan Pelayanan Yang Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS.Dalam pelaksanaan mandat asuransi. Sebagai contoh. misalnya larangan perusahaan asuransi untuk menolak untuk mengasuransi warga yang telah melangalami penyakit (pre-existing condition). misalnya menerapkan skrining terhadap penyakit yang tengah terjadi (preexisiting condition) dan penambahan premi kepada peserta asuransi yang memiliki kemungkinan besar sakit. Dengan disahkannya Undang-Undang Reformasi Kesehatan AS yang disebut “The Patient Protection and Affordable Care Act” pada 21 Maret 2010 yang diusulkan Barack Obama dan Partai Demokrat. transisi tersebut dapat memerlukan waktu dari beberapa tahun hingga beberapa dekade. tetapi kontribusi pemerintah jauh dari memadai bagi warga AS umumnya. dan dengan subsidi yang lebih besar dari pemerintah agar warga miskin mampu membeli asuransi. 2005) Sebagai contoh. di Surakarta. pemerintah di sejumlah negara membatasi jumlah perusahaan asuransi. Pengalaman di banyak negara menunjukkan. Persen cakupan pelayanan kesehatan 100% Cakupan universal Pembiayaan berbasis pajak Asuransi kesehatan sosial Campuran pembiayaan berbasis pajak dan aneka jenis asuransi kesehatan Cakupan tahap antara Tanpa perlindungan pembiayaan Out-of-pocket Asuransi kesehatan komunitas. Undang-Undang itu melarang “praktik buruk perusahaan asuransi swasta” selama ini. AS selama ini menerapkan sistem pembiayaan kesehatan yang liberal melalui pasar swasta. dan berpenyakit kronis (Medicare). Di beberapa negara lainnya jumlah perusahaan asuransi yang beroperasi tidak dibatasi dan berlangsung dalam mekanisme pasar. diharapkan pelayaanan kesehatan dapat diakses oleh semua warga AS. 2010 7 . veteran.3 juta orang di AS (15. tetapi dengan regulasi lebih ketat. menurut United States Census Bureau. Pemerintah melakukan regulasi dan standarisasi.

Selain itu telah dikembangkan skema Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) pada 186 dari seluruh 490 kabupaten/ kota di Indonesia (Suara Karya.4/2004. sebagian besar warga di Indonesia harus membayar langsung hampir seluruh biaya (full cost) pelayanan spesialistik. veteran. Pegawai negeri. Ketiadaan sistem pembiayaan pra-upaya ini menyebabkan sebagian besar warga Indonesia berisiko mengalami pengeluaran kesehatan katastrofik ketika menggunakan pelayanan kesehatan sekunder. tindakan bedah. dengan tujuan untuk membiayai pelayanan kesehatan keluarga miskin yang belum terliput oleh Jamkesmas. Sebagian warga yang bekerja di sektor formal memiliki asuransi kesehatan. 2005): 1. dan keluarganya. anggota TNI. dengan potongan gaji pekerja dan kontribusi perusahaan. Ketersediaan tenaga terampil mempengaruhi kemampuan pengelolaan sistem asuransi kesehatan berskala nasional 4. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi meningkatkan kemampuan warga dalam memberikan kontribusi kepada skema pembiayaan kesehatan 2. Sejumlah faktor mempengaruhi kecepatan transisi menuju cakupan universal (WHO. dan prosedur diagnostik. obat. Pertumbuhan sektor formal memudahkan penilaian pendapatan dan pengumpulan kontribusi (revenue collection) 3. rumahsakit swasta maupun praktik dokter swasta. 27 November. pensiunan. Pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan primer di puskesmas dan pelayanan sekunder di rumahsakit pemerintah. Sejak beberapa tahun terakhir pemerintah Indonesia menjalankan skema Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk keluarga miskin dengan dana yang berasal dari APBN. 10 Juli 2010). Sebagian besar Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. mendapat perlindungan pembiayaan melalui skema Askes yang dikelola oleh PT Askes. Banyak kalangan memperkirakan SJSN baru bisa dilaksanakan 2015. Hingga kini Indonesia belum mencapai cakupan universal sejak diberlakukannya Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) No.Terjangkau” tahun 2010. Dana Jamkesda berasal dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/ Kota. Bagaimana situasi di Indonesia sekarang? Indonesia berada pada tahap transisi menuju cakupan universal. Pekerja di perusahaan swasta lainnya membeli polis asuransi kesehatan swasta.1 trilyun untuk skema Jamkesmas. 16 Juli 2010).6 triliun premi dari peserta wajib yaitu pegawai negeri sipil (PNS). dengan potongan gaji pekerja dan kontribusi perusahaan. Jepang membutuhkan 36 tahun sejak disahkannya undang-undang asuransi kesehatan hingga terlaksananya cakupan universal. Jamkesmas dikelola oleh Kementerian Kesehatan (Indo Pos. Sebagian pekerja di perusahaan swasta memiliki asuransi kesehatan wajib yang dikelola oleh PT Jamsostek. Tanpa perlindungan asuransi. 7 November 2010). dengan dana dari potongan gaji. Tetapi warga harus membayar biaya yang disebut ‘user-charge’ atau ‘co-payment’ ketika menggunakan pelayanan puskesmas. baik di rumah sakit pemerintah. Penerimaan konsep solidaritas oleh masyarakat mempengaruhi kemampuan penghimpunan (pooling) dana/ kontribusi asuransi dan integrasi berbagai skema asuransi kesehatan 5. rawat inap. 2010 8 . veteran. 10 Juli 2010). Pada 2010 disediakan dana sebesar Rp 5. Efektivitas regulasi pemerintah pada sisi pembiayaan maupun penyediaan pelayanan kesehatan dalam sistem asuransi/ pra-upaya 6. di Surakarta. setiap tahunnya (Suara Karya. Tingkat kepercayaan warga masyarakat terhadap pemerintah mempengaruhi partisipasi. PT Akses saat ini mengelola sekitar Rp 6. pensiunan. tetapi Direktur Utama PT Askes – I Gede Subawa – memperkirakan SJSN dapat dilaksanakan 2013 (Suara Karya.

perbatasan). Daya tanggap (Responsiveness): Daya tanggap sistem pembiayaan dan penyediaan pelayanan kesehatan dalam memenuhi hak dan ekspektasi warga terhadap pelayanan kesehatan yang efektif. melalui pasar kompetitif. Strategi untuk Mencapai Cakupan Universal Filosofi yang melatari UU SJSN No. Sistem pembayar tunggal juga mengurangi kemungkinan tumpang tindih (overlap) atau kesenjangan paket pelayanan kesehatan antar skema asuransi kesehatan. dengan pemerintah sebagai satu-satunya pengelola dana asuransi. Kelebihan dan kekurangan pilihan sistem pengelolaan asuransi kesehatan nasional perlu dianalisis berdasarkan kriteria keadilan. Dengan sistem pembayar tunggal. 4/ 2004 adalah pelayanan kesehatan dengan cakupan universal melalui sistem asuransi kesehatan berskala nasional (national health insurance). baik dalam aspek pembiayaan maupun penyediaan pelayanan kesehataan (Sreshthaputra dan Indaratna. daerah terpencil. 2005): 1. 2001. sebagian besar warga Indonesia yang hampir miskin. pemerintah (dengan parlemen) bisa menetapkan legislasi sehingga semua warga dapat mengakses pelayanan kesehatan komprehensif.(185) manajemen Jamkesda dilakukan oleh PT Askes. Sistem asuransi kesehatan nasional dengan pemerintah sebagai pembayar tunggal hanya cocok jika sebelumnya tidak terdapat skema asuransi kesehatan di suatu negara. Keadilan (Equity): Keadilan dalam pembiayaan pelayanan kesehatan dan akses terhadap pelayanan kesehatan dengan kualitas yang sama bagi setiap warga 2. elemen pembiayaan kesehatan tidak dapat dipisahkan dengan implikasinya pada penyediaan pelayanan kesehatan. Jika terdapat perbedaan akses lebih disebabkan sisi penyediaan pelayanan kesehatan (misalnya. WHO. Pertanyaan kebijakan yang harus dijawab. Sistem Pembayar Tunggal. Kelebihan sistem pembayar tunggal terletak pada keadilan mengakses pelayanan kesehatan. dan dibutuhkan. atau campuran swasta dan pemerintah. 27 November. tidak terasuransi karena tidak memenuhi kategori miskin. jika penyediaan pelayanan kesehatan diserahkan secara kompetitif kepada pemberi pelayanan kesehatan swasta. dan daya tanggap (responsiveness). baik dalam administrasi dan manajemen dana asuransi maupun efisiensi penyediaan pelayanan kesehatan 3. Sistem pembayar tunggal antara lain diterapkan oleh NHS Inggris. Dalam aspek efisiensi. dan NHI Taiwan. Medicare Kanada. Efisiensi (Efficiency): Efisiensi penggunaan sumber daya. 2010 9 . hampir tidak miskin. PT Askes pada tahun 2010 mengelola Rp 750 milyar dana program Jamkesda. maupun tidak miskin tidak kaya. bagaimana strategi yang tepat untuk mencapai cakupan universal? Bagaimanakah sebaiknya pengelolaan sistem asuransi kesehatan nasional: apakah pemerintah sebagai satu-satunya pembayar (single payer) atau sistem dua lapis (twotier. dual health care system) dengan pemerintah dan perusahaan asuransi lainnya mengelola asuransi kesehatan? Untuk mencapai tujuan cakupan universal. bukan pembiayaan pelayanan kesehatan. efisiensi. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. sistem itu dapat mengurangi masalah ‘adverse selection’ – kondisi yang tidak menguntungkan dalam pengelolaan asuransi di mana warga yang lebih sehat memilih untuk tidak mengikuti asuransi. maka sistem pembayar tunggal dapat merangsang pemberi pelayanan kesehatan untuk bersaing meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. di Surakarta. Meskipun demikian. bermutu. Dalam aspek pilihan dan kualitas pelayanan.

Karena cakupan penerima manfaat skema Jamkesmas dan Jamkesda diperluas lebih dari sekedar untuk keluarga miskin seperti yang terjadi selama ini. maka sistem pembayar tunggal akan menyebabkan kualitas pelayanan yang buruk. Sistem pembiayaan ganda terdiri atas dua komponen yang berjalan paralel. wilayah geografis sangat luas. yaitu melalui skema Askes. Menurut Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar. wiraswasta. paket dan metode pembayaran yang berbeda. yaitu pembiayaan kesehatan untuk sektor formal dan sektor informal. 27 November. Penghimpunan (pooling) dana Jamkesda dari masing-masing kabupaten/ kota pada Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. Kualitas pelayanan yang buruk akan terjadi jika administrasi sistem pembayar tunggal tidak kuat dan tidak tertib. Di pihak lain. seperti petani. Sistem Pembiayaan Ganda (Dual Health Care System). Sistem ganda telah diterapkan pada kebijakan cakupan universal di Thailand sejak 2001 dan telah berhasil mencapai tujuan pembiayaan pelayanan kesehatan yang adil. Somkotra dan Lagrada. Hanya saja cakupan penerima manfaat asuransi perlu diperluas meliputi semua anggota keluarga. metode untuk sektor formal tetap berjalan seperti selama ini. pekerja sektor informal lainnya. Pemerintah perlu melakukan regulasi tentang besarnya premi dan regulasi tentang penyediaan pelayanan kesehatan. keluarga miskin. Jamkesmas akan dikelola oleh Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS). Sesuai dengan amanat UU SJSN. Jamsostek. Tetapi keluarga miskin perlu dibebaskan dari copayment. konsep yang berbeda. di Surakarta. dan regulasi yang lemah terhadap praktik pemberian pelayanan kesehatan. untuk membiayai pelayanan kesehatan para pekerja di sektor informal. 2010 10 . sehingga akan membuat risiko sakit penerima asuransi ke arah rata-rata. 2008). seperti Indonesia. perlu diterapkan co-payment untuk mencegah moral hazard. Tentu perlu dihindari tumpang tindih perlindungan asuransi . suatu kondisi yang sangat mungkin terjadi pada sistem pendanaan sentralistis diterapkan di negara dengan jumlah penduduk sangat besar. penganggur. Demikian pula jika penyediaan pelayanan kesehatan tidak dilakukan secara kompetitif. tidak hanya pekerja yang bersangkutan. keluarga hampir tidak miskin.cakupan penerima manfaat asuransi Jamkesda atau paket manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan perlu dibedakan dengan Jamkesmas. maka diperlukan dana yang lebih besar dari APBN maupun APBD untuk membiayai skema itu. dengan mencegah pengeluaran kesehatan katastrofik dan pemiskinan karena pembayaran pelayanan kesehatan secara ‘out-of-pocket’ (Sreshthaputra dan Indaratna. karena masing-masing skema memiliki sumber pendanaan yang berbeda. seperti di Indonesia. keluarga hampir miskin.Sistem pembayar tunggal akan sulit diadopsi pada sebuah negara yang secara historis dan faktual telah memiliki aneka skema asuransi kesehatan. pedagang kecil. dan asuransi kesehatan swasta. dan keluarganya. buruh lepas. 2001. Dalam mengimplementasikan UU SJSN No. Khususnya sistem pembayar tunggal akan menemui kesulitan dalam mengintegrasikan semua skema asuransi kesehatan itu. Jika legislasi atau peraturan pelaksaan legislasi tidak cukup baik. badan yang akan mengurusi program Jamkesmas nantinya berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang bertanggung jawab kepada Kementerian Kesehatan ( Pos Kota 11 Agustus 2010) Jamkesda dikelola oleh PT Askes yang telah memiliki pengalaman pengelolaan asuransi selama puluhan tahun daripada dikelola oleh masing-masing pemerintah kabupaten/ kota. Dengan menerapkan “hukum jumlah besar” pada suatu saat dana Jamkesda dari masing-masing kabupaten dan kota dapat dihimpun (pooling) oleh PT Askes pada skala nasional. pembiayaan kesehatan sektor informal dilakukan melalui skema Jamkesmas dan Jamkesda. Untuk mengontrol biaya kesehatan dari sisi permintaan (demand side).4/ 2004 dengan sistem pembiayaan ganda. maka sistem ini tidak dapat menjamin kualitas pelayanan dan pengontrol anggaran kesehatan.

dengan biaya yang terjangkau. Pemerintah perlu memperkuat regulasi pada sisi pembiayaan maupun penyediaan pelayanan dalam sistem asuransi yang dijalankan. yakni tunggakan pembayaran pelayanan kesehatan yang sudah dilakukan oleh rumahsakit dan puskesmas. Penutup Untuk memastikan cakupan universal. sangat penting bagi pemerintah untuk memperkuat regulasi (peraturan pemerintah). Demikain pula sangat penting bagi pemerintah untuk menegakkan regulasi yang ketat di sisi suplai. penting bagi pemerintah untuk mengambil langkahlangkah kebijakan untuk memperluas sistem pra-upaya dan mengurangi dengan segera mungkin ketergantungan pada sistem membayar langsung (out-of-pocket). purchasing). Pengelola skema pra-upaya perlu menerapkan mekanisme kontrol terhadap kualitas dan biaya pelayanan kesehatan. Referensi Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. Tujuan itu bisa diwujudkan dengan mengembangkan sistem pembiayaan pra-upaya yang lebih luas dan adil melalui pajak. maupun dokter. Sistem asuransi sosial (wajib) selalu membutuhkan solidaritas masyarakat. sehingga mengurangi beban Jamkesda kabupaten/ kota tertentu yang memiliki peserta dengan risiko sakit relatif lebih besar. solidaritas dan komitmen politis pemerintah kabupaten/ kota untuk bersedia menghimpun dana Jamkesda pada skala nasional. dan berjalan paralel dengan asuransi kesehatan nasional (Jamkesmas) yang dikelola pemerintah. Bandung. Tetapi perusahaan asuransi yang telah berpengalaman lama dan berkinerja baik dalam mengelola asuransi pada skala nasional tetap berfungsi sebagai pengelola asuransi kesehatan sosial. yaitu jumlah biaya yang dibayarkan dalam InaDRG kepada pihak rumahsakit lebih besar daripada biaya sesungguhnya pelayanan kesehatan yang disediakan. di Surakarta. baik terhadap sisi pembiayaan (yakni. maupun sisi penyediaan dan penggunaan pelayanan kesehatan (yakni. Untuk efisiensi administrasi perlu dilakukan pembatasan jumlah perusahaan asuransi. Di negara Indonesia dengan mayoritas warga bekerja di sektor informal dan formal. menurut Koran Tempo 13 Desember 2009. dan deseleksi. di samping berguna agar manfaat pelayanan asuransi bisa digunakan antar daerah (portabilitas). atau pemberian pelayanan kesehatan dengan kualitas rendah kepada pasien Jamkesmas. swasta. yang memberikan pelayanan dalam skema pra-upaya. revenue collection dan pooling). dan dibutuhkan. efektif. 2010 11 . Sebagai contoh. dengan realitas keberadaan sejumlah perusahaan asuransi sosial dan swasta yang telah beroperasi puluhan tahun lamanya. disarankan agar cakupan universal pelayanan kesehatan ditempuh dengan sistem pelayanan kesehatan ganda (dual health care system). Pengalaman pelaksanaan Jamkesmas selama ini menunjukkan terdapat sejumlah masalah dalam ‘purchasing’ pelayanan kesehatan. Untuk mencapai tujuan cakupan universal. terhadap rumahsakit. misalnya dengan metode seleksi.level nasional berguna agar biaya pelayanan kesehatan terbagi oleh semua Jamkesda. Penghimpunan dana pada level nasional juga berguna untuk mencegah disparitas manfaat pelayanan kesehatan yang dapat terjadi jika Jamkesda dikelola masing-masing kabupaten/ kota. puskemas. Tetapi kadang terjadi masalah sebaliknya. Nilai yang harus dibayarkan paling lambat akhir bulan ini mencapai Rp 25 milyar. Tidak jarang terjadi kasus penolakan pasien Jamkesmas oleh pemberi pelayanan Jamkesmas. setidaknya ada enam kabupaten di Jawa Barat yang menunggak pembayaran dana Jamkesmas di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin. 27 November. asuransi kesehatan sosial. agar setiap warga benar-benar dapat mengakses pelayanan kesehatan yang bermutu. profiling. atau campuran antara kedua sistem.

Diakses 7 November 2010. Health Financing Policy.htm.co. Makalah pada Asia-Pacific Health Economics Network (APHEN).id. Limwattananon S.67(12):2027-35. Soc Sci Med. Program Jamkesda makin diminati daerah. di Surakarta. Jamkesda picu banyak masalah. Sreshthaputra N dan Indaratna K (2001). Diakses 7 November 2010. Pos Kota 11 Agustus 2010. Lagrada LP (2008). Koran Tempo (2010).Bataviase.co. Diakses 7 November 2010. Achieving universal health coverage: Developing the health financing system.Bataviase. Indo Pos.Indo Pos (2010). www.Bataviase..unescap. Pos Kota (2010). Diakses 7 November 2010.id. 2005. www. Payments for health care and its effect on catastrophe and impoverishment: experience from the transition to Universal Coverage in Thailand. Diakses 7 November 2010.. The equity impact of the universal coverage policy: lessons from Thailand.Bataviase. WHO (2005). Adv Health Econ Health Serv Res. 18 Oct 2010. 19 Juli 2001. www. Prakongsai P. Somkotra T. Disampaikan pada Temu Ilmiah Reuni Akbar FK-UNS. Number 1.id.www. Technical brief for policy-makers. World Health Organization.org/aphen/thailand_universal _coverage. Koran Tempo 15 Desember 2009. co. 27 November.id. Tangcharoensathien V. The universal coverage policy of Thailand: An introduction.co. (2009). www. Truecostblog (2009). com/2009/08/09/countries-with-universal-healthcare-by-date/ Diakses 7 November 2010. Tunggakan Jamkesmas mencapai Rp 25 Miliar.21:57-81. Suara Karya 10 Juli 2010. 2010 12 . Pengelola Jamkesmas akan dibentuk. List of countries with universal healthcare http://truecostblog. Suara Karya (2010). Department of Health Systems Financing.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful