P. 1
Klasifikasi Tb

Klasifikasi Tb

|Views: 79|Likes:
klasifikasi tb
klasifikasi tb

More info:

Published by: Dera Fakhrunnisa Rukmana on Aug 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2013

pdf

text

original

Perbedaan Sesak Nafas Karena Gangguan Pada Jantung dengan Gangguan Pada Pulmo Sesak Nafas Karena Gang

. Pada Jantung Dispnue de Effort (sangat dipengaruhi aktifitas, semakin berat aktifitas semakin parah) Ada oedem pada ekstremitas Tekanan darah ↑ atau ↓ Denyut nadi cepat dan tidak teratur Nocturnal Paroxisimal (semakin berat pada malam hari  sering terbangun) Ortophnue (menjadi ringan pada posisi duduk atau tegak) Tidak ada wheezing Sesak biasanya terasa saat inspirasi Sesak Nafas Karena Gang. Pada Pulmo Aktifitas tidak terlalu berpengaruh

Tidak ada oedem Tekanan darah normal Denyut nadi bisa cepat tetapi tetap teratur Sesak biasanya sepanjang hari Posisi yang membuat keluhan menjadi ringan/berat tergantung kepada penyakit yang diderita Pada beberapa penyakit terdapat wheezing Tergantung kepada penyakit yang diderita

KLASIFIKASI TB 1. Pembagian secara patologis a. Tuberkulosis Primer b. Tuberkulosis Post – Primer 2. Pembagian secara aktifitas radiologis a. Tuberkulosis paru aktif b. Tuberkulosis paru non aktif c. Quiscent (Bentuk aktif yang mulai menyembuh) 3. Pembagian secara radiologis (Luas Lesi) a. Tuberkulosis minimal

Pembagian menurut American Thoracic Society (1974)berdasarkan aspek kesehatan masyarakat a. yang terbagi dalam : . Pembagian berdasarkan kelainan klinis. tes tuberkulian negatif. Terdapat infiltrat dan kavitas yang melebihi pada keadaan Moderately advanced tuberculosis. c. 5. jumlah infiltrat bayangan halus tidak lebih dari satu bagian paru. radiologis dan sputum negatif. Tuberkulosis aru b. Moderately advanced tuberculosis Terdapat kavitas dengan diameter ≤ 4 cm. Kategori II Terinfeksi tuberkulosis tetapi tidak sakit. Kategori III Terinfeksi tuberkulosis dan sakit. tes tuberkulin positif.Terdapat sebagian kecil infiltrat non kavitas pada satu paru maupun kedua paru. c. Tuberkulosis paru tersangka. Far advanced tuberculosis d. Kategori I Terpajan tuberkulosis tetapi tidak terbukti ada infeksi. 4. Bekas tuberkulosis paru c. riwayat kontak positif tetapi tes tuberkulin negatif. radiologis dan mikrobiologis a. b. Kategori 0 Tidak pernah terpajan dan tidak terinfeksi. b. d. tetapi jumlahnya tidak melebihi satu lobus paru. riwayat kontak negatif.

Dalam klasifikasi ini perlu dicantumkan : 1) Status Bakteriologi 2) Mikroskopik sputum BTA (langsung) 3) Biakan sputum BTA 4) Status radiologis. tetapi tanda – tanda lain positif b) Tuberkulosis paru tersangka yang tidak diobati : Sputum BTA negatif dan tanda – tanda lain juga meragukan Dalam 2 – 3 bulan. TB tersangka ini harus dipastikan apakan termasuk TB paru aktif atau bekas TB.a) Tuberkulosis paru tersangka yang diobati Sputum BTA negatif. ditujukan terhadap : a) TB Paru BTA (+) kasus baru b) TB Paru BTA (-). Pembagian berdasarkan terapi a. RÖ (+) lesi / sakit ringan b) TB ekstra paru ringan . Kategori II. ditujukan terhadap : a) TB Paru kambuh b) TB Paru gagal c) TB Paru lalai (D. riwayat pengobatan dengan OAT 6. kelainan yang relavan untuk TB paru 5) Status kemoterapi. RÖ (+) lesi luas / sakit berat c) TB ekstra paru berat b. Kategori I. Kategori III. ditujukan terhadap : a) TB Paru BTA (-).O) c.

Zulkifli dan Asril Bahar.DAPUS : Amin. 2009. . Jakarta: Interna Publishing. Tuberkulosis Paru dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi V.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->