P. 1
jurnal DPS terhadap Harga Saham.doc

jurnal DPS terhadap Harga Saham.doc

|Views: 259|Likes:
Published by Risty Muuzhie
jurnal Devidend Per Share Terhadap Harga Saham
jurnal Devidend Per Share Terhadap Harga Saham

More info:

Published by: Risty Muuzhie on Aug 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2015

pdf

text

original

PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), LOAN TO DEPOSITE RATIO (LDR), NON-PERFORMING LOAN (NPL), RETURN ON EQUITY

(ROE), DAN DIVIDEND PER SHARE (DPS) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

FANNY ROSWITA RIA PASARIBU Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara HASAN SAKTI SIREGAR Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

The purpose of this research is to emperically study effect of capital adequacy ratio (CAR), loan to deposite ratio (LDR), non-performing loan (NPL), return on equity (ROE) and dividend per share (DPS) on stock price. This research is classified as causal research and replication of former researches. Population of this research are go public firms on Indonesia Stock Exchange (ISX) during the periode of 2005 to 2007. The samples are obtained by using purposive sampling method. As the result, from 30 go public firms, 18 are used as the samples of this study. The statistic method being used is multiple linear regression with the model being tested previously in classic assumptions. The result indicate that partially dividend per share variable has significantly influenced the stock price, and partially capital adequacy ratio, loan to deposite, non-performing loan, and return on equity has no significant influenced the stock price, as well as simultaneously both capital adequacy ratio, loan to deposite, non-performing loan, return on equity, and dividend per share variable have significantly influenced the stock price variable of go public firms on ISX. Keywords: capital adequacy ratio, loan to deposite ratio, non-performing loan, return on equity, dividen per share, stock price

1. Pendahuluan

Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas peredaran uang. di Indonesia terdapat 1. bank sebagai lembaga yang menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit. dampak likuidasi bank-bank 1 November 1997 yang mengakibatkan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan dan pemerintah. yaitu: 1. bank sebagai lembaga yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan. sehingga banyak bank dilanda penyakit yang sama. Pada Seminar Restrukturisasi Perbankan di Jakarta pada tahun 1998 disimpulkan beberapa penyebab menurunnya kinerja bank.345 tetapi jumlah kantor cabang pada januari 1998 berkurang akibat krisis menjadi 6. 3. semakin meningkatnya kredit bermasalah perbankan. 2. 4. bank sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan peredaran uang. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan tiga fungsi utama bank dalam pembangunan ekonomi. antara lain: 1. manajemen tidak profesional. banyak bank-bank tidak mampu memenuhi kewajibannya karena menurunnya nilai tukar rupiah. 2. . Pada April 1982. semakin turunnya permodalan bank-bank. 5. Hal ini menyebabkan banyak bank yang lumpuh karena dihantam kredit macet. Krisis moneter yang terus menerus mengakibatkan krisis kepercayaan. 3. yang tentunya mempersulit pengawasan BI.842 kantor cabang bahkan di tahun 1997/1998 jumlah kantor cabang melonjak drastis menjadi 6.295. Seiring dengan krisis multi dimensi yang menimpa Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 yang dimulai dengan merosotnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat telah menghancurkan sendi-sendi ekonomi termasuk pada sektor perbankan.640 kantor cabang dari berbagai bank dan di bulan Maret 1990 meningkat menjadi 2. Hal ini yang oleh banyak pengamat disebut fenomena overbanking. sehingga memicu penarikan dana secara besar-besaran.

4) earnings. maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh capital adequacy ratio (CAR). Berdasarkan uraian latar belakang masalah sebelumnya. karena besar kecilnya dividend per share akan ditentukan oleh laba perusahaan. 2) assets. 5) liqiudity yang biasa disebut CAMEL. sebagian dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Perusahaan yang mampu memberikan dividen yang besar. Jika laba bersih perusahaan meningkat. Laba ditahan merupakan salah satu sumber dana yang terpenting untuk membiayai pertumbuhan perusahaan. Dividen adalah laba yang diberikan emiten kepada para pemegang saham. Oleh karena itu. 3) management. Pada tahun 2004. maka peneliti merumuskan masalah yaitu apakah capital adequacy ratio (CAR). Hasilnya harga saham pada industri perbankan menurun drastis dan investor menarik dana investasinya dari bank tersebut sehingga kinerja operasi perbankan juga menurun. biasanya diukur dengan menggunakan kuisioner dalam menilai kinerja dari management bank tersebut. Adapun faktor-faktor yang digunakan untuk menilai kinerja operasi perbankan umumnya meliputi lima aspek. dan devidend per share (DPS) berpengaruh terhadap harga saham secara simultan maupun secara parsial? Berdasarkan perumusan masalah yang ada. yaitu: 1) capital. Oleh karena itu. Dari laba bersih perusahaan. non-performing loan (NPL). Sebaliknya. dividen membentuk arus uang yang semakin banyak mengalir ke tangan para pemegang saham. return on equity (ROE). pada penelitian ini peneliti tidak menggunakan aspek management dalam menilai kinerja operasi perbankan.Faktor-faktor tersebut menyebabkan kepercayaan investor menurun terhadap kinerja perbankan. Namun. harga saham juga akan meningkat. perusahaan yang terus menerus tidak membagikan dividennya maka harga saham juga akan menurun. loan to deposite ratio (LDR). Pada aspek management. maka harga saham juga akan naik. dividend per share merupakan salah satu indikator yang dapat menunjukkan kinerja perusahaan. return on equity . loan to deposite ratio (LDR). non-performing loan (NPL). kinerja sektor perbankan di Indonesia menunjukkan trend yang membaik. Jadi. Kedua hal ini merupakan faktor penting dimana para investor tertarik untuk menanamkan modal dalam sektor perbankan dengan menganalisis kinerja saham melalui harga pasar saham bank-bank tersebut. Para pemegang saham tentu berharap mendapatkan dividen dalam jumlah besar. perusahaan harus dapat mengalokasikan laba bersihnya dengan bijaksana. sebagian lagi disisihkan menjadi laba ditahan (retained earning). tercermin dari meningkatnya loan to deposite ratio (LDR) dan menurunnya non-performing loan (NPL).

meskipun tidak sepopuler saham biasa namun cukup berkembang. Saham berwujud selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. dividen tetap selama masa berlaku dari saham. Saham dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (prefered stock). 2. dan dan devidend per share (DPS) terhadap harga saham baik secara simultan maupun parsial. Saham biasa merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling yunior atau akhir terhadap pembagian dividen dan hak atas kekayaaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi atau tidak memiliki hak-hak istimewa (Darmadji dan Fakhruddin. merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa. Oleh karena itu. Saham biasa (common stock) adalah jenis saham yang paling dikenal masyarakat. karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). 2006:7). Setiap pemilik saham memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham. a. Karakteristik lain dari saham biasa adalah dividen dibayarkan selama perusahaan memperoleh laba. antara lain: ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya. b. Tinjauan Pustaka 2. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut.(ROE).2 Penilaian harga saham Harga saham selalu mengalami perubahan setiap harinya. Diantara emiten (perusahaan yang menerbitkan surat berharga).1 Saham Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2006:6). saham biasa juga merupakan yang paling banyak digunakan untuk menarik dana dari masyarakat. investor harus mampu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi harga . Persamaan saham preferen dengan obligasi terletak pada 3 (tiga) hal. 2. saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Pemegang saham biasa memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sebesar proporsi sahamnya dan memiliki hak untuk mengalihkan kepemilikan sahamnya kepada orang lain. Saham preferen.

likuiditas. e. pertumbuhan aktiva tahunan. b. penilaian terhadap surat dikelompokkan menjadi dua yaitu: a. analisis teknikal salah satu metode yang digunakan untuk menilai saham dimana dalam metode ini para analisis menggunakan data-data statistik . c. b. antara lain: a. sementara itu. e. termasuk berbagai indikator keuangan dan manajemen perusahaan seperti pendapatan. profit margin untuk menilai kinerja perusahaan dan potensi pertumbuhan perusahaan dimasa mendatang. Adapun faktor internal. pergerakan suku bunga. kebijakan pemerintah dan dampaknya. laba perusahaan. b. penjualan.saham. Menurut Jones dalam Darmadji (2006:159). rumor dan sentimen pasar. pertumbuhan penjualan. penggabungan usaha (business combination) Penilaian harga saham bertujuan untuk menentukan saham mana yang memberikan tingkat keuntungan yang seimbang dengan modal yang diinvestasikan dalam saham tersebut. return on equity. Faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga saham dapat berasal dari internal maupun eksternal. fluktuasi nilai tukar mata uang. d. analisis fundamental merupakan salah satu cara melakukan penilaian saham dengan mempelajari atau mengamati berbagai indikator terkait kondisi makro ekonomi atau kondisi industri perbankan. laba. c. nilai kekayaan total. d. faktor ekseternalnya yaitu: a.

sebagai instrument untuk mengantisipasi rasio. permodalan yang dimiliki oleh bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. 2. Sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.3 Capital Adequacy Ratio (CAR) Modal merupakan faktor yang sangat penting dalam rangka pengembangan usaha dan untuk menampung risiko kerugiannya. Dalam hal ini.8%. bank wajib memelihara likuditasnya yang didasarkan pada rasio loan to deposite ratio yaitu perbandingan antara kredit yang diberikan terhadap dana pihak ketiga. Artinya. giro.yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan saham seperti harga saham dan volume transaksi. Sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. termasuk pinjaman yang diterima dengan jangka waktu 3 bulan. dan sebagai alat untuk ekspansi usaha. dan deposito. Likuiditas menunjukkan ketersediaan dana dan sumber dana bank pada saat ini dan masa yang akan datang. penilaian didasarkan kepada capital adequacy ratio (CAR) yang telah ditetapkan Bank Indonesia. Kecukupan modal dalam model CAMEL dianalisis dengan menggunakan leverage ratio dan core capital to asset ratio. Sehingga semakin . 2. maka capital adequacy ratio (CAR) perbankan untuk di tahun 2002 minimal harus 8% tetapi di tahun 2005 ditingkatkan menjadi 12%. Pengaturan likuditas bank terutama dimaksudkan agar bank setiap saat dapat memenuhi kewajiban-kewajiban yang harus dibayar terutama kewajiban jangka pendek yang ada di bank antara lain adalah simpanan masyarakat seperti tabungan.5 Non-Performing Loan (NPL) Rasio non-performing loan menunjukan bahwa kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank. Bank juga harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai. 2. Modal juga berfungsi untuk membiayai operasi. maka rasio loan to deposite ratio (LDR) harus dibawah 89.4 Loan to Deposite Ratio (LDR) Rasio loan to deposite ratio (LDR) berkaitan dengan likuiditas sebuah industri bank. Penelitian aspek permodalan suatu bank lebih dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana atau apakah modal bank tersebut telah memadai untuk menunjang kebutuhan. Berdasarkan Pakfeb (1991).

dividen properti dan dividen likuidasi. 2. 2.6 Return On Equity (ROE) Rasio return on equity digunakan untuk mengukur kinerja manajemen bank dalam mengelola modal yang tersedia untuk menghasilkan laba setelah pajak. Laba setelah pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional setelah dikurangi pajak sedangkan rata-rata total ekuitas adalah rata-rata modal inti yang dimiliki bank. yaitu dividen yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk kas (tunai). Dividen properti (property dividend). perhitungan modal inti dilakukan berdasarkan ketentuan kewajiban modal minimum yang berlaku. Oleh karena itu.7 Dividend Per Share (DPS) Stice et al. peningkatan dan penurunan return on equity (ROE) mempengaruhi minat dari para investor yang akan berakhir pada putusan investasi yang diambil. Rasio return on equity (ROE) sering digunakan untuk melihat tingkat pengembalian dari dana yang diinvestasikannya. c. dividen saham. a. Dividen saham (stock dividend). b.tinggi rasio ini maka akan semakin semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar maka kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin besar dan memungkinkan pencapaian laba semakin rendah (Nasser. . yaitu dividen yang dibagikan perusahaan bukan dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk saham perusahaan tersebut. Semakin besar ROE. semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. (2004:902) menyatakan bahwa dividen adalah pembagian kepada pemegang saham dari suatu perusahaan secara proposional sesuai dengan jumlah lembar saham yang dipegang oleh masing-masing pemilik. 2003). misalnya aktiva tetap dan suratsurat berharga. Dividen yang didistribusikan kepada pemegang saham dapat dibedakan menjadi dividen tunai. Kredit dalam hal ini adalah kredit yang diberikan kepada pihak ketiga tidak termasuk kredit kepada bank lain. Dividen tunai (cash dividend). yaitu dividen yang dibagikan dalam bentuk aktiva lain selain kas atau saham. Hal ini akan mampu mempengaruhi harga pasar saham.

LDR menggambarkan seberapa besar kemampuan bank dalam membayar utang-utangnya dan membayar kembali kepada deposan sebagai dana pihak ketiga tanpa terjadi penangguhan. yang .9 Kerangka Konseptual Kerangka konseptual merupakan sintesis dari tinjauan teori dan tinjauan penelitian terdahulu. Harga yang digunakan pada pasar dalam tingkatan ini adalah average price atau harga ratarata. Modal berfungsi untuk membiaya operasi. harga suatu saham pasti telah mencerminkan seluruh informasi yang berkaitan dengan aktivitas manajemen dan prospek di masa yang akan datang dan ketika muncul informasi baru tentang perusahaan tersebut maka harga saham akan spontan berubah mencerminkan adanya informasi baru tersebut. Bank yang memiliki kecukupan modal yang baik akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya sehingga harga sahampun meningkat. yang disebut dengan kredit. Indonesia penganut pasar efisien dalam bentuk lemah. Jadi. Bentuk ketiga adalah pasar efisien dalam bentuk kuat (strong form) dimana harga sekuritas telah mencerminkan seluruh informasi penting baik yang telah dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan. 2. Bentuk pertama adalah pasar efisien dalam bentuk lemah ( weak form) dimana harga sekuritas telah mencerminkan seluruh data historis yang relevan. Dividen yang dibagikan adalah selisih antara nilai realisasi aset perusahaan dikurangi dengan semua kewajibannya. Wild. yaitu dividen yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai akibat likuidasikannya perusahaan.d. 2. rasio CAR memiliki pengaruh terhadap harga saham. Bentuk kedua adalah pasar efisien dalam bentuk setengah-kuat (semi-strong market) dimana harga sekuritas telah mencerminkan seluruh informasi relevan yang dipublikasikan. dan sebagai alat untuk ekspansi usaha. et al (2005:49) mendefinisikan pasar efisien dalam tiga bentuk. sebagai instrument untuk mengantisipasi rasio. Dividen likuidasi (liquidating dividend). Dalam pasar modal yang effisien. dengan dana yang diterima dari masyarakat.8 Hipotesis Effisiensi Pasar (Efficient Market Hypotesis) Effisiensi pasar adalah kecepatan dan kelengkapan suatu harga sekuritas dalam merespon informasi yang relevan. Pengelolaan LDR ini sendiri akan meningkatkan harga saham dimana dana yang diberikan kepada masyarakat seimbang proporsinya.

Berdasarkan data yang diperoleh . dan dividend per share (DPS) berpengaruh terhadap harga saham baik secara parsial maupun simultan. Hal tersebut akan mempengaruhi keputusan investor dalam menanamkan modalnya dan mampu mempengaruhi harga saham. Perusahaan yang dapat memberikan dividen yang besar kepada para pemegang saham akan mempengaruhi harga saham sehingga harga saham pun meningkat. ROE berpengaruh terhadap harga saham. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (sejak Desember 2008. Jadi. Semakin tinggi ROE yang dicapai menggambarkan manajemen mampu mengelola aktiva yang dimiliki sehingga kepercayaan investor meningkat untuk membeli sejumlah saham dari bank tersebut yang mengakibatkan harga saham juga meningkat. return on equity (ROE). non-performing loan (NPL). Kredit yang diberikan kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk produk jasa yang ditawarkan oleh industri perbankan.10 Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka konseptual yang dibuat. 3. Metode Penelitian Rancangan (desain) penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kausal. Jadi. Manajemen memiliki tugas untuk mengelola aktiva yang dimiliki oleh industri perbankan sehingga menghasilkan laba yang optimal. LDR berpengaruh terhadap harga saham.disebut dengan deposit atau dana pihak ketiga yang mengindikasikan kepercayaan masyarakat juga meningkat. 2003:30). Jadi. Jadi. dividend per share (DPS) berpengaruh terhadap harga saham. loan to deposite ratio (LDR). Biasanya desain kausal juga disebut dengan hubungan sebab akibat. Semakin tinggi tingkat kredit bermasalah maka resiko yang ditanggung oleh bank menggambarkan kinerja perbankan tidak baik. NPL berpengaruh terhadap harga saham. Desain kausal berguna untuk menganalisis variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya (Umar. Berdasarkan uraian sebelumnya maka dibuat kerangka konseptual sebagai berikut: 2. Jika dividend per share (DPS) tinggi maka akan meningkatkan harga pasar saham perusahaan. Hipotesisnya adalah capital adequacy ratio (CAR). sebelumnya adalah Bursa Efek Jakarta) sejak tahun 2005 sampai tahun 2007.

tidak de-listing selama periode 2005 sampai 2007. 2. 6. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. JSX Watch 2008-2009 atau dari laporan keuangan yang diambil dari sumber lain maupun situs Bursa Efek Indonesia (BEI). jumlah perusahan yang terdaftar di BEI pada tahun 2005 sampai dengan 2007 adalah 30 perusahaan. Adapun Purposive Sampling Methode yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling Methode. Kriteria yang ditentukan adalah sebagai berikut: 1.id. 2006. Return On Equity (ROE) dan Dividend Per Share (DPS) dan variabel dependen yaitu harga saham. 4.co. Non-Performing Loan (NPL). 2004:78). 4. 5. JSX Watch 2008-2009 atau dari laporan keuangan yang diambil dari sumber lain maupun situs Bursa Efek Indonesia (BEI). dan 2007. Metode Analisis Data 4. yaitu data yang yang berbentuk angka atau data kualititatif yang diangkakan (Sugiyono.melalui situs BEI di www. laporan keuangan yang audited. 3. merupakan data sekunder yang diperoleh dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD). Variabel independen dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR). Loan to Deposite Ratio (LDR). sampel merupakan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2007.idx. baik dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD). perusahaan tersebut membayar deviden tunai berturut-turut pada tahun 2005.1 Pengujian Asumsi Klasik . Data ini. 2004:13). perusahaan go public yang data semua variabelnya baik variabel dependen maupun independen tersedia dan dapat diperoleh. memiliki laporan keuangan yang lengkap selama listing di Bursa Efek Indonesia.

Singgih (2002).1). Dari tabel DurbinWatson dapat dilihat bahwa nilainya sebesar 1. serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah 0 pada sumbu Y. 4. maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskesdastisitas pada model regresi ini.1. Berdasarkan hasil uji statistik dengan model Kolmogrov-Smirnov seperti yang terdapat dalam lampiran viii dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal. Penggunaan metode analisis regeresi dalam pengujian hipotesis.1. uji autokeralasi. 4.1.2 Pengujian Hipotesis . terlebih dahulu diuji apakah model tersebut memenuhi asumsi klasik atau tidak. Dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas dalam model regresi ini. 4. 4.2 Uji Multikolinieritas Uji pengujian ini dimaksud untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Selain itu nilai toleransi untuk setiap variabel independen lebih besar dari 0.1 (tolerance>0. Hal ini dapat dilihat dari nilai Asymp. Semua variabel independen memiliki VIF sekitar 1 atau VIF<10.1.05. Pengujian asumsi terdiri atas uji normalitas. angka tersebut berada diantara -2 sampai +2 yang artinya tidak terjadi autokorelasi.4 Uji Heteroskesdastisitas Pengujian ini dimaksud untuk melihat apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual pengamatan satu ke pengamatan yang lain. uji multikolinearitas. Sig. Setelah diuji dengan grafik scatterplot dapat dilihat bahwa tidak ada pola yang jelas. Deteksi dilakukan dengan melihat nilai VIF (Variable Inflaction Factor) dan toleransi. (2-tailed) adalah 0.371>0.977 dimana menurut Santoso.1 Uji Normalitas Uji pengujian ini dimaksud untuk mengetahui apakah dalam model regresi. 4. uji hetererokedasitas.3 Uji Autokorelasi Uji pengujian ini dimaksud untuk menguji apakah model regresi linear ada korelasi antara kesalahan penggangu periode t-1 (sebelumnya).Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi berganda dengan bantuan Software SPSS for Windows.

491).143.349). Dari hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa t hitung 0.729. maka ROE secara individual tidak berpengaruh terhadap closing price. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa harga saham secara simultan atau bersamasama dipengaruhi oleh CAR.148 X1 .110.005476 > -0.349 dengan nilai signifikansi 0.005476 > 0. Dari hasil uji t dapat diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut: Y = 292. maka CAR secara individual tidak mempengaruhi closing price.349 dan t tabel 2.463.005476 > -1.579 X2 .740).21.878 > 2. Dari hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa t hitung 9.000 yang lebih kecil dari 0. Dari hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa t hitung -0.Dari uji ANOVA atau F-test. maka NPL secara individual tidak mempengaruhi closing price. ROE dan DPS. LDR. Besarnya t hitung dari variabel LDR -1. maka LDR secara individual tidak mempengaruhi closing price.926 X3 + 7.353 sedangkan t tabel 2. 4. Dari hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa t hitung adalah 1.000. Besarnya t hitung dari variabel CAR adalah 1.628 dengan nilai signifikansi 0.320 X4 + 26.3 Pembahasan Hasil Analisis . d.628).408514 ).005476 sehingga t hitung > t tabel (9.740 dengan nilai signifikansi 0. Adapun nilai dari F tabel untuk α = 0.005476 sehingga t tabel > t hitung (2. b.005476 > 1.491 dan t tabel adalah 2.005746 sehingga t tabel > t hitung (2. Maka diperoleh bahwa F hitung > F tabel ( 23. c. maka DPS secara individu berpengaruh terhadap closing price. diperoleh nilai F hitung sebesar 23.408514. e. Besarnya t hitung dari variabel NPL -0.628 dan t tabel adalah 2.05 dengan pembilang 5 dan penyebut 54 adalah 2.11.005746 sehingga t tabel > t hitung (2.481 X5 Setelah diuji melalui uji t dapat diketahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Besarnya t hitung dari variabel DPS 9.491 dengan nilai signifikansinya 0.353 dengan nilai signifikansi 0.820 + 49.353 > 2.05.005476 sehingga t tabel > t hitung (2. a.005476).740 dan t tabel 2. NPL.878 yang lebih dari 4 dan tingkat signifikansi 0. Dari hasil ji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa t hitung adalah -1. Besarnya t hitung dari variabel ROE 0.

LDR tidak memiliki pengaruh dan tidak signifikan untuk α = 5% terhadap closing price perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0. CAR tidak memiliki pengaruh yang signifikan untuk α = 5% terhadap closing price perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia. dan DPS sedangkan sisanya sebesar 31.05). sebagaimana telah ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0. Hal ini berarti bahwa 68.143 > 0. dimana investor menganggap rasio CAR belum cukup baik dalam menggambarkan tingkat return yang sepadan dengan resiko yang akan ditanggungnya. ROE.05 setelah dilakukan uji t.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian ini. Variabel Nonperforming Loan (NPL) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap closing price karena nilai signifikansi NPL 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LDR tidak menjadi salah satu faktor yang penting bagi investor di dalam membuat keputusan investasinya karena pengaruhnya terhadap closing price tidak terlalu berpengaruh dan investor tidak menjadikan LDR sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusannya.7 % dijelaskan oleh sebabsebab lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian.000 (< 0. Variabel Loan to Deposiet ratio (LDR) tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap closing price karena nilai signifikansi LDR 0.3% variasi atau perubahan dalam harga saham dapat dijelaskan oleh variasi CAR. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa meskipun informasi CAR merupakan salah satu faktor bagi investor di dalam membuat keputusan namun pengaruhnya terhadap harga saham tidak terlalu berpengaruh.683. 5.05 setelah dilakukan uji t. Kesimpulan dan Saran 5.05). 2. .Dari hasil pengujian secara parsial (individu) diketahui bahwa variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap closing price karena nilai signifikansi CAR 0.05). LDR. diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1.05) sedangkan variabel Dividend Per Share (DPS) berpengaruh positif signifikan terhadap closing price karena nilai signifikansi DPS 0.110 (> 0.729 (> 0.463 (> 0. Variabel Return on Equity (ROE) berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap closing price karena nilai signifikansi ROE 0. Nilai adjusted R square sebesar 0.110 > 0.05).143 (> 0. NPL.

6.05 setelah dilakukan uji t. Dengan demikian hal ini dapat disimpulkan bahwa informasi DPS merupakan hal utama yang perlu diperhatikan dan dijadikan tolak ukur yang lebih baik oleh investor dalam membuat keputusan investasinya. NPL. sehingga hal tersebut akan mempengaruhi permintaan terhadap saham perusahaan yang bersangkutan yang pada akhirnya akan mempengaruhi harga saham. Investor akan menganggap NPL sebagai informasi tambahan di dalam membuat keputusan investasinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa informasi NPL walaupun berpengaruh tetapi tidak menjadi tolak ukur bagi investor di dalam membuat keputusan investasinya karena NPL tidak memiliki signifikan terhadap closing price.05 setelah dilakukan uji t. antara lain: . Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nuliana (2003). CAR. sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0.000 < 0.3. Raymond (2007) dan Tambunan (2007) yang mengemukakan bahwa DPS memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap harga saham.2 Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0. 5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa meskipun informasi ROE merupakan salah satu faktor bagi investor di dalam membuat keputusan namun pengaruhnya terhadap harga saham tidak terlalu berpengaruh. LDR. di mana apabila investor menganggap bahwa angka DPS perusahaan cukup baik dan akan menghasilkan return yang sepadan dengan resiko yang akan ditanggungnya. maka permintaan terhadap harga saham perusahaan juga akan meningkat. DPS memiliki pengaruh yang signifikan untuk α = 5% terhadap closing price perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia. 5.05 setelah dilakukan uji t. 4. ROE dan DPS secara simultan (bersama-sama) memilki pengaruh yang signifikansi untuk α = 5% terhadap closing price perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia. NPL tidak memiliki pengaruh dan tidak signifikan untuk α = 5% terhadap closing price perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia.729 > 0.463 > 0. sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0. ROE tidak memiliki pengaruh yang signifikan untuk α = 5% terhadap closing price perusahaan go public di Bursa Efek Indonesia.

perusahaan perbankan lebih memperhatikan rasio-rasio keuangan yang menjadi tolak ukur dalam menilai kesehatan kinerja operasi perusahaan itu sendiri karena dengan melihat kinerja operasi perusahaan yang baik. LDR. 5. direksi. penelitian ini hanya mengambil lima buah variabel yaitu CAR. pemerintah dan investor akan berdampak terhadap meningkatnya kepercayaan terhadap perusahaan itu sendiri terkhususnya dalam menjaga rasio DPS. 4.1. 3. laju inflasi. dan lain-lain. . periode pengamatan dalam penelitian ini terbatas karena hanya mencakup tahun 2005 sampai tahun 2007. return on equity (ROE) dan devidend per share (DPS) terhadap harga saham dengan mengabaikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi harga saham itu sendiri seperti kebijakan manajemen. diharapkan penelitian yang akan datang agar lebih lagi mengkaji perbankan secara keseluruhan dalam kinerjanya terhadap dunia perbankan itu sendiri dan perekonomian secara umum sehingga hasil yang diharapkan dapat lebih akurat. 2. ROE. perusahaan yang dijadikan sampel oleh penulis hanyalah sektor perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia periode 2005 sampai 2007. loan to deposite ratio (LDR). 3.3 Saran Berdasarkan hasil penelitian ini. calon investor dan investor lebih cermat dan teliti dalam membaca laporan keuangan serta rasio-rasio yang menjadi gambaran terhadap kinerja operasi perusahaan sehingga nantinya calon investor dan investor mampu menginvestasikan dananya kepada perusahaan yang benar-benar memberikan return yang seimbang dengan dampak resiko yang ditanggung oleh perusahaan serta calon investor dan investor dapat melihat apakah perbankan yang ditanamkan modalnya memiliki tingkat kesehatan yang baik. penulis melakukan pengamatan terhadap pengaruh capital adequacy ratio (CAR). sesuai dengan peraturan BI maka pembaca laporan keuangan baik masyarakat umum. peneliti mencoba memberikan saran baik bagi perusahaan. 1. NPL. dan DPS sebagai variabel independe tetapi masih banyak variabel lainnya yang dapat mempengaruhi harga saham. non-performing loan (NPL). calon investor dan investor serta peneliti selanjutnya. 2. Sejalan dengan itu.

Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Volume 7. Cetakan ketiga. M. Simposium Nasional Akuntansi. dan Kuniasih. Imam. Jakarta. Volume 5. Manajemen Perbankan: Teknik Analisis Kinerja Keuangan Bank. Manajemen Perbankan. Halim. Ghozali. Medan. Universitas Sumatera Utara. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi Revisi. Fakhruddin. 2000. Budisantoso. 2001. Edisi kedua. Malang. Jurnal Akuntansi Keuangan. Dendawijaya. Edisi kedua. Jakarta. Darmadji.2:131-147. 2005. Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya Jawab. Jakarta. UMM Press. dan Hekinus Manao. 2007. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.. Lukman. Titik. Adnan. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia. no. Ghalia Indonesia. 2005. 2005. Pengaruh ROE. dan DER Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEJ. Faisal. 2005. Desember 2001. Analisis Rasio CAMEL Terhadap Perdiksi Kondisi Bermasalah pada Lembaga Perbankan Periode 2000-2002. EPS. Luciana Spica Winni Herdinigtyas. 2006. Tokok. Yuliana. NPM. 2006. PT Salemba Empat. Almilia. Nomor2. Salemba 4. Analisis Ketepatan Prediksi Metode Altman Terhadap Terjadinya Likuidasi pada Lembaga Perbankan.REFERENCES Abdulah. Rasio Keuangan Sebagai Prediktor Bank Bermasalah di Indonesia. Semarang. skripsi. dan Triandaru. Bogor. Aryati. Tjiptono dan Hendy M. .

Metode Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan PengalamanPengalaman. JAAI Volume 4. Novin P. Juventus. Arifin Akhmad & Firman Syarif. Yogyakarta. Jakarta. Aplikasi SPPS (Statistical Product and Service Solutions) Untuk Penyusunan Skripsi & Tesis. Nomor 1.Jurusan Akuntansi. Evaluasi Pengaruh CAMEL terhadap Kinerja Perusahaan. 2001.. Pengaruh Dividen Per Share dan Rentabilitas Modal Sendiri (ROE) Terhadap Harga Pasar Saham PT Telkom. Unika Atmajaya. Mandiri. Raja Grafindo Persada.. BPFE. Lubis. Tbk. Edisi 2004/2005. Desember. 217236. no. Media Riset Akuntansi. Palembang. Etty M. 2007. 2007. Auditing dan Informasi Volume 3. Perbandingan Kinerja Bank Pemerintah dan Bank Swasta dengan Rasio CAMEL serta Pengaruhnya Terhadap Harga Saham . Nasser. Unisba Nurmala. Jon. Medan. Khasmir. Raymond. Medan. 2000. 2000. Buletin Studi Ekonomi. Medan. Merkusiwati.. skripsi.3. Volume 9..2. Pengaruh Kebijakan Deviden Terhadap Harga Saham perusahaan otomotaif di Bursa Efek Jakarta. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Volume 2. Ni Ketut Lely Aryani. STIE Bina Warga Palembang. 2003. 2003.& Titk Aryati.1 Nasser.. USU press. 2004. PT. Manajemen Perbankan. Jakarta. 2007. Nuliana. no. Pengaruh Dividend Per Share dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Model Analisis CAMEL untuk Memprediksi Financial Distress pada Sektor Perbankan yang Go Public. Buku Petunjuk Teknik Penulisan Proposal dan Penulisan. no. . Ade Fatma. Etty M. skripsi. 2007. Jogiyanto. Universitas Sumatera Utara. 2004. Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Rasio Leverage Terhadap Harga Saham Perbankan di BEJ Periode 2004 sampai 2006. Surakarta. Periode 2002-2006.

Pengelolaan Aktiva. dan Modal. Metode Riset Akuntansi Terapan. Jakarta. Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Edisi Baru. PT. Nomor 1. Pengaruh Kebijakan Devidend Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta (BEJ).id www. Edisi Kedua Belas. Wilopo.idx. Simposium Nasional Akuntansi V. Roy August. Situs web: www. Medan. 2007. Wachowicz. 2005. 2007. Raja Grafindo Persada. JR. skripsi. 2005. Jakarta. Volume 19. Sugiyono. Dan F. James C dan Jhon M. 2004. Yogyakarta. Jakarta. Akuntansi Keuangan Menengah. Prediksi Kebangkrutan. PT Salemba Empat. Ghalia Indonesia. 2006. Alih Bahasa oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary. Alih Bahasa oleh Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary. 2000. Buku Satu. Umar. Universitas Katolik Santo Thomas. Stice. Syamsuddin.google. Salemba Empat. Manajemen Keuangan (Pemahaman Laporan Keuangan. 2003. Earl K. Pengaruh Variabel Keuangan dan Rasio CAMEL Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang Tercatat di BEJ Periode 2001 sampai 2006. Tambunan. Media Pressindo. Metode Penelitian Bisnis. Bogor Van Horne.. Nita Wulandari. 2004. Universitas Sumatera Utara. serta Pengukuran Kinerja Perusahaan). Manajemen Keuangan Perusahaan: Konsep Aplikasi Dalam: Perencanaan..com . Edisi Kedua. Bandung. G. Winarni. Jilid 1.co. CV Alfabeta. Stice. Jakarta. Medan. skripsi. dan Fred Skousen.. Pengaruh EVA dan Rasio-rasio Profitabilitas Terhadap Harga Saham” Emperika. Sugiyarso. 2000. Lukman. Sari. Pengawasan dan Pengambilan Keputusan . Surakarta.Sasongko. James D. Kewajiban. Katrin Oktavia. Husein. Noer. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->