Unsur-Unsur Motif Batik

http://artscraftindonesia.com Motif batik terdiri atas elemen-elemen yang dapat dikelompokkan menjadi ornamen, ornamen pengisi dan isen: a. Ornamen Merupakan unsur pokok dalam motif berupa gambar dengan bentuk tertentu yang berukuran cukup besar atau dominan dalam sebuah pola. Ornamen ini disebut juga ornamen pokok. Berikut adalah ornamen-ornamen pokok tradisional klasik yang antara lain terdiri atas: Meru, Pohon Hayat, Tumbuhan, Garuda, Burung, Candi atau Perahu (Bangunan), Lidah api, Naga, Binatang dan Kupu-kupu. 1. Meru adalah bentuk seperti gunung, kadang digambarkan dengan rangkaian tiga gunung dengan gunung yang di tengah sebagai gunung puncak. Dalam pengertian indonesia kuno, gunung melambangkan unsur „bumi‟ atau „tanah‟ yang merupakan salah satu elemen dari „empat unsur hidup‟ yaitu Bumi, Geni, Banyu dan Angin. Dalam kebudayaan Jawa-Hindu, meru menggambarkan puncak gunung yang tinggi tempat bersemayamnya para dewa. Kini karena kurangnya pengetahuan para pembatik atas arti dan bentuk ornamen semula, Meru juga mengalami perubahan seperti digabung dengan bagian tumbuhan, dibentuk hingga bentuk asal tidak nyata lagi.

Meru 2. Pohon Hayat disebut juga Pohon Surga, merupakan suatu bentuk pohon khayalan yang bersifat perkasa dan sakti, dan merupakan lambang kehidupan. Pohon ini digambarkan terdiri atas batang, dahan, kuncup, daun, berakar tunjang atau sobrah. Pohon ini hampir terdapat di semua daerah di Indonesia dengan berbagai variasi. Di seni anyaman Kalimantan, pohon ini disebut Batang Garing. Dalam seni wayang disebut Gunungan atau Kayon. Pohon ini terdapat di relief Candi Jago dan di percaya telah ada sejak abad ke 13, namun bukti yang paling jelas adalah pohon ini terdapat di relief kompleks makam Ratu Kalimanyat yang bertuliskan tahun 1559.

3. Tumbuhan digambarkan sebagai salah satu bagian seperti bunga, sekelompok daun atau kuncup, atau rangkaian dari bunga dan daun. Tumbuhan kadang digambarkan sebagai lunglungan, yaitu tanaman menjalar bentuk berlengkung-lengkung. Pada motif batik klasik ornamen berperan sebagai ornamen pokok maupun ornamen pengisi.

Tumbuhan

4. Garuda digambarkan sebagai bentuk stilir dari burung garuda, atau rajawali atau kadang seperti burung merak. Garuda adalah makhluk khayalan yang perkasa dan sakti, kendaraan Dewa Wisnu juga digambarkan sebagai Garuda.

Garuda

5. Burung. Ada tiga macam ornamen burung dalam batik yaitu burung merak, burung phoenix, yang terakhir adalah burung aneh atau burung khayalan. Ornamen burung juga digunakan sebagai ornamen pengisi selain ornamen pokok.

Burung 6. Bangunan. Adalah ornamen yang menggambarkan bagian bangunan terdiri atas lantai atau dasar dan atap.

dan berupa deretan ujung lidah api memanjang. Sebagai ornamen naga digambarkan dengan bentuk seperti kepala raksasa dengan mahkota. kadang bersayap dan berkaki. Naga adalah makhluk khayalan berupa ular besar yang mempunyai kekuatan luar biasa dan sakti. Lidah Api 8. yang kalau dikuasai dapat menjadi pemberani dan pahlawan. Lidah api. Naga .Bangunan 7. Ornamen lidah api digambarkan dalam 2 macam bentuk yaitu sebagai deretan nyala api sebagai hiasan pinggir atau batas. Zaman dulu api melambangkan kekuatan sakti yang dpat mempengaruhi kepribadian manusia. kadang bersayap. namun bila tidak menjadi angkara murka.

Ornamen ini biasanya digambarkan dengan sayap terkembang dari atas.9. dan digambarkan secara unik misalnya gajah bersayap atau mempunyai ekor berbunga. Kupu-kupu. dan biasanya terdapat pada golongan motif Semen dan Ceplok . Kupu-Kupu . singa atau harimau. Binatang (berkaki empat). gajah. kijang. Binatang (Berkaki Empat) 10. Binatang yang sering digunakan sebagai ornamen adalah lembu.

Ornamen ini berukuran lebih kecil dan berbentuk lebih sederhana dibanding ornamen pokok. ornamen ini digunakan sebagai pengisi bidang untuk memperindah motif secara keseluruhan. sayap dan daun. Ornamen pengisi Seperti namanya. Ornamen Pengisi . Contoh ornamen pengisi adalah ornamen berbentuk burung. kuncup.b. daun.

Isen Berfungsi sebagai pengisi atau pelengkap ornamen. cacah gori. sisik.com/ind/index.c. sisik melik. rambutan dan rawan. gringsing. cecek sawut daun. Berbentuk kecil dan sederhana misalnya berupa titik-titik. galaran. sawut. herangan. cecek sawut. cecek pitu. Isen yang masih berkembang sampai saat ini antara lain adalah cecek-cecek.php?option=com_content&task=view&id=41&Itemid=1 . [Olin] http://artscraftindonesia. sirapan.

Dalam proses melukis pada kain. Batik Cap (Menggunakan Cap) Dalam proses batik cap. proses pengecapan harus dilakukan bulak balik. giliran sisi lain untuk mengalami proses yang sama. karenanya satu macam elemen harus memiliki sepasang cap bulak balik. permukaannya diberi bantalan. kain diletakkan pada rangka kayu sehingga posisi kain seperti tergantung. garis demi garis satu persatu hingga menjadi ornamen kemudian menjadi motif. perbedaannya adalah. yaitu dengan mengecap atau menulis. Batik Cap dan Batik Print Batik Tulis (Menggunakan Canting) Dalam proses membuat batik telah disebutkan bahwa terdapat dua macam cara untuk melukis ragam hias batik.Teknik Pembuatan Batik Tulis. Dan berikut inilah perbedaan yang paling mendasar antara batik tulis dan batik cap. dan dibungkus dengan kain yang telah dilapisi dengan larutan tertentu agar lilin tidak menempel pada permukaan kain tersebut. batik cap dibuat dengan meletakkan kain pada meja yang agak dimiringkan. karena apabila lilin terlalu panas lilin akan mengalir terlalu cepat dan apabila terlalu dingin akan menghambat atau memampatkan saluran lilin. menulis menggunakan canting akan menghasilkan batik tulis. Dalam pembuatan batik tulis. cap yang berbentuk satu ornamen dicelupkan ke dalam wadah lilin dan ditekan pada bantalan kain. di dalam wadah lilin diletakkan bantalan kain yang berfungsi seperti alas stempel. dalam pembuatan batik tulis. canting dicelupkan ke dalam wadah lilin kemudian canting digunakan seperti kuas atau pena. Kedua proses tentunya sama-sama menggunakan lilin yang dipanaskan dalam wadah logam. kemudian cap ditekan pada kain. Diperlukan keahlian khusus untuk menggunakan canting. setelah memastikan posisi yang tepat pada kain. kemudian diangkat dan dipastikan lilin tidak terlalu banyak sehingga merusak bentuk elemen. Setelah satu sisi kain selesai. Sama seperti pada batik tulis. pada pembuatan batik cap. . Artikel ini akan membahas lebih detil tentang kedua proses tersebut. Setelah kain siap. titik demi titik. batik yang bagus adalah yang sangat serupa tampak ragam hias di kedua sisinya bulak balik. Mengecap menggunakan cap akan menghasilkan batik cap. melukiskan lilin sesuai ragam hias yang direncanakan pada kain.

Nggirah (mencuci) atau Ngetel c. dengan menggunakan klise dan pewarna pasta. yaitu pekerjaan persiapan dan membuat batik: Persiapan Yaitu mempersiapan mori menjadi kain yang siap untuk dibuat menjadi kain batik. namun sentuhan keterampilan tangan pada akhirnya membuat nilai batik tulis jauh lebih tinggi dibanding batik cap. Menggunakan metode ini tentunya menghasilkan produksi jauh lebih cepat lagi dibanding batik cap. tapi menggunakan motif batik. Ngemplong (menyetrika) .Teks. Pekerjaan ini antara lain meliputi: a. pengerjaan mori batik menjadi kain batik dapat dibagi menjadi 2 bagian. Memotong kain mori b. Nganji (menganji) d. [Olin] Proses Membuat Batik Sesuai yang diceritakan dalam buku Seni Kerajinan Batik Indonesia oleh S. Michael Hitchcock menulis bahwa produksi batik meninggkat diakhir abad ke 19.K. sedangkan pembuatan batik cap lebih cepat dan efisien dan umumnya dikerjakan oleh pria. Batik tulis tentunya sangat menghabiskan waktu dan memerlukan keahlian dan kesabaran tinggi.Tentu dapat dibayangkan perbedaan berapa lama pengerjaan kedua macam batik tersebut. penggunaan cap memungkinkan pembatik membatik beberapa lembar kain dalam satu hari. Adapun batik print adalah batik yang dibuat dengan menggunakan metode sablon. sama sekali tidak mengunakan lilin atau malam. karenanya seniman dan pengrajin batik lebih menyebutnya sebagai kain bermotif batik. Batik tulis memakan jauh lebih banyak waktu dan biaya. Sewan Susanto. Penggunaan metode ini masih dipertanyakan karena dianggap merusak tatanan seni batik. seperti layaknya pada kaus/t-shirt. S. Dalam bukunya Indonesian Textiles. Kelemahan utama batik print adalah tidak adanya desain dengan sentuhan khusus karena diproduksi dalam jumlah massal. dan didominasi oleh pembatik wanita.

Batik Monochrome g. yaitu melekatkan lilin batik untuk membuat ragam hias yang dikehendaki.Membuat Batik Yaitu pekerjaan pembuatan batik setelah kain dipersiapkan. dapat dilakukan dengan mencelup atau dengan melukis. Pewarnaan dilakukan tanpa pemanasan agar tidak melarutkan lilin yang telah ditulis pada tahap sebelumnya. Batik Lorodan c. Pewarnaan batik. yaitu menghilangkan lilin yang dilukiskan pada tahap pertama membuat batik secara sebagian. 2. atau secara keseluruhan yang disebut juga ‟melorod‟. terdapat beberapa jenis teknik yang merupakan dari variasi kombinasi dan pengulangan dari 3 proses utama. Membatik dengan Canting dan Cap Menulis atau mengecap dengan lilin batik. Melorod Menghilangkan lilin. Teknik tersebut antara lain adalah: a. Berdasarkan 3 proses utama dalam membuat batik tersebut di atas. Batik Modern [Olin] . Batik Bedesan d. disebut cara ‟ngerok‟. Ragam hias batik tulis dibuat menggunakan canting sedangkan batik cap dengan menggunakan cap. sedangkan melorod dilakukan dengan merendam kain dalam air panas untuk batik mori katun. Batik Radioan e. Batik Kelengan f. sedangkan batik sutra menggunakan bensin. 3. Batik Kerokan b. yang terdiri dari 3 pekerjaan utama: 1. Cara ngerok dilakukan dengan menggunakan alat seperti pisau.

Blaco c. . Mori golongan ini dulu diimport dari Belanda dan Jepang. Seperti golongan pertama. Kain Blaco atau grey yang kasar Golongan kain paling kasar ini juga disebut grey karena warna kain yang belum diputihkan. jarang digunakan untuk batik cap. Mori dari katun berdasarkan kehalusannya terdiri atas 4 golongan yaitu: a. Teks. Sejak 1970 di Indonesia juga didirikan pabrik yang memproduksi yang kualitasnya mendekati golongan Primissima. sutera asli atau tiruan. Mori yang paling halus ini biasanya digunakan untuk membuat batik tulis. Biru diimport dari Belanda. d. zat pewarna dan zat pembantu: Kain Kain yang biasa dijadikan kain batik adalah kain putih yang disebut kain mori. S. Primissima. dalam bukunya Seni Kerajinan Batik Indonesia.K. Biru atau medium. kain ini biasa didapatkan secara import. Pengusaha batik juga sering menenun sendiri kain ini dengan alat tenun bukan mesin. golongan yang sangat halus Kata „Primissima‟ mungkin berasal dari kata primus atau prima yang artinya kelas satu. Prima. namun kini Indonesia sudah memproduksi kain yang mendekati kualitas golongan Prima. Kain mori dapat berasal dari katun. golongan dengan kehalusan sedang Kata „biru‟ didapat dari merk kain ini yang dicetak dengan tinta biru. yaitu kain. Batik dari kain batik golongan ini disebut „Batik Sandang‟. India dan China.Bahan-Bahan Membuat Batik Berikut adalah bahan-bahan yang digunakan untuk membuat batik seperti yang ditulis oleh S. golongan yang halus Kata „Prima‟ juga berasal dari kata prime atau kelas satu. lilin. b. namun katun lebih banyak digunakan. Jepang. atau nama lainnya adalah muslim atau cambric.Golongan kain ini biasanya digunakan untuk membuat batik sedang atau kasar. Sewan Susanto.

tahan lama dan mudah dilepaskan dari kain dengan menggunakan air panas b. Digunakan untuk merendahkan titik didih. Gondorukem Berasal dari getah pinus merkusi. Lilin/Malam Tawon Bahan ini biasanya didapatkan dari Timor dan Palembang. parafin. digunakan agar lilin menjadi lebih keras dan tidak menjadi cepat membeku. microwax. Parafin Bahan ini berwarna putih atau kuning muda. bahan pokok lilin yang digunakan adalah campuran dari lilin/malam tawon. gondorukem. serta bahannya relatif lebih murah dibanding bahan-bahan yang lain. e. dan sering kali dirahasiakan.Lilin Wax Lilin adalah bahan batik yang digunakan untuk menutupi permukaan kain yang tidak diwarnai sesuai ragam hiasnya. bubur ketan tidak digunakan lagi. c. digunakan agar lilin dapat membentuk bekas atau garis-garis lilin yang baik. Awalnya pembatik di Jawa mendapatkan lilin tawon (beewax) dari Sumatra. dan kendal. sifatnya mudah meleleh dengan titik didih rendah. digunakan agar lilin batik memiliki daya tahan tembus basah yang baik dan mudah dilepas dari kain. Kini. damar mata kucing. mudah melekat pada kain. . Berwarna kuning suram. f. Sebelum menggunakan lilin pembatik sempat menggunakan bubur ketan. Berikut penjelasan lebih lanjut atas bahan-bahan pokok lilin batik tersebut: a. Sumbawa dan Timor. Berwarna putih dan biasanya didapatkan dari daging lembu atau kerbau. Pada akhir abad ke 19 mereka mulai menggunakan ozokerite dari Eropa. Microwax Merupakan jenis parafin yang lebih halus. sesuai yang tercantum dalam buku Seni Kerajinan Batik Indonesia. Jumlah dan perbandingan bahan bermacam macam. Damar Mata Kucing Didapatkan dari pohon Shorea. melekat pada kain dengan baik d. Kendal Kendal atau gajih atau lemak binatang disebut juga lemak atau vet. Setelah diketemukannya lilin. digunakan agar lilin lemas (ulet) dan mudah lepas.

daun dan bunga. Asam sulfat atau asam keras digunakan untuk membangkitkan warna Indigosol. obat ijo/air ijo dan minyak kacang. Batik tidak dapat dipanaskan pada saat pewarnaan karena akan melarutkan lilin. [Olin] . tidak semua pewarna tahan terhadap rebusan air pada saat pengelupasan lilin. kayu. cat Indanthreen. a. Soda Abu atau Na2CO3. yang termasuk golongan pewarna tersebut adalah: indigo. f. naptol dan rapid. Obat ijo atau air ijo digunakan agar pewarna mempunyai ketahanan pada proses pengelupasan lilin. batang. kulit. untuk membuat alkali pada air lorodan (proses pengelupasan lilin) dan untuk menjadi obat pembantu pada celupan cat Indigosol. b. Zat Pembantu Yang dimaksud dengan zat adalah zat-zat yang digunakan sebagai penyempurnaan proses pembatikan. Pewarna dari bahan alami. atau dari getah buang (Lac Dye) binatang. Lilin batik tidak kuat terhadap alkali. Zat Pewarna atau Cat Batik Tidak semua pewarna tekstil dapat digunakan untuk mewarnai batik karena sifat khusus batik. Contohnya antara lain: daun pohon nila. kunir. indigosol. membuat TRO. Oleh karena sifatnya yang khusus ini maka pewarna batik harus dipilih yang sesuai dengan proses pewarnaan batik yang khas. teepol. kulit pohon soga tinggi. Menurut asalnya pewarna batik terdiri dari 2 jenis: a. b. i. asam chloride. TRO (Turkish Red Oil). g. didapat dari bagian-bagian tumbuhan seperti akar. cat basis. kapur.melemaskan lilin dan mudah dilepas dari kain. Turkish Red Oil digunakan untuk membantu melarutkan cat batik atau sebagai obat pembasah untuk mencuci kain yang akan di cap. Minyak kacang digunakan untuk mengetel (mencuci) mori sehingga mori menjadi lemas dan naik daya serapnya. cat soga. asam sulfat. Merupakan pewarna yang dapat digunakan dalam suhu yang tidak merusak lilin. daun teh. j. Sebaliknya. digunakan untuk campuran mengetel(mencuci). Caustic soda atau soda api digunakan untuk mengetel mori atau melarutkan lilin batik. tawas. Kapur digunakan untuk melarutkan cairan Indigo. e. h. Pewarna sintetis/buatan. Teepol digunakan sebagai obat pembasah. c. yaitu antara lain: caustic soda. Asam Chlorida atau air keras digunakan untuk membangkitkan warna Indigosol atau untuk menghilangkan kanji mori. misalnya untuk mencuci kain sebelum di cap. d. blendok trembalo (getah buang kutu Tachardia Iacca yang hidup di pohon kesambi). Tawas digunakan sebagai kancingan atau fixeer pewarna tumbuhan. cat belerang dan procion dingin (cat kreatif). soda abu.

Rangka kayu untuk meletakkan kain untuk dilukis 4. Canting terdiri dari pegangan dan wadah lilin seperti mangkok dengan lubang atau moncong/carat untuk mengalirkan lilin ke kain di ujung pegangan. Palu atau martil kayu untuk melunakkan dan menghaluskan kain 3. Canting Canting untuk melukis di atas kain seperti pena. Panci atau wadah logam untuk menaruh lilin untuk melukis 8. Pensil untuk membuat sketsa pada kain 5. kemudian ada canting dengan bercarat lebih dari satu (biasanya canting mempunyai satu sampai tujuh carat) untuk membuat pola dengan titik-titik yang berdekatan 6. dan wadah lilin terbuat dari tembaga.Alat Membuat Batik Alat alat yang diperlukan dalam membuat batik adalah: 1. Canting dibuat dengan berbagai ukuran dan jenis. Cap Batik Cap Batik adalah berupa stempel dari logam berbentuk satu elemen ragam hias digunakan seperti sablon untuk membuat batik cap (bukan batik tulis dimana semua ragam hias di lukis satu persatu dengan canting) 7. Pegangannya terbuat dari kayu atau bambu. Bak pengetel (bak bundar atau wajan) untuk mempersiapkan dan mewarnai kain batik 2. Ukuran kecil dan besar carat atau lubang wadah lilin bervariasi seperti layaknya kuas untuk melukis. Kompor kecil untuk menjaga lilin tetap cair [Olin] .

Tradisi (mem)batik juga dapat ditemukan antara lain di Afrika Barat. Ragam hias batik antara lain dipengaruhi aspek geografis daerah penghasil batik tersebut. Cina. Arti kata Batik sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah „kain bergambar yg pembuatannya dilakukan secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu. Kata „batik‟ telah masuk dalam perbendaraan kata tekstil internasional dan dipercaya berasal dari bahasa Jawa. dan lain-lain. Jepang. motif. Secara umum kita dapat mengartikan batik sebagai kain yang dihias atau dilukis dengan motif tradisional dengan menggunakan lilin. dan ornamen. digunakan pula pada ikat. batik berhasil terus berkembang dan bertahan hingga sekarang. Malaysia. Malam dalam hal ini berarti lilin cair yang digunakan dalam proses pembuatannya. teritik dan pelangi. amba berarti melukis. Hal ini akan dipaparkan dalam artikel terpisah. Teknik pembuatan batik akan dijelaskan lebih lanjut dalam artikel tersendiri. terutama Pulau Jawa dipercaya sebagai penghasil batik terkemuka di dunia. Turkestan. Namun Indonesia bukanlah satu satunya penghasil batik. Indonesia. Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa resist methods dibawa ke Jawa oleh bangsa India. dan tik berarti titik. tentunya dengan perbedaan teknik.Batik Indonesia Batik adalah salah satu hasil karya seni lukis kain tradisional Indonesia yang dikenal secara internasional. Memiliki sejarah yang cukup panjang yang (walau masih dalam perdebatan) bisa dirunut ke zaman mesir di abad-abad awal penanggalan masehi. Metode penggunaan lilin tersebut dikenal juga sebagai metode penolakan atau resist methods/resist technique karena lilin tersebut dituliskan atau dilukiskan pada kain untuk menolak pewarna masuk ke bagian yang tertutup lilin. Michael Hitchcock dalam bukunya Indonesian Textiles menyebutkan bahwa resist methods selain diterapkan pada batik. kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu‟. yaitu dari kata amba dan tik. Batik memiliki ragam hias atau desain yang terdiri dari beberapa komponen seperti isen. bahan. dan dalam artikel-artikel selanjutnya akan dijelaskan tentang jenis-jenis batik berdasarkan daerah yang cukup terkenal . motif. hal ini juga akan dijabarkan dalam artikel tersendiri. dan Thailand.

namun hingga saat ini para ahli belum sepakat menentukan dari mana asal dan kapan bermulanya tradisi batik di Indonesia. ." S.Teks. Dalam bukunya Bunga Rampai Sejarah Budaya Indonesia. beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa resist method diperkenalkan kepada bangsa Indonesia oleh bangsa India. Sewan Susanto. Dengan adanya hubungan Indonesia-Tiongkok pada zaman Sriwijaya yang erat.Dr. yang merupakan peninggalan dari abad 5-6 SM. dan Cirebon. Solo. Seperti disebutkan dalam artikel Batik Indonesia.M. Lasem.K. mengenal teknik untuk membuat batik.R. [Olin] Sejarah Batik di Indonesia Indonesia adalah salah satu penghasil batik terbesar di dunia.Sutjipto Wirjosuparto. Relief Batik di Candi Prambanan Walau diperkirakan menggunakan metode yang serupa. para ahli belum bisa menemukan bukti bahwa batik Jawa sama umurnya dengan yang pernah ditemukan di Mesir. Yogya. penanaman padi di sawah dengan jalan pengairan dan suatu pemerintahan yang teratur. sedangkan perkembangan batik di India baru mencapai kesempurnaan pada abad ke 17-19. dalam bukunya Seni Kerajinan Batik Indonesia juga menentang pendapat batik Indonesia berasal dari India karena perkembangan desain batik Indonesia sampai pada kesempurnaan pada abad ke 14-15. mengenal industri logam. S. beliau menyebutkan “Bangsa Indonesia sebelum bertemu dengan kebudayaan India telah mengenal aturan-aturan untuk menyusun syair. di antaranya adalah Prof. Masih dalam buku yang sama beliau menyimpulkan bahwa resist method yang digunakan dalam membuat batik tidak hanya terdapat di India. maka sangat mungkin adanya pengaruh timbal balik mengenai metode tersebut ( resist method ) antara IndonesiaTiongkok. namun ahli-ahli lain tidak sepenuhnya mendukung teori ini.yaitu antara lain Batik Pekalongan.

Koleksi Raffles ini tidak pernah dapat dinikmati publik secara lengkap karena saat beliau kembali ke Inggris kapalnya terbakar dan menghanguskan sebagian besar koleksinya. pada abad itu beberapa usaha untuk memproduksi batik dilakukan di Eropa. Batik Indonesia dari abad 19 tersebut menjadi koleksi antara lain The British Museum yang didapatkan Sir Thomas Stamford Raffles saat bertugas di Jawa antara 1811. Kata „batik‟ bahkan tercantum dalam rekening muatan kiriman barang dari Batavia ke Sumatera pada tahun 1641.1815. Selepas kembalinya Raffless dengan koleksi batiknya. yang pertama dibangun di Leiden pada tahun 1835. Belanda menggunakan pendekatan berbeda. Namun mereka tidak dapat menyamai pewarna tradisional Indonesia dan harus menggunakan bayak material untuk meniru desain buatan tangan. Jerman lebih sukses dengan memproduksi masal kain batik pada tahun 1900-an dengan pena kaca dan resist atau penolak warna yang dipanaskan dengan listrik. Belanda juga membuat beberapa pabrik batik di negerinya sendiri.Ningrat Jawa Mengenakan Batik tahun 1914 Beberapa ahli berpendapat bahwa batik Jawa baru dapat dibuat setelah pertengahan abad ke 18. Inggris mencoba memproduksi imitasi batik cetak yang lebih murah dibanding aslinya. . Swiss memulai ekspor imitasi batik satu dekade berikutnya. karena kain pada masa sebelumnya terlalu kasar untuk dihias dengan desain rumit. Beberapa pekerja Belanda kemudian dikirim ke Jawa untuk memproduksi batik dalam perusahaan yang dikelola negara. Beberapa pembatik Indonesia dikirim ke Belanda untuk mengajari para pekerja Belanda. Akhirnya upaya ini terhalang oleh biaya produksi yang mahal. Namun dokumen menyebutkan bahwa Pulau Jawa telah mengimport kain katun India yang berkualitas sejak abad ke 10. sampai saat ini metode dan peralatan batik Indonesia masih dikagumi dan ditiru oleh praktisi pengolahan kain di seluruh dunia. namun produksinya kemudian menurun. Seperti yang disebutkan Michael Hitchcock dalam Indonesia Textiles. Walau masih banyak silang pendapat tentang asal mula batik di Indonesia. para ahli dan pedagang eropa mulai tertarik pada batik. pada abad ke 19.

dan Kain Buton. terutama di Belanda. misalnya kain ulos yang merupakan kain tradisional Batak. Kain tenun lurik dengan motif yang berbeda juga ditemukan di Bali. namun Indonesia. Namun kemudian stagnasi ekonomi terjadi tahun 1920-an membuat permintaan batik hasil industri menurun. juga kain songket dari Sumatera Barat. Namun produksi dan permintaan batik menurun lagi selama Perang Dunia II. Tiga daerah utama penyebaran Lurik di Pulau Jawa adalah Yogya. Demikian juga pemakaian selendang pada arca terracotta asal Trowulan di Jawa Timur dari abad ke 15 M (museum Sonobudaya. Pengusaha batik di Eropa tetap bertahan selama 1930an karena permintaan lokal. Bahkan disebutkan bahwa gerakan art nouveau mendapat pengaruh dari Jawa. misalnya Prasasti peninggalan zaman Kerajaan Mataram (851 – 882 M) menunjuk adanya kain lurik pakan malang. dan pasar batik akhirnya hanya dimiliki perusahaan batik berskala kecil di Eropa dan Indonesia. Alat tenun yang lebih modern dikenal dengan istilah ATBM (alat tenun bukan mesin). [Olin] Kain Tenun Lurik Kain lurik adalah salah satu kain tenun nusantara yang tumbuh dan berkembang di Pulau Jawa. Berbagai penemuan sejarah memperlihatkan bahwa kain tenun lurik telah ada di Jawa sejak zaman pra sejarah. Adapun alat tenun yang paling awal dikenal adalah alat tenun gendong yang tidak banyak berubah bentuknya dari dulu sampai sekarang. Kini batik memang telah menyebar ke seluruh dunia. Solo dan Tuban. walaupun kemudian bangkit lagi setelah perang usai. Kain tenun yang berasal dari daerah lain yang menyerupai lurik juga terdapat di daerah lain. Ini dapat dilihat dari berbagai prasasti yang masih tersisa. kain ikat dari Nusa Tenggara. Yang lebih memperkuat pendapat bahwa tenun telah dikenal lama di Pulau Jawa adalah pemakaian kain tenun pada arca-arca dan relief candi yang tersebar di Pulau Jawa.Seniman dan industrialis Eropa mendapat keuntungan dari batik. Generasi terakhir alat tenun . Yogyakarta) juga memperlihatkan pemakaian lurik pada masa itu. Alat tenun yang lain adalah alat tenun bendho. salah satu nama kain lurik. terutama Pulau Jawa tetap merupakan pusat batik dunia. Prasasti Raja Erlangga dari Jawa Timur tahun 1033 menyebutkan kain tuluh watu.

garis-garis yang searah lebar kain disebut dengan istilah pakan malang (2).dikenal dengan istilah ATM (alat tenun mesin). Bebrapa motif dasar lurik adalah : corak garis-garis searah panjang sehelai kain. Di daerah Parahyangan dan Madura. kain lurik disebut juga kain poleng yang berarti kain belang-belang. Karena itulah mengapa di Jawa Tengah dan Jawa Timur kain tenun bercorak lajur ini akhirnya dikenal dengan nama lurik. Sedangkan kain lurik polos dikenal dengan nama polosan. Kini istilah kain poleng lebih dikenal sebagai kain kota-kotak hitam putih yang dipercaya dapat menolak bala (bangum tolak). yang berarti anyaman datar atau polos. disebut dengan istilah lajuran (1). belang dan dapat juga berarti corak. Dilihat dari teknik pengerjaannya sebetulnya teknik ini sangat sederhana. sedangkan lurik dengan corak kecil-kecil disebut cacahan (3). Khususnya di daerah Solo – Yogya kain lurik ditenun dengan teknik amanan wareg. tetapi ketrampilan dan kejelian dalam memadukan warna serta tata susunan kotak dan . Alat tenun gendong adalah alat tenun sederhana yang terdapat dalam 2 bentuk (terdiri dari 2 jenis alat yaitu tenun gendong discontinuous wrap dan tenun gendong continous wrap) Penenun Tuban dengan alat Tenun Gendong "discontinuous wrap" dengan epor dari kayu Penenun suku Dayak dengan alat Tenun Gendong "continuous wrap" dengan epor dari kulit kayu Filosofi dan Makna Lurik Dalam bahasa Jawa kuno lorek berarti lajur atau garis.

ritual dan adat sepanjang daur kehidupan manusia. Sebagaimana kain-kain lain di nusantara. Sedangkan daur kehidupan manusia mulai dari lahir sampai meninggal diibaratkan dengan putaran empat penjuru mata angin yang bergerak dari Timur ke Selatan dengan melalui Barat menuju ke Utara. Beberapa legenda yang terkandung dalam lurik terdapat dalam artikel legenda sehelai lurik . Filosofi dan makna sehelai lurik biasanya tercermin dalam motif dan warna lurik. Dalam kaitan ini. kain lurik juga sarat dengan makna. Semuanya tercermin dalam corak ragam hias yang kita kenal dengan istilah motif (makna motif sehelai lurik). Berbagai unsur seperti warna. Penggunaan lurik terutama penggunaan lurik Solo dan Yogya yang dipakai dalam penyelenggaraan upacara tertentu juga berbeda-beda maknanya tergantung maksud dan tujuan upacara yang diselenggarakan. dan kepercayaan yang menyertai lurik membuat nilai sebuah lurik menjadi tinggi.garis yang serasi dan seimbang akan menghasilkan kain lurik yang indah dan mengagumkan. Keempat penjuru mata angin ini dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah mancapat. Lurik juga tidak terlepas dari berbagai legenda yang tumbuh dan berkembang secara turun temurun dalam kelompok masyarakat. ada yang memberi nasehat. Corak Kinanti Corak Bribil . setiap mata angin dilambangkan dengan simbol-simbol warna (makna warna sehelai lurik). Ada corakcorak yang dianggap sakral yang memberi tuah. Lurik tak dapat dipisahkan dengan kepercayaan dan ikut mengiringi berbagai upacara agama. petunjuk dan juga harapan. motif.

Garis-garis Bertuah. PT. • Kain sarung. clan sruwal.Corak Kembang Bayem Corak Kembang Telo Bentuk dan Pemakaian Lurik dalam Kehidupan Sehari-Hari Walaupun kini tenun lurik telah semakin langka produksinya karena mulai kalah dengan tekstil sintetis. • Stagen (ikat pinggang) dengan ± (0. Ikrar Mandiri Abadi. umumnya lurik Solo – Yogya terdiri dari 5 bentuk dan ukuran yaitu : • Jarit atau kain panjang. untuk pria. dengan ukuran ± (1 x 2) m.15 x 3. ISBN 979428-391-6 . baju peranakan.5 x 3) m clan kain kemben dengan ukuran ± (0. tetapi penggunaan lurik di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur terutama pada generasi tua masih cukup tinggi.5 x 2. sedangkan lurik tidak umum dipakai sebagai ikat kepala. • Kain ciut.5) m. Lurik.5) m.5) m. Dilihat dari segi bentuk dan ukuran. surjan. yang adalah kain selendang dengan ukuran ± (0. • Bakal kelambi (bahan baju) untuk kebaya wanita. dengan ukuran ± (1 x 2. Nian S. Joemena (2000).

seni kaligrafi. pamflet.Hak Cipta Definisi : Hak Cipta: Hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. seni.id . 24 Tanggerang . perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan. • Terjemahan. dan Ciptaan lain yang sejenis dengan itu. Daan Mogot Km. seni patung. • Fotografi.go. • Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis. tafsir. • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan. program komputer.go. seni pahat. • Peta.dgip. silahkan hubungi: • Direktorat Hak Cipta . yang mencakup: • Buku. • Drama atau drama musikal. Informasi yang tercantum di atas tidak memuat ketentuan hukum. pidato. saduran. • Arsitektur. dan sastra. tari. • Ceramah. Desain Industri. koreografi. dan karya lain dari hasil pengalih wujudan. seni ukir. kolase. dan semua hasil karya tulis lain. dan seni terapan. • Seni batik. • Lagu atau musik dengan atau tanpa teks. bunga rampai. dan Rahasia Dagang • Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual • Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Jl. Untuk informasi lebih lanjut. gambar. DTLST. pewayangan. kuliah. Ciptaan yang Dilindungi Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan.id www. dan pantomim.15119 Banten Tel & Fax : (021) 5524993 email : docopyright@dgip.

Nama-nama motif diambil dari nama-nama flora dan fauna di sekitar ataupun dari benda-benda yang dianggap sakral. belang dan dapat juga berarti corak. Kata ruwatan berasal dari bahasa Kawi. yang berarti bebas atau pulih. keagungan alam semesta. sepanjang sejarahnya menciptakan motif dengan maksud-maksud tertentu. Pencipta lurik biasanya menggabungkan berbagai variasi lajuran dan pakan malang sehingga terciptalah motif-motif baru. Motif garis-garis searah panjang sehelai kain. Pada ruwatan. Karena itulah mengapa di Jawa Tengah dan Jawa Timur kain tenun bercorak lajur ini akhirnya dikenal dengan nama lurik. Jadi yang dimaksud dengan ruwatan adalah pelaksanaan upacara dengan permohonan dan harapan dapat terhindar dan bebas dari segala macam malapetaka. Penggunaan Lurik Solo dan Yogya Upacara adat (ruwatan) adalah tradisi yang telah berlangsung turun temurun dalam masyarakat Jawa. kain lurik menjadi sangat penting dan dipakai dalam rangkaian upacara adat. motif dasar tersebut dapat bervariasi baik ukuran lajurnya maupun besar cacahannya. disebut dengan istilah lajuran 2. Motif lurik dengan motif kecil-kecil disebut cacahan Dalam perkembangannya. Pada dasarnya motif lurik secara garis besar terbagi 3 : 1. harapan dan tauladan. Motif garis-garis yang searah lebar kain disebut dengan istilah pakan malang 3. falsafah hidup. Motif-motif yang merupakan karya agung ini diberi nama dan makna yang mencerminkan unsur-unsur kepercayaan. Lurik yang berkembang di wilayah Jawa Tengah dan Timur yang masyarakatnya adalah masyarakat agraris berdasarkan kebudayaan Hindu Jawa. pemujaan para leluhur.Makna Motif & Penggunaan Lurik Dalam bahasa Jawa kuno lorek berarti lajur atau garis. misalnya pada beberapa ruwatan penting berikut : .

yaitu pada pemakaian kain lurik dengan corak-corak yang melambangkan hal-hal yang baik dan luhur. Tingkeban dan Mitoni Corak Dringin Upacara Tingkeban adalah upacara ruwatan kepada calon ibu yang usia kandungannya mencapai 7 bulan. Pada upacara tingkeban dan mitoni. Catatan: Tingkeban adalah upacara siraman menyambut kelahiran anak pertama. Upacara ini adalah siraman (mandi) yang maknanya untuk mensucikan diri dari noda dan dosa untuk menyambut keturunan yang akan datang. yang maknanya agar kelahiran berjalan lancar. wanita yang akan melahirkan. • Selendang atau kemben liwatan atau lompatan. terliwatkan dari mara bahaya dan penyakit. Juga ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah anak yang akan lahir. dililitkan sebagai pengikat jarit atau sarung pada perut sang calon ibu sebagai penolak bala. . Pada upacara ini kain lurik yang dipakai adalah : • Jarit atau sarung (tumbar pecah). dan baru pada yang ke tujuh kalinya dianggap pantas.1. ibu dan anak berada dalam keadaan selamat. agar wanita hamil tua dijauhi dari nafsu birahi demi keselamatan kandungannya. dengan harapan agar ibu dan anak terhindar. • Selendang atau kemben dringin. • Stagen bangun tulak. Mitoni adalah upacara siraman menyambut anak kedua dan Seterusnya. setelah siraman akan bertukar kain hingga beberapa kali.

seorang wanita. di mana lurik dengklung dipakai oleh kedua orang tua calon pengantin. khususnya Jawa Tengah adalah ruwatan yang diadakan untuk anak-anak sukerta. Upacara Belek Kebo & Siraman Pada saat pihak keluarga laki-laki meminang seorang wanita. • Anak uger-uger lawang.2. [Magda] . yaitu dua orang anak bersaudara kedua-duanya lakilaki. yang berarti diperbaiki. • Anak kendono-kendini. yaitu dua orang anak bersaudara. Cara dan gaya ruwatan dari daerah ke daerah berbedabeda. kedua-duanya wanita. Ruwatan Anak Sukerta Budaya upacara ruwatan anak sukerta di Jawa. yaitu dua orang anak bersaudara. demikian pula jenis ruwatan. • Anak kembang sepasang. oleh sebab itu bagi anak-anak sukerta tersebut harus diadakan upacara tolak bala. antara lain untuk penolak bala. yaitu empat orang anak bersaudara. 3. Pada upacara ruwatan. dibebaskan atau terhindar dari bala. keluarga yang mempunyai hajat akan memakai kain lurik dengan corak kluwung. Salah satu barang yang dibawa dalam seserahan adalah lurik palen yang melambangkan kecantikan yang mempesona. maka diserahkan seperangkat seserahan. Jumlah komposisi persaudaraan anak-anak yang tergolong sukerta misalnya : • Anak ontang-anting. tuluh watu. • Anak serimpi. yaitu lima orang anak bersaudara. Setelah itu menyusul berbagai upacara. antara lain upacara siraman dengan dodoIan dawet. Kain lurik corak tersebut dipergunakan untuk berbagai keperluan. yaitu anak si mata wayang atau anak tunggal. Anak-anak sukerta adalah adalah anak-anak yang mempunyai komposisi persaudaraan tertentu. Sukerta dari bahasa Kawi. seorang pria. semuanya wanita. semuanya pria. • Anak pendawa.

teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria. arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit. dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola.P.P. teknologi. semua sumber dirangkum dengan baik untuk memperkaya khasanah pengetahuan kita bersama mengenai batik Indonesia yang kita cintai bersama. (2) Kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut.com/artikel/ Kata Batik berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.wordpress. 2009.A. Halmahera.Hiras Batik Pekalongan Batik Khas Pekalongan Indonesia Artikel Artikel yang kami sajikan merupakan himpunan dari berbagai sumber baik buku maupun pustaka elektronik. Di Indonesia. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. terima kasih. ——————————————————————————————————— ASAL KATA BATIK http://hirasbatik. termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Di Asia. oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober. kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. Brandes (arkeolog Belanda) dan F. Dalam literatur internasional. sebagai keseluruhan teknik. dan menjadi sangat populer akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita. serta pengembangan motif dan budaya yang terkait. G. Batik merupakan salah satu cara pembuatan bahan pakaian. serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. Jawa Timur. Di sisi lain. Flores. teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. SEJARAH BATIK Seni pewarnaan kain dengan teknik wax-resist dyeing adalah salah satu bentuk seni kuno. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja. teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T‟ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 . Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal : (1) teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. J. G. Walaupun kata “batik” berasal dari bahasa Jawa. Di Afrika. dan Papua. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting. Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuno membuat batik.A. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-20 dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.L. Batik Indonesia.

batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas. yang juga memopulerkan corak phoenix. dikenal sebagai batik cap dan batik cetak. teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London. dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar. Motif-motif batik dapat dikelompokkan menjadi 8 kelompok besar (menurut buku Jasper dan Mas Pirngadie). dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat. sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Awalnya. Golongan Ganggong. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. batik jenis baru muncul. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun. CORAK / MOTIF BATIK Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Dalam literatur Eropa. Oleh beberapa penafsir. Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya. dia membuat sendiri kain-kain itu. 1.lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. yang memperkenalkan teknik otomatisasi. karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing. . termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. serasah itu ditafsirkan sebagai batik. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya. Golongan Banji 2. dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda). yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”. Golongan Ceplok. 3. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB. para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa. beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Semenjak industrialisasi dan globalisasi. sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. batik Indonesia memukau publik dan seniman. Bahkan sampai saat ini. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu. dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu.

Golongan dengan ornamen dasar motif batik Ceplok. Golongan Anyaman. 4. Golongan Semen (bunga-daun. 7. Golongan dengan ornamen dasar motif batik kawung. 6. 6. 9. Golongan dengan ornamen dasar motif batik Ganggong. 3. . Golongan Kawung. 1. Golongan dengan ornamen dasar motif batik Anyaman. bunga-binatang dan bunga burung) Sedangkan menurut cara pengelompokkan baru yang lebih terperinci motif batik dikelompokkan menjadi 11 golongan. Penerapan gambar pada pembuatan jenis batik dengan dasaran putih. Berikut akan disajikan macam-macam gambar motif batik yang merupakan gambar garis-garis klowongan dan isen yang dalam membatiknya nanti akan merupakan garis-garis motif yang biasanya berwarna coklat (warna soga). Golongan dengan ornamen dasar motif batik Semen.4. 8. Golongan dengan ornamen dasar motif batik Nitik. Golongan dengan ornamen dasar motif batik Lereng/Lerek. Keterangan : A. 7. B. 11. 2. 10. Penerapan gambar pada pembuatan jenis batik dengan dasaran berwarna. Golongan dengan ornamen dasar motif batik Dinamis. Golongan dengan ornamen dasar motif batik Bebas. Golongan dengan ornamen dasar motif batik Banji. Golongan dengan ornamen dasar motif batik Lung-Lungan. Golongan Parang. 8. 5. 5. Golongan Lereng.

Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus. 3. Kemplongan Merupakan proses penghalusan kain yaitu dengan memukul-mukul kain dengan palu kayu. kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin. Setelah beberapa kali proses pewarnaan. atau kuas untuk motif berukuran besar. poliester. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan. lalu digodog dan dikeringkan. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. rayon dan bahan sintetis lainnya. bahan harus direndam air selama 4 hari sampai 1 minggu. Loyoran Merupakan proses penyortiran bahan. 2. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera.PEMBUATAN BATIK Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. biasanya dimulai dari warna-warna muda. Cap / Pengolesan . Berikut adalah tahapan proses pembuatan batik : 1.

chiffon dan crepe de chine. damar. setelah itu kain dibiarkan sampai malamnya kering. gawang dan kenceng. yaitu dengan menggunakan canting pada batik tulis halus. wajan.Pola dasar yang sudah dibuat diolesi dengan malam. 5. lilin bekas proses lorotan dapat dipakai kembali. Proses ini berulang-ulang sampai selesai. biru. georgette. kompor. . cap pada batik cap dan stensil pada batik printing. Lorotan Proses dilanjutkan dengan lorotan yaitu kain direndam dalam air panas untuk menghilangkan malam lalu kain dikeringkan kemudian mulai lagi dengan pengolesan lilin. catcat untuk warna. wool. lama perendaman tergantung pada jenis pencelup dan ketebalan warna yang dikehendaki. grengseng. nylon. Adapun jenis kain/bahan yang umumnya digunakan dalam pembuatan batik yaitu : prima. Bumbu-bumbu batik yang dibutuhkan yaitu : malam. viollisina. 4. sutera. canting. Pewarnaan Kain direndam dalam bak pewarna dingin. gondorukem. soga genes (tradisional) dan soga emas. flanel. primissima. proses pengolesan ini mempunyai berbagai macam cara. pewarnaan dan lorotan. minyak kelapa. Alat yang digunakan dalam pembuatan : cap.

Gambar proses pembuatan batik pada kain mori .

proses pembantikannya dikerjakan dengan menggunakan canting dan ditulis dengan tangan. batik Kudus. batik Malang. chiffon dan lain-lain. proses pembatikannya sebagian menggunakan canting dan sebagian menggunakan cap. 2. 4. Pencipta batik mencari pola dasar dari suatu fenomena yang dilihatnya itu. Batik tulis kelir.Buku dari PT Batik Solo ——————————————————————————————————— FISIKA BATIK Yohanes Surya & Hokky Situngkir Fisika adalah ilmu tentang alam dan dinamikanya. Sumber : .Modern 1. merupakan jenis batik yang menggunakan bahan baku modern seperti polyster. Batik Kinitted. Batik Printing. georgette. Caranya yaitu kain mori langsung dicap dan diberi obat batik untuk pewarnaan. taplak meja dan lain-lain. cotton. . Dalam meneliti alam. 3. Harganya lebih murah jika dibandingkan dengan batik tulis. batik Pekalongan. batik Tulungagung. Berbeda dengan para pelukis naturalis yang melukis alam persis seperti apa yang dilihatnya. jenis batik dimana teknik serta metode pembuatnnya menggunakan alat sejenis stensil yang sekaligus telah diberi obat pewarna. proses pembantikkannya sama dengan diatas. tenggelam atau melayang? (a) (b) (c) Gambar 1.Buku “Kumpulan Motif Batik” oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Industri .Tradisional 1.JENIS BATIK Menurut teknik pembuatannya .Wikipedia . para pencipta batik melukis alam dari sisi yang lebih dalam. batik Kediri. Batik tulis biasa. 2. batik Banyumas. Proses pemberian warna (penyogaan) digunakan soga biasa produksi dalam negeri dan hanya berwarna merah / coklat. batik Tasik. Fisikawan senantiasa tertantang mencari aturan-aturan yang mendasari suatu fenomena alam. batik Aceh. Misalnya apa aturan yang menyebabkan terbentuknya pelangi? Apa aturan yang menyebabkan turunnya hujan? Apa aturan yang membuat benda terapung. batik Solo. Dari pola dasar ini ditambah dengan beberapa aturan . Batik cap. batik Cirebon. batik Madura. Batik Tulis kombinasi. hanya warna yang digunakan lebih bermacam-macam.Contoh produksinya antara lain : seprei. batik Banten. Muncratan Air Batik adalah lukisan tentang alam dan dinamikanya. batik Jepara / batik Kartini dsb. batik Jombang. jenis batik yang cara pengerjaanya dan pembuatannya tidak menggunakan canting melainkan dengan cap. Menurut asal pembuatan Batik Bali.

gerakan fluida dan sebagainya. Misalnya seorang pencipta batik ingin melukis fenomena air yang muncrat. pekerjaan seorang pencipta batik mirip pekerjaan seorang fisikawan. Otaknya mencari pola dasar dari muncratnya air ini yaitu berupa suatu segitiga. Pola dasar burung (atau sayap burung) ini berupa suatu segitiga. Lukisan ini akan lebih menarik jika dalam membuat gerakan kepakan sayap kita tidak asal menggambar tapi memanfaatkan juga rumusan fisika (khususnya mekanika).sederhana. lalu putar segitiga tersebut 2 beberapa derajat” (lihat gambar 1a). (a) 3 (b) (c) Gambar 2. Setelah itu dicari aturan sederhana seperti “kecilkan segitiga sekian kali lipat. Pola dasar mega mendung yang ditemukan oleh fisika batik disini adalah garis lengkung yang kita sebut inti awan (gambar a). Jika inti awannya dibuat sangat kecil maka kita akan mendapat lukisan awan mendung (gambar c). akan lebih menarik jika menggunakan prinsip-prinsip fisika yang sudah berkembang sebelumnya seperti tekanan. Menarik bukan? Kita lihat tiga lukisan batik yang mempunyai unsur mega mendung (gambar a). Terapkan aturan berikut “kecilkan segitiga dan gerakan segitiga seperti kepakan sayap” maka kita akan mendapatkan lukisan batik burung (gambar b). Sadar atau tidak. Berikutnya kita lihat motif batik burung. maka kita akan sampai pada suatu lukisan setengah jadi yang tampak seperti lukisan batik (gambar 1b). pencipta batik dapat menghasilkan lukisan batik. Ia tidak langsung melukis muncratnya air begitu saja seperti yang ia lihat. Luar biasa sekali nenek moyang kita ini. Kehebatan si pencipta batik terletak pada kemampuan ia mencari pola dasar serta aturan-aturan sederhana tanpa menggunakan komputer sama sekali. Motif Sayap Burung . Disini kita lihat betapa jeniusnya si pencipta batik. Motif awan-awanan. Dalam mencari aturan dasar ini. (a) (b) (c) Gambar 3. Nah sekarang apa hubungan antara fisika dan batik yang kami sebut dengan fisika batik ini? Fisika batik berusaha membaca pikiran pencipta batik tentang alam dan dinamikanya. kemudian memodifikasinya ataupun menciptakan aturan fisika yang baru. Jika pada tiap segitiga yang terbentuk diterapkan aturan yang sama. Sekarang gunakan aturan berikut “besarkan inti awan ini dan tempatkan beberapa inti awan yang lebih kecil di dalamnya” Jika ini diterapkan pada setiap awan yang terbentuk kita akan memperoleh lukisan batik mega mendung (gambar b). Disini dapat kita katakan bahwa batik adalah lukisan fenomena alam yang “belum selesai”. Fisika batik mencari pola dasar dan aturan-aturan dari berbagai lukisan batik. fisika batik dapat memanfaatkan aturan fisika yang sudah ada. Jika proses ini diteruskan oleh komputer hingga segitiga yang sangat kecil maka hasilnya adalah lukisan muncratan air (gambar 1c). Butuh suatu kejeniusan untuk melihat pola dasar dan mencari aturan ini. Kalau aturan ini diteruskan sampai sayap yang sangat kecil maka kita akan peroleh bentuk lukisan burung atau sayap burung (gambar c). Proses mengembangnya (membesarnya) inti awan ini dan terbentuknya inti-inti awan baru yang lebih kecil.

Ini akan menimbulkan rasa bangga ketika kita memakai batik buatan Indonesia. Sebagai kesimpulan dapat kami katakan bahwa banyak hal yang dapat kita peroleh dari pengembangan fisika batik ini. . lalu kecilkan segitiga tersebut dan tempatkan seperti pada gambar 4a kiri”. sedangkan batik pada gambar 4b kanan diperoleh dengan mengubah sedikit aturan yaitu segitiga kecil yang pertama dibalik.Yang unik dari Fisika batik ini adalah ketika kita sudah memperoleh pola dasar dan aturan-aturannya. 2) mengembangkan banyak motif batik yang baru dari motif batik yang sudah ada. antara lain: 1) memahami suatu fenomena alam dari sisi lain yang sebelumnya belum terpikirkan. dengan mengubah sedikit saja aturan-aturan itu. Menarik sekali bukan? (a) (b) Gambar 4. 4 Pada gambar dibawah ini batik pada gambar 4a kanan diperoleh dari bentuk segitiga dengan aturan “buat segitiga besar besar. Jadi dapat dibayangkan. secara tidak langsung kita belajar budaya nenek moyang kita. dan semakin menghargai hasil ciptaan mereka. kita dapat membuat ribuan bahkan miliaran motif batik yang baru. Modifikasi sedikit aturan akan mengubah motif. 4) semakin melihat betapa jeniusnya para pencipta batik ini. 3) mempelajari pola pikir para pencipta batik. kita bisa menghasilkan pola batik yang berbeda. Nah kita sudah lihat betapa mengasyikannya bermain-main dengan fisika batik. hanya dengan mengubah sedikit aturan yang kita temukan itu.

dan sebagainya. dapat berupa segi tiga. Oleh karena itu perlu mengadakan penggubahan pada motif-motif tersebut sehingga menjadi bentuk ornamental.Tutorial . . artinya memiliki sifat-sifat sebagai hiasan. Langkah-langkah pembuatan gambar stilasi : 1. Alangkah susah dan sulitnya untuk menerapkan bentuk-bentuk dalam keadaan asalnya. lingkaran. Ada dua permasalahan yang perlu diperhatikan dalam membuat stilasi. 2. segi empat. Menstilasikan bentuk berarti menggambarkannya dengan ketentuan sebagai berikut : 1. yakni secara naturalistis ke dalam bidang hias yang tertentu pula bentuknya tanpa mengadakan penyesuaian atau perubahan-perubahan terlebih dahulu. misalkan motif binatang ikan. Bangun luar sebagai bangun utama atau bentuk luar gambar stilasi. 4. Memberikan bentuk yang tegas Memiliki kesan datar Bentuk oranamental yang indah Tidak meninggalkan ciri-ciri yang mendukung karakter motif atau bentuk sumbernya. Menentukan pilihan motif yang akan diwujudkan menjadi stilasi. 3. Penggayaan bentuk atau penggambaran dari bentuk alami menjadi bentuk ornamental disebut stilasi. sedangkan isen sebagai kelengkapan dari bentuk keseluruhan dan ciri serta sifat khasnya sekaligus untuk menambah nilai variasi dan daya tarik. yaitu bangun luar dan isen. sedangkan gambarnya disebut gambar stilasi yang dapat diartikan sebagai bangun hias yang menggambarkan sesuatu dan akan disusun pada bidang hias. Bentuk sumber penggambaran disebut motif.Menggambar Stilasi PROSES MENGGAMBAR STILASI (Klik pada gambar untuk memperbesar) Ikan Stilasi Ornamen pada umumnya mempunyai bentuk yang tertentu.

baik berbentuk geometris maupun nongeometris Penggambaran Bangun Luar 3. Penggambaran Bangun Luar Fungsi stilasi sebagai unsur yang diisikan pada bidang hias maka penggambaran bangun luarnya kemungkinan pertama dapat berbentuk bebas dan kemungkinan lain dapat mangacu pada bentuk bidang hiasnya. Penyempurnaan Bentuk Bangun .Objek (Ikan) 2. Menyempurnakan dan melengkapi bagian-bagian Bangun luar dengan cara membagi-bagi atau merajang bangun luar sesuai dengan bentuk-bentuk bagian motifnya.

Proses dan tahapan menggambar stilasi seperti tersebut di atas tidak bersifat mengikat. maka berbagai kemungkinan lain dapat dilakukan untuk mencapai kesempurnaan hasil sesuai dengan gagasan dan kreativitas masing-masing.4. benda-benda peralatan. Selanjutnya dapat dicoba menggambar stilasi dengan berbagai motif lain seperti : motif tumbuhtumbuhan. makhluk khayal dan motif geometris. gambar stilasi perlu dilengkapi dengan isen-isen berupa variasi titik. binatang. dan warna dengan memperhatikan ciri serta sifat khas sumbernya. bersih dan menarik. Pemberian Isen/Isi 5. blok. garis. Finishing Dengan membersihkan bagian yang tidak diperlukan dan menyempurnakan bagian-bagian bentuk. manusia. Pemberian Isen Agar lebih indah dan menarik. blok dan warna sehingga penampilannya menjadi rapi. garis. CONTOH-CONTOH GAMBAR STILASI .

Contoh-contoh Stilasi Contoh-contoh Stilasi Sekian dulu post kali ini..blogspot.. semoga bermanfaat.html . :) http://richo-docs. Makasih. Kalo ada kurang atau salah mohon tambahan dan pembenarannya.com/2011/12/tutorial-menggambar-stilasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful