P. 1
Pengaruh Pembelajaran Matematika Dg Power Point

Pengaruh Pembelajaran Matematika Dg Power Point

4.6

|Views: 2,980|Likes:
Published by MenejeR
Perkembangan pesat globalisasi dan mobilisasi di Indonesia tak pelak juga mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Saat ini begitu mudah kita untuk menemukan sumber-sumber belajar di mana pun kita mau. Terutama melalui media tehnologi informatika. Saat ini mau tidak mau pengembangan tehnologi informatika juga mempengaruhi pengembangan di dunia pendidikan.
Penggunaan media informatika pada pembelajaran di tujukan agar metode pembelajaran lebih mudah, dan terlihat sebagai metode pembelajaran yang modem. Selain itu juga diharapkan dari penggunaan tehnologi informatika agar sekolah¬sekolah di Indonesia tidak tertinggal jauh dari sekolah-sekolah yang ada di luar negeri.
Dan mau tidak mau untuk menjadikan suatu sekolah menjadi sekolah berstandar mandiri, syarat utamanya adalah penggunaan Kurikulum Terpadu Standar Pembelajaran. Dalam penggunaan kurikulum tersebut salah satu elemen penting yang dibutuhkan adalah tehnologi informatika. Penggunaan tehnologi informatika ini merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadikian suatu sekolah layak bergelar sekolah mandiri.
Salah satu media tehnologi informasi yang penting dalam pembelajaran tersebut adalah komputer. Komputer dapat memberikan kontribusi yang sangat maksimal dalam metode pembelajaran. Bahkan, dunia komputer semakin hari semakin canggih, hal ini ditujukan untuk mengikuti selera pasar . Media untuk pembelajaran dalam komputer pun sangat bermacam-macam tergantung keahlian seorang guru untuk menggunakannya.
Di antara berbagai media yang sering dipakai adalah media "Microsoft Power Point
"..........
Perkembangan pesat globalisasi dan mobilisasi di Indonesia tak pelak juga mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Saat ini begitu mudah kita untuk menemukan sumber-sumber belajar di mana pun kita mau. Terutama melalui media tehnologi informatika. Saat ini mau tidak mau pengembangan tehnologi informatika juga mempengaruhi pengembangan di dunia pendidikan.
Penggunaan media informatika pada pembelajaran di tujukan agar metode pembelajaran lebih mudah, dan terlihat sebagai metode pembelajaran yang modem. Selain itu juga diharapkan dari penggunaan tehnologi informatika agar sekolah¬sekolah di Indonesia tidak tertinggal jauh dari sekolah-sekolah yang ada di luar negeri.
Dan mau tidak mau untuk menjadikan suatu sekolah menjadi sekolah berstandar mandiri, syarat utamanya adalah penggunaan Kurikulum Terpadu Standar Pembelajaran. Dalam penggunaan kurikulum tersebut salah satu elemen penting yang dibutuhkan adalah tehnologi informatika. Penggunaan tehnologi informatika ini merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadikian suatu sekolah layak bergelar sekolah mandiri.
Salah satu media tehnologi informasi yang penting dalam pembelajaran tersebut adalah komputer. Komputer dapat memberikan kontribusi yang sangat maksimal dalam metode pembelajaran. Bahkan, dunia komputer semakin hari semakin canggih, hal ini ditujukan untuk mengikuti selera pasar . Media untuk pembelajaran dalam komputer pun sangat bermacam-macam tergantung keahlian seorang guru untuk menggunakannya.
Di antara berbagai media yang sering dipakai adalah media "Microsoft Power Point
"..........

More info:

Published by: MenejeR on May 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA TEHNOLOGI INFORMASI MICROSOFT POWER POINT DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS

XI IPA SMA NEGERI 01 BATU TAHUN PELAJARAN 2007 – 2008

Disusun dalam Rangka Mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Remaja Tigkat Nasional Tahun 2008

Disusun Oleh FARIZ HIDAYAT ADI WIDIA NUR F.R. NIS. 9043 NIS. 8911

Pembimbing Drs.Moh. Qodri SMA NEGERI 01 BATU Jl.KH.Agus Salim No.57 Batu Telp (0341) 591310

LEMBAR PENGESAHAN
Karya tulis dengan judul : PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MEDIA TEHNOLOGI INFORMASI MICROSOFT POWER POINT DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 01 BATU TAHUN PELAJARAN 2007-2008. Disusun oleh:
FARIZ HIDAYAT ADI WIDIA NUR F.R. (NIS. 9043) (NIS. 8911)

Disusun dalam Rangka mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang Diselenggarakan oleh STT Telkom Bandung Tahun 2008. Telah diteliti dan disyahkan untuk mengikuti lomba tersebut. Pada tanggal :........Mei 2008. Pembimbing Koordinator kelompok

Drs. Moh. Qodri NIP.132144340 Mengetahui Kepala SMA Negeri 01 Batu,

Fariz Hidayat NIS.9043

Drs. Suprantiyo, MM. NIP.131668215

ABSTRAKSI
Perkembangan pesat globalisasi dan mobilisasi di Indonesia tak pelak juga mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Saat ini begitu mudah kita untuk menemukan sumber-sumber belajar dimana pun kita mau. Terutama melalui media tehnologi informatika. Saat ini mau tidak mau pengembangan tehnologi informatika juga mempengaruhi pengembangan di dunia pendidikan. Salah satu media tehnologi informasi yang penting dalam pembelajaran tersebut adalah komputer. Komputer dapat memberikan kontribusi yang sangat maksimal dalam metode pembelajaran. Bahkan, dunia komputer semakin hari semakin canggih, hal ini ditujukan untuk mengikuti selera pasar. Media untuk pembelajaran dalam komputer pun sangat bermacam-macam tergantung keahlian seorang guru untuk menggunakannya. Di antara berbagai media yang sering dipakai adalah media "Microsoft Power Point". Program ini memang sangat cocok untuk kegiatan belajar mengajar, dikarenakan selain mudah program ini juga dikhususkan untuk program presentasi. Dengan menggunakan media Power Point seorang guru jelas terbantu dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan Power Point dimaksudkan untuk menarik minat siswa terhadap bahan pokok ajaran, dan bisa lebih paham dengan pelajaran yang mereka terima. Dalam penelitian ini kami ingin mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan media Power Point memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA NEGERI 01 Batu Tahun pelajaran 2007-2008. Jumlah keseluruhan siswa kelas XI IPA ini mencapai 108 siswa. Berdasarkan populasi di atas, dalam penelitian ini peneliti mengambil sebanyak 45% dari jumlah keseluruhan populasi. Instrumen penelitian yang kami gunakan disini adalah dengan wawancara dan observasi langsung. Dari hasil wawancara peneliti terhadap 45 responden mengenai hasil belajar mereka saat pembelajaran matematika menggunakan media Power Point, seluruh responden atau 100% dari responden mengatakan bahwa hasil belajar mereka sangat buruk. Mayoritas dari mereka mengatakan bahwa hasil belajar mereka mengalami penurunan yang stagnan setelah pembelajaran mengguanakan media Power Point. 100% dari 45 responden mengatakan sangat tidak berminat menggunakan media Power Point saat pembelajran matematika. Hal ini dikarenakan mereka sangat tidak memahami penjelasan dan konsep dasar pelajaran saat menggunakan media Power Point. Dengan hasil penelitian ini kami bergarap agar pemanfaatan media Power Point segera di tindak lanjuti, baik dalam konteks penelitian maupun sosialisasi kepada seluruh elemen yang ada dalam dunia pendidikan.

KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena limpahan rahmat, ridho dan hidayahnya,sehingga kami dapat menyelesaiakan penelitian ini dengan sebaik-baiknya, juga karena diberi kemudahan yang membantu kami menyelesaikan beberapa masalah yang sempat menghambat proses penulisan karya tulis penulis ini. Dalam proses penulisan karya tulis ini, penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan dukungan, khususnya kepada: 1. Drs. Suprantiyo, MM, selaku kepala SMA Negeri 0 1 Batu, 2. Suhariyanti S. Sos, selaku Guru Pembina Kir di SMA Negeri 01 Batu, 3. Drs. Moh. Qodri, selaku pembimbing dalam penyusunan Karya Ilmiah ini, 4. dan seluruh keluarga dan teman-teman kami yang turut memberikan dukungan. Di dalam karya tulis ini, penulis mencoba meneliti tentang pengaruh pembelajaran menggunakan media Power Point terhadap hasil belajar siswa khususnya siswa kelas XI IPA di SMA NEGERI 01 Batu. Di dalam isi karya tulis ini, penulis menyadari masih adanya kekurangan baik dari segi isi maupun penulisan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk kemajuan karya kami yang akan datang. Batu, Mei 2008

Penulis

DAFTAR ISI
ABSTRAKSI………………………………………………………………………. i KATA PENGANTAR…………………………………………………………….. ii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang…………………………………………………. 1 1.2 Rumusan Masalah……………………………………………... 2 1.3 Tujuan Penelitian………………………………………………. 2 1.4 Manfaat Penelitian…………………………………………….. 3 1.5 Batasan Masalah………………………………………………. 3 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Devinisi Istilah………………………………………………… 4 2.2 Pembeljaran Konvensional dan Dengan TI…………………… 5 2.3 Kriteria Keefektifan TI……………………………………….. 5 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian……………………………………………… 7 3.2 Populasi dan Sampel………………………………………….. 7 3.3 Teknik Pengumpulan Data……………………………………. 7 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Observasi………………………………………………... 8 4.2 HasilWawancara………………………………………………. 12 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan…………………………………………………….. 13 5.2 Saran-saran…………………………………………………….. 13

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Perkembangan pesat globalisasi dan mobilisasi di Indonesia tak pelak juga mempengaruhi perkembangan dunia pendidikan. Saat ini begitu mudah kita untuk menemukan sumber-sumber belajar di mana pun kita mau. Terutama melalui media tehnologi informatika. Saat ini mau tidak mau pengembangan tehnologi informatika juga mempengaruhi pengembangan di dunia pendidikan. Penggunaan media informatika pada pembelajaran di tujukan agar metode pembelajaran lebih mudah, dan terlihat sebagai metode pembelajaran yang modem. Selain itu juga diharapkan dari penggunaan tehnologi informatika agar sekolahsekolah di Indonesia tidak tertinggal jauh dari sekolah-sekolah yang ada di luar negeri. Dan mau tidak mau untuk menjadikan suatu sekolah menjadi sekolah berstandar mandiri, penting syarat yang utamanya adalah penggunaan Kurikulum Terpadu Standar Pembelajaran. Dalam penggunaan kurikulum tersebut salah satu elemen dibutuhkan adalah tehnologi informatika. Penggunaan tehnologi informatika ini merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk menjadikian suatu sekolah layak bergelar sekolah mandiri. Salah satu media tehnologi informasi yang penting dalam pembelajaran tersebut adalah komputer. Komputer dapat memberikan kontribusi yang sangat maksimal dalam metode pembelajaran. Bahkan, dunia komputer semakin hari semakin canggih, hal ini ditujukan untuk mengikuti selera pasar . Media untuk pembelajaran dalam komputer pun sangat bermacam-macam tergantung keahlian seorang guru untuk menggunakannya. Di antara berbagai media yang sering dipakai adalah media "Microsoft Power Point". Program ini memang sangat cocok untuk kegiatan belajar mengajar, dikarenakan selain mudah, program ini juga dikhususkan untuk program presentasi. Dengan menggunakan media Power Point seorang guru terbantu dalam kegiatan belajar mengajar.

Penggunaan Power Point dimaksudkan untuk menarik minat siswa terhadap bahan pokok ajaran, dan bisa lebih paham dengan pelajaran yang mereka terima. Pelajaran yang kadang menjadi momok dalam belajar adalah pelajaran yang bersifat eksak. Salah satu pelajaran itu adalah matematika. Pembelajaran matematika dengan menggunakan Power Point, diharapkan siswa dapat lebih mudah untuk menguasai matematika. Tetapi apakah tujuan yang diharapkan dengan menggunakan media Power Point sebanding dengan hasil belajar siswa?. Berdasarkan pemikiran di atas itulah, MEDIA TEHNOLOGI INFORMASI PELAJARAN 2007-2008". 1.2 Rumusan masalah Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut.
1.

kami untuk melakukan suatu penelitian

dengan judul "PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MICROSOFT POWER POINT DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 01 BATU TAHUN

Bagaimana pengaruh penggunaan media tehnologi informasi Microsoft power point dalam pembelajaran matematika. menggunakan media

2. Bagaimana perbandingan hasil belajar siswa yang
media informasi Microsoft Power Point. 1.3 Tujuan penelitian

tehnologi informasi Microsof Power Point dengan tanpa menggunakan

Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:
1.

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan media tehnologi informasi Microsoft power point dalam pembelajaran matematika.

2. Untuk mengetahui bagaimana perbandingan hasil belajar siswa yang menggunakan media tehnologi informasi Microsof Power Point dengan tanpa menggunakan media informasi Microsoft Power Point.

1.4

Manfaat penelitian 1.Aspek teoritis Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian pada lingkup dunia pendidikan. 2.Aspek praktis

-

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai bahan masukan dan altematif pemecahan masalah pada pola kegiatan pembelajaran di dunia pendidikan.

-

Kami berharap hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi para guru agar lebih dapat berkreativitas pada pola pembelajarannya khususnya guru matematika.

1.5

Batasan masalah Dalam karya penelitian ini kami membatasi masalah sebagai berikut: 1. Mata pembelajaran yang kami jadikan objek penelitian ini adalah mata pelajaran Matematika Kompetensi Dasar Statistika dan Kompetensi Dasar Peluang. 2. Populasi dan sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA di SMA NEGERI Ol Batu Tahun Pelajaran 2007-2008.

BAB II Landasan Teori
2.1 Definisi Istilah Tehnologi Informasi

 tehnologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi
yang membawa data, suara ataupun video. (www.total.or.id)

 cabang dari teknik yang berhubungan dengan penggunaan computer dan
telekomunikasi untuk mengambil dan menyimpan serta mengirim informasi (http://wordnet.princeton.edu)

 pengembangan, instalasi, dan implementasi dari sistem computer dan aplikasinya
(http://www.answers.com)

 subjek yang luas yang berhubungan dengan penggunaan tehnologi untuk
mengatur dan memproses informasi, khususnya pada organisasi yang besar. TI berhubungan dengan penggunaan computer elektronik dan perangkat lunak untuk keperluan mengubah, menyimpan, melindungi, memproses, dan mengambil informasi. (http://en.wikipedia.org)  Microsoft Power Point

 merupakan salah satu program aplikasi di bawah naungan Microsoft Office.
(www.total.or.id)  Media  sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997).  Pembelajaran

 sebuah proses komunikasi antara pembelajar(siswa), pengajar(guru), dan bahan
ajar. (id.answer.yahoo.com)  Matematika

 Ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur
operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan. (KBBI,1988:566)

2.2

Pembelajaran Konvensional dan Dengan TI Penghambat kemajuan pendidikan di Indonesia salah satunya adalah proses KBM

yang masih konvensional yang mengandalkan tatap muka antara guru dan murid. Hal ini di sebabkan pendidikan di Indonesia masih belum memanfaatkan TI (Tehnologi Informasi) untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran sekolah-sekolah di Indonesia, meskipun ada juga beberapa sekolah yang sudah menggunakan TI akan tetapi belum seluruh Indonesia betul-betul memanfaatkan kecanggihannya. Tetapi umur penggunaan TI dalam kurikulum masih dapat dihitung dengan jari, Sehingga guru sebagai pengguna (fasilitator) dalam pembelajaran menggunakan TI harus mengerti bagaimana cara mengajar yang baru dengan menggunakan TItersebut. Bila cara pengajaran TI hanya dengan menuliskan apa yang dibutuhkan tanpa keterangan yang lebih lanjut, maka hal tersebut tidak adabedanya dengan cara belajar yang konvensional. 2.3 Kriteria Keefektifan TI De Porter mengungkapkan manusia dapat menyerap suatu materi sebanyak 70% dari apa yang dikerjakan, 50% dari apa yang didengar dan dilihat (audio visual), sedangkan dari yang dilihatnya hanya 30%, dari yang didengarnya hanya 20%, dan dari yang dibaca hanya 10%.(B. De Potter, Quantum Teaching (terjemahan), Bandung: KaifaMizan, 2000)

Dalam penetapan kualitas pembelajaran dengan menggunakan e-learning(TI) telah dikembangkan indicator-indikator instrument oleh Glassick, Huber, dan Maeroff (2005) dari lembaga Qualitative Standards Scholarship Assessed: An Evaluation of

The Professoriate, yang meliputi: kejelasan tujuan pembelajaran, persiapan bahan pembelajaran yang cukup, penggunaan metode yang sesuai, menghasilkan pembelajaran yang signifikan dan positif, efektifitas dalam mempresentasikan, dan umpan balik yang kritis dari siswa Sedangkan untuk faktor keefektifan dalam pembelajaran, ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media. Hubbard mengusulkan sembilan kriteria untuk menilainya (Hubbard, 1983). Kreteria pertamanya adalah biaya. Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu. Kriteria lainnya adalah ketersedian fasilitas pendukung seperti listrik, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk dirubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan yang terakhir adalah kegunaan. Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dibantu dengan sebuah media semakin baiklah media itu.
Kriteria di atas lebih diperuntukkan bagi media konvensional. Thorn mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif (Thorn, 1995). Kriteria penilaian yang pertama adalah kemudahan navigasi. Sebuah program harus dirancang sesederhana mungkin sehingga pengguna tidak perlu belajar komputer secara detail terlebih dahulu. Kriteria yang kedua adalah kandungan kognisi, dan kriteria yang ketiga adalah pengetahuan dan presentasi informasi. Kedua kriteria ini adalah untuk menilai isi dari program itu sendiri, apakah program telah memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa atau belum. Kriteria keempat adalah integrasi media di mana media harus mengintegrasikan aspek dan ketrampilan bahasa yang harus dipelajari. Untuk menarik minat belajar siswa, program harus mempunyai tampilan yang artistik maka estetika(keindahan) juga merupakan sebuah kriteria. Kriteria penilaian yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan. Program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh siswa. Sehingga pada waktu seseorang selesai menjalankan sebuah program dia akan merasa telah belajar sesuatu.

BAB III METODOLOGI PENILITIAN
3.1 3.2 Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 01 Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Populasi dan Sampel 1. Populasi penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di SMA NEGERI 01 Batu. Jurnlah keseluruhan siswa kelas XI IPA Tahun Pelajaran 2007-2008, sebanyak 108 siswa. 2. Sampel penelitian Berdasarkan populasi di atas, dalam penelitian ini peneliti mengambil sebanyak 45%, dengan asumsi sudah mewakili dari keseluruhan populasi yaitu 1:3.. Dengan rincian, jumlah kelas XI IPA di SMA NEGERI 01 Batu Tahun Pelajaran 2007-2008, berjumlah 3 kelas, maka peneliti mengambil sampel 15 siswa di setiap kelasnya. Hal ini kami lakukan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan perhitungan. 3.3 Teknik Pengumpulan Data Data penelitian ini diperoleh melalui: 1. Studi Pustaka Studi pustaka merupakan suatu kegiatan dan pemilihan secara teratur dengan cara menggunakan bahan-bahan dokumentasi seperti buku,majalah, surat kabar, clan lain-lain (Fathoni, 2004:12).

2. Wawancara Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab secara langsung antara si penanya yang disebut pewawancara dengan si penjawab yang disebut responden atau informan (M.Sitorus, 2003:36). Pada dasarnya wawancara dalam penelitian merupakan suatu kegiatan untuk memperoleh informasi atau data dengan cara bertanya langsung kepada responden. Wawancara dilakukan dengan cara komunikasi tatao muka, namun berbeda dengan seperi biasa ilakukan setiap hari (Tim Sosiologi, 2000:121). 3. Pengamatan / Observasi Pengamatan adalah peninjauan secara cermat (KBBI, 1993:623). Pengamatan dilakukan terhadap kultur-kultur masyarakat sekitiar dan aktivitas-aktivitas anak laki-laki dan perempuan. Pada dasarnya observasi adalah cara mengumpulkan data melalui pengamatan indrawi dengan melakukan pencatatan terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek penelitian secara langsung di tempat penelitian (M. Sitorus, 2003:36).

BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
4.1
Hasil Pembahasan Data pengamatan hasil belajar siswa kelas XI IPA 1 dengan pembelajaran matematika tanpa menggunkana media Power Point.
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Nama Abdillah Achmad Yudi Adi W. Afifa Agung Aisiah Alan Amanda Anton Ardiana Ariani Bregas Chyntya Devi Diah Diah Anggun Dian Dimas Dyah Ayu Fadhila Fandy Fariz Finy Fitry Hasma Inggrid Nilai 90 85 85 80 95 80 90 85 90 100 85 100 95 90 70 80 85 100 90 85 85 95 90 85 85 90

27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

Karnia Mita Moch.lfan Narendra Radhitio Reni Rizky Wahyu Adrianto Wahyu Mulya Warda Winda Yulinar Rata-rata

85 75 85 75 90 75 90 85 80 80 80 95 86,44737

Dari data diatas dapat dikatakan bahwa siswa-siswi kelas XI IPA I di SMA NEGERI 01 Batu mempeoleh hasil belajar yang maksimal saat pembelajaran matematika KD Statistika. Bahkan dari keseluruhan kelas ratarata kelas XI IPA I termasuk memiliki nilai rata-rata yang tertinggi di banding dua kelas XI ipa lainnya yang tidak mampu mencapai rata-rata 85. dan juga dengan pembelajaran tanpa menggunakan media Power point seluruh siswa kelas XI IPA I nilainya tidak ada yang di bawah SKM atau Standar Ketuntasan Minimum. Dan berikut ini adalah data hash belajar siswa kelas XI IPA !, saat pembelajaran Matematika menggunakan Media Power Point.
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Nama Abdillah Achmad Yudi Adi W. Afifa Agung Aisiah Alan Amanda Anton Ardiana Ariani Bregas Chyntya Devi Diah Diah Anggun Dian Dimas Dyah Ayu Fadhila Fandy Fariz Finy Nilai 45 65 65 45 80 80 65 50 70 55 50 45 90 50 60 55 60 60 45 50 50 65 60

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38

Fitry Hasma I nggrid Karnia Mita Moch.lfan Narendra Radhitio Reni Rizky Wahyu Adrianto Wahyu Mulya Warda Winda Yulinar Rata-rata

60 50 55 55 45 50 40 55 60 55 50 55 60 60 55 57

Tabel hasil belajar siswa saat pembelajaran menggunakan media Power Point menunjukkan bahwa rata-rata kelas XI IPA I hanya mencapai angka 57. angka ini mengalami penurunan yang stagnan daripada saat pembelajaran tanpa menggunakan media Power Point. Hal yang sama juga terjadi di dua kelas IPA lainnya, rata-rata terbaik dipegang oleh kelas XI IPA 1 ini. Dari hasil diatas, walaupun peneliti hanya mengambil objek di kelas XI IPA 1, namun hal ini sudah dapat membuktikan bahwa penggunaan media Power Point sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Namun, pengaruh dari media Power Point ini merupakan pengaruh. Saat pembelajaran matematika KD statistika tanpa menggunakan media Power Point rata-rata masing-masing kelas XI IPA mampu mencapai angka 80 dan untuk ketuntasan siswa lebih dari 90%. Namun, sebaliknya saat KD peluang menggunakan media Power Point, rata-rata ketiga kelas XI IPA tersebut tidak dapat mencapai angka 65. dan ketuntasan siswa tdak sampai 50%.
4.2 Hasil Wawancara 1. Pengaruh media Power Point terhadap hasil belajar siswa. Dari hasil wawancara peneliti terhadap 45 responden mengenai hasil belajar mereka saat pembelajaran matematika menggunakan media Power Point, seluruh responden atau 100% dari responden mengatakan bahwa hasil belajar mereka sangat buruk. Mayoritas dari mereka mengatakan bahwa hasil belajar mereka mengalami

penurunan yang stagnan setelah pembelajaran mengguanakan media Power Point. Kesimpulan hasil wawancara peneliti dapatkan bahwa mereka kurang mengerti saat pembelajaran menggunakan media Power Point, mereka lebih senagn saat pembelajaran menggunakan alat biasa seperti papan tulis, karena mereka dapat lebih memahami konsep dasar pelajaran tersebut. 2. Minat siswa kelas XI IPA terhadap media Power Point Hasil wawancara mengenai minat siswa terhadap pembelajaran menggunakan media Power Point, sebanding dengan hasil belajar siswa. Yakni, 100% dari 45 responden mengatakan sangat tidak berminat menggunakan media Power Point saat pembelajran Point. 3. Penyebab menurunnya hasil belajar siswa Wawancara ini peneliti lakukan untuk mengetahui mengapa saat menggunakan media power point hasil belajar mereka mengalami penurunan. Dari hasil wawancara peneliti dapatkan beberapa faktor atau penyebab kurangnya hasil belajar siswa saat menggunakan media Power Point. Yakni: a.Adanya miskonsepsi siswa dengan pelajaran tersebut. b.Kurangnya keaktifan guru saat pembelajaran menggunakan Power Point. c.Penjelasan menggunakan Power Point terlalu cepat dibanding dengan menggunakan papan tulis. matematika. Hal ini dikarenakan mereka sangat tidak memahamipenjelasan clan konsep dasar pelajaran saat menggunakan media Power

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan Dari hasil wawancara maupun observasi yang peneliti lakukan mendapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1.

Saat pembelajaran matematika tanpa menggunakan media Power Point rata-rata hasil belajar seluruh kelas XI IPA mampu mencapai angka 85. Saat pembelajaran menggunakan media Power Point rata-rata hasil belajar seluruh kelas XI IPA tidak mampu mencapai SKM atau Standar Ketuntasan Minimum yakni 65.

2.

3. Jadi, pembelajaran matematika menggunakan media Power Point mempunyai pengaruh
yang negatif terhadap hasil belajar siswa.

4. Penelitian dengan teknik wawncara dari sampel yang di teliti 100% mengatakan tidak
berminat untuk pembelajaran menggunakan media Power Point.

5. Pembelajaran menggunakan media Power Point sangat tidak membantu siswa untuk
lebih memahami pokok pelajaran. 5.2 Saran-Saran Dari penelitian kami yang sangat sederhana ini kami menyarankan agar diadakan penelitian lanjutan untuk mengetahui mengapa pembelajaran menggunakan media Power Point memberikan pengaruh yang negatif terhadap hasil belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA
Hazim, Nur Kholif. 1994. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Terbit Terang Tim Penyusun. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud RI Tim Penyusun. 2006. Sosiologi untuk SMA Kelas XI. Klaten: CV VIVA PAKARINDO Tim Penyusun 2007. Sosiologi untuk SMA Kelas XI. Klaten: CV VIVA PAKARINDO Tim Sosiologi. 2000. Panduan Belajar Sosiologi. Jakarta: Yudistira Tim Sosiologi. 2003. Sosiologi. Jakarta:Ghalia Indoneisa.

DAFTAR ISIAN PESERTA

Nama lengkap Tempat dan Tanggal lahir Jenis kelamin Nama sekolah Kelas Alamat lengkap sekolah

:Fariz Hidayat :Batu, 9 Juni 1991 :Laki-laki :SMA Negeri 1 Batu :XI – IPA 1 :Jl. KH. Agus Salim No.57 Batu Kec. Batu Kota Batu Kode pos 65314 Prov. Jawa Timur Telp. (0341)

Alamat rumah lengkap

:Jl.Panglima Sudirman VI Kec. Batu Kota Batu Kode pos 65311 Prov. Jawa Timur Telp. (0341) 595302

Hobi Cita-cita pribadi

:Sepak bola,membaca :Kimiawan

Bidang ilmu yang digemari Nama Orang Tua Pekerjaan Orang Tua Pendidikan Orang Tua

:Kimia :Agus P. :Wirswasta :

DAFTAR ISIAN PESERTA

Nama lengkap Tempat dan Tanggal lahir Jenis kelamin Nama sekolah Kelas Alamat lengkap sekolah

:Adi Widia Nur F.R. :Malang, 21 Mei 1991 :Laki-laki :SMA Negeri 1 Batu :XI – IPA 1 :Jl. KH. Agus Salim No.57 Batu Kec. Batu Kota Batu Kode pos Prov. Jawa Timur Telp. (0341)

Alamat rumah lengkap

:Jl. Munif No.61 Kec. Batu Kota Batu Kode pos Prov. Jawa Timur Telp. (0341) 592358

Hobi Cita-cita pribadi

:Membaca, main game :Dokter

Bidang ilmu yang digemari Nama Orang Tua Pekerjaan Orang Tua Pendidikan Orang Tua

:Kimia :Djoko Purnomo :PNS :S2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->