1

BAB ELASTISITAS

4.1

Elastisitas Zat Padat

Dibandingkan dengan zat cair, zat padat lebih keras dan lebih berat. sifat zat padat yang seperti ini telah anda pelajari di kelas 1 SLTP. kenapa Zat pada lebih keras? Molekul-molekul zat padat tersusun rapat sehingga ikatan diantara mereka relatif kuat. inilah sebabnya mengapa zat padat relatif sukar dipecah-pecah dengan tangan. sebagai contoh, untuk membelah kayu diperlukan alat lain dan gaya yang besar. setiap usaha memisahkan molekul-molekul zat padat, misalkan tarikan atau tekanan, akan selalu dilawan oleh gaya tarik menarik antar moleku zat padat itu sendiri. sebuah pegas yang kita gantungi dengan sebuah beban pada salaha satu ujungnya, kan kembali ke panjangnya semula jika beban tersebut kita ambil kembali. sifat sebah benda yang dapat kembali ke bentuk semula seperti itu disebut elastisitas. Benda-benda yang memiliki elastisitas misalnya karet. baja, dan kayu, di sebut benda elastis. sebaliknya, benda-benda yang tidak memiliki sifat elastis, misalnya pelastisin, lumpur dan tanah liat disebut benda plastik. Bagaimana dengan bahan-bahan yang sehari-hari kita sebut “pelastik”? Apakah benda-benda itu benar-benar termasuk benda palastik? Ketika dibuat, benda-benda tersebut adalah benda pelastik yang merupakan bahan-bahan sintetis.kemudian, benda banda tersebut dipanas atau diolah secara kimiawi aghar menjadi kuat, dan akhirnya tidak merupakan benda plastik lagi. bagaiman pula dengan kaca? Mengejukan memang, bahwa kaca ternyata termasuk benda elastis. Fiber optik (serat optik) yang terbuat dari kaca dengan mudah yang terbuat dengan mudah dapat kita lengkungkan sama hal dengan tali. namun demikian jika gaya yang diberikan terlalu besar, kaca tidak hanya berubaha seperti benda pelastik tatapi juga akan terpecah-pecah. Banyak bahan-bahan yang kita gunakan sehari-hari yang bersifat elastis tetapi hanya sementara saja.Ketika gaya yang diberikan pada bahan-bahan tersebut tidak akan kembali kebentuk semula. Keadaan ini dikatakan segbagai keadaan dimana batas elastisitas bahan telah terlampaui. Baja merupakan bahan elastik, jika gaya yang berkerja padanya terlalu besar, baja yang sudah berubah bentuk tidak akan bisa kembali lagi kebentuknya semula dengan sendirinya. Sebagai contoh, rangka mobil yang rusak akibat kecelakan yang hebat tidak akan kembali kebentuknya semula, walaupun bahan rangka mobil termasuk bahan elastik. Pertama kali, ukurlah panjang awal pegas sebelum diberi beban pada ujung sebuah pegas dimulai dengan beban 50g, 100g. 150g, dan seterusnya. Ukurlah pertambahan panjang pegas untuk masing-masing beban, dan masukan hasil pengukuran anda dalam tabel berikut. Massa beban 50g 100g 150g 200g …. .... Pertambahan panjang pegas …. …. …. …. …. ….

Jika kemudian kita buat grafik gaya berat beban (sama dengan massa beban dikalikan dengan percepatan gravitasi ) versus pertambahan panjang pegas, akan kita peroleh grafik seperti pada gambar 4.5.

http://atophysics.wordpress.com

dan tegangan geser. perubahan panjang batang adalah ∆ LR. Daerah ini mana pegas tidak bersifat elastik lagi. namun.2) Modulus Elastik Ketika sebuah gaya diberikan pada sebuah benda.9 yang menunjukan sebuah betang yang dikenal tegangan rantang dan tegangan mampat. Secara umum. jenis tegangan geser tidak akan kita bahas. yaitu rasio antara perubahan panjang dengan panjang mula-mulanya. panjang batang tersebut L. Regangan = ∆L L ………. tegangan mempat. tegangan dibedakan menjadi tiga macam. reaksi benda terhadap gaya yang diberikan oleh nilai suatu besaran yang disebut modulus elastik.8. yaitu tegangan rentang. Titik yang merupakan awal daerah plastik dan akhir daerah elastik. Regangan = Tegangan ……….3) Regangan Untuk tegangan rentang. Ketiga jenis tegangan ini ditunjukan pada Gambar 4. besar modulus elastik Y yang dinyatakan dengan http://atophysics. Perubahan panjang ∆ LR dan ∆ LM tidak harus memiliki nilai yang sama. Perhatikan gambar 4. Ketika gaya F dikerjakan untuk menghasilkan tegangan rentang. disebut daerah plastik. dimana dengan pertambahan panjang sebanding dengan pertambahan gayanya. titik A disebut batas elastisitas. maka ada kemungkinan bentuk berubah. jika penambahan beban kita teruskan. 4. Bahan Besi Baja Kuningan Aluminium Beton Batu-bata Marmer Granit Kayu (pinus) Nilon Tegangan rentang (N/m2) 170 X 106 500 X 106 250 X 106 200 X 106 2 X 106 40 X 106 500 X 106 Tegangan mempat (N/m2) 550 X 106 500 X 106 250 X 106 200 X 106 20 X 106 35 X 106 80 X 106 170 X 106 35 X 106 Tegangan geser (N/m2) 170 X 106 250 X 106 200 X 106 200 X106 2 X106 5 X 106 - Sementara ini. pegas masih bersifat elastisk. (4. yaitu dari O sampai A.wordpress.2 Sampai dengan titik A. Pada Tabel 4. A sampai B. (4. perubahan panjang batang adalah ∆ LM.2 Tegangan dan Regangan Berdasarkan arah gaya dan pertambahan panjangnya (perubahan bentuk). tetapi yang jelas. sedangkan ketika gaya tersebut diberkan untuk mengahasilkan tegangan mampat.1 disajikan besar ketiga macamtegangan untuk berbagai jenis bahan. titik A ini jika beban kita sudah tidak sebanding dengan pertambahan gaya. Dari sini kita definisikan suatu besaran baru yang disebut regangan. perubahan penjang ini tergantung pada panjang batang mula-mula.com . di titik b pegas akan putus. sedangkan titik B disebut titik patah. Daerah dimana pegas bersifat elastis. disebut daerah elastisk. Ketika tidak ada gaya yang dikerjakan.

11. kali ini kita juga akan mengukur pertambahan pajang pegas dan besarnya gaya yang diberika.3 Hukum Hooke Pada tahun 1676. Dengan demikian. kita bida melakuakn percobaan dengan melakukan sebuah pegas seperti tampak pada gambar 4. modulus Young merupakan ukuran ketahanan suatau zat terhdap perubahan panjang ketika suatu gaya (atau beberapa gaya) diberikan pada benda. pertambahan penjang berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda. kita dapat menghitung konstanta k berdasarkan grafik gambar 4.92 . Menurut Hooke.11 tersebut.92 4. Untuk menyalidiki berlakunya hukum Hooke ini.98 1. konstanta k merupakan kemiringan (slope) grafik sehingga nilainya langsung dapat kita hitung dengan memilih dua titik sembarang. tidak berlaku untuk daerah plastik maupun benda-benda plastik.1. Dalam hal ini. 4.96) N = x B − x A (32 − 16)X10 − 3 m = 122. Seperti ketika menyelidiki sifat elastisitas bahan. F = k x ………. hukum Hooke ini dapat dituliskan sebagai.90 Pertambahan panjang (m) 8 16 24 32 40 Berdasarkan data tersebut.3 Y= Tegangan rentang Regangan rentang F/A F ∆L atau = Y ………. yaitu F k= x FB − FA (3. Misalkan kita proleh hasil pengukuran sebagai berikut. F = k x. (4.wordpress. Secara matematis.4) ∆L / L A L Y= Biasanya. Sesuai dengan persamaan (4.5) dengan F = gaya yang dikerjakan (N) x = pertambahan panjang (m) k = konstanta gaya (N/m) Perlu suatu diingat bahwa hukum Hooke hanya berlaku untuk daerah elastik. Gaya (N) 0. Robert Hooke mengusulkan suatu hukum fisika menyangkut pertambahan sebuah benda elastik yang dikenal oleh suatu gaya. modulus elastik untuk tegangan dan regangan ini disebut modulus Young. dapat kita buat grafik yang menyatakan hubungan antar gaya F dengan pertambahan panjang x seperti tampak gambar 4.94 3. misalnya titik A dan titik B.5).10.96 2. (4.com .5 N/m http://atophysics. Kemiring grafik sama dengan k. gaya yang diberikan sama dengan berat benda = massa x percepatan gravitasi.

Bagaimana jika kita menyusun beberapa pegas secara bersamaan ? Pegas disusun seri (pengayaan) perhatikan susunan seri dari dua buah pegas yang memiliki konstanta gaya k1 dan k2 pada gambar 4.13 di samping. berapa pertambahan panjangnya ? F=kx 11 N = (122. Dapat kita tuliskan bahwa 2 pada pegas pertama bekerja gaya F1 sedangkan pada pegas kedua berkerja gaya F2 dimana F1 + F F2 = F. sehingga 1 masing-masing pegas akan merasakan gaya tersebut sebesar F .. konstanta gaya pegas pengganti ks memenuhi hubungan 1 1 1 1 1 ……….. susunan seri dua buah pegas identik dengan sebuah pegas tunggal yang memiliki konstanta gaya ks dimana 1 = 1 + 1 .0898 m = 8. sudah tentu petambahan panjang masingmasing pegas sama (kita misalkan kedua pegas identik). (4.com . sehingga F1 = k1 x1 k1 pertambahan panjang pada pegas kedua adalah x1 = F2 . k2 maka k1 x1 + k2 x2 = kp x ketika pegas disusun paralel. maka gaya F terbagi rata-rata pada kedua pegas.12. dengan demikian. jika gaya yang diberikan 11 N. Pada pegas pertama yang memiliki konstanta gaya k1. + k s k 2 k 2 k3 kn Pegas disusun paralel (pengayaan) perhaikan susunan paralel dari sua buah pegas yang memiliki konstanta gaya k1 dan k2 pada gambar 4.5) x x = 0.4 Dengan demikian.6) Ternyata. secara umum untuk n buah pegas yang ks k2 k2 disusun seri.5 N/m. (4.wordpress. sehingga pertambahan total x adalah x = x1 + x2 F F F = + ks k2 k2 1 1 1 = + ks k2 k2 ………. Karena pegas disusun paralel. persamaan diatas menjadi http://atophysics. pertambahan panjang pegas akibat F gaya F adalah x1 = . pertambahan panjang pada pegas pertama adalah x1 = 1 .98 cm Contoh diatas adalah untuk suatu pegas yang disusun tunggal. yaitu x1 = x2 = x. besar konstanta gaya k = 122.. Berdasarkan nilai k ini kita dapat menghitung pertambahan panjang atau gaya yang akan dikerjakan untuk salah satu besaran yang diketahui. Sebagai contoh. sehingga F2 = k2 x2 karena F1 + F2 = F. Pertambahan panjang total sama dengan total masing-masing k2 pertambahan panjang pegas.7) = + + + .

8) Ternyata. konstanta gaya pegas pengganti kp adalah kp = k1 + k2 + k3 +…. Inilah yang meyebabkan kita merasa nyaman dan aman walaupun motor atau mobil yang kita tumpangi bergerak di jalan yang tidak rata. jembatan itu akan patah. susunan paralel dua buah pegas identik dengan pegas tunggal yang memiliki konstanta gaya kp. bahan utama yang digunakan bukan bahan elastik. Ketika tali busur tersebut ditarik. (4. bahan-bahan elastik digunakan sebagai rangka ataupun sebagai penyangga untuk menahan getaran yang besar.wordpress. misalnya gempa bumi. Bayangkan jika pada sebuah jembatan.com . Dalam ilmu bangunan. Itulah sebabnya pengetahuan mengenai sifat elastisitas bahn sangat penting dalam kehidupan ini. Karena tidak elastik. untuk n buah pegas yang disusun paralel. energi potensial elastik ini akan berubah menjadi energi kinetik anak panah sehingga sehingga anak panah dapat melesat.9) 4. Contoh lainnya adalah pada tali busur sebuah pana. http://atophysics. dimana kp = k1 + k2. Neraca Newton (neraca pegas) merupakan pemanfaatan yang sangat sederhana.. pada sepedah motor dan mobil ketika bergerak dijalan yang tidak rata. ketika anak panah dilepaskan. Ketika beban yang agak banyak lewat diatas jembatan.4 Beberapa Pemanfaatan Sifat Elastik Bahan Banyak sekali peralatan yang digunakan manusia yang memanfaatkan sifat elastik bahan. di mana pertambahan panjang pegas digunakan untuk mengukur massa benda yang digantung di ujung neraca. jembatan tidak dapat kembali ke posisinya semula. (4. maka jembatan itu akan tertekan sedikit kebawah.+ kn ……….5 kp = k1 + k2 ………. Secara umum. Lama-kalamaan. tali busur yang bersifat elastik akan menegang dan menyimpan energi potensial elastik.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.