Teori Belajar Menurut B.F. Skinner A.

Bentuk Teori Skinner

B.F. Skinner (104-1990) berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction) dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan (drill) dan latihan (exercise). Manajemen kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku (behavior modification) antara lain dengan penguatan (reinforcement) yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan pada perilaku yang tidak tepat. Operant Concitioning atau pengkondisian operan adalah suatu proses penguatan perilaku operan (penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Perilaku operan adalah perilaku yang dipancarkan secara spontan dan bebas berbeda dengan perilaku responden dalam pengkondisian Pavlov yang muncul karena adanya stimulus tertentu. Contoh perilaku operan yang mengalami penguatan adalah: anak kecil yang tersenyum mendapat permen oleh orang dewasa yang gemas melihatnya, maka anak tersebut cenderung mengulangi perbuatannya yang semula tidak disengaja atau tanpa maksud tersebut. Tersenyum adalah perilaku operan dan permen adalah penguat positifnya. Skinner membuat eksperimen sebagai berikut: dalam laboratorium, Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “Skinner box”, yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan, yaitu tombol, alat memberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yang dapat dialiri listrik. Karena dorongan lapar (hunger drive), tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Selama tikus bergerak kesana-kemari untuk keluar dari box, tidak sengaja ia menekan tombol, makanan keluar. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus, proses ini disebut shaping. Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati, Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan (reinforcement). Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulu-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua, yaitu penguatan positif. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah berupa hadiah (permen, kado, makanan, dll), perilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan (nilai A, Juara 1 dsb). Bentuk-bentuk

Bahan yang dipelajari dianalisis sampai pada unit-unit secara organis. 7. 10. 3. Dalam belajar mengajar menggunakan teaching machine. . 3. 2. Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. tidak digunakan hukuman. 5. Dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran. 6. Mementingkan kebutuhan yang akan menimbulkan tingkah laku operan. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. 2. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang (menggeleng. Aplikasi Teori Skinner Terhadap Pembelajaran 1. 6. diberi hadiah. Dalam proses pembelajaran tidak dikenakan hukuman. Materi pelajaran. 4. 14. Namun ini lingkungan perlu diubah. 13. Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah. 12. Hasil berlajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Dalam pendidikan mengutamakan mengubah lingkungan untuk mengindari pelanggaran agar tidak menghukum. B. 4. semakin meningkat mencapai tujuan. 8. Dalam proses pembelajaran. 5. jika salah dibetulkan danjika benar diperkuat. kening berkerut. digunakan sistem modul. lebih dipentingkan aktivitas sendiri. 9. Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar.penguatan negatif antara lain: menunda/tidak memberi penghargaan. jika salah dibetulkan. Hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable rasio reinforcer. Dalam pembelajaran sebaiknya digunakan shaping. Beberapa prinsip belajar Skinner antara lain: 1. digunakan shaping. dan sebagainya. Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Tingkah laku yang diinginkan. Tingkah laku yang diinginkan pendidik. untuk menghindari adanya hukuman. Tes lebih ditekankan untuk kepentingan diagnostic. jika benar diberi penguat. Hadiah diberikan kadang-kadang (jika perlu) 11. dianalisis kecil-kecil. muka kecewa dll). 7. Materi pelajaran digunakan sistem modul.

Sebaliknya setiap anak diberi penguatan sesuai dengan kemampuan yang diperlihatkan sehingga dalam satu kelas terdapat banyak penghargaan sesuai dengan prestasi yang ditunjukkan para siswa: misalnya penghargaan di bidang bahasa. Psikologi Pendidikan. F.net. All Rights Reserved. homepage Pawit MY. menari atau olahraga. Misalnya anak perlu mengalami sendiri kesalahan dan merasakan akibat dari kesalahan. B. kerja sama dengan UT Jakarta. Kelebihan dan Kekurangan Teori Skinner 1. Quantum Learning. hal ini ditunjukkan dengan dihilangkannya sistem hukuman. Skinner Foundation. C.15. makalah. fisika. 2006. Sehingga naik atau tamat sekolah dalam waktu yang berbeda-beda. Soekamto. Kekurangan Tanpa adanya sistem hukuman akan dimungkinkan akan dapat membuat anak didik menjadi kurang mengerti tentang sebuah kedisiplinan. . DePorter. 2. Kelebihan Pada teori ini. Pawit M. modul kuliah.Bandung. Yusup. Kaiffa. pendidik diarahkan untuk menghargai setiap anak didiknya. Tugas guru berat. 1993. dan Mike Hermacki. Toeti. matematika.F. Bobbi. Tim Penyusun Buku Psikologi Pendidikan. Operant Conditioning. Penggunaan hukuman verbal maupun fisik seperti: kata-kata kasar. Biografi. tugas guru akan menjadi semakin berat. dll. Selain itu kesalahan dalam reinforcement positif juga terjadi didalam situasi pendidikan seperti penggunaan rangking Juara di kelas yang mengharuskan anak menguasai semua mata pelajaran. 2003. Dengan melaksanakan mastery learning. B. Beberapa Kekeliruan dalam penerapan teori Skinner adalah penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa. Yogyakarta: Pustaka pelajar.id/~pawitmy/ Tim Penyusun Buku Psikologi Pendidikan. hal tersebuat akan menyulitkan lancarnya kegiatan belajar-mengajar.centrin. Makalah disampaikan pada pelatihan sistem instruksional di Pustekkom Dikbud (sekarang Diknas). cubitan. Psikologi Pendidikan. Melaksanakan mastery learning yaitu mempelajari bahan secara tuntas menurut waktunya masing-masing karena tiap anak berbeda-beda iramanya. Skinner. jeweran justru berakibat buruk pada siswa. Teori belajar dalam sistem instruksional. 2006.Yogyakarta: UNY Press. 1999. Dasar –dasar psikologi. 1986. Alamat:http://bdg. Menurut Skinner hukuman yang baik adalah anak merasakan sendiri konsekuensi dari perbuatannya. menyanyi. ejekan. Hal itu didukung dengan adanya pembentukan lingkungan yang baik sehingga dimungkinkan akan meminimalkan terjadinya kesalahan.Yogyakarta: FIP. administrasi kompleks. 2002. Daftar Rujukan Dakir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful