Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD Kelas

III-VI

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Sejak kelahirannya ke dunia, anak memiliki kebutuhan untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh setiap manusia agar dapat melakukan aktivitas sosial di masyarakat tempat mereka berada. Adalah suatu kenyataan, anak sebagai makhluk yang belum dewasa harus ditolong, dibantu, dibimbing, serta diarahkan agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan formal di sekolah. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah tidak hanya berfungsi mengembangkan kecerdasan anak tetapi juga mengembangkan kepribadian. Bagi guru agama Islam ..........., memberikan soal agama Islam yang berkaitan dengan soal cerita bukanlah hal yang mudah. Seringkali siswa yang telah memahami topik agama Islam secara teoristis mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk cerita. Sementara itu, dalam kurikulum Pendidikan Dasar 1994, fungsi pengajaran agama Islam adalah mempersiapkan anak didik agar dapat menjadi warga masyarakat yang demokratis dalam kehidupan sehari-hari melalui latihan yang praktis, bervariasi, dan aplikatif. Di sisi lain ada sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca teks agama Islam.

Sementara itu, siswa akan lebih mudah mencerna soal cerita agama Islam kelas III sampai VI SD apabila siswa mampu membaca teks dengan baik dan benar, mengerti maksud cerita yang ada di dalamnya, serta memahami gambar yang ada. Bagi sebagian besar guru agama Islam SD, mengajarkan materi agama Islam yang berkaitan dengan kemampuan siswa memahami soal uraian bukanlah hal yang mudah. Meskipun banyak siswa yang telah mampu memahami topik agama Islam secara teoritis, akan tetapi banyak mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk soal uraian. Dalam hal ini guru dituntut untuk mampu memberikan materi yang mudah diterima oleh siswa. Di samping itu pula, hendaknya guru memberikan contoh yang kongkret dan jelas berkaitan dengan materi soal berbentuk uraian. Bila upaya tersebut dapat dilakukan dengan baik, diharapkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran agama Islam juga akan meningkat. Berdasarkan situasi tersebut, dilakukan penelitian untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam memahami materi agama Islam bagi siswa SD. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Berdasarkan uraian di atas, judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa …………… Kecamatan ………. Kabupaten ……. Tahun Pelajaran 20XX/20XX

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siwa dengan diterapkannya pembelajaran metode tanya jawab? 2. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran metode tanya jawab terhadap motivasi belajar siswa?

C.

Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran metode tanya jawab. 2. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran metode tanya jawab.

D.

Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:

1. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi agama Islam. 2. Meningkatkan motivasi pada pelajaran agama Islam 3. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi agama Islam.

E.

Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah meliputi:

………. Surabaya: Universitas Press.1. 1997. Unesa Universitas Press. Oemar. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Abdul. 1997. (Ed). Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Rineksa Cipta. 1993. Kabupaten ……… Tahun Pelajaran 20xx/20xx. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan DAFTAR PUSTAKA Arikunto. 2002. 2002. Miskonsepsi agama Islam dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Bruce dan Weil. Psikologi Belajar dan Mengajar. Boston: A Liyn dan Bacon. Jakarta: Bumi Aksara. . Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban. Widoko. dkk. Penelitian Tindakan Kelas. B. Jakarta: PT. Menjadi Guru Profesional. University Press. Mukhlis. 2000. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Marsh. Euwe Vd.. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran 20xx/20xx. Suharsimi. Uzer. Nur. hubungi : 081 567 745 700 ps:+ � p �6 �5 zhar. Usman. 2. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Berg. Penelitian inihanya dikenakan pada siswa Kelas ……. Surabaya. Hamalik. Remaja Rosdakarya. Masriyah. 2001. (1991). Moh. 2000. Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. 2000. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya. Metode Pembelajaran Konsep. Analisis Butir Tes. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Suryosubroto. Soedjadi. Jakarta: Usaha Nasional. 1999. Kecamatan ……. Models of Teaching Model. Joyce. 1972.Word). Bandung: PT. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Lalu Muhammad.

Purwanto M. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1997. 1997. Rineksa Cipta.M. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta. 2002. Sukidin. . Psikologi Belajar. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Syaiful Bahri. 1990. Syaiful Bahri. Metode Pengajaran Nasional. Djamarah. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Djamarah. Suatu Pendekatan Baru. Univesitas Negeri Surabaya. Uzer. Jakarta: PAU-PPAI. Surakhmad. Surabaya: University Press. Menjadi Guru Profesional. Universitas Terbuka.Daroeso. Remaja Rosdakarya. Margono. Rustiyah. Moh. 2001. Sutrisno. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. 2001. B. Bandung: Remaja Rosdakarya. Soekamto. Oemar. 1982. Jakarta. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya: Universitas Press. Syah. Jakarta: Bina Aksara. Yogyakarta: YP. Jakarta: Bina Aksara. Surabaya: Insan Cendekia. Strategi Belajar Mengajar. 1999. Muhibbin. Nur. Psikologi Pendidikan. Psikologi UGM. 1991. Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms. Hamalik. 1996. 2002. Sardiman. dan Moerdjiono. Suryosubroto. Hasibuan K. 1998. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: Rineksa Cipta. Bambang. 1995. Metodologi Penelitian Pendidikan. Fak. Bandung: Remaja Rosdakarya. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. dkk. Toeti. 2002. Rineksa Cipta. Jakarta: PT. Metodologi Research. 2002. Strategi Belajar Mengajar. N. Usman. Hadi. Masriyah. 1990. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Winarno. A. Semarang: Aneka Ilmu. 1989. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Jilid 1.K. 1997. Moh. Bandung: Jemmars.K. Psikologi Belajar dan Mengajar. Analisis Butir Tes. Ngalim.

Metode ini dimaksudkan untuk meninjau pelajaran yang lalu agar para murid memusatkan lagi perhatiannya tentang sejumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pada pelajaran berikutnya dan untuk merangsang perhatian murid. Melaksanakan ulangan. (Drs. evaluasi dan memberikan selingan dalam ceramah (Zuhairini. Menurut Imansyah Ali Pandie kelebihan metode tanya jawab terletak pada: 1. Penggunaan metode tanya jawab dapat dinilai sebagai metode yang cukup wajar dan tepat. 2. Murid yang biasanya malas memperhatikan menjadi lebih hati-hati dan sungguh-sungguh mengikuti pelajaran.langkah langkah metode tanya jawab. Suasana kelas lebih hidup karena murid-murid berpikir aktif. Meninjau atau melihat penguasaan anak didik terhadap materi/bahan yang telah diajarkan sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan materi berikutnya 4. Walaupun pelajaran berjalan agak lambat tetapi guru dapat melakukan kontrol terhadap pemahaman murid.Pengertian metode tanya jawab pembelajaran kelebihan metode tanya jawab . Silahkan sahabat baca kelebihan dan kekurangan metode tanya jawab dibawah ini Metode tanya jawab adalah suatu cara penyampaian pelajaran oleh guru dengan jalan mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. 79). 2. Sangat positif untuk melatih anak untuk berani mengemukakan pendapat secara lisan dan teratur. Imansjah Ali Pandie. apabila penggunaannya dipergunakan untuk: 1. Di samping terdapat kelemahan-kelemahannya. metode tanya jawab mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode lainnya. selingan. Sedangkan kelemahan metode tanya jawab terdapat apabila . Metode ini dapat digunakan sebagai spersepsi. 3. 3. 1984. Merangsang agar perhatian anak terarah pada suatu bahan pelajaran yang sedang dibicarakan. Mengarahkan proses berfikir dan pengamatan anak didik. dan evaluasi. 1993) Kelebihan dan kelemahan metode tanya jawab Sebagai salah satu metode interaksi edukatif. 4.Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab menurut para ahli .

tanpa pendidikan yang baik mustahil suatu bangsa akan maju.1. 3. terkadang murid mengalahkan pendapat guru. Supaya anak didik merasa senang dalam belajar. khususnya Bahasa Arab bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja yang penting. akan tetapi juga tergantung pada bagaimana pendidik menggunakan metode yang tepat dan memberinya motivasi. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting yang menyangkut kemajuan dan masa depan bangsa. Untuk dapat mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan guru harus pandai memilih metode yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak didik. akan tetapi pemberian motivasi juga merupakan hal yang sangat penting karena secara psikologis anak akan merasa senang apabila mereka diperhatikan. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional BAB II Pasal 3 menyebutkan bahwa: “Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusi Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan Nasional”. Dari sinilah guru dituntut untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Berhasil atau tidak suatu pendidikan dalam suatu negara salah satunya adalah karena guru. Terjadi perbedaan pendapat/jawaban maka akan terjadi perdebatan sengit sehingga mamakan waktu banyak untuk menyelesaikan. Kesuksesan belajar siswa tidak hanya tergantung pada intelegensi anak saja. Dalam proses belajar mengajar. . Salah satu cara memberikan perhatian adalah dengan memotivasi. Kemungkinan timbul penyimpangan dari pokok persoalan. 2. Memakan waktu yang lama untuk merangkum bahan pelajaran. Metode tanya jawab PTK PAI Penggunaan Metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS BAB I PENDAHULUAN A. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan anak didiknya.

Maka untuk meningkatkan aktivitas dan semangat belajar diperlukan ketrampilan dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi yaitu dengan cara penggunaan metode yang tepat dam motivasi. 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah di atas. dalam hal ini penulis akan mengangkat suatu topik “Penggunaan Metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang “. Mengetahui bagaimana metode ceramah dan tanya jawab diterapkan sehingga dapat memotivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. D. maka penulis dapat merumuskan permasalahan: 1. maka penulis akan merumuskan penelitian ini dengan tujuan sebagai berikut: 1. 2. Bagi guru. B. sebagai bahan pertimbangan pengunaan informasi atau menentukan langkahlangkah penggunaan metode pengajaran bahasa Arab khususnya dan pelajaran lain pada umumnya. sebagai bahan pertimbangan guru untuk memilih metode yang sesuai dengan tujuan pengajaran. Berangkat dari latar belakang di atas maka perlu kiranya diadakan suatu penelitian pendidikan. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas. Mengetahui apakah metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang.Banyak cara yang dapat dilakukan untk memberikan motivasi kepada anak didik diantaranya adalah memberi angka atau nilai. Apakah metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang? 2. Anak yang nilainya rendah. Bagi lembaga (sekolah). . Cara ini merangsang anak untuk giat belajar. mereka akan termotivasi untuk meningkatkan belajarnya dan anak yang nilainya bagus akan semakin giat dalam belajar. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfat bagi: 1. Bagaimana cara metode ceramah dan tanya jawab diterapkan sehingga dapat memotivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang? C. Pemberian mulai dilakukan oleh guru ketika mereka selesai ulangan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS 22nd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis.3. 4. Hipotesa Tindakan 1. memberi manfaat bagi peneliti dan menambah khazanah keilmuan juga sebagai bekal menjadi guru yang profesional kelak. dengan metode tanya jawab ini diharapkan siswa lebih termotivasi dalam belajar. Bagi siswa. 2. Dengan penerapan metode ceramah dan tanya jawab maka motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang akan meningkat. Dengan menerapkan metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. Bagi penulis. KATA PENGANTAR Tiada kata yang pantas kami ucapkan kecuali rasa syukurkehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayat –Nya sehingga penulis dapat menyusun . E.

laporan Penelitian Tindakakn Kelas ( PTK ) mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial dan Ilmu Pengetahuan Alam kelasIII semester 1 Laporan ini berisi tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaranmata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) dan Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) Masalah ini dingkatberdasarkan pengalaman belajar dikelas. Penulis DESI ARISANTI NIM. v BAB I PENDAHULUAN A. Ucapan terima kasih kepada teman sejawat. oleh sebab itu penulis berharap kepada para pembacaberkenan memberikan saran dan masukan agar penulis dapat menyempurnakannya. diskusi dengan teman sejawat. Bangkinang. penulisbelum merasa puas dengan hasil yang dicapai.Kritik dan saran untuk perbaikan isi laporan ini penulis sambut dengan senanghati. Tujuan Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………… 4 D. Rumusan Masalah………………………………………………………………………… 3 C. 4 Agustus 2010 . Laporan ini masihbanyak terdapat kekurangan. 1 B. 816623894 DAFTAR ISI KATAPENGANTAR ………………………………………………………………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………… ii DAFTARLAMPIRAN ………………………………………………………………………………. iv LEMBARIDENTITAS ………………………………………………………………………………. Supervisorserta semua pihak yang telah menyumbangkan ide atau gagasan untuk kesempurnaanlaporan ini semoga dapat bermanfaat untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan. Manfaat Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………. Dalam hal ini penulis mencobamemecahkan masalah tersebut dengan merancang kegiatan perbaikan denganmengadakan observasi. Latar Belakang Masalah ………………………………………………………………. Berdasarkan pengalaman itulah.

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………. B. Keberhasilan suatu proses belajar sering ditandai denganperobahan yang positif pada diri anak. Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPS …………..BAB II KAJIAN PUSTAKA A. 1.. Kesimpulan ………………………………………………………………………… B.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan di Sekolah Dasar didefenisikan sebagai prosespengembangan kemampuan yang paling mendasar bagi Setiap siswa dimana setiapsiswa belajar secara aktif karena adanya dorongan dari dalam diri dan adanyasuasana yang memberikan kemudahan ( Kondusif ) bagi perkembangan dirinya secaraoptimal. Deskripsi persiklus ………………………………………………………………. Deskripsi Persiklus ………………………………………………………………. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Hal ini terkait banyaknya permasalahan –permasalahan yang dijumpai guru dalam pembelajaran . Subjek Penelitian…………………………………………………………………. Jadwal Pelaksanaan PerbaikanPembelajaran ……………………………………. Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPA…………… BAB I PENDHULUAN 1. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. seperti : . Penggunaan Metode …………………………………………………………………….. Saran …………………………………………………………………………………. 3.1. 7 BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. 2. Rencana Pengamatan Repleksi ………………………………………. Hubungan Metode dengan Hasilbelajar…………………………………………. Hasil Belajar dan Pembelajaran ……………………………………………………. Tabel 1. Pembahasan ………………………………………………………………………. 6 B. bagi guru merupakan kebanggaan yang takternilai. Masalah keberhasilan ini sebenarnya merupakan beban psikis yangsangat berat sekali bagi seorang guru sebagai perencana ( planer ) pembelajaran.. B. 7 C.

Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini penulisbanyak dibantu oleh Kepala Sekolah.a. Gedung sekolah yang berdekatandengan perumahan penduduk c.Tentu guru yang merasakan masalah yang ada yang ada dikelasnya yang jikadibiarkan masalah akan berdampak buruk bagi proses pembelajaran. Halini sesuai dengan salah satu kareteristik PTK. d. Dari permasalahan diatas penulis menganggap permasalahnnomor a dan nomor c untuk diteliti dan menguraikan permasalahan dan alkternatifproblem solving sesuai dengan konsep pembelajaran. Siswa yang tidak mencapaiketuntasan belajar sebagian besar adalah dari keluarga yang orang tuanya tidakberpendidikan. d. Kurangnya minat siswa mengulangpelajaran di luar jam sekolah. Siswa tidak dapat mengerjakan sebagian latihan dengan benara dalam materi Lingkungan Alam Dan Buatan c. Adanya hal – hal yang terkait dengan masalahpembelajaran dan masalah yang akan diatasi dengan PTK. dan Supervisor sehingga penulisdapat menyusun langkah – langkah dalam penyusunan PTK ini. Rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan materi Lingkungan Alam Dan Buatan b. Dalam hal ini guru sebagai pengelola pembelajaran. Siswa kurang mampu menentukan materi Lingkungan Alam Dan Buatan dalam proses pembelajaran. Dari diskusi teman – teman sejawat dan Supervisorterungkap beberapa masalah yang terjadi pada pembelajaran yaitu : Pada Pelajaran IPS yakni: a. Masalah berasal dari orang yangterlibat dalam praktek. Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yangdirasakan atau disadari oleh guru. b. Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti meminta bantuanteman – teman sejawat dan Supervisor untuk mengidenfikasikan kekurangan dankelemahan dalam pembelajaran. teman sejawat. a. Siswa banyak tidak mengerti materi Lingkungan Alam Dan Buatan . Rendahnya kemampuan siswa menerapkanmateri Lingkungan Alam dan buatan serta Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )secara sistimatis.

adanya penyebab itudatang dari anggota keluarga pendidik itu sendiri. misalkan penyebab itu adalah: seorang pendidik dirumahnya ada masalah yang belum diselesaikan sehinggamasalah itu sering kali dibawa oleh pendidik ke sekolah dengan penyebab itulahanak didik yang berada di sekolah selalumenjadi korban. Siswa ragu dan tidak mau bertanya tentang Menggolongkan Mahluk Hidup Hewan ) c. tanpa mengadakananalisis mungkin masalah yang kita identifikasi masih kabur. b. daftar hadir atau daftarhasil belajar siswa. Analisis Masalah Proses analisis masalah danproses timbulnya masalah. Kurangnya pemahaman siswa tentang Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) d. Rendahnya kemampuan siswa untuk mengetahui materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) b. dari hal tersebut kita dapat mengetahui kelemahan –kelemahan atau gambaran yang perlu diperbaiki oleh si pendidik itu sendiri. Kurang aktifnya siswa didalam kelas karena tidak mau peduli terhadap materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) 1. Teori atau pengalaman yangrelevan penyebab munculnya masalah Penyebab masalah yang sering dirasakan oleh siswa ataupihak sekolah pada dasarnya datang dari guru itu sendiri. ( Rumusan Masalah Dari hasil penelitian dan diskusi dengan supervisor danteman sejawat ditemukanlah beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kemapuansiswa dalam menyerap dan mengusai materi yang disajikan pada pelajaran IPSyaitu : . analisis dapatdilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri.e. Siswa tidak mau bertanya walaupun tidak mengerti sama sekali tentang materi Lingkungan Alam Dan Buatan Pada pelajaran IPA yakni : a. Setelah masalah teridentifikasi kita perlu mengadakananalisis sehingga dapat merumuskan masalah dengan jelas. merefleksi diri ataumengaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa. a.

a. untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pemantapan kemampuan professional PGSD 4412 ) pada program S 1 PGSD Universitas Terbuka. 1. 2. Bagaimana cara menerapkan materi Lingkungan Alam dan Buatan pada mata pelajaran IPS dan Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) pada mata pelajaran IPA dengan metode ceramah dan Tanya jawab. Ruang kelas tidak terkuasai oleh guru. Guru kurang menggunakan alatperaga yang manarik untuk memotifasi semangat belajar siswa. 2. Guru terlalu cepat dalammenjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan b. Kurang berpariasinya guru menggunakan matode dalam menyampaikan materi pelajaran b. Guru tidak menggunakan alat peraga sama sekali Berdasarkan permasalahan diatas maka penulismenyimpulkan bahwa focus perbaikan pembelajaran yang akan dilakukan adalah : 1. Guru kurang memberikan contohyang kongkrit dalam menjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan c.4 Manfaat PenelitianPerbaikan Pembelajaran ( . Guru kurang memberikan konsepmateri Lingkungan Alam dan Buatan d. karena guru asik menerangkan sedangkan murid sibuk dengan kegiatan sendiri. Sedangkan pada mata pelajaran IPA terungkap hal : a. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran Adapun tujuan Penelitian TindakanKelas ( PTK ) ini adalah : 1. Memperbaiki pembelajaran sehingga anak dapat menghargai perbedaan suku dalam melanjutkan pembangunan ini. Bagaimana teknik meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep Lingkungan Alam dan Buatan di kelas III dengan ceramah dan Tanya jawab. c. Guru tidak memancing motivasi bertanya siswa d. Siswa kurang memperhatikanketika pelajaran sedang berlangsung e.

Materi yang dinyatakan tidak hanya mengenai apa yang diperolehdari guru tetapi juga mengenai hal – haldiluar yang .1 Belajar Belajar menurut Jhon Dewey ( Belajar dan pembelajaran 2. nasehat dan peringatan dari orang – orang yang telah memiliki yanglebih banyak pengalaman dan pertimbangan. yaitupengetahuan kyang sebagian diperoleh dengan ingatan dan sebagian lagi dariinformasi. 1. observasi dengan tindakan.2005 . BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.4 )adalah alat ukur yang mampu menentukan kemampuan sesorang setelah mengilkutipembelajaran. pengetahuan tentang apayang telah terjadi pada situasi yang sama pada saat yang lalu. 4. Perumusan tujuanmerupakan proses intelektual yang cukup kompleks. Belajar adalah proses diakeksis yang mengingtegrasikanpengalaman dengan konsep ..4 ) yaitu menekankan pada proses balikan yang menggunakan istilahbalikan untuk menjelaskan bagaimana belajar mengubah impulse. Bagi Siswa Diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan dapat meningkatkan kemampuan belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.keinginan dan pengalaman kongkret kedalam tindakan yang mempunyai tujuan yang tingkatnyalebih tinggi. 2002 . Perumusan tujuan tersebutmencakup tiga hal yaiyu opservasi keadaan sekeliling . Bagi Guru Sebagai acuan untuk memperoleh kualitas proses belajarmengajar di kelas dan sebagai evaluasi diri terhadap kinerja guru selama prosesbelajar mengajar 3. yang menggabungkan apa yangdiobservasikan dengan apa yang diingat untuk menentukan pengetahuan yang singnifikasi.1.2 Hasil Belajar Hail belajar ( Modul Evaluasi pengajaran. perasaan. 2. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangandalam rangka meningkatkan mutu hasil pembelajaran di SD Negeri 019 BangkinangKecamatan Bangkinang. 2.

diberikan. Merangkum pendapat masing – masing d. Keberhasilan proses belajar mengajar ( StrategiMengajar. Dengan kata lain termasuk materiyang dipelajari dari lingkungan yang terkait dengan pembelajaran dari guru. 35-36 ) dapat dilihat dari empat aspek antara lain tujuan yangingin dicapai. . Menyusun kesimpulan e. dalam pelaksanaannya disekolah metodediskusi belum begitu efektif oleh guru. Penerapan metode diskusi ini tidak dapat dilakukan dalamruangan yang pengap. dilatihkan dan didiskusikan dengan guru. perubahan – perubahan terhadap kualitas personal dankemampuan – kemampuan siswa. 2. Mempersilahkan masing – masing anggota mengajukan pendapatnya c. scope. dalam pelaksanaannya metode diskusi selalu dimulai dengan : a. kurang mendapat cahaya dan udara.3 Metode Diskusi Menurut Heri Sumarteri ( Strategi mengajar. materi yang dikembangkan. Merumuskan tindak lanjut f. dalamkegiatan pembelajaran metode diskusisering dilakukan melalui kelompok belajar yang anggotanya terdiri dari tigaorang sampai lima orang atau lebih. 57 )metode diskusi merupakan komunikasi atau dialog dua arah antara individu denganlingkungannya atau antara kelompok lainnya yang membahas suatu masalah. dan moderator b. Menentukan ketua. padahal metode ini mampu memberikanmotivasi dan semangat belajar yang tinggi kepada siswa. 2005. 2005. pelaksanaan kegiatan belajara mengajardan pelaksanaan evaluasidalam pembelajaran. maka guru hendaknya dapat memberikan prioritas pada aspek – aspekatau hal – hal penting yang dibicarakan siswa berawal dari masalah danpembahasannya dilakukan berbagai sumber belajar ( buku ) . tetapi meliputisemua aspek pembentukan watak peserta didik. metode diskusi akanlebih efektif dilakukan disekolah apabila dirancang berdasarkan masalah dantujuan pembelajaran. evaluasi dalam proses dinamisasikegiatan yang mengamati perilaku siswa dalam evaluasi meliputi tujuanpengajaran. Mengevaluasi pengalaman belajar Melihat kelebihan metode diskusi dalam kegiatan belajardisekolah.

Dalam prakteknya metode diskusi terdiri dari : 1.kerapian. IPA. Dalampembelajaran diskusi mengambang dapat dilakukan pada tingkat pendidikandasar dan menengah. kegiatan kelompok adalahtema “ Lingkungan “ juga kelompok dalam membahas tema lingkungan melihat dariaspek Matematika. Dalam kegiatan pembelajarandialog lebih banyak dilakukan di tingkat universitas ( Perguruan Tinggi ) namun hal ini tidakberarti di lembaga pendidikan seperti pada tingkat pendidikan dasar danmenengah tidak dapat dilakukan. selanjutnya masalah atau ytopik tersebutdibahas bersama dengan kelompok lainya sehingga menghasilkan pendapat bersama. Dalam arus perubahan dan tantanganmasyarakat yang semakin dinamis sebaiknya para guru melakukan dalam kegiatanbelajar mengajar dengan membahas suatu masalah sederhana dalam kehidupan siswayaitu : a. lalu lintas. taman sekolah dan lain sebagainya.pandangan seorang siswa tentang kehidupan masyarakat b. Menggali pandangan seseorangtentang masalah yang terjadi dalam masyarakat. Membahas dan Berdiskusi . Diskusi mengambang lebih efektif padakegiatan pembelajaran melalui Kurikulum terpadu ( Integrated Curiculum ) ataudengan kata lain Kurikulum jaring laba – laba.cara diskusi kelompok lebih diarakan pada lingkungan tempat tinggal siswadengan topic dan tema yang mencakup sederhana seperti kebersihan. dan Raudabough (1997 : 230 – 234 ) dan Cortght Hinds ( 1995 : 28 – 30 ) dialogmerupakan suatu diskusi yang dilakukan dihadapan sekelompok hadirin oleh duaorang ahli dalam satu bidang khusus ( Ilmiah ). Dalam kegiatan ini kelompok belajardiharapkan pada suatu tema yang ditetapkan oleh guru. keindahan. 2. Menumbuhkan minat terhadapsuatu objek c. Mengemukakan pendapat. dan Bahasa serta lainnya. Dialog Menurut Beal Bohlen. seminar dan lokakarya. Pelaksanaan Diskusi mengambang hampirsama dengan cara yang dilakukan dalam dialog. IPS. 3.Untuk kelas rendah. Memusatkan perhtian pada suatuisu yang sedang berkembang d. Diskusi Mengambang Diskusi mengambang adalah suatudiskusi dimana anggota kelompok mengemukakan pendapatnya secara tertulistentang suatu masalah atau topic.

Jenis metode membaca dan berdiskusisering dilakukan oleh peserta didik tingkat pendidikan dasar ( Sekolah Dasardan SLTP ) dan tingkat pendidikan menengah ( SMA/SMK/MA ). Membaca bahan yang samakemudian dilanjutkan dengan berdiskusi b. Kegiatan yang harus dilakukan parasiswa yang ikut dalam diskusi ini adalah : a. outline yang sederhana yang terdiri dari daftar pertanyaanpendek – pendek dengan maksud agar diskusi berlangsung dengan lancar dan tertib c. Kelompok – kelompok pesertamembaca bahan yang berlainan kemudia dilanjutkan dengan diskusi c. Outlinekerangka dipersiapkan guna memberi arah yang lebih leluasa kepada pesertadiskusi untuk menggali masalah dan bagaimana cara mengatasinya. Outline yang terdiri daripertanyaan – pertanyaan pokok Rincian pertanyaan yang harusdibahas oleh kelompok Otulineyang sederhana. Bentuk tuntunan dalam pelaksanaan diskusi terpimpinadalah : a. dengan jumlahsiswa sebanyak 21 orang terdiri dari 9 orang siswa laki – laki dan 12 orangsiswa perempuan dalam pembelajaran IPS dan IPA dengan metode Ceramah dan Tanyajawab tanggal 16 Oktober sampai dengan tanggal lebih jelasnya dapat table 1 dibawah ini : Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran Tabel 1 Oktober2010. minat pengetahuan dan kemampuanmempengaruhi orang lain. untuk . Outline yang dipersiapkanmeliputi b. Outline kerangka. Biasanya pemandu diskusi ini dipilih dariorang – orang yang memiliki pengalaman. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKANPEMBELAJARAN Subjek Penelitian Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar. Diskusi yang terpimpin merupakandiskusi yang terencana secara matang. Diskusikerangka ini diperlukan pemimpin ( Moderator ) yang lebih aktif dan mampumengarahkan peserta kepada tujuan. model diskusi ini diawali denganpengarahan atau tuntutan dengan lancar dan dapat menggunakan waktu seefisienmungkin serta dapat menghilangkan rasa bosan dan kecewa para peserta. Seorang peserta membaca bahandengan keras kemudian seluruh peserta mendiskusikannya d.

4009.15 IPA III Siklus II 3.40 08. 07.2 Deskripsi Persiklus Siklus I Ilmu PengetahuanSosial  Perencanaan Dengan adanaya masalah yang dihadapi Guru pada kelasIII. 07.4009.15 IPA III Siklus I 5.4009.3008.40 08. 07. Hari / Tanggal Waktu 07.4009.3008.3008.3008.15 IPS III Siklus I 4.15 IPA III Data Awal 3.15 Mata Pelajaran IPS Kelas III Guru Pendamping Ket Data Awal 2.40 08.40 08. oleh karena itu ada beberapa rencana tindakan yang akan dilakukan dalamperbaikan pembelajaran antara lain : .15 IPS III Siklus II 6.3008.4009.No 1. 07.40 08.3008.40 08. 07.4009.

Kegiatan inti ( ± 35 menit ) 1. Tanya jawab tentang pelajaranyang lalu 3. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai 2. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran 3. mengadakan Tanya jawab dengan metode yang berbeda 6. Memotivasi siswa dalam pembelajaran 4. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menyatakan kesiapan siswa untuk belajar 2. Melakukan didkusi kelas untukmembahas materi Lingkungan Alam dan Buatan 2. Mengerjakan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan C. Memberikan beberapa kasusmengenai materi Lingkungan Alam dan Buatan.1. setelah itu didkusi kelas danbersama – sama mencari kesumpulan 3. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. Penutup ( ± 5 menit )  Siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran  Pengamatan . Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan  Pelaksanaan Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran untuk siklus I matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan : A. Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab perntanyaan 7. Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai 4. Memotivasi siswa B.

 Refleksi Selama perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan padapembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siklus I sudah menunjukkan kemajuanyang mana siswa lebih aktif dalam belajar walaupun masih terdapat kelemahanyang membuat hasil belajar yang diharapkan belum tercapai secara maksimal . hal inibertujuan agar hasil yang diharapkan benar – benar memuskan sesusai denganrencana atau tujuan perbaikan pembelajaran. Masih ada siswa yang menjawab pertanyaan tidakbenar 3. ada beberapa rencana tindakan yangakan dilakukan dalam perbaikan yaitu : 1. laksanaan . Kampar pada siklus I mata pelajaranIPS sudah menunjukkan kemajuan. Tidak semua siswa yang mendapatkesempatan menjawab pertanyaan 2.Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kec. Sebaran pertanyaan akansiusahakan lebih merata 4. halini penulis temukan berdasarkan hasil laporan pengamatan teman sejawat danrefleksi penulis. Memberikan kesempatan kepadasiswa yang bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yangdiajukan 7. Jumlah pertanyaan yangdisajikan juga lebih banyak 5. Mempersiapkan bahan pelajaranyang sesuai dengan materi dan tujuan myang ingin dicapai 2. yang mana diantara kelemahan – kelemahan tersebut adalah : 1. Bangkinang Kab. yang mana tingkat keberhasilan sudah meningkatdibandingkan dengan dilaksanakannya perbaikan pembelajaran. Memilih metode yang tepatsesuai dengan materi 3. bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. Memberikan penguatan pada siswayang dapat menjawab pertanyaan. Mengadakan Tanya jawab yangbervariasi 6. Terjadi keributan kecil ketikasiswa diminta untuk menyampaikan pendapatnya Siklus II Ilmu PengetahuanSosial  Perencanaan Dengan hasil yang dicapai pada sisklus I IlmuPengetahuan Sosil diatas maka penulis merasa masih harus melakukan perbaikanpembelajaran lanjutan yaitu siklus II Ilmu Pengetahuan Sosial.

? c. Memberikan beberapa kasusmengenai Lingkungan Alam dan Buatan pada masa yang akan datang. Materi ini sangatberfanfaat guna kelangsungan kehidupan masa depan yang lebih baik B. Penutup ( ± 5 menit )  Pengamatan Pengamatan yang dilakukan penulis adalah dengan caramengamati siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung. ? b. KegiatanAwal ( ± 10 menit ) 1. Menyelesaikan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan C.  Refleksi Setelah penulis melaksanakan perbaikanpembelajaran pada siklus I dan IImata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial denganmerancang metode yang lebih baik dan memperbaiki kelemahan – kelemahan yang pada siklus I. tentu hal ini akanmenjadi bahan evaluasi bagi penulis untuk mengadakan  Siswa dibawah bimbingan guru menyimpulkan pelajaran. Apresiasi . Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandofokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 bangkinang pada mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial mengaju pada Penilaian kemampuan siswa. Bangkinang pada siklus II mata pelajaran IlmuPengetahuan Soial sudah menunjukkan kemajuanyang sangat baik. Memotivasi . sehingga siswa lebihaktif dalam PBM dan hasil yang dicapai sangat memuaskan. Apa yang dimaksud denganpencemaran lingkungan…. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya mengabsen siswa 2. ceramah dan Tanya jawab. setelah itubersama – sama mencari kesimpulan. Kegiatan inti ( ± 35 menit ) 1. mengamati hasilevaluasi yang diperoleh siswa kelas IIISD Negeri 019 Bangkinang Kec. . Apa yang di maksud denganlingkungan…. mengulang pelajaran yang lalu yaitu tentangLingkungan Alam dan Buatan 3. Apa contoh pencemaranlingkungan….? 3. Guru memberikan kasus – kasusyang sedang terjadi pada Lingkungan Alam dan Buatan a.Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuksiklus II mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan: A. Melakukan diskusi kelasmengenai Lingkungan Alam dan Buatan 2. 4.

Murid disuruh menyebutkan nama– nama hewan yang ada di sekitar mereka tinggal . Mmengadakan Tanya jawab dengan metode yang bervariasi 6. Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan 7. Memotivasi siswa B. ada beberapa rencana tindakan yang akandilakukan dalam perbaikan pembelajaran antara lain: 1. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan  Pelaksanaan Adapun pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus Imata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilaksanakan dengan tahapan : A. Guru memajangkan gambar –gambar mahluk hidup ( hewan ) 2. Kegiatan Inti ( ± 30 menit ) 1. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Tanya jawab tentang pelajaran yang telah lalu 3. Siklus I Ilmu Pengetahuan Alam  Perencanaan Pada siklus I ini penulis mengadakan perbaikanpembelajaran pada mata pelajaran IPA. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menanyakan kesiapan siswa untuk belajar 2.perbaikan – perbaikanpembelajaran selanjutnya dengan tercapainya hasil yang diharapkan yang tentunyahasil yang lebih baik. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran 3. Memotivasi siswa dalam pembelajaran 4. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. Mengadakan Tanya jawab tentanggambar yang dipajangkan 3. Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai 4. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang akan dicapai 2.

hal ini ditemukan berdasarkan hasillaporan pengamatan teman sejawat dan refleksi penulis yang mana diantarakelemahan itu adalah : 1. hal ini bertujuan agar hasil yangdiharapkan benar – benar memuskan. yang mana tingkat keberhasilan sudahmeningkat dibandingkan dengan sebelum dilaksanakannya perbaikan. Guru mengajukan pertanyaanhewan apa saja yang biasa dipelihara disekitar pekarangan rumah 6. Murid diminta untuk menjawabsatu persatu tentang pertanyaan yang disampaikan C. Guru mengarahkan murid untukbertanya tentang hewan – hewan yang ada disekitar mereka tinggal 5. Terjadi keributan kecil ketika diminta untuk mengajukan pendapatnya 3. ada beberapa tindakan yang akan dilakukandalam perbaikan yaitu : .4 Siklus II IPA rencanaan Dengan hasil yang dicapai pada siklus I mata pelajaranIPA diatas maka penulis merasa perlu melakukan perbaikan lanjutan yaitu siklusII mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Tidak semua siswa mendapat kesempatan menjawab pertanyaan 2. Kegiatan Ahir ( ± 10 menit ) 1. Murid dibawah bimbingan guru bersama – samamenyimpulkan pelajaran  Pengamatan Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklus I matapelajaran IPA sudah menunjukkan kemajuan. Masih adanya siswa yang menjawab pertanyaan tidak benar 3.2. bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil yang diharapkan.4.  Refleksi Selma perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan pada mata pelajaran IPApada siklus I sudah menunjukkan kemajuan yang mana siswa lebih aktif dalambelajar walaupun masih terdapat kelemahan yang membuat hasil belajar yangdiharapkan belum tercapai secara maksimal.

Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran dan tujuan yang akan dicapai 2. Jumlah pertanyaan yang disajikan juga lebih banyak 5. mengulangpembelajaran yang lalu yaitu tentang menggolongkan mahluk hidup ( hewan ) 3. Kegiatan Inti ( ± 30 menit ) 1. Guru meminta murid untukmemperhatikan gambar hewan yang dipajang didepan kelas 2. Mengadakan Tanya jawab yang bervariasi 6.1. Memberi salam dan setelah itumengabsen siswa 2. Memberi penguatan pada siswa yang dapat menjawab pertanyaan laksanaan Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus II matapelajaran IPA dilaksanakan dengan tahapan : A. 7. Siswa menyebutkan nama – namahewan yang diketahuinya melalui gambar 3. C. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. Apersepsi. Memilih metode yang sesuai dengan materi 3. B. materi ini sangatbermanfaat dalam menciptakan kerukunan antara sesama murid dan murid dan guru serta hubungan yangharmonis. Memberikan kesempatan kepadasiswa untuk adu kecepatan dalam menyebutkan nama hewan yang adal di lingkungansekitar mereka tinggal 4. Sebaran pertanyaan diusahakan lebih merata 4. Kegiatan Akhir ( ± 10 menit ) . Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Memberikan tugas untuk membuatpertanyaan – pertanyaan tentang hewan yang ada disekita tempat tinggal mereka. Memotivasi.

Siswa bersama guru menyimpulkanmateri pelajaran ngamatan Pengamatan yang dilakukan penulisadalah dengan cara mengamati siswa pada saat proses belajar mengajar. BAB IV HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN 4. mengamatihasil evaluasi yang diperoleh maka hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelasIII SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklusII mata pelajaran IPA sudah sangat menunjukkan kemajuan yang sangat baik. efleksi Setelah penulis melakukan perbaikan pembelajaran padasiklus I dan II mata pelajaran IPA dengan merancang metode yang lebih baik danmemperbaiki kelemahan – kelemahan yangditemukan pada siklus I.1. sehingga siswa lebih aktif dalam PBM dan hasil yangdicapai sangat memuskan.1. Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandifokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada mata pelajaran IlmuPengetahuan Alam mengaju pada Penilaian kemampuan siswa. ceramah dan Tanyajawab.1 Rencana PengamatanRefleksi Setelah melakukan prosesperbaikan pembelajaran dengan menempuh langkah – langkah yang telahdirencanakan dalam rencana perbaikanpembelajaran ( terlampir ) baik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialmaupun mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh data – data perolehannilai – nilai sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini Daftar Perolehan Hasil Belajar Siswa KelasIII Pada mata pelajaran IPS dengan topik “ Lingkungan Alam dan Buatan “ Tabel Rekapitulasi Nilai IPS . Memberikan penguatan tentang dampakpositif dan negatif tentang dampak memelihara hewan di sekitar lingkungantempat tinggal 2. tentu saja hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagipenulis untuk mengadakan perbaikan – perbaikan pembelajaran selanjutnya demitercapainya hasil yang diharapkan pada masa yang akan datang.1 Deskripsi Persiklus 4.

Grafik Hasil Belajar IPS Tabel Rekapitulasi Nilai IPA Perolehan No Nilai Awal Jumlah ( % ) Siklus I Jumlah ( % ) Siklus II Jumlah ( % ) Ket .1 6 ( 28. 5.Perolehan No 1. 6. 61 ) 4 ( 19. 57 ) 10 ( 47. 57 ) 21 6.00 s/d 7.6 Keterangan : Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan walaupun belum maksimal. dan pada siklus II yang belum mencapai ketuntasaminimal adalah 1 orang siswa sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimaladalah 20 orang siswa.00 6. 80 ) 5 ( 23. 04 ) 1 ( 4. 3.6 5 ( 23.00 s/d 8.00 7. 2.6 ) siklus I ( 7.00 5. 28 ) 21 7.00 Jumlah Siswa Nilai rata – rata Awal Jumlah ( % ) Siklus I Jumlah ( % ) Siklus II Jumlah ( % ) Ket Istimewa Sangat Baik Baik Cukup 3 ( 14. 28 ) 5 ( 23. 80 ) 8 ( 38.00 s/d 10.1 ) dan siklus II ( 7. 80 ) 7 ( 33. 4. 76 ) 21 7. 09 ) 3 ( 14.00 s/d 6. 33 ) 6 ( 28.6 ) pada siklus Iyang belum mencapai ketuntasan minimal 3 orang siswa yang mencapai ketuntasanminimal 18 orang siswa. Nilai 8. pada awalnilai rata – rata ( 6.

76 ) 21 8. dalam perbaikan pembelajaran siswa .00 s/d 8.9 6 ( 28.00 s/d 10. 04 ) 2 ( 9. 52 ) 1 ( 4. 4. 04 ) 6 ( 28. 04 ) 21 6. pada dataawal nilai rata – rata ( 6. 80 ) 10 ( 47. 90 ) 2 ( 9. 57 ) 12 ( 61. SiklusI sedangkan padasiklus II ( 8.00 s/d 6. 6. sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimal adalah 19 orang siswa.00 6. 2.1 ) Pada siklus I yang belum mencapai ketuntasan minimal 2orang siswa. Grafik Rekapitulasi Nilai IPA ( 7. 57 ) 7 ( 33.5 ). 8.9 ). 76 ) 21 7.1. 5.00 7.00 Jumlah Siswa Nilai rata – rata 4 ( 19.00 5. 61 ) 4 ( 19. 33 ) 4 ( 19.2 Pembahasan Dilihat dari hasil perbaikan dan hasil diskusi penulisdengan teman sejawat bahwa perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan telahmenunjukkan kemajuan dan peningkatan demikian juga ketuntasan belajar siswasecara individu. dan siklus IIyang belum mencapai ketuntasan minimal adalah 1 orang siswa sedangkan yangtelah mencapai ketuntasan minimal adalah 20 orang siswa.1 Istimewa Sangat Baik Baik Cukup Keterangan : Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan.00 s/d 7. walaupun belum maksimal.5 5 ( 23. 3. 4.

5. Dengan memberikan motivasi dan menanamkan konsep Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan benar siswa mampu menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan dan mahluk hidup 2. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Minat siswa harus ditumbuh kembangkan dengan berbagai teknik pembelajaran yang relevan. sinkronisasi dengan teman sejawat sedikit terhambat dikarenakanketerbatasan ilmu tentang penelitian. ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuansiswa dalam pembelajaran IPS dan IPA di Sekolah Dasar adalah : 1. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaranIPS dengan topik “ Lingkungan Alam danBuatan “ dan mata pelajaran IPA dengan topik “ Menggolongkan Mahluk Hidup (Hewan ) penulis mengalami beberapakendala dalam melakukan penelitian dilapangan diantaranya memakan waktu yangcukup lama. Memberikan metode pembelajaran yang bervariasi dan bermakna 2. apalagi dengan menggunakan metode yang bervariatif sesuai dengan kondisi dan situasi dimana siswa berada serta tetap memperhatikan bahasan yang menyenangkan.sudah menunjukkankeaktifannya dalam Tanya jawab serta diskusi dan dalam menyelesasikan tugasyang diberikan baik dalam pembelajaran IPS dan IPA. Memberikan motivasi kepada siswa dengan berbagai gambaran yang positif tentang manfaat ilmu yang dipelajarinya bagi kehidupan kelak . 4.1 Kesimpulan Dari hasil perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan IlmuPengetahuan Alam telah dilaksanakan dan dapat diambil beberapa kesimpulansebagai berikut : 1. Dengan memberikan penjelasan secara lisan dan berulang – ulang siswa lebih mengerti dalam mengerjakan latihan sehingga prestasi meningkat 3. Proses pembelajaran akan sukses jika ditunjang oleh suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas.

H. TigaSerangkai Mandiri. S. DAFTAR PUSTAKA Narnherhyanto & HM Akib Hamid ( 2004 ). Dr. ( 2006 ). Udin S Winata Putra. Solo : PT.Universitas Terbuka.A.menerangkan bahwa : Nama NIP Tempat Mengajar Alamat Sekolah Telepon : : : SD Negeri 019 Bangkinag : Bangkinag kota : . Strategi Belajar Mengajar . Lampiran I Rencana PerbaikanPembelajaran ( RPP ) I Lampiran 2 Lampiran 3 KESEDIAAN SEBAGAI TEMAN SEJAWAT DALAM PENYELENGGARAAN PKP Kepada Kepala UPBJJ-UT Pekanbaru Di Pekanbaru Yang bertanda tangan dibawah ini . Jakarta : UnibersitasTerbuka.3. Dkk. ( 2005 ). ( 2001 ). Buku Pengetahuan Sosial 4. Kurikulum KBK dan KTSP. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan 4. TigaSerangkai Mandiri. M. Udin.Dkk. Wardani IGK. ( 2002 ) Materi dab PembelajaranIPS SD Edisi ke satu. Solo : PT. Warsiti Adnan ( 2006 ). Pemantapan Kemampauan Profesional. Warsito Adnan. Winata Putra. Memberikan wawasan yang luas dalam memberikan materi dan diikuti oleh contoh – contoh yang kongkrit yang dekat dengan keseharian anak. Jakarta: Universitas Terbuka. Buku Petunjuk Guru IPS. Memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya 5. Statistik Dasar UTcetakan 8 : Jakarta.

Bangkiang. Temansejawat 2010 ………………………… NIP. Lampiran 4 SURAT PERNYATAAN .Menyatakan diri bersedia menjadi temansejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama : Nama NIM Program studi Tempat Mengajar Alamat Sekolah Telepon : Desi Arisanti :816623894 : S 1 PGSD : SD Negeri 019 Bangkinang : Bangkinang kota : Demikian pernyataan ini dibuat semoga dapatdipergunakan sebagaimana mestinya Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP.

yangmerupakan tugas mata kuliah PGSD 4412 Pemantapan Kemampuan Profesional ) Demikianlahpernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan seperlunya. 2010 Yangmembuat pernyataan Mahasiswa DESI ARISANTI NIM. . ( PKP Bangkiang.Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIM UPBJJ – UT esi Arisanti :816623894 ekanbaru Menerangkan bahwa : Nama Tempat mengajar : : SD Negeri 019 Bangkinang :III Guru Kelas Adalah temansejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran.816623894 Menyetujui TemanSejawat ………………………… NIP.

3. 8. 7. 21. 14.3 50. 12. 11. 13.14 : IPS :III : Lingkungan Alam dan Buatan Nilai Persiklus Siklus I 100 100 90 90 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 60 50 50 1500 71.76 Rata – rata 100 93. 17.6 76.3 60.0 60.6 73. 18.3 63.3 90.6 53. 15. 10. 16.3 66.3 73. 5. 19.0 56.6 63.6 66.0 60. 9.0 Ket 1.Lampiran 5 Lembar Penilaian Mata Pelajaran Kelas Fokus Penilaian No Nama Siswa Data Awal 100 80 80 80 80 80 70 70 70 70 6 60 60 60 60 60 60 60 50 50 50 1410 67. Jumlah Rata – rata Bangkiang.42 Siklus II 100 100 100 90 90 80 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 50 1570 74. 2.3 80 76. 4.0 86. Temansejawat 2010 ………………………… .0 60. 6.6 83. 20.

0 Ket . Lampiran 6 Lembar Penilaian Mata Pelajaran Kelas Fokus Penilaian No 1. 11. Nama Siswa Data Awal 100 90 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 60 : IPA :III : Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) Nilai Persiklus Siklus I 100 100 90 90 90 80 80 80 70 70 70 70 70 60 60 60 60 Siklus II 100 100 100 90 90 90 90 80 80 80 70 70 70 70 70 70 60 Rata – rata 100 93.6 63. 17. 8.6 66. 13.3 80 76.6 73. 4. 3. 10. 16. Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP.0 60.0 60. 7. 6.6 83. 15. 5.3 63.6 76. 14. 12. 2. 9.3 90.3 66.NIP.3 60.3 73.0 86.

0 56.3 50. Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP.SD . 20. 19. Lampiran KARTU KONSULTASI MATA KULIAH PKP S 1 UNIVERSITAS TERBUKA POKJAR KAMPAR D Nama NIM :816623894 esi Arisanti Supervisor Masa Registrasi : : HUSNIL KHATIMAH. S. Temansejawat 2010 ………………………… NIP. Jumlah Rata – rata 60 50 50 50 1420 67.38 60 60 60 50 1610 76.18.Pd.66 60.61 60 60 50 50 1520 72. 21.0 Bangkiang.6 53.

contoh pengelolaan udara.No Tanggal Isi pertemuan / Diskusi Topik : Masalah : Masukan Supervisor : Lama Pertemuan / Diskusi Tanda Tangan Supervisor Sumber : PTK Mahasiswa UT Pokjar Kampar UBJJ Pekanbaru . Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. contoh makalah graph. contoh makalah teori graf PTK-PKN GAMBARAN METODE INKUIRI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI (PKn) DI KELAS VI SD NEGERI ARGASARI II KECAMATAN TALAGA KAB. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis.MAJALENGKA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Usul kenaikan pangkat dari Golongan IV/a ke IV/b . judul kerja praktek teknik lingkungan. kumpulan lampiran pada makalah.

Disusun oleh : MAMAN NIP.GAMBARAN METODE INKUIRI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI (PKn) DI KELAS VI SD NEGERI ARGASARI II KECAMATAN TALAGA KAB.MAJALENGKA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Usul kenaikan pangkat dari Golongan IV/a ke IV/b . 130 616 644 .

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA DINAS PENDIDIKAN UPTD ENDIDIKAN KECAMATAN TALAGA SD NEGERI ARGASARI II Tahun 2008 .

Pangkat/Golongan Jabatan : : : : MAMAN 130 616 644 Pembina IV/a Guru Pembina Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa : Bahwa yang bersangkutan benar-benar membuat Karya ilmiah dengan judul : “Gambaran Metode Inkuiri Dan Penerapan Pada Pembelajaran Pengembangan Diri (PKn) di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Talaga Kab. Majalengka Majalengka . Oktober 2008 Koordinator Perpustakaan . Majalengka” dan ulasan ilmiah ini disimpan di perpustakaan sekolah sebagai bahan acuan atau referensi bagi temanteman yang lainnya.LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP. Mengetahui Kepala SD Negeri Argasari II Kec.

MUSLIHAT NIP.SANUSI. 131 235 016 fhgfgj .Ma NIP: 130 616 631 N.A.

karena itu saran dan kritik dari semua pihak yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. jika dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Penerapan metode Inkuiri dalam proses belajar mengajar PKn akan memberikan penguatan pada siswa untuk secara sadar menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penulis sangat menyadari kekurangan dan ketidaksempurnaan penelitian ini.KATA PENGANTAR Dalam proses belajar mengajar. Guru bebas menggunakan metode yang ditunjang oleh media pengajaran yang mendukung aktivitas siswa sehingga materi yang disampaikan guru dapat diserap oleh siswa. Semoga penelitian ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi guru pengajar di Kelas VI Talaga . guna perbaikan selanjutnya. Oktober 2008 Penulis . Dengan demikian pembelajaran PKn dengan metode inkuiri akan memberikan kontribusi yang positif terhadap kebermaknaan siswa dalam belajar.

............................................................ Tujuan Mata Pelajaran PKn ........... vi ii PENDAHULUAN 1............................................................. Pokok Bahasan PKn di Kelas VI. 1....................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I ................................. 1...................B ............................................. iii ............................4 Tujuan .......................... Tujuan dan Manfaat ........................................................ 1 3 3 3 4 4 Definisi Operasional ....................................................................... Fungsi Mata Pelajaran PKn ................. Latar Belakang Masalah ......................................... v . Manfaat ......... BAB II KAJIAN PUSTAKA 2......3............ Ruang Lingkup Materi PKn di Kelas VI.......1 1...........6 Pengertian PKn ..............................3 2............ Rumusan Masalah ........................................3...........................................1..................................................................................2 2. Pengertian Mata Pelajaran PKn ...................................................................................................................................................................................................................................... 6 7 7 8 9 9 ...................................................4 2.............................................................................................................2......1 2..... i ...................................................................3...............................2 1....... ...............................B .5 2... 1......................

. Metode dan Teknik Pembelajaran PKn ........ 18 18 18 20 20 21 Deskripsi Data .........10....................................2...................................................... ........................... 2.................................1 Teknik Pengumpulan Data .......1 3..2.......................................................................................... 2...2...............10............................. 27 28 3..1.........................8 2............................................ 11 12 12 14 14 14 15 17 2......................................2 3.......2 Karakteristik Metode Inkuiri ......................................................................4 Kekuatan dan Kelemahan Metode Inkuiri ..... 3.........2 3.......................2 Teknik Observasi ............................................................... BAB III DATA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3...............................................9 Pengendalian Diri di Kelas VI...................................... 26 Monitoring dan Evaluasi . 2............10........ Hakikat Pembelajaran PKn ................... Teknik Wawancara .......1...............................................................................B ................. 4..... 3............ 2............3 Prosedur Metode Inkuiri .......................................... KESIMPULAN DAN SARAN 4......................................3 BAB IV Pembahasan Masalah .1 Pengertian Metode Inkuiri ... 30 31 DAFTAR PUSTAKA .............. Teknik Tes ........................................................3 Data Proses ..........................10...............10 Metode Inkuiri .......................................1 3.....................1.7 2...........................................................................1............................................2 Kesimpulan Saran .3 3.....2.... Data Hasi .......

LAMPIRAN-LAMPIRAN .

........... Hasil pree tes dan pos tes ........................................................................................................................... 10 19 .....DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Materi PKn di Kelas VI ..................

DAFTAR LAMPIRAN PERSIAPAN MENGAJAR LEMBAR KERJA SISWA PEDOMAN WAWANCARA .

mampu menggunakan dan mengembangkan sendiri kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) yang telah dimilikinya. dan mempunyai sikap yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kepribadian siswa pada hakikatnya dipengaruhi oleh ranah kognitif. afektif dan psikomotor. Ketiga ranah tersebut menyatu dan sulit dipisahkan satu dengan yang lainnya. berkepribadian. tangguh.BAB I PENDAHULUAN 1. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. berdisiplin. yang lebih menitikberatkan pada ranah afektif. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang sesuai dengan isi Kurikulum 2004 adalah pendidikan tentang nilai-nilai yang sasarannya bukan semata-mata pengalihan pengetahuan melainkan lebih ditekankan pada pembentukan sikap. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. apektif dan psikomotor. bertanggungjawab. guru harus berupaya mengembangkan ketiga ranah tersebut agar berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. berbudi pekerti luhur. Dalam dunia pendidikan kita sering mendengar ungkapan yang cukup sederhana yaitu "mendidik anak pada masa kini berarti menyiapkan orang dewasa di masa mendatang". Dalam pelaksanaan . Pendidikan nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. dikembangkan iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta sikap dan perilaku yang inovatif dan kreatif. Pendidik haru:s bisa menyiapkan anak didik menjadi orang dewasa yang mandiri.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut di atas. Dengan demikian mata pelajaran PKn meliputi ranah kognitif. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. sehingga membentuk kepribadian unik setiap manusia. Dalam menyajikan pelajaran. mandiri. bekerja keras.

Dalam penyampaian materi pelajaran guru masih menggunakan buku-buku sumber dan buku pelengkap sebagaa sumber belajar. Untuk pemahaman nilai dalam PKn. namun guru masih dominan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. 8. terdapat beberapa metode yang dapat dilaksanakan dan dikembangkan oleh guru di antaranya adalah: 1. sementara dalam pembelajaran PKn. 6. 3. 5. 4. Metode Permainan 11. Dalam proses pembelajaran PKn. 2. 9. guru belum semuanya melaksanakan pendekatan siswa aktif. 7. Metode Tugas 12. hasil akhir yang menjadi tujuan adalah pengembangan ranah apektif yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dan berkembang dalam tatanan kehidupan manusia Indonesia. dan peranan guru sebagai dinamisator belajar siswa belum diterapkan. dan dalam penyampaian bahan ajar kepada siswa belum digunakan media belajar yang lain. Metode Ceramah Metode Tanya Jawab Metode Diskusi Metode Karyawisata Metode Pemecahan Masalah Metode Pembinaan Nila Metode Simulasi Metode inkuiri Metode Bermain Peran 10.pembelajaran terdapat perbedaan tergantung dari ranah mana yang mendapat penekanan. Metode Drill (Depdikbud. 1996:50) .

Berdasarkan studi awal yang penulis lakukan pada guru Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.3 Tujuan dan Manfaat 1. Secara khusus tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah: .3. maka yang menjadi permasalahan yaitu. Metode yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar masih sebatas ceramah dan tanya jawab. 1.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian diri ? 2) Bagaimanakah cara melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.MajalengKA . 1) Bagaimana cara menyusun perencanaan pembelajaran PKn dengan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.1 Tujuan Secara umum tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran/informasi bagi guru PKn tentang pengaruh metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD. Dalam penelitian ini penulis akan mencobakan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri yang merupakan metode yang belum pernah dicobakan sebelumnya pada siswa. dalam mengajar guru belum mencobakan metode-metode yang direkomendasikan oleh Depdikbud di atas.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri ? 4) Bagaimanakah upaya mengatasi hambatan yang dialami siswa dalam pembelajaran PKn dengan metode inkuiri pada pokok bahasan Pengendalian Diri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka ? 1.2 Rumusaa Masalah Bertolak dari latar belakang di atas.MajalengkA pada pokok bahasan Pengendalian Diri ? 3) Bagaimanakah hasil pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.

Majalengka Pengendalian Diri. 4) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami murid dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Sebagai bahan masukan dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran PKn di Kelas VI. Sebagai bahan pertimbangan pemilihan metode yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran PKn di Kelas VI. Sebagai bahan informasi tentang pentingnya penyajian bahan pelajaran yang mengutamakan keterlibatan siswa. Bagi sekolah pada pokok bahasan .2 Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu : a. Pembelajaran akan lebih bermakna hagi siswa b.3.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. Melatih siswa berpikir kritis dalam pembelajaran. 2. c. 3. Bagi Guru l. 2) Untuk mengetahui cara-cara melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.MajalengkA pada pokok bahasan Pengendalian Diri. 3) Untuk mengetahui seberapa besar hasil pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.1) Untuk mengetahui cara-cara menyusun perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. 2. 1. 3. Dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Bagi Siswa 1.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri.

Mata pelajaran PKn diajarkan di Sekolah Menengah Pertama berdasarkan Kurikulum Yang Disempurnakan tahun 2004 ditambah dengan suplemen Kurikulum 2006 sebagai penyempurnaan dari Kurikulum 2004.-76).Dapat dipakai sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran PKn . adalah "Sebuah pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan atau masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya". menurut Depdikbud (1996. Pokok Bahasan Pengendalian Diri. 1.4 Definisi Operasional Metode inkuiri. Pembelajaran PKn menurut Kurikulum Yang Bisempurnakan (1994:130) adalah salah satu mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. merupakan salah satu pokok bahasan pelajaran PKn di Kelas VI SD pada semester 2 .

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian PKn Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang teridiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung persatuan bangsa dalam masyarakat yang beraneka ragam kebudayaan dan beraneka ragam kepentingan, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah dan mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No 2 Tahun 1989). Sedangkan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pengetahuan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalakan oleh bangsa dan negara (Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No 2 Tahun 1989). Di SD bahan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan aitekankan pada pengamalan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (SLTA). Berdasarkan Kurikulum 2004 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah "Mata pelajaran yyang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia". Untuk siswa SD nilai luhir dan moral tersebut diharapkan dapat diaplikasikan dalam wujud perilaku kehidupan sehari-hari siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota keluarga, anggota masayarakat dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di sini tampak bahwa PKn mempunyai aspek pokok berupa pengembangan dan pelestarian nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Nilai luhur budaya Indonesia sangat

beragam tergantung di daerah mana nilai itu berada. Benturan nilai vang berdasarkan budaya daerah yang satu dengan yang lainnya harus diketahui oleh siswa. Hal ini disebabkan nilai, budaya dan norma yang berlaku di satu daerah akan lain dengan nilai, budaya dan norma yang berlaku di daerah lain.

2.2 Pengertian Mata Petajaran PKn Kurikulum Pendidikan Dasar telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1443 tanggal 25 Februan 1993. Salah satu dari sebelas mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn banyak mengandung nilai-nilai pendidikan yang apabila diajarkan menurut cara yang tepat akan lebih bermakna bagi siswa dan akan diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, namun apabila diajarkan dengan cara yang salah, maka PKn hanya akan merupakan pelajaran yang bersifat hapalan belaka dan hasilnya kurang bermakna bagi siswa, karena siswa tidak akan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai anggota keluarga, anggota sekolah atau anggota masyarakat. Agar guru dapat memberikan materi pelajaran PKn dengan baik dan supaya hasilnya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari, sebaiknya guru mengajar dengan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan kondisi siswa tidak hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab atau tugas saja.

2.3 Fungsi Mata Pelajaran PKn Mata pelajaran PKn merupakan salah satu mata pelajaran yang ada dalam sistem kurikulum Pendidikan Dasar. Fungsi mata pelajaran PKn yang diajarkan di sekolah adalah agar dapat diaplikasikan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar (Depdikbud, 1994: 81), mata pelajaran PKn berfungsi untuk : l. Mengembangkan dan melestarikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

2. Mengembangkan dan membina siswa yang sadar akan hak dan kewajibannya, taat pada peraturan yang berlaku dan berbudi pekerti luhur. 3. Membina siswa agar memahami dan menyadari hubungan antar sesama anggota keluarga, sekolah, dan masyarakat serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari ketiga fungsi tersebut dapatlah disimpulkan bahwa mata pelajaran PKn akan memberikan arah berpikir yang kritis kepada para siswa terhadap masalah-masalah, gejala perilaku, dengan harapan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik pada waktu siswa masih menjadi seorang pelajar terlebih lagi ketika siswa menjadi anggota masyarakat.

2.4 Tujuan Mata Pelajaran PKn Tujuan yang akan dicapai dengan pembelajaran Mata pelajaran PKn di SD dengan proses belajar mengajar PKn adalah menanamkan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan kepada nilai-nilai Pancasila baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, dan memberikan bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan di SLTP.(Depdikbud, 1994:2) Tujuan tersebut di atas, dapat dicapai jika dalam proses belajar mengajar, guru dapat menciptakan suasana yang kondusif, di antaranya dengan menggunakan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa, dan hasil belajar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

2.5 Ruang Lingkup Materi PKn di Kelas VI Ruang lingkup mata pelajaran PKn perlu diketahui agar pada waktu memberikan materi kepada siswa, guru mempunyai batasan-batasan keluasan materi yang harus diajarkan. Hal ini dimaksudkan agar materi yang diajarkan di setiap kelas sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis siswa dan tingkat kesulitan materinya. Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar, (Depdikbud, 1994:2), ruang lingkup mata pelajaran PKn di Kelas VI meliputi: l. Nilai moral dan norma bangsa Indonesia serta perilaku yang diharapkan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Artinya pembahasan sebuah pokok bahasan. terdiri dari 12 pokok bahasan yang harus diajarkan kepada siswa selama 72 jam pelajaran.2. merupakan materi yang harus disampaikan kepada siswa di tingkat Sekolah Dasar. merupakan konsep dasar yang harus dikuasai oleh siswa secara kognitif dan psikomotor juga harus dapat dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari (apektif). Kehidupan ideologi. . dan keamanan di negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Uraian pokok bahasan tersebut sebagaimana tertulis pada tabel di bawah ini.6 Pokok Bahasan PKn di Kelas VI Berdasarkan Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 2004 terdapat 12 pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran. politik. Ruang lingkup tersebut diurai dalam beberapa pokok bahasan. Pokok bahasan pokok bahasan tersebut adalah nilai-nilai luhur Pancasila yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaan pembelajaran PKn pokok bahasan tersebut disesuaikan dengan daya nalar siswa Kelas VI. budaya. pertahanan. ekonomi. 2. sosial. Menurut Depdikbud. pokok bahasan mata pelajaran PKn Kelas VI untuk Semester I dan II. (2004:6) dalam KYD. Kedua ruang lingkup tersebut di atas.

Bhineka Tunggal Ika dalam 3. Keserasian 1) Memahami perlunya sikap hidup yang selaras. Persatuan dan membina persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Kesatuan 2) Membiasakan memelihara persatuan dan kesatuan dengan tidak mempertimbangkan perbeedaanperbedaan yang ada dalam pergaulan 1) Memahami perlunya sikap bijaksana dalam kehidupan 4. serta menikmati keindahan budaya dan alam sekitarnya 2. . dan lingkungan. Keindahan Uraian 1) Memahami perlunya rasa keindahan dalam kehidupan 2) Membiasakan untuk memelihara keindahan di rumah. serta dapat diterima oleh semua pihak 5. serasi dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari 2) Membiasakan belajar. 2) Membiasakan berperilaku menerima dan mempertimbangkan saran serta pendapat orang lain atas dasar penalaran 1) Memahami makna. sekolah. Lapang Dada 1) Menyadari perlunya sikap lapang dada dalam pergaulan sehari-hari . bekerja.Tabel 1 Materi PKn di Kelas VI Semes ter 1 Pokok Bahasan 1. serta menikmati kehidupan yang wajar sesuai dengan kemampuannya. dan berdoa secara seimbang. Kebijaksanaan senari-hari 2) Membiasakan bertindak cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah.

berbangsa.6. dan Diri bernegara 2) Membiasakan berperilaku sabar. Berjiwa Besar1) Menyadari perlunya sikap berjiwa besar dalam melaksanakan tugas dan kegiatan di keluarga. yang merugikan orang lain . di sekolah. dan di lingkungan masyarakat 2) Membiasakan melakukan sesuatu dengan rela untuk kepentingan orang lain tanpa pamrih 2 7. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan. Pengendalian1) Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. tidak cepat marah.

sekolah dan masyarakat 9. dan menghiraukan keadaan lingkungannya. bernegara dan berbangsa 2) Membiasakan hidup rukun dengan menjauhi hal-hal yang akan merusak hal tersebut 11. 10.sekolah dalam masyarakat. Harga Menghargai 2) Membiasakan perilaku untuk memajukan lingkungannya 1) Menyadari perlunya kesediaan untuk menghargai hasil karya orang lain 2) Membiasakan berperilaku memelihara dan memberikan pujian terhadap hasil karya orang lain Dalam uraian kedua belas materi yang terdapat dalam kurikulum untuk satu tahun terdapat hal yang substansial. Dengan demikian diharapkan siswa akan berperilaku sebagaimana nilai. 2. yaitu pertama siswa harus memahami atau menyadari dulu materi esensialnya.7 Pengendalian Diri di Kelas VI Pokok Bahasan Pengendalian Diri di Kelas VI. setelah itu kemudian siswa dibimbing untuk membiasakan diri terhadap materi tersebut. Pengabdian 1) Menyadari perlunya kesediaan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara 2) Membiasakan melakukan kegiatan untuk kepentingan keluarga.8.B terbagi menjadi dua uraian materi yaitu: . Kepedulian 1) Menyadari perlunya sikap tanggap (peduli) terhadap keadaan dan lingkungan masyarakat sekitarnya 2) Membiasakan berperilaku memperhatikan. Kerukunan 1) Menyadari perlunya kemauan untuk hidup rukun di keluarga. Cinta Tanah1) Menyadari perlunya cinta tanah airi Air 12. norma dan budaya Indonesia. mengindahkan.

berbangsa. 2) Membiasakan berperilaku sabar. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain (ranah apektif). perlu adanya kepaduan sikap antara orang tua. Oleh karean itu. tidak cukup hanya dengan metode ceramah karena PKn merupakan pembelajaran yang yang mengutamakan pada ranah apektif. Untuk pemahaman (kognitif) siswa dengan mudah dapat menghapalnya namun untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.8 Hakikat Pembelajaran PKn PKn adalah sebuah mata pelajaran yang terdiri dari pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan yang ditekankan pada pengamalan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. tidak cepat marah. artinya PKn tidak hanya berupa hapalan nilai-nilai Pancasila tapi juga merupakan proses pengamalan Pancasila sejak usia dini baik di lingkungan keluarga. Menurut Depdikbud. di rumah maupun di lingkungan masyarakat. 2. dan bernegara (ranah kognitif). atau bahkan dengan usaha tersebut permasalahan bukannya selesai malah menajadi bertambah besar. guru tidak bisa secara terus-menerus mengevaluasi perilaku siswa selama 24 jam. baik di sekolah.9 Metode dan Teknik Pembelajaran PKn Untuk mengajarkan PKn. terdapat beberapa metode dalam pembelajaran PKn di antaranya adalah: . 2. Proses untuk mendapatkan hasil pembelajaran PKn tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri.1) Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu diperlukan metode dan teknik yang sesuai dengan materi yang akan dibahas dan sesuai dengan tingkatan kelas. Dalam memecahkan satu masalah seorang warganegara sering mengambil sikap tertentu yang memungkinkan usaha tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan. di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. (1996:50). masyarakat dan guru agar siswa benar-benar mengaplikasikan nilai yang telah dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.

tingkah laku dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. dan penarikan kesimpulan. adalah suatu kunjungan yang direncanakan kepada suatu obyek tertentu untuk dipelajari atau sebagai alat bantu dalam hal memahami suatu gagasan atau sebagai alat untuk memperoleh informasi yang diperlukan. digunakan untuk memperoleh atau menemukan pengertian dan menanamkan nilai tertentu. merupakan metode bermain peran atau pura-pura. g) Metode Simulasi. metode ini digunakan untuk menentukan nilai-nilai yang akan dipilih siswa terutama pada proses pengambilan nilai. bahkan dewasa ini proses belajar mengajar di sekolah masih didominasi oleh metode ceramah. Metode ini biasanya dianggap sebagai metode yang memiliki kadar CBSA sangat rendah. Dimulai dengan perumusan masalah. pengumpulan data. suaru kegiatan tukar menukar gagasan atau pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan untuk memperoleh kesamaan pendapat d) Metode Karyawisata. j) Metode Permainan/Game. metode ini digunakan dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa dan atau sebaliknya secara lisan dan tertulis c) Metode Diskusi. k) Metode Tugas. f) Metode/Teknik Pembinaan Nilai. i) Metode Bermain Peraru/Sosio Drama merupakan bentuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan perasaan.a) Metode Ceramah adalah suatu penyampaian bahan pelajaran dengan lisan. h) Metode Inkuiri digunakan dalam proses belajar mengajar yang mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan/masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya. dilakukan guru dengan memberikan tugas/pekerjaan kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggungjawabkan . kemudian diikuti dengan kegiatan-kegiatan observasi. sudut pandang dan cara berpikir oerang lain. Namun pada kenyataannya seorang guru tidak mungkin meninggalkan metode ini sepenuhnya. sikap. dengan tujuna untuk menghayati perasaan. b) Metode Tanya Jawab. e) Metode Pemecahan Masalah adalah suatu cara memahami konsep-konsep ilmiah melalui kegiatan seperti seorang ilmuwan memecahkan masalah.

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan". 2. adalah baik. tergantung dari materi dan kesiapan guru serta siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar.l) Metode Drill/Latihan Siap. Dalam pelaksanaan model inkuiri yang lebih diutamakan adalah keterlibatan siswa secara penuh daripada kegiatan gurunya. karena pembelajaran PKn l.1 Pengertian Metode Inkuiri Menurut Webster's New Collegiate Dictionary dalam Iskandar. Materi merupakan nilai yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari 2. karakteristik Inkuiri yaitu sebagai berikut: .10. Siswa merasa tertantang untuk memecahkan sebuah persoalan 3. Salahsatu metode yang dianggap tepat dan dominan dalam menyampaikan materi PKn di Kelas VI adalah metode memecahkan masalah dengan teknik inkuiri.10 Metode Inkuiri 2. Pembelajaran lebih efisien dan efektif 2. Sedangkan Peaget dalam Iskandar.2 Karakteristik Metode Inkuiri Menurut Kuslan dan Stone dalam Iskandar. (1997:68) kata inkuiri (enquiry) berarti "pertanyaan atau penyelidikan". sangat cocok untuk pembiasaan tingkah laku penguasaan materi terutama tingkah laku yang baik Pada dasarnya dari keduabelas metode yang diuraikan di atas. Siswa dapat menemukan sendiri jawabannya. Penulis menganggap demikian. 4. (1997:68) mengatakan bahwa "Pendekatan enquiry sebagai pendidikan yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri.10. Konsep nilai yang ditanamkan akan diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari 5. (1997:68).

melakukan eksperimen. membaca dan menggunakan sumber-sumber lain 9. Melihat karakteristik-karakteristik di atas. Semua usul dinilai bersama. terbuka. penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran PKn khususnya di Kelas VI dengan menggunakan teknik inkuiri dapat mengembangkan beberapa sikap yaitu: sikap objektif. Suatu masalah ditentukan. mengadakan pengamatan. dan tidak ada dalam buku pelajaran Buku-buku petunjuk yang dipilih berisi pertanyaan-pertanyaan dan saran-saran untuk menentukan jawaban. 8. ingin tahu. lalu dipersempit hingga terlihat kemungkinan masalah itu dapat diperolen oleh murid 7. karena model ini lebih menekankan pada pencarian pengetahuan daripada pemerolehan pengetahuan yang pada akhirnya akan membentuk . Murid-murid melakukan penelitian. secara individu atau kelompok untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menguji hipotesa 11. 3. dan bertanggungjawab. Hipotesa dirumuskan oleh murid-murid Murid-murid mengusulkan cara mengumpulkan data. serta betulkah kesimpulan kita ini 6. Murid-murid bersemangat sekali untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri 5. lalu ditentukan pula asumsi-asumsi. Menggunakan keterampilan-keterampilan proses Tidak ada keharusan untuk menyelesaikan unit tertentu dalam waktu tertentu Jawaban jawaban yang dicari tidak diketahui lebir dulu. bukan memberikan jawaban 4. Proses pembelajaran berpusat pada pertanyaan-pertanyaan mengapa dan hagaimana kita mengetahui. keterlibatan-keterlibatan dan kesukaran-kesukaran 10.l. Juga diusahakan untuk memberikan penjelasan-penjelasan secara ilmiah. Murid-murid mengolah data dan mereka sampai pada kesimpulan sementara. 2.

Generalization . wawancara dengan nara sumber. 6. adalah sebagai berikut: 1. atau hipotesis. bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu. prosedur yang harus ditempuh dalam penerapan metode inkuiri menurut Liliasari dalam Iskandar (1997:69). Problem statement Siswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasil:an berbagai masalah. Verification/pembuktian Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran. apakah terjawab atau tidak . observasi dan sebagainya semua diolah. Permasalahan yang dipilih selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. Data procesing Semua informasi hasil bacaan.3 Prosedur Metode Inkuiri Setiap model atau sistem belajar mempunyai cara/langkah kegiatan yang berbeda-beda. yakni pernyataan (statemen) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan 3. ditabulasikan. atau informasi yang ada. Simulation Guru mulai bertanya dengan mengajukan persoalan. atau menyuruh siswa membaca atau mendengarkan uraian yang membuat permasalahan 2. membaca literatur. diklasifikasikan. melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. apakah terbukti atau tidak. 5. 2. Data collection Untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis ini.pribadi yang baik dan siswa dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara membiasakan diri. wawancara. diacak.10. 4. pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek. siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan.

Berdasarkan hasil pembuktian tadi. mampu mengatasi hambatan serta kesulitan hingga la dapat mencapai prestasinya dengan mengembangkan dirinya secara optimal di dalam menempuh proses belajar" 2. . Kelima karakteristik tersebut dapat dimulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuju kepada kesimpulan. Masalah yang akan dicari pemecahannya 3. Bimbingan yang berupa pertanyaan tersebut dimaksudkan agar dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensi secara optimal serta membantu menghindari kegagalan siswa dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil eksperimennya. Pelaksanaan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn dapat dilaksanakan dengan 5 karakteristik sebagai berikut. 1. seperti yang dikemukakan oleh Syamsudin. Pertanyaan yang diajukan guru memegang peranan penting dalam menerapkan model ini.4 Kekuatan dan Kelemahan Metade Inkuiri Setiap metode mempunyai kekurangan dan kelebihan. siswa belajar menarik kesimpulan atau generalisasi tertentu. Perumusan masalah 4. karena itu dianjurkan agar guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang meminta siswa berpikir tinggi. Kesimpulan yang diperoleh sebagai hasil penyelidikan.(1985:96) "Bimbingan dalam belajar difokuskan kepada permasalahan tentang bagaimana caranya agar anak terhindar dari kegagalan. mudah ditransfer untuk memecahkan masalah. Pencarian pemecahan 5. Kekuatan dan kelemahan metode inkuiri menurut Djamarah dan Zain (1997:23) yaitu sebagai berikut: Kekuatan inkuiri a) Hasil belajar dengan cara ini lebih mudah dihapalkan dan diingat. Situasi yang menyediakan stimulus untuk enquiry 2.10. Begitu pula dengan metode inkuiri.

. a) Memakan waktu yang cukup banyak. karena siswa dapat merasa atas penggunaannya sendiri. sehingga tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai.b) Pengetahuan dan kecakapan anak didik bersangkutan lebih jauh dapat menumbuhkan motivasi intrinsik. apabila pelaksanaan metode inkuiri mengikuti prosedur yang direncanakan maka diharapkan. Berdasarkan uraian di atas. b) Kalau kurang terpimpin atau kurang terarah dapat menjurus kepada kekacauan dan kekaburan materi yang dipelajari. hasil pembelajaran bisa meningkat dan lebih bermakna bagi siswa. Sebaliknya apabila guru kurang terampil dalam memberikan bimbingan (berupa pertanyaan-pertanyaan) proses pembelajaran tidak akan berhasil. Kelemahan inkuiri.

BAB III DATA DAN PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Teknik Pengumpulan Data 3.1.1 Teknik Observasi Objek yang akan diteliti atau diobservasi merupakan data yang sangat penting dalam penelitian penerapan metode inkuiri adalah siswa Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka , dengan jumlah siswa 30 orang terdiri atas 14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Observasi yang dilakukan meliputi: l. Minat siswa terhadap mata pelajaran PKn 2. Keaktifan dalam belajar 3. Menjawab pertanyaan 4. Memberikan pendapat 5. Memberikan tanggapan terhadap pendapat orang lain 6. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 7. Motivasi dalam mengerjakan tugas Ketujuh hal tersebut di atas diobservasi oleh penulis pada saat berlangsungnya proses pembelajaran PKn. 3.1.2 Teknik Tes Untuk memperoleh data yang akan diolah dan dianalisis diperlukan alat atau instrumen pengumpulan data yang lain selain observasi yang dilakukan, untuk itu penulis mengadakan pengetesan. Pengetesan dilaksanakan pada waktu penulis mengadakan pembelajaran PKn di Kelas VI pada pokok

bahasan Pengendalain Diri. Untuk memperoleh data ini penulis melakukan pengetesan sebanyak dua kali, yaitu : a) Tes yang ke-1 dilakukan sebelum siswa mendapat materi pokok bahasan tersebut dengar. tidak menggunakan metode inkuiri b) Tes yang ke-2 dilakukan setelah siswa mendapat materi pokok bahasan tersebut dengan menggunakan metode inkuiri Tujuan diadakan dua kali pengetesan yaitu untuk mengetahui sejauh mana perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi tersebut, antara menggunakan metode inkuiri dengan yang tidak menggunakan metode inkuiri. Sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2 Hasil pree tes dan pos tes
No. Nomor Induk Siswa Pree Tes Pos Tes Ket.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

6 5 5 5 5 5 8 7 8 5 5 7 7 6 5 4 5 5 5 6 7 5 6 7

6 6 8 8 9 7 8 8 8 8 7 9 8 7 7 7 7 6 7 8 8 7 8 8

25 26 27 28 29 30
Jumlah Rata-rata

6 5 5 6 4 5
170 5,696

7 7 7 8 6 7
222 7,457

Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2008 3.1.3 Teknik Wawancara Selain menggunakan teknik observasi dan teknik tes dalam penulisan ini, penulis menggunakan teknik wawancara. Tujuan pelaksanaan wawancara tersebut untuk memperoleh data tentang kesan dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran PKn yang menggunakan metode inkuiri dengan yang tidak menggunakan metode inkuiri. Dengan demikian selain data tes hasil belajar siswa, peneliti juga daput mengetahui efektif atau tidaknya pembelajaran PKn dengan metode inkuiri.

3.2 Deskripsi Data Data penelitian yang diperoleh di lapangan berdasarkan proses pembelajaran yang dilakukan. Prases untuk memperaleh data yang akurat diawali dengan pembuatan perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri. Pembuatan perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri dimaksudkan sebagai satu alternatif pembelajaran PKn yang dapat memberikan kontribusi bagi keaktifan siswa secara penuh. Agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dengan tingkat kesalahan minimal, maka penelitian dilakukan dengan hati-hati, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

3.2.1 Data Proses Data yang didapat selama proses pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri, dimulai dengan mengamati perilaku siswa pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran berlangsung, dan ketika pembelajaran berakhir. Data-data ini terdiri dari perilaku siswa baik yang berupa minat belajar siswa, aktivaas siswa pada saat pembelajaran, pemahaman siswa akan materi

dan hambatan-hambatan yang ditemukan baik pada saat perencanaan.2. Data-data dimaksud kemudian dianalisis sesuai dengan teori yang dikemukakan pada Bab II. Guru mempersiapkan bahan pelajaran tentang pengendalian diri melalui proses inkuiri sehingga siswa dapat menyebutkan pengertian pengendalian diri dalam keluarga. Guru mempersiapkan bahan tes tentang pengendalian diri 3. dan bernegara . Guru mempersiapkan penjelasan langkah-langkah kegiatan proses pembelajaran dengan metode inkuiri 4. Persiapan Pembelajaran l. Jika tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan. pelaksanaan dan penilaian. maka ketidaksesuaian tersebut dicari penyebab dan solusinya. Guru merumuskan masalah pengendalian diri sebagai topik pembahasan dengan metode inkuiri untuk mengembangkan perbuatan luhur yangmencerminkan kematangan mental dan porilaku 2.pembelajaran.1 Model Rencana Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Inkuiri A.1. Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. sekolah dan lingkungan masyarakat dan memahami dan menjelaskan pentingnya pengendalian diri sehingga siswa bersedia menahan diri bila menghadapi masalah. B. 3. berbangsa. PERSIAPAN MENGAJAR Pokok Bahasan : Pengendalian Diri Kelas/Semester : V/ 2 Waktu : 2 x 40 menit Tujuan Pembelajaraa Umum 1.

Membiasakan berperilaku sabar. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghormati dan menghargai hak-hak arang lain di sekitar kita 5. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain Tujuan Pembelajarau Khusus 1. menyiapkan media. alat peraga dan bahan yang diperlukan . tidak cepat marah. Pencarian pemecahan masalah a.2. Stimulus Guru memberikan tes pendahuluan sebagaimana yang telah dipersiapkan. Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri tidak memaksakan kehendak kepada orang lain 4. Perumusan Masalah Bagaimana cara mengendalikan diri di rumah ? Bagaimana cara mengendalikan diri di sekolah ? Bagaimana cara mengendalikan diri di lingkungan masyarakat D. Langkah-langkah Pembelajaran A. Siswa menjawab pertanyaan dengan menyatakan benar atau salah B. C. Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri dari perilaku yang kurang baik 2. Masalah yang akan dicari pemecahannya Guru memberikan penjelasan tentang topik pembelajaran yaitu Pengendalian Diri yang akan dibahas dan dicari jawabannya/dipecahkan masalahnya melalui metode inkuiri. Melalui metode inkuiri siswa dapat memelihara benda/fasilitas untuk kepentingan bersama/umum C. Melalui metode inkuiri siswa dapat membuat kesimpulan tentang perlunya bersikap rendah hati sebagai wujud pengendalian diri yang baik 6. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghindari perbuatan yang merugikan orang lain 3.

(sebagai stimulus dalam merangsang siswa untuk dapat memecahkan masalah) E.1. Guru mengarahkan perhatian siswa pada keadaan anggota keluarga di rumah yang mempunyai kepentingan yang tidak sama.b.2. keadaan di lingkungan masyarakat yang bersifat heterogen c. Kesimpulan Siswa dapat memahami pentingnya sikaap pengendalian diri di rumah.2 Pelaksanaan Model Inkuiri a. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang diajukan menuju kepada kesimpulan akhir. di sekolah dan di lingkungan masyarakat 3. siswa dibagi menjadi 4 kelompok b. guru memberikan stimulus (memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab oleh siswa secara lisan atau tertulis) • Mengapa terjadi pertengkaran kecil di rumah Adi? • Jawaban Siswa : Karena acara yang ditonton oleh Adi sangat bagus (Imas Yuliani) • Karena lbunya tidak suka pada acara anak-anak (Hedi Riyana) • Karena kakak Adi sedang sakit (Laeli) • Bagaimana agar tidak terjadi pertengkaran seperti di atas? Jawaban siswa : • Suara TVnya jangan terlalu besar (Meti) • Adi sebaiknya tidak nonton TV tapi menghapal pelajaran (Ninik) • Deden bagaimana menurut pendapatmu? • Deden tidak menjawab . Setalah siswa diberi kesempatan bertukar pikiran dengan teman sekelompoknya. teman di sekolah yang berbeda karakter dan sifatnya. tiap kelompok mendapat lembar kerja yang berisi permasalahan yang harus dipecahkan c.

lalu bertanya "Apakah tindakan Adi merupakan pengendalian diri ? Jawaban Siswa • Ya (Alfina ) Bagaimana cara pengendalian diri di rumah ? Jawaban Siswa • Harus bisa melihat apakah perbuatan kita merugikan orang lain atau tidak. • Siswa mengisi lembar kerja siswa • Kelompok 1 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Kelompok 2 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Kelompok 3 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar . kemudian memberikan bimbingan kepada siswa untuk mendapatkan kesimpulan pelajaran • Siswa melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri.Jawaban siswa • Harusnya Adi tidak menonton TV karena kakaknya sedang sakit (Alfina) • Saya setuju dengan pendapat Alfina (Astri) • Guru memperlihatkan gambar Adi sedang bertengkar dengan kakaknya kemudian bertanya pada siswa: • Mengapa Adi dan kakaknya bertindak seperti itu ? Jawaban siswa • Karena kakaknya tidak mau mengalah (Alfina ) • Guru bercerita bahwa Adi tidak menontan TV karena kakaknya sakit. Jika merugikan maka perbuatan itu jangan dilakukan karena orang lain akan rugi (Alfina) • Guru bercerita tentang pengendalian diri di sekolah dengan perrnasalahannya kemudian memberikan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk sampai pada kesimpulan • Guru bercerita tentang permasalahan yang ada di masyarakat.

Tanpa pengendalian diri yang terlatih dari sejak usia dini kita cenderung menyelesaikan masalah dengan emosi dan hal ini merupakan faktor utama yang pertengkaran yang menuju kepada perpecahan.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. Melalui alat peraga yang telah disediakan.2 Data Hasil Penerapan metode inkuiri pada pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.2. tampak bahwa setiap siswa ingin menanggapai peristiwa yang terjadi dalam gambar sehingga pembelajaran tampak lebih hidup. Hal ini terbukti dari hasil rata-rata nilai sesudah dilaksanakan metode inkuiri sebesar 7. Pada awal pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri perhatian siswa sudah menunjukkan respon yang positif. Dengan adanya bimbingan guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan akhirnya siswa dapat menemukan konsep akhir berupa kesimpulan dari hasil belajarnya.46 sedangkan sebelumnya nilai rata-rata hanya mencapai 5. sehingga proses pembelajaran dapat menggairahkan siswa. Yaitu bahwa Pengendalian diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Siswa berdiskusi dengan teman sekelompaknya untuk memecahkan permasalahan yang diajukan penulis. Guru mengadakan evaluasi 3.7. Pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri lebih efektif karena siswa dilibatkan secara aktif. apalagi sewaktu siswa menjawab pertanyaan-peitanyaan guru yang berhubungan dengan Pengendalian Diri. Siswa lebih antusias dan merasa tertantang untuk mencari dan menemukan jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang diajukan guru.• Kelompok 4 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Beberapa siswa memberikan komentar terhadap jawaban dari kelompok lain • Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan hasil diskusi Hasil Diskusi : • Pengendalian diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Tanpa pengendalian diri yang terlatih dari sejak usia dini kita cenderung . mendapatkan hasil belajar yang baik.

46. terdapat data lain yang berupa hasil wawancara tentang kesan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. Hasil wawancara dengan siswa mendapat tanggapan yang positif Dengan menggunakan metode inkuiri siswa lebih bergairah untuk belajar. sedangkan sebanyak 14 siswa (43. Sebanyak 16 siswa (56. Keberhasilan penerapan metode ini tidak terlepas dari prosedur perencanaan yang telah disusun penulis dalam menerapkan metode inkuiri tersebut. Hasil evaluasi pada akhir pembelajaran lebih tinggi dibanding sebelum menggunakan metode inkuiri. Selain data yang dihasilkan dari tes. pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri dapat membangkitkan motivasi siswa. terdapat selisih nilai sebesar 1.3 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan guru yaitu mulai dari awal pembelajaran termasuk kesiapan siswa untuk belajar sampai akhir pembelajaran yang berupa tes akhir dan kesan (tanggapan) siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.7 sedangkan sesudah menggunakan metode inkuiri meningkat menjadi 7.menyelesaikan masalah dengan emosi dari hal ini merupakan faktor utama yang pertengkaran yang menuju kepada perpecahan. Pada tahap akhir pembelajaran guru mengadakan evaluasi dan wawancara dengan siswa.5%) mengatakan bahwa pembelajaran terkesan sama saja dengan menggunakan metode inkuiri ataupun metode lain.76. Nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan metode inkuiri 5. Dalam proses evaluasi ini guru tidak hanya mengevaluasi hasil belajar saja melainkan proses belajar juga dievaluasi termasuk minat siswa melalui observasi dan wawancara.2. Dari hasil observasi itulah guru dapat menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan efektiftas dan efisiensi pembelajaran PKn di antaranya melalui metode inkuiri 3.3 Pembahasan Masalah . 3.5%) mengakui bahwa belajar dengan menggunakan metode inkuiri sangat menarik dan dapat cepat dipahami.

sehingga siswa merasa tertantang untuk aktif mencari dan menemukan kesimpulan dari hasil diskusi dan pengematan terhadap media pelajaran berupa gambar 2. Hal ini sesuai dengan pendapat Zain (1997:22). Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka . Pertanyaan dari guru memegang peranan penting dalam menerapkan metode ini. Dari data tersebut dapat diinterpretasikan yang menghasilkan deskripsi sebagai berikut : l. Siswa lebih antusias dan bergairah karena merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran.Majalengka Kab. dapat mencapai prestasinya dengan mengembangkan dirinya sendiri secara optimal dalam menempuh proses belajar". Dengan menggunakan metode ini siswa bebas mengungkapkan pendapatnya dalam memecahkan masalah yang telah ditetapkan. . Dengan adanya bimbingan dari guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan selama siswa mengamati peristiwa yang terjadi pada gambar. Pembahasan dalam menerapkan metode inkuiri dalam pembelaiaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. ternyata dapat menarik minat siswa. "Enquiry adalah belaiar mencari dan menemukan sendiri. tetapi siswa diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri dengan menggunakan teknik pendekatan masalah". Hal ini bisa dilihat sewaktu siswa menjawab pertanyaan guru dan ketika siswa melakukan diskusi. Pembelajaran PKn yang disajikan dengan cara melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) sangat menarik bagi siswa. Bimbingan guru yang berupa pertanyaan tersebut dimaksudkan agar dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan membantu menghiri dari kegagalan dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatannya. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Syamsudin (1985:95): "Bimbingan dalam belajar difokuskan kepada permasalahan tentang bagaimana caranya agar anak dapat terhindar dari kegagalan. karena itu dianjurkan agar guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut siswa berpikir tinggi. Dalam sistem belajar ini guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuk final.Pembahasan ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan sebagaimana yang telah dikemukakan pada BAB I. Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri dikembangkan atas dasar hasil temuan data yang dikaitkan dengan konsep dan teori yang relevan. akhirnya siswa dapat menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatannya. mampu mengatasi hambatan-hambatan serta kesulitan hingga la.

tetapi dalam mengajarkan PKn harus menggunakan metode-metode yang lain yang sesuai dengan pokok bahasan. 3.68). Jadi untuk mendapatkan basil belajar yang lebih baik di dalam pembelajaran PKn hendaknya guru jangan hanya menggunakan metode ceramah saja. .Majalengka Kab. Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri sangat berpengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh. evaluasi permbelajaran PKn yang menggunakan metode inkuiri rata-rata nilainya lebih tingggi (7.48) dari pada yang tidak menggunakan metode inkuiri (5. Tampak bahwa penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Berdasarkan pendapat di atas apabila guru kurang terampil di dalam memberikan bimbingan (mengajukan pertanyaan-pertanyaan) maka akan menjurus kepada kerancuan atau kekeliruan materi yang dipelajari.

7). pertanyaan-pertanyaan yang mengacu kepada kesimpulan. Melengkapi alat/media untuk pelaksanaan metode inkuiri. Penyusunan perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dimulai dengan persiapan yang matang uang meliputi pokok bahasan. maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. b.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Kesimpulan Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang diperoleh dalam menerapkan metode inkuiri. media. llal ini terbukti dan nilai rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi (7. Hasil belajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih baik dibanding dengan tidak menggunakan metode inkuiri.46) daripada nilai tes siswa sebelum menggunakan metode inkoiri (5. Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri lebih menarik minat siswa. dan lembar kerja siswa. alat peraga. Dengan adanya bimbingan dari guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan selama siswa melakukan pengamatan. 4. . karena merasa dilibatkan di dalam proses pembelajaran. 3. dapat mendorong siswa untuk menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Cara mengatasi hambatan-hambatan siswa dalam proses belajar menjaja.1. siswa lebih antusias dan lebih bergairah dalam belajar. PKn khusus pokok bahasan Pengendalian Diri dengan cara : a. Hal ini bisa dilihat sewaktu siswa melakukan pengamatan gambar dan pembacaan wacana. 2. Menambah alokasi waktu dengan cara mengurangi alokasi waktu pokok bahasan yang ruang lingkupnya tidak terlalu luas.

Alokasi waktu untuk pokok bahasan pengendalian Diri perlu ditambah sesuai kebutuhan dengan cara mengambil dari pokok bahasan lain yang ruang lingkupnya tidak terlalu luas 2. . Dengan menggunakan metode inkuri siswa menjadi tertantang dan aktif menjawab setiap pertanyaan guru. Sebaiknya dalam mengajarkan PKn menggunakan berbagai metode. 4. Bagi siswa Hendaknya dalam menerima pelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri diikuti dengan sebaikbaiknya.2 Saran Melalui penelitian ini. pendekatan dan teknik yang beragam. baik berupa gambar atau alat elektronik lain yang dapat memutar film. karena bersifat menanamkan nilai. diusahakan sehari sebelumnya siswa membaca terlebih dahulu pokok bahasan yang akan diajarkan. antara lain: 1. 3. khususnya mata pelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Bagi sekolah Hendaknya sarana untuk pembelajaran PKn agar dilengkapi. hendaknya pemilihan guru Mata pelajaran PKn yang dapat menjadi panutan siswa dalam berperilaku.4. c. Majalengka . Bagi Pemerintah Dalam pembelajaran PKn. hal ini berguna untuk menambah semangat belajar dan dapat menunjang lancarnya proses pembelajaran. penults merasa perlu menyampaikan saran-saran sebagai bahan untuk dijadikan kajian dan pertimbangan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Bagi Guru a.

Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud -------. Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1997. Dyah. PKn. Startegi Belajar Mengajar. Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah Untuk Angka Kredit Guru . Bandung: Siger Tengah . 1996. 1999. Tabrani. Materi Latihan Kerja Guru PKn. dkk. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Depdikbud. Gunawan. 2002.---. 1992. 1998.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Suplemen Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud -----------1999. Penuntun Belajar Yang Sukses. 1994. BS dan Azwan Zain. Peningkatan Mutu Proses Belajar Mengajar Di Sekolah Menengahr. Jakarta: Depdikbud Adnan. Djauzak. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Kelas VI Sekolah Menengah. Jakarta: PT Rineka Cipta Engkoswara. Jakarta. Depdikbud Djamariah. 1996. Pedoman Pelaksanaan PBM di SD. Bandung : Remaja Rosda Karya Rusyan. Warsito. Gorys. Flores: Nusa Indah Moleong. 1996. Komposisi. Jakarta: Tim Penatar PKn Undang. Bandung: Penerbit Nine Karya Jaya Sri Wilujeung. 1996. 1994. 2003. Bandung: Karangsewu Keraf. Jakarta: Depdikbud -----------. Perangkat Pembelajaran PKn SD.

5.Lampiran-lampiran PERSIAPAN MENGAJAR Mata Pelajaran Kelas Semester Pokok Bahasan : PKn : VI : 2 (dua) : Pengendalian Diri I. 2. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghormati dan menghargai hak-hak orang lain di sekitar kita Melalui metode inkuiri siswa dapat membuat kesimpulan tentang perlunya bersikap rendah hati sebagai wujud pengendalian diri yang baik 6. Pengertian Pengendalian Diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. 3. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri dari perilaku yang kurang baik Melalui metode inkuiri siswa dapat menghindari perbuatan yang merugikan orang lain Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri tidak memaksakan kehendak kepada orang lain 4. tidak cepat marah. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. MATERI PELAJARAN a. 1. Membiasakan berperilaku sabar. 1. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain II. berbangsa. Melalui metode inkuiri siswa dapat memelihara benda/fasilitas untuk kepentingan bersama/umum III. dan bernegara 2. .

tidak memaksakan kehendaknya sendiri. Keluarganya menderita Cara herperilaku mengendalikan diri Sabar dan tenang dalam menghadapi masalah dengan orang lain Berbicara dengan kata yang sopan dan nada berbicara yang enak didengar Menjaga sopan santun dalam setiap tingkah lakunya Tidak merusak barang orang lain Jika meminjam barang orang lain harus dikembalikan tepat pada waktunya Mengendaliakn diri di rumah. 1) 2) 3) 4) 5) f. dan permusuhan. Di lingkungan masyarakat tidak main hakim sendiri ketika ada pencuri yang tertangkap Manfaat Pengendalian Diri Terhindar dari perbuatan yang merugikan orang lain Terbina kerukunan dalam keluarga dengan teman sekolah dan dengan siapa saja Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan Akibat yang timbul jika tidak bisda mengendalikan diri Terjadi keonaran. 1) 2) 3) d. kerusuhan. agar diterima oleh anggota kelompok diskusi.b. IV. 3) e. ALAT DAN BAHAN BELAJAR MENGAJAR Alat Peraga: Gambar peristiwa tidak dapat mengendalikan diri . Tidak mempunyai teman. pertengkaran. di sekolah. 1) 2) 3) e. 1) 2) Contoh Pengendalian Diri: Di rumah. di lingkungan masyarakat sangat perlu ditanamkan sejak dini dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. karena ada angota keluarga yang sedang sakit. mengalah tidak menonton TV. karena teman menjauhi akibat sikapnya yang pemarah. Di sekolah ketika diskusi siswa harus dapat menahan diri.

. dan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk menemukan kesimpulan. Guru memberikan pengayaan EVALUASI Prosedur : Tes proses B. 1.. 1) 2) 3) 2. 1) 2) 3) VI A. Tutur kata yang baik dan raut muka yang ramah akan menimbulkan ... Alat Tes : Soal-soal Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. 1) 2) 3) 4) 5) KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Kegiatan Awal (10 menit) siswa dibagi menjadi 4 kelompok. 6) 3. Jenis tes : Tes tertulis C. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya Kegiatan akhir (10 menit) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pelajaran Guru mengadakan evaluasi. satu kelompok terdiri dari 10 orang tiap kelompok mendapat masalah yang harus dipecahkan guru memberikan stimulus (memberikan pertanyaan-pertanyaan) Kegiatan Inti (60 menit) Setiap kelompok dibagi LKS Guru menjelaskan cara pengisian LKS Siswa melakukan pengamatan di bawah bimbingan guru Siswa mendapat pertanyaan-pertanyaan baik secara kelompok ataupun individu Pertanyan-pertanyaan dari guru berhubungan dengan materi pengendalian diri.V.

.... 10.. .. 3.. Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat . Pengendalian din untuk menekan sifat yang buruk misalnya . . menjaga keamanan dan keutuhan fa-ilitas umum adalah tanggung jawab Pengendalian diri harus berasal dari. Apabila pemiliknya tidak bersedia meminjamkan barangnya sebaiknya kita. Dalam berselisih pendapat tidak perlu ditunjukkan rasa permusuhan karena hal itu akan mengakibatkan orang lain ...... 9. Apabila orang kaya tidak bisa mengendalikan diri akan terjadi ... 4... 6. 8.....2. 7. Berkata tidak sopan pada oranbg lain akan mengakibatkan . 5... salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan diri apabila mempunyai masalah adalah . .

Adi bersikeras menonton TV dengan suara yang keras. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah di atas ? Jawab : SELAMAT BEKERJA . Antara Ibu Adi dan Adi terjadi pertengakaran kecil saling menyalahkan dan melarang. karena acara TV tersebut merupakan acara yang paling digemari oleh anak-anak dan Adi tidak ingin ketinggalan. Adi takut dikatai anak tidak gaul oleh teman-temannya di sekolah.Lembar Kerja Siswa Kakak Adi sedang sakit. Ibu Adi melarang Adi menonton TV karena akan mengganggu Kakaknya. namun Adi sangat ingin menonton TV. Masalahnya 1. Apa pendupatmu tentang sikap Adi ? 2.

PKn termasuk mata pelajaran yang sulit? Apakah menurut pendapat Bapak/Ibu materi pelajaran PKn yang ada di SD sesuai dengan tingkat intelegensi anak SD ? Apakah dapat diserap oleh siswa SD ? 3. menurut pendapat dan pengalaman Bapak/Ibu apakah ada lagi cara yang lainnya ? 7. 9. 2.PEDOMAN WAWANCARA A. 1. Untuk mengatasi kesulitan tersebut apa yang Bapak/Ibu lakukan ? Apakah dengan cara seperti itu sikap siswa menjadi lebih baik ? Selain cara seperti yang Bapak/Ibu lakukan di atas. 6. Apakah Bapak/Ibu sudah mencoba cara tersebut ? Dan bagaimana hasilnya ? Menurut pendapat Bapak/Ibu apakah model dan alat peraga yang ada di SD memadai untuk pembelajaran PKn. Untuk guru Apakah menurut pendapat Bapak/Ibu. Apa yang Ibu lakukan agar siswa menyenangi pelajaran PKn ? . Apakah sikap siswa dalam berperilaku sudah sesuai dengan tuntutan nilai yang terdapat dalam mata pelajaran PKn ? 4. Bagaimana jalan keluar yang Bapak/Ibu lakukan untuk mengatasi kekurangan alat peraga tersebut ? 10. 8. 5.

2. l.B. Untuk murid Kelas VI Menurut pendapatmu apakah pelajaran PKn sulit ? Apakah materi pelajaran PKn terlalu banyak ? Setelah kamu melihat materi pelajaran yang ada pada buku PKn. 7. Apakah kamu selalu menerapkan nilai-nilai yang ada dalam mata pelajaran PKn dalam kehidupanmu sehari-hari ? 5. Apakah materi pelajaran PKn sulit ? Apakah materi Pengendalian Diri termasuk materi yang sulit ? Mengapa demikian ? Apa yang kalian inginkan dari materi pelajaran PKn? . materi manakah yang paling menarik menurut pendapatmu ? 4. 8. 3. 6.

.

Dalam berselisih pendapat tidak perlu ditunjukkan rasa permusuhan karena hal itu akan mengakibatkan orang lain . Berkata tidak sopan pada oranbg lain akan mengakibatkan .. 9.. 8....... salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan diri apabila mempunyai masalah adalah ...... 6... Apabila pemiliknya tidak bersedia meminjamkan barangnya sebaiknya kita.. Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat . Pengendalian din untuk menekan sifat yang buruk misalnya .... : ...... 10.. .. Tutur kata yang baik dan raut muka yang ramah akan menimbulkan .. 4.... Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1... 2. 3....LEMBAR JAWABAN Nama Kelas : .. 7.... . 5. Jawab : ........... Apabila orang kaya tidak bisa mengendalikan diri akan terjadi ... menjaga keamanan dan keutuhan fa-ilitas umum adalah tanggung jawab Pengendalian diri harus berasal dari........

Masalahnya 1. Adi bersikeras menonton TV dengan suara yang keras. 2011 oleh serumpunilmu21 BAB I PENDAHULUAN A. karena acara TV tersebut merupakan acara yang paling digemari oleh anak-anak dan Adi tidak ingin ketinggalan. Adi takut dikatai anak tidak gaul oleh teman-temannya di sekolah. Antara Ibu Adi dan Adi terjadi pertengakaran kecil saling menyalahkan dan melarang. namun Adi sangat ingin menonton TV. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah di atas ? Jawab : ontoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Mapel IPS Kelas 3 Januari 20. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan di segala bidang. Ibu Adi melarang Adi menonton TV karena akan mengganggu Kakaknya.Lembar Kerja Siswa Kakak Adi sedang sakit. Apa pendupatmu tentang sikap Adi ? 2. Hingga kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam pembentukan .

mental maupun emosi.guru perlu melakukan suatu inovasi. kritis. Mengajar bukan pula mempersiapkan siswa memiliki apa yang akan “ditagih” dalam UAN dan UAS. Ibarat jauh panggang dari api. Hal semacam ini sering diabaikan oleh guru karena guru lebih meningkatkan pada pencapaian tujuan dan target kurikulum. Mengajar juga bukan sekedar mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan zaman. mandiri. setiap tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam Rencana Mengajar Harian (RMH). kreatif. Pada umumnya kurang memanfaatkan media belajar pada prosesnya. dan bertanggung jawab. Melihat begitu pentingnya pendidikan dalam pembentukan sumber daya manusia. Menurut S. Pembelajaran mata pelajaran ini biasanya diajarkan secara konvensional hampir di setiap SD. Belen (2003: 17) dalam mengajar terkandung pesan mengembangkan potensi siswa yang beraneka ragam dan bukan menjadikan siswa sebagai penerima/pemakai pasif (konsumen) ilmu pengetahuan yang ada dalam benak guru.sumber daya manusia yang diinginkan. Masalah peningkatan mutu pendidikan tentulah sangat berhubungan dengan masalah proses pembelajaran. yaitu bersikap peka. tetapi juga merupakan kegiatan guru membimbing/memfasilitasi siswa menemukan pengetahuan dan pengalaman belajar tersebut. baik aspek kognitif. Mengajar tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Mengacu dari pendapat tersebut. Bercermin dari uraian di atas. penulis menyadari betapa jauh berbeda bentuk pembelajaran yang selama ini dilakukan dengan cermin uraian mengajar di atas. Tujuan hakiki mengajar menurut S. melainkan apa yang ditagih dalam kehidupan. Proses pembelajaran yang sementara ini dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan kita masih banyak yang mengandalkan cara-cara lama dalam penyampaian materinya. Ujian Akhir Sekolah (UAS). Hasil UAN dan UAS tidak banyak mencerminkan apa yang ditagih dalam kehidupan. maka pembelajaran yang aktif ditandai adanya rangkaian kegiatan terencana yang melibatkan siswa secara langsung. afektif maupun psikomotor. ketercapaian siswa masih jauh dari harapan. Sehingga menciptakan kejenuhan dalam lingkungan belajar yang pada akhirnya kurang membentuk sikap antusias pada sdiri siswa. Untuk menciptakan suasana belajar yang disukai oleh siswa. ataupun tes masuk jenjang sekolah berikutnya. dan diskusi kelompok. Salah satu upaya guru dalam menciptakan suasana kelas yang aktif. sehingga dalam pengukuran tingkat keberhasilannya selain dilihat dari segi kuantitas juga dari kualitas yang telah dilakukan di sekolah-sekolah. komperhensif baik fisik. Belen (2003: 18) adalah mempersiapkan siswa untuk paling tidak dapat bertahan hidup di masa datang dan berbuat banyak bagi orang lain. efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran yakni dengan menggunakan alat peraga. Di masa sekarang banyak orang mengukur keberhasilan suatu pendidikan hanya dilihat dari segi hasil. Salah satunya dengan memanfaatkan media gambar yang menarik dan . dengan metode klasik seperti ceramah. Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran non eksak di Sekolah Dasar. menjelaskan gambaran ide dalam suatu materi. Hal ini dapat membantu guru dalam menggerakan. Sehingga siswa cenderung bosan dan kurang memahami materi yang diajarkan. Pembelajaran yang baik adalah bersifat menyeluruh dalam melaksanakannya dan mencakup berbagai aspek.

Jadi masih ada 21 anak yang belum tuntas belajar. Setelah dilakukan analisis kemungkinan penyebabnya antara lain : 1. Kompetensi dasar ini dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator di antaranya :    Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya Membuat denah dan peta lingkungan rumah Membuat denah dan lingkungan sekolah Ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran ditunjukkan dengan dikuasainya materi pembelajaran oleh siswa. Harapannya dengan pembelajaran yang dilakukan peneliti adalah hasil belajar siswa akan lebih baik. Salah satu kompetensi dasar dalam mata pelajaran IPS yang diajarkan di kelas III SD semester I adalah 1. Dengan demikian diharapkan siswa dapat lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran serta dapat lebih memahami materi ajar yang disampaikan. Dengan menggunakan media gambar diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar atau prestasinya. kenyataannya masih banyak anak-anak yang belum mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan. berbekal kejujuran dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai pendidik. Dari daftar perolehan nilai menunjukkan masih rendahnya penguasaan materi Membuat Denah dan Peta Lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. Pembelajaran IPS yang dilakukan peneliti menjadi permasalahan yang perlu untuk dipecahkan.3. Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah. Dari jumlah siswa 28 anak. Berdasarkan hasil tes belajar mata pelajaran IPS materi Membuat Denah dan Peta Lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX tempat peneliti bekerja. Guru kurang kreatif dalam menggunakan media gambar ketika mengajarkan materi IPS. Terkait dengan permasalahan tersebut. Banyak siswa yang kurang berpartisipasi dalam pembelajaran. B. jelas akan berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa selanjutnya.mempermudah proses pembelajaran. 2. baru 7 anak yang tuntas belajar (mencapai standar minimal 65 ke atas). khususnya anak-anak yang duduk di bangku belakang. Rumusan Masalah Berdasarkan hasil analisis pada latar belakang masalah dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan masalah yang akan digunakan sebagai fokus perbaikan pembelajaran sebagai berikut: . Tercapainya tujuan pembelajaran tersebut dapat diukur dengan tes hasil belajar. Jika hal tersebut dibiarkan. peneliti mencoba melakukan upaya perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan alternatif pemecahan masalah “Menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. peneliti menemukan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

Apakah penggunaan media gambar dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran IPS? C. v Bagi guru adalah untuk melakukan penelitian tindakan kelas yang bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran.1. sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan. v Dapat memenuhi memenuhi tuntutan kurikulum saat ini. Tujuan Khusus v Untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran IPS tentang kompetensi 1. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : v Bagi siswa adalah untuk membekali siswa cara menyelesaikan masalah membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui peningkatkan pemahaman siswa dengan mengaktifkan siswa menggunakan media gambar tentang membuat denah dan peta lingkungan.3. yaitu melakukan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum v Untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan motivasi siswa dalam IPS melalui penggunaan media gambar di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. . sehingga materi pembelajaran akan lebih menarik. guru lebih termotivasi untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi. v Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam IPS melalui penggunaan media gambar di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. v Bagi sekolah adalah memberikan sumber yang baik bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran. Apakah penggunaan media gambar dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS? 2. Selain itu. D. v Bagi pendidikan secara umum adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui sumbangan pengalaman tentang penelitian tindakan kelas. v Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS tentang membuat denah dan peta lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02. Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui peningkatkan pemahaman siswa dengan mengaktifkan siswa menggunakan media gambar tentang denah dan peta. 2.

Keduanya tidak dapat dipisahkan karena saling mempengaruhi. Hakikat Mata Pelajaran IPS Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa. Menurut Skinner (1985) dalam Muhibbin Syah (2000: 89). Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Memahami keadaan lingkungan itu juga merupakan kegiatan belajar. 2. sejarah. Berdasarkan pengertian di atas. Lingkungan belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa. Kerangka Teori 1. fakta. Ada beberapa definisi belajar menurut beberapa pakar psikologi pendidikan dalam Moh.8). Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi. belajar adalah kegiatan/proses manusia untuk berubah menjadi lebih baik. peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi Warga Negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab. dari tidak tahu menjadi tahu. Menurut Slameto dalam Syaiful Bahri (2002: 13). dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. belajar merupakan perubahan kecakapan yang berlangsung dalam periode tertentu yang bukan berasal dari proses pertumbuhan (fisik). Melalui pendekatan mata pelajaran IPS. . belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman (experience). at. Kegiatan belajar terjadi terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Rosyid (2006:9) di antaranya Gagne (1977). sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik (Darsono. 2000: 24). Morgan. Pengertian Belajar Belajar adalah terjadinya perubahan pada diri orang belajar karena pengalaman (Darsono. belajar merupakan perubahan relatif permanen karena hasil praktek atau pengalaman. belajar baru terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. dkk. belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan Ilmu Sosial. belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. James O. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan alam maupun lingkungan sosial sebab keduanya tidak dapat dipisahkan (Ihat Hatimah.al (1986). Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perubahan untuk mencapai suatu tujuan. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. dkk. sosiologi dan ekonomi. ddk: 1.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. serta warga dunia yang cinta damai. Belajar adalah suatu proses bukan suatu hasil. Wittaker dalam Wasty Soemanto (1999: 104). Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia adalah hasil dari belajar. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan alam dan lingkungan sosial. Slavein (1994). 2000: 4). Habermas (Rene. 1996). sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Siswa dinyatakan tuntas . Kriteria yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan pembelajaran dapat dicermati mulai dari keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan evaluasi kegiatan dalam bentuk nilai. Hipotesis Tindakan Hipotesis yang dapat peneliti ajukan dalam penelitian ini adalah prestasi hasil belajar siswa tentang membuat denah dan peta pada siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX dapat ditingkatkan dengan pembelajaran yang menggunakan media gambar denah dan peta.Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan yang berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. 4. media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa (Sutikno. Media gambar merupakan salah satu jenis media yang paling disukai oleh peserta didik. Prestasi Belajar Prestasi belajar berasal dari kata “Prestasi” dan “Belajar”. terutama peserta didik usia anak-anak. materi. atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengalaman. Media Gambar Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Adapun indikator kerja untuk mengukur prestasi atau keberhasilan belajar siswa adalah : 1. Dalam aktivitas pembelajaran. Media gambar lebih memudahkan mereka dalam memahami materi pelajaran. dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. keterampilan atau sikap. C. 3. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran dan ditunjukkan dengan angka yang diberikan oleh guru. 2008: 101). pemahaman. Prestasi berarti hasil yang telah dicapai. Oleh karena itu. Kriteria Keberhasilan Untuk mengetahui keberhasilan dalam proes pembelajaran diperlukan evaluasi secara menyeluruh. Secara garis besar media adalah manusia. Prestasi dalam penelitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran IPS dalam bentuk nilai yang berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran membuat denah dan peta lingkungan dinyatakan berhasil bila 85 % dari jumlah siswa tuntas belajar. mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan.sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. B.

Jumlah siswa kelas III di SD tersebut adalah 28 anak yang terdiri dari siswa laki-laki berjumlah 16 anak dan siswa perempuan berjumlah 12 anak. mereka datang ke sekolah dengan berjalan kaki dan naik sepeda. dan 6. 5. 2. mempunyai 6 kelas. Siswa memiliki minat dan motivasi dalam belajar IPS jika siswa aktif bertanya kepada guru tentang membuat denah dan peta dan siswa bersemangat dalam mengerjakan tugas dari guru. b. khususnya dilaksanakan di kelas III semester I tahun pelajaran 2010/2011. a. 2. . 2. Penelitian – menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. B. yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas.belajar bila hasil belajar siswa dalam pembelajaran mencapai 85 % atau lebih siswa memperoleh nilai minimal 65 (enam puluh lima). 3. Siklus II dilaksanakan pada Selasa dan Rabu. Subjek Penelitian 1. 23 dan 24 November 2010. Sekolah ini terletak di bagian utara kecamatan XXXXXXX. Siklus III dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu. Waktu penelitian Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu. 9 dan 10 November 2010. Tempat tinggal siswa berjarak kira-kira antara 50 meter hingga 1 kilometer. yaitu: kelas 1. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX Kabupaten Cilacap. 4. Prosedur PTK Penelitian tindakan kelas atau dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR). Di dalam tindakan kelas memiliki tiga pengertian yaitu: 1. Subjek Penelitian Subyek penelitian siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 tahun ajaran 2010/2011. Jarak dari kantor kecamatan sampai ke lokasi harus menempuh sejauh kira-kira 3 kilometer. c. 2 dan 3 November 2010. 3.

. Berdasarkan pengalaman tersebut. 2007: 7) Daur penelitian tindakan kelas diawali dengan kegiatan merencanakan. 3. dan refleksi (reflection). Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran.1 Daur Penelitian Tindakan Kelas (Rusna Ristasa. Menemukan cara memecahkan masalah/tindakan perbaikan. maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang perlu segera diperbaiki agar tindakan dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. menganalisis dan merumuskan masalah serta merumuskan hipotesis. Tahap pelaksanaan/tindakan sebagai langkah yang kedua dan merupakan tindakan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan siswa. maka hasil pengamatan didiskusikan dengan teman sejawat guna mendapat refleksi. 2006: 2-3). Setelah pengamatan dilakukan selama proses tindakan berlangsung. Daur penelitian tindakan kelas tersebut perlu didesain lebih lanjut agar kelemahan dapat diminimalkan sehingga secara kronologis peneliti dengan mudah melakukan perbaikan pembelajaran sesuai dengan daur ulang dalam tiga siklus secara rinci dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini. yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama.2 Diagram Siklus Perbaikan Pembelajaran (dimodifikasi dari Rusna Ristasa) Prosedur perbaikan pembelajaran pada gambar di atas dirancang dalam urutan tahapan sebagai berikut: 1.2. Kelas – dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas. Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan untuk merefleksi rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah. yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (plan). Gambar 3. Mengidentifikasi masalah. Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses pembelajaran baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilan pembelajaran bagi siswa. Kemudian tindakan perencanaan ini perlu diobservasi agar tindakan yang dilakukan dapat diketahui kualitasnya. 3. tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. 2. Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya. Tindakan – menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Menurut Rusna Ristasa dan Supianto (2007: 7-8) penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui pengkajian berdaur. Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (RPPP). menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula (Arikunto. seperti tampak pada gambar berikut: Gambar 3. Tahap ini merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan dan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. pelaksanaan (action). observasi (observation).

Konsultasi dengan supervisor. Sumber Data. Melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Sumber Data Jenis data yang akan dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan teman sejawat yang ditugasi sebagai pengamat (observer). Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat (observer). catatan anekdot untuk mengukur tingkat keaktifan dan motivasi siswa.4.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah” untuk mengukur tingkat pemahaman materi. Sedang data kualitatif berupa catatan anekdot perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran kompetensi dasar “1. 9. 6.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah” berlangsung. Informasi Tentang Observer dan Analisis Data 1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah dirancang dan diamati oleh teman sejawat. Teknik Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes formatif kompetensi dasar “1. II dan III. Informasi Observer Prosedur pelaksanaan PTK dilaksanakan dalam tiga siklus perbaikan dalam pelaksanaan peneliti dibantu oleh : Nama NIP Tempat tugas Kecamatan Kabupaten Jabatan Tugas : : SD Negeri Yyyyyy 02 : XXXXXXX : Cilacap : Guru Kelas V : Mengobservasi kegiatan perbaikan pembelajaran : WcddfffffO. 8.Pd pada siklus I. Merancang tindak lanjut. Dalam penelitian ini. Data kuantitatif berupa nilai formatif siswa dalam pembelajaran. 2. 5. C. dan lembar pengamatan untuk mengukur proses kegiatan belajar mengajar. 7. . peneliti menyertakan teman sejawat sebagai supervisor. Teknik Pengumpulan Data. S.

Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Analisis Data Analisis data dilakukan secara bertahap. D. : . 2 dan 3 November 2010 : 1. Tanggal Tujuan Perbaikan 2.Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya : 1. Akhirnya. Deskripsi Per Siklus 1. pertama dengan menyeleksi data dan mengelompokkan.3.Membuat denah dan peta lingkungan rumah . Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama. baik dalam bentuk narasi. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “Membuat denah dan peta lingkungan”. a. Materi Pokok Indikator : Membuat denah dan peta lingkungan. .3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah . Kedua dengan memaparkan atau mendeskripsikan data. data diseleksi dan dikelompokkan mana yang skornya tetap. berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat dapat disimpulkan dalam bentuk pernyataan singkat. grafik maupun tabel. Pada tahap pertama. Kemudian data diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya. Kompetensi Dasar dan sekolah. 3. : Selasa dan Rabu.Membuat denah dan lingkungan sekolah Hari. Tahap kedua. naik atau turun. Siklus Pertama Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. data yang sudah terorganisasi ini dideskripsikan agar data tersebut bermakna. Membuat denah dan peta lingkungan rumah Membuat denah dan lingkungan sekolah. . dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna.

3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. . yaitu : ü ü ü b. (c) Guru menutup pelajaran. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus pertama. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (b) Guru memberi PR kepada siswa. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati alat peraga yang dibawa oleh guru. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: .Anak-anak siapa yang pernah membuat denah? . (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa.Anak-anak siapa yang pernah membaca denah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa.Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan.

Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Matahari a.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan rumah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Arah mata angin dapat ditentukan dengan menggunakan …. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru. Bulan . (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (b) Siswa diberi soal evaluasi Lembar Evaluasi Pilihlah jawaban yang paling tepat ! 1. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati denah lingkungan rumah yang dibawa oleh guru. c.

Planet a. Denah (b) Guru dan siswa membahas soal secara bersama-sama. c. d.b. Rumah Arah utara pada denah menghadap ke …. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. a. Lukisan d. Jangkar Berapa jumlah arah mata angin …. Kiri a. Kompas b. c. Memahami lingkungan dan melaksanakan . 2. Jam Tangan d. 7 d. a. c. 8 Gambar di atas adalah contoh gambar …. dan hasil tes formatif peneliti mengadakan diskusi dengan observer. 6 3. Denah 4. Siklus Kedua Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. 5 b. Bawah 5. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “Membuat Denah dan peta lingkungan”. (c) Guru menutup pelajaran. Refleksi Setelah melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Atas b. Alat untuk menentukan arah mata angin adalah …. Kanan d. Berdasarkan refleksi. c. d. Pemandangan b. c. Jam Tangan 2.

Membuat denah dan peta lingkungan rumah. Tanggal Tujuan Perbaikan : Selasa dan Rabu. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . a. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “Membuat denah dan peta lingkungan” skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Hari. Materi Pokok Tujuan Perbaikan : Membuat denah dan peta lingkungan. yaitu : ü ü ü b. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. Membuat denah dan lingkungan sekolah. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Membuat denah dan lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa.kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. : 1. : 1. 3. 9 dan 10 November 2010 : 1.Kompetensi Dasar dan sekolah. 2.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah 2. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus kedua. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama. .

(d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa.Anak-anak siapa yang pernahkah kalian membuat denah lingkungan rumah sendiri? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : . (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (b) Guru memberi PR kepada siswa. Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati gambar denah lingkungan yang dibawa oleh guru.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan rumah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (c) Guru menutup pelajaran..

(c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah . (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (b) Guru dan siswa membahas gambar salah satu denah yang diambil acak dari pekerjaan siswa secara bersama-sama. 3. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa.Kompetensi Dasar : 1. Refleksi Setelah melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. (b) Siswa diberi tugas menggambar denah lingkungan rumah sendiri. .(a) Siswa mengamati denah lingkungan rumah sendiri yang dibawa oleh guru. Siklus Ketiga Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. dan hasil tes formatif peneliti mengadakan diskusi dengan observer. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan rumah yang dibawa oleh guru. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “membuat denah dan peta lingkungan”. e. Berdasarkan refleksi. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. d. (c) Guru menutup pelajaran.

23 dan 24 November 2010 : 1.dan sekolah. Materi Pokok Tujuan Perbaikan : Membuat denah dan peta lingkungan. yaitu : ü ü ü b. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. 2. Membuat denah dan lingkungan sekolah. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “membuat denah dan peta lingkungan” skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. : 1.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan sekolah? . 2. a. Hari. Membuat denah dan lingkungan sekolah. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus ketiga. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus kedua. Tanggal Tujuan Perbaikan : Selasa dan Rabu. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3.

2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati denah lingkungan sekolah sendiri yang dibawa oleh guru. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (b) Guru memberi PR kepada siswa. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (c) Guru menutup pelajaran. . (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru.Anak-anak siapa yang pernahkah kalian membuat denah sekolah sendiri? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama.

3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (b) Guru dan siswa membahas gambar salah satu denah sekolah yang diambil acak dari pekerjaan siswa secara bersama-sama.(b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. Refleksi Jika mengadakan analisis hasil tes formatif pada siklus ketiga siswa mendapat nilai di atas 65 maka penelitian akan berhenti di siklus III. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. Setelah itu peneliti dan observer berdiskusi tentang hasil observasi dan wawancara. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. c. (b) Siswa diberi tugas menggambar denah lingkungan sekolah sendiri. . (c) Guru menutup pelajaran. d. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “membuat denah dan peta lingkungan”.