Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD Kelas

III-VI

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Sejak kelahirannya ke dunia, anak memiliki kebutuhan untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh setiap manusia agar dapat melakukan aktivitas sosial di masyarakat tempat mereka berada. Adalah suatu kenyataan, anak sebagai makhluk yang belum dewasa harus ditolong, dibantu, dibimbing, serta diarahkan agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan formal di sekolah. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah tidak hanya berfungsi mengembangkan kecerdasan anak tetapi juga mengembangkan kepribadian. Bagi guru agama Islam ..........., memberikan soal agama Islam yang berkaitan dengan soal cerita bukanlah hal yang mudah. Seringkali siswa yang telah memahami topik agama Islam secara teoristis mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk cerita. Sementara itu, dalam kurikulum Pendidikan Dasar 1994, fungsi pengajaran agama Islam adalah mempersiapkan anak didik agar dapat menjadi warga masyarakat yang demokratis dalam kehidupan sehari-hari melalui latihan yang praktis, bervariasi, dan aplikatif. Di sisi lain ada sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca teks agama Islam.

Sementara itu, siswa akan lebih mudah mencerna soal cerita agama Islam kelas III sampai VI SD apabila siswa mampu membaca teks dengan baik dan benar, mengerti maksud cerita yang ada di dalamnya, serta memahami gambar yang ada. Bagi sebagian besar guru agama Islam SD, mengajarkan materi agama Islam yang berkaitan dengan kemampuan siswa memahami soal uraian bukanlah hal yang mudah. Meskipun banyak siswa yang telah mampu memahami topik agama Islam secara teoritis, akan tetapi banyak mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk soal uraian. Dalam hal ini guru dituntut untuk mampu memberikan materi yang mudah diterima oleh siswa. Di samping itu pula, hendaknya guru memberikan contoh yang kongkret dan jelas berkaitan dengan materi soal berbentuk uraian. Bila upaya tersebut dapat dilakukan dengan baik, diharapkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran agama Islam juga akan meningkat. Berdasarkan situasi tersebut, dilakukan penelitian untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam memahami materi agama Islam bagi siswa SD. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Berdasarkan uraian di atas, judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa …………… Kecamatan ………. Kabupaten ……. Tahun Pelajaran 20XX/20XX

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siwa dengan diterapkannya pembelajaran metode tanya jawab? 2. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran metode tanya jawab terhadap motivasi belajar siswa?

C.

Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran metode tanya jawab. 2. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran metode tanya jawab.

D.

Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:

1. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi agama Islam. 2. Meningkatkan motivasi pada pelajaran agama Islam 3. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi agama Islam.

E.

Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah meliputi:

Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Masriyah. Psikologi Belajar dan Mengajar. Rineksa Cipta. Abdul. 2000. Euwe Vd. Jakarta: Bumi Aksara. 2000. Miskonsepsi agama Islam dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Menjadi Guru Profesional. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. 1997. Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms. Uzer. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Berg. Oemar. 1993. Joyce. Jakarta: PT. 2002. 2. Suharsimi. Analisis Butir Tes. 1972. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Surabaya. Widoko. Suryosubroto. dkk. hubungi : 081 567 745 700 ps:+ � p �6 �5 zhar. 2001.1. Models of Teaching Model. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. University Press. ………. Universitas Negeri Surabaya. Soedjadi. Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Universitas Press. Bandung: PT. Jakarta: Usaha Nasional. 2000. 1999. 2002. (1991). Nur. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran 20xx/20xx. Moh. Lalu Muhammad. Penelitian inihanya dikenakan pada siswa Kelas ……. Bruce dan Weil.Word). Surabaya. . Mukhlis. Kabupaten ……… Tahun Pelajaran 20xx/20xx. (Ed). Marsh. 1997. Kecamatan ……. Metode Pembelajaran Konsep. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Usman. Unesa Universitas Press. B. Boston: A Liyn dan Bacon. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Remaja Rosdakarya. Hamalik. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban..

Toeti. A. Rineksa Cipta. 1989. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. . Oemar. N. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Hamalik. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hasibuan K. Jakarta: Rineksa Cipta. Djamarah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Menjadi Guru Profesional. Rustiyah. 1998. Sardiman. Universitas Terbuka. Rineksa Cipta. Sutrisno. 2002. Analisis Butir Tes. 2001. Jilid 1.K. Jakarta: Bina Aksara. Psikologi Belajar dan Mengajar. Suryosubroto. Soekamto. Strategi Belajar Mengajar. Surakhmad. Syah. Yogyakarta: YP. 2002. Bandung: Remaja Rosdakarya. Psikologi Pendidikan. Winarno. Psikologi Belajar. Moh. Djamarah. Margono. Semarang: Aneka Ilmu. Proses Belajar Mengajar. B. 1997. Metodologi Research. Surabaya: University Press. Sukidin. 1997. Bandung: PT. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PAU-PPAI. Metode Pengajaran Nasional. 2002. Surabaya: Universitas Press. dkk. Jakarta: Bina Aksara. Univesitas Negeri Surabaya. Purwanto M. Syaiful Bahri. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 1999. 1990. 1991. Fak. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Usman. Metodologi Penelitian Pendidikan. Muhibbin. 1990. Uzer. 2002.M. Psikologi Pendidikan. 2001. Jakarta: PT.Daroeso. Hadi. 1997. Nur. Ngalim. Syaiful Bahri. 1982. Masriyah. Strategi Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya.K. Surabaya: Insan Cendekia. Suatu Pendekatan Baru. Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms. 1995. Moh. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Bambang. Bandung: Jemmars. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. dan Moerdjiono. Jakarta. Jakarta: Rineksa Cipta. Psikologi UGM.

Penggunaan metode tanya jawab dapat dinilai sebagai metode yang cukup wajar dan tepat. 2. 79). 3. Silahkan sahabat baca kelebihan dan kekurangan metode tanya jawab dibawah ini Metode tanya jawab adalah suatu cara penyampaian pelajaran oleh guru dengan jalan mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. 4. 1993) Kelebihan dan kelemahan metode tanya jawab Sebagai salah satu metode interaksi edukatif. selingan. Walaupun pelajaran berjalan agak lambat tetapi guru dapat melakukan kontrol terhadap pemahaman murid. 3. Di samping terdapat kelemahan-kelemahannya. Sedangkan kelemahan metode tanya jawab terdapat apabila . Mengarahkan proses berfikir dan pengamatan anak didik. (Drs. Sangat positif untuk melatih anak untuk berani mengemukakan pendapat secara lisan dan teratur. dan evaluasi. Imansjah Ali Pandie.langkah langkah metode tanya jawab.Pengertian metode tanya jawab pembelajaran kelebihan metode tanya jawab . Metode ini dapat digunakan sebagai spersepsi. metode tanya jawab mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode lainnya. Melaksanakan ulangan. evaluasi dan memberikan selingan dalam ceramah (Zuhairini. Metode ini dimaksudkan untuk meninjau pelajaran yang lalu agar para murid memusatkan lagi perhatiannya tentang sejumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pada pelajaran berikutnya dan untuk merangsang perhatian murid.Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab menurut para ahli . Menurut Imansyah Ali Pandie kelebihan metode tanya jawab terletak pada: 1. 2. 1984. Merangsang agar perhatian anak terarah pada suatu bahan pelajaran yang sedang dibicarakan. apabila penggunaannya dipergunakan untuk: 1. Suasana kelas lebih hidup karena murid-murid berpikir aktif. Murid yang biasanya malas memperhatikan menjadi lebih hati-hati dan sungguh-sungguh mengikuti pelajaran. Meninjau atau melihat penguasaan anak didik terhadap materi/bahan yang telah diajarkan sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan materi berikutnya 4.

. Salah satu cara memberikan perhatian adalah dengan memotivasi.1. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan anak didiknya. Kesuksesan belajar siswa tidak hanya tergantung pada intelegensi anak saja. akan tetapi pemberian motivasi juga merupakan hal yang sangat penting karena secara psikologis anak akan merasa senang apabila mereka diperhatikan. Berhasil atau tidak suatu pendidikan dalam suatu negara salah satunya adalah karena guru. akan tetapi juga tergantung pada bagaimana pendidik menggunakan metode yang tepat dan memberinya motivasi. 2. khususnya Bahasa Arab bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja yang penting. Memakan waktu yang lama untuk merangkum bahan pelajaran. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting yang menyangkut kemajuan dan masa depan bangsa. Dari sinilah guru dituntut untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. terkadang murid mengalahkan pendapat guru. Supaya anak didik merasa senang dalam belajar. Terjadi perbedaan pendapat/jawaban maka akan terjadi perdebatan sengit sehingga mamakan waktu banyak untuk menyelesaikan. Kemungkinan timbul penyimpangan dari pokok persoalan. Metode tanya jawab PTK PAI Penggunaan Metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS BAB I PENDAHULUAN A. 3. Untuk dapat mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan guru harus pandai memilih metode yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak didik. tanpa pendidikan yang baik mustahil suatu bangsa akan maju. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional BAB II Pasal 3 menyebutkan bahwa: “Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusi Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan Nasional”. Dalam proses belajar mengajar.

maka penulis dapat merumuskan permasalahan: 1. maka penulis akan merumuskan penelitian ini dengan tujuan sebagai berikut: 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah di atas. Cara ini merangsang anak untuk giat belajar. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas.Banyak cara yang dapat dilakukan untk memberikan motivasi kepada anak didik diantaranya adalah memberi angka atau nilai. dalam hal ini penulis akan mengangkat suatu topik “Penggunaan Metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang “. Maka untuk meningkatkan aktivitas dan semangat belajar diperlukan ketrampilan dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi yaitu dengan cara penggunaan metode yang tepat dam motivasi. Anak yang nilainya rendah. 2. Pemberian mulai dilakukan oleh guru ketika mereka selesai ulangan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Mengetahui bagaimana metode ceramah dan tanya jawab diterapkan sehingga dapat memotivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. 2. Mengetahui apakah metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. Bagi lembaga (sekolah). Berangkat dari latar belakang di atas maka perlu kiranya diadakan suatu penelitian pendidikan. Bagi guru. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfat bagi: 1. D. sebagai bahan pertimbangan guru untuk memilih metode yang sesuai dengan tujuan pengajaran. . sebagai bahan pertimbangan pengunaan informasi atau menentukan langkahlangkah penggunaan metode pengajaran bahasa Arab khususnya dan pelajaran lain pada umumnya. Apakah metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang? 2. B. mereka akan termotivasi untuk meningkatkan belajarnya dan anak yang nilainya bagus akan semakin giat dalam belajar. Bagaimana cara metode ceramah dan tanya jawab diterapkan sehingga dapat memotivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang? C.

2. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis. Bagi siswa. Dengan menerapkan metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. memberi manfaat bagi peneliti dan menambah khazanah keilmuan juga sebagai bekal menjadi guru yang profesional kelak. Hipotesa Tindakan 1. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS 22nd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis.3. KATA PENGANTAR Tiada kata yang pantas kami ucapkan kecuali rasa syukurkehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayat –Nya sehingga penulis dapat menyusun . Dengan penerapan metode ceramah dan tanya jawab maka motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang akan meningkat. 4. E. dengan metode tanya jawab ini diharapkan siswa lebih termotivasi dalam belajar. Bagi penulis.

816623894 DAFTAR ISI KATAPENGANTAR ………………………………………………………………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………… ii DAFTARLAMPIRAN ………………………………………………………………………………. v BAB I PENDAHULUAN A. Ucapan terima kasih kepada teman sejawat. diskusi dengan teman sejawat. Latar Belakang Masalah ………………………………………………………………. Penulis DESI ARISANTI NIM. 4 Agustus 2010 . Laporan ini masihbanyak terdapat kekurangan. oleh sebab itu penulis berharap kepada para pembacaberkenan memberikan saran dan masukan agar penulis dapat menyempurnakannya. Dalam hal ini penulis mencobamemecahkan masalah tersebut dengan merancang kegiatan perbaikan denganmengadakan observasi. Berdasarkan pengalaman itulah. 1 B. Supervisorserta semua pihak yang telah menyumbangkan ide atau gagasan untuk kesempurnaanlaporan ini semoga dapat bermanfaat untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan. Manfaat Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………. Rumusan Masalah………………………………………………………………………… 3 C. iv LEMBARIDENTITAS ………………………………………………………………………………. penulisbelum merasa puas dengan hasil yang dicapai. Bangkinang.Kritik dan saran untuk perbaikan isi laporan ini penulis sambut dengan senanghati.laporan Penelitian Tindakakn Kelas ( PTK ) mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial dan Ilmu Pengetahuan Alam kelasIII semester 1 Laporan ini berisi tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaranmata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) dan Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) Masalah ini dingkatberdasarkan pengalaman belajar dikelas. Tujuan Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………… 4 D.

Deskripsi Persiklus ………………………………………………………………. 3. 2.. bagi guru merupakan kebanggaan yang takternilai. Pembahasan ……………………………………………………………………….. Hasil Belajar dan Pembelajaran ……………………………………………………. Tabel 1. Saran ………………………………………………………………………………….. 1.1. 6 B. 7 BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Rencana Pengamatan Repleksi ………………………………………. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………….. Hal ini terkait banyaknya permasalahan –permasalahan yang dijumpai guru dalam pembelajaran . Masalah keberhasilan ini sebenarnya merupakan beban psikis yangsangat berat sekali bagi seorang guru sebagai perencana ( planer ) pembelajaran. B. B.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan di Sekolah Dasar didefenisikan sebagai prosespengembangan kemampuan yang paling mendasar bagi Setiap siswa dimana setiapsiswa belajar secara aktif karena adanya dorongan dari dalam diri dan adanyasuasana yang memberikan kemudahan ( Kondusif ) bagi perkembangan dirinya secaraoptimal. Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPA…………… BAB I PENDHULUAN 1. Hubungan Metode dengan Hasilbelajar…………………………………………. 7 C. Keberhasilan suatu proses belajar sering ditandai denganperobahan yang positif pada diri anak. Jadwal Pelaksanaan PerbaikanPembelajaran ……………………………………. Deskripsi persiklus ………………………………………………………………. Subjek Penelitian…………………………………………………………………. Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPS …………. Kesimpulan ………………………………………………………………………… B. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. seperti : . Penggunaan Metode …………………………………………………………………….

Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini penulisbanyak dibantu oleh Kepala Sekolah. Halini sesuai dengan salah satu kareteristik PTK. Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti meminta bantuanteman – teman sejawat dan Supervisor untuk mengidenfikasikan kekurangan dankelemahan dalam pembelajaran. b.a. Siswa banyak tidak mengerti materi Lingkungan Alam Dan Buatan . Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yangdirasakan atau disadari oleh guru. Adanya hal – hal yang terkait dengan masalahpembelajaran dan masalah yang akan diatasi dengan PTK. Kurangnya minat siswa mengulangpelajaran di luar jam sekolah. Rendahnya kemampuan siswa menerapkanmateri Lingkungan Alam dan buatan serta Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )secara sistimatis. Siswa tidak dapat mengerjakan sebagian latihan dengan benara dalam materi Lingkungan Alam Dan Buatan c. teman sejawat.Tentu guru yang merasakan masalah yang ada yang ada dikelasnya yang jikadibiarkan masalah akan berdampak buruk bagi proses pembelajaran. Dalam hal ini guru sebagai pengelola pembelajaran. Masalah berasal dari orang yangterlibat dalam praktek. Siswa kurang mampu menentukan materi Lingkungan Alam Dan Buatan dalam proses pembelajaran. a. Gedung sekolah yang berdekatandengan perumahan penduduk c. Siswa yang tidak mencapaiketuntasan belajar sebagian besar adalah dari keluarga yang orang tuanya tidakberpendidikan. d. dan Supervisor sehingga penulisdapat menyusun langkah – langkah dalam penyusunan PTK ini. d. Dari permasalahan diatas penulis menganggap permasalahnnomor a dan nomor c untuk diteliti dan menguraikan permasalahan dan alkternatifproblem solving sesuai dengan konsep pembelajaran. Dari diskusi teman – teman sejawat dan Supervisorterungkap beberapa masalah yang terjadi pada pembelajaran yaitu : Pada Pelajaran IPS yakni: a. Rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan materi Lingkungan Alam Dan Buatan b.

Siswa tidak mau bertanya walaupun tidak mengerti sama sekali tentang materi Lingkungan Alam Dan Buatan Pada pelajaran IPA yakni : a. dari hal tersebut kita dapat mengetahui kelemahan –kelemahan atau gambaran yang perlu diperbaiki oleh si pendidik itu sendiri. Teori atau pengalaman yangrelevan penyebab munculnya masalah Penyebab masalah yang sering dirasakan oleh siswa ataupihak sekolah pada dasarnya datang dari guru itu sendiri. ( Rumusan Masalah Dari hasil penelitian dan diskusi dengan supervisor danteman sejawat ditemukanlah beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kemapuansiswa dalam menyerap dan mengusai materi yang disajikan pada pelajaran IPSyaitu : . Kurangnya pemahaman siswa tentang Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) d. Analisis Masalah Proses analisis masalah danproses timbulnya masalah. analisis dapatdilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri. tanpa mengadakananalisis mungkin masalah yang kita identifikasi masih kabur.e. a. Rendahnya kemampuan siswa untuk mengetahui materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) b. b. misalkan penyebab itu adalah: seorang pendidik dirumahnya ada masalah yang belum diselesaikan sehinggamasalah itu sering kali dibawa oleh pendidik ke sekolah dengan penyebab itulahanak didik yang berada di sekolah selalumenjadi korban. Setelah masalah teridentifikasi kita perlu mengadakananalisis sehingga dapat merumuskan masalah dengan jelas. merefleksi diri ataumengaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa. daftar hadir atau daftarhasil belajar siswa. Siswa ragu dan tidak mau bertanya tentang Menggolongkan Mahluk Hidup Hewan ) c. Kurang aktifnya siswa didalam kelas karena tidak mau peduli terhadap materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) 1. adanya penyebab itudatang dari anggota keluarga pendidik itu sendiri.

Guru kurang menggunakan alatperaga yang manarik untuk memotifasi semangat belajar siswa. untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pemantapan kemampuan professional PGSD 4412 ) pada program S 1 PGSD Universitas Terbuka. Guru tidak memancing motivasi bertanya siswa d. 1. c. Guru terlalu cepat dalammenjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan b. 2. Bagaimana cara menerapkan materi Lingkungan Alam dan Buatan pada mata pelajaran IPS dan Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) pada mata pelajaran IPA dengan metode ceramah dan Tanya jawab.a. Guru kurang memberikan contohyang kongkrit dalam menjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan c. Guru kurang memberikan konsepmateri Lingkungan Alam dan Buatan d. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran Adapun tujuan Penelitian TindakanKelas ( PTK ) ini adalah : 1. Memperbaiki pembelajaran sehingga anak dapat menghargai perbedaan suku dalam melanjutkan pembangunan ini. Siswa kurang memperhatikanketika pelajaran sedang berlangsung e. Kurang berpariasinya guru menggunakan matode dalam menyampaikan materi pelajaran b. 2. karena guru asik menerangkan sedangkan murid sibuk dengan kegiatan sendiri. Bagaimana teknik meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep Lingkungan Alam dan Buatan di kelas III dengan ceramah dan Tanya jawab.4 Manfaat PenelitianPerbaikan Pembelajaran ( . Sedangkan pada mata pelajaran IPA terungkap hal : a. Ruang kelas tidak terkuasai oleh guru. Guru tidak menggunakan alat peraga sama sekali Berdasarkan permasalahan diatas maka penulismenyimpulkan bahwa focus perbaikan pembelajaran yang akan dilakukan adalah : 1.

observasi dengan tindakan. Belajar adalah proses diakeksis yang mengingtegrasikanpengalaman dengan konsep . pengetahuan tentang apayang telah terjadi pada situasi yang sama pada saat yang lalu.2005 .4 ) yaitu menekankan pada proses balikan yang menggunakan istilahbalikan untuk menjelaskan bagaimana belajar mengubah impulse. nasehat dan peringatan dari orang – orang yang telah memiliki yanglebih banyak pengalaman dan pertimbangan. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangandalam rangka meningkatkan mutu hasil pembelajaran di SD Negeri 019 BangkinangKecamatan Bangkinang. 1.1 Belajar Belajar menurut Jhon Dewey ( Belajar dan pembelajaran 2. Perumusan tujuanmerupakan proses intelektual yang cukup kompleks. yaitupengetahuan kyang sebagian diperoleh dengan ingatan dan sebagian lagi dariinformasi. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.2 Hasil Belajar Hail belajar ( Modul Evaluasi pengajaran. Perumusan tujuan tersebutmencakup tiga hal yaiyu opservasi keadaan sekeliling . yang menggabungkan apa yangdiobservasikan dengan apa yang diingat untuk menentukan pengetahuan yang singnifikasi. Bagi Siswa Diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan dapat meningkatkan kemampuan belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. 4. 2002 .4 )adalah alat ukur yang mampu menentukan kemampuan sesorang setelah mengilkutipembelajaran. Materi yang dinyatakan tidak hanya mengenai apa yang diperolehdari guru tetapi juga mengenai hal – haldiluar yang . Bagi Guru Sebagai acuan untuk memperoleh kualitas proses belajarmengajar di kelas dan sebagai evaluasi diri terhadap kinerja guru selama prosesbelajar mengajar 3.1. 2. perasaan.keinginan dan pengalaman kongkret kedalam tindakan yang mempunyai tujuan yang tingkatnyalebih tinggi. 2..

57 )metode diskusi merupakan komunikasi atau dialog dua arah antara individu denganlingkungannya atau antara kelompok lainnya yang membahas suatu masalah. 2005. .3 Metode Diskusi Menurut Heri Sumarteri ( Strategi mengajar. Merangkum pendapat masing – masing d. dalamkegiatan pembelajaran metode diskusisering dilakukan melalui kelompok belajar yang anggotanya terdiri dari tigaorang sampai lima orang atau lebih. evaluasi dalam proses dinamisasikegiatan yang mengamati perilaku siswa dalam evaluasi meliputi tujuanpengajaran. dalam pelaksanaannya disekolah metodediskusi belum begitu efektif oleh guru. Keberhasilan proses belajar mengajar ( StrategiMengajar. metode diskusi akanlebih efektif dilakukan disekolah apabila dirancang berdasarkan masalah dantujuan pembelajaran. padahal metode ini mampu memberikanmotivasi dan semangat belajar yang tinggi kepada siswa. maka guru hendaknya dapat memberikan prioritas pada aspek – aspekatau hal – hal penting yang dibicarakan siswa berawal dari masalah danpembahasannya dilakukan berbagai sumber belajar ( buku ) . Dengan kata lain termasuk materiyang dipelajari dari lingkungan yang terkait dengan pembelajaran dari guru. dilatihkan dan didiskusikan dengan guru. Penerapan metode diskusi ini tidak dapat dilakukan dalamruangan yang pengap. kurang mendapat cahaya dan udara. materi yang dikembangkan. perubahan – perubahan terhadap kualitas personal dankemampuan – kemampuan siswa. 2005. Menyusun kesimpulan e. scope. 35-36 ) dapat dilihat dari empat aspek antara lain tujuan yangingin dicapai. 2. Merumuskan tindak lanjut f. Mengevaluasi pengalaman belajar Melihat kelebihan metode diskusi dalam kegiatan belajardisekolah. dan moderator b. Mempersilahkan masing – masing anggota mengajukan pendapatnya c. dalam pelaksanaannya metode diskusi selalu dimulai dengan : a.diberikan. pelaksanaan kegiatan belajara mengajardan pelaksanaan evaluasidalam pembelajaran. Menentukan ketua. tetapi meliputisemua aspek pembentukan watak peserta didik.

Membahas dan Berdiskusi . Memusatkan perhtian pada suatuisu yang sedang berkembang d.Untuk kelas rendah. taman sekolah dan lain sebagainya. 3. Menggali pandangan seseorangtentang masalah yang terjadi dalam masyarakat. Mengemukakan pendapat. dan Raudabough (1997 : 230 – 234 ) dan Cortght Hinds ( 1995 : 28 – 30 ) dialogmerupakan suatu diskusi yang dilakukan dihadapan sekelompok hadirin oleh duaorang ahli dalam satu bidang khusus ( Ilmiah ). Dalampembelajaran diskusi mengambang dapat dilakukan pada tingkat pendidikandasar dan menengah. Dalam prakteknya metode diskusi terdiri dari : 1. kegiatan kelompok adalahtema “ Lingkungan “ juga kelompok dalam membahas tema lingkungan melihat dariaspek Matematika. IPS. IPA. Pelaksanaan Diskusi mengambang hampirsama dengan cara yang dilakukan dalam dialog. Dalam kegiatan ini kelompok belajardiharapkan pada suatu tema yang ditetapkan oleh guru. seminar dan lokakarya.cara diskusi kelompok lebih diarakan pada lingkungan tempat tinggal siswadengan topic dan tema yang mencakup sederhana seperti kebersihan. keindahan. 2. Diskusi mengambang lebih efektif padakegiatan pembelajaran melalui Kurikulum terpadu ( Integrated Curiculum ) ataudengan kata lain Kurikulum jaring laba – laba. Dalam arus perubahan dan tantanganmasyarakat yang semakin dinamis sebaiknya para guru melakukan dalam kegiatanbelajar mengajar dengan membahas suatu masalah sederhana dalam kehidupan siswayaitu : a. Menumbuhkan minat terhadapsuatu objek c. Dalam kegiatan pembelajarandialog lebih banyak dilakukan di tingkat universitas ( Perguruan Tinggi ) namun hal ini tidakberarti di lembaga pendidikan seperti pada tingkat pendidikan dasar danmenengah tidak dapat dilakukan.pandangan seorang siswa tentang kehidupan masyarakat b. Diskusi Mengambang Diskusi mengambang adalah suatudiskusi dimana anggota kelompok mengemukakan pendapatnya secara tertulistentang suatu masalah atau topic. lalu lintas. selanjutnya masalah atau ytopik tersebutdibahas bersama dengan kelompok lainya sehingga menghasilkan pendapat bersama. dan Bahasa serta lainnya. Dialog Menurut Beal Bohlen.kerapian.

Bentuk tuntunan dalam pelaksanaan diskusi terpimpinadalah : a. Diskusi yang terpimpin merupakandiskusi yang terencana secara matang. Kelompok – kelompok pesertamembaca bahan yang berlainan kemudia dilanjutkan dengan diskusi c. minat pengetahuan dan kemampuanmempengaruhi orang lain. outline yang sederhana yang terdiri dari daftar pertanyaanpendek – pendek dengan maksud agar diskusi berlangsung dengan lancar dan tertib c. Biasanya pemandu diskusi ini dipilih dariorang – orang yang memiliki pengalaman. Outlinekerangka dipersiapkan guna memberi arah yang lebih leluasa kepada pesertadiskusi untuk menggali masalah dan bagaimana cara mengatasinya.Jenis metode membaca dan berdiskusisering dilakukan oleh peserta didik tingkat pendidikan dasar ( Sekolah Dasardan SLTP ) dan tingkat pendidikan menengah ( SMA/SMK/MA ). Diskusikerangka ini diperlukan pemimpin ( Moderator ) yang lebih aktif dan mampumengarahkan peserta kepada tujuan. dengan jumlahsiswa sebanyak 21 orang terdiri dari 9 orang siswa laki – laki dan 12 orangsiswa perempuan dalam pembelajaran IPS dan IPA dengan metode Ceramah dan Tanyajawab tanggal 16 Oktober sampai dengan tanggal lebih jelasnya dapat table 1 dibawah ini : Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran Tabel 1 Oktober2010. untuk . Kegiatan yang harus dilakukan parasiswa yang ikut dalam diskusi ini adalah : a. model diskusi ini diawali denganpengarahan atau tuntutan dengan lancar dan dapat menggunakan waktu seefisienmungkin serta dapat menghilangkan rasa bosan dan kecewa para peserta. Outline yang dipersiapkanmeliputi b. Outline kerangka. Membaca bahan yang samakemudian dilanjutkan dengan berdiskusi b. Seorang peserta membaca bahandengan keras kemudian seluruh peserta mendiskusikannya d. Outline yang terdiri daripertanyaan – pertanyaan pokok Rincian pertanyaan yang harusdibahas oleh kelompok Otulineyang sederhana. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKANPEMBELAJARAN Subjek Penelitian Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar.

4009.4009. Hari / Tanggal Waktu 07.40 08. 07.4009.15 IPA III Siklus II 3.40 08.15 Mata Pelajaran IPS Kelas III Guru Pendamping Ket Data Awal 2.40 08.4009. oleh karena itu ada beberapa rencana tindakan yang akan dilakukan dalamperbaikan pembelajaran antara lain : .No 1.3008.3008.4009. 07. 07. 07.15 IPS III Siklus II 6.40 08.3008.3008.4009. 07.15 IPS III Siklus I 4.3008.15 IPA III Data Awal 3.40 08.15 IPA III Siklus I 5.2 Deskripsi Persiklus Siklus I Ilmu PengetahuanSosial  Perencanaan Dengan adanaya masalah yang dihadapi Guru pada kelasIII.40 08.3008.

Kegiatan inti ( ± 35 menit ) 1. Memotivasi siswa dalam pembelajaran 4. mengadakan Tanya jawab dengan metode yang berbeda 6. Melakukan didkusi kelas untukmembahas materi Lingkungan Alam dan Buatan 2. Penutup ( ± 5 menit )  Siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran  Pengamatan . Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menyatakan kesiapan siswa untuk belajar 2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. Mengerjakan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan C.1. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai 2. setelah itu didkusi kelas danbersama – sama mencari kesumpulan 3. Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai 4. Memotivasi siswa B. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan  Pelaksanaan Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran untuk siklus I matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan : A. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran 3. Tanya jawab tentang pelajaranyang lalu 3. Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab perntanyaan 7. Memberikan beberapa kasusmengenai materi Lingkungan Alam dan Buatan. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1.

Masih ada siswa yang menjawab pertanyaan tidakbenar 3.  Refleksi Selama perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan padapembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siklus I sudah menunjukkan kemajuanyang mana siswa lebih aktif dalam belajar walaupun masih terdapat kelemahanyang membuat hasil belajar yang diharapkan belum tercapai secara maksimal . Mengadakan Tanya jawab yangbervariasi 6. Memilih metode yang tepatsesuai dengan materi 3. Bangkinang Kab. hal inibertujuan agar hasil yang diharapkan benar – benar memuskan sesusai denganrencana atau tujuan perbaikan pembelajaran. Terjadi keributan kecil ketikasiswa diminta untuk menyampaikan pendapatnya Siklus II Ilmu PengetahuanSosial  Perencanaan Dengan hasil yang dicapai pada sisklus I IlmuPengetahuan Sosil diatas maka penulis merasa masih harus melakukan perbaikanpembelajaran lanjutan yaitu siklus II Ilmu Pengetahuan Sosial. yang mana tingkat keberhasilan sudah meningkatdibandingkan dengan dilaksanakannya perbaikan pembelajaran. halini penulis temukan berdasarkan hasil laporan pengamatan teman sejawat danrefleksi penulis. Tidak semua siswa yang mendapatkesempatan menjawab pertanyaan 2. Mempersiapkan bahan pelajaranyang sesuai dengan materi dan tujuan myang ingin dicapai 2. laksanaan . ada beberapa rencana tindakan yangakan dilakukan dalam perbaikan yaitu : 1. Sebaran pertanyaan akansiusahakan lebih merata 4. Jumlah pertanyaan yangdisajikan juga lebih banyak 5. Memberikan penguatan pada siswayang dapat menjawab pertanyaan. Memberikan kesempatan kepadasiswa yang bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yangdiajukan 7. Kampar pada siklus I mata pelajaranIPS sudah menunjukkan kemajuan. bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil belajar yang diharapkan.Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kec. yang mana diantara kelemahan – kelemahan tersebut adalah : 1.

Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya mengabsen siswa 2.? c. mengulang pelajaran yang lalu yaitu tentangLingkungan Alam dan Buatan 3. 4. Menyelesaikan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan C. Memberikan beberapa kasusmengenai Lingkungan Alam dan Buatan pada masa yang akan datang. Penutup ( ± 5 menit )  Pengamatan Pengamatan yang dilakukan penulis adalah dengan caramengamati siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Apa contoh pencemaranlingkungan…. Kegiatan inti ( ± 35 menit ) 1.? 3.Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuksiklus II mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan: A. sehingga siswa lebihaktif dalam PBM dan hasil yang dicapai sangat memuaskan. setelah itubersama – sama mencari kesimpulan. Bangkinang pada siklus II mata pelajaran IlmuPengetahuan Soial sudah menunjukkan kemajuanyang sangat baik.  Refleksi Setelah penulis melaksanakan perbaikanpembelajaran pada siklus I dan IImata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial denganmerancang metode yang lebih baik dan memperbaiki kelemahan – kelemahan yang pada siklus I. ceramah dan Tanya jawab. Melakukan diskusi kelasmengenai Lingkungan Alam dan Buatan 2. Apresiasi . tentu hal ini akanmenjadi bahan evaluasi bagi penulis untuk mengadakan  Siswa dibawah bimbingan guru menyimpulkan pelajaran. KegiatanAwal ( ± 10 menit ) 1. . Apa yang dimaksud denganpencemaran lingkungan…. ? b. Materi ini sangatberfanfaat guna kelangsungan kehidupan masa depan yang lebih baik B. mengamati hasilevaluasi yang diperoleh siswa kelas IIISD Negeri 019 Bangkinang Kec. Apa yang di maksud denganlingkungan…. Memotivasi . Guru memberikan kasus – kasusyang sedang terjadi pada Lingkungan Alam dan Buatan a. Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandofokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 bangkinang pada mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial mengaju pada Penilaian kemampuan siswa.

Murid disuruh menyebutkan nama– nama hewan yang ada di sekitar mereka tinggal . Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. ada beberapa rencana tindakan yang akandilakukan dalam perbaikan pembelajaran antara lain: 1. Tanya jawab tentang pelajaran yang telah lalu 3. Mmengadakan Tanya jawab dengan metode yang bervariasi 6. Memotivasi siswa B. Mengadakan Tanya jawab tentanggambar yang dipajangkan 3. Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan 7. Guru memajangkan gambar –gambar mahluk hidup ( hewan ) 2. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran 3. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan  Pelaksanaan Adapun pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus Imata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilaksanakan dengan tahapan : A.perbaikan – perbaikanpembelajaran selanjutnya dengan tercapainya hasil yang diharapkan yang tentunyahasil yang lebih baik. Memotivasi siswa dalam pembelajaran 4. Siklus I Ilmu Pengetahuan Alam  Perencanaan Pada siklus I ini penulis mengadakan perbaikanpembelajaran pada mata pelajaran IPA. Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai 4. Kegiatan Inti ( ± 30 menit ) 1. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menanyakan kesiapan siswa untuk belajar 2. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang akan dicapai 2.

4. Murid dibawah bimbingan guru bersama – samamenyimpulkan pelajaran  Pengamatan Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklus I matapelajaran IPA sudah menunjukkan kemajuan. Guru mengarahkan murid untukbertanya tentang hewan – hewan yang ada disekitar mereka tinggal 5. hal ini ditemukan berdasarkan hasillaporan pengamatan teman sejawat dan refleksi penulis yang mana diantarakelemahan itu adalah : 1. yang mana tingkat keberhasilan sudahmeningkat dibandingkan dengan sebelum dilaksanakannya perbaikan. Guru mengajukan pertanyaanhewan apa saja yang biasa dipelihara disekitar pekarangan rumah 6. hal ini bertujuan agar hasil yangdiharapkan benar – benar memuskan. ada beberapa tindakan yang akan dilakukandalam perbaikan yaitu : . bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil yang diharapkan. Masih adanya siswa yang menjawab pertanyaan tidak benar 3.  Refleksi Selma perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan pada mata pelajaran IPApada siklus I sudah menunjukkan kemajuan yang mana siswa lebih aktif dalambelajar walaupun masih terdapat kelemahan yang membuat hasil belajar yangdiharapkan belum tercapai secara maksimal.4 Siklus II IPA rencanaan Dengan hasil yang dicapai pada siklus I mata pelajaranIPA diatas maka penulis merasa perlu melakukan perbaikan lanjutan yaitu siklusII mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.2. Terjadi keributan kecil ketika diminta untuk mengajukan pendapatnya 3. Kegiatan Ahir ( ± 10 menit ) 1. Tidak semua siswa mendapat kesempatan menjawab pertanyaan 2. Murid diminta untuk menjawabsatu persatu tentang pertanyaan yang disampaikan C.

Kegiatan Inti ( ± 30 menit ) 1. Memberikan tugas untuk membuatpertanyaan – pertanyaan tentang hewan yang ada disekita tempat tinggal mereka. Memberi salam dan setelah itumengabsen siswa 2.1. Kegiatan Akhir ( ± 10 menit ) . mengulangpembelajaran yang lalu yaitu tentang menggolongkan mahluk hidup ( hewan ) 3. Memilih metode yang sesuai dengan materi 3. B. C. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran dan tujuan yang akan dicapai 2. Siswa menyebutkan nama – namahewan yang diketahuinya melalui gambar 3. Memberikan kesempatan kepadasiswa untuk adu kecepatan dalam menyebutkan nama hewan yang adal di lingkungansekitar mereka tinggal 4. Memotivasi. materi ini sangatbermanfaat dalam menciptakan kerukunan antara sesama murid dan murid dan guru serta hubungan yangharmonis. Guru meminta murid untukmemperhatikan gambar hewan yang dipajang didepan kelas 2. Mengadakan Tanya jawab yang bervariasi 6. Memberi penguatan pada siswa yang dapat menjawab pertanyaan laksanaan Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus II matapelajaran IPA dilaksanakan dengan tahapan : A. Apersepsi. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. 7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. Sebaran pertanyaan diusahakan lebih merata 4. Jumlah pertanyaan yang disajikan juga lebih banyak 5.

ceramah dan Tanyajawab.1 Rencana PengamatanRefleksi Setelah melakukan prosesperbaikan pembelajaran dengan menempuh langkah – langkah yang telahdirencanakan dalam rencana perbaikanpembelajaran ( terlampir ) baik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialmaupun mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh data – data perolehannilai – nilai sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini Daftar Perolehan Hasil Belajar Siswa KelasIII Pada mata pelajaran IPS dengan topik “ Lingkungan Alam dan Buatan “ Tabel Rekapitulasi Nilai IPS . efleksi Setelah penulis melakukan perbaikan pembelajaran padasiklus I dan II mata pelajaran IPA dengan merancang metode yang lebih baik danmemperbaiki kelemahan – kelemahan yangditemukan pada siklus I.1 Deskripsi Persiklus 4. BAB IV HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN 4. sehingga siswa lebih aktif dalam PBM dan hasil yangdicapai sangat memuskan. Siswa bersama guru menyimpulkanmateri pelajaran ngamatan Pengamatan yang dilakukan penulisadalah dengan cara mengamati siswa pada saat proses belajar mengajar. tentu saja hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagipenulis untuk mengadakan perbaikan – perbaikan pembelajaran selanjutnya demitercapainya hasil yang diharapkan pada masa yang akan datang.1. Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandifokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada mata pelajaran IlmuPengetahuan Alam mengaju pada Penilaian kemampuan siswa. mengamatihasil evaluasi yang diperoleh maka hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelasIII SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklusII mata pelajaran IPA sudah sangat menunjukkan kemajuan yang sangat baik.1. Memberikan penguatan tentang dampakpositif dan negatif tentang dampak memelihara hewan di sekitar lingkungantempat tinggal 2.

6 ) pada siklus Iyang belum mencapai ketuntasan minimal 3 orang siswa yang mencapai ketuntasanminimal 18 orang siswa.1 6 ( 28. 57 ) 21 6.6 Keterangan : Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan walaupun belum maksimal.00 6. 6. 28 ) 5 ( 23.00 s/d 6.00 5.00 s/d 10.1 ) dan siklus II ( 7. 33 ) 6 ( 28.00 7. 28 ) 21 7. 80 ) 5 ( 23. 09 ) 3 ( 14. 57 ) 10 ( 47. 3.00 s/d 7. dan pada siklus II yang belum mencapai ketuntasaminimal adalah 1 orang siswa sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimaladalah 20 orang siswa.00 Jumlah Siswa Nilai rata – rata Awal Jumlah ( % ) Siklus I Jumlah ( % ) Siklus II Jumlah ( % ) Ket Istimewa Sangat Baik Baik Cukup 3 ( 14.Perolehan No 1. 80 ) 8 ( 38. 80 ) 7 ( 33.6 ) siklus I ( 7. 5. 04 ) 1 ( 4. 4.6 5 ( 23. Nilai 8.00 s/d 8. 2. 61 ) 4 ( 19. Grafik Hasil Belajar IPS Tabel Rekapitulasi Nilai IPA Perolehan No Nilai Awal Jumlah ( % ) Siklus I Jumlah ( % ) Siklus II Jumlah ( % ) Ket . 76 ) 21 7. pada awalnilai rata – rata ( 6.

4.1 Istimewa Sangat Baik Baik Cukup Keterangan : Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan. 6.1 ) Pada siklus I yang belum mencapai ketuntasan minimal 2orang siswa. 04 ) 2 ( 9. 4.9 ). 80 ) 10 ( 47. Grafik Rekapitulasi Nilai IPA ( 7. 76 ) 21 8.5 ). 5.5 5 ( 23. 52 ) 1 ( 4.00 s/d 8. 8. dan siklus IIyang belum mencapai ketuntasan minimal adalah 1 orang siswa sedangkan yangtelah mencapai ketuntasan minimal adalah 20 orang siswa. 3.00 7. dalam perbaikan pembelajaran siswa . walaupun belum maksimal. 57 ) 7 ( 33.00 s/d 7. 04 ) 21 6. 2. sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimal adalah 19 orang siswa.1. 61 ) 4 ( 19. 76 ) 21 7. SiklusI sedangkan padasiklus II ( 8. 57 ) 12 ( 61.00 s/d 10.00 s/d 6.00 6. 90 ) 2 ( 9. 04 ) 6 ( 28.00 5. pada dataawal nilai rata – rata ( 6. 33 ) 4 ( 19.2 Pembahasan Dilihat dari hasil perbaikan dan hasil diskusi penulisdengan teman sejawat bahwa perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan telahmenunjukkan kemajuan dan peningkatan demikian juga ketuntasan belajar siswasecara individu.00 Jumlah Siswa Nilai rata – rata 4 ( 19.9 6 ( 28.

Proses pembelajaran akan sukses jika ditunjang oleh suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan.sudah menunjukkankeaktifannya dalam Tanya jawab serta diskusi dan dalam menyelesasikan tugasyang diberikan baik dalam pembelajaran IPS dan IPA.1 Kesimpulan Dari hasil perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan IlmuPengetahuan Alam telah dilaksanakan dan dapat diambil beberapa kesimpulansebagai berikut : 1.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas. Memberikan metode pembelajaran yang bervariasi dan bermakna 2. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaranIPS dengan topik “ Lingkungan Alam danBuatan “ dan mata pelajaran IPA dengan topik “ Menggolongkan Mahluk Hidup (Hewan ) penulis mengalami beberapakendala dalam melakukan penelitian dilapangan diantaranya memakan waktu yangcukup lama. Minat siswa harus ditumbuh kembangkan dengan berbagai teknik pembelajaran yang relevan. ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuansiswa dalam pembelajaran IPS dan IPA di Sekolah Dasar adalah : 1. 5. apalagi dengan menggunakan metode yang bervariatif sesuai dengan kondisi dan situasi dimana siswa berada serta tetap memperhatikan bahasan yang menyenangkan. sinkronisasi dengan teman sejawat sedikit terhambat dikarenakanketerbatasan ilmu tentang penelitian. 4. Dengan memberikan penjelasan secara lisan dan berulang – ulang siswa lebih mengerti dalam mengerjakan latihan sehingga prestasi meningkat 3. Dengan memberikan motivasi dan menanamkan konsep Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan benar siswa mampu menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan dan mahluk hidup 2. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Memberikan motivasi kepada siswa dengan berbagai gambaran yang positif tentang manfaat ilmu yang dipelajarinya bagi kehidupan kelak .

Buku Pengetahuan Sosial 4. Udin S Winata Putra. Jakarta: Universitas Terbuka. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan 4. Statistik Dasar UTcetakan 8 : Jakarta. Dr. TigaSerangkai Mandiri. Winata Putra.Dkk. Warsiti Adnan ( 2006 ). Buku Petunjuk Guru IPS. Memberikan wawasan yang luas dalam memberikan materi dan diikuti oleh contoh – contoh yang kongkrit yang dekat dengan keseharian anak. ( 2002 ) Materi dab PembelajaranIPS SD Edisi ke satu. Memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya 5. Udin. H. Kurikulum KBK dan KTSP. Wardani IGK.menerangkan bahwa : Nama NIP Tempat Mengajar Alamat Sekolah Telepon : : : SD Negeri 019 Bangkinag : Bangkinag kota : . DAFTAR PUSTAKA Narnherhyanto & HM Akib Hamid ( 2004 ). Pemantapan Kemampauan Profesional. Lampiran I Rencana PerbaikanPembelajaran ( RPP ) I Lampiran 2 Lampiran 3 KESEDIAAN SEBAGAI TEMAN SEJAWAT DALAM PENYELENGGARAAN PKP Kepada Kepala UPBJJ-UT Pekanbaru Di Pekanbaru Yang bertanda tangan dibawah ini . S. Warsito Adnan. ( 2005 ).A. Solo : PT. Strategi Belajar Mengajar . M. ( 2001 ). Solo : PT. Dkk. ( 2006 ).3.Universitas Terbuka. TigaSerangkai Mandiri. Jakarta : UnibersitasTerbuka.

Lampiran 4 SURAT PERNYATAAN .Menyatakan diri bersedia menjadi temansejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama : Nama NIM Program studi Tempat Mengajar Alamat Sekolah Telepon : Desi Arisanti :816623894 : S 1 PGSD : SD Negeri 019 Bangkinang : Bangkinang kota : Demikian pernyataan ini dibuat semoga dapatdipergunakan sebagaimana mestinya Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP. Temansejawat 2010 ………………………… NIP. Bangkiang.

yangmerupakan tugas mata kuliah PGSD 4412 Pemantapan Kemampuan Profesional ) Demikianlahpernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan seperlunya.Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIM UPBJJ – UT esi Arisanti :816623894 ekanbaru Menerangkan bahwa : Nama Tempat mengajar : : SD Negeri 019 Bangkinang :III Guru Kelas Adalah temansejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran. . 2010 Yangmembuat pernyataan Mahasiswa DESI ARISANTI NIM.816623894 Menyetujui TemanSejawat ………………………… NIP. ( PKP Bangkiang.

Temansejawat 2010 ………………………… .76 Rata – rata 100 93. 16.6 53.3 50. 8.6 73. 19.0 Ket 1.3 60. 5.6 76.0 86.0 60. 6. 4. 14. 21. 2.6 66.3 80 76. 3.6 63.3 63. 10.14 : IPS :III : Lingkungan Alam dan Buatan Nilai Persiklus Siklus I 100 100 90 90 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 60 50 50 1500 71. Jumlah Rata – rata Bangkiang. 13.0 60. 11. 20. 17. 12. 18.Lampiran 5 Lembar Penilaian Mata Pelajaran Kelas Fokus Penilaian No Nama Siswa Data Awal 100 80 80 80 80 80 70 70 70 70 6 60 60 60 60 60 60 60 50 50 50 1410 67. 9.3 73.42 Siklus II 100 100 100 90 90 80 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 50 1570 74.0 60.0 56. 7. 15.3 66.6 83.3 90.

6 83.0 86. 5. 6.6 66.3 60. Lampiran 6 Lembar Penilaian Mata Pelajaran Kelas Fokus Penilaian No 1. 4. 10. 11. 14. 3.6 73. 8. 9.3 63. Nama Siswa Data Awal 100 90 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 60 : IPA :III : Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) Nilai Persiklus Siklus I 100 100 90 90 90 80 80 80 70 70 70 70 70 60 60 60 60 Siklus II 100 100 100 90 90 90 90 80 80 80 70 70 70 70 70 70 60 Rata – rata 100 93. 17.6 76. 13.3 90.3 80 76.3 66.3 73.0 60.NIP. 15. 2. Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP.0 Ket . 7.0 60.6 63. 16. 12.

Temansejawat 2010 ………………………… NIP. Lampiran KARTU KONSULTASI MATA KULIAH PKP S 1 UNIVERSITAS TERBUKA POKJAR KAMPAR D Nama NIM :816623894 esi Arisanti Supervisor Masa Registrasi : : HUSNIL KHATIMAH. Jumlah Rata – rata 60 50 50 50 1420 67.Pd.0 Bangkiang. 21.18.61 60 60 50 50 1520 72.3 50. Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP. S.6 53. 19.38 60 60 60 50 1610 76.66 60.SD .0 56. 20.

Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. contoh makalah graph. contoh pengelolaan udara. kumpulan lampiran pada makalah. judul kerja praktek teknik lingkungan.MAJALENGKA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Usul kenaikan pangkat dari Golongan IV/a ke IV/b . contoh makalah teori graf PTK-PKN GAMBARAN METODE INKUIRI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI (PKn) DI KELAS VI SD NEGERI ARGASARI II KECAMATAN TALAGA KAB. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis.No Tanggal Isi pertemuan / Diskusi Topik : Masalah : Masukan Supervisor : Lama Pertemuan / Diskusi Tanda Tangan Supervisor Sumber : PTK Mahasiswa UT Pokjar Kampar UBJJ Pekanbaru .

GAMBARAN METODE INKUIRI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI (PKn) DI KELAS VI SD NEGERI ARGASARI II KECAMATAN TALAGA KAB.MAJALENGKA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Usul kenaikan pangkat dari Golongan IV/a ke IV/b . Disusun oleh : MAMAN NIP. 130 616 644 .

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA DINAS PENDIDIKAN UPTD ENDIDIKAN KECAMATAN TALAGA SD NEGERI ARGASARI II Tahun 2008 .

Pangkat/Golongan Jabatan : : : : MAMAN 130 616 644 Pembina IV/a Guru Pembina Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa : Bahwa yang bersangkutan benar-benar membuat Karya ilmiah dengan judul : “Gambaran Metode Inkuiri Dan Penerapan Pada Pembelajaran Pengembangan Diri (PKn) di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Mengetahui Kepala SD Negeri Argasari II Kec.LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP. Oktober 2008 Koordinator Perpustakaan . Majalengka” dan ulasan ilmiah ini disimpan di perpustakaan sekolah sebagai bahan acuan atau referensi bagi temanteman yang lainnya. Majalengka Majalengka . Talaga Kab.

MUSLIHAT NIP.Ma NIP: 130 616 631 N.SANUSI. 131 235 016 fhgfgj .A.

guna perbaikan selanjutnya. Penerapan metode Inkuiri dalam proses belajar mengajar PKn akan memberikan penguatan pada siswa untuk secara sadar menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. jika dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Guru bebas menggunakan metode yang ditunjang oleh media pengajaran yang mendukung aktivitas siswa sehingga materi yang disampaikan guru dapat diserap oleh siswa. karena itu saran dan kritik dari semua pihak yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Dengan demikian pembelajaran PKn dengan metode inkuiri akan memberikan kontribusi yang positif terhadap kebermaknaan siswa dalam belajar.KATA PENGANTAR Dalam proses belajar mengajar. Penulis sangat menyadari kekurangan dan ketidaksempurnaan penelitian ini. Oktober 2008 Penulis . Semoga penelitian ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi guru pengajar di Kelas VI Talaga .

............... ...............................1...... Rumusan Masalah . 1............................... 1 3 3 3 4 4 Definisi Operasional . Fungsi Mata Pelajaran PKn .......................................................................6 Pengertian PKn ..........................2 2............ v ....................................................................... BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.................................................................................................. vi ii PENDAHULUAN 1...........3.................................................................4 Tujuan ............B ...............................................................5 2............................3........B .. Tujuan dan Manfaat .......................................................... i ......... Tujuan Mata Pelajaran PKn ......................3 2..........................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I .....................1 2............2 1.................................... Pokok Bahasan PKn di Kelas VI................................... iii ........ Pengertian Mata Pelajaran PKn ..........................1 1................................ 6 7 7 8 9 9 ........................................ 1..................................... Latar Belakang Masalah ......................................................................................................................................................................3..........................4 2............................................................................... Manfaat ....................2.................... Ruang Lingkup Materi PKn di Kelas VI.......... 1.......................................................................

........ Data Hasi ..1 3...............1 3...............2 Teknik Observasi ... 4......................3 Data Proses .......... 27 28 3............................. 2........ 2...........10............................2 Karakteristik Metode Inkuiri ..........................................10 Metode Inkuiri ..........3 Prosedur Metode Inkuiri ...................... 26 Monitoring dan Evaluasi ............................................................................3 3.........................................2...... 11 12 12 14 14 14 15 17 2................................................10..................................3 BAB IV Pembahasan Masalah .......................................1...1 Pengertian Metode Inkuiri .............2............. 30 31 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 3.........................10...................................1.... Hakikat Pembelajaran PKn ........... Metode dan Teknik Pembelajaran PKn ......1.2......................2......... .. 18 18 18 20 20 21 Deskripsi Data ............................................... KESIMPULAN DAN SARAN 4... BAB III DATA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3........................................2 3....... Teknik Tes ..............................2 Kesimpulan Saran ...........................1 Teknik Pengumpulan Data ..... 2....................................... 2.......7 2...8 2............10.................................................................... Teknik Wawancara ...................................................................B .................................1........................ 3.........9 Pengendalian Diri di Kelas VI..........................................................................................2 3.............4 Kekuatan dan Kelemahan Metode Inkuiri ..........

LAMPIRAN-LAMPIRAN .

.....DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Materi PKn di Kelas VI .................... 10 19 ............................. Hasil pree tes dan pos tes .......................................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN PERSIAPAN MENGAJAR LEMBAR KERJA SISWA PEDOMAN WAWANCARA .

bekerja keras. bertanggungjawab. berdisiplin. dikembangkan iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta sikap dan perilaku yang inovatif dan kreatif. Dalam pelaksanaan . berkepribadian. guru harus berupaya mengembangkan ketiga ranah tersebut agar berkembang sesuai dengan yang diharapkan.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. tangguh. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. berbudi pekerti luhur. mandiri. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. dan mempunyai sikap yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. afektif dan psikomotor. yang lebih menitikberatkan pada ranah afektif. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Pendidik haru:s bisa menyiapkan anak didik menjadi orang dewasa yang mandiri. Kepribadian siswa pada hakikatnya dipengaruhi oleh ranah kognitif. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang sesuai dengan isi Kurikulum 2004 adalah pendidikan tentang nilai-nilai yang sasarannya bukan semata-mata pengalihan pengetahuan melainkan lebih ditekankan pada pembentukan sikap. mampu menggunakan dan mengembangkan sendiri kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) yang telah dimilikinya. Dalam dunia pendidikan kita sering mendengar ungkapan yang cukup sederhana yaitu "mendidik anak pada masa kini berarti menyiapkan orang dewasa di masa mendatang". sehingga membentuk kepribadian unik setiap manusia. Sejalan dengan hal tersebut di atas. Pendidikan nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. Dalam menyajikan pelajaran.BAB I PENDAHULUAN 1. apektif dan psikomotor. Ketiga ranah tersebut menyatu dan sulit dipisahkan satu dengan yang lainnya. Dengan demikian mata pelajaran PKn meliputi ranah kognitif.

5. Metode Ceramah Metode Tanya Jawab Metode Diskusi Metode Karyawisata Metode Pemecahan Masalah Metode Pembinaan Nila Metode Simulasi Metode inkuiri Metode Bermain Peran 10. 9. Metode Tugas 12. Metode Permainan 11. Metode Drill (Depdikbud. 1996:50) . Untuk pemahaman nilai dalam PKn. 2. Dalam proses pembelajaran PKn. dan dalam penyampaian bahan ajar kepada siswa belum digunakan media belajar yang lain. 8. guru belum semuanya melaksanakan pendekatan siswa aktif. dan peranan guru sebagai dinamisator belajar siswa belum diterapkan. 3. terdapat beberapa metode yang dapat dilaksanakan dan dikembangkan oleh guru di antaranya adalah: 1. hasil akhir yang menjadi tujuan adalah pengembangan ranah apektif yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dan berkembang dalam tatanan kehidupan manusia Indonesia.pembelajaran terdapat perbedaan tergantung dari ranah mana yang mendapat penekanan. sementara dalam pembelajaran PKn. 6. 7. 4. Dalam penyampaian materi pelajaran guru masih menggunakan buku-buku sumber dan buku pelengkap sebagaa sumber belajar. namun guru masih dominan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.

Berdasarkan studi awal yang penulis lakukan pada guru Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.MajalengkA pada pokok bahasan Pengendalian Diri ? 3) Bagaimanakah hasil pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. dalam mengajar guru belum mencobakan metode-metode yang direkomendasikan oleh Depdikbud di atas. 1) Bagaimana cara menyusun perencanaan pembelajaran PKn dengan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.3 Tujuan dan Manfaat 1.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian diri ? 2) Bagaimanakah cara melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka ? 1.2 Rumusaa Masalah Bertolak dari latar belakang di atas. Dalam penelitian ini penulis akan mencobakan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri yang merupakan metode yang belum pernah dicobakan sebelumnya pada siswa.3.MajalengKA . maka yang menjadi permasalahan yaitu.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri ? 4) Bagaimanakah upaya mengatasi hambatan yang dialami siswa dalam pembelajaran PKn dengan metode inkuiri pada pokok bahasan Pengendalian Diri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.1 Tujuan Secara umum tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran/informasi bagi guru PKn tentang pengaruh metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD. Metode yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar masih sebatas ceramah dan tanya jawab. 1. Secara khusus tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah: .

3) Untuk mengetahui seberapa besar hasil pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka Pengendalian Diri. 2.2 Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu : a. c. Bagi sekolah pada pokok bahasan . 4) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami murid dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Sebagai bahan informasi tentang pentingnya penyajian bahan pelajaran yang mengutamakan keterlibatan siswa. Bagi Siswa 1.MajalengkA pada pokok bahasan Pengendalian Diri.1) Untuk mengetahui cara-cara menyusun perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Bagi Guru l. Pembelajaran akan lebih bermakna hagi siswa b.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. 1. Dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar.3. 3. 3. Melatih siswa berpikir kritis dalam pembelajaran. Sebagai bahan pertimbangan pemilihan metode yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran PKn di Kelas VI. Sebagai bahan masukan dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran PKn di Kelas VI. 2. 2) Untuk mengetahui cara-cara melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.

Dapat dipakai sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran PKn . merupakan salah satu pokok bahasan pelajaran PKn di Kelas VI SD pada semester 2 . 1. Pembelajaran PKn menurut Kurikulum Yang Bisempurnakan (1994:130) adalah salah satu mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia.4 Definisi Operasional Metode inkuiri. Pokok Bahasan Pengendalian Diri. adalah "Sebuah pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan atau masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya". menurut Depdikbud (1996. Mata pelajaran PKn diajarkan di Sekolah Menengah Pertama berdasarkan Kurikulum Yang Disempurnakan tahun 2004 ditambah dengan suplemen Kurikulum 2006 sebagai penyempurnaan dari Kurikulum 2004.-76).

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian PKn Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang teridiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung persatuan bangsa dalam masyarakat yang beraneka ragam kebudayaan dan beraneka ragam kepentingan, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah dan mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No 2 Tahun 1989). Sedangkan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pengetahuan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalakan oleh bangsa dan negara (Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No 2 Tahun 1989). Di SD bahan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan aitekankan pada pengamalan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (SLTA). Berdasarkan Kurikulum 2004 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah "Mata pelajaran yyang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia". Untuk siswa SD nilai luhir dan moral tersebut diharapkan dapat diaplikasikan dalam wujud perilaku kehidupan sehari-hari siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota keluarga, anggota masayarakat dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di sini tampak bahwa PKn mempunyai aspek pokok berupa pengembangan dan pelestarian nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Nilai luhur budaya Indonesia sangat

beragam tergantung di daerah mana nilai itu berada. Benturan nilai vang berdasarkan budaya daerah yang satu dengan yang lainnya harus diketahui oleh siswa. Hal ini disebabkan nilai, budaya dan norma yang berlaku di satu daerah akan lain dengan nilai, budaya dan norma yang berlaku di daerah lain.

2.2 Pengertian Mata Petajaran PKn Kurikulum Pendidikan Dasar telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1443 tanggal 25 Februan 1993. Salah satu dari sebelas mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn banyak mengandung nilai-nilai pendidikan yang apabila diajarkan menurut cara yang tepat akan lebih bermakna bagi siswa dan akan diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, namun apabila diajarkan dengan cara yang salah, maka PKn hanya akan merupakan pelajaran yang bersifat hapalan belaka dan hasilnya kurang bermakna bagi siswa, karena siswa tidak akan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai anggota keluarga, anggota sekolah atau anggota masyarakat. Agar guru dapat memberikan materi pelajaran PKn dengan baik dan supaya hasilnya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari, sebaiknya guru mengajar dengan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan kondisi siswa tidak hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab atau tugas saja.

2.3 Fungsi Mata Pelajaran PKn Mata pelajaran PKn merupakan salah satu mata pelajaran yang ada dalam sistem kurikulum Pendidikan Dasar. Fungsi mata pelajaran PKn yang diajarkan di sekolah adalah agar dapat diaplikasikan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar (Depdikbud, 1994: 81), mata pelajaran PKn berfungsi untuk : l. Mengembangkan dan melestarikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

2. Mengembangkan dan membina siswa yang sadar akan hak dan kewajibannya, taat pada peraturan yang berlaku dan berbudi pekerti luhur. 3. Membina siswa agar memahami dan menyadari hubungan antar sesama anggota keluarga, sekolah, dan masyarakat serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari ketiga fungsi tersebut dapatlah disimpulkan bahwa mata pelajaran PKn akan memberikan arah berpikir yang kritis kepada para siswa terhadap masalah-masalah, gejala perilaku, dengan harapan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik pada waktu siswa masih menjadi seorang pelajar terlebih lagi ketika siswa menjadi anggota masyarakat.

2.4 Tujuan Mata Pelajaran PKn Tujuan yang akan dicapai dengan pembelajaran Mata pelajaran PKn di SD dengan proses belajar mengajar PKn adalah menanamkan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan kepada nilai-nilai Pancasila baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, dan memberikan bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan di SLTP.(Depdikbud, 1994:2) Tujuan tersebut di atas, dapat dicapai jika dalam proses belajar mengajar, guru dapat menciptakan suasana yang kondusif, di antaranya dengan menggunakan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa, dan hasil belajar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

2.5 Ruang Lingkup Materi PKn di Kelas VI Ruang lingkup mata pelajaran PKn perlu diketahui agar pada waktu memberikan materi kepada siswa, guru mempunyai batasan-batasan keluasan materi yang harus diajarkan. Hal ini dimaksudkan agar materi yang diajarkan di setiap kelas sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis siswa dan tingkat kesulitan materinya. Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar, (Depdikbud, 1994:2), ruang lingkup mata pelajaran PKn di Kelas VI meliputi: l. Nilai moral dan norma bangsa Indonesia serta perilaku yang diharapkan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

merupakan materi yang harus disampaikan kepada siswa di tingkat Sekolah Dasar. Dalam pelaksanaan pembelajaran PKn pokok bahasan tersebut disesuaikan dengan daya nalar siswa Kelas VI. budaya. terdiri dari 12 pokok bahasan yang harus diajarkan kepada siswa selama 72 jam pelajaran. Kedua ruang lingkup tersebut di atas. Artinya pembahasan sebuah pokok bahasan. (2004:6) dalam KYD. 2. pertahanan. politik. Uraian pokok bahasan tersebut sebagaimana tertulis pada tabel di bawah ini. Pokok bahasan pokok bahasan tersebut adalah nilai-nilai luhur Pancasila yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. . Ruang lingkup tersebut diurai dalam beberapa pokok bahasan.6 Pokok Bahasan PKn di Kelas VI Berdasarkan Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 2004 terdapat 12 pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran. sosial.2. pokok bahasan mata pelajaran PKn Kelas VI untuk Semester I dan II. ekonomi. dan keamanan di negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. merupakan konsep dasar yang harus dikuasai oleh siswa secara kognitif dan psikomotor juga harus dapat dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari (apektif). Menurut Depdikbud. Kehidupan ideologi.

Lapang Dada 1) Menyadari perlunya sikap lapang dada dalam pergaulan sehari-hari .Tabel 1 Materi PKn di Kelas VI Semes ter 1 Pokok Bahasan 1. Kebijaksanaan senari-hari 2) Membiasakan bertindak cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah. sekolah. dan lingkungan. Bhineka Tunggal Ika dalam 3. 2) Membiasakan berperilaku menerima dan mempertimbangkan saran serta pendapat orang lain atas dasar penalaran 1) Memahami makna. serta dapat diterima oleh semua pihak 5. serasi dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari 2) Membiasakan belajar. Keindahan Uraian 1) Memahami perlunya rasa keindahan dalam kehidupan 2) Membiasakan untuk memelihara keindahan di rumah. Persatuan dan membina persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Kesatuan 2) Membiasakan memelihara persatuan dan kesatuan dengan tidak mempertimbangkan perbeedaanperbedaan yang ada dalam pergaulan 1) Memahami perlunya sikap bijaksana dalam kehidupan 4. dan berdoa secara seimbang. bekerja. . serta menikmati kehidupan yang wajar sesuai dengan kemampuannya. serta menikmati keindahan budaya dan alam sekitarnya 2. Keserasian 1) Memahami perlunya sikap hidup yang selaras.

di sekolah. yang merugikan orang lain .6. Pengendalian1) Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. dan Diri bernegara 2) Membiasakan berperilaku sabar. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan. tidak cepat marah. Berjiwa Besar1) Menyadari perlunya sikap berjiwa besar dalam melaksanakan tugas dan kegiatan di keluarga. berbangsa. dan di lingkungan masyarakat 2) Membiasakan melakukan sesuatu dengan rela untuk kepentingan orang lain tanpa pamrih 2 7.

sekolah dan masyarakat 9. 10. norma dan budaya Indonesia.8. mengindahkan. Cinta Tanah1) Menyadari perlunya cinta tanah airi Air 12. bernegara dan berbangsa 2) Membiasakan hidup rukun dengan menjauhi hal-hal yang akan merusak hal tersebut 11. 2. setelah itu kemudian siswa dibimbing untuk membiasakan diri terhadap materi tersebut.B terbagi menjadi dua uraian materi yaitu: .7 Pengendalian Diri di Kelas VI Pokok Bahasan Pengendalian Diri di Kelas VI.sekolah dalam masyarakat. Kepedulian 1) Menyadari perlunya sikap tanggap (peduli) terhadap keadaan dan lingkungan masyarakat sekitarnya 2) Membiasakan berperilaku memperhatikan. Pengabdian 1) Menyadari perlunya kesediaan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara 2) Membiasakan melakukan kegiatan untuk kepentingan keluarga. yaitu pertama siswa harus memahami atau menyadari dulu materi esensialnya. Harga Menghargai 2) Membiasakan perilaku untuk memajukan lingkungannya 1) Menyadari perlunya kesediaan untuk menghargai hasil karya orang lain 2) Membiasakan berperilaku memelihara dan memberikan pujian terhadap hasil karya orang lain Dalam uraian kedua belas materi yang terdapat dalam kurikulum untuk satu tahun terdapat hal yang substansial. Kerukunan 1) Menyadari perlunya kemauan untuk hidup rukun di keluarga. Dengan demikian diharapkan siswa akan berperilaku sebagaimana nilai. dan menghiraukan keadaan lingkungannya.

perlu adanya kepaduan sikap antara orang tua. Proses untuk mendapatkan hasil pembelajaran PKn tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Dalam memecahkan satu masalah seorang warganegara sering mengambil sikap tertentu yang memungkinkan usaha tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan.8 Hakikat Pembelajaran PKn PKn adalah sebuah mata pelajaran yang terdiri dari pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan yang ditekankan pada pengamalan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. terdapat beberapa metode dalam pembelajaran PKn di antaranya adalah: . tidak cukup hanya dengan metode ceramah karena PKn merupakan pembelajaran yang yang mengutamakan pada ranah apektif. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain (ranah apektif). artinya PKn tidak hanya berupa hapalan nilai-nilai Pancasila tapi juga merupakan proses pengamalan Pancasila sejak usia dini baik di lingkungan keluarga. Oleh karean itu. baik di sekolah. atau bahkan dengan usaha tersebut permasalahan bukannya selesai malah menajadi bertambah besar. Untuk pemahaman (kognitif) siswa dengan mudah dapat menghapalnya namun untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. 2. 2) Membiasakan berperilaku sabar.9 Metode dan Teknik Pembelajaran PKn Untuk mengajarkan PKn. Menurut Depdikbud. dan bernegara (ranah kognitif). berbangsa. tidak cepat marah. Oleh karena itu diperlukan metode dan teknik yang sesuai dengan materi yang akan dibahas dan sesuai dengan tingkatan kelas. masyarakat dan guru agar siswa benar-benar mengaplikasikan nilai yang telah dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. guru tidak bisa secara terus-menerus mengevaluasi perilaku siswa selama 24 jam. 2.1) Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. (1996:50). di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

e) Metode Pemecahan Masalah adalah suatu cara memahami konsep-konsep ilmiah melalui kegiatan seperti seorang ilmuwan memecahkan masalah. j) Metode Permainan/Game. b) Metode Tanya Jawab. dengan tujuna untuk menghayati perasaan. h) Metode Inkuiri digunakan dalam proses belajar mengajar yang mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan/masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya. g) Metode Simulasi. metode ini digunakan dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa dan atau sebaliknya secara lisan dan tertulis c) Metode Diskusi.a) Metode Ceramah adalah suatu penyampaian bahan pelajaran dengan lisan. digunakan untuk memperoleh atau menemukan pengertian dan menanamkan nilai tertentu. Namun pada kenyataannya seorang guru tidak mungkin meninggalkan metode ini sepenuhnya. pengumpulan data. i) Metode Bermain Peraru/Sosio Drama merupakan bentuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan perasaan. f) Metode/Teknik Pembinaan Nilai. Metode ini biasanya dianggap sebagai metode yang memiliki kadar CBSA sangat rendah. bahkan dewasa ini proses belajar mengajar di sekolah masih didominasi oleh metode ceramah. Dimulai dengan perumusan masalah. kemudian diikuti dengan kegiatan-kegiatan observasi. k) Metode Tugas. metode ini digunakan untuk menentukan nilai-nilai yang akan dipilih siswa terutama pada proses pengambilan nilai. sudut pandang dan cara berpikir oerang lain. suaru kegiatan tukar menukar gagasan atau pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan untuk memperoleh kesamaan pendapat d) Metode Karyawisata. sikap. tingkah laku dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. dilakukan guru dengan memberikan tugas/pekerjaan kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggungjawabkan . merupakan metode bermain peran atau pura-pura. dan penarikan kesimpulan. adalah suatu kunjungan yang direncanakan kepada suatu obyek tertentu untuk dipelajari atau sebagai alat bantu dalam hal memahami suatu gagasan atau sebagai alat untuk memperoleh informasi yang diperlukan.

4. karena pembelajaran PKn l.1 Pengertian Metode Inkuiri Menurut Webster's New Collegiate Dictionary dalam Iskandar. (1997:68) mengatakan bahwa "Pendekatan enquiry sebagai pendidikan yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri. karakteristik Inkuiri yaitu sebagai berikut: .10 Metode Inkuiri 2. (1997:68). Pembelajaran lebih efisien dan efektif 2. Siswa dapat menemukan sendiri jawabannya.2 Karakteristik Metode Inkuiri Menurut Kuslan dan Stone dalam Iskandar. adalah baik. Materi merupakan nilai yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari 2. Sedangkan Peaget dalam Iskandar.l) Metode Drill/Latihan Siap.10. (1997:68) kata inkuiri (enquiry) berarti "pertanyaan atau penyelidikan". Dalam pelaksanaan model inkuiri yang lebih diutamakan adalah keterlibatan siswa secara penuh daripada kegiatan gurunya. Salahsatu metode yang dianggap tepat dan dominan dalam menyampaikan materi PKn di Kelas VI adalah metode memecahkan masalah dengan teknik inkuiri. sangat cocok untuk pembiasaan tingkah laku penguasaan materi terutama tingkah laku yang baik Pada dasarnya dari keduabelas metode yang diuraikan di atas. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan". 2.10. tergantung dari materi dan kesiapan guru serta siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Siswa merasa tertantang untuk memecahkan sebuah persoalan 3. Konsep nilai yang ditanamkan akan diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari 5. Penulis menganggap demikian.

dan tidak ada dalam buku pelajaran Buku-buku petunjuk yang dipilih berisi pertanyaan-pertanyaan dan saran-saran untuk menentukan jawaban. membaca dan menggunakan sumber-sumber lain 9. Murid-murid bersemangat sekali untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri 5. terbuka. karena model ini lebih menekankan pada pencarian pengetahuan daripada pemerolehan pengetahuan yang pada akhirnya akan membentuk . 8. Suatu masalah ditentukan. 2.l. Juga diusahakan untuk memberikan penjelasan-penjelasan secara ilmiah. Murid-murid melakukan penelitian. Menggunakan keterampilan-keterampilan proses Tidak ada keharusan untuk menyelesaikan unit tertentu dalam waktu tertentu Jawaban jawaban yang dicari tidak diketahui lebir dulu. Hipotesa dirumuskan oleh murid-murid Murid-murid mengusulkan cara mengumpulkan data. Murid-murid mengolah data dan mereka sampai pada kesimpulan sementara. lalu ditentukan pula asumsi-asumsi. bukan memberikan jawaban 4. secara individu atau kelompok untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menguji hipotesa 11. ingin tahu. keterlibatan-keterlibatan dan kesukaran-kesukaran 10. dan bertanggungjawab. mengadakan pengamatan. 3. Proses pembelajaran berpusat pada pertanyaan-pertanyaan mengapa dan hagaimana kita mengetahui. lalu dipersempit hingga terlihat kemungkinan masalah itu dapat diperolen oleh murid 7. serta betulkah kesimpulan kita ini 6. Melihat karakteristik-karakteristik di atas. penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran PKn khususnya di Kelas VI dengan menggunakan teknik inkuiri dapat mengembangkan beberapa sikap yaitu: sikap objektif. Semua usul dinilai bersama. melakukan eksperimen.

10. melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.3 Prosedur Metode Inkuiri Setiap model atau sistem belajar mempunyai cara/langkah kegiatan yang berbeda-beda. apakah terjawab atau tidak . wawancara. adalah sebagai berikut: 1. apakah terbukti atau tidak. atau menyuruh siswa membaca atau mendengarkan uraian yang membuat permasalahan 2. Verification/pembuktian Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran. membaca literatur. atau informasi yang ada. Data collection Untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis ini.pribadi yang baik dan siswa dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara membiasakan diri. bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu. 6. Problem statement Siswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasil:an berbagai masalah. diklasifikasikan. Generalization . atau hipotesis. diacak. 5. ditabulasikan. observasi dan sebagainya semua diolah. wawancara dengan nara sumber. pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek. yakni pernyataan (statemen) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan 3. 4. siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan. Permasalahan yang dipilih selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. 2. Simulation Guru mulai bertanya dengan mengajukan persoalan. prosedur yang harus ditempuh dalam penerapan metode inkuiri menurut Liliasari dalam Iskandar (1997:69). Data procesing Semua informasi hasil bacaan.

karena itu dianjurkan agar guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang meminta siswa berpikir tinggi. . mampu mengatasi hambatan serta kesulitan hingga la dapat mencapai prestasinya dengan mengembangkan dirinya secara optimal di dalam menempuh proses belajar" 2. Perumusan masalah 4. Kesimpulan yang diperoleh sebagai hasil penyelidikan.(1985:96) "Bimbingan dalam belajar difokuskan kepada permasalahan tentang bagaimana caranya agar anak terhindar dari kegagalan. Bimbingan yang berupa pertanyaan tersebut dimaksudkan agar dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensi secara optimal serta membantu menghindari kegagalan siswa dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil eksperimennya. Situasi yang menyediakan stimulus untuk enquiry 2. Kekuatan dan kelemahan metode inkuiri menurut Djamarah dan Zain (1997:23) yaitu sebagai berikut: Kekuatan inkuiri a) Hasil belajar dengan cara ini lebih mudah dihapalkan dan diingat. seperti yang dikemukakan oleh Syamsudin. mudah ditransfer untuk memecahkan masalah. siswa belajar menarik kesimpulan atau generalisasi tertentu. Pelaksanaan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn dapat dilaksanakan dengan 5 karakteristik sebagai berikut. Kelima karakteristik tersebut dapat dimulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuju kepada kesimpulan.Berdasarkan hasil pembuktian tadi. 1. Pencarian pemecahan 5.4 Kekuatan dan Kelemahan Metade Inkuiri Setiap metode mempunyai kekurangan dan kelebihan.10. Masalah yang akan dicari pemecahannya 3. Begitu pula dengan metode inkuiri. Pertanyaan yang diajukan guru memegang peranan penting dalam menerapkan model ini.

Sebaliknya apabila guru kurang terampil dalam memberikan bimbingan (berupa pertanyaan-pertanyaan) proses pembelajaran tidak akan berhasil. hasil pembelajaran bisa meningkat dan lebih bermakna bagi siswa. a) Memakan waktu yang cukup banyak. apabila pelaksanaan metode inkuiri mengikuti prosedur yang direncanakan maka diharapkan. karena siswa dapat merasa atas penggunaannya sendiri. Kelemahan inkuiri. Berdasarkan uraian di atas.b) Pengetahuan dan kecakapan anak didik bersangkutan lebih jauh dapat menumbuhkan motivasi intrinsik. sehingga tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai. . b) Kalau kurang terpimpin atau kurang terarah dapat menjurus kepada kekacauan dan kekaburan materi yang dipelajari.

BAB III DATA DAN PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Teknik Pengumpulan Data 3.1.1 Teknik Observasi Objek yang akan diteliti atau diobservasi merupakan data yang sangat penting dalam penelitian penerapan metode inkuiri adalah siswa Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka , dengan jumlah siswa 30 orang terdiri atas 14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Observasi yang dilakukan meliputi: l. Minat siswa terhadap mata pelajaran PKn 2. Keaktifan dalam belajar 3. Menjawab pertanyaan 4. Memberikan pendapat 5. Memberikan tanggapan terhadap pendapat orang lain 6. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 7. Motivasi dalam mengerjakan tugas Ketujuh hal tersebut di atas diobservasi oleh penulis pada saat berlangsungnya proses pembelajaran PKn. 3.1.2 Teknik Tes Untuk memperoleh data yang akan diolah dan dianalisis diperlukan alat atau instrumen pengumpulan data yang lain selain observasi yang dilakukan, untuk itu penulis mengadakan pengetesan. Pengetesan dilaksanakan pada waktu penulis mengadakan pembelajaran PKn di Kelas VI pada pokok

bahasan Pengendalain Diri. Untuk memperoleh data ini penulis melakukan pengetesan sebanyak dua kali, yaitu : a) Tes yang ke-1 dilakukan sebelum siswa mendapat materi pokok bahasan tersebut dengar. tidak menggunakan metode inkuiri b) Tes yang ke-2 dilakukan setelah siswa mendapat materi pokok bahasan tersebut dengan menggunakan metode inkuiri Tujuan diadakan dua kali pengetesan yaitu untuk mengetahui sejauh mana perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi tersebut, antara menggunakan metode inkuiri dengan yang tidak menggunakan metode inkuiri. Sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2 Hasil pree tes dan pos tes
No. Nomor Induk Siswa Pree Tes Pos Tes Ket.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

6 5 5 5 5 5 8 7 8 5 5 7 7 6 5 4 5 5 5 6 7 5 6 7

6 6 8 8 9 7 8 8 8 8 7 9 8 7 7 7 7 6 7 8 8 7 8 8

25 26 27 28 29 30
Jumlah Rata-rata

6 5 5 6 4 5
170 5,696

7 7 7 8 6 7
222 7,457

Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2008 3.1.3 Teknik Wawancara Selain menggunakan teknik observasi dan teknik tes dalam penulisan ini, penulis menggunakan teknik wawancara. Tujuan pelaksanaan wawancara tersebut untuk memperoleh data tentang kesan dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran PKn yang menggunakan metode inkuiri dengan yang tidak menggunakan metode inkuiri. Dengan demikian selain data tes hasil belajar siswa, peneliti juga daput mengetahui efektif atau tidaknya pembelajaran PKn dengan metode inkuiri.

3.2 Deskripsi Data Data penelitian yang diperoleh di lapangan berdasarkan proses pembelajaran yang dilakukan. Prases untuk memperaleh data yang akurat diawali dengan pembuatan perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri. Pembuatan perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri dimaksudkan sebagai satu alternatif pembelajaran PKn yang dapat memberikan kontribusi bagi keaktifan siswa secara penuh. Agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dengan tingkat kesalahan minimal, maka penelitian dilakukan dengan hati-hati, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

3.2.1 Data Proses Data yang didapat selama proses pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri, dimulai dengan mengamati perilaku siswa pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran berlangsung, dan ketika pembelajaran berakhir. Data-data ini terdiri dari perilaku siswa baik yang berupa minat belajar siswa, aktivaas siswa pada saat pembelajaran, pemahaman siswa akan materi

B. berbangsa. pelaksanaan dan penilaian. Guru mempersiapkan bahan pelajaran tentang pengendalian diri melalui proses inkuiri sehingga siswa dapat menyebutkan pengertian pengendalian diri dalam keluarga. maka ketidaksesuaian tersebut dicari penyebab dan solusinya. Data-data dimaksud kemudian dianalisis sesuai dengan teori yang dikemukakan pada Bab II.1 Model Rencana Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Inkuiri A. Guru merumuskan masalah pengendalian diri sebagai topik pembahasan dengan metode inkuiri untuk mengembangkan perbuatan luhur yangmencerminkan kematangan mental dan porilaku 2. Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Guru mempersiapkan penjelasan langkah-langkah kegiatan proses pembelajaran dengan metode inkuiri 4. sekolah dan lingkungan masyarakat dan memahami dan menjelaskan pentingnya pengendalian diri sehingga siswa bersedia menahan diri bila menghadapi masalah. 3. Guru mempersiapkan bahan tes tentang pengendalian diri 3. PERSIAPAN MENGAJAR Pokok Bahasan : Pengendalian Diri Kelas/Semester : V/ 2 Waktu : 2 x 40 menit Tujuan Pembelajaraa Umum 1. dan bernegara .1.2. dan hambatan-hambatan yang ditemukan baik pada saat perencanaan.pembelajaran. Persiapan Pembelajaran l. Jika tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan.

Melalui metode inkuiri siswa dapat menghindari perbuatan yang merugikan orang lain 3. Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri dari perilaku yang kurang baik 2. Langkah-langkah Pembelajaran A. Melalui metode inkuiri siswa dapat membuat kesimpulan tentang perlunya bersikap rendah hati sebagai wujud pengendalian diri yang baik 6. menyiapkan media. alat peraga dan bahan yang diperlukan .2. Melalui metode inkuiri siswa dapat memelihara benda/fasilitas untuk kepentingan bersama/umum C. Siswa menjawab pertanyaan dengan menyatakan benar atau salah B. Membiasakan berperilaku sabar. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain Tujuan Pembelajarau Khusus 1. Pencarian pemecahan masalah a. Perumusan Masalah Bagaimana cara mengendalikan diri di rumah ? Bagaimana cara mengendalikan diri di sekolah ? Bagaimana cara mengendalikan diri di lingkungan masyarakat D. C. Stimulus Guru memberikan tes pendahuluan sebagaimana yang telah dipersiapkan. Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri tidak memaksakan kehendak kepada orang lain 4. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghormati dan menghargai hak-hak arang lain di sekitar kita 5. Masalah yang akan dicari pemecahannya Guru memberikan penjelasan tentang topik pembelajaran yaitu Pengendalian Diri yang akan dibahas dan dicari jawabannya/dipecahkan masalahnya melalui metode inkuiri. tidak cepat marah.

Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang diajukan menuju kepada kesimpulan akhir. di sekolah dan di lingkungan masyarakat 3. Kesimpulan Siswa dapat memahami pentingnya sikaap pengendalian diri di rumah. teman di sekolah yang berbeda karakter dan sifatnya. guru memberikan stimulus (memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab oleh siswa secara lisan atau tertulis) • Mengapa terjadi pertengkaran kecil di rumah Adi? • Jawaban Siswa : Karena acara yang ditonton oleh Adi sangat bagus (Imas Yuliani) • Karena lbunya tidak suka pada acara anak-anak (Hedi Riyana) • Karena kakak Adi sedang sakit (Laeli) • Bagaimana agar tidak terjadi pertengkaran seperti di atas? Jawaban siswa : • Suara TVnya jangan terlalu besar (Meti) • Adi sebaiknya tidak nonton TV tapi menghapal pelajaran (Ninik) • Deden bagaimana menurut pendapatmu? • Deden tidak menjawab .b. keadaan di lingkungan masyarakat yang bersifat heterogen c. Guru mengarahkan perhatian siswa pada keadaan anggota keluarga di rumah yang mempunyai kepentingan yang tidak sama.2. siswa dibagi menjadi 4 kelompok b.2 Pelaksanaan Model Inkuiri a. tiap kelompok mendapat lembar kerja yang berisi permasalahan yang harus dipecahkan c. (sebagai stimulus dalam merangsang siswa untuk dapat memecahkan masalah) E.1. Setalah siswa diberi kesempatan bertukar pikiran dengan teman sekelompoknya.

kemudian memberikan bimbingan kepada siswa untuk mendapatkan kesimpulan pelajaran • Siswa melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. lalu bertanya "Apakah tindakan Adi merupakan pengendalian diri ? Jawaban Siswa • Ya (Alfina ) Bagaimana cara pengendalian diri di rumah ? Jawaban Siswa • Harus bisa melihat apakah perbuatan kita merugikan orang lain atau tidak.Jawaban siswa • Harusnya Adi tidak menonton TV karena kakaknya sedang sakit (Alfina) • Saya setuju dengan pendapat Alfina (Astri) • Guru memperlihatkan gambar Adi sedang bertengkar dengan kakaknya kemudian bertanya pada siswa: • Mengapa Adi dan kakaknya bertindak seperti itu ? Jawaban siswa • Karena kakaknya tidak mau mengalah (Alfina ) • Guru bercerita bahwa Adi tidak menontan TV karena kakaknya sakit. • Siswa mengisi lembar kerja siswa • Kelompok 1 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Kelompok 2 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Kelompok 3 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar . Jika merugikan maka perbuatan itu jangan dilakukan karena orang lain akan rugi (Alfina) • Guru bercerita tentang pengendalian diri di sekolah dengan perrnasalahannya kemudian memberikan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk sampai pada kesimpulan • Guru bercerita tentang permasalahan yang ada di masyarakat.

Pada awal pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri perhatian siswa sudah menunjukkan respon yang positif. Hal ini terbukti dari hasil rata-rata nilai sesudah dilaksanakan metode inkuiri sebesar 7. tampak bahwa setiap siswa ingin menanggapai peristiwa yang terjadi dalam gambar sehingga pembelajaran tampak lebih hidup. Yaitu bahwa Pengendalian diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Siswa berdiskusi dengan teman sekelompaknya untuk memecahkan permasalahan yang diajukan penulis. Melalui alat peraga yang telah disediakan. mendapatkan hasil belajar yang baik. Dengan adanya bimbingan guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan akhirnya siswa dapat menemukan konsep akhir berupa kesimpulan dari hasil belajarnya. Tanpa pengendalian diri yang terlatih dari sejak usia dini kita cenderung menyelesaikan masalah dengan emosi dan hal ini merupakan faktor utama yang pertengkaran yang menuju kepada perpecahan.2 Data Hasil Penerapan metode inkuiri pada pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri lebih efektif karena siswa dilibatkan secara aktif. sehingga proses pembelajaran dapat menggairahkan siswa. Siswa lebih antusias dan merasa tertantang untuk mencari dan menemukan jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang diajukan guru. apalagi sewaktu siswa menjawab pertanyaan-peitanyaan guru yang berhubungan dengan Pengendalian Diri.• Kelompok 4 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Beberapa siswa memberikan komentar terhadap jawaban dari kelompok lain • Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan hasil diskusi Hasil Diskusi : • Pengendalian diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.2.46 sedangkan sebelumnya nilai rata-rata hanya mencapai 5.7.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. Guru mengadakan evaluasi 3. Tanpa pengendalian diri yang terlatih dari sejak usia dini kita cenderung .

terdapat selisih nilai sebesar 1. pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri dapat membangkitkan motivasi siswa.menyelesaikan masalah dengan emosi dari hal ini merupakan faktor utama yang pertengkaran yang menuju kepada perpecahan.76. 3. Nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan metode inkuiri 5. Sebanyak 16 siswa (56. Hasil wawancara dengan siswa mendapat tanggapan yang positif Dengan menggunakan metode inkuiri siswa lebih bergairah untuk belajar. Dari hasil observasi itulah guru dapat menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan efektiftas dan efisiensi pembelajaran PKn di antaranya melalui metode inkuiri 3. Selain data yang dihasilkan dari tes.3 Pembahasan Masalah .46.3 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan guru yaitu mulai dari awal pembelajaran termasuk kesiapan siswa untuk belajar sampai akhir pembelajaran yang berupa tes akhir dan kesan (tanggapan) siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. Keberhasilan penerapan metode ini tidak terlepas dari prosedur perencanaan yang telah disusun penulis dalam menerapkan metode inkuiri tersebut.7 sedangkan sesudah menggunakan metode inkuiri meningkat menjadi 7. Dalam proses evaluasi ini guru tidak hanya mengevaluasi hasil belajar saja melainkan proses belajar juga dievaluasi termasuk minat siswa melalui observasi dan wawancara.5%) mengatakan bahwa pembelajaran terkesan sama saja dengan menggunakan metode inkuiri ataupun metode lain. sedangkan sebanyak 14 siswa (43.5%) mengakui bahwa belajar dengan menggunakan metode inkuiri sangat menarik dan dapat cepat dipahami.2. Hasil evaluasi pada akhir pembelajaran lebih tinggi dibanding sebelum menggunakan metode inkuiri. Pada tahap akhir pembelajaran guru mengadakan evaluasi dan wawancara dengan siswa. terdapat data lain yang berupa hasil wawancara tentang kesan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri.

Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Hal ini bisa dilihat sewaktu siswa menjawab pertanyaan guru dan ketika siswa melakukan diskusi. Siswa lebih antusias dan bergairah karena merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran. Dari data tersebut dapat diinterpretasikan yang menghasilkan deskripsi sebagai berikut : l. akhirnya siswa dapat menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatannya. Dengan menggunakan metode ini siswa bebas mengungkapkan pendapatnya dalam memecahkan masalah yang telah ditetapkan.Majalengka Kab. tetapi siswa diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri dengan menggunakan teknik pendekatan masalah". Dalam sistem belajar ini guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuk final. Bimbingan guru yang berupa pertanyaan tersebut dimaksudkan agar dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan membantu menghiri dari kegagalan dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatannya. mampu mengatasi hambatan-hambatan serta kesulitan hingga la. dapat mencapai prestasinya dengan mengembangkan dirinya sendiri secara optimal dalam menempuh proses belajar".Pembahasan ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan sebagaimana yang telah dikemukakan pada BAB I.Majalengka . Hal ini sesuai dengan pendapat Zain (1997:22). "Enquiry adalah belaiar mencari dan menemukan sendiri. Pertanyaan dari guru memegang peranan penting dalam menerapkan metode ini. Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri dikembangkan atas dasar hasil temuan data yang dikaitkan dengan konsep dan teori yang relevan. Dengan adanya bimbingan dari guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan selama siswa mengamati peristiwa yang terjadi pada gambar. . karena itu dianjurkan agar guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut siswa berpikir tinggi. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Syamsudin (1985:95): "Bimbingan dalam belajar difokuskan kepada permasalahan tentang bagaimana caranya agar anak dapat terhindar dari kegagalan. Pembahasan dalam menerapkan metode inkuiri dalam pembelaiaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Pembelajaran PKn yang disajikan dengan cara melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) sangat menarik bagi siswa. ternyata dapat menarik minat siswa. sehingga siswa merasa tertantang untuk aktif mencari dan menemukan kesimpulan dari hasil diskusi dan pengematan terhadap media pelajaran berupa gambar 2.

Majalengka Kab. tetapi dalam mengajarkan PKn harus menggunakan metode-metode yang lain yang sesuai dengan pokok bahasan.Berdasarkan pendapat di atas apabila guru kurang terampil di dalam memberikan bimbingan (mengajukan pertanyaan-pertanyaan) maka akan menjurus kepada kerancuan atau kekeliruan materi yang dipelajari. . Jadi untuk mendapatkan basil belajar yang lebih baik di dalam pembelajaran PKn hendaknya guru jangan hanya menggunakan metode ceramah saja. Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri sangat berpengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh. evaluasi permbelajaran PKn yang menggunakan metode inkuiri rata-rata nilainya lebih tingggi (7. Tampak bahwa penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. 3.68).48) dari pada yang tidak menggunakan metode inkuiri (5.

2. 4. dan lembar kerja siswa. PKn khusus pokok bahasan Pengendalian Diri dengan cara : a. siswa lebih antusias dan lebih bergairah dalam belajar.46) daripada nilai tes siswa sebelum menggunakan metode inkoiri (5. media. pertanyaan-pertanyaan yang mengacu kepada kesimpulan. Melengkapi alat/media untuk pelaksanaan metode inkuiri.1. Menambah alokasi waktu dengan cara mengurangi alokasi waktu pokok bahasan yang ruang lingkupnya tidak terlalu luas. Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri lebih menarik minat siswa. maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. . b. Dengan adanya bimbingan dari guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan selama siswa melakukan pengamatan.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Kesimpulan Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang diperoleh dalam menerapkan metode inkuiri. karena merasa dilibatkan di dalam proses pembelajaran.7). Cara mengatasi hambatan-hambatan siswa dalam proses belajar menjaja. 3. llal ini terbukti dan nilai rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi (7. Hal ini bisa dilihat sewaktu siswa melakukan pengamatan gambar dan pembacaan wacana. dapat mendorong siswa untuk menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. alat peraga. Penyusunan perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dimulai dengan persiapan yang matang uang meliputi pokok bahasan. Hasil belajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih baik dibanding dengan tidak menggunakan metode inkuiri.

Majalengka . . Bagi sekolah Hendaknya sarana untuk pembelajaran PKn agar dilengkapi. hendaknya pemilihan guru Mata pelajaran PKn yang dapat menjadi panutan siswa dalam berperilaku. c.2 Saran Melalui penelitian ini. Dengan menggunakan metode inkuri siswa menjadi tertantang dan aktif menjawab setiap pertanyaan guru. pendekatan dan teknik yang beragam.4. baik berupa gambar atau alat elektronik lain yang dapat memutar film. hal ini berguna untuk menambah semangat belajar dan dapat menunjang lancarnya proses pembelajaran. Bagi Pemerintah Dalam pembelajaran PKn. 3. khususnya mata pelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Sebaiknya dalam mengajarkan PKn menggunakan berbagai metode. penults merasa perlu menyampaikan saran-saran sebagai bahan untuk dijadikan kajian dan pertimbangan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Bagi Guru a. diusahakan sehari sebelumnya siswa membaca terlebih dahulu pokok bahasan yang akan diajarkan. Alokasi waktu untuk pokok bahasan pengendalian Diri perlu ditambah sesuai kebutuhan dengan cara mengambil dari pokok bahasan lain yang ruang lingkupnya tidak terlalu luas 2. antara lain: 1. Bagi siswa Hendaknya dalam menerima pelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri diikuti dengan sebaikbaiknya. karena bersifat menanamkan nilai. 4.

1996. 1992. Flores: Nusa Indah Moleong. 1996. 1996.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Bandung: Karangsewu Keraf. Djauzak. Dyah. Metodologi Penelitian Kualitatif. PKn. 1997. Startegi Belajar Mengajar. Bandung: Siger Tengah . 1998. Penuntun Belajar Yang Sukses. Lexy J. 2002. Gorys. 2003. Perangkat Pembelajaran PKn SD. Suplemen Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud -----------1999. Jakarta: Tim Penatar PKn Undang. BS dan Azwan Zain. Depdikbud Djamariah. Pedoman Pelaksanaan PBM di SD. Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud -------. 1999. Tabrani.---. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Kelas VI Sekolah Menengah. Materi Latihan Kerja Guru PKn. Jakarta. Bandung : Remaja Rosda Karya Rusyan. Peningkatan Mutu Proses Belajar Mengajar Di Sekolah Menengahr. Warsito. 1994. 1996. Komposisi. Jakarta: PT Rineka Cipta Engkoswara. Gunawan. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Depdikbud. Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah Untuk Angka Kredit Guru . dkk. 1994. Jakarta: Depdikbud -----------. Jakarta: Depdikbud Adnan. Bandung: Penerbit Nine Karya Jaya Sri Wilujeung.

berbangsa. 3. dan bernegara 2. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri dari perilaku yang kurang baik Melalui metode inkuiri siswa dapat menghindari perbuatan yang merugikan orang lain Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri tidak memaksakan kehendak kepada orang lain 4.Lampiran-lampiran PERSIAPAN MENGAJAR Mata Pelajaran Kelas Semester Pokok Bahasan : PKn : VI : 2 (dua) : Pengendalian Diri I. Melalui metode inkuiri siswa dapat memelihara benda/fasilitas untuk kepentingan bersama/umum III. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain II. 1. 1. tidak cepat marah. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghormati dan menghargai hak-hak orang lain di sekitar kita Melalui metode inkuiri siswa dapat membuat kesimpulan tentang perlunya bersikap rendah hati sebagai wujud pengendalian diri yang baik 6. 5. . MATERI PELAJARAN a. Pengertian Pengendalian Diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Membiasakan berperilaku sabar. 2. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat.

dan permusuhan. Di lingkungan masyarakat tidak main hakim sendiri ketika ada pencuri yang tertangkap Manfaat Pengendalian Diri Terhindar dari perbuatan yang merugikan orang lain Terbina kerukunan dalam keluarga dengan teman sekolah dan dengan siapa saja Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan Akibat yang timbul jika tidak bisda mengendalikan diri Terjadi keonaran. karena ada angota keluarga yang sedang sakit. 1) 2) 3) d.b. 1) 2) Contoh Pengendalian Diri: Di rumah. di lingkungan masyarakat sangat perlu ditanamkan sejak dini dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. 3) e. 1) 2) 3) 4) 5) f. agar diterima oleh anggota kelompok diskusi. karena teman menjauhi akibat sikapnya yang pemarah. mengalah tidak menonton TV. pertengkaran. IV. 1) 2) 3) e. di sekolah. ALAT DAN BAHAN BELAJAR MENGAJAR Alat Peraga: Gambar peristiwa tidak dapat mengendalikan diri . Tidak mempunyai teman. kerusuhan. Di sekolah ketika diskusi siswa harus dapat menahan diri. Keluarganya menderita Cara herperilaku mengendalikan diri Sabar dan tenang dalam menghadapi masalah dengan orang lain Berbicara dengan kata yang sopan dan nada berbicara yang enak didengar Menjaga sopan santun dalam setiap tingkah lakunya Tidak merusak barang orang lain Jika meminjam barang orang lain harus dikembalikan tepat pada waktunya Mengendaliakn diri di rumah. tidak memaksakan kehendaknya sendiri.

1) 2) 3) VI A. 1) 2) 3) 4) 5) KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Kegiatan Awal (10 menit) siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Tutur kata yang baik dan raut muka yang ramah akan menimbulkan .V. 1) 2) 3) 2. Guru memberikan pengayaan EVALUASI Prosedur : Tes proses B. 1.. Jenis tes : Tes tertulis C. satu kelompok terdiri dari 10 orang tiap kelompok mendapat masalah yang harus dipecahkan guru memberikan stimulus (memberikan pertanyaan-pertanyaan) Kegiatan Inti (60 menit) Setiap kelompok dibagi LKS Guru menjelaskan cara pengisian LKS Siswa melakukan pengamatan di bawah bimbingan guru Siswa mendapat pertanyaan-pertanyaan baik secara kelompok ataupun individu Pertanyan-pertanyaan dari guru berhubungan dengan materi pengendalian diri.. 6) 3.. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya Kegiatan akhir (10 menit) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pelajaran Guru mengadakan evaluasi. Alat Tes : Soal-soal Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. . dan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk menemukan kesimpulan.

3. salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan diri apabila mempunyai masalah adalah .. 4.2. . 6.... 8.. 10.. Apabila pemiliknya tidak bersedia meminjamkan barangnya sebaiknya kita.. 9.... Dalam berselisih pendapat tidak perlu ditunjukkan rasa permusuhan karena hal itu akan mengakibatkan orang lain . 7. ...... Pengendalian din untuk menekan sifat yang buruk misalnya . . Apabila orang kaya tidak bisa mengendalikan diri akan terjadi . menjaga keamanan dan keutuhan fa-ilitas umum adalah tanggung jawab Pengendalian diri harus berasal dari. Berkata tidak sopan pada oranbg lain akan mengakibatkan . Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat ...... 5...

Masalahnya 1. Adi takut dikatai anak tidak gaul oleh teman-temannya di sekolah. namun Adi sangat ingin menonton TV.Lembar Kerja Siswa Kakak Adi sedang sakit. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah di atas ? Jawab : SELAMAT BEKERJA . Adi bersikeras menonton TV dengan suara yang keras. Antara Ibu Adi dan Adi terjadi pertengakaran kecil saling menyalahkan dan melarang. karena acara TV tersebut merupakan acara yang paling digemari oleh anak-anak dan Adi tidak ingin ketinggalan. Ibu Adi melarang Adi menonton TV karena akan mengganggu Kakaknya. Apa pendupatmu tentang sikap Adi ? 2.

PKn termasuk mata pelajaran yang sulit? Apakah menurut pendapat Bapak/Ibu materi pelajaran PKn yang ada di SD sesuai dengan tingkat intelegensi anak SD ? Apakah dapat diserap oleh siswa SD ? 3. Apakah Bapak/Ibu sudah mencoba cara tersebut ? Dan bagaimana hasilnya ? Menurut pendapat Bapak/Ibu apakah model dan alat peraga yang ada di SD memadai untuk pembelajaran PKn. 1. menurut pendapat dan pengalaman Bapak/Ibu apakah ada lagi cara yang lainnya ? 7. Apa yang Ibu lakukan agar siswa menyenangi pelajaran PKn ? . 6. Untuk mengatasi kesulitan tersebut apa yang Bapak/Ibu lakukan ? Apakah dengan cara seperti itu sikap siswa menjadi lebih baik ? Selain cara seperti yang Bapak/Ibu lakukan di atas. 2.PEDOMAN WAWANCARA A. 8. Untuk guru Apakah menurut pendapat Bapak/Ibu. 5. 9. Bagaimana jalan keluar yang Bapak/Ibu lakukan untuk mengatasi kekurangan alat peraga tersebut ? 10. Apakah sikap siswa dalam berperilaku sudah sesuai dengan tuntutan nilai yang terdapat dalam mata pelajaran PKn ? 4.

materi manakah yang paling menarik menurut pendapatmu ? 4.B. Apakah materi pelajaran PKn sulit ? Apakah materi Pengendalian Diri termasuk materi yang sulit ? Mengapa demikian ? Apa yang kalian inginkan dari materi pelajaran PKn? . 3. Apakah kamu selalu menerapkan nilai-nilai yang ada dalam mata pelajaran PKn dalam kehidupanmu sehari-hari ? 5. l. Untuk murid Kelas VI Menurut pendapatmu apakah pelajaran PKn sulit ? Apakah materi pelajaran PKn terlalu banyak ? Setelah kamu melihat materi pelajaran yang ada pada buku PKn. 7. 6. 8. 2.

.

... : .......... 8... Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1... menjaga keamanan dan keutuhan fa-ilitas umum adalah tanggung jawab Pengendalian diri harus berasal dari.. 4.. Dalam berselisih pendapat tidak perlu ditunjukkan rasa permusuhan karena hal itu akan mengakibatkan orang lain ..... 3. .. Apabila orang kaya tidak bisa mengendalikan diri akan terjadi ..... Pengendalian din untuk menekan sifat yang buruk misalnya . 10....... 5.... Apabila pemiliknya tidak bersedia meminjamkan barangnya sebaiknya kita. 9. salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan diri apabila mempunyai masalah adalah ........ 7... 2... Tutur kata yang baik dan raut muka yang ramah akan menimbulkan . Jawab : ....LEMBAR JAWABAN Nama Kelas : ....... . Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat .. Berkata tidak sopan pada oranbg lain akan mengakibatkan . 6..

Lembar Kerja Siswa Kakak Adi sedang sakit. Ibu Adi melarang Adi menonton TV karena akan mengganggu Kakaknya. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah di atas ? Jawab : ontoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Mapel IPS Kelas 3 Januari 20. Adi bersikeras menonton TV dengan suara yang keras. 2011 oleh serumpunilmu21 BAB I PENDAHULUAN A. Masalahnya 1. namun Adi sangat ingin menonton TV. Hingga kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam pembentukan . Adi takut dikatai anak tidak gaul oleh teman-temannya di sekolah. Antara Ibu Adi dan Adi terjadi pertengakaran kecil saling menyalahkan dan melarang. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan di segala bidang. karena acara TV tersebut merupakan acara yang paling digemari oleh anak-anak dan Adi tidak ingin ketinggalan. Apa pendupatmu tentang sikap Adi ? 2.

guru perlu melakukan suatu inovasi. Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran non eksak di Sekolah Dasar. Ujian Akhir Sekolah (UAS). Pembelajaran mata pelajaran ini biasanya diajarkan secara konvensional hampir di setiap SD. dan diskusi kelompok. kritis. Proses pembelajaran yang sementara ini dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan kita masih banyak yang mengandalkan cara-cara lama dalam penyampaian materinya. mandiri. Bercermin dari uraian di atas. Untuk menciptakan suasana belajar yang disukai oleh siswa. Pada umumnya kurang memanfaatkan media belajar pada prosesnya. Menurut S. Di masa sekarang banyak orang mengukur keberhasilan suatu pendidikan hanya dilihat dari segi hasil. Salah satu upaya guru dalam menciptakan suasana kelas yang aktif. yaitu bersikap peka. Sehingga siswa cenderung bosan dan kurang memahami materi yang diajarkan. Hal semacam ini sering diabaikan oleh guru karena guru lebih meningkatkan pada pencapaian tujuan dan target kurikulum. melainkan apa yang ditagih dalam kehidupan. setiap tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam Rencana Mengajar Harian (RMH). mental maupun emosi. Melihat begitu pentingnya pendidikan dalam pembentukan sumber daya manusia. Mengacu dari pendapat tersebut. Ibarat jauh panggang dari api. penulis menyadari betapa jauh berbeda bentuk pembelajaran yang selama ini dilakukan dengan cermin uraian mengajar di atas. Mengajar juga bukan sekedar mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). maka pembelajaran yang aktif ditandai adanya rangkaian kegiatan terencana yang melibatkan siswa secara langsung. Masalah peningkatan mutu pendidikan tentulah sangat berhubungan dengan masalah proses pembelajaran. afektif maupun psikomotor. menjelaskan gambaran ide dalam suatu materi. dan bertanggung jawab. Mengajar tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan zaman. dengan metode klasik seperti ceramah. efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran yakni dengan menggunakan alat peraga. komperhensif baik fisik. Sehingga menciptakan kejenuhan dalam lingkungan belajar yang pada akhirnya kurang membentuk sikap antusias pada sdiri siswa. Hasil UAN dan UAS tidak banyak mencerminkan apa yang ditagih dalam kehidupan. Pembelajaran yang baik adalah bersifat menyeluruh dalam melaksanakannya dan mencakup berbagai aspek. ketercapaian siswa masih jauh dari harapan. Hal ini dapat membantu guru dalam menggerakan.sumber daya manusia yang diinginkan. ataupun tes masuk jenjang sekolah berikutnya. Belen (2003: 18) adalah mempersiapkan siswa untuk paling tidak dapat bertahan hidup di masa datang dan berbuat banyak bagi orang lain. Belen (2003: 17) dalam mengajar terkandung pesan mengembangkan potensi siswa yang beraneka ragam dan bukan menjadikan siswa sebagai penerima/pemakai pasif (konsumen) ilmu pengetahuan yang ada dalam benak guru. Tujuan hakiki mengajar menurut S. tetapi juga merupakan kegiatan guru membimbing/memfasilitasi siswa menemukan pengetahuan dan pengalaman belajar tersebut. kreatif. Mengajar bukan pula mempersiapkan siswa memiliki apa yang akan “ditagih” dalam UAN dan UAS. Salah satunya dengan memanfaatkan media gambar yang menarik dan . baik aspek kognitif. sehingga dalam pengukuran tingkat keberhasilannya selain dilihat dari segi kuantitas juga dari kualitas yang telah dilakukan di sekolah-sekolah.

peneliti mencoba melakukan upaya perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan alternatif pemecahan masalah “Menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX.mempermudah proses pembelajaran. Jadi masih ada 21 anak yang belum tuntas belajar. berbekal kejujuran dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai pendidik.3. Dengan demikian diharapkan siswa dapat lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran serta dapat lebih memahami materi ajar yang disampaikan. Banyak siswa yang kurang berpartisipasi dalam pembelajaran. Terkait dengan permasalahan tersebut. baru 7 anak yang tuntas belajar (mencapai standar minimal 65 ke atas). Dengan menggunakan media gambar diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar atau prestasinya. Guru kurang kreatif dalam menggunakan media gambar ketika mengajarkan materi IPS. Kompetensi dasar ini dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator di antaranya :    Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya Membuat denah dan peta lingkungan rumah Membuat denah dan lingkungan sekolah Ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran ditunjukkan dengan dikuasainya materi pembelajaran oleh siswa. Pembelajaran IPS yang dilakukan peneliti menjadi permasalahan yang perlu untuk dipecahkan. Salah satu kompetensi dasar dalam mata pelajaran IPS yang diajarkan di kelas III SD semester I adalah 1. B. peneliti menemukan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Dari daftar perolehan nilai menunjukkan masih rendahnya penguasaan materi Membuat Denah dan Peta Lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. kenyataannya masih banyak anak-anak yang belum mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan. Harapannya dengan pembelajaran yang dilakukan peneliti adalah hasil belajar siswa akan lebih baik. Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah. Berdasarkan hasil tes belajar mata pelajaran IPS materi Membuat Denah dan Peta Lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX tempat peneliti bekerja. jelas akan berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa selanjutnya. Rumusan Masalah Berdasarkan hasil analisis pada latar belakang masalah dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan masalah yang akan digunakan sebagai fokus perbaikan pembelajaran sebagai berikut: . 2. Tercapainya tujuan pembelajaran tersebut dapat diukur dengan tes hasil belajar. Dari jumlah siswa 28 anak. Setelah dilakukan analisis kemungkinan penyebabnya antara lain : 1. Jika hal tersebut dibiarkan. khususnya anak-anak yang duduk di bangku belakang.

2. Selain itu. guru lebih termotivasi untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi. Apakah penggunaan media gambar dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran IPS? C. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : v Bagi siswa adalah untuk membekali siswa cara menyelesaikan masalah membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui peningkatkan pemahaman siswa dengan mengaktifkan siswa menggunakan media gambar tentang membuat denah dan peta lingkungan.1. v Bagi sekolah adalah memberikan sumber yang baik bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran. Tujuan Khusus v Untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran IPS tentang kompetensi 1. D. v Dapat memenuhi memenuhi tuntutan kurikulum saat ini. Tujuan Umum v Untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan motivasi siswa dalam IPS melalui penggunaan media gambar di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. v Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam IPS melalui penggunaan media gambar di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. sehingga materi pembelajaran akan lebih menarik.3. . Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui peningkatkan pemahaman siswa dengan mengaktifkan siswa menggunakan media gambar tentang denah dan peta. yaitu melakukan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. v Bagi pendidikan secara umum adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui sumbangan pengalaman tentang penelitian tindakan kelas. v Bagi guru adalah untuk melakukan penelitian tindakan kelas yang bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Tujuan Penelitian 1. v Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS tentang membuat denah dan peta lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02. Apakah penggunaan media gambar dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS? 2. sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

at. dkk.al (1986). Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi. belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik (Darsono. Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia adalah hasil dari belajar. sejarah. Belajar adalah suatu proses bukan suatu hasil. belajar adalah kegiatan/proses manusia untuk berubah menjadi lebih baik. James O. Rosyid (2006:9) di antaranya Gagne (1977). Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan alam maupun lingkungan sosial sebab keduanya tidak dapat dipisahkan (Ihat Hatimah. belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Habermas (Rene. belajar baru terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena saling mempengaruhi. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. serta warga dunia yang cinta damai. belajar merupakan perubahan kecakapan yang berlangsung dalam periode tertentu yang bukan berasal dari proses pertumbuhan (fisik). sosiologi dan ekonomi. dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan Ilmu Sosial. dkk. Berdasarkan pengertian di atas. belajar merupakan perubahan relatif permanen karena hasil praktek atau pengalaman. dari tidak tahu menjadi tahu. 2000: 4). Wittaker dalam Wasty Soemanto (1999: 104). Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. Melalui pendekatan mata pelajaran IPS. belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman (experience). Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perubahan untuk mencapai suatu tujuan.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Morgan. Ada beberapa definisi belajar menurut beberapa pakar psikologi pendidikan dalam Moh. peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi Warga Negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab. 2000: 24). Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan alam dan lingkungan sosial. ddk: 1. . Menurut Skinner (1985) dalam Muhibbin Syah (2000: 89). Kegiatan belajar terjadi terus menerus atau belajar sepanjang hayat. fakta. Kerangka Teori 1. Lingkungan belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa.8). Menurut Slameto dalam Syaiful Bahri (2002: 13). 2. Memahami keadaan lingkungan itu juga merupakan kegiatan belajar. Slavein (1994). Hakikat Mata Pelajaran IPS Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa. 1996). Pengertian Belajar Belajar adalah terjadinya perubahan pada diri orang belajar karena pengalaman (Darsono.

Kriteria Keberhasilan Untuk mengetahui keberhasilan dalam proes pembelajaran diperlukan evaluasi secara menyeluruh. Siswa dinyatakan tuntas . Dalam aktivitas pembelajaran. Oleh karena itu.sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Media gambar merupakan salah satu jenis media yang paling disukai oleh peserta didik. Secara garis besar media adalah manusia. Hipotesis Tindakan Hipotesis yang dapat peneliti ajukan dalam penelitian ini adalah prestasi hasil belajar siswa tentang membuat denah dan peta pada siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX dapat ditingkatkan dengan pembelajaran yang menggunakan media gambar denah dan peta. Prestasi berarti hasil yang telah dicapai. keterampilan atau sikap. C. 3. pemahaman. mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan. Media Gambar Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan yang berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. materi. terutama peserta didik usia anak-anak. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran membuat denah dan peta lingkungan dinyatakan berhasil bila 85 % dari jumlah siswa tuntas belajar. Kriteria yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan pembelajaran dapat dicermati mulai dari keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan evaluasi kegiatan dalam bentuk nilai. 4. atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengalaman. Media gambar lebih memudahkan mereka dalam memahami materi pelajaran. B. Adapun indikator kerja untuk mengukur prestasi atau keberhasilan belajar siswa adalah : 1. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran dan ditunjukkan dengan angka yang diberikan oleh guru. Prestasi Belajar Prestasi belajar berasal dari kata “Prestasi” dan “Belajar”. media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa (Sutikno. dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Prestasi dalam penelitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran IPS dalam bentuk nilai yang berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya. 2008: 101).

9 dan 10 November 2010. 3. Sekolah ini terletak di bagian utara kecamatan XXXXXXX. a. khususnya dilaksanakan di kelas III semester I tahun pelajaran 2010/2011.belajar bila hasil belajar siswa dalam pembelajaran mencapai 85 % atau lebih siswa memperoleh nilai minimal 65 (enam puluh lima). c. mereka datang ke sekolah dengan berjalan kaki dan naik sepeda. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX Kabupaten Cilacap. . 2. Siklus II dilaksanakan pada Selasa dan Rabu. mempunyai 6 kelas. dan 6. Jumlah siswa kelas III di SD tersebut adalah 28 anak yang terdiri dari siswa laki-laki berjumlah 16 anak dan siswa perempuan berjumlah 12 anak. Siswa memiliki minat dan motivasi dalam belajar IPS jika siswa aktif bertanya kepada guru tentang membuat denah dan peta dan siswa bersemangat dalam mengerjakan tugas dari guru. yaitu: kelas 1. 5. Di dalam tindakan kelas memiliki tiga pengertian yaitu: 1. Penelitian – menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. 2 dan 3 November 2010. 4. Jarak dari kantor kecamatan sampai ke lokasi harus menempuh sejauh kira-kira 3 kilometer. Siklus III dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu. B. b. 2. Subjek Penelitian 1. 3. 2. Prosedur PTK Penelitian tindakan kelas atau dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR). yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. Tempat tinggal siswa berjarak kira-kira antara 50 meter hingga 1 kilometer. Subjek Penelitian Subyek penelitian siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 tahun ajaran 2010/2011. Waktu penelitian Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu. 23 dan 24 November 2010.

2 Diagram Siklus Perbaikan Pembelajaran (dimodifikasi dari Rusna Ristasa) Prosedur perbaikan pembelajaran pada gambar di atas dirancang dalam urutan tahapan sebagai berikut: 1. 2. dan refleksi (reflection). Daur penelitian tindakan kelas tersebut perlu didesain lebih lanjut agar kelemahan dapat diminimalkan sehingga secara kronologis peneliti dengan mudah melakukan perbaikan pembelajaran sesuai dengan daur ulang dalam tiga siklus secara rinci dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini. Setelah pengamatan dilakukan selama proses tindakan berlangsung. observasi (observation). maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang perlu segera diperbaiki agar tindakan dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. . Kelas – dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas. 3. Gambar 3.1 Daur Penelitian Tindakan Kelas (Rusna Ristasa. 2006: 2-3). 2007: 7) Daur penelitian tindakan kelas diawali dengan kegiatan merencanakan. Kemudian tindakan perencanaan ini perlu diobservasi agar tindakan yang dilakukan dapat diketahui kualitasnya. Menemukan cara memecahkan masalah/tindakan perbaikan. Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (RPPP). Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan untuk merefleksi rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah. yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (plan). Menurut Rusna Ristasa dan Supianto (2007: 7-8) penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui pengkajian berdaur. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan siswa. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses pembelajaran baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilan pembelajaran bagi siswa.2. maka hasil pengamatan didiskusikan dengan teman sejawat guna mendapat refleksi. Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya. Mengidentifikasi masalah. seperti tampak pada gambar berikut: Gambar 3. tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Tahap ini merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan dan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. Tahap pelaksanaan/tindakan sebagai langkah yang kedua dan merupakan tindakan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan. pelaksanaan (action). 3. yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama. Tindakan – menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula (Arikunto. Berdasarkan pengalaman tersebut. menganalisis dan merumuskan masalah serta merumuskan hipotesis.

Teknik Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes formatif kompetensi dasar “1. 7. Sumber Data. dan lembar pengamatan untuk mengukur proses kegiatan belajar mengajar. Dalam penelitian ini. Sumber Data Jenis data yang akan dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. 8. Konsultasi dengan supervisor. II dan III. 9.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah” berlangsung. C. Data kuantitatif berupa nilai formatif siswa dalam pembelajaran. Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat (observer). Informasi Tentang Observer dan Analisis Data 1. 5. S. Informasi Observer Prosedur pelaksanaan PTK dilaksanakan dalam tiga siklus perbaikan dalam pelaksanaan peneliti dibantu oleh : Nama NIP Tempat tugas Kecamatan Kabupaten Jabatan Tugas : : SD Negeri Yyyyyy 02 : XXXXXXX : Cilacap : Guru Kelas V : Mengobservasi kegiatan perbaikan pembelajaran : WcddfffffO. catatan anekdot untuk mengukur tingkat keaktifan dan motivasi siswa. Sedang data kualitatif berupa catatan anekdot perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran kompetensi dasar “1.Pd pada siklus I. Teknik Pengumpulan Data. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah dirancang dan diamati oleh teman sejawat.4. 2.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah” untuk mengukur tingkat pemahaman materi. Merancang tindak lanjut. 6. peneliti menyertakan teman sejawat sebagai supervisor. Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan teman sejawat yang ditugasi sebagai pengamat (observer). . Melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama. 3. pertama dengan menyeleksi data dan mengelompokkan. . Kedua dengan memaparkan atau mendeskripsikan data. 2 dan 3 November 2010 : 1. : Selasa dan Rabu. D.Membuat denah dan peta lingkungan rumah . Tanggal Tujuan Perbaikan 2. Membuat denah dan peta lingkungan rumah Membuat denah dan lingkungan sekolah. grafik maupun tabel. baik dalam bentuk narasi. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “Membuat denah dan peta lingkungan”.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah . Tahap kedua. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Akhirnya. : . Siklus Pertama Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1.Membuat denah dan lingkungan sekolah Hari. data yang sudah terorganisasi ini dideskripsikan agar data tersebut bermakna. a.Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya : 1. . Materi Pokok Indikator : Membuat denah dan peta lingkungan. data diseleksi dan dikelompokkan mana yang skornya tetap. Kompetensi Dasar dan sekolah. berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat dapat disimpulkan dalam bentuk pernyataan singkat. dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna. Pada tahap pertama. Deskripsi Per Siklus 1. Kemudian data diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya. Analisis Data Analisis data dilakukan secara bertahap. naik atau turun.

.Anak-anak siapa yang pernah membaca denah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus pertama. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati alat peraga yang dibawa oleh guru. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (b) Guru memberi PR kepada siswa.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah? . yaitu : ü ü ü b. (c) Guru menutup pelajaran. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan.Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa.

(c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Arah mata angin dapat ditentukan dengan menggunakan …. c. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati denah lingkungan rumah yang dibawa oleh guru. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Bulan .Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (b) Siswa diberi soal evaluasi Lembar Evaluasi Pilihlah jawaban yang paling tepat ! 1. Matahari a. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan rumah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran.

d. dan hasil tes formatif peneliti mengadakan diskusi dengan observer. Siklus Kedua Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. Planet a. Refleksi Setelah melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Denah 4. Berdasarkan refleksi. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. 7 d. Lukisan d. Rumah Arah utara pada denah menghadap ke …. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “Membuat Denah dan peta lingkungan”. Atas b. Memahami lingkungan dan melaksanakan . Pemandangan b. c. d. Jam Tangan 2. 2. a. 6 3. Alat untuk menentukan arah mata angin adalah …. c. Bawah 5. c. 8 Gambar di atas adalah contoh gambar ….b. (c) Guru menutup pelajaran. Kiri a. Jam Tangan d. Denah (b) Guru dan siswa membahas soal secara bersama-sama. Kompas b. c. a. c. Jangkar Berapa jumlah arah mata angin …. 5 b. Kanan d.

: 1. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Materi Pokok Tujuan Perbaikan : Membuat denah dan peta lingkungan. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. : 1.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah 2. Hari. 3. 2.kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. Membuat denah dan peta lingkungan rumah. 9 dan 10 November 2010 : 1. Tanggal Tujuan Perbaikan : Selasa dan Rabu. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan.Kompetensi Dasar dan sekolah. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “Membuat denah dan peta lingkungan” skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. yaitu : ü ü ü b. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. Membuat denah dan lingkungan sekolah. a. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus kedua. . Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama. Membuat denah dan lingkungan sekolah.

Anak-anak siapa yang pernahkah kalian membuat denah lingkungan rumah sendiri? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. (b) Guru memberi PR kepada siswa. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati gambar denah lingkungan yang dibawa oleh guru. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (c) Guru menutup pelajaran.. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : .Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan rumah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru.

Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. d.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah .Kompetensi Dasar : 1. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan rumah yang dibawa oleh guru. (b) Guru dan siswa membahas gambar salah satu denah yang diambil acak dari pekerjaan siswa secara bersama-sama.(a) Siswa mengamati denah lingkungan rumah sendiri yang dibawa oleh guru. dan hasil tes formatif peneliti mengadakan diskusi dengan observer. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Siklus Ketiga Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. . Refleksi Setelah melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. e. (c) Guru menutup pelajaran. 3. Berdasarkan refleksi. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “membuat denah dan peta lingkungan”. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (b) Siswa diberi tugas menggambar denah lingkungan rumah sendiri.

a.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan sekolah? . 23 dan 24 November 2010 : 1. Materi Pokok Tujuan Perbaikan : Membuat denah dan peta lingkungan. 2. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. 2. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya.dan sekolah. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. Membuat denah dan lingkungan sekolah. Tanggal Tujuan Perbaikan : Selasa dan Rabu. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Hari. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus ketiga. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus kedua. : 1. yaitu : ü ü ü b. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “membuat denah dan peta lingkungan” skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Membuat denah dan lingkungan sekolah.

Anak-anak siapa yang pernahkah kalian membuat denah sekolah sendiri? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati denah lingkungan sekolah sendiri yang dibawa oleh guru. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (b) Guru memberi PR kepada siswa. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (c) Guru menutup pelajaran. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. . (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa.2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran.

Setelah itu peneliti dan observer berdiskusi tentang hasil observasi dan wawancara. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (b) Siswa diberi tugas menggambar denah lingkungan sekolah sendiri. Refleksi Jika mengadakan analisis hasil tes formatif pada siklus ketiga siswa mendapat nilai di atas 65 maka penelitian akan berhenti di siklus III. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. d. c.(b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. (b) Guru dan siswa membahas gambar salah satu denah sekolah yang diambil acak dari pekerjaan siswa secara bersama-sama. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. . Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “membuat denah dan peta lingkungan”. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. (c) Guru menutup pelajaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful