Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD Kelas

III-VI

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Sejak kelahirannya ke dunia, anak memiliki kebutuhan untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh setiap manusia agar dapat melakukan aktivitas sosial di masyarakat tempat mereka berada. Adalah suatu kenyataan, anak sebagai makhluk yang belum dewasa harus ditolong, dibantu, dibimbing, serta diarahkan agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan formal di sekolah. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah tidak hanya berfungsi mengembangkan kecerdasan anak tetapi juga mengembangkan kepribadian. Bagi guru agama Islam ..........., memberikan soal agama Islam yang berkaitan dengan soal cerita bukanlah hal yang mudah. Seringkali siswa yang telah memahami topik agama Islam secara teoristis mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk cerita. Sementara itu, dalam kurikulum Pendidikan Dasar 1994, fungsi pengajaran agama Islam adalah mempersiapkan anak didik agar dapat menjadi warga masyarakat yang demokratis dalam kehidupan sehari-hari melalui latihan yang praktis, bervariasi, dan aplikatif. Di sisi lain ada sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca teks agama Islam.

Sementara itu, siswa akan lebih mudah mencerna soal cerita agama Islam kelas III sampai VI SD apabila siswa mampu membaca teks dengan baik dan benar, mengerti maksud cerita yang ada di dalamnya, serta memahami gambar yang ada. Bagi sebagian besar guru agama Islam SD, mengajarkan materi agama Islam yang berkaitan dengan kemampuan siswa memahami soal uraian bukanlah hal yang mudah. Meskipun banyak siswa yang telah mampu memahami topik agama Islam secara teoritis, akan tetapi banyak mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk soal uraian. Dalam hal ini guru dituntut untuk mampu memberikan materi yang mudah diterima oleh siswa. Di samping itu pula, hendaknya guru memberikan contoh yang kongkret dan jelas berkaitan dengan materi soal berbentuk uraian. Bila upaya tersebut dapat dilakukan dengan baik, diharapkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran agama Islam juga akan meningkat. Berdasarkan situasi tersebut, dilakukan penelitian untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam memahami materi agama Islam bagi siswa SD. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Berdasarkan uraian di atas, judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa …………… Kecamatan ………. Kabupaten ……. Tahun Pelajaran 20XX/20XX

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siwa dengan diterapkannya pembelajaran metode tanya jawab? 2. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran metode tanya jawab terhadap motivasi belajar siswa?

C.

Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran metode tanya jawab. 2. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran metode tanya jawab.

D.

Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:

1. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi agama Islam. 2. Meningkatkan motivasi pada pelajaran agama Islam 3. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi agama Islam.

E.

Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah meliputi:

Menjadi Guru Profesional. Hamalik. Uzer. 2000. Kabupaten ……… Tahun Pelajaran 20xx/20xx. Surabaya. Surabaya: Universitas Press. 1999. Miskonsepsi agama Islam dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Models of Teaching Model. Bandung: PT. Kecamatan ……. Soedjadi. Jakarta: Bumi Aksara. Surabaya. Suryosubroto. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Penelitian Tindakan Kelas. 1972. Lalu Muhammad. 2000. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. 2000. . 1997. Metode Pembelajaran Konsep. Penelitian inihanya dikenakan pada siswa Kelas ……. B. Jakarta: Usaha Nasional. Masriyah. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran 20xx/20xx. Berg. 1997. ………. 2. Euwe Vd. Psikologi Belajar dan Mengajar. Mukhlis. (1991). 2002. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Universitas Negeri Surabaya. 2002. Remaja Rosdakarya. Boston: A Liyn dan Bacon. Bruce dan Weil. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Jakarta: PT..1. Oemar. 2001. University Press. Marsh. Analisis Butir Tes. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Abdul. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. Widoko. Suharsimi. hubungi : 081 567 745 700 ps:+ � p �6 �5 zhar. dkk. Rineksa Cipta. Moh. (Ed). Unesa Universitas Press. Nur.Word). Usman. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms. Joyce.

1995. 1982. 2001. Yogyakarta: YP. Margono. Semarang: Aneka Ilmu. Suryosubroto. Hasibuan K. Bandung: Remaja Rosdakarya. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. 1991. Masriyah. Bambang. Djamarah. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Sutrisno. 1990. Strategi Belajar Mengajar. Toeti. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surakhmad. Jakarta: Rineksa Cipta. Jakarta: Bina Aksara. Nur. 2002. Djamarah. Psikologi Pendidikan. Syaiful Bahri. Jakarta: PT. Suatu Pendekatan Baru. 1996. . Psikologi Belajar dan Mengajar. Usman. dan Moerdjiono. Syaiful Bahri. Bandung: Jemmars. Metodologi Research. Jilid 1. A. Uzer. Surabaya: University Press. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. 1999. Hamalik. 1997. Purwanto M. Jakarta: PAU-PPAI. 2002. 2002. Moh. Syah. Sukidin. Rineksa Cipta. Metodologi Penelitian Pendidikan. Muhibbin. Jakarta. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Analisis Butir Tes. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Psikologi Belajar. 2001. 1998.K. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Remaja Rosdakarya. Fak. Univesitas Negeri Surabaya. Oemar. B. Winarno. Remaja Rosdakarya. 1989. Jakarta: Bina Aksara. Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms. Surabaya: Universitas Press. Rineksa Cipta. 1997. Strategi Belajar Mengajar. Psikologi Pendidikan. Hadi. 1997. Proses Belajar Mengajar.M. dkk. Psikologi UGM. Bandung: Remaja Rosdakarya. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Universitas Terbuka. Moh. Sardiman.Daroeso. 2002. Jakarta: Rineksa Cipta. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. N.K. Soekamto. Rustiyah. Surabaya: Insan Cendekia. 1990. Ngalim.

Metode ini dimaksudkan untuk meninjau pelajaran yang lalu agar para murid memusatkan lagi perhatiannya tentang sejumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pada pelajaran berikutnya dan untuk merangsang perhatian murid. 1984. Menurut Imansyah Ali Pandie kelebihan metode tanya jawab terletak pada: 1. Mengarahkan proses berfikir dan pengamatan anak didik. 79). 2. selingan. evaluasi dan memberikan selingan dalam ceramah (Zuhairini. Sedangkan kelemahan metode tanya jawab terdapat apabila . Penggunaan metode tanya jawab dapat dinilai sebagai metode yang cukup wajar dan tepat. Di samping terdapat kelemahan-kelemahannya. 4.Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab menurut para ahli . Metode ini dapat digunakan sebagai spersepsi.Pengertian metode tanya jawab pembelajaran kelebihan metode tanya jawab . dan evaluasi. Sangat positif untuk melatih anak untuk berani mengemukakan pendapat secara lisan dan teratur.langkah langkah metode tanya jawab. Murid yang biasanya malas memperhatikan menjadi lebih hati-hati dan sungguh-sungguh mengikuti pelajaran. Meninjau atau melihat penguasaan anak didik terhadap materi/bahan yang telah diajarkan sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan materi berikutnya 4. 3. Suasana kelas lebih hidup karena murid-murid berpikir aktif. 3. Imansjah Ali Pandie. metode tanya jawab mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode lainnya. 2. 1993) Kelebihan dan kelemahan metode tanya jawab Sebagai salah satu metode interaksi edukatif. Melaksanakan ulangan. apabila penggunaannya dipergunakan untuk: 1. Walaupun pelajaran berjalan agak lambat tetapi guru dapat melakukan kontrol terhadap pemahaman murid. Silahkan sahabat baca kelebihan dan kekurangan metode tanya jawab dibawah ini Metode tanya jawab adalah suatu cara penyampaian pelajaran oleh guru dengan jalan mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. (Drs. Merangsang agar perhatian anak terarah pada suatu bahan pelajaran yang sedang dibicarakan.

tanpa pendidikan yang baik mustahil suatu bangsa akan maju. Dalam proses belajar mengajar. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan anak didiknya. 3. Kemungkinan timbul penyimpangan dari pokok persoalan. Salah satu cara memberikan perhatian adalah dengan memotivasi. Supaya anak didik merasa senang dalam belajar. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting yang menyangkut kemajuan dan masa depan bangsa. 2. terkadang murid mengalahkan pendapat guru. Untuk dapat mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan guru harus pandai memilih metode yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak didik. Kesuksesan belajar siswa tidak hanya tergantung pada intelegensi anak saja. Berhasil atau tidak suatu pendidikan dalam suatu negara salah satunya adalah karena guru. Terjadi perbedaan pendapat/jawaban maka akan terjadi perdebatan sengit sehingga mamakan waktu banyak untuk menyelesaikan. khususnya Bahasa Arab bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja yang penting. Memakan waktu yang lama untuk merangkum bahan pelajaran.1. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional BAB II Pasal 3 menyebutkan bahwa: “Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusi Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan Nasional”. Dari sinilah guru dituntut untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. akan tetapi pemberian motivasi juga merupakan hal yang sangat penting karena secara psikologis anak akan merasa senang apabila mereka diperhatikan. . akan tetapi juga tergantung pada bagaimana pendidik menggunakan metode yang tepat dan memberinya motivasi. Metode tanya jawab PTK PAI Penggunaan Metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS BAB I PENDAHULUAN A.

Apakah metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang? 2. Pemberian mulai dilakukan oleh guru ketika mereka selesai ulangan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.Banyak cara yang dapat dilakukan untk memberikan motivasi kepada anak didik diantaranya adalah memberi angka atau nilai. maka penulis dapat merumuskan permasalahan: 1. . Anak yang nilainya rendah. sebagai bahan pertimbangan pengunaan informasi atau menentukan langkahlangkah penggunaan metode pengajaran bahasa Arab khususnya dan pelajaran lain pada umumnya. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah di atas. Mengetahui apakah metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. 2. mereka akan termotivasi untuk meningkatkan belajarnya dan anak yang nilainya bagus akan semakin giat dalam belajar. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas. Mengetahui bagaimana metode ceramah dan tanya jawab diterapkan sehingga dapat memotivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. Berangkat dari latar belakang di atas maka perlu kiranya diadakan suatu penelitian pendidikan. B. 2. Maka untuk meningkatkan aktivitas dan semangat belajar diperlukan ketrampilan dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi yaitu dengan cara penggunaan metode yang tepat dam motivasi. sebagai bahan pertimbangan guru untuk memilih metode yang sesuai dengan tujuan pengajaran. Bagi guru. Bagaimana cara metode ceramah dan tanya jawab diterapkan sehingga dapat memotivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang? C. Bagi lembaga (sekolah). Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfat bagi: 1. Cara ini merangsang anak untuk giat belajar. dalam hal ini penulis akan mengangkat suatu topik “Penggunaan Metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang “. maka penulis akan merumuskan penelitian ini dengan tujuan sebagai berikut: 1. D.

Dengan penerapan metode ceramah dan tanya jawab maka motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang akan meningkat. KATA PENGANTAR Tiada kata yang pantas kami ucapkan kecuali rasa syukurkehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayat –Nya sehingga penulis dapat menyusun . Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS 22nd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Bagi siswa. E. Bagi penulis. Dengan menerapkan metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. memberi manfaat bagi peneliti dan menambah khazanah keilmuan juga sebagai bekal menjadi guru yang profesional kelak. dengan metode tanya jawab ini diharapkan siswa lebih termotivasi dalam belajar. 4. 2.3. Hipotesa Tindakan 1. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis.

1 B. Laporan ini masihbanyak terdapat kekurangan. 4 Agustus 2010 . Dalam hal ini penulis mencobamemecahkan masalah tersebut dengan merancang kegiatan perbaikan denganmengadakan observasi. diskusi dengan teman sejawat. Penulis DESI ARISANTI NIM. Berdasarkan pengalaman itulah. Supervisorserta semua pihak yang telah menyumbangkan ide atau gagasan untuk kesempurnaanlaporan ini semoga dapat bermanfaat untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan. oleh sebab itu penulis berharap kepada para pembacaberkenan memberikan saran dan masukan agar penulis dapat menyempurnakannya. Rumusan Masalah………………………………………………………………………… 3 C. iv LEMBARIDENTITAS ………………………………………………………………………………. penulisbelum merasa puas dengan hasil yang dicapai. Latar Belakang Masalah ……………………………………………………………….Kritik dan saran untuk perbaikan isi laporan ini penulis sambut dengan senanghati. Bangkinang.laporan Penelitian Tindakakn Kelas ( PTK ) mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial dan Ilmu Pengetahuan Alam kelasIII semester 1 Laporan ini berisi tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaranmata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) dan Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) Masalah ini dingkatberdasarkan pengalaman belajar dikelas. Manfaat Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………. Tujuan Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………… 4 D. 816623894 DAFTAR ISI KATAPENGANTAR ………………………………………………………………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………… ii DAFTARLAMPIRAN ………………………………………………………………………………. v BAB I PENDAHULUAN A. Ucapan terima kasih kepada teman sejawat.

. Jadwal Pelaksanaan PerbaikanPembelajaran ……………………………………. seperti : . Penggunaan Metode ……………………………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………. Masalah keberhasilan ini sebenarnya merupakan beban psikis yangsangat berat sekali bagi seorang guru sebagai perencana ( planer ) pembelajaran. Saran ………………………………………………………………………………….1. Deskripsi persiklus ………………………………………………………………. bagi guru merupakan kebanggaan yang takternilai. 7 C.BAB II KAJIAN PUSTAKA A.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan di Sekolah Dasar didefenisikan sebagai prosespengembangan kemampuan yang paling mendasar bagi Setiap siswa dimana setiapsiswa belajar secara aktif karena adanya dorongan dari dalam diri dan adanyasuasana yang memberikan kemudahan ( Kondusif ) bagi perkembangan dirinya secaraoptimal.. B. Subjek Penelitian…………………………………………………………………. 7 BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Rencana Pengamatan Repleksi ………………………………………. Keberhasilan suatu proses belajar sering ditandai denganperobahan yang positif pada diri anak. Hal ini terkait banyaknya permasalahan –permasalahan yang dijumpai guru dalam pembelajaran . BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Pembahasan ……………………………………………………………………….. Tabel 1.. 2. Deskripsi Persiklus ………………………………………………………………. B. Kesimpulan ………………………………………………………………………… B. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPS …………. Hasil Belajar dan Pembelajaran ……………………………………………………. 6 B. Hubungan Metode dengan Hasilbelajar…………………………………………. 1. 3. Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPA…………… BAB I PENDHULUAN 1.

Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti meminta bantuanteman – teman sejawat dan Supervisor untuk mengidenfikasikan kekurangan dankelemahan dalam pembelajaran. Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini penulisbanyak dibantu oleh Kepala Sekolah. Rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan materi Lingkungan Alam Dan Buatan b. Gedung sekolah yang berdekatandengan perumahan penduduk c. Dari permasalahan diatas penulis menganggap permasalahnnomor a dan nomor c untuk diteliti dan menguraikan permasalahan dan alkternatifproblem solving sesuai dengan konsep pembelajaran. dan Supervisor sehingga penulisdapat menyusun langkah – langkah dalam penyusunan PTK ini. Kurangnya minat siswa mengulangpelajaran di luar jam sekolah. Adanya hal – hal yang terkait dengan masalahpembelajaran dan masalah yang akan diatasi dengan PTK.Tentu guru yang merasakan masalah yang ada yang ada dikelasnya yang jikadibiarkan masalah akan berdampak buruk bagi proses pembelajaran. Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yangdirasakan atau disadari oleh guru. a. teman sejawat. Siswa kurang mampu menentukan materi Lingkungan Alam Dan Buatan dalam proses pembelajaran. Siswa banyak tidak mengerti materi Lingkungan Alam Dan Buatan . Rendahnya kemampuan siswa menerapkanmateri Lingkungan Alam dan buatan serta Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )secara sistimatis. Dalam hal ini guru sebagai pengelola pembelajaran. d. Dari diskusi teman – teman sejawat dan Supervisorterungkap beberapa masalah yang terjadi pada pembelajaran yaitu : Pada Pelajaran IPS yakni: a.a. Halini sesuai dengan salah satu kareteristik PTK. Masalah berasal dari orang yangterlibat dalam praktek. Siswa tidak dapat mengerjakan sebagian latihan dengan benara dalam materi Lingkungan Alam Dan Buatan c. d. Siswa yang tidak mencapaiketuntasan belajar sebagian besar adalah dari keluarga yang orang tuanya tidakberpendidikan. b.

( Rumusan Masalah Dari hasil penelitian dan diskusi dengan supervisor danteman sejawat ditemukanlah beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kemapuansiswa dalam menyerap dan mengusai materi yang disajikan pada pelajaran IPSyaitu : . dari hal tersebut kita dapat mengetahui kelemahan –kelemahan atau gambaran yang perlu diperbaiki oleh si pendidik itu sendiri. misalkan penyebab itu adalah: seorang pendidik dirumahnya ada masalah yang belum diselesaikan sehinggamasalah itu sering kali dibawa oleh pendidik ke sekolah dengan penyebab itulahanak didik yang berada di sekolah selalumenjadi korban.e. Analisis Masalah Proses analisis masalah danproses timbulnya masalah. adanya penyebab itudatang dari anggota keluarga pendidik itu sendiri. Siswa tidak mau bertanya walaupun tidak mengerti sama sekali tentang materi Lingkungan Alam Dan Buatan Pada pelajaran IPA yakni : a. merefleksi diri ataumengaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa. tanpa mengadakananalisis mungkin masalah yang kita identifikasi masih kabur. b. Kurang aktifnya siswa didalam kelas karena tidak mau peduli terhadap materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) 1. Setelah masalah teridentifikasi kita perlu mengadakananalisis sehingga dapat merumuskan masalah dengan jelas. a. Kurangnya pemahaman siswa tentang Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) d. Teori atau pengalaman yangrelevan penyebab munculnya masalah Penyebab masalah yang sering dirasakan oleh siswa ataupihak sekolah pada dasarnya datang dari guru itu sendiri. daftar hadir atau daftarhasil belajar siswa. Rendahnya kemampuan siswa untuk mengetahui materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) b. Siswa ragu dan tidak mau bertanya tentang Menggolongkan Mahluk Hidup Hewan ) c. analisis dapatdilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri.

Kurang berpariasinya guru menggunakan matode dalam menyampaikan materi pelajaran b. Guru kurang memberikan contohyang kongkrit dalam menjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan c. Guru terlalu cepat dalammenjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan b. untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pemantapan kemampuan professional PGSD 4412 ) pada program S 1 PGSD Universitas Terbuka. Bagaimana teknik meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep Lingkungan Alam dan Buatan di kelas III dengan ceramah dan Tanya jawab.4 Manfaat PenelitianPerbaikan Pembelajaran ( . 1. Guru kurang menggunakan alatperaga yang manarik untuk memotifasi semangat belajar siswa. Guru kurang memberikan konsepmateri Lingkungan Alam dan Buatan d. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran Adapun tujuan Penelitian TindakanKelas ( PTK ) ini adalah : 1. c. 2. Siswa kurang memperhatikanketika pelajaran sedang berlangsung e. Guru tidak memancing motivasi bertanya siswa d.a. Ruang kelas tidak terkuasai oleh guru. 2. Guru tidak menggunakan alat peraga sama sekali Berdasarkan permasalahan diatas maka penulismenyimpulkan bahwa focus perbaikan pembelajaran yang akan dilakukan adalah : 1. karena guru asik menerangkan sedangkan murid sibuk dengan kegiatan sendiri. Bagaimana cara menerapkan materi Lingkungan Alam dan Buatan pada mata pelajaran IPS dan Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) pada mata pelajaran IPA dengan metode ceramah dan Tanya jawab. Sedangkan pada mata pelajaran IPA terungkap hal : a. Memperbaiki pembelajaran sehingga anak dapat menghargai perbedaan suku dalam melanjutkan pembangunan ini.

2002 .2 Hasil Belajar Hail belajar ( Modul Evaluasi pengajaran. yang menggabungkan apa yangdiobservasikan dengan apa yang diingat untuk menentukan pengetahuan yang singnifikasi. Perumusan tujuan tersebutmencakup tiga hal yaiyu opservasi keadaan sekeliling . Bagi Siswa Diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan dapat meningkatkan kemampuan belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangandalam rangka meningkatkan mutu hasil pembelajaran di SD Negeri 019 BangkinangKecamatan Bangkinang. 4. yaitupengetahuan kyang sebagian diperoleh dengan ingatan dan sebagian lagi dariinformasi. Bagi Guru Sebagai acuan untuk memperoleh kualitas proses belajarmengajar di kelas dan sebagai evaluasi diri terhadap kinerja guru selama prosesbelajar mengajar 3. 2. Materi yang dinyatakan tidak hanya mengenai apa yang diperolehdari guru tetapi juga mengenai hal – haldiluar yang . observasi dengan tindakan.4 )adalah alat ukur yang mampu menentukan kemampuan sesorang setelah mengilkutipembelajaran.2005 .1.keinginan dan pengalaman kongkret kedalam tindakan yang mempunyai tujuan yang tingkatnyalebih tinggi. nasehat dan peringatan dari orang – orang yang telah memiliki yanglebih banyak pengalaman dan pertimbangan. pengetahuan tentang apayang telah terjadi pada situasi yang sama pada saat yang lalu. 2. Perumusan tujuanmerupakan proses intelektual yang cukup kompleks. 1.4 ) yaitu menekankan pada proses balikan yang menggunakan istilahbalikan untuk menjelaskan bagaimana belajar mengubah impulse. Belajar adalah proses diakeksis yang mengingtegrasikanpengalaman dengan konsep .. perasaan.1 Belajar Belajar menurut Jhon Dewey ( Belajar dan pembelajaran 2.

2005. Merangkum pendapat masing – masing d. pelaksanaan kegiatan belajara mengajardan pelaksanaan evaluasidalam pembelajaran. 35-36 ) dapat dilihat dari empat aspek antara lain tujuan yangingin dicapai. 57 )metode diskusi merupakan komunikasi atau dialog dua arah antara individu denganlingkungannya atau antara kelompok lainnya yang membahas suatu masalah. dalam pelaksanaannya disekolah metodediskusi belum begitu efektif oleh guru. Dengan kata lain termasuk materiyang dipelajari dari lingkungan yang terkait dengan pembelajaran dari guru. dalam pelaksanaannya metode diskusi selalu dimulai dengan : a. perubahan – perubahan terhadap kualitas personal dankemampuan – kemampuan siswa. Merumuskan tindak lanjut f. 2. padahal metode ini mampu memberikanmotivasi dan semangat belajar yang tinggi kepada siswa. Keberhasilan proses belajar mengajar ( StrategiMengajar. metode diskusi akanlebih efektif dilakukan disekolah apabila dirancang berdasarkan masalah dantujuan pembelajaran. dan moderator b.3 Metode Diskusi Menurut Heri Sumarteri ( Strategi mengajar. evaluasi dalam proses dinamisasikegiatan yang mengamati perilaku siswa dalam evaluasi meliputi tujuanpengajaran. scope. Menentukan ketua. Mengevaluasi pengalaman belajar Melihat kelebihan metode diskusi dalam kegiatan belajardisekolah. Mempersilahkan masing – masing anggota mengajukan pendapatnya c. . tetapi meliputisemua aspek pembentukan watak peserta didik. Menyusun kesimpulan e. kurang mendapat cahaya dan udara. materi yang dikembangkan. 2005.diberikan. Penerapan metode diskusi ini tidak dapat dilakukan dalamruangan yang pengap. dilatihkan dan didiskusikan dengan guru. maka guru hendaknya dapat memberikan prioritas pada aspek – aspekatau hal – hal penting yang dibicarakan siswa berawal dari masalah danpembahasannya dilakukan berbagai sumber belajar ( buku ) . dalamkegiatan pembelajaran metode diskusisering dilakukan melalui kelompok belajar yang anggotanya terdiri dari tigaorang sampai lima orang atau lebih.

IPS. kegiatan kelompok adalahtema “ Lingkungan “ juga kelompok dalam membahas tema lingkungan melihat dariaspek Matematika. Dalam kegiatan pembelajarandialog lebih banyak dilakukan di tingkat universitas ( Perguruan Tinggi ) namun hal ini tidakberarti di lembaga pendidikan seperti pada tingkat pendidikan dasar danmenengah tidak dapat dilakukan. Memusatkan perhtian pada suatuisu yang sedang berkembang d. Dalam prakteknya metode diskusi terdiri dari : 1. 2. keindahan. 3. Membahas dan Berdiskusi . taman sekolah dan lain sebagainya. selanjutnya masalah atau ytopik tersebutdibahas bersama dengan kelompok lainya sehingga menghasilkan pendapat bersama. Dalam arus perubahan dan tantanganmasyarakat yang semakin dinamis sebaiknya para guru melakukan dalam kegiatanbelajar mengajar dengan membahas suatu masalah sederhana dalam kehidupan siswayaitu : a. Menggali pandangan seseorangtentang masalah yang terjadi dalam masyarakat. dan Bahasa serta lainnya. Diskusi Mengambang Diskusi mengambang adalah suatudiskusi dimana anggota kelompok mengemukakan pendapatnya secara tertulistentang suatu masalah atau topic. IPA. lalu lintas.cara diskusi kelompok lebih diarakan pada lingkungan tempat tinggal siswadengan topic dan tema yang mencakup sederhana seperti kebersihan.kerapian. Mengemukakan pendapat. Diskusi mengambang lebih efektif padakegiatan pembelajaran melalui Kurikulum terpadu ( Integrated Curiculum ) ataudengan kata lain Kurikulum jaring laba – laba.pandangan seorang siswa tentang kehidupan masyarakat b. Dialog Menurut Beal Bohlen. dan Raudabough (1997 : 230 – 234 ) dan Cortght Hinds ( 1995 : 28 – 30 ) dialogmerupakan suatu diskusi yang dilakukan dihadapan sekelompok hadirin oleh duaorang ahli dalam satu bidang khusus ( Ilmiah ). Menumbuhkan minat terhadapsuatu objek c. Dalampembelajaran diskusi mengambang dapat dilakukan pada tingkat pendidikandasar dan menengah. Pelaksanaan Diskusi mengambang hampirsama dengan cara yang dilakukan dalam dialog. Dalam kegiatan ini kelompok belajardiharapkan pada suatu tema yang ditetapkan oleh guru. seminar dan lokakarya.Untuk kelas rendah.

Outline kerangka.Jenis metode membaca dan berdiskusisering dilakukan oleh peserta didik tingkat pendidikan dasar ( Sekolah Dasardan SLTP ) dan tingkat pendidikan menengah ( SMA/SMK/MA ). Outline yang dipersiapkanmeliputi b. minat pengetahuan dan kemampuanmempengaruhi orang lain. untuk . dengan jumlahsiswa sebanyak 21 orang terdiri dari 9 orang siswa laki – laki dan 12 orangsiswa perempuan dalam pembelajaran IPS dan IPA dengan metode Ceramah dan Tanyajawab tanggal 16 Oktober sampai dengan tanggal lebih jelasnya dapat table 1 dibawah ini : Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran Tabel 1 Oktober2010. Biasanya pemandu diskusi ini dipilih dariorang – orang yang memiliki pengalaman. Outlinekerangka dipersiapkan guna memberi arah yang lebih leluasa kepada pesertadiskusi untuk menggali masalah dan bagaimana cara mengatasinya. Kelompok – kelompok pesertamembaca bahan yang berlainan kemudia dilanjutkan dengan diskusi c. Outline yang terdiri daripertanyaan – pertanyaan pokok Rincian pertanyaan yang harusdibahas oleh kelompok Otulineyang sederhana. Membaca bahan yang samakemudian dilanjutkan dengan berdiskusi b. BAB III PELAKSANAAN PERBAIKANPEMBELAJARAN Subjek Penelitian Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar. Diskusi yang terpimpin merupakandiskusi yang terencana secara matang. Bentuk tuntunan dalam pelaksanaan diskusi terpimpinadalah : a. model diskusi ini diawali denganpengarahan atau tuntutan dengan lancar dan dapat menggunakan waktu seefisienmungkin serta dapat menghilangkan rasa bosan dan kecewa para peserta. Kegiatan yang harus dilakukan parasiswa yang ikut dalam diskusi ini adalah : a. outline yang sederhana yang terdiri dari daftar pertanyaanpendek – pendek dengan maksud agar diskusi berlangsung dengan lancar dan tertib c. Seorang peserta membaca bahandengan keras kemudian seluruh peserta mendiskusikannya d. Diskusikerangka ini diperlukan pemimpin ( Moderator ) yang lebih aktif dan mampumengarahkan peserta kepada tujuan.

3008.4009. Hari / Tanggal Waktu 07. 07.4009.3008.4009.40 08.15 IPS III Siklus I 4.40 08. 07.15 IPA III Siklus II 3. oleh karena itu ada beberapa rencana tindakan yang akan dilakukan dalamperbaikan pembelajaran antara lain : .40 08. 07.No 1.3008.40 08.15 IPA III Data Awal 3. 07.2 Deskripsi Persiklus Siklus I Ilmu PengetahuanSosial  Perencanaan Dengan adanaya masalah yang dihadapi Guru pada kelasIII.3008. 07.3008.4009.15 IPS III Siklus II 6.15 Mata Pelajaran IPS Kelas III Guru Pendamping Ket Data Awal 2.40 08.4009.3008.4009.15 IPA III Siklus I 5.40 08.

setelah itu didkusi kelas danbersama – sama mencari kesumpulan 3.1. mengadakan Tanya jawab dengan metode yang berbeda 6. Memberikan beberapa kasusmengenai materi Lingkungan Alam dan Buatan. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan  Pelaksanaan Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran untuk siklus I matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan : A. Mengerjakan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan C. Tanya jawab tentang pelajaranyang lalu 3. Kegiatan inti ( ± 35 menit ) 1. Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab perntanyaan 7. Penutup ( ± 5 menit )  Siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran  Pengamatan . Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menyatakan kesiapan siswa untuk belajar 2. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran 3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. Memotivasi siswa dalam pembelajaran 4. Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai 4. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Melakukan didkusi kelas untukmembahas materi Lingkungan Alam dan Buatan 2. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai 2. Memotivasi siswa B.

Bangkinang Kab. Masih ada siswa yang menjawab pertanyaan tidakbenar 3. Jumlah pertanyaan yangdisajikan juga lebih banyak 5. Mempersiapkan bahan pelajaranyang sesuai dengan materi dan tujuan myang ingin dicapai 2. Terjadi keributan kecil ketikasiswa diminta untuk menyampaikan pendapatnya Siklus II Ilmu PengetahuanSosial  Perencanaan Dengan hasil yang dicapai pada sisklus I IlmuPengetahuan Sosil diatas maka penulis merasa masih harus melakukan perbaikanpembelajaran lanjutan yaitu siklus II Ilmu Pengetahuan Sosial. Memberikan penguatan pada siswayang dapat menjawab pertanyaan.Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kec.  Refleksi Selama perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan padapembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siklus I sudah menunjukkan kemajuanyang mana siswa lebih aktif dalam belajar walaupun masih terdapat kelemahanyang membuat hasil belajar yang diharapkan belum tercapai secara maksimal . hal inibertujuan agar hasil yang diharapkan benar – benar memuskan sesusai denganrencana atau tujuan perbaikan pembelajaran. Memberikan kesempatan kepadasiswa yang bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yangdiajukan 7. Mengadakan Tanya jawab yangbervariasi 6. laksanaan . Sebaran pertanyaan akansiusahakan lebih merata 4. yang mana tingkat keberhasilan sudah meningkatdibandingkan dengan dilaksanakannya perbaikan pembelajaran. Tidak semua siswa yang mendapatkesempatan menjawab pertanyaan 2. ada beberapa rencana tindakan yangakan dilakukan dalam perbaikan yaitu : 1. halini penulis temukan berdasarkan hasil laporan pengamatan teman sejawat danrefleksi penulis. yang mana diantara kelemahan – kelemahan tersebut adalah : 1. Memilih metode yang tepatsesuai dengan materi 3. Kampar pada siklus I mata pelajaranIPS sudah menunjukkan kemajuan. bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil belajar yang diharapkan.

? 3.Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuksiklus II mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan: A. Apa yang dimaksud denganpencemaran lingkungan…. Melakukan diskusi kelasmengenai Lingkungan Alam dan Buatan 2. ? b. Apresiasi . . Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandofokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 bangkinang pada mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial mengaju pada Penilaian kemampuan siswa. Materi ini sangatberfanfaat guna kelangsungan kehidupan masa depan yang lebih baik B. mengulang pelajaran yang lalu yaitu tentangLingkungan Alam dan Buatan 3.? c. Apa yang di maksud denganlingkungan…. Guru memberikan kasus – kasusyang sedang terjadi pada Lingkungan Alam dan Buatan a. ceramah dan Tanya jawab. tentu hal ini akanmenjadi bahan evaluasi bagi penulis untuk mengadakan  Siswa dibawah bimbingan guru menyimpulkan pelajaran. sehingga siswa lebihaktif dalam PBM dan hasil yang dicapai sangat memuaskan. KegiatanAwal ( ± 10 menit ) 1. Penutup ( ± 5 menit )  Pengamatan Pengamatan yang dilakukan penulis adalah dengan caramengamati siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung. mengamati hasilevaluasi yang diperoleh siswa kelas IIISD Negeri 019 Bangkinang Kec. setelah itubersama – sama mencari kesimpulan. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya mengabsen siswa 2. Apa contoh pencemaranlingkungan…. Menyelesaikan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan C. Kegiatan inti ( ± 35 menit ) 1. 4.  Refleksi Setelah penulis melaksanakan perbaikanpembelajaran pada siklus I dan IImata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial denganmerancang metode yang lebih baik dan memperbaiki kelemahan – kelemahan yang pada siklus I. Bangkinang pada siklus II mata pelajaran IlmuPengetahuan Soial sudah menunjukkan kemajuanyang sangat baik. Memberikan beberapa kasusmengenai Lingkungan Alam dan Buatan pada masa yang akan datang. Memotivasi .

Memotivasi siswa B. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran 3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. Mmengadakan Tanya jawab dengan metode yang bervariasi 6. Memotivasi siswa dalam pembelajaran 4. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menanyakan kesiapan siswa untuk belajar 2. ada beberapa rencana tindakan yang akandilakukan dalam perbaikan pembelajaran antara lain: 1.perbaikan – perbaikanpembelajaran selanjutnya dengan tercapainya hasil yang diharapkan yang tentunyahasil yang lebih baik. Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai 4. Tanya jawab tentang pelajaran yang telah lalu 3. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan  Pelaksanaan Adapun pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus Imata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilaksanakan dengan tahapan : A. Mengadakan Tanya jawab tentanggambar yang dipajangkan 3. Murid disuruh menyebutkan nama– nama hewan yang ada di sekitar mereka tinggal . Guru memajangkan gambar –gambar mahluk hidup ( hewan ) 2. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Siklus I Ilmu Pengetahuan Alam  Perencanaan Pada siklus I ini penulis mengadakan perbaikanpembelajaran pada mata pelajaran IPA. Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan 7. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang akan dicapai 2. Kegiatan Inti ( ± 30 menit ) 1.

4. Guru mengarahkan murid untukbertanya tentang hewan – hewan yang ada disekitar mereka tinggal 5. hal ini bertujuan agar hasil yangdiharapkan benar – benar memuskan.4 Siklus II IPA rencanaan Dengan hasil yang dicapai pada siklus I mata pelajaranIPA diatas maka penulis merasa perlu melakukan perbaikan lanjutan yaitu siklusII mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.2. hal ini ditemukan berdasarkan hasillaporan pengamatan teman sejawat dan refleksi penulis yang mana diantarakelemahan itu adalah : 1. Kegiatan Ahir ( ± 10 menit ) 1. Guru mengajukan pertanyaanhewan apa saja yang biasa dipelihara disekitar pekarangan rumah 6. yang mana tingkat keberhasilan sudahmeningkat dibandingkan dengan sebelum dilaksanakannya perbaikan.  Refleksi Selma perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan pada mata pelajaran IPApada siklus I sudah menunjukkan kemajuan yang mana siswa lebih aktif dalambelajar walaupun masih terdapat kelemahan yang membuat hasil belajar yangdiharapkan belum tercapai secara maksimal. Murid diminta untuk menjawabsatu persatu tentang pertanyaan yang disampaikan C. ada beberapa tindakan yang akan dilakukandalam perbaikan yaitu : . Masih adanya siswa yang menjawab pertanyaan tidak benar 3. Tidak semua siswa mendapat kesempatan menjawab pertanyaan 2. Murid dibawah bimbingan guru bersama – samamenyimpulkan pelajaran  Pengamatan Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklus I matapelajaran IPA sudah menunjukkan kemajuan. Terjadi keributan kecil ketika diminta untuk mengajukan pendapatnya 3. bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil yang diharapkan.

Jumlah pertanyaan yang disajikan juga lebih banyak 5. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Memberi salam dan setelah itumengabsen siswa 2. C. Sebaran pertanyaan diusahakan lebih merata 4. Memberi penguatan pada siswa yang dapat menjawab pertanyaan laksanaan Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus II matapelajaran IPA dilaksanakan dengan tahapan : A. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran dan tujuan yang akan dicapai 2. Memilih metode yang sesuai dengan materi 3. Memotivasi. Apersepsi. Siswa menyebutkan nama – namahewan yang diketahuinya melalui gambar 3. B. mengulangpembelajaran yang lalu yaitu tentang menggolongkan mahluk hidup ( hewan ) 3. Kegiatan Inti ( ± 30 menit ) 1. 7. Mengadakan Tanya jawab yang bervariasi 6.1. Memberikan tugas untuk membuatpertanyaan – pertanyaan tentang hewan yang ada disekita tempat tinggal mereka. materi ini sangatbermanfaat dalam menciptakan kerukunan antara sesama murid dan murid dan guru serta hubungan yangharmonis. Guru meminta murid untukmemperhatikan gambar hewan yang dipajang didepan kelas 2. Memberikan kesempatan kepadasiswa untuk adu kecepatan dalam menyebutkan nama hewan yang adal di lingkungansekitar mereka tinggal 4. Kegiatan Akhir ( ± 10 menit ) . Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yang diajukan.

efleksi Setelah penulis melakukan perbaikan pembelajaran padasiklus I dan II mata pelajaran IPA dengan merancang metode yang lebih baik danmemperbaiki kelemahan – kelemahan yangditemukan pada siklus I. ceramah dan Tanyajawab.1 Deskripsi Persiklus 4.1. sehingga siswa lebih aktif dalam PBM dan hasil yangdicapai sangat memuskan.1. tentu saja hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagipenulis untuk mengadakan perbaikan – perbaikan pembelajaran selanjutnya demitercapainya hasil yang diharapkan pada masa yang akan datang. Memberikan penguatan tentang dampakpositif dan negatif tentang dampak memelihara hewan di sekitar lingkungantempat tinggal 2. mengamatihasil evaluasi yang diperoleh maka hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelasIII SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklusII mata pelajaran IPA sudah sangat menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Siswa bersama guru menyimpulkanmateri pelajaran ngamatan Pengamatan yang dilakukan penulisadalah dengan cara mengamati siswa pada saat proses belajar mengajar. Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandifokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada mata pelajaran IlmuPengetahuan Alam mengaju pada Penilaian kemampuan siswa. BAB IV HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN 4.1 Rencana PengamatanRefleksi Setelah melakukan prosesperbaikan pembelajaran dengan menempuh langkah – langkah yang telahdirencanakan dalam rencana perbaikanpembelajaran ( terlampir ) baik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialmaupun mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh data – data perolehannilai – nilai sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini Daftar Perolehan Hasil Belajar Siswa KelasIII Pada mata pelajaran IPS dengan topik “ Lingkungan Alam dan Buatan “ Tabel Rekapitulasi Nilai IPS .

28 ) 5 ( 23.00 s/d 6.Perolehan No 1. 33 ) 6 ( 28.1 ) dan siklus II ( 7.00 6. 04 ) 1 ( 4. 4. 57 ) 21 6.00 7. 2. 61 ) 4 ( 19. 80 ) 7 ( 33. dan pada siklus II yang belum mencapai ketuntasaminimal adalah 1 orang siswa sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimaladalah 20 orang siswa.6 Keterangan : Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan walaupun belum maksimal.00 s/d 8.00 5. 28 ) 21 7.1 6 ( 28. 5.6 ) siklus I ( 7.00 s/d 10. 09 ) 3 ( 14.6 ) pada siklus Iyang belum mencapai ketuntasan minimal 3 orang siswa yang mencapai ketuntasanminimal 18 orang siswa.00 Jumlah Siswa Nilai rata – rata Awal Jumlah ( % ) Siklus I Jumlah ( % ) Siklus II Jumlah ( % ) Ket Istimewa Sangat Baik Baik Cukup 3 ( 14. Grafik Hasil Belajar IPS Tabel Rekapitulasi Nilai IPA Perolehan No Nilai Awal Jumlah ( % ) Siklus I Jumlah ( % ) Siklus II Jumlah ( % ) Ket . 3. 80 ) 8 ( 38. 76 ) 21 7. 6. 57 ) 10 ( 47.6 5 ( 23.00 s/d 7. Nilai 8. pada awalnilai rata – rata ( 6. 80 ) 5 ( 23.

5.1. 76 ) 21 7. 61 ) 4 ( 19. 6. 04 ) 6 ( 28.1 Istimewa Sangat Baik Baik Cukup Keterangan : Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan.00 s/d 10.00 s/d 6. 2. 52 ) 1 ( 4.1 ) Pada siklus I yang belum mencapai ketuntasan minimal 2orang siswa. 57 ) 7 ( 33. 57 ) 12 ( 61.00 s/d 8.00 7. 90 ) 2 ( 9. 04 ) 21 6.9 ).00 5. Grafik Rekapitulasi Nilai IPA ( 7. pada dataawal nilai rata – rata ( 6. 3.5 5 ( 23. 80 ) 10 ( 47.2 Pembahasan Dilihat dari hasil perbaikan dan hasil diskusi penulisdengan teman sejawat bahwa perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan telahmenunjukkan kemajuan dan peningkatan demikian juga ketuntasan belajar siswasecara individu. 4. sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimal adalah 19 orang siswa.9 6 ( 28.00 6. dalam perbaikan pembelajaran siswa . 76 ) 21 8. SiklusI sedangkan padasiklus II ( 8. 8. dan siklus IIyang belum mencapai ketuntasan minimal adalah 1 orang siswa sedangkan yangtelah mencapai ketuntasan minimal adalah 20 orang siswa.00 s/d 7. 4.00 Jumlah Siswa Nilai rata – rata 4 ( 19.5 ). walaupun belum maksimal. 04 ) 2 ( 9. 33 ) 4 ( 19.

Dengan memberikan penjelasan secara lisan dan berulang – ulang siswa lebih mengerti dalam mengerjakan latihan sehingga prestasi meningkat 3. Memberikan motivasi kepada siswa dengan berbagai gambaran yang positif tentang manfaat ilmu yang dipelajarinya bagi kehidupan kelak . 4. Dengan memberikan motivasi dan menanamkan konsep Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan benar siswa mampu menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan dan mahluk hidup 2. ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuansiswa dalam pembelajaran IPS dan IPA di Sekolah Dasar adalah : 1. Memberikan metode pembelajaran yang bervariasi dan bermakna 2. sinkronisasi dengan teman sejawat sedikit terhambat dikarenakanketerbatasan ilmu tentang penelitian. Proses pembelajaran akan sukses jika ditunjang oleh suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan.sudah menunjukkankeaktifannya dalam Tanya jawab serta diskusi dan dalam menyelesasikan tugasyang diberikan baik dalam pembelajaran IPS dan IPA.1 Kesimpulan Dari hasil perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan IlmuPengetahuan Alam telah dilaksanakan dan dapat diambil beberapa kesimpulansebagai berikut : 1. apalagi dengan menggunakan metode yang bervariatif sesuai dengan kondisi dan situasi dimana siswa berada serta tetap memperhatikan bahasan yang menyenangkan. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaranIPS dengan topik “ Lingkungan Alam danBuatan “ dan mata pelajaran IPA dengan topik “ Menggolongkan Mahluk Hidup (Hewan ) penulis mengalami beberapakendala dalam melakukan penelitian dilapangan diantaranya memakan waktu yangcukup lama. Minat siswa harus ditumbuh kembangkan dengan berbagai teknik pembelajaran yang relevan. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 5.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas.

Warsito Adnan. Strategi Belajar Mengajar . M. Dr. Jakarta: Universitas Terbuka. Lampiran I Rencana PerbaikanPembelajaran ( RPP ) I Lampiran 2 Lampiran 3 KESEDIAAN SEBAGAI TEMAN SEJAWAT DALAM PENYELENGGARAAN PKP Kepada Kepala UPBJJ-UT Pekanbaru Di Pekanbaru Yang bertanda tangan dibawah ini . Udin S Winata Putra. S. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan 4. H. DAFTAR PUSTAKA Narnherhyanto & HM Akib Hamid ( 2004 ). ( 2006 ).A.menerangkan bahwa : Nama NIP Tempat Mengajar Alamat Sekolah Telepon : : : SD Negeri 019 Bangkinag : Bangkinag kota : .Dkk. Warsiti Adnan ( 2006 ). Memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya 5. Buku Pengetahuan Sosial 4. Buku Petunjuk Guru IPS. Memberikan wawasan yang luas dalam memberikan materi dan diikuti oleh contoh – contoh yang kongkrit yang dekat dengan keseharian anak. Wardani IGK. Statistik Dasar UTcetakan 8 : Jakarta. Dkk. TigaSerangkai Mandiri. Udin. ( 2005 ). Solo : PT. ( 2001 ). Winata Putra. ( 2002 ) Materi dab PembelajaranIPS SD Edisi ke satu. TigaSerangkai Mandiri.Universitas Terbuka. Jakarta : UnibersitasTerbuka.3. Kurikulum KBK dan KTSP. Solo : PT. Pemantapan Kemampauan Profesional.

Lampiran 4 SURAT PERNYATAAN .Menyatakan diri bersedia menjadi temansejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama : Nama NIM Program studi Tempat Mengajar Alamat Sekolah Telepon : Desi Arisanti :816623894 : S 1 PGSD : SD Negeri 019 Bangkinang : Bangkinang kota : Demikian pernyataan ini dibuat semoga dapatdipergunakan sebagaimana mestinya Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP. Temansejawat 2010 ………………………… NIP. Bangkiang.

yangmerupakan tugas mata kuliah PGSD 4412 Pemantapan Kemampuan Profesional ) Demikianlahpernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan seperlunya.Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIM UPBJJ – UT esi Arisanti :816623894 ekanbaru Menerangkan bahwa : Nama Tempat mengajar : : SD Negeri 019 Bangkinang :III Guru Kelas Adalah temansejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran. ( PKP Bangkiang.816623894 Menyetujui TemanSejawat ………………………… NIP. 2010 Yangmembuat pernyataan Mahasiswa DESI ARISANTI NIM. .

42 Siklus II 100 100 100 90 90 80 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 50 1570 74. 7. 12.6 66. 16. 2. 21.6 76.6 83.6 53. 18.3 60. 14. 10.3 73. 11. Temansejawat 2010 ………………………… . Jumlah Rata – rata Bangkiang.0 60. 19.3 63.76 Rata – rata 100 93.3 66.0 60. 4. 17. 9. 8.14 : IPS :III : Lingkungan Alam dan Buatan Nilai Persiklus Siklus I 100 100 90 90 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 60 50 50 1500 71.0 Ket 1. 3.3 80 76. 5.Lampiran 5 Lembar Penilaian Mata Pelajaran Kelas Fokus Penilaian No Nama Siswa Data Awal 100 80 80 80 80 80 70 70 70 70 6 60 60 60 60 60 60 60 50 50 50 1410 67.0 60.3 90. 15.6 63.0 56.3 50.0 86. 20. 6. 13.6 73.

4. 8. 11. 7. 2. 5.0 86.0 60. 10. 12.6 63. 14.3 60.3 90.6 76. Lampiran 6 Lembar Penilaian Mata Pelajaran Kelas Fokus Penilaian No 1.NIP.3 80 76. 6. 13. 17.6 83.0 60. Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP. 9.6 66.6 73. 3. Nama Siswa Data Awal 100 90 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 60 : IPA :III : Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) Nilai Persiklus Siklus I 100 100 90 90 90 80 80 80 70 70 70 70 70 60 60 60 60 Siklus II 100 100 100 90 90 90 90 80 80 80 70 70 70 70 70 70 60 Rata – rata 100 93.3 66.3 63. 16.3 73. 15.0 Ket .

Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP.18.6 53. 20.0 56.61 60 60 50 50 1520 72. Jumlah Rata – rata 60 50 50 50 1420 67.3 50. Temansejawat 2010 ………………………… NIP.Pd. 21. S.38 60 60 60 50 1610 76.66 60. Lampiran KARTU KONSULTASI MATA KULIAH PKP S 1 UNIVERSITAS TERBUKA POKJAR KAMPAR D Nama NIM :816623894 esi Arisanti Supervisor Masa Registrasi : : HUSNIL KHATIMAH. 19.SD .0 Bangkiang.

kumpulan lampiran pada makalah. contoh makalah teori graf PTK-PKN GAMBARAN METODE INKUIRI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI (PKn) DI KELAS VI SD NEGERI ARGASARI II KECAMATAN TALAGA KAB. contoh makalah graph. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. contoh pengelolaan udara. judul kerja praktek teknik lingkungan.MAJALENGKA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Usul kenaikan pangkat dari Golongan IV/a ke IV/b . Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis.No Tanggal Isi pertemuan / Diskusi Topik : Masalah : Masukan Supervisor : Lama Pertemuan / Diskusi Tanda Tangan Supervisor Sumber : PTK Mahasiswa UT Pokjar Kampar UBJJ Pekanbaru .

Disusun oleh : MAMAN NIP.MAJALENGKA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Usul kenaikan pangkat dari Golongan IV/a ke IV/b . 130 616 644 .GAMBARAN METODE INKUIRI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI (PKn) DI KELAS VI SD NEGERI ARGASARI II KECAMATAN TALAGA KAB.

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA DINAS PENDIDIKAN UPTD ENDIDIKAN KECAMATAN TALAGA SD NEGERI ARGASARI II Tahun 2008 .

Pangkat/Golongan Jabatan : : : : MAMAN 130 616 644 Pembina IV/a Guru Pembina Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa : Bahwa yang bersangkutan benar-benar membuat Karya ilmiah dengan judul : “Gambaran Metode Inkuiri Dan Penerapan Pada Pembelajaran Pengembangan Diri (PKn) di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Oktober 2008 Koordinator Perpustakaan . Mengetahui Kepala SD Negeri Argasari II Kec. Majalengka Majalengka . Majalengka” dan ulasan ilmiah ini disimpan di perpustakaan sekolah sebagai bahan acuan atau referensi bagi temanteman yang lainnya.LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP. Talaga Kab.

MUSLIHAT NIP.SANUSI. 131 235 016 fhgfgj .Ma NIP: 130 616 631 N.A.

jika dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Guru bebas menggunakan metode yang ditunjang oleh media pengajaran yang mendukung aktivitas siswa sehingga materi yang disampaikan guru dapat diserap oleh siswa. guna perbaikan selanjutnya. Oktober 2008 Penulis . Dengan demikian pembelajaran PKn dengan metode inkuiri akan memberikan kontribusi yang positif terhadap kebermaknaan siswa dalam belajar. karena itu saran dan kritik dari semua pihak yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.KATA PENGANTAR Dalam proses belajar mengajar. Penulis sangat menyadari kekurangan dan ketidaksempurnaan penelitian ini. Penerapan metode Inkuiri dalam proses belajar mengajar PKn akan memberikan penguatan pada siswa untuk secara sadar menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Semoga penelitian ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi guru pengajar di Kelas VI Talaga .

................. iii ......................................................................................................... Tujuan Mata Pelajaran PKn .......................... Rumusan Masalah ............. Manfaat ...................................................5 2......................3 2................................................................6 Pengertian PKn ... 1...........2 2..........................................................2.............B ............ Pengertian Mata Pelajaran PKn ...... .................................................................................................................................................... 6 7 7 8 9 9 ................1........................................... i ......................................................... Pokok Bahasan PKn di Kelas VI.............................................................................................................................. 1............................1 2.......................................B ...................................................................... v ....................3........2 1.... Fungsi Mata Pelajaran PKn ..............................................4 2..................1 1. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Ruang Lingkup Materi PKn di Kelas VI........................... Tujuan dan Manfaat ........ vi ii PENDAHULUAN 1.................. Latar Belakang Masalah ...........................................................................................3..............................3............. 1 3 3 3 4 4 Definisi Operasional ....... 1.................................................................DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I ....................4 Tujuan .

............ 2.....2 Karakteristik Metode Inkuiri . 4............................................................................................. 30 31 DAFTAR PUSTAKA .8 2.................................... 3........... .............................1 3.........1 Teknik Pengumpulan Data ......................10 Metode Inkuiri ........ 27 28 3....................................................1 Pengertian Metode Inkuiri ......10.10. Hakikat Pembelajaran PKn ....................................................2............................................2 3...................2 3........................2.................... Metode dan Teknik Pembelajaran PKn .................3 3........................................... 2............ 26 Monitoring dan Evaluasi ...............................................................................................................................2... 18 18 18 20 20 21 Deskripsi Data .2 Kesimpulan Saran ..................... 2............................ 2..........1 3.............7 2..........2 Teknik Observasi .......3 BAB IV Pembahasan Masalah ........ KESIMPULAN DAN SARAN 4......................... Teknik Tes ............. 3......................................................B ..........................................................................................................................3 Data Proses ......................10.......................................................................................................... Data Hasi ...............................3 Prosedur Metode Inkuiri ............1..... 11 12 12 14 14 14 15 17 2............1........ BAB III DATA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3.. Teknik Wawancara .............9 Pengendalian Diri di Kelas VI..1.10...............1.......................................2......4 Kekuatan dan Kelemahan Metode Inkuiri ...............

LAMPIRAN-LAMPIRAN .

......DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Materi PKn di Kelas VI ............................................................................................... Hasil pree tes dan pos tes .................................................... 10 19 ....

DAFTAR LAMPIRAN PERSIAPAN MENGAJAR LEMBAR KERJA SISWA PEDOMAN WAWANCARA .

Sejalan dengan hal tersebut di atas. Pendidikan nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pendidik haru:s bisa menyiapkan anak didik menjadi orang dewasa yang mandiri. bekerja keras. Dengan demikian mata pelajaran PKn meliputi ranah kognitif. bertanggungjawab. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani. berbudi pekerti luhur. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang sesuai dengan isi Kurikulum 2004 adalah pendidikan tentang nilai-nilai yang sasarannya bukan semata-mata pengalihan pengetahuan melainkan lebih ditekankan pada pembentukan sikap. apektif dan psikomotor. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. mandiri.BAB I PENDAHULUAN 1. afektif dan psikomotor. Dalam dunia pendidikan kita sering mendengar ungkapan yang cukup sederhana yaitu "mendidik anak pada masa kini berarti menyiapkan orang dewasa di masa mendatang". dan mempunyai sikap yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Dalam menyajikan pelajaran. tangguh. yang lebih menitikberatkan pada ranah afektif. Dalam pelaksanaan . Ketiga ranah tersebut menyatu dan sulit dipisahkan satu dengan yang lainnya. Kepribadian siswa pada hakikatnya dipengaruhi oleh ranah kognitif.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. dikembangkan iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta sikap dan perilaku yang inovatif dan kreatif. mampu menggunakan dan mengembangkan sendiri kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) yang telah dimilikinya. guru harus berupaya mengembangkan ketiga ranah tersebut agar berkembang sesuai dengan yang diharapkan. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. berkepribadian. berdisiplin. sehingga membentuk kepribadian unik setiap manusia.

dan dalam penyampaian bahan ajar kepada siswa belum digunakan media belajar yang lain. namun guru masih dominan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Untuk pemahaman nilai dalam PKn.pembelajaran terdapat perbedaan tergantung dari ranah mana yang mendapat penekanan. hasil akhir yang menjadi tujuan adalah pengembangan ranah apektif yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dan berkembang dalam tatanan kehidupan manusia Indonesia. Dalam penyampaian materi pelajaran guru masih menggunakan buku-buku sumber dan buku pelengkap sebagaa sumber belajar. Dalam proses pembelajaran PKn. 8. Metode Drill (Depdikbud. Metode Ceramah Metode Tanya Jawab Metode Diskusi Metode Karyawisata Metode Pemecahan Masalah Metode Pembinaan Nila Metode Simulasi Metode inkuiri Metode Bermain Peran 10. 3. 2. 1996:50) . 7. 5. dan peranan guru sebagai dinamisator belajar siswa belum diterapkan. 6. Metode Tugas 12. 4. terdapat beberapa metode yang dapat dilaksanakan dan dikembangkan oleh guru di antaranya adalah: 1. guru belum semuanya melaksanakan pendekatan siswa aktif. 9. sementara dalam pembelajaran PKn. Metode Permainan 11.

3. Dalam penelitian ini penulis akan mencobakan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri yang merupakan metode yang belum pernah dicobakan sebelumnya pada siswa. Secara khusus tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah: .MajalengKA . 1. 1) Bagaimana cara menyusun perencanaan pembelajaran PKn dengan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri ? 4) Bagaimanakah upaya mengatasi hambatan yang dialami siswa dalam pembelajaran PKn dengan metode inkuiri pada pokok bahasan Pengendalian Diri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Metode yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar masih sebatas ceramah dan tanya jawab.MajalengkA pada pokok bahasan Pengendalian Diri ? 3) Bagaimanakah hasil pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.3 Tujuan dan Manfaat 1. maka yang menjadi permasalahan yaitu.Majalengka ? 1.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian diri ? 2) Bagaimanakah cara melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.1 Tujuan Secara umum tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran/informasi bagi guru PKn tentang pengaruh metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD. dalam mengajar guru belum mencobakan metode-metode yang direkomendasikan oleh Depdikbud di atas.2 Rumusaa Masalah Bertolak dari latar belakang di atas.Berdasarkan studi awal yang penulis lakukan pada guru Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.

Bagi Siswa 1. 2. 1.MajalengkA pada pokok bahasan Pengendalian Diri. 4) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami murid dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Melatih siswa berpikir kritis dalam pembelajaran. c. Dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Sebagai bahan pertimbangan pemilihan metode yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran PKn di Kelas VI. 2. 3) Untuk mengetahui seberapa besar hasil pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.3.1) Untuk mengetahui cara-cara menyusun perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Sebagai bahan masukan dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran PKn di Kelas VI.2 Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu : a. Bagi sekolah pada pokok bahasan . 3. Bagi Guru l.Majalengka Pengendalian Diri.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. Pembelajaran akan lebih bermakna hagi siswa b. 2) Untuk mengetahui cara-cara melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. 3.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. Sebagai bahan informasi tentang pentingnya penyajian bahan pelajaran yang mengutamakan keterlibatan siswa.

adalah "Sebuah pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan atau masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya". Mata pelajaran PKn diajarkan di Sekolah Menengah Pertama berdasarkan Kurikulum Yang Disempurnakan tahun 2004 ditambah dengan suplemen Kurikulum 2006 sebagai penyempurnaan dari Kurikulum 2004. Pokok Bahasan Pengendalian Diri.4 Definisi Operasional Metode inkuiri.Dapat dipakai sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran PKn . Pembelajaran PKn menurut Kurikulum Yang Bisempurnakan (1994:130) adalah salah satu mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia.-76). 1. merupakan salah satu pokok bahasan pelajaran PKn di Kelas VI SD pada semester 2 . menurut Depdikbud (1996.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian PKn Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang teridiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung persatuan bangsa dalam masyarakat yang beraneka ragam kebudayaan dan beraneka ragam kepentingan, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah dan mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No 2 Tahun 1989). Sedangkan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pengetahuan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalakan oleh bangsa dan negara (Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No 2 Tahun 1989). Di SD bahan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan aitekankan pada pengamalan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (SLTA). Berdasarkan Kurikulum 2004 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah "Mata pelajaran yyang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia". Untuk siswa SD nilai luhir dan moral tersebut diharapkan dapat diaplikasikan dalam wujud perilaku kehidupan sehari-hari siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota keluarga, anggota masayarakat dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di sini tampak bahwa PKn mempunyai aspek pokok berupa pengembangan dan pelestarian nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Nilai luhur budaya Indonesia sangat

beragam tergantung di daerah mana nilai itu berada. Benturan nilai vang berdasarkan budaya daerah yang satu dengan yang lainnya harus diketahui oleh siswa. Hal ini disebabkan nilai, budaya dan norma yang berlaku di satu daerah akan lain dengan nilai, budaya dan norma yang berlaku di daerah lain.

2.2 Pengertian Mata Petajaran PKn Kurikulum Pendidikan Dasar telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1443 tanggal 25 Februan 1993. Salah satu dari sebelas mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn banyak mengandung nilai-nilai pendidikan yang apabila diajarkan menurut cara yang tepat akan lebih bermakna bagi siswa dan akan diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, namun apabila diajarkan dengan cara yang salah, maka PKn hanya akan merupakan pelajaran yang bersifat hapalan belaka dan hasilnya kurang bermakna bagi siswa, karena siswa tidak akan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai anggota keluarga, anggota sekolah atau anggota masyarakat. Agar guru dapat memberikan materi pelajaran PKn dengan baik dan supaya hasilnya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari, sebaiknya guru mengajar dengan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan kondisi siswa tidak hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab atau tugas saja.

2.3 Fungsi Mata Pelajaran PKn Mata pelajaran PKn merupakan salah satu mata pelajaran yang ada dalam sistem kurikulum Pendidikan Dasar. Fungsi mata pelajaran PKn yang diajarkan di sekolah adalah agar dapat diaplikasikan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar (Depdikbud, 1994: 81), mata pelajaran PKn berfungsi untuk : l. Mengembangkan dan melestarikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

2. Mengembangkan dan membina siswa yang sadar akan hak dan kewajibannya, taat pada peraturan yang berlaku dan berbudi pekerti luhur. 3. Membina siswa agar memahami dan menyadari hubungan antar sesama anggota keluarga, sekolah, dan masyarakat serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari ketiga fungsi tersebut dapatlah disimpulkan bahwa mata pelajaran PKn akan memberikan arah berpikir yang kritis kepada para siswa terhadap masalah-masalah, gejala perilaku, dengan harapan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik pada waktu siswa masih menjadi seorang pelajar terlebih lagi ketika siswa menjadi anggota masyarakat.

2.4 Tujuan Mata Pelajaran PKn Tujuan yang akan dicapai dengan pembelajaran Mata pelajaran PKn di SD dengan proses belajar mengajar PKn adalah menanamkan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan kepada nilai-nilai Pancasila baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, dan memberikan bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan di SLTP.(Depdikbud, 1994:2) Tujuan tersebut di atas, dapat dicapai jika dalam proses belajar mengajar, guru dapat menciptakan suasana yang kondusif, di antaranya dengan menggunakan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa, dan hasil belajar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

2.5 Ruang Lingkup Materi PKn di Kelas VI Ruang lingkup mata pelajaran PKn perlu diketahui agar pada waktu memberikan materi kepada siswa, guru mempunyai batasan-batasan keluasan materi yang harus diajarkan. Hal ini dimaksudkan agar materi yang diajarkan di setiap kelas sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis siswa dan tingkat kesulitan materinya. Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar, (Depdikbud, 1994:2), ruang lingkup mata pelajaran PKn di Kelas VI meliputi: l. Nilai moral dan norma bangsa Indonesia serta perilaku yang diharapkan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

merupakan materi yang harus disampaikan kepada siswa di tingkat Sekolah Dasar. ekonomi. dan keamanan di negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. merupakan konsep dasar yang harus dikuasai oleh siswa secara kognitif dan psikomotor juga harus dapat dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari (apektif). Kehidupan ideologi. pokok bahasan mata pelajaran PKn Kelas VI untuk Semester I dan II. sosial. Kedua ruang lingkup tersebut di atas. Menurut Depdikbud. Dalam pelaksanaan pembelajaran PKn pokok bahasan tersebut disesuaikan dengan daya nalar siswa Kelas VI. Uraian pokok bahasan tersebut sebagaimana tertulis pada tabel di bawah ini. politik. Artinya pembahasan sebuah pokok bahasan. Ruang lingkup tersebut diurai dalam beberapa pokok bahasan. 2. terdiri dari 12 pokok bahasan yang harus diajarkan kepada siswa selama 72 jam pelajaran. . Pokok bahasan pokok bahasan tersebut adalah nilai-nilai luhur Pancasila yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. budaya.6 Pokok Bahasan PKn di Kelas VI Berdasarkan Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 2004 terdapat 12 pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran. (2004:6) dalam KYD.2. pertahanan.

dan lingkungan. dan berdoa secara seimbang. serasi dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari 2) Membiasakan belajar. 2) Membiasakan berperilaku menerima dan mempertimbangkan saran serta pendapat orang lain atas dasar penalaran 1) Memahami makna. Kebijaksanaan senari-hari 2) Membiasakan bertindak cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah. Lapang Dada 1) Menyadari perlunya sikap lapang dada dalam pergaulan sehari-hari . sekolah. serta menikmati keindahan budaya dan alam sekitarnya 2. serta dapat diterima oleh semua pihak 5. Bhineka Tunggal Ika dalam 3. Keindahan Uraian 1) Memahami perlunya rasa keindahan dalam kehidupan 2) Membiasakan untuk memelihara keindahan di rumah. Persatuan dan membina persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Kesatuan 2) Membiasakan memelihara persatuan dan kesatuan dengan tidak mempertimbangkan perbeedaanperbedaan yang ada dalam pergaulan 1) Memahami perlunya sikap bijaksana dalam kehidupan 4.Tabel 1 Materi PKn di Kelas VI Semes ter 1 Pokok Bahasan 1. serta menikmati kehidupan yang wajar sesuai dengan kemampuannya. . Keserasian 1) Memahami perlunya sikap hidup yang selaras. bekerja.

Berjiwa Besar1) Menyadari perlunya sikap berjiwa besar dalam melaksanakan tugas dan kegiatan di keluarga. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan. Pengendalian1) Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. tidak cepat marah.6. dan Diri bernegara 2) Membiasakan berperilaku sabar. yang merugikan orang lain . berbangsa. dan di lingkungan masyarakat 2) Membiasakan melakukan sesuatu dengan rela untuk kepentingan orang lain tanpa pamrih 2 7. di sekolah.

sekolah dalam masyarakat. dan menghiraukan keadaan lingkungannya. bernegara dan berbangsa 2) Membiasakan hidup rukun dengan menjauhi hal-hal yang akan merusak hal tersebut 11. norma dan budaya Indonesia. 2. Dengan demikian diharapkan siswa akan berperilaku sebagaimana nilai. yaitu pertama siswa harus memahami atau menyadari dulu materi esensialnya. setelah itu kemudian siswa dibimbing untuk membiasakan diri terhadap materi tersebut. sekolah dan masyarakat 9. 10. mengindahkan.7 Pengendalian Diri di Kelas VI Pokok Bahasan Pengendalian Diri di Kelas VI.8. Cinta Tanah1) Menyadari perlunya cinta tanah airi Air 12. Pengabdian 1) Menyadari perlunya kesediaan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara 2) Membiasakan melakukan kegiatan untuk kepentingan keluarga. Harga Menghargai 2) Membiasakan perilaku untuk memajukan lingkungannya 1) Menyadari perlunya kesediaan untuk menghargai hasil karya orang lain 2) Membiasakan berperilaku memelihara dan memberikan pujian terhadap hasil karya orang lain Dalam uraian kedua belas materi yang terdapat dalam kurikulum untuk satu tahun terdapat hal yang substansial.B terbagi menjadi dua uraian materi yaitu: . Kepedulian 1) Menyadari perlunya sikap tanggap (peduli) terhadap keadaan dan lingkungan masyarakat sekitarnya 2) Membiasakan berperilaku memperhatikan. Kerukunan 1) Menyadari perlunya kemauan untuk hidup rukun di keluarga.

2. Untuk pemahaman (kognitif) siswa dengan mudah dapat menghapalnya namun untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.9 Metode dan Teknik Pembelajaran PKn Untuk mengajarkan PKn. Menurut Depdikbud. tidak cukup hanya dengan metode ceramah karena PKn merupakan pembelajaran yang yang mengutamakan pada ranah apektif. di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. guru tidak bisa secara terus-menerus mengevaluasi perilaku siswa selama 24 jam. tidak cepat marah. Oleh karean itu. berbangsa. artinya PKn tidak hanya berupa hapalan nilai-nilai Pancasila tapi juga merupakan proses pengamalan Pancasila sejak usia dini baik di lingkungan keluarga. 2.8 Hakikat Pembelajaran PKn PKn adalah sebuah mata pelajaran yang terdiri dari pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan yang ditekankan pada pengamalan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain (ranah apektif). baik di sekolah. di rumah maupun di lingkungan masyarakat.1) Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam memecahkan satu masalah seorang warganegara sering mengambil sikap tertentu yang memungkinkan usaha tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan. terdapat beberapa metode dalam pembelajaran PKn di antaranya adalah: . atau bahkan dengan usaha tersebut permasalahan bukannya selesai malah menajadi bertambah besar. 2) Membiasakan berperilaku sabar. (1996:50). Oleh karena itu diperlukan metode dan teknik yang sesuai dengan materi yang akan dibahas dan sesuai dengan tingkatan kelas. perlu adanya kepaduan sikap antara orang tua. dan bernegara (ranah kognitif). Proses untuk mendapatkan hasil pembelajaran PKn tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri. masyarakat dan guru agar siswa benar-benar mengaplikasikan nilai yang telah dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari.

a) Metode Ceramah adalah suatu penyampaian bahan pelajaran dengan lisan. g) Metode Simulasi. tingkah laku dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. k) Metode Tugas. dan penarikan kesimpulan. pengumpulan data. digunakan untuk memperoleh atau menemukan pengertian dan menanamkan nilai tertentu. i) Metode Bermain Peraru/Sosio Drama merupakan bentuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan perasaan. f) Metode/Teknik Pembinaan Nilai. merupakan metode bermain peran atau pura-pura. metode ini digunakan dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa dan atau sebaliknya secara lisan dan tertulis c) Metode Diskusi. metode ini digunakan untuk menentukan nilai-nilai yang akan dipilih siswa terutama pada proses pengambilan nilai. dilakukan guru dengan memberikan tugas/pekerjaan kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggungjawabkan . sudut pandang dan cara berpikir oerang lain. dengan tujuna untuk menghayati perasaan. h) Metode Inkuiri digunakan dalam proses belajar mengajar yang mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan/masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya. b) Metode Tanya Jawab. adalah suatu kunjungan yang direncanakan kepada suatu obyek tertentu untuk dipelajari atau sebagai alat bantu dalam hal memahami suatu gagasan atau sebagai alat untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Metode ini biasanya dianggap sebagai metode yang memiliki kadar CBSA sangat rendah. Namun pada kenyataannya seorang guru tidak mungkin meninggalkan metode ini sepenuhnya. kemudian diikuti dengan kegiatan-kegiatan observasi. sikap. j) Metode Permainan/Game. Dimulai dengan perumusan masalah. bahkan dewasa ini proses belajar mengajar di sekolah masih didominasi oleh metode ceramah. e) Metode Pemecahan Masalah adalah suatu cara memahami konsep-konsep ilmiah melalui kegiatan seperti seorang ilmuwan memecahkan masalah. suaru kegiatan tukar menukar gagasan atau pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan untuk memperoleh kesamaan pendapat d) Metode Karyawisata.

10. Siswa merasa tertantang untuk memecahkan sebuah persoalan 3. karakteristik Inkuiri yaitu sebagai berikut: . Siswa dapat menemukan sendiri jawabannya. Penulis menganggap demikian. 4. (1997:68). adalah baik. (1997:68) kata inkuiri (enquiry) berarti "pertanyaan atau penyelidikan".10 Metode Inkuiri 2. (1997:68) mengatakan bahwa "Pendekatan enquiry sebagai pendidikan yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri. Salahsatu metode yang dianggap tepat dan dominan dalam menyampaikan materi PKn di Kelas VI adalah metode memecahkan masalah dengan teknik inkuiri. sangat cocok untuk pembiasaan tingkah laku penguasaan materi terutama tingkah laku yang baik Pada dasarnya dari keduabelas metode yang diuraikan di atas.2 Karakteristik Metode Inkuiri Menurut Kuslan dan Stone dalam Iskandar. 2.10. Pembelajaran lebih efisien dan efektif 2. Materi merupakan nilai yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari 2. Konsep nilai yang ditanamkan akan diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari 5. Dalam pelaksanaan model inkuiri yang lebih diutamakan adalah keterlibatan siswa secara penuh daripada kegiatan gurunya.l) Metode Drill/Latihan Siap.1 Pengertian Metode Inkuiri Menurut Webster's New Collegiate Dictionary dalam Iskandar. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan". tergantung dari materi dan kesiapan guru serta siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar. karena pembelajaran PKn l. Sedangkan Peaget dalam Iskandar.

Melihat karakteristik-karakteristik di atas. Juga diusahakan untuk memberikan penjelasan-penjelasan secara ilmiah. dan tidak ada dalam buku pelajaran Buku-buku petunjuk yang dipilih berisi pertanyaan-pertanyaan dan saran-saran untuk menentukan jawaban. Hipotesa dirumuskan oleh murid-murid Murid-murid mengusulkan cara mengumpulkan data. Murid-murid mengolah data dan mereka sampai pada kesimpulan sementara. Menggunakan keterampilan-keterampilan proses Tidak ada keharusan untuk menyelesaikan unit tertentu dalam waktu tertentu Jawaban jawaban yang dicari tidak diketahui lebir dulu. Murid-murid bersemangat sekali untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri 5. serta betulkah kesimpulan kita ini 6. mengadakan pengamatan. terbuka. karena model ini lebih menekankan pada pencarian pengetahuan daripada pemerolehan pengetahuan yang pada akhirnya akan membentuk . ingin tahu. 8. Suatu masalah ditentukan. lalu dipersempit hingga terlihat kemungkinan masalah itu dapat diperolen oleh murid 7. lalu ditentukan pula asumsi-asumsi. Proses pembelajaran berpusat pada pertanyaan-pertanyaan mengapa dan hagaimana kita mengetahui. 3. Semua usul dinilai bersama. dan bertanggungjawab. secara individu atau kelompok untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menguji hipotesa 11. penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran PKn khususnya di Kelas VI dengan menggunakan teknik inkuiri dapat mengembangkan beberapa sikap yaitu: sikap objektif. 2. Murid-murid melakukan penelitian. melakukan eksperimen. membaca dan menggunakan sumber-sumber lain 9.l. bukan memberikan jawaban 4. keterlibatan-keterlibatan dan kesukaran-kesukaran 10.

adalah sebagai berikut: 1. apakah terjawab atau tidak . apakah terbukti atau tidak. 6. 2.10.3 Prosedur Metode Inkuiri Setiap model atau sistem belajar mempunyai cara/langkah kegiatan yang berbeda-beda. wawancara dengan nara sumber. observasi dan sebagainya semua diolah. atau informasi yang ada. Simulation Guru mulai bertanya dengan mengajukan persoalan. wawancara. atau menyuruh siswa membaca atau mendengarkan uraian yang membuat permasalahan 2. diacak. melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. atau hipotesis. siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan. pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek. membaca literatur. bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu. 4. Verification/pembuktian Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran. Permasalahan yang dipilih selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. yakni pernyataan (statemen) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan 3. Data collection Untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis ini. prosedur yang harus ditempuh dalam penerapan metode inkuiri menurut Liliasari dalam Iskandar (1997:69). Data procesing Semua informasi hasil bacaan.pribadi yang baik dan siswa dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara membiasakan diri. Generalization . Problem statement Siswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasil:an berbagai masalah. 5. ditabulasikan. diklasifikasikan.

10. mudah ditransfer untuk memecahkan masalah. Begitu pula dengan metode inkuiri. Masalah yang akan dicari pemecahannya 3. 1. Kesimpulan yang diperoleh sebagai hasil penyelidikan.Berdasarkan hasil pembuktian tadi. Pelaksanaan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn dapat dilaksanakan dengan 5 karakteristik sebagai berikut. Kelima karakteristik tersebut dapat dimulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuju kepada kesimpulan. Perumusan masalah 4. . Situasi yang menyediakan stimulus untuk enquiry 2. seperti yang dikemukakan oleh Syamsudin. mampu mengatasi hambatan serta kesulitan hingga la dapat mencapai prestasinya dengan mengembangkan dirinya secara optimal di dalam menempuh proses belajar" 2. Pencarian pemecahan 5.(1985:96) "Bimbingan dalam belajar difokuskan kepada permasalahan tentang bagaimana caranya agar anak terhindar dari kegagalan. Kekuatan dan kelemahan metode inkuiri menurut Djamarah dan Zain (1997:23) yaitu sebagai berikut: Kekuatan inkuiri a) Hasil belajar dengan cara ini lebih mudah dihapalkan dan diingat. karena itu dianjurkan agar guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang meminta siswa berpikir tinggi. siswa belajar menarik kesimpulan atau generalisasi tertentu.4 Kekuatan dan Kelemahan Metade Inkuiri Setiap metode mempunyai kekurangan dan kelebihan. Pertanyaan yang diajukan guru memegang peranan penting dalam menerapkan model ini. Bimbingan yang berupa pertanyaan tersebut dimaksudkan agar dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensi secara optimal serta membantu menghindari kegagalan siswa dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil eksperimennya.

apabila pelaksanaan metode inkuiri mengikuti prosedur yang direncanakan maka diharapkan. Berdasarkan uraian di atas.b) Pengetahuan dan kecakapan anak didik bersangkutan lebih jauh dapat menumbuhkan motivasi intrinsik. hasil pembelajaran bisa meningkat dan lebih bermakna bagi siswa. . b) Kalau kurang terpimpin atau kurang terarah dapat menjurus kepada kekacauan dan kekaburan materi yang dipelajari. sehingga tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai. karena siswa dapat merasa atas penggunaannya sendiri. Sebaliknya apabila guru kurang terampil dalam memberikan bimbingan (berupa pertanyaan-pertanyaan) proses pembelajaran tidak akan berhasil. Kelemahan inkuiri. a) Memakan waktu yang cukup banyak.

BAB III DATA DAN PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Teknik Pengumpulan Data 3.1.1 Teknik Observasi Objek yang akan diteliti atau diobservasi merupakan data yang sangat penting dalam penelitian penerapan metode inkuiri adalah siswa Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka , dengan jumlah siswa 30 orang terdiri atas 14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Observasi yang dilakukan meliputi: l. Minat siswa terhadap mata pelajaran PKn 2. Keaktifan dalam belajar 3. Menjawab pertanyaan 4. Memberikan pendapat 5. Memberikan tanggapan terhadap pendapat orang lain 6. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 7. Motivasi dalam mengerjakan tugas Ketujuh hal tersebut di atas diobservasi oleh penulis pada saat berlangsungnya proses pembelajaran PKn. 3.1.2 Teknik Tes Untuk memperoleh data yang akan diolah dan dianalisis diperlukan alat atau instrumen pengumpulan data yang lain selain observasi yang dilakukan, untuk itu penulis mengadakan pengetesan. Pengetesan dilaksanakan pada waktu penulis mengadakan pembelajaran PKn di Kelas VI pada pokok

bahasan Pengendalain Diri. Untuk memperoleh data ini penulis melakukan pengetesan sebanyak dua kali, yaitu : a) Tes yang ke-1 dilakukan sebelum siswa mendapat materi pokok bahasan tersebut dengar. tidak menggunakan metode inkuiri b) Tes yang ke-2 dilakukan setelah siswa mendapat materi pokok bahasan tersebut dengan menggunakan metode inkuiri Tujuan diadakan dua kali pengetesan yaitu untuk mengetahui sejauh mana perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi tersebut, antara menggunakan metode inkuiri dengan yang tidak menggunakan metode inkuiri. Sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2 Hasil pree tes dan pos tes
No. Nomor Induk Siswa Pree Tes Pos Tes Ket.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

6 5 5 5 5 5 8 7 8 5 5 7 7 6 5 4 5 5 5 6 7 5 6 7

6 6 8 8 9 7 8 8 8 8 7 9 8 7 7 7 7 6 7 8 8 7 8 8

25 26 27 28 29 30
Jumlah Rata-rata

6 5 5 6 4 5
170 5,696

7 7 7 8 6 7
222 7,457

Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2008 3.1.3 Teknik Wawancara Selain menggunakan teknik observasi dan teknik tes dalam penulisan ini, penulis menggunakan teknik wawancara. Tujuan pelaksanaan wawancara tersebut untuk memperoleh data tentang kesan dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran PKn yang menggunakan metode inkuiri dengan yang tidak menggunakan metode inkuiri. Dengan demikian selain data tes hasil belajar siswa, peneliti juga daput mengetahui efektif atau tidaknya pembelajaran PKn dengan metode inkuiri.

3.2 Deskripsi Data Data penelitian yang diperoleh di lapangan berdasarkan proses pembelajaran yang dilakukan. Prases untuk memperaleh data yang akurat diawali dengan pembuatan perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri. Pembuatan perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri dimaksudkan sebagai satu alternatif pembelajaran PKn yang dapat memberikan kontribusi bagi keaktifan siswa secara penuh. Agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dengan tingkat kesalahan minimal, maka penelitian dilakukan dengan hati-hati, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

3.2.1 Data Proses Data yang didapat selama proses pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri, dimulai dengan mengamati perilaku siswa pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran berlangsung, dan ketika pembelajaran berakhir. Data-data ini terdiri dari perilaku siswa baik yang berupa minat belajar siswa, aktivaas siswa pada saat pembelajaran, pemahaman siswa akan materi

Guru mempersiapkan bahan tes tentang pengendalian diri 3.1. B. Jika tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan.pembelajaran. 3. dan hambatan-hambatan yang ditemukan baik pada saat perencanaan. Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Guru mempersiapkan penjelasan langkah-langkah kegiatan proses pembelajaran dengan metode inkuiri 4. Persiapan Pembelajaran l. PERSIAPAN MENGAJAR Pokok Bahasan : Pengendalian Diri Kelas/Semester : V/ 2 Waktu : 2 x 40 menit Tujuan Pembelajaraa Umum 1. Guru mempersiapkan bahan pelajaran tentang pengendalian diri melalui proses inkuiri sehingga siswa dapat menyebutkan pengertian pengendalian diri dalam keluarga. sekolah dan lingkungan masyarakat dan memahami dan menjelaskan pentingnya pengendalian diri sehingga siswa bersedia menahan diri bila menghadapi masalah. pelaksanaan dan penilaian. dan bernegara . Guru merumuskan masalah pengendalian diri sebagai topik pembahasan dengan metode inkuiri untuk mengembangkan perbuatan luhur yangmencerminkan kematangan mental dan porilaku 2. maka ketidaksesuaian tersebut dicari penyebab dan solusinya. Data-data dimaksud kemudian dianalisis sesuai dengan teori yang dikemukakan pada Bab II.2.1 Model Rencana Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Inkuiri A. berbangsa.

Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri dari perilaku yang kurang baik 2. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghindari perbuatan yang merugikan orang lain 3. Perumusan Masalah Bagaimana cara mengendalikan diri di rumah ? Bagaimana cara mengendalikan diri di sekolah ? Bagaimana cara mengendalikan diri di lingkungan masyarakat D. Melalui metode inkuiri siswa dapat memelihara benda/fasilitas untuk kepentingan bersama/umum C. menyiapkan media. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain Tujuan Pembelajarau Khusus 1. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghormati dan menghargai hak-hak arang lain di sekitar kita 5. Pencarian pemecahan masalah a. Membiasakan berperilaku sabar. Stimulus Guru memberikan tes pendahuluan sebagaimana yang telah dipersiapkan. Masalah yang akan dicari pemecahannya Guru memberikan penjelasan tentang topik pembelajaran yaitu Pengendalian Diri yang akan dibahas dan dicari jawabannya/dipecahkan masalahnya melalui metode inkuiri. Siswa menjawab pertanyaan dengan menyatakan benar atau salah B.2. tidak cepat marah. C. alat peraga dan bahan yang diperlukan . Langkah-langkah Pembelajaran A. Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri tidak memaksakan kehendak kepada orang lain 4. Melalui metode inkuiri siswa dapat membuat kesimpulan tentang perlunya bersikap rendah hati sebagai wujud pengendalian diri yang baik 6.

Guru mengarahkan perhatian siswa pada keadaan anggota keluarga di rumah yang mempunyai kepentingan yang tidak sama. guru memberikan stimulus (memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab oleh siswa secara lisan atau tertulis) • Mengapa terjadi pertengkaran kecil di rumah Adi? • Jawaban Siswa : Karena acara yang ditonton oleh Adi sangat bagus (Imas Yuliani) • Karena lbunya tidak suka pada acara anak-anak (Hedi Riyana) • Karena kakak Adi sedang sakit (Laeli) • Bagaimana agar tidak terjadi pertengkaran seperti di atas? Jawaban siswa : • Suara TVnya jangan terlalu besar (Meti) • Adi sebaiknya tidak nonton TV tapi menghapal pelajaran (Ninik) • Deden bagaimana menurut pendapatmu? • Deden tidak menjawab .1. Kesimpulan Siswa dapat memahami pentingnya sikaap pengendalian diri di rumah. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang diajukan menuju kepada kesimpulan akhir. tiap kelompok mendapat lembar kerja yang berisi permasalahan yang harus dipecahkan c. teman di sekolah yang berbeda karakter dan sifatnya. di sekolah dan di lingkungan masyarakat 3. siswa dibagi menjadi 4 kelompok b. Setalah siswa diberi kesempatan bertukar pikiran dengan teman sekelompoknya.2. keadaan di lingkungan masyarakat yang bersifat heterogen c. (sebagai stimulus dalam merangsang siswa untuk dapat memecahkan masalah) E.b.2 Pelaksanaan Model Inkuiri a.

kemudian memberikan bimbingan kepada siswa untuk mendapatkan kesimpulan pelajaran • Siswa melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. Jika merugikan maka perbuatan itu jangan dilakukan karena orang lain akan rugi (Alfina) • Guru bercerita tentang pengendalian diri di sekolah dengan perrnasalahannya kemudian memberikan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk sampai pada kesimpulan • Guru bercerita tentang permasalahan yang ada di masyarakat.Jawaban siswa • Harusnya Adi tidak menonton TV karena kakaknya sedang sakit (Alfina) • Saya setuju dengan pendapat Alfina (Astri) • Guru memperlihatkan gambar Adi sedang bertengkar dengan kakaknya kemudian bertanya pada siswa: • Mengapa Adi dan kakaknya bertindak seperti itu ? Jawaban siswa • Karena kakaknya tidak mau mengalah (Alfina ) • Guru bercerita bahwa Adi tidak menontan TV karena kakaknya sakit. lalu bertanya "Apakah tindakan Adi merupakan pengendalian diri ? Jawaban Siswa • Ya (Alfina ) Bagaimana cara pengendalian diri di rumah ? Jawaban Siswa • Harus bisa melihat apakah perbuatan kita merugikan orang lain atau tidak. • Siswa mengisi lembar kerja siswa • Kelompok 1 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Kelompok 2 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Kelompok 3 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar .

Hal ini terbukti dari hasil rata-rata nilai sesudah dilaksanakan metode inkuiri sebesar 7. Siswa berdiskusi dengan teman sekelompaknya untuk memecahkan permasalahan yang diajukan penulis. mendapatkan hasil belajar yang baik.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. tampak bahwa setiap siswa ingin menanggapai peristiwa yang terjadi dalam gambar sehingga pembelajaran tampak lebih hidup. Dengan adanya bimbingan guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan akhirnya siswa dapat menemukan konsep akhir berupa kesimpulan dari hasil belajarnya.46 sedangkan sebelumnya nilai rata-rata hanya mencapai 5. sehingga proses pembelajaran dapat menggairahkan siswa.2.• Kelompok 4 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Beberapa siswa memberikan komentar terhadap jawaban dari kelompok lain • Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan hasil diskusi Hasil Diskusi : • Pengendalian diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Tanpa pengendalian diri yang terlatih dari sejak usia dini kita cenderung .2 Data Hasil Penerapan metode inkuiri pada pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Melalui alat peraga yang telah disediakan. apalagi sewaktu siswa menjawab pertanyaan-peitanyaan guru yang berhubungan dengan Pengendalian Diri. Yaitu bahwa Pengendalian diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Siswa lebih antusias dan merasa tertantang untuk mencari dan menemukan jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang diajukan guru. Tanpa pengendalian diri yang terlatih dari sejak usia dini kita cenderung menyelesaikan masalah dengan emosi dan hal ini merupakan faktor utama yang pertengkaran yang menuju kepada perpecahan. Guru mengadakan evaluasi 3. Pada awal pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri perhatian siswa sudah menunjukkan respon yang positif.7. Pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri lebih efektif karena siswa dilibatkan secara aktif.

Nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan metode inkuiri 5. Dari hasil observasi itulah guru dapat menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan efektiftas dan efisiensi pembelajaran PKn di antaranya melalui metode inkuiri 3. terdapat selisih nilai sebesar 1. Sebanyak 16 siswa (56.76. Pada tahap akhir pembelajaran guru mengadakan evaluasi dan wawancara dengan siswa. terdapat data lain yang berupa hasil wawancara tentang kesan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri.7 sedangkan sesudah menggunakan metode inkuiri meningkat menjadi 7. Keberhasilan penerapan metode ini tidak terlepas dari prosedur perencanaan yang telah disusun penulis dalam menerapkan metode inkuiri tersebut. Hasil wawancara dengan siswa mendapat tanggapan yang positif Dengan menggunakan metode inkuiri siswa lebih bergairah untuk belajar. Selain data yang dihasilkan dari tes. 3.5%) mengatakan bahwa pembelajaran terkesan sama saja dengan menggunakan metode inkuiri ataupun metode lain.2.3 Pembahasan Masalah .46. sedangkan sebanyak 14 siswa (43. Dalam proses evaluasi ini guru tidak hanya mengevaluasi hasil belajar saja melainkan proses belajar juga dievaluasi termasuk minat siswa melalui observasi dan wawancara.menyelesaikan masalah dengan emosi dari hal ini merupakan faktor utama yang pertengkaran yang menuju kepada perpecahan. pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri dapat membangkitkan motivasi siswa. Hasil evaluasi pada akhir pembelajaran lebih tinggi dibanding sebelum menggunakan metode inkuiri.5%) mengakui bahwa belajar dengan menggunakan metode inkuiri sangat menarik dan dapat cepat dipahami.3 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan guru yaitu mulai dari awal pembelajaran termasuk kesiapan siswa untuk belajar sampai akhir pembelajaran yang berupa tes akhir dan kesan (tanggapan) siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.

sehingga siswa merasa tertantang untuk aktif mencari dan menemukan kesimpulan dari hasil diskusi dan pengematan terhadap media pelajaran berupa gambar 2. Dengan adanya bimbingan dari guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan selama siswa mengamati peristiwa yang terjadi pada gambar. Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Siswa lebih antusias dan bergairah karena merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran. Bimbingan guru yang berupa pertanyaan tersebut dimaksudkan agar dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan membantu menghiri dari kegagalan dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatannya. . ternyata dapat menarik minat siswa. dapat mencapai prestasinya dengan mengembangkan dirinya sendiri secara optimal dalam menempuh proses belajar". Hal ini bisa dilihat sewaktu siswa menjawab pertanyaan guru dan ketika siswa melakukan diskusi. Hal ini sesuai dengan pendapat Zain (1997:22). Pembahasan dalam menerapkan metode inkuiri dalam pembelaiaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Syamsudin (1985:95): "Bimbingan dalam belajar difokuskan kepada permasalahan tentang bagaimana caranya agar anak dapat terhindar dari kegagalan. Pembelajaran PKn yang disajikan dengan cara melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) sangat menarik bagi siswa.Majalengka Kab. Dengan menggunakan metode ini siswa bebas mengungkapkan pendapatnya dalam memecahkan masalah yang telah ditetapkan. tetapi siswa diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri dengan menggunakan teknik pendekatan masalah". Dari data tersebut dapat diinterpretasikan yang menghasilkan deskripsi sebagai berikut : l. mampu mengatasi hambatan-hambatan serta kesulitan hingga la. Dalam sistem belajar ini guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuk final. "Enquiry adalah belaiar mencari dan menemukan sendiri. karena itu dianjurkan agar guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut siswa berpikir tinggi.Majalengka . Pertanyaan dari guru memegang peranan penting dalam menerapkan metode ini. akhirnya siswa dapat menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatannya.Pembahasan ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan sebagaimana yang telah dikemukakan pada BAB I. Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri dikembangkan atas dasar hasil temuan data yang dikaitkan dengan konsep dan teori yang relevan.

Tampak bahwa penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. .Berdasarkan pendapat di atas apabila guru kurang terampil di dalam memberikan bimbingan (mengajukan pertanyaan-pertanyaan) maka akan menjurus kepada kerancuan atau kekeliruan materi yang dipelajari.48) dari pada yang tidak menggunakan metode inkuiri (5.Majalengka Kab. evaluasi permbelajaran PKn yang menggunakan metode inkuiri rata-rata nilainya lebih tingggi (7. Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri sangat berpengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh. tetapi dalam mengajarkan PKn harus menggunakan metode-metode yang lain yang sesuai dengan pokok bahasan.68). 3. Jadi untuk mendapatkan basil belajar yang lebih baik di dalam pembelajaran PKn hendaknya guru jangan hanya menggunakan metode ceramah saja.

Menambah alokasi waktu dengan cara mengurangi alokasi waktu pokok bahasan yang ruang lingkupnya tidak terlalu luas. media.46) daripada nilai tes siswa sebelum menggunakan metode inkoiri (5.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. PKn khusus pokok bahasan Pengendalian Diri dengan cara : a. b. Dengan adanya bimbingan dari guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan selama siswa melakukan pengamatan. Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri lebih menarik minat siswa. dan lembar kerja siswa. Melengkapi alat/media untuk pelaksanaan metode inkuiri.7). karena merasa dilibatkan di dalam proses pembelajaran. Kesimpulan Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang diperoleh dalam menerapkan metode inkuiri. 3. Cara mengatasi hambatan-hambatan siswa dalam proses belajar menjaja. 2. llal ini terbukti dan nilai rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi (7. maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. alat peraga.1. Hal ini bisa dilihat sewaktu siswa melakukan pengamatan gambar dan pembacaan wacana. 4. pertanyaan-pertanyaan yang mengacu kepada kesimpulan. siswa lebih antusias dan lebih bergairah dalam belajar. dapat mendorong siswa untuk menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. . Hasil belajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih baik dibanding dengan tidak menggunakan metode inkuiri. Penyusunan perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dimulai dengan persiapan yang matang uang meliputi pokok bahasan.

khususnya mata pelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. . hendaknya pemilihan guru Mata pelajaran PKn yang dapat menjadi panutan siswa dalam berperilaku. karena bersifat menanamkan nilai. Bagi Pemerintah Dalam pembelajaran PKn.4. c. pendekatan dan teknik yang beragam. Sebaiknya dalam mengajarkan PKn menggunakan berbagai metode. Dengan menggunakan metode inkuri siswa menjadi tertantang dan aktif menjawab setiap pertanyaan guru. 3. Majalengka . diusahakan sehari sebelumnya siswa membaca terlebih dahulu pokok bahasan yang akan diajarkan. baik berupa gambar atau alat elektronik lain yang dapat memutar film. Bagi sekolah Hendaknya sarana untuk pembelajaran PKn agar dilengkapi. 4. hal ini berguna untuk menambah semangat belajar dan dapat menunjang lancarnya proses pembelajaran. Bagi siswa Hendaknya dalam menerima pelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri diikuti dengan sebaikbaiknya. Alokasi waktu untuk pokok bahasan pengendalian Diri perlu ditambah sesuai kebutuhan dengan cara mengambil dari pokok bahasan lain yang ruang lingkupnya tidak terlalu luas 2. Bagi Guru a. penults merasa perlu menyampaikan saran-saran sebagai bahan untuk dijadikan kajian dan pertimbangan dalam meningkatkan mutu pendidikan.2 Saran Melalui penelitian ini. antara lain: 1.

Komposisi. Startegi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud Adnan. Tabrani. 1996. 2002. Suplemen Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud -----------1999. Pedoman Pelaksanaan PBM di SD. Materi Latihan Kerja Guru PKn. Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud -------. 1999. Bandung: Karangsewu Keraf.---. Lexy J.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. 1998. PKn. 1996. Flores: Nusa Indah Moleong. 1994. Warsito. Penuntun Belajar Yang Sukses. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Rineka Cipta Engkoswara. Jakarta: Tim Penatar PKn Undang. 2003. Gunawan. Djauzak. Depdikbud Djamariah. Bandung : Remaja Rosda Karya Rusyan. 1994. Peningkatan Mutu Proses Belajar Mengajar Di Sekolah Menengahr. Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah Untuk Angka Kredit Guru . Dyah. Jakarta. Perangkat Pembelajaran PKn SD. 1996. BS dan Azwan Zain. Gorys. 1996. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Kelas VI Sekolah Menengah. Jakarta: Depdikbud -----------. Bandung: Siger Tengah . Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Depdikbud. 1992. 1997. Bandung: Penerbit Nine Karya Jaya Sri Wilujeung. dkk.

Pengertian Pengendalian Diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. 3. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. MATERI PELAJARAN a. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri dari perilaku yang kurang baik Melalui metode inkuiri siswa dapat menghindari perbuatan yang merugikan orang lain Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri tidak memaksakan kehendak kepada orang lain 4. 2. tidak cepat marah. 1. Melalui metode inkuiri siswa dapat memelihara benda/fasilitas untuk kepentingan bersama/umum III. 5. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain II. . Membiasakan berperilaku sabar. berbangsa. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghormati dan menghargai hak-hak orang lain di sekitar kita Melalui metode inkuiri siswa dapat membuat kesimpulan tentang perlunya bersikap rendah hati sebagai wujud pengendalian diri yang baik 6. dan bernegara 2.Lampiran-lampiran PERSIAPAN MENGAJAR Mata Pelajaran Kelas Semester Pokok Bahasan : PKn : VI : 2 (dua) : Pengendalian Diri I. 1.

b. Di sekolah ketika diskusi siswa harus dapat menahan diri. Tidak mempunyai teman. karena ada angota keluarga yang sedang sakit. agar diterima oleh anggota kelompok diskusi. ALAT DAN BAHAN BELAJAR MENGAJAR Alat Peraga: Gambar peristiwa tidak dapat mengendalikan diri . 1) 2) 3) d. IV. 3) e. dan permusuhan. tidak memaksakan kehendaknya sendiri. Keluarganya menderita Cara herperilaku mengendalikan diri Sabar dan tenang dalam menghadapi masalah dengan orang lain Berbicara dengan kata yang sopan dan nada berbicara yang enak didengar Menjaga sopan santun dalam setiap tingkah lakunya Tidak merusak barang orang lain Jika meminjam barang orang lain harus dikembalikan tepat pada waktunya Mengendaliakn diri di rumah. di sekolah. di lingkungan masyarakat sangat perlu ditanamkan sejak dini dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. 1) 2) 3) e. mengalah tidak menonton TV. karena teman menjauhi akibat sikapnya yang pemarah. 1) 2) Contoh Pengendalian Diri: Di rumah. 1) 2) 3) 4) 5) f. pertengkaran. Di lingkungan masyarakat tidak main hakim sendiri ketika ada pencuri yang tertangkap Manfaat Pengendalian Diri Terhindar dari perbuatan yang merugikan orang lain Terbina kerukunan dalam keluarga dengan teman sekolah dan dengan siapa saja Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan Akibat yang timbul jika tidak bisda mengendalikan diri Terjadi keonaran. kerusuhan.

Jenis tes : Tes tertulis C. satu kelompok terdiri dari 10 orang tiap kelompok mendapat masalah yang harus dipecahkan guru memberikan stimulus (memberikan pertanyaan-pertanyaan) Kegiatan Inti (60 menit) Setiap kelompok dibagi LKS Guru menjelaskan cara pengisian LKS Siswa melakukan pengamatan di bawah bimbingan guru Siswa mendapat pertanyaan-pertanyaan baik secara kelompok ataupun individu Pertanyan-pertanyaan dari guru berhubungan dengan materi pengendalian diri.. Alat Tes : Soal-soal Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. 1) 2) 3) VI A.V. 1) 2) 3) 4) 5) KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Kegiatan Awal (10 menit) siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Guru memberikan pengayaan EVALUASI Prosedur : Tes proses B. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya Kegiatan akhir (10 menit) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pelajaran Guru mengadakan evaluasi. 6) 3. 1.. Tutur kata yang baik dan raut muka yang ramah akan menimbulkan . . 1) 2) 3) 2.. dan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk menemukan kesimpulan.

. Dalam berselisih pendapat tidak perlu ditunjukkan rasa permusuhan karena hal itu akan mengakibatkan orang lain . Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat .2.. Apabila orang kaya tidak bisa mengendalikan diri akan terjadi ... salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan diri apabila mempunyai masalah adalah . Apabila pemiliknya tidak bersedia meminjamkan barangnya sebaiknya kita. . 9. 10. Pengendalian din untuk menekan sifat yang buruk misalnya .... ....... 5.. 8.... Berkata tidak sopan pada oranbg lain akan mengakibatkan .. 3.. 6. menjaga keamanan dan keutuhan fa-ilitas umum adalah tanggung jawab Pengendalian diri harus berasal dari... 4. 7.. .

Adi takut dikatai anak tidak gaul oleh teman-temannya di sekolah. Apa pendupatmu tentang sikap Adi ? 2. Antara Ibu Adi dan Adi terjadi pertengakaran kecil saling menyalahkan dan melarang. namun Adi sangat ingin menonton TV. Adi bersikeras menonton TV dengan suara yang keras. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah di atas ? Jawab : SELAMAT BEKERJA . Ibu Adi melarang Adi menonton TV karena akan mengganggu Kakaknya. Masalahnya 1.Lembar Kerja Siswa Kakak Adi sedang sakit. karena acara TV tersebut merupakan acara yang paling digemari oleh anak-anak dan Adi tidak ingin ketinggalan.

8. PKn termasuk mata pelajaran yang sulit? Apakah menurut pendapat Bapak/Ibu materi pelajaran PKn yang ada di SD sesuai dengan tingkat intelegensi anak SD ? Apakah dapat diserap oleh siswa SD ? 3. 9. 2. 1. 6. Untuk guru Apakah menurut pendapat Bapak/Ibu.PEDOMAN WAWANCARA A. Apakah Bapak/Ibu sudah mencoba cara tersebut ? Dan bagaimana hasilnya ? Menurut pendapat Bapak/Ibu apakah model dan alat peraga yang ada di SD memadai untuk pembelajaran PKn. 5. Bagaimana jalan keluar yang Bapak/Ibu lakukan untuk mengatasi kekurangan alat peraga tersebut ? 10. Untuk mengatasi kesulitan tersebut apa yang Bapak/Ibu lakukan ? Apakah dengan cara seperti itu sikap siswa menjadi lebih baik ? Selain cara seperti yang Bapak/Ibu lakukan di atas. menurut pendapat dan pengalaman Bapak/Ibu apakah ada lagi cara yang lainnya ? 7. Apa yang Ibu lakukan agar siswa menyenangi pelajaran PKn ? . Apakah sikap siswa dalam berperilaku sudah sesuai dengan tuntutan nilai yang terdapat dalam mata pelajaran PKn ? 4.

6. 7.B. 2. 3. l. materi manakah yang paling menarik menurut pendapatmu ? 4. Apakah kamu selalu menerapkan nilai-nilai yang ada dalam mata pelajaran PKn dalam kehidupanmu sehari-hari ? 5. Untuk murid Kelas VI Menurut pendapatmu apakah pelajaran PKn sulit ? Apakah materi pelajaran PKn terlalu banyak ? Setelah kamu melihat materi pelajaran yang ada pada buku PKn. 8. Apakah materi pelajaran PKn sulit ? Apakah materi Pengendalian Diri termasuk materi yang sulit ? Mengapa demikian ? Apa yang kalian inginkan dari materi pelajaran PKn? .

.

4. 2... 8.... Tutur kata yang baik dan raut muka yang ramah akan menimbulkan . ... .. Dalam berselisih pendapat tidak perlu ditunjukkan rasa permusuhan karena hal itu akan mengakibatkan orang lain .... 5. Jawab : .. menjaga keamanan dan keutuhan fa-ilitas umum adalah tanggung jawab Pengendalian diri harus berasal dari. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1.. Apabila orang kaya tidak bisa mengendalikan diri akan terjadi ... Berkata tidak sopan pada oranbg lain akan mengakibatkan .. : . 9.. salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan diri apabila mempunyai masalah adalah ...... 7........... 10...... 3............ 6...... Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat . Apabila pemiliknya tidak bersedia meminjamkan barangnya sebaiknya kita... Pengendalian din untuk menekan sifat yang buruk misalnya ..LEMBAR JAWABAN Nama Kelas : ...

Apa pendupatmu tentang sikap Adi ? 2.Lembar Kerja Siswa Kakak Adi sedang sakit. Masalahnya 1. Adi bersikeras menonton TV dengan suara yang keras. Antara Ibu Adi dan Adi terjadi pertengakaran kecil saling menyalahkan dan melarang. namun Adi sangat ingin menonton TV. Hingga kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam pembentukan . karena acara TV tersebut merupakan acara yang paling digemari oleh anak-anak dan Adi tidak ingin ketinggalan. Ibu Adi melarang Adi menonton TV karena akan mengganggu Kakaknya. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan di segala bidang. Adi takut dikatai anak tidak gaul oleh teman-temannya di sekolah. 2011 oleh serumpunilmu21 BAB I PENDAHULUAN A. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah di atas ? Jawab : ontoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Mapel IPS Kelas 3 Januari 20.

Mengajar juga bukan sekedar mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran non eksak di Sekolah Dasar. afektif maupun psikomotor. Masalah peningkatan mutu pendidikan tentulah sangat berhubungan dengan masalah proses pembelajaran. Ujian Akhir Sekolah (UAS). sehingga dalam pengukuran tingkat keberhasilannya selain dilihat dari segi kuantitas juga dari kualitas yang telah dilakukan di sekolah-sekolah. efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran yakni dengan menggunakan alat peraga. Mengajar bukan pula mempersiapkan siswa memiliki apa yang akan “ditagih” dalam UAN dan UAS. penulis menyadari betapa jauh berbeda bentuk pembelajaran yang selama ini dilakukan dengan cermin uraian mengajar di atas. mental maupun emosi.guru perlu melakukan suatu inovasi. maka pembelajaran yang aktif ditandai adanya rangkaian kegiatan terencana yang melibatkan siswa secara langsung. Melihat begitu pentingnya pendidikan dalam pembentukan sumber daya manusia. Belen (2003: 18) adalah mempersiapkan siswa untuk paling tidak dapat bertahan hidup di masa datang dan berbuat banyak bagi orang lain. Pada umumnya kurang memanfaatkan media belajar pada prosesnya. dan bertanggung jawab. setiap tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam Rencana Mengajar Harian (RMH). Belen (2003: 17) dalam mengajar terkandung pesan mengembangkan potensi siswa yang beraneka ragam dan bukan menjadikan siswa sebagai penerima/pemakai pasif (konsumen) ilmu pengetahuan yang ada dalam benak guru. mandiri. Hal semacam ini sering diabaikan oleh guru karena guru lebih meningkatkan pada pencapaian tujuan dan target kurikulum. ataupun tes masuk jenjang sekolah berikutnya. Hal ini dapat membantu guru dalam menggerakan. Untuk menciptakan suasana belajar yang disukai oleh siswa. Tujuan hakiki mengajar menurut S. Menurut S. Bercermin dari uraian di atas. Proses pembelajaran yang sementara ini dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan kita masih banyak yang mengandalkan cara-cara lama dalam penyampaian materinya.sumber daya manusia yang diinginkan. Di masa sekarang banyak orang mengukur keberhasilan suatu pendidikan hanya dilihat dari segi hasil. Salah satunya dengan memanfaatkan media gambar yang menarik dan . ketercapaian siswa masih jauh dari harapan. Sehingga siswa cenderung bosan dan kurang memahami materi yang diajarkan. melainkan apa yang ditagih dalam kehidupan. kritis. kreatif. Ibarat jauh panggang dari api. Mengajar tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Pembelajaran mata pelajaran ini biasanya diajarkan secara konvensional hampir di setiap SD. baik aspek kognitif. komperhensif baik fisik. dengan metode klasik seperti ceramah. Salah satu upaya guru dalam menciptakan suasana kelas yang aktif. maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan zaman. yaitu bersikap peka. Hasil UAN dan UAS tidak banyak mencerminkan apa yang ditagih dalam kehidupan. tetapi juga merupakan kegiatan guru membimbing/memfasilitasi siswa menemukan pengetahuan dan pengalaman belajar tersebut. dan diskusi kelompok. Sehingga menciptakan kejenuhan dalam lingkungan belajar yang pada akhirnya kurang membentuk sikap antusias pada sdiri siswa. Pembelajaran yang baik adalah bersifat menyeluruh dalam melaksanakannya dan mencakup berbagai aspek. menjelaskan gambaran ide dalam suatu materi. Mengacu dari pendapat tersebut.

mempermudah proses pembelajaran. Berdasarkan hasil tes belajar mata pelajaran IPS materi Membuat Denah dan Peta Lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX tempat peneliti bekerja.3. baru 7 anak yang tuntas belajar (mencapai standar minimal 65 ke atas). Setelah dilakukan analisis kemungkinan penyebabnya antara lain : 1. Salah satu kompetensi dasar dalam mata pelajaran IPS yang diajarkan di kelas III SD semester I adalah 1. Dengan menggunakan media gambar diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar atau prestasinya. Dari jumlah siswa 28 anak. Dari daftar perolehan nilai menunjukkan masih rendahnya penguasaan materi Membuat Denah dan Peta Lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. Terkait dengan permasalahan tersebut. Pembelajaran IPS yang dilakukan peneliti menjadi permasalahan yang perlu untuk dipecahkan. Kompetensi dasar ini dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator di antaranya :    Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya Membuat denah dan peta lingkungan rumah Membuat denah dan lingkungan sekolah Ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran ditunjukkan dengan dikuasainya materi pembelajaran oleh siswa. kenyataannya masih banyak anak-anak yang belum mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan. Tercapainya tujuan pembelajaran tersebut dapat diukur dengan tes hasil belajar. Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah. 2. Banyak siswa yang kurang berpartisipasi dalam pembelajaran. Guru kurang kreatif dalam menggunakan media gambar ketika mengajarkan materi IPS. khususnya anak-anak yang duduk di bangku belakang. Rumusan Masalah Berdasarkan hasil analisis pada latar belakang masalah dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan masalah yang akan digunakan sebagai fokus perbaikan pembelajaran sebagai berikut: . peneliti mencoba melakukan upaya perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan alternatif pemecahan masalah “Menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. Jika hal tersebut dibiarkan. berbekal kejujuran dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai pendidik. Dengan demikian diharapkan siswa dapat lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran serta dapat lebih memahami materi ajar yang disampaikan. B. peneliti menemukan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Harapannya dengan pembelajaran yang dilakukan peneliti adalah hasil belajar siswa akan lebih baik. Jadi masih ada 21 anak yang belum tuntas belajar. jelas akan berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa selanjutnya.

. Selain itu. D. sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Apakah penggunaan media gambar dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran IPS? C. v Bagi sekolah adalah memberikan sumber yang baik bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran. v Dapat memenuhi memenuhi tuntutan kurikulum saat ini.1. sehingga materi pembelajaran akan lebih menarik. v Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam IPS melalui penggunaan media gambar di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. Apakah penggunaan media gambar dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS? 2. Tujuan Umum v Untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan motivasi siswa dalam IPS melalui penggunaan media gambar di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. v Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS tentang membuat denah dan peta lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02.3. yaitu melakukan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. guru lebih termotivasi untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Khusus v Untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran IPS tentang kompetensi 1. v Bagi guru adalah untuk melakukan penelitian tindakan kelas yang bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : v Bagi siswa adalah untuk membekali siswa cara menyelesaikan masalah membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui peningkatkan pemahaman siswa dengan mengaktifkan siswa menggunakan media gambar tentang membuat denah dan peta lingkungan. Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui peningkatkan pemahaman siswa dengan mengaktifkan siswa menggunakan media gambar tentang denah dan peta. 2. v Bagi pendidikan secara umum adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui sumbangan pengalaman tentang penelitian tindakan kelas.

Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa.8). belajar merupakan perubahan kecakapan yang berlangsung dalam periode tertentu yang bukan berasal dari proses pertumbuhan (fisik). Menurut Skinner (1985) dalam Muhibbin Syah (2000: 89). Kegiatan belajar terjadi terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Belajar adalah suatu proses bukan suatu hasil. konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan Ilmu Sosial. Morgan. 1996). Berdasarkan pengertian di atas. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan alam maupun lingkungan sosial sebab keduanya tidak dapat dipisahkan (Ihat Hatimah. Melalui pendekatan mata pelajaran IPS. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi. . Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan alam dan lingkungan sosial. peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi Warga Negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab. Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. belajar adalah kegiatan/proses manusia untuk berubah menjadi lebih baik. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perubahan untuk mencapai suatu tujuan. dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. Pengertian Belajar Belajar adalah terjadinya perubahan pada diri orang belajar karena pengalaman (Darsono. Kerangka Teori 1. sejarah. Habermas (Rene. sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik (Darsono. Wittaker dalam Wasty Soemanto (1999: 104). fakta. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena saling mempengaruhi. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. belajar baru terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. at. Hakikat Mata Pelajaran IPS Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa. ddk: 1. dari tidak tahu menjadi tahu. Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia adalah hasil dari belajar. 2000: 4). belajar merupakan perubahan relatif permanen karena hasil praktek atau pengalaman. dkk. Memahami keadaan lingkungan itu juga merupakan kegiatan belajar. Menurut Slameto dalam Syaiful Bahri (2002: 13). 2000: 24). James O. belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman.BAB II KAJIAN PUSTAKA A. belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman (experience). sosiologi dan ekonomi. serta warga dunia yang cinta damai. Slavein (1994). Ada beberapa definisi belajar menurut beberapa pakar psikologi pendidikan dalam Moh. 2. Rosyid (2006:9) di antaranya Gagne (1977).al (1986). dkk. belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. Lingkungan belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa.

terutama peserta didik usia anak-anak. Kriteria yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan pembelajaran dapat dicermati mulai dari keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan evaluasi kegiatan dalam bentuk nilai. Prestasi Belajar Prestasi belajar berasal dari kata “Prestasi” dan “Belajar”. Oleh karena itu. media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa (Sutikno. Media gambar merupakan salah satu jenis media yang paling disukai oleh peserta didik. Adapun indikator kerja untuk mengukur prestasi atau keberhasilan belajar siswa adalah : 1. keterampilan atau sikap. Media Gambar Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. Kriteria Keberhasilan Untuk mengetahui keberhasilan dalam proes pembelajaran diperlukan evaluasi secara menyeluruh. Media gambar lebih memudahkan mereka dalam memahami materi pelajaran. Prestasi dalam penelitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran IPS dalam bentuk nilai yang berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran membuat denah dan peta lingkungan dinyatakan berhasil bila 85 % dari jumlah siswa tuntas belajar. Hipotesis Tindakan Hipotesis yang dapat peneliti ajukan dalam penelitian ini adalah prestasi hasil belajar siswa tentang membuat denah dan peta pada siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX dapat ditingkatkan dengan pembelajaran yang menggunakan media gambar denah dan peta. Prestasi berarti hasil yang telah dicapai. Dalam aktivitas pembelajaran. pemahaman. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran dan ditunjukkan dengan angka yang diberikan oleh guru. Siswa dinyatakan tuntas . 3. 4. B.sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengalaman. 2008: 101). mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan. materi. Secara garis besar media adalah manusia. C.Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan yang berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat.

b.belajar bila hasil belajar siswa dalam pembelajaran mencapai 85 % atau lebih siswa memperoleh nilai minimal 65 (enam puluh lima). Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX Kabupaten Cilacap. Tempat tinggal siswa berjarak kira-kira antara 50 meter hingga 1 kilometer. Jumlah siswa kelas III di SD tersebut adalah 28 anak yang terdiri dari siswa laki-laki berjumlah 16 anak dan siswa perempuan berjumlah 12 anak. a. Di dalam tindakan kelas memiliki tiga pengertian yaitu: 1. c. 5. 2. 2. 4. Siklus III dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu. 23 dan 24 November 2010. Jarak dari kantor kecamatan sampai ke lokasi harus menempuh sejauh kira-kira 3 kilometer. Prosedur PTK Penelitian tindakan kelas atau dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR). 2 dan 3 November 2010. 3. 9 dan 10 November 2010. 2. Siklus II dilaksanakan pada Selasa dan Rabu. yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. khususnya dilaksanakan di kelas III semester I tahun pelajaran 2010/2011. Subjek Penelitian 1. . Waktu penelitian Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu. yaitu: kelas 1. B. BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. Sekolah ini terletak di bagian utara kecamatan XXXXXXX. 3. mempunyai 6 kelas. dan 6. mereka datang ke sekolah dengan berjalan kaki dan naik sepeda. Siswa memiliki minat dan motivasi dalam belajar IPS jika siswa aktif bertanya kepada guru tentang membuat denah dan peta dan siswa bersemangat dalam mengerjakan tugas dari guru. Penelitian – menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. Subjek Penelitian Subyek penelitian siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 tahun ajaran 2010/2011.

2 Diagram Siklus Perbaikan Pembelajaran (dimodifikasi dari Rusna Ristasa) Prosedur perbaikan pembelajaran pada gambar di atas dirancang dalam urutan tahapan sebagai berikut: 1. dan refleksi (reflection). Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses pembelajaran baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilan pembelajaran bagi siswa. yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama. pelaksanaan (action). tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Gambar 3. maka hasil pengamatan didiskusikan dengan teman sejawat guna mendapat refleksi. Mengidentifikasi masalah. Kelas – dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas. Daur penelitian tindakan kelas tersebut perlu didesain lebih lanjut agar kelemahan dapat diminimalkan sehingga secara kronologis peneliti dengan mudah melakukan perbaikan pembelajaran sesuai dengan daur ulang dalam tiga siklus secara rinci dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini. 2007: 7) Daur penelitian tindakan kelas diawali dengan kegiatan merencanakan. Kemudian tindakan perencanaan ini perlu diobservasi agar tindakan yang dilakukan dapat diketahui kualitasnya. 3. Tindakan – menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Menemukan cara memecahkan masalah/tindakan perbaikan. Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan siswa. 2.1 Daur Penelitian Tindakan Kelas (Rusna Ristasa. .2. menganalisis dan merumuskan masalah serta merumuskan hipotesis. Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan untuk merefleksi rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah. Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (RPPP). menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula (Arikunto. Berdasarkan pengalaman tersebut. Menurut Rusna Ristasa dan Supianto (2007: 7-8) penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui pengkajian berdaur. 3. seperti tampak pada gambar berikut: Gambar 3. maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang perlu segera diperbaiki agar tindakan dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. observasi (observation). Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya. Setelah pengamatan dilakukan selama proses tindakan berlangsung. Tahap ini merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan dan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (plan). Tahap pelaksanaan/tindakan sebagai langkah yang kedua dan merupakan tindakan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan. 2006: 2-3).

Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan teman sejawat yang ditugasi sebagai pengamat (observer). 2. Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat (observer). Dalam penelitian ini.4. Informasi Tentang Observer dan Analisis Data 1. Sedang data kualitatif berupa catatan anekdot perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran kompetensi dasar “1. catatan anekdot untuk mengukur tingkat keaktifan dan motivasi siswa.Pd pada siklus I. S.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah” berlangsung. Informasi Observer Prosedur pelaksanaan PTK dilaksanakan dalam tiga siklus perbaikan dalam pelaksanaan peneliti dibantu oleh : Nama NIP Tempat tugas Kecamatan Kabupaten Jabatan Tugas : : SD Negeri Yyyyyy 02 : XXXXXXX : Cilacap : Guru Kelas V : Mengobservasi kegiatan perbaikan pembelajaran : WcddfffffO. peneliti menyertakan teman sejawat sebagai supervisor. Teknik Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes formatif kompetensi dasar “1. Sumber Data Jenis data yang akan dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. C. dan lembar pengamatan untuk mengukur proses kegiatan belajar mengajar. 5.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah” untuk mengukur tingkat pemahaman materi. Teknik Pengumpulan Data. Data kuantitatif berupa nilai formatif siswa dalam pembelajaran. 7. Melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. II dan III. 6. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah dirancang dan diamati oleh teman sejawat. . 8. 9. Merancang tindak lanjut. Konsultasi dengan supervisor. Sumber Data.

Analisis Data Analisis data dilakukan secara bertahap. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “Membuat denah dan peta lingkungan”.Membuat denah dan peta lingkungan rumah . : . berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat dapat disimpulkan dalam bentuk pernyataan singkat. data yang sudah terorganisasi ini dideskripsikan agar data tersebut bermakna. 3. Kompetensi Dasar dan sekolah. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama. D. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. Deskripsi Per Siklus 1.3. Membuat denah dan peta lingkungan rumah Membuat denah dan lingkungan sekolah. Materi Pokok Indikator : Membuat denah dan peta lingkungan. pertama dengan menyeleksi data dan mengelompokkan. 2 dan 3 November 2010 : 1. Pada tahap pertama.Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya : 1. naik atau turun. Siklus Pertama Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. baik dalam bentuk narasi. data diseleksi dan dikelompokkan mana yang skornya tetap. : Selasa dan Rabu. Skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Akhirnya. Kemudian data diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya. Kedua dengan memaparkan atau mendeskripsikan data. grafik maupun tabel.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah . Tanggal Tujuan Perbaikan 2. a. . .Membuat denah dan lingkungan sekolah Hari. Tahap kedua.

(e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah? . . (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru. (c) Guru menutup pelajaran. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati alat peraga yang dibawa oleh guru. (b) Guru memberi PR kepada siswa. yaitu : ü ü ü b. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: .Anak-anak siapa yang pernah membaca denah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus pertama.Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama.

c. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati denah lingkungan rumah yang dibawa oleh guru. Arah mata angin dapat ditentukan dengan menggunakan …. Matahari a. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan rumah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: .Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (b) Siswa diberi soal evaluasi Lembar Evaluasi Pilihlah jawaban yang paling tepat ! 1. Bulan . (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru.

Lukisan d. Kompas b. Atas b. Denah (b) Guru dan siswa membahas soal secara bersama-sama. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Jam Tangan d. 5 b. Alat untuk menentukan arah mata angin adalah …. dan hasil tes formatif peneliti mengadakan diskusi dengan observer. Jangkar Berapa jumlah arah mata angin …. c. c. Kanan d. (c) Guru menutup pelajaran. Berdasarkan refleksi. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “Membuat Denah dan peta lingkungan”. Memahami lingkungan dan melaksanakan . a. 2. 8 Gambar di atas adalah contoh gambar …. 6 3. Denah 4. c. Jam Tangan 2. Siklus Kedua Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. Refleksi Setelah melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Rumah Arah utara pada denah menghadap ke …. d. c. Bawah 5. 7 d. Planet a. d. a. c.b. Pemandangan b. Kiri a.

Membuat denah dan lingkungan sekolah. Membuat denah dan peta lingkungan rumah. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus kedua. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama. . a. Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah 2. 3. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa.Kompetensi Dasar dan sekolah. Membuat denah dan lingkungan sekolah. Tanggal Tujuan Perbaikan : Selasa dan Rabu.kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. Materi Pokok Tujuan Perbaikan : Membuat denah dan peta lingkungan. 9 dan 10 November 2010 : 1. : 1. 2. Hari. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “Membuat denah dan peta lingkungan” skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. : 1. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. yaitu : ü ü ü b.

Anak-anak siapa yang pernahkah kalian membuat denah lingkungan rumah sendiri? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan rumah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (b) Guru memberi PR kepada siswa. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : . (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru. (c) Guru menutup pelajaran. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati gambar denah lingkungan yang dibawa oleh guru. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa.

Refleksi Setelah melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. dan hasil tes formatif peneliti mengadakan diskusi dengan observer. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan rumah yang dibawa oleh guru.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah . (c) Guru menutup pelajaran. e. d. (b) Siswa diberi tugas menggambar denah lingkungan rumah sendiri.(a) Siswa mengamati denah lingkungan rumah sendiri yang dibawa oleh guru. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Berdasarkan refleksi. .Kompetensi Dasar : 1. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Siklus Ketiga Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. 3. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “membuat denah dan peta lingkungan”. (b) Guru dan siswa membahas gambar salah satu denah yang diambil acak dari pekerjaan siswa secara bersama-sama. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah.

Membuat denah dan lingkungan sekolah. 2.dan sekolah. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. 23 dan 24 November 2010 : 1. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. Materi Pokok Tujuan Perbaikan : Membuat denah dan peta lingkungan. Membuat denah dan lingkungan sekolah.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan sekolah? . 2. a. : 1. yaitu : ü ü ü b. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus kedua. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus ketiga. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Tanggal Tujuan Perbaikan : Selasa dan Rabu. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “membuat denah dan peta lingkungan” skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Hari.

(b) Guru memberi PR kepada siswa. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. . 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.Anak-anak siapa yang pernahkah kalian membuat denah sekolah sendiri? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (c) Guru menutup pelajaran.2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati denah lingkungan sekolah sendiri yang dibawa oleh guru. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru.

(e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “membuat denah dan peta lingkungan”. (c) Guru menutup pelajaran. Refleksi Jika mengadakan analisis hasil tes formatif pada siklus ketiga siswa mendapat nilai di atas 65 maka penelitian akan berhenti di siklus III. c. (b) Siswa diberi tugas menggambar denah lingkungan sekolah sendiri. Setelah itu peneliti dan observer berdiskusi tentang hasil observasi dan wawancara. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. d.(b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. (b) Guru dan siswa membahas gambar salah satu denah sekolah yang diambil acak dari pekerjaan siswa secara bersama-sama. . (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful