P. 1
Metode Tanya Jawab

Metode Tanya Jawab

|Views: 896|Likes:
Published by PanjiHidayat
bahan ptk
bahan ptk

More info:

Published by: PanjiHidayat on Aug 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2014

pdf

text

original

Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa SD Kelas

III-VI

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu keharusan bagi manusia dan berlangsung sepanjang hayat. Sejak kelahirannya ke dunia, anak memiliki kebutuhan untuk memperoleh pendidikan. Pendidikan sangat dibutuhkan oleh setiap manusia agar dapat melakukan aktivitas sosial di masyarakat tempat mereka berada. Adalah suatu kenyataan, anak sebagai makhluk yang belum dewasa harus ditolong, dibantu, dibimbing, serta diarahkan agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan formal di sekolah. Sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah tidak hanya berfungsi mengembangkan kecerdasan anak tetapi juga mengembangkan kepribadian. Bagi guru agama Islam ..........., memberikan soal agama Islam yang berkaitan dengan soal cerita bukanlah hal yang mudah. Seringkali siswa yang telah memahami topik agama Islam secara teoristis mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk cerita. Sementara itu, dalam kurikulum Pendidikan Dasar 1994, fungsi pengajaran agama Islam adalah mempersiapkan anak didik agar dapat menjadi warga masyarakat yang demokratis dalam kehidupan sehari-hari melalui latihan yang praktis, bervariasi, dan aplikatif. Di sisi lain ada sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membaca teks agama Islam.

Sementara itu, siswa akan lebih mudah mencerna soal cerita agama Islam kelas III sampai VI SD apabila siswa mampu membaca teks dengan baik dan benar, mengerti maksud cerita yang ada di dalamnya, serta memahami gambar yang ada. Bagi sebagian besar guru agama Islam SD, mengajarkan materi agama Islam yang berkaitan dengan kemampuan siswa memahami soal uraian bukanlah hal yang mudah. Meskipun banyak siswa yang telah mampu memahami topik agama Islam secara teoritis, akan tetapi banyak mengalami kesulitan ketika bentuk soal atau permasalahan disajikan dalam bentuk soal uraian. Dalam hal ini guru dituntut untuk mampu memberikan materi yang mudah diterima oleh siswa. Di samping itu pula, hendaknya guru memberikan contoh yang kongkret dan jelas berkaitan dengan materi soal berbentuk uraian. Bila upaya tersebut dapat dilakukan dengan baik, diharapkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran agama Islam juga akan meningkat. Berdasarkan situasi tersebut, dilakukan penelitian untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif dalam memahami materi agama Islam bagi siswa SD. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Berdasarkan uraian di atas, judul yang diambil oleh peneliti dalam penelitian ini adalah Penerapan Metode Tanya Jawab Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa …………… Kecamatan ………. Kabupaten ……. Tahun Pelajaran 20XX/20XX

B.

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siwa dengan diterapkannya pembelajaran metode tanya jawab? 2. Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran metode tanya jawab terhadap motivasi belajar siswa?

C.

Tujuan Penelitian Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran metode tanya jawab. 2. Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran metode tanya jawab.

D.

Manfaat Penelitian Penulis mengharapkan dengan hasil penelitian ini dapat:

1. Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi agama Islam. 2. Meningkatkan motivasi pada pelajaran agama Islam 3. Mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan bidang studi agama Islam.

E.

Batasan Masalah Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah meliputi:

Mukhlis. Penelitian ini dilakukan pada bulan September semester ganjil tahun pelajaran 20xx/20xx. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. University Press. 2000. (Ed). Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms. Lalu Muhammad. Moh. ………. Joyce. 1997. 1999. Uzer. Marsh. 2000. 2002. 1997. 2. Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Bandung: PT. Menjadi Guru Profesional. Bruce dan Weil. Analisis Butir Tes. Euwe Vd. Hamalik. 2002. Miskonsepsi agama Islam dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana. Usman. Unesa Universitas Press. (1991). Remaja Rosdakarya.. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. dkk. Penelitian Tindakan Kelas. Berg. Universitas Negeri Surabaya. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. 2001. Oemar. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya. 1993. Abdul. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Models of Teaching Model. Psikologi Belajar dan Mengajar.1. Surabaya. Nur. Boston: A Liyn dan Bacon. Kecamatan ……. Widoko. B. . Pemotivasian Siswa untuk Belajar.Word). Surabaya: Universitas Press. Rineksa Cipta. Masriyah. Metode Pembelajaran Konsep. Kabupaten ……… Tahun Pelajaran 20xx/20xx. Jakarta: Usaha Nasional. Bandung: Sinar Baru Algesindo. Suharsimi. 2000. Suryosubroto. Penelitian inihanya dikenakan pada siswa Kelas ……. 1972. Jakarta: PT. Surabaya. Soedjadi. hubungi : 081 567 745 700 ps:+ � p �6 �5 zhar.

Djamarah. 1982. Jakarta: PT. Jakarta: Bina Aksara.Daroeso. Jakarta: Bina Aksara. Sutrisno. Syaiful Bahri. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hadi. Bambang. Margono. Analisis Butir Tes. Strategi Belajar Mengajar.K. 2001. Surabaya: Insan Cendekia. Strategi Belajar Mengajar. Rustiyah. Metode Pengajaran Nasional. Psikologi Pendidikan. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Bandung: Remaja Rosdakarya. Hamalik. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. 2002. Muhibbin. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Ngalim. Suryosubroto. Jilid 1. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. 1997. Rineksa Cipta. Jakarta: Rineksa Cipta. Bandung: Jemmars. dan Moerdjiono. 1998. Psikologi UGM. Syaiful Bahri. . Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. 1999. Psikologi Belajar. N. Suatu Pendekatan Baru. 1991. 1995. Masriyah. dkk. Soekamto. Oemar. Uzer.M. Universitas Terbuka. Jakarta. Fak. Toeti. Untuk mendapatkan file skripsi / Thesis / PTK / PTS lengkap (Ms. Jakarta: Rineksa Cipta. Surabaya: Universitas Press. 2002. 2002. Sukidin. Bandung: Sinar Baru Algesindo. 2002. 1990. Remaja Rosdakarya. 1997. Psikologi Belajar dan Mengajar. Djamarah. 1996. Yogyakarta: YP. 1997. Univesitas Negeri Surabaya. Syah. Rineksa Cipta. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Hasibuan K. Moh. Semarang: Aneka Ilmu. Winarno. Purwanto M. Surakhmad. Nur. 1990. Sardiman. Usman. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PAU-PPAI.K. Menjadi Guru Profesional. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Metodologi Penelitian Pendidikan. Metodologi Research. B. Moh. A. 2001. Surabaya: University Press. 1989.

Sedangkan kelemahan metode tanya jawab terdapat apabila . selingan. Silahkan sahabat baca kelebihan dan kekurangan metode tanya jawab dibawah ini Metode tanya jawab adalah suatu cara penyampaian pelajaran oleh guru dengan jalan mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. apabila penggunaannya dipergunakan untuk: 1. evaluasi dan memberikan selingan dalam ceramah (Zuhairini. Penggunaan metode tanya jawab dapat dinilai sebagai metode yang cukup wajar dan tepat. metode tanya jawab mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan metode lainnya. Merangsang agar perhatian anak terarah pada suatu bahan pelajaran yang sedang dibicarakan.Pengertian metode tanya jawab pembelajaran kelebihan metode tanya jawab . Metode ini dimaksudkan untuk meninjau pelajaran yang lalu agar para murid memusatkan lagi perhatiannya tentang sejumlah kemajuan yang telah dicapai sehingga dapat melanjutkan pada pelajaran berikutnya dan untuk merangsang perhatian murid. Imansjah Ali Pandie. 1993) Kelebihan dan kelemahan metode tanya jawab Sebagai salah satu metode interaksi edukatif. 2. Melaksanakan ulangan.langkah langkah metode tanya jawab.Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab menurut para ahli . Mengarahkan proses berfikir dan pengamatan anak didik. Suasana kelas lebih hidup karena murid-murid berpikir aktif. Di samping terdapat kelemahan-kelemahannya. 1984. Menurut Imansyah Ali Pandie kelebihan metode tanya jawab terletak pada: 1. 2. 79). Walaupun pelajaran berjalan agak lambat tetapi guru dapat melakukan kontrol terhadap pemahaman murid. 3. 4. dan evaluasi. (Drs. Meninjau atau melihat penguasaan anak didik terhadap materi/bahan yang telah diajarkan sebagai bahan pertimbangan untuk melanjutkan materi berikutnya 4. Metode ini dapat digunakan sebagai spersepsi. 3. Sangat positif untuk melatih anak untuk berani mengemukakan pendapat secara lisan dan teratur. Murid yang biasanya malas memperhatikan menjadi lebih hati-hati dan sungguh-sungguh mengikuti pelajaran.

akan tetapi pemberian motivasi juga merupakan hal yang sangat penting karena secara psikologis anak akan merasa senang apabila mereka diperhatikan. tanpa pendidikan yang baik mustahil suatu bangsa akan maju. . Memakan waktu yang lama untuk merangkum bahan pelajaran. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting yang menyangkut kemajuan dan masa depan bangsa. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional BAB II Pasal 3 menyebutkan bahwa: “Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusi Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan Nasional”. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan anak didiknya. Berhasil atau tidak suatu pendidikan dalam suatu negara salah satunya adalah karena guru. Dari sinilah guru dituntut untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.1. Supaya anak didik merasa senang dalam belajar. Metode tanya jawab PTK PAI Penggunaan Metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS BAB I PENDAHULUAN A. 2. Untuk dapat mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan guru harus pandai memilih metode yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan anak didik. 3. Kesuksesan belajar siswa tidak hanya tergantung pada intelegensi anak saja. terkadang murid mengalahkan pendapat guru. Kemungkinan timbul penyimpangan dari pokok persoalan. khususnya Bahasa Arab bukan hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja yang penting. Salah satu cara memberikan perhatian adalah dengan memotivasi. Terjadi perbedaan pendapat/jawaban maka akan terjadi perdebatan sengit sehingga mamakan waktu banyak untuk menyelesaikan. Dalam proses belajar mengajar. akan tetapi juga tergantung pada bagaimana pendidik menggunakan metode yang tepat dan memberinya motivasi.

Bagaimana cara metode ceramah dan tanya jawab diterapkan sehingga dapat memotivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang? C. maka penulis akan merumuskan penelitian ini dengan tujuan sebagai berikut: 1. Berangkat dari latar belakang di atas maka perlu kiranya diadakan suatu penelitian pendidikan. 2. maka penulis dapat merumuskan permasalahan: 1. Pemberian mulai dilakukan oleh guru ketika mereka selesai ulangan atau menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. mereka akan termotivasi untuk meningkatkan belajarnya dan anak yang nilainya bagus akan semakin giat dalam belajar. Anak yang nilainya rendah. dalam hal ini penulis akan mengangkat suatu topik “Penggunaan Metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang “. Apakah metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang? 2. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang di atas. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfat bagi: 1. D. Bagi lembaga (sekolah). Cara ini merangsang anak untuk giat belajar. sebagai bahan pertimbangan guru untuk memilih metode yang sesuai dengan tujuan pengajaran.Banyak cara yang dapat dilakukan untk memberikan motivasi kepada anak didik diantaranya adalah memberi angka atau nilai. Tujuan Penelitian Berdasarkan pada rumusan masalah di atas. 2. Maka untuk meningkatkan aktivitas dan semangat belajar diperlukan ketrampilan dan kreativitas guru dalam menyampaikan materi yaitu dengan cara penggunaan metode yang tepat dam motivasi. B. Bagi guru. Mengetahui apakah metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan motivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. Mengetahui bagaimana metode ceramah dan tanya jawab diterapkan sehingga dapat memotivasi belajar Bahasa Arab siswa kelas XI MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. sebagai bahan pertimbangan pengunaan informasi atau menentukan langkahlangkah penggunaan metode pengajaran bahasa Arab khususnya dan pelajaran lain pada umumnya. .

dengan metode tanya jawab ini diharapkan siswa lebih termotivasi dalam belajar. 2. KATA PENGANTAR Tiada kata yang pantas kami ucapkan kecuali rasa syukurkehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayat –Nya sehingga penulis dapat menyusun .3. Bagi siswa. Dengan penerapan metode ceramah dan tanya jawab maka motivasi belajar bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang akan meningkat. E. Dengan menerapkan metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran bahasa Arab siswa kelas XI IPS MA Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS 22nd November 2012 Cat: Skripsi with Comments Off Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. Bagi penulis. memberi manfaat bagi peneliti dan menambah khazanah keilmuan juga sebagai bekal menjadi guru yang profesional kelak. Hipotesa Tindakan 1. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis. 4.

laporan Penelitian Tindakakn Kelas ( PTK ) mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial dan Ilmu Pengetahuan Alam kelasIII semester 1 Laporan ini berisi tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaranmata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) dan Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA) Masalah ini dingkatberdasarkan pengalaman belajar dikelas. Laporan ini masihbanyak terdapat kekurangan. Penulis DESI ARISANTI NIM. Dalam hal ini penulis mencobamemecahkan masalah tersebut dengan merancang kegiatan perbaikan denganmengadakan observasi. Berdasarkan pengalaman itulah. penulisbelum merasa puas dengan hasil yang dicapai. 1 B. Latar Belakang Masalah ………………………………………………………………. iv LEMBARIDENTITAS ………………………………………………………………………………. Rumusan Masalah………………………………………………………………………… 3 C. 816623894 DAFTAR ISI KATAPENGANTAR ………………………………………………………………………………… i DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………… ii DAFTARLAMPIRAN ………………………………………………………………………………. oleh sebab itu penulis berharap kepada para pembacaberkenan memberikan saran dan masukan agar penulis dapat menyempurnakannya. Tujuan Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………… 4 D. Bangkinang. v BAB I PENDAHULUAN A.Kritik dan saran untuk perbaikan isi laporan ini penulis sambut dengan senanghati. 4 Agustus 2010 . Manfaat Penelitian PerbaikanPembelajaran ……………………………………. diskusi dengan teman sejawat. Ucapan terima kasih kepada teman sejawat. Supervisorserta semua pihak yang telah menyumbangkan ide atau gagasan untuk kesempurnaanlaporan ini semoga dapat bermanfaat untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan.

6 B. Deskripsi persiklus ………………………………………………………………. bagi guru merupakan kebanggaan yang takternilai. B. 3. Jadwal Pelaksanaan PerbaikanPembelajaran ……………………………………. 2. Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPA…………… BAB I PENDHULUAN 1. Pembahasan ………………………………………………………………………. B.BAB II KAJIAN PUSTAKA A.. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hal ini terkait banyaknya permasalahan –permasalahan yang dijumpai guru dalam pembelajaran . Hubungan Metode dengan Hasilbelajar………………………………………….. 7 BAB III PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Masalah keberhasilan ini sebenarnya merupakan beban psikis yangsangat berat sekali bagi seorang guru sebagai perencana ( planer ) pembelajaran. seperti : . Saran …………………………………………………………………………………. Pengelolaan Data awal dan duasiklus pada mata pelajaran IPS …………. Rencana Pengamatan Repleksi ………………………………………. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. 1. Tabel 1. 7 C. Penggunaan Metode ……………………………………………………………………. Subjek Penelitian…………………………………………………………………. Hasil Belajar dan Pembelajaran ……………………………………………………. DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………………….. Keberhasilan suatu proses belajar sering ditandai denganperobahan yang positif pada diri anak.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan di Sekolah Dasar didefenisikan sebagai prosespengembangan kemampuan yang paling mendasar bagi Setiap siswa dimana setiapsiswa belajar secara aktif karena adanya dorongan dari dalam diri dan adanyasuasana yang memberikan kemudahan ( Kondusif ) bagi perkembangan dirinya secaraoptimal.1. Kesimpulan ………………………………………………………………………… B. Deskripsi Persiklus ………………………………………………………………..

Rendahnya kemampuan siswa dalam menerapkan materi Lingkungan Alam Dan Buatan b. Rendahnya kemampuan siswa menerapkanmateri Lingkungan Alam dan buatan serta Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan )secara sistimatis. Dari diskusi teman – teman sejawat dan Supervisorterungkap beberapa masalah yang terjadi pada pembelajaran yaitu : Pada Pelajaran IPS yakni: a. b. a. d. d. Adanya hal – hal yang terkait dengan masalahpembelajaran dan masalah yang akan diatasi dengan PTK. Dalam hal ini guru sebagai pengelola pembelajaran. Dari permasalahan diatas penulis menganggap permasalahnnomor a dan nomor c untuk diteliti dan menguraikan permasalahan dan alkternatifproblem solving sesuai dengan konsep pembelajaran. Siswa kurang mampu menentukan materi Lingkungan Alam Dan Buatan dalam proses pembelajaran. dan Supervisor sehingga penulisdapat menyusun langkah – langkah dalam penyusunan PTK ini. Kurangnya minat siswa mengulangpelajaran di luar jam sekolah. Halini sesuai dengan salah satu kareteristik PTK. Gedung sekolah yang berdekatandengan perumahan penduduk c. Siswa banyak tidak mengerti materi Lingkungan Alam Dan Buatan .Tentu guru yang merasakan masalah yang ada yang ada dikelasnya yang jikadibiarkan masalah akan berdampak buruk bagi proses pembelajaran.a. Siswa yang tidak mencapaiketuntasan belajar sebagian besar adalah dari keluarga yang orang tuanya tidakberpendidikan. Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini penulisbanyak dibantu oleh Kepala Sekolah. Siswa tidak dapat mengerjakan sebagian latihan dengan benara dalam materi Lingkungan Alam Dan Buatan c. Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti meminta bantuanteman – teman sejawat dan Supervisor untuk mengidenfikasikan kekurangan dankelemahan dalam pembelajaran. Masalah berasal dari orang yangterlibat dalam praktek. teman sejawat. Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yangdirasakan atau disadari oleh guru.

analisis dapatdilakukan dengan mengajukan pertanyaan pada diri sendiri. Kurang aktifnya siswa didalam kelas karena tidak mau peduli terhadap materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) 1. Siswa ragu dan tidak mau bertanya tentang Menggolongkan Mahluk Hidup Hewan ) c. a. ( Rumusan Masalah Dari hasil penelitian dan diskusi dengan supervisor danteman sejawat ditemukanlah beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kemapuansiswa dalam menyerap dan mengusai materi yang disajikan pada pelajaran IPSyaitu : . Rendahnya kemampuan siswa untuk mengetahui materi Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) b. Siswa tidak mau bertanya walaupun tidak mengerti sama sekali tentang materi Lingkungan Alam Dan Buatan Pada pelajaran IPA yakni : a.e. adanya penyebab itudatang dari anggota keluarga pendidik itu sendiri. daftar hadir atau daftarhasil belajar siswa. Teori atau pengalaman yangrelevan penyebab munculnya masalah Penyebab masalah yang sering dirasakan oleh siswa ataupihak sekolah pada dasarnya datang dari guru itu sendiri. misalkan penyebab itu adalah: seorang pendidik dirumahnya ada masalah yang belum diselesaikan sehinggamasalah itu sering kali dibawa oleh pendidik ke sekolah dengan penyebab itulahanak didik yang berada di sekolah selalumenjadi korban. Setelah masalah teridentifikasi kita perlu mengadakananalisis sehingga dapat merumuskan masalah dengan jelas. dari hal tersebut kita dapat mengetahui kelemahan –kelemahan atau gambaran yang perlu diperbaiki oleh si pendidik itu sendiri. tanpa mengadakananalisis mungkin masalah yang kita identifikasi masih kabur. Kurangnya pemahaman siswa tentang Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) d. Analisis Masalah Proses analisis masalah danproses timbulnya masalah. merefleksi diri ataumengaji ulang berbagai dokumen seperti pekerjaan siswa. b.

Guru tidak memancing motivasi bertanya siswa d. Kurang berpariasinya guru menggunakan matode dalam menyampaikan materi pelajaran b. untuk memenuhi tugas pada mata kuliah pemantapan kemampuan professional PGSD 4412 ) pada program S 1 PGSD Universitas Terbuka. Siswa kurang memperhatikanketika pelajaran sedang berlangsung e. Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran Adapun tujuan Penelitian TindakanKelas ( PTK ) ini adalah : 1. Ruang kelas tidak terkuasai oleh guru.a. 1. 2. Bagaimana teknik meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami konsep Lingkungan Alam dan Buatan di kelas III dengan ceramah dan Tanya jawab. karena guru asik menerangkan sedangkan murid sibuk dengan kegiatan sendiri.4 Manfaat PenelitianPerbaikan Pembelajaran ( . Guru tidak menggunakan alat peraga sama sekali Berdasarkan permasalahan diatas maka penulismenyimpulkan bahwa focus perbaikan pembelajaran yang akan dilakukan adalah : 1. Memperbaiki pembelajaran sehingga anak dapat menghargai perbedaan suku dalam melanjutkan pembangunan ini. Sedangkan pada mata pelajaran IPA terungkap hal : a. Guru kurang memberikan konsepmateri Lingkungan Alam dan Buatan d. Guru terlalu cepat dalammenjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan b. Bagaimana cara menerapkan materi Lingkungan Alam dan Buatan pada mata pelajaran IPS dan Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) pada mata pelajaran IPA dengan metode ceramah dan Tanya jawab. 2. c. Guru kurang memberikan contohyang kongkrit dalam menjelaskan materi Lingkungan Alam dan Buatan c. Guru kurang menggunakan alatperaga yang manarik untuk memotifasi semangat belajar siswa.

Bagi Guru Sebagai acuan untuk memperoleh kualitas proses belajarmengajar di kelas dan sebagai evaluasi diri terhadap kinerja guru selama prosesbelajar mengajar 3. Bagi Siswa Diharapkan dapat meningkatkan minat dan hasil belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan dapat meningkatkan kemampuan belajarpada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.keinginan dan pengalaman kongkret kedalam tindakan yang mempunyai tujuan yang tingkatnyalebih tinggi.4 )adalah alat ukur yang mampu menentukan kemampuan sesorang setelah mengilkutipembelajaran.1 Belajar Belajar menurut Jhon Dewey ( Belajar dan pembelajaran 2. 4.4 ) yaitu menekankan pada proses balikan yang menggunakan istilahbalikan untuk menjelaskan bagaimana belajar mengubah impulse. observasi dengan tindakan. pengetahuan tentang apayang telah terjadi pada situasi yang sama pada saat yang lalu. perasaan. Perumusan tujuan tersebutmencakup tiga hal yaiyu opservasi keadaan sekeliling . Belajar adalah proses diakeksis yang mengingtegrasikanpengalaman dengan konsep .2005 . 2002 . 1. nasehat dan peringatan dari orang – orang yang telah memiliki yanglebih banyak pengalaman dan pertimbangan. 2. Bagi Sekolah Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangandalam rangka meningkatkan mutu hasil pembelajaran di SD Negeri 019 BangkinangKecamatan Bangkinang.1. yang menggabungkan apa yangdiobservasikan dengan apa yang diingat untuk menentukan pengetahuan yang singnifikasi. yaitupengetahuan kyang sebagian diperoleh dengan ingatan dan sebagian lagi dariinformasi. Materi yang dinyatakan tidak hanya mengenai apa yang diperolehdari guru tetapi juga mengenai hal – haldiluar yang . Perumusan tujuanmerupakan proses intelektual yang cukup kompleks..2 Hasil Belajar Hail belajar ( Modul Evaluasi pengajaran. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. 2.

maka guru hendaknya dapat memberikan prioritas pada aspek – aspekatau hal – hal penting yang dibicarakan siswa berawal dari masalah danpembahasannya dilakukan berbagai sumber belajar ( buku ) . Dengan kata lain termasuk materiyang dipelajari dari lingkungan yang terkait dengan pembelajaran dari guru. padahal metode ini mampu memberikanmotivasi dan semangat belajar yang tinggi kepada siswa. Merumuskan tindak lanjut f.diberikan. dalam pelaksanaannya disekolah metodediskusi belum begitu efektif oleh guru. Menyusun kesimpulan e. 2005. metode diskusi akanlebih efektif dilakukan disekolah apabila dirancang berdasarkan masalah dantujuan pembelajaran. dalamkegiatan pembelajaran metode diskusisering dilakukan melalui kelompok belajar yang anggotanya terdiri dari tigaorang sampai lima orang atau lebih. Mengevaluasi pengalaman belajar Melihat kelebihan metode diskusi dalam kegiatan belajardisekolah. materi yang dikembangkan. Penerapan metode diskusi ini tidak dapat dilakukan dalamruangan yang pengap. perubahan – perubahan terhadap kualitas personal dankemampuan – kemampuan siswa. 2. dan moderator b. dilatihkan dan didiskusikan dengan guru. tetapi meliputisemua aspek pembentukan watak peserta didik. Merangkum pendapat masing – masing d. Keberhasilan proses belajar mengajar ( StrategiMengajar. kurang mendapat cahaya dan udara. dalam pelaksanaannya metode diskusi selalu dimulai dengan : a. pelaksanaan kegiatan belajara mengajardan pelaksanaan evaluasidalam pembelajaran. 35-36 ) dapat dilihat dari empat aspek antara lain tujuan yangingin dicapai. evaluasi dalam proses dinamisasikegiatan yang mengamati perilaku siswa dalam evaluasi meliputi tujuanpengajaran. Mempersilahkan masing – masing anggota mengajukan pendapatnya c. 2005. 57 )metode diskusi merupakan komunikasi atau dialog dua arah antara individu denganlingkungannya atau antara kelompok lainnya yang membahas suatu masalah. . Menentukan ketua. scope.3 Metode Diskusi Menurut Heri Sumarteri ( Strategi mengajar.

Menumbuhkan minat terhadapsuatu objek c. Dialog Menurut Beal Bohlen. Dalam kegiatan ini kelompok belajardiharapkan pada suatu tema yang ditetapkan oleh guru. dan Raudabough (1997 : 230 – 234 ) dan Cortght Hinds ( 1995 : 28 – 30 ) dialogmerupakan suatu diskusi yang dilakukan dihadapan sekelompok hadirin oleh duaorang ahli dalam satu bidang khusus ( Ilmiah ).pandangan seorang siswa tentang kehidupan masyarakat b. keindahan. Membahas dan Berdiskusi . Memusatkan perhtian pada suatuisu yang sedang berkembang d. 2. lalu lintas. Dalampembelajaran diskusi mengambang dapat dilakukan pada tingkat pendidikandasar dan menengah.Untuk kelas rendah. seminar dan lokakarya. Menggali pandangan seseorangtentang masalah yang terjadi dalam masyarakat. Pelaksanaan Diskusi mengambang hampirsama dengan cara yang dilakukan dalam dialog. Diskusi mengambang lebih efektif padakegiatan pembelajaran melalui Kurikulum terpadu ( Integrated Curiculum ) ataudengan kata lain Kurikulum jaring laba – laba. IPA. taman sekolah dan lain sebagainya.cara diskusi kelompok lebih diarakan pada lingkungan tempat tinggal siswadengan topic dan tema yang mencakup sederhana seperti kebersihan. Diskusi Mengambang Diskusi mengambang adalah suatudiskusi dimana anggota kelompok mengemukakan pendapatnya secara tertulistentang suatu masalah atau topic. Dalam arus perubahan dan tantanganmasyarakat yang semakin dinamis sebaiknya para guru melakukan dalam kegiatanbelajar mengajar dengan membahas suatu masalah sederhana dalam kehidupan siswayaitu : a. IPS. 3. Dalam kegiatan pembelajarandialog lebih banyak dilakukan di tingkat universitas ( Perguruan Tinggi ) namun hal ini tidakberarti di lembaga pendidikan seperti pada tingkat pendidikan dasar danmenengah tidak dapat dilakukan.kerapian. dan Bahasa serta lainnya. kegiatan kelompok adalahtema “ Lingkungan “ juga kelompok dalam membahas tema lingkungan melihat dariaspek Matematika. Dalam prakteknya metode diskusi terdiri dari : 1. selanjutnya masalah atau ytopik tersebutdibahas bersama dengan kelompok lainya sehingga menghasilkan pendapat bersama. Mengemukakan pendapat.

Membaca bahan yang samakemudian dilanjutkan dengan berdiskusi b. Bentuk tuntunan dalam pelaksanaan diskusi terpimpinadalah : a. Biasanya pemandu diskusi ini dipilih dariorang – orang yang memiliki pengalaman. Outline yang terdiri daripertanyaan – pertanyaan pokok Rincian pertanyaan yang harusdibahas oleh kelompok Otulineyang sederhana. Outlinekerangka dipersiapkan guna memberi arah yang lebih leluasa kepada pesertadiskusi untuk menggali masalah dan bagaimana cara mengatasinya. Outline kerangka.Jenis metode membaca dan berdiskusisering dilakukan oleh peserta didik tingkat pendidikan dasar ( Sekolah Dasardan SLTP ) dan tingkat pendidikan menengah ( SMA/SMK/MA ). model diskusi ini diawali denganpengarahan atau tuntutan dengan lancar dan dapat menggunakan waktu seefisienmungkin serta dapat menghilangkan rasa bosan dan kecewa para peserta. Outline yang dipersiapkanmeliputi b. Diskusikerangka ini diperlukan pemimpin ( Moderator ) yang lebih aktif dan mampumengarahkan peserta kepada tujuan. dengan jumlahsiswa sebanyak 21 orang terdiri dari 9 orang siswa laki – laki dan 12 orangsiswa perempuan dalam pembelajaran IPS dan IPA dengan metode Ceramah dan Tanyajawab tanggal 16 Oktober sampai dengan tanggal lebih jelasnya dapat table 1 dibawah ini : Jadwal pelaksanaan perbaikan pembelajaran Tabel 1 Oktober2010. Kelompok – kelompok pesertamembaca bahan yang berlainan kemudia dilanjutkan dengan diskusi c. Seorang peserta membaca bahandengan keras kemudian seluruh peserta mendiskusikannya d. untuk . BAB III PELAKSANAAN PERBAIKANPEMBELAJARAN Subjek Penelitian Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar. Kegiatan yang harus dilakukan parasiswa yang ikut dalam diskusi ini adalah : a. minat pengetahuan dan kemampuanmempengaruhi orang lain. outline yang sederhana yang terdiri dari daftar pertanyaanpendek – pendek dengan maksud agar diskusi berlangsung dengan lancar dan tertib c. Diskusi yang terpimpin merupakandiskusi yang terencana secara matang.

07.40 08.15 IPA III Siklus I 5.15 Mata Pelajaran IPS Kelas III Guru Pendamping Ket Data Awal 2.3008.3008.4009. 07.40 08.40 08.4009.40 08.3008. 07.3008.4009. Hari / Tanggal Waktu 07.40 08.15 IPS III Siklus II 6.4009. oleh karena itu ada beberapa rencana tindakan yang akan dilakukan dalamperbaikan pembelajaran antara lain : .2 Deskripsi Persiklus Siklus I Ilmu PengetahuanSosial  Perencanaan Dengan adanaya masalah yang dihadapi Guru pada kelasIII.3008.15 IPA III Siklus II 3.4009.15 IPA III Data Awal 3. 07.3008.4009.No 1.40 08.15 IPS III Siklus I 4. 07.

Mengerjakan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan C. Melakukan didkusi kelas untukmembahas materi Lingkungan Alam dan Buatan 2. Kegiatan inti ( ± 35 menit ) 1.1. Memotivasi siswa B. Memotivasi siswa dalam pembelajaran 4. setelah itu didkusi kelas danbersama – sama mencari kesumpulan 3. Tanya jawab tentang pelajaranyang lalu 3. Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab perntanyaan 7. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan  Pelaksanaan Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran untuk siklus I matapelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan : A. mengadakan Tanya jawab dengan metode yang berbeda 6. Memberikan beberapa kasusmengenai materi Lingkungan Alam dan Buatan. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menyatakan kesiapan siswa untuk belajar 2. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang ingin dicapai 2. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Penutup ( ± 5 menit )  Siswa bersama guru menyimpulkan pelajaran  Pengamatan . Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai 4. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran 3.

Memilih metode yang tepatsesuai dengan materi 3. ada beberapa rencana tindakan yangakan dilakukan dalam perbaikan yaitu : 1. Bangkinang Kab. Memberikan penguatan pada siswayang dapat menjawab pertanyaan. Memberikan kesempatan kepadasiswa yang bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yangdiajukan 7. Masih ada siswa yang menjawab pertanyaan tidakbenar 3.  Refleksi Selama perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan padapembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siklus I sudah menunjukkan kemajuanyang mana siswa lebih aktif dalam belajar walaupun masih terdapat kelemahanyang membuat hasil belajar yang diharapkan belum tercapai secara maksimal . yang mana diantara kelemahan – kelemahan tersebut adalah : 1. bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil belajar yang diharapkan. halini penulis temukan berdasarkan hasil laporan pengamatan teman sejawat danrefleksi penulis. Kampar pada siklus I mata pelajaranIPS sudah menunjukkan kemajuan. Tidak semua siswa yang mendapatkesempatan menjawab pertanyaan 2.Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kec. Jumlah pertanyaan yangdisajikan juga lebih banyak 5. Mempersiapkan bahan pelajaranyang sesuai dengan materi dan tujuan myang ingin dicapai 2. Mengadakan Tanya jawab yangbervariasi 6. yang mana tingkat keberhasilan sudah meningkatdibandingkan dengan dilaksanakannya perbaikan pembelajaran. Sebaran pertanyaan akansiusahakan lebih merata 4. laksanaan . Terjadi keributan kecil ketikasiswa diminta untuk menyampaikan pendapatnya Siklus II Ilmu PengetahuanSosial  Perencanaan Dengan hasil yang dicapai pada sisklus I IlmuPengetahuan Sosil diatas maka penulis merasa masih harus melakukan perbaikanpembelajaran lanjutan yaitu siklus II Ilmu Pengetahuan Sosial. hal inibertujuan agar hasil yang diharapkan benar – benar memuskan sesusai denganrencana atau tujuan perbaikan pembelajaran.

Memotivasi . Apa yang dimaksud denganpencemaran lingkungan…. mengulang pelajaran yang lalu yaitu tentangLingkungan Alam dan Buatan 3. Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandofokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 bangkinang pada mata pelajaran Ilmu PengetahuanSosial mengaju pada Penilaian kemampuan siswa. Apa yang di maksud denganlingkungan…. Penutup ( ± 5 menit )  Pengamatan Pengamatan yang dilakukan penulis adalah dengan caramengamati siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung. ceramah dan Tanya jawab. sehingga siswa lebihaktif dalam PBM dan hasil yang dicapai sangat memuaskan. Apresiasi . tentu hal ini akanmenjadi bahan evaluasi bagi penulis untuk mengadakan  Siswa dibawah bimbingan guru menyimpulkan pelajaran. Memberikan beberapa kasusmengenai Lingkungan Alam dan Buatan pada masa yang akan datang. Melakukan diskusi kelasmengenai Lingkungan Alam dan Buatan 2.? 3. Apa contoh pencemaranlingkungan…. mengamati hasilevaluasi yang diperoleh siswa kelas IIISD Negeri 019 Bangkinang Kec. Menyelesaikan latihan soal yangberkaitan dengan Lingkungan Alam dan Buatan C. KegiatanAwal ( ± 10 menit ) 1. 4. Kegiatan inti ( ± 35 menit ) 1. Guru memberikan kasus – kasusyang sedang terjadi pada Lingkungan Alam dan Buatan a.  Refleksi Setelah penulis melaksanakan perbaikanpembelajaran pada siklus I dan IImata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial denganmerancang metode yang lebih baik dan memperbaiki kelemahan – kelemahan yang pada siklus I. . Materi ini sangatberfanfaat guna kelangsungan kehidupan masa depan yang lebih baik B. setelah itubersama – sama mencari kesimpulan.? c. ? b. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya mengabsen siswa 2. Bangkinang pada siklus II mata pelajaran IlmuPengetahuan Soial sudah menunjukkan kemajuanyang sangat baik.Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuksiklus II mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan dengan tahapan: A.

Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran 3.perbaikan – perbaikanpembelajaran selanjutnya dengan tercapainya hasil yang diharapkan yang tentunyahasil yang lebih baik. Memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menjawab pertanyaan 7. Memotivasi siswa B. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan yang akan dicapai 2. Memotivasi siswa dalam pembelajaran 4. Kegiatan Inti ( ± 30 menit ) 1. ada beberapa rencana tindakan yang akandilakukan dalam perbaikan pembelajaran antara lain: 1. Mengadakan Tanya jawab tentanggambar yang dipajangkan 3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya 5. Mmengadakan Tanya jawab dengan metode yang bervariasi 6. Siklus I Ilmu Pengetahuan Alam  Perencanaan Pada siklus I ini penulis mengadakan perbaikanpembelajaran pada mata pelajaran IPA. Guru memajangkan gambar –gambar mahluk hidup ( hewan ) 2. Tanya jawab tentang pelajaran yang telah lalu 3. Membuat langkah – langkah prosedur pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan  Pelaksanaan Adapun pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus Imata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilaksanakan dengan tahapan : A. Murid disuruh menyebutkan nama– nama hewan yang ada di sekitar mereka tinggal . Menyampaikan tujuanpembelajaran yang akan dicapai 4. Diawali dengan salam pembukadan selanjutnya menanyakan kesiapan siswa untuk belajar 2.

Tidak semua siswa mendapat kesempatan menjawab pertanyaan 2. hal ini ditemukan berdasarkan hasillaporan pengamatan teman sejawat dan refleksi penulis yang mana diantarakelemahan itu adalah : 1. Masih adanya siswa yang menjawab pertanyaan tidak benar 3. Guru mengajukan pertanyaanhewan apa saja yang biasa dipelihara disekitar pekarangan rumah 6.2. Murid dibawah bimbingan guru bersama – samamenyimpulkan pelajaran  Pengamatan Hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelas III SDNegeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklus I matapelajaran IPA sudah menunjukkan kemajuan. Terjadi keributan kecil ketika diminta untuk mengajukan pendapatnya 3. Murid diminta untuk menjawabsatu persatu tentang pertanyaan yang disampaikan C.4 Siklus II IPA rencanaan Dengan hasil yang dicapai pada siklus I mata pelajaranIPA diatas maka penulis merasa perlu melakukan perbaikan lanjutan yaitu siklusII mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam.4. Kegiatan Ahir ( ± 10 menit ) 1. bukti inimenunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan Tanya jawab membantu sekalidalam mencapai hasil yang diharapkan. yang mana tingkat keberhasilan sudahmeningkat dibandingkan dengan sebelum dilaksanakannya perbaikan. ada beberapa tindakan yang akan dilakukandalam perbaikan yaitu : . hal ini bertujuan agar hasil yangdiharapkan benar – benar memuskan. Guru mengarahkan murid untukbertanya tentang hewan – hewan yang ada disekitar mereka tinggal 5.  Refleksi Selma perbaikan pembelajaran yang penulis lakukan pada mata pelajaran IPApada siklus I sudah menunjukkan kemajuan yang mana siswa lebih aktif dalambelajar walaupun masih terdapat kelemahan yang membuat hasil belajar yangdiharapkan belum tercapai secara maksimal.

Memberi penguatan pada siswa yang dapat menjawab pertanyaan laksanaan Pelaksanaan perbaikan pembelajaran untuk siklus II matapelajaran IPA dilaksanakan dengan tahapan : A.1. Memberi salam dan setelah itumengabsen siswa 2. Memberikan kesempatan kepadasiswa untuk adu kecepatan dalam menyebutkan nama hewan yang adal di lingkungansekitar mereka tinggal 4. 7. Guru meminta murid untukmemperhatikan gambar hewan yang dipajang didepan kelas 2. Siswa menyebutkan nama – namahewan yang diketahuinya melalui gambar 3. B. Jumlah pertanyaan yang disajikan juga lebih banyak 5. Kegiatan Akhir ( ± 10 menit ) . Mengadakan Tanya jawab yang bervariasi 6. C. Memilih metode yang sesuai dengan materi 3. Kegiatan Inti ( ± 30 menit ) 1. mengulangpembelajaran yang lalu yaitu tentang menggolongkan mahluk hidup ( hewan ) 3. materi ini sangatbermanfaat dalam menciptakan kerukunan antara sesama murid dan murid dan guru serta hubungan yangharmonis. Sebaran pertanyaan diusahakan lebih merata 4. Mempersiapkan bahan pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran dan tujuan yang akan dicapai 2. Apersepsi. Kegiatan Awal ( ± 10 menit ) 1. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya sehingga diharapkan tidak ada lagi siswa yang tidak benar dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. Memotivasi. Memberikan tugas untuk membuatpertanyaan – pertanyaan tentang hewan yang ada disekita tempat tinggal mereka.

Oleh karena itu PTK yang dilaksanakandifokuskan pada ceramah dan Tanya jawab dalam upaya meningkatkan hasil belajarsiswa kelas III SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada mata pelajaran IlmuPengetahuan Alam mengaju pada Penilaian kemampuan siswa. Siswa bersama guru menyimpulkanmateri pelajaran ngamatan Pengamatan yang dilakukan penulisadalah dengan cara mengamati siswa pada saat proses belajar mengajar. Memberikan penguatan tentang dampakpositif dan negatif tentang dampak memelihara hewan di sekitar lingkungantempat tinggal 2. BAB IV HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN 4. sehingga siswa lebih aktif dalam PBM dan hasil yangdicapai sangat memuskan.1.1.1 Deskripsi Persiklus 4.1 Rencana PengamatanRefleksi Setelah melakukan prosesperbaikan pembelajaran dengan menempuh langkah – langkah yang telahdirencanakan dalam rencana perbaikanpembelajaran ( terlampir ) baik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialmaupun mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam diperoleh data – data perolehannilai – nilai sebagaimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini Daftar Perolehan Hasil Belajar Siswa KelasIII Pada mata pelajaran IPS dengan topik “ Lingkungan Alam dan Buatan “ Tabel Rekapitulasi Nilai IPS . ceramah dan Tanyajawab. mengamatihasil evaluasi yang diperoleh maka hasil belajar yang dicapai oleh siswa kelasIII SD Negeri 019 Bangkinang Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar pada siklusII mata pelajaran IPA sudah sangat menunjukkan kemajuan yang sangat baik. efleksi Setelah penulis melakukan perbaikan pembelajaran padasiklus I dan II mata pelajaran IPA dengan merancang metode yang lebih baik danmemperbaiki kelemahan – kelemahan yangditemukan pada siklus I. tentu saja hal ini akan menjadi bahan evaluasi bagipenulis untuk mengadakan perbaikan – perbaikan pembelajaran selanjutnya demitercapainya hasil yang diharapkan pada masa yang akan datang.

Nilai 8. 33 ) 6 ( 28. Grafik Hasil Belajar IPS Tabel Rekapitulasi Nilai IPA Perolehan No Nilai Awal Jumlah ( % ) Siklus I Jumlah ( % ) Siklus II Jumlah ( % ) Ket .00 s/d 10.6 Keterangan : Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan walaupun belum maksimal. 4.00 6. 61 ) 4 ( 19. 80 ) 7 ( 33.Perolehan No 1. 5.6 5 ( 23. 76 ) 21 7.00 s/d 7.1 6 ( 28.6 ) siklus I ( 7. 09 ) 3 ( 14. 3. 28 ) 5 ( 23. 80 ) 5 ( 23.00 Jumlah Siswa Nilai rata – rata Awal Jumlah ( % ) Siklus I Jumlah ( % ) Siklus II Jumlah ( % ) Ket Istimewa Sangat Baik Baik Cukup 3 ( 14. pada awalnilai rata – rata ( 6. 28 ) 21 7. 6.00 s/d 8. 04 ) 1 ( 4. dan pada siklus II yang belum mencapai ketuntasaminimal adalah 1 orang siswa sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimaladalah 20 orang siswa.1 ) dan siklus II ( 7.6 ) pada siklus Iyang belum mencapai ketuntasan minimal 3 orang siswa yang mencapai ketuntasanminimal 18 orang siswa. 57 ) 21 6.00 s/d 6.00 5. 2.00 7. 57 ) 10 ( 47. 80 ) 8 ( 38.

57 ) 7 ( 33. 57 ) 12 ( 61. dan siklus IIyang belum mencapai ketuntasan minimal adalah 1 orang siswa sedangkan yangtelah mencapai ketuntasan minimal adalah 20 orang siswa. 90 ) 2 ( 9.9 6 ( 28. 6. 8. 80 ) 10 ( 47.5 ).1. 33 ) 4 ( 19.5 5 ( 23.2 Pembahasan Dilihat dari hasil perbaikan dan hasil diskusi penulisdengan teman sejawat bahwa perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan telahmenunjukkan kemajuan dan peningkatan demikian juga ketuntasan belajar siswasecara individu. pada dataawal nilai rata – rata ( 6.1 Istimewa Sangat Baik Baik Cukup Keterangan : Berdasarkan hasil tabel diatas pembelajaran yangdilaksanakan sudah menunjukkan kemajuan. sedangkan yang telah mencapai ketuntasan minimal adalah 19 orang siswa. 76 ) 21 7. 2.9 ).00 s/d 10.1 ) Pada siklus I yang belum mencapai ketuntasan minimal 2orang siswa.00 7. 4. 04 ) 6 ( 28. 04 ) 21 6.00 s/d 8.00 s/d 6.00 6.00 5. dalam perbaikan pembelajaran siswa . 3. 4. 5.00 Jumlah Siswa Nilai rata – rata 4 ( 19. SiklusI sedangkan padasiklus II ( 8. 61 ) 4 ( 19. 04 ) 2 ( 9. Grafik Rekapitulasi Nilai IPA ( 7. 52 ) 1 ( 4.00 s/d 7. 76 ) 21 8. walaupun belum maksimal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.sudah menunjukkankeaktifannya dalam Tanya jawab serta diskusi dan dalam menyelesasikan tugasyang diberikan baik dalam pembelajaran IPS dan IPA. Proses pembelajaran akan sukses jika ditunjang oleh suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan. Memberikan metode pembelajaran yang bervariasi dan bermakna 2. Dengan memberikan penjelasan secara lisan dan berulang – ulang siswa lebih mengerti dalam mengerjakan latihan sehingga prestasi meningkat 3.1 Kesimpulan Dari hasil perbaikan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dan IlmuPengetahuan Alam telah dilaksanakan dan dapat diambil beberapa kesimpulansebagai berikut : 1. Minat siswa harus ditumbuh kembangkan dengan berbagai teknik pembelajaran yang relevan. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaranIPS dengan topik “ Lingkungan Alam danBuatan “ dan mata pelajaran IPA dengan topik “ Menggolongkan Mahluk Hidup (Hewan ) penulis mengalami beberapakendala dalam melakukan penelitian dilapangan diantaranya memakan waktu yangcukup lama. 4.2 Saran Berdasarkan kesimpulan diatas. apalagi dengan menggunakan metode yang bervariatif sesuai dengan kondisi dan situasi dimana siswa berada serta tetap memperhatikan bahasan yang menyenangkan. ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan guru dalam meningkatkan kemampuansiswa dalam pembelajaran IPS dan IPA di Sekolah Dasar adalah : 1. Dengan memberikan motivasi dan menanamkan konsep Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu Pengetahuan Alam dengan benar siswa mampu menumbuhkan kecintaan mereka terhadap lingkungan dan mahluk hidup 2. Memberikan motivasi kepada siswa dengan berbagai gambaran yang positif tentang manfaat ilmu yang dipelajarinya bagi kehidupan kelak . sinkronisasi dengan teman sejawat sedikit terhambat dikarenakanketerbatasan ilmu tentang penelitian. 5.

Memberikan wawasan yang luas dalam memberikan materi dan diikuti oleh contoh – contoh yang kongkrit yang dekat dengan keseharian anak. ( 2006 ).3. ( 2005 ).A. Memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya 5. Jakarta: Universitas Terbuka. Statistik Dasar UTcetakan 8 : Jakarta. Warsiti Adnan ( 2006 ). Strategi Belajar Mengajar . DAFTAR PUSTAKA Narnherhyanto & HM Akib Hamid ( 2004 ). TigaSerangkai Mandiri.menerangkan bahwa : Nama NIP Tempat Mengajar Alamat Sekolah Telepon : : : SD Negeri 019 Bangkinag : Bangkinag kota : . ( 2002 ) Materi dab PembelajaranIPS SD Edisi ke satu. Wardani IGK. Udin. Kurikulum KBK dan KTSP. Pemantapan Kemampauan Profesional. Solo : PT. Lampiran I Rencana PerbaikanPembelajaran ( RPP ) I Lampiran 2 Lampiran 3 KESEDIAAN SEBAGAI TEMAN SEJAWAT DALAM PENYELENGGARAAN PKP Kepada Kepala UPBJJ-UT Pekanbaru Di Pekanbaru Yang bertanda tangan dibawah ini . Jakarta : UnibersitasTerbuka. S. Dr. Warsito Adnan. Solo : PT. Dkk. Udin S Winata Putra. Winata Putra. Buku Petunjuk Guru IPS. TigaSerangkai Mandiri. H.Dkk. Menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan 4.Universitas Terbuka. ( 2001 ). M. Buku Pengetahuan Sosial 4.

Menyatakan diri bersedia menjadi temansejawat untuk mendampingi dalam pelaksanaan PKP atas nama : Nama NIM Program studi Tempat Mengajar Alamat Sekolah Telepon : Desi Arisanti :816623894 : S 1 PGSD : SD Negeri 019 Bangkinang : Bangkinang kota : Demikian pernyataan ini dibuat semoga dapatdipergunakan sebagaimana mestinya Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP. Temansejawat 2010 ………………………… NIP. Lampiran 4 SURAT PERNYATAAN . Bangkiang.

2010 Yangmembuat pernyataan Mahasiswa DESI ARISANTI NIM.816623894 Menyetujui TemanSejawat ………………………… NIP. yangmerupakan tugas mata kuliah PGSD 4412 Pemantapan Kemampuan Profesional ) Demikianlahpernyataan ini dibuat dengan sebenarnya untuk dapat dipergunakan seperlunya.Yang bertanda tangan dibawah ini : Nama NIM UPBJJ – UT esi Arisanti :816623894 ekanbaru Menerangkan bahwa : Nama Tempat mengajar : : SD Negeri 019 Bangkinang :III Guru Kelas Adalah temansejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran. ( PKP Bangkiang. .

3 73.3 60.0 Ket 1. 18. 12. 17.42 Siklus II 100 100 100 90 90 80 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 50 1570 74.6 53. 20.6 83.3 50. 13. 14.Lampiran 5 Lembar Penilaian Mata Pelajaran Kelas Fokus Penilaian No Nama Siswa Data Awal 100 80 80 80 80 80 70 70 70 70 6 60 60 60 60 60 60 60 50 50 50 1410 67.6 63. 2.0 60.0 60. 15.3 80 76.14 : IPS :III : Lingkungan Alam dan Buatan Nilai Persiklus Siklus I 100 100 90 90 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 60 50 50 1500 71. 19. 5.6 76.3 90.0 56. 3.6 66.3 63. 6. Jumlah Rata – rata Bangkiang.0 60.6 73. 10. Temansejawat 2010 ………………………… . 21. 7. 8. 9. 4.76 Rata – rata 100 93.3 66. 11. 16.0 86.

0 Ket .6 63. Lampiran 6 Lembar Penilaian Mata Pelajaran Kelas Fokus Penilaian No 1. 16. 17. 13. Nama Siswa Data Awal 100 90 80 80 80 80 70 70 70 70 60 60 60 60 60 60 60 : IPA :III : Menggolongkan Mahluk Hidup ( Hewan ) Nilai Persiklus Siklus I 100 100 90 90 90 80 80 80 70 70 70 70 70 60 60 60 60 Siklus II 100 100 100 90 90 90 90 80 80 80 70 70 70 70 70 70 60 Rata – rata 100 93.6 83. 14.6 66. 3.3 80 76. 8.NIP.3 60. 7. 12. Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP.0 86. 6.0 60.6 76.6 73. 10.3 73.0 60. 5. 11.3 66. 9. 2. 4. 15.3 63.3 90.

S. 20. Lampiran KARTU KONSULTASI MATA KULIAH PKP S 1 UNIVERSITAS TERBUKA POKJAR KAMPAR D Nama NIM :816623894 esi Arisanti Supervisor Masa Registrasi : : HUSNIL KHATIMAH. 19. Mengetahui KepalaSekolah ………………………… NIP.Pd.38 60 60 60 50 1610 76. 21.SD .6 53.0 56.18.66 60. Jumlah Rata – rata 60 50 50 50 1420 67. Temansejawat 2010 ………………………… NIP.3 50.0 Bangkiang.61 60 60 50 50 1520 72.

contoh makalah graph. Anda bisa mendownload Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS full content lengkap atau artikel yang berkaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS dalam bentuk PDF secara gratis. judul kerja praktek teknik lingkungan. kumpulan lampiran pada makalah.MAJALENGKA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Usul kenaikan pangkat dari Golongan IV/a ke IV/b .No Tanggal Isi pertemuan / Diskusi Topik : Masalah : Masukan Supervisor : Lama Pertemuan / Diskusi Tanda Tangan Supervisor Sumber : PTK Mahasiswa UT Pokjar Kampar UBJJ Pekanbaru . contoh pengelolaan udara. Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS adalah salah satu contoh Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS kumpulan tugas akhir skripsi tesis tugas kuliah secara online Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) Mata Kuliah PDGK 4501 Penerapan Metode Ceramah Pada Mapel IPA dan IPS untuk SMU SLTA SMK MA S1 S2 S3 artikel paper karya ilmiah makalah tugas akhir skripsi tesis. contoh makalah teori graf PTK-PKN GAMBARAN METODE INKUIRI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI (PKn) DI KELAS VI SD NEGERI ARGASARI II KECAMATAN TALAGA KAB.

130 616 644 .MAJALENGKA Diajukan sebagai salah satu syarat untuk Usul kenaikan pangkat dari Golongan IV/a ke IV/b . Disusun oleh : MAMAN NIP.GAMBARAN METODE INKUIRI DAN PENERAPAN PADA PEMBELAJARAN PENGEMBANGAN DIRI (PKn) DI KELAS VI SD NEGERI ARGASARI II KECAMATAN TALAGA KAB.

PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA DINAS PENDIDIKAN UPTD ENDIDIKAN KECAMATAN TALAGA SD NEGERI ARGASARI II Tahun 2008 .

Majalengka” dan ulasan ilmiah ini disimpan di perpustakaan sekolah sebagai bahan acuan atau referensi bagi temanteman yang lainnya. Oktober 2008 Koordinator Perpustakaan . Mengetahui Kepala SD Negeri Argasari II Kec. Talaga Kab. Pangkat/Golongan Jabatan : : : : MAMAN 130 616 644 Pembina IV/a Guru Pembina Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa : Bahwa yang bersangkutan benar-benar membuat Karya ilmiah dengan judul : “Gambaran Metode Inkuiri Dan Penerapan Pada Pembelajaran Pengembangan Diri (PKn) di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.LEMBAR PENGESAHAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama NIP. Majalengka Majalengka .

131 235 016 fhgfgj .Ma NIP: 130 616 631 N.MUSLIHAT NIP.A.SANUSI.

guna perbaikan selanjutnya. Penulis sangat menyadari kekurangan dan ketidaksempurnaan penelitian ini.KATA PENGANTAR Dalam proses belajar mengajar. Penerapan metode Inkuiri dalam proses belajar mengajar PKn akan memberikan penguatan pada siswa untuk secara sadar menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian pembelajaran PKn dengan metode inkuiri akan memberikan kontribusi yang positif terhadap kebermaknaan siswa dalam belajar. karena itu saran dan kritik dari semua pihak yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. jika dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Guru bebas menggunakan metode yang ditunjang oleh media pengajaran yang mendukung aktivitas siswa sehingga materi yang disampaikan guru dapat diserap oleh siswa. Semoga penelitian ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi guru pengajar di Kelas VI Talaga . Oktober 2008 Penulis .

....6 Pengertian PKn ...........................................B ...............3 2...........................5 2............................................................................................ v .................................................................................... i ..............................................................3......4 2............................................................................................... Tujuan Mata Pelajaran PKn .................. 1.............. 1. 1.DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I ................ Tujuan dan Manfaat .............B .............................. 6 7 7 8 9 9 ............. Manfaat ................................... Rumusan Masalah ..........................................................3.............3.... 1 3 3 3 4 4 Definisi Operasional ................... Pokok Bahasan PKn di Kelas VI...............................2 1........1..... Latar Belakang Masalah ................................. BAB II KAJIAN PUSTAKA 2...........1 2...............................................................................................................................................2 2....2.......................................................... Fungsi Mata Pelajaran PKn ............................................................................................. iii ........... ..................4 Tujuan ........................................................................................ vi ii PENDAHULUAN 1................................ Pengertian Mata Pelajaran PKn ......................................... Ruang Lingkup Materi PKn di Kelas VI...........1 1........................................................

.......................................1 3... Metode dan Teknik Pembelajaran PKn ............1..........2.................................1 3..... 27 28 3....2 Teknik Observasi ...........2 3........... 11 12 12 14 14 14 15 17 2..............................2 Kesimpulan Saran .........2 Karakteristik Metode Inkuiri ...................................................................... KESIMPULAN DAN SARAN 4............................1 Pengertian Metode Inkuiri . 2.....................................10............................B ................................................7 2..... Teknik Wawancara .................3 Data Proses . 30 31 DAFTAR PUSTAKA ......... Teknik Tes ................ 2..............................................2 3. ....................................................................................................1 Teknik Pengumpulan Data ..........................................10..........................3 3..... Hakikat Pembelajaran PKn ........... 2.................................................... 4.................................................................................................................................1......10 Metode Inkuiri ..........................................................................10.... 3....... BAB III DATA DAN PEMBAHASAN MASALAH 3...3 Prosedur Metode Inkuiri ..........1..............4 Kekuatan dan Kelemahan Metode Inkuiri ..............1....2.... 18 18 18 20 20 21 Deskripsi Data ..........2..........................2........... 3.....................8 2...................3 BAB IV Pembahasan Masalah ........................................9 Pengendalian Diri di Kelas VI................................................................10... 2............................................... Data Hasi ... 26 Monitoring dan Evaluasi ..........................

LAMPIRAN-LAMPIRAN .

................... 10 19 ...........................DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Materi PKn di Kelas VI .................................... Hasil pree tes dan pos tes ...........................................................................

DAFTAR LAMPIRAN PERSIAPAN MENGAJAR LEMBAR KERJA SISWA PEDOMAN WAWANCARA .

berkepribadian. Dengan demikian pendidikan nasional akan mampu mewujudkan manusia manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang lebih menitikberatkan pada ranah afektif. bekerja keras. dan mempunyai sikap yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. berbudi pekerti luhur. Dalam menyajikan pelajaran. berdisiplin.BAB I PENDAHULUAN 1. apektif dan psikomotor. guru harus berupaya mengembangkan ketiga ranah tersebut agar berkembang sesuai dengan yang diharapkan. dikembangkan iklim belajar mengajar yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri serta sikap dan perilaku yang inovatif dan kreatif. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang sesuai dengan isi Kurikulum 2004 adalah pendidikan tentang nilai-nilai yang sasarannya bukan semata-mata pengalihan pengetahuan melainkan lebih ditekankan pada pembentukan sikap. mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Pendidikan nasional juga harus mampu menumbuhkan dan memperdalam rasa cinta pada tanah air. mandiri. Sejalan dengan hal tersebut di atas. Dalam pelaksanaan . yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dalam dunia pendidikan kita sering mendengar ungkapan yang cukup sederhana yaitu "mendidik anak pada masa kini berarti menyiapkan orang dewasa di masa mendatang". Kepribadian siswa pada hakikatnya dipengaruhi oleh ranah kognitif. tangguh. Ketiga ranah tersebut menyatu dan sulit dipisahkan satu dengan yang lainnya. afektif dan psikomotor.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Dengan demikian mata pelajaran PKn meliputi ranah kognitif. mampu menggunakan dan mengembangkan sendiri kemampuan (pengetahuan dan keterampilan) yang telah dimilikinya. sehingga membentuk kepribadian unik setiap manusia. Pendidik haru:s bisa menyiapkan anak didik menjadi orang dewasa yang mandiri. bertanggungjawab. cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.

9. 6. 1996:50) . 2.pembelajaran terdapat perbedaan tergantung dari ranah mana yang mendapat penekanan. 8. hasil akhir yang menjadi tujuan adalah pengembangan ranah apektif yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dan berkembang dalam tatanan kehidupan manusia Indonesia. dan peranan guru sebagai dinamisator belajar siswa belum diterapkan. 4. Metode Permainan 11. dan dalam penyampaian bahan ajar kepada siswa belum digunakan media belajar yang lain. Metode Tugas 12. terdapat beberapa metode yang dapat dilaksanakan dan dikembangkan oleh guru di antaranya adalah: 1. namun guru masih dominan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Metode Drill (Depdikbud. 3. Untuk pemahaman nilai dalam PKn. Dalam penyampaian materi pelajaran guru masih menggunakan buku-buku sumber dan buku pelengkap sebagaa sumber belajar. Metode Ceramah Metode Tanya Jawab Metode Diskusi Metode Karyawisata Metode Pemecahan Masalah Metode Pembinaan Nila Metode Simulasi Metode inkuiri Metode Bermain Peran 10. Dalam proses pembelajaran PKn. 7. guru belum semuanya melaksanakan pendekatan siswa aktif. 5. sementara dalam pembelajaran PKn.

1) Bagaimana cara menyusun perencanaan pembelajaran PKn dengan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian diri ? 2) Bagaimanakah cara melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Metode yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar masih sebatas ceramah dan tanya jawab. Dalam penelitian ini penulis akan mencobakan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri yang merupakan metode yang belum pernah dicobakan sebelumnya pada siswa.3 Tujuan dan Manfaat 1.3.2 Rumusaa Masalah Bertolak dari latar belakang di atas.MajalengkA pada pokok bahasan Pengendalian Diri ? 3) Bagaimanakah hasil pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.MajalengKA .Berdasarkan studi awal yang penulis lakukan pada guru Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. 1. Secara khusus tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah: . maka yang menjadi permasalahan yaitu. dalam mengajar guru belum mencobakan metode-metode yang direkomendasikan oleh Depdikbud di atas.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri ? 4) Bagaimanakah upaya mengatasi hambatan yang dialami siswa dalam pembelajaran PKn dengan metode inkuiri pada pokok bahasan Pengendalian Diri di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka ? 1.1 Tujuan Secara umum tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran/informasi bagi guru PKn tentang pengaruh metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD.

Sebagai bahan informasi tentang pentingnya penyajian bahan pelajaran yang mengutamakan keterlibatan siswa. 3) Untuk mengetahui seberapa besar hasil pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. 2.1) Untuk mengetahui cara-cara menyusun perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. c. Bagi Guru l. 3. 3.Majalengka Pengendalian Diri. 1. 2.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. 4) Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami murid dalam pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Dapat membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Melatih siswa berpikir kritis dalam pembelajaran.3. Bagi Siswa 1. Pembelajaran akan lebih bermakna hagi siswa b. Sebagai bahan pertimbangan pemilihan metode yang tepat dalam melaksanakan pembelajaran PKn di Kelas VI. 2) Untuk mengetahui cara-cara melaksanakan proses pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri bagi murid Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.2 Manfaat Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu : a.MajalengkA pada pokok bahasan Pengendalian Diri. Sebagai bahan masukan dalam rangka meningkatkan hasil pembelajaran PKn di Kelas VI.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. Bagi sekolah pada pokok bahasan .

merupakan salah satu pokok bahasan pelajaran PKn di Kelas VI SD pada semester 2 . Pembelajaran PKn menurut Kurikulum Yang Bisempurnakan (1994:130) adalah salah satu mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia.-76). Mata pelajaran PKn diajarkan di Sekolah Menengah Pertama berdasarkan Kurikulum Yang Disempurnakan tahun 2004 ditambah dengan suplemen Kurikulum 2006 sebagai penyempurnaan dari Kurikulum 2004.Dapat dipakai sebagai salah satu alternatif metode pembelajaran PKn . adalah "Sebuah pendekatan yang digunakan dalam proses belajar mengajar yang mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan atau masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya". Pokok Bahasan Pengendalian Diri. menurut Depdikbud (1996.4 Definisi Operasional Metode inkuiri. 1.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian PKn Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perilaku yang memancarkan iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam masyarakat yang teridiri dari berbagai golongan agama, perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil dan beradab, perilaku yang mendukung persatuan bangsa dalam masyarakat yang beraneka ragam kebudayaan dan beraneka ragam kepentingan, perilaku yang mendukung kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan perseorangan dan golongan sehingga perbedaan pemikiran, pendapat ataupun kepentingan diatasi melalui musyawarah dan mufakat, serta perilaku yang mendukung upaya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No 2 Tahun 1989). Sedangkan Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan negara serta pendidikan pengetahuan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalakan oleh bangsa dan negara (Penjelasan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang No 2 Tahun 1989). Di SD bahan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan aitekankan pada pengamalan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi (SLTA). Berdasarkan Kurikulum 2004 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah "Mata pelajaran yyang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia". Untuk siswa SD nilai luhir dan moral tersebut diharapkan dapat diaplikasikan dalam wujud perilaku kehidupan sehari-hari siswa, baik sebagai individu maupun sebagai anggota keluarga, anggota masayarakat dan makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Di sini tampak bahwa PKn mempunyai aspek pokok berupa pengembangan dan pelestarian nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Nilai luhur budaya Indonesia sangat

beragam tergantung di daerah mana nilai itu berada. Benturan nilai vang berdasarkan budaya daerah yang satu dengan yang lainnya harus diketahui oleh siswa. Hal ini disebabkan nilai, budaya dan norma yang berlaku di satu daerah akan lain dengan nilai, budaya dan norma yang berlaku di daerah lain.

2.2 Pengertian Mata Petajaran PKn Kurikulum Pendidikan Dasar telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1443 tanggal 25 Februan 1993. Salah satu dari sebelas mata pelajaran yang diajarkan di Sekolah adalah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). PKn banyak mengandung nilai-nilai pendidikan yang apabila diajarkan menurut cara yang tepat akan lebih bermakna bagi siswa dan akan diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, namun apabila diajarkan dengan cara yang salah, maka PKn hanya akan merupakan pelajaran yang bersifat hapalan belaka dan hasilnya kurang bermakna bagi siswa, karena siswa tidak akan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai anggota keluarga, anggota sekolah atau anggota masyarakat. Agar guru dapat memberikan materi pelajaran PKn dengan baik dan supaya hasilnya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari, sebaiknya guru mengajar dengan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan kondisi siswa tidak hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab atau tugas saja.

2.3 Fungsi Mata Pelajaran PKn Mata pelajaran PKn merupakan salah satu mata pelajaran yang ada dalam sistem kurikulum Pendidikan Dasar. Fungsi mata pelajaran PKn yang diajarkan di sekolah adalah agar dapat diaplikasikan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar (Depdikbud, 1994: 81), mata pelajaran PKn berfungsi untuk : l. Mengembangkan dan melestarikan nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

2. Mengembangkan dan membina siswa yang sadar akan hak dan kewajibannya, taat pada peraturan yang berlaku dan berbudi pekerti luhur. 3. Membina siswa agar memahami dan menyadari hubungan antar sesama anggota keluarga, sekolah, dan masyarakat serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari ketiga fungsi tersebut dapatlah disimpulkan bahwa mata pelajaran PKn akan memberikan arah berpikir yang kritis kepada para siswa terhadap masalah-masalah, gejala perilaku, dengan harapan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari baik pada waktu siswa masih menjadi seorang pelajar terlebih lagi ketika siswa menjadi anggota masyarakat.

2.4 Tujuan Mata Pelajaran PKn Tujuan yang akan dicapai dengan pembelajaran Mata pelajaran PKn di SD dengan proses belajar mengajar PKn adalah menanamkan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan kepada nilai-nilai Pancasila baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, dan memberikan bekal kemampuan untuk mengikuti pendidikan di SLTP.(Depdikbud, 1994:2) Tujuan tersebut di atas, dapat dicapai jika dalam proses belajar mengajar, guru dapat menciptakan suasana yang kondusif, di antaranya dengan menggunakan berbagai metode dan teknik yang sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran menjadi bermakna bagi siswa, dan hasil belajar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

2.5 Ruang Lingkup Materi PKn di Kelas VI Ruang lingkup mata pelajaran PKn perlu diketahui agar pada waktu memberikan materi kepada siswa, guru mempunyai batasan-batasan keluasan materi yang harus diajarkan. Hal ini dimaksudkan agar materi yang diajarkan di setiap kelas sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis siswa dan tingkat kesulitan materinya. Menurut Kurikulum Pendidikan Dasar, (Depdikbud, 1994:2), ruang lingkup mata pelajaran PKn di Kelas VI meliputi: l. Nilai moral dan norma bangsa Indonesia serta perilaku yang diharapkan terwujud dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

ekonomi. Artinya pembahasan sebuah pokok bahasan. terdiri dari 12 pokok bahasan yang harus diajarkan kepada siswa selama 72 jam pelajaran. Dalam pelaksanaan pembelajaran PKn pokok bahasan tersebut disesuaikan dengan daya nalar siswa Kelas VI. .6 Pokok Bahasan PKn di Kelas VI Berdasarkan Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 2004 terdapat 12 pokok bahasan dalam satu tahun pelajaran. pokok bahasan mata pelajaran PKn Kelas VI untuk Semester I dan II. Menurut Depdikbud. sosial. merupakan konsep dasar yang harus dikuasai oleh siswa secara kognitif dan psikomotor juga harus dapat dilaksanakan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari (apektif).2. (2004:6) dalam KYD. Uraian pokok bahasan tersebut sebagaimana tertulis pada tabel di bawah ini. politik. Kehidupan ideologi. dan keamanan di negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Ruang lingkup tersebut diurai dalam beberapa pokok bahasan. 2. pertahanan. budaya. Pokok bahasan pokok bahasan tersebut adalah nilai-nilai luhur Pancasila yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kedua ruang lingkup tersebut di atas. merupakan materi yang harus disampaikan kepada siswa di tingkat Sekolah Dasar.

sekolah. Kebijaksanaan senari-hari 2) Membiasakan bertindak cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah.Tabel 1 Materi PKn di Kelas VI Semes ter 1 Pokok Bahasan 1. serasi dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari 2) Membiasakan belajar. serta dapat diterima oleh semua pihak 5. Keindahan Uraian 1) Memahami perlunya rasa keindahan dalam kehidupan 2) Membiasakan untuk memelihara keindahan di rumah. dan berdoa secara seimbang. Bhineka Tunggal Ika dalam 3. Persatuan dan membina persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Kesatuan 2) Membiasakan memelihara persatuan dan kesatuan dengan tidak mempertimbangkan perbeedaanperbedaan yang ada dalam pergaulan 1) Memahami perlunya sikap bijaksana dalam kehidupan 4. Lapang Dada 1) Menyadari perlunya sikap lapang dada dalam pergaulan sehari-hari . . bekerja. serta menikmati kehidupan yang wajar sesuai dengan kemampuannya. dan lingkungan. 2) Membiasakan berperilaku menerima dan mempertimbangkan saran serta pendapat orang lain atas dasar penalaran 1) Memahami makna. serta menikmati keindahan budaya dan alam sekitarnya 2. Keserasian 1) Memahami perlunya sikap hidup yang selaras.

berbangsa. Berjiwa Besar1) Menyadari perlunya sikap berjiwa besar dalam melaksanakan tugas dan kegiatan di keluarga. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan. di sekolah. yang merugikan orang lain . tidak cepat marah.6. dan di lingkungan masyarakat 2) Membiasakan melakukan sesuatu dengan rela untuk kepentingan orang lain tanpa pamrih 2 7. Pengendalian1) Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. dan Diri bernegara 2) Membiasakan berperilaku sabar.

Pengabdian 1) Menyadari perlunya kesediaan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara 2) Membiasakan melakukan kegiatan untuk kepentingan keluarga. bernegara dan berbangsa 2) Membiasakan hidup rukun dengan menjauhi hal-hal yang akan merusak hal tersebut 11. norma dan budaya Indonesia.7 Pengendalian Diri di Kelas VI Pokok Bahasan Pengendalian Diri di Kelas VI. yaitu pertama siswa harus memahami atau menyadari dulu materi esensialnya. sekolah dan masyarakat 9. Cinta Tanah1) Menyadari perlunya cinta tanah airi Air 12. 2.sekolah dalam masyarakat. dan menghiraukan keadaan lingkungannya. Kepedulian 1) Menyadari perlunya sikap tanggap (peduli) terhadap keadaan dan lingkungan masyarakat sekitarnya 2) Membiasakan berperilaku memperhatikan. mengindahkan. Harga Menghargai 2) Membiasakan perilaku untuk memajukan lingkungannya 1) Menyadari perlunya kesediaan untuk menghargai hasil karya orang lain 2) Membiasakan berperilaku memelihara dan memberikan pujian terhadap hasil karya orang lain Dalam uraian kedua belas materi yang terdapat dalam kurikulum untuk satu tahun terdapat hal yang substansial. Kerukunan 1) Menyadari perlunya kemauan untuk hidup rukun di keluarga. 10.8.B terbagi menjadi dua uraian materi yaitu: . Dengan demikian diharapkan siswa akan berperilaku sebagaimana nilai. setelah itu kemudian siswa dibimbing untuk membiasakan diri terhadap materi tersebut.

2.9 Metode dan Teknik Pembelajaran PKn Untuk mengajarkan PKn. Oleh karean itu. Untuk pemahaman (kognitif) siswa dengan mudah dapat menghapalnya namun untuk melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. baik di sekolah. tidak cukup hanya dengan metode ceramah karena PKn merupakan pembelajaran yang yang mengutamakan pada ranah apektif. Dalam memecahkan satu masalah seorang warganegara sering mengambil sikap tertentu yang memungkinkan usaha tersebut dapat mencapai hasil yang diharapkan. berbangsa. perlu adanya kepaduan sikap antara orang tua. 2. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain (ranah apektif). di lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat. masyarakat dan guru agar siswa benar-benar mengaplikasikan nilai yang telah dipelajarinya dalam kehidupan sehari-hari. di rumah maupun di lingkungan masyarakat. 2) Membiasakan berperilaku sabar. Proses untuk mendapatkan hasil pembelajaran PKn tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri. (1996:50). tidak cepat marah. Menurut Depdikbud. atau bahkan dengan usaha tersebut permasalahan bukannya selesai malah menajadi bertambah besar. guru tidak bisa secara terus-menerus mengevaluasi perilaku siswa selama 24 jam. dan bernegara (ranah kognitif).8 Hakikat Pembelajaran PKn PKn adalah sebuah mata pelajaran yang terdiri dari pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan yang ditekankan pada pengamalan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang ditunjang oleh pengetahuan dan pengertian sederhana sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu diperlukan metode dan teknik yang sesuai dengan materi yang akan dibahas dan sesuai dengan tingkatan kelas. artinya PKn tidak hanya berupa hapalan nilai-nilai Pancasila tapi juga merupakan proses pengamalan Pancasila sejak usia dini baik di lingkungan keluarga. terdapat beberapa metode dalam pembelajaran PKn di antaranya adalah: .1) Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat.

a) Metode Ceramah adalah suatu penyampaian bahan pelajaran dengan lisan. j) Metode Permainan/Game. sikap. k) Metode Tugas. e) Metode Pemecahan Masalah adalah suatu cara memahami konsep-konsep ilmiah melalui kegiatan seperti seorang ilmuwan memecahkan masalah. Namun pada kenyataannya seorang guru tidak mungkin meninggalkan metode ini sepenuhnya. dan penarikan kesimpulan. h) Metode Inkuiri digunakan dalam proses belajar mengajar yang mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan/masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya. kemudian diikuti dengan kegiatan-kegiatan observasi. Metode ini biasanya dianggap sebagai metode yang memiliki kadar CBSA sangat rendah. Dimulai dengan perumusan masalah. f) Metode/Teknik Pembinaan Nilai. bahkan dewasa ini proses belajar mengajar di sekolah masih didominasi oleh metode ceramah. metode ini digunakan untuk menentukan nilai-nilai yang akan dipilih siswa terutama pada proses pengambilan nilai. suaru kegiatan tukar menukar gagasan atau pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan untuk memperoleh kesamaan pendapat d) Metode Karyawisata. tingkah laku dan nilai-nilai dalam kehidupan bermasyarakat. digunakan untuk memperoleh atau menemukan pengertian dan menanamkan nilai tertentu. dilakukan guru dengan memberikan tugas/pekerjaan kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggungjawabkan . i) Metode Bermain Peraru/Sosio Drama merupakan bentuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan perasaan. sudut pandang dan cara berpikir oerang lain. adalah suatu kunjungan yang direncanakan kepada suatu obyek tertentu untuk dipelajari atau sebagai alat bantu dalam hal memahami suatu gagasan atau sebagai alat untuk memperoleh informasi yang diperlukan. dengan tujuna untuk menghayati perasaan. metode ini digunakan dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa dan atau sebaliknya secara lisan dan tertulis c) Metode Diskusi. merupakan metode bermain peran atau pura-pura. g) Metode Simulasi. b) Metode Tanya Jawab. pengumpulan data.

adalah baik. Pembelajaran lebih efisien dan efektif 2. Siswa dapat menemukan sendiri jawabannya. 4. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan".l) Metode Drill/Latihan Siap. tergantung dari materi dan kesiapan guru serta siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar.10. Konsep nilai yang ditanamkan akan diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari 5. (1997:68). Materi merupakan nilai yang sudah ada dalam kehidupan sehari-hari 2. Salahsatu metode yang dianggap tepat dan dominan dalam menyampaikan materi PKn di Kelas VI adalah metode memecahkan masalah dengan teknik inkuiri. (1997:68) kata inkuiri (enquiry) berarti "pertanyaan atau penyelidikan". (1997:68) mengatakan bahwa "Pendekatan enquiry sebagai pendidikan yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri.2 Karakteristik Metode Inkuiri Menurut Kuslan dan Stone dalam Iskandar.10. karakteristik Inkuiri yaitu sebagai berikut: . 2. Sedangkan Peaget dalam Iskandar. Dalam pelaksanaan model inkuiri yang lebih diutamakan adalah keterlibatan siswa secara penuh daripada kegiatan gurunya.10 Metode Inkuiri 2. sangat cocok untuk pembiasaan tingkah laku penguasaan materi terutama tingkah laku yang baik Pada dasarnya dari keduabelas metode yang diuraikan di atas. Penulis menganggap demikian.1 Pengertian Metode Inkuiri Menurut Webster's New Collegiate Dictionary dalam Iskandar. karena pembelajaran PKn l. Siswa merasa tertantang untuk memecahkan sebuah persoalan 3.

lalu ditentukan pula asumsi-asumsi. 8. Murid-murid mengolah data dan mereka sampai pada kesimpulan sementara. penulis dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran PKn khususnya di Kelas VI dengan menggunakan teknik inkuiri dapat mengembangkan beberapa sikap yaitu: sikap objektif. keterlibatan-keterlibatan dan kesukaran-kesukaran 10. terbuka. dan bertanggungjawab. Proses pembelajaran berpusat pada pertanyaan-pertanyaan mengapa dan hagaimana kita mengetahui.l. mengadakan pengamatan. Menggunakan keterampilan-keterampilan proses Tidak ada keharusan untuk menyelesaikan unit tertentu dalam waktu tertentu Jawaban jawaban yang dicari tidak diketahui lebir dulu. Melihat karakteristik-karakteristik di atas. karena model ini lebih menekankan pada pencarian pengetahuan daripada pemerolehan pengetahuan yang pada akhirnya akan membentuk . Semua usul dinilai bersama. Juga diusahakan untuk memberikan penjelasan-penjelasan secara ilmiah. membaca dan menggunakan sumber-sumber lain 9. Murid-murid melakukan penelitian. lalu dipersempit hingga terlihat kemungkinan masalah itu dapat diperolen oleh murid 7. secara individu atau kelompok untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menguji hipotesa 11. melakukan eksperimen. serta betulkah kesimpulan kita ini 6. Suatu masalah ditentukan. 2. 3. dan tidak ada dalam buku pelajaran Buku-buku petunjuk yang dipilih berisi pertanyaan-pertanyaan dan saran-saran untuk menentukan jawaban. ingin tahu. Hipotesa dirumuskan oleh murid-murid Murid-murid mengusulkan cara mengumpulkan data. bukan memberikan jawaban 4. Murid-murid bersemangat sekali untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri 5.

Permasalahan yang dipilih selanjutnya dirumuskan dalam bentuk pertanyaan. diacak. wawancara. 6. Problem statement Siswa diberi kesempatan untuk mengidentifikasil:an berbagai masalah. observasi dan sebagainya semua diolah. wawancara dengan nara sumber. 2. 4. atau menyuruh siswa membaca atau mendengarkan uraian yang membuat permasalahan 2. apakah terjawab atau tidak . Simulation Guru mulai bertanya dengan mengajukan persoalan.3 Prosedur Metode Inkuiri Setiap model atau sistem belajar mempunyai cara/langkah kegiatan yang berbeda-beda. 5. yakni pernyataan (statemen) sebagai jawaban sementara atas pertanyaan yang diajukan 3. atau hipotesis. bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta ditafsirkan pada tingkat kepercayaan tertentu. Generalization . melakukan uji coba sendiri dan sebagainya. membaca literatur. diklasifikasikan. Data procesing Semua informasi hasil bacaan. atau informasi yang ada.pribadi yang baik dan siswa dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cara membiasakan diri. Verification/pembuktian Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran.10. adalah sebagai berikut: 1. ditabulasikan. apakah terbukti atau tidak. prosedur yang harus ditempuh dalam penerapan metode inkuiri menurut Liliasari dalam Iskandar (1997:69). Data collection Untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis ini. pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek. siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan.

siswa belajar menarik kesimpulan atau generalisasi tertentu. Begitu pula dengan metode inkuiri. Pertanyaan yang diajukan guru memegang peranan penting dalam menerapkan model ini. Pelaksanaan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn dapat dilaksanakan dengan 5 karakteristik sebagai berikut. mampu mengatasi hambatan serta kesulitan hingga la dapat mencapai prestasinya dengan mengembangkan dirinya secara optimal di dalam menempuh proses belajar" 2. 1. karena itu dianjurkan agar guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang meminta siswa berpikir tinggi. Kelima karakteristik tersebut dapat dimulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuju kepada kesimpulan. mudah ditransfer untuk memecahkan masalah. .4 Kekuatan dan Kelemahan Metade Inkuiri Setiap metode mempunyai kekurangan dan kelebihan. seperti yang dikemukakan oleh Syamsudin. Pencarian pemecahan 5. Kesimpulan yang diperoleh sebagai hasil penyelidikan. Perumusan masalah 4.10.Berdasarkan hasil pembuktian tadi. Kekuatan dan kelemahan metode inkuiri menurut Djamarah dan Zain (1997:23) yaitu sebagai berikut: Kekuatan inkuiri a) Hasil belajar dengan cara ini lebih mudah dihapalkan dan diingat.(1985:96) "Bimbingan dalam belajar difokuskan kepada permasalahan tentang bagaimana caranya agar anak terhindar dari kegagalan. Situasi yang menyediakan stimulus untuk enquiry 2. Bimbingan yang berupa pertanyaan tersebut dimaksudkan agar dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensi secara optimal serta membantu menghindari kegagalan siswa dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil eksperimennya. Masalah yang akan dicari pemecahannya 3.

hasil pembelajaran bisa meningkat dan lebih bermakna bagi siswa. apabila pelaksanaan metode inkuiri mengikuti prosedur yang direncanakan maka diharapkan.b) Pengetahuan dan kecakapan anak didik bersangkutan lebih jauh dapat menumbuhkan motivasi intrinsik. a) Memakan waktu yang cukup banyak. . Sebaliknya apabila guru kurang terampil dalam memberikan bimbingan (berupa pertanyaan-pertanyaan) proses pembelajaran tidak akan berhasil. b) Kalau kurang terpimpin atau kurang terarah dapat menjurus kepada kekacauan dan kekaburan materi yang dipelajari. Berdasarkan uraian di atas. Kelemahan inkuiri. sehingga tujuan yang telah ditetapkan tidak tercapai. karena siswa dapat merasa atas penggunaannya sendiri.

BAB III DATA DAN PEMBAHASAN MASALAH

3.1 Teknik Pengumpulan Data 3.1.1 Teknik Observasi Objek yang akan diteliti atau diobservasi merupakan data yang sangat penting dalam penelitian penerapan metode inkuiri adalah siswa Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka , dengan jumlah siswa 30 orang terdiri atas 14 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Observasi yang dilakukan meliputi: l. Minat siswa terhadap mata pelajaran PKn 2. Keaktifan dalam belajar 3. Menjawab pertanyaan 4. Memberikan pendapat 5. Memberikan tanggapan terhadap pendapat orang lain 6. Mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru 7. Motivasi dalam mengerjakan tugas Ketujuh hal tersebut di atas diobservasi oleh penulis pada saat berlangsungnya proses pembelajaran PKn. 3.1.2 Teknik Tes Untuk memperoleh data yang akan diolah dan dianalisis diperlukan alat atau instrumen pengumpulan data yang lain selain observasi yang dilakukan, untuk itu penulis mengadakan pengetesan. Pengetesan dilaksanakan pada waktu penulis mengadakan pembelajaran PKn di Kelas VI pada pokok

bahasan Pengendalain Diri. Untuk memperoleh data ini penulis melakukan pengetesan sebanyak dua kali, yaitu : a) Tes yang ke-1 dilakukan sebelum siswa mendapat materi pokok bahasan tersebut dengar. tidak menggunakan metode inkuiri b) Tes yang ke-2 dilakukan setelah siswa mendapat materi pokok bahasan tersebut dengan menggunakan metode inkuiri Tujuan diadakan dua kali pengetesan yaitu untuk mengetahui sejauh mana perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi tersebut, antara menggunakan metode inkuiri dengan yang tidak menggunakan metode inkuiri. Sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini. Tabel 2 Hasil pree tes dan pos tes
No. Nomor Induk Siswa Pree Tes Pos Tes Ket.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

6 5 5 5 5 5 8 7 8 5 5 7 7 6 5 4 5 5 5 6 7 5 6 7

6 6 8 8 9 7 8 8 8 8 7 9 8 7 7 7 7 6 7 8 8 7 8 8

25 26 27 28 29 30
Jumlah Rata-rata

6 5 5 6 4 5
170 5,696

7 7 7 8 6 7
222 7,457

Sumber: Hasil Penelitian Tahun 2008 3.1.3 Teknik Wawancara Selain menggunakan teknik observasi dan teknik tes dalam penulisan ini, penulis menggunakan teknik wawancara. Tujuan pelaksanaan wawancara tersebut untuk memperoleh data tentang kesan dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran PKn yang menggunakan metode inkuiri dengan yang tidak menggunakan metode inkuiri. Dengan demikian selain data tes hasil belajar siswa, peneliti juga daput mengetahui efektif atau tidaknya pembelajaran PKn dengan metode inkuiri.

3.2 Deskripsi Data Data penelitian yang diperoleh di lapangan berdasarkan proses pembelajaran yang dilakukan. Prases untuk memperaleh data yang akurat diawali dengan pembuatan perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri. Pembuatan perencanaan pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri dimaksudkan sebagai satu alternatif pembelajaran PKn yang dapat memberikan kontribusi bagi keaktifan siswa secara penuh. Agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dengan tingkat kesalahan minimal, maka penelitian dilakukan dengan hati-hati, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

3.2.1 Data Proses Data yang didapat selama proses pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri, dimulai dengan mengamati perilaku siswa pada awal pembelajaran, pada saat pembelajaran berlangsung, dan ketika pembelajaran berakhir. Data-data ini terdiri dari perilaku siswa baik yang berupa minat belajar siswa, aktivaas siswa pada saat pembelajaran, pemahaman siswa akan materi

Guru merumuskan masalah pengendalian diri sebagai topik pembahasan dengan metode inkuiri untuk mengembangkan perbuatan luhur yangmencerminkan kematangan mental dan porilaku 2. sekolah dan lingkungan masyarakat dan memahami dan menjelaskan pentingnya pengendalian diri sehingga siswa bersedia menahan diri bila menghadapi masalah. Data-data dimaksud kemudian dianalisis sesuai dengan teori yang dikemukakan pada Bab II. berbangsa. B. dan bernegara .1. maka ketidaksesuaian tersebut dicari penyebab dan solusinya. Guru mempersiapkan penjelasan langkah-langkah kegiatan proses pembelajaran dengan metode inkuiri 4.1 Model Rencana Pembelajaran dengan Menggunakan Metode Inkuiri A. Guru mempersiapkan bahan pelajaran tentang pengendalian diri melalui proses inkuiri sehingga siswa dapat menyebutkan pengertian pengendalian diri dalam keluarga. Guru mempersiapkan bahan tes tentang pengendalian diri 3. 3.pembelajaran. PERSIAPAN MENGAJAR Pokok Bahasan : Pengendalian Diri Kelas/Semester : V/ 2 Waktu : 2 x 40 menit Tujuan Pembelajaraa Umum 1. pelaksanaan dan penilaian. Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Persiapan Pembelajaran l.2. dan hambatan-hambatan yang ditemukan baik pada saat perencanaan. Jika tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan.

Pencarian pemecahan masalah a. Membiasakan berperilaku sabar.2. menyiapkan media. Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri dari perilaku yang kurang baik 2. Stimulus Guru memberikan tes pendahuluan sebagaimana yang telah dipersiapkan. Siswa menjawab pertanyaan dengan menyatakan benar atau salah B. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghormati dan menghargai hak-hak arang lain di sekitar kita 5. tidak cepat marah. Melalui metode inkuiri siswa dapat membuat kesimpulan tentang perlunya bersikap rendah hati sebagai wujud pengendalian diri yang baik 6. Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri tidak memaksakan kehendak kepada orang lain 4. Perumusan Masalah Bagaimana cara mengendalikan diri di rumah ? Bagaimana cara mengendalikan diri di sekolah ? Bagaimana cara mengendalikan diri di lingkungan masyarakat D. alat peraga dan bahan yang diperlukan . Melalui metode inkuiri siswa dapat menghindari perbuatan yang merugikan orang lain 3. Langkah-langkah Pembelajaran A. C. Masalah yang akan dicari pemecahannya Guru memberikan penjelasan tentang topik pembelajaran yaitu Pengendalian Diri yang akan dibahas dan dicari jawabannya/dipecahkan masalahnya melalui metode inkuiri. Melalui metode inkuiri siswa dapat memelihara benda/fasilitas untuk kepentingan bersama/umum C. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain Tujuan Pembelajarau Khusus 1.

1.b. Guru mengarahkan perhatian siswa pada keadaan anggota keluarga di rumah yang mempunyai kepentingan yang tidak sama. siswa dibagi menjadi 4 kelompok b.2. teman di sekolah yang berbeda karakter dan sifatnya. (sebagai stimulus dalam merangsang siswa untuk dapat memecahkan masalah) E. Kesimpulan Siswa dapat memahami pentingnya sikaap pengendalian diri di rumah. Siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan guru yang diajukan menuju kepada kesimpulan akhir. Setalah siswa diberi kesempatan bertukar pikiran dengan teman sekelompoknya. guru memberikan stimulus (memberikan pertanyaan-pertanyaan yang dijawab oleh siswa secara lisan atau tertulis) • Mengapa terjadi pertengkaran kecil di rumah Adi? • Jawaban Siswa : Karena acara yang ditonton oleh Adi sangat bagus (Imas Yuliani) • Karena lbunya tidak suka pada acara anak-anak (Hedi Riyana) • Karena kakak Adi sedang sakit (Laeli) • Bagaimana agar tidak terjadi pertengkaran seperti di atas? Jawaban siswa : • Suara TVnya jangan terlalu besar (Meti) • Adi sebaiknya tidak nonton TV tapi menghapal pelajaran (Ninik) • Deden bagaimana menurut pendapatmu? • Deden tidak menjawab . di sekolah dan di lingkungan masyarakat 3. tiap kelompok mendapat lembar kerja yang berisi permasalahan yang harus dipecahkan c. keadaan di lingkungan masyarakat yang bersifat heterogen c.2 Pelaksanaan Model Inkuiri a.

• Siswa mengisi lembar kerja siswa • Kelompok 1 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Kelompok 2 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Kelompok 3 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar . lalu bertanya "Apakah tindakan Adi merupakan pengendalian diri ? Jawaban Siswa • Ya (Alfina ) Bagaimana cara pengendalian diri di rumah ? Jawaban Siswa • Harus bisa melihat apakah perbuatan kita merugikan orang lain atau tidak. kemudian memberikan bimbingan kepada siswa untuk mendapatkan kesimpulan pelajaran • Siswa melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri.Jawaban siswa • Harusnya Adi tidak menonton TV karena kakaknya sedang sakit (Alfina) • Saya setuju dengan pendapat Alfina (Astri) • Guru memperlihatkan gambar Adi sedang bertengkar dengan kakaknya kemudian bertanya pada siswa: • Mengapa Adi dan kakaknya bertindak seperti itu ? Jawaban siswa • Karena kakaknya tidak mau mengalah (Alfina ) • Guru bercerita bahwa Adi tidak menontan TV karena kakaknya sakit. Jika merugikan maka perbuatan itu jangan dilakukan karena orang lain akan rugi (Alfina) • Guru bercerita tentang pengendalian diri di sekolah dengan perrnasalahannya kemudian memberikan pertanyaan bimbingan kepada siswa untuk sampai pada kesimpulan • Guru bercerita tentang permasalahan yang ada di masyarakat.

46 sedangkan sebelumnya nilai rata-rata hanya mencapai 5. Siswa berdiskusi dengan teman sekelompaknya untuk memecahkan permasalahan yang diajukan penulis. Pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri lebih efektif karena siswa dilibatkan secara aktif.7. Pada awal pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri perhatian siswa sudah menunjukkan respon yang positif.2 Data Hasil Penerapan metode inkuiri pada pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.2. apalagi sewaktu siswa menjawab pertanyaan-peitanyaan guru yang berhubungan dengan Pengendalian Diri. Tanpa pengendalian diri yang terlatih dari sejak usia dini kita cenderung menyelesaikan masalah dengan emosi dan hal ini merupakan faktor utama yang pertengkaran yang menuju kepada perpecahan. Hal ini terbukti dari hasil rata-rata nilai sesudah dilaksanakan metode inkuiri sebesar 7.Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri. Guru mengadakan evaluasi 3. sehingga proses pembelajaran dapat menggairahkan siswa. Dengan adanya bimbingan guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan akhirnya siswa dapat menemukan konsep akhir berupa kesimpulan dari hasil belajarnya. Siswa lebih antusias dan merasa tertantang untuk mencari dan menemukan jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang diajukan guru. mendapatkan hasil belajar yang baik. Melalui alat peraga yang telah disediakan. tampak bahwa setiap siswa ingin menanggapai peristiwa yang terjadi dalam gambar sehingga pembelajaran tampak lebih hidup.• Kelompok 4 dapat menjawab pertanyaan yang ada pada lembar kerja tersebut dengan benar • Beberapa siswa memberikan komentar terhadap jawaban dari kelompok lain • Dengan bimbingan guru siswa menyimpulkan hasil diskusi Hasil Diskusi : • Pengendalian diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Yaitu bahwa Pengendalian diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Tanpa pengendalian diri yang terlatih dari sejak usia dini kita cenderung .

Dari hasil observasi itulah guru dapat menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan efektiftas dan efisiensi pembelajaran PKn di antaranya melalui metode inkuiri 3.7 sedangkan sesudah menggunakan metode inkuiri meningkat menjadi 7. pembelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri dapat membangkitkan motivasi siswa. Selain data yang dihasilkan dari tes.menyelesaikan masalah dengan emosi dari hal ini merupakan faktor utama yang pertengkaran yang menuju kepada perpecahan. Pada tahap akhir pembelajaran guru mengadakan evaluasi dan wawancara dengan siswa. Sebanyak 16 siswa (56.76. Nilai rata-rata siswa sebelum menggunakan metode inkuiri 5.3 Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan guru yaitu mulai dari awal pembelajaran termasuk kesiapan siswa untuk belajar sampai akhir pembelajaran yang berupa tes akhir dan kesan (tanggapan) siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. terdapat selisih nilai sebesar 1. Hasil wawancara dengan siswa mendapat tanggapan yang positif Dengan menggunakan metode inkuiri siswa lebih bergairah untuk belajar. Hasil evaluasi pada akhir pembelajaran lebih tinggi dibanding sebelum menggunakan metode inkuiri.5%) mengakui bahwa belajar dengan menggunakan metode inkuiri sangat menarik dan dapat cepat dipahami. terdapat data lain yang berupa hasil wawancara tentang kesan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri.5%) mengatakan bahwa pembelajaran terkesan sama saja dengan menggunakan metode inkuiri ataupun metode lain. sedangkan sebanyak 14 siswa (43. 3.3 Pembahasan Masalah .46.2. Keberhasilan penerapan metode ini tidak terlepas dari prosedur perencanaan yang telah disusun penulis dalam menerapkan metode inkuiri tersebut. Dalam proses evaluasi ini guru tidak hanya mengevaluasi hasil belajar saja melainkan proses belajar juga dievaluasi termasuk minat siswa melalui observasi dan wawancara.

Bimbingan guru yang berupa pertanyaan tersebut dimaksudkan agar dalam proses belajar siswa dapat mengembangkan potensinya secara optimal dan membantu menghiri dari kegagalan dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatannya. Pembahasan dalam menerapkan metode inkuiri dalam pembelaiaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.Majalengka .Pembahasan ini dimaksudkan untuk menjawab permasalahan sebagaimana yang telah dikemukakan pada BAB I. Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Pertanyaan dari guru memegang peranan penting dalam menerapkan metode ini. akhirnya siswa dapat menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatannya. Siswa lebih antusias dan bergairah karena merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran. sehingga siswa merasa tertantang untuk aktif mencari dan menemukan kesimpulan dari hasil diskusi dan pengematan terhadap media pelajaran berupa gambar 2. Hal ini bisa dilihat sewaktu siswa menjawab pertanyaan guru dan ketika siswa melakukan diskusi. Dengan menggunakan metode ini siswa bebas mengungkapkan pendapatnya dalam memecahkan masalah yang telah ditetapkan. ternyata dapat menarik minat siswa. . Dengan adanya bimbingan dari guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan selama siswa mengamati peristiwa yang terjadi pada gambar. Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri dikembangkan atas dasar hasil temuan data yang dikaitkan dengan konsep dan teori yang relevan.Majalengka Kab. dapat mencapai prestasinya dengan mengembangkan dirinya sendiri secara optimal dalam menempuh proses belajar". Hal ini sesuai dengan pendapat Zain (1997:22). Pembelajaran PKn yang disajikan dengan cara melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan konsep akhir (kesimpulan) sangat menarik bagi siswa. tetapi siswa diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri dengan menggunakan teknik pendekatan masalah". mampu mengatasi hambatan-hambatan serta kesulitan hingga la. Dalam sistem belajar ini guru menyajikan bahan pelajaran tidak dalam bentuk final. Dari data tersebut dapat diinterpretasikan yang menghasilkan deskripsi sebagai berikut : l. karena itu dianjurkan agar guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menuntut siswa berpikir tinggi. "Enquiry adalah belaiar mencari dan menemukan sendiri. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan oleh Syamsudin (1985:95): "Bimbingan dalam belajar difokuskan kepada permasalahan tentang bagaimana caranya agar anak dapat terhindar dari kegagalan.

evaluasi permbelajaran PKn yang menggunakan metode inkuiri rata-rata nilainya lebih tingggi (7. tetapi dalam mengajarkan PKn harus menggunakan metode-metode yang lain yang sesuai dengan pokok bahasan. Majalengka pada pokok bahasan Pengendalian Diri sangat berpengaruh terhadap hasil belajar yang diperoleh. 3. Jadi untuk mendapatkan basil belajar yang lebih baik di dalam pembelajaran PKn hendaknya guru jangan hanya menggunakan metode ceramah saja.48) dari pada yang tidak menggunakan metode inkuiri (5. .Berdasarkan pendapat di atas apabila guru kurang terampil di dalam memberikan bimbingan (mengajukan pertanyaan-pertanyaan) maka akan menjurus kepada kerancuan atau kekeliruan materi yang dipelajari.68).Majalengka Kab. Tampak bahwa penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab.

llal ini terbukti dan nilai rata-rata hasil belajar siswa dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi (7. Pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri lebih menarik minat siswa. 2. maka penulis menarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 3. Dengan adanya bimbingan dari guru (berupa pertanyaan-pertanyaan) yang terus menerus dan berkesinambungan selama siswa melakukan pengamatan.1. media. dapat mendorong siswa untuk menemukan konsep akhir (kesimpulan) dari hasil pengamatan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Melengkapi alat/media untuk pelaksanaan metode inkuiri.7). Hal ini bisa dilihat sewaktu siswa melakukan pengamatan gambar dan pembacaan wacana. alat peraga. . PKn khusus pokok bahasan Pengendalian Diri dengan cara : a. 4. karena merasa dilibatkan di dalam proses pembelajaran. Cara mengatasi hambatan-hambatan siswa dalam proses belajar menjaja. dan lembar kerja siswa. Menambah alokasi waktu dengan cara mengurangi alokasi waktu pokok bahasan yang ruang lingkupnya tidak terlalu luas. siswa lebih antusias dan lebih bergairah dalam belajar. b. pertanyaan-pertanyaan yang mengacu kepada kesimpulan. Penyusunan perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri dimulai dengan persiapan yang matang uang meliputi pokok bahasan.46) daripada nilai tes siswa sebelum menggunakan metode inkoiri (5.BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4. Kesimpulan Berdasarkan pengolahan dan analisis data yang diperoleh dalam menerapkan metode inkuiri. Hasil belajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih baik dibanding dengan tidak menggunakan metode inkuiri.

baik berupa gambar atau alat elektronik lain yang dapat memutar film. karena bersifat menanamkan nilai.4. Bagi sekolah Hendaknya sarana untuk pembelajaran PKn agar dilengkapi. penults merasa perlu menyampaikan saran-saran sebagai bahan untuk dijadikan kajian dan pertimbangan dalam meningkatkan mutu pendidikan. antara lain: 1. hendaknya pemilihan guru Mata pelajaran PKn yang dapat menjadi panutan siswa dalam berperilaku. c. pendekatan dan teknik yang beragam. Bagi Guru a. Sebaiknya dalam mengajarkan PKn menggunakan berbagai metode. hal ini berguna untuk menambah semangat belajar dan dapat menunjang lancarnya proses pembelajaran.2 Saran Melalui penelitian ini. Bagi Pemerintah Dalam pembelajaran PKn. khususnya mata pelajaran PKn di Kelas VI SD Negeri Argasari II Kecamatan Talaga Kab. Alokasi waktu untuk pokok bahasan pengendalian Diri perlu ditambah sesuai kebutuhan dengan cara mengambil dari pokok bahasan lain yang ruang lingkupnya tidak terlalu luas 2. 4. 3. diusahakan sehari sebelumnya siswa membaca terlebih dahulu pokok bahasan yang akan diajarkan. Bagi siswa Hendaknya dalam menerima pelajaran PKn dengan menggunakan metode inkuiri diikuti dengan sebaikbaiknya. . Majalengka . Dengan menggunakan metode inkuri siswa menjadi tertantang dan aktif menjawab setiap pertanyaan guru.

1996. Gorys.DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Warsito. 1992. Depdikbud Djamariah. BS dan Azwan Zain. 1996. Jakarta: Tim Penatar PKn Undang. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri Depdikbud. Jakarta: PT Rineka Cipta Engkoswara. Jakarta: Depdikbud Adnan. 2002. Komposisi. Jakarta. Bandung: Penerbit Nine Karya Jaya Sri Wilujeung. Peningkatan Mutu Proses Belajar Mengajar Di Sekolah Menengahr. 1999. Suplemen Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud -----------1999. 1998. Djauzak. 1996. Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Kelas VI Sekolah Menengah. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. 1994. PKn. Kurikulum Pendidikan Dasar Jakarta: Depdikbud -------. Bandung : Remaja Rosda Karya Rusyan. Penuntun Belajar Yang Sukses. Bandung: Siger Tengah . Flores: Nusa Indah Moleong. Dyah. Pedoman Penyusunan Karya Ilmiah Untuk Angka Kredit Guru . Gunawan. 2003. Bandung: Karangsewu Keraf. 1994. Startegi Belajar Mengajar. Pedoman Pelaksanaan PBM di SD. Jakarta: Depdikbud -----------. Perangkat Pembelajaran PKn SD.---. Lexy J. 1997. dkk. Materi Latihan Kerja Guru PKn. Tabrani.

Melalui metode inkuiri siswa dapat memelihara benda/fasilitas untuk kepentingan bersama/umum III. 2. 5. TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri dari perilaku yang kurang baik Melalui metode inkuiri siswa dapat menghindari perbuatan yang merugikan orang lain Melalui metode inkuiri siswa dapat mengendalikan diri tidak memaksakan kehendak kepada orang lain 4. 1. Pengertian Pengendalian Diri adalah menahan diri dari perbuatan yang kurang baik yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. dan bernegara 2. tidak serakah dan tidak melakukan perbuatan yang merugikan orang lain II.Lampiran-lampiran PERSIAPAN MENGAJAR Mata Pelajaran Kelas Semester Pokok Bahasan : PKn : VI : 2 (dua) : Pengendalian Diri I. MATERI PELAJARAN a. . tidak cepat marah. 1. 3. berbangsa. Melalui metode inkuiri siswa dapat menghormati dan menghargai hak-hak orang lain di sekitar kita Melalui metode inkuiri siswa dapat membuat kesimpulan tentang perlunya bersikap rendah hati sebagai wujud pengendalian diri yang baik 6. TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Memahami perlunya kemauan untuk mengendalikan diri dalam kehidupan bermasyarakat. Membiasakan berperilaku sabar.

1) 2) 3) d. Di lingkungan masyarakat tidak main hakim sendiri ketika ada pencuri yang tertangkap Manfaat Pengendalian Diri Terhindar dari perbuatan yang merugikan orang lain Terbina kerukunan dalam keluarga dengan teman sekolah dan dengan siapa saja Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan Akibat yang timbul jika tidak bisda mengendalikan diri Terjadi keonaran. 1) 2) 3) e. tidak memaksakan kehendaknya sendiri. karena ada angota keluarga yang sedang sakit. Tidak mempunyai teman. 3) e. ALAT DAN BAHAN BELAJAR MENGAJAR Alat Peraga: Gambar peristiwa tidak dapat mengendalikan diri . kerusuhan. Di sekolah ketika diskusi siswa harus dapat menahan diri. karena teman menjauhi akibat sikapnya yang pemarah. di lingkungan masyarakat sangat perlu ditanamkan sejak dini dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. 1) 2) Contoh Pengendalian Diri: Di rumah. mengalah tidak menonton TV.b. Keluarganya menderita Cara herperilaku mengendalikan diri Sabar dan tenang dalam menghadapi masalah dengan orang lain Berbicara dengan kata yang sopan dan nada berbicara yang enak didengar Menjaga sopan santun dalam setiap tingkah lakunya Tidak merusak barang orang lain Jika meminjam barang orang lain harus dikembalikan tepat pada waktunya Mengendaliakn diri di rumah. 1) 2) 3) 4) 5) f. pertengkaran. dan permusuhan. di sekolah. IV. agar diterima oleh anggota kelompok diskusi.

satu kelompok terdiri dari 10 orang tiap kelompok mendapat masalah yang harus dipecahkan guru memberikan stimulus (memberikan pertanyaan-pertanyaan) Kegiatan Inti (60 menit) Setiap kelompok dibagi LKS Guru menjelaskan cara pengisian LKS Siswa melakukan pengamatan di bawah bimbingan guru Siswa mendapat pertanyaan-pertanyaan baik secara kelompok ataupun individu Pertanyan-pertanyaan dari guru berhubungan dengan materi pengendalian diri. 1) 2) 3) 4) 5) KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Kegiatan Awal (10 menit) siswa dibagi menjadi 4 kelompok. Tutur kata yang baik dan raut muka yang ramah akan menimbulkan . 1) 2) 3) VI A. . Alat Tes : Soal-soal Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. Jenis tes : Tes tertulis C. 1) 2) 3) 2.V. Guru memberikan pengayaan EVALUASI Prosedur : Tes proses B. 1. dan siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk menemukan kesimpulan. 6) 3. Setiap kelompok membacakan hasil diskusinya Kegiatan akhir (10 menit) Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan pelajaran Guru mengadakan evaluasi....

2. 10... Dalam berselisih pendapat tidak perlu ditunjukkan rasa permusuhan karena hal itu akan mengakibatkan orang lain .... . Pengendalian din untuk menekan sifat yang buruk misalnya . 8. . Berkata tidak sopan pada oranbg lain akan mengakibatkan ... Apabila orang kaya tidak bisa mengendalikan diri akan terjadi .... . Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat ... salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan diri apabila mempunyai masalah adalah .. 6. 5.... Apabila pemiliknya tidak bersedia meminjamkan barangnya sebaiknya kita. 9. menjaga keamanan dan keutuhan fa-ilitas umum adalah tanggung jawab Pengendalian diri harus berasal dari.. 3.. 7... 4...

Ibu Adi melarang Adi menonton TV karena akan mengganggu Kakaknya. Apa pendupatmu tentang sikap Adi ? 2.Lembar Kerja Siswa Kakak Adi sedang sakit. namun Adi sangat ingin menonton TV. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah di atas ? Jawab : SELAMAT BEKERJA . Adi bersikeras menonton TV dengan suara yang keras. Masalahnya 1. Adi takut dikatai anak tidak gaul oleh teman-temannya di sekolah. Antara Ibu Adi dan Adi terjadi pertengakaran kecil saling menyalahkan dan melarang. karena acara TV tersebut merupakan acara yang paling digemari oleh anak-anak dan Adi tidak ingin ketinggalan.

1. Apakah sikap siswa dalam berperilaku sudah sesuai dengan tuntutan nilai yang terdapat dalam mata pelajaran PKn ? 4. 2. 9. Bagaimana jalan keluar yang Bapak/Ibu lakukan untuk mengatasi kekurangan alat peraga tersebut ? 10. Untuk guru Apakah menurut pendapat Bapak/Ibu. Apakah Bapak/Ibu sudah mencoba cara tersebut ? Dan bagaimana hasilnya ? Menurut pendapat Bapak/Ibu apakah model dan alat peraga yang ada di SD memadai untuk pembelajaran PKn. 6. 8. PKn termasuk mata pelajaran yang sulit? Apakah menurut pendapat Bapak/Ibu materi pelajaran PKn yang ada di SD sesuai dengan tingkat intelegensi anak SD ? Apakah dapat diserap oleh siswa SD ? 3. menurut pendapat dan pengalaman Bapak/Ibu apakah ada lagi cara yang lainnya ? 7. Untuk mengatasi kesulitan tersebut apa yang Bapak/Ibu lakukan ? Apakah dengan cara seperti itu sikap siswa menjadi lebih baik ? Selain cara seperti yang Bapak/Ibu lakukan di atas. Apa yang Ibu lakukan agar siswa menyenangi pelajaran PKn ? . 5.PEDOMAN WAWANCARA A.

Untuk murid Kelas VI Menurut pendapatmu apakah pelajaran PKn sulit ? Apakah materi pelajaran PKn terlalu banyak ? Setelah kamu melihat materi pelajaran yang ada pada buku PKn. 8. Apakah materi pelajaran PKn sulit ? Apakah materi Pengendalian Diri termasuk materi yang sulit ? Mengapa demikian ? Apa yang kalian inginkan dari materi pelajaran PKn? . l. materi manakah yang paling menarik menurut pendapatmu ? 4. 2. 6. Apakah kamu selalu menerapkan nilai-nilai yang ada dalam mata pelajaran PKn dalam kehidupanmu sehari-hari ? 5. 3. 7.B.

.

...... Apabila pemiliknya tidak bersedia meminjamkan barangnya sebaiknya kita...... .. menjaga keamanan dan keutuhan fa-ilitas umum adalah tanggung jawab Pengendalian diri harus berasal dari...... Orang yang paling kuat adalah orang yang dapat ..LEMBAR JAWABAN Nama Kelas : .... 3. Apabila orang kaya tidak bisa mengendalikan diri akan terjadi ... salah satu ciri orang yang dapat mengendalikan diri apabila mempunyai masalah adalah ..... Dalam berselisih pendapat tidak perlu ditunjukkan rasa permusuhan karena hal itu akan mengakibatkan orang lain .... 6... 9.. 5.. Pengendalian din untuk menekan sifat yang buruk misalnya ..... Tutur kata yang baik dan raut muka yang ramah akan menimbulkan ....... 10. 4. 8... : ........ Jawab : . Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. 2. Berkata tidak sopan pada oranbg lain akan mengakibatkan . 7.. .....

2011 oleh serumpunilmu21 BAB I PENDAHULUAN A. Apa pendupatmu tentang sikap Adi ? 2.Lembar Kerja Siswa Kakak Adi sedang sakit. Adi takut dikatai anak tidak gaul oleh teman-temannya di sekolah. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan di segala bidang. Ibu Adi melarang Adi menonton TV karena akan mengganggu Kakaknya. Masalahnya 1. namun Adi sangat ingin menonton TV. karena acara TV tersebut merupakan acara yang paling digemari oleh anak-anak dan Adi tidak ingin ketinggalan. Bagaimana caranya menyelesaikan masalah di atas ? Jawab : ontoh PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Mapel IPS Kelas 3 Januari 20. Adi bersikeras menonton TV dengan suara yang keras. Hingga kini pendidikan masih diyakini sebagai wadah dalam pembentukan . Antara Ibu Adi dan Adi terjadi pertengakaran kecil saling menyalahkan dan melarang.

maka pembelajaran yang aktif ditandai adanya rangkaian kegiatan terencana yang melibatkan siswa secara langsung. setiap tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam Rencana Mengajar Harian (RMH). Belen (2003: 18) adalah mempersiapkan siswa untuk paling tidak dapat bertahan hidup di masa datang dan berbuat banyak bagi orang lain. Menurut S. penulis menyadari betapa jauh berbeda bentuk pembelajaran yang selama ini dilakukan dengan cermin uraian mengajar di atas. dengan metode klasik seperti ceramah. Mata pelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran non eksak di Sekolah Dasar. Masalah peningkatan mutu pendidikan tentulah sangat berhubungan dengan masalah proses pembelajaran. yaitu bersikap peka. Melihat begitu pentingnya pendidikan dalam pembentukan sumber daya manusia. Mengajar tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Pembelajaran mata pelajaran ini biasanya diajarkan secara konvensional hampir di setiap SD.sumber daya manusia yang diinginkan. baik aspek kognitif. sehingga dalam pengukuran tingkat keberhasilannya selain dilihat dari segi kuantitas juga dari kualitas yang telah dilakukan di sekolah-sekolah. Hasil UAN dan UAS tidak banyak mencerminkan apa yang ditagih dalam kehidupan. Ujian Akhir Sekolah (UAS).guru perlu melakukan suatu inovasi. Mengajar bukan pula mempersiapkan siswa memiliki apa yang akan “ditagih” dalam UAN dan UAS. menjelaskan gambaran ide dalam suatu materi. Hal ini dapat membantu guru dalam menggerakan. afektif maupun psikomotor. Tujuan hakiki mengajar menurut S. Pembelajaran yang baik adalah bersifat menyeluruh dalam melaksanakannya dan mencakup berbagai aspek. kritis. Mengacu dari pendapat tersebut. efektif dan menyenangkan dalam pembelajaran yakni dengan menggunakan alat peraga. Ibarat jauh panggang dari api. maka peningkatan mutu pendidikan merupakan hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan guna menjawab perubahan zaman. Untuk menciptakan suasana belajar yang disukai oleh siswa. komperhensif baik fisik. Di masa sekarang banyak orang mengukur keberhasilan suatu pendidikan hanya dilihat dari segi hasil. melainkan apa yang ditagih dalam kehidupan. Pada umumnya kurang memanfaatkan media belajar pada prosesnya. Sehingga siswa cenderung bosan dan kurang memahami materi yang diajarkan. ataupun tes masuk jenjang sekolah berikutnya. Belen (2003: 17) dalam mengajar terkandung pesan mengembangkan potensi siswa yang beraneka ragam dan bukan menjadikan siswa sebagai penerima/pemakai pasif (konsumen) ilmu pengetahuan yang ada dalam benak guru. Proses pembelajaran yang sementara ini dilakukan di lembaga-lembaga pendidikan kita masih banyak yang mengandalkan cara-cara lama dalam penyampaian materinya. Sehingga menciptakan kejenuhan dalam lingkungan belajar yang pada akhirnya kurang membentuk sikap antusias pada sdiri siswa. ketercapaian siswa masih jauh dari harapan. mental maupun emosi. mandiri. Salah satunya dengan memanfaatkan media gambar yang menarik dan . dan bertanggung jawab. tetapi juga merupakan kegiatan guru membimbing/memfasilitasi siswa menemukan pengetahuan dan pengalaman belajar tersebut. kreatif. Salah satu upaya guru dalam menciptakan suasana kelas yang aktif. Hal semacam ini sering diabaikan oleh guru karena guru lebih meningkatkan pada pencapaian tujuan dan target kurikulum. dan diskusi kelompok. Mengajar juga bukan sekedar mempersiapkan siswa menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN). Bercermin dari uraian di atas.

Salah satu kompetensi dasar dalam mata pelajaran IPS yang diajarkan di kelas III SD semester I adalah 1. Setelah dilakukan analisis kemungkinan penyebabnya antara lain : 1. Tercapainya tujuan pembelajaran tersebut dapat diukur dengan tes hasil belajar.mempermudah proses pembelajaran. jelas akan berdampak buruk bagi proses dan hasil belajar siswa selanjutnya.3. Harapannya dengan pembelajaran yang dilakukan peneliti adalah hasil belajar siswa akan lebih baik. Dari jumlah siswa 28 anak. Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah. 2. peneliti mencoba melakukan upaya perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas dengan alternatif pemecahan masalah “Menggunakan media gambar untuk meningkatkan kemampuan hasil belajar dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. Dengan menggunakan media gambar diharapkan siswa dapat meningkatkan hasil belajar atau prestasinya. Terkait dengan permasalahan tersebut. B. Dengan demikian diharapkan siswa dapat lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran serta dapat lebih memahami materi ajar yang disampaikan. Banyak siswa yang kurang berpartisipasi dalam pembelajaran. Jadi masih ada 21 anak yang belum tuntas belajar. Dari daftar perolehan nilai menunjukkan masih rendahnya penguasaan materi Membuat Denah dan Peta Lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. kenyataannya masih banyak anak-anak yang belum mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditetapkan. baru 7 anak yang tuntas belajar (mencapai standar minimal 65 ke atas). Kompetensi dasar ini dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator di antaranya :    Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya Membuat denah dan peta lingkungan rumah Membuat denah dan lingkungan sekolah Ketuntasan belajar siswa dalam pembelajaran ditunjukkan dengan dikuasainya materi pembelajaran oleh siswa. Berdasarkan hasil tes belajar mata pelajaran IPS materi Membuat Denah dan Peta Lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX tempat peneliti bekerja. Guru kurang kreatif dalam menggunakan media gambar ketika mengajarkan materi IPS. berbekal kejujuran dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai pendidik. peneliti menemukan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Pembelajaran IPS yang dilakukan peneliti menjadi permasalahan yang perlu untuk dipecahkan. Jika hal tersebut dibiarkan. Rumusan Masalah Berdasarkan hasil analisis pada latar belakang masalah dapat digunakan sebagai dasar untuk merumuskan masalah yang akan digunakan sebagai fokus perbaikan pembelajaran sebagai berikut: . khususnya anak-anak yang duduk di bangku belakang.

v Bagi guru adalah untuk melakukan penelitian tindakan kelas yang bermanfaat bagi perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran. Tujuan Umum v Untuk mengetahui peningkatan pemahaman dan motivasi siswa dalam IPS melalui penggunaan media gambar di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. sehingga materi pembelajaran akan lebih menarik. Apakah penggunaan media gambar dapat meningkatkan prestasi siswa dalam pembelajaran IPS? C. 2. Tujuan Penelitian 1.3. v Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam IPS melalui penggunaan media gambar di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX. Tujuan Khusus v Untuk meningkatkan hasil belajar siswa terhadap pembelajaran IPS tentang kompetensi 1. v Bagi sekolah adalah memberikan sumber yang baik bagi sekolah dalam rangka perbaikan proses pembelajaran. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : v Bagi siswa adalah untuk membekali siswa cara menyelesaikan masalah membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui peningkatkan pemahaman siswa dengan mengaktifkan siswa menggunakan media gambar tentang membuat denah dan peta lingkungan. . guru lebih termotivasi untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih bervariasi. yaitu melakukan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.1. v Dapat memenuhi memenuhi tuntutan kurikulum saat ini. Apakah penggunaan media gambar dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS? 2. Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah melalui peningkatkan pemahaman siswa dengan mengaktifkan siswa menggunakan media gambar tentang denah dan peta. Selain itu. v Untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar IPS tentang membuat denah dan peta lingkungan di kelas III SD Negeri Yyyyyy 02. sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan. D. v Bagi pendidikan secara umum adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui sumbangan pengalaman tentang penelitian tindakan kelas.

Kegiatan belajar terjadi terus menerus atau belajar sepanjang hayat. Lingkungan belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa. belajar merupakan perubahan relatif permanen karena hasil praktek atau pengalaman. Menurut Skinner (1985) dalam Muhibbin Syah (2000: 89). Belajar merupakan proses dasar dari perkembangan hidup manusia. belajar adalah kegiatan/proses manusia untuk berubah menjadi lebih baik. Ada beberapa definisi belajar menurut beberapa pakar psikologi pendidikan dalam Moh. fakta. 2. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan alam dan lingkungan sosial. belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi Warga Negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab. 1996). Kerangka Teori 1. James O. Morgan. belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif. dari tidak tahu menjadi tahu. belajar sebagai proses dimana tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. belajar merupakan perubahan individu yang disebabkan oleh pengalaman (experience). Wittaker dalam Wasty Soemanto (1999: 104). serta warga dunia yang cinta damai.al (1986). dkk. belajar merupakan perubahan kecakapan yang berlangsung dalam periode tertentu yang bukan berasal dari proses pertumbuhan (fisik). sejarah. Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa. ddk: 1. Menurut Slameto dalam Syaiful Bahri (2002: 13).BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Habermas (Rene.8). Pengertian Belajar Belajar adalah terjadinya perubahan pada diri orang belajar karena pengalaman (Darsono. Berdasarkan pengertian di atas. belajar baru terjadi jika ada interaksi antara individu dengan lingkungannya. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena saling mempengaruhi. dkk. 2000: 24). dengan belajar manusia melakukan perubahan-perubahan kualitatif individu sehingga tingkah lakunya berkembang. at. sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik (Darsono. Hakikat Mata Pelajaran IPS Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan ilmu yang mengkaji seperangkat peristiwa. Karena itu belajar berlangsung secara aktif dan integratif dengan menggunakan berbagai bentuk perubahan untuk mencapai suatu tujuan. Melalui pendekatan mata pelajaran IPS. Memahami keadaan lingkungan itu juga merupakan kegiatan belajar. Slavein (1994). sosiologi dan ekonomi. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS memuat materi geografi. konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan Ilmu Sosial. sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Belajar adalah suatu proses bukan suatu hasil. Rosyid (2006:9) di antaranya Gagne (1977). Semua aktivitas dan prestasi hidup manusia adalah hasil dari belajar. Lingkungan belajar yang dimaksud adalah lingkungan alam maupun lingkungan sosial sebab keduanya tidak dapat dipisahkan (Ihat Hatimah. 2000: 4). .

Adapun indikator kerja untuk mengukur prestasi atau keberhasilan belajar siswa adalah : 1. media dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsung antara pendidik dengan siswa (Sutikno. 2008: 101). 3. C. dan kemampuan analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan bermasyarakat yang dinamis. materi. atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengalaman. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran dan ditunjukkan dengan angka yang diberikan oleh guru. Dalam aktivitas pembelajaran. Secara garis besar media adalah manusia. terutama peserta didik usia anak-anak.sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Media gambar lebih memudahkan mereka dalam memahami materi pelajaran. pemahaman. Siswa dinyatakan tuntas . Media gambar merupakan salah satu jenis media yang paling disukai oleh peserta didik. Prestasi dalam penelitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran IPS dalam bentuk nilai yang berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya. Hipotesis Tindakan Hipotesis yang dapat peneliti ajukan dalam penelitian ini adalah prestasi hasil belajar siswa tentang membuat denah dan peta pada siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX dapat ditingkatkan dengan pembelajaran yang menggunakan media gambar denah dan peta. Prestasi Belajar Prestasi belajar berasal dari kata “Prestasi” dan “Belajar”. keterampilan atau sikap. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran membuat denah dan peta lingkungan dinyatakan berhasil bila 85 % dari jumlah siswa tuntas belajar.Di masa yang akan datang peserta didik akan menghadapi tantangan yang berat karena kehidupan masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Media Gambar Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Kriteria yang digunakan untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan pembelajaran dapat dicermati mulai dari keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dan evaluasi kegiatan dalam bentuk nilai. mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan. 4. B. Kriteria Keberhasilan Untuk mengetahui keberhasilan dalam proes pembelajaran diperlukan evaluasi secara menyeluruh. Oleh karena itu. Prestasi berarti hasil yang telah dicapai.

c. dan 6. Tempat tinggal siswa berjarak kira-kira antara 50 meter hingga 1 kilometer. 3. B. 2. 9 dan 10 November 2010. 2. 4. Subjek Penelitian Subyek penelitian siswa kelas III SD Negeri Yyyyyy 02 tahun ajaran 2010/2011. 23 dan 24 November 2010. 2. Subjek Penelitian 1. yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. Jarak dari kantor kecamatan sampai ke lokasi harus menempuh sejauh kira-kira 3 kilometer. Siswa memiliki minat dan motivasi dalam belajar IPS jika siswa aktif bertanya kepada guru tentang membuat denah dan peta dan siswa bersemangat dalam mengerjakan tugas dari guru. Siklus III dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu. mempunyai 6 kelas. BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN A. 2 dan 3 November 2010. a. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri Yyyyyy 02 Kecamatan XXXXXXX Kabupaten Cilacap. 5. mereka datang ke sekolah dengan berjalan kaki dan naik sepeda. Prosedur PTK Penelitian tindakan kelas atau dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR). . Sekolah ini terletak di bagian utara kecamatan XXXXXXX. khususnya dilaksanakan di kelas III semester I tahun pelajaran 2010/2011. Jumlah siswa kelas III di SD tersebut adalah 28 anak yang terdiri dari siswa laki-laki berjumlah 16 anak dan siswa perempuan berjumlah 12 anak. Penelitian – menunjuk pada suatu kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal yang menarik minat dan penting bagi peneliti. 3.belajar bila hasil belajar siswa dalam pembelajaran mencapai 85 % atau lebih siswa memperoleh nilai minimal 65 (enam puluh lima). b. Di dalam tindakan kelas memiliki tiga pengertian yaitu: 1. yaitu: kelas 1. Waktu penelitian Siklus I dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu. Siklus II dilaksanakan pada Selasa dan Rabu.

Tindakan – menunjuk pada suatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. 2006: 2-3). Dalam penelitian berbentuk rangkaian siklus kegiatan siswa. 3. Gambar 3. 3. Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran (RPPP). maka hasil pengamatan didiskusikan dengan teman sejawat guna mendapat refleksi. Mengidentifikasi masalah. . Kelas – dalam hal ini tidak terikat pada pengertian ruang kelas.2. pelaksanaan (action). Menemukan cara memecahkan masalah/tindakan perbaikan. Berdasarkan pengalaman tersebut. yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan (plan).1 Daur Penelitian Tindakan Kelas (Rusna Ristasa. seperti tampak pada gambar berikut: Gambar 3. Tahap ini merupakan langkah pertama dalam setiap kegiatan dan menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan. Setelah pengamatan dilakukan selama proses tindakan berlangsung.2 Diagram Siklus Perbaikan Pembelajaran (dimodifikasi dari Rusna Ristasa) Prosedur perbaikan pembelajaran pada gambar di atas dirancang dalam urutan tahapan sebagai berikut: 1. tetapi dalam pengertian yang lebih spesifik. Kemudian tindakan perencanaan ini perlu diobservasi agar tindakan yang dilakukan dapat diketahui kualitasnya. Dengan demikian akan dapat diketahui kelemahan tindakan pembelajaran yang perlu diperbaiki pada daur ulang berikutnya. Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilaksanakan akan digunakan untuk merefleksi rencana jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil memecahkan masalah. Daur penelitian tindakan kelas tersebut perlu didesain lebih lanjut agar kelemahan dapat diminimalkan sehingga secara kronologis peneliti dengan mudah melakukan perbaikan pembelajaran sesuai dengan daur ulang dalam tiga siklus secara rinci dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini. 2. Seperti yang sudah lama dikenal dalam bidang pendidikan dan pengajaran. dan refleksi (reflection). maka akan dapat ditentukan apakah ada hal-hal yang perlu segera diperbaiki agar tindakan dapat mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Tahap pelaksanaan/tindakan sebagai langkah yang kedua dan merupakan tindakan proses pembelajaran yang sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan. yang dimaksud dengan istilah kelas adalah sekelompok siswa dalam waktu yang sama. observasi (observation). Menurut Rusna Ristasa dan Supianto (2007: 7-8) penelitian tindakan kelas dilaksanakan melalui pengkajian berdaur. menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama pula (Arikunto. 2007: 7) Daur penelitian tindakan kelas diawali dengan kegiatan merencanakan. Refleksi dilakukan dengan cara merenungkan kembali proses pembelajaran baik mengenai kekurangannya maupun keberhasilan pembelajaran bagi siswa. menganalisis dan merumuskan masalah serta merumuskan hipotesis.

Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat (observer). 9. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah dirancang dan diamati oleh teman sejawat.4. 2.Pd pada siklus I. peneliti menyertakan teman sejawat sebagai supervisor. Melakukan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dalam penelitian ini. 6. Informasi Observer Prosedur pelaksanaan PTK dilaksanakan dalam tiga siklus perbaikan dalam pelaksanaan peneliti dibantu oleh : Nama NIP Tempat tugas Kecamatan Kabupaten Jabatan Tugas : : SD Negeri Yyyyyy 02 : XXXXXXX : Cilacap : Guru Kelas V : Mengobservasi kegiatan perbaikan pembelajaran : WcddfffffO. Teknik Pengumpulan Data. Data kuantitatif berupa nilai formatif siswa dalam pembelajaran. 5. dan lembar pengamatan untuk mengukur proses kegiatan belajar mengajar.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah” berlangsung. 7. . Konsultasi dengan supervisor.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah dan sekolah” untuk mengukur tingkat pemahaman materi. S. C. Sumber Data. Merancang tindak lanjut. Sumber Data Jenis data yang akan dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. catatan anekdot untuk mengukur tingkat keaktifan dan motivasi siswa. II dan III. 8. Informasi Tentang Observer dan Analisis Data 1. Sedang data kualitatif berupa catatan anekdot perilaku siswa selama kegiatan pembelajaran kompetensi dasar “1. Mendiskusikan aspek-aspek yang diamati dengan teman sejawat yang ditugasi sebagai pengamat (observer). Teknik Pengumpulan Data Alat pengumpulan data yang digunakan adalah tes formatif kompetensi dasar “1.

. Membuat denah dan peta lingkungan rumah Membuat denah dan lingkungan sekolah. Analisis Data Analisis data dilakukan secara bertahap. data diseleksi dan dikelompokkan mana yang skornya tetap. a. naik atau turun. : . 2 dan 3 November 2010 : 1. grafik maupun tabel. D. baik dalam bentuk narasi. . berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat dapat disimpulkan dalam bentuk pernyataan singkat. Siklus Pertama Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “Membuat denah dan peta lingkungan”. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya.3. Pada tahap pertama.Membuat denah dan lingkungan sekolah Hari. : Selasa dan Rabu.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah . Tahap kedua. Tanggal Tujuan Perbaikan 2. Akhirnya. Kedua dengan memaparkan atau mendeskripsikan data.Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya : 1. Kompetensi Dasar dan sekolah. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama. Skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Deskripsi Per Siklus 1. Materi Pokok Indikator : Membuat denah dan peta lingkungan. data yang sudah terorganisasi ini dideskripsikan agar data tersebut bermakna. 3. Kemudian data diorganisasikan sesuai dengan hipotesis atau pertanyaan penelitian yang ingin dicari jawabannya. dan terakhir menyimpulkan atau memberi makna. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah.Membuat denah dan peta lingkungan rumah . pertama dengan menyeleksi data dan mengelompokkan.

(d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama.Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah? . (b) Guru memberi PR kepada siswa. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati alat peraga yang dibawa oleh guru. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus pertama. . (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . yaitu : ü ü ü b.Anak-anak siapa yang pernah membaca denah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (c) Guru menutup pelajaran. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru.

(c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru. Arah mata angin dapat ditentukan dengan menggunakan …. (b) Siswa diberi soal evaluasi Lembar Evaluasi Pilihlah jawaban yang paling tepat ! 1. c. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati denah lingkungan rumah yang dibawa oleh guru. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama.Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Bulan .Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan rumah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. Matahari a. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.

c. Refleksi Setelah melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. d. 8 Gambar di atas adalah contoh gambar …. Atas b. Pemandangan b. Lukisan d. Kompas b. a. Jam Tangan 2. Bawah 5. 6 3. c. Alat untuk menentukan arah mata angin adalah …. c. d. Denah (b) Guru dan siswa membahas soal secara bersama-sama. Kiri a. Berdasarkan refleksi. dan hasil tes formatif peneliti mengadakan diskusi dengan observer. Planet a. 2. Jam Tangan d. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “Membuat Denah dan peta lingkungan”. a. 5 b. Rumah Arah utara pada denah menghadap ke …. c. Jangkar Berapa jumlah arah mata angin ….b. Siklus Kedua Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. (c) Guru menutup pelajaran. Memahami lingkungan dan melaksanakan . Kanan d. c. Denah 4. 7 d.

Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. Materi Pokok Tujuan Perbaikan : Membuat denah dan peta lingkungan. 3.Kompetensi Dasar dan sekolah. a. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus kedua. 2. 9 dan 10 November 2010 : 1.kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. Membuat denah dan lingkungan sekolah. . Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. : 1. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “Membuat denah dan peta lingkungan” skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Membuat denah dan peta lingkungan rumah. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus pertama. Membuat denah dan lingkungan sekolah.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah 2. yaitu : ü ü ü b. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. : 1. Tanggal Tujuan Perbaikan : Selasa dan Rabu. Hari.

Anak-anak siapa yang pernahkah kalian membuat denah lingkungan rumah sendiri? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa.. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (b) Guru memberi PR kepada siswa. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (c) Guru menutup pelajaran. Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : . Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati gambar denah lingkungan yang dibawa oleh guru. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah yang dibawa oleh guru.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan rumah? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran.

(e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “membuat denah dan peta lingkungan”. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. Berdasarkan refleksi. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan rumah yang dibawa oleh guru. Refleksi Setelah melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan siswa. 3. dan hasil tes formatif peneliti mengadakan diskusi dengan observer. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. Siklus Ketiga Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Standar Kompetensi : 1. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. (c) Guru menutup pelajaran. (b) Guru dan siswa membahas gambar salah satu denah yang diambil acak dari pekerjaan siswa secara bersama-sama. e. .(a) Siswa mengamati denah lingkungan rumah sendiri yang dibawa oleh guru. d. (b) Siswa diberi tugas menggambar denah lingkungan rumah sendiri. Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan.Kompetensi Dasar : 1.3 Membuat denah dan peta lingkungan rumah .

Hari. Mempersiapkan lembar observasi Mempersiapkan media gambar denah dan peta lingkungan. Rencana Tindakan Sebelum pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus kedua. Mempersiapkan lembar evaluasi untuk tes formatif pada siklus ketiga. peneliti membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran IPS materi “membuat denah dan peta lingkungan” skenario tindakan mencakup langkah-langkah yang akan dilakukan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya.Anak-anak siapa yang pernah membuat denah lingkungan sekolah? . Membuat denah dan peta lingkungan rumah 3. a. : 1.dan sekolah. yaitu : ü ü ü b. 2. Materi Pokok Tujuan Perbaikan : Membuat denah dan peta lingkungan. Membuat denah dan lingkungan sekolah. Peneliti juga mempersiapkan berbagai alat yang diperlukan dalam kegiatan perbaikan pembelajaran sesuai hipotesis tindakan yang telah ditentukan. Tanggal Tujuan Perbaikan : Selasa dan Rabu. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . Membuat denah dan lingkungan sekolah. 2. Pelaksanaan Pertemuan I 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. Menyebutkan arah mata angin dan simbolnya. 23 dan 24 November 2010 : 1.

Pertemuan II 1) Kegiatan Awal (a) Memberi salam dan menanyakan keadaan siswa. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. (c) Guru menutup pelajaran. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. (b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru.2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran.Anak-anak siapa yang pernahkah kalian membuat denah sekolah sendiri? 2) Kegiatan Inti Guru memulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran. (b) Melakukan apersepsi dengan menggunakan pertanyaan sebagai berikut: . . 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati denah lingkungan sekolah sendiri yang dibawa oleh guru. Selanjutnya langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : (a) Siswa mengamati gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. (b) Guru memberi PR kepada siswa.

Observasi Observasi akan dilaksanakan oleh teman sejawat sebagai observer pada proses kegiatan belajar mengajar “membuat denah dan peta lingkungan”. (d) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama. Observer melaksanakan observasi terhadap peneliti yang sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Refleksi Jika mengadakan analisis hasil tes formatif pada siklus ketiga siswa mendapat nilai di atas 65 maka penelitian akan berhenti di siklus III. d. . Setelah itu peneliti dan observer berdiskusi tentang hasil observasi dan wawancara. (e) Guru memberi respon penguatan pada siswa. (c) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru. (b) Siswa diberi tugas menggambar denah lingkungan sekolah sendiri. (b) Guru dan siswa membahas gambar salah satu denah sekolah yang diambil acak dari pekerjaan siswa secara bersama-sama. (c) Guru menutup pelajaran. c.(b) Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gambar denah lingkungan sekolah yang dibawa oleh guru. 3) Kegiatan Akhir (a) Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->