PTK Dengan Metode Penugasan

6 Okt BAB I PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu sendiri dan kompleknya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia yang handal dan mampu berkompetensi. Selain itu, pendidikan merupakan wadah kegiatan yang dapat dipandang sebagai pencetak sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Pendidikan bukanlah suatu hal yang statis atau tetap, melainkan suatu hal yang dinamis sehingga menuntut adanya suatu perubahan atau perbaikan secara terus menerus. Perubahan dapat dilakukan dalam hal metode mengajar, buku-buku, alat-alat laboratorium, maupun materi-materi pelajaran. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran sekolah lebih banyak dibanding pelajaran lain. Pelajaran matematika dalam pelaksanaan pendidikan diberikan kepada semua jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman sehari-hari dalam pembelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur pada materi Statistika, kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran belum memuaskan, terbukti dari observasi kegiatan belajar siswa, tes unjuk kerja dan hasil evaluasi yang diperoleh siswa untuk mata pelajaran Matematika masih dibawah KKM . Hal ini menunjukkan tingkat kemampuan siswa rendah, salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang belum tepat. Salah satu hambatan dalam pelajaran matematika adalah bahwa siswa kurang tertarik pada matematika. Banyak siswa yang mengalami kesulitan bila menghadapi soal-soal matematika. Hal ini dapat mengakibatkan prestasi belajar matematika sangat rendah. Suatu kesalahan yang sering terjadi adalah guru kurang memperhatikan tingkat pemahaman siswa dalam mengikuti perubahan, langkah, tahap demi tahap dalam penyampaian materi pelajaran. Dengan kata lain, siswa hanya dibuat tercengang oleh guru dalam mempermainkan rumus yang begitu runtun dalam sebuah rangkaian pokok bahasan. Kondisi ini mungkin bagi guru suatu pekerjaan yang remeh jika sekedar menulis rumus yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai penuntun siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan soal-soal. Hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan seorang guru terkadang tidak sesuai dengan harapan. Untuk melihat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan salah satunya dengan melihat nilai dan ketrampilan siswa dalam pembelajaran itu.Apabila nilai perolehan siswa jauh dari harapan, maka seorang guru harus memperbaiki pembelajaran agar kompetensi

yang telah ditetapkan kurikulum pada materi Statistika itu dapat tercapai. Hal tersebut peneliti alami di SMP Negeri 1 Sukaresmi pada pelajaran Matematika. Peneliti merasakan dan melihat kesulitan siswa dalam hal menguasai materi pada materi stasistika sehingga merasa perlu untuk segera menangani masalah tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi statistika yang dipelajari. Akibat dari suatu anggapan bahwa matematika itu sulit untuk memperoleh nilai atau hasil yang memuaskan, sehingga timbulah rasa bosan, acuh, tidak senang terhadap mata pelajaran matematika. Sikap-sikap yang demikian oleh pendidik harus diketahui dan dicari jalan keluarnya. Dalam belajar matematika diperlukan banyak latihan-latihan penyelesaian soalsoal yang dibentuk dalam tugas terstruktur yang berisi soal-soal. Dari suatu pengalaman bahwa dalam pemecahan matematika akan berhasil jika siswa banyak berlatih dan terampil menyelesaikan matematika yang bervariatif. Dengan seringnya siswa menyelesaikan tugas yang berupa soal-soal yang berstruktur maka konsep-konsep yang ada tidak mudah lupa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka pada penelitian ini peneliti akan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu Metode Pemberian Tugas Terstruktur. Alasan dipilihnya metode Pemberian Tugas Terstruktur ini yaitu karena akan melatih peserta didik bertanggung jawab dan banyak membantu siswa dalam pemahaman materi pembelajaran. Untuk melihat keberhasilan metode ini maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Metode Penugasan dengan Pemberian Tugas Terstruktur untuk Meningkatkan Kemampuan Mengolah Data dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Statistika.(Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Sukaresmi Kelas IX-F Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012). . 1. B. Rumusan Masalah.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah ada Peningkatan Kemampuan Mengolah Data pada Materi Statistika Kelas IX-F Dengan Penugasan 1. Apakah dengan mengunakan Pemberian Tugas Terstruktur dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi Statistika di Kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi? 2. Bagaimana Proses meningkatkan kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi statistika sebelum dan sesudah menggunakan metode pemberian tugas terstuktur? 3. Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa pada materi Statistika dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Terstruktur? 1. C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk

1. Mengetahui kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa Metode Penugasan yaitu Pemberian Tugas Terstruktur pada materi Statistika di Kelas IX F SMP Negeri 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur. 2. Mengetahui kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi Statistika sebelum dan sesudah menggunakan Metode Penugasan yaitu pemberian Tugas Terstruktur. 3. Mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi statistika dengan melalui Penerapan Metode Penugasan yaitu pemberian tugas terstruktur. 4. D. Manfaat Penelitian. Hasil dari penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pemberian tugas terstruktur ini akan memberikan maanfaat seperti di bawah ini: 1. Bagi siswa : 2. Melatih peserta didik untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas; 3. Meningkatkan kemampuan siswa dalam dalam mengolah data untuk mencapai hasil belajar pada materi statistika; 4. Membantu siswa dalam pemecahan masalah dalam materi statistika; 5. Menjadikan Proses Pembelajaran Matematika lebih bermakna; 6. Melatih kemandirian peserta didik dalam menyelesaikan masalah atau menyelesaikan soal. 7. Bagi Guru: 8. Meningkatkan kemampuan dalam proses pembelajaran sehingga berinovasi serta professional; 9. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran Matematika; 10. Meningkatakan ketrampilan guru dalam menggunakan metode belajar yang sesuai; 1. Bagi Sekolah: 2. Memberikan kontribusi dalam mengembangkan kualitas pembelajaran; 3. Meningkatkan mutu lulusan SMP Negeri 1 Sukaresmi yang berkualitas; 4. Penggunaan Metode Pemberian Tugas Terstruktur ini dapat dijadikan referensi guru bahwa dalam mencapai ketuntasan pembelajaran matematika; 5. Salah satu bentuk penugasan adalah dengan pemberian tugas terstruktur merupakan usaha untuk menghadapi perolehan KKM 1. E. Hipotesis Tindakan

Dengan menggunakan Metode Penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dalam materi Statistika, maka hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data di kelas IX-F menunjukan peningkatan yang signifikan.

BAB II LANDASAN TEORI 1. A. 2. 1. Metode Pemberian Tugas ( Resitasi) Pengertian Metode Penugasan ( Resitasi)

Fase Memberi Tugas ( Resitasi) Fase-fase dalam memberikan tugas yang baik secara mandiri maupun kelompok: 1. banyaknya materi ajar yang tersedia dengan waktu kurang. Metode ini dikenal dengan sebutan pekerjaan rumah tetapi metode ini lebih luas dari pada pekerjaan rumah saja. di luar kelas. mencari penyelesaian dalam buku pelajaran. 1. Dapat juga mengumpulkan sesuatu. Guru memberikan tugas kepada siswa madiri atau kelompok dengan waktu yang ditentukan dan disepakati siswa dan guru harus membahas. Guru juga memberi motivasi agar siswa dapat mengerjakan tugas dengan baik kemudian guru menghimbau siswa untuk menyusun hasil tugas baik mandiri atau kelompok. Guru memberikan tugas Tugas yang diberikan dari guru kepada siswa baik secara mandiri atau kelompok maka harus memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut: a) b) c) Tujuan yang akan dicapai Jenis tugas. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran atau meteri terlalu banyak sementara waktu sedikit dalam kegiatan belajar di kelas. dipahami oleh siswa dengan waktu yang telah ditentukan oleh kurikulum maka metode ini sangat membantu. dan ketiga siswa mempertanggung jawabkan apa yang telah dikerjakan. Dalam hal ini tugas dapat diberikan dalam bentuk daftar pertanyaan (soal) atau perintah melakukan pendataan. Dengan demikian siswa dapat bertanggung jawab dengan tugasnya.Yang dimaksud dengan metode tugas ( Resitasi) menurut Sayiful Sagala adalah “ cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tewrtentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. kedua siswa melaksanakan tugas. memperkuat pemahamanSelain itu menyadarkan siswa untuk selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk hal-hal yang menunjang belajar dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang kurang berguna. terstruktur atau tak terstruktur agar siswa mengerti dan paham Tugas harus disesuaikan dengan kemampuan siswa d) Ada petunjuk yang jelas sehingga siswa dapat mengerjakan tugas mandiri maupun kelompok. kemudian harus dipertanggungjawabkan. Merangsang siswa agar lebih giat belajar. Artinya. . selain itu siswa menjadi lebih paham materi ajar. memupuk inisiatif bertanggung jawab dan mandiri. Dengan cara ini diharapkan agar siswa dapat belajar bebas tetapi bertanggung jawab dan siswa akan berpengalaman mengetahui berbagai kesulitan dan mengatasi kesulitan itu. Agar materi ajar dapat dimengerti. karena dengan tugas maka siswa memiliki kesempatan untuk saling membandingkan dengan hasil siswa yang lain.” Misalnya tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas. di Perpustakaan bahkan di Rumah kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan. karena dalam metode ini terdiri dari tiga fase antara lain: pertama Guru memberikan tugas. membuat sesuatu dan lain sebagainya. 2. menilai hasil tugas madiri atau kelompok. memperkaya kegiatan belajar di luar.

Dalam metode pemberian tugas atau resitasi ini syarat yang harus diketahui oleh guru dan siswa yang diberi tugas yaitu: 1) Tugas yang diberikan harus berkaitan dengan pelajaran yang telah mereka pelajari. 3) Siswa diberi tugas untuk mengatasi masalah tertentu atau problem tertentu dengan cara mencoba untuk mengunkapkan. Diberi waktu tertentu untuk mengerjakannya.e) Disediakan waktu yang jelas dan cukup untuk mengerjakan tugas terstruktur dan tidak terstruktur. 3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Penugasan ( Resitasi) . 3) Guru harus menanamkan kepaqda siswa bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dikerjakan atas kesadaran sendiri yang timbul dari hati 4) Jenis tugas yang diberikan kepada siswa harus dapt dimengerti benar-benar sehingga siswa tidak ada keraguan dalam melaksanakannya. Dengan tujuan agar siswa biasa berfikir ilmiah(logis dan sistematis) dalam memecahkan suatu masalah atau soal. 1. yaitu: 1) Siswa diberi tugas mempelajari bagian dari buku teks baik secara kelompok maupun perorangan. sehingga siswa disamping sanggup mengerjakannya juga sanggup mempertanggungjawabkan. 2) Siswa diberi tugas untuk melaksanakan sesuatu yang tujuannya melatih siswa dalam hal yang bersifat kecakapan mental dan motorik. 1. soal. 4) Siswa diberi tugas untuk melaksanakan proyek dengan tujuan agar siswa membiasakan diri untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian suatau masalah. kemudian siswa yang bersangkutan mempertanggungjawabkan. 2) Guru harus dapat mengukur dan memperkirakan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dapat dilaksanakannya karena sesuai kesanggupan dan kecerdasan yang dimilikinya. Siswa Mempertanggung jawabkan tugas Hal-hal yang harus dikerjakan dalam fase ini: a) b) c) Laporan siswa tertulis dari apa yang dikerjakan Ada diskusi kelompok atau tanya jawab Penilaian atau tanggapan dari siswa yang lain Dalam fase mempertanggung jawabkan ini yang disebut dengan resitasi. yang telah disediakan dan bagaimana mengolah selanjutnya. adapun menurut Zakiyyah Darajat Pemberian tugas dapat dilakukan dalam beberapa hal.

Dengan banyaknya latihan soal dari tugas terstruktur maka konsep. Dalam pembelajaran Matematika harus diperbanyak latihan soal. 3) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa. kreatif. 2. Kelebihan 1) Siswa dapat lebih memahami sendiri materi ajar sesuai dengan pengetahuan yang dicari sehingga pengetahuan itu akan tinggal lama dalam ingatan. Metode pemberian tugas belajar atau resitasi merupakan metode mengajar yang berupa pemberian tugas oleh guru kepada siswa. atau di tempat lainnya yang berhubungan dengan materi pelajaran yang diberikan.Dalam penggunaan suatu metode pasti ada kelebihan dan kekurangan. Dengan ini siswa akan lebih tahu kekurangan dalam mempelajari materi yang telah diajarkan oleh guru. daya inisiatif. apakah benar mengerjakan dengan kemampuan dan usahanya atau hanya meniru pekerjaan temannya 2) Khusus tugas kelompok. sedangkan anggota yang lain tidak ikut berpartisipasi dengan baik. Metode ini tidak sama dengan Pekerjaan Rumah (PR). tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja. melainkan dapat dikerjakan di laboratorium. 2) Mengembangkan daya berfikir sendiri. sekolah. Sering memberikan tugas yang monoton sehingga dapat menimbulkan kebosanan siswa. Pemberian Tugas Terstruktur. salah satu bentuk latihan Matematika adalah dengan pengerjaan tugas tersruktur yang berisi cara penyeleseaian soal-soal atau masalah Pemberian tugas terstruktur dimaksudkan agar selain untuk penguatan juga menimbulkan sikap positif terhadap pelajaran Matematika. Dan dengan adanya pemberian tugas terstruktur siswa juga tidak akan merasa bosan dalam belajar karena materi dapat menimbulkan pengalaman belajar dan pemahaman materi. . 3) Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas individual maupun kelompok. dan kemudian siswa harus mempertanggungjawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut. rumus. karena dengan latihan tersebut maka diharapkan peserta didik akan lebih aktif dan kreatif dalam menghadapi berbagai soal. Pemberian tugas biasanya dalam bentuk tugas rumah yang bertujuan memberikan kesempatan siswa untuk mendapatkan pengertian yang luas tentang materi yang telah dan akan diajarkan di dalam kelas. sedangkan dalam resitasi tugas tidak harus dikerjakan di rumah. perpustakaan. begitu juga metode ini. dan teorema akan dipahamai dengan jelas. 1. 1. tanggung jawab dan melatih mandiri. Kekurangan Metode Penugasan (Resitasi) 1) Siswa sulit dikontrol aktifitasnya dalam mengerjakan tugas. PR merupakan tugas terstruktur yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk dikerjakan di rumah dengan waktu yang ditentukan.

1. dirancang guru untuk mencapai kompetensi. dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Manfaat Tugas Terstruktur Tugas Terstruktur memiliki manfaat baik ditinjau dari kepentingan peserta didik antara lain: a) Peserta didik memiliki kesempatan melatih diri belajar secara mandiri. b) Belajar menjadi lebih menarik karena dapat dipelajari di luar jam tidak dibatasi oleh kelas c) Peserta didik berkesempatan menguji kempuan diri sendiri dengan mengerjakan soal latihan yang disajikan dalam tugas d) Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan sebagai factor belajar lainya. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru. Dalam kegiatan ini tidak terjadi interaksi langsung antara guru dengan peserta didik Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. Dalam Permendiknas No 22 tahun 2007 tentang Satandar Isi menyebutkan diantaranya bahwa. Dengan pembahasan di atas peneliti yakin bahwa pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran Matematika dapat menumbuhkan kreatifitas peserta didik dan hasil belajar Matematika pada umumnya lebih meningkat. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh peserta didik dan tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik .Tugas dirancang untuk membimbing siswa dalam pemahaman materi yang lengkap terdiri atas rangkaian kegiatan belajar dan soal-soal latihan untuk membantu peserta didik mencapai indikator yang dirumuskan dengan jelas. Tugas terstruktur merupakan salah satu media pembelajaran bahan ajar yang disususn sesuai dengan kebutuhan belajar sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sehingga diharapkan pula tidak ada anggapan bahwa pelajaran Matematika adalah mata pelajaran yang sulit tetapi sebaliknya bahwa Matematika adalah mata pelajaran yang mudah dan menyenangkan. beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem :    Tatap Muka (TM) Penugasan Terstruktur (PT) Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur(KMTT) Pembelajaran Tatap Muka (TM) :Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara peserta didik dan pendidik Penugasan Terstruktur (PT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. Metode Pemberian Tugas Terstruktur ini sanagat membantu peserta didik untuk mencapai hasil yang memuaskan.

mentabulasi dan menggolongkan. motivator. ilmu tentang cara-cara mengumpulkan. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan kenegaraan. dikelompokkan. data mengenai penghasilan dan sebagainya. e. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram. Memahami keunikan peserta didik. . Metode PemberianTugas Terstruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan berbagai literature atau buku sumber. perangkaan. statistik berarti catatan angka-angka (bilangan).1. dan nara sumber. d. Materi Statistika 2. Menerapkan prinsip pembelajaran tuntas. C. menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka. Pemberian tugas terstruktur merupakan Metode yang dapat digunakan peserta didik untuk mencari alternativ pemecahan masalah dengan kendala serta masalahnya. statistika yang dalam bahasa Inggris “statistics” (ilmu statistik). Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angkaangka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. misalnya data mengenai penduduk. Pengertian Statistika Istilah statistik berasal dari bahasa latin “status” yang artinya suatu negara. c. yang nantinya hasil kerja peserta didik akan diperiksa oleh guru untuk mengetahui tingkat pemahaman materi serta pencapaian Kompetensi Dasar dari jawaban tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik. yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi. yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Mengumpulkan data b. Pemecahan masalah. 1994). Menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan kumpulan data dan hasil analisisnya. Statistika beda halnya dengan statistik. Tugas Terstruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik dari guru atau pendidik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan berbagai sumber belajar. sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah. Pembelajaran terpadu. 1. Multi strategi. Mengolah data c. f. Prinsip Pembelajaran Berbasis Kompetensi a. gejala atau peristiwa (depdikbud. Dengan demikian. Guru sebagai fasilitator. Berpusat pada peserta didik. ditabulasi. didalamnya terdiri dari sekumpulan prosedur mengenai bagaimana cara: a. Secara kebahasaan. yang nantinya hasil kerja peserta didik akan diperiksa oleh guru untuk mengetahui tingkat kebenaran jawaban peserta didik. Menyajikan data d. b. data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan.

Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil/ disadur dari pihak lain. dan lain-lain. Jenis Data Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. penyebaran kuesioner. Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian. jurnal. 3. misal melalui wawancara. Data kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non – numerik) biasa disebut dengan istilah atribut. 8. 3. 3. yaitu data diskrit dan kontinyu. 1. Modus Modus = nilai yang paling sering muncul (nilai yang frekwensinya paling banyak) Contoh: 6. Median Median = nilai tengah setelah data diurutkan Contoh: Data: 5. misal diambil dari koran. modus dari data di atas = 7 1. 9 dan 9 Nilai yang paling sering muncul adalah 7 Jadi. di sekolah dan di masyarakat. 1. dan memiliki karakteristik yang lengkap seperti yang dimiliki populasi. Ukuran Penyebaran 1. dan 9 Nilai tengah setelah diurutkan (median) = 7 d. 1. . 7.1. 7. misalnya di lingkungan keluarga. 7. 8. 7. 2. Hasil Belajar Pengertian Belajar Belajar adalah sesuatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sampel adalah bagian dari populasi yang benar-benar di teliti atau diamati. Ukuran Pemusatan Data Tunggal 1 1. 8. Data kuantitatif: data yang berupa angka (numerik). 8. baik disadari maupun tidak disadari. 6. . dan lain lain. 7. 6. pengukurn langsung. Rata-rata Hitung 2.) 3. Quartil Atas adalah median dari data tinggi atau besar Quartil Bawah adalah median dari data rendah atau kecil Quartil Tengah adalah median dari sebuah data Jangkauan interkuartil = . Selain pembagian tersebut juga ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder. 6. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. 4. 2. Kegiatan belajar dapat berlangsung di mana-mana. yaitu : 1. disengaja atau tidak disengaja. Istilah-istilah dalam Statistika 2. D. Populasi adalah keseluruhan Obyek penelitian 4. penelitian/ publikasi pihak lain.

Pembelajaran yang epektif di mulai dari lingkungan belajar dan berpusat pada siswa. Surya: “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan. tidak selalu lancar. Oleh sebab itulah pendidik perlu menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan beberapa pokok pemikiran sebagai berikut: . dan mandiri. bertenggang rasa. saling pengertian dan tanpa prasangka. yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tehnik menemukan pengetahuan dan bukan semata-mata hanya memperoleh pengetahuan b) Learning to do. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”( internet. artinya setiap orang memiliki keinginan untuk belajar secara kodrati. Belajar bermakna. dalam Soedijarto (2004. yaitu pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan Controliling. artinya keberhasilan belajar antara lain ditentukan oleh bermakna tidaknya bahan yang dipelajari. keterampilannya. Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pikiran dan perasaan sendiri. Roger dalam Darsono (2000:21-22) mengemukakan beberapa prinsip belajar yang manusiawi yaitu :     Hasrat belajar. Maintening. dan toleransi terhadap perbedaan. 10-18) yaitu : a) Learning to know. baik aspek pengetahuan. berkepribadian mantap. afektif dan psikomotorik. Designing. Belajar tanpa ancaman. d) Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran harus ditopang oleh tiga pilar sebelumnya. Ada empat pilar yang dikemukakan oleh UNESCO. berpendapat bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku individu sebagai akibat interaksi individu dengan lingkungan sehingga mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan. siswa aktif guru akan berperan sebagai fasilitator. artinya belajar sebagaimana suatu kegiatan kompleks yang menuntut kemampuan kognitif. Dari uraian tersebut dapat disempulkan bila dilaksanakan dengan memuaskan akan menumbuhkan percaya diri pada siswa sehingga akan mampu mengenal dirinya. c) Learning to live together adalah membekali kemempuan untuk hidupo bersama dengan orang lain yang berbedsa dengan penuh toleransi. Tiga pilar tersebut ditujukan bagi lahirnya siswa yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahuan yang mampu memecahkan masalah. bekerjasama. membuat belajar lebih bermakana. Pengetian Belajar ) Berdasarkan pengertian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku. Menurut Moh. Monituring. Kebermaknaan ini dikaitkan dengan kehidupan nyata. maupun aspek sikapnya melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya.Uzer Usman (1996).

Uzer Usman ( 1996. menilai. dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. analisis. 3. Sedangkan dari sisi guru hasil belajar merupakan saat terselesainya bahan pelajaran (Internet. Guru menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan siswa membentuk makna dari bahan-bahan pelajaran melalui suatu proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut. dalam Moh. Hanya dengan keuletan. Untuk menghasilkan sebuah prestasi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. d. kemauan yang tinggi dan rasa optimisme dirilah yang mampu untuk mencapainya. baik secara individu maupun kelompok. afektif. Dari sisi siswa hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Belajar adalah suatu proses pribadi. sungguh–sungguh. pemahaman. hasil belajar merupakan hal yang dapat di pandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan guru. Ranah afektif meliputi lima jemjang kemampuan yaitu menerima. 1. diciptakan. menjawab atau reaksi. dan psikomotor. Kegiatan belajar mengajar harus lebih menekankan pada proses dari pada hasil. koordinasi otak manusia (menghubungkan dan mengamati). 2. Hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal cenderung menunjukan hasil yang berciri sebagai berikut: 1. tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing-masing orang berhubungan dengan orang lain dan membangun pengetahuan dan pengertian bersama.Berdasarkan Teori Taksonomi Bloom. penerapan. Pengetahuan ditemukan. dan dikembangkan oleh siswa. dibentuk. 2. 34) hasil belajar dalam rangka studi di capai melalui tiga kategori ranah antara lain. Ranah Kognitif yaitu hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek ( pengetahuan. Hasil Belajar Menurut Dimyati dan Mudjiono. organisasi dan karakteristik dengan suatu nilai 3. afektif. psikomotor. Pengajar perlu berusaha mengembangkan kompetensi dan kemampuan siswa. kognitif. hasil adalah prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. b. Perinciannya adalah sebagai berikut : 1. manipulasi bendabenda. bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa.a. sintesis dan penilaian). Kegiatan belajar adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antar pribadi. Ranah Psikomotor yaitu meliputi keterampilan motorik. Hasil tidak akan pernah dihasilkan selama orang tidak melakukan sesuatu. Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan siswa. Siswa membangun pengetahuan secara aktif. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi pada diri siswa . misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. c. Dalam belajar terjadi interaksi pribadi di antara para siswa dan interaksi antara guru dan siswa. Ranah Afektif yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai. Menurut Djamarah (2000: 45). Pengertian Hasil Belajar ) Menurut Omar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahantingkah laku pada orang tersebut.

bemanfat untuk mempelajarai aspek lain. 2. Sukaresmi Kab. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya seperti akan tahan lama diingatannya. Metode deskriptip memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lain 4. Tidak adanya uji hipotesis B. dan dilakukan secara cermat. C. Cianjur.2. . Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk metode penelitian deskriptip. Subyek dan Lokasi penelitian Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas IX-F tahun pelajaran 2011/2012. Lokasi Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi sekolah ini beralamat Jln. membentuk prilakunya. Mariwati Km 8 Des. karena didalam penelitian ini digambarkan bagamana suatu metode pembelajaran di terapkan dan bagaimana hasil yang di inginkan dapat tercapai. yang berjumlah 42 orang yang terdiri dari jumlah siswa laki-laki sebanyak 20 Orang dan jumlah siswa perempuan sebanyak 22 orang. Penelitian tindakan kelas cenderung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah cecara teratur.2007) tentang Standar Penilaian. Cikanyere Kec. 3. Waktu Penelitian Tindakan Kelas dapat . Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A . mengutamakan objektifitas. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan dirinya terutaman adalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya Jadi hasil belajar merupakan perubahan yang diperoleh setelah terjadinya proses belajar mengajar yang dapat dilihat setelah peserta didik melalui penilaian yaitu proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menetukan pencapaian hasil belajar siswa sesuai dengan ( Permendiknas No 20 . Tidak adanya perlakukan yang diberikan dan dikendalikan 3. Peneliti memilih kelas IX-F sebagai subyek penelitian karena kelas ini yang mempunyai daya serapnya rendah terlihat dari hasil tes sebelumnya yang belum menunjukan hasil tidak memuaskan.

Lembar soal yang disusun berbentuk soal-soal uraian yang berstruktur dan bertujuan membimbing siswa untuk berfikir sistematis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. 1. Perencanaan. Adapun alur pelaksanaan tindakan dapat dilihat pada gambar 3.1 berikut ini: 1.Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. digunakan instrument pengumpulan data sebagai berikut: 1. intelegensi. keterampilan. dan sikap guru. pengamatan. dalam satu minggu terdiri 2 kali pertemuan. Isi dari angket ini mengenai pendapat siswa terhadap kegiatan proses pembelajaran. E. dan refleksi. tes setiap akhir siklus ini bertujuan untuk mengetahui sampai dimana pemahaman belajar siswa tentang statistika serta untuk merefleksi pembelajaran yang dilaksanakn guna perbaikan. Observasi tindakan ini dilaksakan oleh rekan guru serumpun yang bertindak sebagai observer. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes setiap akhir siklus dan Lembar Kerja Siswa (LKS). D. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus sehingga membutuhkan waktu 4 kali pertemuan. kondisi kelas. dan keakktifan siswa dalam proses pembelajaran 1. Adapun bentuk tes yang diberikan berupa soal uraian yaitu pada Kompetensi Dasar Statistika. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. metode pembelajaran. Waktu yang diperlukan untuk pembelajaran materi Statistika adalah 8 jam pelajaran. setiap pertemuan terdiri dari 2 x 40 menit. Instrumen Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan oleh peneliti. diskusi dengan teman sejawat. Setiap siklus memerlukan 2 kali pertemuan. Mengkaji metode penugasan melalui pemberian tugas terstrukturdari berbagai sumber dan referensi. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian tindakan kkelas ini dilaksanakan 4 tahapan sesuai dengan model Jhon Elliot(Muslhudin2009:72) yang dimulai dari perencanaan. Lembar Soal Lembar Soal disusun untuk mengukur pengetahuan. pelaksanaan. bahan ajar. tepatnya dari bulan Juli 2011 sampai dengan Desember 2011. Lembar observasi disusun untuk mengamati peneliti dalam mengamati tindakan kelas. Pada tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Angket Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur tanggapan dan sikap siwa setelah pembelajaran. Lembar Observasi Lembar observasi disusun untuk memperoleh gambaran langsung tentang kondisi pelakasanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur. 1. Dari angket ini kita dapat mengetahui tentang respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan. .

yaitu jenis data kualitatif akan dikumpulkan melalui observasi dan data kuantitatif akan dikumpulkan melalui tes hasil belajar siswa. siswa belajar dengan berkelompok. 6. 5. Menetapkan cara observasi yaitu akan menggunakan metode observasi terbuka dan akan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. kemudian perwakilan siswa dari kelompoknya menjawab soal-soal. Menetapkan alat bantu dokumentasi kamera foto 7.serta pemberian tugas terstruktur sebagai alat bantu dalam pemahaman materi. . Lembar kerja Siswa (LKS) serta lembar tugas terstruktur. Menetapkan fokus observasi yaitu faktor siswa meliputi kemampuan siswa dalam mengolah data dan respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur. jawaban soal-soal dan kebersihan. d) e) f) Memberikan tes siklus II Peneliti beserta tim observer menganalisis serta merefleksi hasil pembelajaran siklus II Peneliti dan observer menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan hasil penelitian. Menetapkan jenis data dan cara pengumpulan data. keaktifan serta keseriusan belajar.2. yaitu akan dilaksanakan oleh peneliti dan akan dilakukan setiap usai pemberian tindakan dalam pelaksanaan observasi untuk setiap siklusnya. 3. Menetapkan cara pelaksanaan refleksi. 4. Selain dari itu guru dapat memberikan soal-soal latihan dan menilai jawaban kelompok. Guru memberi penjelasan . Pembelajaran diakhiri dengan adanya pemberian tugas terstruktur dan tes siklus I untuk melihat keberhasilan penyajian materi dengan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dalam upaya meningkatkan kemampuan mengolah data pada materi Statistika. Guru memberikan pembelajaran materi Statistika dengan Tanya jawab dan diskusi. 8. Pelaksanaan Tindakan 1) Pada proses pelaksanaan tindakan. Penilaian proses pembelajaran dilakukan pada aspek kerjasama. b) Menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dua kali pertemuan c) Pembelajaran dilakukan dengan mengggnakan diskusi tanya jawab dan diakhiri dengan penugasan untuk memperdalam materi yang telah diajarkan. 2) Peneliti melakukan tindak lanjut untuk siklus II dengan cara menyusun serta memperbaiki rencana selanjutnya berdasarkan hasil tes dan refleksi pelaksanaan siklus I Pelaksanaan tindakan Siklus II masih mengikuti pola penyajian sebagaimana rencana tindakan I yaitu: a) Membuat serta merancang siklus II yang telah di sesuaikan dengan hasil refleksi dari siklus I. Guru memberi tugas terstruktur yang harus dikerjakan dengan batas waktu yang telah ditentukan untuk lebih memahami materi yang telah diajarkan. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang Sttistika untuk 2 Siklus yang berdasarkan Kurikulum SMP Negeri 1 Sukaresmi (KTSP).

Keberanian bertanya. Observasi Pengamatan penelitian dibantu oleh 2 orang guru sebagai pengamat atau observer. Analisisdilakukan untukmengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada setiap siklusnya kemudian mendiskusikan hasil analisis secara kolaborasi dengan observer untukperbaikan pada pelaksanaan siklus selanjutnya. Memotivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan serius. 1. angket respon siswa dan angket lembar kerja siswa dengan bantuan pengamat dari teman sejawat. Maka pada akhirsiklus. Pengamatan terhadap siswa dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar. Keantusiasan dalam mengerjakan tugas. Memberikan umpan balik dan penegasan serta penguatan materi yang diajarkan.1. Hubungan kerjasama antar siswa. Refleksi Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis hasil kerja siswa. Menerangkan secara singkat materi pokok dengan jelas. Pada tahap ini dilakukan tes akhir siklus. i) Memberikan tugas terstruktur yang telah disesuaikan dengan indicator materi yang diajarkan. Mengaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal siswa/prasyarat. Pengamatan terhadap guru aspek yang diamati meliputi: a) b) c) d) e) f) g) h) Menyampaikan tujuan pembelajaran.aktiviatas dan kemapuan siswa . Aspek yang diamali meliputi: a) b) c) d) e) Perhatian terhadap penjelasan guru. Mengatur siswa dalam kelompok-kelompok belajar. Pelaksanaan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Dalam observasi yang dilakukan yaitu mengamati siswa dan guru. Mendorong dan membimbing dilakukannya keterampilan kooperatif oleh siswa. Keberanian menjawab soal di depan kelas dan berbagi dengan teman di kelas. Membimbing siswa mengerjakan LKS dengan benar.

Perilaku dan aktivitas siswa meliputi perhatian.dalam mengolah data materi Statistika di kelas IX F di SMP Negeri 1 Sukaresmi dapat ditingkatkan. konsentrasi. minat yang ditunjukan oleh diskripsi yang telah ditentukan 1. Data kemampuan mengolah data berupa tingkat pengusaan siswa terhadap tugas yang diberikan setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur yang diperoleh dari test akhir siklus dan lembar kerja serta lembar tugas terstruktur. Melaksanakan evaluasi tindakan I dan mendiskusikan hasilnya dengan guru Matematika yang lain. prestasi belajar serta tanggapan siswa terhadap metode penugasan. 3. 3. Tahap refleksi I dilakukan berdasarkan bahan analisis yang diperoleh dari hasil pengamatan pada siklus I. F. Data ini diambil dengan menggunakan angket pendapat siswa. Langkah-langkah dalam refleksi adalah sebagai berikut: 1. dan selanjutnya peneliti melakukan kembali perencanaan. Pengumpulan data Data penelitian ini diambil dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: 1. ketekunan. pelaksanaan tindakan. Pengolahan Data 1. 4. prestasi dan angket dijelaskan sebagai berikut 1. Menganalisa data hasil pengamatan. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya. Data tanggapan siswa terhadap metode penugasan berupa pendapat siswa setelah mengikuti proses pembelajaran berlangsung. Menganalisa Data Data penelitian berupa motivasi belajar. Analisis data motivasi. ketekunan. Mengumpulkan data hasil pengamatan. Depkriptor motivasi meliputi minat. 1. perhatian. Motivasi Belajar Data motivasi belajar diperoleh dari hasil observasi perilaku siswa dan aktivitas siswa dalam kelas yang berkaitan dengan kemampuan mengolah data statistika pada pemberian tindakan. Analisis Motivasi Belajar Motivasi belajar dianalisis secara deskriptif berdasarkan keberhasilan tindakan yaitu frekwensi depskriptif pada lembar observasi. Prosentase keberhasilan tindakan dapat dihitung dengan rumus: MP = å siswa yang responnya positif x 100% å Seluruh siswa . 2. pengamatan dan refleksi pada siklus II. 2.

Indikator keberhasilan tinadakan untuk aspek motivasi. A. tenaga pengajar 80% sesuai dengan bidang yang diampu.1. siswa dikatakan tuntas belajar jika mencapai skor ketuntasan belajar minimal atau KKM. SMP Negeri 1 Sukaresmi termasuk sekolah terbesar di Kecamatan Sukaresmi serta membawahi tiga Cerdas Seatap (CSA). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IX F yang terdiri dari 42 siswa dengan jumlah siswa perempuan 20 orang dan siswa laki-laki 22 orang. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Dan jika Selisih prosentase ketuntasan awal tindakan siklus I. Analisis Ketuntasan Belajar siswa dan Prestasi Belajar Kemampuan siswa dan Prestasi Belajar dianalisis dengan ketuntasan belajar. Hasil Penelitian 1. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari tes sebelumnya menujukkan bahwa kemampuan dan motovasi belajar matematika pada umumnya di kelas ini menunjukan kelas yang tingkat kemampuan dan motivasi belajar matematikanya rendah dan tidak memuaskan. Siklus II ada peningkatan maka metode Penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dapat diterima.Tingkat kemampuan belajar matematika di kleas IX F heterogen. Di SMP Negeri 1 Sukaresmi KKM mata Pelajaran Matematika semester Ganjil 78 pada Materi statistika KKM yang harus dicapai 78. Menyimpulkan hasil penelitian setelah data dianalisis Menyimpulkan hasil penelitian dilihat dari prosentase motivasi Positif dan Ketuntasan belajar. Seting Kelas Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi sekolah ini beralamat Jln. Prestasi belajar di kelas IX F ini masih rendah karena jumlah siswa . respon siswa dan ketuntasan belajar siswa dapat diukur dengan cara berikut:   Motivasi Positif = Prosentase Respon Positif Siklus II – Prosentase Respon positif Siklus I Prestasi belajar siswa = Prosentase kekuntasan Siklus I – Prosentase Ketuntasan Awal Prosentase ketuntasan siklus II – prosentase ketuntasan Siklus I Jika dari selisih motivasi positif ada kenaikan maka respon siswa terhadap Metode Penugasan dalam materi Statistika diterima. Analisis Prestasi Belajar dan Kemampuan mengolah data dihitung dengan rumus berikut: Kb = åsiswa yang memperoleh nilai ≥78 x 100% åsiswa 1. Mariwati Km 8 Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur.

hari lahir. ukuran sepatu. 2. mata pelajaran yang disukai. KKM pada semester ganjil mata pelajaran matematika 78 hasil kumulatif perhitungan KKM dari kompetensi dasar yang terdapat pada semester ganjil. 6. Hasil Tindakan siklus I 1) Perencanaan 1. Sebelum menyusun rencana pelakasanaan pembelajaran. Menentukan materi yang akan dijadikan materi penelitian. Data yang harus dikumpulkan oleh siswa yaitu. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai berikut: 1. 4. mengecek absensi siswa serta mengkondisikan kelas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif. 5. 2. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diuraikan maka pada di kelas IX F perlu adanya tindakan yang bervariatif sehingga perolehan prestasi belajar siswa meningkat maka peneliti mengambil sikap bahwa pada materi Statistika semester ganjil ini menggunakan metode pemberian tugas terstruktur agar pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan KKM. Menyususn rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pelaksaan Siklus I. Mengembangkan format evaluasi. Metode Pemberian Tugas Tersturuktur merupakan salah satu metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan kemampuan mengolah data karena dengan metode pemebriantugas terstruktur ini siswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kerja kelompok. bertanggung jawab.yang mencapai nilai diatas KKM yang ditetapkan masih sedikit. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan format evaluasi serta observasi dilaksanakan tanggal 09 Oktober 2011. warna kesukaan. Mengembangkan format observasi pembelajaran. e) f) Peserta didik mendiskusikan dan mengumpulkan data dari teman sekelasnya. peneliti melakukan identifikasi masalah dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilaksanakan. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). b) Menyampaikan apersepsi dan motivasi mempelajari materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik menyelesaikan masalah yang dicatat dengan tally/turus. c) Guru menyampaikan secara singkat tentang cara pengumpulan data. ukuran sepatu. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 11 Oktober 2011 a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa. 3. 2. meningkatkan kinerja individu sehingga hasil belajar akan meningkat. . d) Guru memberikan permasalahan kepada siswa untuk dikumpulkan data dari teman sekelasnya. bulan lahir.

data terendah. guru telah merapkannya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan.g) h) i) Guru memberikan bimbingan dan memberi pengarahan kerja peserta didik. c) Guru menyampaikan secara singkat dengan contoh tentang cara mengurutkan data. guru kurang dalam memotivasi . Tugas terstruktur berisi soal uraian tentang mengurutkan data. k) Guru menutup pembelajaran dan memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara pengumpulan data dan pencatatan dengan turus waktu penyelesaian tugas terstruktur pertemuan yang akan datang. f) Perwakilan siswa untuk menyampaikan hasil kerja guru memberikan penguatanpenguatan. j) Refleksi: Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai. Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru. menentukan data tertinggi. b) Menyampaikan apersepsi dan motivasi mempelajari materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. waktu penyelesaian tugas terstruktur pertemuan yang akan datang. g) Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru. mengecek absensi siswa serta mengkondisikan kelas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif. didapatkan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dengan metode pemberian tugas terstruktur pada Siklus I. i) Guru menutup pembelajaran dan memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara mengurutkan data. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer. data terendah. data teringgi dan jangkauan. h) Refleksi: Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai. data tertinggi dan jangkauan. d) Guru memberikan petunjuk agar siswa mengerjakan tugas terstruktur untuk diselesaikan secara berkelompok. data terendah dan jangkauan. 3) Observasi Dari hasil observasi siklus I. e) Siswa mengerjakan tugas terstruktur guru mengawasi dan memberikan bimbingan kepada siswa yang belum mengerti. a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua dilaksanakan hari Kamis tanggal 13 Oktober 2011. Guru membahas hasil kerja peserta didik dan memberikan penguatan-penguatan.

Data mengenai keaktifan siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.1.1 Keaktifan siswa pada siklus I Data mengenai aktifitas siswa pada siklus I menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran termasuk kategori cukup aktif.2 Data Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 NAMA Ai Nurjamilah Andini Diniatul Zaman Aria Rahmat Hidayat Aris Munandar Asri Afrilianti Budi Deby Susi Yanti Dedi Setiadi Dian Ratna Sintiawati Dodi Kurnia Elia Damayanti Erick Budiman Pamungkas Erniawati Gina Yuliani Idan Ilma Huzaemah Irwan Purwandi Iyet Nurhayati NILAI KETERANGAN KKM PEROLEHAN TUNTAS TIDAK TUNTAS 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 50 √ 78 55 √ 78 79 √ 78 50 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 60 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 79 √ .2 berikut: Tabel 4. Hal ini terbukti dari masih banyak siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran.1 Data mengenai Keaktifan Siswa Pada Siklus I Partisipasi Siswa Sangat Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Jumlah siswa 2 30 10 42 Prosentase 5% 71% 24% 100 Data keaktifan siswa dalam siklus I digambarkan dalam grafik seperti pada grafik 4. maka pada akhir siklus I dilakukan tes akhir siklus dapat dilihat pada tabel 4.siswa sehingga ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran. Untuk mengetahui hasil belajar siswa. Keaktifan siswa tersebut dapat dilihat dalam hal mengikuti proses pembelajaran berlangsung.1 Grafik 4. Data mengenai keaktifan siswa dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi seperti pada lampiran. Tabel 4. Masalah lain yang didapat dari pengamatan observer adalah pada saat pengumpulan data pertemuan pertama waktunya kurang mencukupi.

Naufal Amar Siddik Mita Reskyyanti Moch. grafik siklus I maka dapat terlihat bahwa 25 siswa yang tuntas nilainya diatas KKM atau 60% dan 17 siswa atau 40% tidak tuntas dari KKM 78 yang telah ditetapkan.2 dan grafik 4.0 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 25 17 60 40 Data hasil belajar siswa pada silkus I dapat disajikan dalam grafik 4.2 Hasil Belajar Siklus I Berdasarkan tabel 4. Selain itu guru juga kurang bisa . Dari data tersebut memberi gambaran bahwa keaktifan siswa cukup maka hasil belajar tergolong cukup. Rata-rata nilai pada akhir siklus I 67.2 Grafik 4.2 tentang hasil belajar siswa siklus. masih terdapat kekurangan-kekurangan pada Siklus I. Kekurangan-kekurangan tersebut antara lain guru kurang memotivasi siswa dan mengkondisikan siswa pada waktu mengerjakan lembar kerja dan tugas terstruktur.0 25. akibatnya masih banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran.1 84. Ikmal Muhamad Jaelani Muhammad Wishal Albaqy Nengsih Nurmalasari Pandu Pangestu Peri Apriandi Puput Ibadihati Solehah Resdiana Depi Restiyana Faujiah Robi Awaludin Rosita Sandi Kurnia Sandi Supiandi Siti Fatimah Ahmad Siti Nuralifah Siti Wasilah Susi Yanti Taofik Hidayat Yayang Yuliyandi Yuniarti Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah % Lulus % Tidak Lulus 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 60 65 78 50 78 60 60 78 80 40 79 78 78 79 40 84 25 78 78 78 78 40 50 78 2819 67.1 dengan nilai tertinggi 84 dan nilai terendah 25.19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusiana Apriliani M. Hal ini menjadi tolak ukur pelaksanaan siklus II. 4) Refleksi Berdasarkan analisis data di atas.

mengelola waktu terutama ketika mengerjakan lembar kerja dan tugas terstuktur tentang pengumpulan data dari berbagai masalah kepada teman sekelas. Akibatnya waktu yang dibutuhkan cukup lama. Dengan adanya kekurangan-kekurangan tersebut, maka perlu adanya perbaikan-perbaikan pada pelaksanaan KBM siklus II. Selain itu guru juga tidak memberi motivasi dan mengarahkan siswa yang tidak aktif dalam belajar agar pada pertemuan berikutnya kegiatan pembelajaran lebih baik. Dengan banyaknya siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran, maka kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih baik. Selain memotivasi siswa, guru juga memperbaiki tugas terstruktur dari segi soal-soalnya harus bisa dipahami oleh siswa dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran materi Statistika. 3. Hasil Tindakan siklus II 1) Perencanaan 1. Menyusun dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pelaksanaan Siklus II. 2. Menyusun lembar kerja dan tugas terstruktur yang disesuaikan dengan tujuan dalam Siklus II. 3. Menyusun dan mengembangkan alat evaluasi dan observasi pelaksanaan Siklus II. 2) Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai berikut: 1. Menyusun dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, alat evaluasi dan observasi yang dilaksananakan tanggal 15 Oktober 2011. 2. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011. a) Mengajak siswa untuk berdo’a bersama-sama, mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dari mulai kedisiplinan, kebersihan; b) Apersepsi: Mengingat kembali pengertian data, dan cara pengumpulan data, data besar, data kecil serta jangkauan data dan membahas tugas terstruktur pertemuan yang lalu; c) Motivasi: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat ukuran pemusatan dalam data tunggal serta penafsiran; d) Guru menginformasikan agar peserta didik berhitung dari 1 s.d 3 antara laki-laki dan perempuan supaya rata jumlahnya; e) Guru memberikan permasalah yang harus dicari tahu tiap-tiap nomor. Untuk yang bernomor 1 mempelajari tentang mean, no 2 mempelajari tentang modus, dan no 3 mempelajari tentang median; f) Peserta didik mendiskusikan masing-masing permasalahan dengan rasa jujur batasan waktu 10 menit, guru mengamati dan memberi bimbingan;

g) Perwakilan masing-masing nomor untuk menyampaikan secara ringkas hasil diskusinya; h) Bersama-sama peserta didik dan guru membahas pengertian mean, modus, dan median serta cara menentukan mean, modus dan median; i) Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik untuk menyelesaikan lembar kerja yang berisi soal menentukan mean, modus dan median data tunggal; j) Peserta didik mendiskusikan lembar kerja tersebut guru mengamati dan memberi bimbingan; k) l) Guru membahas hasil kerja peserta didik dan memberikan penguatan-penguatan; Siswa disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru;

m) Refleksi : Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai; n) Guru memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara menetukan mean, modus dan median data tunggal, waktu penyelesaian tugas terstruktur pada pertemuan yang akan datang. 1. Pelaksanaan pembelajaran pertemuan kedua dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2011 a) Mengajak siswa untuk berdoa bersama-sama, mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik mulai dari kedisiplinan berpakaian, kebersihan kelas; b) c) Membahas tugas terstruktur pertemuan sebelumnya; Apersepsi : Mengingat kembali mean, Modus dan Median data tunggal;

d) Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat ukuran penyebaran data tunggal; e) Guru menginformasikan agar siswa belajar berkelompok dengan permasalahan ukuran penyebaran data tunggal; f) Siswa mendiskusikan masing-masing permasalahan dengan batasan waktu 10 menit, guru mengamati dan memberi bimbingan; g) Perwakilan siswa untuk menyampaikan secara ringkas hasil diskusi;

h) Bersama-sama peserta didik dan guru membahas cara menentukan ukuran penyebaran dan jangkauan interquartil data tunggal; i) Guru memberikan penjelasan kepada siswa untuk menyelesaikan lembar kerja yang berisi soal menentukan ukuran penyebaran dan jangkauan interquartil data tunggal;

j) k) l)

Siswa mendiskusikan lembar kerja tersebut guru mengamati dan memberi bimbingan; Guru membahas hasil kerja siswa dan memberikan penguatan; Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru;

m) Refleksi : Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai; n) Guru memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara menetukan ukuran penyebaran data tunggal, waktu penyelesaian tugas terstruktur pada pertemuan yang akan datang. 3) Observasi

Pada pelaksanaan Siklus II ini guru melakukan perbaikan-perbaikan dari kekurangan pada siklus I. Perbaikan dalam proses pembelajaran yang dilakukan adalah lebih memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran kepada siswa yang tidak aktif. Karena banyaknya siswa yang aktif dalam proses pembelajaran, maka proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik. Selain memberikan motivasi, guru juga memberikan penjelasan tentang pentingnya lembar kerja dan tugas terstruktur untuk memahami materi yang diajarkan dengan mandiri. Data mengenai keaktifan siswa dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, pada siklus II dapat disajikan pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Data Keaktifan Siswa Siklus II Partisipasi Siswa Sangat Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Jumlah siswa 6 33 3 42 Prosentase 14% 79% 7% 100

Data keaktifan siswa dalam siklus II digambarkan dalam grafik seperti pada grafik 4.3 Grafik 4.3 Data Keaktifan Siswa Siklus II Data mengenai aktifitas siswa pada siklus II menunjukkan bahwa motivasi siswa dari Siklus I ke Siklus II ada peningkatan. Banyaknya siswa yang kurang aktif pada Siklus I ada 10 siswa sedangkan pada siklus II ada 3 siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan latar belakang siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan rumah yang jauh dari sekolah. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan belajar mengajar Siklus II maka dilakukan tes akhir Siklus II, hasil belajar Siklus II dapat disajikan dalam tabel 4.4 Tabel 4.4

Ikmal Muhamad Jaelani Muhammad Wishal Albaqy Nengsih Nurmalasari Pandu Pangestu Peri Apriandi Puput Ibadihati Solehah Resdiana Depi Restiyana Faujiah Robi Awaludin Rosita Sandi Kurnia Sandi Supiandi Siti Fatimah Ahmad Siti Nuralifah Siti Wasilah Susi Yanti Taofik Hidayat Yayang Yuliyandi Yuniarti Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah NILAI KETERANGAN KKM PEROLEHAN TUNTAS TIDAK TUNTAS 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 60 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 82 √ 78 40 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 80 √ 78 78 √ 78 86 √ 78 35 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 50 √ 78 78 √ 3088 36 6 73.5 86.Data Hasil Belajar Siswa Siklus II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA Ai Nurjamilah Andini Diniatul Zaman Aria Rahmat Hidayat Aris Munandar Asri Afrilianti Budi Deby Susi Yanti Dedi Setiadi Dian Ratna Sintiawati Dodi Kurnia Elia Damayanti Erick Budiman Pamungkas Erniawati Gina Yuliani Idan Ilma Huzaemah Irwan Purwandi Iyet Nurhayati Lusiana Apriliani M. Naufal Amar Siddik Mita Reskyyanti Moch.0 .0 25.

4 dan grafik 4. siklus I.4 Hasil Belajar Siklus Melihat tabel 4. Rata-rata nilai pada akhir siklus II 73.5 berikut: 1SANGAT AKTIF 2CUKUP AKTIF 3KURANG AKTIF JUMLAH . Grafik 4.5 Data Keaktifan Siswa Siklus I. siklus II SIKLUS II 6 33 3 42 Data keaktifan siswa pada siklus I. Siklus II NO KUALIFIKASI SIKLUS I 2 30 10 42 Grafik 4. dan siklus II dapat digambarkan dalam gragik 4. B.5 dengan nilai tertinggi 86 dan nilai terendah 35. nilainya diatas KKM atau 86% dan 6 siswa atau 14% tidak tuntas dari KKM 78 yang telah ditetapkan.4 berikut.5 Keaktifan siswa pra siklus. Pembahasan Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan pada Siklus I dan Siklus II. Hal ini dikarenakan siswa merasa tertarik dan termotivasi dalam KBM yang menggunakan metode pemberian tugas terstruktur.4 tentang hasil belajar siswa siklus II. maka dapat diketahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat disajikan dalam tabel 4. Tabel 4. 4) Refleksi Dari data observasi Siklus II didapat sebagian besar siswa mengikuti pembelajara dengan baik.5 berikut.% Lulus % Tidak Lulus 86 14 Data hasil belajar siswa pada silkus I dapat disajikan dalam grafik 4. Siswa sudah mulai tertarik belajar Matematika dengan pemberian tugas terstruktur karena dengan mengerjakan tugas terstruktur melatih siswa untuk bertanggung jawab dalam tugas serta melatih kemandirian siswa. grafik hasil belajar Siklus II maka didapat 36 siswa yang tuntas. 1. Dari data tersebut maka keaktifan siswa ada kenaikan demikian juga hasil belajar diakhir Siklus II juga mengalami kenaikan yang signifikan dari Siklus I dan Siklus II.

hal ini menunjukkan peningkatan yang siqnifikan. Siklus II semakin menurun jumlah siswa yang kurang aktif.6 Ketuntasan hasil belajar siklus I. dengan adanya penurunan jumlah siswa yang kurang aktif maka dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan keaktifan siswa dan melatih untuk bertanggung jawab serta kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas. Siklus I.Dari tabel dan grafik keaktifan siswa di atas. Siklus II NO 1 2 KEGIATAN Siklus I Siklus II TUNTAS 60 86 TIDAK TUNTAS 40 14 Hasil ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I.7 Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I. dan siklus II Dari tabel dan grafik ketuntasan hasil belajar siklus I. Siklus II menunjukkan peningkatan prosentase ketuntasan belajar materi statistika di kelas IX-F seperti terlihat dalam table 4. siklus II dapat disajikan dalam grafik 4.7 berikut: Grafik 4.6 berikut Tabel 4. maka dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan jumlah siswa yang aktif hal ini terlihat dari jumlah siswa yang kurang aktif pada pra siklus.7 .6 berikut: Grafik 4.5 Rata-rata hasil belajar siklus I. Jumlah siswa yang kurang aktif pada Siklus I ada 10 siswa dan Siklus II ada 3 siswa.6 Data prosentase hasil evaluasi Siklus I.1 73. siklus II NO 1 2 KEGIATAN Siklus I Siklus II RATA-RATA 67. Selain tabel dan grafik keaktifan belajar siswa dan ketuntasan hasil belajar juga peneliti sajikan tabel 4. dan siklus II. siklus II Rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I sampai dengan akhir siklus II dapat disajikan dalam grafik 4. siklus II menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan. pada siklus I prosentase yang tuntas 60% tidak tuntas 40% sedangkan pada siklus II terdapat 86% tuntas 14% tidak tuntas. Tabel 4.7 adalah tabel dan grafik rata-rata hasil belajar siswa siklus I. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada Siklus I.7 dan grafik 4.

Penerapan metode pemberian tugas terstruktur mempunyai manfaat yang baik. yang menyatakan bahwa dengan menggunakan Metode Pemberian Tugas Tersturuktur dalam materi Statistika.8 dengan prosentase ketuntasan 31%. saran yang dapat peneliti ajukan sebagai berikut. pada siklus I terdapat 10 yang tidak aktif serta pada siklus II terdapat 3 siswa yang tidak aktif. 2. rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika dengan metode pemberian tugas terstruktur. 3. Selain metode pembelajaran yang bervariatif guru juga diharuskan untuk menyusun tugas terstruktur yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan. Seorang guru harus selalu aktif melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. 2. karena menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa serta kemampuan mengolah data serta siswa tidak bosan sehingga minat belajar meningkat. . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi pada kelas IXF Tahun pelajaran 2011/2012 bahwa hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data pada mata pelajaran Matematika materi Satistika sesudah menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur menujukkan hasil yang memuaskan. Saran Setelah melaksanakan Penelitian Tindakan kelas ini.Berdasarkan hasil penelitian dua siklus tersebut menunjukkan peningkatkan keaktifan dan prosentase kenaikan serta rata-rata hasil belajar siswa terbukti dari tabel dan grafik keaktifan. Hendaknya seorang guru selalu memotivasi siswa untuk selalu belajar di rumah yaitu dengan cara memberikan tugas terstruktur bertujuan untuk memahani materi lebih matang. maka hasil belajar siswa kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi Tahun Pelajaran 2011/2012 dapat menunjukan peningkatan yang signifikan. Dari uraian pada bab sebelumnya. 1. dapat diterima. BAB V PENUTUP 1.1 dengan prosentase ketuntasan 60% pada siklus I dan 73. Pada saat pembelajaran diubah menggunakan metode pemberian tugas terstruktur maka nilai rata-rata meningkat menjadi 67. Dengan demikian hipotesis tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini. A. Hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data pada materi statistika di kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi sebelum menggunakan metode pemberian tugas terstruktur mempunyai nilai rata-rata kelas 55. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Hal ini terbukti pada keaktifan siswa pada saat pra siswa siklus masih terdapat 12 siswa yang tidak aktif. Seorang guru harus bervariasi menggunakan metode pembelajaran untuk menghindari kejenuhan siswa. 1.5 dengan prosentase ketuntasan 86% pada siklus II. prosentase ketuntasan. B. Hal ini dapat peneliti simpulkan bahwa pembelajaran dengan metode pemberian tugas terstruktur selain meningkatkan keaktifan siswa juga meningkatkan hasil belajar siswa.

LPMP Jawa Barat Nunik Avianti Agus. 2006.Mudah Belajar Matematika Untuk Kelas IX SMP/MTs. Jakarta : Rineka Cipta Djamarah.: Bumi Aksara Dimyati dan Mudjiona. 2009. Edisi Revisi. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rhineka Cipta Hamalik Omar. 7.B dan A. Jakarta: PT Bumi Aksara Kusumah Wijaya dan Dwitagama Dedi. Jakarta: PT. Statistika. Metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur dapat menumbuhkan tanggung jawab siswa serta kemandirian dalam memahami materi pembelajaran. 2008. Kiat Sukses Melakukan Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Transito Bandung Sukadi.2007. 2002. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. 5. Sekolah hendaknya memfasilitasi untuk kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang dituangkan dalam RKS dan RAKS. Proses Belajar Mengajar. Guru Powerful Guru Masa Depan. Dasar-Dasar Evaluasi. Indek Muslihuddin.Zain. DAFTAR PUSTAKA Arikunto Suharsimi. Sekolah harus menganjurkan kepada guru untuk menyusun tugas terstruktur yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. 2001. 1995. Bandung: Penerbit Kolbu . S. 6. Metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur dapat dikembangkan dan diterapkan pada pokok bahasan yang lain.4. Jakarta: PT. Jakarta. 2008. BSE Pusat Perbukuan Depniknas Permendiknas No 22 Tahun 2007 tentang Standar Isi Sudjana. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan penelitian ini. Rineka Cipta Arikunto Suharsimi. 1997. 2002 Belajar Dan Pembelajaran.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1995.Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Bandung: PT. 1996. Menjadi Guru Profesional. Edisi Kedua. Remaja Rosdakarya Dibawah ini terdapat Link Download Leangkap PTK Untuk Jurusan PGSD :  PENGGUNAAN STRATEGI JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BERBICARA (BI) DAN PENGAMATAN TERHADAP GEJALA ALAM (IPA) SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 7 AIKMEL UTARA [ DOWNLOAD ]  MENINGKATKAN PRESTASI PENGUSAAN MATERI BAHASA INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM OLEH SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 03 PENGADANGAN DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI JIGSAW DAN EKSPRIMEN [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI MENULIS (BI) DAN PERUBAHAN WUJUD BENDA (IPA) MURID KELAS II SEMESTER I SEKOLAH DASAR NEGERI 5 PENGADANGAN [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KOMPETENSI PENGUSAAN MATERI BAHASA INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM OLEH SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI PENGADANGAN DENGAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MATERI BAHASA INDONESIA DAN MEMAHAMI BAGIAN TUBUH MANUSIA DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MURID KELAS V SEMESTER I SDN 11 PRINGGASELA 2010 . Jakarta:Balai Pustaka. Uzer Usman Moh.

NW. REMPUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS BERITA (B I) DAN KONSEP BILANGAN BULAT (MAMA) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO SISWA KELAS III SDN 1 SAJANG TAHUN PELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL KOOPERATIF UNTUK MENINGKATAN PRESTASI SISWA KELAS VI SDN 6 PRINGGASELA PADA MATERI MENGARANG (B I) DAN OPERASI HITUNG (MAMA) TAHUN PEMBELAJARAN 2010 .[ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INDONESIA KELAS V SDN …. TAHUN PELAJARAN 2011 [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PELAJARAN BAHASA NDONESIA DAN MURID KELAS V SDN 3 PENGADANGAN [ DOWNLOAD ]  PENALARAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN (B I) DAN OPERASI HITUNG (MAMA) MURID KELAS VI SDN 04 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS DAN BAHASA INDONESIA MURID KELAS III SDN 2 PENGADANGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI MEMBACA (BI) DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SELAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW TAHUN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN KONSEP BILANGAN (MAMA) DAN MENULIS (BI) MURID KELAS IV MI..

TANAK MAIK TAHUN PELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP BILANGAN (MAMA) MURID KELAS V SDN 6 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  IMPLEMENTASI STRATEGI JIGSAW MODEL DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) MURID KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 JURIT TAHUN 2010 [ DOWNLOAD ]  MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS (BI) DAN CARA PENULISAN NILAI UANG (MAMA) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS II SDN 10 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DAN MEMAHAMI BESARAN PENGUKURAN (IPA) MURID KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUELA TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) MURID KELAS IV SDN 08 PENGADANGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DAN BAHASA . NW.[ DOWNLOAD ]  IMPLEMENTASI PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI WACANA DAN KONSEP BILANGAN MURID KELAS V SD NEGERI 5 JURIT TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS (BI) DAN PENGGOLONGAN HEWAN (IPA) SISWA KELAS III MI.

INDONESIA MURID KELAS IV SDN 02 REMPUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN METODE MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP KOORDINAT (MAMA) MURID KELAS IV SDN 4 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SLOGAN (BI) DAN PENGGOLONGAN HEWAN (IPA) SISWA KELAS VSDN 05 PERIGI TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN PENDEKATAN INTEGRATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG DAN MEMAHAMI BENTUK BILANGAN MURID KELAS VI SD NEGERI 01 REMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENULIS SLOGAN (BI) DAN PENGGOLONGAN MAKHLUK (IPA) MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME SISWA KELAS IVSDN 03 PRINGGASELA TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) DENGAN METODE EKSPRIMEN MURID KELAS V SDN 3 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ] EFEKTIFITAS METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM PENGAJARAN IPA BAGI SISWA KELAS VI SD SARIYOSO WONOSOBO Di susun oleh: .

Latar Belakang Masalah Pendidikan secara umum adalah suatu proses dimana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien. . Sehingga proses pengajaran cenderung tidak relevan dengan pola pendekatan atau metode pengajaran yang digunakan. Untuk merealisasikan tujuan pendidikan seperti yang telah dipaparkan di atas. serta dapat memberikan kreatifitas yang bermakna terhadap diri. Pendidikan dalam hal ini bukan hanya sebuah pengajaran yang berorientasi pada kecakapan individu teoritis (teoritis individual). akan tetapi harus terkait dengan kemampuan seseorang anak didik merefleksikan program belajarnya dalam bentuk aplikasi sikap positif melalui serangkaian aktivitas yang selektif dan efektif. cerdas kreatif. Rumusan mengenai sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran di Indonesia mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional serta GarisGaris Besar Haluan Negara Republik Indonesia dengan ketetapan MPR Nomor II/ MPR/1993. profesional. Hal ini menyebabkan sisi kualitas pengajaran yang diharapkan kurang terpenuhi. dalam melihat tugas dan tanggung jawab pendidikan itu. untuk selanjutnya dioperasionalisasikan melalui kegiatan pengajaran. beretos kerja. Dalam prestasi yang demikian itu. serta berorientasi masa depan”. meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan. keluarga. tanpa harus terikat dengan kondisi formal pendidikan semata. akan tetapi pendidikan lebih ditekankan kepada individual practice. terampil. bertanggung jawab. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cita tanah air. berkepribadian. Perlu dipahami bahwa indikator keberhasilan suatu proses pendidikan dan pengajaran tentunya tidak hanya terbatas pada sederetan angka-angka prestasi belajar. berdisiplin.1. dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. maka kita dapat memahami bahwa aspek nilai yang ditransfer dalam dunia pendidikan dan pengajaran harus selalu terkait dengan unsur pengetahuan. maju. tampaknya masih kurang mendapat perhatian yang memadai dari tenaga pengajar. masyarakat dan lingkungan sekitar. berbudi pekerti luhur. mandiri. bidang pendidikan bahwa: “Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. tentunya diperlukan upaya maksimal dari berbagai pihak. Mampu membawa diri beradaptasi dengan lingkungan. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melihat efektivitas suatu pendekatan dan metode pengajaran proses belajar mengajar yang dilakukan dapat berhasil guna dan memudahkan bagi siswa dalam memahami suatu disiplin ilmu atau mata pelajaran diterimanya. sikap dan keterampilan yang diproyeksikan melalui kurikulum dan silabus pengajaran. tangguh. A. Kenyataan empiris proses pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan di berbagai lembaga pendidikan menunjukkan bahwa penerapan pola pendidikan dan pengajaran yang tepat.

Hipotesis Berdasar dari uraian latar belakang dan penelusuran literatur yang dilakukan penulis sebelumnya. E. 1. Efektifitas dari pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. Variabel dan Definisi Operasional 1. 2. Rumusan Masalah Berdasrkan pada latar belakang di atas. penulis dengan segenap kemampuan untuk mencoba melakukan suatu penelitian sekitar penggunaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA yang oleh penulis diduga meningkatkan hasil belajar siswa. maka pokok masalah dalam penelitian adalah : 1. Variabel Penelitian . Bagaimana efektifitas metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. Sebagai bahan informasi yang nyata bagi guru terhadap kondisi pengajaran dengan metode pemberian tugas bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian difokuskan pada pembahasan untuk mengetahui : 1. 3. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan terhadap hasil penelitian ini adalah: 1. C. F. Diharapkan dijadikan dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan guru dalam memilih metode yang tepat dalam kegiatan pengajaran. B. D. Sebagai informasi bagi para tenaga pengajar IPA khususnya dan tenaga pengajar umumnya tentang bagaimana efektifitas metode penggunaan metode pemberian tugas. 2. 2. Bagaimana pengaruh pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo 3. 4. Pengaruh dari pelaksanaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo 3. maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa diduga metode pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa (efektif).Berdasarkan dari pemikiran di atas. Faktor-faktor apa yang dapat menghambat pemahaman siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo terhadap mata pelajaran IPA. Faktor-faktor yang dapat menghambat pemahaman siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo terhadap mata pelajaran IPA.

guru agama. X0 adalah kelompok kontrol. yakni : a) Metode pemberian tugas. b) Prestasi belajar siswa adalah nilai yang diperoleh siswa dilakukan test terhadap materi tertentu. yang dimaksudkan di sini adalah memberikan tugas-tugas kepada siswa pada saat dan setelah selesai pengajaran untuk dikerjakan di rumah secara berkelompok dan atau mandiri. dan KI adalah hasil pada kelompok perlakuan. Sampel Penelitian Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VI yakni 30 siswa dan guru yang mengajar pada kelas V. dimana dalam pelaksanaannya terdapat kelompok perlakuan (pengajaran dengan pemberian tugas) dan kelompok kontrol atau perbandingan (pengajaran tanpa tugas). yakni wali kelas. b. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental. 2. 3. guru penjaskes dan guru Bahasa Inggris. K0 adalah hasil pada kelompok kontrol.Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu metode pemberian tugas sebagai variabel bebas dan prestasi belajar IPA siswa sebagai variabel tergantung. XI adalah kelompok perlakuan. Definisi Operasional Untuk mengarahkan peneliti pengambilan data maka perlu adanya batasan operasional dalam penelitian. penelitian ini didesain seperti berikut: X0 R X1 K1 K0 Dimana R adalah sampel penelitian. Desain Penelitian Untuk mengetahui pengaruh variabel penelitian. Populasi dan sampel Penelitian a. Metode Penelitian 1. 1. . Populasi Penelitian Populasi penelitian adalah keseluruhan siswa kelas VI SD Sariyoso Wonosobo Tahun pelajaran 2009/2010 dan para guru. G.

Teknik Analisis Data Data yang terkumpul sebelum dianalisis terlebih dahulu dilakukan pengolahan data dengan menggunakan deskripsi yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana gambaran hasil penelitian. selanjutnya mereka kumpul setelah dikerjakan. Setelah itu dilakukan analisis dengan teknik statistik infrensial untuk mengatasi pengaruh metode pemberian tugas (efektif atau tidak). dilakukan /diberikan tugas. Pelaksanaan Setelah diadakan persiapan selanjutnya diadakan penelitian yaitu melaksanakan penilaian dalam kegiatan pembelajaran. daftar nilai. Adapun acuan pelaksanaannya dengan menggunakan scenario yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Sedangkan alat dan bahan yang digunakan adalah seperangkat daftar kehadiran siswa aktif. Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kelas VI dengan jumlah murid secara keseluruhan 30 orang. 5. H. 2. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Sariyoso Wonosobo 1. Yang dilakukan adalah memeriksa tugas-tugas yang dikerjakan siswa dan memberikan skor. Rencana dan Prosedur Penelitian 1.4. 1. 3. Menentukan variable penelitian Variabel yang menjadi pokok utama dalam PTK adalah peningkatan keterampilan atau keaktifan siswa dalam mengaplikasikan hasil pembelajaran IPA 1. Pada tahap ini mempersiapkan tugas yang akan dikerjakan siswa (menulis tugas-tugas). Pada tahap ini. dan dokumentasi wali kelas VI lainnya. statistik yang dimaksud adalah uji-t. Teknik Pengumpulan Data Data yang terkumpul dalam penelitian ini berupa data prestasi belajar IPA siswa yang terambil dengan tahapan kerja sebagai berikut: 1. Skoring (data). Pelaksanaan. Prosedur Penelitian 1. Persiapan. .

com Blog Pendidikan Indonesia        Banking Management Psychology Parenting Healt Sport Teknologi o o o o o  Religion o o o o o o  Film o o o o  Education o o o o o o       .      About Sitemap Privacy Policy Disclaimers Contact Cara Download Sarjanaku.

tanpa tahun). 1989). Penerapan Metode Pemberian Tugas > Resitasi. bila guru mengabaikan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan metode yang bervariasi tidak selamanya menguntungkan. yaitu metode pemberian tugas. Metode pemberian tugas adalah metode yang dimaksudkan memberikan tugas-tugas kepada siswa baik untuk di rumah atau yang dikarenakan di sekolah dengan mempertanggung jawabkan kepada guru (Abdul Kadir Munsyi Dip. Ed. Metode dalam kegiatan pengajaran sangat bervariasi. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila tidak dapat menguasai satu atau beberapa metode mengajar. Olehnya itu guna pencapaian tujuan pengajaran. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa. Dalam proses mengajar.Dalam interaksi belajar mengajar. Sebaliknya dapat menarik perhatian siswa. Penerapan Metode Pemberian Tugas . . Ad. Dalam kajian pustaka ini. akan tetapi harus menggunakan beberapa metode mengajar yang digunakan secara bervariasi agar pengajaran tidak membosankan. Meski penggunaan metode bervariasi tidak akan menguntungkan proses interaksi belajar mengajar bila penggunaan metode tidak tepat dengan situasi pengajaran yang mendukungnya. untuk pekerjaan rumah guru menyuruh siswa membaca buku kemudian memberi pertanyaanpertanyaan di kelas. Dalam literatur yang dijelaskan bahwa pemberian tugas dapat diartikan pekerjaan rumah. Disinilah dituntut kompetensi guru dalam pemilihan metode pengajaran yang tepat. pemilihannya disesuaikan tujuan pengajaran yang hendak dicapai. seorang pendidik tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode mengajar. penulis akan membahas salah satu metode mengajar yang sering digunakan oleh guru dalam proses interaksi belajar mengajar.o    o      Home » Metode Pembelajaran » Metode Pemberian Tugas > Resitasi.K. Dengan demikian diharapkan kegiatan pengajaran dan berlangsung secara berdaya guna dan bernilai guna. maka pemilihan metode dalam mengajar harus tepat. tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh siswa membaca dan menambahkan tugas (Roestiyah N. guru memberikan pekerjaan kepada siswa berupa soal-soal yang cukup banyak untuk dijawab atau dikerjakan yang selanjutnya diperiksa oleh guru. tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pemberian tugas dan pekerjaan rumah. metode-metode memegang peranan yang sangat penting.

Maka akan menemui kesulitan dalam memberikan bahan pelajaran kepada siswa. akan mengganggu keseimbangan mental anak (H. Apakah yang diberikan mendapat reaksi yang positif dari siswa atau sebaliknya justru tidak mendapatkan reaksi. seorang guru sebaiknya tetap memonitoring keadaan siswa selama penerapan metode itu berlangsung. Sebaliknya manakala guru tidak mengetahui kelebihan dan kekurangan satu metode mengajar. saling menyempurnakan antara yang satu dengan yang lainnya. Mengenai kelemahan dan kelebihan metode pemberian tugas adalah sebagai berikut : Kelebihan metode pemberian tugas : 1. 3. 1977). 4. Oleh karena itu penggunaan metode yang bervariasi dalam kegiatan mengajar akan lebih baik dari pada penggunaan satu metode mengajar. 3. 4. yang sesuai dengan kondisi psikologi anak didik. Metode pemberian tugas sebagai salah satu metode yang dikaji penulis dalam pembahasan ini tentunya juga memiliki kelemahan dan kelebihan seperti halnya dengan metode yang lain. Penggunaan suatu metode dalam proses belajar mengajar. 2. Ini berarti guru tersebut gagal melaksanakan tugasnya mengajarnya di depan kelas. Apabila tugas itu terlalu banyak. Memberi kebiasaan anak untuk belajar. Memberi tugas anak yang bersifat praktis (H. Sulit untuk memberikan tugas karena perbedaan individual anak dalam kemampuan dan minat belajar. sebab dalam metode ini anak harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu (tugas) yang telah dikerjakan. Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan. Karena tidak ada satupun metode yang sempurna tetapi ada titik kelemahannya. Zuhairini. 2. bahwa pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk guru secara langsung. Seringkali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan baik. Seringkali tugas di rumah itu dikerjakan oleh orang lain. Dengan memahami kelebihan dan kelemahan metode pemikiran tugas di atas. Semua guru harus menyadari bahwa semua metode mengajar yang ada. berarti tujuan pengajaran tidak tercapai. Namun penggunaan satu metode tidaklah salah selama apa yang dilakukan itu untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien.Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan. Baik sekali untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang konstruktif. Dari berbagai kelebihan-kelebihan yang telah dipaparkan di atas tentunya metode pemberian tugas juga tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan sebagai berikut : 1. Tugas dapat diberikan kepada kelompok atau perorangan. Dengan metode ini siswa dapat mengenali fungsinya secara nyata. Zuhairini. 1977). . sehingga anak tidak tahu menahu tentang pekerjaan itu. Bila hal tersebut terjadi maka guru sedapat mungkin mencari alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan metode yang lain. cukup hanya menyalin pekerjaan temannya. tentunya akan menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan.

suatu perintah yang harus dibahas melalui diskusi atau perlu dicari uraiannya dalam buku pelajaran yang lain. mengumpulkan sesuatu. merupakan ilmu yang sarat dengan dengan fakta sehingga pengajarannya menuntut kemampuan pengetahuan dari guru. Akibatnya sudah dapat dipastikan bahwa prestasi belajar anak didik rendah. Kesan model pengajaran seperti ini memberikan manfaat yang banyak bagi siswa. Bagi seorang guru dalam menerapkan metode pemberian tugas tersebut diharapkan memperjelas sasaran atau tujuan yang ingin dicapai kepada siswa. eksperimen dan berbagai bentuk tugas lainnya. terutama dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi belajarnya. Kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Tugas yang diberikan kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai bentuk seperti daftar pertanyaan mengenai suatu pokok bahasan tertentu. termasuk pemilihan metode yang tepat untuk setiap pertemuan. Perlu dipahami bagi seorang guru bahwa waktu belajar siswa di sekolah sangat terbatas untuk menyajikan sejumlah materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Dapat juga berupa tugas tertulis atau tugas lisan yang lain. baik di dalam kelas maupun di tempat lain yang representatif untuk kegiatan belajarnya. Dari proses seperti itu. siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi akibat pendalaman dan pengalaman siswa yang berbeda-beda pada saat menghadapi masalah atau situasi yang baru. Dalam hubungan ini. Demikian halnya dengan tugas sendiri. Disamping itu. Di sisi lain. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas kepada siswa diluar jam pelajaran.Salah satu dampak yang sering kita lihat dari penggunaan metode yang tidak tepat yaitu . karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama mengerjakan tugas. disamping keterampilan pengajaran lainnya. siswa juga dididik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. jangan sampai tidak dipahami tidak dengan jelas oleh siswa tentang tugas yang harus dikerjakan. umumnya dimaksudkan untuk melatih siswa agar mereka dapat aktif mengikuti sajian pokok bahasan yang telah diberikan. baik secara perorangan maupun kelompok. B. anak didik sering merasakan kebosanan. Penerapan metode pemberian tugas dalam proses pengajaran IPA. Teknik pemberian tugas atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap. . anak atau siswa setelah diberi ulangan. Situasi demikian menjadikan proses belajar mengajar menjadi kurang efektif dan kurang efisien. semua upaya yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pengajarannya merupakan rangkaian proses yang menentukan pencapaian hasil pengajaran. mengadakan observasi. sebagian besar tidak mampu untuk menjawab setiap item soal dengan baik dan benar. aktivitas dan rasa tanggung jawab serta kemampuan siswa untuk memanfaatkan waktu belajar secara efektif dengan mengisi kegiatan yang berguna dan konstruktif. Penerapan Metode Pemberian Tugas dalam Pengajaran IPA Dalam proses pengajaran IPA. IPA sebagai bagian dari ilmu yang ada. guru sangat diharapkan agar setelah memberikan tugas kepada siswa supaya dicek atau diperiksa pada pertemuan berikutnya apakah sudah dikerjakan oleh siswa atau tidak. membuat sesuatu.

Ini tidak berarti bahwa tugas itu tidak boleh sukar. Merumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan. meningkatkan pengetahuan dan menambah pengalaman berharga bagi siswa. Suatu pokok bahasan tertentu membutuhkan latihan atau pemecahan yang lebih banyak di luar jam pelajaran yang melibatkan beberapa sumber belajar. 3. sehingga kelompok dapat membagi tugas kepada anggotanya secara baik menurut minat dan kemampuannya. Sehubungan dengan ini Nana Sudjana (1989) mengemukakan bahwa. di sekolah. Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah. Ia juga dapat mempelajari dan mendalami hasil uraian orang lain. di perpustakaan. guru hendaknya memahami bahwa suatu tugas yang diberikan kepada siswa minimal harus selalu disesuaikan dengan kondisi obyektif proses belajar mengajar yang dihadapi. sedangkan waktunya terbatas. sedangkan tugas yang harus disampaikan kepada murid sangat banyak. Untuk itu guru perlu memberikan tugas. 4.Dalam penggunaan teknik pemberian tugas atau resitasi. Ruang lingkup bahan pengajaran terlalu luas. Sebagai petunjuk dalam penerapan metode pemberian tugas Roestiyah N. Berbicara lebih jauh mengenai penerapan metode pemberian tugas. di laboratorium atau di tempat-tempat lainnya yang memungkinkan untuk menyelesaikan tugas. siswa memiliki kesempatan yang besar untuk membandingkan antara hasil pekerjaannya dengan hasil pekerjaan orang lain. tetapi jauh lebih luas dari itu. Suatu pekerjaan yang menyita waktu banyak. sehingga tugas yang diberikan itu betul-betul bermakna dan dapat menunjang efektifitas pengajaran. Bahkan senantiasa diharapkan menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan pemberian tugas yang menantang buat siswa. Akan tetapi sebenarnya metode ini harus dipahami lebih luas dari pekerjaan rumah karena siswa dalam melakukan aktivitas belajarnya tidak mutlak harus dilakukan di rumah. Menurut Sutomo (1993) bahwa metode pemberian tugas dapat digunakan apabila : 1. seringkali diterjemahkan oleh sebahagian orang hanya terkait dengan pekerjaan rumah yang diberikan kepada siswa. Penguasaan itu tidak harus selalu didiktekan oleh guru melainkan dapat berasal dari perencanaan kelompok. 2. Pertimbangkan betul-betul apakah pemilihan teknik pemberian tugas itu telah tepat untuk mencapai tujuan yang anda rumuskan. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar diberikan secara individual atau dengan kelompok. Dalam menerapkan metode pemberian tugas seperti dikemukakan di atas. Apabila guru berhalangan untuk melaksanakan pengajaran. Anda perlu merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dimengerti. Kesemuanya itu dapat memperluas cakrawala berfikir siswa. 3. dan tempat lain. Jelasnya bahwa penguasaan yang diberikan kepada siswa harus selalu dirumuskan dengan seksama agar tugas itu tidak terlalu memberatkan siswa dan juga tidak membosankan. sehingga tidak mungkin dapat diselesaikan hanya melalui jam pelajaran di sekolah.K (1989) mengemukakan perlunya memperhatikan langkah-langkah berikut: 1. melainkan dapat dilaksanakan di sekolah. Untuk itu pemberian tugas perlu . Tugas bisa dilaksanakan di rumah. 2.

dua hari lagi memberikan pertanyaan dikelas. sehingga mereka memiliki cukup pedoman dalam bekerja menyelesaikan tugas-tugasnya. dalam memberikan tugas. Sehubungan dengan itu Tim Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya (1993) menegaskan bahwa “tugas yang harus dilakukan siswa perlu jelas. Di sini tidak diperlukan standar minimum. guru menyuruh membaca dari buku dirumah. Akan tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pekerjaan rumah dan pemberian tugas seperti halnya yang dikemukakan : Roestiyah dalam bukunya “Didaktik Metodik” yang mengatakan : “ Untuk pekerjaan rumah. Ini berarti bahwa guru. Juga juga menambah tugas (1). metode pemberian tugas memegang peranan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa terhadap materi pelajaran.diberikan melalui bimbingan guru lain yang menguasai bahan pengajaran yang dipegang oleh guru yang berhalangan tadi. Demikian pula jika penugasan itu berupa laporan atau makalah yang harus dipersiapkan. sehingga mereka berkesempatan untuk mempraktekkan keterampilan itu dengan memuaskan. Mengingat pentingnya metode pemberian tugas dalam proses belajar. Dalam buku . Beberapa jenis tugas penugasan dianggap sudah ditunaikan apabila siswa telah mengerjakannya. maka tolok ukur penilaian perlu ditentukan dan disampaikan kepada siswa. Dengan pemahaman seperti itu diharapkan siswa memiliki motivasi untuk belajar IPA secara maksimal. yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas. maka perhatian siswa waktu belajar akan lebih dipusatkan pada aspek-aspek yang dipentingkan itu”. Kesemuanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar yang lebih baik. Khusus dalam pengajaran IPA. agar siswa tidak merasa bingung apa yang harus dipentingkan jika aspek-aspek yang diperhatikan sudah jelas. para siswa sedapat mungkin sering diberitahu apa saja target atau sasaran yang diharapkan dari mereka atau dari tugas yang diberikan. Akan tetapi jika suatu keterampilan tertentu ingin dikembangkan. pelajari keadaan orangnya”(roestiyah. harus menjelaskan aspek-aspek yang perlu dipelajari siswa. Metode Pemberian Tugas Posted on Februari 28. sehingga dalam mencermati hal itu kalangan ahli pendidikan banyak memberikan petunjuk dan penekanan khusus yang berkaitan dengan jenis dan metode pemberian tugas kepada siswa.cari buku lain untuk membedakan(2). agar siswa mampu menghubungkan pemahaman IPA-nya dengan perkembangan yang ada. 2012 | 5 Komentar Metode pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar. Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. 1996 : 75 ). Tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh membaca.

Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap muka. Tugas membuat rangkuman 1. dinilai. Adapun kelebihan metode pemberian tugas . guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini : Memberikan penjelasan mengenai 1. Memberikan penilaian Adapun jenis-jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa yang dapat membantu berlangsungnya proses belajar mengajar : 1.lainnya yang berjudul Startegi Belajar Mengajar hal.132. Roestiyah mengatakan teknik pemberian tugas memiliki tujuan agar siswa menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap. dan dibahas tentang hasilnya. atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut. Bentuk Pekerjaan 1. Tujuan penugasan 1. Tugas mendemonstrasikan observasi Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kelebihan disamping juga mempunyai beberapa kelemahan. karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas. dikumpulkan. Tugas membuat makalah 1. Dengan pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan rumah karena metode pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. Tempat dan waktu penyelesaian tugas 1. Menyelesaikan soal 1. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler. Tugas mempraktekkan sesuatu 1. Dalam memberikan tugas keadaan siswa. juga melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. Memberikan bimbingan dan dorongan 1. Tugas mengadakan observasi 1. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah. baik secara individu atau kelompok. Manfaat tugas 1. sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi. Tugas ditetapkan batas waktunya. diperiksa. Bentuk pelaksanaan tugas 1.

Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa 1. sehingga : 1. akan dapat menimbulkan keluhan siswa. mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri.diantaranya adalah Metode ini merupakan aplikasi pengajaran modern disebut juga azas aktivitas dalam mengajar yaitu guru mengajar harus merangsang siswa agar melakukan berbagai aktivitas sehubungan dengan apa yang dipelajari. sehingga tidak cepat bosan 1. Semoga bermanfaat. Dapat mendorong belajar. Dapat mengembangkan kreativitas siswa 1. 1.com About these ads . Pemberian tugas yangmonoton dapat menimbulkan kebosanan siswa apabila terlalu sering. Tugas tersebut sulit dikontrol guru kemungkinan tugas itu dikerjakan oleh orang lain yang lebih ahli dari siswa. 1. Ada berbagai metode pembelajaran yang akan saya tuliskan setelah metode pemberian tugas. 1. Sulit untuk dapat memenuhi pemberian tugas 1. Dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari. Dapat memupuk rasa percaya diri sendiri 1. Adapun kelemahan metode pemberian tugas 1. Salam Blogger Kompasiana Omjay http://wijayalabs. Dapat mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan anak. Khusus tugas kelompok juga sulit untuk dinilai siapa yang aktif. Pemberian tugas terlalu sering dan banyak. Selamat menjadi guru yang baik dan profesional. 1. Demikianlah sedikit ulasan tentang metode pemberian tugas. Dapat menurunkan minat belajar siswa kalau tugas terlalu sulit 1.

Siklus I terdapat 17 siswa atau 77% tidak tuntas dan hanya 5 siswa atau 23% yang berhasil tuntas. Pada siklus II siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 13 siswa atau 23%. mengerjakan PR tidak lengkap 11 siswa atau 50% dan tidak mengerjakan PR sebesar 6 anak atau 27%. Siklus II. MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH DALAM UPAYA PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN BAGI SISWA KELAS XI. mengerjakan PR tidak lengkap 6 siswa atau 27% dan tidak mengerjakan PR sebesar 3 anak atau 14%. Motivasi Mengerjakan PR Tujuan Penelitian ini adalah: “Untuk meningkatkan motivasi mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) melalui metode pemberian Tugas secara tepat pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010” Penelitian ini mengambil lokasi di SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu.Peserta 08036131011164 . Pada siklus II terdapat 5 siswa atau 23% tidak tuntas dan 17 siswa atau 77% tuntas. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1 Agustus 2009 s. terbukti kebenarannya . Berdasarkan hasil temuan tersebut maka hipotesis tindakan yang mengatakan: “Melalui metode pemberian tugas secara tepat dapat neningkatkan motivasi membuat PR mata pelajaran IPA materi Mengidentifikasi fungsi organ pernafasan hewan pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010”. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu kelas V Tahun Pelajaran 2009/2010. Hasil penelitian: Siklus I siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 5 siswa atau 23%.131927534 No. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri tiga siklus yaitu siklus I. Pada siklus III siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa atau 91% sedangkan 2 siswa atau 9% tidak tuntas.TMO-A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Disusun oleh : Drs. Siklus III sebanyak 22 siswa atau 100% telah mengerjakan PR. Teknik pengumpulan data dengan observasi. dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif. d.PTK SD 027 : Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dengan Metode Pemberian Tugas Mata Pelajaran IPA Materi Mengidentifikasi Fungsi Pernafasan Hewan pada Siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010 ABSTRAK Kata kunci : Petode penugasan. tanggal 6 September 2009. dan Siklus III. SLAMET NIP.

III. Sehubungan dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan.2008/2009 II.PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS I. PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Salah satu usaha pembangunan dalam bidang pembangunan adalah dengan meningkatkan mutu (kualitas) pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Dalam hal ini yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Persoalan ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus dimulaidalam pemecahannya. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapa mempersiapkan pesert didik mejadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaran merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjdi warganegara yang baik. dan berkarakter yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945 Pendidikan merupakan modal jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar. terampil. dimana Standart Kelulusan yang ditargetkan oleh pemerintah tiap tahunnya selalu bertambah sehingga dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa sendiri. Perlu diakui bahwa pendidikan adalah modal besar jangka panjang yang harus disusun. yang cerdas . Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini. tetapi sampai saat ini Indonesia masih banyak kendala pada problemmatika ( permasalahan ) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Dengan permasalahan kondisi rendahnya . karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar. BIDANG KAJIAN Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pemberian Pekerjaan Rumah. hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Betapa kita masih perlu terus meningkatkan prestasi hasil belajar. JUDUL MELALUI TEKNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN BAGI SISWA KELAS XI –TMO-A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA TP. Untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas tentu saja dengan jalan pendidikan. karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus yang perlu dipersiapkan .

Dengan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa diharapkan siswa dapat meningkatkan dan termotivasi aktifitas belajarnya. misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama. a. yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. Hipotensis Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : Melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta V. sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu pula meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa akan bertambah minimal mencapai standar yang diharapkan. IV. Dengan pemberian pekerjaan rumah ( PR ) secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan. Menurut Moh. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu.prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas kepada siswa. sehingga menyebabkan rendahnya minat dan hasi belajar PKn siswa disekolah Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa baik dari internal maupun ekternal dari siswa. Tujuan Khusus Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini : “Untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi . Dari masalah masalah disinalah guru dituntut untuk merancang untuk mengatasi problem rendahnya hasil belajar siswa Siswa perlu mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah.. siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. 2. TUJUAN PENELITIAN 1. maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta ? Pemecahan Masalah Berdasrkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini. Tujuan Umum Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan peljaran PKn karena selama ini pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hapalan semata. apakah karena adanya ajakan.” Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa. atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. tentunya akan lebih baik pula penguasaan kertrampilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan.

MANFAAT HASIL PENELITIAN Secara teoritis dan praktis. Bagi Guru : Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan Bagi Siswa Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan pekerjaan rumah dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya VII. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. SMK Negeri 2 Surakarta : Dengan hasi PTK ini diharapkan SMK Ngeri 2 Surakarta dapat meningkatkan pemberdayaan pemberian pekerjaan rumah agar perstasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain b. banyak memuat materi sosial. demikian pendapat John Dewey.belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Negeri 2 Surakarta VI. Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud.Teknik . 1. salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. 1. KAJIAN PUSTAKA Landasan Teori 1. melewati pengolahan informasi. menjadi kapasitas baru ( Dimyati.3. Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb )supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 ) Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan olh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran PKn.Pendidikan Kewarganegaraan Secara akademis Pendidikan Kewarganegaraan dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2]. 1995 : 14 ). Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya 1.4.2. saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education). yakni aspek akademis.1. 2002-10). penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : a. lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan. PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral. aspek kurikuler dan aspek sosial budaya.Prestasi Belajar.Pengertian Belajar Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan ( reinforcement). 1995 : 787 ). Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission. sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience).

dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian (purwadarminta.Dalam umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian. peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis. bertanggung jawab bagi diri sendir. 4. unjuk kerja (performance).Pekerjaan rumah Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework “ yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. Kota Surakarta. penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut. Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan. subsumatif dan sumatif). RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Rencana Penelitian 1. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia.5. Tempat Penelitian Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SMK Negeri 2 Surakarta. 3. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. Dalam penilitian ini yang dimaksudkan dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah (terutama dirumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.1. Kerangka Berpikir 2. penugasan (Proyek). Subjek penelitian Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas XI-TMO-A SMK Negeri 2 Surakarta Kota Surakarta jumlah 34 siswa Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitiann tersebut dimana siswa kelas XI-TMO-A telah mampu dan memiliki kemandirian dalam mengerjakan tugas seperti PR. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Januari s. hasil kerja (produk). portofolio. Lama Tidakan . karena siswa kelas ini telah mampu relajar sendiri .d Maret. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui Pemberian tugas rumah Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. masyarakat. 1. sehingga memudahkan dalam mencari data.: 1035). bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.Pendekatan dan penerapan Penerapan tugas guru setelah meberikan materi menyiapkan penugasan siswa untuk menggulang mendalami materi yang telah diajarkan dengan cara pekerjaan rumah Dari pembahasan diatas dapat diduga dengan model pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil hasil belajar siswa VIII. sikap serta penilaian diri 2. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester Genap Tahun pelajaran 2008/2009.2. sikap.

IX. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Perencanaan 2 Proses pembelajaran 3 Evaluasi 4 Pengumpulan Data 5 Analisis Data 6 Penyusunan Hasil 7 Pelaporan Hasil . b. mulai dari siklus I.Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Januari. meliputi : Pendahuluan. JADWAL PENELITIAN No KEGIATAN MINGGU KE……. Siklus II ( sama dengan I ) c. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : 1. mencakup a. Perencanaan Meliputi penyampaian materi pelajaran. Siklus II dan Siklus III. dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. kegiatan pokok dan penutup. Siklus I. 2.. Refleksi. tugas pekerjaan rumah ( kegiatan penelitian utama ) pembahasan PR. ulangan harian. pembahasan latian soal. Siklus III ( sama dengan I dan II ) 3. latian soal. Tindakan ( Action )/ Kegiatan.

subsumatif dan sumatif). penglihatan. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission. Slamet NIP : 131927534 No. unjuk kerja (performance). guru mengutamakan proses daripada hasil. Peserta : 08036131011164 Pekerjaan : Guru PKn Alamat Sekolah : SMK Negeri 2 Surakarta Tugas dalam penelitian : Pengumpulan dan Analisis Data PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral. PERSONALIA PENELITI Penelitian ini melibatkan Tim peneliti. penugasan (Proyek). saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education). cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran.X. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. Kemampuan untuk melakukan penilaian baik proses maupun hasil Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. banyak memuat materi sosial. BIAYA PENELITIAN Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti. Rental Komputer : Rp 5. pendengaran. Kemampuan menguasai bahan ajar 2. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. lain – lain : Rp JUMLAH : Rp XI. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. Nama : Drs. dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. identitas dari Tim tersebut adalah : 1. sikap serta penilaian diri. afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based . Fotocopy Naskah : Rp 2. hasil kerja (produk). yakni aspek akademis. Implementasiya sangat dibutuhkan guru yang profesional. adapun biaya tersebut adalah : 1. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn. jilid buku : Rp 4. aspek kurikuler dan aspek sosial budaya. portofolio. antara lain : 1. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. Kerta folio 1 pack : Rp 3. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar. dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. media dan sumber belajar 4. Kemampuan dalam menggunakan metode. sikap. Kemampuan dalam mengelola kelas 3. guru yang profesional dituntut menguasai sejumlah kemampuan dan keterampilan. Secara akademis PKn dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2].

Setelah itu. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. penugasan (Proyek). siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. . Nur . Djamarah. Jakarta : Rineka Cipta. Muhammad. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. Syaiful Bahri.Jakarta : Depdikbud. masyarakat. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai. 1999. hasil kerja (produk). pendengaran. Setelah itu. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn. dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Ghufron. dan psikomotor dalam proses belajar mengajar.27 DAFTAR PUSTAKA Ali. penglihatan. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai. sikap serta penilaian diri. dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. Bandung : Angkasa Bandung. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran. M. siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kegiatan Kependidikan Prosedur dan Strategi. membuktikan asumsi. Diposkan oleh PUTRO JOHO di 22. guru mengutamakan proses daripada hasil. subsumatif dan sumatif). 1987. tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya. membuktikan asumsi.Garis-garis Besar Program Pengajaran Yang Disempurnakan . Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based Learning. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar. serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Depdikbud. sikap. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. unjuk kerja (performance). portofolio.Learning. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul. bertanggung jawab bagi diri sendir. tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui model Problem Based Learning Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul.

keberanian bertanya dan merespon. (II) Elen Inderasari. Bandung : Alfabeta. Hasil dari siklus I. pengamatan (Observing) dan refleksi (Reflecting). Diskusi Kelompok. Teknik analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). . siswa mempelajari terlebih dahulu bahan diskusi. 2009. IKIP PGRI Madiun. pada siklus kedua diperoleh jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 21 siswa atau mencapai 74. Kata kunci : Berbicara.Pd. Salah satu teknik diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. 2007. melalui diskusi kelompok.. Salah satu keterampilan berbicara yang harus dikuasai siswa adalah keterampilan berdiskusi. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dalam hal ini. Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa kelas VII. Dari tindakan-tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini.. pecan diskusi sangat dominan. Agus Budi Santoso. kualitas pertanyaan dan respon siswa. karena setiap siswa memiliki pesan dan tanggungjawab untuk mempelajari bahan diskusi tersebut bersama kelompok. Hal ini perlu karena tidak menutup kemungkinan suatu ketika siswa menghadapi suatu permasalahan yang tidak dapat dipecahkan secara individu. dokumen atau arsip. Pembimbing (1) Drs. M.09%. FPBS.19% dan pada siklus ketiga jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 23 siswa atau mencapai 87. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa metode diskusi kelompok sangat efektif untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas VII A SMP Negeri I Pitu. Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah observasi. pelaksanaan (Acting). II dan III menunjukkan peningkatan dari tiap siklusnya.PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009 ABSTRAK Hastiana Dewi. Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Metode Diskusi Kelompok Siswa Kelas VIIA SMP Negeri I Pitu Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009. kelancaran mengajukan pertanyaan dan respon. S. melainkan harus secara berkelompok.Pd.Pd. Metode dan Model-Model Mengajar. Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/ 2009. etika bertanya dan merespon. Kecamatan Pitu. mengumpulkan sebanyak-banyaknya bahan diskusi. tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (Planning). dan bahasa. diperoleh hasil analisis data pada siklus pertama jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 17 siswa atau mencapai 55%. Sumber data berasal dari aktivitas pembelajaran berbicara siswa kelas VIIA SMPN I Pitu dengan penerapan metode diskusi kelompok. dan siswa dikondisikan aktif mempelajari bahan diskusi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara siswa dari segi kuantitas siswa yang bertanya dan merespon. M. wawancara. DAFTAR PUSTAKA Abdul Aziz Wahab.

1997. B.html http://haveza. Metodologi Penelitian Kualitatif. Burhan Nurgiyantoro.B. 2000. Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta. .Pd BAB I PENDAHULUAN A. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku yang tinggal di beberapa pulau. Sutopo. Jakarta : Rineka Cipta. 2001.com/feed. Jakarta : Gramedia Widia Sarana Indonesia. Suryasubroto. Oleh sebab itu. Diskusi. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.rss http:/find.sps. 2006. 25 September 2012 MAKALAH PTK : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK Oleh : Marzuki. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sangat penting kedudukannya dalam kehidupan masyarakat. Surakarta : Universitas Sebelas Maret http://apadefmisinya.Multiply.edul?cat=3&paged=5 MAKALAH PTK : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK Selasa.Asul Wiyanto. H. Bahasa Indonesia diajarkan sejak kelas 1 SD.upi. Negara Indonesia memiliki bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. S.blogspot. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang dijadikan status sebagai bahasa persatuan sangat penting untuk diajarkan sejak anak-anak.com/2008/OS/kumpulan-metodepembelajaranpendampinga.

Berhasil atau tidaknya pengajaran bahasa Indonesia memang diantaranya ditentukan oleh faktor guru. Berdasarkan pengalaman dalam proses pembelajaran. B. Dia juga yang akan selalu dituding oleh masyarakat bila hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak memuaskan. Dia adalah orang yang merasa bertanggung jawab akan perkembangan bahasa Indonesia. maka pemilihan metode yang sesuai dengan topik atau pokok bahasan yang akan diajarkan harus betul-betul dipikirkan oleh guru yang akan menyampaikan materi pelajaran.Bahasa Indonesia erat kaitannya dengan guru bahasa Indonesia. kurikulum (termasuk silabus). Pembelajaran yang menarik akan memikat anak-anak untuk terus dan betah mempelajari Bahasa Indonesia. sistematik. . bahan pengajaran dan buku. Apakah pengertian dari metode diskusi kelompok dan pengertian prestasi belajar 2. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. karena diskusi tersebut dapat dilaksanakan dan diterapkan dengan baik sesuai prosedur di sekolah dasar. Bagaimanakah langkah penggunaan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode pembelajaran jenisnya beragam yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. seperti faktor murid. Apakah ciri-ciri dari penggunaan metode diskusi kelompok? 4. maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah 1. Berkenaan dengan hal itu. berinteraksi dan bersosialisasi. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah sangat mengandalkan penggunaan metode-metode yang aplikatif dan menarik. Diskusi merupakan jantungnya bimbingan kelompok. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Apabila siswa sudah tertarik dengan pembelajaran maka akan dengan mudah meningkatkan prestasi siswa dalam bidang bahasa. Dengan diskusi kelompok anak mampu bekerjasama. yakni orang-orang yang tugasnya setiap hari membina pelajaran bahasa Indonesia. bertukar fikiran dan berbagi pengalaman dengan teman sebayanya selama berada di sekolah. disamping faktor-faktor lainya. perpustakaan sekolah dan metode pembelajaran. Faktor-faktor apa saja yang mempengetahui prestasi belajar? 3. meski dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Indonesia yang sederhana. penulis ingin memecahkan masalah pembelajaran dengan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Oleh karena itu. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu dengan menggunakan metode diskusi kelompok.

memiliki keberanian untuk meningkatkan pendapat dengan penggunaan metode diskusi kelompok. Pengertian metode diskusi kelompok dan pengertian prestasi belajar. diharapkan dapat mengembangkan kebijakan untuk menciptakan budaya sekolah yang memfasilitasi dan memperhatikan kebutuhan siswa. penulisan ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Faktor-faktor yang mempengetahui prestasi belajar? 3. . D. Manfaat Penulisan Penulis mengharapkan dengan hasil penulisan ini dapat: 1. dapat memiliki keberanian untuk bertanya. Langkah penggunaan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Tujuan Penulisan Sesuai dengan permasalahan di atas. Bagi guru pembimbing khususnya dan guru pada umumnya. Ciri-ciri dari penggunaan metode diskusi kelompok? 4. Bagi siswa dapat meningkatkan motivasi belajar. 2. hasil penulisan ini menghasilkan gambaran peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode diskusi kelompok . 2. 3.C. Bagi Sekolah.

B. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002: 895) menjelaskan prestasi adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan di mata pelajaran. S. pandangan. 2008). Pengertian Prestasi Belajar Dalam setiap kegiatan manusia untuk mencapai tujuan. dan keterampilan. merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain : 1) Faktor eksternal. 2. membantu teman dalam kelompoknya masing-masing (Suradi. Pengertian Metode Diskusi Kelompok Metode diskusi adalah salah satu metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan. Demikian halnya di dalam proses belajar. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam rapor.BAB II PEMBAHASAN A. 141. selalu diikuti dengan pengukuran dan penilaian. Nasution (1996: 17) mengemukakan. Mereka berlatih ketrampilan-ketrampilan untuk bekerja sama dengan baik. merasa dan berbuat. (Sumiati. Menurut Winkel (1996: 17) mengemukakan. Pembelajaran diskusi kelompok adalah suatu pembelajaran teman sebaya dimana siswa bekerja dalam kelompok yang mempunyai tanggung jawab individual maupun kelompok terhadap ketuntasan tugas-tugas. Sutratinah Tirtonegoro (1988: 43) mengemukakan bahwa “Hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar disebut hasil belajar atau prestasi belajar”. 2004). Dari beberapa uraian di atas dapat kita ketahui bahwa prestasi adalah suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir. prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai bobot yang dicapainya. Tujuan dari metode diskusi adalah untuk mengeksplorasi pendapat atau pandangan yang berbeda dan untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua. Pengertian Metode Diskusi Kelompok dan Prestasi Belajar 1. Pada pembelajaran diskusi kelompok. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angkat yang diberikan oleh guru. prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir. yaitu : . siswa ditempatkan pada kelompokkelompok diskusi dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa minggu atau bulan.

anak. keadaan jasmani yang lelah lain pengaruhnya daripada yang tidak lelah. pengelolaan keluarga. demografi keluarga (letak rumah). dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. Baiknya fungsi panca indera merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan baik. Ketegangan keluarga. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. 2) Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari diri si pelajar Digolongkan menjadi dua golongan yaitu : a) Faktor-faktor Fisiologis Faktor-faktor fisiologis ini masih dapat lagi dibedakan menjadi dua macam. semuanya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. (3) Lingkungan sosial keluarga. misalnya : keadaan udara. b) Faktor-faktor Psikologi (1) Kecerdasan siswa / intelegensi siswa Semakin tinggi tingkat intelegensi seorang individu. metode pengajaran. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. . seperti guru.a) Faktor-faktor non sosial Kelompok faktor ini tak terbilang jumlahnya. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah. sifatsifat orangtua. (2) Lingkungan sosial masyarakat. Menurut Arden N. Lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. diskusi atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya. tempat (letaknya. suhu udara. alat-alat yang dipakai untuk belajar (seperti alat tulis menulis. (2) Motivasi Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses dalam diri individu yang aktif. yaitu : (1) Keadaan tonus jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi aktivitas belajar. ataupun malam). pergudangannya). Lingkungan siswa yang kumuh. Hubungan antara anggota keluarga. atau siang. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. semakin besar peluag individu tersebut meraih sukses dalam belajar. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa. waktu (pagi. memberikan arah. dan sebagainya yang biasa kita sebut alat-alat pelajaran). alat-alat peraga. Bahwa panca indera dapat dimisalkan sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh ke dalam individu. (2) Keadaan Fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsifungsi panca indera. b) Faktor-faktor Lingkungan Sosial (1) Lingkungan sosial sekolah. Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca inderanya. orangtua. kakak. administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. cuaca. buku-buku. mendorong. 1994).

budaya. 4. Komposisi kelompok hendaknya heterogen secara akademis maupun etnis. Pembelajaran Diskusi kelompok dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu. . D. Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan ketrampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik didalam maupun diluar sekolah. Selanjutnya siswa diorganisasikan menjadi empat sampai enam anggota tiap kelompok menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi tugas. Pemilihan topik Siswa memilih subtopik dari topik yang dipelajari. 3. Bilamana mungkin. terdapat enam tahapan Diskusi Kelompok yaitu sebagai berikut: 1. anggota kelompok berasal dari ras. yang biasanya ditetapkan oleh guru. (c) Adanya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. suku. jenis kelamin yang berbedabeda.Frandsen (Hayinah. (b) Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi. 3. tugas dan tujuan khusus tentang subtopik yang telah dipilih pada tahap pertama. 2. Langkah-langkah Penggunaan Metode Diskusi Kelompok dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Menurut Sharan dkk (1984). penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan ketrampilan sosial (Fida Rachmadiati: 2003: 7). 1992) yang termasuk dalam motivasi intrinsik untuk belajar antara lain : (a) Dorongan ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas. Dalam hal ini siswa memilih lembar kegiatan yang disediakan oleh guru. Siswa bekerja dalam kelompok secara diskusi kelompok untuk menuntaskan materi belajarnya. C. Implementasi Siswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan didalam tahap kedua. 2. Guru secara ketat mengikuti kemajuan tiap kelompok dan menawarkan bantuan bila diperlukan. Ciri-Ciri dalam Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Adapun ciri-ciri dari penggunaan model pembelajaran diskusi kelompok adalah sebagai berikut: 1. yaitu hasil belajar akademik. sedang dan rendah. Perencanaan Diskusi kelompok Siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajaran. Analisis dan sintesis Siswa menganalisis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana informasi tersebut diringkas dan disajikan sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada seluruh kelas.

Dalam hal ini guru dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran untuk membangkitkan pengetahuan siswa. Dalam menerapkan metode diskusi kelompok hendaknya di lakukan bukan hanya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa tetapi juga untuk meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran. intelektual. pandangan. 3. 2. dengan tujuan agar siswa yang lain terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh perspektif luas pada topik itu. Dalam meningkatkan prestasi belajar. 2. merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru. DAFTAR PUSTAKA . motivasi dan lain-lain. faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar siswa) seperti lingkungan dan faktor internal yang berasal dari siswa) seperti minat. 6. sehingga sesama siswa mampu memecahkan masalah. Sedangkan prestasi belajar suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individual atau kelompok. BAB III PENUTUP A. B. Evaluasi Siswa dan guru mengevaluasi tiap konstibusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. Adapun maksud metode diskusi kelompok disini adalah suatu pembelajaran teman sebaya dimana siswa bekerja dalam kelompok yang mempunyai tanggung jawab individual maupun kelompok terhadap ketuntasan tugas-tugas. Presentasi hasil final Beberapa kelompok menyajikan hasil penyelidikannya kepada seluruh kelas. Dari sekian banyak metode pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa lebih baik digunakan metode diskusi kelompok khususnya materi yang membutuhkan pengetahuan konsep. Metode diskusi kelompok merupakan satu metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan. Kesimpulan 1. dan keterampilan.5. Melalui penerapan metode diskusi kelompok ini hendaknya dimaknai sebagai metode yang efektif dalam pembelajaran. Saran 1.

[Online]. Sudjana. (2004). (2003). Media Pembelajaran: Hakikat. Roesiyah dkk. Pengembangan. Surabaya: Unesa University. Bandung: CV. . (2001). Macam-macam metode pembelajaran http://www. N. Pemanfaatan. (2007).martiningsih.blogspot. Martiningsih. Jakarta: Rineka Cipta Rudi Susilana.com [3 Mei 2012] . Strategi Belajar Mengajar. Tersedia: Slameto. (2001). Wacana Prima. (2007). Bandung: Rosda. Pembelajaran Kooperatif. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.Fida Rachmadiarti. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. dan Penilaian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful