PTK Dengan Metode Penugasan

6 Okt BAB I PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu sendiri dan kompleknya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia yang handal dan mampu berkompetensi. Selain itu, pendidikan merupakan wadah kegiatan yang dapat dipandang sebagai pencetak sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Pendidikan bukanlah suatu hal yang statis atau tetap, melainkan suatu hal yang dinamis sehingga menuntut adanya suatu perubahan atau perbaikan secara terus menerus. Perubahan dapat dilakukan dalam hal metode mengajar, buku-buku, alat-alat laboratorium, maupun materi-materi pelajaran. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran sekolah lebih banyak dibanding pelajaran lain. Pelajaran matematika dalam pelaksanaan pendidikan diberikan kepada semua jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman sehari-hari dalam pembelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur pada materi Statistika, kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran belum memuaskan, terbukti dari observasi kegiatan belajar siswa, tes unjuk kerja dan hasil evaluasi yang diperoleh siswa untuk mata pelajaran Matematika masih dibawah KKM . Hal ini menunjukkan tingkat kemampuan siswa rendah, salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang belum tepat. Salah satu hambatan dalam pelajaran matematika adalah bahwa siswa kurang tertarik pada matematika. Banyak siswa yang mengalami kesulitan bila menghadapi soal-soal matematika. Hal ini dapat mengakibatkan prestasi belajar matematika sangat rendah. Suatu kesalahan yang sering terjadi adalah guru kurang memperhatikan tingkat pemahaman siswa dalam mengikuti perubahan, langkah, tahap demi tahap dalam penyampaian materi pelajaran. Dengan kata lain, siswa hanya dibuat tercengang oleh guru dalam mempermainkan rumus yang begitu runtun dalam sebuah rangkaian pokok bahasan. Kondisi ini mungkin bagi guru suatu pekerjaan yang remeh jika sekedar menulis rumus yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai penuntun siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan soal-soal. Hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan seorang guru terkadang tidak sesuai dengan harapan. Untuk melihat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan salah satunya dengan melihat nilai dan ketrampilan siswa dalam pembelajaran itu.Apabila nilai perolehan siswa jauh dari harapan, maka seorang guru harus memperbaiki pembelajaran agar kompetensi

yang telah ditetapkan kurikulum pada materi Statistika itu dapat tercapai. Hal tersebut peneliti alami di SMP Negeri 1 Sukaresmi pada pelajaran Matematika. Peneliti merasakan dan melihat kesulitan siswa dalam hal menguasai materi pada materi stasistika sehingga merasa perlu untuk segera menangani masalah tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi statistika yang dipelajari. Akibat dari suatu anggapan bahwa matematika itu sulit untuk memperoleh nilai atau hasil yang memuaskan, sehingga timbulah rasa bosan, acuh, tidak senang terhadap mata pelajaran matematika. Sikap-sikap yang demikian oleh pendidik harus diketahui dan dicari jalan keluarnya. Dalam belajar matematika diperlukan banyak latihan-latihan penyelesaian soalsoal yang dibentuk dalam tugas terstruktur yang berisi soal-soal. Dari suatu pengalaman bahwa dalam pemecahan matematika akan berhasil jika siswa banyak berlatih dan terampil menyelesaikan matematika yang bervariatif. Dengan seringnya siswa menyelesaikan tugas yang berupa soal-soal yang berstruktur maka konsep-konsep yang ada tidak mudah lupa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka pada penelitian ini peneliti akan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu Metode Pemberian Tugas Terstruktur. Alasan dipilihnya metode Pemberian Tugas Terstruktur ini yaitu karena akan melatih peserta didik bertanggung jawab dan banyak membantu siswa dalam pemahaman materi pembelajaran. Untuk melihat keberhasilan metode ini maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Metode Penugasan dengan Pemberian Tugas Terstruktur untuk Meningkatkan Kemampuan Mengolah Data dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Statistika.(Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Sukaresmi Kelas IX-F Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012). . 1. B. Rumusan Masalah.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah ada Peningkatan Kemampuan Mengolah Data pada Materi Statistika Kelas IX-F Dengan Penugasan 1. Apakah dengan mengunakan Pemberian Tugas Terstruktur dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi Statistika di Kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi? 2. Bagaimana Proses meningkatkan kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi statistika sebelum dan sesudah menggunakan metode pemberian tugas terstuktur? 3. Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa pada materi Statistika dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Terstruktur? 1. C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk

1. Mengetahui kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa Metode Penugasan yaitu Pemberian Tugas Terstruktur pada materi Statistika di Kelas IX F SMP Negeri 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur. 2. Mengetahui kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi Statistika sebelum dan sesudah menggunakan Metode Penugasan yaitu pemberian Tugas Terstruktur. 3. Mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi statistika dengan melalui Penerapan Metode Penugasan yaitu pemberian tugas terstruktur. 4. D. Manfaat Penelitian. Hasil dari penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pemberian tugas terstruktur ini akan memberikan maanfaat seperti di bawah ini: 1. Bagi siswa : 2. Melatih peserta didik untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas; 3. Meningkatkan kemampuan siswa dalam dalam mengolah data untuk mencapai hasil belajar pada materi statistika; 4. Membantu siswa dalam pemecahan masalah dalam materi statistika; 5. Menjadikan Proses Pembelajaran Matematika lebih bermakna; 6. Melatih kemandirian peserta didik dalam menyelesaikan masalah atau menyelesaikan soal. 7. Bagi Guru: 8. Meningkatkan kemampuan dalam proses pembelajaran sehingga berinovasi serta professional; 9. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran Matematika; 10. Meningkatakan ketrampilan guru dalam menggunakan metode belajar yang sesuai; 1. Bagi Sekolah: 2. Memberikan kontribusi dalam mengembangkan kualitas pembelajaran; 3. Meningkatkan mutu lulusan SMP Negeri 1 Sukaresmi yang berkualitas; 4. Penggunaan Metode Pemberian Tugas Terstruktur ini dapat dijadikan referensi guru bahwa dalam mencapai ketuntasan pembelajaran matematika; 5. Salah satu bentuk penugasan adalah dengan pemberian tugas terstruktur merupakan usaha untuk menghadapi perolehan KKM 1. E. Hipotesis Tindakan

Dengan menggunakan Metode Penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dalam materi Statistika, maka hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data di kelas IX-F menunjukan peningkatan yang signifikan.

BAB II LANDASAN TEORI 1. A. 2. 1. Metode Pemberian Tugas ( Resitasi) Pengertian Metode Penugasan ( Resitasi)

mencari penyelesaian dalam buku pelajaran. karena dengan tugas maka siswa memiliki kesempatan untuk saling membandingkan dengan hasil siswa yang lain. di luar kelas. Dengan demikian siswa dapat bertanggung jawab dengan tugasnya. Agar materi ajar dapat dimengerti. banyaknya materi ajar yang tersedia dengan waktu kurang. 2. menilai hasil tugas madiri atau kelompok. memperkuat pemahamanSelain itu menyadarkan siswa untuk selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk hal-hal yang menunjang belajar dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang kurang berguna. Guru juga memberi motivasi agar siswa dapat mengerjakan tugas dengan baik kemudian guru menghimbau siswa untuk menyusun hasil tugas baik mandiri atau kelompok. kedua siswa melaksanakan tugas. memupuk inisiatif bertanggung jawab dan mandiri. kemudian harus dipertanggungjawabkan. Guru memberikan tugas kepada siswa madiri atau kelompok dengan waktu yang ditentukan dan disepakati siswa dan guru harus membahas. Metode ini dikenal dengan sebutan pekerjaan rumah tetapi metode ini lebih luas dari pada pekerjaan rumah saja. Dapat juga mengumpulkan sesuatu. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran atau meteri terlalu banyak sementara waktu sedikit dalam kegiatan belajar di kelas. di Perpustakaan bahkan di Rumah kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan.Yang dimaksud dengan metode tugas ( Resitasi) menurut Sayiful Sagala adalah “ cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tewrtentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan cara ini diharapkan agar siswa dapat belajar bebas tetapi bertanggung jawab dan siswa akan berpengalaman mengetahui berbagai kesulitan dan mengatasi kesulitan itu.” Misalnya tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas. dipahami oleh siswa dengan waktu yang telah ditentukan oleh kurikulum maka metode ini sangat membantu. Dalam hal ini tugas dapat diberikan dalam bentuk daftar pertanyaan (soal) atau perintah melakukan pendataan. memperkaya kegiatan belajar di luar. . Guru memberikan tugas Tugas yang diberikan dari guru kepada siswa baik secara mandiri atau kelompok maka harus memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut: a) b) c) Tujuan yang akan dicapai Jenis tugas. dan ketiga siswa mempertanggung jawabkan apa yang telah dikerjakan. terstruktur atau tak terstruktur agar siswa mengerti dan paham Tugas harus disesuaikan dengan kemampuan siswa d) Ada petunjuk yang jelas sehingga siswa dapat mengerjakan tugas mandiri maupun kelompok. Fase Memberi Tugas ( Resitasi) Fase-fase dalam memberikan tugas yang baik secara mandiri maupun kelompok: 1. membuat sesuatu dan lain sebagainya. Artinya. 1. selain itu siswa menjadi lebih paham materi ajar. Merangsang siswa agar lebih giat belajar. karena dalam metode ini terdiri dari tiga fase antara lain: pertama Guru memberikan tugas.

3. soal. Kelebihan dan Kekurangan Metode Penugasan ( Resitasi) . 1. kemudian siswa yang bersangkutan mempertanggungjawabkan. 2) Siswa diberi tugas untuk melaksanakan sesuatu yang tujuannya melatih siswa dalam hal yang bersifat kecakapan mental dan motorik. 1.e) Disediakan waktu yang jelas dan cukup untuk mengerjakan tugas terstruktur dan tidak terstruktur. Dengan tujuan agar siswa biasa berfikir ilmiah(logis dan sistematis) dalam memecahkan suatu masalah atau soal. sehingga siswa disamping sanggup mengerjakannya juga sanggup mempertanggungjawabkan. Siswa Mempertanggung jawabkan tugas Hal-hal yang harus dikerjakan dalam fase ini: a) b) c) Laporan siswa tertulis dari apa yang dikerjakan Ada diskusi kelompok atau tanya jawab Penilaian atau tanggapan dari siswa yang lain Dalam fase mempertanggung jawabkan ini yang disebut dengan resitasi. Dalam metode pemberian tugas atau resitasi ini syarat yang harus diketahui oleh guru dan siswa yang diberi tugas yaitu: 1) Tugas yang diberikan harus berkaitan dengan pelajaran yang telah mereka pelajari. yang telah disediakan dan bagaimana mengolah selanjutnya. 4) Siswa diberi tugas untuk melaksanakan proyek dengan tujuan agar siswa membiasakan diri untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian suatau masalah. adapun menurut Zakiyyah Darajat Pemberian tugas dapat dilakukan dalam beberapa hal. 2) Guru harus dapat mengukur dan memperkirakan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dapat dilaksanakannya karena sesuai kesanggupan dan kecerdasan yang dimilikinya. 3) Guru harus menanamkan kepaqda siswa bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dikerjakan atas kesadaran sendiri yang timbul dari hati 4) Jenis tugas yang diberikan kepada siswa harus dapt dimengerti benar-benar sehingga siswa tidak ada keraguan dalam melaksanakannya. Diberi waktu tertentu untuk mengerjakannya. yaitu: 1) Siswa diberi tugas mempelajari bagian dari buku teks baik secara kelompok maupun perorangan. 3) Siswa diberi tugas untuk mengatasi masalah tertentu atau problem tertentu dengan cara mencoba untuk mengunkapkan.

Dengan banyaknya latihan soal dari tugas terstruktur maka konsep. Dengan ini siswa akan lebih tahu kekurangan dalam mempelajari materi yang telah diajarkan oleh guru. Metode ini tidak sama dengan Pekerjaan Rumah (PR). Pemberian tugas biasanya dalam bentuk tugas rumah yang bertujuan memberikan kesempatan siswa untuk mendapatkan pengertian yang luas tentang materi yang telah dan akan diajarkan di dalam kelas. 1. sedangkan dalam resitasi tugas tidak harus dikerjakan di rumah. salah satu bentuk latihan Matematika adalah dengan pengerjaan tugas tersruktur yang berisi cara penyeleseaian soal-soal atau masalah Pemberian tugas terstruktur dimaksudkan agar selain untuk penguatan juga menimbulkan sikap positif terhadap pelajaran Matematika. sedangkan anggota yang lain tidak ikut berpartisipasi dengan baik. perpustakaan. rumus. 2) Mengembangkan daya berfikir sendiri. karena dengan latihan tersebut maka diharapkan peserta didik akan lebih aktif dan kreatif dalam menghadapi berbagai soal. Kekurangan Metode Penugasan (Resitasi) 1) Siswa sulit dikontrol aktifitasnya dalam mengerjakan tugas. 2. . tanggung jawab dan melatih mandiri. PR merupakan tugas terstruktur yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk dikerjakan di rumah dengan waktu yang ditentukan. kreatif. Dalam pembelajaran Matematika harus diperbanyak latihan soal. apakah benar mengerjakan dengan kemampuan dan usahanya atau hanya meniru pekerjaan temannya 2) Khusus tugas kelompok. Sering memberikan tugas yang monoton sehingga dapat menimbulkan kebosanan siswa. 1. 3) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.Dalam penggunaan suatu metode pasti ada kelebihan dan kekurangan. Kelebihan 1) Siswa dapat lebih memahami sendiri materi ajar sesuai dengan pengetahuan yang dicari sehingga pengetahuan itu akan tinggal lama dalam ingatan. atau di tempat lainnya yang berhubungan dengan materi pelajaran yang diberikan. dan kemudian siswa harus mempertanggungjawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut. Metode pemberian tugas belajar atau resitasi merupakan metode mengajar yang berupa pemberian tugas oleh guru kepada siswa. sekolah. 3) Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas individual maupun kelompok. Dan dengan adanya pemberian tugas terstruktur siswa juga tidak akan merasa bosan dalam belajar karena materi dapat menimbulkan pengalaman belajar dan pemahaman materi. Pemberian Tugas Terstruktur. melainkan dapat dikerjakan di laboratorium. begitu juga metode ini. tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja. daya inisiatif. dan teorema akan dipahamai dengan jelas.

Tugas terstruktur merupakan salah satu media pembelajaran bahan ajar yang disususn sesuai dengan kebutuhan belajar sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Dengan pembahasan di atas peneliti yakin bahwa pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran Matematika dapat menumbuhkan kreatifitas peserta didik dan hasil belajar Matematika pada umumnya lebih meningkat. Manfaat Tugas Terstruktur Tugas Terstruktur memiliki manfaat baik ditinjau dari kepentingan peserta didik antara lain: a) Peserta didik memiliki kesempatan melatih diri belajar secara mandiri. Sehingga diharapkan pula tidak ada anggapan bahwa pelajaran Matematika adalah mata pelajaran yang sulit tetapi sebaliknya bahwa Matematika adalah mata pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh peserta didik dan tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik . Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru. dirancang guru untuk mencapai kompetensi.Tugas dirancang untuk membimbing siswa dalam pemahaman materi yang lengkap terdiri atas rangkaian kegiatan belajar dan soal-soal latihan untuk membantu peserta didik mencapai indikator yang dirumuskan dengan jelas. dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Dalam Permendiknas No 22 tahun 2007 tentang Satandar Isi menyebutkan diantaranya bahwa. 1. beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem :    Tatap Muka (TM) Penugasan Terstruktur (PT) Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur(KMTT) Pembelajaran Tatap Muka (TM) :Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara peserta didik dan pendidik Penugasan Terstruktur (PT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. b) Belajar menjadi lebih menarik karena dapat dipelajari di luar jam tidak dibatasi oleh kelas c) Peserta didik berkesempatan menguji kempuan diri sendiri dengan mengerjakan soal latihan yang disajikan dalam tugas d) Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan sebagai factor belajar lainya. Dalam kegiatan ini tidak terjadi interaksi langsung antara guru dengan peserta didik Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. Metode Pemberian Tugas Terstruktur ini sanagat membantu peserta didik untuk mencapai hasil yang memuaskan.

C. Prinsip Pembelajaran Berbasis Kompetensi a. Pembelajaran terpadu. . statistik berarti catatan angka-angka (bilangan). yang nantinya hasil kerja peserta didik akan diperiksa oleh guru untuk mengetahui tingkat pemahaman materi serta pencapaian Kompetensi Dasar dari jawaban tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik. yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. 1. menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka. yang nantinya hasil kerja peserta didik akan diperiksa oleh guru untuk mengetahui tingkat kebenaran jawaban peserta didik. perangkaan. b. statistika yang dalam bahasa Inggris “statistics” (ilmu statistik). data mengenai penghasilan dan sebagainya. Guru sebagai fasilitator. e.1. f. Multi strategi. Menerapkan prinsip pembelajaran tuntas. Pemecahan masalah. c. Pengertian Statistika Istilah statistik berasal dari bahasa latin “status” yang artinya suatu negara. sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah. 1994). dikelompokkan. Pemberian tugas terstruktur merupakan Metode yang dapat digunakan peserta didik untuk mencari alternativ pemecahan masalah dengan kendala serta masalahnya. gejala atau peristiwa (depdikbud. Berpusat pada peserta didik. d. motivator. mentabulasi dan menggolongkan. Mengumpulkan data b. Metode PemberianTugas Terstruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan berbagai literature atau buku sumber. Memahami keunikan peserta didik. dan nara sumber. didalamnya terdiri dari sekumpulan prosedur mengenai bagaimana cara: a. Statistika beda halnya dengan statistik. Secara kebahasaan. Materi Statistika 2. data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan. Tugas Terstruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik dari guru atau pendidik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan berbagai sumber belajar. ilmu tentang cara-cara mengumpulkan. misalnya data mengenai penduduk. Mengolah data c. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan kenegaraan. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram. Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angkaangka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. ditabulasi. Dengan demikian. yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi. Menyajikan data d. Menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan kumpulan data dan hasil analisisnya.

jurnal. D. Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian. 6. Modus Modus = nilai yang paling sering muncul (nilai yang frekwensinya paling banyak) Contoh: 6. Istilah-istilah dalam Statistika 2. 7. misal melalui wawancara. 2. Rata-rata Hitung 2. yaitu data diskrit dan kontinyu. Ukuran Pemusatan Data Tunggal 1 1. 9 dan 9 Nilai yang paling sering muncul adalah 7 Jadi. Quartil Atas adalah median dari data tinggi atau besar Quartil Bawah adalah median dari data rendah atau kecil Quartil Tengah adalah median dari sebuah data Jangkauan interkuartil = . dan lain-lain. 7. 6. . 7.1. Median Median = nilai tengah setelah data diurutkan Contoh: Data: 5. Hasil Belajar Pengertian Belajar Belajar adalah sesuatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. penyebaran kuesioner. misalnya di lingkungan keluarga. dan lain lain. Selain pembagian tersebut juga ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder.) 3. di sekolah dan di masyarakat. Sampel adalah bagian dari populasi yang benar-benar di teliti atau diamati. Ukuran Penyebaran 1. 3. pengukurn langsung. 2. . 7. disengaja atau tidak disengaja. 4. 8. 6. 1. 3. penelitian/ publikasi pihak lain. Kegiatan belajar dapat berlangsung di mana-mana. 7. yaitu : 1. 8. 1. Jenis Data Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. modus dari data di atas = 7 1. misal diambil dari koran. 8. Data kuantitatif: data yang berupa angka (numerik). 8. baik disadari maupun tidak disadari. 1. dan memiliki karakteristik yang lengkap seperti yang dimiliki populasi. 3. Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil/ disadur dari pihak lain. dan 9 Nilai tengah setelah diurutkan (median) = 7 d. Data kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non – numerik) biasa disebut dengan istilah atribut. Populasi adalah keseluruhan Obyek penelitian 4.

baik aspek pengetahuan. membuat belajar lebih bermakana. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”( internet. yaitu pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan Controliling. keterampilannya. dan toleransi terhadap perbedaan. afektif dan psikomotorik. tidak selalu lancar. artinya belajar sebagaimana suatu kegiatan kompleks yang menuntut kemampuan kognitif. bekerjasama. yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tehnik menemukan pengetahuan dan bukan semata-mata hanya memperoleh pengetahuan b) Learning to do. dan mandiri. saling pengertian dan tanpa prasangka. c) Learning to live together adalah membekali kemempuan untuk hidupo bersama dengan orang lain yang berbedsa dengan penuh toleransi. berpendapat bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku individu sebagai akibat interaksi individu dengan lingkungan sehingga mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan. 10-18) yaitu : a) Learning to know. Dari uraian tersebut dapat disempulkan bila dilaksanakan dengan memuaskan akan menumbuhkan percaya diri pada siswa sehingga akan mampu mengenal dirinya. artinya keberhasilan belajar antara lain ditentukan oleh bermakna tidaknya bahan yang dipelajari.Uzer Usman (1996). Oleh sebab itulah pendidik perlu menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan beberapa pokok pemikiran sebagai berikut: . Pengetian Belajar ) Berdasarkan pengertian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku. Ada empat pilar yang dikemukakan oleh UNESCO. Designing. Tiga pilar tersebut ditujukan bagi lahirnya siswa yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahuan yang mampu memecahkan masalah. Belajar tanpa ancaman. maupun aspek sikapnya melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya. siswa aktif guru akan berperan sebagai fasilitator. Maintening. Surya: “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan. Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pikiran dan perasaan sendiri. artinya setiap orang memiliki keinginan untuk belajar secara kodrati. bertenggang rasa. Roger dalam Darsono (2000:21-22) mengemukakan beberapa prinsip belajar yang manusiawi yaitu :     Hasrat belajar. Belajar bermakna. Kebermaknaan ini dikaitkan dengan kehidupan nyata. Pembelajaran yang epektif di mulai dari lingkungan belajar dan berpusat pada siswa. d) Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran harus ditopang oleh tiga pilar sebelumnya. Monituring. Menurut Moh. dalam Soedijarto (2004. berkepribadian mantap.

Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi pada diri siswa . d. b. 2. Siswa membangun pengetahuan secara aktif. tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing-masing orang berhubungan dengan orang lain dan membangun pengetahuan dan pengertian bersama. afektif. hasil belajar merupakan hal yang dapat di pandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan guru. Belajar adalah suatu proses pribadi. manipulasi bendabenda. Hanya dengan keuletan. bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa. Hasil tidak akan pernah dihasilkan selama orang tidak melakukan sesuatu. Kegiatan belajar adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antar pribadi. diciptakan. Pengetahuan ditemukan. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. 2. kemauan yang tinggi dan rasa optimisme dirilah yang mampu untuk mencapainya. Menurut Djamarah (2000: 45). Untuk menghasilkan sebuah prestasi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. sungguh–sungguh. hasil adalah prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. Sedangkan dari sisi guru hasil belajar merupakan saat terselesainya bahan pelajaran (Internet. menilai. penerapan.Berdasarkan Teori Taksonomi Bloom. dan psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut : 1. Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan siswa. koordinasi otak manusia (menghubungkan dan mengamati). 34) hasil belajar dalam rangka studi di capai melalui tiga kategori ranah antara lain. organisasi dan karakteristik dengan suatu nilai 3. Dari sisi siswa hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal cenderung menunjukan hasil yang berciri sebagai berikut: 1. 3. Ranah Afektif yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah Kognitif yaitu hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek ( pengetahuan. sintesis dan penilaian). Kegiatan belajar mengajar harus lebih menekankan pada proses dari pada hasil. Ranah Psikomotor yaitu meliputi keterampilan motorik. Ranah afektif meliputi lima jemjang kemampuan yaitu menerima. Pengertian Hasil Belajar ) Menurut Omar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahantingkah laku pada orang tersebut.a. Hasil Belajar Menurut Dimyati dan Mudjiono. dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Dalam belajar terjadi interaksi pribadi di antara para siswa dan interaksi antara guru dan siswa. afektif. kognitif. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. baik secara individu maupun kelompok. dalam Moh. 1. analisis. menjawab atau reaksi. psikomotor. pemahaman. Guru menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan siswa membentuk makna dari bahan-bahan pelajaran melalui suatu proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut. dibentuk. dan dikembangkan oleh siswa. Uzer Usman ( 1996. Pengajar perlu berusaha mengembangkan kompetensi dan kemampuan siswa. c.

Peneliti memilih kelas IX-F sebagai subyek penelitian karena kelas ini yang mempunyai daya serapnya rendah terlihat dari hasil tes sebelumnya yang belum menunjukan hasil tidak memuaskan. karena didalam penelitian ini digambarkan bagamana suatu metode pembelajaran di terapkan dan bagaimana hasil yang di inginkan dapat tercapai. mengutamakan objektifitas. Penelitian tindakan kelas cenderung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah cecara teratur. 2. . Tidak adanya perlakukan yang diberikan dan dikendalikan 3. 3. dan dilakukan secara cermat. Sukaresmi Kab. digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lain 4. Waktu Penelitian Tindakan Kelas dapat .2. Subyek dan Lokasi penelitian Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas IX-F tahun pelajaran 2011/2012. Lokasi Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi sekolah ini beralamat Jln. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan dirinya terutaman adalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya Jadi hasil belajar merupakan perubahan yang diperoleh setelah terjadinya proses belajar mengajar yang dapat dilihat setelah peserta didik melalui penilaian yaitu proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menetukan pencapaian hasil belajar siswa sesuai dengan ( Permendiknas No 20 . Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk metode penelitian deskriptip. Cikanyere Kec. C. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A . bemanfat untuk mempelajarai aspek lain. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. Tidak adanya uji hipotesis B. Mariwati Km 8 Des. yang berjumlah 42 orang yang terdiri dari jumlah siswa laki-laki sebanyak 20 Orang dan jumlah siswa perempuan sebanyak 22 orang. Metode deskriptip memiliki karakteristik sebagai berikut : 1.2007) tentang Standar Penilaian. membentuk prilakunya. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya seperti akan tahan lama diingatannya. Cianjur.

Isi dari angket ini mengenai pendapat siswa terhadap kegiatan proses pembelajaran. . intelegensi. bahan ajar. Lembar Soal Lembar Soal disusun untuk mengukur pengetahuan. kondisi kelas. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus sehingga membutuhkan waktu 4 kali pertemuan. Perencanaan. D. setiap pertemuan terdiri dari 2 x 40 menit. 1. keterampilan.1 berikut ini: 1. E. dan sikap guru. Lembar observasi disusun untuk mengamati peneliti dalam mengamati tindakan kelas. Lembar Observasi Lembar observasi disusun untuk memperoleh gambaran langsung tentang kondisi pelakasanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur. Mengkaji metode penugasan melalui pemberian tugas terstrukturdari berbagai sumber dan referensi. Setiap siklus memerlukan 2 kali pertemuan. diskusi dengan teman sejawat. Adapun bentuk tes yang diberikan berupa soal uraian yaitu pada Kompetensi Dasar Statistika. Waktu yang diperlukan untuk pembelajaran materi Statistika adalah 8 jam pelajaran. dan keakktifan siswa dalam proses pembelajaran 1. Dari angket ini kita dapat mengetahui tentang respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan. Angket Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur tanggapan dan sikap siwa setelah pembelajaran. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes setiap akhir siklus dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Instrumen Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan oleh peneliti. pengamatan. Lembar soal yang disusun berbentuk soal-soal uraian yang berstruktur dan bertujuan membimbing siswa untuk berfikir sistematis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. tepatnya dari bulan Juli 2011 sampai dengan Desember 2011. Pada tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. dan refleksi. metode pembelajaran. Adapun alur pelaksanaan tindakan dapat dilihat pada gambar 3. 1. Observasi tindakan ini dilaksakan oleh rekan guru serumpun yang bertindak sebagai observer. dalam satu minggu terdiri 2 kali pertemuan.Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian tindakan kkelas ini dilaksanakan 4 tahapan sesuai dengan model Jhon Elliot(Muslhudin2009:72) yang dimulai dari perencanaan. pelaksanaan. tes setiap akhir siklus ini bertujuan untuk mengetahui sampai dimana pemahaman belajar siswa tentang statistika serta untuk merefleksi pembelajaran yang dilaksanakn guna perbaikan. digunakan instrument pengumpulan data sebagai berikut: 1.

Guru memberikan pembelajaran materi Statistika dengan Tanya jawab dan diskusi. Guru memberi tugas terstruktur yang harus dikerjakan dengan batas waktu yang telah ditentukan untuk lebih memahami materi yang telah diajarkan. Pelaksanaan Tindakan 1) Pada proses pelaksanaan tindakan. b) Menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dua kali pertemuan c) Pembelajaran dilakukan dengan mengggnakan diskusi tanya jawab dan diakhiri dengan penugasan untuk memperdalam materi yang telah diajarkan. keaktifan serta keseriusan belajar. 4. Penilaian proses pembelajaran dilakukan pada aspek kerjasama. d) e) f) Memberikan tes siklus II Peneliti beserta tim observer menganalisis serta merefleksi hasil pembelajaran siklus II Peneliti dan observer menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan hasil penelitian. Menetapkan cara observasi yaitu akan menggunakan metode observasi terbuka dan akan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Pembelajaran diakhiri dengan adanya pemberian tugas terstruktur dan tes siklus I untuk melihat keberhasilan penyajian materi dengan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dalam upaya meningkatkan kemampuan mengolah data pada materi Statistika.serta pemberian tugas terstruktur sebagai alat bantu dalam pemahaman materi. 3. Selain dari itu guru dapat memberikan soal-soal latihan dan menilai jawaban kelompok. Guru memberi penjelasan . yaitu akan dilaksanakan oleh peneliti dan akan dilakukan setiap usai pemberian tindakan dalam pelaksanaan observasi untuk setiap siklusnya. Menetapkan alat bantu dokumentasi kamera foto 7. 5. Menetapkan cara pelaksanaan refleksi. Menetapkan jenis data dan cara pengumpulan data. Menetapkan fokus observasi yaitu faktor siswa meliputi kemampuan siswa dalam mengolah data dan respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur. jawaban soal-soal dan kebersihan. Lembar kerja Siswa (LKS) serta lembar tugas terstruktur. yaitu jenis data kualitatif akan dikumpulkan melalui observasi dan data kuantitatif akan dikumpulkan melalui tes hasil belajar siswa. kemudian perwakilan siswa dari kelompoknya menjawab soal-soal. 6. 8.2. siswa belajar dengan berkelompok. 2) Peneliti melakukan tindak lanjut untuk siklus II dengan cara menyusun serta memperbaiki rencana selanjutnya berdasarkan hasil tes dan refleksi pelaksanaan siklus I Pelaksanaan tindakan Siklus II masih mengikuti pola penyajian sebagaimana rencana tindakan I yaitu: a) Membuat serta merancang siklus II yang telah di sesuaikan dengan hasil refleksi dari siklus I. . Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang Sttistika untuk 2 Siklus yang berdasarkan Kurikulum SMP Negeri 1 Sukaresmi (KTSP).

Pada tahap ini dilakukan tes akhir siklus. Keberanian bertanya. Keantusiasan dalam mengerjakan tugas. angket respon siswa dan angket lembar kerja siswa dengan bantuan pengamat dari teman sejawat. Aspek yang diamali meliputi: a) b) c) d) e) Perhatian terhadap penjelasan guru. Mengatur siswa dalam kelompok-kelompok belajar. Maka pada akhirsiklus. Memotivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan serius. Mendorong dan membimbing dilakukannya keterampilan kooperatif oleh siswa. Observasi Pengamatan penelitian dibantu oleh 2 orang guru sebagai pengamat atau observer. Pelaksanaan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Refleksi Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis hasil kerja siswa. i) Memberikan tugas terstruktur yang telah disesuaikan dengan indicator materi yang diajarkan.1. Memberikan umpan balik dan penegasan serta penguatan materi yang diajarkan. Analisisdilakukan untukmengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada setiap siklusnya kemudian mendiskusikan hasil analisis secara kolaborasi dengan observer untukperbaikan pada pelaksanaan siklus selanjutnya. Dalam observasi yang dilakukan yaitu mengamati siswa dan guru. Keberanian menjawab soal di depan kelas dan berbagi dengan teman di kelas. Menerangkan secara singkat materi pokok dengan jelas.aktiviatas dan kemapuan siswa . Mengaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal siswa/prasyarat. Hubungan kerjasama antar siswa. Pengamatan terhadap siswa dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar. 1. Membimbing siswa mengerjakan LKS dengan benar. Pengamatan terhadap guru aspek yang diamati meliputi: a) b) c) d) e) f) g) h) Menyampaikan tujuan pembelajaran.

pengamatan dan refleksi pada siklus II. prestasi dan angket dijelaskan sebagai berikut 1. ketekunan. minat yang ditunjukan oleh diskripsi yang telah ditentukan 1. Data ini diambil dengan menggunakan angket pendapat siswa. 3. 1. Menganalisa Data Data penelitian berupa motivasi belajar. prestasi belajar serta tanggapan siswa terhadap metode penugasan. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya. dan selanjutnya peneliti melakukan kembali perencanaan. Pengolahan Data 1. ketekunan. Langkah-langkah dalam refleksi adalah sebagai berikut: 1. Analisis Motivasi Belajar Motivasi belajar dianalisis secara deskriptif berdasarkan keberhasilan tindakan yaitu frekwensi depskriptif pada lembar observasi. Data tanggapan siswa terhadap metode penugasan berupa pendapat siswa setelah mengikuti proses pembelajaran berlangsung. pelaksanaan tindakan. Melaksanakan evaluasi tindakan I dan mendiskusikan hasilnya dengan guru Matematika yang lain. 2.dalam mengolah data materi Statistika di kelas IX F di SMP Negeri 1 Sukaresmi dapat ditingkatkan. Mengumpulkan data hasil pengamatan. konsentrasi. Analisis data motivasi. Data kemampuan mengolah data berupa tingkat pengusaan siswa terhadap tugas yang diberikan setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur yang diperoleh dari test akhir siklus dan lembar kerja serta lembar tugas terstruktur. Perilaku dan aktivitas siswa meliputi perhatian. Motivasi Belajar Data motivasi belajar diperoleh dari hasil observasi perilaku siswa dan aktivitas siswa dalam kelas yang berkaitan dengan kemampuan mengolah data statistika pada pemberian tindakan. Depkriptor motivasi meliputi minat. perhatian. F. Prosentase keberhasilan tindakan dapat dihitung dengan rumus: MP = å siswa yang responnya positif x 100% å Seluruh siswa . Pengumpulan data Data penelitian ini diambil dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: 1. Menganalisa data hasil pengamatan. 4. 3. 2. Tahap refleksi I dilakukan berdasarkan bahan analisis yang diperoleh dari hasil pengamatan pada siklus I.

Analisis Prestasi Belajar dan Kemampuan mengolah data dihitung dengan rumus berikut: Kb = åsiswa yang memperoleh nilai ≥78 x 100% åsiswa 1. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari tes sebelumnya menujukkan bahwa kemampuan dan motovasi belajar matematika pada umumnya di kelas ini menunjukan kelas yang tingkat kemampuan dan motivasi belajar matematikanya rendah dan tidak memuaskan. tenaga pengajar 80% sesuai dengan bidang yang diampu. Di SMP Negeri 1 Sukaresmi KKM mata Pelajaran Matematika semester Ganjil 78 pada Materi statistika KKM yang harus dicapai 78. respon siswa dan ketuntasan belajar siswa dapat diukur dengan cara berikut:   Motivasi Positif = Prosentase Respon Positif Siklus II – Prosentase Respon positif Siklus I Prestasi belajar siswa = Prosentase kekuntasan Siklus I – Prosentase Ketuntasan Awal Prosentase ketuntasan siklus II – prosentase ketuntasan Siklus I Jika dari selisih motivasi positif ada kenaikan maka respon siswa terhadap Metode Penugasan dalam materi Statistika diterima. Mariwati Km 8 Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. A. Siklus II ada peningkatan maka metode Penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dapat diterima. Menyimpulkan hasil penelitian setelah data dianalisis Menyimpulkan hasil penelitian dilihat dari prosentase motivasi Positif dan Ketuntasan belajar. Dan jika Selisih prosentase ketuntasan awal tindakan siklus I.Tingkat kemampuan belajar matematika di kleas IX F heterogen. Analisis Ketuntasan Belajar siswa dan Prestasi Belajar Kemampuan siswa dan Prestasi Belajar dianalisis dengan ketuntasan belajar. Indikator keberhasilan tinadakan untuk aspek motivasi.1. siswa dikatakan tuntas belajar jika mencapai skor ketuntasan belajar minimal atau KKM. Hasil Penelitian 1. Seting Kelas Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi sekolah ini beralamat Jln. Prestasi belajar di kelas IX F ini masih rendah karena jumlah siswa . SMP Negeri 1 Sukaresmi termasuk sekolah terbesar di Kecamatan Sukaresmi serta membawahi tiga Cerdas Seatap (CSA). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IX F yang terdiri dari 42 siswa dengan jumlah siswa perempuan 20 orang dan siswa laki-laki 22 orang. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1.

b) Menyampaikan apersepsi dan motivasi mempelajari materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil Tindakan siklus I 1) Perencanaan 1. 6. . 5. Metode Pemberian Tugas Tersturuktur merupakan salah satu metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan kemampuan mengolah data karena dengan metode pemebriantugas terstruktur ini siswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kerja kelompok. 4. peneliti melakukan identifikasi masalah dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilaksanakan. 2. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 11 Oktober 2011 a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan format evaluasi serta observasi dilaksanakan tanggal 09 Oktober 2011. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diuraikan maka pada di kelas IX F perlu adanya tindakan yang bervariatif sehingga perolehan prestasi belajar siswa meningkat maka peneliti mengambil sikap bahwa pada materi Statistika semester ganjil ini menggunakan metode pemberian tugas terstruktur agar pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan KKM.yang mencapai nilai diatas KKM yang ditetapkan masih sedikit. e) f) Peserta didik mendiskusikan dan mengumpulkan data dari teman sekelasnya. ukuran sepatu. Sebelum menyusun rencana pelakasanaan pembelajaran. 2. warna kesukaan. Mengembangkan format observasi pembelajaran. Menentukan materi yang akan dijadikan materi penelitian. 2. Mengembangkan format evaluasi. KKM pada semester ganjil mata pelajaran matematika 78 hasil kumulatif perhitungan KKM dari kompetensi dasar yang terdapat pada semester ganjil. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). c) Guru menyampaikan secara singkat tentang cara pengumpulan data. Data yang harus dikumpulkan oleh siswa yaitu. ukuran sepatu. meningkatkan kinerja individu sehingga hasil belajar akan meningkat. mengecek absensi siswa serta mengkondisikan kelas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif. hari lahir. 3. bulan lahir. d) Guru memberikan permasalahan kepada siswa untuk dikumpulkan data dari teman sekelasnya. Menyususn rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pelaksaan Siklus I. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai berikut: 1. bertanggung jawab. Peserta didik menyelesaikan masalah yang dicatat dengan tally/turus. mata pelajaran yang disukai.

data tertinggi dan jangkauan. Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru. j) Refleksi: Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai. g) Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru. 1. h) Refleksi: Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai. menentukan data tertinggi. c) Guru menyampaikan secara singkat dengan contoh tentang cara mengurutkan data. 3) Observasi Dari hasil observasi siklus I. data teringgi dan jangkauan. b) Menyampaikan apersepsi dan motivasi mempelajari materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. f) Perwakilan siswa untuk menyampaikan hasil kerja guru memberikan penguatanpenguatan. e) Siswa mengerjakan tugas terstruktur guru mengawasi dan memberikan bimbingan kepada siswa yang belum mengerti. guru kurang dalam memotivasi . data terendah dan jangkauan. i) Guru menutup pembelajaran dan memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara mengurutkan data. mengecek absensi siswa serta mengkondisikan kelas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer. k) Guru menutup pembelajaran dan memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara pengumpulan data dan pencatatan dengan turus waktu penyelesaian tugas terstruktur pertemuan yang akan datang. Guru membahas hasil kerja peserta didik dan memberikan penguatan-penguatan. data terendah.g) h) i) Guru memberikan bimbingan dan memberi pengarahan kerja peserta didik. data terendah. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua dilaksanakan hari Kamis tanggal 13 Oktober 2011. Tugas terstruktur berisi soal uraian tentang mengurutkan data. guru telah merapkannya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan. didapatkan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dengan metode pemberian tugas terstruktur pada Siklus I. waktu penyelesaian tugas terstruktur pertemuan yang akan datang. a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa. d) Guru memberikan petunjuk agar siswa mengerjakan tugas terstruktur untuk diselesaikan secara berkelompok.

maka pada akhir siklus I dilakukan tes akhir siklus dapat dilihat pada tabel 4. Masalah lain yang didapat dari pengamatan observer adalah pada saat pengumpulan data pertemuan pertama waktunya kurang mencukupi.1.1 Data mengenai Keaktifan Siswa Pada Siklus I Partisipasi Siswa Sangat Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Jumlah siswa 2 30 10 42 Prosentase 5% 71% 24% 100 Data keaktifan siswa dalam siklus I digambarkan dalam grafik seperti pada grafik 4. Hal ini terbukti dari masih banyak siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran.2 berikut: Tabel 4. Tabel 4. Data mengenai keaktifan siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4. Data mengenai keaktifan siswa dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi seperti pada lampiran. Keaktifan siswa tersebut dapat dilihat dalam hal mengikuti proses pembelajaran berlangsung. Untuk mengetahui hasil belajar siswa.1 Keaktifan siswa pada siklus I Data mengenai aktifitas siswa pada siklus I menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran termasuk kategori cukup aktif.1 Grafik 4.siswa sehingga ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran.2 Data Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 NAMA Ai Nurjamilah Andini Diniatul Zaman Aria Rahmat Hidayat Aris Munandar Asri Afrilianti Budi Deby Susi Yanti Dedi Setiadi Dian Ratna Sintiawati Dodi Kurnia Elia Damayanti Erick Budiman Pamungkas Erniawati Gina Yuliani Idan Ilma Huzaemah Irwan Purwandi Iyet Nurhayati NILAI KETERANGAN KKM PEROLEHAN TUNTAS TIDAK TUNTAS 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 50 √ 78 55 √ 78 79 √ 78 50 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 60 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 79 √ .

Kekurangan-kekurangan tersebut antara lain guru kurang memotivasi siswa dan mengkondisikan siswa pada waktu mengerjakan lembar kerja dan tugas terstruktur.2 tentang hasil belajar siswa siklus.1 84.19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusiana Apriliani M. Dari data tersebut memberi gambaran bahwa keaktifan siswa cukup maka hasil belajar tergolong cukup. akibatnya masih banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran.1 dengan nilai tertinggi 84 dan nilai terendah 25. Hal ini menjadi tolak ukur pelaksanaan siklus II. Rata-rata nilai pada akhir siklus I 67. Naufal Amar Siddik Mita Reskyyanti Moch. Ikmal Muhamad Jaelani Muhammad Wishal Albaqy Nengsih Nurmalasari Pandu Pangestu Peri Apriandi Puput Ibadihati Solehah Resdiana Depi Restiyana Faujiah Robi Awaludin Rosita Sandi Kurnia Sandi Supiandi Siti Fatimah Ahmad Siti Nuralifah Siti Wasilah Susi Yanti Taofik Hidayat Yayang Yuliyandi Yuniarti Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah % Lulus % Tidak Lulus 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 60 65 78 50 78 60 60 78 80 40 79 78 78 79 40 84 25 78 78 78 78 40 50 78 2819 67.2 Hasil Belajar Siklus I Berdasarkan tabel 4. Selain itu guru juga kurang bisa . masih terdapat kekurangan-kekurangan pada Siklus I.2 dan grafik 4. 4) Refleksi Berdasarkan analisis data di atas.0 25.0 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 25 17 60 40 Data hasil belajar siswa pada silkus I dapat disajikan dalam grafik 4. grafik siklus I maka dapat terlihat bahwa 25 siswa yang tuntas nilainya diatas KKM atau 60% dan 17 siswa atau 40% tidak tuntas dari KKM 78 yang telah ditetapkan.2 Grafik 4.

mengelola waktu terutama ketika mengerjakan lembar kerja dan tugas terstuktur tentang pengumpulan data dari berbagai masalah kepada teman sekelas. Akibatnya waktu yang dibutuhkan cukup lama. Dengan adanya kekurangan-kekurangan tersebut, maka perlu adanya perbaikan-perbaikan pada pelaksanaan KBM siklus II. Selain itu guru juga tidak memberi motivasi dan mengarahkan siswa yang tidak aktif dalam belajar agar pada pertemuan berikutnya kegiatan pembelajaran lebih baik. Dengan banyaknya siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran, maka kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih baik. Selain memotivasi siswa, guru juga memperbaiki tugas terstruktur dari segi soal-soalnya harus bisa dipahami oleh siswa dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran materi Statistika. 3. Hasil Tindakan siklus II 1) Perencanaan 1. Menyusun dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pelaksanaan Siklus II. 2. Menyusun lembar kerja dan tugas terstruktur yang disesuaikan dengan tujuan dalam Siklus II. 3. Menyusun dan mengembangkan alat evaluasi dan observasi pelaksanaan Siklus II. 2) Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai berikut: 1. Menyusun dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, alat evaluasi dan observasi yang dilaksananakan tanggal 15 Oktober 2011. 2. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011. a) Mengajak siswa untuk berdo’a bersama-sama, mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dari mulai kedisiplinan, kebersihan; b) Apersepsi: Mengingat kembali pengertian data, dan cara pengumpulan data, data besar, data kecil serta jangkauan data dan membahas tugas terstruktur pertemuan yang lalu; c) Motivasi: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat ukuran pemusatan dalam data tunggal serta penafsiran; d) Guru menginformasikan agar peserta didik berhitung dari 1 s.d 3 antara laki-laki dan perempuan supaya rata jumlahnya; e) Guru memberikan permasalah yang harus dicari tahu tiap-tiap nomor. Untuk yang bernomor 1 mempelajari tentang mean, no 2 mempelajari tentang modus, dan no 3 mempelajari tentang median; f) Peserta didik mendiskusikan masing-masing permasalahan dengan rasa jujur batasan waktu 10 menit, guru mengamati dan memberi bimbingan;

g) Perwakilan masing-masing nomor untuk menyampaikan secara ringkas hasil diskusinya; h) Bersama-sama peserta didik dan guru membahas pengertian mean, modus, dan median serta cara menentukan mean, modus dan median; i) Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik untuk menyelesaikan lembar kerja yang berisi soal menentukan mean, modus dan median data tunggal; j) Peserta didik mendiskusikan lembar kerja tersebut guru mengamati dan memberi bimbingan; k) l) Guru membahas hasil kerja peserta didik dan memberikan penguatan-penguatan; Siswa disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru;

m) Refleksi : Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai; n) Guru memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara menetukan mean, modus dan median data tunggal, waktu penyelesaian tugas terstruktur pada pertemuan yang akan datang. 1. Pelaksanaan pembelajaran pertemuan kedua dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2011 a) Mengajak siswa untuk berdoa bersama-sama, mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik mulai dari kedisiplinan berpakaian, kebersihan kelas; b) c) Membahas tugas terstruktur pertemuan sebelumnya; Apersepsi : Mengingat kembali mean, Modus dan Median data tunggal;

d) Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat ukuran penyebaran data tunggal; e) Guru menginformasikan agar siswa belajar berkelompok dengan permasalahan ukuran penyebaran data tunggal; f) Siswa mendiskusikan masing-masing permasalahan dengan batasan waktu 10 menit, guru mengamati dan memberi bimbingan; g) Perwakilan siswa untuk menyampaikan secara ringkas hasil diskusi;

h) Bersama-sama peserta didik dan guru membahas cara menentukan ukuran penyebaran dan jangkauan interquartil data tunggal; i) Guru memberikan penjelasan kepada siswa untuk menyelesaikan lembar kerja yang berisi soal menentukan ukuran penyebaran dan jangkauan interquartil data tunggal;

j) k) l)

Siswa mendiskusikan lembar kerja tersebut guru mengamati dan memberi bimbingan; Guru membahas hasil kerja siswa dan memberikan penguatan; Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru;

m) Refleksi : Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai; n) Guru memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara menetukan ukuran penyebaran data tunggal, waktu penyelesaian tugas terstruktur pada pertemuan yang akan datang. 3) Observasi

Pada pelaksanaan Siklus II ini guru melakukan perbaikan-perbaikan dari kekurangan pada siklus I. Perbaikan dalam proses pembelajaran yang dilakukan adalah lebih memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran kepada siswa yang tidak aktif. Karena banyaknya siswa yang aktif dalam proses pembelajaran, maka proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik. Selain memberikan motivasi, guru juga memberikan penjelasan tentang pentingnya lembar kerja dan tugas terstruktur untuk memahami materi yang diajarkan dengan mandiri. Data mengenai keaktifan siswa dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, pada siklus II dapat disajikan pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Data Keaktifan Siswa Siklus II Partisipasi Siswa Sangat Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Jumlah siswa 6 33 3 42 Prosentase 14% 79% 7% 100

Data keaktifan siswa dalam siklus II digambarkan dalam grafik seperti pada grafik 4.3 Grafik 4.3 Data Keaktifan Siswa Siklus II Data mengenai aktifitas siswa pada siklus II menunjukkan bahwa motivasi siswa dari Siklus I ke Siklus II ada peningkatan. Banyaknya siswa yang kurang aktif pada Siklus I ada 10 siswa sedangkan pada siklus II ada 3 siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan latar belakang siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan rumah yang jauh dari sekolah. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan belajar mengajar Siklus II maka dilakukan tes akhir Siklus II, hasil belajar Siklus II dapat disajikan dalam tabel 4.4 Tabel 4.4

0 .Data Hasil Belajar Siswa Siklus II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA Ai Nurjamilah Andini Diniatul Zaman Aria Rahmat Hidayat Aris Munandar Asri Afrilianti Budi Deby Susi Yanti Dedi Setiadi Dian Ratna Sintiawati Dodi Kurnia Elia Damayanti Erick Budiman Pamungkas Erniawati Gina Yuliani Idan Ilma Huzaemah Irwan Purwandi Iyet Nurhayati Lusiana Apriliani M. Naufal Amar Siddik Mita Reskyyanti Moch.0 25.5 86. Ikmal Muhamad Jaelani Muhammad Wishal Albaqy Nengsih Nurmalasari Pandu Pangestu Peri Apriandi Puput Ibadihati Solehah Resdiana Depi Restiyana Faujiah Robi Awaludin Rosita Sandi Kurnia Sandi Supiandi Siti Fatimah Ahmad Siti Nuralifah Siti Wasilah Susi Yanti Taofik Hidayat Yayang Yuliyandi Yuniarti Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah NILAI KETERANGAN KKM PEROLEHAN TUNTAS TIDAK TUNTAS 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 60 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 82 √ 78 40 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 80 √ 78 78 √ 78 86 √ 78 35 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 50 √ 78 78 √ 3088 36 6 73.

% Lulus % Tidak Lulus 86 14 Data hasil belajar siswa pada silkus I dapat disajikan dalam grafik 4. Tabel 4. 4) Refleksi Dari data observasi Siklus II didapat sebagian besar siswa mengikuti pembelajara dengan baik.5 Data Keaktifan Siswa Siklus I. Siklus II NO KUALIFIKASI SIKLUS I 2 30 10 42 Grafik 4. nilainya diatas KKM atau 86% dan 6 siswa atau 14% tidak tuntas dari KKM 78 yang telah ditetapkan.4 tentang hasil belajar siswa siklus II. dan siklus II dapat digambarkan dalam gragik 4. Grafik 4.4 berikut. Hal ini dikarenakan siswa merasa tertarik dan termotivasi dalam KBM yang menggunakan metode pemberian tugas terstruktur. Dari data tersebut maka keaktifan siswa ada kenaikan demikian juga hasil belajar diakhir Siklus II juga mengalami kenaikan yang signifikan dari Siklus I dan Siklus II. siklus II SIKLUS II 6 33 3 42 Data keaktifan siswa pada siklus I.4 dan grafik 4. maka dapat diketahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat disajikan dalam tabel 4.5 berikut. B. Siswa sudah mulai tertarik belajar Matematika dengan pemberian tugas terstruktur karena dengan mengerjakan tugas terstruktur melatih siswa untuk bertanggung jawab dalam tugas serta melatih kemandirian siswa.5 Keaktifan siswa pra siklus.4 Hasil Belajar Siklus Melihat tabel 4. Rata-rata nilai pada akhir siklus II 73. grafik hasil belajar Siklus II maka didapat 36 siswa yang tuntas. 1.5 berikut: 1SANGAT AKTIF 2CUKUP AKTIF 3KURANG AKTIF JUMLAH . siklus I. Pembahasan Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan pada Siklus I dan Siklus II.5 dengan nilai tertinggi 86 dan nilai terendah 35.

dengan adanya penurunan jumlah siswa yang kurang aktif maka dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan keaktifan siswa dan melatih untuk bertanggung jawab serta kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas. Siklus II menunjukkan peningkatan prosentase ketuntasan belajar materi statistika di kelas IX-F seperti terlihat dalam table 4. siklus II menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada Siklus I.5 Rata-rata hasil belajar siklus I. Siklus II NO 1 2 KEGIATAN Siklus I Siklus II TUNTAS 60 86 TIDAK TUNTAS 40 14 Hasil ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I. Selain tabel dan grafik keaktifan belajar siswa dan ketuntasan hasil belajar juga peneliti sajikan tabel 4.6 berikut: Grafik 4. dan siklus II.7 dan grafik 4. Siklus II semakin menurun jumlah siswa yang kurang aktif. Siklus I.6 Ketuntasan hasil belajar siklus I.7 .7 berikut: Grafik 4. pada siklus I prosentase yang tuntas 60% tidak tuntas 40% sedangkan pada siklus II terdapat 86% tuntas 14% tidak tuntas.Dari tabel dan grafik keaktifan siswa di atas. siklus II dapat disajikan dalam grafik 4.6 Data prosentase hasil evaluasi Siklus I.6 berikut Tabel 4. dan siklus II Dari tabel dan grafik ketuntasan hasil belajar siklus I. siklus II Rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I sampai dengan akhir siklus II dapat disajikan dalam grafik 4.7 adalah tabel dan grafik rata-rata hasil belajar siswa siklus I. hal ini menunjukkan peningkatan yang siqnifikan. Tabel 4. maka dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan jumlah siswa yang aktif hal ini terlihat dari jumlah siswa yang kurang aktif pada pra siklus.7 Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I. Jumlah siswa yang kurang aktif pada Siklus I ada 10 siswa dan Siklus II ada 3 siswa.1 73. siklus II NO 1 2 KEGIATAN Siklus I Siklus II RATA-RATA 67.

dapat diterima.1 dengan prosentase ketuntasan 60% pada siklus I dan 73. A. Dari uraian pada bab sebelumnya. rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika dengan metode pemberian tugas terstruktur. Penerapan metode pemberian tugas terstruktur mempunyai manfaat yang baik. saran yang dapat peneliti ajukan sebagai berikut. Pada saat pembelajaran diubah menggunakan metode pemberian tugas terstruktur maka nilai rata-rata meningkat menjadi 67. Saran Setelah melaksanakan Penelitian Tindakan kelas ini. 1. 3. Seorang guru harus selalu aktif melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Seorang guru harus bervariasi menggunakan metode pembelajaran untuk menghindari kejenuhan siswa. BAB V PENUTUP 1. Dengan demikian hipotesis tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini. 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi pada kelas IXF Tahun pelajaran 2011/2012 bahwa hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data pada mata pelajaran Matematika materi Satistika sesudah menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur menujukkan hasil yang memuaskan. 1. maka hasil belajar siswa kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi Tahun Pelajaran 2011/2012 dapat menunjukan peningkatan yang signifikan. Selain metode pembelajaran yang bervariatif guru juga diharuskan untuk menyusun tugas terstruktur yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan.5 dengan prosentase ketuntasan 86% pada siklus II. yang menyatakan bahwa dengan menggunakan Metode Pemberian Tugas Tersturuktur dalam materi Statistika. pada siklus I terdapat 10 yang tidak aktif serta pada siklus II terdapat 3 siswa yang tidak aktif. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data pada materi statistika di kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi sebelum menggunakan metode pemberian tugas terstruktur mempunyai nilai rata-rata kelas 55.8 dengan prosentase ketuntasan 31%. Hal ini dapat peneliti simpulkan bahwa pembelajaran dengan metode pemberian tugas terstruktur selain meningkatkan keaktifan siswa juga meningkatkan hasil belajar siswa. karena menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa serta kemampuan mengolah data serta siswa tidak bosan sehingga minat belajar meningkat.Berdasarkan hasil penelitian dua siklus tersebut menunjukkan peningkatkan keaktifan dan prosentase kenaikan serta rata-rata hasil belajar siswa terbukti dari tabel dan grafik keaktifan. Hal ini terbukti pada keaktifan siswa pada saat pra siswa siklus masih terdapat 12 siswa yang tidak aktif. 2. Hendaknya seorang guru selalu memotivasi siswa untuk selalu belajar di rumah yaitu dengan cara memberikan tugas terstruktur bertujuan untuk memahani materi lebih matang. B. prosentase ketuntasan. .

Transito Bandung Sukadi. Kiat Sukses Melakukan Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah. 2001.B dan A. Bandung: Penerbit Kolbu . 6. 2008. Sekolah harus menganjurkan kepada guru untuk menyusun tugas terstruktur yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. S.Zain. Guru Powerful Guru Masa Depan. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. 2002. Metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur dapat menumbuhkan tanggung jawab siswa serta kemandirian dalam memahami materi pembelajaran. 5. Jakarta: PT Bumi Aksara Kusumah Wijaya dan Dwitagama Dedi. 2006. Jakarta: PT.2007.: Bumi Aksara Dimyati dan Mudjiona. Statistika. LPMP Jawa Barat Nunik Avianti Agus. Edisi Revisi. Jakarta : Rineka Cipta Djamarah. Rineka Cipta Arikunto Suharsimi. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan penelitian ini. Jakarta : Rhineka Cipta Hamalik Omar. Sekolah hendaknya memfasilitasi untuk kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang dituangkan dalam RKS dan RAKS. Indek Muslihuddin. Proses Belajar Mengajar. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. DAFTAR PUSTAKA Arikunto Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi. BSE Pusat Perbukuan Depniknas Permendiknas No 22 Tahun 2007 tentang Standar Isi Sudjana. Strategi Belajar Mengajar. 2002 Belajar Dan Pembelajaran.4. 1995. Metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur dapat dikembangkan dan diterapkan pada pokok bahasan yang lain. Jakarta: PT. 7.Mudah Belajar Matematika Untuk Kelas IX SMP/MTs. 1997. Jakarta. 2008. 2009.

Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1995. Bandung: PT. Uzer Usman Moh. Menjadi Guru Profesional. Remaja Rosdakarya Dibawah ini terdapat Link Download Leangkap PTK Untuk Jurusan PGSD :  PENGGUNAAN STRATEGI JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BERBICARA (BI) DAN PENGAMATAN TERHADAP GEJALA ALAM (IPA) SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 7 AIKMEL UTARA [ DOWNLOAD ]  MENINGKATKAN PRESTASI PENGUSAAN MATERI BAHASA INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM OLEH SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 03 PENGADANGAN DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI JIGSAW DAN EKSPRIMEN [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI MENULIS (BI) DAN PERUBAHAN WUJUD BENDA (IPA) MURID KELAS II SEMESTER I SEKOLAH DASAR NEGERI 5 PENGADANGAN [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KOMPETENSI PENGUSAAN MATERI BAHASA INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM OLEH SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI PENGADANGAN DENGAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MATERI BAHASA INDONESIA DAN MEMAHAMI BAGIAN TUBUH MANUSIA DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MURID KELAS V SEMESTER I SDN 11 PRINGGASELA 2010 . Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka. 1996. Edisi Kedua.

[ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INDONESIA KELAS V SDN …. NW.. REMPUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS BERITA (B I) DAN KONSEP BILANGAN BULAT (MAMA) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO SISWA KELAS III SDN 1 SAJANG TAHUN PELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL KOOPERATIF UNTUK MENINGKATAN PRESTASI SISWA KELAS VI SDN 6 PRINGGASELA PADA MATERI MENGARANG (B I) DAN OPERASI HITUNG (MAMA) TAHUN PEMBELAJARAN 2010 . TAHUN PELAJARAN 2011 [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PELAJARAN BAHASA NDONESIA DAN MURID KELAS V SDN 3 PENGADANGAN [ DOWNLOAD ]  PENALARAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN (B I) DAN OPERASI HITUNG (MAMA) MURID KELAS VI SDN 04 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS DAN BAHASA INDONESIA MURID KELAS III SDN 2 PENGADANGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI MEMBACA (BI) DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SELAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW TAHUN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN KONSEP BILANGAN (MAMA) DAN MENULIS (BI) MURID KELAS IV MI.

TANAK MAIK TAHUN PELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP BILANGAN (MAMA) MURID KELAS V SDN 6 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  IMPLEMENTASI STRATEGI JIGSAW MODEL DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) MURID KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 JURIT TAHUN 2010 [ DOWNLOAD ]  MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS (BI) DAN CARA PENULISAN NILAI UANG (MAMA) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS II SDN 10 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DAN MEMAHAMI BESARAN PENGUKURAN (IPA) MURID KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUELA TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) MURID KELAS IV SDN 08 PENGADANGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DAN BAHASA .[ DOWNLOAD ]  IMPLEMENTASI PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI WACANA DAN KONSEP BILANGAN MURID KELAS V SD NEGERI 5 JURIT TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS (BI) DAN PENGGOLONGAN HEWAN (IPA) SISWA KELAS III MI. NW.

INDONESIA MURID KELAS IV SDN 02 REMPUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN METODE MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP KOORDINAT (MAMA) MURID KELAS IV SDN 4 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SLOGAN (BI) DAN PENGGOLONGAN HEWAN (IPA) SISWA KELAS VSDN 05 PERIGI TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN PENDEKATAN INTEGRATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG DAN MEMAHAMI BENTUK BILANGAN MURID KELAS VI SD NEGERI 01 REMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENULIS SLOGAN (BI) DAN PENGGOLONGAN MAKHLUK (IPA) MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME SISWA KELAS IVSDN 03 PRINGGASELA TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) DENGAN METODE EKSPRIMEN MURID KELAS V SDN 3 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ] EFEKTIFITAS METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM PENGAJARAN IPA BAGI SISWA KELAS VI SD SARIYOSO WONOSOBO Di susun oleh: .

keluarga. cerdas kreatif. Perlu dipahami bahwa indikator keberhasilan suatu proses pendidikan dan pengajaran tentunya tidak hanya terbatas pada sederetan angka-angka prestasi belajar. berbudi pekerti luhur. Mampu membawa diri beradaptasi dengan lingkungan. akan tetapi pendidikan lebih ditekankan kepada individual practice. A. berdisiplin. akan tetapi harus terkait dengan kemampuan seseorang anak didik merefleksikan program belajarnya dalam bentuk aplikasi sikap positif melalui serangkaian aktivitas yang selektif dan efektif. serta berorientasi masa depan”. bertanggung jawab. beretos kerja. maju. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melihat efektivitas suatu pendekatan dan metode pengajaran proses belajar mengajar yang dilakukan dapat berhasil guna dan memudahkan bagi siswa dalam memahami suatu disiplin ilmu atau mata pelajaran diterimanya. bidang pendidikan bahwa: “Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. mandiri. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cita tanah air. serta dapat memberikan kreatifitas yang bermakna terhadap diri. Hal ini menyebabkan sisi kualitas pengajaran yang diharapkan kurang terpenuhi. tanpa harus terikat dengan kondisi formal pendidikan semata. Kenyataan empiris proses pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan di berbagai lembaga pendidikan menunjukkan bahwa penerapan pola pendidikan dan pengajaran yang tepat. tentunya diperlukan upaya maksimal dari berbagai pihak.1. sikap dan keterampilan yang diproyeksikan melalui kurikulum dan silabus pengajaran. terampil. profesional. dalam melihat tugas dan tanggung jawab pendidikan itu. untuk selanjutnya dioperasionalisasikan melalui kegiatan pengajaran. berkepribadian. tampaknya masih kurang mendapat perhatian yang memadai dari tenaga pengajar. masyarakat dan lingkungan sekitar. Untuk merealisasikan tujuan pendidikan seperti yang telah dipaparkan di atas. Rumusan mengenai sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran di Indonesia mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional serta GarisGaris Besar Haluan Negara Republik Indonesia dengan ketetapan MPR Nomor II/ MPR/1993. maka kita dapat memahami bahwa aspek nilai yang ditransfer dalam dunia pendidikan dan pengajaran harus selalu terkait dengan unsur pengetahuan. tangguh. . Sehingga proses pengajaran cenderung tidak relevan dengan pola pendekatan atau metode pengajaran yang digunakan. Pendidikan dalam hal ini bukan hanya sebuah pengajaran yang berorientasi pada kecakapan individu teoritis (teoritis individual). Latar Belakang Masalah Pendidikan secara umum adalah suatu proses dimana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien. meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan. Dalam prestasi yang demikian itu.

maka pokok masalah dalam penelitian adalah : 1. Diharapkan dijadikan dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan guru dalam memilih metode yang tepat dalam kegiatan pengajaran. C. Rumusan Masalah Berdasrkan pada latar belakang di atas. 4. D. Faktor-faktor yang dapat menghambat pemahaman siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo terhadap mata pelajaran IPA. Bagaimana efektifitas metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. 3. Pengaruh dari pelaksanaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo 3. Variabel dan Definisi Operasional 1. Sebagai bahan informasi yang nyata bagi guru terhadap kondisi pengajaran dengan metode pemberian tugas bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. B. E. Hipotesis Berdasar dari uraian latar belakang dan penelusuran literatur yang dilakukan penulis sebelumnya. 2. maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa diduga metode pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa (efektif). Variabel Penelitian . 2. Faktor-faktor apa yang dapat menghambat pemahaman siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo terhadap mata pelajaran IPA. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan terhadap hasil penelitian ini adalah: 1.Berdasarkan dari pemikiran di atas. F. Efektifitas dari pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. Bagaimana pengaruh pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo 3. penulis dengan segenap kemampuan untuk mencoba melakukan suatu penelitian sekitar penggunaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA yang oleh penulis diduga meningkatkan hasil belajar siswa. Sebagai informasi bagi para tenaga pengajar IPA khususnya dan tenaga pengajar umumnya tentang bagaimana efektifitas metode penggunaan metode pemberian tugas. 1. 2. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian difokuskan pada pembahasan untuk mengetahui : 1.

Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental. X0 adalah kelompok kontrol. . yakni : a) Metode pemberian tugas. guru agama. Sampel Penelitian Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VI yakni 30 siswa dan guru yang mengajar pada kelas V. yang dimaksudkan di sini adalah memberikan tugas-tugas kepada siswa pada saat dan setelah selesai pengajaran untuk dikerjakan di rumah secara berkelompok dan atau mandiri. Metode Penelitian 1. G. 1. dimana dalam pelaksanaannya terdapat kelompok perlakuan (pengajaran dengan pemberian tugas) dan kelompok kontrol atau perbandingan (pengajaran tanpa tugas). guru penjaskes dan guru Bahasa Inggris. Definisi Operasional Untuk mengarahkan peneliti pengambilan data maka perlu adanya batasan operasional dalam penelitian. 2. Desain Penelitian Untuk mengetahui pengaruh variabel penelitian.Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu metode pemberian tugas sebagai variabel bebas dan prestasi belajar IPA siswa sebagai variabel tergantung. penelitian ini didesain seperti berikut: X0 R X1 K1 K0 Dimana R adalah sampel penelitian. yakni wali kelas. dan KI adalah hasil pada kelompok perlakuan. b. b) Prestasi belajar siswa adalah nilai yang diperoleh siswa dilakukan test terhadap materi tertentu. Populasi Penelitian Populasi penelitian adalah keseluruhan siswa kelas VI SD Sariyoso Wonosobo Tahun pelajaran 2009/2010 dan para guru. K0 adalah hasil pada kelompok kontrol. 3. XI adalah kelompok perlakuan. Populasi dan sampel Penelitian a.

Teknik Pengumpulan Data Data yang terkumpul dalam penelitian ini berupa data prestasi belajar IPA siswa yang terambil dengan tahapan kerja sebagai berikut: 1. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul sebelum dianalisis terlebih dahulu dilakukan pengolahan data dengan menggunakan deskripsi yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana gambaran hasil penelitian.4. Yang dilakukan adalah memeriksa tugas-tugas yang dikerjakan siswa dan memberikan skor. 3. H. Menentukan variable penelitian Variabel yang menjadi pokok utama dalam PTK adalah peningkatan keterampilan atau keaktifan siswa dalam mengaplikasikan hasil pembelajaran IPA 1. selanjutnya mereka kumpul setelah dikerjakan. Pada tahap ini. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Sariyoso Wonosobo 1. 5. Setelah itu dilakukan analisis dengan teknik statistik infrensial untuk mengatasi pengaruh metode pemberian tugas (efektif atau tidak). . Pelaksanaan. statistik yang dimaksud adalah uji-t. Prosedur Penelitian 1. daftar nilai. Pada tahap ini mempersiapkan tugas yang akan dikerjakan siswa (menulis tugas-tugas). Adapun acuan pelaksanaannya dengan menggunakan scenario yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Persiapan. dan dokumentasi wali kelas VI lainnya. Skoring (data). Rencana dan Prosedur Penelitian 1. dilakukan /diberikan tugas. Sedangkan alat dan bahan yang digunakan adalah seperangkat daftar kehadiran siswa aktif. Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kelas VI dengan jumlah murid secara keseluruhan 30 orang. 2. 1. Pelaksanaan Setelah diadakan persiapan selanjutnya diadakan penelitian yaitu melaksanakan penilaian dalam kegiatan pembelajaran.

com Blog Pendidikan Indonesia        Banking Management Psychology Parenting Healt Sport Teknologi o o o o o  Religion o o o o o o  Film o o o o  Education o o o o o o       .      About Sitemap Privacy Policy Disclaimers Contact Cara Download Sarjanaku.

Metode dalam kegiatan pengajaran sangat bervariasi. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila tidak dapat menguasai satu atau beberapa metode mengajar. akan tetapi harus menggunakan beberapa metode mengajar yang digunakan secara bervariasi agar pengajaran tidak membosankan. Olehnya itu guna pencapaian tujuan pengajaran. maka pemilihan metode dalam mengajar harus tepat. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa. Ed. Sebaliknya dapat menarik perhatian siswa. tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh siswa membaca dan menambahkan tugas (Roestiyah N. yaitu metode pemberian tugas. 1989). Metode pemberian tugas adalah metode yang dimaksudkan memberikan tugas-tugas kepada siswa baik untuk di rumah atau yang dikarenakan di sekolah dengan mempertanggung jawabkan kepada guru (Abdul Kadir Munsyi Dip. seorang pendidik tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode mengajar. Dalam literatur yang dijelaskan bahwa pemberian tugas dapat diartikan pekerjaan rumah. Penerapan Metode Pemberian Tugas . Ad.K. Disinilah dituntut kompetensi guru dalam pemilihan metode pengajaran yang tepat. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan metode yang bervariasi tidak selamanya menguntungkan.Dalam interaksi belajar mengajar. pemilihannya disesuaikan tujuan pengajaran yang hendak dicapai. Dalam proses mengajar. metode-metode memegang peranan yang sangat penting. . Dengan demikian diharapkan kegiatan pengajaran dan berlangsung secara berdaya guna dan bernilai guna. tanpa tahun). tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pemberian tugas dan pekerjaan rumah. guru memberikan pekerjaan kepada siswa berupa soal-soal yang cukup banyak untuk dijawab atau dikerjakan yang selanjutnya diperiksa oleh guru. Penerapan Metode Pemberian Tugas > Resitasi. Meski penggunaan metode bervariasi tidak akan menguntungkan proses interaksi belajar mengajar bila penggunaan metode tidak tepat dengan situasi pengajaran yang mendukungnya.o    o      Home » Metode Pembelajaran » Metode Pemberian Tugas > Resitasi. penulis akan membahas salah satu metode mengajar yang sering digunakan oleh guru dalam proses interaksi belajar mengajar. untuk pekerjaan rumah guru menyuruh siswa membaca buku kemudian memberi pertanyaanpertanyaan di kelas. Dalam kajian pustaka ini. bila guru mengabaikan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya.

. Dari berbagai kelebihan-kelebihan yang telah dipaparkan di atas tentunya metode pemberian tugas juga tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan sebagai berikut : 1. Zuhairini. bahwa pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk guru secara langsung. yang sesuai dengan kondisi psikologi anak didik.Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan. Baik sekali untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang konstruktif. 4. Dengan metode ini siswa dapat mengenali fungsinya secara nyata. Sulit untuk memberikan tugas karena perbedaan individual anak dalam kemampuan dan minat belajar. seorang guru sebaiknya tetap memonitoring keadaan siswa selama penerapan metode itu berlangsung. Ini berarti guru tersebut gagal melaksanakan tugasnya mengajarnya di depan kelas. 1977). saling menyempurnakan antara yang satu dengan yang lainnya. Bila hal tersebut terjadi maka guru sedapat mungkin mencari alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan metode yang lain. Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan. Memberi tugas anak yang bersifat praktis (H. Sebaliknya manakala guru tidak mengetahui kelebihan dan kekurangan satu metode mengajar. Memberi kebiasaan anak untuk belajar. cukup hanya menyalin pekerjaan temannya. Dengan memahami kelebihan dan kelemahan metode pemikiran tugas di atas. akan mengganggu keseimbangan mental anak (H. Apabila tugas itu terlalu banyak. Apakah yang diberikan mendapat reaksi yang positif dari siswa atau sebaliknya justru tidak mendapatkan reaksi. sebab dalam metode ini anak harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu (tugas) yang telah dikerjakan. 3. Oleh karena itu penggunaan metode yang bervariasi dalam kegiatan mengajar akan lebih baik dari pada penggunaan satu metode mengajar. Mengenai kelemahan dan kelebihan metode pemberian tugas adalah sebagai berikut : Kelebihan metode pemberian tugas : 1. berarti tujuan pengajaran tidak tercapai. 3. Semua guru harus menyadari bahwa semua metode mengajar yang ada. Zuhairini. 2. Seringkali tugas di rumah itu dikerjakan oleh orang lain. Namun penggunaan satu metode tidaklah salah selama apa yang dilakukan itu untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. 1977). sehingga anak tidak tahu menahu tentang pekerjaan itu. tentunya akan menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan. Tugas dapat diberikan kepada kelompok atau perorangan. Karena tidak ada satupun metode yang sempurna tetapi ada titik kelemahannya. 2. Penggunaan suatu metode dalam proses belajar mengajar. 4. Metode pemberian tugas sebagai salah satu metode yang dikaji penulis dalam pembahasan ini tentunya juga memiliki kelemahan dan kelebihan seperti halnya dengan metode yang lain. Seringkali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan baik. Maka akan menemui kesulitan dalam memberikan bahan pelajaran kepada siswa.

baik di dalam kelas maupun di tempat lain yang representatif untuk kegiatan belajarnya. eksperimen dan berbagai bentuk tugas lainnya. Di sisi lain. aktivitas dan rasa tanggung jawab serta kemampuan siswa untuk memanfaatkan waktu belajar secara efektif dengan mengisi kegiatan yang berguna dan konstruktif. Penerapan metode pemberian tugas dalam proses pengajaran IPA. siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi akibat pendalaman dan pengalaman siswa yang berbeda-beda pada saat menghadapi masalah atau situasi yang baru. Dari proses seperti itu. . Akibatnya sudah dapat dipastikan bahwa prestasi belajar anak didik rendah. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas kepada siswa diluar jam pelajaran. anak atau siswa setelah diberi ulangan. Demikian halnya dengan tugas sendiri. anak didik sering merasakan kebosanan. Tugas yang diberikan kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai bentuk seperti daftar pertanyaan mengenai suatu pokok bahasan tertentu. karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama mengerjakan tugas. Kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Dapat juga berupa tugas tertulis atau tugas lisan yang lain. baik secara perorangan maupun kelompok. membuat sesuatu. mengadakan observasi. sebagian besar tidak mampu untuk menjawab setiap item soal dengan baik dan benar. IPA sebagai bagian dari ilmu yang ada. Teknik pemberian tugas atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap. umumnya dimaksudkan untuk melatih siswa agar mereka dapat aktif mengikuti sajian pokok bahasan yang telah diberikan. B. guru sangat diharapkan agar setelah memberikan tugas kepada siswa supaya dicek atau diperiksa pada pertemuan berikutnya apakah sudah dikerjakan oleh siswa atau tidak. Situasi demikian menjadikan proses belajar mengajar menjadi kurang efektif dan kurang efisien. mengumpulkan sesuatu. termasuk pemilihan metode yang tepat untuk setiap pertemuan. merupakan ilmu yang sarat dengan dengan fakta sehingga pengajarannya menuntut kemampuan pengetahuan dari guru. disamping keterampilan pengajaran lainnya. siswa juga dididik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kesan model pengajaran seperti ini memberikan manfaat yang banyak bagi siswa. Disamping itu.Salah satu dampak yang sering kita lihat dari penggunaan metode yang tidak tepat yaitu . jangan sampai tidak dipahami tidak dengan jelas oleh siswa tentang tugas yang harus dikerjakan. Dalam hubungan ini. terutama dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi belajarnya. Perlu dipahami bagi seorang guru bahwa waktu belajar siswa di sekolah sangat terbatas untuk menyajikan sejumlah materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. suatu perintah yang harus dibahas melalui diskusi atau perlu dicari uraiannya dalam buku pelajaran yang lain. Bagi seorang guru dalam menerapkan metode pemberian tugas tersebut diharapkan memperjelas sasaran atau tujuan yang ingin dicapai kepada siswa. semua upaya yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pengajarannya merupakan rangkaian proses yang menentukan pencapaian hasil pengajaran. Penerapan Metode Pemberian Tugas dalam Pengajaran IPA Dalam proses pengajaran IPA.

Dalam menerapkan metode pemberian tugas seperti dikemukakan di atas. Penguasaan itu tidak harus selalu didiktekan oleh guru melainkan dapat berasal dari perencanaan kelompok. di laboratorium atau di tempat-tempat lainnya yang memungkinkan untuk menyelesaikan tugas. Ruang lingkup bahan pengajaran terlalu luas. Tugas bisa dilaksanakan di rumah. Merumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan. Pertimbangkan betul-betul apakah pemilihan teknik pemberian tugas itu telah tepat untuk mencapai tujuan yang anda rumuskan. Bahkan senantiasa diharapkan menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan pemberian tugas yang menantang buat siswa. di sekolah. tetapi jauh lebih luas dari itu. Untuk itu guru perlu memberikan tugas. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar diberikan secara individual atau dengan kelompok. Anda perlu merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dimengerti. Suatu pekerjaan yang menyita waktu banyak. Ia juga dapat mempelajari dan mendalami hasil uraian orang lain. Akan tetapi sebenarnya metode ini harus dipahami lebih luas dari pekerjaan rumah karena siswa dalam melakukan aktivitas belajarnya tidak mutlak harus dilakukan di rumah.K (1989) mengemukakan perlunya memperhatikan langkah-langkah berikut: 1. sedangkan waktunya terbatas. 3. Menurut Sutomo (1993) bahwa metode pemberian tugas dapat digunakan apabila : 1. sehingga tugas yang diberikan itu betul-betul bermakna dan dapat menunjang efektifitas pengajaran. melainkan dapat dilaksanakan di sekolah. Ini tidak berarti bahwa tugas itu tidak boleh sukar. sehingga kelompok dapat membagi tugas kepada anggotanya secara baik menurut minat dan kemampuannya. meningkatkan pengetahuan dan menambah pengalaman berharga bagi siswa. sehingga tidak mungkin dapat diselesaikan hanya melalui jam pelajaran di sekolah. 2. dan tempat lain. Jelasnya bahwa penguasaan yang diberikan kepada siswa harus selalu dirumuskan dengan seksama agar tugas itu tidak terlalu memberatkan siswa dan juga tidak membosankan. Kesemuanya itu dapat memperluas cakrawala berfikir siswa. sedangkan tugas yang harus disampaikan kepada murid sangat banyak. guru hendaknya memahami bahwa suatu tugas yang diberikan kepada siswa minimal harus selalu disesuaikan dengan kondisi obyektif proses belajar mengajar yang dihadapi. Berbicara lebih jauh mengenai penerapan metode pemberian tugas. Untuk itu pemberian tugas perlu . siswa memiliki kesempatan yang besar untuk membandingkan antara hasil pekerjaannya dengan hasil pekerjaan orang lain. Apabila guru berhalangan untuk melaksanakan pengajaran. Sehubungan dengan ini Nana Sudjana (1989) mengemukakan bahwa. 3. Sebagai petunjuk dalam penerapan metode pemberian tugas Roestiyah N. Suatu pokok bahasan tertentu membutuhkan latihan atau pemecahan yang lebih banyak di luar jam pelajaran yang melibatkan beberapa sumber belajar. seringkali diterjemahkan oleh sebahagian orang hanya terkait dengan pekerjaan rumah yang diberikan kepada siswa.Dalam penggunaan teknik pemberian tugas atau resitasi. di perpustakaan. Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah. 4. 2.

1996 : 75 ). Mengingat pentingnya metode pemberian tugas dalam proses belajar. Tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh membaca. guru menyuruh membaca dari buku dirumah. dalam memberikan tugas. Akan tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pekerjaan rumah dan pemberian tugas seperti halnya yang dikemukakan : Roestiyah dalam bukunya “Didaktik Metodik” yang mengatakan : “ Untuk pekerjaan rumah. Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah.cari buku lain untuk membedakan(2). sehingga dalam mencermati hal itu kalangan ahli pendidikan banyak memberikan petunjuk dan penekanan khusus yang berkaitan dengan jenis dan metode pemberian tugas kepada siswa. Juga juga menambah tugas (1). harus menjelaskan aspek-aspek yang perlu dipelajari siswa. Dengan pemahaman seperti itu diharapkan siswa memiliki motivasi untuk belajar IPA secara maksimal. Akan tetapi jika suatu keterampilan tertentu ingin dikembangkan. Demikian pula jika penugasan itu berupa laporan atau makalah yang harus dipersiapkan. Di sini tidak diperlukan standar minimum.diberikan melalui bimbingan guru lain yang menguasai bahan pengajaran yang dipegang oleh guru yang berhalangan tadi. Beberapa jenis tugas penugasan dianggap sudah ditunaikan apabila siswa telah mengerjakannya. sehingga mereka berkesempatan untuk mempraktekkan keterampilan itu dengan memuaskan. sehingga mereka memiliki cukup pedoman dalam bekerja menyelesaikan tugas-tugasnya. pelajari keadaan orangnya”(roestiyah. Dalam buku . Kesemuanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar yang lebih baik. Sehubungan dengan itu Tim Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya (1993) menegaskan bahwa “tugas yang harus dilakukan siswa perlu jelas. dua hari lagi memberikan pertanyaan dikelas. 2012 | 5 Komentar Metode pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar. yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas. Metode Pemberian Tugas Posted on Februari 28. para siswa sedapat mungkin sering diberitahu apa saja target atau sasaran yang diharapkan dari mereka atau dari tugas yang diberikan. Khusus dalam pengajaran IPA. metode pemberian tugas memegang peranan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa terhadap materi pelajaran. Ini berarti bahwa guru. agar siswa mampu menghubungkan pemahaman IPA-nya dengan perkembangan yang ada. maka tolok ukur penilaian perlu ditentukan dan disampaikan kepada siswa. agar siswa tidak merasa bingung apa yang harus dipentingkan jika aspek-aspek yang diperhatikan sudah jelas. maka perhatian siswa waktu belajar akan lebih dipusatkan pada aspek-aspek yang dipentingkan itu”.

Bentuk pelaksanaan tugas 1. Tugas ditetapkan batas waktunya. Menyelesaikan soal 1. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah. guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini : Memberikan penjelasan mengenai 1. Dengan pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan rumah karena metode pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. dan dibahas tentang hasilnya. dinilai. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap muka. baik secara individu atau kelompok. Manfaat tugas 1. juga melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut. Adapun kelebihan metode pemberian tugas . Tujuan penugasan 1. Memberikan bimbingan dan dorongan 1. Tugas mendemonstrasikan observasi Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kelebihan disamping juga mempunyai beberapa kelemahan. karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas. diperiksa. Roestiyah mengatakan teknik pemberian tugas memiliki tujuan agar siswa menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap.132. Tugas mempraktekkan sesuatu 1. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler. dikumpulkan. Tugas mengadakan observasi 1. Memberikan penilaian Adapun jenis-jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa yang dapat membantu berlangsungnya proses belajar mengajar : 1.lainnya yang berjudul Startegi Belajar Mengajar hal. Tugas membuat makalah 1. Tempat dan waktu penyelesaian tugas 1. Dalam memberikan tugas keadaan siswa. Bentuk Pekerjaan 1. Tugas membuat rangkuman 1. sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi.

Dapat menurunkan minat belajar siswa kalau tugas terlalu sulit 1. Salam Blogger Kompasiana Omjay http://wijayalabs. Adapun kelemahan metode pemberian tugas 1. Tugas tersebut sulit dikontrol guru kemungkinan tugas itu dikerjakan oleh orang lain yang lebih ahli dari siswa. sehingga : 1. 1. Dapat memupuk rasa percaya diri sendiri 1. akan dapat menimbulkan keluhan siswa. Selamat menjadi guru yang baik dan profesional. Khusus tugas kelompok juga sulit untuk dinilai siapa yang aktif. Pemberian tugas yangmonoton dapat menimbulkan kebosanan siswa apabila terlalu sering. 1. Pemberian tugas terlalu sering dan banyak. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa 1. Ada berbagai metode pembelajaran yang akan saya tuliskan setelah metode pemberian tugas. Sulit untuk dapat memenuhi pemberian tugas 1. sehingga tidak cepat bosan 1. 1. Dapat mendorong belajar. Demikianlah sedikit ulasan tentang metode pemberian tugas. Dapat mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan anak. 1. Dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari.diantaranya adalah Metode ini merupakan aplikasi pengajaran modern disebut juga azas aktivitas dalam mengajar yaitu guru mengajar harus merangsang siswa agar melakukan berbagai aktivitas sehubungan dengan apa yang dipelajari. Semoga bermanfaat. Dapat mengembangkan kreativitas siswa 1.com About these ads . mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri.

MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH DALAM UPAYA PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN BAGI SISWA KELAS XI. Teknik pengumpulan data dengan observasi. Motivasi Mengerjakan PR Tujuan Penelitian ini adalah: “Untuk meningkatkan motivasi mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) melalui metode pemberian Tugas secara tepat pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010” Penelitian ini mengambil lokasi di SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu. dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif.PTK SD 027 : Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dengan Metode Pemberian Tugas Mata Pelajaran IPA Materi Mengidentifikasi Fungsi Pernafasan Hewan pada Siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010 ABSTRAK Kata kunci : Petode penugasan. mengerjakan PR tidak lengkap 6 siswa atau 27% dan tidak mengerjakan PR sebesar 3 anak atau 14%.131927534 No. SLAMET NIP. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1 Agustus 2009 s.TMO-A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Disusun oleh : Drs. Siklus I terdapat 17 siswa atau 77% tidak tuntas dan hanya 5 siswa atau 23% yang berhasil tuntas. Pada siklus II siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 13 siswa atau 23%. dan Siklus III.Peserta 08036131011164 . tanggal 6 September 2009. d. mengerjakan PR tidak lengkap 11 siswa atau 50% dan tidak mengerjakan PR sebesar 6 anak atau 27%. Pada siklus III siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa atau 91% sedangkan 2 siswa atau 9% tidak tuntas. terbukti kebenarannya . Siklus II. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu kelas V Tahun Pelajaran 2009/2010. Berdasarkan hasil temuan tersebut maka hipotesis tindakan yang mengatakan: “Melalui metode pemberian tugas secara tepat dapat neningkatkan motivasi membuat PR mata pelajaran IPA materi Mengidentifikasi fungsi organ pernafasan hewan pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010”. Pada siklus II terdapat 5 siswa atau 23% tidak tuntas dan 17 siswa atau 77% tuntas. Siklus III sebanyak 22 siswa atau 100% telah mengerjakan PR. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri tiga siklus yaitu siklus I. Hasil penelitian: Siklus I siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 5 siswa atau 23%.

karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. yang cerdas . BIDANG KAJIAN Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pemberian Pekerjaan Rumah. III. dan berkarakter yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945 Pendidikan merupakan modal jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar. Untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas tentu saja dengan jalan pendidikan. JUDUL MELALUI TEKNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN BAGI SISWA KELAS XI –TMO-A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA TP. Perlu diakui bahwa pendidikan adalah modal besar jangka panjang yang harus disusun. tetapi sampai saat ini Indonesia masih banyak kendala pada problemmatika ( permasalahan ) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Persoalan ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus dimulaidalam pemecahannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini.2008/2009 II. Sehubungan dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan. dimana Standart Kelulusan yang ditargetkan oleh pemerintah tiap tahunnya selalu bertambah sehingga dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa sendiri. karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus yang perlu dipersiapkan . Dengan permasalahan kondisi rendahnya . Dalam hal ini yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Betapa kita masih perlu terus meningkatkan prestasi hasil belajar. PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapa mempersiapkan pesert didik mejadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaran merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjdi warganegara yang baik. disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar.PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS I. hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. terampil. Salah satu usaha pembangunan dalam bidang pembangunan adalah dengan meningkatkan mutu (kualitas) pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi.

apakah karena adanya ajakan. Hipotensis Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : Melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta V. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu.prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas kepada siswa.” Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa. Dari masalah masalah disinalah guru dituntut untuk merancang untuk mengatasi problem rendahnya hasil belajar siswa Siswa perlu mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah. a. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan. 2.. Menurut Moh. maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta ? Pemecahan Masalah Berdasrkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini. tentunya akan lebih baik pula penguasaan kertrampilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu pula meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa akan bertambah minimal mencapai standar yang diharapkan. IV. sehingga menyebabkan rendahnya minat dan hasi belajar PKn siswa disekolah Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa baik dari internal maupun ekternal dari siswa. Dengan pemberian pekerjaan rumah ( PR ) secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri. misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama. TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan Khusus Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini : “Untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi . PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan. Dengan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa diharapkan siswa dapat meningkatkan dan termotivasi aktifitas belajarnya. yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan peljaran PKn karena selama ini pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hapalan semata. siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan Umum Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah.

menjadi kapasitas baru ( Dimyati. Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb )supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 ) Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan olh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran PKn. Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud.4.Prestasi Belajar.Pengertian Belajar Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan ( reinforcement). lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. 2002-10). 1.belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Negeri 2 Surakarta VI. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission.3. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan. banyak memuat materi sosial. Bagi Guru : Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan Bagi Siswa Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan pekerjaan rumah dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya VII.Teknik . aspek kurikuler dan aspek sosial budaya. SMK Negeri 2 Surakarta : Dengan hasi PTK ini diharapkan SMK Ngeri 2 Surakarta dapat meningkatkan pemberdayaan pemberian pekerjaan rumah agar perstasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain b. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya 1. 1995 : 787 ). sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience).2. penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : a. demikian pendapat John Dewey.Pendidikan Kewarganegaraan Secara akademis Pendidikan Kewarganegaraan dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2]. saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education). MANFAAT HASIL PENELITIAN Secara teoritis dan praktis. KAJIAN PUSTAKA Landasan Teori 1. salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. yakni aspek akademis. melewati pengolahan informasi. 1995 : 14 ). Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud. 1.1. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral.

sikap serta penilaian diri 2. karena siswa kelas ini telah mampu relajar sendiri . Kerangka Berpikir 2. bertanggung jawab bagi diri sendir. Lama Tidakan .Pendekatan dan penerapan Penerapan tugas guru setelah meberikan materi menyiapkan penugasan siswa untuk menggulang mendalami materi yang telah diajarkan dengan cara pekerjaan rumah Dari pembahasan diatas dapat diduga dengan model pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil hasil belajar siswa VIII. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Rencana Penelitian 1.5. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester Genap Tahun pelajaran 2008/2009. sehingga memudahkan dalam mencari data. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. 1.2. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Januari s. subsumatif dan sumatif). peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis. 3. penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. sikap. dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian (purwadarminta.Pekerjaan rumah Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework “ yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam penilitian ini yang dimaksudkan dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah (terutama dirumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan. Subjek penelitian Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas XI-TMO-A SMK Negeri 2 Surakarta Kota Surakarta jumlah 34 siswa Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitiann tersebut dimana siswa kelas XI-TMO-A telah mampu dan memiliki kemandirian dalam mengerjakan tugas seperti PR. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui Pemberian tugas rumah Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. masyarakat. hasil kerja (produk). Tempat Penelitian Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SMK Negeri 2 Surakarta.1. unjuk kerja (performance).d Maret.Dalam umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian.: 1035). Kota Surakarta. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. 4. portofolio. Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan. penugasan (Proyek). keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Siklus III ( sama dengan I dan II ) 3. meliputi : Pendahuluan. latian soal. IX. Siklus II dan Siklus III. mulai dari siklus I. dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Perencanaan 2 Proses pembelajaran 3 Evaluasi 4 Pengumpulan Data 5 Analisis Data 6 Penyusunan Hasil 7 Pelaporan Hasil . Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : 1. Siklus II ( sama dengan I ) c. ulangan harian. Siklus I. b. tugas pekerjaan rumah ( kegiatan penelitian utama ) pembahasan PR. pembahasan latian soal. mencakup a. JADWAL PENELITIAN No KEGIATAN MINGGU KE…….. Refleksi. kegiatan pokok dan penutup. 2. Tindakan ( Action )/ Kegiatan. Perencanaan Meliputi penyampaian materi pelajaran.Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Januari.

Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. jilid buku : Rp 4. pendengaran. hasil kerja (produk). Secara akademis PKn dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2]. Kerta folio 1 pack : Rp 3. Kemampuan untuk melakukan penilaian baik proses maupun hasil Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. Peserta : 08036131011164 Pekerjaan : Guru PKn Alamat Sekolah : SMK Negeri 2 Surakarta Tugas dalam penelitian : Pengumpulan dan Analisis Data PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral. Nama : Drs. adapun biaya tersebut adalah : 1. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education). guru yang profesional dituntut menguasai sejumlah kemampuan dan keterampilan. Kemampuan menguasai bahan ajar 2. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. sikap serta penilaian diri. BIAYA PENELITIAN Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti. Kemampuan dalam mengelola kelas 3. aspek kurikuler dan aspek sosial budaya. Fotocopy Naskah : Rp 2. PERSONALIA PENELITI Penelitian ini melibatkan Tim peneliti. dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Rental Komputer : Rp 5. Slamet NIP : 131927534 No. Kemampuan dalam menggunakan metode. Implementasiya sangat dibutuhkan guru yang profesional. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based . portofolio. sikap. cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran. antara lain : 1. dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. guru mengutamakan proses daripada hasil. unjuk kerja (performance). banyak memuat materi sosial. subsumatif dan sumatif). Untuk meningkatkan hasil belajar PKn. penglihatan. afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. lain – lain : Rp JUMLAH : Rp XI. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar. penugasan (Proyek). media dan sumber belajar 4. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia.X. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. yakni aspek akademis. identitas dari Tim tersebut adalah : 1.

sikap. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui model Problem Based Learning Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Ghufron. Nur . Setelah itu. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn. M. dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai. Syaiful Bahri. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. Djamarah. membuktikan asumsi. unjuk kerja (performance). dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. Diposkan oleh PUTRO JOHO di 22. Jakarta : Rineka Cipta. serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. hasil kerja (produk). tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya. Depdikbud.Learning. subsumatif dan sumatif). membuktikan asumsi. 1999.Garis-garis Besar Program Pengajaran Yang Disempurnakan . Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul. guru mengutamakan proses daripada hasil. afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based Learning. bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa.Jakarta : Depdikbud. portofolio. 1987. Setelah itu. serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Muhammad. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif.27 DAFTAR PUSTAKA Ali. . dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. sikap serta penilaian diri. Bandung : Angkasa Bandung. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai. siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. bertanggung jawab bagi diri sendir. Kegiatan Kependidikan Prosedur dan Strategi. pendengaran. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul. masyarakat. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. penugasan (Proyek). cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran. penglihatan.

Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. M. pelaksanaan (Acting). wawancara.PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009 ABSTRAK Hastiana Dewi. tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (Planning). Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah observasi. Dari tindakan-tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini.. melalui diskusi kelompok.Pd. Diskusi Kelompok. etika bertanya dan merespon. Hal ini perlu karena tidak menutup kemungkinan suatu ketika siswa menghadapi suatu permasalahan yang tidak dapat dipecahkan secara individu. FPBS. Salah satu keterampilan berbicara yang harus dikuasai siswa adalah keterampilan berdiskusi. Bandung : Alfabeta. melainkan harus secara berkelompok. Hasil dari siklus I. Metode dan Model-Model Mengajar. 2007.09%.Pd. DAFTAR PUSTAKA Abdul Aziz Wahab. pada siklus kedua diperoleh jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 21 siswa atau mencapai 74. (II) Elen Inderasari. Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa kelas VII. M. keberanian bertanya dan merespon. siswa mempelajari terlebih dahulu bahan diskusi. Sumber data berasal dari aktivitas pembelajaran berbicara siswa kelas VIIA SMPN I Pitu dengan penerapan metode diskusi kelompok. Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Metode Diskusi Kelompok Siswa Kelas VIIA SMP Negeri I Pitu Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara siswa dari segi kuantitas siswa yang bertanya dan merespon. pecan diskusi sangat dominan. IKIP PGRI Madiun. Salah satu teknik diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. karena setiap siswa memiliki pesan dan tanggungjawab untuk mempelajari bahan diskusi tersebut bersama kelompok. Kata kunci : Berbicara. S. Agus Budi Santoso. Dalam hal ini. diperoleh hasil analisis data pada siklus pertama jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 17 siswa atau mencapai 55%. dokumen atau arsip. II dan III menunjukkan peningkatan dari tiap siklusnya. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa metode diskusi kelompok sangat efektif untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas VII A SMP Negeri I Pitu. dan bahasa.Pd. Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/ 2009. 2009. Kecamatan Pitu. kualitas pertanyaan dan respon siswa. kelancaran mengajukan pertanyaan dan respon.. Pembimbing (1) Drs. dan siswa dikondisikan aktif mempelajari bahan diskusi. Teknik analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. mengumpulkan sebanyak-banyaknya bahan diskusi. . pengamatan (Observing) dan refleksi (Reflecting).19% dan pada siklus ketiga jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 23 siswa atau mencapai 87.

Surakarta : Universitas Sebelas Maret http://apadefmisinya. Diskusi. Suryasubroto. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku yang tinggal di beberapa pulau. Oleh sebab itu. Burhan Nurgiyantoro.html http://haveza.Asul Wiyanto. 2001. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang dijadikan status sebagai bahasa persatuan sangat penting untuk diajarkan sejak anak-anak. Jakarta : Rineka Cipta.upi. Jakarta : Gramedia Widia Sarana Indonesia. H.com/feed. 1997. 25 September 2012 MAKALAH PTK : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK Oleh : Marzuki. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sangat penting kedudukannya dalam kehidupan masyarakat. Bahasa Indonesia diajarkan sejak kelas 1 SD.edul?cat=3&paged=5 MAKALAH PTK : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK Selasa. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.Multiply.B. Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta. Metodologi Penelitian Kualitatif.sps. 2000.blogspot. B.Pd BAB I PENDAHULUAN A. Negara Indonesia memiliki bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. 2006.com/2008/OS/kumpulan-metodepembelajaranpendampinga. S. Sutopo. .rss http:/find.

Berdasarkan pengalaman dalam proses pembelajaran. Faktor-faktor apa saja yang mempengetahui prestasi belajar? 3. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah sangat mengandalkan penggunaan metode-metode yang aplikatif dan menarik. seperti faktor murid. karena diskusi tersebut dapat dilaksanakan dan diterapkan dengan baik sesuai prosedur di sekolah dasar. sistematik. Dia adalah orang yang merasa bertanggung jawab akan perkembangan bahasa Indonesia. B. kurikulum (termasuk silabus). Apabila siswa sudah tertarik dengan pembelajaran maka akan dengan mudah meningkatkan prestasi siswa dalam bidang bahasa. Dengan diskusi kelompok anak mampu bekerjasama. disamping faktor-faktor lainya. Bagaimanakah langkah penggunaan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode pembelajaran jenisnya beragam yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. berinteraksi dan bersosialisasi. maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah 1. bertukar fikiran dan berbagi pengalaman dengan teman sebayanya selama berada di sekolah. yakni orang-orang yang tugasnya setiap hari membina pelajaran bahasa Indonesia. maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Dia juga yang akan selalu dituding oleh masyarakat bila hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak memuaskan. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Berkenaan dengan hal itu. bahan pengajaran dan buku. perpustakaan sekolah dan metode pembelajaran. Berhasil atau tidaknya pengajaran bahasa Indonesia memang diantaranya ditentukan oleh faktor guru. meski dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Indonesia yang sederhana. Oleh karena itu. penulis ingin memecahkan masalah pembelajaran dengan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok. . maka pemilihan metode yang sesuai dengan topik atau pokok bahasan yang akan diajarkan harus betul-betul dipikirkan oleh guru yang akan menyampaikan materi pelajaran.Bahasa Indonesia erat kaitannya dengan guru bahasa Indonesia. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Apakah ciri-ciri dari penggunaan metode diskusi kelompok? 4. Diskusi merupakan jantungnya bimbingan kelompok. Apakah pengertian dari metode diskusi kelompok dan pengertian prestasi belajar 2. Pembelajaran yang menarik akan memikat anak-anak untuk terus dan betah mempelajari Bahasa Indonesia.

Tujuan Penulisan Sesuai dengan permasalahan di atas. Faktor-faktor yang mempengetahui prestasi belajar? 3. Langkah penggunaan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. 2. Pengertian metode diskusi kelompok dan pengertian prestasi belajar. Ciri-ciri dari penggunaan metode diskusi kelompok? 4. penulisan ini bertujuan untuk mengetahui : 1. diharapkan dapat mengembangkan kebijakan untuk menciptakan budaya sekolah yang memfasilitasi dan memperhatikan kebutuhan siswa. 3.C. D. . Bagi guru pembimbing khususnya dan guru pada umumnya. Manfaat Penulisan Penulis mengharapkan dengan hasil penulisan ini dapat: 1. hasil penulisan ini menghasilkan gambaran peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode diskusi kelompok . Bagi Sekolah. Bagi siswa dapat meningkatkan motivasi belajar. 2. dapat memiliki keberanian untuk bertanya. memiliki keberanian untuk meningkatkan pendapat dengan penggunaan metode diskusi kelompok.

prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir. siswa ditempatkan pada kelompokkelompok diskusi dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa minggu atau bulan. selalu diikuti dengan pengukuran dan penilaian. Menurut Winkel (1996: 17) mengemukakan. Tujuan dari metode diskusi adalah untuk mengeksplorasi pendapat atau pandangan yang berbeda dan untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angkat yang diberikan oleh guru. 2. (Sumiati. Pengertian Metode Diskusi Kelompok Metode diskusi adalah salah satu metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan. yaitu : . Pengertian Metode Diskusi Kelompok dan Prestasi Belajar 1. Sutratinah Tirtonegoro (1988: 43) mengemukakan bahwa “Hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar disebut hasil belajar atau prestasi belajar”. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain : 1) Faktor eksternal. pandangan. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam rapor. merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002: 895) menjelaskan prestasi adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan di mata pelajaran. 141. prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai bobot yang dicapainya. merasa dan berbuat. Nasution (1996: 17) mengemukakan. membantu teman dalam kelompoknya masing-masing (Suradi. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua. B. S. 2004). dan keterampilan.BAB II PEMBAHASAN A. Pembelajaran diskusi kelompok adalah suatu pembelajaran teman sebaya dimana siswa bekerja dalam kelompok yang mempunyai tanggung jawab individual maupun kelompok terhadap ketuntasan tugas-tugas. Pada pembelajaran diskusi kelompok. Pengertian Prestasi Belajar Dalam setiap kegiatan manusia untuk mencapai tujuan. Mereka berlatih ketrampilan-ketrampilan untuk bekerja sama dengan baik. 2008). Dari beberapa uraian di atas dapat kita ketahui bahwa prestasi adalah suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir. Demikian halnya di dalam proses belajar.

metode pengajaran. mendorong. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah. waktu (pagi. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. misalnya : keadaan udara. demografi keluarga (letak rumah). b) Faktor-faktor Psikologi (1) Kecerdasan siswa / intelegensi siswa Semakin tinggi tingkat intelegensi seorang individu. cuaca. (2) Lingkungan sosial masyarakat. administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. Menurut Arden N. . Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa. pengelolaan keluarga. ataupun malam). alat-alat peraga. sifatsifat orangtua. semakin besar peluag individu tersebut meraih sukses dalam belajar. Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca inderanya. atau siang. Lingkungan siswa yang kumuh. dan sebagainya yang biasa kita sebut alat-alat pelajaran). Ketegangan keluarga. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. seperti guru. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. orangtua. buku-buku. 1994). Bahwa panca indera dapat dimisalkan sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh ke dalam individu. yaitu : (1) Keadaan tonus jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi aktivitas belajar. alat-alat yang dipakai untuk belajar (seperti alat tulis menulis. Baiknya fungsi panca indera merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan baik. (2) Motivasi Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses dalam diri individu yang aktif. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. 2) Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari diri si pelajar Digolongkan menjadi dua golongan yaitu : a) Faktor-faktor Fisiologis Faktor-faktor fisiologis ini masih dapat lagi dibedakan menjadi dua macam. suhu udara. keadaan jasmani yang lelah lain pengaruhnya daripada yang tidak lelah. memberikan arah. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. Lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. Hubungan antara anggota keluarga. anak. b) Faktor-faktor Lingkungan Sosial (1) Lingkungan sosial sekolah. (3) Lingkungan sosial keluarga. semuanya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. pergudangannya). atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. diskusi atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya.a) Faktor-faktor non sosial Kelompok faktor ini tak terbilang jumlahnya. tempat (letaknya. (2) Keadaan Fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsifungsi panca indera. kakak.

Implementasi Siswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan didalam tahap kedua.Frandsen (Hayinah. terdapat enam tahapan Diskusi Kelompok yaitu sebagai berikut: 1. tugas dan tujuan khusus tentang subtopik yang telah dipilih pada tahap pertama. 3. Analisis dan sintesis Siswa menganalisis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana informasi tersebut diringkas dan disajikan sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada seluruh kelas. Dalam hal ini siswa memilih lembar kegiatan yang disediakan oleh guru. 2. penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan ketrampilan sosial (Fida Rachmadiati: 2003: 7). Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi. Selanjutnya siswa diorganisasikan menjadi empat sampai enam anggota tiap kelompok menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi tugas. Siswa bekerja dalam kelompok secara diskusi kelompok untuk menuntaskan materi belajarnya. jenis kelamin yang berbedabeda. sedang dan rendah. Bilamana mungkin. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu. suku. Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan ketrampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik didalam maupun diluar sekolah. (b) Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. 1992) yang termasuk dalam motivasi intrinsik untuk belajar antara lain : (a) Dorongan ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas. Langkah-langkah Penggunaan Metode Diskusi Kelompok dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Menurut Sharan dkk (1984). budaya. yaitu hasil belajar akademik. Pemilihan topik Siswa memilih subtopik dari topik yang dipelajari. Ciri-Ciri dalam Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Adapun ciri-ciri dari penggunaan model pembelajaran diskusi kelompok adalah sebagai berikut: 1. Guru secara ketat mengikuti kemajuan tiap kelompok dan menawarkan bantuan bila diperlukan. 2. . 4. yang biasanya ditetapkan oleh guru. D. anggota kelompok berasal dari ras. (c) Adanya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. 3. Pembelajaran Diskusi kelompok dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting. Perencanaan Diskusi kelompok Siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajaran. Komposisi kelompok hendaknya heterogen secara akademis maupun etnis. C.

Melalui penerapan metode diskusi kelompok ini hendaknya dimaknai sebagai metode yang efektif dalam pembelajaran. Presentasi hasil final Beberapa kelompok menyajikan hasil penyelidikannya kepada seluruh kelas. Sedangkan prestasi belajar suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individual atau kelompok. 6. faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar siswa) seperti lingkungan dan faktor internal yang berasal dari siswa) seperti minat. Dari sekian banyak metode pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa lebih baik digunakan metode diskusi kelompok khususnya materi yang membutuhkan pengetahuan konsep. Metode diskusi kelompok merupakan satu metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan. Dalam meningkatkan prestasi belajar. intelektual. Saran 1. Dalam menerapkan metode diskusi kelompok hendaknya di lakukan bukan hanya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa tetapi juga untuk meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran. pandangan. motivasi dan lain-lain. Dalam hal ini guru dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran untuk membangkitkan pengetahuan siswa. Adapun maksud metode diskusi kelompok disini adalah suatu pembelajaran teman sebaya dimana siswa bekerja dalam kelompok yang mempunyai tanggung jawab individual maupun kelompok terhadap ketuntasan tugas-tugas. 2. sehingga sesama siswa mampu memecahkan masalah. 2.5. B. 3. Kesimpulan 1. dan keterampilan. merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru. dengan tujuan agar siswa yang lain terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh perspektif luas pada topik itu. DAFTAR PUSTAKA . Evaluasi Siswa dan guru mengevaluasi tiap konstibusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. BAB III PENUTUP A.

(2003). Bandung: Rosda. (2007). N.martiningsih.com [3 Mei 2012] . Tersedia: Slameto. Wacana Prima. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Macam-macam metode pembelajaran http://www. Sudjana. Roesiyah dkk. (2004). Pemanfaatan. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. (2007). Martiningsih. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. dan Penilaian. [Online]. Bandung: CV. Surabaya: Unesa University.Fida Rachmadiarti. Jakarta: Rineka Cipta Rudi Susilana. Pengembangan.blogspot. Pembelajaran Kooperatif. Strategi Belajar Mengajar. . Media Pembelajaran: Hakikat. (2001). (2001).