PTK Dengan Metode Penugasan

6 Okt BAB I PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu sendiri dan kompleknya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia yang handal dan mampu berkompetensi. Selain itu, pendidikan merupakan wadah kegiatan yang dapat dipandang sebagai pencetak sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Pendidikan bukanlah suatu hal yang statis atau tetap, melainkan suatu hal yang dinamis sehingga menuntut adanya suatu perubahan atau perbaikan secara terus menerus. Perubahan dapat dilakukan dalam hal metode mengajar, buku-buku, alat-alat laboratorium, maupun materi-materi pelajaran. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran sekolah lebih banyak dibanding pelajaran lain. Pelajaran matematika dalam pelaksanaan pendidikan diberikan kepada semua jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman sehari-hari dalam pembelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur pada materi Statistika, kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran belum memuaskan, terbukti dari observasi kegiatan belajar siswa, tes unjuk kerja dan hasil evaluasi yang diperoleh siswa untuk mata pelajaran Matematika masih dibawah KKM . Hal ini menunjukkan tingkat kemampuan siswa rendah, salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang belum tepat. Salah satu hambatan dalam pelajaran matematika adalah bahwa siswa kurang tertarik pada matematika. Banyak siswa yang mengalami kesulitan bila menghadapi soal-soal matematika. Hal ini dapat mengakibatkan prestasi belajar matematika sangat rendah. Suatu kesalahan yang sering terjadi adalah guru kurang memperhatikan tingkat pemahaman siswa dalam mengikuti perubahan, langkah, tahap demi tahap dalam penyampaian materi pelajaran. Dengan kata lain, siswa hanya dibuat tercengang oleh guru dalam mempermainkan rumus yang begitu runtun dalam sebuah rangkaian pokok bahasan. Kondisi ini mungkin bagi guru suatu pekerjaan yang remeh jika sekedar menulis rumus yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai penuntun siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan soal-soal. Hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan seorang guru terkadang tidak sesuai dengan harapan. Untuk melihat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan salah satunya dengan melihat nilai dan ketrampilan siswa dalam pembelajaran itu.Apabila nilai perolehan siswa jauh dari harapan, maka seorang guru harus memperbaiki pembelajaran agar kompetensi

yang telah ditetapkan kurikulum pada materi Statistika itu dapat tercapai. Hal tersebut peneliti alami di SMP Negeri 1 Sukaresmi pada pelajaran Matematika. Peneliti merasakan dan melihat kesulitan siswa dalam hal menguasai materi pada materi stasistika sehingga merasa perlu untuk segera menangani masalah tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi statistika yang dipelajari. Akibat dari suatu anggapan bahwa matematika itu sulit untuk memperoleh nilai atau hasil yang memuaskan, sehingga timbulah rasa bosan, acuh, tidak senang terhadap mata pelajaran matematika. Sikap-sikap yang demikian oleh pendidik harus diketahui dan dicari jalan keluarnya. Dalam belajar matematika diperlukan banyak latihan-latihan penyelesaian soalsoal yang dibentuk dalam tugas terstruktur yang berisi soal-soal. Dari suatu pengalaman bahwa dalam pemecahan matematika akan berhasil jika siswa banyak berlatih dan terampil menyelesaikan matematika yang bervariatif. Dengan seringnya siswa menyelesaikan tugas yang berupa soal-soal yang berstruktur maka konsep-konsep yang ada tidak mudah lupa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka pada penelitian ini peneliti akan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu Metode Pemberian Tugas Terstruktur. Alasan dipilihnya metode Pemberian Tugas Terstruktur ini yaitu karena akan melatih peserta didik bertanggung jawab dan banyak membantu siswa dalam pemahaman materi pembelajaran. Untuk melihat keberhasilan metode ini maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Metode Penugasan dengan Pemberian Tugas Terstruktur untuk Meningkatkan Kemampuan Mengolah Data dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Statistika.(Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Sukaresmi Kelas IX-F Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012). . 1. B. Rumusan Masalah.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah ada Peningkatan Kemampuan Mengolah Data pada Materi Statistika Kelas IX-F Dengan Penugasan 1. Apakah dengan mengunakan Pemberian Tugas Terstruktur dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi Statistika di Kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi? 2. Bagaimana Proses meningkatkan kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi statistika sebelum dan sesudah menggunakan metode pemberian tugas terstuktur? 3. Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa pada materi Statistika dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Terstruktur? 1. C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk

1. Mengetahui kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa Metode Penugasan yaitu Pemberian Tugas Terstruktur pada materi Statistika di Kelas IX F SMP Negeri 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur. 2. Mengetahui kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi Statistika sebelum dan sesudah menggunakan Metode Penugasan yaitu pemberian Tugas Terstruktur. 3. Mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi statistika dengan melalui Penerapan Metode Penugasan yaitu pemberian tugas terstruktur. 4. D. Manfaat Penelitian. Hasil dari penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pemberian tugas terstruktur ini akan memberikan maanfaat seperti di bawah ini: 1. Bagi siswa : 2. Melatih peserta didik untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas; 3. Meningkatkan kemampuan siswa dalam dalam mengolah data untuk mencapai hasil belajar pada materi statistika; 4. Membantu siswa dalam pemecahan masalah dalam materi statistika; 5. Menjadikan Proses Pembelajaran Matematika lebih bermakna; 6. Melatih kemandirian peserta didik dalam menyelesaikan masalah atau menyelesaikan soal. 7. Bagi Guru: 8. Meningkatkan kemampuan dalam proses pembelajaran sehingga berinovasi serta professional; 9. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran Matematika; 10. Meningkatakan ketrampilan guru dalam menggunakan metode belajar yang sesuai; 1. Bagi Sekolah: 2. Memberikan kontribusi dalam mengembangkan kualitas pembelajaran; 3. Meningkatkan mutu lulusan SMP Negeri 1 Sukaresmi yang berkualitas; 4. Penggunaan Metode Pemberian Tugas Terstruktur ini dapat dijadikan referensi guru bahwa dalam mencapai ketuntasan pembelajaran matematika; 5. Salah satu bentuk penugasan adalah dengan pemberian tugas terstruktur merupakan usaha untuk menghadapi perolehan KKM 1. E. Hipotesis Tindakan

Dengan menggunakan Metode Penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dalam materi Statistika, maka hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data di kelas IX-F menunjukan peningkatan yang signifikan.

BAB II LANDASAN TEORI 1. A. 2. 1. Metode Pemberian Tugas ( Resitasi) Pengertian Metode Penugasan ( Resitasi)

karena dalam metode ini terdiri dari tiga fase antara lain: pertama Guru memberikan tugas. Dengan cara ini diharapkan agar siswa dapat belajar bebas tetapi bertanggung jawab dan siswa akan berpengalaman mengetahui berbagai kesulitan dan mengatasi kesulitan itu. memperkuat pemahamanSelain itu menyadarkan siswa untuk selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk hal-hal yang menunjang belajar dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang kurang berguna. Dalam hal ini tugas dapat diberikan dalam bentuk daftar pertanyaan (soal) atau perintah melakukan pendataan. 2. Guru juga memberi motivasi agar siswa dapat mengerjakan tugas dengan baik kemudian guru menghimbau siswa untuk menyusun hasil tugas baik mandiri atau kelompok.Yang dimaksud dengan metode tugas ( Resitasi) menurut Sayiful Sagala adalah “ cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tewrtentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. karena dengan tugas maka siswa memiliki kesempatan untuk saling membandingkan dengan hasil siswa yang lain. . terstruktur atau tak terstruktur agar siswa mengerti dan paham Tugas harus disesuaikan dengan kemampuan siswa d) Ada petunjuk yang jelas sehingga siswa dapat mengerjakan tugas mandiri maupun kelompok. dan ketiga siswa mempertanggung jawabkan apa yang telah dikerjakan. Dapat juga mengumpulkan sesuatu. selain itu siswa menjadi lebih paham materi ajar. kedua siswa melaksanakan tugas. Guru memberikan tugas kepada siswa madiri atau kelompok dengan waktu yang ditentukan dan disepakati siswa dan guru harus membahas. mencari penyelesaian dalam buku pelajaran. banyaknya materi ajar yang tersedia dengan waktu kurang. Metode ini dikenal dengan sebutan pekerjaan rumah tetapi metode ini lebih luas dari pada pekerjaan rumah saja. memperkaya kegiatan belajar di luar. Artinya.” Misalnya tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas. Merangsang siswa agar lebih giat belajar. membuat sesuatu dan lain sebagainya. Agar materi ajar dapat dimengerti. menilai hasil tugas madiri atau kelompok. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran atau meteri terlalu banyak sementara waktu sedikit dalam kegiatan belajar di kelas. memupuk inisiatif bertanggung jawab dan mandiri. 1. Guru memberikan tugas Tugas yang diberikan dari guru kepada siswa baik secara mandiri atau kelompok maka harus memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut: a) b) c) Tujuan yang akan dicapai Jenis tugas. Fase Memberi Tugas ( Resitasi) Fase-fase dalam memberikan tugas yang baik secara mandiri maupun kelompok: 1. Dengan demikian siswa dapat bertanggung jawab dengan tugasnya. di Perpustakaan bahkan di Rumah kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan. dipahami oleh siswa dengan waktu yang telah ditentukan oleh kurikulum maka metode ini sangat membantu. di luar kelas. kemudian harus dipertanggungjawabkan.

4) Siswa diberi tugas untuk melaksanakan proyek dengan tujuan agar siswa membiasakan diri untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian suatau masalah. 2) Siswa diberi tugas untuk melaksanakan sesuatu yang tujuannya melatih siswa dalam hal yang bersifat kecakapan mental dan motorik. yang telah disediakan dan bagaimana mengolah selanjutnya. kemudian siswa yang bersangkutan mempertanggungjawabkan. adapun menurut Zakiyyah Darajat Pemberian tugas dapat dilakukan dalam beberapa hal. Dalam metode pemberian tugas atau resitasi ini syarat yang harus diketahui oleh guru dan siswa yang diberi tugas yaitu: 1) Tugas yang diberikan harus berkaitan dengan pelajaran yang telah mereka pelajari. soal. yaitu: 1) Siswa diberi tugas mempelajari bagian dari buku teks baik secara kelompok maupun perorangan. 2) Guru harus dapat mengukur dan memperkirakan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dapat dilaksanakannya karena sesuai kesanggupan dan kecerdasan yang dimilikinya. 1.e) Disediakan waktu yang jelas dan cukup untuk mengerjakan tugas terstruktur dan tidak terstruktur. 3) Guru harus menanamkan kepaqda siswa bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dikerjakan atas kesadaran sendiri yang timbul dari hati 4) Jenis tugas yang diberikan kepada siswa harus dapt dimengerti benar-benar sehingga siswa tidak ada keraguan dalam melaksanakannya. Diberi waktu tertentu untuk mengerjakannya. sehingga siswa disamping sanggup mengerjakannya juga sanggup mempertanggungjawabkan. Siswa Mempertanggung jawabkan tugas Hal-hal yang harus dikerjakan dalam fase ini: a) b) c) Laporan siswa tertulis dari apa yang dikerjakan Ada diskusi kelompok atau tanya jawab Penilaian atau tanggapan dari siswa yang lain Dalam fase mempertanggung jawabkan ini yang disebut dengan resitasi. 3. 1. Dengan tujuan agar siswa biasa berfikir ilmiah(logis dan sistematis) dalam memecahkan suatu masalah atau soal. Kelebihan dan Kekurangan Metode Penugasan ( Resitasi) . 3) Siswa diberi tugas untuk mengatasi masalah tertentu atau problem tertentu dengan cara mencoba untuk mengunkapkan.

2) Mengembangkan daya berfikir sendiri. dan kemudian siswa harus mempertanggungjawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut. PR merupakan tugas terstruktur yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk dikerjakan di rumah dengan waktu yang ditentukan. Dengan ini siswa akan lebih tahu kekurangan dalam mempelajari materi yang telah diajarkan oleh guru. Kekurangan Metode Penugasan (Resitasi) 1) Siswa sulit dikontrol aktifitasnya dalam mengerjakan tugas. begitu juga metode ini. . Sering memberikan tugas yang monoton sehingga dapat menimbulkan kebosanan siswa. daya inisiatif. Pemberian tugas biasanya dalam bentuk tugas rumah yang bertujuan memberikan kesempatan siswa untuk mendapatkan pengertian yang luas tentang materi yang telah dan akan diajarkan di dalam kelas. atau di tempat lainnya yang berhubungan dengan materi pelajaran yang diberikan. rumus. dan teorema akan dipahamai dengan jelas. 1. Dalam pembelajaran Matematika harus diperbanyak latihan soal. tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja. Pemberian Tugas Terstruktur. Metode pemberian tugas belajar atau resitasi merupakan metode mengajar yang berupa pemberian tugas oleh guru kepada siswa. sekolah. Metode ini tidak sama dengan Pekerjaan Rumah (PR). karena dengan latihan tersebut maka diharapkan peserta didik akan lebih aktif dan kreatif dalam menghadapi berbagai soal. salah satu bentuk latihan Matematika adalah dengan pengerjaan tugas tersruktur yang berisi cara penyeleseaian soal-soal atau masalah Pemberian tugas terstruktur dimaksudkan agar selain untuk penguatan juga menimbulkan sikap positif terhadap pelajaran Matematika. kreatif. melainkan dapat dikerjakan di laboratorium. sedangkan dalam resitasi tugas tidak harus dikerjakan di rumah. 3) Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas individual maupun kelompok. Kelebihan 1) Siswa dapat lebih memahami sendiri materi ajar sesuai dengan pengetahuan yang dicari sehingga pengetahuan itu akan tinggal lama dalam ingatan. 2. apakah benar mengerjakan dengan kemampuan dan usahanya atau hanya meniru pekerjaan temannya 2) Khusus tugas kelompok. perpustakaan. tanggung jawab dan melatih mandiri. sedangkan anggota yang lain tidak ikut berpartisipasi dengan baik. Dengan banyaknya latihan soal dari tugas terstruktur maka konsep. 3) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa. 1.Dalam penggunaan suatu metode pasti ada kelebihan dan kekurangan. Dan dengan adanya pemberian tugas terstruktur siswa juga tidak akan merasa bosan dalam belajar karena materi dapat menimbulkan pengalaman belajar dan pemahaman materi.

Tugas terstruktur merupakan salah satu media pembelajaran bahan ajar yang disususn sesuai dengan kebutuhan belajar sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.Tugas dirancang untuk membimbing siswa dalam pemahaman materi yang lengkap terdiri atas rangkaian kegiatan belajar dan soal-soal latihan untuk membantu peserta didik mencapai indikator yang dirumuskan dengan jelas. Dengan pembahasan di atas peneliti yakin bahwa pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran Matematika dapat menumbuhkan kreatifitas peserta didik dan hasil belajar Matematika pada umumnya lebih meningkat. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru. dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Sehingga diharapkan pula tidak ada anggapan bahwa pelajaran Matematika adalah mata pelajaran yang sulit tetapi sebaliknya bahwa Matematika adalah mata pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Manfaat Tugas Terstruktur Tugas Terstruktur memiliki manfaat baik ditinjau dari kepentingan peserta didik antara lain: a) Peserta didik memiliki kesempatan melatih diri belajar secara mandiri. b) Belajar menjadi lebih menarik karena dapat dipelajari di luar jam tidak dibatasi oleh kelas c) Peserta didik berkesempatan menguji kempuan diri sendiri dengan mengerjakan soal latihan yang disajikan dalam tugas d) Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan sebagai factor belajar lainya. beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem :    Tatap Muka (TM) Penugasan Terstruktur (PT) Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur(KMTT) Pembelajaran Tatap Muka (TM) :Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara peserta didik dan pendidik Penugasan Terstruktur (PT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. Metode Pemberian Tugas Terstruktur ini sanagat membantu peserta didik untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dalam kegiatan ini tidak terjadi interaksi langsung antara guru dengan peserta didik Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. 1. dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh peserta didik dan tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik . Dalam Permendiknas No 22 tahun 2007 tentang Satandar Isi menyebutkan diantaranya bahwa.

b. Mengolah data c. dikelompokkan. statistika yang dalam bahasa Inggris “statistics” (ilmu statistik). yang nantinya hasil kerja peserta didik akan diperiksa oleh guru untuk mengetahui tingkat kebenaran jawaban peserta didik. e. yang nantinya hasil kerja peserta didik akan diperiksa oleh guru untuk mengetahui tingkat pemahaman materi serta pencapaian Kompetensi Dasar dari jawaban tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik. . Dengan demikian. Menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan kumpulan data dan hasil analisisnya. Berpusat pada peserta didik. Prinsip Pembelajaran Berbasis Kompetensi a. mentabulasi dan menggolongkan. data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan. Multi strategi. c. data mengenai penghasilan dan sebagainya. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram. Mengumpulkan data b. perangkaan. 1994). menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka. Memahami keunikan peserta didik. ditabulasi. Menerapkan prinsip pembelajaran tuntas. didalamnya terdiri dari sekumpulan prosedur mengenai bagaimana cara: a. ilmu tentang cara-cara mengumpulkan. Tugas Terstruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik dari guru atau pendidik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan berbagai sumber belajar. yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi. dan nara sumber. Pengertian Statistika Istilah statistik berasal dari bahasa latin “status” yang artinya suatu negara.1. Pemberian tugas terstruktur merupakan Metode yang dapat digunakan peserta didik untuk mencari alternativ pemecahan masalah dengan kendala serta masalahnya. gejala atau peristiwa (depdikbud. Guru sebagai fasilitator. misalnya data mengenai penduduk. f. Materi Statistika 2. yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. d. Metode PemberianTugas Terstruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan berbagai literature atau buku sumber. Menyajikan data d. statistik berarti catatan angka-angka (bilangan). motivator. Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angkaangka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. Statistika beda halnya dengan statistik. 1. C. sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah. Pemecahan masalah. Secara kebahasaan. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan kenegaraan. Pembelajaran terpadu.

Istilah-istilah dalam Statistika 2. yaitu data diskrit dan kontinyu. Data kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non – numerik) biasa disebut dengan istilah atribut. 7. 6. 6. Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian. dan 9 Nilai tengah setelah diurutkan (median) = 7 d. 8. Hasil Belajar Pengertian Belajar Belajar adalah sesuatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. 7. 6. baik disadari maupun tidak disadari. 3. . disengaja atau tidak disengaja. modus dari data di atas = 7 1. Selain pembagian tersebut juga ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder. yaitu : 1. 3. 2. 8. misal diambil dari koran.1. di sekolah dan di masyarakat. dan lain-lain. penelitian/ publikasi pihak lain. D. misal melalui wawancara. 1. 1. pengukurn langsung. Rata-rata Hitung 2. Jenis Data Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. 4.) 3. misalnya di lingkungan keluarga. 7. 8. dan lain lain. 9 dan 9 Nilai yang paling sering muncul adalah 7 Jadi. Median Median = nilai tengah setelah data diurutkan Contoh: Data: 5. Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil/ disadur dari pihak lain. . Quartil Atas adalah median dari data tinggi atau besar Quartil Bawah adalah median dari data rendah atau kecil Quartil Tengah adalah median dari sebuah data Jangkauan interkuartil = . Ukuran Pemusatan Data Tunggal 1 1. Populasi adalah keseluruhan Obyek penelitian 4. 7. 8. Data kuantitatif: data yang berupa angka (numerik). dan memiliki karakteristik yang lengkap seperti yang dimiliki populasi. Kegiatan belajar dapat berlangsung di mana-mana. penyebaran kuesioner. 3. 1. Modus Modus = nilai yang paling sering muncul (nilai yang frekwensinya paling banyak) Contoh: 6. jurnal. 7. Ukuran Penyebaran 1. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Sampel adalah bagian dari populasi yang benar-benar di teliti atau diamati. 2.

Dari uraian tersebut dapat disempulkan bila dilaksanakan dengan memuaskan akan menumbuhkan percaya diri pada siswa sehingga akan mampu mengenal dirinya. Maintening. Pembelajaran yang epektif di mulai dari lingkungan belajar dan berpusat pada siswa. bekerjasama. dalam Soedijarto (2004. saling pengertian dan tanpa prasangka. baik aspek pengetahuan. 10-18) yaitu : a) Learning to know. c) Learning to live together adalah membekali kemempuan untuk hidupo bersama dengan orang lain yang berbedsa dengan penuh toleransi. Designing. artinya setiap orang memiliki keinginan untuk belajar secara kodrati. afektif dan psikomotorik. d) Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran harus ditopang oleh tiga pilar sebelumnya. siswa aktif guru akan berperan sebagai fasilitator. Pengetian Belajar ) Berdasarkan pengertian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku. yaitu pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan Controliling. keterampilannya. Menurut Moh. Surya: “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan. Ada empat pilar yang dikemukakan oleh UNESCO.Uzer Usman (1996). berkepribadian mantap. artinya belajar sebagaimana suatu kegiatan kompleks yang menuntut kemampuan kognitif. yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tehnik menemukan pengetahuan dan bukan semata-mata hanya memperoleh pengetahuan b) Learning to do. Belajar bermakna. dan toleransi terhadap perbedaan. tidak selalu lancar. sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”( internet. bertenggang rasa. Monituring. membuat belajar lebih bermakana. artinya keberhasilan belajar antara lain ditentukan oleh bermakna tidaknya bahan yang dipelajari. Kebermaknaan ini dikaitkan dengan kehidupan nyata. Tiga pilar tersebut ditujukan bagi lahirnya siswa yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahuan yang mampu memecahkan masalah. Belajar tanpa ancaman. dan mandiri. maupun aspek sikapnya melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya. Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pikiran dan perasaan sendiri. Roger dalam Darsono (2000:21-22) mengemukakan beberapa prinsip belajar yang manusiawi yaitu :     Hasrat belajar. Oleh sebab itulah pendidik perlu menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan beberapa pokok pemikiran sebagai berikut: . berpendapat bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku individu sebagai akibat interaksi individu dengan lingkungan sehingga mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan.

Pengajar perlu berusaha mengembangkan kompetensi dan kemampuan siswa. Guru menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan siswa membentuk makna dari bahan-bahan pelajaran melalui suatu proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut. Dari sisi siswa hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. manipulasi bendabenda. pemahaman. Ranah Psikomotor yaitu meliputi keterampilan motorik. Hasil tidak akan pernah dihasilkan selama orang tidak melakukan sesuatu. Hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal cenderung menunjukan hasil yang berciri sebagai berikut: 1. kemauan yang tinggi dan rasa optimisme dirilah yang mampu untuk mencapainya. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi pada diri siswa . psikomotor.Berdasarkan Teori Taksonomi Bloom. dan dikembangkan oleh siswa. Uzer Usman ( 1996. organisasi dan karakteristik dengan suatu nilai 3. Pengertian Hasil Belajar ) Menurut Omar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahantingkah laku pada orang tersebut. Ranah Afektif yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai. sungguh–sungguh. 34) hasil belajar dalam rangka studi di capai melalui tiga kategori ranah antara lain. Perinciannya adalah sebagai berikut : 1. Pengetahuan ditemukan. Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan siswa. 2. afektif. hasil belajar merupakan hal yang dapat di pandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan guru. dalam Moh. Sedangkan dari sisi guru hasil belajar merupakan saat terselesainya bahan pelajaran (Internet. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. baik secara individu maupun kelompok. diciptakan. 2. Kegiatan belajar mengajar harus lebih menekankan pada proses dari pada hasil. penerapan. Untuk menghasilkan sebuah prestasi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. menilai. d. hasil adalah prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. koordinasi otak manusia (menghubungkan dan mengamati). bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa. Menurut Djamarah (2000: 45). 1. Ranah afektif meliputi lima jemjang kemampuan yaitu menerima. Dalam belajar terjadi interaksi pribadi di antara para siswa dan interaksi antara guru dan siswa. Kegiatan belajar adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antar pribadi. c. Hanya dengan keuletan. b. Siswa membangun pengetahuan secara aktif. Hasil Belajar Menurut Dimyati dan Mudjiono. afektif. 3. analisis.a. dan psikomotor. kognitif. Belajar adalah suatu proses pribadi. menjawab atau reaksi. dibentuk. sintesis dan penilaian). dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Ranah Kognitif yaitu hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek ( pengetahuan. tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing-masing orang berhubungan dengan orang lain dan membangun pengetahuan dan pengertian bersama.

2. mengutamakan objektifitas. membentuk prilakunya. Tidak adanya perlakukan yang diberikan dan dikendalikan 3. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A . Peneliti memilih kelas IX-F sebagai subyek penelitian karena kelas ini yang mempunyai daya serapnya rendah terlihat dari hasil tes sebelumnya yang belum menunjukan hasil tidak memuaskan. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk metode penelitian deskriptip. Sukaresmi Kab. Tidak adanya uji hipotesis B. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan dirinya terutaman adalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya Jadi hasil belajar merupakan perubahan yang diperoleh setelah terjadinya proses belajar mengajar yang dapat dilihat setelah peserta didik melalui penilaian yaitu proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menetukan pencapaian hasil belajar siswa sesuai dengan ( Permendiknas No 20 . Cikanyere Kec. Metode deskriptip memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. Lokasi Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi sekolah ini beralamat Jln. dan dilakukan secara cermat. yang berjumlah 42 orang yang terdiri dari jumlah siswa laki-laki sebanyak 20 Orang dan jumlah siswa perempuan sebanyak 22 orang. 2.2007) tentang Standar Penilaian. Waktu Penelitian Tindakan Kelas dapat . Penelitian tindakan kelas cenderung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah cecara teratur. C. karena didalam penelitian ini digambarkan bagamana suatu metode pembelajaran di terapkan dan bagaimana hasil yang di inginkan dapat tercapai. Subyek dan Lokasi penelitian Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas IX-F tahun pelajaran 2011/2012. digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lain 4. Mariwati Km 8 Des. . Cianjur. 3. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya seperti akan tahan lama diingatannya. bemanfat untuk mempelajarai aspek lain. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya.

dalam satu minggu terdiri 2 kali pertemuan. Adapun bentuk tes yang diberikan berupa soal uraian yaitu pada Kompetensi Dasar Statistika. E. metode pembelajaran. keterampilan. pengamatan. pelaksanaan. Lembar observasi disusun untuk mengamati peneliti dalam mengamati tindakan kelas. 1. Observasi tindakan ini dilaksakan oleh rekan guru serumpun yang bertindak sebagai observer. Lembar Soal Lembar Soal disusun untuk mengukur pengetahuan. dan keakktifan siswa dalam proses pembelajaran 1. Angket Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur tanggapan dan sikap siwa setelah pembelajaran. dan sikap guru. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Instrumen Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan oleh peneliti. . Waktu yang diperlukan untuk pembelajaran materi Statistika adalah 8 jam pelajaran. tepatnya dari bulan Juli 2011 sampai dengan Desember 2011. Isi dari angket ini mengenai pendapat siswa terhadap kegiatan proses pembelajaran. Lembar Observasi Lembar observasi disusun untuk memperoleh gambaran langsung tentang kondisi pelakasanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus sehingga membutuhkan waktu 4 kali pertemuan. digunakan instrument pengumpulan data sebagai berikut: 1. Adapun alur pelaksanaan tindakan dapat dilihat pada gambar 3. bahan ajar. diskusi dengan teman sejawat. Dari angket ini kita dapat mengetahui tentang respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan.1 berikut ini: 1. Mengkaji metode penugasan melalui pemberian tugas terstrukturdari berbagai sumber dan referensi. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian tindakan kkelas ini dilaksanakan 4 tahapan sesuai dengan model Jhon Elliot(Muslhudin2009:72) yang dimulai dari perencanaan. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes setiap akhir siklus dan Lembar Kerja Siswa (LKS). kondisi kelas. Lembar soal yang disusun berbentuk soal-soal uraian yang berstruktur dan bertujuan membimbing siswa untuk berfikir sistematis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. D. 1. setiap pertemuan terdiri dari 2 x 40 menit. Setiap siklus memerlukan 2 kali pertemuan. tes setiap akhir siklus ini bertujuan untuk mengetahui sampai dimana pemahaman belajar siswa tentang statistika serta untuk merefleksi pembelajaran yang dilaksanakn guna perbaikan. Pada tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1.Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Perencanaan. dan refleksi. intelegensi.

b) Menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dua kali pertemuan c) Pembelajaran dilakukan dengan mengggnakan diskusi tanya jawab dan diakhiri dengan penugasan untuk memperdalam materi yang telah diajarkan. 6. 2) Peneliti melakukan tindak lanjut untuk siklus II dengan cara menyusun serta memperbaiki rencana selanjutnya berdasarkan hasil tes dan refleksi pelaksanaan siklus I Pelaksanaan tindakan Siklus II masih mengikuti pola penyajian sebagaimana rencana tindakan I yaitu: a) Membuat serta merancang siklus II yang telah di sesuaikan dengan hasil refleksi dari siklus I. yaitu akan dilaksanakan oleh peneliti dan akan dilakukan setiap usai pemberian tindakan dalam pelaksanaan observasi untuk setiap siklusnya. 4. yaitu jenis data kualitatif akan dikumpulkan melalui observasi dan data kuantitatif akan dikumpulkan melalui tes hasil belajar siswa. jawaban soal-soal dan kebersihan. Menetapkan fokus observasi yaitu faktor siswa meliputi kemampuan siswa dalam mengolah data dan respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur. Pelaksanaan Tindakan 1) Pada proses pelaksanaan tindakan. Menetapkan cara observasi yaitu akan menggunakan metode observasi terbuka dan akan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Menetapkan cara pelaksanaan refleksi.serta pemberian tugas terstruktur sebagai alat bantu dalam pemahaman materi. Guru memberikan pembelajaran materi Statistika dengan Tanya jawab dan diskusi. kemudian perwakilan siswa dari kelompoknya menjawab soal-soal. Menetapkan alat bantu dokumentasi kamera foto 7. Menetapkan jenis data dan cara pengumpulan data. Guru memberi penjelasan . siswa belajar dengan berkelompok. Lembar kerja Siswa (LKS) serta lembar tugas terstruktur. Penilaian proses pembelajaran dilakukan pada aspek kerjasama. 8. keaktifan serta keseriusan belajar. d) e) f) Memberikan tes siklus II Peneliti beserta tim observer menganalisis serta merefleksi hasil pembelajaran siklus II Peneliti dan observer menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan hasil penelitian. Selain dari itu guru dapat memberikan soal-soal latihan dan menilai jawaban kelompok.2. 3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang Sttistika untuk 2 Siklus yang berdasarkan Kurikulum SMP Negeri 1 Sukaresmi (KTSP). . 5. Pembelajaran diakhiri dengan adanya pemberian tugas terstruktur dan tes siklus I untuk melihat keberhasilan penyajian materi dengan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dalam upaya meningkatkan kemampuan mengolah data pada materi Statistika. Guru memberi tugas terstruktur yang harus dikerjakan dengan batas waktu yang telah ditentukan untuk lebih memahami materi yang telah diajarkan.

Dalam observasi yang dilakukan yaitu mengamati siswa dan guru. Pada tahap ini dilakukan tes akhir siklus. Memberikan umpan balik dan penegasan serta penguatan materi yang diajarkan. Pelaksanaan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat.aktiviatas dan kemapuan siswa . 1. Pengamatan terhadap siswa dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar. angket respon siswa dan angket lembar kerja siswa dengan bantuan pengamat dari teman sejawat. Aspek yang diamali meliputi: a) b) c) d) e) Perhatian terhadap penjelasan guru. Observasi Pengamatan penelitian dibantu oleh 2 orang guru sebagai pengamat atau observer. Analisisdilakukan untukmengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada setiap siklusnya kemudian mendiskusikan hasil analisis secara kolaborasi dengan observer untukperbaikan pada pelaksanaan siklus selanjutnya. Membimbing siswa mengerjakan LKS dengan benar. Maka pada akhirsiklus. Keberanian bertanya. Keberanian menjawab soal di depan kelas dan berbagi dengan teman di kelas. Memotivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan serius. Mengatur siswa dalam kelompok-kelompok belajar. Menerangkan secara singkat materi pokok dengan jelas. Hubungan kerjasama antar siswa. Keantusiasan dalam mengerjakan tugas. Mengaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal siswa/prasyarat. Refleksi Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis hasil kerja siswa. Pengamatan terhadap guru aspek yang diamati meliputi: a) b) c) d) e) f) g) h) Menyampaikan tujuan pembelajaran. i) Memberikan tugas terstruktur yang telah disesuaikan dengan indicator materi yang diajarkan.1. Mendorong dan membimbing dilakukannya keterampilan kooperatif oleh siswa.

pengamatan dan refleksi pada siklus II. Pengumpulan data Data penelitian ini diambil dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: 1. konsentrasi. Mengumpulkan data hasil pengamatan. prestasi belajar serta tanggapan siswa terhadap metode penugasan. Menganalisa Data Data penelitian berupa motivasi belajar. 1. 2. Analisis Motivasi Belajar Motivasi belajar dianalisis secara deskriptif berdasarkan keberhasilan tindakan yaitu frekwensi depskriptif pada lembar observasi. minat yang ditunjukan oleh diskripsi yang telah ditentukan 1. perhatian. Depkriptor motivasi meliputi minat. Motivasi Belajar Data motivasi belajar diperoleh dari hasil observasi perilaku siswa dan aktivitas siswa dalam kelas yang berkaitan dengan kemampuan mengolah data statistika pada pemberian tindakan.dalam mengolah data materi Statistika di kelas IX F di SMP Negeri 1 Sukaresmi dapat ditingkatkan. Pengolahan Data 1. Prosentase keberhasilan tindakan dapat dihitung dengan rumus: MP = å siswa yang responnya positif x 100% å Seluruh siswa . prestasi dan angket dijelaskan sebagai berikut 1. 4. dan selanjutnya peneliti melakukan kembali perencanaan. Tahap refleksi I dilakukan berdasarkan bahan analisis yang diperoleh dari hasil pengamatan pada siklus I. Melaksanakan evaluasi tindakan I dan mendiskusikan hasilnya dengan guru Matematika yang lain. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya. 3. pelaksanaan tindakan. 2. Data ini diambil dengan menggunakan angket pendapat siswa. Analisis data motivasi. Langkah-langkah dalam refleksi adalah sebagai berikut: 1. ketekunan. Menganalisa data hasil pengamatan. 3. F. Perilaku dan aktivitas siswa meliputi perhatian. Data kemampuan mengolah data berupa tingkat pengusaan siswa terhadap tugas yang diberikan setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur yang diperoleh dari test akhir siklus dan lembar kerja serta lembar tugas terstruktur. Data tanggapan siswa terhadap metode penugasan berupa pendapat siswa setelah mengikuti proses pembelajaran berlangsung. ketekunan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari tes sebelumnya menujukkan bahwa kemampuan dan motovasi belajar matematika pada umumnya di kelas ini menunjukan kelas yang tingkat kemampuan dan motivasi belajar matematikanya rendah dan tidak memuaskan. Analisis Prestasi Belajar dan Kemampuan mengolah data dihitung dengan rumus berikut: Kb = åsiswa yang memperoleh nilai ≥78 x 100% åsiswa 1. Mariwati Km 8 Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Menyimpulkan hasil penelitian setelah data dianalisis Menyimpulkan hasil penelitian dilihat dari prosentase motivasi Positif dan Ketuntasan belajar. respon siswa dan ketuntasan belajar siswa dapat diukur dengan cara berikut:   Motivasi Positif = Prosentase Respon Positif Siklus II – Prosentase Respon positif Siklus I Prestasi belajar siswa = Prosentase kekuntasan Siklus I – Prosentase Ketuntasan Awal Prosentase ketuntasan siklus II – prosentase ketuntasan Siklus I Jika dari selisih motivasi positif ada kenaikan maka respon siswa terhadap Metode Penugasan dalam materi Statistika diterima. siswa dikatakan tuntas belajar jika mencapai skor ketuntasan belajar minimal atau KKM.Tingkat kemampuan belajar matematika di kleas IX F heterogen. Di SMP Negeri 1 Sukaresmi KKM mata Pelajaran Matematika semester Ganjil 78 pada Materi statistika KKM yang harus dicapai 78. SMP Negeri 1 Sukaresmi termasuk sekolah terbesar di Kecamatan Sukaresmi serta membawahi tiga Cerdas Seatap (CSA). Analisis Ketuntasan Belajar siswa dan Prestasi Belajar Kemampuan siswa dan Prestasi Belajar dianalisis dengan ketuntasan belajar. Hasil Penelitian 1. Dan jika Selisih prosentase ketuntasan awal tindakan siklus I. Siklus II ada peningkatan maka metode Penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dapat diterima. tenaga pengajar 80% sesuai dengan bidang yang diampu. A. Seting Kelas Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi sekolah ini beralamat Jln. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IX F yang terdiri dari 42 siswa dengan jumlah siswa perempuan 20 orang dan siswa laki-laki 22 orang. Prestasi belajar di kelas IX F ini masih rendah karena jumlah siswa .1. Indikator keberhasilan tinadakan untuk aspek motivasi.

peneliti melakukan identifikasi masalah dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilaksanakan. bertanggung jawab. KKM pada semester ganjil mata pelajaran matematika 78 hasil kumulatif perhitungan KKM dari kompetensi dasar yang terdapat pada semester ganjil. 5. hari lahir. 2. Menyususn rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pelaksaan Siklus I. meningkatkan kinerja individu sehingga hasil belajar akan meningkat. ukuran sepatu. 3. 2. 2. mengecek absensi siswa serta mengkondisikan kelas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diuraikan maka pada di kelas IX F perlu adanya tindakan yang bervariatif sehingga perolehan prestasi belajar siswa meningkat maka peneliti mengambil sikap bahwa pada materi Statistika semester ganjil ini menggunakan metode pemberian tugas terstruktur agar pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan KKM. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan format evaluasi serta observasi dilaksanakan tanggal 09 Oktober 2011. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Mengembangkan format evaluasi. ukuran sepatu. Data yang harus dikumpulkan oleh siswa yaitu.yang mencapai nilai diatas KKM yang ditetapkan masih sedikit. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 11 Oktober 2011 a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa. e) f) Peserta didik mendiskusikan dan mengumpulkan data dari teman sekelasnya. Mengembangkan format observasi pembelajaran. mata pelajaran yang disukai. d) Guru memberikan permasalahan kepada siswa untuk dikumpulkan data dari teman sekelasnya. warna kesukaan. Peserta didik menyelesaikan masalah yang dicatat dengan tally/turus. Sebelum menyusun rencana pelakasanaan pembelajaran. 6. bulan lahir. c) Guru menyampaikan secara singkat tentang cara pengumpulan data. Menentukan materi yang akan dijadikan materi penelitian. . Hasil Tindakan siklus I 1) Perencanaan 1. 4. b) Menyampaikan apersepsi dan motivasi mempelajari materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai berikut: 1. Metode Pemberian Tugas Tersturuktur merupakan salah satu metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan kemampuan mengolah data karena dengan metode pemebriantugas terstruktur ini siswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kerja kelompok.

data tertinggi dan jangkauan. didapatkan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dengan metode pemberian tugas terstruktur pada Siklus I. f) Perwakilan siswa untuk menyampaikan hasil kerja guru memberikan penguatanpenguatan. data terendah dan jangkauan. data terendah. Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru. a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa. d) Guru memberikan petunjuk agar siswa mengerjakan tugas terstruktur untuk diselesaikan secara berkelompok. guru telah merapkannya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan. e) Siswa mengerjakan tugas terstruktur guru mengawasi dan memberikan bimbingan kepada siswa yang belum mengerti. waktu penyelesaian tugas terstruktur pertemuan yang akan datang.g) h) i) Guru memberikan bimbingan dan memberi pengarahan kerja peserta didik. menentukan data tertinggi. data teringgi dan jangkauan. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua dilaksanakan hari Kamis tanggal 13 Oktober 2011. b) Menyampaikan apersepsi dan motivasi mempelajari materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. guru kurang dalam memotivasi . data terendah. 3) Observasi Dari hasil observasi siklus I. g) Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru. k) Guru menutup pembelajaran dan memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara pengumpulan data dan pencatatan dengan turus waktu penyelesaian tugas terstruktur pertemuan yang akan datang. c) Guru menyampaikan secara singkat dengan contoh tentang cara mengurutkan data. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer. 1. Tugas terstruktur berisi soal uraian tentang mengurutkan data. Guru membahas hasil kerja peserta didik dan memberikan penguatan-penguatan. mengecek absensi siswa serta mengkondisikan kelas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif. i) Guru menutup pembelajaran dan memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara mengurutkan data. h) Refleksi: Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai. j) Refleksi: Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai.

1 Data mengenai Keaktifan Siswa Pada Siklus I Partisipasi Siswa Sangat Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Jumlah siswa 2 30 10 42 Prosentase 5% 71% 24% 100 Data keaktifan siswa dalam siklus I digambarkan dalam grafik seperti pada grafik 4.2 berikut: Tabel 4. maka pada akhir siklus I dilakukan tes akhir siklus dapat dilihat pada tabel 4.2 Data Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 NAMA Ai Nurjamilah Andini Diniatul Zaman Aria Rahmat Hidayat Aris Munandar Asri Afrilianti Budi Deby Susi Yanti Dedi Setiadi Dian Ratna Sintiawati Dodi Kurnia Elia Damayanti Erick Budiman Pamungkas Erniawati Gina Yuliani Idan Ilma Huzaemah Irwan Purwandi Iyet Nurhayati NILAI KETERANGAN KKM PEROLEHAN TUNTAS TIDAK TUNTAS 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 50 √ 78 55 √ 78 79 √ 78 50 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 60 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 79 √ . Keaktifan siswa tersebut dapat dilihat dalam hal mengikuti proses pembelajaran berlangsung. Untuk mengetahui hasil belajar siswa. Masalah lain yang didapat dari pengamatan observer adalah pada saat pengumpulan data pertemuan pertama waktunya kurang mencukupi.1 Grafik 4. Hal ini terbukti dari masih banyak siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Data mengenai keaktifan siswa dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi seperti pada lampiran.siswa sehingga ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran.1. Tabel 4. Data mengenai keaktifan siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.1 Keaktifan siswa pada siklus I Data mengenai aktifitas siswa pada siklus I menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran termasuk kategori cukup aktif.

Naufal Amar Siddik Mita Reskyyanti Moch. grafik siklus I maka dapat terlihat bahwa 25 siswa yang tuntas nilainya diatas KKM atau 60% dan 17 siswa atau 40% tidak tuntas dari KKM 78 yang telah ditetapkan. Kekurangan-kekurangan tersebut antara lain guru kurang memotivasi siswa dan mengkondisikan siswa pada waktu mengerjakan lembar kerja dan tugas terstruktur.2 dan grafik 4.1 dengan nilai tertinggi 84 dan nilai terendah 25. Ikmal Muhamad Jaelani Muhammad Wishal Albaqy Nengsih Nurmalasari Pandu Pangestu Peri Apriandi Puput Ibadihati Solehah Resdiana Depi Restiyana Faujiah Robi Awaludin Rosita Sandi Kurnia Sandi Supiandi Siti Fatimah Ahmad Siti Nuralifah Siti Wasilah Susi Yanti Taofik Hidayat Yayang Yuliyandi Yuniarti Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah % Lulus % Tidak Lulus 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 60 65 78 50 78 60 60 78 80 40 79 78 78 79 40 84 25 78 78 78 78 40 50 78 2819 67. Hal ini menjadi tolak ukur pelaksanaan siklus II. akibatnya masih banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran. 4) Refleksi Berdasarkan analisis data di atas.2 Grafik 4.2 tentang hasil belajar siswa siklus. masih terdapat kekurangan-kekurangan pada Siklus I.2 Hasil Belajar Siklus I Berdasarkan tabel 4.0 25. Selain itu guru juga kurang bisa . Rata-rata nilai pada akhir siklus I 67. Dari data tersebut memberi gambaran bahwa keaktifan siswa cukup maka hasil belajar tergolong cukup.0 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 25 17 60 40 Data hasil belajar siswa pada silkus I dapat disajikan dalam grafik 4.19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusiana Apriliani M.1 84.

mengelola waktu terutama ketika mengerjakan lembar kerja dan tugas terstuktur tentang pengumpulan data dari berbagai masalah kepada teman sekelas. Akibatnya waktu yang dibutuhkan cukup lama. Dengan adanya kekurangan-kekurangan tersebut, maka perlu adanya perbaikan-perbaikan pada pelaksanaan KBM siklus II. Selain itu guru juga tidak memberi motivasi dan mengarahkan siswa yang tidak aktif dalam belajar agar pada pertemuan berikutnya kegiatan pembelajaran lebih baik. Dengan banyaknya siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran, maka kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih baik. Selain memotivasi siswa, guru juga memperbaiki tugas terstruktur dari segi soal-soalnya harus bisa dipahami oleh siswa dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran materi Statistika. 3. Hasil Tindakan siklus II 1) Perencanaan 1. Menyusun dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pelaksanaan Siklus II. 2. Menyusun lembar kerja dan tugas terstruktur yang disesuaikan dengan tujuan dalam Siklus II. 3. Menyusun dan mengembangkan alat evaluasi dan observasi pelaksanaan Siklus II. 2) Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai berikut: 1. Menyusun dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, alat evaluasi dan observasi yang dilaksananakan tanggal 15 Oktober 2011. 2. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011. a) Mengajak siswa untuk berdo’a bersama-sama, mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dari mulai kedisiplinan, kebersihan; b) Apersepsi: Mengingat kembali pengertian data, dan cara pengumpulan data, data besar, data kecil serta jangkauan data dan membahas tugas terstruktur pertemuan yang lalu; c) Motivasi: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat ukuran pemusatan dalam data tunggal serta penafsiran; d) Guru menginformasikan agar peserta didik berhitung dari 1 s.d 3 antara laki-laki dan perempuan supaya rata jumlahnya; e) Guru memberikan permasalah yang harus dicari tahu tiap-tiap nomor. Untuk yang bernomor 1 mempelajari tentang mean, no 2 mempelajari tentang modus, dan no 3 mempelajari tentang median; f) Peserta didik mendiskusikan masing-masing permasalahan dengan rasa jujur batasan waktu 10 menit, guru mengamati dan memberi bimbingan;

g) Perwakilan masing-masing nomor untuk menyampaikan secara ringkas hasil diskusinya; h) Bersama-sama peserta didik dan guru membahas pengertian mean, modus, dan median serta cara menentukan mean, modus dan median; i) Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik untuk menyelesaikan lembar kerja yang berisi soal menentukan mean, modus dan median data tunggal; j) Peserta didik mendiskusikan lembar kerja tersebut guru mengamati dan memberi bimbingan; k) l) Guru membahas hasil kerja peserta didik dan memberikan penguatan-penguatan; Siswa disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru;

m) Refleksi : Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai; n) Guru memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara menetukan mean, modus dan median data tunggal, waktu penyelesaian tugas terstruktur pada pertemuan yang akan datang. 1. Pelaksanaan pembelajaran pertemuan kedua dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2011 a) Mengajak siswa untuk berdoa bersama-sama, mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik mulai dari kedisiplinan berpakaian, kebersihan kelas; b) c) Membahas tugas terstruktur pertemuan sebelumnya; Apersepsi : Mengingat kembali mean, Modus dan Median data tunggal;

d) Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat ukuran penyebaran data tunggal; e) Guru menginformasikan agar siswa belajar berkelompok dengan permasalahan ukuran penyebaran data tunggal; f) Siswa mendiskusikan masing-masing permasalahan dengan batasan waktu 10 menit, guru mengamati dan memberi bimbingan; g) Perwakilan siswa untuk menyampaikan secara ringkas hasil diskusi;

h) Bersama-sama peserta didik dan guru membahas cara menentukan ukuran penyebaran dan jangkauan interquartil data tunggal; i) Guru memberikan penjelasan kepada siswa untuk menyelesaikan lembar kerja yang berisi soal menentukan ukuran penyebaran dan jangkauan interquartil data tunggal;

j) k) l)

Siswa mendiskusikan lembar kerja tersebut guru mengamati dan memberi bimbingan; Guru membahas hasil kerja siswa dan memberikan penguatan; Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru;

m) Refleksi : Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai; n) Guru memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara menetukan ukuran penyebaran data tunggal, waktu penyelesaian tugas terstruktur pada pertemuan yang akan datang. 3) Observasi

Pada pelaksanaan Siklus II ini guru melakukan perbaikan-perbaikan dari kekurangan pada siklus I. Perbaikan dalam proses pembelajaran yang dilakukan adalah lebih memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran kepada siswa yang tidak aktif. Karena banyaknya siswa yang aktif dalam proses pembelajaran, maka proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik. Selain memberikan motivasi, guru juga memberikan penjelasan tentang pentingnya lembar kerja dan tugas terstruktur untuk memahami materi yang diajarkan dengan mandiri. Data mengenai keaktifan siswa dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, pada siklus II dapat disajikan pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Data Keaktifan Siswa Siklus II Partisipasi Siswa Sangat Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Jumlah siswa 6 33 3 42 Prosentase 14% 79% 7% 100

Data keaktifan siswa dalam siklus II digambarkan dalam grafik seperti pada grafik 4.3 Grafik 4.3 Data Keaktifan Siswa Siklus II Data mengenai aktifitas siswa pada siklus II menunjukkan bahwa motivasi siswa dari Siklus I ke Siklus II ada peningkatan. Banyaknya siswa yang kurang aktif pada Siklus I ada 10 siswa sedangkan pada siklus II ada 3 siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan latar belakang siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan rumah yang jauh dari sekolah. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan belajar mengajar Siklus II maka dilakukan tes akhir Siklus II, hasil belajar Siklus II dapat disajikan dalam tabel 4.4 Tabel 4.4

5 86. Naufal Amar Siddik Mita Reskyyanti Moch. Ikmal Muhamad Jaelani Muhammad Wishal Albaqy Nengsih Nurmalasari Pandu Pangestu Peri Apriandi Puput Ibadihati Solehah Resdiana Depi Restiyana Faujiah Robi Awaludin Rosita Sandi Kurnia Sandi Supiandi Siti Fatimah Ahmad Siti Nuralifah Siti Wasilah Susi Yanti Taofik Hidayat Yayang Yuliyandi Yuniarti Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah NILAI KETERANGAN KKM PEROLEHAN TUNTAS TIDAK TUNTAS 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 60 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 82 √ 78 40 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 80 √ 78 78 √ 78 86 √ 78 35 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 50 √ 78 78 √ 3088 36 6 73.0 25.0 .Data Hasil Belajar Siswa Siklus II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA Ai Nurjamilah Andini Diniatul Zaman Aria Rahmat Hidayat Aris Munandar Asri Afrilianti Budi Deby Susi Yanti Dedi Setiadi Dian Ratna Sintiawati Dodi Kurnia Elia Damayanti Erick Budiman Pamungkas Erniawati Gina Yuliani Idan Ilma Huzaemah Irwan Purwandi Iyet Nurhayati Lusiana Apriliani M.

Hal ini dikarenakan siswa merasa tertarik dan termotivasi dalam KBM yang menggunakan metode pemberian tugas terstruktur.5 dengan nilai tertinggi 86 dan nilai terendah 35. Pembahasan Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan pada Siklus I dan Siklus II.5 berikut. Siklus II NO KUALIFIKASI SIKLUS I 2 30 10 42 Grafik 4.5 Data Keaktifan Siswa Siklus I.4 tentang hasil belajar siswa siklus II.5 Keaktifan siswa pra siklus. siklus I. 1.% Lulus % Tidak Lulus 86 14 Data hasil belajar siswa pada silkus I dapat disajikan dalam grafik 4. Siswa sudah mulai tertarik belajar Matematika dengan pemberian tugas terstruktur karena dengan mengerjakan tugas terstruktur melatih siswa untuk bertanggung jawab dalam tugas serta melatih kemandirian siswa. Tabel 4. 4) Refleksi Dari data observasi Siklus II didapat sebagian besar siswa mengikuti pembelajara dengan baik.4 dan grafik 4. B.4 berikut. siklus II SIKLUS II 6 33 3 42 Data keaktifan siswa pada siklus I. Dari data tersebut maka keaktifan siswa ada kenaikan demikian juga hasil belajar diakhir Siklus II juga mengalami kenaikan yang signifikan dari Siklus I dan Siklus II. Grafik 4.4 Hasil Belajar Siklus Melihat tabel 4. grafik hasil belajar Siklus II maka didapat 36 siswa yang tuntas. Rata-rata nilai pada akhir siklus II 73. nilainya diatas KKM atau 86% dan 6 siswa atau 14% tidak tuntas dari KKM 78 yang telah ditetapkan. dan siklus II dapat digambarkan dalam gragik 4. maka dapat diketahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat disajikan dalam tabel 4.5 berikut: 1SANGAT AKTIF 2CUKUP AKTIF 3KURANG AKTIF JUMLAH .

Tabel 4. Siklus I.7 Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I.1 73. dan siklus II Dari tabel dan grafik ketuntasan hasil belajar siklus I. dan siklus II. pada siklus I prosentase yang tuntas 60% tidak tuntas 40% sedangkan pada siklus II terdapat 86% tuntas 14% tidak tuntas. siklus II Rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I sampai dengan akhir siklus II dapat disajikan dalam grafik 4.7 . Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada Siklus I. hal ini menunjukkan peningkatan yang siqnifikan. Selain tabel dan grafik keaktifan belajar siswa dan ketuntasan hasil belajar juga peneliti sajikan tabel 4. siklus II dapat disajikan dalam grafik 4. Siklus II NO 1 2 KEGIATAN Siklus I Siklus II TUNTAS 60 86 TIDAK TUNTAS 40 14 Hasil ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I. dengan adanya penurunan jumlah siswa yang kurang aktif maka dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan keaktifan siswa dan melatih untuk bertanggung jawab serta kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas. Siklus II semakin menurun jumlah siswa yang kurang aktif. siklus II NO 1 2 KEGIATAN Siklus I Siklus II RATA-RATA 67.7 berikut: Grafik 4. maka dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan jumlah siswa yang aktif hal ini terlihat dari jumlah siswa yang kurang aktif pada pra siklus.6 berikut: Grafik 4. Jumlah siswa yang kurang aktif pada Siklus I ada 10 siswa dan Siklus II ada 3 siswa. siklus II menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan.5 Rata-rata hasil belajar siklus I.Dari tabel dan grafik keaktifan siswa di atas.7 adalah tabel dan grafik rata-rata hasil belajar siswa siklus I. Siklus II menunjukkan peningkatan prosentase ketuntasan belajar materi statistika di kelas IX-F seperti terlihat dalam table 4.6 berikut Tabel 4.6 Data prosentase hasil evaluasi Siklus I.6 Ketuntasan hasil belajar siklus I.7 dan grafik 4.

1. maka hasil belajar siswa kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi Tahun Pelajaran 2011/2012 dapat menunjukan peningkatan yang signifikan. Pada saat pembelajaran diubah menggunakan metode pemberian tugas terstruktur maka nilai rata-rata meningkat menjadi 67. Seorang guru harus selalu aktif melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. BAB V PENUTUP 1. yang menyatakan bahwa dengan menggunakan Metode Pemberian Tugas Tersturuktur dalam materi Statistika.Berdasarkan hasil penelitian dua siklus tersebut menunjukkan peningkatkan keaktifan dan prosentase kenaikan serta rata-rata hasil belajar siswa terbukti dari tabel dan grafik keaktifan. karena menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa serta kemampuan mengolah data serta siswa tidak bosan sehingga minat belajar meningkat. 3. Seorang guru harus bervariasi menggunakan metode pembelajaran untuk menghindari kejenuhan siswa. Hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data pada materi statistika di kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi sebelum menggunakan metode pemberian tugas terstruktur mempunyai nilai rata-rata kelas 55. saran yang dapat peneliti ajukan sebagai berikut. dapat diterima. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Selain metode pembelajaran yang bervariatif guru juga diharuskan untuk menyusun tugas terstruktur yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan. 2. B. Hal ini terbukti pada keaktifan siswa pada saat pra siswa siklus masih terdapat 12 siswa yang tidak aktif. pada siklus I terdapat 10 yang tidak aktif serta pada siklus II terdapat 3 siswa yang tidak aktif. . Dengan demikian hipotesis tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini. Penerapan metode pemberian tugas terstruktur mempunyai manfaat yang baik. rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika dengan metode pemberian tugas terstruktur. Hal ini dapat peneliti simpulkan bahwa pembelajaran dengan metode pemberian tugas terstruktur selain meningkatkan keaktifan siswa juga meningkatkan hasil belajar siswa. 2. A. 1.8 dengan prosentase ketuntasan 31%. Hendaknya seorang guru selalu memotivasi siswa untuk selalu belajar di rumah yaitu dengan cara memberikan tugas terstruktur bertujuan untuk memahani materi lebih matang.5 dengan prosentase ketuntasan 86% pada siklus II.1 dengan prosentase ketuntasan 60% pada siklus I dan 73. Dari uraian pada bab sebelumnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi pada kelas IXF Tahun pelajaran 2011/2012 bahwa hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data pada mata pelajaran Matematika materi Satistika sesudah menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur menujukkan hasil yang memuaskan. prosentase ketuntasan. Saran Setelah melaksanakan Penelitian Tindakan kelas ini.

Transito Bandung Sukadi. Guru Powerful Guru Masa Depan. S. Strategi Belajar Mengajar. 7. 2002 Belajar Dan Pembelajaran.Mudah Belajar Matematika Untuk Kelas IX SMP/MTs. Dasar-Dasar Evaluasi. Jakarta : Rhineka Cipta Hamalik Omar. Jakarta: PT. 2001. Metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur dapat dikembangkan dan diterapkan pada pokok bahasan yang lain. Jakarta. Rineka Cipta Arikunto Suharsimi. 1997.2007. 2006.B dan A. 1995. Sekolah harus menganjurkan kepada guru untuk menyusun tugas terstruktur yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur dapat menumbuhkan tanggung jawab siswa serta kemandirian dalam memahami materi pembelajaran. 5. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Penerbit Kolbu . Jakarta: PT. 2008. Sekolah hendaknya memfasilitasi untuk kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang dituangkan dalam RKS dan RAKS. Kiat Sukses Melakukan Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah. 2009. Jakarta : Rineka Cipta Djamarah. Statistika. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Indek Muslihuddin.: Bumi Aksara Dimyati dan Mudjiona. Jakarta: PT Bumi Aksara Kusumah Wijaya dan Dwitagama Dedi. 2002. Edisi Revisi. 2008. BSE Pusat Perbukuan Depniknas Permendiknas No 22 Tahun 2007 tentang Standar Isi Sudjana. DAFTAR PUSTAKA Arikunto Suharsimi. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan penelitian ini. LPMP Jawa Barat Nunik Avianti Agus. 6.4. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas.Zain.

Edisi Kedua. Jakarta:Balai Pustaka. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Remaja Rosdakarya Dibawah ini terdapat Link Download Leangkap PTK Untuk Jurusan PGSD :  PENGGUNAAN STRATEGI JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BERBICARA (BI) DAN PENGAMATAN TERHADAP GEJALA ALAM (IPA) SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 7 AIKMEL UTARA [ DOWNLOAD ]  MENINGKATKAN PRESTASI PENGUSAAN MATERI BAHASA INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM OLEH SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 03 PENGADANGAN DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI JIGSAW DAN EKSPRIMEN [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI MENULIS (BI) DAN PERUBAHAN WUJUD BENDA (IPA) MURID KELAS II SEMESTER I SEKOLAH DASAR NEGERI 5 PENGADANGAN [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KOMPETENSI PENGUSAAN MATERI BAHASA INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM OLEH SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI PENGADANGAN DENGAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MATERI BAHASA INDONESIA DAN MEMAHAMI BAGIAN TUBUH MANUSIA DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MURID KELAS V SEMESTER I SDN 11 PRINGGASELA 2010 . 1995. Menjadi Guru Profesional. Uzer Usman Moh.Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1996. Bandung: PT.

TAHUN PELAJARAN 2011 [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PELAJARAN BAHASA NDONESIA DAN MURID KELAS V SDN 3 PENGADANGAN [ DOWNLOAD ]  PENALARAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN (B I) DAN OPERASI HITUNG (MAMA) MURID KELAS VI SDN 04 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS DAN BAHASA INDONESIA MURID KELAS III SDN 2 PENGADANGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI MEMBACA (BI) DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SELAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW TAHUN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN KONSEP BILANGAN (MAMA) DAN MENULIS (BI) MURID KELAS IV MI. NW. REMPUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS BERITA (B I) DAN KONSEP BILANGAN BULAT (MAMA) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO SISWA KELAS III SDN 1 SAJANG TAHUN PELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL KOOPERATIF UNTUK MENINGKATAN PRESTASI SISWA KELAS VI SDN 6 PRINGGASELA PADA MATERI MENGARANG (B I) DAN OPERASI HITUNG (MAMA) TAHUN PEMBELAJARAN 2010 .[ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INDONESIA KELAS V SDN …..

TANAK MAIK TAHUN PELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP BILANGAN (MAMA) MURID KELAS V SDN 6 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  IMPLEMENTASI STRATEGI JIGSAW MODEL DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) MURID KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 JURIT TAHUN 2010 [ DOWNLOAD ]  MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS (BI) DAN CARA PENULISAN NILAI UANG (MAMA) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS II SDN 10 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DAN MEMAHAMI BESARAN PENGUKURAN (IPA) MURID KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUELA TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) MURID KELAS IV SDN 08 PENGADANGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DAN BAHASA .[ DOWNLOAD ]  IMPLEMENTASI PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI WACANA DAN KONSEP BILANGAN MURID KELAS V SD NEGERI 5 JURIT TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS (BI) DAN PENGGOLONGAN HEWAN (IPA) SISWA KELAS III MI. NW.

INDONESIA MURID KELAS IV SDN 02 REMPUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN METODE MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP KOORDINAT (MAMA) MURID KELAS IV SDN 4 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SLOGAN (BI) DAN PENGGOLONGAN HEWAN (IPA) SISWA KELAS VSDN 05 PERIGI TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN PENDEKATAN INTEGRATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG DAN MEMAHAMI BENTUK BILANGAN MURID KELAS VI SD NEGERI 01 REMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENULIS SLOGAN (BI) DAN PENGGOLONGAN MAKHLUK (IPA) MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME SISWA KELAS IVSDN 03 PRINGGASELA TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) DENGAN METODE EKSPRIMEN MURID KELAS V SDN 3 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ] EFEKTIFITAS METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM PENGAJARAN IPA BAGI SISWA KELAS VI SD SARIYOSO WONOSOBO Di susun oleh: .

tampaknya masih kurang mendapat perhatian yang memadai dari tenaga pengajar. sikap dan keterampilan yang diproyeksikan melalui kurikulum dan silabus pengajaran. bidang pendidikan bahwa: “Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. berkepribadian. bertanggung jawab. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melihat efektivitas suatu pendekatan dan metode pengajaran proses belajar mengajar yang dilakukan dapat berhasil guna dan memudahkan bagi siswa dalam memahami suatu disiplin ilmu atau mata pelajaran diterimanya. Pendidikan dalam hal ini bukan hanya sebuah pengajaran yang berorientasi pada kecakapan individu teoritis (teoritis individual). maka kita dapat memahami bahwa aspek nilai yang ditransfer dalam dunia pendidikan dan pengajaran harus selalu terkait dengan unsur pengetahuan. meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan. terampil. cerdas kreatif. Untuk merealisasikan tujuan pendidikan seperti yang telah dipaparkan di atas. Rumusan mengenai sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran di Indonesia mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional serta GarisGaris Besar Haluan Negara Republik Indonesia dengan ketetapan MPR Nomor II/ MPR/1993.1. tangguh. dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. berdisiplin. keluarga. maju. akan tetapi pendidikan lebih ditekankan kepada individual practice. serta dapat memberikan kreatifitas yang bermakna terhadap diri. Kenyataan empiris proses pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan di berbagai lembaga pendidikan menunjukkan bahwa penerapan pola pendidikan dan pengajaran yang tepat. beretos kerja. berbudi pekerti luhur. tanpa harus terikat dengan kondisi formal pendidikan semata. profesional. Hal ini menyebabkan sisi kualitas pengajaran yang diharapkan kurang terpenuhi. akan tetapi harus terkait dengan kemampuan seseorang anak didik merefleksikan program belajarnya dalam bentuk aplikasi sikap positif melalui serangkaian aktivitas yang selektif dan efektif. untuk selanjutnya dioperasionalisasikan melalui kegiatan pengajaran. serta berorientasi masa depan”. A. dalam melihat tugas dan tanggung jawab pendidikan itu. Perlu dipahami bahwa indikator keberhasilan suatu proses pendidikan dan pengajaran tentunya tidak hanya terbatas pada sederetan angka-angka prestasi belajar. Dalam prestasi yang demikian itu. . Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cita tanah air. masyarakat dan lingkungan sekitar. tentunya diperlukan upaya maksimal dari berbagai pihak. Latar Belakang Masalah Pendidikan secara umum adalah suatu proses dimana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien. mandiri. Sehingga proses pengajaran cenderung tidak relevan dengan pola pendekatan atau metode pengajaran yang digunakan. Mampu membawa diri beradaptasi dengan lingkungan.

E. 3.Berdasarkan dari pemikiran di atas. Hipotesis Berdasar dari uraian latar belakang dan penelusuran literatur yang dilakukan penulis sebelumnya. 2. maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa diduga metode pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa (efektif). B. Faktor-faktor yang dapat menghambat pemahaman siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo terhadap mata pelajaran IPA. 2. 2. Rumusan Masalah Berdasrkan pada latar belakang di atas. Variabel Penelitian . Pengaruh dari pelaksanaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo 3. maka pokok masalah dalam penelitian adalah : 1. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian difokuskan pada pembahasan untuk mengetahui : 1. Faktor-faktor apa yang dapat menghambat pemahaman siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo terhadap mata pelajaran IPA. Bagaimana pengaruh pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo 3. Bagaimana efektifitas metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. Sebagai informasi bagi para tenaga pengajar IPA khususnya dan tenaga pengajar umumnya tentang bagaimana efektifitas metode penggunaan metode pemberian tugas. 1. C. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan terhadap hasil penelitian ini adalah: 1. Variabel dan Definisi Operasional 1. 4. F. Sebagai bahan informasi yang nyata bagi guru terhadap kondisi pengajaran dengan metode pemberian tugas bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. penulis dengan segenap kemampuan untuk mencoba melakukan suatu penelitian sekitar penggunaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA yang oleh penulis diduga meningkatkan hasil belajar siswa. D. Efektifitas dari pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. Diharapkan dijadikan dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan guru dalam memilih metode yang tepat dalam kegiatan pengajaran.

Populasi Penelitian Populasi penelitian adalah keseluruhan siswa kelas VI SD Sariyoso Wonosobo Tahun pelajaran 2009/2010 dan para guru. yang dimaksudkan di sini adalah memberikan tugas-tugas kepada siswa pada saat dan setelah selesai pengajaran untuk dikerjakan di rumah secara berkelompok dan atau mandiri. b) Prestasi belajar siswa adalah nilai yang diperoleh siswa dilakukan test terhadap materi tertentu.Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu metode pemberian tugas sebagai variabel bebas dan prestasi belajar IPA siswa sebagai variabel tergantung. XI adalah kelompok perlakuan. X0 adalah kelompok kontrol. G. Desain Penelitian Untuk mengetahui pengaruh variabel penelitian. 2. K0 adalah hasil pada kelompok kontrol. dan KI adalah hasil pada kelompok perlakuan. yakni : a) Metode pemberian tugas. dimana dalam pelaksanaannya terdapat kelompok perlakuan (pengajaran dengan pemberian tugas) dan kelompok kontrol atau perbandingan (pengajaran tanpa tugas). Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental. . Sampel Penelitian Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VI yakni 30 siswa dan guru yang mengajar pada kelas V. b. 1. Metode Penelitian 1. guru penjaskes dan guru Bahasa Inggris. Definisi Operasional Untuk mengarahkan peneliti pengambilan data maka perlu adanya batasan operasional dalam penelitian. penelitian ini didesain seperti berikut: X0 R X1 K1 K0 Dimana R adalah sampel penelitian. 3. Populasi dan sampel Penelitian a. yakni wali kelas. guru agama.

Sedangkan alat dan bahan yang digunakan adalah seperangkat daftar kehadiran siswa aktif. daftar nilai. Pelaksanaan Setelah diadakan persiapan selanjutnya diadakan penelitian yaitu melaksanakan penilaian dalam kegiatan pembelajaran. Pada tahap ini mempersiapkan tugas yang akan dikerjakan siswa (menulis tugas-tugas). statistik yang dimaksud adalah uji-t. Pelaksanaan. Teknik Pengumpulan Data Data yang terkumpul dalam penelitian ini berupa data prestasi belajar IPA siswa yang terambil dengan tahapan kerja sebagai berikut: 1. 3. selanjutnya mereka kumpul setelah dikerjakan.4. 2. H. Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kelas VI dengan jumlah murid secara keseluruhan 30 orang. dilakukan /diberikan tugas. Persiapan. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Sariyoso Wonosobo 1. Yang dilakukan adalah memeriksa tugas-tugas yang dikerjakan siswa dan memberikan skor. 1. Adapun acuan pelaksanaannya dengan menggunakan scenario yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Pada tahap ini. . Teknik Analisis Data Data yang terkumpul sebelum dianalisis terlebih dahulu dilakukan pengolahan data dengan menggunakan deskripsi yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana gambaran hasil penelitian. Rencana dan Prosedur Penelitian 1. 5. Prosedur Penelitian 1. dan dokumentasi wali kelas VI lainnya. Skoring (data). Menentukan variable penelitian Variabel yang menjadi pokok utama dalam PTK adalah peningkatan keterampilan atau keaktifan siswa dalam mengaplikasikan hasil pembelajaran IPA 1. Setelah itu dilakukan analisis dengan teknik statistik infrensial untuk mengatasi pengaruh metode pemberian tugas (efektif atau tidak).

com Blog Pendidikan Indonesia        Banking Management Psychology Parenting Healt Sport Teknologi o o o o o  Religion o o o o o o  Film o o o o  Education o o o o o o       .      About Sitemap Privacy Policy Disclaimers Contact Cara Download Sarjanaku.

Dalam literatur yang dijelaskan bahwa pemberian tugas dapat diartikan pekerjaan rumah. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan metode yang bervariasi tidak selamanya menguntungkan. pemilihannya disesuaikan tujuan pengajaran yang hendak dicapai. tanpa tahun).o    o      Home » Metode Pembelajaran » Metode Pemberian Tugas > Resitasi. Penerapan Metode Pemberian Tugas > Resitasi. tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pemberian tugas dan pekerjaan rumah. yaitu metode pemberian tugas. Dengan demikian diharapkan kegiatan pengajaran dan berlangsung secara berdaya guna dan bernilai guna. penulis akan membahas salah satu metode mengajar yang sering digunakan oleh guru dalam proses interaksi belajar mengajar.Dalam interaksi belajar mengajar. metode-metode memegang peranan yang sangat penting. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa. Ed. Metode dalam kegiatan pengajaran sangat bervariasi. Dalam proses mengajar. akan tetapi harus menggunakan beberapa metode mengajar yang digunakan secara bervariasi agar pengajaran tidak membosankan. Ad.K. Dalam kajian pustaka ini. seorang pendidik tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode mengajar. tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh siswa membaca dan menambahkan tugas (Roestiyah N. untuk pekerjaan rumah guru menyuruh siswa membaca buku kemudian memberi pertanyaanpertanyaan di kelas. Olehnya itu guna pencapaian tujuan pengajaran. 1989). Penerapan Metode Pemberian Tugas . Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila tidak dapat menguasai satu atau beberapa metode mengajar. Disinilah dituntut kompetensi guru dalam pemilihan metode pengajaran yang tepat. . Sebaliknya dapat menarik perhatian siswa. guru memberikan pekerjaan kepada siswa berupa soal-soal yang cukup banyak untuk dijawab atau dikerjakan yang selanjutnya diperiksa oleh guru. bila guru mengabaikan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya. maka pemilihan metode dalam mengajar harus tepat. Metode pemberian tugas adalah metode yang dimaksudkan memberikan tugas-tugas kepada siswa baik untuk di rumah atau yang dikarenakan di sekolah dengan mempertanggung jawabkan kepada guru (Abdul Kadir Munsyi Dip. Meski penggunaan metode bervariasi tidak akan menguntungkan proses interaksi belajar mengajar bila penggunaan metode tidak tepat dengan situasi pengajaran yang mendukungnya.

akan mengganggu keseimbangan mental anak (H. Dengan memahami kelebihan dan kelemahan metode pemikiran tugas di atas. Zuhairini. Metode pemberian tugas sebagai salah satu metode yang dikaji penulis dalam pembahasan ini tentunya juga memiliki kelemahan dan kelebihan seperti halnya dengan metode yang lain. Semua guru harus menyadari bahwa semua metode mengajar yang ada. cukup hanya menyalin pekerjaan temannya. seorang guru sebaiknya tetap memonitoring keadaan siswa selama penerapan metode itu berlangsung. Maka akan menemui kesulitan dalam memberikan bahan pelajaran kepada siswa. Namun penggunaan satu metode tidaklah salah selama apa yang dilakukan itu untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. yang sesuai dengan kondisi psikologi anak didik. Seringkali tugas di rumah itu dikerjakan oleh orang lain. Memberi kebiasaan anak untuk belajar.Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan. sebab dalam metode ini anak harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu (tugas) yang telah dikerjakan. 1977). saling menyempurnakan antara yang satu dengan yang lainnya. 3. 1977). Dari berbagai kelebihan-kelebihan yang telah dipaparkan di atas tentunya metode pemberian tugas juga tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan sebagai berikut : 1. Seringkali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan baik. Oleh karena itu penggunaan metode yang bervariasi dalam kegiatan mengajar akan lebih baik dari pada penggunaan satu metode mengajar. Tugas dapat diberikan kepada kelompok atau perorangan. Karena tidak ada satupun metode yang sempurna tetapi ada titik kelemahannya. 4. Bila hal tersebut terjadi maka guru sedapat mungkin mencari alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan metode yang lain. Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan. Memberi tugas anak yang bersifat praktis (H. Sebaliknya manakala guru tidak mengetahui kelebihan dan kekurangan satu metode mengajar. Sulit untuk memberikan tugas karena perbedaan individual anak dalam kemampuan dan minat belajar. tentunya akan menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan. Penggunaan suatu metode dalam proses belajar mengajar. berarti tujuan pengajaran tidak tercapai. sehingga anak tidak tahu menahu tentang pekerjaan itu. Dengan metode ini siswa dapat mengenali fungsinya secara nyata. 3. Apakah yang diberikan mendapat reaksi yang positif dari siswa atau sebaliknya justru tidak mendapatkan reaksi. bahwa pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk guru secara langsung. 2. 4. 2. Baik sekali untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang konstruktif. . Zuhairini. Apabila tugas itu terlalu banyak. Ini berarti guru tersebut gagal melaksanakan tugasnya mengajarnya di depan kelas. Mengenai kelemahan dan kelebihan metode pemberian tugas adalah sebagai berikut : Kelebihan metode pemberian tugas : 1.

Sehingga untuk mengatasi hal tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas kepada siswa diluar jam pelajaran. anak didik sering merasakan kebosanan. Dalam hubungan ini. Perlu dipahami bagi seorang guru bahwa waktu belajar siswa di sekolah sangat terbatas untuk menyajikan sejumlah materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Disamping itu. merupakan ilmu yang sarat dengan dengan fakta sehingga pengajarannya menuntut kemampuan pengetahuan dari guru. semua upaya yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pengajarannya merupakan rangkaian proses yang menentukan pencapaian hasil pengajaran. siswa juga dididik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. guru sangat diharapkan agar setelah memberikan tugas kepada siswa supaya dicek atau diperiksa pada pertemuan berikutnya apakah sudah dikerjakan oleh siswa atau tidak. B. Penerapan Metode Pemberian Tugas dalam Pengajaran IPA Dalam proses pengajaran IPA. mengumpulkan sesuatu. anak atau siswa setelah diberi ulangan. sebagian besar tidak mampu untuk menjawab setiap item soal dengan baik dan benar. Dari proses seperti itu. Dapat juga berupa tugas tertulis atau tugas lisan yang lain. disamping keterampilan pengajaran lainnya. baik di dalam kelas maupun di tempat lain yang representatif untuk kegiatan belajarnya. Demikian halnya dengan tugas sendiri.Salah satu dampak yang sering kita lihat dari penggunaan metode yang tidak tepat yaitu . eksperimen dan berbagai bentuk tugas lainnya. Tugas yang diberikan kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai bentuk seperti daftar pertanyaan mengenai suatu pokok bahasan tertentu. karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama mengerjakan tugas. suatu perintah yang harus dibahas melalui diskusi atau perlu dicari uraiannya dalam buku pelajaran yang lain. . Situasi demikian menjadikan proses belajar mengajar menjadi kurang efektif dan kurang efisien. Kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar. membuat sesuatu. Penerapan metode pemberian tugas dalam proses pengajaran IPA. Kesan model pengajaran seperti ini memberikan manfaat yang banyak bagi siswa. terutama dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi belajarnya. siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi akibat pendalaman dan pengalaman siswa yang berbeda-beda pada saat menghadapi masalah atau situasi yang baru. aktivitas dan rasa tanggung jawab serta kemampuan siswa untuk memanfaatkan waktu belajar secara efektif dengan mengisi kegiatan yang berguna dan konstruktif. umumnya dimaksudkan untuk melatih siswa agar mereka dapat aktif mengikuti sajian pokok bahasan yang telah diberikan. Di sisi lain. IPA sebagai bagian dari ilmu yang ada. Teknik pemberian tugas atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap. baik secara perorangan maupun kelompok. Akibatnya sudah dapat dipastikan bahwa prestasi belajar anak didik rendah. mengadakan observasi. jangan sampai tidak dipahami tidak dengan jelas oleh siswa tentang tugas yang harus dikerjakan. termasuk pemilihan metode yang tepat untuk setiap pertemuan. Bagi seorang guru dalam menerapkan metode pemberian tugas tersebut diharapkan memperjelas sasaran atau tujuan yang ingin dicapai kepada siswa.

Ini tidak berarti bahwa tugas itu tidak boleh sukar. sehingga kelompok dapat membagi tugas kepada anggotanya secara baik menurut minat dan kemampuannya. sehingga tugas yang diberikan itu betul-betul bermakna dan dapat menunjang efektifitas pengajaran. Anda perlu merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dimengerti. Merumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan. Penguasaan itu tidak harus selalu didiktekan oleh guru melainkan dapat berasal dari perencanaan kelompok. 4. Apabila guru berhalangan untuk melaksanakan pengajaran. 3. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar diberikan secara individual atau dengan kelompok. Suatu pekerjaan yang menyita waktu banyak. Kesemuanya itu dapat memperluas cakrawala berfikir siswa. Ruang lingkup bahan pengajaran terlalu luas. Akan tetapi sebenarnya metode ini harus dipahami lebih luas dari pekerjaan rumah karena siswa dalam melakukan aktivitas belajarnya tidak mutlak harus dilakukan di rumah. sedangkan waktunya terbatas. Ia juga dapat mempelajari dan mendalami hasil uraian orang lain. sedangkan tugas yang harus disampaikan kepada murid sangat banyak. siswa memiliki kesempatan yang besar untuk membandingkan antara hasil pekerjaannya dengan hasil pekerjaan orang lain. dan tempat lain. Bahkan senantiasa diharapkan menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan pemberian tugas yang menantang buat siswa. Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah. di laboratorium atau di tempat-tempat lainnya yang memungkinkan untuk menyelesaikan tugas. Dalam menerapkan metode pemberian tugas seperti dikemukakan di atas. seringkali diterjemahkan oleh sebahagian orang hanya terkait dengan pekerjaan rumah yang diberikan kepada siswa. Suatu pokok bahasan tertentu membutuhkan latihan atau pemecahan yang lebih banyak di luar jam pelajaran yang melibatkan beberapa sumber belajar. tetapi jauh lebih luas dari itu. melainkan dapat dilaksanakan di sekolah. Jelasnya bahwa penguasaan yang diberikan kepada siswa harus selalu dirumuskan dengan seksama agar tugas itu tidak terlalu memberatkan siswa dan juga tidak membosankan. Untuk itu pemberian tugas perlu . Untuk itu guru perlu memberikan tugas. Sehubungan dengan ini Nana Sudjana (1989) mengemukakan bahwa.Dalam penggunaan teknik pemberian tugas atau resitasi. di perpustakaan. Berbicara lebih jauh mengenai penerapan metode pemberian tugas. Menurut Sutomo (1993) bahwa metode pemberian tugas dapat digunakan apabila : 1.K (1989) mengemukakan perlunya memperhatikan langkah-langkah berikut: 1. Sebagai petunjuk dalam penerapan metode pemberian tugas Roestiyah N. meningkatkan pengetahuan dan menambah pengalaman berharga bagi siswa. guru hendaknya memahami bahwa suatu tugas yang diberikan kepada siswa minimal harus selalu disesuaikan dengan kondisi obyektif proses belajar mengajar yang dihadapi. di sekolah. sehingga tidak mungkin dapat diselesaikan hanya melalui jam pelajaran di sekolah. Tugas bisa dilaksanakan di rumah. 3. Pertimbangkan betul-betul apakah pemilihan teknik pemberian tugas itu telah tepat untuk mencapai tujuan yang anda rumuskan. 2. 2.

harus menjelaskan aspek-aspek yang perlu dipelajari siswa. yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas. metode pemberian tugas memegang peranan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa terhadap materi pelajaran. 1996 : 75 ). sehingga dalam mencermati hal itu kalangan ahli pendidikan banyak memberikan petunjuk dan penekanan khusus yang berkaitan dengan jenis dan metode pemberian tugas kepada siswa. Dalam buku . Ini berarti bahwa guru. Tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh membaca. Mengingat pentingnya metode pemberian tugas dalam proses belajar. Metode Pemberian Tugas Posted on Februari 28. agar siswa mampu menghubungkan pemahaman IPA-nya dengan perkembangan yang ada. 2012 | 5 Komentar Metode pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar. guru menyuruh membaca dari buku dirumah. sehingga mereka memiliki cukup pedoman dalam bekerja menyelesaikan tugas-tugasnya. Sehubungan dengan itu Tim Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya (1993) menegaskan bahwa “tugas yang harus dilakukan siswa perlu jelas. maka perhatian siswa waktu belajar akan lebih dipusatkan pada aspek-aspek yang dipentingkan itu”. Beberapa jenis tugas penugasan dianggap sudah ditunaikan apabila siswa telah mengerjakannya. dua hari lagi memberikan pertanyaan dikelas. agar siswa tidak merasa bingung apa yang harus dipentingkan jika aspek-aspek yang diperhatikan sudah jelas.cari buku lain untuk membedakan(2). para siswa sedapat mungkin sering diberitahu apa saja target atau sasaran yang diharapkan dari mereka atau dari tugas yang diberikan. sehingga mereka berkesempatan untuk mempraktekkan keterampilan itu dengan memuaskan. dalam memberikan tugas. Juga juga menambah tugas (1). Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah. Khusus dalam pengajaran IPA. pelajari keadaan orangnya”(roestiyah. Kesemuanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar yang lebih baik.diberikan melalui bimbingan guru lain yang menguasai bahan pengajaran yang dipegang oleh guru yang berhalangan tadi. Akan tetapi jika suatu keterampilan tertentu ingin dikembangkan. Demikian pula jika penugasan itu berupa laporan atau makalah yang harus dipersiapkan. Akan tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pekerjaan rumah dan pemberian tugas seperti halnya yang dikemukakan : Roestiyah dalam bukunya “Didaktik Metodik” yang mengatakan : “ Untuk pekerjaan rumah. Dengan pemahaman seperti itu diharapkan siswa memiliki motivasi untuk belajar IPA secara maksimal. maka tolok ukur penilaian perlu ditentukan dan disampaikan kepada siswa. Di sini tidak diperlukan standar minimum.

dan dibahas tentang hasilnya. Manfaat tugas 1. dinilai. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler. Tempat dan waktu penyelesaian tugas 1. Bentuk pelaksanaan tugas 1. karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas. Tugas membuat rangkuman 1. Tugas mendemonstrasikan observasi Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kelebihan disamping juga mempunyai beberapa kelemahan. Dengan pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan rumah karena metode pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini : Memberikan penjelasan mengenai 1. Dalam memberikan tugas keadaan siswa. atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut. diperiksa. Adapun kelebihan metode pemberian tugas . baik secara individu atau kelompok. Bentuk Pekerjaan 1. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap muka. dikumpulkan. Tujuan penugasan 1. Memberikan penilaian Adapun jenis-jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa yang dapat membantu berlangsungnya proses belajar mengajar : 1. Roestiyah mengatakan teknik pemberian tugas memiliki tujuan agar siswa menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap. Tugas ditetapkan batas waktunya.lainnya yang berjudul Startegi Belajar Mengajar hal. juga melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. Tugas membuat makalah 1. Tugas mengadakan observasi 1. Tugas mempraktekkan sesuatu 1.132. sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi. Menyelesaikan soal 1. Memberikan bimbingan dan dorongan 1.

Salam Blogger Kompasiana Omjay http://wijayalabs. Pemberian tugas yangmonoton dapat menimbulkan kebosanan siswa apabila terlalu sering. mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri. sehingga : 1. 1. Adapun kelemahan metode pemberian tugas 1. Dapat mengembangkan kreativitas siswa 1. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa 1. Dapat memupuk rasa percaya diri sendiri 1. Dapat mendorong belajar. sehingga tidak cepat bosan 1. Sulit untuk dapat memenuhi pemberian tugas 1.com About these ads . Tugas tersebut sulit dikontrol guru kemungkinan tugas itu dikerjakan oleh orang lain yang lebih ahli dari siswa. Dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari. Khusus tugas kelompok juga sulit untuk dinilai siapa yang aktif. Selamat menjadi guru yang baik dan profesional. akan dapat menimbulkan keluhan siswa. Dapat mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan anak.diantaranya adalah Metode ini merupakan aplikasi pengajaran modern disebut juga azas aktivitas dalam mengajar yaitu guru mengajar harus merangsang siswa agar melakukan berbagai aktivitas sehubungan dengan apa yang dipelajari. Pemberian tugas terlalu sering dan banyak. 1. 1. Ada berbagai metode pembelajaran yang akan saya tuliskan setelah metode pemberian tugas. 1. Semoga bermanfaat. Dapat menurunkan minat belajar siswa kalau tugas terlalu sulit 1. Demikianlah sedikit ulasan tentang metode pemberian tugas.

Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1 Agustus 2009 s. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu kelas V Tahun Pelajaran 2009/2010. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri tiga siklus yaitu siklus I. tanggal 6 September 2009.131927534 No. d. Siklus III sebanyak 22 siswa atau 100% telah mengerjakan PR. terbukti kebenarannya . Teknik pengumpulan data dengan observasi. Berdasarkan hasil temuan tersebut maka hipotesis tindakan yang mengatakan: “Melalui metode pemberian tugas secara tepat dapat neningkatkan motivasi membuat PR mata pelajaran IPA materi Mengidentifikasi fungsi organ pernafasan hewan pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010”. SLAMET NIP. Siklus I terdapat 17 siswa atau 77% tidak tuntas dan hanya 5 siswa atau 23% yang berhasil tuntas. Motivasi Mengerjakan PR Tujuan Penelitian ini adalah: “Untuk meningkatkan motivasi mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) melalui metode pemberian Tugas secara tepat pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010” Penelitian ini mengambil lokasi di SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu. Pada siklus II terdapat 5 siswa atau 23% tidak tuntas dan 17 siswa atau 77% tuntas. mengerjakan PR tidak lengkap 6 siswa atau 27% dan tidak mengerjakan PR sebesar 3 anak atau 14%. Pada siklus III siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa atau 91% sedangkan 2 siswa atau 9% tidak tuntas. dan Siklus III.PTK SD 027 : Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dengan Metode Pemberian Tugas Mata Pelajaran IPA Materi Mengidentifikasi Fungsi Pernafasan Hewan pada Siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010 ABSTRAK Kata kunci : Petode penugasan. dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif.TMO-A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Disusun oleh : Drs.Peserta 08036131011164 . MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH DALAM UPAYA PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN BAGI SISWA KELAS XI. mengerjakan PR tidak lengkap 11 siswa atau 50% dan tidak mengerjakan PR sebesar 6 anak atau 27%. Pada siklus II siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 13 siswa atau 23%. Hasil penelitian: Siklus I siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 5 siswa atau 23%. Siklus II.

hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. Perlu diakui bahwa pendidikan adalah modal besar jangka panjang yang harus disusun.PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS I. Betapa kita masih perlu terus meningkatkan prestasi hasil belajar. disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar. Persoalan ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus dimulaidalam pemecahannya. Untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas tentu saja dengan jalan pendidikan. Dalam hal ini yang sebenarnya tidak perlu terjadi. tetapi sampai saat ini Indonesia masih banyak kendala pada problemmatika ( permasalahan ) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. dimana Standart Kelulusan yang ditargetkan oleh pemerintah tiap tahunnya selalu bertambah sehingga dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa sendiri. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini. karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus yang perlu dipersiapkan . dan berkarakter yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945 Pendidikan merupakan modal jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar. PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan permasalahan kondisi rendahnya . III. terampil. JUDUL MELALUI TEKNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN BAGI SISWA KELAS XI –TMO-A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA TP. yang cerdas . Pendidikan di Indonesia diharapkan dapa mempersiapkan pesert didik mejadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaran merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjdi warganegara yang baik.2008/2009 II. BIDANG KAJIAN Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pemberian Pekerjaan Rumah. Salah satu usaha pembangunan dalam bidang pembangunan adalah dengan meningkatkan mutu (kualitas) pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Sehubungan dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan.

Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan. Dari masalah masalah disinalah guru dituntut untuk merancang untuk mengatasi problem rendahnya hasil belajar siswa Siswa perlu mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah. siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. 2. maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta ? Pemecahan Masalah Berdasrkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini. sehingga menyebabkan rendahnya minat dan hasi belajar PKn siswa disekolah Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa baik dari internal maupun ekternal dari siswa. misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan peljaran PKn karena selama ini pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hapalan semata. Dengan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa diharapkan siswa dapat meningkatkan dan termotivasi aktifitas belajarnya. Menurut Moh. Hipotensis Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : Melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta V. tentunya akan lebih baik pula penguasaan kertrampilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu pula meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa akan bertambah minimal mencapai standar yang diharapkan. apakah karena adanya ajakan. Tujuan Umum Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah. TUJUAN PENELITIAN 1. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan. Dengan pemberian pekerjaan rumah ( PR ) secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu.” Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa. atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar.prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas kepada siswa. Tujuan Khusus Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini : “Untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi . IV. a. yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar..

sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience).belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Negeri 2 Surakarta VI. 1995 : 14 ).Prestasi Belajar. yakni aspek akademis. 1. banyak memuat materi sosial. Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud. penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : a. PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral. aspek kurikuler dan aspek sosial budaya.3. melewati pengolahan informasi.Pendidikan Kewarganegaraan Secara akademis Pendidikan Kewarganegaraan dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2]. MANFAAT HASIL PENELITIAN Secara teoritis dan praktis. 1995 : 787 ). 1. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran. Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb )supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 ) Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan olh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran PKn. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya 1. menjadi kapasitas baru ( Dimyati.Teknik . Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud. saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education). lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. demikian pendapat John Dewey.1.Pengertian Belajar Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan ( reinforcement).4. SMK Negeri 2 Surakarta : Dengan hasi PTK ini diharapkan SMK Ngeri 2 Surakarta dapat meningkatkan pemberdayaan pemberian pekerjaan rumah agar perstasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain b. Bagi Guru : Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan Bagi Siswa Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan pekerjaan rumah dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya VII. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan. 2002-10).2. KAJIAN PUSTAKA Landasan Teori 1. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission. salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku.

Tempat Penelitian Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SMK Negeri 2 Surakarta. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester Genap Tahun pelajaran 2008/2009. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui Pemberian tugas rumah Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. sikap. Subjek penelitian Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas XI-TMO-A SMK Negeri 2 Surakarta Kota Surakarta jumlah 34 siswa Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitiann tersebut dimana siswa kelas XI-TMO-A telah mampu dan memiliki kemandirian dalam mengerjakan tugas seperti PR. 3. 4. subsumatif dan sumatif). masyarakat. peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis. dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian (purwadarminta. Lama Tidakan .5. bertanggung jawab bagi diri sendir.d Maret. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif.Pendekatan dan penerapan Penerapan tugas guru setelah meberikan materi menyiapkan penugasan siswa untuk menggulang mendalami materi yang telah diajarkan dengan cara pekerjaan rumah Dari pembahasan diatas dapat diduga dengan model pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil hasil belajar siswa VIII. Kota Surakarta. sikap serta penilaian diri 2. 1. portofolio. Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan.: 1035). bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam penilitian ini yang dimaksudkan dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah (terutama dirumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.Dalam umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Januari s.Pekerjaan rumah Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework “ yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. karena siswa kelas ini telah mampu relajar sendiri . penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. sehingga memudahkan dalam mencari data. Kerangka Berpikir 2. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Rencana Penelitian 1.1. unjuk kerja (performance). hasil kerja (produk).2. penugasan (Proyek).

2. Siklus I. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Perencanaan 2 Proses pembelajaran 3 Evaluasi 4 Pengumpulan Data 5 Analisis Data 6 Penyusunan Hasil 7 Pelaporan Hasil . pembahasan latian soal. JADWAL PENELITIAN No KEGIATAN MINGGU KE…….. dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : 1. tugas pekerjaan rumah ( kegiatan penelitian utama ) pembahasan PR. kegiatan pokok dan penutup. Siklus III ( sama dengan I dan II ) 3. ulangan harian. mulai dari siklus I. Tindakan ( Action )/ Kegiatan. Perencanaan Meliputi penyampaian materi pelajaran. b. latian soal. Siklus II ( sama dengan I ) c. Siklus II dan Siklus III. Refleksi. IX.Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Januari. meliputi : Pendahuluan. mencakup a.

media dan sumber belajar 4. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. Nama : Drs. cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran. Kemampuan dalam mengelola kelas 3. guru yang profesional dituntut menguasai sejumlah kemampuan dan keterampilan. portofolio. Slamet NIP : 131927534 No. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. adapun biaya tersebut adalah : 1. yakni aspek akademis. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based . Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. Kemampuan untuk melakukan penilaian baik proses maupun hasil Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. aspek kurikuler dan aspek sosial budaya. Implementasiya sangat dibutuhkan guru yang profesional. Secara akademis PKn dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2]. Kemampuan menguasai bahan ajar 2. jilid buku : Rp 4. Kerta folio 1 pack : Rp 3. penugasan (Proyek). subsumatif dan sumatif). banyak memuat materi sosial.X. antara lain : 1. pendengaran. penglihatan. Peserta : 08036131011164 Pekerjaan : Guru PKn Alamat Sekolah : SMK Negeri 2 Surakarta Tugas dalam penelitian : Pengumpulan dan Analisis Data PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral. dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. sikap. Rental Komputer : Rp 5. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission. hasil kerja (produk). keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. lain – lain : Rp JUMLAH : Rp XI. Fotocopy Naskah : Rp 2. saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education). BIAYA PENELITIAN Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti. dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. PERSONALIA PENELITI Penelitian ini melibatkan Tim peneliti. identitas dari Tim tersebut adalah : 1. sikap serta penilaian diri. unjuk kerja (performance). guru mengutamakan proses daripada hasil. Kemampuan dalam menggunakan metode. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn.

dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. sikap serta penilaian diri. membuktikan asumsi. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. Depdikbud. Ghufron. portofolio. .27 DAFTAR PUSTAKA Ali. serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul. guru mengutamakan proses daripada hasil. M. Muhammad. Setelah itu. tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya. tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya.Jakarta : Depdikbud. membuktikan asumsi. siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn. Djamarah. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Kegiatan Kependidikan Prosedur dan Strategi. sikap. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui model Problem Based Learning Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. penugasan (Proyek). 1987. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai. 1999. masyarakat. hasil kerja (produk). Jakarta : Rineka Cipta. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia.Learning. Bandung : Angkasa Bandung. afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran. pendengaran. Diposkan oleh PUTRO JOHO di 22.Garis-garis Besar Program Pengajaran Yang Disempurnakan . Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based Learning. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul. unjuk kerja (performance). dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. Setelah itu. subsumatif dan sumatif). penglihatan. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. bertanggung jawab bagi diri sendir. Syaiful Bahri. bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. Nur .

Dalam hal ini. 2009. Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa kelas VII. siswa mempelajari terlebih dahulu bahan diskusi.19% dan pada siklus ketiga jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 23 siswa atau mencapai 87. dokumen atau arsip. dan siswa dikondisikan aktif mempelajari bahan diskusi. pecan diskusi sangat dominan. etika bertanya dan merespon. mengumpulkan sebanyak-banyaknya bahan diskusi.Pd. Dari tindakan-tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini. dan bahasa. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa metode diskusi kelompok sangat efektif untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas VII A SMP Negeri I Pitu. (II) Elen Inderasari. . Sumber data berasal dari aktivitas pembelajaran berbicara siswa kelas VIIA SMPN I Pitu dengan penerapan metode diskusi kelompok. kelancaran mengajukan pertanyaan dan respon. Diskusi Kelompok. Hal ini perlu karena tidak menutup kemungkinan suatu ketika siswa menghadapi suatu permasalahan yang tidak dapat dipecahkan secara individu. pengamatan (Observing) dan refleksi (Reflecting). DAFTAR PUSTAKA Abdul Aziz Wahab. Kecamatan Pitu.Pd. melainkan harus secara berkelompok. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). M. diperoleh hasil analisis data pada siklus pertama jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 17 siswa atau mencapai 55%.. Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Metode Diskusi Kelompok Siswa Kelas VIIA SMP Negeri I Pitu Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009.. FPBS. Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah observasi.09%. Agus Budi Santoso. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara siswa dari segi kuantitas siswa yang bertanya dan merespon. wawancara. 2007. Metode dan Model-Model Mengajar.Pd. pada siklus kedua diperoleh jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 21 siswa atau mencapai 74. II dan III menunjukkan peningkatan dari tiap siklusnya. melalui diskusi kelompok. keberanian bertanya dan merespon. pelaksanaan (Acting). kualitas pertanyaan dan respon siswa.PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009 ABSTRAK Hastiana Dewi. Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/ 2009. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Teknik analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. S. IKIP PGRI Madiun. Hasil dari siklus I. Pembimbing (1) Drs. M. Bandung : Alfabeta. karena setiap siswa memiliki pesan dan tanggungjawab untuk mempelajari bahan diskusi tersebut bersama kelompok. Kata kunci : Berbicara. Salah satu keterampilan berbicara yang harus dikuasai siswa adalah keterampilan berdiskusi. tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (Planning). Salah satu teknik diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa.

25 September 2012 MAKALAH PTK : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK Oleh : Marzuki.Multiply. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.html http://haveza. B. Jakarta : Gramedia Widia Sarana Indonesia.sps.Asul Wiyanto. Negara Indonesia memiliki bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang dijadikan status sebagai bahasa persatuan sangat penting untuk diajarkan sejak anak-anak.blogspot. S. 1997.com/feed. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Oleh sebab itu.com/2008/OS/kumpulan-metodepembelajaranpendampinga. Bahasa Indonesia diajarkan sejak kelas 1 SD. Sutopo. 2006. H.upi. . Surakarta : Universitas Sebelas Maret http://apadefmisinya. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku yang tinggal di beberapa pulau. Jakarta : Rineka Cipta. Burhan Nurgiyantoro.rss http:/find. Diskusi. Suryasubroto. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sangat penting kedudukannya dalam kehidupan masyarakat. Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta.Pd BAB I PENDAHULUAN A. 2000.B.edul?cat=3&paged=5 MAKALAH PTK : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK Selasa.

bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. Dia juga yang akan selalu dituding oleh masyarakat bila hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak memuaskan. perpustakaan sekolah dan metode pembelajaran. kurikulum (termasuk silabus). maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Apabila siswa sudah tertarik dengan pembelajaran maka akan dengan mudah meningkatkan prestasi siswa dalam bidang bahasa. Oleh karena itu. bahan pengajaran dan buku. Faktor-faktor apa saja yang mempengetahui prestasi belajar? 3. Dia adalah orang yang merasa bertanggung jawab akan perkembangan bahasa Indonesia. Dengan diskusi kelompok anak mampu bekerjasama. maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah 1. karena diskusi tersebut dapat dilaksanakan dan diterapkan dengan baik sesuai prosedur di sekolah dasar. B. Berhasil atau tidaknya pengajaran bahasa Indonesia memang diantaranya ditentukan oleh faktor guru. penulis ingin memecahkan masalah pembelajaran dengan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok. meski dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Indonesia yang sederhana.Bahasa Indonesia erat kaitannya dengan guru bahasa Indonesia. bertukar fikiran dan berbagi pengalaman dengan teman sebayanya selama berada di sekolah. Metode pembelajaran jenisnya beragam yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Apakah pengertian dari metode diskusi kelompok dan pengertian prestasi belajar 2. Berkenaan dengan hal itu. yakni orang-orang yang tugasnya setiap hari membina pelajaran bahasa Indonesia. disamping faktor-faktor lainya. . maka pemilihan metode yang sesuai dengan topik atau pokok bahasan yang akan diajarkan harus betul-betul dipikirkan oleh guru yang akan menyampaikan materi pelajaran. berinteraksi dan bersosialisasi. Apakah ciri-ciri dari penggunaan metode diskusi kelompok? 4. Berdasarkan pengalaman dalam proses pembelajaran. seperti faktor murid. Bagaimanakah langkah penggunaan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. sistematik. Pembelajaran yang menarik akan memikat anak-anak untuk terus dan betah mempelajari Bahasa Indonesia. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah sangat mengandalkan penggunaan metode-metode yang aplikatif dan menarik. Diskusi merupakan jantungnya bimbingan kelompok.

Faktor-faktor yang mempengetahui prestasi belajar? 3. dapat memiliki keberanian untuk bertanya. 2. diharapkan dapat mengembangkan kebijakan untuk menciptakan budaya sekolah yang memfasilitasi dan memperhatikan kebutuhan siswa. D. penulisan ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Tujuan Penulisan Sesuai dengan permasalahan di atas. Manfaat Penulisan Penulis mengharapkan dengan hasil penulisan ini dapat: 1. . memiliki keberanian untuk meningkatkan pendapat dengan penggunaan metode diskusi kelompok. Pengertian metode diskusi kelompok dan pengertian prestasi belajar. Langkah penggunaan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. 2. Ciri-ciri dari penggunaan metode diskusi kelompok? 4.C. Bagi Sekolah. hasil penulisan ini menghasilkan gambaran peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode diskusi kelompok . Bagi guru pembimbing khususnya dan guru pada umumnya. Bagi siswa dapat meningkatkan motivasi belajar. 3.

Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam rapor. 2008). yaitu : . Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002: 895) menjelaskan prestasi adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan di mata pelajaran. Demikian halnya di dalam proses belajar. Dari beberapa uraian di atas dapat kita ketahui bahwa prestasi adalah suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir. 141. Tujuan dari metode diskusi adalah untuk mengeksplorasi pendapat atau pandangan yang berbeda dan untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan. membantu teman dalam kelompoknya masing-masing (Suradi. merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru. S. Pengertian Prestasi Belajar Dalam setiap kegiatan manusia untuk mencapai tujuan. Sutratinah Tirtonegoro (1988: 43) mengemukakan bahwa “Hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar disebut hasil belajar atau prestasi belajar”.BAB II PEMBAHASAN A. dan keterampilan. (Sumiati. Nasution (1996: 17) mengemukakan. pandangan. B. lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angkat yang diberikan oleh guru. Pengertian Metode Diskusi Kelompok dan Prestasi Belajar 1. merasa dan berbuat. Pada pembelajaran diskusi kelompok. 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain : 1) Faktor eksternal. selalu diikuti dengan pengukuran dan penilaian. prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai bobot yang dicapainya. siswa ditempatkan pada kelompokkelompok diskusi dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa minggu atau bulan. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua. 2004). Menurut Winkel (1996: 17) mengemukakan. prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir. Pembelajaran diskusi kelompok adalah suatu pembelajaran teman sebaya dimana siswa bekerja dalam kelompok yang mempunyai tanggung jawab individual maupun kelompok terhadap ketuntasan tugas-tugas. Mereka berlatih ketrampilan-ketrampilan untuk bekerja sama dengan baik. Pengertian Metode Diskusi Kelompok Metode diskusi adalah salah satu metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan.

sifatsifat orangtua. metode pengajaran. keadaan jasmani yang lelah lain pengaruhnya daripada yang tidak lelah.a) Faktor-faktor non sosial Kelompok faktor ini tak terbilang jumlahnya. alat-alat peraga. memberikan arah. suhu udara. orangtua. cuaca. Hubungan antara anggota keluarga. . seperti guru. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. demografi keluarga (letak rumah). Baiknya fungsi panca indera merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan baik. misalnya : keadaan udara. atau siang. 1994). b) Faktor-faktor Lingkungan Sosial (1) Lingkungan sosial sekolah. (2) Lingkungan sosial masyarakat. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa. Menurut Arden N. pengelolaan keluarga. (2) Keadaan Fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsifungsi panca indera. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar. anak. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. Ketegangan keluarga. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. Lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. Lingkungan siswa yang kumuh. (2) Motivasi Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses dalam diri individu yang aktif. administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. waktu (pagi. (3) Lingkungan sosial keluarga. 2) Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari diri si pelajar Digolongkan menjadi dua golongan yaitu : a) Faktor-faktor Fisiologis Faktor-faktor fisiologis ini masih dapat lagi dibedakan menjadi dua macam. ataupun malam). tempat (letaknya. b) Faktor-faktor Psikologi (1) Kecerdasan siswa / intelegensi siswa Semakin tinggi tingkat intelegensi seorang individu. buku-buku. mendorong. Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca inderanya. diskusi atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya. Bahwa panca indera dapat dimisalkan sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh ke dalam individu. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. dan sebagainya yang biasa kita sebut alat-alat pelajaran). semakin besar peluag individu tersebut meraih sukses dalam belajar. yaitu : (1) Keadaan tonus jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi aktivitas belajar. alat-alat yang dipakai untuk belajar (seperti alat tulis menulis. semuanya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. pergudangannya). Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah. kakak.

sedang dan rendah. D. (c) Adanya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. 1992) yang termasuk dalam motivasi intrinsik untuk belajar antara lain : (a) Dorongan ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas. Siswa bekerja dalam kelompok secara diskusi kelompok untuk menuntaskan materi belajarnya. Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan ketrampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik didalam maupun diluar sekolah. Analisis dan sintesis Siswa menganalisis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana informasi tersebut diringkas dan disajikan sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada seluruh kelas. 2. . penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan ketrampilan sosial (Fida Rachmadiati: 2003: 7). terdapat enam tahapan Diskusi Kelompok yaitu sebagai berikut: 1. tugas dan tujuan khusus tentang subtopik yang telah dipilih pada tahap pertama. Pembelajaran Diskusi kelompok dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting. jenis kelamin yang berbedabeda. Langkah-langkah Penggunaan Metode Diskusi Kelompok dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Menurut Sharan dkk (1984). Komposisi kelompok hendaknya heterogen secara akademis maupun etnis. yang biasanya ditetapkan oleh guru. Perencanaan Diskusi kelompok Siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajaran. 4. yaitu hasil belajar akademik. Bilamana mungkin. Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi. 3. suku. 3. Selanjutnya siswa diorganisasikan menjadi empat sampai enam anggota tiap kelompok menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi tugas. Dalam hal ini siswa memilih lembar kegiatan yang disediakan oleh guru.Frandsen (Hayinah. Pemilihan topik Siswa memilih subtopik dari topik yang dipelajari. Ciri-Ciri dalam Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Adapun ciri-ciri dari penggunaan model pembelajaran diskusi kelompok adalah sebagai berikut: 1. (b) Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. anggota kelompok berasal dari ras. 2. Guru secara ketat mengikuti kemajuan tiap kelompok dan menawarkan bantuan bila diperlukan. budaya. C. Implementasi Siswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan didalam tahap kedua.

pandangan. dengan tujuan agar siswa yang lain terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh perspektif luas pada topik itu. merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru. Melalui penerapan metode diskusi kelompok ini hendaknya dimaknai sebagai metode yang efektif dalam pembelajaran. Metode diskusi kelompok merupakan satu metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan. sehingga sesama siswa mampu memecahkan masalah. BAB III PENUTUP A. Dalam meningkatkan prestasi belajar. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individual atau kelompok. B.5. 3. Dalam hal ini guru dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran untuk membangkitkan pengetahuan siswa. 6. Dari sekian banyak metode pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa lebih baik digunakan metode diskusi kelompok khususnya materi yang membutuhkan pengetahuan konsep. faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar siswa) seperti lingkungan dan faktor internal yang berasal dari siswa) seperti minat. DAFTAR PUSTAKA . 2. Adapun maksud metode diskusi kelompok disini adalah suatu pembelajaran teman sebaya dimana siswa bekerja dalam kelompok yang mempunyai tanggung jawab individual maupun kelompok terhadap ketuntasan tugas-tugas. Saran 1. Dalam menerapkan metode diskusi kelompok hendaknya di lakukan bukan hanya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa tetapi juga untuk meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran. Sedangkan prestasi belajar suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir. Kesimpulan 1. dan keterampilan. Presentasi hasil final Beberapa kelompok menyajikan hasil penyelidikannya kepada seluruh kelas. motivasi dan lain-lain. Evaluasi Siswa dan guru mengevaluasi tiap konstibusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. 2. intelektual.

Macam-macam metode pembelajaran http://www. (2001). (2004). (2003). (2007). Strategi Belajar Mengajar. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.martiningsih. (2001). (2007). Jakarta: Rineka Cipta Rudi Susilana. Pembelajaran Kooperatif. Wacana Prima. [Online].Fida Rachmadiarti. Surabaya: Unesa University. Sudjana.blogspot. Pemanfaatan. Bandung: Rosda. Tersedia: Slameto. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. dan Penilaian. Roesiyah dkk. Pengembangan.com [3 Mei 2012] . N. Media Pembelajaran: Hakikat. Martiningsih. . Bandung: CV.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful