PTK Dengan Metode Penugasan

6 Okt BAB I PENDAHULUAN

1. A. Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bertanah air. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kreativitas pendidikan bangsa itu sendiri dan kompleknya masalah kehidupan menuntut sumber daya manusia yang handal dan mampu berkompetensi. Selain itu, pendidikan merupakan wadah kegiatan yang dapat dipandang sebagai pencetak sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Pendidikan bukanlah suatu hal yang statis atau tetap, melainkan suatu hal yang dinamis sehingga menuntut adanya suatu perubahan atau perbaikan secara terus menerus. Perubahan dapat dilakukan dalam hal metode mengajar, buku-buku, alat-alat laboratorium, maupun materi-materi pelajaran. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki peranan penting dalam pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran sekolah lebih banyak dibanding pelajaran lain. Pelajaran matematika dalam pelaksanaan pendidikan diberikan kepada semua jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak sampai sekolah menengah atas. Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman sehari-hari dalam pembelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur pada materi Statistika, kemampuan siswa dalam menguasai materi pembelajaran belum memuaskan, terbukti dari observasi kegiatan belajar siswa, tes unjuk kerja dan hasil evaluasi yang diperoleh siswa untuk mata pelajaran Matematika masih dibawah KKM . Hal ini menunjukkan tingkat kemampuan siswa rendah, salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang belum tepat. Salah satu hambatan dalam pelajaran matematika adalah bahwa siswa kurang tertarik pada matematika. Banyak siswa yang mengalami kesulitan bila menghadapi soal-soal matematika. Hal ini dapat mengakibatkan prestasi belajar matematika sangat rendah. Suatu kesalahan yang sering terjadi adalah guru kurang memperhatikan tingkat pemahaman siswa dalam mengikuti perubahan, langkah, tahap demi tahap dalam penyampaian materi pelajaran. Dengan kata lain, siswa hanya dibuat tercengang oleh guru dalam mempermainkan rumus yang begitu runtun dalam sebuah rangkaian pokok bahasan. Kondisi ini mungkin bagi guru suatu pekerjaan yang remeh jika sekedar menulis rumus yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai penuntun siswa dalam memahami materi dan menyelesaikan soal-soal. Hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan seorang guru terkadang tidak sesuai dengan harapan. Untuk melihat hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan salah satunya dengan melihat nilai dan ketrampilan siswa dalam pembelajaran itu.Apabila nilai perolehan siswa jauh dari harapan, maka seorang guru harus memperbaiki pembelajaran agar kompetensi

yang telah ditetapkan kurikulum pada materi Statistika itu dapat tercapai. Hal tersebut peneliti alami di SMP Negeri 1 Sukaresmi pada pelajaran Matematika. Peneliti merasakan dan melihat kesulitan siswa dalam hal menguasai materi pada materi stasistika sehingga merasa perlu untuk segera menangani masalah tersebut. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi statistika yang dipelajari. Akibat dari suatu anggapan bahwa matematika itu sulit untuk memperoleh nilai atau hasil yang memuaskan, sehingga timbulah rasa bosan, acuh, tidak senang terhadap mata pelajaran matematika. Sikap-sikap yang demikian oleh pendidik harus diketahui dan dicari jalan keluarnya. Dalam belajar matematika diperlukan banyak latihan-latihan penyelesaian soalsoal yang dibentuk dalam tugas terstruktur yang berisi soal-soal. Dari suatu pengalaman bahwa dalam pemecahan matematika akan berhasil jika siswa banyak berlatih dan terampil menyelesaikan matematika yang bervariatif. Dengan seringnya siswa menyelesaikan tugas yang berupa soal-soal yang berstruktur maka konsep-konsep yang ada tidak mudah lupa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka pada penelitian ini peneliti akan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu Metode Pemberian Tugas Terstruktur. Alasan dipilihnya metode Pemberian Tugas Terstruktur ini yaitu karena akan melatih peserta didik bertanggung jawab dan banyak membantu siswa dalam pemahaman materi pembelajaran. Untuk melihat keberhasilan metode ini maka dilakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Penerapan Metode Penugasan dengan Pemberian Tugas Terstruktur untuk Meningkatkan Kemampuan Mengolah Data dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Statistika.(Penelitian Tindakan Kelas pada Mata Pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Sukaresmi Kelas IX-F Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2011/2012). . 1. B. Rumusan Masalah.

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah ada Peningkatan Kemampuan Mengolah Data pada Materi Statistika Kelas IX-F Dengan Penugasan 1. Apakah dengan mengunakan Pemberian Tugas Terstruktur dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi Statistika di Kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi? 2. Bagaimana Proses meningkatkan kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi statistika sebelum dan sesudah menggunakan metode pemberian tugas terstuktur? 3. Seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa pada materi Statistika dengan Penerapan Metode Pemberian Tugas Terstruktur? 1. C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk

1. Mengetahui kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa Metode Penugasan yaitu Pemberian Tugas Terstruktur pada materi Statistika di Kelas IX F SMP Negeri 1 Sukaresmi Kabupaten Cianjur. 2. Mengetahui kemampuan mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi Statistika sebelum dan sesudah menggunakan Metode Penugasan yaitu pemberian Tugas Terstruktur. 3. Mengetahui peningkatan kemampuan siswa dalam mengolah data dan hasil belajar siswa pada materi statistika dengan melalui Penerapan Metode Penugasan yaitu pemberian tugas terstruktur. 4. D. Manfaat Penelitian. Hasil dari penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pemberian tugas terstruktur ini akan memberikan maanfaat seperti di bawah ini: 1. Bagi siswa : 2. Melatih peserta didik untuk bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas; 3. Meningkatkan kemampuan siswa dalam dalam mengolah data untuk mencapai hasil belajar pada materi statistika; 4. Membantu siswa dalam pemecahan masalah dalam materi statistika; 5. Menjadikan Proses Pembelajaran Matematika lebih bermakna; 6. Melatih kemandirian peserta didik dalam menyelesaikan masalah atau menyelesaikan soal. 7. Bagi Guru: 8. Meningkatkan kemampuan dalam proses pembelajaran sehingga berinovasi serta professional; 9. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran Matematika; 10. Meningkatakan ketrampilan guru dalam menggunakan metode belajar yang sesuai; 1. Bagi Sekolah: 2. Memberikan kontribusi dalam mengembangkan kualitas pembelajaran; 3. Meningkatkan mutu lulusan SMP Negeri 1 Sukaresmi yang berkualitas; 4. Penggunaan Metode Pemberian Tugas Terstruktur ini dapat dijadikan referensi guru bahwa dalam mencapai ketuntasan pembelajaran matematika; 5. Salah satu bentuk penugasan adalah dengan pemberian tugas terstruktur merupakan usaha untuk menghadapi perolehan KKM 1. E. Hipotesis Tindakan

Dengan menggunakan Metode Penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dalam materi Statistika, maka hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data di kelas IX-F menunjukan peningkatan yang signifikan.

BAB II LANDASAN TEORI 1. A. 2. 1. Metode Pemberian Tugas ( Resitasi) Pengertian Metode Penugasan ( Resitasi)

memperkuat pemahamanSelain itu menyadarkan siswa untuk selalu memanfaatkan waktu senggangnya untuk hal-hal yang menunjang belajar dengan mengisi kegiatan-kegiatan yang kurang berguna. memperkaya kegiatan belajar di luar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran atau meteri terlalu banyak sementara waktu sedikit dalam kegiatan belajar di kelas. karena dalam metode ini terdiri dari tiga fase antara lain: pertama Guru memberikan tugas. mencari penyelesaian dalam buku pelajaran. terstruktur atau tak terstruktur agar siswa mengerti dan paham Tugas harus disesuaikan dengan kemampuan siswa d) Ada petunjuk yang jelas sehingga siswa dapat mengerjakan tugas mandiri maupun kelompok. Dapat juga mengumpulkan sesuatu. selain itu siswa menjadi lebih paham materi ajar. memupuk inisiatif bertanggung jawab dan mandiri. Merangsang siswa agar lebih giat belajar. Guru memberikan tugas kepada siswa madiri atau kelompok dengan waktu yang ditentukan dan disepakati siswa dan guru harus membahas. dipahami oleh siswa dengan waktu yang telah ditentukan oleh kurikulum maka metode ini sangat membantu. karena dengan tugas maka siswa memiliki kesempatan untuk saling membandingkan dengan hasil siswa yang lain. menilai hasil tugas madiri atau kelompok. kedua siswa melaksanakan tugas. Agar materi ajar dapat dimengerti.Yang dimaksud dengan metode tugas ( Resitasi) menurut Sayiful Sagala adalah “ cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tewrtentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. kemudian harus dipertanggungjawabkan. Dengan demikian siswa dapat bertanggung jawab dengan tugasnya. Dalam hal ini tugas dapat diberikan dalam bentuk daftar pertanyaan (soal) atau perintah melakukan pendataan. di Perpustakaan bahkan di Rumah kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan. Metode ini dikenal dengan sebutan pekerjaan rumah tetapi metode ini lebih luas dari pada pekerjaan rumah saja. Guru juga memberi motivasi agar siswa dapat mengerjakan tugas dengan baik kemudian guru menghimbau siswa untuk menyusun hasil tugas baik mandiri atau kelompok. di luar kelas.” Misalnya tugas yang dilaksanakan oleh siswa dapat dilakukan di dalam kelas. Artinya. banyaknya materi ajar yang tersedia dengan waktu kurang. Fase Memberi Tugas ( Resitasi) Fase-fase dalam memberikan tugas yang baik secara mandiri maupun kelompok: 1. 1. membuat sesuatu dan lain sebagainya. 2. . dan ketiga siswa mempertanggung jawabkan apa yang telah dikerjakan. Dengan cara ini diharapkan agar siswa dapat belajar bebas tetapi bertanggung jawab dan siswa akan berpengalaman mengetahui berbagai kesulitan dan mengatasi kesulitan itu. Guru memberikan tugas Tugas yang diberikan dari guru kepada siswa baik secara mandiri atau kelompok maka harus memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal berikut: a) b) c) Tujuan yang akan dicapai Jenis tugas.

sehingga siswa disamping sanggup mengerjakannya juga sanggup mempertanggungjawabkan. 1. 3.e) Disediakan waktu yang jelas dan cukup untuk mengerjakan tugas terstruktur dan tidak terstruktur. 3) Guru harus menanamkan kepaqda siswa bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dikerjakan atas kesadaran sendiri yang timbul dari hati 4) Jenis tugas yang diberikan kepada siswa harus dapt dimengerti benar-benar sehingga siswa tidak ada keraguan dalam melaksanakannya. Kelebihan dan Kekurangan Metode Penugasan ( Resitasi) . 2) Siswa diberi tugas untuk melaksanakan sesuatu yang tujuannya melatih siswa dalam hal yang bersifat kecakapan mental dan motorik. yaitu: 1) Siswa diberi tugas mempelajari bagian dari buku teks baik secara kelompok maupun perorangan. Diberi waktu tertentu untuk mengerjakannya. yang telah disediakan dan bagaimana mengolah selanjutnya. adapun menurut Zakiyyah Darajat Pemberian tugas dapat dilakukan dalam beberapa hal. Siswa Mempertanggung jawabkan tugas Hal-hal yang harus dikerjakan dalam fase ini: a) b) c) Laporan siswa tertulis dari apa yang dikerjakan Ada diskusi kelompok atau tanya jawab Penilaian atau tanggapan dari siswa yang lain Dalam fase mempertanggung jawabkan ini yang disebut dengan resitasi. Dengan tujuan agar siswa biasa berfikir ilmiah(logis dan sistematis) dalam memecahkan suatu masalah atau soal. 4) Siswa diberi tugas untuk melaksanakan proyek dengan tujuan agar siswa membiasakan diri untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian suatau masalah. 3) Siswa diberi tugas untuk mengatasi masalah tertentu atau problem tertentu dengan cara mencoba untuk mengunkapkan. soal. 2) Guru harus dapat mengukur dan memperkirakan bahwa tugas yang diberikan kepada siswa akan dapat dilaksanakannya karena sesuai kesanggupan dan kecerdasan yang dimilikinya. 1. Dalam metode pemberian tugas atau resitasi ini syarat yang harus diketahui oleh guru dan siswa yang diberi tugas yaitu: 1) Tugas yang diberikan harus berkaitan dengan pelajaran yang telah mereka pelajari. kemudian siswa yang bersangkutan mempertanggungjawabkan.

Dan dengan adanya pemberian tugas terstruktur siswa juga tidak akan merasa bosan dalam belajar karena materi dapat menimbulkan pengalaman belajar dan pemahaman materi. 2) Mengembangkan daya berfikir sendiri. Dengan ini siswa akan lebih tahu kekurangan dalam mempelajari materi yang telah diajarkan oleh guru. Dalam pembelajaran Matematika harus diperbanyak latihan soal. . 1. rumus. tidak jarang yang aktif mengerjakan dan menyelesaikannya adalah anggota tertentu saja. Sering memberikan tugas yang monoton sehingga dapat menimbulkan kebosanan siswa. melainkan dapat dikerjakan di laboratorium. Kelebihan 1) Siswa dapat lebih memahami sendiri materi ajar sesuai dengan pengetahuan yang dicari sehingga pengetahuan itu akan tinggal lama dalam ingatan. apakah benar mengerjakan dengan kemampuan dan usahanya atau hanya meniru pekerjaan temannya 2) Khusus tugas kelompok. 3) Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas individual maupun kelompok. karena dengan latihan tersebut maka diharapkan peserta didik akan lebih aktif dan kreatif dalam menghadapi berbagai soal. daya inisiatif. Metode pemberian tugas belajar atau resitasi merupakan metode mengajar yang berupa pemberian tugas oleh guru kepada siswa. 2. 1. sekolah. sedangkan anggota yang lain tidak ikut berpartisipasi dengan baik. PR merupakan tugas terstruktur yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk dikerjakan di rumah dengan waktu yang ditentukan. sedangkan dalam resitasi tugas tidak harus dikerjakan di rumah. Pemberian Tugas Terstruktur. begitu juga metode ini. dan teorema akan dipahamai dengan jelas. Kekurangan Metode Penugasan (Resitasi) 1) Siswa sulit dikontrol aktifitasnya dalam mengerjakan tugas. Metode ini tidak sama dengan Pekerjaan Rumah (PR). atau di tempat lainnya yang berhubungan dengan materi pelajaran yang diberikan. dan kemudian siswa harus mempertanggungjawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut. tanggung jawab dan melatih mandiri. 3) Tidak mudah memberikan tugas yang sesuai dengan perbedaan individu siswa.Dalam penggunaan suatu metode pasti ada kelebihan dan kekurangan. perpustakaan. kreatif. Pemberian tugas biasanya dalam bentuk tugas rumah yang bertujuan memberikan kesempatan siswa untuk mendapatkan pengertian yang luas tentang materi yang telah dan akan diajarkan di dalam kelas. Dengan banyaknya latihan soal dari tugas terstruktur maka konsep. salah satu bentuk latihan Matematika adalah dengan pengerjaan tugas tersruktur yang berisi cara penyeleseaian soal-soal atau masalah Pemberian tugas terstruktur dimaksudkan agar selain untuk penguatan juga menimbulkan sikap positif terhadap pelajaran Matematika.

Dengan pembahasan di atas peneliti yakin bahwa pemberian tugas terstruktur dalam pembelajaran Matematika dapat menumbuhkan kreatifitas peserta didik dan hasil belajar Matematika pada umumnya lebih meningkat. Dalam Permendiknas No 22 tahun 2007 tentang Satandar Isi menyebutkan diantaranya bahwa. Metode Pemberian Tugas Terstruktur ini sanagat membantu peserta didik untuk mencapai hasil yang memuaskan. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh peserta didik dan tidak terjadi interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik . Dalam kegiatan ini tidak terjadi interaksi langsung antara guru dengan peserta didik Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. beban belajar diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem :    Tatap Muka (TM) Penugasan Terstruktur (PT) Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur(KMTT) Pembelajaran Tatap Muka (TM) :Kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi langsung antara peserta didik dan pendidik Penugasan Terstruktur (PT) : Kegiatan pembelajaran berupa pendalaman materi untuk peserta didik. Sehingga diharapkan pula tidak ada anggapan bahwa pelajaran Matematika adalah mata pelajaran yang sulit tetapi sebaliknya bahwa Matematika adalah mata pelajaran yang mudah dan menyenangkan. 1. Tugas terstruktur merupakan salah satu media pembelajaran bahan ajar yang disususn sesuai dengan kebutuhan belajar sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. b) Belajar menjadi lebih menarik karena dapat dipelajari di luar jam tidak dibatasi oleh kelas c) Peserta didik berkesempatan menguji kempuan diri sendiri dengan mengerjakan soal latihan yang disajikan dalam tugas d) Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan sebagai factor belajar lainya. Manfaat Tugas Terstruktur Tugas Terstruktur memiliki manfaat baik ditinjau dari kepentingan peserta didik antara lain: a) Peserta didik memiliki kesempatan melatih diri belajar secara mandiri.Tugas dirancang untuk membimbing siswa dalam pemahaman materi yang lengkap terdiri atas rangkaian kegiatan belajar dan soal-soal latihan untuk membantu peserta didik mencapai indikator yang dirumuskan dengan jelas. dirancang guru untuk mencapai kompetensi. Waktu penyelesaian penugasan ditentukan oleh guru. dirancang guru untuk mencapai kompetensi.

C. yang lebih berfungsi untuk melayani keperluan administrasi. 1994). e. Menarik kesimpulan dan interpretasi data berdasarkan kumpulan data dan hasil analisisnya. dan nara sumber. Pembelajaran terpadu. Metode PemberianTugas Terstruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan berbagai literature atau buku sumber. ditabulasi. . menganalisis dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa angka. didalamnya terdiri dari sekumpulan prosedur mengenai bagaimana cara: a. Mengolah data c. c. statistika yang dalam bahasa Inggris “statistics” (ilmu statistik). Menurut Sutrisno Hadi (1995) Statistik adalah untuk menunjukkan kepada pencatatan angkaangka dari suatu kejadian atau kasus tertentu. perangkaan. sehingga dapat memberi informasi yang berarti mengenai suatu masalah. Menerapkan prinsip pembelajaran tuntas. 1. Pengertian Statistika Istilah statistik berasal dari bahasa latin “status” yang artinya suatu negara. Guru sebagai fasilitator. motivator. dikelompokkan. ilmu tentang cara-cara mengumpulkan. Berpusat pada peserta didik. b. Dengan demikian. yang nantinya hasil kerja peserta didik akan diperiksa oleh guru untuk mengetahui tingkat pemahaman materi serta pencapaian Kompetensi Dasar dari jawaban tugas yang telah dikerjakan oleh peserta didik. statistik berarti catatan angka-angka (bilangan). Memahami keunikan peserta didik. Suatu kegiatan pengumpulan data yang ada hubungannya dengan kenegaraan. yang melukiskan atau menggambarkan suatu persoalan. Pemecahan masalah. f. yang nantinya hasil kerja peserta didik akan diperiksa oleh guru untuk mengetahui tingkat kebenaran jawaban peserta didik. mentabulasi dan menggolongkan. Statistika beda halnya dengan statistik. d. data mengenai penghasilan dan sebagainya. data yang berupa angka-angka yang dikumpulkan. Mengumpulkan data b. Multi strategi. Pemberian tugas terstruktur merupakan Metode yang dapat digunakan peserta didik untuk mencari alternativ pemecahan masalah dengan kendala serta masalahnya.1. Tugas Terstruktur memberikan kesempatan kepada peserta didik dari guru atau pendidik untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan berbagai sumber belajar. gejala atau peristiwa (depdikbud. Prinsip Pembelajaran Berbasis Kompetensi a. Menyajikan data d. Secara kebahasaan. Materi Statistika 2. Selaras dengan apa yang didefinisikan oleh Sudjana (1995:2) bahwa statistik adalah kumpulan fakta berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel dan atau diagram. misalnya data mengenai penduduk.

Kegiatan belajar dapat berlangsung di mana-mana. disengaja atau tidak disengaja. penyebaran kuesioner. dan lain lain. jurnal. 7. 6. 7. Populasi adalah keseluruhan Obyek penelitian 4. 4. dan lain-lain. . 8. Sampel adalah bagian dari populasi yang benar-benar di teliti atau diamati. Data kualitatif yakni data yang bukan berupa angka (non – numerik) biasa disebut dengan istilah atribut. 3. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya. 6. pengukurn langsung. modus dari data di atas = 7 1. Ukuran Pemusatan Data Tunggal 1 1. Hasil Belajar Pengertian Belajar Belajar adalah sesuatu kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.) 3. 2. 7. Median Median = nilai tengah setelah data diurutkan Contoh: Data: 5. 9 dan 9 Nilai yang paling sering muncul adalah 7 Jadi. baik disadari maupun tidak disadari. dan 9 Nilai tengah setelah diurutkan (median) = 7 d. Data jenis ini dibedakan menjadi dua bagian. Sedangkan data sekunder adalah data yang diambil/ disadur dari pihak lain. misal diambil dari koran. 2. yaitu data diskrit dan kontinyu. 6. di sekolah dan di masyarakat. 7. Istilah-istilah dalam Statistika 2. 8. 7. 1. . 1. Modus Modus = nilai yang paling sering muncul (nilai yang frekwensinya paling banyak) Contoh: 6. yaitu : 1. Jenis Data Data yang diperoleh dari suatu sampel dan populasi dapat dibedakan menjadi dua jenis. D. Data kuantitatif: data yang berupa angka (numerik). Ukuran Penyebaran 1. penelitian/ publikasi pihak lain. misal melalui wawancara. 8. dan memiliki karakteristik yang lengkap seperti yang dimiliki populasi. 3. 1. Selain pembagian tersebut juga ada yang membagi data menjadi data primer dan data sekunder. Rata-rata Hitung 2. 8. misalnya di lingkungan keluarga. 3.1. Quartil Atas adalah median dari data tinggi atau besar Quartil Bawah adalah median dari data rendah atau kecil Quartil Tengah adalah median dari sebuah data Jangkauan interkuartil = .

baik aspek pengetahuan. artinya belajar sebagaimana suatu kegiatan kompleks yang menuntut kemampuan kognitif. d) Learning to be adalah keberhasilan pembelajaran harus ditopang oleh tiga pilar sebelumnya. Maintening. Belajar bermakna. Dari uraian tersebut dapat disempulkan bila dilaksanakan dengan memuaskan akan menumbuhkan percaya diri pada siswa sehingga akan mampu mengenal dirinya. tidak selalu lancar. Surya: “belajar dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh perubahan perilaku baru secara keseluruhan. saling pengertian dan tanpa prasangka.Uzer Usman (1996). sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya”( internet. yaitu pembelajaran untuk mencapai kemampuan untuk melaksanakan Controliling. 10-18) yaitu : a) Learning to know. yaitu suatu proses pembelajaran yang memungkinkan siswa menguasai tehnik menemukan pengetahuan dan bukan semata-mata hanya memperoleh pengetahuan b) Learning to do. Tiga pilar tersebut ditujukan bagi lahirnya siswa yang mampu mencari informasi dan menemukan ilmu pengetahuan yang mampu memecahkan masalah. artinya keberhasilan belajar antara lain ditentukan oleh bermakna tidaknya bahan yang dipelajari. Belajar tanpa ancaman. Pengetian Belajar ) Berdasarkan pengertian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa belajar adalah merupakan usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku. artinya setiap orang memiliki keinginan untuk belajar secara kodrati. siswa aktif guru akan berperan sebagai fasilitator. Designing. bekerjasama. berkepribadian mantap. c) Learning to live together adalah membekali kemempuan untuk hidupo bersama dengan orang lain yang berbedsa dengan penuh toleransi. Oleh sebab itulah pendidik perlu menyusun dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar berdasarkan beberapa pokok pemikiran sebagai berikut: . berpendapat bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku individu sebagai akibat interaksi individu dengan lingkungan sehingga mampu berinteraksi dengan baik dengan lingkungan. Menurut Moh. dan toleransi terhadap perbedaan. dan mandiri. Monituring. Ada empat pilar yang dikemukakan oleh UNESCO. Belajar atas inisiatif sendiri yang melibatkan pikiran dan perasaan sendiri. Kebermaknaan ini dikaitkan dengan kehidupan nyata. bertenggang rasa. afektif dan psikomotorik. Roger dalam Darsono (2000:21-22) mengemukakan beberapa prinsip belajar yang manusiawi yaitu :     Hasrat belajar. Pembelajaran yang epektif di mulai dari lingkungan belajar dan berpusat pada siswa. membuat belajar lebih bermakana. dalam Soedijarto (2004. keterampilannya. maupun aspek sikapnya melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya.

Ranah Psikomotor yaitu meliputi keterampilan motorik. Uzer Usman ( 1996. dalam Moh. dan dari tidak mengerti menjadi mengerti. Pengajar perlu berusaha mengembangkan kompetensi dan kemampuan siswa. Siswa membangun pengetahuan secara aktif. kognitif. 2. Guru menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan siswa membentuk makna dari bahan-bahan pelajaran melalui suatu proses belajar dan menyimpannya dalam ingatan yang sewaktu-waktu dapat diproses dan dikembangkan lebih lanjut. afektif. Pengetahuan ditemukan. Hasil tidak akan pernah dihasilkan selama orang tidak melakukan sesuatu. koordinasi otak manusia (menghubungkan dan mengamati). baik secara individu maupun kelompok. Dalam belajar terjadi interaksi pribadi di antara para siswa dan interaksi antara guru dan siswa. menjawab atau reaksi. kemauan yang tinggi dan rasa optimisme dirilah yang mampu untuk mencapainya. analisis. Belajar merupakan kegiatan yang dilakukan siswa. tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing-masing orang berhubungan dengan orang lain dan membangun pengetahuan dan pengertian bersama. Hasil Belajar Menurut Dimyati dan Mudjiono. dibentuk. diciptakan. Kepuasan dan kebanggaan yang dapat menumbuhkan motivasi pada diri siswa . Dari sisi siswa hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Belajar adalah suatu proses pribadi. hasil adalah prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan. organisasi dan karakteristik dengan suatu nilai 3. Pengertian Hasil Belajar ) Menurut Omar Hamalik hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahantingkah laku pada orang tersebut. Perinciannya adalah sebagai berikut : 1. bukan sesuatu yang dilakukan terhadap siswa. afektif. misalnya dari tidak tahu menjadi tahu. dan psikomotor. hasil belajar merupakan hal yang dapat di pandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan guru. pemahaman. 1. Kegiatan belajar adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antar pribadi.a. c. 34) hasil belajar dalam rangka studi di capai melalui tiga kategori ranah antara lain. sintesis dan penilaian). Untuk menghasilkan sebuah prestasi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Ranah Kognitif yaitu hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek ( pengetahuan. manipulasi bendabenda. 2. menilai. d. dan dikembangkan oleh siswa.Berdasarkan Teori Taksonomi Bloom. Sedangkan dari sisi guru hasil belajar merupakan saat terselesainya bahan pelajaran (Internet. Hasil belajar yang dicapai siswa melalui proses belajar mengajar yang optimal cenderung menunjukan hasil yang berciri sebagai berikut: 1. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif. sungguh–sungguh. Kegiatan belajar mengajar harus lebih menekankan pada proses dari pada hasil. Hanya dengan keuletan. Menurut Djamarah (2000: 45). psikomotor. Ranah Afektif yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai. b. 3. Ranah afektif meliputi lima jemjang kemampuan yaitu menerima. penerapan.

Waktu Penelitian Tindakan Kelas dapat . Cianjur. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini termasuk metode penelitian deskriptip. Kemampuan siswa untuk mengontrol atau menilai dan mengendalikan dirinya terutaman adalam menilai hasil yang dicapainya maupun menilai dan mengendalikan proses dan usaha belajarnya Jadi hasil belajar merupakan perubahan yang diperoleh setelah terjadinya proses belajar mengajar yang dapat dilihat setelah peserta didik melalui penilaian yaitu proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menetukan pencapaian hasil belajar siswa sesuai dengan ( Permendiknas No 20 . 2. Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi dirinya seperti akan tahan lama diingatannya. karena didalam penelitian ini digambarkan bagamana suatu metode pembelajaran di terapkan dan bagaimana hasil yang di inginkan dapat tercapai.2007) tentang Standar Penilaian. membentuk prilakunya. Cikanyere Kec. Tidak adanya uji hipotesis B. mengutamakan objektifitas. digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lain 4. Sukaresmi Kab. Tidak adanya perlakukan yang diberikan dan dikendalikan 3.2. Peneliti memilih kelas IX-F sebagai subyek penelitian karena kelas ini yang mempunyai daya serapnya rendah terlihat dari hasil tes sebelumnya yang belum menunjukan hasil tidak memuaskan. Mariwati Km 8 Des. C. Metode deskriptip memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. yang berjumlah 42 orang yang terdiri dari jumlah siswa laki-laki sebanyak 20 Orang dan jumlah siswa perempuan sebanyak 22 orang. Subyek dan Lokasi penelitian Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas IX-F tahun pelajaran 2011/2012. Lokasi Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi sekolah ini beralamat Jln. Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya. . BAB III METODOLOGI PENELITIAN A . Penelitian tindakan kelas cenderung menggambarkan suatu fenomena apa adanya dengan cara menelaah cecara teratur. 3. bemanfat untuk mempelajarai aspek lain. dan dilakukan secara cermat.

dalam satu minggu terdiri 2 kali pertemuan. dan keakktifan siswa dalam proses pembelajaran 1. digunakan instrument pengumpulan data sebagai berikut: 1. diskusi dengan teman sejawat. Instrumen Penelitian Untuk mendapatkan data yang diperlukan oleh peneliti. dan sikap guru. Isi dari angket ini mengenai pendapat siswa terhadap kegiatan proses pembelajaran.Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2011/2012. Mengkaji metode penugasan melalui pemberian tugas terstrukturdari berbagai sumber dan referensi. E. dan refleksi. pelaksanaan. tes setiap akhir siklus ini bertujuan untuk mengetahui sampai dimana pemahaman belajar siswa tentang statistika serta untuk merefleksi pembelajaran yang dilaksanakn guna perbaikan. Perencanaan. setiap pertemuan terdiri dari 2 x 40 menit. Waktu yang diperlukan untuk pembelajaran materi Statistika adalah 8 jam pelajaran. pengamatan. Lembar soal yang disusun berbentuk soal-soal uraian yang berstruktur dan bertujuan membimbing siswa untuk berfikir sistematis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Observasi tindakan ini dilaksakan oleh rekan guru serumpun yang bertindak sebagai observer. keterampilan.1 berikut ini: 1. Adapun alur pelaksanaan tindakan dapat dilihat pada gambar 3. Angket Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur tanggapan dan sikap siwa setelah pembelajaran. tepatnya dari bulan Juli 2011 sampai dengan Desember 2011. Setiap siklus memerlukan 2 kali pertemuan. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus sehingga membutuhkan waktu 4 kali pertemuan. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes setiap akhir siklus dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar Soal Lembar Soal disusun untuk mengukur pengetahuan. kondisi kelas. Adapun bentuk tes yang diberikan berupa soal uraian yaitu pada Kompetensi Dasar Statistika. Pada tahap persiapan ini kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. intelegensi. 1. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian tindakan kkelas ini dilaksanakan 4 tahapan sesuai dengan model Jhon Elliot(Muslhudin2009:72) yang dimulai dari perencanaan. 1. metode pembelajaran. Lembar observasi disusun untuk mengamati peneliti dalam mengamati tindakan kelas. kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. D. . Dari angket ini kita dapat mengetahui tentang respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran secara keseluruhan. bahan ajar. Lembar Observasi Lembar observasi disusun untuk memperoleh gambaran langsung tentang kondisi pelakasanaan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur.

. Menetapkan fokus observasi yaitu faktor siswa meliputi kemampuan siswa dalam mengolah data dan respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur. 5. Guru memberi penjelasan . Menetapkan cara observasi yaitu akan menggunakan metode observasi terbuka dan akan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan tindakan. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tentang Sttistika untuk 2 Siklus yang berdasarkan Kurikulum SMP Negeri 1 Sukaresmi (KTSP). 3. Lembar kerja Siswa (LKS) serta lembar tugas terstruktur. Penilaian proses pembelajaran dilakukan pada aspek kerjasama. b) Menerapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dua kali pertemuan c) Pembelajaran dilakukan dengan mengggnakan diskusi tanya jawab dan diakhiri dengan penugasan untuk memperdalam materi yang telah diajarkan. keaktifan serta keseriusan belajar. Pelaksanaan Tindakan 1) Pada proses pelaksanaan tindakan. yaitu akan dilaksanakan oleh peneliti dan akan dilakukan setiap usai pemberian tindakan dalam pelaksanaan observasi untuk setiap siklusnya. 4. d) e) f) Memberikan tes siklus II Peneliti beserta tim observer menganalisis serta merefleksi hasil pembelajaran siklus II Peneliti dan observer menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan hasil penelitian. Guru memberi tugas terstruktur yang harus dikerjakan dengan batas waktu yang telah ditentukan untuk lebih memahami materi yang telah diajarkan. Menetapkan alat bantu dokumentasi kamera foto 7.2. Selain dari itu guru dapat memberikan soal-soal latihan dan menilai jawaban kelompok. yaitu jenis data kualitatif akan dikumpulkan melalui observasi dan data kuantitatif akan dikumpulkan melalui tes hasil belajar siswa. kemudian perwakilan siswa dari kelompoknya menjawab soal-soal. 6. Pembelajaran diakhiri dengan adanya pemberian tugas terstruktur dan tes siklus I untuk melihat keberhasilan penyajian materi dengan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dalam upaya meningkatkan kemampuan mengolah data pada materi Statistika. jawaban soal-soal dan kebersihan. Menetapkan jenis data dan cara pengumpulan data. Guru memberikan pembelajaran materi Statistika dengan Tanya jawab dan diskusi.serta pemberian tugas terstruktur sebagai alat bantu dalam pemahaman materi. 2) Peneliti melakukan tindak lanjut untuk siklus II dengan cara menyusun serta memperbaiki rencana selanjutnya berdasarkan hasil tes dan refleksi pelaksanaan siklus I Pelaksanaan tindakan Siklus II masih mengikuti pola penyajian sebagaimana rencana tindakan I yaitu: a) Membuat serta merancang siklus II yang telah di sesuaikan dengan hasil refleksi dari siklus I. siswa belajar dengan berkelompok. 8. Menetapkan cara pelaksanaan refleksi.

Analisisdilakukan untukmengukur baik kelebihan maupun kekurangan yang terdapat pada setiap siklusnya kemudian mendiskusikan hasil analisis secara kolaborasi dengan observer untukperbaikan pada pelaksanaan siklus selanjutnya. Pengamatan terhadap guru aspek yang diamati meliputi: a) b) c) d) e) f) g) h) Menyampaikan tujuan pembelajaran. Mengatur siswa dalam kelompok-kelompok belajar.aktiviatas dan kemapuan siswa . Menerangkan secara singkat materi pokok dengan jelas. Keberanian bertanya. Hubungan kerjasama antar siswa. Pada tahap ini dilakukan tes akhir siklus. angket respon siswa dan angket lembar kerja siswa dengan bantuan pengamat dari teman sejawat. Membimbing siswa mengerjakan LKS dengan benar. Pengamatan terhadap siswa dilaksanakan pada saat proses belajar mengajar. Keberanian menjawab soal di depan kelas dan berbagi dengan teman di kelas. Refleksi Refleksi merupakan langkah untuk menganalisis hasil kerja siswa. Mendorong dan membimbing dilakukannya keterampilan kooperatif oleh siswa. Pelaksanaan pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan tindakan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat.1. Observasi Pengamatan penelitian dibantu oleh 2 orang guru sebagai pengamat atau observer. Aspek yang diamali meliputi: a) b) c) d) e) Perhatian terhadap penjelasan guru. Maka pada akhirsiklus. Dalam observasi yang dilakukan yaitu mengamati siswa dan guru. Memberikan umpan balik dan penegasan serta penguatan materi yang diajarkan. Memotivasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan serius. 1. Mengaitkan pembelajaran dengan pengetahuan awal siswa/prasyarat. Keantusiasan dalam mengerjakan tugas. i) Memberikan tugas terstruktur yang telah disesuaikan dengan indicator materi yang diajarkan.

Data tanggapan siswa terhadap metode penugasan berupa pendapat siswa setelah mengikuti proses pembelajaran berlangsung. 2. ketekunan. 4. pelaksanaan tindakan. 3. 2. Perilaku dan aktivitas siswa meliputi perhatian. Melaksanakan evaluasi tindakan I dan mendiskusikan hasilnya dengan guru Matematika yang lain. Analisis Motivasi Belajar Motivasi belajar dianalisis secara deskriptif berdasarkan keberhasilan tindakan yaitu frekwensi depskriptif pada lembar observasi. Analisis data motivasi. prestasi dan angket dijelaskan sebagai berikut 1. Langkah-langkah dalam refleksi adalah sebagai berikut: 1. Depkriptor motivasi meliputi minat. dan selanjutnya peneliti melakukan kembali perencanaan. 3. F. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya. Data kemampuan mengolah data berupa tingkat pengusaan siswa terhadap tugas yang diberikan setelah mengikuti proses pembelajaran menggunakan metode penugasan melalui pemberian tugas terstruktur yang diperoleh dari test akhir siklus dan lembar kerja serta lembar tugas terstruktur. Pengolahan Data 1. prestasi belajar serta tanggapan siswa terhadap metode penugasan. Data ini diambil dengan menggunakan angket pendapat siswa. 1. Pengumpulan data Data penelitian ini diambil dengan menggunakan prosedur sebagai berikut: 1. Prosentase keberhasilan tindakan dapat dihitung dengan rumus: MP = å siswa yang responnya positif x 100% å Seluruh siswa . Menganalisa data hasil pengamatan. perhatian. pengamatan dan refleksi pada siklus II. minat yang ditunjukan oleh diskripsi yang telah ditentukan 1. ketekunan. Tahap refleksi I dilakukan berdasarkan bahan analisis yang diperoleh dari hasil pengamatan pada siklus I.dalam mengolah data materi Statistika di kelas IX F di SMP Negeri 1 Sukaresmi dapat ditingkatkan. Mengumpulkan data hasil pengamatan. Motivasi Belajar Data motivasi belajar diperoleh dari hasil observasi perilaku siswa dan aktivitas siswa dalam kelas yang berkaitan dengan kemampuan mengolah data statistika pada pemberian tindakan. konsentrasi. Menganalisa Data Data penelitian berupa motivasi belajar.

siswa dikatakan tuntas belajar jika mencapai skor ketuntasan belajar minimal atau KKM. Mariwati Km 8 Desa Cikanyere Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Analisis Prestasi Belajar dan Kemampuan mengolah data dihitung dengan rumus berikut: Kb = åsiswa yang memperoleh nilai ≥78 x 100% åsiswa 1.Tingkat kemampuan belajar matematika di kleas IX F heterogen. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari tes sebelumnya menujukkan bahwa kemampuan dan motovasi belajar matematika pada umumnya di kelas ini menunjukan kelas yang tingkat kemampuan dan motivasi belajar matematikanya rendah dan tidak memuaskan. Analisis Ketuntasan Belajar siswa dan Prestasi Belajar Kemampuan siswa dan Prestasi Belajar dianalisis dengan ketuntasan belajar. SMP Negeri 1 Sukaresmi termasuk sekolah terbesar di Kecamatan Sukaresmi serta membawahi tiga Cerdas Seatap (CSA). respon siswa dan ketuntasan belajar siswa dapat diukur dengan cara berikut:   Motivasi Positif = Prosentase Respon Positif Siklus II – Prosentase Respon positif Siklus I Prestasi belajar siswa = Prosentase kekuntasan Siklus I – Prosentase Ketuntasan Awal Prosentase ketuntasan siklus II – prosentase ketuntasan Siklus I Jika dari selisih motivasi positif ada kenaikan maka respon siswa terhadap Metode Penugasan dalam materi Statistika diterima. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas IX F yang terdiri dari 42 siswa dengan jumlah siswa perempuan 20 orang dan siswa laki-laki 22 orang. Siklus II ada peningkatan maka metode Penugasan melalui pemberian tugas terstruktur dapat diterima. Dan jika Selisih prosentase ketuntasan awal tindakan siklus I.1. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Penelitian 1. Indikator keberhasilan tinadakan untuk aspek motivasi. Prestasi belajar di kelas IX F ini masih rendah karena jumlah siswa . Menyimpulkan hasil penelitian setelah data dianalisis Menyimpulkan hasil penelitian dilihat dari prosentase motivasi Positif dan Ketuntasan belajar. A. Di SMP Negeri 1 Sukaresmi KKM mata Pelajaran Matematika semester Ganjil 78 pada Materi statistika KKM yang harus dicapai 78. tenaga pengajar 80% sesuai dengan bidang yang diampu. Seting Kelas Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi sekolah ini beralamat Jln.

Hasil Tindakan siklus I 1) Perencanaan 1. 2. ukuran sepatu.yang mencapai nilai diatas KKM yang ditetapkan masih sedikit. warna kesukaan. ukuran sepatu. hari lahir. c) Guru menyampaikan secara singkat tentang cara pengumpulan data. bulan lahir. Menentukan materi yang akan dijadikan materi penelitian. 2. 3. bertanggung jawab. Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Metode Pemberian Tugas Tersturuktur merupakan salah satu metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dan kemampuan mengolah data karena dengan metode pemebriantugas terstruktur ini siswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk meningkatkan kerja kelompok. KKM pada semester ganjil mata pelajaran matematika 78 hasil kumulatif perhitungan KKM dari kompetensi dasar yang terdapat pada semester ganjil. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 11 Oktober 2011 a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa. 6. mengecek absensi siswa serta mengkondisikan kelas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif. 4. mata pelajaran yang disukai. Data yang harus dikumpulkan oleh siswa yaitu. d) Guru memberikan permasalahan kepada siswa untuk dikumpulkan data dari teman sekelasnya. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah diuraikan maka pada di kelas IX F perlu adanya tindakan yang bervariatif sehingga perolehan prestasi belajar siswa meningkat maka peneliti mengambil sikap bahwa pada materi Statistika semester ganjil ini menggunakan metode pemberian tugas terstruktur agar pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan KKM. peneliti melakukan identifikasi masalah dan merencanakan langkah-langkah yang akan dilaksanakan. 5. . Menyususn rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pelaksaan Siklus I. 2) Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai berikut: 1. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan format evaluasi serta observasi dilaksanakan tanggal 09 Oktober 2011. Sebelum menyusun rencana pelakasanaan pembelajaran. Peserta didik menyelesaikan masalah yang dicatat dengan tally/turus. e) f) Peserta didik mendiskusikan dan mengumpulkan data dari teman sekelasnya. Mengembangkan format evaluasi. Mengembangkan format observasi pembelajaran. meningkatkan kinerja individu sehingga hasil belajar akan meningkat. 2. b) Menyampaikan apersepsi dan motivasi mempelajari materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

d) Guru memberikan petunjuk agar siswa mengerjakan tugas terstruktur untuk diselesaikan secara berkelompok. b) Menyampaikan apersepsi dan motivasi mempelajari materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. didapatkan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran Matematika dengan metode pemberian tugas terstruktur pada Siklus I. 3) Observasi Dari hasil observasi siklus I. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua dilaksanakan hari Kamis tanggal 13 Oktober 2011. h) Refleksi: Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai. g) Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru. guru telah merapkannya sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan. a) Guru terlebih dahulu meneliti tingkat kesiapan siswa. i) Guru menutup pembelajaran dan memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara mengurutkan data. mengecek absensi siswa serta mengkondisikan kelas agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara kondusif. c) Guru menyampaikan secara singkat dengan contoh tentang cara mengurutkan data. data terendah. data terendah. e) Siswa mengerjakan tugas terstruktur guru mengawasi dan memberikan bimbingan kepada siswa yang belum mengerti. Guru membahas hasil kerja peserta didik dan memberikan penguatan-penguatan. f) Perwakilan siswa untuk menyampaikan hasil kerja guru memberikan penguatanpenguatan. data teringgi dan jangkauan. j) Refleksi: Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai.g) h) i) Guru memberikan bimbingan dan memberi pengarahan kerja peserta didik. k) Guru menutup pembelajaran dan memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara pengumpulan data dan pencatatan dengan turus waktu penyelesaian tugas terstruktur pertemuan yang akan datang. data tertinggi dan jangkauan. Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru. 1. menentukan data tertinggi. data terendah dan jangkauan. Tugas terstruktur berisi soal uraian tentang mengurutkan data. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer. waktu penyelesaian tugas terstruktur pertemuan yang akan datang. guru kurang dalam memotivasi .

Tabel 4. Data mengenai keaktifan siswa dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi seperti pada lampiran.1 Grafik 4.2 berikut: Tabel 4. Hal ini terbukti dari masih banyak siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. maka pada akhir siklus I dilakukan tes akhir siklus dapat dilihat pada tabel 4.1 Data mengenai Keaktifan Siswa Pada Siklus I Partisipasi Siswa Sangat Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Jumlah siswa 2 30 10 42 Prosentase 5% 71% 24% 100 Data keaktifan siswa dalam siklus I digambarkan dalam grafik seperti pada grafik 4. Untuk mengetahui hasil belajar siswa.1. Keaktifan siswa tersebut dapat dilihat dalam hal mengikuti proses pembelajaran berlangsung. Masalah lain yang didapat dari pengamatan observer adalah pada saat pengumpulan data pertemuan pertama waktunya kurang mencukupi.2 Data Hasil Belajar Siswa Pada Siklus I NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 NAMA Ai Nurjamilah Andini Diniatul Zaman Aria Rahmat Hidayat Aris Munandar Asri Afrilianti Budi Deby Susi Yanti Dedi Setiadi Dian Ratna Sintiawati Dodi Kurnia Elia Damayanti Erick Budiman Pamungkas Erniawati Gina Yuliani Idan Ilma Huzaemah Irwan Purwandi Iyet Nurhayati NILAI KETERANGAN KKM PEROLEHAN TUNTAS TIDAK TUNTAS 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 50 √ 78 55 √ 78 79 √ 78 50 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 60 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 79 √ .1 Keaktifan siswa pada siklus I Data mengenai aktifitas siswa pada siklus I menunjukkan bahwa motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran termasuk kategori cukup aktif.siswa sehingga ada beberapa siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran. Data mengenai keaktifan siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.

Rata-rata nilai pada akhir siklus I 67.0 25. Ikmal Muhamad Jaelani Muhammad Wishal Albaqy Nengsih Nurmalasari Pandu Pangestu Peri Apriandi Puput Ibadihati Solehah Resdiana Depi Restiyana Faujiah Robi Awaludin Rosita Sandi Kurnia Sandi Supiandi Siti Fatimah Ahmad Siti Nuralifah Siti Wasilah Susi Yanti Taofik Hidayat Yayang Yuliyandi Yuniarti Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah % Lulus % Tidak Lulus 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 78 60 65 78 50 78 60 60 78 80 40 79 78 78 79 40 84 25 78 78 78 78 40 50 78 2819 67. Selain itu guru juga kurang bisa . masih terdapat kekurangan-kekurangan pada Siklus I. Naufal Amar Siddik Mita Reskyyanti Moch. Dari data tersebut memberi gambaran bahwa keaktifan siswa cukup maka hasil belajar tergolong cukup. akibatnya masih banyak siswa yang kurang aktif dalam pembelajaran.2 Grafik 4.19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusiana Apriliani M.1 84.2 tentang hasil belajar siswa siklus. 4) Refleksi Berdasarkan analisis data di atas. Kekurangan-kekurangan tersebut antara lain guru kurang memotivasi siswa dan mengkondisikan siswa pada waktu mengerjakan lembar kerja dan tugas terstruktur. Hal ini menjadi tolak ukur pelaksanaan siklus II.0 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 25 17 60 40 Data hasil belajar siswa pada silkus I dapat disajikan dalam grafik 4.2 dan grafik 4. grafik siklus I maka dapat terlihat bahwa 25 siswa yang tuntas nilainya diatas KKM atau 60% dan 17 siswa atau 40% tidak tuntas dari KKM 78 yang telah ditetapkan.1 dengan nilai tertinggi 84 dan nilai terendah 25.2 Hasil Belajar Siklus I Berdasarkan tabel 4.

mengelola waktu terutama ketika mengerjakan lembar kerja dan tugas terstuktur tentang pengumpulan data dari berbagai masalah kepada teman sekelas. Akibatnya waktu yang dibutuhkan cukup lama. Dengan adanya kekurangan-kekurangan tersebut, maka perlu adanya perbaikan-perbaikan pada pelaksanaan KBM siklus II. Selain itu guru juga tidak memberi motivasi dan mengarahkan siswa yang tidak aktif dalam belajar agar pada pertemuan berikutnya kegiatan pembelajaran lebih baik. Dengan banyaknya siswa yang aktif dalam kegiatan pembelajaran, maka kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih baik. Selain memotivasi siswa, guru juga memperbaiki tugas terstruktur dari segi soal-soalnya harus bisa dipahami oleh siswa dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran materi Statistika. 3. Hasil Tindakan siklus II 1) Perencanaan 1. Menyusun dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pelaksanaan Siklus II. 2. Menyusun lembar kerja dan tugas terstruktur yang disesuaikan dengan tujuan dalam Siklus II. 3. Menyusun dan mengembangkan alat evaluasi dan observasi pelaksanaan Siklus II. 2) Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan pada siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan sebagai berikut: 1. Menyusun dan mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, alat evaluasi dan observasi yang dilaksananakan tanggal 15 Oktober 2011. 2. Pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 18 Oktober 2011. a) Mengajak siswa untuk berdo’a bersama-sama, mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan kesiapan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik dari mulai kedisiplinan, kebersihan; b) Apersepsi: Mengingat kembali pengertian data, dan cara pengumpulan data, data besar, data kecil serta jangkauan data dan membahas tugas terstruktur pertemuan yang lalu; c) Motivasi: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat ukuran pemusatan dalam data tunggal serta penafsiran; d) Guru menginformasikan agar peserta didik berhitung dari 1 s.d 3 antara laki-laki dan perempuan supaya rata jumlahnya; e) Guru memberikan permasalah yang harus dicari tahu tiap-tiap nomor. Untuk yang bernomor 1 mempelajari tentang mean, no 2 mempelajari tentang modus, dan no 3 mempelajari tentang median; f) Peserta didik mendiskusikan masing-masing permasalahan dengan rasa jujur batasan waktu 10 menit, guru mengamati dan memberi bimbingan;

g) Perwakilan masing-masing nomor untuk menyampaikan secara ringkas hasil diskusinya; h) Bersama-sama peserta didik dan guru membahas pengertian mean, modus, dan median serta cara menentukan mean, modus dan median; i) Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik untuk menyelesaikan lembar kerja yang berisi soal menentukan mean, modus dan median data tunggal; j) Peserta didik mendiskusikan lembar kerja tersebut guru mengamati dan memberi bimbingan; k) l) Guru membahas hasil kerja peserta didik dan memberikan penguatan-penguatan; Siswa disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru;

m) Refleksi : Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai; n) Guru memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara menetukan mean, modus dan median data tunggal, waktu penyelesaian tugas terstruktur pada pertemuan yang akan datang. 1. Pelaksanaan pembelajaran pertemuan kedua dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2011 a) Mengajak siswa untuk berdoa bersama-sama, mengecek kehadiran siswa dan mengkondisikan siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik mulai dari kedisiplinan berpakaian, kebersihan kelas; b) c) Membahas tugas terstruktur pertemuan sebelumnya; Apersepsi : Mengingat kembali mean, Modus dan Median data tunggal;

d) Motivasi : Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat ukuran penyebaran data tunggal; e) Guru menginformasikan agar siswa belajar berkelompok dengan permasalahan ukuran penyebaran data tunggal; f) Siswa mendiskusikan masing-masing permasalahan dengan batasan waktu 10 menit, guru mengamati dan memberi bimbingan; g) Perwakilan siswa untuk menyampaikan secara ringkas hasil diskusi;

h) Bersama-sama peserta didik dan guru membahas cara menentukan ukuran penyebaran dan jangkauan interquartil data tunggal; i) Guru memberikan penjelasan kepada siswa untuk menyelesaikan lembar kerja yang berisi soal menentukan ukuran penyebaran dan jangkauan interquartil data tunggal;

j) k) l)

Siswa mendiskusikan lembar kerja tersebut guru mengamati dan memberi bimbingan; Guru membahas hasil kerja siswa dan memberikan penguatan; Peserta didik disarankan membuat rangkuman dibawah bimbingan guru;

m) Refleksi : Perwakilan peserta didik diberi kesempatan untuk mengemukakan proses pembelajaran dan metode yang dipakai; n) Guru memberikan penugasan terstruktur yang telah disiapkan untuk lebih memahami cara menetukan ukuran penyebaran data tunggal, waktu penyelesaian tugas terstruktur pada pertemuan yang akan datang. 3) Observasi

Pada pelaksanaan Siklus II ini guru melakukan perbaikan-perbaikan dari kekurangan pada siklus I. Perbaikan dalam proses pembelajaran yang dilakukan adalah lebih memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran kepada siswa yang tidak aktif. Karena banyaknya siswa yang aktif dalam proses pembelajaran, maka proses pembelajaran dapat berjalan lebih baik. Selain memberikan motivasi, guru juga memberikan penjelasan tentang pentingnya lembar kerja dan tugas terstruktur untuk memahami materi yang diajarkan dengan mandiri. Data mengenai keaktifan siswa dapat diperoleh dengan menggunakan lembar observasi, pada siklus II dapat disajikan pada tabel 4.3 Tabel 4.3 Data Keaktifan Siswa Siklus II Partisipasi Siswa Sangat Aktif Cukup Aktif Kurang Aktif Jumlah Jumlah siswa 6 33 3 42 Prosentase 14% 79% 7% 100

Data keaktifan siswa dalam siklus II digambarkan dalam grafik seperti pada grafik 4.3 Grafik 4.3 Data Keaktifan Siswa Siklus II Data mengenai aktifitas siswa pada siklus II menunjukkan bahwa motivasi siswa dari Siklus I ke Siklus II ada peningkatan. Banyaknya siswa yang kurang aktif pada Siklus I ada 10 siswa sedangkan pada siklus II ada 3 siswa yang kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini dikarenakan latar belakang siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu dan rumah yang jauh dari sekolah. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan belajar mengajar Siklus II maka dilakukan tes akhir Siklus II, hasil belajar Siklus II dapat disajikan dalam tabel 4.4 Tabel 4.4

0 . Naufal Amar Siddik Mita Reskyyanti Moch.Data Hasil Belajar Siswa Siklus II NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 NAMA Ai Nurjamilah Andini Diniatul Zaman Aria Rahmat Hidayat Aris Munandar Asri Afrilianti Budi Deby Susi Yanti Dedi Setiadi Dian Ratna Sintiawati Dodi Kurnia Elia Damayanti Erick Budiman Pamungkas Erniawati Gina Yuliani Idan Ilma Huzaemah Irwan Purwandi Iyet Nurhayati Lusiana Apriliani M.0 25. Ikmal Muhamad Jaelani Muhammad Wishal Albaqy Nengsih Nurmalasari Pandu Pangestu Peri Apriandi Puput Ibadihati Solehah Resdiana Depi Restiyana Faujiah Robi Awaludin Rosita Sandi Kurnia Sandi Supiandi Siti Fatimah Ahmad Siti Nuralifah Siti Wasilah Susi Yanti Taofik Hidayat Yayang Yuliyandi Yuniarti Jumlah Rata-rata Nilai tertinggi Nilai terendah NILAI KETERANGAN KKM PEROLEHAN TUNTAS TIDAK TUNTAS 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 60 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 50 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 79 √ 78 82 √ 78 40 √ 78 79 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 80 √ 78 78 √ 78 86 √ 78 35 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 78 √ 78 79 √ 78 50 √ 78 78 √ 3088 36 6 73.5 86.

% Lulus % Tidak Lulus 86 14 Data hasil belajar siswa pada silkus I dapat disajikan dalam grafik 4. 1.4 Hasil Belajar Siklus Melihat tabel 4. Grafik 4. nilainya diatas KKM atau 86% dan 6 siswa atau 14% tidak tuntas dari KKM 78 yang telah ditetapkan. dan siklus II dapat digambarkan dalam gragik 4.5 berikut: 1SANGAT AKTIF 2CUKUP AKTIF 3KURANG AKTIF JUMLAH .4 tentang hasil belajar siswa siklus II.4 berikut.4 dan grafik 4. 4) Refleksi Dari data observasi Siklus II didapat sebagian besar siswa mengikuti pembelajara dengan baik.5 dengan nilai tertinggi 86 dan nilai terendah 35. Siswa sudah mulai tertarik belajar Matematika dengan pemberian tugas terstruktur karena dengan mengerjakan tugas terstruktur melatih siswa untuk bertanggung jawab dalam tugas serta melatih kemandirian siswa.5 Data Keaktifan Siswa Siklus I. maka dapat diketahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat disajikan dalam tabel 4. siklus II SIKLUS II 6 33 3 42 Data keaktifan siswa pada siklus I. Pembahasan Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi yang dilakukan pada Siklus I dan Siklus II. Siklus II NO KUALIFIKASI SIKLUS I 2 30 10 42 Grafik 4.5 Keaktifan siswa pra siklus. Dari data tersebut maka keaktifan siswa ada kenaikan demikian juga hasil belajar diakhir Siklus II juga mengalami kenaikan yang signifikan dari Siklus I dan Siklus II. siklus I. B. Rata-rata nilai pada akhir siklus II 73. grafik hasil belajar Siklus II maka didapat 36 siswa yang tuntas. Hal ini dikarenakan siswa merasa tertarik dan termotivasi dalam KBM yang menggunakan metode pemberian tugas terstruktur.5 berikut. Tabel 4.

7 berikut: Grafik 4. Tabel 4.6 berikut Tabel 4. hal ini menunjukkan peningkatan yang siqnifikan. Siklus II menunjukkan peningkatan prosentase ketuntasan belajar materi statistika di kelas IX-F seperti terlihat dalam table 4.6 berikut: Grafik 4. siklus II NO 1 2 KEGIATAN Siklus I Siklus II RATA-RATA 67. dan siklus II Dari tabel dan grafik ketuntasan hasil belajar siklus I. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada Siklus I. Selain tabel dan grafik keaktifan belajar siswa dan ketuntasan hasil belajar juga peneliti sajikan tabel 4. Siklus II NO 1 2 KEGIATAN Siklus I Siklus II TUNTAS 60 86 TIDAK TUNTAS 40 14 Hasil ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I.6 Ketuntasan hasil belajar siklus I. siklus II menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan.Dari tabel dan grafik keaktifan siswa di atas.7 Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I. Jumlah siswa yang kurang aktif pada Siklus I ada 10 siswa dan Siklus II ada 3 siswa. maka dapat disimpulkan bahwa ada kenaikan jumlah siswa yang aktif hal ini terlihat dari jumlah siswa yang kurang aktif pada pra siklus. dan siklus II. pada siklus I prosentase yang tuntas 60% tidak tuntas 40% sedangkan pada siklus II terdapat 86% tuntas 14% tidak tuntas. Siklus I.7 . dengan adanya penurunan jumlah siswa yang kurang aktif maka dapat disimpulkan pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas terstruktur dapat meningkatkan keaktifan siswa dan melatih untuk bertanggung jawab serta kemandirian siswa dalam mengerjakan tugas.5 Rata-rata hasil belajar siklus I.7 dan grafik 4.7 adalah tabel dan grafik rata-rata hasil belajar siswa siklus I. siklus II dapat disajikan dalam grafik 4.6 Data prosentase hasil evaluasi Siklus I. Siklus II semakin menurun jumlah siswa yang kurang aktif.1 73. siklus II Rata-rata hasil belajar siswa dari siklus I sampai dengan akhir siklus II dapat disajikan dalam grafik 4.

Hal ini dapat peneliti simpulkan bahwa pembelajaran dengan metode pemberian tugas terstruktur selain meningkatkan keaktifan siswa juga meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian hipotesis tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini. 1. Hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data pada materi statistika di kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi sebelum menggunakan metode pemberian tugas terstruktur mempunyai nilai rata-rata kelas 55. Seorang guru harus bervariasi menggunakan metode pembelajaran untuk menghindari kejenuhan siswa.8 dengan prosentase ketuntasan 31%. BAB V PENUTUP 1. 1. Hal ini terbukti pada keaktifan siswa pada saat pra siswa siklus masih terdapat 12 siswa yang tidak aktif. Selain metode pembelajaran yang bervariatif guru juga diharuskan untuk menyusun tugas terstruktur yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan. . 3. Pada saat pembelajaran diubah menggunakan metode pemberian tugas terstruktur maka nilai rata-rata meningkat menjadi 67.Berdasarkan hasil penelitian dua siklus tersebut menunjukkan peningkatkan keaktifan dan prosentase kenaikan serta rata-rata hasil belajar siswa terbukti dari tabel dan grafik keaktifan. Saran Setelah melaksanakan Penelitian Tindakan kelas ini. prosentase ketuntasan. B. A. maka hasil belajar siswa kelas IX-F SMP Negeri 1 Sukaresmi Tahun Pelajaran 2011/2012 dapat menunjukan peningkatan yang signifikan. Seorang guru harus selalu aktif melibatkan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Penerapan metode pemberian tugas terstruktur mempunyai manfaat yang baik. dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 1 Sukaresmi pada kelas IXF Tahun pelajaran 2011/2012 bahwa hasil belajar dan kemampuan siswa dalam mengolah data pada mata pelajaran Matematika materi Satistika sesudah menggunakan metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur menujukkan hasil yang memuaskan. karena menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa serta kemampuan mengolah data serta siswa tidak bosan sehingga minat belajar meningkat. 2. 2.5 dengan prosentase ketuntasan 86% pada siklus II. Hendaknya seorang guru selalu memotivasi siswa untuk selalu belajar di rumah yaitu dengan cara memberikan tugas terstruktur bertujuan untuk memahani materi lebih matang. pada siklus I terdapat 10 yang tidak aktif serta pada siklus II terdapat 3 siswa yang tidak aktif. rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran Matematika dengan metode pemberian tugas terstruktur. Dari uraian pada bab sebelumnya. yang menyatakan bahwa dengan menggunakan Metode Pemberian Tugas Tersturuktur dalam materi Statistika.1 dengan prosentase ketuntasan 60% pada siklus I dan 73. saran yang dapat peneliti ajukan sebagai berikut. dapat diterima.

2008. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta Djamarah. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut sebagai pengembangan penelitian ini. Kiat Sukses Melakukan Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah.2007. Jakarta : Rhineka Cipta Hamalik Omar. Dasar-Dasar Evaluasi. Metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur dapat dikembangkan dan diterapkan pada pokok bahasan yang lain. Jakarta: PT. Statistika.Mudah Belajar Matematika Untuk Kelas IX SMP/MTs.4. Sekolah harus menganjurkan kepada guru untuk menyusun tugas terstruktur yang sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Bandung: Penerbit Kolbu . 1995. 1997. LPMP Jawa Barat Nunik Avianti Agus. 2001. Guru Powerful Guru Masa Depan. 5.: Bumi Aksara Dimyati dan Mudjiona. S. Edisi Revisi. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara Kusumah Wijaya dan Dwitagama Dedi.Zain. 2006. 2008. 2002. 7. 2009. Jakarta. Strategi Belajar Mengajar. Metode pembelajaran pemberian tugas terstruktur dapat menumbuhkan tanggung jawab siswa serta kemandirian dalam memahami materi pembelajaran. Jakarta: PT. DAFTAR PUSTAKA Arikunto Suharsimi. Indek Muslihuddin. Sekolah hendaknya memfasilitasi untuk kegiatan Penelitian Tindakan Kelas yang dituangkan dalam RKS dan RAKS. 6. Rineka Cipta Arikunto Suharsimi.B dan A. Proses Belajar Mengajar. BSE Pusat Perbukuan Depniknas Permendiknas No 22 Tahun 2007 tentang Standar Isi Sudjana. Transito Bandung Sukadi. 2002 Belajar Dan Pembelajaran.

Edisi Kedua. Bandung: PT. 1996. 1995.Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Jakarta:Balai Pustaka. Menjadi Guru Profesional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Remaja Rosdakarya Dibawah ini terdapat Link Download Leangkap PTK Untuk Jurusan PGSD :  PENGGUNAAN STRATEGI JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BERBICARA (BI) DAN PENGAMATAN TERHADAP GEJALA ALAM (IPA) SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI 7 AIKMEL UTARA [ DOWNLOAD ]  MENINGKATKAN PRESTASI PENGUSAAN MATERI BAHASA INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM OLEH SISWA KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 03 PENGADANGAN DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI JIGSAW DAN EKSPRIMEN [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI MENULIS (BI) DAN PERUBAHAN WUJUD BENDA (IPA) MURID KELAS II SEMESTER I SEKOLAH DASAR NEGERI 5 PENGADANGAN [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KOMPETENSI PENGUSAAN MATERI BAHASA INDONESIA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM OLEH SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI PENGADANGAN DENGAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MATERI BAHASA INDONESIA DAN MEMAHAMI BAGIAN TUBUH MANUSIA DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MURID KELAS V SEMESTER I SDN 11 PRINGGASELA 2010 . Uzer Usman Moh.

REMPUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS BERITA (B I) DAN KONSEP BILANGAN BULAT (MAMA) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PORTOFOLIO SISWA KELAS III SDN 1 SAJANG TAHUN PELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL KOOPERATIF UNTUK MENINGKATAN PRESTASI SISWA KELAS VI SDN 6 PRINGGASELA PADA MATERI MENGARANG (B I) DAN OPERASI HITUNG (MAMA) TAHUN PEMBELAJARAN 2010 . TAHUN PELAJARAN 2011 [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PELAJARAN BAHASA NDONESIA DAN MURID KELAS V SDN 3 PENGADANGAN [ DOWNLOAD ]  PENALARAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN (B I) DAN OPERASI HITUNG (MAMA) MURID KELAS VI SDN 04 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMBERIAN TUGAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SAINS DAN BAHASA INDONESIA MURID KELAS III SDN 2 PENGADANGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN PENGUASAAN MATERI MEMBACA (BI) DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SELAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE JIGSAW TAHUN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN KONSEP BILANGAN (MAMA) DAN MENULIS (BI) MURID KELAS IV MI. NW.[ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INDONESIA KELAS V SDN …..

NW.[ DOWNLOAD ]  IMPLEMENTASI PENDEKATAN INTEGRATIF DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI WACANA DAN KONSEP BILANGAN MURID KELAS V SD NEGERI 5 JURIT TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENGGUNAAN METODE KONSTRUKTIVISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS (BI) DAN PENGGOLONGAN HEWAN (IPA) SISWA KELAS III MI. TANAK MAIK TAHUN PELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP BILANGAN (MAMA) MURID KELAS V SDN 6 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  IMPLEMENTASI STRATEGI JIGSAW MODEL DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) MURID KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 JURIT TAHUN 2010 [ DOWNLOAD ]  MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS (BI) DAN CARA PENULISAN NILAI UANG (MAMA) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS II SDN 10 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DAN MEMAHAMI BESARAN PENGUKURAN (IPA) MURID KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 SUELA TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) MURID KELAS IV SDN 08 PENGADANGAN TAHUN PEMBELAJARAN 2010-2011 [ DOWNLOAD ]  MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DAN BAHASA .

INDONESIA MURID KELAS IV SDN 02 REMPUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN METODE MODELING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (BI) DAN KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP KOORDINAT (MAMA) MURID KELAS IV SDN 4 PRINGGASELA TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SLOGAN (BI) DAN PENGGOLONGAN HEWAN (IPA) SISWA KELAS VSDN 05 PERIGI TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENERAPAN PENDEKATAN INTEGRATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGARANG DAN MEMAHAMI BENTUK BILANGAN MURID KELAS VI SD NEGERI 01 REMPUNG TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENULIS SLOGAN (BI) DAN PENGGOLONGAN MAKHLUK (IPA) MENGGUNAKAN METODE KONSTRUKTIVISME SISWA KELAS IVSDN 03 PRINGGASELA TAHUN PELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ]  PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DAN MEMAHAMI BERBAGAI BENTUK ENERGI (IPA) DENGAN METODE EKSPRIMEN MURID KELAS V SDN 3 JURIT TAHUN PEMBELAJARAN 2010 [ DOWNLOAD ] EFEKTIFITAS METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM PENGAJARAN IPA BAGI SISWA KELAS VI SD SARIYOSO WONOSOBO Di susun oleh: .

Sehingga proses pengajaran cenderung tidak relevan dengan pola pendekatan atau metode pengajaran yang digunakan. Rumusan mengenai sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan proses pendidikan dan pengajaran di Indonesia mengacu pada tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional serta GarisGaris Besar Haluan Negara Republik Indonesia dengan ketetapan MPR Nomor II/ MPR/1993. masyarakat dan lingkungan sekitar. serta dapat memberikan kreatifitas yang bermakna terhadap diri. . akan tetapi pendidikan lebih ditekankan kepada individual practice. berkepribadian. beretos kerja. Kenyataan empiris proses pendidikan dan pengajaran yang dikembangkan di berbagai lembaga pendidikan menunjukkan bahwa penerapan pola pendidikan dan pengajaran yang tepat. terampil. profesional. bidang pendidikan bahwa: “Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. tampaknya masih kurang mendapat perhatian yang memadai dari tenaga pengajar. tentunya diperlukan upaya maksimal dari berbagai pihak. tangguh. bertanggung jawab. berbudi pekerti luhur. meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawanan sosial serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan. tanpa harus terikat dengan kondisi formal pendidikan semata. cerdas kreatif. keluarga. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk melihat efektivitas suatu pendekatan dan metode pengajaran proses belajar mengajar yang dilakukan dapat berhasil guna dan memudahkan bagi siswa dalam memahami suatu disiplin ilmu atau mata pelajaran diterimanya. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan mempertebal rasa cita tanah air. untuk selanjutnya dioperasionalisasikan melalui kegiatan pengajaran. Untuk merealisasikan tujuan pendidikan seperti yang telah dipaparkan di atas. Mampu membawa diri beradaptasi dengan lingkungan. dalam melihat tugas dan tanggung jawab pendidikan itu. mandiri. serta berorientasi masa depan”. maju. A. akan tetapi harus terkait dengan kemampuan seseorang anak didik merefleksikan program belajarnya dalam bentuk aplikasi sikap positif melalui serangkaian aktivitas yang selektif dan efektif. dan produktif serta sehat jasmani dan rohani. Latar Belakang Masalah Pendidikan secara umum adalah suatu proses dimana suatu bangsa mempersiapkan generasi mudanya untuk menjalankan kehidupan dan untuk memenuhi tujuan hidup secara efektif dan efisien. Pendidikan dalam hal ini bukan hanya sebuah pengajaran yang berorientasi pada kecakapan individu teoritis (teoritis individual). sikap dan keterampilan yang diproyeksikan melalui kurikulum dan silabus pengajaran. Perlu dipahami bahwa indikator keberhasilan suatu proses pendidikan dan pengajaran tentunya tidak hanya terbatas pada sederetan angka-angka prestasi belajar.1. berdisiplin. maka kita dapat memahami bahwa aspek nilai yang ditransfer dalam dunia pendidikan dan pengajaran harus selalu terkait dengan unsur pengetahuan. Hal ini menyebabkan sisi kualitas pengajaran yang diharapkan kurang terpenuhi. Dalam prestasi yang demikian itu.

Sebagai informasi bagi para tenaga pengajar IPA khususnya dan tenaga pengajar umumnya tentang bagaimana efektifitas metode penggunaan metode pemberian tugas. maka pokok masalah dalam penelitian adalah : 1. F. Faktor-faktor yang dapat menghambat pemahaman siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo terhadap mata pelajaran IPA. B. 2. Rumusan Masalah Berdasrkan pada latar belakang di atas. Bagaimana pengaruh pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo 3. E. Diharapkan dijadikan dasar pemikiran dalam pengambilan keputusan guru dalam memilih metode yang tepat dalam kegiatan pengajaran. 2. Pengaruh dari pelaksanaan metode pemberian tugas terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo 3. D. Sebagai bahan informasi yang nyata bagi guru terhadap kondisi pengajaran dengan metode pemberian tugas bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. Variabel Penelitian . penulis dengan segenap kemampuan untuk mencoba melakukan suatu penelitian sekitar penggunaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA yang oleh penulis diduga meningkatkan hasil belajar siswa. 2. Efektifitas dari pelaksanaan metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan terhadap hasil penelitian ini adalah: 1. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian difokuskan pada pembahasan untuk mengetahui : 1. Bagaimana efektifitas metode pemberian tugas dalam pengajaran IPA bagi siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo. C. 3. maka dapat ditarik suatu hipotesis bahwa diduga metode pemberian tugas setiap akhir pertemuan terhadap hasil belajar IPA siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo dapat meningkatkan prestasi belajar IPA siswa (efektif). Faktor-faktor apa yang dapat menghambat pemahaman siswa Kelas VI SD Sariyoso Wonosobo terhadap mata pelajaran IPA.Berdasarkan dari pemikiran di atas. 1. Hipotesis Berdasar dari uraian latar belakang dan penelusuran literatur yang dilakukan penulis sebelumnya. 4. Variabel dan Definisi Operasional 1.

Definisi Operasional Untuk mengarahkan peneliti pengambilan data maka perlu adanya batasan operasional dalam penelitian. guru penjaskes dan guru Bahasa Inggris. 2. Populasi dan sampel Penelitian a. yakni : a) Metode pemberian tugas. XI adalah kelompok perlakuan. 1. yakni wali kelas. G. yang dimaksudkan di sini adalah memberikan tugas-tugas kepada siswa pada saat dan setelah selesai pengajaran untuk dikerjakan di rumah secara berkelompok dan atau mandiri. 3.Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu metode pemberian tugas sebagai variabel bebas dan prestasi belajar IPA siswa sebagai variabel tergantung. b. Metode Penelitian 1. K0 adalah hasil pada kelompok kontrol. Populasi Penelitian Populasi penelitian adalah keseluruhan siswa kelas VI SD Sariyoso Wonosobo Tahun pelajaran 2009/2010 dan para guru. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimental. guru agama. dimana dalam pelaksanaannya terdapat kelompok perlakuan (pengajaran dengan pemberian tugas) dan kelompok kontrol atau perbandingan (pengajaran tanpa tugas). penelitian ini didesain seperti berikut: X0 R X1 K1 K0 Dimana R adalah sampel penelitian. . b) Prestasi belajar siswa adalah nilai yang diperoleh siswa dilakukan test terhadap materi tertentu. Desain Penelitian Untuk mengetahui pengaruh variabel penelitian. dan KI adalah hasil pada kelompok perlakuan. Sampel Penelitian Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas VI yakni 30 siswa dan guru yang mengajar pada kelas V. X0 adalah kelompok kontrol.

Pada tahap ini mempersiapkan tugas yang akan dikerjakan siswa (menulis tugas-tugas). H. Skoring (data). Sedangkan alat dan bahan yang digunakan adalah seperangkat daftar kehadiran siswa aktif. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Sariyoso Wonosobo 1. Teknik Analisis Data Data yang terkumpul sebelum dianalisis terlebih dahulu dilakukan pengolahan data dengan menggunakan deskripsi yang dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana gambaran hasil penelitian. 1. Persiapan. 2. . Prosedur Penelitian 1. Setelah itu dilakukan analisis dengan teknik statistik infrensial untuk mengatasi pengaruh metode pemberian tugas (efektif atau tidak). Pelaksanaan Setelah diadakan persiapan selanjutnya diadakan penelitian yaitu melaksanakan penilaian dalam kegiatan pembelajaran. Yang dilakukan adalah memeriksa tugas-tugas yang dikerjakan siswa dan memberikan skor. Rencana dan Prosedur Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data Data yang terkumpul dalam penelitian ini berupa data prestasi belajar IPA siswa yang terambil dengan tahapan kerja sebagai berikut: 1. statistik yang dimaksud adalah uji-t.4. Menentukan variable penelitian Variabel yang menjadi pokok utama dalam PTK adalah peningkatan keterampilan atau keaktifan siswa dalam mengaplikasikan hasil pembelajaran IPA 1. Pada tahap ini. selanjutnya mereka kumpul setelah dikerjakan. dan dokumentasi wali kelas VI lainnya. dilakukan /diberikan tugas. Pelaksanaan. daftar nilai. 3. 5. Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan pada kelas VI dengan jumlah murid secara keseluruhan 30 orang. Adapun acuan pelaksanaannya dengan menggunakan scenario yang sudah direncanakan terlebih dahulu.

com Blog Pendidikan Indonesia        Banking Management Psychology Parenting Healt Sport Teknologi o o o o o  Religion o o o o o o  Film o o o o  Education o o o o o o       .      About Sitemap Privacy Policy Disclaimers Contact Cara Download Sarjanaku.

Disinilah dituntut kompetensi guru dalam pemilihan metode pengajaran yang tepat. akan tetapi harus menggunakan beberapa metode mengajar yang digunakan secara bervariasi agar pengajaran tidak membosankan. Penerapan Metode Pemberian Tugas . Penerapan Metode Pemberian Tugas > Resitasi.Dalam interaksi belajar mengajar. bila guru mengabaikan faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaannya. Oleh karena itu pemilihan dan penggunaan metode yang bervariasi tidak selamanya menguntungkan. penulis akan membahas salah satu metode mengajar yang sering digunakan oleh guru dalam proses interaksi belajar mengajar. tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh siswa membaca dan menambahkan tugas (Roestiyah N. yaitu metode pemberian tugas. Meski penggunaan metode bervariasi tidak akan menguntungkan proses interaksi belajar mengajar bila penggunaan metode tidak tepat dengan situasi pengajaran yang mendukungnya. tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pemberian tugas dan pekerjaan rumah. seorang pendidik tidak harus terpaku dengan menggunakan satu metode mengajar. 1989).K. guru memberikan pekerjaan kepada siswa berupa soal-soal yang cukup banyak untuk dijawab atau dikerjakan yang selanjutnya diperiksa oleh guru. untuk pekerjaan rumah guru menyuruh siswa membaca buku kemudian memberi pertanyaanpertanyaan di kelas. Ad. Metode pemberian tugas adalah metode yang dimaksudkan memberikan tugas-tugas kepada siswa baik untuk di rumah atau yang dikarenakan di sekolah dengan mempertanggung jawabkan kepada guru (Abdul Kadir Munsyi Dip.o    o      Home » Metode Pembelajaran » Metode Pemberian Tugas > Resitasi. Ed. maka pemilihan metode dalam mengajar harus tepat. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila tidak dapat menguasai satu atau beberapa metode mengajar. Dengan demikian diharapkan kegiatan pengajaran dan berlangsung secara berdaya guna dan bernilai guna. Dalam proses mengajar. pemilihannya disesuaikan tujuan pengajaran yang hendak dicapai. Dalam kajian pustaka ini. Dalam literatur yang dijelaskan bahwa pemberian tugas dapat diartikan pekerjaan rumah. Olehnya itu guna pencapaian tujuan pengajaran. tanpa tahun). Sebaliknya dapat menarik perhatian siswa. metode-metode memegang peranan yang sangat penting. Metode dalam kegiatan pengajaran sangat bervariasi. Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa. .

Seringkali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan baik. Zuhairini. Tugas dapat diberikan kepada kelompok atau perorangan.Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan. Apakah yang diberikan mendapat reaksi yang positif dari siswa atau sebaliknya justru tidak mendapatkan reaksi. seorang guru sebaiknya tetap memonitoring keadaan siswa selama penerapan metode itu berlangsung. 3. Maka akan menemui kesulitan dalam memberikan bahan pelajaran kepada siswa. Penggunaan suatu metode dalam proses belajar mengajar. Memberi tugas anak yang bersifat praktis (H. sehingga anak tidak tahu menahu tentang pekerjaan itu. Bila hal tersebut terjadi maka guru sedapat mungkin mencari alternatif pemecahan masalah dengan menggunakan metode yang lain. Dari berbagai kelebihan-kelebihan yang telah dipaparkan di atas tentunya metode pemberian tugas juga tidak terlepas dari kelemahan-kelemahan sebagai berikut : 1. akan mengganggu keseimbangan mental anak (H. Metode pemberian tugas sebagai salah satu metode yang dikaji penulis dalam pembahasan ini tentunya juga memiliki kelemahan dan kelebihan seperti halnya dengan metode yang lain. 1977). Apabila tugas itu terlalu banyak. Baik sekali untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang konstruktif. Sulit untuk memberikan tugas karena perbedaan individual anak dalam kemampuan dan minat belajar. Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan. berarti tujuan pengajaran tidak tercapai. Ini berarti guru tersebut gagal melaksanakan tugasnya mengajarnya di depan kelas. tentunya akan menunjang pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan. . 4. Mengenai kelemahan dan kelebihan metode pemberian tugas adalah sebagai berikut : Kelebihan metode pemberian tugas : 1. Zuhairini. 1977). 3. 2. saling menyempurnakan antara yang satu dengan yang lainnya. bahwa pemberian tugas adalah metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk guru secara langsung. Dengan metode ini siswa dapat mengenali fungsinya secara nyata. 2. Memberi kebiasaan anak untuk belajar. yang sesuai dengan kondisi psikologi anak didik. 4. Seringkali tugas di rumah itu dikerjakan oleh orang lain. cukup hanya menyalin pekerjaan temannya. Dengan memahami kelebihan dan kelemahan metode pemikiran tugas di atas. sebab dalam metode ini anak harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu (tugas) yang telah dikerjakan. Namun penggunaan satu metode tidaklah salah selama apa yang dilakukan itu untuk mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Oleh karena itu penggunaan metode yang bervariasi dalam kegiatan mengajar akan lebih baik dari pada penggunaan satu metode mengajar. Karena tidak ada satupun metode yang sempurna tetapi ada titik kelemahannya. Sebaliknya manakala guru tidak mengetahui kelebihan dan kekurangan satu metode mengajar. Semua guru harus menyadari bahwa semua metode mengajar yang ada.

Kesemuanya itu bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar. B. Dapat juga berupa tugas tertulis atau tugas lisan yang lain. baik secara perorangan maupun kelompok. umumnya dimaksudkan untuk melatih siswa agar mereka dapat aktif mengikuti sajian pokok bahasan yang telah diberikan.Salah satu dampak yang sering kita lihat dari penggunaan metode yang tidak tepat yaitu . IPA sebagai bagian dari ilmu yang ada. Dalam hubungan ini. semua upaya yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pengajarannya merupakan rangkaian proses yang menentukan pencapaian hasil pengajaran. Demikian halnya dengan tugas sendiri. Perlu dipahami bagi seorang guru bahwa waktu belajar siswa di sekolah sangat terbatas untuk menyajikan sejumlah materi pelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum. mengadakan observasi. jangan sampai tidak dipahami tidak dengan jelas oleh siswa tentang tugas yang harus dikerjakan. Teknik pemberian tugas atau resitasi biasanya digunakan dengan tujuan agar siswa memiliki hasil belajar yang lebih mantap. Disamping itu. siswa dalam mempelajari sesuatu dapat lebih terintegrasi akibat pendalaman dan pengalaman siswa yang berbeda-beda pada saat menghadapi masalah atau situasi yang baru. Situasi demikian menjadikan proses belajar mengajar menjadi kurang efektif dan kurang efisien. karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama mengerjakan tugas. merupakan ilmu yang sarat dengan dengan fakta sehingga pengajarannya menuntut kemampuan pengetahuan dari guru. guru sangat diharapkan agar setelah memberikan tugas kepada siswa supaya dicek atau diperiksa pada pertemuan berikutnya apakah sudah dikerjakan oleh siswa atau tidak. Penerapan metode pemberian tugas dalam proses pengajaran IPA. baik di dalam kelas maupun di tempat lain yang representatif untuk kegiatan belajarnya. anak atau siswa setelah diberi ulangan. . sebagian besar tidak mampu untuk menjawab setiap item soal dengan baik dan benar. termasuk pemilihan metode yang tepat untuk setiap pertemuan. suatu perintah yang harus dibahas melalui diskusi atau perlu dicari uraiannya dalam buku pelajaran yang lain. Kesan model pengajaran seperti ini memberikan manfaat yang banyak bagi siswa. Penerapan Metode Pemberian Tugas dalam Pengajaran IPA Dalam proses pengajaran IPA. disamping keterampilan pengajaran lainnya. eksperimen dan berbagai bentuk tugas lainnya. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut guru perlu memberikan tugas-tugas kepada siswa diluar jam pelajaran. membuat sesuatu. Bagi seorang guru dalam menerapkan metode pemberian tugas tersebut diharapkan memperjelas sasaran atau tujuan yang ingin dicapai kepada siswa. mengumpulkan sesuatu. terutama dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi belajarnya. Akibatnya sudah dapat dipastikan bahwa prestasi belajar anak didik rendah. aktivitas dan rasa tanggung jawab serta kemampuan siswa untuk memanfaatkan waktu belajar secara efektif dengan mengisi kegiatan yang berguna dan konstruktif. Dari proses seperti itu. Di sisi lain. Tugas yang diberikan kepada siswa dapat dilakukan dengan berbagai bentuk seperti daftar pertanyaan mengenai suatu pokok bahasan tertentu. siswa juga dididik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. anak didik sering merasakan kebosanan.

Dalam penggunaan teknik pemberian tugas atau resitasi. Untuk itu guru perlu memberikan tugas. Penguasaan itu tidak harus selalu didiktekan oleh guru melainkan dapat berasal dari perencanaan kelompok. sedangkan waktunya terbatas. Sehubungan dengan ini Nana Sudjana (1989) mengemukakan bahwa. meningkatkan pengetahuan dan menambah pengalaman berharga bagi siswa. 4. sehingga kelompok dapat membagi tugas kepada anggotanya secara baik menurut minat dan kemampuannya. Jelasnya bahwa penguasaan yang diberikan kepada siswa harus selalu dirumuskan dengan seksama agar tugas itu tidak terlalu memberatkan siswa dan juga tidak membosankan. di laboratorium atau di tempat-tempat lainnya yang memungkinkan untuk menyelesaikan tugas. sedangkan tugas yang harus disampaikan kepada murid sangat banyak. sehingga tugas yang diberikan itu betul-betul bermakna dan dapat menunjang efektifitas pengajaran. Suatu pekerjaan yang menyita waktu banyak. Untuk itu pemberian tugas perlu . Bahkan senantiasa diharapkan menciptakan suatu kondisi yang memungkinkan pemberian tugas yang menantang buat siswa. 3. 3. Tugas dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar diberikan secara individual atau dengan kelompok. Suatu pokok bahasan tertentu membutuhkan latihan atau pemecahan yang lebih banyak di luar jam pelajaran yang melibatkan beberapa sumber belajar. guru hendaknya memahami bahwa suatu tugas yang diberikan kepada siswa minimal harus selalu disesuaikan dengan kondisi obyektif proses belajar mengajar yang dihadapi. seringkali diterjemahkan oleh sebahagian orang hanya terkait dengan pekerjaan rumah yang diberikan kepada siswa. di sekolah. Ini tidak berarti bahwa tugas itu tidak boleh sukar. Berbicara lebih jauh mengenai penerapan metode pemberian tugas. dan tempat lain. Tugas dan resitasi tidak sama dengan pekerjaan rumah. Apabila guru berhalangan untuk melaksanakan pengajaran. tetapi jauh lebih luas dari itu. 2. Akan tetapi sebenarnya metode ini harus dipahami lebih luas dari pekerjaan rumah karena siswa dalam melakukan aktivitas belajarnya tidak mutlak harus dilakukan di rumah. Sebagai petunjuk dalam penerapan metode pemberian tugas Roestiyah N. Dalam menerapkan metode pemberian tugas seperti dikemukakan di atas. Merumuskan tujuan khusus dari tugas yang diberikan. Ia juga dapat mempelajari dan mendalami hasil uraian orang lain. 2. sehingga tidak mungkin dapat diselesaikan hanya melalui jam pelajaran di sekolah. siswa memiliki kesempatan yang besar untuk membandingkan antara hasil pekerjaannya dengan hasil pekerjaan orang lain. Ruang lingkup bahan pengajaran terlalu luas. Kesemuanya itu dapat memperluas cakrawala berfikir siswa. Tugas bisa dilaksanakan di rumah. di perpustakaan. Pertimbangkan betul-betul apakah pemilihan teknik pemberian tugas itu telah tepat untuk mencapai tujuan yang anda rumuskan. Menurut Sutomo (1993) bahwa metode pemberian tugas dapat digunakan apabila : 1.K (1989) mengemukakan perlunya memperhatikan langkah-langkah berikut: 1. Anda perlu merumuskan tugas-tugas dengan jelas dan mudah dimengerti. melainkan dapat dilaksanakan di sekolah.

agar siswa tidak merasa bingung apa yang harus dipentingkan jika aspek-aspek yang diperhatikan sudah jelas. sehingga dalam mencermati hal itu kalangan ahli pendidikan banyak memberikan petunjuk dan penekanan khusus yang berkaitan dengan jenis dan metode pemberian tugas kepada siswa. dua hari lagi memberikan pertanyaan dikelas. Dalam buku . agar siswa mampu menghubungkan pemahaman IPA-nya dengan perkembangan yang ada. Di sini tidak diperlukan standar minimum. sehingga mereka memiliki cukup pedoman dalam bekerja menyelesaikan tugas-tugasnya. sehingga mereka berkesempatan untuk mempraktekkan keterampilan itu dengan memuaskan. Ini berarti bahwa guru. para siswa sedapat mungkin sering diberitahu apa saja target atau sasaran yang diharapkan dari mereka atau dari tugas yang diberikan.cari buku lain untuk membedakan(2). Metode Pemberian Tugas Posted on Februari 28. Dengan pemahaman seperti itu diharapkan siswa memiliki motivasi untuk belajar IPA secara maksimal. yang biasa disebut dengan metode pemberian tugas. Khusus dalam pengajaran IPA. guru menyuruh membaca dari buku dirumah. Demikian pula jika penugasan itu berupa laporan atau makalah yang harus dipersiapkan. Juga juga menambah tugas (1). 1996 : 75 ). Kesemuanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar yang lebih baik. Tetapi dalam pemberian tugas guru menyuruh membaca. Akan tetapi jika suatu keterampilan tertentu ingin dikembangkan. maka tolok ukur penilaian perlu ditentukan dan disampaikan kepada siswa. harus menjelaskan aspek-aspek yang perlu dipelajari siswa. metode pemberian tugas memegang peranan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa terhadap materi pelajaran. pelajari keadaan orangnya”(roestiyah. Akan tetapi sebenarnya ada perbedaan antara pekerjaan rumah dan pemberian tugas seperti halnya yang dikemukakan : Roestiyah dalam bukunya “Didaktik Metodik” yang mengatakan : “ Untuk pekerjaan rumah. Biasanya guru memberikan tugas itu sebagai pekerjaan rumah.diberikan melalui bimbingan guru lain yang menguasai bahan pengajaran yang dipegang oleh guru yang berhalangan tadi. maka perhatian siswa waktu belajar akan lebih dipusatkan pada aspek-aspek yang dipentingkan itu”. dalam memberikan tugas. Mengingat pentingnya metode pemberian tugas dalam proses belajar. Sehubungan dengan itu Tim Didaktik Metodik Kurikulum IKIP Surabaya (1993) menegaskan bahwa “tugas yang harus dilakukan siswa perlu jelas. 2012 | 5 Komentar Metode pemberian tugas adalah merupakan suatu metode mengajar yang diterapkan dalam proses belajar mengajar. Beberapa jenis tugas penugasan dianggap sudah ditunaikan apabila siswa telah mengerjakannya.

Tugas mempraktekkan sesuatu 1. Lingkup kegiatannya adalah tugas guru bidang studi di luar jam pelajaran tatap muka.132. Tujuannya untuk melatih atau menunjang terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan intra kurikuler. Roestiyah mengatakan teknik pemberian tugas memiliki tujuan agar siswa menghasilkan hasil belajar yang lebih mantap. atau dirumah atau di tempat lain yang kiranya dapat menunjang penyelesaian tugas tersebut. Tempat dan waktu penyelesaian tugas 1. dan dibahas tentang hasilnya. karena siswa melaksanakan latihan-latihan selama melakukan tugas. Memberikan penilaian Adapun jenis-jenis tugas yang dapat diberikan kepada siswa yang dapat membantu berlangsungnya proses belajar mengajar : 1. diperiksa.lainnya yang berjudul Startegi Belajar Mengajar hal. Tugas mengadakan observasi 1. Dengan pengertian lain tugas ini jauh lebih luas dari pekerjaan rumah karena metode pemberian tugas diberikan dari guru kepada siswa untuk diselesaikan dan dipertanggung jawabkan. Siswa dapat menyelesaikan di sekolah. Menyelesaikan soal 1. dinilai. Dalam memberikan tugas keadaan siswa. sehingga pengalaman siswa dalam mempelajari sesuatu menjadi lebih terintegrasi. baik secara individu atau kelompok. Adapun kelebihan metode pemberian tugas . Tugas mendemonstrasikan observasi Kelebihan dan Kelemahan Metode Pemberian Tugas Metode pemberian tugas ini dalam pelaksanaannya memiliki beberapa kelebihan disamping juga mempunyai beberapa kelemahan. Memberikan bimbingan dan dorongan 1. Bentuk pelaksanaan tugas 1. Tujuan penugasan 1. Bentuk Pekerjaan 1. dikumpulkan. guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini : Memberikan penjelasan mengenai 1. Manfaat tugas 1. juga melatih tanggung jawab akan tugas yang diberikan. Tugas membuat rangkuman 1. Tugas membuat makalah 1. Tugas ditetapkan batas waktunya.

Tugas tersebut sulit dikontrol guru kemungkinan tugas itu dikerjakan oleh orang lain yang lebih ahli dari siswa. Ada berbagai metode pembelajaran yang akan saya tuliskan setelah metode pemberian tugas. Demikianlah sedikit ulasan tentang metode pemberian tugas. Adapun kelemahan metode pemberian tugas 1. 1. Dapat membina tanggung jawab dan disiplin siswa 1.diantaranya adalah Metode ini merupakan aplikasi pengajaran modern disebut juga azas aktivitas dalam mengajar yaitu guru mengajar harus merangsang siswa agar melakukan berbagai aktivitas sehubungan dengan apa yang dipelajari. mengolah menginformasikan dan dan mengkomunikasikan sendiri. Dapat menurunkan minat belajar siswa kalau tugas terlalu sulit 1. sehingga : 1. 1. Dapat memupuk rasa percaya diri sendiri 1. Pemberian tugas terlalu sering dan banyak. Selamat menjadi guru yang baik dan profesional. sehingga tidak cepat bosan 1. Dapat mendorong belajar. 1. Sulit untuk dapat memenuhi pemberian tugas 1.com About these ads . Dapat mengembangkan pola berfikir dan ketrampilan anak. Dapat membina kebiasaan siswa untuk mencari. Khusus tugas kelompok juga sulit untuk dinilai siapa yang aktif. akan dapat menimbulkan keluhan siswa. Salam Blogger Kompasiana Omjay http://wijayalabs. 1. Pemberian tugas yangmonoton dapat menimbulkan kebosanan siswa apabila terlalu sering. Dapat mengembangkan kreativitas siswa 1. Semoga bermanfaat.

tanggal 6 September 2009. Siklus I terdapat 17 siswa atau 77% tidak tuntas dan hanya 5 siswa atau 23% yang berhasil tuntas. Hasil penelitian: Siklus I siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 5 siswa atau 23%. MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH DALAM UPAYA PENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN BAGI SISWA KELAS XI. Motivasi Mengerjakan PR Tujuan Penelitian ini adalah: “Untuk meningkatkan motivasi mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) melalui metode pemberian Tugas secara tepat pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010” Penelitian ini mengambil lokasi di SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu.TMO-A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Disusun oleh : Drs. Pada siklus II terdapat 5 siswa atau 23% tidak tuntas dan 17 siswa atau 77% tuntas. Prosedur penelitian dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri tiga siklus yaitu siklus I.PTK SD 027 : Upaya Meningkatkan Motivasi Siswa Mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) dengan Metode Pemberian Tugas Mata Pelajaran IPA Materi Mengidentifikasi Fungsi Pernafasan Hewan pada Siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010 ABSTRAK Kata kunci : Petode penugasan.131927534 No. SLAMET NIP. Subyek dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah siswa SD Negeri 01 Nglebak Tawangmangu kelas V Tahun Pelajaran 2009/2010. Teknik pengumpulan data dengan observasi. Berdasarkan hasil temuan tersebut maka hipotesis tindakan yang mengatakan: “Melalui metode pemberian tugas secara tepat dapat neningkatkan motivasi membuat PR mata pelajaran IPA materi Mengidentifikasi fungsi organ pernafasan hewan pada siswa Kelas V SD Negeri 01 Nglebak Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010”. dan Siklus III. dokumentasi dan wawancara Analisis Data dengan menggunakan analisis diskripsi kualitatif. terbukti kebenarannya . Penelitian ini dilakukan dari tanggal 1 Agustus 2009 s.Peserta 08036131011164 . d. Pada siklus II siswa yang mengerjakan PR lengkap sebanyak 13 siswa atau 23%. Pada siklus III siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa atau 91% sedangkan 2 siswa atau 9% tidak tuntas. Siklus III sebanyak 22 siswa atau 100% telah mengerjakan PR. mengerjakan PR tidak lengkap 11 siswa atau 50% dan tidak mengerjakan PR sebesar 6 anak atau 27%. mengerjakan PR tidak lengkap 6 siswa atau 27% dan tidak mengerjakan PR sebesar 3 anak atau 14%. Siklus II.

Perlu diakui bahwa pendidikan adalah modal besar jangka panjang yang harus disusun.2008/2009 II. disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar. Untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang cerdas tentu saja dengan jalan pendidikan. karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus yang perlu dipersiapkan . Betapa kita masih perlu terus meningkatkan prestasi hasil belajar. Sehubungan dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan. III. tetapi sampai saat ini Indonesia masih banyak kendala pada problemmatika ( permasalahan ) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Persoalan ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus dimulaidalam pemecahannya. terampil. Pendidikan di Indonesia diharapkan dapa mempersiapkan pesert didik mejadi warga Negara yang memiliki komitmen kuat dan konsisten untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaran merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajiban untuk menjdi warganegara yang baik. karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. JUDUL MELALUI TEKNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKN BAGI SISWA KELAS XI –TMO-A SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA TP. hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. dan berkarakter yang diamanatkan dalam Pancasila dan UUD 1945 Pendidikan merupakan modal jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar. Salah satu usaha pembangunan dalam bidang pembangunan adalah dengan meningkatkan mutu (kualitas) pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Dengan permasalahan kondisi rendahnya . Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini. dimana Standart Kelulusan yang ditargetkan oleh pemerintah tiap tahunnya selalu bertambah sehingga dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa sendiri. Dalam hal ini yang sebenarnya tidak perlu terjadi.PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS I. yang cerdas . PENDAHULUAN Latar Belakang Salah satu tujuan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. BIDANG KAJIAN Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pemberian Pekerjaan Rumah.

a. Hipotensis Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah : Melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta V. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan. apakah karena adanya ajakan. sehingga menyebabkan rendahnya minat dan hasi belajar PKn siswa disekolah Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa baik dari internal maupun ekternal dari siswa. IV. tentunya akan lebih baik pula penguasaan kertrampilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Dengan pemberian pekerjaan rumah ( PR ) secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan. sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu pula meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa akan bertambah minimal mencapai standar yang diharapkan. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan peljaran PKn karena selama ini pelajaran PKn dianggap sebagai pelajaran yang hanya mementingkan hapalan semata. 2. maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : Apakah melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Surakarta ? Pemecahan Masalah Berdasrkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini.” Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa. Tujuan Khusus Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini : “Untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi .prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas kepada siswa. Dari masalah masalah disinalah guru dituntut untuk merancang untuk mengatasi problem rendahnya hasil belajar siswa Siswa perlu mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah. TUJUAN PENELITIAN 1. Tujuan Umum Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah.. Menurut Moh. atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. Dengan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa diharapkan siswa dapat meningkatkan dan termotivasi aktifitas belajarnya. siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

1995 : 14 ).Teknik .Pendidikan Kewarganegaraan Secara akademis Pendidikan Kewarganegaraan dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2].Prestasi Belajar. menjadi kapasitas baru ( Dimyati. saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education). Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud.1. Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb )supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 ) Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan olh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran PKn. Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran.3. banyak memuat materi sosial.4. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya 1. 1995 : 787 ). Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud. sehingga terjadi perubahan yang bersifat permanen dan persisten pada dirinya sebagai hasil pengalaman (Learning is a change of behaviour as a result of experience). lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan. aspek kurikuler dan aspek sosial budaya. KAJIAN PUSTAKA Landasan Teori 1.belajar PKn bagi siswa kelas XI-TMO-A Sekolah Menengah Negeri 2 Surakarta VI. PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral. 1. yakni aspek akademis. melewati pengolahan informasi. Bagi Guru : Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan Bagi Siswa Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan pekerjaan rumah dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya VII. penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk : a. salah seorang ahli pendidikan Amerika Serikat dari aliran Behavioural Approach Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. demikian pendapat John Dewey.2.Pengertian Belajar Belajar merupakan proses perubahan yang terjadi pada diri seseorang melalui penguatan ( reinforcement). 1. SMK Negeri 2 Surakarta : Dengan hasi PTK ini diharapkan SMK Ngeri 2 Surakarta dapat meningkatkan pemberdayaan pemberian pekerjaan rumah agar perstasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain b. MANFAAT HASIL PENELITIAN Secara teoritis dan praktis. 2002-10).

Dalam penilitian ini yang dimaksudkan dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah (terutama dirumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.Pendekatan dan penerapan Penerapan tugas guru setelah meberikan materi menyiapkan penugasan siswa untuk menggulang mendalami materi yang telah diajarkan dengan cara pekerjaan rumah Dari pembahasan diatas dapat diduga dengan model pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil hasil belajar siswa VIII. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. portofolio. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. sikap serta penilaian diri 2. subsumatif dan sumatif). 3.d Maret.2. Subjek penelitian Subyek dalam peniltian ini adalah siswa kelas XI-TMO-A SMK Negeri 2 Surakarta Kota Surakarta jumlah 34 siswa Pertimbangan penulis mengambil subyek penilitiann tersebut dimana siswa kelas XI-TMO-A telah mampu dan memiliki kemandirian dalam mengerjakan tugas seperti PR. dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian (purwadarminta. hasil kerja (produk). bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. unjuk kerja (performance). sehingga memudahkan dalam mencari data. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Rencana Penelitian 1. Kota Surakarta. Meningkatkan hasil belajar PKn melalui Pemberian tugas rumah Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. karena siswa kelas ini telah mampu relajar sendiri . 1. Lama Tidakan . Kerangka Berpikir 2.: 1035). penulis mengambil lokasi atau tempat ini dengan pertimbangan bekerja pada sekolah tersebut. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. masyarakat. peluang waktu yang luas dan subyek penlitian yang sangat sesuai dengan profesi penulis.Pekerjaan rumah Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework “ yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. bertanggung jawab bagi diri sendir.Dalam umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian. Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan. 4. penugasan (Proyek). dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. sikap. Waktu Penelitian Dengan beberapa pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan waktu penelitian selama 3 bulan Januari s.1.5. Waktu dari perencanaan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut pada semester Genap Tahun pelajaran 2008/2009. Tempat Penelitian Dalam penilitian ini penulis mengambil lokasi di SMK Negeri 2 Surakarta.

Perencanaan Meliputi penyampaian materi pelajaran. 2.Waktu untuk melaksanakan tindakan pada bulan Januari. Tindakan ( Action )/ Kegiatan. ulangan harian. Siklus I. Siklus II dan Siklus III. JADWAL PENELITIAN No KEGIATAN MINGGU KE……. Refleksi. pembahasan latian soal. b. kegiatan pokok dan penutup. Siklus II ( sama dengan I ) c. Prosedur Penelitian Prosedur penelitian yang diterapkan dalam hal ini antara lain : 1.. mulai dari siklus I. Siklus III ( sama dengan I dan II ) 3. mencakup a. IX. latian soal. dimana perlu adanya pembahasan antara siklus – siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil dari penelitian. 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Perencanaan 2 Proses pembelajaran 3 Evaluasi 4 Pengumpulan Data 5 Analisis Data 6 Penyusunan Hasil 7 Pelaporan Hasil . tugas pekerjaan rumah ( kegiatan penelitian utama ) pembahasan PR. meliputi : Pendahuluan.

Implementasiya sangat dibutuhkan guru yang profesional. hasil kerja (produk). unjuk kerja (performance). dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. adapun biaya tersebut adalah : 1. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. antara lain : 1. saat ini sudah berkembang menjadi tiga aspek PKn (Citizenship Education). PERSONALIA PENELITI Penelitian ini melibatkan Tim peneliti. Slamet NIP : 131927534 No. portofolio. Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. Kemampuan menguasai bahan ajar 2. Kemampuan dalam mengelola kelas 3. subsumatif dan sumatif). dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. identitas dari Tim tersebut adalah : 1. Fotocopy Naskah : Rp 2. pendengaran. jilid buku : Rp 4. Kerta folio 1 pack : Rp 3. penglihatan. Nama : Drs. BIAYA PENELITIAN Akibat yang timbul dari penelitian ini menjadi tanggung jawab peneliti. cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran. guru yang profesional dituntut menguasai sejumlah kemampuan dan keterampilan. guru mengutamakan proses daripada hasil. sikap. lain – lain : Rp JUMLAH : Rp XI. penugasan (Proyek). sikap serta penilaian diri. banyak memuat materi sosial. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn. Kemampuan untuk melakukan penilaian baik proses maupun hasil Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. PKn merupakan salah satu dari lima tradisi pendidikan IPS yakni citizenship transmission. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. yakni aspek akademis. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based . Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar. Kemampuan dalam menggunakan metode. aspek kurikuler dan aspek sosial budaya. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. media dan sumber belajar 4. Secara akademis PKn dapat didefinisikan sebagai suatu bidang kajian yang memusatkan telaahannya pada seluruh dimensi psikologi dan sosial budaya kewarganegaraan individu dengan menggunakan ilmu politik dan pendidikan sebagai landasan kajiannya [2]. Rental Komputer : Rp 5.X. Peserta : 08036131011164 Pekerjaan : Guru PKn Alamat Sekolah : SMK Negeri 2 Surakarta Tugas dalam penelitian : Pengumpulan dan Analisis Data PKn sebagai salah satu bidang studi yang memiliki tujuan “How to Develop Better Civics Behaviours” membekali siswa untuk mengembangkan penalarannya disamping aspek nilai dan moral.

serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. cara dan strategi pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara aktif baik pikiran. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai.Learning.Garis-garis Besar Program Pengajaran Yang Disempurnakan . Agar hasil belajar PKn meningkat diperlukan situasi. Adapun pembelajaran yang tepat untuk melibatkan siswa secara totalitas adalah pembelajaran dengan Problem Based Learning. dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. keragaman keyakinan (agama dan golongan) serta keragaman tingkat kemampuan intelektual dan emosional. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul. 1999. penglihatan. 1987. sikap. Muhammad. tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya. Jakarta : Rineka Cipta. Guru merancang proses belajar mengajar yang melibatkan siswa secara integratif dan komprehensif pada aspek kognitif. Diperlukan model pembelajara interaktif dimana guru lebih banyak memberikan peran kepada siswa sebagai subjek belajar.27 DAFTAR PUSTAKA Ali. Guru dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Nur . Meningkatkan hasil belajar PKn melalui model Problem Based Learning Hasil belajar adalah segala kemampuan yang dapat dicapai siswa melalui proses belajar yang berupa pemahaman dan penerapan pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi siswa dalam kehidupannya sehari-hari serta sikap dan cara berpikir kritis dan kreatif dalam rangka mewujudkan manusia yang berkualitas. dan keterampilan dasar yang berguna bagi siswa untuk kehidupan sosialnya baik untuk masa kini maupun masa yang akan datang yang meliputi: keragaman suku bangsa dan budaya Indonesia. tugas guru adalah merangsang untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang ada serta mengarahkan siswa untuk bertanya. pendengaran. bertanggung jawab bagi diri sendir. membuktikan asumsi. unjuk kerja (performance). afektif dan psikomotorik sehingga tercapai hasil belajar. M. Hasil belajar didapat baik dari hasil tes (formatif. dan mendengarkan perspektif yang berbeda diantara mereka. Hasil belajar PKn adalah hasil belajar yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajara PKn berupa seperangkat pengetahuan. Djamarah. penugasan (Proyek). sikap serta penilaian diri. bangsa dan negara serta bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa. membuktikan asumsi. hasil kerja (produk). dan psikomotor dalam proses belajar mengajar. serta mendiskusikan permasalahan dan mencari pemecahan masalah dari permasalahan tersebut. subsumatif dan sumatif). masyarakat. Syaiful Bahri. dalam pembelajarannya harus menarik sehingga siswa termotivasi untuk belajar. Pembelajaran dengan model Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran dimana sebelum proses belajar mengajar didalam kelas dimulai. Depdikbud. portofolio. siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Bandung : Angkasa Bandung. guru mengutamakan proses daripada hasil. Setelah itu. Ghufron. Kegiatan Kependidikan Prosedur dan Strategi. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan yang muncul.Jakarta : Depdikbud. siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. . Setelah itu. Diposkan oleh PUTRO JOHO di 22.

. 2007. kualitas pertanyaan dan respon siswa. Salah satu keterampilan berbicara yang harus dikuasai siswa adalah keterampilan berdiskusi. M.. Hal ini perlu karena tidak menutup kemungkinan suatu ketika siswa menghadapi suatu permasalahan yang tidak dapat dipecahkan secara individu. pada siklus kedua diperoleh jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 21 siswa atau mencapai 74. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Kecamatan Pitu.19% dan pada siklus ketiga jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 23 siswa atau mencapai 87. Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/ 2009.. wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus.PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 PITU KECAMATAN PITU KABUPATEN NGAWI TAHUN PELAJARAN 2008/2009 ABSTRAK Hastiana Dewi. Diskusi Kelompok.Pd.Pd. Sumber data berasal dari aktivitas pembelajaran berbicara siswa kelas VIIA SMPN I Pitu dengan penerapan metode diskusi kelompok. pelaksanaan (Acting). Pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah observasi. diperoleh hasil analisis data pada siklus pertama jumlah siswa yang berhasil (tuntas) adalah 17 siswa atau mencapai 55%. melalui diskusi kelompok. S. Dari tindakan-tindakan yang dilaksanakan dalam penelitian ini.09%. dokumen atau arsip. tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan (Planning). Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research).Pd. Salah satu teknik diskusi yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa. IKIP PGRI Madiun. melainkan harus secara berkelompok. FPBS. DAFTAR PUSTAKA Abdul Aziz Wahab. mengumpulkan sebanyak-banyaknya bahan diskusi. Kata kunci : Berbicara. 2009. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa metode diskusi kelompok sangat efektif untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara pada siswa kelas VII A SMP Negeri I Pitu. siswa mempelajari terlebih dahulu bahan diskusi. pecan diskusi sangat dominan. II dan III menunjukkan peningkatan dari tiap siklusnya. pengamatan (Observing) dan refleksi (Reflecting). M. Agus Budi Santoso. karena setiap siswa memiliki pesan dan tanggungjawab untuk mempelajari bahan diskusi tersebut bersama kelompok. Hasil dari siklus I. Bandung : Alfabeta. dan bahasa. (II) Elen Inderasari. Pembimbing (1) Drs. kelancaran mengajukan pertanyaan dan respon. Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa kelas VII. keberanian bertanya dan merespon. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara siswa dari segi kuantitas siswa yang bertanya dan merespon. etika bertanya dan merespon. Metode dan Model-Model Mengajar. Dalam hal ini. Peningkatan Kemampuan Berbicara Melalui Metode Diskusi Kelompok Siswa Kelas VIIA SMP Negeri I Pitu Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2008/2009. dan siswa dikondisikan aktif mempelajari bahan diskusi.

html http://haveza.sps.B. Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta. Latar Belakang Masalah Negara Indonesia terdiri dari berbagai suku yang tinggal di beberapa pulau.edul?cat=3&paged=5 MAKALAH PTK : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK Selasa. 25 September 2012 MAKALAH PTK : MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DENGAN MENERAPKAN METODE DISKUSI KELOMPOK Oleh : Marzuki. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi yang dijadikan status sebagai bahasa persatuan sangat penting untuk diajarkan sejak anak-anak. Negara Indonesia memiliki bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.com/feed. Suryasubroto. Proses Belajar Mengajar di Sekolah.Asul Wiyanto.rss http:/find. Diskusi. 2001. Surakarta : Universitas Sebelas Maret http://apadefmisinya. . H. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sangat penting kedudukannya dalam kehidupan masyarakat. Bahasa Indonesia diajarkan sejak kelas 1 SD.com/2008/OS/kumpulan-metodepembelajaranpendampinga.blogspot. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. B. S.Multiply. 1997.upi. 2000. Burhan Nurgiyantoro. Jakarta : Gramedia Widia Sarana Indonesia.Pd BAB I PENDAHULUAN A. Jakarta : Rineka Cipta. Sutopo. Oleh sebab itu.

maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa yaitu dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Berkenaan dengan hal itu. Oleh karena itu. bertukar fikiran dan berbagi pengalaman dengan teman sebayanya selama berada di sekolah. . karena diskusi tersebut dapat dilaksanakan dan diterapkan dengan baik sesuai prosedur di sekolah dasar. Apabila siswa sudah tertarik dengan pembelajaran maka akan dengan mudah meningkatkan prestasi siswa dalam bidang bahasa. bermakna dan dapat digunakan oleh para guru sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik sehingga dapat membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar. maka rumusan masalah dalam penulisan ini adalah 1. Dia juga yang akan selalu dituding oleh masyarakat bila hasil pengajaran bahasa Indonesia di sekolah tidak memuaskan. yakni orang-orang yang tugasnya setiap hari membina pelajaran bahasa Indonesia. meski dikembangkan suatu model pembelajaran bahasa Indonesia yang sederhana. berinteraksi dan bersosialisasi. seperti faktor murid. sistematik. Dia adalah orang yang merasa bertanggung jawab akan perkembangan bahasa Indonesia. Pembelajaran yang menarik akan memikat anak-anak untuk terus dan betah mempelajari Bahasa Indonesia. Faktor-faktor apa saja yang mempengetahui prestasi belajar? 3. kurikulum (termasuk silabus). Apakah ciri-ciri dari penggunaan metode diskusi kelompok? 4. bahan pengajaran dan buku. Dengan diskusi kelompok anak mampu bekerjasama. maka pemilihan metode yang sesuai dengan topik atau pokok bahasan yang akan diajarkan harus betul-betul dipikirkan oleh guru yang akan menyampaikan materi pelajaran. Bagaimanakah langkah penggunaan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. B. disamping faktor-faktor lainya. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. perpustakaan sekolah dan metode pembelajaran. Berhasil atau tidaknya pengajaran bahasa Indonesia memang diantaranya ditentukan oleh faktor guru. Berdasarkan pengalaman dalam proses pembelajaran. penulis ingin memecahkan masalah pembelajaran dengan strategi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Metode pembelajaran jenisnya beragam yang masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan. Diskusi merupakan jantungnya bimbingan kelompok. Apakah pengertian dari metode diskusi kelompok dan pengertian prestasi belajar 2.Bahasa Indonesia erat kaitannya dengan guru bahasa Indonesia. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah sangat mengandalkan penggunaan metode-metode yang aplikatif dan menarik.

C. 2. Ciri-ciri dari penggunaan metode diskusi kelompok? 4. Bagi siswa dapat meningkatkan motivasi belajar. memiliki keberanian untuk meningkatkan pendapat dengan penggunaan metode diskusi kelompok. Langkah penggunaan metode diskusi kelompok dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. diharapkan dapat mengembangkan kebijakan untuk menciptakan budaya sekolah yang memfasilitasi dan memperhatikan kebutuhan siswa. 2. 3. penulisan ini bertujuan untuk mengetahui : 1. . Manfaat Penulisan Penulis mengharapkan dengan hasil penulisan ini dapat: 1. hasil penulisan ini menghasilkan gambaran peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode diskusi kelompok . Tujuan Penulisan Sesuai dengan permasalahan di atas. dapat memiliki keberanian untuk bertanya. Faktor-faktor yang mempengetahui prestasi belajar? 3. Bagi Sekolah. Pengertian metode diskusi kelompok dan pengertian prestasi belajar. Bagi guru pembimbing khususnya dan guru pada umumnya. D.

lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angkat yang diberikan oleh guru. Menurut Winkel (1996: 17) mengemukakan. Pengertian Metode Diskusi Kelompok dan Prestasi Belajar 1. Tujuan dari metode diskusi adalah untuk mengeksplorasi pendapat atau pandangan yang berbeda dan untuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan dalam rapor.BAB II PEMBAHASAN A. 2. Nasution (1996: 17) mengemukakan. membantu teman dalam kelompoknya masing-masing (Suradi. pandangan. Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua. merasa dan berbuat. B. Pembelajaran diskusi kelompok adalah suatu pembelajaran teman sebaya dimana siswa bekerja dalam kelompok yang mempunyai tanggung jawab individual maupun kelompok terhadap ketuntasan tugas-tugas. dan keterampilan. Sutratinah Tirtonegoro (1988: 43) mengemukakan bahwa “Hasil dari pengukuran serta penilaian usaha belajar disebut hasil belajar atau prestasi belajar”. prestasi belajar adalah kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir. prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai bobot yang dicapainya. Dari beberapa uraian di atas dapat kita ketahui bahwa prestasi adalah suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir. 2004). 2008). S. 141. Mereka berlatih ketrampilan-ketrampilan untuk bekerja sama dengan baik. (Sumiati. selalu diikuti dengan pengukuran dan penilaian. Pengertian Metode Diskusi Kelompok Metode diskusi adalah salah satu metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan. Pengertian Prestasi Belajar Dalam setiap kegiatan manusia untuk mencapai tujuan. siswa ditempatkan pada kelompokkelompok diskusi dan tinggal bersama sebagai satu kelompok untuk beberapa minggu atau bulan. yaitu : . Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002: 895) menjelaskan prestasi adalah penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan di mata pelajaran. Pada pembelajaran diskusi kelompok. merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain : 1) Faktor eksternal. Demikian halnya di dalam proses belajar.

orangtua. seperti guru. Menurut Arden N. (2) Lingkungan sosial masyarakat. Ketegangan keluarga. Perilaku yang simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar. 1994). yaitu : (1) Keadaan tonus jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi aktivitas belajar. sifatsifat orangtua. alat-alat peraga. banyak pengangguran dan anak terlantar juga dapat mempengaruhi aktivitas belajar siswa. mendorong. . kakak. Bahwa panca indera dapat dimisalkan sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh ke dalam individu. semuanya dapat memberi dampak terhadap aktivitas belajar siswa. Lingkungan ini sangat mempengaruhi kegiatan belajar. Baiknya fungsi panca indera merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan baik. dan sebagainya yang biasa kita sebut alat-alat pelajaran). atau siang.a) Faktor-faktor non sosial Kelompok faktor ini tak terbilang jumlahnya. (3) Lingkungan sosial keluarga. diskusi atau meminjam alat-alat belajar yang kebetulan belum dimilikinya. Lingkungan siswa yang kumuh. b) Faktor-faktor Psikologi (1) Kecerdasan siswa / intelegensi siswa Semakin tinggi tingkat intelegensi seorang individu. demografi keluarga (letak rumah). 2) Faktor intern yaitu faktor yang berasal dari diri si pelajar Digolongkan menjadi dua golongan yaitu : a) Faktor-faktor Fisiologis Faktor-faktor fisiologis ini masih dapat lagi dibedakan menjadi dua macam. tempat (letaknya. misalnya : keadaan udara. Kondisi lingkungan masyarakat tempat tinggal siswa akan mempengaruhi belajar siswa. Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca inderanya. semakin besar peluag individu tersebut meraih sukses dalam belajar. alat-alat yang dipakai untuk belajar (seperti alat tulis menulis. atau adik yang harmonis akan membantu siswa melakukan aktivitas belajar dengan baik. memberikan arah. b) Faktor-faktor Lingkungan Sosial (1) Lingkungan sosial sekolah. suhu udara. pengelolaan keluarga. (2) Keadaan Fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsifungsi panca indera. metode pengajaran. administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. anak. buku-buku. dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin. cuaca. keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah. pergudangannya). (2) Motivasi Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses dalam diri individu yang aktif. waktu (pagi. ataupun malam). keadaan jasmani yang lelah lain pengaruhnya daripada yang tidak lelah. Hubungan antara anggota keluarga. paling tidak siswa kesulitan ketika memerlukan teman belajar.

Penghargaan lebih berorientasi kelompok ketimbang individu. jenis kelamin yang berbedabeda. tugas dan tujuan khusus tentang subtopik yang telah dipilih pada tahap pertama. Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi. Pembelajaran Diskusi kelompok dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan penting. Langkah-langkah Penggunaan Metode Diskusi Kelompok dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Menurut Sharan dkk (1984). (b) Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. 2. Perencanaan Diskusi kelompok Siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajaran. sedang dan rendah. suku. Ciri-Ciri dalam Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Adapun ciri-ciri dari penggunaan model pembelajaran diskusi kelompok adalah sebagai berikut: 1. (c) Adanya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting. . D. Komposisi kelompok hendaknya heterogen secara akademis maupun etnis. Dalam hal ini siswa memilih lembar kegiatan yang disediakan oleh guru. 2. Pemilihan topik Siswa memilih subtopik dari topik yang dipelajari. penerimaan terhadap keragaman dan pengembangan ketrampilan sosial (Fida Rachmadiati: 2003: 7). Selanjutnya siswa diorganisasikan menjadi empat sampai enam anggota tiap kelompok menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi tugas. C. 3. budaya. yang biasanya ditetapkan oleh guru. Siswa bekerja dalam kelompok secara diskusi kelompok untuk menuntaskan materi belajarnya. yaitu hasil belajar akademik. Implementasi Siswa menerapkan rencana yang telah mereka kembangkan didalam tahap kedua. Analisis dan sintesis Siswa menganalisis dan mengevaluasi informasi yang diperoleh pada tahap ketiga dan merencanakan bagaimana informasi tersebut diringkas dan disajikan sebagai bahan untuk dipresentasikan kepada seluruh kelas. anggota kelompok berasal dari ras. 4. Bilamana mungkin. 3. 1992) yang termasuk dalam motivasi intrinsik untuk belajar antara lain : (a) Dorongan ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas. terdapat enam tahapan Diskusi Kelompok yaitu sebagai berikut: 1.Frandsen (Hayinah. Kegiatan pembelajaran hendaknya melibatkan ragam aktivitas dan ketrampilan yang luas dan hendaknya mengarahkan siswa kepada jenis-jenis sumber belajar yang berbeda baik didalam maupun diluar sekolah. Guru secara ketat mengikuti kemajuan tiap kelompok dan menawarkan bantuan bila diperlukan.

Dari sekian banyak metode pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa lebih baik digunakan metode diskusi kelompok khususnya materi yang membutuhkan pengetahuan konsep. Presentasi hasil final Beberapa kelompok menyajikan hasil penyelidikannya kepada seluruh kelas. Dalam hal ini guru dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran untuk membangkitkan pengetahuan siswa. Evaluasi Siswa dan guru mengevaluasi tiap konstibusi kelompok terhadap kerja kelas sebagai suatu keseluruhan. Adapun maksud metode diskusi kelompok disini adalah suatu pembelajaran teman sebaya dimana siswa bekerja dalam kelompok yang mempunyai tanggung jawab individual maupun kelompok terhadap ketuntasan tugas-tugas. Melalui penerapan metode diskusi kelompok ini hendaknya dimaknai sebagai metode yang efektif dalam pembelajaran.5. merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru. dan keterampilan. 3. Saran 1. sehingga sesama siswa mampu memecahkan masalah. B. faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar siswa) seperti lingkungan dan faktor internal yang berasal dari siswa) seperti minat. 6. dengan tujuan agar siswa yang lain terlibat satu sama lain dalam pekerjaan mereka dan memperoleh perspektif luas pada topik itu. motivasi dan lain-lain. 2. Dalam meningkatkan prestasi belajar. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Dalam menerapkan metode diskusi kelompok hendaknya di lakukan bukan hanya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa tetapi juga untuk meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran. Evaluasi yang dilakukan dapat berupa penilaian individual atau kelompok. intelektual. Metode diskusi kelompok merupakan satu metode pembelajaran agar siswa dapat berbagi pengetahuan. DAFTAR PUSTAKA . 2. Sedangkan prestasi belajar suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir. pandangan.

Pengembangan. Wacana Prima.martiningsih. Martiningsih. (2007). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosda. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta. Surabaya: Unesa University. (2004). (2001). Bandung: CV. (2001). . Roesiyah dkk. Sudjana. [Online]. (2003).blogspot. Pembelajaran Kooperatif. (2007).Fida Rachmadiarti. dan Penilaian. Macam-macam metode pembelajaran http://www. N.com [3 Mei 2012] . Jakarta: Rineka Cipta Rudi Susilana. Media Pembelajaran: Hakikat. Strategi Belajar Mengajar. Tersedia: Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Pemanfaatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful