P. 1
Tugas Batu Saluran Kemih

Tugas Batu Saluran Kemih

|Views: 57|Likes:
Batu Saluran Kemih
Batu Saluran Kemih

More info:

Published by: Astri Sulastri Prasasti on Aug 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2014

pdf

text

original

PENDAHULUAN Di Indonesia penyakit batu saluran kemih masih menempati porsi terbesar dari jumlah pasien di klinik urologi

. Insidensi dan prevalensi yang pasti dari penyakit ini di Indonesia belum dapat ditetapkan secara pasti. Dari data dalam negeri yang pernah dipublikasi didapatkan peningkatan jumlah penderita batu ginjal yang mendapat tindakan di RSUPN-Cipto Mangunkusumo dari tahun ke tahun mulai 182 pasien pada tahun 1997 menjadi 847 pasien pada tahun 2002, peningkatan ini sebagian besar disebabkan mulai tersedianya alat pemecah batu ginjal non-invasif ESWL (Extracorporeal shock wave lithotripsy) yang secara total mencakup 86% dari seluruh tindakan (ESWL, PCNL, dan operasi terbuka).(1) Dari data di luar negeri didapatkan bahwa resiko pembentukan batu sepanjang hidup (life time risk) dilaporkan berkisar 5-10% (EAU Guidelines). Laki-laki lebih sering dibandingkan wanita (kira-kira 3:1) dengan puncak insidensi antara dekade keempat dan kelima, hal ini kurang lebih sesuai dengan yang ditemukan di RSUPN-CM. (1) Kekambuhan pembentukan batu merupakan masalah yang sering muncul pada semua jenis batu dan oleh karena itu menjadi bagian penting perawatan medis pada pasien dengan batu saluran kemih. DEFINISI Batu Saluran Kemih (BSK) adalah penyakit dimana didapatkan masa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih baik saluran kemih atas (ginjal dan ureter) dan saluran kemih bawah (kandung kemih dan uretra), yang dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih dan infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Batu ini terbentuk dari pengendapan garam kalsium, magnesium, asam urat, atau sistein.18 BSK dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur. Batu yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala dan biasanya dapat keluar bersama dengan urine ketika berkemih. Batu yang berada di saluran kemih atas (ginjal dan ureter) menimbulkan kolik dan jika batu berada di saluran kemih bagian bawah (kandung kemih dan uretra) dapat menghambat buang air kecil. Batu yang menyumbat ureter, pelvis

1

renalis maupun tubulus renalis dapat menyebabkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang yang menjalar ke perut juga daerah kemaluan dan paha sebelah dalam). Hal ini disebabkan karena adanya respon ureter terhadap batu tersebut, dimana ureter akan berkontraksi yang dapat menimbulkan rasa nyeri kram yang hebat.19 SISTEM KEMIH Sistem kemih (urinearia) adalah suatu sistem tempat terjadinya proses penyaringan darah dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat- zat yang tidak di pergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air kemih). 20 Sistem kemih terdiri atas saluran kemih atas (sepasang ginjal dan ureter), dan saluran kemih bawah (satu kandung kemih dan uretra).21 Gambar sistem saluran kemih pada manusia dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1. Sistem Saluran Kemih Pada Manusia Saluran Kemih Atas 1. Ginjal Dalam keadaan normal, manusia memiliki 2 ginjal. Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya sekitar 2,5 cm (kurang lebih sebesar kepalan tangan). 23 Ginjal adalah organ yang berfungsi sebagai penyaring darah yang terletak di bagian belakang kavum abdominalis di belakang peritoneum melekat langsung pada

2

dinding belakang abdomen.20 Setiap ginjal memiliki ureter, yang mengalirkan air kemih dari pelvis renalis (bagian ginjal yang merupakan pusat pengumpulan air kemih) ke dalam kandung kemih.23 Setiap ginjal terdiri atas 1-4 juta nefron.21 Selama 24 jam dapat menyaring darah 170 liter. 20 Fungsi yang lainnya adalah ginjal dapat menyaring limbah metabolik, menyaring kelebihan natrium dan air dari darah, membantu mengatur tekanan darah, pengaturan vitamin D dan Kalsium.18 Ginjal mengatur komposisi kimia dari lingkungan dalam melalui suatu proses majemuk yang melibatkan filtrasi, absorpsi aktif, absorpsi pasif, dan sekresi. Filtrasi terjadi dalam glomerulus, tempat ultra filtrate dari plasma darah terbentuk. Tubulus nefron, terutama tubulus kontortus proksimal berfungsi mengabsorpsi dari substansi-substansi yang berguna bagi metabolisme tubuh, sehingga dengan demikian memelihara homeostatis lingkungan dalam. Dengan cara ini makhluk hidup terutama manusia mengatur air, cairan intraseluler, dan keseimbangan osmostiknya.21Gangguan fungsi ginjal akibat BSK pada dasarnya akibat obstruksi dan infeksi sekunder. Obstruksi menyebabkan perubahan struktur dan fungsi pada traktus urinearius dan dapat berakibat disfungsi atau insufisiensi ginjal akibat kerusakan dari parenkim ginjal. 18 Berikut ini adalah gambar anatomi ginjal normal dan ginjal dengan BSK :

Gambar 2. Anatomi Ginjal Normal dan Ginjal dengan BSK 2. Ureter Ureter merupakan saluran kecil yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih (vesica urinearia), dengan panjang ± 25-30 cm, dengan

3

sehingga dapat mengembang dan mengkerut.23 Dalam menampung air kemih kandung kemih mempunyai kapasitas maksimal yaitu untuk volume orang dewasa lebih kurang adalah 30-450 ml. di titik saat melewati pinggiran pelvis. Apabila kandung kemih telah penuh. BSK dapat tersangkut dalam ureter di ketiga tempat tersebut.3 Kandung kemih bersifat elastis. Pada saat itu.5 cm. sfingter lainnya yang terletak diantara kandung kemih dan uretra akan membuka dan akan diteruskan keluar melalui uretra.20 Saluran ini menyempit di tiga tempat yaitu di titik asal ureter pada pelvis ginjal. Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong air kemih masuk ke dalam kandung kemih (vesica urinearia). secara bersamaan dinding 4 . lapisan sebelah dalam merupakan lapisan mukosa. Sfingter adalah suatu struktur muskuler (berotot) yang dapat membuka dan menutup sehingga dapat mengatur kapan air kemih bisa lewat menuju ke dalam kandung kemih. 22 Dimana ukurannya secara bertahap membesar ketika sedang menampung jumlah air kemih yang secara teratur bertambah.18 Lapisan dinding ureter terdiri dari dinding luar berupa jaringan ikat (jaringan fibrosa). maka akan dikirim sinyal ke otak dan menyampaikan pesan untuk berkemih. Ketika kosong atau setengah terdistensi. dan di titik pertemuannya dengan kendung kemih. Kandung Kemih Kandung kemih merupakan kantong muscular yang bagian dalamnya dilapisi oleh membran mukosa dan terletak di depan organ pelvis lainnya sebagai tempat menampung air kemih yang dibuang dari ginjal melalui ureter yang merupakan hasil buangan penyaringan darah.penampang ± 0.18 Saluran Kemih Bawah 1. kandung kemih terletak pada pelvis dan ketika lebih dari setengah terdistensi maka kandung kemih akan berada pada abdomen di atas pubis. Air kemih yang secara teratur tersebut mengalir dari ureter akan di tampung dan terkumpul di dalam kandung kemih. lapisan tengah terdiri dari lapisan otot polos.20 Setiap ureter akan masuk ke dalam kandung kemih melalui suatu sfingter. Selama berkemih. yang mengakibatkan nyeri (kolik ureter).

Pada laki-laki uretra berjalan berkelok-kelok melalui tengah-tengah prostat kemudian menembus lapisan fibrosa yang menembus tulang pubis ke bagian penis panjangnya ± 20 cm. 5 . gangguan metabolik. Faktor intrinsik. dehidrasi.20 Pada wanita. Uretra membranosa merupakan saluran yang paling pendek dan paling dangkal. panjangnya ± 3-4 cm. uretra terletak di belakang simfisis pubis berjalan miring sedikit kearah atas. Secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih pada seseorang.kandung kemih berkontrasksi yang menyebabkan terjadinya tekanan sehingga dapat membantu mendorong air kemih keluar menuju uretra. uretra membranosa. dan uretra kavernosa. Uretra wanita jauh lebih pendek daripada uretra laki-laki. Muara uretra pada wanita terletak di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan uretra disini hanya sebagai saluran ekskresi. Faktor-faktor itu adalah faktor intrinsik yaitu keadaan yang berasal dari tubuh seseorang dan faktor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan di sekitarnya. dengan bentuk seperti kumparan yang bagian tengahnya lebih luas dan makin ke bawah makin dangkal kemudian bergabung dengan uretra membranosa.20 PATOFISIOLOGI/ ETIOLOGI Pembentukan BSK diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urine. Uretra kavernosa merupakan saluran terpanjang dari uretra dengan panjang kira-kira 15 cm.18 2. meliputi: a) Herediter (keturunan) b) Umur (paling sering didapatkan pada usia 30–50 tahun) c) Jenis kelamin jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan. infeksi saluran kemih. Uretra Saluran kemih (uretra) merupakan saluran sempit yang berpangkal pada kandung kemih yang berfungsi menyalurkan air kemih keluar. Uretra prostatika merupakan saluran terlebar dengan panjang 3 cm. 1. dan keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Uretra pada laki-laki terdiri dari uretra prostatika.

Beberapa faktor ekstrinsik diantaranya adalah: a) Geografi pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stone belt (sabuk batu) b) Iklim dan temperatur c) Asupan air kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi. Apabila kelarutan suatu produk tinggi dibandingkan titik supersaturasi sehingga menimbulkan terbentuknya kristal dan pada akhirnya akan terbentuk batu.2. fisika maupun gabungan fisiko kimiawi.25 1. Berdasarkan faktor fisiko kimiawi dikenal teori pembentukan batu. Teori Fisiko Kimiawi Prinsip dari teori ini adalah terbentuknya BSK karena adanya proses kimia. Tingkat saturasi dalam air kemih tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah bahan pembentuk 6 . Supersaturasi dan kristalisasi dapat terjadi apabila ada penambahan suatu bahan yang dapat mengkristal di dalam air dengan pH dan suhu tertentu yang suatu saat akan terjadi kejenuhan dan terbentuklah kristal. yaitu: a. oksalat. Teori Supersaturasi Supersaturasi air kemih dengan garam-garam pembentuk batu merupakan endapannya dasar maka terpenting terjadi dan merupakan syarat terjadinya pengendapan. Dari hal tersebut diketahui bahwa terjadinya batu sangat dipengaruhi oleh konsentrasi bahan pembentuk batu di saluran kemih. Sampai sekarang banyak teori dan faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan BSK yaitu : 2. dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih d) Diet diet banyak purin.24. dan kalsium mempermudah terjadinya penyakit batu saluran kemih. e) Pekerjaan sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas (sedentary life).

karena sitrat akan bereaksi dengan kalsium membentuk kalsium sitrat yang dapat larut dalam air. Keadaan ini disebut nukleasi heterogen dan merupakan kasus yang paling sering yaitu kristal kalsium oksalat yang menempel pada kristal asam urat yang ada. Matriks tersebut merupakan bahan yang merangsang 7 . pembentukan kompleks dan pH air kemih. sedangkan pada individu lain tidak. Sitrat terdapat pada hampir semua buah-buahan tetapi kadar tertinggi pada jeruk. Inhibitor mencegah terbentuknya kristal kalsium oksalat dan mencegah perlengketan kristal kalsium oksalat pada membaran tubulus. Teori Epitaksi Pada teori ini dikatakan bahwa kristal dapat menempel pada kristal lain yang berbeda sehingga akan cepat membesar dan menjadi batu campuran. meskipun sama-sama terjadi supersanturasi. Pada inhibitor anorganik terdapat bahan pirofosfat dan Zinc. Teori Tidak Adanya Inhibitor Dikenal 2 jenis inhibitor yaitu organik dan anorganik. tetapi juga oleh kekuatan ion. Teori Matrik Di dalam air kemih terdapat protein yang berasal dari pemecahan mitokondria sel tubulus renalis yang berbentuk laba-laba. Hal tersebut yang dapat menjelaskan mengapa pada sebagian individu terjadi pembentukan BSK. menempel kristal batu yang seiring waktu batu akan semakin membesar. Pada benang timbulnya batu. heksana 10%. Pada inhibitor organik terdapat bahan yang sering terdapat dalam proses penghambat terjadinya batu yaitu asam sitrat. d.BSK yang larut. dan tammahorsefall glikoprotein sedangkan yang jarang terdapat adalah gliko-samin glikans dan uropontin. heksosamin 2-5% sisanya air. Benang seperti labalaba terdiri dari protein 65%. Inhibitor yang paling kuat adalah sitrat. nefrokalsin. b. c. Kristal batu oksalat maupun kalsium fosfat akan menempel pada anyaman tersebut dan berada di sela-sela anyaman sehingga terbentuk batu.

yaitu : a. Pengaruh infeksi pada pembentukan BSK adalah teori terbentuknya batu survit dipengaruhi oleh pH air kemih > 7 dan terjadinya reaksi sintesis ammonium dengan molekul magnesium dan fosfat sehingga terbentuk magnesium ammonium fosfat (batu survit) misalnya saja pada bakteri pemecah urea yang menghasilkan urease. Pada penderita hipertensi aliran turbelen tersebut berakibat 8 . Enterobakter. 2. Teori Vaskuler 2. Bakteri ini tergolong gram negatif dan sensitif terhadap tetrasiklin. Teori Infeksi Teori terbentuknya BSK juga dapat terjadi karena adanya infeksi dari kuman tertentu. maka Stoller mengajukan teori vaskuler untuk terjadinya BSK.20 Pada penderita BSK sering didapat penyakit hipertensi dan kadar kolesterol darah yang tinggi. Hal ini disebabkan aliran darah pada papilla ginjal berbelok 180˚ dan aliran darah berubah dari aliran laminer menjadi turbulensi. Teori Kombinasi Banyak ahli berpendapat bahwa BSK terbentuk berdasarkan campuran dari beberapa teori yang ada. Klebsiella. Teori pengaruh infeksi lainnya adalah teori nano bakteria dimana penyebab pembentukan BSK adalah bakteri berukuran kecil dengan diameter 50-200 nanometer yang hidup dalam darah. dan Staphiloccocus. kemudian kristal kalsium oksalat akan menempel yang lama kelamaan akan membesar. Dimana dinding pada bakteri tersebut dapat mengeras membentuk cangkang kalsium kristal karbonat apatit dan membentuk inti batu. Hipertensi Pada penderita hipertensi 83% mempunyai perkapuran ginjal sedangkan pada orang yang tidak hipertensi yang mempunyai perkapuran ginjal sebanyak 52%. ginjal dan air kemih.18. Dilaporkan bahwa 90% penderita BSK mengandung nano bakteria. Serratia. f. Bakteri yang menghasilkan urease yaitu Proteus spp.e. Pseudomonas.

batu kalsium fosfat atau campuran dari kedua unsur tersebut.terjadinya pengendapan ion-ion kalsium papilla (Ranall’s plaque) disebut juga perkapuran ginjal yang dapat berubah menjadi batu. dan sistin.12 KLASIFIKASI BATU SALURAN KEMIH Komposisi kimia yang terkandung dalam batu ginjal dan saluran kemih dapat diketahui dengan menggunakan analisis kimia khusus untuk mengetahui adanya kalsium. Pada proses nukleasi. Analisis batu yang memadai akan membantu memahami mekanisme patogenesis BSK dan merupakan tahap awal dalam penilaian dan awal terapi pada penderita BSK. amonium. fosfat. diduga dua proses yang terlibat dalam BSK yakni supersaturasi dan nukleasi. karbonat. yaitu ketika volume urine dan kimia urine yang menekan pembentukan menurun. Batu kalsium3. asam urat oksalat. Batu ini kadang-kadang di jumpai dalam bentuk murni atau juga bisa dalam bentuk campuran. Kolesterol Adanya kadar kolesterol yang tinggi dalam darah akan disekresi melalui glomerulus ginjal dan tercampur didalam air kemih. natrium hidrogen urat. Supersaturasi terjadi jika substansi yang menyusun batu terdapat dalam jumlah yang besar dalam urine. Menurut Hardjoeno (2006).26 Kalsium adalah jenis batu yang paling banyak menyebabkan BSK yaitu sekitar 70%-80% dari seluruh kasus BSK. 1. magnesium. asam urat dan kristal hidroksipatit membentuk inti. Terbentuknya batu tersebut diperkirakan terkait dengan kadar kalsium yang tinggi 9 . Adanya butiran kolesterol tersebut akan merangsang agregasi dengan kristal kalsium oksalat dan kalsium fosfat sehingga terbentuk batu yang bermanifestasi klinis (teori epitaksi). misalnya dengan batu kalsium oksalat. b. Proses ini dinamakan nukleasi heterogen. Ion kalsium dan oksalat kemudian merekat (adhesi) di inti untuk membentuk campuran batu.

3 Lebih kurang 5-10% penderita BSK dengan komposisi asam urat. sistin. mudah hancur daripada whewellite. Pasien biasanya berusia > 60 tahun.di dalam urine atau darah dan akibat dari dehidrasi. Kombinasi kalsium dan magnesium menjadi weddllite (dehidrat) yaitu batu berwarna kuning. 10 . Batu kalsium terdiri dari dua tipe yang berbeda. disebabkan karena gangguan ginjal. b. Batu asam urat ini adalah tipe batu yang dapat dipecah dengan obat-obatan.18. dan Staphiloccocus. lysin dan ornithine berkurang. Klebsiella. Infeksi saluran kemih terjadi karena tingginya konsentrasi ammonium dan pH air kemih >7. Kuman yang termasuk pemecah urea di antaranya adalah : Proteus spp. Reabsorbsi asam amino. 3. Serratia. Merupakan batu yang paling jarang dijumpai dengan frekuensi kejadian 12%. Batu asam urat26. warna cokat/ hitam dengan konsentrasi asam oksalat yang tinggi pada air kemih. karena terbentuknya batu ini disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. 2. Whewellite (monohidrat) yaitu . Ukuran batu asam urat bervariasi mulai dari ukuran kecil sampai ukuran besar sehingga membentuk staghorn (tanduk rusa). 4. Kegemukan. peminum alkohol. dan diet tinggi protein mempunyai peluang lebih besar menderita penyakit BSK. Batu struvit (magnesium-amonium fosfat) 3.26 Batu struvit disebut juga batu infeksi. Sebanyak 90% akan berhasil dengan terapi kemolisis. karena keadaan tersebut dapat meningkatkan ekskresi asam urat sehingga pH air kemih menjadi rendah. yaitu: a. batu berbentuk padat. Batu asam urat dibentuk hanya oleh asam urat. Kuman penyebab infeksi ini adalah golongan kuman pemecah urea atau urea splitter yang dapat menghasilkan enzim urease dan merubah urine menjadi bersuasana basa melalui hidrolisis urea menjadi amoniak. Enterobakter. Batu Sistin18. arginin.26 Batu Sistin terjadi pada saat kehamilan. Pseudomonas. Pada batu struvit volume air kemih yang banyak sangat penting untuk membilas bakteri dan menurunkan supersaturasi dari fosfat. Ditemukan sekitar 15-20% pada penderita BSK Batu struvit lebih sering terjadi pada wanita daripada laki-laki.

dan biasanya air kemih disertai dengan darah. Infeksi biasanya disertai gejala demam. Rasa Nyeri Lokasi nyeri tergantung dari letak batu.pembentukan batu terjadi saat bayi. Memerlukan pengobatan seumur hidup. tekanan darah rendah. dan edema. terjadi obstruksi yang dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi piala ginjal serta ureter proksimal. pembentukan batu dapat juga terjadi pada individu yang memiliki riwayat batu sebelumnya atau pada individu yang statis karena imobilitas. diet mungkin menyebabkan pembentukan batu. Bila nyeri mendadak menjadi akut. beberapa batu jika ada gejala tetapi hanya sedikit dan secara perlahan akan merusak unit fungsional (nefron) ginjal. pengenceran air kemih yang rendah dan asupan protein hewani yang tinggi menaikkan ekskresi sistin dalam air kemih. Rasa nyeri yang berulang (kolik) tergantung dari lokasi batu. Disebabkan faktor keturunan dan pH urine yang asam. disertai nyeri tekan diseluruh area kostovertebratal. dan kolik yang menyebar ke paha dan genitalia. namun hanya sedikit urine yang keluar. Infeksi 11 . tidak jarang disertai mual dan muntah. 3. Pasien sering ingin merasa berkemih.29 1. Gejala ini disertai jantung berdebar.28 Gejala klinis yang dapat dirasakan yaitu : 3. akut. Selain karena urine yang sangat jenuh. maka pasien tersebut sedang mengalami kolik ginjal. maka pasien tersebut mengalami kolik ureter. Ketika batu menghambat aliran urine. 2. dan gejala lainnya adalah nyeri yang luar biasa (kolik). Namun.28. Batu yang berada di ureter dapat menyebabkan nyeri yang luar biasa. Demam Demam terjadi karena adanya kuman yang beredar di dalam darah sehingga menyebabkan suhu badan meningkat melebihi batas normal. menggigil. MANIFESTASI KLINIS Manisfestasi klinik adanya batu dalam saluran kemih bergantung pada adanya obstruksi. dan pelebaran pembuluh darah di kulit. infeksi. dan dysuria.

Serratia. Klebsiella. Mual dan muntah Obstruksi saluran kemih bagian atas (ginjal dan ureter) seringkali menyebabkan mual dan muntah. DIAGNOSIS Selain dari anamnesis dan pemeriksaan fisik untuk menegakkan diagnosis. Infeksi yang terjadi di saluran kemih karena kuman Proteus spp. 4. dan Staphiloccocus. dan penunjang lain untuk menentukan kemungkinan adanya obstruksi saluran kemih.BSK jenis apapun seringkali berhubungan dengan infeksi sekunder akibat obstruksi dan statis di proksimal dari sumbatan. infeksi dan gangguan faal ginjal. karakteristik nyeri. Keluhan nyeri harus dikejar mengenai onset kejadian. Pseudomonas. penyakit batu ginjal perlu didukung dengan pemeriksaan radiologik. dapat disertai takikardi. Enterobakter. riwayat muntah. penyebaran nyeri. aktivitas yang dapat membuat bertambahnya nyeri ataupun berkurangnya nyeri. gross hematuria. 5. Hematuria dan kristaluria Terdapatnya sel darah merah bersama dengan air kemih (hematuria) dan air kemih yang berpasir (kristaluria) dapat membantu diagnosis adanya penyakit BSK. Anamnesis Anamnesa harus dilakukan secara menyeluruh. Bisa didapatkan nyeri ketok pada daerah kostovertebra. dan nausea. Penderita dengan riwayat batu sebelumnya sering mempunyai tipe nyeri yang sama. laboratorium. berkeringat. tanda 12 . Masa pada abdomen dapat dipalpasi pada penderita dengan obstruksi berat atau dengan hidronefrosis.5 Pemeriksaan Fisik Penderita dengan keluhan nyeri kolik hebat. dan riwayat nyeri yang sama sebelumnya.

Bj urine. leukemia. bakteri (nitrit). pH urin normal berkisar antar 4.  Bj urin : Pemeriksaan berat jenis urin bertalian dengan faal pemekatan ginjal dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan memakai falling drop. trombosit. Trombosit) : Penilaian dasar komponen sel darah yangdilakukan dengan menentukan jumlah sel darah dan trombosit. sedangkan untuk mencegah terbentuknya batu urat atau oksalat pH urin sebaiknya dipertahankan basa. 13 .gravimetri. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan laboratorium rutin meliputi: sedimen urin / tes dipstik untuk mengetahui seleritrosit. sebaiknya diperiksa natrium dan kalium darah. dan kultur urin. dan vasodilatasi kutaneus dapat ditemukan pada pasien dengan urosepsis. dan karakteristik seldarah perifer. persentase dari setiap jenissel darah putih dan kandungan hemoglobin (Hb).Leukosit. sebaiknya diperiksa kadar kalsium dan asam urat darah. Demam.Ht. Urine rutin (pH. diperiksa kreatinin serum. Pada keadaan muntah. lekosit. b. karena dapat memberi kesan tentang keadaan dalam badan. leukosit.gagal ginjal dan retensi urin. Untuk mengetahui fungsi ginjal. Selain itu penetapan pH pada infeksi saluran kemihdapat memberi petunjuk ke arah etiologi. hitungleukosit sel B. reaksi inflamasi dan infeksi. sedangkan pada infeksi dengan kuman Proteusyang dapat merombak ureum menjadi atnoniak akan menyebabkan urin bersifat basa.5 -. sedimen urine)  PH urin : Penetapan pH diperlukan pada gangguan k e s e i m b a n g a n a s a m b a s a . Untuk mencari faktor risiko metab0lik. Dalam pengobatan batu karbonat atau kalsium fosfat urin dipertahankanasam. sebaiknya diperiksa C-reactive protein. Pada infeksi oleh Escherichia coli biasanya urin bereaksi asam.8. Hematologi rutin meliputi pemeriksaanHb. eritrosit. dan nilai-nilai MC.5. a. menggunakan pikno meter. hipertensi.0. dan pH urin. Manfaat pemeriksaanuntuk mengevaluasi anemia. Darah rutin (Hb.3 Pemeriksaan penunjang 1. hematokrit. Pada keadaan demam.

oksalat. c. Sedimen urine (kristal): Kristal dalam urin tidak ada h u b u n g a n l a n g s u n g dengan batu di dalam saluran kemih. menunjukkan bahwa faal pemekat ginjal baik.Sedangkan berat jenis urin kurang dari 1. PemeriksaanRadiografiimaging Pemeriksaan radiologi wajib dilakukan pada pasien yang dicurigai mempunyai batu. Urin sewaktu yang mempunyai berat jenis 1. ureter dan kandung kemih (KUB) ditambah USG atau excretory pyelography(Intravenous Pyelography. Excretory pyelography tidak boleh dilakukan hipotermi.Hampir semua batu saluran kemih (98%) merupakan batu radioopak. d. kecepatan metabolisme dan kepekatan urin. Berat jenis urinherhubungan erat dengan diuresa. y a n g menahun. Terdapatnya unsur tersebut tergantung dari jenismakanan. alkalosis dan kegagalan ginjal 14 . triplef o s f a t dan bahan amorf merupakan k r i s t a l y a n g s e r i n g d i t e m u k a n d a l a m sedimen dan tidak mempunyai arti. Untuk mencari faktor penyebab timbulnya batu saluran kemih (antara lain kadar : kalsium. karena kristal-kristal itu merupakan hasilmetabolisme yang normal. makin besar diuresa makin rendah berat jenisnya dan sebaliknya. jadi berat jenis bertalian dengan faal pemekat ginjal. Creatinin) Bertujuan untuk mencari kemungkinan penurunan fungsi ginjal dan untuk mempersiapkan pasien menjalani pemeriksaan foto IVP. fosfat maupun urat didalam darah maupun urine).020 atau lebih.003 -.009 dapat disebabkan oleh intake c a i r a n y a n g berlebihan. Berat jenis urin sewaktu pada orang normal antara 1. IVP).1. Kristal asam urat.030. Kadar elektrolit. Makin pekat urin makin tinggi berat jenisnya. Faal ginjal (Ureum. kristal leucin.refraktometer dan reagens 'pita'. kalsium oksalat. Keadaan ini dapat dijumpai pada penderita dengan demam dan dehidrasi. Disamping itu mungkin didapatkan kristal lain yang berasal dari obat-obatan ataukristal-kristal lain seperti kristal tirosin. banyak makanan. 2. Pada kasus ini. Pemeriksaan rutin meliputi foto abdomen dariginjal. diagnosis ditegakkan melalui radiografi.

kandung kemih. Ultrasonografi(USG) USG umumnya digunakan untuk evaluasi ginjal. dan tidak dapat membedakan batu kalsifikasi dan batu radiolusen. Pemeriksaan ini diperlukan pada perempuan hamil dan pasien yang alergikontras radiologi.USG berguna untuk menilai ukuran ginjal dan pertumbuhannya. FotoPolosAbdomen Sebuah uroradiologis diambil dengan film polos abdomen. Ultrasound memberikan metode yang efektif dalam membedakankista jinak dari kortikal yang berpotensi ganas dalam bentuk lesi ginjal yang solid.  Kontraindikasi: tidakada  Kelebihan : Dapat menunjukkan ukuran . dan penis. a. Hal ini adalah pemeriksaan sederhana. prostat. ginjal korteks neoplasma (termasuk karsinoma). Diagnosis banding untuk massa ginjal echogenic termasuk batu ginjal. posisi umumnya radiograf awal di Ini mungkin menunjukkan pemeriksaan penunjang radiologis. 15 . Ultrasound juga dapat digunakan untuk melihat kista yang sulit terdeteksi pada CT misalnya kista hyperdenseatau kista denganseptations tipis. danmyelomatosis. bentuk dan posisi batu.pada pasien dengan alergi media kontras. Dapat diketahui adanya batu radiolusen dan dilatasi sistem ductus kolektikus. b. testis.dan biasanya terlentang. Semua massa ginjal echogenic harus dapat dihubungkan denganriwayat klinis. dan yang kurang umumabses dan hematoma.  Indikasi : menemukan dan menentukan letak massa dalam rongga perut dan pelvis.  Kekurangan : Keterbatasan pemeriksaan ini adalah kesulitan untuk menunjukkan batu ureter.dapat membedakan kista dengan massa yang solid. dan jika perludikonfirmasi dengan modalitas pencitraan yang lain atau follow upUSG. USG ginjal berguna dalamdeteksi dari massa ginjal.angiomyolipomas. Karenayang paling umum lesi ginjal adalah kista kortikal yang sederhana dan USG adalah metodeyang efektif untuk mengkonfirmasi diagnosis ini. pengobatan metformin. seperti urografi intravena. kreatinin serum > 2 mg/dL.

Pemeriksaan ini bertujuan menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal. Pada anak yang lebih dari 2 tahun. Pemeriksaan ini tidak dapat membedakan batu dalam ginjal dan luar ginjal. Pemeriksaan ini membutuhkan waktucukup lama dan harus dilakukan dengan hati-hati karena kemungkinan alergi terhadap kontras. trauma dengan  Kelebihan : Dapat menunjukkan ukuran.  Indikasi : Kecurigaan adanya batu disaluran kencing.  Indikasi : curiga batu. kecurigaan tumor/keganasan traktus urinarius.gangguan gastrointestinal.  Kontraindikasi : wanita hamil batu radioopak/kalsifikasi  Keterbatasan pemeriksaan foto sinar tembus abdomen adalah tidak dapat untuk menentukan batu radiolusen. panjang normal ginjal kira-kira sama dengan jarak dari atas L1 sampai bagian bawah L4. jumlah.kalsifikasi abnormal. Ginjal dewasa rata-rata adalah sekitar 12-14 cm. c. gross hematuria. Tindak lanjut setelah prosedur penempatan perangkat seperti stent ureter dantabung nasogastrik atau nasointestinal untuk penentuan posisi yang tepat. sehingga ukuran. bentuk. Panjang dari ginjal adalah yang paling banyak digunakandan paling mudah untuk pengukuran radiografi. Selain it uIVP dapat mendeteksi adanya batu semiopak ataupun batu non opak yang tidak dapat terlihat oleh foto polos abdomen. atau besar jaringan lunak massa. Ukuran ginjaldewasa normal sangat bervariasi.kelainan. pasca trauma deselerasi dengan hematuria yang bermakna. dapat membedakan 16 . dan posisi bisa dinilai. bentuk dan posisi batu. Jika IVP belum dapat menjelaskan keadaan sistemsaluran kemih akibat adanya penurunan fungsi ginjal. infeksi traktus urinarius yang berulang setelah terapi antibiotik yang adekuat. sebagai penggantinya adalah pemeriksaan pielografi retrograd. batu kecil dan batu yang tertutup bayangan struktur tulang. Intra-VenousPielografi(IVP) IVP memiliki sensitivitas 64% dan spesifisitas 92%. Garis Ginjal biasanya bisa dilihat pada film biasa.

Retrograde pyelografi Pemeriksaan ini dilakukan apabila sistem urinary sudah tidak berfungsi.jejas di flank dengan riwayat shock.  Kontraindikasi : Pasien yang alergi terhadap komponen kontras (iodine).  Kontraindikasi : Urethritis merupakan kontra indikasi absolute karena dapat menyebarkan infeksi padatractus urinari distal dan proximal. dan shok telah stabil. USG dan renogram. mengkonsumsi metformin. Penggunaan media kontras dalam IVP dapat menyebabkan efek alergi pada pasien. d.  Kekurangan : Selalu ada kemungkinan terjadinya kanker akibat paparan radiasi yang diperoleh. Peradangan yang terjadi akan sulit untuk diobati. mengkonsumsi metformin .  Kelebihan :IVP memberikan gambaran dan informasi yang jelas-dapat mendiagnosa dan memberikan pengobatan yang tepat mulai dari adanya batu ginjal hingga kanker tanpa harus melakukan pembedahan . kehamilan.  Indikasi : Stricture uretra-Batu uretra-Renal pelvic neoplasm-Renal calculi-Ureteric fistule.  Persiapan pasien sama seperti persiapan pada pemeriksaan BNO-IVP.Media kontras dimasukkan berbalik atau melawan jalannya alur sistem urinaria melaluisistem pelviocaliceal dengan memasang kateter. yakni : Hasil ureum dan creatinin normal. satu hari sebelum 17 . Jika kadar kreatinin lebih dari 2mg/dL maka dilakukan BNO. Diagnosa kelainan tentang kerusakan dan adanya batu pada ginjal dapatdilakukan.Tidak dapat dilakukan pada wanita hamil. menilai/evaluasi/follow up tindakan urologis sebelumnya. Stricture uretra bukan kontra indikasi absolute. namun pemasukan kateter dapat memperparah keadaan. yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pengobatan lanjut.-Radiasi relative rendah dan relative aman.  Syarat :Syarat BNO-IVP adalah keatinin kurang dari 2 mg/dl. metformin harus stop minum metformin minimal 48 jam sebelum BNO-IVP dan minum metformin lagi setelah 72 jam.

12 jam sebelum pemeriksaan pasien pencahar.8 Selama puasa pasien dinjurkan untuk tidak merokok. Tidak seperti ultrasound. baik batu buram dan non-opak radial di ureter dengan mudah dapat ditunjukkan dan untuk mengidentifikasi penyebabobstruksi saluran kemih oleh CT Scan. CT Scan dapat menggambarkan ureter seluruh dan membedakan antara berbagai penyebab obstruksi saluran kemih. CT Scanmemiliki kemampuan untuk mendeteksi kalkuli radiolusen seperti batu asam urat. CT scan CT Scan tanpa kontras (unenhanced) merupakan pemeriksaan terbaik untuk diagnosis nyeri pinggang akut. 18 .Dan CT Scan merupakan ”gold standard” dalam mendiagnosa batu saluran kemih. CT Scan tanpakontras tersedia luas di negara-negara maju dan juga dapat memberikan informasimengenai abnormalitas di luar saluran kemih. sensitivitasnya mencapai 100% dan spesifisitas 98%. e.misalnya bubur kecap. selanjutnya pasien puasa pemeriksaan selesai dilakukan. CT Scan dapat mendeteksi batu sekecil 3 mm.pemeriksaan. sebelum pemeriksaan dimulai pasien buang air kecil untuk mengosongkan blass. minum obat pasien makan makanan yang lunak/rendah sehingga serat. dan banyak bicara untuk meminimalisasi udara dalam usus. Computed Tomography (CT) Scan telahmengambil kepentingan yang lebih besar dan meningkatkan berkaitan dengan urolitiasis. Oleh karena itu.

atau melakukan intervensi aktif. Hal ini berkaitan dengan teknik pembedahan (insisi). maka saat ini untuk keperluan alternatif terapi. gangguan fungsi ginjal ) dan komposisi batu.Komposisi batu ureter sama dengan komposisi batu saluran kencing pada umumnya yaitu sebagian besar terdiri dari garam kalsium. untuk keperluan penanganan batu ureter. Namun dengan berkembangnya terapi minimal invasif untuk batu ureter. Misalnya cukup di lakukan observasi. dan muara ureter di dinding buli. Yaitu ureter proksimal (dari UPJ sampai bagian atas sakrum). persilangan ureter dengan vasa iliaka. ukuran batu. adanya komplikasi (obstruksi. Terdapat tiga penyempitan sepanjang ureter yang biasanya menjadi tempat berhentinya batu yang turun dari kalik yaitu ureteropelvic junction (UPJ). seperti kalsium oksalat monohidrat dan kalsium oksalat dihidrat. menunggu batu keluar spontan.BATU URETER Latar Belakang Batu ureter pada umumnya adalah batu yang terbentuk di dalam sistim kalik ginjal. Hal ini yang akan menentukan macam penanganan yang kita putuskan. 19 . ureter tengah (bagian atas sakrum sampai pelvic brim) dan ureter distal (dari pelvic brim sampai muara ureter). Dahulu sebelum alat-alat minimal invasif berkembang. infeksi. yang turun ke ureter. Sedang sebagian kecil terdiri dari batu asam urat. ureter dibagi 2 saja yaitu proksimal (di atas pelvic brim) dan distal (di bawah pelvic brim). Beberapa faktor yang mempengaruhi penanganan batu ureter antara lain letak batu. ureter dibagi menjadi 3 bagian. batu struvit dan batu sistin.

tapi juga menjadi pertimbangan dalam memilih jenis tindakan yang akan kita lakukan. Adanya kolik berulang atau ISK menyebabkan observasi bukan merupakan pilihan. batu ureter < 5 mm bisa keluar spontan. Komposisi batu menentukan pilihan terapi karena batu dengan komposisi tertentu mempunyai derajat kekerasaan tertentu pula. apalagi pada pasien-pasien tertentu (misalnya ginjal tunggal. misalnya batu kalsium oksolat monohidrat dan sistin adalah batu yang keras. ginjal trasplan dan penurunan fungsi ginjal ) tidak ada toleransi terhadap obstruksi.blocker 3. ada tidaknya infeksi dan obstruksi. Terapi konservatif Sebagian besar batu ureter mempunyai diameter < 5 mm. Pasien seperti ini harus segera dilakukan intervensi. Seperti disebutkan sebelumnya. dan bedah terbuka. Secara garis besar terdapat beberapa alternatif penanganan batu ureter yaitu observasi. NSAID Batas lama terapi konservatif adalah 6 minggu. sedang batu kalsium oksolat dihidrat biasanya kurang keras dan mudah pecah. biasanya cukup kecil untuk bisa keluar spontan. PNL. URS. Begitu juga dengan adanya obstruksi. Tidak saja mengenai waktu kapan kita melakukan tindakan aktif. Karena itu ukuran batu juga menentukan alternatif terapi yang akan kita pilih. Di samping ukuran batu syarat lain untuk observasi adalah berat ringannya keluhan pasien. α . Ada juga alternatif lain yang jarang dilakukan yaitu laparoskopi dan ekstraksi batu ureter tanpa tuntunan (“blind basketing”).Batu ureter dengan ukuran < 4 mm. Karena itu dimungkinkan untuk pilihan terapi konservatif berupa : 1.Adanya komplikasi obstruksi dan atau infeksi juga menjadi pertimbangan dalam penentuan alternatif terapi batu ureter. 20 . Minum sehingga diuresis 2 liter/ hari 2. SWL.

Tetapi SWL mempunyai beberapa keterbatasan. dalam terapi batu ureter. Diperlukan beberapa ribu kali gelombang kejut untuk memecah batu hingga menjadi pecahan-pecahan kecil. Juga pada orang gemuk mungkin akan kesulitan. terdapat perbedaan yang nyata antara mesin generasi lama dan baru. Prinsip dari SWL adalah memecah batu saluran kencing dengan menggunakan gelombang kejut yang dihasilkan oleh mesin dari luar tubuh. Gelombang kejut yang dihasilkan oleh mesin di luar tubuh dapat difokuskan ke arah batu dengan berbagai cara. Komplikasi SWL untuk terapi batu ureter hampir tidak ada. untuk wanita di bawah 40 tahun sebaiknya diinformasikan sejelas-jelasnya. sehingga memudahkan dalam pengaturan target/posisi tembak untuk batu ureter. Meskipun belum ada data yang valid. Berbagai tipe mesin SWL bisa didapatkan saat ini. 21 . Penggunaan SWL untuk terapi batu ureter distal pada wanita dan anak-anak juga harus dipertimbangkan dengan serius. sehingga untuk batu yang keras perlu beberapa kali tindakan. Walau prinsip kerjanya semua sama. gelombang kejut tadi akan melepas energinya. agar supaya bisa keluar bersama kencing tanpa menimbulkan sakit. sehingga pemanfaatannya untuk terapi batu ureter sangat terbatas. antara lain bila batunya keras ( misalnya kalsium oksalat monohidrat ) sulit pecah dan perlu beberapa kali tindakan. Sebab ada kemungkinan terjadi kerusakan pada ovarium. Hal ini yang tidak terdapat pada mesin generasi lama. Meskipun demikian mesin generasi baru ini juga punya kelemahan yaitu kekuatan tembaknya tidak sekuat yang lama. Sesampainya di batu.Shock Wave Lithotripsy ( SWL ) SWL banyak digunakan dalam penanganan batu saluran kencing. Pada generasi baru titik fokusnya lebih sempit dan sudah dilengkapi dengan flouroskopi.

sehingga perlu alat pemecah batu seperti yang disebutkan di atas. EHL. Tapi dalam prakteknya sebagian besar telah diambil alih oleh URS dan SWL. PNL PNL yang berkembang sejak dekade 1980 an secara teoritis dapat digunakan sebagai terapi semua batu ureter. Kelemahannya adalah PNL perlu keterampilan khusus bagi ahli urologi. fragmen dapat diambil semua karena ureter bisa dilihat dengan jelas. Pilihan untuk menggunakan jenis pemecah batu tertentu. laser dan pneumatik telah sukses dalam memecah batu ureter. Kombinasi ureteroskopi dengan pemecah batu ultrasound. 22 . Meskipun demikian untuk batu ureter proksimal yang besar dan melekat masih ada tempat untuk PNL. bila batu kelihatan. Dikembangkannya semirigid URS dan fleksibel URS telah menambah cakupan penggunaan URS untuk terapi batu ureter. Juga batu ureter dapat diekstraksi langsung dengan tuntunan URS. Kemudian melalui akses tersebut kita masukkan nefroskop rigid atau fleksibel. hampir pasti dapat diambil atau dihancurkan. Prosesnya berlangsung cepat dan dengan segera dapat diketahui berhasil atau tidak. untuk selanjutnya batu ureter diambil secara utuh atau dipecah dulu.Ureteroskopi Pengembangan ureteroskopi sejak tahun 1980 an telah mengubah secara dramatis terapi batu ureter. Prinsip dari PNL adalah membuat akses ke kalik atau pielum secara perkutan. Sebagian besar pusat pendidikan lebih banyak menekankan pada URS dan SWL dibanding PNL. Keterbatasan URS adalah tidak bisa untuk ekstraksi langsung batu ureter yang besar. Keuntungan dari PNL. tergantung pada pengalaman masing-masing operator dan ketersediaan alat tersebut. atau ureteroskop.

Yang termasuk komplikasi signifikan adalah avulsi ureter. dorsal atau anterior. stein strasse. kehilangan ginjal dan kebutuhan transfusi pada tindakan batu ureter memiliki risiko sangat rendah. Striktur tidak hanya disebabkan oleh intervensi. trauma organ pencernaan. Komplikasi akut yang sangat diperhatikan oleh penderita adalah kematian. infeksi luka operasi. hematom perirenal. pemasangan stent ureter terkadang memegang peranan penting sebagai tindakan tambahan dalam penanganan batu ureter. Meskipun demikian dewasa ini operasi terbuka pada batu ureter kurang lebih tinggal 1 -2 persen saja. hidro atau pneumotorak.Bedah Terbuka Beberapa variasi operasi terbuka untuk batu ureter mungkin masih dilakukan. Misalnya pada penderita sepsis yang disertai tanda-tanda obstruksi. Komplikasi akut dapat dibagi menjadi yang signifikan dan kurang signifikan. tetapi juga dipicu oleh reaksi inflamasi dari batu. 23 . Tergantung pada anatomi dan posisi batu. Pemasangan Stent Meskipun bukan pilihan terapi utama. terutama yang melekat. ileus. terutama pada penderita-penderita dengan kelainan anatomi atau ukuran batu ureter yang besar. ISK dan migrasi stent. kehilangan ginjal. ureterolitotomi bisa dilakukan lewat insisi pada flank. sepsis. kebutuhan transfusi dan tambahan intervensi sekunder yang tidak direncanakan. pemakaian stent sangat perlu. Komplikasi Dibedakan komplikasi akut dan komplikasi jangka panjang. emboli paru dan urinoma. trauma vaskuler. Sedang yang termasuk kurang signifikan perforasi ureter. Komplikasi jangka panjang adalah striktur ureter. Juga pada batu ureter yang melekat (impacted). Data kematian.

Angka kejadian striktur kemungkinan lebih besar dari yang ditemukan karena secara klinis tidak tampak dan sebagian besar penderita tidak dilakukan evaluasi radiografi ( IVP ) pasca operasi. 24 .

Penanganan batu ureter dengan SWL. 3. sedang pedoman selanjutnya dibedakan antara batu ureter proksimal dan distal : 1. SWL URS + litotripsi Ureterolitotomi 25 . Stenting rutin untuk meningkatkan efisiensi pemecahan tidak direkomendasi sebagai bagian dari SWL. termasuk juga keuntungan dan risiko dari masing-masing modalitas terapi. direkomendasikan untuk dilakukan terapi konservatif dengan observasi secara periodik sebagai penanganan awal. Pedoman untuk batu ureter dengan kemungkinan kecil keluar spontan : Batu ureter yang kemungkinan kecil bisa keluar spontan harus diberitahu kepada pasiennya tentang perlunya tindakan aktif dengan berbagai modalitas terapi yang sesuai. Pedoman untuk batu ureter dengan kemungkinan besar keluar spontan : Batu ureter yang baru terdiagnosis dan kemungkinan besar keluar spontan. 3. Untuk batu ≤ 1 cm di ureter proksimal Pilihan terapi : 1. 2. 4. 2. Berikut ini untuk tiga pedoman pertama digunakan pada batu ureter proksimal dan distal. yang keluhan/gejalanya dapat diatasi.Pedoman Pilihan Terapi Pedoman pilihan terapi ini dibagi dalam beberapa kategori. Pencantuman angka berdasarkan konsensus yang dicapau oleh tim penyusun guidelines ini dan diformulasikan dalam berbagai tingkatan sesuai urutan rekomendasi.

2. PNL dan URS + litotripsi Untuk batu ≤ 1 cm di ureter distal Pilihan terapi : 1. URS + litotripsi Ureterolitotomi SWL 6. 7. Untuk batu > 1 cm di ureter proksimal Pilihan terapi : 1. 3. 2.5. Ureterolitotomi SWL. 26 . SWL atau URS + litotripsi Ureterolitotomi Untuk batu > 1 cm di ureter distal Pilihan terapi : 1. 2.

Apa yang dicantumkan dalam pedoman ini sebagai standar. Penatalaksanaan untuk batu cetak/ staghorn c. Obstruksi bilateral Untuk praktisnya. prasarana. Obtruksi yang persisten dengan risiko kerusakan ginjal c. yaitu:1 . prasarana. Adanya infeksi traktus urinarius d. Pedoman Penatalaksanaan Batu Ginjal Nonstaghorn 1. Batu berukuran kurang dari 5 mm mempunyai kemungkinan keluar spontan 80%. Kemungkinan batu dapat keluar spontan juga merupakan bahan pertimbangan. Penatalaksanaan batu ginjal dengan kelainan khusus d. Penatalaksanaan batu ginjal pada anak Faktor penting yang juga menjadi pertimbangan adalah ketersediaan alat.BATU GINJAL Indikasi untuk melakukan tindakan aktif ditentukan berdasarkan ukuran. pedoman penatalaksaan batu ginjal ini diuraikan dalam empat bagian. Beberapa modalitas terapi dapat digunakan untuk penatalaksanaan batu ginjal mm. Tindakan aktif umumnya dianjurkan pada batu berukuran lebih dari 5 mm terutama bila disertai :1 a.Percutaneus nephrolithotomy (PNL) . rekomendasi ataupun opsional adalah jika alat. sarana dan kemampuan ahli urologi dalam melakukan modalitas terapi yang ada.Operasi terbuka < 20 27 . Risiko pionefrosis atau urosepsis e. sarana dan kemampuan operator memungkinkan untuk melakukan modalitas terapi yang disarankan. Penatalaksanaan untuk batu ginjal nonstaghorn b. Nyeri yang persisten meski dengan pemberian medikasi yang adekuat b. yaitu: a.Extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) . letak dan bentuk dari batu.

4. PNL untuk kaliks inferior ukuran 10 – 20 mm 3.RIRS atau laparoskopi . dan sarana lengkap dan kemampuan operator memungkinkan untuk melaksanakan seluruh modalitas terapi yang ada. dan terapi nyeri yang diperlukan selama dan sesudah prosedur lebih sedikit dan berbeda secara bermakna pada ESWL dibandingkan dengan PNL.Terapi kombinasi (PNL + ESWL) .PNL .Kemolisis oral Jika alat.. demam.2.Operasi terbuka . dan sarana lengkap dan kemampuan operator memungkinkan untuk melaksanakan seluruh modalitas terapi yang ada. maka berikut adalah prioritas pilihan prosedur yang dianjurkan: 1.8. yaitu: . maka berikut adalah pedoman prosedur yang dianjurkan: 1. Operasi terbuka > 20 Komplikasi Pada batu ginjal nonstaghorn.ESWL ± pemasangan stent . prasarana. ESWL monoterapi 2.Kemolisis oral Jika alat.10 28 . Operasi terbuka 4. komplikasi berupa kehilangan darah. PNL atau ESWL (dengan atau tanpa pemasangan DJ stent) 2. prasarana. Kemolisis oral untuk batu asam urat murni 2. Demikian pula ESWL dapat dilakukan dengan rawat jalan atau perawatan yang lebih singkat dibandingkan PNL. Beberapa modalitas terapi dapat digunakan untuk penatalaksanaan batu ginjal mm.

fragmen batu sisa dapat tumbuh dan menjadi sumber infeksi traktus urinarius yang berulang. mencegah pertumbuhan batu lebih lanjut dan infeksi yang menyertainya serta preservasi fungsi ginjal.1 Modalitas terapi untuk batu cetak ginjal adalah: 1. Komposisi struvite/ kalsium karbonat apatit erat berkaitan dengan infeksi traktus urinarius yang disebabkan oleh organisme spesifik yang memproduksi enzim urease yang menghasilkan amonia dan hidroksida dari urea. termasuk pembentukan biofilm eksopolisakarida dan penggabungan mukoprotein dan senyawa organik menjadi matriks.1 Komposisi tersering batu cetak ginjal adalah kombinasi magnesium amonium fosfat (struvit) dan/ atau kalsium karbonat apatit. PNL monoterapi Kombinasi PNL dan ESWL 29 . Istilah batu cetak/ staghorn parsial digunakan jika batu menempati sebagian cabang collecting system. Akibatnya.1 Batu cetak ginjal yang tidak ditangani akan mengakibatkan kerusakan ginjal dan atau sepsis yang dapat mengancam jiwa.Pedoman Penatalaksanaan Batu Cetak Ginjal/ Staghorn Belum ada kesepakatan mengenai definisi batu cetak/ staghorn ginjal. 2. lingkungan urin menjadi alkali dan mengandung konsentrasi amonia yang tinggi. mengatasi obstruksi. Meski beberapa penelitian menunjukkan kemungkinan untuk mensterilkan fragmen struvite sisa dan membatasi aktivitas pertumbuhan batu. Kultur dari fragmen di permukaan dan di dalam batu menunjukkan bakteri tinggal di dalam batu. Terjadi infeksi saluran kemih berulang oleh organisme pemecah urea selama batu masih ada. sedangkan istilah batu cetak/staghorn komplit digunakan batu jika menempati seluruh collecting system. yaitu batu pielum yang berekstensi ke satu atau lebih kaliks. pengangkatan seluruh batu merupakan tujuan utama untuk mengeradikasi organisme penyebab. Faktor-faktor lain turut berperan. Komposisi lain dapat berupa sistin dan asam urat. sedangkan kalsium oksalat dan batu fosfat jarang dijumpai. Definisi yang sering dipakai adalah batu ginjal yang menempati lebih dari satu collecting system. sesuatu yang tidak dijumpai pada jenis batu lainnya. Karena itu. sebagian besar penelitian mengindikasikan. menyebabkan kristalisasi magnesium amonium fosfat (struvit) sehingga menyebabkan batu besar dan bercabang.

PNL (dengan atau tanpa kombinasi ESWL) 2. pilihan terapi ditentukan berdasarkan pertimbangan individual. dan anatomi memungkinkan untuk menjalani keempat modalitas terapi. Penatalaksanaan Batu Ginjal Pada Anak ESWL monoterapi. habitus. 4. termasuk pemberian anestesi. ESWL monoterapi Operasi terbuka Kombinasi operasi terbuka dan ESWL Pasien yang didiagnosis batu cetak ginjal dianjurkan untuk diterapi secara aktif. Terapi standar.3. rekomendasi dan optional pada pasien batu cetak ginjal berlaku untuk pasien dewasa dengan batu cetak ginjal (bukan batu sistin dan bukan batu asam urat) yang kedua ginjalnya berfungsi (fungsi keduanya relatif sama) atau ginjal soliter dengan fungsi normal dan kondisi kesehatan yang secara umum. 5. Pedoman pilihan terapi meliputi : 1. Operasi terbuka (dengan atau tanpa kombinasi ESWL) Pada pasien yang tidak memenuhi kriteria tersebut. atau operasi terbuka dapat merupakan pilihan terapi untuk pasien anak-anak 30 . PNL.

batu keras. Merupakan salah satu sumber energi yang cukup kuat untuk menghancurkan batu kandung kemih. adanya benda asing.Batu kandung kemih sering ditemukan secara tidak sengaja pada penderita dengan gejala obstruktif dan iritatif saat berkemih. divertikel kandung kemih. berupa cedera pada kandung kemih. Tidak jarang penderita datang dengan keluhan disuria. Indikasi kontra untuk tindakan ini adalah kapasitas kandung kemih yang kecil. Pada umumnya komposisi batu kandung kemih terdiri dari : batu infeksi(struvit). Dapat digunakan bersamaan dengan TUR-P. vesikolitotomi perkutan. infeksi saluran kemih (urea-splitting bacteria).BATU KANDUNG KEMIH Latar belakang Kasus batu kandung kemih pada orang dewasa di Negara barat sekitar 5% dan terutama diderita oleh pria. tinggi karbohidrat dan dehidrasi kronik. Vesikolitolapaksi Merupakan salah satu jenis tindakan yang telah lama dipergunakan dalam menangani kasus batu kandung kemih selain operasi terbuka. 9-25%. Penyulit. Pada saat ini ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menangani kasus batu kandung kemih. hematuria dan buang air kecil berhenti tiba-tiba.Teknik ini dapat dipergunakan bersamaan dengan tindakan TUR-P. batu ukuran lebih dari 20mm. Vesikolitotripsi : a. batu kandung kemih pada anak dan akses uretra yang tidak memungkinkan. 31 . nyeri suprapubik. sedangkan pada anak-anak insidensinya sekitar 2-3%. Elektrohidrolik (EHL). dengan tidak menambah risiko seperti halnya sebagai tindakan tunggal. gelombang suara. laser. Diantaranya : vesikolitolapaksi. Di Indonesia diperkirakan insidensinya lebih tinggi dikarenakan adanya beberapa daerah yang termasuk daerah stone belt dan masih banyaknya kasus batu endemik yang disebabkan diet rendah protein. Beberapa faktor risiko terjadinya batu kandung kemih : obstruksi infravesika. vesikolitotripsi dengan berbagai sumber energi (elektrohidrolik. neurogenic bladder. batu multiple. pneumatik). vesikolitotomi terbuka dan ESWL. ammonium asam urat dan kalsium oksalat.

Angka bebas batu : 100%. kasus ruptur kandung kemih 1. Waktu yang dibutuhkan : ± 56 menit. Angka bebas batu : 85%. d. Tindakan ini indikasi kontra pada adanya riwayat keganasan kandung kemih. Penyulit : tidak ada. EHL tidak dianjurkan pada kasus batu besar dan keras. Penyulit : sekitar 8%.Masalah timbul bila batu keras maka akan memerlukan waktu yang lebih lama dan fragmentasinya inkomplit. Yang digunakan adalah Holmium YAG. batu besar atau batu múltipel. Hasilnya sangat baik pada kasus batu besar. Waktu yang dibutuhkan : ± 57 menit. Lebih efisien dibandingkan litotripsi ultrasound dan EHL pada kasus batu besar dan keras. Waktu yang dibutuhkan : ± 26 menit. Kelebihan yang lain adalah masa rawat singkat dan tidak ada penyulit. tidak tergantung jenis batu.8%. Penyulit : tidak ada. dapat menghindarkan dari tindakan ulangan dan biaya tidak tinggi. Laser . Angka bebas batu : 88% (ukuran batu 12-50 mm). dapat digunakan pada batu besar. b. Waktu yang dibutuhkan : ± 57 menit. Litotripsi pneumatik hasilnya cukup baik digunakan sebagai terapi batu kandung kemih. Ultrasound . Angka bebas batu : 63-92%. Litotripsi ultrasound cukup aman digunakan pada kasus batu kandung kemih. Vesikolitotomi perkutan Merupakan alternatif terapi pada kasus batu pada anak-anak atau pada penderita dengan kesulitan akses melalui uretra. Pneumatik. Penyulit : minimal (2 kasus di konversi). riwayat operasi daerah 32 . c.

radioterapi. Operasi terbuka Pedoman untuk batu ukuran lebih dari 20 mm. dengan alasan masalah ketersediaan alat dan sumber daya manusia. Penyulit : tidak ada. tindakan bersamaan dengan prostatektomi atau divertikelektomi. 1. Operasi terbuka 2. ‘rekomendasi’ dan ‘opsional’ digunakan berdasarkan fleksibilitas yang akan digunakan sebagai kebijakan dalam penanganan penderita.Angka bebas batu : elektromagnetik. 1. ESWL Merupakan salah satu pilihan pada penderita yang tidak memungkinkan untuk operasi.Adanya obstruksi infravesikal serta residu urin pasca miksi akan menurunkan angka keberhasilan dan membutuhkan tindakan tambahan per endoskopi sekitar 10% kasus untuk mengeluarkan pecahan batu. Angka bebas batu : 85-100%. Waktu yang dibutuhkan : 40-100 menit. batu keras. Litotripsi endoskopik 2. Pedoman Pilihan Terapi Dari sekian banyak pilihan untuk terapi batu kandung kemih yang dikerjakan oleh para ahli di luar negeri maka di Indonesia hanya beberapa tindakan saja yang bisa dikerjakan. Bila menggunakan piezoelektrik didapatkan hanya 50% yang berhasil. 1. Vesikolitotomi terbuka Diindikasikan pada batu dengan stone burden besar.pelvis. tindakan ESWL umumnya dikerjakan lebih dari satu kali untuk terapi batu kandung kemih. infeksi aktif pada saluran kemih atau dinding abdomen. Pedoman untuk batu ukuran kurang dari 20 mm.Penggunaan istilah ‘standar’. Litotripsi endoskopik Pedoman untuk batu buli-buli pada anak. Operasi terbuka 33 . Dari kepustakaan. 66% pada kasus dengan obstruksi dan 96% pada kasus non obstruksi. Masalah yang dihadapi adalah migrasi batu saat tindakan. Angka bebas batu : 100%. kesulitan akses melalui uretra.

Litotripsi endoskopik 34 .2.

penyulit berupa infeksi. Sangat jarang batu uretra primer kecuali pada keadaan stasis urin yang kronis dan infeksi seperti pada striktur uretra atau divertikel uretra.Laser Holmium merupakan salah satu modalitas yang paling sering digunakan untuk menangani kasus batu uretra khususnya yang impacted diluar operasi terbuka. fistel uretrokutan. angka bebas batu 100%. Push-back. pneumatik litotripsi. Dua pertiga batu uretra terletak di uretra posterior dan sisanya di uretra anterior. Komposisi batu uretra tidak berbeda dengan batu kandung kemih. Lubrikasi anterior 2.Insidensi terjadinya batu uretra hanya 1% dari keseluruhan kasus batu saluran kemih. divertikel uretra. Pedoman untuk batu uretra anterior. tanpa penyulit.Keluhan bervariasi dari tidak bergejala.BATU URETRA Latar belakang Pada umumnya batu uretra berasal dari batu kandung kemih yang turun ke uretra. penyulit tidak disebutkan. lalu diterapi seperti batu kandung kemih. beberapa alat dapat digunakan untuk batu uretra. batu uretra posterior didorong ke kandung kemih. operasi terbuka (uretrotomi/meatotomi). Angka bebas batu 100%. Beberapa cara yang dikenal untuk menangani batu uretra antara lain. batu di uretra anterior/fossa navikularis. Uretrotomi terbuka Pedoman untuk batu di fossa navikularis/meatus eksterna : Uretrotomi terbuka/meatotomi 35 . Angka bebas batu 100%. adanya striktur uretra. Pedoman Pilihan Terapi Pedoman untuk batu uretra posterior : Push-back. Operasi terbuka Pada kasus-kasus batu uretra impacted. Laser holmium. merupakan indikasi untuk operasi terbuka. aliran mengecil atau retensi urin. 1.Modalitas lain yang digunakan adalah litrotripsi pneumatik. lalu diterapi seperti batu kandung kemih 3. Operasi per endoskopik Dengan berkembangnya teknologi. disuria.

Meretyk S. Barrieras DJ. J Urol 1999. 13. Kojima Y.: The vesical calculus. Philadelphia: Lippincott. In : Walsh PC. Urology 2005. 9. Szekely JG. 166: 1862 – 4. Perlman S. Reisman EM. Parkas LM.15(8):851-853. J Urol 2000. Does size and site matter for renal stones up to 30-mm in size in children treated by extracorporeal lithotripsy? Uology 2003.59(5):688-691. Nafar MN. Javor E.eds. Naqvi SAA. Adult and pediatric urology. Howards SS. 3.. 36 . J Urol 2001. Urology 2002. J Urol 2003. Sofer M. Homsy YL.2002:3386. Afshar K. Chtourou M. et al: Combination of ballistic lithotripsy and transurethral prostatectomy in bladder stone with benign prostatic hyperplasia. Al-Ansari A. 12. 90: 507 – 11. Jenkin AD. et al: Initial experience with endoscopic Holmium laser lithotripsy for pediatric urolithiasis. 8.DAFTAR PUSTAKA 1. Rizvi SAH. Hoover DL. 17. Saunders. Sluzker D: Combined cystolithotomy and transurethral resection of prostate: best management of infravesical obstruction and massive or multiple bladder stone. Pusztai C. Pippi-Salle JL. Binous A. 2. Katz G. 16. Hussain M. eds. Pode D. 10. Ather MH. age. 5. Shukla AR. Chafe L. stone weight and composition in 15. 61: 212 – 5. Villanyi KK. 172: 1600 – 3.27(2):333-346. McLorie G. Younis N. Golijanin D. Gault MH. Bagli DJ. In : Gillenwater JY. Schurman S. Kaver I. et al: Refinements in treatment of large bladder calculi: simultaneous percutaneous suprapubic and transurethral cystolithotripsy. 14. Short-term changes in renal function after extracorporeal shock wave lithotripsy in children. Harvey E. 169: 634 – 7. 11. BJU Int 2002.. 2002: 383. Shapiro A. 2005 Wilbert DM. et al. 166: 222 – 4. AUA Guideline on the Management of Staghorn Calculi:Diagnosis and Treatment Recommendations. Campbell’s urology. 66(6):1169-1171. Ringer A. Schwartz BF. Shamsodini A. sex. Papanikolaou F.64(4):651-654. Richter S. Childhood urolithiasis. Urolithiasis in the low birth weight infant: the role and efficacy of extracorporeal shock wave lithotripsy. 165: 2320 – 3. et al: Extracorporeal shock wave lithotripsy monotherapy for treatment of patients with urethral and bladder stone presenting with acute urinary retention. A comparative review of extracorporeal shock wave generation. Noor MA. : Relationship of frequency.162:1714-1716. Hashmi A. Urology 2004. 15. Grayhack JT. Younes B. et al. Management of pediatric urolithiasis in Pakistan : experience with 1440 children. Hussain Z. Outcome of small residual stone fragments following shock wave lithotripsy in children. J Endourol 2001.624 stones:comparison of results for 1980 to 1983 and 1995 to 1998. Malek R. Greenstein A. American Urological Association. 7. Pramod PR. 6. Is the pediatric ureter as efficient as the adult ureter in transporting fragments following extracorporeal shock wave lithotripsy for renal calculi larger than 10 mm? J Urol 2001. et al. Urol Clin North Am 2000. 4. Stoller ML.164:302-307. J Urol 2001. J Urol 2004. Gofrit ON.

Campbell’s urology. 14(3): 281-283. Linhui W. Eds..eds. Wehle MJ.66(3):505-509.18. Kamal BA. J Pediatr Surg 1996. Philadelphia: Lippincott. 24. Maheswari PN. Wehle MJ. 2002:3288-3289. Latorre FI. J Endourol 2000. 36(9) : E16. 19. 26. 31(10): 1379-1382. 21.19(8):1009-1011. Salman AB : Urethral calculi in children. Walker BR. Menon M.93(4):549-552. Howards SS. Martin Dunitz. Hamilton BD : Urethral calculi managed with transurethral Holmium laser ablation. In : Belman AB. 2002:1241. Segura JW. et al : Treatment of urinary calculi with uretroscopy and Swiss lithoclast pneumatic lithotripter: report of 150 cases. 20. Songxi Q. Saunders. Shah HN : In-situ holmium laser lithotripsy for impacted urethral calculi. Adult and pediatric urology. Yinghao S. Gonzalez MM. 22. Darawani H... 2002: 383. Eds. 2002:1241. J Endourol 2005. 27. Rodriguez FM. Resnick MI. et al: Urethral calculi: presentation and management. Martin Dunitz. Anikwe RM. 25.. Clinical pediatric urology. 37 . 23. In : Belman AB. In : Gillenwater JY.In : Walsh PC. BJU International 2004. et al: Treatment of bladder stone without associated prostate surgery: Result of a prospective study. eds. Clinical pediatric urology. Urology 2005. Urethral calculi. Segura JW. Jenkin AD. Grayhack JT. J Pediatr Surg 2001.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->