P. 1
JURNAL bevitA

JURNAL bevitA

|Views: 54|Likes:
Published by Sita Prasida

More info:

Published by: Sita Prasida on Aug 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2014

pdf

text

original

JURNAL

Pembimbing : Dr. Agung Frijanto, SpKJ

Disusun Oleh : Bevita (110.2006.058)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN JIWA

RUMAH SAKIT JIWA DR SOEHARTO HEERDJAN
UNIVERSITAS YARSI

JAKARTA

jantung.3% anak-anak kelas 8 1 telah menyalahgunakan inhalan. atau cairan pembersih sebagai zat psikoaktif karena umumnya digunakan tanpa maksud untuk mencapai efek intoksikasi.Dampak Medis dan Psikososial Penyalahgunaan Inhalan Hervita Diatri Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia / RSUPN Dr. Jakarta. anak-anak dan remaja dapat dengan mudah memperolehnya dan menyalahgunakannya.9 juta orang Amerika telah menyalahgunakan inhalan sedikitnya 1 kali seumur hidup. sudah dapat mengakibatkan hambatan ritme jantung dan mengakibatkan kematian akibat henti jantung atau kadar oksigen yang rendah sehingga mengakibatkan mati lemas. kurangnya pelayanan kesehatan. Sedangkan penyalahgunaan zat ini secara reguler dapat mengakibatkan masalah serius pada organ vital termasuk otak. Oleh karena itu para orangtua seharusnya menyimpan produk-produk ini secara hati-hati untuk mencegah terjadinya ketidaksengajaan terhisapnya zat tersebut oleh anak2 anak. dan 1 hati. Satu sesi saja dalam penyalahgunaan inhalan secara berulang. pertemuan multinasional yang disponsori oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA) dan WHO melaporkan bahwa penyalahgunaan inhalan merupakan masalah terbesar di antara 10 juta anak dan remaja yang 2 hidup di jalanan. . Survei nasional oleh NIDA (2001) menunjukkan bahwa lebih dari 22. Alasan penggunaan zat-zat tersebut karena zat-zat ini mudah diperoleh dan murah. Hampir seluruh dunia mengkonsentrasikan penanganan penyalahgunaan inhalan pada kelompok usia muda. Banyak orang tidak berpikir tentang zat-zat seperti hair spray. Hal ini masih sering dianggap enteng atau kurang mendapat perhatian padahal dampak yang diakibatkan cukup besar. Namun demikian. terutama pada kelompok sosial ekonomi rendah dengan masalah nutrisi. ginjal. Berbagai macam produk di rumah atau tempat kerja mengandung zat yang dapat diinhalasi. lem. dan tunawisma. Sehingga pada tahun 2000.Indonesia PENDAHULUAN Penyalahgunaan inhalan sebenarnya cukup sering terjadi di sekitar kita meskipun tingkat penyalahgunaannya lebih jarang dibandingkan dengan mariyuana dan alkohol. Cipto Mangunkusumo. Monitoring the Future Study (MTF) yang dilakukan oleh NIDA menunjukkan bahwa 17.

Tidak ada perbedaan jenis kelamin pada prevalensi penyalahguna atau ketergantungan inhalan. gas: butane lighter. dilaporkan pernah menjadi pengguna inhalan. kloroform. yang dipublikasikan pada bulan Oktober 2004 menunjukkan bahwa sekitar 36. Gas medis: eter. correction fluids. mudah larut dalam lemak dibandingkan air. seni. yaitu sekitar 2 juta remaja. dan 11% memenuhi kriteria sebagai penyalahguna atau mengalami ketergantungan.Grafik 2. . pembersih video-head. hati. lem. gas pendingin. cat semprot. Akibatnya zat ini cepat hilang dari peredaran darah dan terakumulasi pada sel lemak di otak.859 remaja usia 12-17 tahun yang mengikuti survei antara tahun 2000-2001 memiliki karakteristik sebagai pengguna. Dapat dikategorikan sebagai: 1. Pelarut organik bersifat lipofilik. oksida nitrit (gas gelak) 3. penghilang cat kuku. pembersih barang-barang elektronik 2. karena zat ini paling mudah ditemukan. nitrit: nitrit organik: sikloheksil nitrit. kantor. DEFINISI DAN JENIS INHALAN Inhalan adalah zat yang mudah menguap. hair spray. Sekitar 9% dari seluruh populasi survai. maupun di rumah tangga seperti tiner/penghilang cat. pelindung furniture. dihisap untuk menghasilkan efek psikoaktif (a mindaltering effect). penyalahguna. dan otot untuk beberapa waktu. cat semprot. minyak sayur dalam bentuk spray. jantung. propan. dan tiner. deodoran. pembersih komputer. krim cukur. dan butil nitrit. pengharum ruangan. dan mengalami ketergantungan terhadap inhalan. Diagram batang perbandingan penyalahgunaan berbagai jenis zat psikoaktif berdasarkan tingkat pendidikan Hasil penelitian Dr. Jenis inhalan yang paling sering disalahgunakan adalah yang mengandung toluena. yaitu pada lem. halothane. cairan dry-cleaning. pembersih bahan kulit. pelarut: pelarut dalam bidang industri. atau cairan aroma. Li-Tzy Wu dkk. penghilang cat kuku. amil nitrit.

aseton penghapus ketikan dan triklor etilen. etil asetat hasil penyulingan minyak pengencer cat bumi. mereka yang pernah atau sedang menjalani penanganan masalah kesehatan mental memiliki kecenderungan dua kali lebih tinggi untuk mengalami ketergantungan terhadap inhalan 2. 6 Beberapa penelitian terbaru menunjukkan beberapa faktor risiko penyalahgunaan inhalansia pada remaja. propan. penghapus cat metanol aseton. pencuci pelumas triklor etilen krim kocok (whipped cream) nitrogen oksida (gas gelak) alkil nitrit. fluorokarbon obat semprot asma penghapus cat kuku aseton. ester. kloro hidrokarbon tetraklor etilen.Tabel 1. fluorokarbon ruangan obat semprot pereda nyeri. isopropil nitrit. fluorokarbon. Bahan kimia inhalan yang terkandung di Bahan kimia berbagai benda/zat Barang perekat pesawat terbang toluen.3. triklor etan. cat semprot toluen. triklor etilen xilen. propan. Faktor tersebut di antaranya: 1. triklor etan pengencernya bahan bakar gas propan bahan bakar gas korek api butan bensin campuran hidrokarbon cairan untuk dry-cleaning tetraklor etilen. fluorokarbon spray) deodoran semprot. metilen klorida. toluen. mereka yang memiliki riwayat hidup di penampungan anak-anak (foster care) memiliki kecenderungan lima kali lebih tinggi untuk mengalami ketergantungan terhadap inhalan . propan. hasil penyulingan penghilang noda minyak bumi. metil etil semen karet keton. etil asetat heksan. hidrokarbon semprotan rambut (hair butan. metil butil keton semen polivinil klorida trikloro etilen butan. butil nitrit FAKTOR RISIKO 1. etil asetat toluen. pewangi butan. (iso)amil nitrit. pengharum ruangan nitrit (iso)butil nitrit.

intelegensia rata-rata. mudah didapat. kerusakan otak. halusinogen. mereka yang telah melakukan penyalahgunaan atau mengalami ketergantungan pada satu atau lebih zat psikoaktif lainnya (seperti kokain. remaja dengan riwayat penggunaan pertama di usia yang dini. sering terlibat masalah hukum. menghirup atau menghisap uap/asap dari zat yang telah disemprotkan atau ditampung ke dalam kantung plastik atau kantung kertas 4. menghisap melalui bahan kain yang telah direndam ke dalam zat inhalan 5. dihirup (sniffing) atau snorting dari uap/asap inhalan tersebut 2. membuat sensasi lebih nyaman (dingin. heroin. hidup penuh masalah. perasaan tidak nyaman yang diakibatkannya tidak seburuk penyalahgunaan alkohol. CARA PENGGUNAAN INHALAN Inhalan dapat dihisap melalui hidung atau mulut dengan berbagai cara.3. sedatif. penghilang rasa sakit. pendidikan terbatas. Transient isolate user: riwayat penggunaan jangka pendek. pendidikan terbatas. menghisap dari balon yang telah diisi oksida nitrit . bagging. ketrampilan sosial buruk. efek elevasi mood di awal pemakaian. tidak adanya pengawasan. dan stimulan) memiliki kecenderungan empat kali lebih tinggi untuk mengalami ketergantungan terhadap inhalan 4. efek intoksikasi tidak berlangsung lama. penggunaan sehari-hari bersama teman. Transient social user: riwayat penggunaan jangka pendek. penggunaan sehari-hari sendiri. penghilang nyeri). ketrampilan sosial buruk. Efeknya lebih kuat. usia 13-14 tahun memiliki kecenderungan enam kali lebih tinggi untuk mengalami ketergantungan terhadap inhalan dibandingkan dengan mereka yang memulai penyalahgunaan pada usia 15-17 tahun. Rosenberg dan Sharp mengidentifikasi empat kategori utama penyalahguna inhalan : 1. dilakukan bersama-sama teman. tekanan dari kelompok sebaya. huffing. usia berkisar antara 20-29 tahun ALASAN MENGGUNAKAN INHALAN Beberapa alasan diberikan seseorang (terutama kaum muda) untuk menggunakan inhalan. mariyuana. mudah dibawa. usia berkisar antara 20-30 tahun 3. penggunaan sendiri. obatobat penenang. tidak ada masalah hukum. Chronic isolate user: riwayat penggunaan jangka panjang (>5 tahun). menyemprotkan aerosol langsung ke hidung atau mulut. keterlibatan dalam masalah hukum ringan. 3. di antaranya: eksperimen (coba-coba). kerusakan otak. Chronic social user: riwayat penggunaan jangka panjang (>5 tahun). awitan intoksikasi yang cepat. atau hanya sekedar menghilangkan perasaan bosan. usia berkisar antara 10-16 tahun 2. inkonsistensi kehidupan keluarga. seperti: 1. biaya. usia berkisar antara 10-16 tahun 4.

peningkatan denyut jantung. keringat berlebihan. dan reinforcing effect dari berbagai macam jenis inhalan. nitrit mengakibatkan dilatasi pembuluh darah. halusinasi. jenis inhalan yang paling sering disalahgunakan mengaktivasi sistem dopamin otak. letargi. nyeri kepala. Pengguna juga dapat merasakan nyeri kepala ringan. iritabilitas.MEKANISME EFEK INHALAN Inhalan diabsorbsi cepat melalui paru dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan didistribusikan cepat ke otak dan organ lain. pengguna mengalami intoksikasi seperti yang dialami pada penyalahgunaan alkohol. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa toluen. kelemahan otot atau kram. gangguan fungsi pekerjaan dan sosial. cemas. Gejala yang timbul dapat berupa kehilangan kontrol diri hingga memicu keinginan untuk berkelahi (belligerence). menghasilkan sensasi panas dan excitement dalam beberapa menit. pusing dan nyeri kepala. Efek penggunaan jangka panjang Intoksikasi ini berlangsung hanya dalam beberapa menit. Nitrit mengakibatkan dilatasi pembuluh darah dan meningkatkan kerja saraf simpatis. ketidakmampuan untuk mengkoordinasikan gerakan (clumsy movements). Mual dan muntah juga merupakan efek samping yang sering ditemui. disorientasi. apati. Berbeda dengan zat inhalan lainnya. gangguan koordinasi. akibatnya penyalahguna secara berulang mencari efek yang lebih panjang dengan cara kembali menghisap. Dalam hitungan detik. Efek lain dapat berupa flush. Penggunaan secara kompulsif dan sindrom putus zat ringan dapat terjadi pada penyalahgunaan jangka panjang. Paparan terhadap dosis tinggi dapat mengakibatkan confusion (kebingungan) dan delirium. Efek penggunaan jangka pendek Gejala alcohol like effects yang timbul selama menggunakan atau beberapa waktu setelahnya sangat bervariasi. dan depresi. hingga stupor. Hampir semua jenis inhalan yang disalahgunakan (selain nitrit) menghasilkan efek menyenangkan dengan cara menekan kerja susunan saraf pusat seperti kerja alkohol. gangguan daya nilai. nyeri perut. yang memegang peranan rewarding effects pada banyak penyalahgunaan zat. Penelitian menunjukkan bahwa zat psikoaktif ini menurunkan dan melumpuhkan mekanisme kerja sel-sel imun dalam mengatasi penyakit infeksi. dan delusi. intoksikasi. Penggunaan nitrit juga dipercaya dapat meningkatkan kenikmatan dan performa seksual. gangguan pemusatan perhatian. Sebuah penelitian menggunakan inhalan golongan nitrit pada hewan menunjukkan peningkatan kemungkinan untuk berkembangnya dan memburuknya penyakit infeksi serta tumor. kelemahan otot umum. euforia. EFEK PENGGUNAAN INHALAN A. Gejala yang timbul dapat berupa turun berat badan. sehingga disebut alcohol like effects. . pusing (dizziness). meskipun relatif kecil. tremor tangan. Studi terbaru menunjukkan bahwa paparan terhadap butil nitrit. halusinasi. drowsiness. kedinginan. sedatif dan obat-obat anestetik. dapat mengakibatkan peningkatan dramatis insiden tumor dan percepatan pertumbuhannya. hingga beberapa jam. B. gangguan bicara (slurred speech). Banyak sistem otak yang mungkin terlibat dalam timbulnya efek anestetik. penurunan refleks.

Konvulsi atau kejang akibat abnormalitas aktivitas aliran listrik di otak 5. tidak sensitif terhadap rasa nyeri. Otak . gangguan berbicara. Sudden sniffing death. pusing. Sindrom ini dikenal sebagai sudden sniffing death. Tercekik/tersedak (choking) akibat inhalasi atau muntah setelah penggunaan zat inhalan 7. Mati lemas (suffocation). mual dan muntah. 4. Trauma fatal akibat kecelakaan termasuk kecelakaan kendaraan bermotor akibat intoksikasi Dampak medis yang terjadi pun melibatkan multi organ. dan zat kimia aerosol. 6. nistagmus atau gerakan cepat involunter bola mata. Inhalasi berulang mengakibatkan konsentrasi zat inhalan dalam paru lebih tinggi daripada oksigen. kram. Menghirup zat kimia dengan konsentrasi tinggi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan ritme jantung menjadi cepat dan ireguler yang akhirnya dapat mengakibatkan gagal jantung dan kematian dalam beberapa detik pada sesi penghirupan itu. disorientasi. kejang epileptiform. bersin-bersin. DAMPAK MEDIS PENYALAHGUNAAN INHALAN Dampak medis akibat penyalahgunaan inhalan sangat luas dan timbul dalam berbagai macam keadaan. kehilangan kontrol diri. terutama berhubungan dengan penyalahgunaan butane. halusinasi. 2. inkoordinasi otot. Udara terhambat masuk ke dalam paru akibat penghisapan inhalan dengan cara memasukkan kepala ke dalam kantung plastik tertutup. Koma. dan perilaku kacau. 4. 2. dan perubahan pola EEG. propane. intoleransi terhadap cahaya. penekanan refleks. dan pucat. Asfiksia. di antaranya: 1. penumpulan. nyeri kepala. penglihatan buram atau ganda. Tahap Ke empat (Late Central Nervous System Depression): gejala dapat berupa penurunan kesadaran yang disertai mimpi yang kacau. ekskresi saliva berlebihan. sensasi mendenging dan mendengung di kepala. rasa panas di kulit. Tahap Pertama (Excitatory Stage): gejala dapat berupa euforia.Secara garis besar. Tahap Ke dua (Early Central Nervous System Depression): gejala dapat berupa kebingungan. Lawton dan Malquest (1961) serta Wyse (1973) mendeskripsikan 4 tahap perkembangan gejala penyalahgunaan inhalan: 1. 3. Tahap Ke tiga (Medium Central Nervous System Depression): gejala dapat berupa drowsiness. eksitasi. di antaranya: 1. batuk. perasaan senang. 3.

Gambaran serupa dapat ditemukan pada penyakit sklerosis multipel. di antaranya area pengontrol kognisi. usia 25 tahun. Gambar MRI. zat inhalan mengandung toluena) dengan penyalahguna kokain menemukan bahwa kelompok penyalahguna inhalan lebih banyak menunjukkan abnormalitas struktur otak (MRI scan) di empat area otak yaitu talamus. Gambar MRI. Struktur otak ini berperanan dalam penyaluran informasi sensoris dari sistem saraf perifer dan saraf spinal ke otak yang akan mengkoordinasikan dan mengontrol berbagai macam fungsi. Kerusakan otak akibat penyalahgunaan zat yang mengandung toluena. Efek neurotoksik penyalahgunaan inhalan jangka panjang berupa sindrom neurologi yang merujuk pada kerusakan beberapa bagian otak. spasme otot tungkai. . dan penglihatan. penyalahguna inhalan kronik: terjadi perubahan bilateral area talamus (2 daerah hitam berbentuk oval) yang normalnya tampak abu-abu atau putih pada MRI. ganglia basalis. Penelitian pada hewan dan patologi manusia menunjukkan pada penyalahgunaan toluene timbul kerusakan lapisan pelindung serat saraf otak dan sistem saraf perifer.8 2. yang normalnya tampak hitam pada MRI. Tampak gambaran atrofi otak (B) dibandingkan individu normal. penglihatan dan pendengaran. pons. Konsekuensi klinis yang paling sering timbul adalah kesulitan koordinasi gerakan. dan serebelum. Keadaan ini diduga akibat adanya retensi cairan abnormal 3. pendengaran. dan spastisitas terutama di tungkai. Abnormalitas kognisi bervariasi dari ringan hingga demensia berat. termasuk gerakan yang disadari atau tidak. gerakan. Efek lain berupa kesulitan koordinasi gerakan. Sebuah penelitian yang membandingkan kelompok penyalahguna inhalan (penyalahgunaan lebih dari 10 tahun. hampir setiap hari. 1. Keadaan ini diduga akibat adanya deposit zat besi Efek toksik terberat dari paparan kronik inhalan adalah kerusakan luas dan dalam waktu lama sistem saraf dan otak. gangguan gait. kehilangan sensasi.Keterangan gambar (ki-ka): 1. usia 28 tahun. penyalahguna inhalan kronik: terjadi perubahan difus dan parah area otak putih (pusat).

banyak berhubungan dengan tindak kriminal. dan amfetamin. Zat inhalan juga mengakibatkan perilaku agresif. sekolah. Di sekolah. dan perasaan ini mengakibatkan lingkaran penyalahgunaan tidak pernah terputus. Hal ini yang berhubungan dengan peningkatan risiko penularan penyakit infeksi seperti HIV/AIDS dan hepatitis. Biasanya para penyalahguna itu merasa bahwa keluarganya tidak peduli pada mereka. lebih pencemas. komunitas terkena efek yang paling besar. percobaan bunuh diri. terutama berhubungan dengan legalisasi penyalahgunaan inhalan di lingkungan teman sebaya. Struktur keluarga terganggu akibat hubungan interpersonal yang buruk. terlebih jika orangtua juga seorang penyalahguna zat psikoaktif. nikotin. Dampak pada kehamilan Penyalahgunaan inhalan saat kehamilan membawa risiko pada janin berupa penurunan berat lahir. Penyalahgunaan meningkat akibat efek peningkatan kenikmatan seksual yang selanjutnya berhubungan dengan praktik seksual tidak aman. Organ lain : a. dan performa buruk. DAMPAK SOSIAL PENYALAHGUNAAN INHALAN Lingkungan sosial terbesar bagi remaja adalah komunitas. kekerasan. mereka sering membolos hingga mengalami drop out. halusinogen. dan teman sebaya. Komunitas menyediakan dasar terjadinya sosialisasi. Efek ireversibel • Hilangnya fungsi pendengaran (toluena dan trikloroetilen) • Neuropati perifer atau spasme otot tungkai (hexana dan oksida nitrit) • Kerusakan sumsum tulang belakang (toluena) • Gangguan penglihatan b. konsekuensinya. Mereka juga seringkali merasa diasingkan. keluarga. memiliki masalah emosional seperti mudah depresi. ditambah dengan masalah edukasi. terutama dari kelompok remaja dan dewasa. Mereka tidak menyukai sekolah. tidak ada peraturan yang jelas dalam keluarga. dan berbagai macam perilaku menyimpang. Dampak lain Sebuah penelitian yang terutama menyoroti masalah komorbiditas pada penyalahgunaan inhalan menemukan bahwa kelompok penyalahguna inhalan lebih mudah komorbid dengan penyalahgunaan zat psikoaktif lain seperti alkohol. Kelompok penyalahguna ini juga lebih rentan berkomorbiditas dengan gangguan depresi mayor. merasa disalahkan dan memiliki amarah yang lebih besar dibanding kelompok normal. kokain. dan perilaku kekerasan dan penelantaran. Para penyalahguna ini biasanya memiliki saudara atau teman sebaya yang juga . d. keterlambatan perkembangan saraf dan perilaku.2. Serius. tetapi reversibel • Kerusakan jantung dan paru • Kerusakan hati dan ginjal (toluena dan klorin hidrokarbon) • Penurunan kadar oksigen darah (nitrit alifatik dan metilen klorid) c. abnormalitas skeletal tertentu. HUBUNGAN INHALAN DENGAN HIV/AIDS Hal ini terutama berhubungan dengan penyalahgunaan inhalan golongan nitrit. bermasalah dengan sekolah.

Hal ini tentu saja seharusnya menjadi keprihatinan dan fokus perhatian kita bersama. Oleh karenanya teman sebaya memiliki peran yang besar untuk mendukung atau menekan penyalahgunaan. terlebih lagi usia penyalahguna inhalan termuda di antara penyalahguna zat psikoaktif lainnya.menyalahgunakan inhalan. padahal dampak yang ditimbulkan baik secara medis maupun sosial sangat bervariasi dan sangat parah. serta dampaknya diharapkan dapat mengurangi angka penyalahgunaan di masyarakat . efek. cara penggunaan. Sebuah penelitian bahkan telah membuktikan bahwa kerusakan otak yang dialami oleh penyalahguna inhalan lebih besar bila dibandingkan kelompok penyalahguna kokain dan alkohol. Namun masalah ini masih kurang mendapat perhatian dan seringkali dianggap enteng. Informasi yang tepat mengenai berbagai zat inhalan. PENUTUP Masalah penyalahgunaan inhalan sebenarnya cukup sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terutama akibat tersedianya berbagai macam jenis zat inhalan di rumah tangga yang dapat disalahgunakan.

Teen Drug Use Declines 2003-2004 . 4. Hanson GR. http://www. Mathias R. Penyalahgunaan inhalan. .com 6.43(9): 1080-1088. 68: 869-874. Am Fam Physician 2003. Amer. No. 21 Desember 2004 5. 15. Rosenberg NL et al. 8. 4. No. Research Findings. and dependence among adolescent patients: Commonly comorbid problems. November 2002 3. Addiction 28 September 2004 4. Neuropsychologic Impairment and MRI Abnormalities Associated with Chronic Solvent Abuse. Rising to the Challenges of Inhalant Abuse. Director’s Column. 17. NIDA Notes Staff Writer. Chronic Solvent Abusers Have More Brain Abnormalities and Cognitive Impairments than Cocaine Abusers. National Inhalant Prevention Coalition. Toxicology . J. 6. 10. Facts About Inhalant Abuse.KEPUSTAKAAN 1. Inhalant use. Acad. NIDA Research Identifies Factors Related to Inhalant Abuse. J. Anderson CE. Inhalants Guidelines 7. Loomis GA. Sakai JT. Recognition and Prevention of Inhalant Abuse. 876. Hall SK. abuse. Child and Adolescent Psychiatr.Clinical Toxicology 2002. No.medicastore.But Concern Remain About Inhalants and Painkillers. Januari 2001 2. Crowley TJ. Mikulich-Gilbertson SK. Vol. . November 2004 9. Vol. 17. Vol. 40 (1): 21-34. 2004. NIDA’s Research Report.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->