P. 1
Cephalgia Dan Anxietas

Cephalgia Dan Anxietas

|Views: 103|Likes:
Published by Intan Lindia Sari

More info:

Published by: Intan Lindia Sari on Aug 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2014

pdf

text

original

CEPHALGIA

&
ANXIETAS

CEPHALGIA

DEFINISI
Nyeri kepala adalah suatu istilah sinonim yang paling tepat bagi istilah kedokteran sefalgia, dimana pada orang awam sering disebut sebagai istilah sakit kepala, pening kepala, dan lain-lainnya. (Konsensus PokDi Nyeri Kepala, 1999).

Definisinya adalah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada seluruh daerah kepala dengan batas bawah dari dagu sampai ke daerah belakang kepala (area oksipital dan sebagian daerah tengkuk).

.

.

. 2005). penghilangan maupun penambahan jenis subklas diagnostic (Sjahrir.KLASIFIKASI   Pengetahuan dan pembagian jenis klasifikasi tentang nyeri kepala sudah tentu akan berkembang dan berubah dari masa kemasa. dan telah diterima untuk digunakan dan diterjemahkan dalam 20 bahasa oleh para dokter diseluruh dunia. yang juga telah diadaptasi oleh PokDi Nyeri Kepala Perdossi tahun 1999. Pada tahun 2005 diterbitkan Konsensus Nasional Nyeri Kepala Perdoosi yang memuat Klasifikasi Internasional Nyeri Kepala edisi ke-2 dengan ada banyak perbedaan. perombakan. sejak Klasifikasi Nyeri kepala dari IHS yang pertama tahun 1988.

2. hidung. Neuralgia kranial. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan homeostasis. sinus. mata. gigi. 4. atau struktur fasial atau kranial lainnya. 7. Tension type Headache 3. telinga. Nyeri Kepala Sekunder 1. Nyeri kepala yang berkaitan dengan substansi atau withdrawal-nya. Migren 2. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan non vaskuler intrakranial. 8.KLASIFIKASI Secara garis besar nyeri kepala dibagi atas :    I. sentral atau nyeri fasial primer. 2. sentral atau nyeri fasial primer dan nyeri kepala lainnya 1. 4. Neuralgia kranial dan penyebab sentral nyeri fasial. Nyeri Kepala Primer 1. Nyeri kepala klaster dan sefalgia trigeminal-otonomik yang lain. leher. . 6. 5. III. Nyeri kepala primer lainnya. 3. Nyeri kepala lainnya. II. mulut. Nyeri kepala yang berkaitan dengan trauma kepala dan atau leher. Nyeri kepala atau nyeri vaskuler yang berkaitan dengan kelainan kranium. neuralgia kranial. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan vaskuler kranial atau servikal. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan psikiatri. Nyeri kepala yang berkaitan dengan infeksi.

MIGREN

Definisi
Migren adalah nyeri kepala vaskular yang paroksismal dan berulang, berlangsung 2-72 jam, serta bebas dari nyeri kepala dan kelainan neurologik antar serangan. Sering ada faktor keturunan. Gejala Klinis Serangan nyeri kepala timbul secara tiba-tiba dan biasanya unilateral(80%), paroksismal dan rekuren. Nyeri kepala dirasakan sebagai nyeri kepala yang berdenyut, menusuk-nusuk rasa kepala mau pecah.

Gejala prodrom atau aura yang dapat terjadi bersamaan atau mendahului serangan migren, berupa :
1.

2.

3.

Fenomena visual positif (penglihatan berkunangkunang seperti melihat kembang api, bulatan-bulatan terang kecil yang melebar sampai gejala fortifikasi yang berupa gambaran benteng dari atas) Fenomena visual negatif (penglihatan semakin kabur, seperti berawan sampai semuanya tampak gelap). Anoreksia, mual, muntah, diare, takut cahaya, dan atau kelainan otonom lainnya.

Kadang-kadang terdapat kelainan neurologik (misalnya gangguan motorik, sensorik, kejiwaan) yang menyertai, timbul kemudian atau mendahului serangan migren dan biasanya berlangsung sepintas atau revesibel.

Istirahat total. Penatalaksanaan 1. . kejutan emosional.  Faktor pencetus meliputi stres. musim panas. atau terlambat haid. semedi. makanan tertentu atau alergen yang spesifik. dll. sebelum haid. manipulasi servikal. selama haid. Sedativum hipnotikum. biofeedback. 3. kontrasepsi oral. kelelahan fisik dan mental. yoga. 2. psikoterapi. Simtomatik : misalnya metoklopramid 10 mg peroral atau parenteral atau bisa juga domperidon 10 mg peroral bila mengeluh mual. dll. kesibukan atau relaksasi setelah kesibukan. 5. Abortif : asetosal tablet dosis 600-1500mg/hari. golongan benzodiazepin atau barbiturat peroral atau parenteral. ergotamin 1mg/ kofein 100mg tablet. 4. mengurangi atau menghindari faktor pencetus dan kompres dingin. Preventif 6. Latihan pengendoran otot-otot misalnya latihan relaksasi. tusuk jarum.

m. Temporalis. dan m. Masseter. m. misalnya kecemasan kronik atau depresi: nyeri kepala kontraksi/tegang otot primer. m.Tension type headache   Nyeri kepala tegang otot merupakan nyeri kepala yang timbul karena kontraksi terus-menerus otot-otot kepala dan tengkuk (m. Patofisologi Nyeri kepala yang timbuk akibat kontraksi terus menerus otot-otot kepala dan tengkuk karena ketegangan jiwa. gigi dan mulut. secara refleks: nyeri kepala kontraksi otot sekunder. misalnya karena perangsangan fisik. Levator skapulae). leher. Trapezius. m. nyeri acuan (refered pain). Servikalis posterior. Splenius kapitis. m. THT. . atau karena rangsangan langsung striktur peka nyeri. Sternokleidomastoideus. kelainan pada mata.

.

Kadang-kadang disertai nyeri kepala berdenyut. pegal. Gejala Klinis Nyeri kepala dirasakan seperti kepala berat. Bila berlangsung lama. keras dan nyeri tekan. seperti diikat tali yang melingkari kepala. pada palpasi dapat diketemukan daerah-daerah yang membenjol. . kencang dan menekan.

4. akupuntur. yoga. Analgetikum Anxiolitik Antidepresan Anestesia/Analgetika Latihan pengendoran otot-otot. misalnya latihan relaksasi. Penatalaksanaan 1. dll . 5. psikoterapi. 2. semedi. 3.

neuralgia migrenosa. . karena pada waktu serangan akan tampak merah pada sisi wajah yang nyeri. atau migrain merah. Nyeri kepala yang dirasakan sesisi biasanya hebat seperti ditusuk-tusuk pada separuh kepala. langit-langit. disekitar. pipi. temporal sampai ke oksiput. dibelakang atau didalam bola mata. lubang hidung. nyeri kepala histamin.Cluster Headache   Merupakan nyeri kepala vaskuler yang juga dikenal sebagai nyeri kepala Horton. sindrom bing. gusi dan menjalar ke frontal.

Nyeri kepala ini disertai gejala yang khas yaitu mata sesisi menjadi merah dan berair.  Serangan biasanya mengenai satu sisi kepala.  . tetapi kadang-kadang bergantiganti kanan-kiri atau bilateral. konjungtiva bengkak dan merah. sisi kepala menjadi merah-panas dan nyeri tekan. hidung tersumbat.

   Nyeri kepala ini lebih sering diketemukan pada laki-laki daripada wanita dengan perbandingan 5 : 1. biasanya timbul pada umur 20-40 tahun dan akan berkurang pada umur 60-65 tahun. Serangan kemudian menghilang selama beberapa bulan sampai 12 tahun untuk kemudian timbul lagi secara berkelompok. Sedangkan sebagai faktor pencetus adalah makanan atau minuman yang mengandung alkohol. Serangan terjadi pada waktu-waktu tertentu. Serangan berlangsung sekitar 15 menit sampai 5 jam (rata-rata 2 jam) yang terjadi beberapa kali selama 2-6 minggu. . biasanya dini hari menjelang pagi dan akan membangunkan penderita dari tidurnya karena nyeri.

 Penatalaksanaan 1. Ergotamin : sublingual atau supositoris. 2. . Abortif :   Oksigen : diberikan 7 liter/menit selama 10-15 menit. 3. Istirahat total dan mengurangi atau menghindari faktor pencetus. Preventif.

bahkan terungkap bahwa sebelum kecelakaan memang sakit kepala. Bila dari anamnesa diketahui benar bahwa keluhankeluhan itu timbul setelah mengidap trauma kapitis.Nyeri Kepala Pasca Trauma Kepala    Kontusio atau komosio serebri bahkan trauma kapitis ringan seringkali dihubungkan dengan sakit kepala. whiplash injury dan kerusakan kulit kepala setempat. pusingn kepala dan keluhan lainnya yang mnyangkut kepala. maka sakit kepala ini merupakan gejala-gejala bagian dari sindroma pasca trauma kapitis yang bersifat neurotik. maka perhatian dan analisa harus diarahkan kepada kemungkinan adanya perdarahan subdural akut. sering kali menjadi pendorong untuk mengunjungi dokter. Apabila masih diragukan. shunt arteriovenosa post traumatik. .

. Penatalaksanaan 1. Foto tulang tengkorak AP dan lateral. EEG. 2.

. Sebaliknya. afasia atau hemianopia yang semuanya cepat sembuh kembali. korelasi antara sakit kepala dengan trombosis arteri serebri jauh lebih rendah daripada dengan TAKI. Gambaran klinis klinisnya dikenal sebagai TIA (Transient Ischemic Attack) yang dapat berupa hemiparesis. hemiparestesia.Nyeri Kepala Pada Trombosis Arteri Karotis Interna    Kira-kira 50% dari orang-orang dengan trombosis arteri karotis interna(TAKI) sesisi mendapat sakit kepala ipsilateral.

Adakalanya sakit kepala itu dirasakan beberapa bulan sebelum suatu stroke terjadi.  Selama keadaan-keadaan tersebut diatas berlangsung atau sebelumnya sakit kepala sesisi (ipsilateral) seringkali sudah dirasakan. Hal demikian merupakan reaksi vaskular terhadap hipoksia iskemik. Bahwasanya sakit kepala itu harus dianggap sebagai manifestasi dari TAKI. dapat dibuktikan oleh adanya kelainan vaskular pada konjungtiva bulbi/ palpebrale ipsilateral. Sifatnya ialah berdenyut. . Disitu terlihat arteri dan vena yang berukuran sedang dalam keadaan vasodilatasi.

 Penatalaksaan 1. 2. . Pemberian obat untuk mencegah terjadinya embolisasi dari trombus didalam arteri karotis interna. Pemeberian obat untuk mencegah oklusi arteri karotis interna (dapat diberikan aspirin dosis 2 x 300mg/ hari).

Duduk dan berdiri dapat membangkitkan sakit kepala akan tetapi dengan berbaring akan meredakan nyeri kepala tersebut. sehingga likuor serenrospinalis tetap merembes keluar ruang subarakhnoidal. . Jika menggelengkan kepala dapat memperberat sakit kepala. bahkan servikal bagian atas.Nyeri Kepala Pasca Pungsi Lumbal    Sakit kepala ini mungkin disebabkan oleh penurunan tekanan intrakranial akibat bocornya selaput arakhnoid. Sifat sakit kepala pasca pungsi lumbal ialah bukan nyeri tetapi perasaan tidak enak dikepala. kadang bersifat nyeri tumpul berdenyut. Lokasinya ialah bitemporal atau suboksipital.

. Pencegahan terhadap timbulnya keadaab senacam itu ialah dengan mempergunakan jarum pungsi lumbal yang halus dan tajam (18G). Selain itu. setelah pungsi lumbal penderita disuruh berbaring telungkup selama 4 jam dan kemudian beristirahat mutlak ditempat tidur selama 24 jam.

3. Penatalaksanaan 1. Dapat diberikan analgetika. Mobilisasi diatur secara bertahap. 2. . Isturahat mutlak ditempat tidur selama 3 sampai 5 hari dan minum sebanyak mungkin.

fotofobia. paresis saraf otak (pada meningitis). Gejala-gejala lain yang dapat ditemukan ialah adanya kaku dan nyeri kuduk. seperti sakit kepalasewaktu mengidap flu. dan papiledema bilateral (lebih sering pada meningitis daripada ensefalitis). monoparesis (pada ensefalitis). muntah-muntah dan nyeri kuduk. . dapat juga disertai adanya penurunan kesadaran (delirium). hemiparesis.Nyeri Kepala Pada Meningitis Dan Ensefalitis     Nyeri kepala pada ensefalitis dan mengitis merupakan salah satu gejala prodormal dan juga gejala utama diantara gejala-gejala serebral lainnya. Sebagai manifestasi prodormal sakit kepala itu bersifat umum. demam tinggi. kejang fokal (pada ensefalitis dan meningoensefalitis). Gejala klinis pada penderita biasanya adanya sakit kepala yang berat. kejang umum (meningitis dan ensefalitis).

Dilakukan pungsi lumbal. antivirus. Dengan segera dirawat di Rumah Sakit. Penatalaksanaan 1. Pada penderita yang mengalami kejang dapat diberikan antikonvulsan. 2. Pemberian antibiotika. 4. .  Dengan diobatinya meningitis dan ensefalitis. maka sakit kepala akan hilang sendiri. 3.

ini dapat dibuktikan dari hasil pengamatan insidensi jenis penyakit di praktek klinik di Medan selama tahun 2003 didapati 10 besar penyakit yang berobat jalan. yaitu (Sjahrir.EPIDEMIOLOGI  Nyeri kepala menduduki komposisi jumlah pasien terbanyak yang berobat jalan ke dokter saraf. 2004) .

. Episodik Tension type headache 31%. Mixed headache 14% (Sjahrir. Denpasar ). Chronic tension type headache 24%. 2004). Migren dengan aura 1. Berdasarkan hasil penelitian Sjahrir (2004) multisenter berbasis rumah sakit pada 5 rumah sakit besar di indonesia ( Medan. Makasar. didapatkan prevalensi penderita nyeri kepala sebagai berikut : Migren tanpa aura 10%. Cluster headache 0. Bandung.8%.5%.

2003). dalam penelitiannya pada kelompok usia muda 16-30 tahun di jakarta didaptkan prevalensi migren sebesar 45. dkk (2007) di Jakarta. Indonesia.  Fransisca.3% terdiri wanita 53.8%.  . dimana dua pertiga diantaranya adalah wanita (Landy.Ada sekitar 28 juta penderita migren di amerika serikat.5% dan laki-laki 35.

 . 1 :mild headache. nyeri kepala ringan : dapat melakukan pekerjaan zaherí-hari/ aktifitas normal. 2 : moderate headache. kalau perlu rawat inap di rumah sakit). nyeri kepala berat : tidak dapat melakukan aktifitas/menruskan aktifitas verja normal sehari-hari (memerlukan istirahat tidur. nyeri kepala sedang : aktifitas terganggu tetapi tidak sampai menghalangi kegiatan aktifitas normal sehari-hari (tidak membutuhkan istirahat). 3 : severe headcahe. tidak ada nyeri kepala.Skala Verbal derajat keparahan nyeri kepala terutama intensitas dan kemampuan fungsional menurut Internasional Headache Society Derajat : 0 :no headache : normal.

Penilaian MIDAS dibagi dalam 4 tingkatan : Tingkat 1 (0-5 hari) : sedikit atau tidak ada disabilitas Tingkat 2 (6-10 hari) : disabilitas ringan Tingkat 3 (11-20 hari) : disabilitas sedang Tingkat 4 (>21 hari) : disabilitas berat . Kuesioner MIDAS telah dirancang dan diuji oleh Steward & Lipton untuk mengetahui disabilitas penderita nyeri kepala.     Migraine Disabiltity Asessment (MIDAS) digunakan untuk mengukur disabilitas pada penderita nyeri kepala. Skor MIDAS dapat digunakan untuk mengelompokkan penderita migren menjadi empat tingkat disabilitas yang memprediksi perlunya terapi.

dengan semakin tingi nilai derajat keparahan maka semakin berat disabilitas yang dialami oleh penderita. . Nilai derajat keparahan dan tingkat MIDAS mempunyai perbedaan yang bernakna.

Kecemasan yang timbul dirasakan secara langsung atau diubah oleh berbagai mekanisme pembelaan psikologik dan munsullah gejala-gejala subyektif lain yang mengganggu.Anxietas  DEFINISI suatu kesalahan penyesuaian diri secara emosional karena tidak dapat diselesaikannya suatu konflik tak sadar.  .

.

Macam gejala lain mungkin mengenai motorik.GEJALA  Somatik Gejala-gejala somatik mungkin berupa napas sesak. lekas lelah. pencernaan. dada tertekan . keringat dingin. palpitasi. sistim kardiovaskuler. epigastrium nyeri. pernapasan. kepala enteng seperti mengambang. linu-linu. . genitourinaria atau susunan saraf pusat.

.

tetapi terputus-putus. prihatin dengan pikiran orang lain tentang dirinya. Penderita tegang terus-menerus dan tak mampu berlaku santai. Kadang-kadang biacranya cepat. sedang bepergian ingat-ingat tentang hal-hal yang akan terjadi dirumah). Pikrannya penuh tentang kekhawatirannya. . akan tetapi pikir-pikir nanti akan terjadi sesuatu di tengah jalan. Psikologik Gejala-gejala psikologik mungkin timbul sebagai rasa was-was. khawatis akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan (umpamanya akan bepergian.

dan sebagainya. penapasan yang cepat (kadang-kadang hiperventilasi dengan keluhan-keluhan yang menyertainya). perasaan tidak mampu. Selain kecemasan terdapat juga gejala-gejala lainnya seperti depresi. amarah. Pada keadaan cemas yang menahun mungkin terjadi serangan-serangan kecemasan yang akut. gangguan psikosomatik. kaki dan tangan dingin.Pemeriksaan Fisik   Pada pemeriksaan fisik terdapat nadi yang sedikit lebih cepat (biasanya tidak lebih dari 100/menit). . tetapi dalam tidur keluar tanda-tandanya seperti mimpi yang menakutkan dan sering terkejut bangun. Kadangkadang kecemasan tidak tampak jelas dalam keadaan bangun. tremor pada jari-jari tangan dan refleks tendon meningkat.

  Faktor pencetus sering jelas dan secara psikodinamik berhubungan dengan faktor-faktor yang menahun seperti amarah yang direpresi atau impuls untuk melampiaskan hal sex. Biasanya urutan kejadiannya sebagai berikut : Ketakutan (kecemasan akut) → represi dan konflik (tak sadar) → kecemasan menahun → stres pencetus → penurunan daya tahan dan mekanisme mengatasinya → neurosa cemas (anxietas). .

Prognosa pada umumnya tergantung kepribadian sebelumnya (bila relatif stabil.Pengobatan dan Prognosa   Mencari dan membicarakan konflik. gerak badan serta rekreasi yang baik dan obat tranquilizer biasanya dapat menghilangkan dengan segera neurosa cemas yang baru. bila stres yang menimbulkan neurosa cemas itu mudah diatasi. permulaannya (bila akut. maka prognosa lebih baik). maka prognosa juga lebih baik. simpati. maka prognosa jelek. bila gejala-gejala itu menguntungkan si penderita (mendapatkan kasih sayang. maka prognosa lebih baik). perhatian. uang. pembebasan tanggung jawab). . menjamin kembali (reassurance).

Semarang Ibu RT Islam      IDENTITAS PASIEN   .Analisa Kasus    ANAMNESIS Tanggal Ruang Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Agama : 13 febuari 2009 : Poliklinik saraf : : : : : : Ny.Tuntang . Ika 47 Tahun Perempuan Sraten .

mual. Pusing juga dapat kambuh jika mendengar tentang kabar kematian. pusing dirasakan sejak 5 bulan ini. Keluhan seperti diatas timbul sejak suami pasien meninggal dunia. :Keluhan dirasakan terus menerus.DATA SUBYEKTIF      Keluhan utama Onset Kualitas Kuantitas : Pusing. lalu selain pusing juga pasien merasa deg-degan dan kepala seperti ditusuk-tusuk. . dan panas pada ulu hati :Keluhan dirasakan sejak 5 bulan. :Keluhan seperti ini sudah pernah dirasakan sebelumnya. pusing kambuh jika timbul masalah dengan ibunya atau dengan saudara kandungnya. Kronologis : Pasien datang dengan keluhan pusing.

sejak 5 bulan ini tidur pasien menjadi terganggu sering terbangun malam hari dan sulit untuk tidur kembali. Kepribadian : ciri kepribadian pasien cenderung shcizoid. Pola Asuh : ayah pasien mendidik pasien dengan cara keras. pasien mengaku sejak kecil memang cenderung tertutup dan lebih banyak diam. pasien menjadi mudah lupa. mudah tersinggung. pekerjaan ayah pasien adalah tentara. dirumah pasien tinggal bersama ibu dan anak2nya.   RPD : sejak 5 bulan ini pasien telah berobat ke banyak dokter dan tidak kunjung membaik. mudah lelah. .

 Riwayat DM (-). Faktor yang memperingan: Jika rutin berobat.    Faktor yang memperberat : Banyak masalah dengan ibu pasien serta saudara kandung pasien. hipertensi (-) . Gejala penyerta : Riwayat penyakit dahulu: - Riwayat penyakit keluarga: Keluarga pasien tidak ada yg punya penyakit serupa.

5 0C .DATA OBYEKTIF  Status present     Tekanan darah Denyut nadi Pernapasan Suhu : : : : 110/70 84x/menit 24 x/menit 36.

.  Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe. kaku kuduk (–)  Dada : Jantung dan paru dalam batas normal. Status Internus  Kepala : Mesosepal. bentuk simetris.  Abdomen : Hepar dan lien dalam batas normal.

Kesadaran : Compos Mentis GCS : E4 V5 M6 Status Neurologis   .  Status Psikis  Status Psikis pasien dalam batas normal.

III ( Okulomotorius ) Ptosis Gerak bola mata ke superior Gerak bola mata ke medial Gerak bola mata ke inferior Kanan N N N N (-) N N N Kiri N N N N (-) N N N . cranialis N. I (Olfaktorius) Daya penghidu N.Status Neurologis N. II ( Optikus ) Daya Penglihatan Pengenalan warna Medan Penglihatan N.

VII ( Facialis ) Kerutan kulit dahi Kedipan mata Lipatan nasolabial Sudut mulut Mengerutkan dahi Mengangkat alis Menutup mata Meringis Menggembungkan pipi N (-) N N N N N N N N N N N N N (-) N N N N N N N N N N N N .N. V ( Trigeminus ) Menggigit Membuka mulut N. IV ( Troklearis ) Gerak bola mata ke lateral bawahDiplopia N. VI ( Abdusens ) Gerak mata ke lateral N.

VIII ( Akustikus ) Mendengar suara N. XI ( Assesorius ) Memalingkan muka Sikap Bahu Mengangkat Bahu Trofi otot bahu N.N. X ( Vagus ) Denyut Nadi Bersuara Menelan N. XII ( Hipoglossus ) Sikap Lidah Tremor Lidah Menjulurkan Lidah Trofi otot lidah Kekuatan Lidah N (-) (-) 84x/menit N N N N N N N N (-) N (-) (-) N N N N N N (-) . IX ( Glosofaringeus ) Sengau Tersedak N.

 Badan :    Trofi otot punggung Nyeri membungkuk Nyeri sendi bahu : Eutrofi ::- .

 Anggota gerak Pemeriksaan Gerakan Sensibilitas Kekuatan Tonus Klonus Trofi Ekstermitas Superior D/S +/+ +/+ 5/5 N/N N/N Eutrofi Ekstermitas Inferior D/S +/+ +/+ 5/4 N/N N/N Eutrofi .

 Refleks fisiologis Refleks Biseps Triseps Radius Ulna Patella Achiles +/+ +/+ +/+ +/+ +/+ +/+ Hasil .

Refleks patologis Refleks Babinski Chaddock Ekstremitas Dextra Ekstremitas Sinistra - Openheim Gordon Schaeffer Gonda - - .

 Pemeriksaan tulang belakang Refleks Patrick Dextra Sinistra + Kontra patrick Lasegue ROM N + + N .

Telunjuk .Hidung Tes Hidung .Telunjuk .Hidung Tes Telunjuk . Koordinasi  Cara dan keseimbangan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan Berjalan  Rebound Phenomen  Tes Romberg  Dismetri :    Tes Telunjuk .

 Meningeal sign       Kaku kuduk (-) Chic sign (-) Kernig (-) Simpisis Sign (-) Leg Sign (-) Neck Sign (-) .

Diagnosis Diagnosis klinis : cephalgia dan anxietas  Diagnosis topik :  Diagnosis etiologi :  .

PENATALAKSANAAN  Medikamentosa :     Diazepam + Stelazin + ATL ( 0-0-1 ) MAD ( 1-0-1 ) Clobazam ( 0-1-0 ) Mucosta 2 x 1  Non medikamentosa :  Psikoterapi .

PROGNOSA  Dubia ad bonam .

Terima Kasih .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->