CEPHALGIA

&
ANXIETAS

CEPHALGIA

DEFINISI
Nyeri kepala adalah suatu istilah sinonim yang paling tepat bagi istilah kedokteran sefalgia, dimana pada orang awam sering disebut sebagai istilah sakit kepala, pening kepala, dan lain-lainnya. (Konsensus PokDi Nyeri Kepala, 1999).

Definisinya adalah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan pada seluruh daerah kepala dengan batas bawah dari dagu sampai ke daerah belakang kepala (area oksipital dan sebagian daerah tengkuk).

.

.

sejak Klasifikasi Nyeri kepala dari IHS yang pertama tahun 1988.KLASIFIKASI   Pengetahuan dan pembagian jenis klasifikasi tentang nyeri kepala sudah tentu akan berkembang dan berubah dari masa kemasa. yang juga telah diadaptasi oleh PokDi Nyeri Kepala Perdossi tahun 1999. 2005). . penghilangan maupun penambahan jenis subklas diagnostic (Sjahrir. dan telah diterima untuk digunakan dan diterjemahkan dalam 20 bahasa oleh para dokter diseluruh dunia. Pada tahun 2005 diterbitkan Konsensus Nasional Nyeri Kepala Perdoosi yang memuat Klasifikasi Internasional Nyeri Kepala edisi ke-2 dengan ada banyak perbedaan. perombakan.

gigi. 7. 3. Nyeri Kepala Primer 1. telinga. mata. Nyeri kepala lainnya. 5. Nyeri kepala yang berkaitan dengan trauma kepala dan atau leher. Migren 2. II. Neuralgia kranial dan penyebab sentral nyeri fasial. III. mulut. . sentral atau nyeri fasial primer dan nyeri kepala lainnya 1. Nyeri kepala yang berkaitan dengan infeksi. 4. neuralgia kranial. Nyeri kepala klaster dan sefalgia trigeminal-otonomik yang lain. hidung. 2. 8. 4. 6. Nyeri kepala atau nyeri vaskuler yang berkaitan dengan kelainan kranium. Nyeri kepala primer lainnya. Tension type Headache 3. Nyeri kepala yang berkaitan dengan substansi atau withdrawal-nya. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan vaskuler kranial atau servikal. sinus. Nyeri Kepala Sekunder 1. sentral atau nyeri fasial primer. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan homeostasis. leher. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan non vaskuler intrakranial.KLASIFIKASI Secara garis besar nyeri kepala dibagi atas :    I. Neuralgia kranial. atau struktur fasial atau kranial lainnya. 2. Nyeri kepala yang berkaitan dengan kelainan psikiatri.

MIGREN

Definisi
Migren adalah nyeri kepala vaskular yang paroksismal dan berulang, berlangsung 2-72 jam, serta bebas dari nyeri kepala dan kelainan neurologik antar serangan. Sering ada faktor keturunan. Gejala Klinis Serangan nyeri kepala timbul secara tiba-tiba dan biasanya unilateral(80%), paroksismal dan rekuren. Nyeri kepala dirasakan sebagai nyeri kepala yang berdenyut, menusuk-nusuk rasa kepala mau pecah.

Gejala prodrom atau aura yang dapat terjadi bersamaan atau mendahului serangan migren, berupa :
1.

2.

3.

Fenomena visual positif (penglihatan berkunangkunang seperti melihat kembang api, bulatan-bulatan terang kecil yang melebar sampai gejala fortifikasi yang berupa gambaran benteng dari atas) Fenomena visual negatif (penglihatan semakin kabur, seperti berawan sampai semuanya tampak gelap). Anoreksia, mual, muntah, diare, takut cahaya, dan atau kelainan otonom lainnya.

Kadang-kadang terdapat kelainan neurologik (misalnya gangguan motorik, sensorik, kejiwaan) yang menyertai, timbul kemudian atau mendahului serangan migren dan biasanya berlangsung sepintas atau revesibel.

  Faktor pencetus meliputi stres. makanan tertentu atau alergen yang spesifik. ergotamin 1mg/ kofein 100mg tablet. Preventif 6. kontrasepsi oral. manipulasi servikal. 5. semedi. kesibukan atau relaksasi setelah kesibukan. atau terlambat haid. musim panas. biofeedback. dll. Abortif : asetosal tablet dosis 600-1500mg/hari. 3. Latihan pengendoran otot-otot misalnya latihan relaksasi. 2. selama haid. Istirahat total. Penatalaksanaan 1. dll. mengurangi atau menghindari faktor pencetus dan kompres dingin. psikoterapi. sebelum haid. Simtomatik : misalnya metoklopramid 10 mg peroral atau parenteral atau bisa juga domperidon 10 mg peroral bila mengeluh mual. kelelahan fisik dan mental. Sedativum hipnotikum. . tusuk jarum. 4. golongan benzodiazepin atau barbiturat peroral atau parenteral. yoga. kejutan emosional.

Trapezius. THT. m. Sternokleidomastoideus. dan m. kelainan pada mata. m. Masseter. Patofisologi Nyeri kepala yang timbuk akibat kontraksi terus menerus otot-otot kepala dan tengkuk karena ketegangan jiwa. atau karena rangsangan langsung striktur peka nyeri. Splenius kapitis. m. m. misalnya karena perangsangan fisik. m. leher. nyeri acuan (refered pain). Temporalis. gigi dan mulut.Tension type headache   Nyeri kepala tegang otot merupakan nyeri kepala yang timbul karena kontraksi terus-menerus otot-otot kepala dan tengkuk (m. Servikalis posterior. secara refleks: nyeri kepala kontraksi otot sekunder. . Levator skapulae). misalnya kecemasan kronik atau depresi: nyeri kepala kontraksi/tegang otot primer.

.

 Gejala Klinis Nyeri kepala dirasakan seperti kepala berat. kencang dan menekan. . Bila berlangsung lama. Kadang-kadang disertai nyeri kepala berdenyut. pada palpasi dapat diketemukan daerah-daerah yang membenjol. keras dan nyeri tekan. pegal. seperti diikat tali yang melingkari kepala.

akupuntur. 2. yoga. 4. dll . semedi. 5. misalnya latihan relaksasi. 3. Analgetikum Anxiolitik Antidepresan Anestesia/Analgetika Latihan pengendoran otot-otot. Penatalaksanaan 1. psikoterapi.

karena pada waktu serangan akan tampak merah pada sisi wajah yang nyeri. nyeri kepala histamin. gusi dan menjalar ke frontal. neuralgia migrenosa. dibelakang atau didalam bola mata.Cluster Headache   Merupakan nyeri kepala vaskuler yang juga dikenal sebagai nyeri kepala Horton. temporal sampai ke oksiput. pipi. disekitar. atau migrain merah. lubang hidung. sindrom bing. langit-langit. . Nyeri kepala yang dirasakan sesisi biasanya hebat seperti ditusuk-tusuk pada separuh kepala.

Nyeri kepala ini disertai gejala yang khas yaitu mata sesisi menjadi merah dan berair. tetapi kadang-kadang bergantiganti kanan-kiri atau bilateral.  Serangan biasanya mengenai satu sisi kepala. hidung tersumbat. konjungtiva bengkak dan merah.  . sisi kepala menjadi merah-panas dan nyeri tekan.

. Serangan terjadi pada waktu-waktu tertentu. Serangan kemudian menghilang selama beberapa bulan sampai 12 tahun untuk kemudian timbul lagi secara berkelompok.   Nyeri kepala ini lebih sering diketemukan pada laki-laki daripada wanita dengan perbandingan 5 : 1. Serangan berlangsung sekitar 15 menit sampai 5 jam (rata-rata 2 jam) yang terjadi beberapa kali selama 2-6 minggu. biasanya timbul pada umur 20-40 tahun dan akan berkurang pada umur 60-65 tahun. Sedangkan sebagai faktor pencetus adalah makanan atau minuman yang mengandung alkohol. biasanya dini hari menjelang pagi dan akan membangunkan penderita dari tidurnya karena nyeri.

 Penatalaksanaan 1. 3. Ergotamin : sublingual atau supositoris. Abortif :   Oksigen : diberikan 7 liter/menit selama 10-15 menit. Istirahat total dan mengurangi atau menghindari faktor pencetus. . 2. Preventif.

Bila dari anamnesa diketahui benar bahwa keluhankeluhan itu timbul setelah mengidap trauma kapitis. sering kali menjadi pendorong untuk mengunjungi dokter. whiplash injury dan kerusakan kulit kepala setempat. pusingn kepala dan keluhan lainnya yang mnyangkut kepala. . shunt arteriovenosa post traumatik. maka sakit kepala ini merupakan gejala-gejala bagian dari sindroma pasca trauma kapitis yang bersifat neurotik. Apabila masih diragukan. maka perhatian dan analisa harus diarahkan kepada kemungkinan adanya perdarahan subdural akut.Nyeri Kepala Pasca Trauma Kepala    Kontusio atau komosio serebri bahkan trauma kapitis ringan seringkali dihubungkan dengan sakit kepala. bahkan terungkap bahwa sebelum kecelakaan memang sakit kepala.

2. Foto tulang tengkorak AP dan lateral. EEG. Penatalaksanaan 1. .

hemiparestesia. korelasi antara sakit kepala dengan trombosis arteri serebri jauh lebih rendah daripada dengan TAKI. afasia atau hemianopia yang semuanya cepat sembuh kembali.Nyeri Kepala Pada Trombosis Arteri Karotis Interna    Kira-kira 50% dari orang-orang dengan trombosis arteri karotis interna(TAKI) sesisi mendapat sakit kepala ipsilateral. . Sebaliknya. Gambaran klinis klinisnya dikenal sebagai TIA (Transient Ischemic Attack) yang dapat berupa hemiparesis.

Disitu terlihat arteri dan vena yang berukuran sedang dalam keadaan vasodilatasi. dapat dibuktikan oleh adanya kelainan vaskular pada konjungtiva bulbi/ palpebrale ipsilateral. Adakalanya sakit kepala itu dirasakan beberapa bulan sebelum suatu stroke terjadi. Hal demikian merupakan reaksi vaskular terhadap hipoksia iskemik. Sifatnya ialah berdenyut. Bahwasanya sakit kepala itu harus dianggap sebagai manifestasi dari TAKI. .  Selama keadaan-keadaan tersebut diatas berlangsung atau sebelumnya sakit kepala sesisi (ipsilateral) seringkali sudah dirasakan.

2. Penatalaksaan 1. . Pemberian obat untuk mencegah terjadinya embolisasi dari trombus didalam arteri karotis interna. Pemeberian obat untuk mencegah oklusi arteri karotis interna (dapat diberikan aspirin dosis 2 x 300mg/ hari).

Duduk dan berdiri dapat membangkitkan sakit kepala akan tetapi dengan berbaring akan meredakan nyeri kepala tersebut. Lokasinya ialah bitemporal atau suboksipital. sehingga likuor serenrospinalis tetap merembes keluar ruang subarakhnoidal. Sifat sakit kepala pasca pungsi lumbal ialah bukan nyeri tetapi perasaan tidak enak dikepala. bahkan servikal bagian atas.Nyeri Kepala Pasca Pungsi Lumbal    Sakit kepala ini mungkin disebabkan oleh penurunan tekanan intrakranial akibat bocornya selaput arakhnoid. . Jika menggelengkan kepala dapat memperberat sakit kepala. kadang bersifat nyeri tumpul berdenyut.

setelah pungsi lumbal penderita disuruh berbaring telungkup selama 4 jam dan kemudian beristirahat mutlak ditempat tidur selama 24 jam. Selain itu. . Pencegahan terhadap timbulnya keadaab senacam itu ialah dengan mempergunakan jarum pungsi lumbal yang halus dan tajam (18G).

Dapat diberikan analgetika. Penatalaksanaan 1. 3. . Mobilisasi diatur secara bertahap. Isturahat mutlak ditempat tidur selama 3 sampai 5 hari dan minum sebanyak mungkin. 2.

hemiparesis.Nyeri Kepala Pada Meningitis Dan Ensefalitis     Nyeri kepala pada ensefalitis dan mengitis merupakan salah satu gejala prodormal dan juga gejala utama diantara gejala-gejala serebral lainnya. dan papiledema bilateral (lebih sering pada meningitis daripada ensefalitis). . muntah-muntah dan nyeri kuduk. monoparesis (pada ensefalitis). Sebagai manifestasi prodormal sakit kepala itu bersifat umum. seperti sakit kepalasewaktu mengidap flu. Gejala klinis pada penderita biasanya adanya sakit kepala yang berat. demam tinggi. dapat juga disertai adanya penurunan kesadaran (delirium). kejang fokal (pada ensefalitis dan meningoensefalitis). fotofobia. Gejala-gejala lain yang dapat ditemukan ialah adanya kaku dan nyeri kuduk. paresis saraf otak (pada meningitis). kejang umum (meningitis dan ensefalitis).

2.  Dengan diobatinya meningitis dan ensefalitis. Dilakukan pungsi lumbal. 4. maka sakit kepala akan hilang sendiri. 3. Dengan segera dirawat di Rumah Sakit. Pada penderita yang mengalami kejang dapat diberikan antikonvulsan. Penatalaksanaan 1. antivirus. Pemberian antibiotika. .

ini dapat dibuktikan dari hasil pengamatan insidensi jenis penyakit di praktek klinik di Medan selama tahun 2003 didapati 10 besar penyakit yang berobat jalan. 2004) . yaitu (Sjahrir.EPIDEMIOLOGI  Nyeri kepala menduduki komposisi jumlah pasien terbanyak yang berobat jalan ke dokter saraf.

.8%. Mixed headache 14% (Sjahrir. 2004). Migren dengan aura 1. Chronic tension type headache 24%. Denpasar ). Bandung. Cluster headache 0.5%. Episodik Tension type headache 31%. Berdasarkan hasil penelitian Sjahrir (2004) multisenter berbasis rumah sakit pada 5 rumah sakit besar di indonesia ( Medan. Makasar. didapatkan prevalensi penderita nyeri kepala sebagai berikut : Migren tanpa aura 10%.

Indonesia. 2003). dalam penelitiannya pada kelompok usia muda 16-30 tahun di jakarta didaptkan prevalensi migren sebesar 45. dimana dua pertiga diantaranya adalah wanita (Landy.  . dkk (2007) di Jakarta.Ada sekitar 28 juta penderita migren di amerika serikat.8%.  Fransisca.3% terdiri wanita 53.5% dan laki-laki 35.

nyeri kepala ringan : dapat melakukan pekerjaan zaherí-hari/ aktifitas normal. 3 : severe headcahe. nyeri kepala berat : tidak dapat melakukan aktifitas/menruskan aktifitas verja normal sehari-hari (memerlukan istirahat tidur. 2 : moderate headache. nyeri kepala sedang : aktifitas terganggu tetapi tidak sampai menghalangi kegiatan aktifitas normal sehari-hari (tidak membutuhkan istirahat).  . kalau perlu rawat inap di rumah sakit). tidak ada nyeri kepala. 1 :mild headache.Skala Verbal derajat keparahan nyeri kepala terutama intensitas dan kemampuan fungsional menurut Internasional Headache Society Derajat : 0 :no headache : normal.

Skor MIDAS dapat digunakan untuk mengelompokkan penderita migren menjadi empat tingkat disabilitas yang memprediksi perlunya terapi.     Migraine Disabiltity Asessment (MIDAS) digunakan untuk mengukur disabilitas pada penderita nyeri kepala. Kuesioner MIDAS telah dirancang dan diuji oleh Steward & Lipton untuk mengetahui disabilitas penderita nyeri kepala. Penilaian MIDAS dibagi dalam 4 tingkatan : Tingkat 1 (0-5 hari) : sedikit atau tidak ada disabilitas Tingkat 2 (6-10 hari) : disabilitas ringan Tingkat 3 (11-20 hari) : disabilitas sedang Tingkat 4 (>21 hari) : disabilitas berat .

 Nilai derajat keparahan dan tingkat MIDAS mempunyai perbedaan yang bernakna. dengan semakin tingi nilai derajat keparahan maka semakin berat disabilitas yang dialami oleh penderita. .

Anxietas  DEFINISI suatu kesalahan penyesuaian diri secara emosional karena tidak dapat diselesaikannya suatu konflik tak sadar.  . Kecemasan yang timbul dirasakan secara langsung atau diubah oleh berbagai mekanisme pembelaan psikologik dan munsullah gejala-gejala subyektif lain yang mengganggu.

.

palpitasi. pencernaan. genitourinaria atau susunan saraf pusat. kepala enteng seperti mengambang. . dada tertekan . keringat dingin. pernapasan. Macam gejala lain mungkin mengenai motorik. lekas lelah. linu-linu.GEJALA  Somatik Gejala-gejala somatik mungkin berupa napas sesak. sistim kardiovaskuler. epigastrium nyeri.

.

. prihatin dengan pikiran orang lain tentang dirinya. akan tetapi pikir-pikir nanti akan terjadi sesuatu di tengah jalan. khawatis akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan (umpamanya akan bepergian. Kadang-kadang biacranya cepat. Pikrannya penuh tentang kekhawatirannya. Psikologik Gejala-gejala psikologik mungkin timbul sebagai rasa was-was. tetapi terputus-putus. Penderita tegang terus-menerus dan tak mampu berlaku santai. sedang bepergian ingat-ingat tentang hal-hal yang akan terjadi dirumah).

penapasan yang cepat (kadang-kadang hiperventilasi dengan keluhan-keluhan yang menyertainya). amarah.Pemeriksaan Fisik   Pada pemeriksaan fisik terdapat nadi yang sedikit lebih cepat (biasanya tidak lebih dari 100/menit). Pada keadaan cemas yang menahun mungkin terjadi serangan-serangan kecemasan yang akut. dan sebagainya. tremor pada jari-jari tangan dan refleks tendon meningkat. perasaan tidak mampu. kaki dan tangan dingin. tetapi dalam tidur keluar tanda-tandanya seperti mimpi yang menakutkan dan sering terkejut bangun. . Kadangkadang kecemasan tidak tampak jelas dalam keadaan bangun. Selain kecemasan terdapat juga gejala-gejala lainnya seperti depresi. gangguan psikosomatik.

  Faktor pencetus sering jelas dan secara psikodinamik berhubungan dengan faktor-faktor yang menahun seperti amarah yang direpresi atau impuls untuk melampiaskan hal sex. Biasanya urutan kejadiannya sebagai berikut : Ketakutan (kecemasan akut) → represi dan konflik (tak sadar) → kecemasan menahun → stres pencetus → penurunan daya tahan dan mekanisme mengatasinya → neurosa cemas (anxietas). .

maka prognosa lebih baik). perhatian. bila gejala-gejala itu menguntungkan si penderita (mendapatkan kasih sayang. pembebasan tanggung jawab). uang.Pengobatan dan Prognosa   Mencari dan membicarakan konflik. simpati. menjamin kembali (reassurance). Prognosa pada umumnya tergantung kepribadian sebelumnya (bila relatif stabil. maka prognosa juga lebih baik. gerak badan serta rekreasi yang baik dan obat tranquilizer biasanya dapat menghilangkan dengan segera neurosa cemas yang baru. . maka prognosa jelek. bila stres yang menimbulkan neurosa cemas itu mudah diatasi. maka prognosa lebih baik). permulaannya (bila akut.

Semarang Ibu RT Islam      IDENTITAS PASIEN   . Ika 47 Tahun Perempuan Sraten .Tuntang .Analisa Kasus    ANAMNESIS Tanggal Ruang Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Pekerjaan Agama : 13 febuari 2009 : Poliklinik saraf : : : : : : Ny.

pusing kambuh jika timbul masalah dengan ibunya atau dengan saudara kandungnya. dan panas pada ulu hati :Keluhan dirasakan sejak 5 bulan.DATA SUBYEKTIF      Keluhan utama Onset Kualitas Kuantitas : Pusing. . Keluhan seperti diatas timbul sejak suami pasien meninggal dunia. lalu selain pusing juga pasien merasa deg-degan dan kepala seperti ditusuk-tusuk. Kronologis : Pasien datang dengan keluhan pusing. :Keluhan seperti ini sudah pernah dirasakan sebelumnya. mual. :Keluhan dirasakan terus menerus. pusing dirasakan sejak 5 bulan ini. Pusing juga dapat kambuh jika mendengar tentang kabar kematian.

pasien mengaku sejak kecil memang cenderung tertutup dan lebih banyak diam. . pasien menjadi mudah lupa. mudah tersinggung. pekerjaan ayah pasien adalah tentara. sejak 5 bulan ini tidur pasien menjadi terganggu sering terbangun malam hari dan sulit untuk tidur kembali. mudah lelah.   RPD : sejak 5 bulan ini pasien telah berobat ke banyak dokter dan tidak kunjung membaik. Pola Asuh : ayah pasien mendidik pasien dengan cara keras. dirumah pasien tinggal bersama ibu dan anak2nya. Kepribadian : ciri kepribadian pasien cenderung shcizoid.

hipertensi (-) . Faktor yang memperingan: Jika rutin berobat.  Riwayat DM (-).    Faktor yang memperberat : Banyak masalah dengan ibu pasien serta saudara kandung pasien. Gejala penyerta : Riwayat penyakit dahulu: - Riwayat penyakit keluarga: Keluarga pasien tidak ada yg punya penyakit serupa.

DATA OBYEKTIF  Status present     Tekanan darah Denyut nadi Pernapasan Suhu : : : : 110/70 84x/menit 24 x/menit 36.5 0C .

 Status Internus  Kepala : Mesosepal. kaku kuduk (–)  Dada : Jantung dan paru dalam batas normal. bentuk simetris.  Abdomen : Hepar dan lien dalam batas normal. .  Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.

  Status Psikis  Status Psikis pasien dalam batas normal. Kesadaran : Compos Mentis GCS : E4 V5 M6 Status Neurologis   .

II ( Optikus ) Daya Penglihatan Pengenalan warna Medan Penglihatan N. III ( Okulomotorius ) Ptosis Gerak bola mata ke superior Gerak bola mata ke medial Gerak bola mata ke inferior Kanan N N N N (-) N N N Kiri N N N N (-) N N N .Status Neurologis N. I (Olfaktorius) Daya penghidu N. cranialis N.

IV ( Troklearis ) Gerak bola mata ke lateral bawahDiplopia N. VI ( Abdusens ) Gerak mata ke lateral N. V ( Trigeminus ) Menggigit Membuka mulut N. VII ( Facialis ) Kerutan kulit dahi Kedipan mata Lipatan nasolabial Sudut mulut Mengerutkan dahi Mengangkat alis Menutup mata Meringis Menggembungkan pipi N (-) N N N N N N N N N N N N N (-) N N N N N N N N N N N N .N.

IX ( Glosofaringeus ) Sengau Tersedak N.N. XII ( Hipoglossus ) Sikap Lidah Tremor Lidah Menjulurkan Lidah Trofi otot lidah Kekuatan Lidah N (-) (-) 84x/menit N N N N N N N N (-) N (-) (-) N N N N N N (-) . X ( Vagus ) Denyut Nadi Bersuara Menelan N. VIII ( Akustikus ) Mendengar suara N. XI ( Assesorius ) Memalingkan muka Sikap Bahu Mengangkat Bahu Trofi otot bahu N.

 Badan :    Trofi otot punggung Nyeri membungkuk Nyeri sendi bahu : Eutrofi ::- .

 Anggota gerak Pemeriksaan Gerakan Sensibilitas Kekuatan Tonus Klonus Trofi Ekstermitas Superior D/S +/+ +/+ 5/5 N/N N/N Eutrofi Ekstermitas Inferior D/S +/+ +/+ 5/4 N/N N/N Eutrofi .

 Refleks fisiologis Refleks Biseps Triseps Radius Ulna Patella Achiles +/+ +/+ +/+ +/+ +/+ +/+ Hasil .

Refleks patologis Refleks Babinski Chaddock Ekstremitas Dextra Ekstremitas Sinistra - Openheim Gordon Schaeffer Gonda - - .

 Pemeriksaan tulang belakang Refleks Patrick Dextra Sinistra + Kontra patrick Lasegue ROM N + + N .

Telunjuk . Koordinasi  Cara dan keseimbangan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan : tidak dilakukan Berjalan  Rebound Phenomen  Tes Romberg  Dismetri :    Tes Telunjuk .Hidung Tes Hidung .Telunjuk .Hidung Tes Telunjuk .

 Meningeal sign       Kaku kuduk (-) Chic sign (-) Kernig (-) Simpisis Sign (-) Leg Sign (-) Neck Sign (-) .

Diagnosis Diagnosis klinis : cephalgia dan anxietas  Diagnosis topik :  Diagnosis etiologi :  .

PENATALAKSANAAN  Medikamentosa :     Diazepam + Stelazin + ATL ( 0-0-1 ) MAD ( 1-0-1 ) Clobazam ( 0-1-0 ) Mucosta 2 x 1  Non medikamentosa :  Psikoterapi .

PROGNOSA  Dubia ad bonam .

Terima Kasih .