P. 1
tokoh desain

tokoh desain

|Views: 44|Likes:
Published by mxhana

More info:

Published by: mxhana on Aug 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

NO 1

TOKOH DESAIN Frans Johan Lauwrens Ghijsels (1882-1947)

KARYA
1. Kantor Tilpon Jl. Garuda, Surabaya

PERSAMAAN Keduanya bangunann mempunyai susunan denah dan tampak yang simetri penuh. Hal ini menunjukkan pengaruh “Neo Renaissance “ yang masih kuat pada peralihan abad 19 ke awal abad 20.

PERBEDAAN Bangunan yang pertama bermassa tunggal dan bangunan kedua berupa komplek ber-massa banyak.

antara th. 1913-1914.

Bangunan ini merupakan karya-karya awal dari Ghijsels. Pada waktu itu sangat jarang sekali ada bangunan dari beton yang berlantai 3. Frans Johan Louwrens Ghijsels (lahir di Tulungagung, 8 September 1882 – meninggal di Overveen, Bloemendaal, 2 Maret 1947 pada umur 64 tahun) adalah arsitek dan ahli tata kota Belanda yang bekerja di Belanda maupun Hindia-Belanda(yang sekarang Indonesia). Semboyan Ghijsels adalah “Simplicity is the shortest path to beauty” (Akihary,1996), menunjukkan bahwa ia adalah seorang arsitek modern yang berpandangan rasional. Ia termasuk generasi pelopor perubahan arsitektur langgam “Indische Empire” yang masih banyak dianut pada akhir abad ke 19. menjadi arsitektur colonial modern pada awal abad ke 20 di Hindia Belanda.
2. Gedung “Internatio”, Surabaya th. 19271931

Dirancang oleh biro AIA (pimpinan Ghijsels) pada th. 1927-1931. Gedung ini merupakan salahsatu bangunan yang paling besar di daerah perdagangan sekitar Jembatan Merah , Surabaya.

gaya tersebut cocok dengan jiwa Schoemaker yang penuh romantisme dan petualangan. Koloniale Bank di Jl. 25 Juli 1882 – meninggal di Kota Bandung. 1927 2. Jawa Barat.2 Charles Prosper Wolf Schoemaker (1882-1949) 1. Dirancang oleh Prof. 1927 Keduanya bangunanan memiliki garis-garis dominan yang sejajar dengan tanah. Perbedaan ada pada bangunan ketiga. Dirancang oleh Prof. Tapi peruabahan yang mencolok terjadi setelah ia pulang dari Amerika pada th. Indonesia. Hasil desain hatel ini banyak terpengaruh oleh desain-desain Frank Llyod Wright dari Amerika. 1930. bangunan villa tersebut terlihat dengan gaya arsitektur modern “Art Deco”. Charles Prosper Wolff Schoemaker (lahir di Banyubiru. arsitek Amerika yang terkenal pada saat itu. 22 Mei 1949 pada umur 66 tahun). . serta detail-detail geometris kelihatan sangat dominan sekali. Terutama sekali adalah gaya dari Frank Lloyd Wright. Ia adalah seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang berdiam di HindiaBelanda( yang sekarang Indonesia). Jembatan Merah . Hotel Preanger – Bandung th. Surabaya. Pada waktu itu kendaraan di Bandung banyak yang masih menggunakan “dokar”. Ir. Gaya desainnya selalu berubah. Ir.P. Bentuk arsitektur modern di Amerika sangat mempengaruhinya. Semarang. 1918. Jawa Tengah. 1930 Prof. C. Wolf Schoemaker th. Wolf Schoemaker pada t. Hotel Preange diBandung. Koloniale Bank – Surabaya th. Indonesia.

dengan pemndangan latar belakang gunung Tangkuban Perahu yang sangat indah. Letaknya yang sangat strategis menuju Lembang. sekarang menjadi gedung IKIP Bandung. C. Dirancang oleh Prof.3. Villa Isola – Bandung th. 1933 Villa Isola. Wolf Schoemaker th. . Merupakan salah satu hasil perancangan Schoemaker yang sangat terkenal. 1933.P.

1920 an. Bentuk gereja dengan arsitektur tradisional Nusantara tersebut sampai sekarang masih berdiri denah baik. Henri Mclaine Pont dilahirkan pada tanggal 21 Juni 1884 di Meester Coenelis . Pengetahuannya yang mendalam tentang arsitektur tradisional Nusantara. Kediri.. sehingga menjadi obyek turisme yang cukup ramai. Koda Kediri. sedangkan karya arsitektur yang kedua didesain untuk area yang lebih luas yaitu komplek-komplek untuk intitusi/perguruan tinggi. . Dirancang oleh Maclaine Pont Th. Pintu masuk samping gereja Pohsarang. Ia ingin mengidentifikasikan desainnya dengan arsitektur tradisional Nusantara. Karya-karya Pont terutama setelah th. terutama dengan arsitektur Jawa. Keluarganya sudah 5 generasi tinggal di Hindia-Belanda (yang sekarang Indonesia). kecamatan Semen.Jatinegara. Kedua mengidentifikasikan desain dengan Th 1936 arsitektur tradisional Nusantara. 1935 . Karya arsitektur pertama didesain untuk tempat peribadatan. arahnya sudah jelas.Batavia. terutama dengan arsitektur Jawa yang dipadukan dengan pengetahuan arsitektur modern. Gereja Katholik Pohsarang. terbukti dari banyak tulisannya yang sampai sekarang masih dipakai orang untuk referensi.3 Henricus Maclaine Pont (1884-1971) karyanya 1.

sekarang menjadi ITB. Komplek ini dirancang oleh Maclaine Pont th.T.) th 1918 Teknik Bandung Gambar situai sekolah Tinggi Teknik di Bandung. Sekolah Tinggi (I.B. 1919. .2.

1929. baik berupa iklim. Bandung. dapat diambil beberapa kesimpulan. bahan bangunan yang dipakai. “Simplicity is the shortest path to beauty” merupakan semboyan arsitektur modern yang selalu dipegangnya. Jadi tentang adaptasinya dengan lingkungan Hindia Belanda . kelihatan sekali bahwa secara konsisten Maclaine Pont berusaha mengidentifikasikan karya-karyanya dengan arsitektur tradisional Nusantara (gedung I. yang sesuai dengan jiwa romantis dan petualangannya. Suatu karya arsitektur “art deco”. Tapi identitas ini hanya sebatas pada ragam hiasnya saja.T. Diantara karya-karya Schoemaker terdapat beberapa bangunan yang dicobanya untuk memberikan identifikasi dengan arsitektur setempat seperti : “Hotel Preanger” di Bandung yang dibangun th. Gereja Pohsarang). Salah satu karya yang paling menonjol dari Schoemaker adalah “villa isola” milik Dominique Berrety. 1920 an sampai th. Semarang. Maclaine Pont maupun Schoemaker pernah menangani perluasan perencanaan kota. cara membangun serta keadaan sosial budaya nya memang tidak dapat diragukan lagi. penjara dan sebagainya. Dengan makin banyaknya data yang dikumpulkan maka kita bisa mengamati dan menganalisisnya dengan lebih jernih untuk kepentingan perkembangan arsitektur dan perkotaan di Indonesia. Baik Ghijsels. 1940 an. Museum Trowulan. gereja Protestan sampai kelenteng di Bandung).B. bank. Arsitek asing yang sekarang ada mungkin hanya tinggal selama beberapa hari atau minggu saja di Indonesia. . tapi prinsip-prinsip arsitektur modern selalu dipegangnya teguh. gereja Katholik. Dalam hal ini bisa dibedakan dengan banyak arsitek asing setelah tahun 1980 an yang sekarang karyanya banyak terdapat di Indonesia. Mulai dari bangunan ibadah (mesjid Cipaganti. rumah tinggal abatoir. Memang desain-desain Ghijsels kebanyakan berupa kantor-kantor milik perusahaan perdagangan besar diberbagai kota di Jawa seperti Batavia. Salah satu kesamaan yang tidak dapat disangkal ialah bahwa ketiganya merupakan arsitek yang sangat berpengalaman dengan puluhan bahkan ratusan karya-karyanya yang tersebar di Hindia Belanda dalam tenggang waktu antara th. tahun 1933.Kesimpulan Setelah mengetahui riwayat dan karya ketiga arsitek tersebut diatas . hal ini sangat berbeda sekali dengan apa yang diperbuat oleh Maclaine Pont. Tapi karya-karya Schoemaker yang menonjol dibuat setelah ia pulang dari Amerika dan menetap di Bandung antara th. Terutama sekali yang mencolok adalah karya-karya Maclaine Pont. 1910 an sampai th. Makin bertambah usianya. Meskipun desainnya punya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan Hindia Belanda. Ghijsels kelihatannya adalah seoang „kantoran” sejati. Karya-karya Schoemaker memang lebih banyak dan bervariasi. kantor. Meskipun demikian karakter desain dari ketiga arsitek tersebut diatas jelas punya perbedaan. 1940 an.. dengan pengamatan yang sifatnya hanya sambil lalu saja. Yogyakarta dan Surabaya. Tapi kelihatannya hal ini merupakan pekerjaan sampingan mengingat masih sedikitnya planolog yang handal pada waktu itu.

Sunarmi M.Hj.Hum Oleh : Muhammad Aufa Asshihabi 10150109 PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA 2013 .TUGAS SEMESTER PENDEK METODE DESAIN I “PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KARYA DARI 3 TOKOH DESAIN” Dosen Pengampu : Dra.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->