PENERAPAN KONSEP MATRIKS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

Oleh : Gede Edy Priyadnya 0915057123 VII.C

Jurusan S1 Pendidikan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Kejuruan

Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja 2009 .

Digunakan dalam memecahkan masalah operasi penyelidikan atau penelitian. 3. b. statistika. Dikaitkan dalam penggunaan program linier. 2. Mempunyai baris dan lajur (kolom). Sementara dalam dunia olahraga penentuan klasemen suatu pertandingan. Salah satu contoh penggunaan matriks di bidang ekonomi adalah untuk menyelesaikan masalah investasi dan pada aplikasi perbankan yang senantiasa berkutak atik dengan angka-angka.PENGERTIAN MATRIKS Matriks adalah suatu jajaran (kumpulan) bilangan yang disusun dalam bentuk baris dan lajur (kolom) sehingga berbentuk persegi panjang serta ditulis dalam kurung biasa atau kurung siku. ilmu-ilmu sosial. maupun ilmuilmu alam. c. Bilangan-bilangan yang disusun tersebut dinamakan unsur atau elemen atau entri suatu matriks. Sehingga dapat disimpulkan bahwa syarat suatu matriks adalah: a. Memudahkan dalam membuat analisis mengenai suatu masalah ekonomi yang mengandung bermacam-macam peubah. Beberapa contoh penggunaan matriks sebagai media bantu dalam memecahkan masalah. Matriks adalah salah satu media bantu untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. manajemen kimia. Unsur-unsurnya terdiri dari bilangan-bilangan. kependudukan. baik dibidang ekonomi. Penerapan /aplikasi matriks sangat luas dan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. maupun bidang-bidang pendidikan. diantaranya adalah: 1. dan lain-lain. misalnya: penyelidikan sumber-sumber minyak. Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam proses penyelesaian permasalahan dalam pelajaran lain. sering dihadapkan kepada pencarian nilai beberapa peubah (variabel). dan bidang-bidang teknologi lainnya. Berbentuk persegi panjang dan ditempatkan dalam kurung biasa atau kurung siku. analisis input-output baik dalam bidang ekonomi. .

Oleh karena itu kita katakan bahwa matriks A berordo 2 ×3. . . Letak suatu unsur matriks ditentukanoleh baris dan kolom di mana unsur tersebut berada. Contoh : 1 A =  4 ↓ 2 5 3  6  ↓ ↓ ← baris ke-1 ← baris ke-2 Kolom Kolom Kolom Ke-1 Ke-2 Ke-3 Matriks A mempunyai dua baris dan dua kolom. . dan ditempatkan diantara dua kurung disebut matriks.Kita ambil suatu contoh yang sederhana. kurung siku [ ] . dan seterusnya.. . 15 10 25 43   42  85   28  Daftar diatas dapat ditulis dalam bentuk matriks sebagai berikut 32 60  Setiap bilangan pada matriks disebut elemen(unsur) matriks. Jenis Kelamin Kelas II Ak 1 II Ak 2 Jumlah Putra 28 32 60 Putri 15 10 25 Jumlah 43 42 85 Dalam matematika. ditulis A2× 3 atau ( a 23 ) .. yaitu himpunan bilangan yang tersusun menurut baris-baris dan kolom-kolom sehingga terbentuk persegi panjang. HUBUNGAN MATRIKS DENGAN MATRIKS. sedangkan unsur matriks dinyatakan dengan huruf kecil a. C . dan seterusnya. Misalnya. pada matriks di atas unsur 25 trletak pada baris ke-3 dan pada kolom ke-2. atau kurung bergaris dua . misalnya daftar siswa kelas I Program Akutansi pada suatu SMK seperti berikut. . . B . c . . Tanda kurung yang dipakai : kurung biasa ( ) . Ordo suatu matriks ditentukan oleh banyaknya baris dan banyaknya kolom dalam matriks tersebut. himpunan bilangan demikian. b . Suatu matriks dinyatakan dengan huruf kapital A .

Matriks A dan B mempunyai ordo sama b. yaitu 2 ×3 Definisi: Dua buah matriks A dan B dikatakan sama.Matriks A dan matriks B dikatakan berordo sama atau berukuran sama jika banyaknya baris dan banyaknya kolom pada matriks A sama dengan banyaknya baris dan banyaknya kolom pada matriks B Contoh : A=   2 0 1 3 3  dan B = 2  3  5  2 4 1  6  Matriks A berordo sama dengan matriks B. Matriks Kolom Matriks Kolom adalah matriks yang terdiri dari satu kolom  2    Contoh : A =  1  − 3    3 − 2) 3. Matriks Persegi atau Matriks Bujur Sangkar . jika dan hanya jika : a. Unsur-unsur yang seletak pad matriks A dan matriks B sama. MACAM-MACAM MATRIKS 1. Matriks Baris Matriks Baris adalah matriks yang terdiri dari satu baris Contoh : A = (1 5 2. ditulis A = B.

Contoh : O2× 3 =   0 0 0 0 0  0  5. 0  5  8  0 D=  0  0  2 6 0 0 1 5 3 0 −3  4  7   9   Matriks C disebut matriks segi tiga bawah dan matriks D disebut matriks segitiga atas. Matriks Diagonal . Matriks Nol Matriks Nol adalah Suatu matriks m × n yang setiap unsurnya 0 berordo m × n .  2   3 Contoh : C =  −9   4  0 7 5 1 0 0 8 −3 0  0 . jumlah baris = jumlah kolom 7  4. Matriks Segi Tiga Matriks Segi Tiga adalah suatu matriks bujur sangkar yang unsur-unsur dibawah atau diatas diagonal utama semuanya 0 .Matriks Persegi atau matriks Bujur Sangkar adalah matriks yang mempunyai jumlah baris = jumlah kolom  1  Contoh : A =  2 − 2  3 4 3 5  0  . 6.ditulis dengan huruf O.

7  0 Contoh : F =  0  0  0 7 0 0 0 0 7 0 0  0 0  7  8. kecuali unsur-unsur pada diagonal utama adalah nol. I4 =  0  0  0 1 0 0 0 0 1 0 0  0 0  1  1  Contoh : I3 = 0 0  0 1 0 0  0 1  I3 adalah matriks identitas ordo 3 dan I4 adalah matriks identitas ordo 4 9. 5  0 Contoh : E =  0  0  0 7 0 0 0 0 −2 0 0  0 0  8  7. Matriks Skalar Matriks Skalar adalah matriks diagonal yang unsur-unsur pada diagonal utama semuanya sama. Matriks Identitas atau Matriks Satuan Matriks Identitas atau Matriks Satuan adalah matriks diagonal yang unsurunsur pada diagonal utama semuanya satu ditulis dengan huruf I. Matriks Simetris .Matriks Diagonal adalah suatu matriks bujur sangkar yang semua unsurnya . 1  0 .

Matriks Mendatar Matriks Mendatar adalah matriks yang banyaknya baris kurang dari banyaknya kolom . elemen kolom kedua = elemen baris kedua matriks A. Matriks Tegak Matriks Tegak adalah suatu matriks yang banyaknya baris lebih dari banyaknya kolom. 10. Matriks Transpos ( notasi At ) Transpos A adalah matriks baru dimana elemen kolom pertama = elemen baris pertama matriks A.Matriks Simetri adalah suatu matriks bujur sangkar yang unsur pada baris ke-i kolom ke-j sama dengan unsur pada baris ke-j kolom ke-i sehingga aij = a ji . 1  Misal Matriks A = 9 0  −2 1 3 5 4 −2 8   2  −3   . elemen kolom ketiga= elemen baris ketiga matriks A. Contoh : H 2×3 =  5  3 2 4 1  6  11. 1  3 Contoh : G =  2  5  3 4 6 9 2 6 7 10 5  9 8  2  Unsur pada baris ke-2 kolom ke-4 adalah 9 dan unsur pada baris ke-4 kolom ke-2 juga 9. Contoh : K 3× 2 5  = 2 9  6   1  −7   12.

perkalian dua matriks. 1   −2 t Maka Transpos A adalah A =  5   8  9 1 4 2 0   3  − 2  −3  Jadi jika ordo matriks A = 3x4 maka ordo matriks transpos adalah 4x3 Sifat-sifat matriks transpos 1) ( A + B )t = At + Bt 2) ( At )t = A 3) ( AB )t = Bt At CONTOH LAIN PEMAKAIAN MATRIKS 1. 4. 3. memeriksa apakah sebuah matriks : simetris. . harus diprogram. matriks satuan. merepresentasi “ruangan” pada sebuah gedung bertingkat. Perhitungan “biasa” terhadap matriks : penjumlahan. Dalam perhitungan ilmiah dimana suatu sistem diwakili oleh matriks (elemen hingga dalam teknik sipil dan mesin). semua “perhitungan” itu menjadi tidak primitive. 5. Dalam persoalan pemrograman linier dan operational research. Hanya saja dalam algoritma. 2. Dalam persoalan algoritmik : untuk menyimpan informasi yang cirinya ditentukan oleh dua komponen (yang nantinya diterjemahkan dalam baris dan kolom) dan diakses langsung. menentukan determinan. Contoh : Merepresentasi “cell” pada sebuah spreadsheet. Matriks banyak digunakan dalam komputasi numerik untuk representasi dalam finite element. menginvers sebuah matriks. Seperti penggunaan matriks dalam matematika.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful