P. 1
tugas-2-eva1

tugas-2-eva1

|Views: 7|Likes:
Published by Juan Anwar
holistik
holistik

More info:

Published by: Juan Anwar on Aug 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2014

pdf

text

original

PAGUYUBAN GABUNG- GABUNG IN THE KOST TIM PENGELOLA DIDING S, belum Pd Kelas A Semester 5

1. Jawablah Pertanyaan Berikut : a. Jelaskan Pengertian dan tujuan Asesmen Kinerja b. Jelaskan pengertian dan tujuan Asesmen Portofolio c. Jelaskan ppengertian dan tujuan Penilaian Afektif 2. Pilihlah satu Mata Pelajaran untuk SD Kelas 5 dan 6, Kemudia n : a. Buatlah kisi-kisi dan 2 ( dua ) contoh soalnya untuk menilai ranah kognitif b. Buatlah Kisi-kisi dan 2 ( dua ) contoh pertanyaan/soalnya untuk menilai Ranah Afektif c. Buatlah contoh tugas dan Rubriknya ( Analitic Rublic ) untuk 2 ( dua ) aspek/ dimensinya.

Anjuran Dosen KERTAS A4 TIME NEW ROMAN SPASI 1,5 MARGIN 3 - 3 - 2.5 - 2.5

Untuk Referensi Huruf yang bertanda MERAH adalah soal sedangkan yang HITAM berarti untuk refernsi jawaban

KUNCI JAWABAN : 1.a PENGERTIAN DAN TUJUAN ASESMEN KINERJA

Pengertian Asesmen Kinerja Asesmen kinerja adalah penilaian yang menekankan pada apa yang dapat dikerjakan oleh siswa dalam bentuk kinerja. Asesmen kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan atau kinerja siswa dalam melakukan sesuatu. Corner “ asesmen merupakan cara untuk menilai performance siswa secara individual maupun kelompok setelah dilaksanakan pembelajaran” Herman “asesmen merupakan suatu proses atau upaya normal pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan

variable-variabel Pembelajaran yang dapat digunakan sebagai bahan dalam pengambilan keputusan oleh guru” Jalogo “asesmen merupakan cara untuk menilai sesuatu dari berbagai sudut pandang seperti tingkatan, nilai guna dan keunggulannya”. 7.3 Tujuan dan Peran Asesmen Kinerja Menurut Popham tujuan asesmen kinerja adalah :
  

Mendiagnosa kelebihan dan kelemahan siswa dalam belajar Memonitor kemajuan atau perkembangan siswa Menentukan level atau jenjang kemampuan siswa Mempengatuhi persepsi public tentang efektifitas pembelajaran Mengevaluasi kinerja guru dan menglasifikasi tujuan Pembelajaran yang dirumuskan oleh guru.

Lima tuntutan belajar dalam asesmen kinerja menurut Marjono (1993 :18), yaitu:
    

Sikap dan persepsi tentang belajar Perolehan dan pemanduan pengetahuan Perluasan dan penajaman pengetahuan Penggunaan pengetahuan secara lebih bermakna Pelatihan berfikir kritis dan kreatif

Pada asesmen kinerja pemberian skor digunakan dua pendekatan yaitu : (1) Metode Holistic, dan (2) Metode Analitic. Metode Holistic digunakan apabila para penskor hanya memberikan satu buah skor atau nilai berdasarkan penilaian mereka secara keseluruhan dari hasil kinerja peserta tes.

terjemahan baik  Pengorganisasian topic baik  Penggunaan struktur kalimat bagus     3 Sebagian kecil isi kurang menarik Alur pikiran lancer. bukan menilai dengan menggunakan angka pada computer atau mesin (seperti pada tes buku).5 Karakteristik Mengevaluasi Penilaian Kinerja     Adanya partisipasi aktif siswa Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PBM. kinerja siswa harus menggunakan penilaian yang memiliki lebih dari satu criteria.4 Karakteristik Penialian Kinerja    Multi kriteria. asesmen kinerja membutuhkan penilaian yang bersifat manusiawi untuk menilai bagaimana kinerja siswa dapat diterima secara nyata (real). 2    1     Contoh Holistic rubric untuk kemampuan menulis : 7.6 Langkah-langkah Membuat Penilaian Kinerja Wujud utama dari penilaian kinerja ada dua yaitu : . tetapi masih ada kelemahan. 7. Evaluasi merupakan upaya untuk mencapai tujuan Pembelajaran 7. juga untuk memperbaiki PBM. tetapi beberapa terjemahan jelek Ada pengorganisasian topic. masing-masing criteria kinerja siswa dapat dinilai secara jelas dan eksplisit dalam memajukan evaluasi kualitas kinerja siswa Adanya judgement penilaian. Evaluasi selain untuk mengetahui posisi atau kemampuan siswa. Standar kualitas yang spesifik. Ada kesalahan kecil secara mekanis Isi kurang menarik dengan kehilangan focus alur pikiran terpotong-potong dengan beberapa terjemahan yang jelek Pengorganisasian kurang dengan penyimpangan topic Kesalahan mekanis sangat serius Focus tidak jelas Kalimat terputus-putus dan bertele-tele Pengorganisasian sangat jelek Banyak kesalahan secara mekanis dan struktur kalimat sangat lemah.Skor 4 Deskripsi  Isi seluruh tulisan menarik  Alur pikiran lancer.kelemahan.

Portofolio seperti ini difokuskan pada proses perkembangan peserta didik dan digunakan untuk tujuan .         Tugas (task). Portofolio dapat memberikan bahan tindak lanjut dari suatu pekerjaaan yang telah dilakukan peserta didik sehingga guru dan peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Tuliskan perilaku kemampuan-kemampuan spesifik (operasional) yang penting dilakukan untuk menyelesaikan tugas dan menghasilkan hasil yang terbaik. Periksa kembali apa yang telah dibuat dan kalau mungkin dibandingkan kriteria kemampuan yang sudah ada yang telah dibuat sebelumnya oleh orang lain di lapangan. yang merupakan panduan untuk memberikan skor. Asesmen portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksikan pembelajaran mereka sendiri. Asesmen portofolio dapat digunakan sebagai alat formatif dan sumatif. Dalam penilaian portofolio peserta didik memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk menilai diri sendiri dari waktu ke waktu. atau bentuk tugas yang dapat memperlihatkan kemampuan siswa (real word application) Kriteria penilaian (rubric). Dalam hal ini asesmen portofolio dapat dianggap sebagai salah satu alat untuk menilai secara otentik. portofolio. pembaharuan kembali proses belajar mengajar dan pengembangan pandangan peserta didik dalam belajar. Urutkan kriteria-kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan urutan yang dapat diamati. bentuk tugas pada penilaian kinerja bisa bentuk : proyek. perluasan dimensi belajar. Usahakan membuat kriteria kemampuan yang diukur tidak terlalu banyak sehingga semua kriteria tersebut dapat diobservasikan selama siswa melaksanakan tugas. Definisikan dengan jelas kriteria kemampuan yang akan diukur berdasarkan kemampuan siswa yang harus dapat diamati (observable)atau karakter produk yang dihasilkan.b Fungsi dan Tujuan Penilaian Portofolio Portofolio tidak hanya merupakan tempat penyimpanan hasil pekerjaan peserta didik tetapi merupakan sumber informasi untuk guru dan peserta didik. pameran. Adapun langkah-langkah membuat penilaian kinerja adalah sebagai berikut : Identifikasi semua langkah-langkah penting yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir yang terbaik. Portofolio berfungsi untuk mengetahui perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata pelajaran kimia serta pertumbuhan kemampuan peserta didik. Portofolio dapat berfungsi sebagai alat untuk melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar. PENGERTIAN DAN TUJUAN ASESMEN PORTOFOLIO 1. Asesmen portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil kerja mereka. Portofolio dapat digunakan sebagai alat pengajaran juga sebagai alat penilaian.

5. Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri. 3. Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar. Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung. Menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa bagi dirinya. Fungsi assesmen portofolio menurut Berenson dan Carter antara lain sebagai berikut: 1. Penekanan pada hasil belajar terbaik siswa memberikan pengaruh positif dalam belajar. 2. Keterampilan assesmen sendiri mengarah pada seleksi contoh pekerjaan dan menentukan pilihan terbaik. Sedangkan menurut Erman (2003) manfaat portofolio akan memupuk kebiasaan siswa dalam bertindak cermat melalui pengumpulan bukti hasil kerja dan karangannya serta akan tergugah kesadarannya bagaimana seharusnya belajar yang benar sesuai dengan konsep belajar secara simultan akan terakomodasi. Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang terbaik. Membandingkan pekerjaan sekarang dengan pekerjaan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar daripada membandingkan dengan milik orang lain. Kemajuan siswa dapat terlihat jelas. tugas-tugas individu atau kelompok dan lain-lain. Portofolio sangat bermanfaat baik bagi guru maupun siswa dalam melakukan penilaian proses. Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar. 4. 4. orang tua. Mendokumentasikan kemajuan siswa dalam kurun waktu tertentu. Asesmen portofolio digunakan juga untuk tujuan penilaian sumatif pada akhir semester atau pada akhir tahun pelajaran. Portofolio dapat berisikan laporan kegiatan praktikum yang diikuti siswa. Fungsi portofolio menurut mata pelajaran tertentu serta . Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri secara positif pada setiap peserta didik. 5. atau lainnya.formatif dan diagnostik. 4. yaitu: 1. Meningkatkan proses efektivitas pengajaran Bertukar informasi dengan orang tua/ wali peserta didik dan guru lain. Adapun tujuan asesmen portofolio menurut Gronlund dalam Nahadi dan Cartono adalah sebagai berikut: 1. Memberikan kesempatan siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu (misalnya siswa menulis sesuai dengan tingkat level mereka tetapi sama-sama menuju tujuan umum) 6. Portofolio dalam penilaian dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan. Selain itu. 3. 6. Hasil asesmen portofolio sebagai alat sumatif ini dapat digunakan untuk mengisi angka raport peserta didik yang menunjukkan prestasi peserta didik dalam mata pelajaran kimia. 2. tujuan penilaian dengan menggunakan portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat. tugas-tugas proyek. 2. 3.

Kemajuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas.am beberapa bentuk instrumen eavaluasi atau tes. misalnya: tes hasil belajar. 2. Lembaran ini memuat identitas yang diamati. Asesmen portofolio dapat digunakan untuk berbagai keperluan. 3. yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa. Cacatan anekdotal. dan laporan kegiatan lapangan.pertumbuhan peserta didik. Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar. 2. Ceklist atau daftar cek. Membandingkan pekerjaan sekarang dengan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar dari pada membandingkan dengan milik orang lain. Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar. 5. 3. Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki. Keterampilan asesmen sendiri dikembangkan mengarah pada seleksi contoh pekerjaan dan menentukan pilihan terbaik . Adapun bentuk-bentuk asesmen portofolio diantaranya sebagai berikut: 1. Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar. memberikan umpan balik untuk kepentingan perbaikan dan penyempurnaan KBM Penilaian portofolio dapat digunakan untuk berbagai keperluan. 4. Tes skrinning yang berguna untuk mengidentifikasi keterampilan siswa setelah pengajaran dilakukan. khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran. Fungsi penilaian fortopolio adalah sebagai alat untuk mengetahui kemajuan kompetensi yang telah dicapai peserta didik dan mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik. 3. PR. 1. Mengetahui bagian-bagian yang perlu diperbaiki. Dari kedua jenis asesmen portofolio tersebut dalam pelaksanaannya asesmen portofolio terbagi kedal. portofolio memiliki beberapa keuntungan. Mendokumentasikan kemajuan siswa dalam kurun waktu tertentu. Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar. LKS. waktu pengamatan dan lembar rekaman kejadiannya. 4. Sedangkan menurut Gronlund (1998 : 158). Penekanan pada hasil pekerjaan terbaik siswa memberikan pengaruh positif dalam belajar. Skala penilaian yang mencatat isyarat tujuan kemajuan perkembangan siswa. yaitu daftar yang telah disusun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak dicapai siswa. Mendomentasikan kemajuan siswa selama kurun waktu tertentu. 3. misalnya seperti yang dikemukakan oleh Berenson dan Certer (1995:184) berikut ini. Respon-respon siswa terhadap pertanyaan 5. 1. 4. antara lain sebagai berikut. diantaranya: 1. 4. 2. 2.

Tipikal berpikir berkaitan dengan ranah kognitif. bukan kekurangan atau kesalahannya dalam mengerjakan soal atau tugas. kecepatan belajar. karena hal-hal berikut: 1.O l e h k a r e n a i t u s e m u a p e n d i d i k h a r u s m a m p u m e m b a n g k i t k a n m i n a t s e m u a peserta didik untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan.5. dan lainnya.dan hasil afektif. Penggunaan portofolio untuk penilaian juga bermanfaat. Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atau bervariasinya gaya belajar siswa. minat. Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang bersangkutan 1. Dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa bagi siswa itu sendiri. berbuat.c PENGERTIAN DAN TUJUAN PENILAIAN AFEKTIF HAKEKAT PEMBELAJARAN AFEKTIF Hasil belajar menurut Bloom (1976) mencakup prestasi belajar. semangatpersatuan. semangat nasionalisme. Andersen (1981) sependapat dengan Bloom bahwa karakteristikmanusia meliputi cara yang tipikal dari berpikir. 7. Ketigar a n a h t e r s e b u t m e r u p a k a n karakteristik manusia sebagai hasil belajar d a l a m bidang pendidikan. Orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untukmencapai keberhasilan belajar secara optimal. 5. 6. Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keunggulan dirinya. Portofolio merupakan bahan yang relatif lengkap untuk berdiskusi dengan orang tua siswa. Portofolio memberikan gambaran tentang kemampuan siswa. Portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam penilaian hasil belajar. tentang perkembangan siswa yang bersangkutan. emosi. Seseorang yang berminat dalamsuatu mata pelajaran diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal. 11. dan perasaan. Selain itu ikatanemosional sering diperlukan untuk membangun semangat kebersamaan. 2. Untuk itu semuadalam merancang program pembelajaran. satuan pendidikan . Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program pembelajaran yang baik. orang tua. 4. 10. Portofolio merupakan catatan jangka panjang tentang kemajuan siswa. dan tipikal perasaan berkaitan dengan ranah afektif. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan. Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran atau perbaikan pembelajaran. sikap. 3. 6. 9. r a n a h a f e k t i f m e n e n t u k a n k e b e r h a s i l a n b e l a j a r seseorang. Portofolio membantu guru dalam menilai kemajuan siswa. Memberikan kesempatan siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu (misalnya siswa menulis sesuai dengan tingkat level mereka tetapi sama-sama menuju tujuan umum). 8.M e n u r u t P o p h a m ( 1 9 9 5 ) . atau nilai. tipikal berbuat berkaitan dengan ranahpsikomotor. rasa sosial. dan sebagainya. Portofolio menyajikan atau memberikan: “bukti” yang lebih jelas atau lebih lengkap tentang kinerja siswa daripada hasil tes di kelas.

senang dengan kebersihan dan kerapian. 1 .Tingkatan Ranah Afektif Menurut Krathwohl (1961) bila ditelusuri hampir semua tujuan kognitif mempunyaik o m p o n e n a f e k t i f . atau kepuasandalam memberi respons. sehingga dapat mencapai hasil pembelajaran yang optimal. sampai padatingkat komitmen. T i n g k a t responding Responding merupakan partisipasi aktif peserta didik.dan characterization. dan sebagainya. Tugas pendidik mengarahkan perhatianp e s e r t a d i d i k p a d a f e n o m e n a yang menjadi objek pembelajaran afektif. d i d a l a m n y a a d a komponen sikap ilmiah. T i n g k a t receiving P a d a t i n g k a t r eceiving atauattending. misalnya keinginan untuk meningkatkan keterampilan.h a l ya n g m e n e k a n k a n p a d a p e n c a r i a n h a s i l d a n k e s e n a n g a n p a d a aktivitas khusus. Misalnya pengembangan filsafat hidup. Tingkat yang tinggi pada kategori ini adalah minat. musik. 4 . konflik antar nilai diselesaikan. 2 . kegiatan. Valuing a t a u p e n i l a i a n b e r b a s i s p a d a i n t e r n a l i s a s i d a r i seperangkat nilai yang spesifik. Derajat rentangannya mulai dari menerimasuatu nilai. m i s a l n y a . Oleh karenai t u u n t u k m e n c a p a i h a s i l b e l a j a r y a n g o p t i m a l . T i n g k a t v aluingValuing melibatkan penentuan nilai. Hasil pembelajaran pada ranah ini menekankanpada pemerolehan respons. p e n d i d i k h a r u s memperhatikan karakteristik afektif peserta didik. Kesenangan ini akan menjadi kebiasaan. ya i t u h a l . Tingkatan ranaha f e k t i f m e n u r u t t a k s o n o m i K r a t h w o h l a d a l i m a . Hasil belajar pada tingkat ini berhubungan dengan perilaku yang konsisten dan stabil agar nilai dikenal secara jelas. Sikap ilmiah adalah komponen afektif. buku. namun belum banyak tindakan yang dilakukanpendidik secara sistematik untuk meningkatkan minat peserta didik. Dalamtujuan pembelajaran. d a l a m m e r a n c a n g p r o g r a m pembelajaran dan kegiatan p e m b e l a j a r a n b a g i p e s e r t a d i d i k . penilaian ini diklasifikasikan sebagai sikap dan apresiasi. M i s a l n ya p e n d i d i k m e n g a r a h k a n p e s e r t a d i d i k a g a r s e n a n g m e m b a c a b u k u . senangmembantu teman. senang bertanya. 3 . Pada tingkat ini peserta didik tidak saja memperhatikan fenomenakhusus tetapi ia juga bereaksi.responding.Keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotor dipengaruhi olehkondisi afektif peserta didik. nilai satu dengan nilai lain dikaitkan. B. keyakinan atau sikap yang menunjukkan derajat internalisasi dan komitmen. dan sebagainya. yaitu kebiasaan yang positif.Hasil pembelajaran pada tingkat ini berupa konseptualisasi nilai atau organisasisistem nilai. valuing.dan hal ini yang diharapkan. dan sebagainya.harus memperhatikanranah afektif. yaitu sebagai bagian dariperilakunya. D a l a m p e m b e l a j a r a n s a i n s . peserta didik memiliki keinginan m e m p e r h a t i k a n s u a t u f e n o m e n a k h u s u s a t a u s t i m u l u s . dan mulai membangun sistem nilai internal yang konsisten. y a i t u : receiving (attending). Walaupunpara pendidik sadar akan hal ini. Peserta didik yang memiliki minat belajar dan sikapp o s i t i f t e r h a d a p p e l a j a r a n a k a n m e r a s a s e n a n g m e m p e l a j a r i m a t a p e l a j a r a n tertentu. T i n g k a t o rganization Pada tingkat organization. Misalnya senang membaca buku. senang bekerjasama. organization. m i s a l n y a k e l a s . . berkeinginan memberi respons.

Kriteria lainy a n g termasuk ranah afektif adalah intensitas. yaitu sikap. minat. Hasil pembelajaran pada tingkatini berkaitan dengan pribadi. Target mengacu pada objek. 1 9 9 9 ) . dan target. Beberapa perasaan lebih kuatdari yang lain. C. maka karakteristik afektif berada Pengembangan Perangkat Penilaian Afektif dalam suatu skala yang kontinum. misalnya cinta lebih kuat dari senang atau suka.M e n u r u t F i s h b e i n d a n A j z e n ( 1 9 7 5 ) s i k a p a d a l a h s u a t u p r e d i s p o s i s i ya n g dipelajari untuk merespon secara positif atau negatif t erhadap suatu objek. Kadang -kadang target ini diketahui olehseseorang namun kadang-kadang tidak diketahui. Perubahan ini merupakan salah satu indikator keberhasilanpendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran. konsepdiri. Pertama. kemudian melalui penguatan serta menerimainformasi verbal. a d a b e b e r a p a k e m u n g k i n a n t a r g e t . perilaku melibatkan perasaan danemosi seseorang. a t a u o r a n g . d a n k o n s i s t e n s i t e r h a d a p s e s u a t u . Tiap unsur inibisa merupakan target dari kecemasan.1 .t u j u a n ya n g i n g i n d i c a p a i . Sikap peserta didik inip e n t i n g u n t u k d i t i n g k a t k a n ( P o p h a m . Peserta didik tersebut cenderung sadar bahwatarget kecemasannya adalah tes. I n t e n s i t a s menyatakan derajat atau kekuatan dari perasaan. dan moral. Sebagian orangk e m u n g k i n a n m e m i l i k i p e r a s a a n y a n g l e b i h k u a t d i b a n d i n g y a n g l a i n . 1981:4). dan sosial. Untuk itu pendidik harusmembuat rencana pembelajaran termasuk pengalaman belajar peserta didikyang membuat sikap peserta didik terhadap mata pelajaran menjadi lebihpositif. pendidik.5 . dansebagainya. Bila intensitasd a n a r a h p e r a s a a n d i t i n j a u bersama-sama. k e t e g u h a n . Perubahan sikap dapat diamati dalam proses pembelajaran. S i k a p Sikap merupakan suatu kencendrungan untuk bertindak secara suka atau tidaksuka terhadap suatu objek. sedang kecemasan dimaknai negatif. atau pembelajaran.Ada 5 (lima) tipe karakteristik afektif yang penting. matematika. emosi. atau idesebagai arah dari perasaan. perilaku harus tipikal perilaku seseorang. kondisi pembelajaran. M i s a l n y a s e n a n g p a d a pelajaran dimaknai positif. Bila kecemasan merupakan karakteristik afektif yangd i t i n j a u .2 . M i n a t Menurut Getzel (1966). k o n s e p . harus lebih positif setelah pesertadidik mengikuti pembelajaran bahasa Inggris dibanding sebelum mengikutipembelajaran. T i n g k a t c haracterization Tingkat ranah afektif tertinggi adalah characterization nilai. S i k a p p e s e r t a d i d i k t e r h a d a p o b j e k m i s a l n ya sikap terhadap sekolah atau terhadap mata pelajaran. Seringkali peserta didik merasacemas bila menghadapi tes di kelas.s i t u a s i . situasi sosial. Kedua. arah. nilai.Karakteristik Ranah Afektif Pemikiran atau perilaku harus memiliki dua kriteria untuk diklasifikasikan sebagairanah afektif (Andersen. P e s e r t a d i d i k m u n g k i n b e r e a k s i terhadap sekolah. misalnya bahasa Inggris. Pada tingkat inipeserta didik memiliki sistem nilai yang mengendalikan perilaku sampai padawaktu tertentu hingga terbentuk gaya hidup. Sikap dapat dibentuk melalui cara mengamati danmenirukan sesuatu yang positif. minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melaluip e n g a l a m a n ya n g m e n d o r o n g s e s e o r a n g u n t u k . P e n i l a i a n s i k a p a d a l a h p e n i l a i a n ya n g d i l a k u k a n u n t u k m e n g e t a h u i s i k a p peserta didik terhadap mata pelajaran. aktivitas. A r a h perasaan berkaitan dengan orientasi p o s i t i f a t a u n e g a t i f d a r i p e r a s a a n ya n g m e n u n j u k k a n a p a k a h p e r a s a a n i t u b a i k a t a u b u r u k . S i k a p p e s e r t a d i d i k t e r h a d a p mata pelajaran.

bahan pertimbangan menentukan program sekolah. Kelebihan daripenilaian diri adalah sebagai berikut.menggambarkan keadaan langsung di lapangan/kelas.e.h. • Peserta didik lebih aktif dan berpartisipasi dalam p r o s e s pembelajaran. konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadapkemampuan dan kelemahan yang dimiliki. arah. • Pernyataan yang dibuat sesuai dengan keinginan penanya. Arah konsep diri bisa positif atau negatif. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (1990: 583).mengetahui bakat dan minat peserta didik yang sebenarnya. dan intensitas konsepdiri pada dasarnya seperti ranah afektif yang lain. Target.Penilaian minat dapat digunakan untuk:a.b.mengetahui tingkat minat peserta didik terhadap pelajaran yang diberikan pendidik.pertimbangan penjurusan dan pelayanan individual peserta didik. • Melatih kejujuran dan kemandirian peserta didik. Secara umum minat termasukkarakteristik afektif yang memiliki intensitas tinggi.i .minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu. p e m a h a m a n .Penilaian konsep diri dapat dilakukan deng an penilaian diri.g.Hal penting pada minat adalah intensitasnya. • P e s e r t a d i d i k m a m p u m e r e f l e k s i k a n k o m p e t e n s i ya n g s u d a h dicapai.memperoleh objek khusus. d a n k e t e r a m p i l a n u n t u k t u j u a n p e r h a t i a n a t a u pencapaian. a k t i v i t a s . Target konsep diri biasanyaorang tetapi bisa juga institusi seperti sekolah. • P e s e r t a d i d i k d a p a t m e n g u k u r k e m a m p u a n u n t u k m e n g i k u t i pembelajaran.mengelompokkan peserta didik yang memiliki minat sama. • Peserta didik mengetahui bagian yang harus diperbaiki. d a p a t d i p i l i h alternatif karir yang tepat bagi peserta didik. • . Selain itu informasi konsep diripenting bagi sekolah untuk memberikan motivasi belajar peserta didik dengantepat.acuan dalam menilai kemampuan peserta didik secara keseluruhan d a n memilih metode yang tepat dalam penyampaian materi.d.mengetahui minat peserta didik sehingga mudah untuk pengarahan dalampembelajaran. m e n i n g k a t k a n m o t i v a s i b e l a j a r p e s e r t a didik. dan intensitasnya bisa dinyatakan dalam suatu daerah kontinum. Pengembangan Perangkat Penilaian Afektif f. K o n s e p D i r i Menurut Smith. • Peserta didik dapat mengetahui ketuntasan belajarnya. • Pendidik mampu mengenal kelebihan dan kekurangan peserta didik. • Memberikan motivasi diri dalam hal penilaian kegiatan peserta didik. yaitud e n g a n m e n g e t a h u i k e k u a t a n d a n k e l e m a h a n d i r i s e n d i r i .yaitu mulai dari rendah sampai tinggi.c.3 . • Dapat digunakan untuk acuan menyusun bahan ajar d a n mengetahui standar input peserta didik.Konsep diri ini penting untuk menentukan jenjang karir peserta didik.

dan kepuasan.t i n d a k a n . nilai. • Peserta didik dapat mencari materi sendiri.4 . M o r a l Piaget dan Kohlberg banyak membahas tentang perkembangan moral anak. dan ide sehingga objek ini menjadi pengatur penting minat. sikap. N i l a i Pengembangan Perangkat Penilaian Afektif Nilai menurut Rokeach (1968) merupakan suatu keyakinan tentang perbuatan. target nilai dapat juga berupa sesuatus e p e r t i s i k a p d a n p e r i l a k u .M o r a l b e r k a i t a n dengan perasaan salah atau benar terhadap kebahagiaanorang lain atau p e r a s a a n t e r h a d a p t i n d a k a n ya n g d i l a k u k a n d i r i s e n d i r i . yaitu nilai adalahs u a t u o b j e k .Namun Kohlberg mengabaikan masalah hubungan antara judgement moral dant i n d a k a n m o r a l . Moral juga sering dikaitkan dengan keyakinan agamaseseorang. membohongi orang lain. • Mempermudah pendidik untuk melaksanakan remedial. hasilnya dapat untuk instropeksi pembelajaran yang dilakukan. A r a h n i l a i d a p a t p o s i t i f d a n d a p a t n e g a t i f . • Peserta didik dapat berkomunikasi dengan temannya. Jadimoral berkaitan dengan prinsip. Selanjutnya dijelaskan bahwa sikap mengacu pada suatu organisasi sejumlahkeyakinan sekitar objek spesifik atau situasi. S e l a n j u t n ya d i j e l a s k a n b a h w a manusia belajar menilai suatu objek. a t a u i d e y a n g d i n y a t a k a n o l e h i n d i v i d u d a l a m mengarahkan minat. a k t i v i t a s . • P e n d i d i k m e m p e r o l e h m a s u k a n o b j e k t i f t e n t a n g d a ya s e r a p peserta didik. dan k e p u a s a n . misalnyamoral dan artistik.Definisi lain tentang nilai disampaikan oleh Tyler (1973:7). • . • Peserta didik mampu menilai dirinya.5 . atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap b u r u k . • Integritas: peserta didik harus mengikatkan diri pada kode nilai. I a h a n y a m e m p e l a j a r i p r i n s i p m o r a l s e s e o r a n g m e l a l u i penafsiran respon verbal terhadap dilema hipotetikal atau dugaan. dan keyakinan seseorang. aktivitas. • Peserta didik belajar terbuka dengan orang lain. Selanjutnya intensitas nilai dapat dikatakan tinggi atau rendah tergantungpada situasi dan nilai yang diacu. yaitu keyakinan akan perbuatan yang berdosa dan berpahala. Misalnya menipu orang lain. sikap. atau melukai orang lainbaik fisik maupun psikis.Peserta didik memahami kemampuan dirinya. bukanpada bagaimana sesungguhnya seseorang bertindak.Target nilai cenderung menjadi ide.Ranah afektif lain yang penting adalah: • Kejujuran: peserta didik harus belajar menghargai kejujuran d a l a m berinteraksi dengan orang lain. sedangkan nilai mengacu padakeyakinan. Oleh karenanya satuanpendidikan harus membantu peserta didik menemukan dan menguatkan nilaiy a n g b e r m a k n a d a n s i g n i f i k a n b a g i p e s e r t a d i d i k u n t u k m e m p e r o l e h kebahagiaan personal dan memberi konstribusi positif terhadap masyarakat.

Adil: peserta didik harus berpendapat bahwa semua orang m e n d a p a t perlakuan yang sama dalam memperoleh pendidikan. Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri. 3.... 2 a KISI-KISI DAN 2 ( DUA ) CONTOH SOALNYA UNTUK MENILAI RANAH KOGNITIF FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah : ……………………… Jumlah soal Bentuk soal/tes Penyusun : ……………………… : ... Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kls/ smt Materi pokok Indikator soal Nomor soal Keterangan: Isi pada kolom 2... ………………… Mata pelajaran : ……………………… Kurikulum : ……………………… Alokasi waktu : ……………………… No.. ………………… 2.. dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum.. kecuali pada kolom 6 Mohon maaf soal tidak dapat ditampilkan alias SENSOR .... Jawaban No.. • Kebebasan: peserta didik harus ya k i n bahwa negara ya n g d e m o k r a t i s memberi kebebasan yang bertanggung jawab secara maksimal kepadasemua orang. 4.. : 1...

.No. : 1. ………………… 2.... Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Kls/ smt Materi pokok Indikator soal Nomor soal Keterangan: Isi pada kolom 2. 3..... kecuali pada kolom Mohon maaf soal tidak dapat ditampilkan alias SENSOR No.. Rubrik Penskoran ( Scoring Rubrics) Rubrik .. ………………… Mata pelajaran : ……………………… Kurikulum : ……………………… Alokasi waktu : ……………………… No.. 2 c TUGAS DAN RUBRIK ( ANALITIC RUBLIC ) UNTUK 2 ( DUA ) ASPEK/ DIMENSINYA. 2 b KISI-KISI DAN 2 ( DUA ) CONTOH PERTANYAAN/SOALNYA UNTUK MENILAI RANAH AFEKTIF FORMAT KISI-KISI PENULISAN SOAL Jenis sekolah : ……………………… Jumlah soal Bentuk soal/tes Penyusun : ……………………… : . dan 5 adalah harus sesuai dengan pernyataan yang ada di dalam silabus/kurikulum.... 4.... Penulis kisi-kisi tidak diperkenankan mengarang sendiri.

yang terdiri atas criteria penampilan spesifik yang telah dirancang sebelumnya. Salah satu contoh penggunaan rubrik penskoran ialah sebagai panduan dalam mengevaluasi suatu tulisan ilmiah. Rubrik dapat berbentuk deskripsi eksplisit tentang karaktersitik performans tertentu pada suatu rentangan skala. Penilaian kualitas tulisan atau presentasi oral cenderung berbeda-beda menurut kriteria yang ditetapkan oleh masing-masing evaluator. Suatu rubrik mengharuskan adanya suatu aturan tentang penetapan kriteria pada sistem asesmen yang harus diikuti pada evaluasi. . 2. Rubrik secara formal dirancang sebagai pedoman penskoran. penskoran dilakukan terhadap proses keseluruhan atau kesatuan produk tanpa menilai bagian komponen secara terpisah. Secara khas. Evaluator yang satu mungkin kebih menekankan pada gramatika penulisan. yang lainnya mungkin pada segi argumentasi dalam tulisan. dan digunakan untuk menilai hasilkerja mahasiswa pada asesmen penampilan. rubrik merupakan format spesifik dari suatu instrumen penskoran yang digunakan untuk mengevaluasi penampilan mahasiswa atau produk yang dihasilkan dari suatu tugas penampilan. subyekyivitas evaluator yang terlibat itu akan lebih menjadi objektif. dan dapat digunakan untuk mengevaluasi berbagai subyek ataupun kegiatan. atau definisi tentang suatu titik skor tertentu pada skala. Dengan dikembangkannya skema penilaian sebelumnya untuk proses evaluasi. Rubrik Holistik.Suatu rubrik secara umum ialah patokan penskoran yang digunakan dalam asesmen subjektif. yang digunakan pada asesmen penampilan (performance assessment). Rubrik ini digunakan untuk penilaian (judgment) kualitas. atau suatu presentasi oral (seminar mahasiswa). Rubrik penskoran secara eksplisit menunjukkan kualitas performans yang diharapkan menurut rentang skala. kemudian dijumlahkan skor individual itu untuk memperoleh skor total. Terdapat 2 jenis rubrik : 1. Rubric adalah skala lajuan (rating scales). penskoran mula-mula dilakukan atas bagian-bagian individual produk atau penampilan secara terpisah. Rubrik penskoran ialah skema penilaian deskriptif. Contoh: Rubrik untuk Penilaian pada Seminar Rencana Penelitian dan hasil Penelitian. berbeda dengan ceklist. yang digunakan sebagai patokan dalam menganalisis produk maupun proses usaha dan keberhasilan mahasiswa. Rubrik Analitik.

Scoring Instruments for Performance Assessments Rating Scales Checklists Rubrics .

Tabel 1 Template for Holistic Rubrics Skor Uraian 5 4 3 2 1 0 Memperlihatkan pemahaman yang lengkap tentang permasalahan. Pada umumnya.Analytical Rubrics Holistic Rubrics Rubrik Holistik Rubrik holistic biasanya digunakan apabila kesalahan pada bagian dari proses masih dapat ditolerir. hanya dapat diberikan kepada mahasiswa umpan balik yang sangat terbatas sebagai hasil penskoran tugas penampilan menggunakan cara ini. Penggunaan rubrik holistic dapat menghasilkan proses scoring yang lebih cepat dibanding rubrik analitik. Sebuah contoh rubrik penskoran holistik dapat dilihat pada Tabel 1. Banyak Memperlihatkan tidak ada pemahaman tentang permasalahan Tidak ada jawaban / Tidak ada usaha . asalkan kualitas keseluruhannya cukup tinggi. Penggunaan rubric holistic mungkin tidak sesuai bagi suatu tugas penampilan yang mengharuskan mahasiswa untuk menciptakan respons tertentu. Fokus dari suatu skor yang menggunakan rubrik holistik ialah terhadap kualitas secara keseluruhan. maka rubrik holistik digunakan secara khas. Pada dasarnya hal ini disebabkan oleh karena si penilai atau pemeriksa diharapkan untuk membaca . kemahiran atau pemahaman terhadap isi dan ketrampilan spesifik. Semua persyaratan tentang tugas terdapat dalam jawaban Memperlihatkan cukup pemahaman tentang persyaratan tentang tugas terdapat dalam jawaban permasalahan. memeriksa produk atau penampilan mahasiswa hanya sekali dalam rangka memperoleh kesan yang menyeluruh tentang hasil pekerjaan mahasiswa. Semua Memperlihatkan hanya sebagian pemahaman tentang permasalahan. Kebanyakan persyaratan tentang tugas terdapat dalam jawaban Memperlihatkan sedikit pemahaman persyaratan tugas yang tidak ada tentang permasalahan. meskipun tidak eksklusif apabila tujuan asesmen penampilan itu bersifat sumatif. jadi meliputi asesmen yang bertaraf unidimensi. Karena intinya ialah asesmen keseluruhan penampilan. atau tidak terdapat jawaban benar secara pasti.

Sebaliknya. Keputusan tentang pemilihan pendekatan holistik atau analitik pada penskoran mempunyai beberapa kemungkinan implikasi. Sebelum mendesain rubrik yang spesifik. Menggunakan rubric apapun. sebagai akibat dari pengukuran berbagai ketrampilan atau karakteristik yang sangat berbeda. lebih baik memilih pendekatan holistik. Tabel 2 Templat untuk rubrik analitik Tahap Awal 1 Kriteria Uraian menggambarkan #1 tahap awal penampilan Pengembangan 2 Uraian menggambarkan gerakan ke arah tingkat penguasaan Terselesaikan 3 Uraian menggambarkan pencapaian tingkat penguasaan Patut Dicontoh 4 Uraian menggambarkan tingkat penampilan tertinggi Skor . yang penting ialah. Apabila diinginkan skor sumatif secara keseluruhan. jika tujuannya ialah umpanbalik formatif . Derajat umpanbalik yang diberikan kepada mahasiswa (dan dosen) sangatlah bermakna. mana yang sesuai untuk tujuan yang diinginkan. Ketentuan umumnya ialah bahwa pemeriksaan pekerjaan seseorang itu memerlukan waktu tersendiri untuk setiap tugas penampilan yang spesifik atau criteria penskoran. yang diikuti dengan penjumlahan untuk skor akhir. Setelah itu dimungkinkan untuk menciptakan suatu “profil” tentang kekuatan dan kelemahan mahasiswa secara spesifik. sifat tugas itu sendiri. Pada Tabel 2 disajikan templat rubrik penskoran analitik. yang masingmasing memerlukan pemeriksaan berulang kali. perlu diidentifikasi dan dirumuskan kriteria penampilan spesifik (TIK) dan indikator yang dapat diamati. Perlu dicatat. Seperti telah dikatakan semula bahwa penggunaan rubric analitik dapat mengakibatkan proses penskoran itu sangat lambat. Baik pengkonstruksiannya maupun pada penggunaannya memerlukan waktu yang lama. bahwa jenis pendekatan yang satu tidaklah lebih baik dari yang lain. Hal terpenting yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu ialah bagaimana akan menggunakan hasil akhirnya. dan kreativitas tidak terlalu esensial dalam jawaban mahasiswa. Implikasi lain meliputi waktu yang dibutuhkan. dan kriteria penampilan spesifik yang diamati. dan hal ini tidak terjadi pada penggunaan rubrik holistic.Rubrik Analitik Rubrik Analitik biasanya dipilih apabila dinginkan tipe respons yang cukup terfokus. Lagipula. yaitu untuk tugas penampilan yang mungkin mempunyai 1 atau 2 jawaban. maka gunakanlah rubrik penskoran analitik. pada mulanya rubric analitik terdiri atas beberapa skor. keuntungan penggunaan rubric analitik itu sangat berarti. sebagai langkah awal pengembangan. Namun demikian. Penggunaannya mewakili asesmen pada tingkatan multidimensi. perlu ditetapkan terlebih dahulu apakah penampilan atau produk itu akan diskor secara holistik atau analitik. Mahasiswa menerima umpanbalik spesifik terhadap setiap kriteria penskoran individual dari penampilannya.

lebih banyak skor (nilai) berada pada kategori rata-rata dan di atas rata-rata (setara nilai C dan lebih baik. maka label kuantitatifnya akan berkisar antara “1” sampai “4”. jika suatu rubrik mempunyai 6 tingkatan atau angka. Sebagai contoh. Proses konversi skor rubrik ke nilai atau kategori lebih merupakan proses logika daripada matematis. Lebih fleksibel dan lebih kreatif apabila menggunakan label kualitatif . berbagai tingkatan penampilan mahasiswa itu dapat ditetapkan menggunakan label kuantitatif ( misalnya numerik) . atau kualitatif (misanya deskriptif). Hampir semua tipe skala kualitatif dapat digunakan asalkan sesuai dengan tugas. expert. sebaiknya tidak digunakan persentase. Salah satu aspek penting pada penskoran kinerja mahasiswa menggunakan rubrik ialah pengubahannya / pengkonversiannya menjadi markah / nilai (grading). Jika suatu rubrik mengandung 4 tingkatan kemahiran atau pengertian dakam suatu kontinuum (kelanjutan). kualitatif maupun kuantitatif. Diusulkan oleh Trice (2000). jika rubrik terdiri atas 9 kategori skor. Dalam hal tertentu mungkin diperlukan kedua label. dibanding di bawah rata-rata. and novice. Pada rubrik. Sebagai contoh.penampilan Kriteria Uraian menggambarkan #2 tahap awal penampilan Uraian menggambarkan gerakan ke arah tingkat penguasaan penampilan Uraian menggambarkan gerakan ke arah tingkat penguasaan penampilan Uraian menggambarkan gerakan ke arah tingkat penguasaan penampilan penampilan Uraian menggambarkan pencapaian tingkat penguasaan penampilan Uraian menggambarkan pencapaian tingkat penguasaan penampilan Uraian menggambarkan pencapaian tingkat penguasaan penampilan Uraian menggambarkan tingkat penampilan tertinggi Uraian menggambarkan tingkat penampilan tertinggi Uraian menggambarkan tingkat penampilan tertinggi Kriteria Uraian menggambarkan #3 tahap awal penampilan Kriteria Uraian menggambarkan #4 tahap awal penampilan Seperti terlihat pada templat 1 dan 2. diberikan pada tabel 3. Tabel 3 Sampel Nilai dan Kategori . maka angka 3 tidak dapat diartikan sama dengan 50 % pengetahuan (setara dengan nilai E = tidak lulus). apprentice. agar dalam sistem penskoran rubrik. Suatu tipe umum skala kualitatif dapat meliputi label sebagai berikut : master.

rata-rata. tuliskan deskripsi naratif yang lengkap untuk hasilkerja yang sangat baik dan sangat buruk. Mengidentifikasi atribut spesifik (indikator) yang dapat diamat. ketrampilan. yang akan ditampilkan mahasiswa dalam produk. . Untuk rubrik holistik. Langkah 3 Diskusikan karakteristik yang menyertai setiap atribut. Identifikasi cara untuk menguraikan: kinerja di atas rata-rata.i yang ingin Anda lihat (maupun yang tidak ingin Anda lihat). Periksa kembali Tujuan Instruksional (TIK) yang dituju oleh tugas. atau perilaku yang akan Anda cari.Skor Rubrik 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Nilai (Grade) A+ A B+ B C+ C E E E Kategori Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Cukup Cukup Tidak memuaskan Tidak memuaskan Tidak memuaskan LANGKAH-LANGKAH PERANCANGAN RUBRIK PENSKORAN Langkah 1. Perlu diperinci karakteristik. Uraikan tingkat kinerja tertinggi dan terendah dengan memadukan deskripsi untuk semua atribut. proses maupun kinerjanya. Hal ini perlu untuk menyamakan pedoman penskoran Anda dengan TIK dan pelaksanaan pembelajaran. dan di bawah rata-rata untuk setiap atribut yang dapat diamati pada langkah 2. dengan memasukkan setiap atribut ke dalam dekripsi itu. maupun kesalahan umum yang tidak mau Anda lihat. Langkah 4a. Langkah 2.

Untuk rubrik holistik. Untuk rubrik analitik. Tuliskan deskripsi untuk semua tingkatan antara dari kinerja Langkah 5b. lengkapi rubrik dengan cara menguraikan tingkat-tingkat lain pasa kontinuum yang berkisar dari sangat baik sampai buruk untuk setiap atributf. Secara khusus pada akhir unit ini. tuliskan deskripsi naratif lengkap untuk hasilkerja yang sangat baik dan sangat buruk untuk setiap atribut secara individual.menginterpretasi grafik batang (bar) dengan cara yang sesuai . Langkah 7 Revisi rubrik sesuai kebutuhan. Langkah 6 Kumpulkan sampel dari pekerjaan mahasiswa yang mewakili contoh setiap tingkat. lengkapi rubrik dengan menguraikan tingkataan lain pada kontinuum yang berkisar dari kinerja yang sangat baik sampai buruk dari atribut secara kolektif. maka dirancang suatu rubrik holistik. Langkah 5a. Tuliskan uraian untuk semua tingkat antara dari kinerja secara terpisah untuk setiap atribut . Siapkan keefektifan rubrik. Untuk rubrik analitik.Langkah 4b.mengestimasi (secara akurat) nilai-nilai dalam grafik batang (Langkah 1)  Karena maksud tugas kinerja ini bersifat sumatif (nilai akan digabung dengan skor mahasiswa). Untuk ini diidentifikasi 4 atribut . perbaiki sebelum digunakan di lain waktu. CONTOH RANCANGAN RUBRIK PENSKORAN (menggunakan langkah-langkah 1-7) Contoh I: Rubrik Holistik  Pokok Bahasan : Matematik. Uraikan tingkat kinerja tertinggi dan yang terendah dengan menggunakan deskriptor untuk setiap atribut secara terpisah. dosen dapat mengases (menilai) penguasaan mahasiswa akan TIK : . subpokok bahasan : analisis data yang difokuskan pada ketrampilan mengestimasi dan menginterpretasi grafik . Ini akan berguna sebagai “benchmark” (batas ambang = batas minimal) dan membantu Anda pada penskoran di waktu yang akan datang.

dan mengkomunikasi penjelasannya (Langkah 2 dan 3)  Pada akhirnya dibuat konsep deskripsi dari berbagai tingkat kinerja untuk atribut yangdapat diamati itu (Langkah 4 dan 5). Tabel 4 Tugas Kinerja Matematik – Rubrik Penskoran Analisis Data Skor 4 Uraian Melakukan estimasi akurat. Mengambil kesimpulan yang tidak didukung oleh grafik. meskipun kebanyakan tidak akurat. Melakukan estimasi yang baik. kesimpulan. Menggunakan operasi matematik yang sesuai tanpa salah. Tidak ada kesimpulan yang berkaitan dengan grafik. Tidak memberikan penjelasan cara berpikir. Berusaha melakukan estimasi .berikut sebagai fokus rubriknya : estimasi. Sangat baik memberikan penjelasan pemikiran. Memberikan penjelasan pemikiran yang baik. Menggunakan operasi matematik yang tidak sesuai. Konsistensi Penulisan Ilmiah NILAI (ANGKA) . Hasil akhir rubrik dapat dilihat pada Tabel 4. Menggunakan operasi matematik yang tidak sesuai. Teknik Penulisan Ilmiah 2. komputasi matematik. Sedikit memberikan penjelasan Melakukan estimasi tidak akurat. Tidak ada jawaban / tugas tidak selesai 3 2 1 0 Contoh: Penilaian Ujian Skripsi Jurusan farmasi PANCASAKTI (Seminar II) ASPEK PENILAIAN 1. meskipun tanpa salah.Mengambil kesimpulan yang logis yang didukung oleh grafik. Menggunakan operasi matematik yang sesuai dengan sedikit kesalahan. Mengambil kesimpulan logis yang didukung oleh grafik.

Kejujuran Ilmiah JUMLAH NILAI RATA-RATA Kriteria Penilaian : A = ≥ 80 B = 71-79 C = 61-70 Tidak lulus = ≤ 60 Pertanyaan : 1. sehingga dapat diberi nilai.3. Bagaimana Penguasaan Materi yang Baik ? 5. metode eksperimen dan cara pengambilan kesimpulan Pola Penelitian yang berisi pola pikir untuk mencapai kesimpulan Tinjauan Pustaka yang relevan dengan Pola Penelitian.Metode yang dipilih sesuai dengan cara pembuktian (hipotesis) . yang meliputi pula penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar Pendahuluan berisi latar belakang.Permasalahan dirumuskan berdasarkan latar belakang yang kuat . Apa yang dimaksud sengan Kejujuran Ilmiah ? Jawaban (sementara): 1. disertai notasi Cara Kerja yang sesuai dengan Pola Penelitian 3. Apa yang dinilai pada Penyajian Materi ? 4. Teknik Penulisan Ilmiah yang baik. misalnya 90 2. Penguasaan Materi 5.Hasil yang diperoleh dirmuskan dalam Kesimpulan yang menunjang judul.Judul Tulisan dirumuskan dengan baik . Apa yang dimaksud dengan Konsistensi Penulisan Ilmiah ? 3. Konsistensi Penulisan Ilmiah sebaiknya diganti : Bentuk dan Format. Bagaimana yang dikatakan Teknik Penulisan Ilmiah yang baik ? . Contoh : Rubrik Asesmen / Kriteria untuk Rencana Penelitian (Education 690 : Assessment Rubric/Criteria for Research Plan) . Penyajian Materi 4. 2. apabila : .

dan jenis data yang . populasi yang diwakilinya. namun informasi tentang kegunaannya tidak tercantum dalam laporan -Apabila diperlukan desain percobaan. Peneliti lain yang akan 15 mereplikasi penelitian ini memperoleh informasi yang cukup untuk dapat mengikuti setiap langkah penelitian (14-15) Analisis data Tidak didiskusikan tentang jenis analisis data yang akan digunakan (5) Cara analisis telah Maks. Bahan. maka telah terandung ide-ide yang relevan untuk diteliti (14-15) Jumlah partisipan. -Telah didiskusikan tentang ukuran keterandalan dan kesahihannya. mengacu pada arah 15 pelaporan -Hipotesis jelas dan dapat diuji . hal ini telah diuraikan. Namun teknik statistik yang digunakan mungkin keliru Prosedur telah diuraikan dengan jelas dan gambling Maks. tapi tidak jelas partisipan atau jumlahnya. sangat terbatas untuk mengidentifikasi agar penelitian berhasil -Telah diidentifikasi instrument dan bahan.Kriteria Dan Kualitas Pendahuluan Topik Hipotesis atau Permasalahan - Kurang Baik Sangat Baik Nilai (Angka) Tidak terdapat referensi latar belakang judul yang dipilih Hipotesis atau Permasalahan kurang jelas (10) Pembaca dapat menyimak keseluruhan masalah atau judul.Sangat terbatas diskusi tentang penggunaan rancangan percobaan. jumlah kelompok yang terlibat. bagaimana desain akan diimplementasikan. bagaimana populasi yang seleksinya. (1113) Metodologi: Instrumen. namun tidak terlalu jelas tentang pengujiannya (11-13) Judul cukup jelas dipaparkan dalam bentuk pola rancangan yang Maks. -Apabila dimerlukan desain percobaan. . hal ini telah diuraikan secara sangat jelas (14-15) Maks. semua jelas teridentifikasi (14-15) -Semua instrumen yang akan digunakan telah diidentifikasi dan dijustifikasi. 10 dijustifikasi dan sesuai tentang cara pembentukan kelompok.Tidak diuraikan mengenai instrumen dan bahan. Permasalahan atau hipotesis telah dinyatakan. jika diperlukan suatu rancangan pada penelitian ini (10) Prosedur. 15 Metodologi : Prosedur (10) Bagian atau Bab tentang prosedur telah cukup menjelaskan cara seleksi sample. jumlah variable. dan Rancangan Maks. dan oleh siapa atau metode apa yang digunakan untuk mengumpulkan data (11-13) Uraian tentang teknik yang akan digunakan dalam menganalisis data telah diberikan. bila ada diberikan. 15 Metodologi : Sampel Ada informasi tentang Tidak jelas siapa partisipan. cara seleksinya. atau populasi diwakilinya mana yang diwakilinya (10) (11-13) .Apabila diajukan dalam bentuk permasalahan.

(14-15) Ketepatan Waktu Jumlah Nilai Material Material dimasukkan Material dimasukkan tepat Maks. tidak tersurat. Banyak ejaan kata yang salah. -8) Jadwal Pelaksanaan Tidak disajikan jadwal waktu pelaksanaan (1) Terdapat informasi tentang kapan rencana dilaksanakan.10 dimasukkan sampai akhir semester waktu terlambat lebih dari (7-8) satu semester (5) (9-10) 100 61-70 71-80 > 80 C B A . Banyak pengertian yang hanya tersirat. Ada struktur paragraph dan kalimat yang masih berulang.atau tidak dijustifikasi. 15 singkat dan padat. 5 sudah dijelaskan dan perkiraan waktu pelaksanaan penelitian sangat logis (4-5) Kejelasan Penulisan Sukar disimak apa yang ingin diungkapkan oleh penulis. Jadwal waktu tertentu diragukan dapat terlaksana dalam kondisi normal (2-3) Secara umum penulisannya jelas. Kadang penulisnya menggunakan kalimat aktif apabila sesuai. gramatika dan penggunaan tanda baca yang keliru (10) Cara penulisannya jelas. namun masih digunakan kata-kata yang mubazir. Maks. (11-13) (9-10) Jadwal waktu pelaksanaan Maks. (7 dikumpulkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->