P. 1
kajian pembatasan waktu getar

kajian pembatasan waktu getar

|Views: 32|Likes:
Published by ramdac
pembatasan waktu getar
pembatasan waktu getar

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: ramdac on Aug 07, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2014

pdf

text

original

KAJIAN PEMBATASAN WAKTU GETAR ALAMI FUNDAMENTAL TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT.

Sri Haryono1) ABSTRAKSI Semakin tinggi tingkat sebuah struktur bangunan akan menyebabkan adanya pengaruh P-Delta yang semakin besar. Dengan simulasi model struktur bangunan beton 6 tingkat yang dilakukan dengan program SAP 2000, dan dengan melakukan pembatasan waktu getar alami fundamental pada sebuah struktur bangunan maka diperoleh peningkatan kekakuan struktur, hal ini akan mengakibatkan pengurangan simpangan antar tingkat. Dengan adanya ini maka pengaruh P-Delta pun akan semakin berkurang besarnya. Dengan melakukan pembatasan waktu getar alami fundamental struktur, maka simpangan antar tingkat yang berlebihan akan dapat dicegah, hal ini akan menyebabkan pelelehan pertama struktur dapat dihindari, dan kerusakan dan keruntuhan strukturpun dapat dicegah. Pembatasan waktu getar alami fundamental ini akan sangat efektif untuk struktur-struktur bangunan tingkat tinggi, sementara untuk struktur bangunan tingkat rendah, pembatasan waktu getar alami dapat menyebabkan struktur menjadi sangat kaku dan tidak efisien Kata kunci : waktu getar alami fundamental, kekakuan, simpangan, efek P-Delta.
1)

Staf Pengajar Konsentrasi Struktur, Jurusan Teknik Sipil - FT. UTP

1. PENDAHULUAN Dalam perencanaan struktur gedung terhadap pengaruh Gempa Rencana, semua unsur struktur gedung, baik bagian dari subsistem struktur gedung maupun bagian dari sistem struktur gedung seperti rangka (portal) , dinding geser, kolom, balok, lantai, lantai tanpa balok (lantai cendawan) dan kombinasinya, harus diperhitungkan memikul pengaruh Gempa Rencana. Dalam hal ini, unsur atau subsistem tersebut harus direncanakan selain terhadap beban gravitasi, juga harus direncanakan terhadap simpangan sistim struktur gedung akibat pengaruh Gempa Rencana pada struktur gedung yang berperilaku elastis penuh, yaitu terhadap simpangan sebesar R/1,6 kali simpangan akibat beban gempa nominal pada struktur gedung tersebut, dimana R adalah factor reduksi gempa dari struktur itu dan 1,6 adalah faktor reduksi gempa untuk struktur elastik penuh. Lantai tingkat, atap beton dan sistim lantai dengan ikatan suatu struktur gedung dapat dianggap sangat kaku dalam bidangnya dan karenanya dapat dianggap bekerja sebagai diafragma terhadap beban gempa horizontal. Dalam perencanaan struktur gedung terhadap pengaruh gempa rencana, pengaruh peretakan beton pada unsur-unsur struktur dari beton

bertulang, beton pratekan dan baja komposit harus diperhitungkan terhadap kekakuannya. Untuk itu, momen inertia penampang utuh harus dikalikan dengan suatu persentase efektifitas penampang. Dalam SNI 03 1726 2002, ada 2 tata cara yang berkaitan dengan pembatasan kekakuan lateral struktur. Pertama adalah simpangan struktur akibat beban gempa rencana harus dibatasi besarnya tidak boleh melampaui kali

tinggi tingkat yang bersangkutan atau 30 mm diambil mana yang terkecil, hal ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan kinerja batas layan struktur gedung. Kedua pembatasan kekakuan lateral struktur dilakukan dengan cara pembatasan waktu getar alami fundamental struktur, hal ini dimakasudkan untuk mencegah peng-gunaan struktur gedung yang terlalu fleksibel.

Suatu cara analisis statis 3 demensi linier dengan meninjau beban-beban gempa statik ekuivalen, sehubungan dengan sifat struktur gedung beraturan yang praktis berperilaku sebagai struktur 2 demensi, sehingga respons dinamiknya praktis hanya ditentukan oleh respons ragamnya yang pertama dan dapat ditampilkan sebagai akibat dari beban gempa statik ekuivalen.

1. Kekakuan lateral struktur. Efek P-Delta. pengruh beban gempa rencana dapat ditinjau sebagai pengaruh beban gempa statik ekuivalen. e.LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA Berdasarkan SNI-1726-2002. Sistim struktur gedung memiliki berat lantai tingkat yang beraturan. dimana respons dinamik total struktur gedung tersebut didapat sebagai superposisi dari respons dinamik maksimum masing-masing ragamnya yang didapat melalui spectrum respons gempa rencana. sehingga menurut standar ini analisisnya dapat dilakukan berdasarkan analisis statik ekuivalen. struktur gedung ditetapkan sebagai struktur gedung beraturan. struktur gedung secara keseluruhan harus masih berdiri. akibat pengaruh beban gempa rencana. panjang sisi coakan tersebut tidak lebih dari 15 % dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah sisi coakan tersebut. tanpa lubang atau bukaan yang luasnya lebih dari 50 %. Apabila kategori gedung memiliki faktor keutamaan I.. Denah gedung adalah persegi panjang tanpa tonjolan. Denah struktur gedung tidak menunjukan coakan sudut dan kalupun mempunyai coakan sudut.Wt . Mengingat pada struktur gedung beraturan pembebanan gempa nominal akibat pengaruh gempa rencana dapat ditampilkan sebagai beban-beban gempa nominal statik ekuivalen F i yang menangkap pada pusat massa lantai-lantai tingkat. Sistim struktur gedung tidak menunjukan loncatan bidang muka. kalaupun mempunyai tonjolan. yaitu suatu gejala yang terjadi pada struktur gedung yang fleksibel dimana simpangan kesamping yang besar akibat beban gempa lateral menimbulkan beban lateral tambahan akibat momen guling yang terjadi oleh beban gravitasi yang titrik tangkapnya menyimpang kesamping. dan strukturnya untuk suatu arah sumbu utama denah struktur dan sekaligus arah pembebanan gempa rencana memiliki faktor reduksi gempa R dan waktu getar alami fundamental T1. maka pengaruh beban-beban gempa nominal statik ekuivalen tersebut dapat dianalisis dengan metoda analisis statik 3 dimensi biasa yang dalam hal ini disebut analisis statik ekuivalen 3 dimensi. adalah besarnya gaya lateral yang dibutuhkan untuk melakukan perpindahan lateral sebesar satu satuan. i. Gempa rencana ditetapkan mempunyai perioda ulang 500 tahun. c. maka beban geser dasar nominal statik ekuivalen V yang terjadi ditingkat dasar dapat dihitung menurut persamaan : V= . Sistim struktur gedung mempunyai kekakuan lateral yang beraturan. kecuali bila perpindahan tersebut tidak lebih dari setengah ukuran unsur dalam arah perpindahan tersebut. d. Gempa Rencana. Yang dimaksud dengan kekakuan lateral suatu tingkat adalah besarnya gaya geser yang apabila bekerja pada tingkat itu menyebabkan satu satuan simpangan antar tingkat. g. Untuk struktur gedung beraturan. adalah suatu cara analisis untuk menentukan respons dinamik struktur gedung 3 demensi yang berperilaku elastis penuh terhadap pengaruh suatu gempa melalui suatu metoda analisis yang dikenal dengan analisis ragam spectrum respons . 1. apabila memenuhi ketentuan-ketentuan sebagai berikut : a. Sistim struktur gedung terbentuk oleh subsistem-subsistem penahan beban lateral yang arahnya saling tegak lurus dan sejajar dengan sumbu-sumbu utama orthogonal denah struktur gedung secara keseluruhan. Tinggi struktur gedung diukur dari taraf penjepitan lateral tidak lebih dari 10 tingkat atau 40 m b. walaupun sudah berada dalam kondisi diambang keruntuhan. panjang tonjolan tersebut tidak lebih dari 25 % dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah tonjolan tersebut. Beban geser dasar nominal statik ekuivalen (V) Analisis ragam spectrum respons. Sistim struktur gedung memiliki lantai tingkat yang menerus. h. f. agar probabilitas terjadinya terbatas pada 10 % selama umur gedung 50 tahun. tanpa perpindahan titik beratnya. Sistim struktur gedung memiliki unsurunsur vertikal dari sistim penahan beban lateral yang menerus.

F i beban gempa nominal statik ekuivalen. Waktu Getar Alami Fundamental Waktu getar alami fundamental struktur gedung beraturan dalam arah masingmasing sumbu utama dapat ditentukan dengan rumus Rayleigh sebagai berikut : Gambar 2. 2. 1. Jumlah lantai bangunan 6 lantai f. termasuk beban hidup yang sesuai.1. termasuk beban hidup yang sesuai. b.2. ukuran kolom 45X45 untuk seluruh lantai. Struktur 6 lantai 3 D 2. Beban gempa nominal statik ekuivalen (F i) Beban geser dasar nominal V harus dibagikan sepanjang tinggi struktur gedung menjadi beban-beban gempa nominal statik ekuivalen F i yang menangkap pada pusat massa lantai tingkat ke-I menurut persamaan : Gambar 1. z i adalah ketinggian lantai tingkat – I diukur dari taraf penjepitan lateral. Denah lantai tipikal dan simetris terhadap sumbu x dan sumbu y. d i adalah simpangan horizontal lantai tingkat ke-i dinyatakan dalam mm dan g adalah percepatan gravitasi yang ditetapkan sebesar 9810 mm/det 2. sedangkan W i adalah berat total gedung.3 dimana W i adalah berat total gedung. SIMULASI MODEL STRUKTUR Pemodelan geometri struktur dalam simulasi ini. Tinggi kolom tiap lantai 4 m.dimana C1 adalah nilai faktor respons gempa yang diperoleh dari spektrum respons gempa untuk waktu getar alami fundamental T i. Denah tipikal struktur Ti = 6. Geometri Struktur Fi = V Dimana W i adalah berat lantai tingkat ke-i. Ukuran balok 25X45 d. peninjauan struktur secara 3 demensi.3. Jarak antar kolom sebesar 5m g. sedangkan n adalah nomor lantai tingkat paling atas. yaitu sebesar 120 mm Analisis struktur untuk simulasi model struktur dilakukan untuk struktur gedung beton 6 tingkat dengan menggunakan program SAP 2000 . Ukuran tie beam 20X40 e. . mengikuti ketentuan sebagai berikut : a. Tebal plat lantai (diafraghma) diambil sama untuk seluruh lantai dan atap. termasuk beban hidup yang sesuai. c. 2.

48 cm 9.06 cm 10. Beton mutu K-275 dengan fc’ = 22.95 cm 4.1.24 cm 11. wilayah 3. hasil perhitungan simpangan antar tingkat diatas. Pembebanan 1.2.95 MPa. dengan demikian hal ini akan menyebabkan efek P-delta dapat diperkecil. Beban hidup total lantai = 250 kg/m2 Beban gempa. Beban mati (DL) Plafon dan penggantung= 18 kg/m2 Adukan semen = 42 kg/m2 Penutup lantai = 24 kg/m2 Partisi =100 kg/m2 DL total = 184 kg/m2 Dari tabel 1. 3.13 cm 11. Simpangan antar tingkat pada frame arah x ( bidang x-z ) 2.60 HASIL ANALISIS 4.32 cm 7.80 MPa dan modulus Elastisitas Beton.106 kg/cm2 2.2. Frame pada bidang x-z No.37 cm 4. Perhitungan waktu getar alami berdasarkan formula dari Rayleigh untuk struktur .3. Dari analisis struktur terhadap struktur gedung 6 lantai tersebut diatas diperoleh hasil simpangan antar tingkat pada struktur dengan perilaku elastis penuh dan struktur dengan pembatasan nilai waktu getar alami fundamental sebagai berikut : Gambar 3. Es=2. Ec = 23452. terlihat bahwa dengan melakukan pembatasan waktu getar alami fundamental besarnya simpangan dapat diperkecil. Frame pada bidang y-z 2.0 dan R= 1.43 cm Tabel 1. simpangan antar tingkat struktur beton 6 lantai Gambar 4. Lantai 6 5 4 3 2 1 Struktur deng an perilaku elastik penuh 12.31 cm 10.93 cm 11.77 cm Struktur dengan pembatasan nilai waktu getar alami fundamental 11. tanah lunak dengan I=1. Material Material yang digunakan didalam simulasi model struktur ini mengikuti spesifikasi sebagai berikut : 1.06 cm 7. Gambar 5. Mutu baja tulangan BJTD 40 dengan modulus elastisitas baja.

Dengan pembatasan waktu getar alami dari sebuah struktur menye. ITB (1983). USA. Yogyakarta Staf Pengajar. second edition. Aseismic Design Analysis of Building. Computers and Structures. SNI 03-2847-2002. Analysis Reference Volume II. Jurusan Teknik Sipil – FT.UGM (2003). Johnston. California. Berkeley. California. (2005). (2002). USA SAP2000. S1 Konsentrasi Struktur. Berkeley.08 detik. Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung. sedangkan jika pembatasan waktu getar alami fundamental besarnya waktu getar dibatasi sebesar 1. California. Jurusan Teknik sipil – FT. S2 Konsentrasi Struktur. atau pemasangan sub system pengaku berupa shearwall.5. Inc. kerusakan struktur akan dapat dibatasi. SNI 03-1726-2002. California. and Rakesh K Goel. (1991). Clough. Japan Chopra. USA.babkan simpangan antar tingkat berkurang. Integrated Finite Element Analysis and Design of Structures. ETABS. hal ini menyebabkan perlunya pembesaran demensi kolom. Charles. Earthquake Engineering Handbook. Dengan pembatasan waktu getar alami dari sebuah struktur menye-babkan tingkat kekakuan struktur semakin meningkat. Jr. Analysis Reference Volume I. Computers and Structures. hal ini tentunya akan memperkecil efek P-delta pada sebuah struktur. Finite Elements for Structural Analysis Kiyoshi Muto. Dari hasil kajian perilaku struktur diatas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Dynamics of Structures : theory and applications to earthquake engineering. Anil K. (2003). Prentice-Hall. Anil K. Berkeley. and SAFE. UTP Surakarta Pernah menjadi Ketua Jurusan Sipil – FT. Computer and Structures. Chopra. Effects Of Plan Asymmetry in Inelastic Seismic Response Of One-Strory. hal ini menyebabkan pengura-ngan beban gempa dasar rencana sebesar = 115. Dynamics of Structures.50 %. KESIMPULAN DAN SARAN Daftar Pustaka : SAP2000. Concrete Design Manual. 3. And Wai-Fah Chen. Tokyo. Integrated Finite Element Analysis and Design of Structures. Journal Of Structural Engineering. UTP periode 1994 – 1998 . USA SAP2000. third edition. bracing dsb. pada Konsentrasi Struktur. Inc. and Joseph Penzen. Anil K. Inc (2007). Dengan simpangan antar tingkat yang semakin mengecil maka pelelehan pertama dari sebuah struktur untuk beban gempa rencana dapat dihindari hal ini akan menjamin kenyamanan penghunian. McGraw-Hill.117 No. Computers and Structures. Chopra. Scawthorn. (2000). Vol. Dari perhitungan simpangan antar tingkat diatas terlihat bahwa secara keseluruhan struktur masih kurang kaku karena simpangan antar tingkat yang terjadi melebihi besarnya simpangan antar tingat maksimum yang diijinkan. CRC Press. Inc. Paul R. Berkeley. Bandung. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung . CSI Analysis Reference Manual for SAP2000. Integrated Finite Element Analysis and Design of Structures.37 ton atau sebesar 7. Earthquake Engineering Research Institute. Jurusan Teknik Sipil – FTSP. William Weaver. Biodata Penulis : Sri Haryono. 2.894 detik. Earthquake Dynamics of Structures A Primary .dengan perilaku elastis penuh adalah 0. Ray W. second edition.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->