Mengambil Keputusan

Bacaan: II Samuel 5:17-25 Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. - Amsal 16:9

Setiap hari kita dihadapkan dengan keadaan yang menuntut kita untuk mengambil keputusan. Pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan dengan asal saja sebab keputusan kita saat ini akan mempengaruhi hidup kita di waktu yang akan datang. We can not change our past, but we can change our future with what we decide today. Itu sebabnya kita perlu mengambil keputusan bijak yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Jika saat ini Anda berada di persimpangan jalan, hal-hal berikut bisa Anda pertimbangkan bagaimana mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Satu, libatkan Tuhan di dalam setiap keputusan kita. Mengapa? Meski kita bisa menentukan, tapi Tuhanlah penentu dari setiap keputusan (Amsal 16:9). Jika kita terlalu mengandalkan pemikiran kita sendiri dan tidak melibatkan Tuhan di dalamnya, kemungkinan besar keputusan yang kita buat akan keliru. Bagaimana kita tahu kehendak Tuhan dalam keputusan yang hendak kita ambil? Milikilah kepekaan dengan suara Tuhan. Hal ini hanya kita dapat jika kita memiliki persekutuan yang intim dengan-Nya setiap hari. Dua, jangan takut untuk mengambil keputusan. Beberapa orang takut mengambil keputusan, akibatnya bukan kita yang mengambil keputusan tapi keadaanlah yang memberikan keputusan bagi kita. Ini kesalahan yang sangat fatal. Jika kita sudah memohon petunjuk Tuhan, buatlah keputusan dan yakinilah bahwa itu keputusan yang terbaik. Ketiga, milikilah hikmat dalam mengambil keputusan. Jangan ambil keputusan secara emosional, tapi gunakanlah pertimbangan yang masak. Dengan pertimbangan yang matang kita mampu berpikir secara rasional dan menghitung plus minus dari setiap keputusan yang hendak kita ambil. Milikilah hikmat Tuhan dan kita pun jadi lebih bijak dalam mengambil keputusan dan melangkah. Dengan demikian keputusan yang kita ambil adalah benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan bagi hidup kita. Jangan takut buat keputusan selama kita menggunakan hikmat Tuhan dan melibatkan Tuhan. We can not change our past, but we can change our future with what we decide today.
Suatu keputusan yang saleh harus ditandai dengan keberanian dan keyakinan, "sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban" (2Timotius 1:7). Keyakinan kita dalam membuat keputusan yang sulit tidak pernah didasarkan pada pengetahuan seperti yang Allah miliki tentang situasi atau hasilnya. Keputusan itu juga tidak didasarkan pada kompetensi kita sendiri, namun pada keyakinan bahwa kita berada dalam providensi Allah dan kita sedang mengejar maksud-Nya bagi hidup kita. Kita adalah bejana tanah liat, namun kita didiami oleh Yang Mahakudus untuk menghendaki dan melakukan kehendak-Nya yang baik. Pengambilan keputusan yang kita lakukan merupakan bagian dari proses-Nya.

PROSES UNTUK MENGENALI KEHENDAK ALLAH Proses untuk mengenali kehendak Allah ini kadang-kadang dapat juga disebut dengan istilah ‘penegasan rohani’. Supaya dapat mengenali kehendak Allah lewat tanda-tanda batin tersebut, di bawah ini dapat dijumpai beberapa pedoman praktis.

atau hanya tinggal diam saja di hadapan-Nya. karena yakin bahwa itulah yang terbaik bagi kamu. Pelajari dan pertimbangkan segala pro dan kontranya. doakan terlebih dahulu seandainya kamu masuk biara: reaksinya bagaimana. kamu dapat melihat dari kedua sisinya secara bergantian. perubahan besar dalam hidup. kamu mengalami tanda-tanda positif. dan orang-orang yang terlibat dalam pilihanmu. atau berdoa dalam bahasa roh. dan kehadiran Allah lenyap. perkara. dan hiburan. Carilah informasi yang memadai tentang situasi. reaksinya bagaimana. Waktu mempelajari semua itu. 3. maka Roh Kudus akan menimbulkan damai. Bawa persoalanmu dengan segala pro dan kontranya kepada Yesus dalam doa. Kedua hal ini akan memperkuat kesimpulannya. jelaslah kiranya bahwa Tuhan memanggil kamu untuk hidup membiara. kasih. Berbicaralah kepada Yesus sebagaimana berbicara kepada sahabat yang mengasihi kamu. Kalau sebaliknya waktu berdoa tentang hal berkeluarga. Carilah juga tanda-tanda lahiriah bimbingan Allah.” Dalam mengambil keputusan penting. Ketika kamu berbicara dengan Tuhan dan lebih-lebih lagi ketika kamu diam di hadapan-Nya. Ceritakanlah kepada-Nya segala aspirasi dan kekuatiranmu.” Bila keputusan atau tindakan yang akan kamu ambil itu tidak sesuai dengan rencana Allah. Melalui tanda-tanda itu Roh mau berkata: “Bukan. Kemudian doakan seandainya kamu mau berkeluarga. Segala sesuatu yang berlawanan dengan Kitab Suci. dan mohonlah kepada-Nya agar membantumu mengambil keputusan yang tepat. cobalah tinggal tenang di hadirat-Nya. Bacalah tanda-tanda batinmu. Dengan cara yang sama kamu dapat berdoa dan mohon bimbingan Tuhan. apakah misalnya kamu harus pindah ke kota lain atau tidak. . sedangkan ketika mendoakan mau berkeluarga. tenang. apa pun itu. Misalnya untuk menentukan panggilan hidup. Bertanyalah kepada-Nya bagaimana pandangan-Nya tentang hal itu. kamu mengalami tanda-tanda negatif. dan status hidupmu haruslah dianggap sebagai suatu godaan. 2. kegelapan. keseganan. Kamu dapat memuji Dia. itulah yang Saya kehendaki. Misalnya bila waktu kamu mendoakan masuk biara kamu mengalami tanda-tanda yang positif. ketakutan. perhatikan pula ketiga sumber bimbingan Allah yang telah disebutkan diatas. Pertama-tama siapkanlah batinmu mencapai suatu kerelaan untuk mengikuti kehendak Allah. itu bukan yang Kukehendaki. peristiwa. maka kamu akan mengalami tandatanda yang negatif seperti ketidaktenangan. Roh Allah berkarya di dalam dirimu. seperti misalnya menentukan panggilan hidup. demikian juga dalam mengambil keputusan-keputusan lainnya. Melalui tanda-tanda postif itu Roh berkata: “Ya. jelaslah bahwa kamu dipanggil untuk berkeluarga.1. 4. Bila kamu telah rela dan siap mengambil keputusan sesuai dengan kehendak Allah. Setelah berdoa sejenak kepada Tuhan. maka kamu dapat mengambil langkah berikutnya. Bila keputusan atau tindakan yang kamu ambil itu sesuai dengan kehendak Allah. ketertarikan batin. ajaran Gereja.

Kita kadang "tidak sependapat" dengan Allah dalam hal apakah Ia telah menyediakan informasi yang cukup bagi kita untuk membuat keputusan yang baik dalam jangka waktu yang ada. keterbatasan. Jendralnya (Longstreet) sangat merekomendasikan untuk mundur dan menggali lubang perlindungan di dataran tinggi antara Gettysburg dan Washington. Tapi kemenangan karena bertahan tidak pernah menghentikan serangan pasukan koalisi. Bertumbuh dalam hikmat merupakan model ilahi. ada waktu untuk mengumpulkan informasi. Ia paham bahwa pasukan yang bertahan memiliki keuntungan strategis karena tersedianya persenjataan baru dalam perang saudara tersebut. maka ia memerintahkan serangan. bukan perubahan yang terjadi secara instan. Pelatihan indera moral ini dicapai sebagian melalui masa pembuatan keputusan yang Allah wajibkan bagi kita. perang yang semakin lama akan mempertaruhkan ribuan nyawa tambahan dan memungkinkan pasukan koalisi menghabiskan sumber yang dimiliki negara-negara bagian konfederasi. Bertumbuh dalam pemahaman yang tepat atas kehendak Allah (Kolose 1:9-10) tampak dalam diri mereka "yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik daripada yang jahat" (Ibrani 5:14). bahkan sekalipun ia mungkin harus kalah. ada waktu untuk meditasi--dan ada pula waktu untuk membuat keputusan. Ada saatnya kita menghadapi keputusan yang monumental sementara kita kekurangan kepingan informasi yang penting. Lee harus memutuskan apakah ia akan menyerang pasukan koalisi yang sedang menggali lubang perlindungan di dataran tinggi Gettysburg. penuh hikmat. Seorang komandan militer menghadapi tantangan ini dalam peperangan. Ia tidak tahu bahwa kekuatan lawan berkembang dengan cepat. Namun. Lukas 2:40 menggambarkan pertumbuhan Yesus hingga berusia dua belas tahun: "Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat. prioritas keuangan. Robert E. keputusan Lee mungkin ditarik dari hikmat yang lebih tinggi. sasaran jangka panjang kita. Kadang Allah memberi kita waktu yang begitu berlimpah untuk membuat keputusan. Dalam perang saudara. waktu untuk membuat keputusan itu berada dalam kendali Allah sehingga ketika tiba waktu untuk membuat keputusan. Bila ditinjau kembali.Keputusan Seperti diingatkan oleh Pengkhotbah 3:1. Namun. Longstreet telah mengajukan taktik yang benar. ada waktu untuk berkonsultasi. dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. gereja. Ada waktu untuk menyembah. itu adalah bagian dari rencana-Nya. Sering kali waktu membatasi keputusan-keputusan yang menuntut pertumbuhan iman yang sejati. ada waktu untuk segala sesuatu di bawah kolong langit. seseorang harus benar-benar berjuang. Kekalahan di . Ia telah berada dalam posisi bertahan sampai saat itu dan selalu menang. panggilan kita terhadap pelayanan tertentu. kadang begitu singkat." Ayat ini secara tepat menampakkan dimensi rohani dari kekuatan Yesus. ada waktu untuk berdoa. Jeb Stuart (pimpinan staf pasukannya) "menghilang" sehingga Lee tidak tahu ukuran kekuatan yang sedang dihadapinya. Tetapi Lee kalah dalam perang di Gettysburg tersebut. rumah. Lee tahu ia harus mempercepat pertempuran menentukan yang akan mengakhiri perang itu (Shaara 1996: 488). Lukas juga berbicara seperti itu mengenai Yohanes Pembaptis yang bertambah kuat dalam roh saat ia tinggal di padang gurun (Lukas 1:80). Keputusan yang kita ambil mengikuti langkah-langkah pertumbuhan Kristus sendiri ketika Allah mengubah kita seturut gambar-Nya (Roma 8:29). Ia percaya bahwa untuk memenangkan suatu perang. Ia menghendaki perang itu ditentukan dengan segera. Baginya. komitmen waktu kita di tempat kerja. dan investasi kemampuan kita dalam pekerjaan. Apakah ia harus menunggu dan mendapatkan informasi dari Stuart ataukah ia harus menyerang sekarang? Ataukah ia harus memakai taktik mundur seperti yang dianjurkan Longstreet? Lee percaya bahwa pasukan terbaik yang akan menang dan bahwa dalam perang saudara tidak seharusnya mundur ke arah yang tidak menentu. Kita "dipaksa" untuk memutuskan bagaimana kita merespons permasalahan relasi. dan memaksa pasukan koalisi untuk terlebih dulu menyerang.

Dalam Lukas 19:11-27.Gettysburg mengakhiri perang tersebut dan mengakhiri konflik paling berdarah pada abad itu. ia tentu akan mengambil risiko yang perlu untuk memenuhi rencana tuannya. Keputusan membuat kita terbuka pada risiko melakukan kesalahan. hamba itu justru berusaha melindungi dirinya sendiri. Pengendalian yang misterius ini tidak hanya melindungi anak-anak Allah tetapi juga memakai setiap peristiwa untuk mengubah hati mereka semakin serupa dengan gambar-Nya. Keyakinannya pada providensi Allah dan ketaatannya pada panggilannya merupakan batu fondasi yang memampukannya untuk mengambil keputusan dalam keadaan yang diberikan Allah kepadanya. Sebaliknya. Dalam perumpamaan tentang talenta. Dunia juga merupakan tempat yang aman bagi orang Kristen untuk membuat keputusan karena terdapat pagar pengaman berupa providensi Allah yang berdaulat. kita membuat keputusan dalam dunia yang sangat berbeda dengan orang-orang non-Kristen. yaitu memberikan hasil dari investasi. Suatu keputusan yang saleh harus ditandai dengan keberanian dan keyakinan. yang terkenal suka mengharapkan hasil yang mustahil (lihat ay. kita harus belajar menunggu dengan sabar sementara kita mencari hikmat atau informasi yang penting. "sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan. orang. dll). Sebaliknya. Allah sering menghendaki kita untuk berani membuat keputusan. Oleh sebab itu. sikap takut akan Allah sekaligus kedamaian dan ketenangan yang mendalam ketika kita membuat keputusan yang diwajibkan bagi kita. Karena itu. Orang percaya membuat keputusan berdasarkan hikmat yang disediakan Allah dan janji pemeliharaan-Nya. Kita mengambil keputusan sebagai suatu pertanggungjawaban atas panggilan Allah kepada kita (sebagai orangtua. Ketika data yang ada tidak jelas dan Allah memberikan waktu tambahan untuk menentukan keputusan. pekerja. namun pada keyakinan bahwa kita berada dalam providensi Allah dan kita sedang mengejar maksud-Nya bagi hidup kita. Ia tidak menginvestasikan talenta itu karena takut kehilangan. Keyakinan kita dalam membuat keputusan yang sulit tidak pernah didasarkan pada pengetahuan seperti yang Allah miliki tentang situasi atau hasilnya. Kita telah melihat bahwa dunia adalah suatu tempat pertanggungjawaban kita kepada Allah sebagai pelayan atas segala sesuatu yang telah diberikan-Nya. ini berarti kita lebih melayani diri sendiri ketimbang melayani Allah. bisa muncul bersama-sama. Kristus mendorong kita untuk tidak menunda atau menghindari keputusan karena takut melakukan kesalahan. Allah mungkin menjawab doa Lee yang memohon pertolongan-Nya dengan cara yang melampaui jangkauan pemahaman Lee sendiri. orang yang menerima hanya satu talenta menyembunyikan talenta itu di dalam tanah. mengingatkannya bahwa jika ia memang benar-benar takut pada tuannya. dan kesempatan kepada kita. dan menginginkan kita menghormati keinginan-Nya untuk melihat semua sumber tersebut digunakan bagi rencana-Nya. bagi orang Kristen yang membuat keputusan. Tidak ada jasa manusia dalam menentukan keputusan yang sulit. pasangan. Tuan itu menghukum hamba yang takut itu. dunia ini adalah tempat yang sangat berbeda dari apa yang dirasakan oleh orang non-Kristen. serta maksud penebusan-Nya. 20). Dinamika itu berakar pada pengharapan bahwa . Dunia ini adalah tempat kita dipanggil untuk membuat keputusan yang bersifat pelayanan dan yang bertujuan untuk melaksanakan maksud-Nya. Hamba yang tidak setia itu membela diri dengan mengatakan bahwa ia tahu tuannya adalah seorang yang "kejam". Keputusan itu juga tidak didasarkan pada kompetensi kita sendiri. Allah telah memercayakan waktu. Dallas Willard mengingatkan kita bahwa sebagai orang Kristen kita harus melawan godaan memakai bimbingan untuk mengamankan diri dari risiko (Willard 1993: 226-27). melainkan roh yang membangkitkan kekuatan. namun kita didiami oleh Yang Mahakudus untuk menghendaki dan melakukan kehendak-Nya yang baik. Lee mungkin saja telah melakukan perkara yang "bijaksana". Inti cerita ini adalah Lee terpaksa membuat sebuah keputusan tanpa mendapatkan informasi yang sangat penting. Pengambilan keputusan yang kita lakukan merupakan bagian dari proses-Nya. kasih dan ketertiban" (2Timotius 1:7). Dalam pengertian yang lebih tinggi. namun jika kita mengizinkan hal itu mengendalikan ketaatan kita. talenta. Kita adalah bejana tanah liat. Sebagai orang Kristen. Ia taat pada panggilannya sebagai komandan pasukan Virginia Utara dan maju terus serta membuat keputusan yang sulit ketika memang dibutuhkan.

dan itu sungguh-sungguh benar dan dihargai oleh Allah. Allah dapat mengesampingkan prosesnya. . Allah mau kita terus mengejar pengertian sampai tiba waktunya bagi kita untuk mengambil keputusan. rencana ini terbuka bagi koreksi Allah. selama tiga tahun jawaban itu tidak kunjung datang. Namun. saya menggumulkan arah masa depan pelayanan saya. dan kekacauan yang ditimbulkan oleh karena dosa. Inilah permohonan yang Allah hargai di seumur hidup kita. kita terus mencari pengertian hingga hal itu diberikan. Dengan memahami karakter Allah kita. Kita mengharapkan kejelasan. jadi saya tetap menunggu. Saya mulai mengajukan beberapa pertanyaan dan melakukan segala hal yang dapat saya lakukan untuk mencari pengertian. Allah menjanjikan hikmat dengan murah hati kepada semua yang mengejarnya dengan hati yang tulus. Kita tidak boleh menyerah jika semuanya tetap tidak jelas bagi kita setelah usaha pertama kita untuk membuat keputusan.kira setahun kemudian jawaban itu datang. Saya melihat arah yang harus saya tuju dan cara menuju ke sana.Allah akan memberikan hikmat dan arahan saat kita memintanya. Intinya. kita seharusnya tidak terkejut jika pengertian yang sejati tidak datang secara tiba-tiba. kerumitan hidup manusia. Yakobus 1:5 juga menasihati kita untuk tidak merendahkan diri sendiri jika kita pernah membuat keputusan-keputusan yang mengerikan. Beberapa waktu lalu. Saya terus mendoakan hal itu dan merenungkan hal-hal terkait. bagian saya dalam proses tersebut selesai setahun sebelum Allah memberikan jawaban. Saya harus menunggu selama itu sebelum dapat melihat jalan yang harus saya tempuh. Kira. saya tidak harus membuat keputusan dengan segera. namun tugas kita adalah untuk mengharapkan pembekalan-Nya. Allah mengaruniakan pengertian yang saya perlukan. Syukurlah. Mengejar hikmat dengan penuh kesabaran akan membuat kita lebih baik dalam mengasihi sesama dan melayani Allah. Yakobus secara khusus berkata bahwa Allah memberikan kepada semua yang meminta dan Ia tidak membangkit-bangkit. Tentu seperti semua rencana kita lainnya.

maka kamu dapat mengambil langkah berikutnya. 7. Pertama-tama siapkanlah batinmu mencapai suatu kerelaan untuk mengikuti kehendak Allah. ketakutan. Melalui tanda-tanda itu Roh mau berkata: “Bukan. Carilah informasi yang memadai tentang situasi. kamu dapat melihat dari kedua sisinya secara bergantian. ketertarikan batin. Roh Allah berkarya di dalam dirimu. Misalnya untuk . 6. Supaya dapat mengenali kehendak Allah lewat tanda-tanda batin tersebut.” Bila keputusan atau tindakan yang akan kamu ambil itu tidak sesuai dengan rencana Allah. Berbicaralah kepada Yesus sebagaimana berbicara kepada sahabat yang mengasihi kamu. Bila keputusan atau tindakan yang kamu ambil itu sesuai dengan kehendak Allah. kegelapan. maka kamu akan mengalami tandatanda yang negatif seperti ketidaktenangan. tenang. dan hiburan.” Dalam mengambil keputusan penting. Bertanyalah kepada-Nya bagaimana pandangan-Nya tentang hal itu. perhatikan pula ketiga sumber bimbingan Allah yang telah disebutkan diatas. Segala sesuatu yang berlawanan dengan Kitab Suci. perubahan besar dalam hidup. kasih. Pelajari dan pertimbangkan segala pro dan kontranya. Waktu mempelajari semua itu.PROSES UNTUK MENGENALI KEHENDAK ALLAH Proses untuk mengenali kehendak Allah ini kadang-kadang dapat juga disebut dengan istilah ‘penegasan rohani’. Setelah berdoa sejenak kepada Tuhan. itulah yang Saya kehendaki. Ketika kamu berbicara dengan Tuhan dan lebih-lebih lagi ketika kamu diam di hadapan-Nya. atau berdoa dalam bahasa roh. Ceritakanlah kepada-Nya segala aspirasi dan kekuatiranmu. dan mohonlah kepada-Nya agar membantumu mengambil keputusan yang tepat. keseganan. Melalui tanda-tanda postif itu Roh berkata: “Ya. peristiwa. Kamu dapat memuji Dia. dan orang-orang yang terlibat dalam pilihanmu. dan status hidupmu haruslah dianggap sebagai suatu godaan. 8. Bila kamu telah rela dan siap mengambil keputusan sesuai dengan kehendak Allah. Bawa persoalanmu dengan segala pro dan kontranya kepada Yesus dalam doa. maka Roh Kudus akan menimbulkan damai. perkara. di bawah ini dapat dijumpai beberapa pedoman praktis. itu bukan yang Kukehendaki. ajaran Gereja. karena yakin bahwa itulah yang terbaik bagi kamu. dan kehadiran Allah lenyap. seperti misalnya menentukan panggilan hidup. cobalah tinggal tenang di hadirat-Nya. atau hanya tinggal diam saja di hadapan-Nya. 5. Carilah juga tanda-tanda lahiriah bimbingan Allah. Bacalah tanda-tanda batinmu. apa pun itu.

doakan terlebih dahulu seandainya kamu masuk biara: reaksinya bagaimana. Dalam kasus-kasus tertentu. itu tandanya kamu belum siap melakukan penegasan rohani tersebut karena barangkali hatimu belum siap melakukan apa yang dikehendaki Allah. dan bukannya untuk menggantikan proses penegasan tersebut. baiklah kamu berkonsultasi dengan pimpinanmu. Dalam hal ini penting sekali untuk menuliskan atau mencatat apa yang kamu alami dan rasakan waktu itu. dengan pembimbing atau orang lain yang lebih berpengalaman. misalnya waktu harus menentukan panggilan hidup. baik yang positif maupun yang negatif. Kalau sebaliknya waktu berdoa tentang hal berkeluarga. Roh Kudus akan membantu kamu melihat semuanya dengan jelas. sehingga mampu mengenali tanda-tanda tersebut. reaksinya bagaimana. Karena itu di atas saya katakan. supaya sesudah itu kamu dapat memakainya untuk mengenali petunjuk Allah. § Sebelum mengambil keputusan penting. apakah misalnya kamu harus pindah ke kota lain atau tidak. Roh Kudus akan berkarya secara konsisten.” MENGENALI KEHENDAK ALLAH SECARA KOMUNITER . jelaslah bahwa kamu dipanggil untuk berkeluarga. sedangkan pikiran dan perasaan kita akan berubah sesuai dengan situasi. kamu dapat berdoa minta tanda sebagai penguat dari tanda-tanda batin tersebut. sedangkan ketika mendoakan mau berkeluarga. bila memang kehendak-Mu saya pindah pekerjaan. ketakutan. tekanan sosial. jelaslah kiranya bahwa Tuhan memanggil kamu untuk hidup membiara. Kalau pengalamanmu terlihat menuju suatu arah secara konsisten. demikian juga dalam mengambil keputusan-keputusan lainnya. berdoalah terus sampai kamu menemukan kesiapan dan kerelaan melakukan kehendak Allah. singkirkanlah halangan yang menghadang itu. Misalnya bila waktu kamu mendoakan masuk biara kamu mengalami tanda-tanda yang positif. Kemudian doakan seandainya kamu mau berkeluarga. ambisi. kamu mengalami tanda-tanda positif. bila ada dorongan batin. prasangka. ulangilah doa itu berkali-kali selama beberapa hari. supaya tanda-tanda tadi menjadi semakin jelas. bahkan selama beberapa minggu kalau perlu. apa pun itu. Misalnya kamu dapat berdoa: “Tuhan. kamu mengalami tanda-tanda negatif. Dengan cara yang sama kamu dapat berdoa dan mohon bimbingan Tuhan. Sebaliknya kalau pengalamanmu agak kacau. Kedua hal ini akan memperkuat kesimpulannya. Kalau demikian. dan godaan-godaan. Semakin kamu bertekun dalam doa. bahwa kamu harus terlebih dahulu berdoa untuk menyerah kepada kehendak Allah. tidak konsisten. § Dalam menghadapi keputusan-keputusan penting. keinginan yang belum terpenuhi. Lagipula kita harus tekun dalam doa.menentukan panggilan hidup. kamu dapat menarik kesimpulan dengan hati yang penuh damai ke mana arah yang dikehendaki Allah bagi kamu. BEBERAPA PETUNJUK PRAKTIS § Seringkali tanda-tanda batin itu digelapkan dan dikaburkan oleh perasaan-perasaan senang dan tidak senang.

karena yakin. Uraikan dan diskusikan semuanya dan kalau perlu tanya pendapat seorang ahli dalam bidang tersebut 3. Sesudah itu berkumpulah kembali dan berbicaralah secara bergiliran. 2. atau butuh waktu lebih banyak untuk doa dan mendengarkan Roh. Dalam proses penegasan komuniter ini perlu disadari adanya bahaya-bahaya tertentu yaitu:    Memihak kelompok atau gengnya. apa pun itu Cari informasi yang penting dan tepat tentang persoalan tersebut. itu dapat berarti bahwa kelompok memerlukan informasi yang lebih lengkap serta diskusi lebih matang. Komunitas berkumpul dalam nama Tuhan dan dalam Roh Tuhan. Oleh karena itu penegasan komuniter seperti itu hanya mungkin bila ada persaudaraan sejati dan sikap saling menghargai dan saling mempercayai dalam komunitas tersebut. rekayasa. Kehendak Allah harus sungguh menjadi prioritas masing-masing. masing-masing harus menyingkirkan halangan-halangan di atas. dan kecurigaan Keterpusatan diri sendiri. Mungkin juga bahwa kelompok membutuhkan pertobatan yang lebih mendalam. Bila semua anggota atau sebagian besar dari kelompok itu sudah cukup dewasa rohaninya.Ini adalah usaha bersama sebagai anak-anak Allah untuk mengenali kehendak dan rencana Allah bagi mereka sebagai pribadi atau sebagai komunitas. maka akan terdapat kesepakatan atau kuasa kesepakatan Bila tidak terdapat kesepakatan. Mereka harus sungguh-sungguh jujur dan rela mencari kehendak Allah. karena mungkin sekali ada unsur penting yang dilupakan. yang menjadikan orang tidak peka terhadap bisikan Roh Supaya dapat mengadakan penegasan rohani yang obyektif dan baik. bahwa Allah hanya dapat menghendaki yang terbaik bagi kita yang percaya kepada-Nya. persaingan. yaitu: 1. sehingga menjadikan kelompok itu buta terhadap kepentingan Gereja atau umum yang lebih besar Ambisi manusiawi. dalam kerendahan hati dan kerelaan hati untuk melakukan kehendak Tuhan. Dengarkan Allah dalam doa yang hening dan kenalilah tanda-tanda batin yang menunjukkan kehendak Allah 4. apa pun itu. perpecahan. Langkah-langkah yang harus diikuti kelompok atau komunitas itu pada dasarnya sama seperti di atas. Proses tersebut dapat diulangi sampai terdapat kesepakatan. dalam semangat cintakasih timbal balik dan keserasian. Berdoalah sampai masing-masing benar-benar rela menerima kehendak Allah. masing-masing mengungkapkan apa yang menurut pendapatnya adalah kehendak Allah. . dan rencana sendiri.

Jika engkau memperhatikan hal ini maka ada banyak hal yang tidak perlu engkau takuti. bahwa Dia akan membawamu kepadaNya. . . Ketakutanmu . . Dan disana hanya ada satu kemuliaan menanti yang adalah abadi. . . Engkau hanya mempunyai satu kematian yang harus dihadapi. . Dukamu . . bahwa engkau akan kehilangan Dia. . . . .Ingatlah bahwa engkau hanya mempunyai satu jiwa. . bahwa engkau tidak memperoleh sesuatu dariNya. . . . . Biarkan keinginanmu hanya melihat Tuhan. . . . Bahwa engkau hanya mempunyai satu kehidupan yang teramat singkat. . . Maka engkau akan hidup dalam damai sejahtera. . . dan yang harus engkau jalani sendiri. Kegembiraanmu . .