SALINAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang : a. bahwa sebagai akibat perkembangan kehidupan masyarakat, Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987, perlu disempurnakan kembali; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan; Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2008; Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/M Tahun 2007;

b.

Mengingat

:

1.

2.

3.

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEDOMAN UMUM EJAAN BAHASA INDONESIA YANG DISEMPURNAKAN. Pasal 1

(1)

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dipergunakan bagi instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 2

(2)

Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0543a/U/1987 tentang Penyempurnaan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 3 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Juli 2009 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD

BAMBANG SUDIBYO
Salinan sesuai dengan aslinya. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Biro Hukum dan Organisasi,

Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H., DFM. NIP196108281987031003

-2-

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 46 TAHUN 2009 TANGGAL 31 JULI 2009

I. PEMAKAIAN HURUF
A. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. Nama tiap huruf disertakan di kolom ketiga. Huruf Kapital A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z B. Kecil a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z Nama a be ce de e ef ge ha i je ka el em en o pe ki er es te u ve we eks ye zet

Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a, e, i, o, dan u. Huruf Vokal a e* i o u Contoh Pemakaian dalam Kata Posisi Posisi Awal Posisi Akhir Tengah api enak emas itu oleh ulang padi petak kena simpan kota bumi lusa sore tipe murni radio ibu

Keterangan: * Untuk keperluan pelafalan kata yang benar, tanda aksen ( ′ ) dapat digunakan jika ejaan kata menimbulkan keraguan. Misalnya: Anak-anak bermain di teras (téras). Upacara itu dihadiri pejabat teras Bank Indonesia. Kami menonton film seri (séri). Pertandingan itu berakhir seri. Di mana kécap itu dibuat? Coba kecap dulu makanan itu. C. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, y, dan z. Huruf Konsonan b c d f g h j k l m n p q** r s t v w x** y z Contoh Pemakaian dalam Kata Posisi Posisi Awal Posisi Akhir Tengah bahasa cakap dua fakir guna hari jalan kami lekas maka nama pasang Quran raih sampai tali varia wanita xerox yakin zeni sebut kaca ada kafan tiga saham manja paksa rakyat* alas kami tanah apa status-quo bara asli mata lava hawa payung lazim adab Abad maaf gudeg tuah mikraj politik bapak* akal diam daun siap Taufiq putar tangkas rapat sinar-x juz

Keterangan: * Huruf k melambangkan bunyi hamzah. ** Huruf q dan x khusus dipakai untuk nama diri (seperti Taufiq dan Xerox) dan keperluan ilmu (seperti status quo dan sinar-x).

2

" 3. Pekerjaan itu akan selesai dalam satu jam. dan nama diri yang lain ditulis sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan." katanya. Gabungan Huruf Konsonan Gabungan huruf konsonan kh. kitab suci. 3 . ny. Huruf Kapital 1. Misalnya: Adik bertanya." kata Ibu. Misalnya: Islam Quran Kristen Alkitab Hindu Weda Allah Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya. "Kapan kita pulang?" Orang itu menasihati anaknya. "dia akan berangkat. Misalnya: Dia membaca buku. 2. ng. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Gabungan Huruf Konsonan kh ng ny sy Contoh Pemakaian dalam Kata Posisi Posisi Awal Posisi Akhir Tengah khusus ngilu nyata syarat akhir bangun banyak isyarat tarikh senang arasy Catatan: Nama orang. au. dan sy masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan. kecuali jika ada pertimbangan khusus. dan Tuhan. badan hukum. "Berhati-hatilah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam kata dan ungkapan yang berhubungan dengan agama. Apa maksudnya? Kita harus bekerja keras. termasuk kata ganti untuk Tuhan.D. Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. Nak!" "Kemarin engkau terlambat. dan oi. "Besok pagi. F. Huruf Diftong ai au oi Contoh Pemakaian dalam Kata Posisi Posisi Awal Posisi Akhir Tengah ain aula malaikat saudara boikot pandai harimau amboi E. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.

a. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk kepada nama orang. atau nama tempat yang digunakan sebagai pengganti nama orang tertentu. Misalnya: Wakil Presiden Adam Malik Perdana Menteri Nehru Profesor Supomo Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Gubernur Jawa Tengah b. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada bentuk lengkapnya. nama instansi. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya: Mahaputra Yamin Sultan Hasanuddin Haji Agus Salim Imam Syafii Nabi Ibrahim b. Misalnya: Amir Hamzah Dewi Sartika Wage Rudolf Supratman Halim Perdanakusumah Ampere Catatan: 4 . dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang. keturunan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya: Berapa orang camat yang hadir dalam rapat itu? Devisi itu dipimpin oleh seorang mayor jenderal. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan yang diikuti nama orang. c. 4. Sidang itu dipimpin Presiden. Di setiap departemen terdapat seorang inspektur jenderal. Pada tahun ini dia pergi naik haji. Misalnya: Sidang itu dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia. ya Tuhan. tetapi lagaknya sudah seperti kiai. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen. 6. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. ke jalan yang Engkau beri rahmat. keturunan. atau nama tempat tertentu.Bimbinglah hamba-Mu. Ilmunya belum seberapa. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. a. Kegiatan itu sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional. a. nama instansi. 5.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama peristiwa sejarah. huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata bin atau binti. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama sebagai nama jenis atau satuan ukuran. van Bruggen H. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. Misalnya: tahun Hijriah bulan Agustus hari Jumat hari Lebaran tarikh Masehi bulan Maulid hari Galungan hari Natal b. dan bahasa. a. Misalnya: J. van.J de Hollander J. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa.P. von (dalam nama Jerman). Misalnya: Abdul Rahman bin Zaini Ibrahim bin Adham Siti Fatimah binti Salim Zaitun binti Zainal b. Misalnya: pascal second J/K atau JK-1 N Pas joule per Kelvin Newton orang yang digunakan c. suku. Misalnya: pengindonesiaan kata asing keinggris-inggrisan kejawa-jawaan 8. dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan. Misalnya: bangsa Eskimo suku Sunda bahasa Indonesia b. bulan. atau da (dalam nama Portugal). van der Giessen Otto von Bismarck Vasco da Gama (2) Dalam nama orang tertentu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama singkatan nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. dan hari raya. suku bangsa. dan der (dalam nama Belanda). a. 5 . hari. Misalnya: mesin diesel 10 volt 5 ampere 7.(1) Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama seperti pada de.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama diri geografi. Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama diri atau nama diri geografi jika kata yang mendahuluinya menggambarkan kekhasan budaya. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama unsur geografi yang tidak diikuti oleh nama diri geografi. oleh.Misalnya: Perang Candu Perang Dunia I Proklamasi Kemerdekaan Indonesia c. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak digunakan sebagai nama. Misalnya: nangka belanda kunci inggris petai cina pisang ambon 10. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai penjelas nama jenis. Misalnya: 6 . atau. a. seperti dan. Misalnya: berlayar ke teluk menyeberangi selat mandi di sungai berenang di danau e. lembaga resmi. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. dan nama dokumen resmi. lembaga ketatanegaraan. badan. a. 9. Misalnya: Banyuwangi Cirebon Eropa Asia Tenggara Amerika Serikat Jawa Barat b. dan untuk. kecuali kata tugas. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama resmi negara. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi. Misalnya: ukiran Jepara tari Melayu asinan Bogor pempek Palembang sarung Mandar sate Mak Ajad d. Misalnya: Bukit Barisan Dataran Tinggi Dieng Jalan Diponegoro Ngarai Sianok Selat Lombok Sungai Musi Teluk Benggala Danau Toba Gunung Semeru Jazirah Arab Lembah Baliem Pegunungan Jayawijaya Tanjung Harapan Terusan Suez c.

dan. kecuali kata tugas seperti di. majalah. Misalnya: beberapa badan hukum kerja sama antara pemerintah dan rakyat menjadi sebuah republik menurut undang-undang yang berlaku Catatan: Jika yang dimaksudkan ialah nama resmi negara. misalnya Indonesia. dokumen resmi. pangkat. badan. Misalnya: Perserikatan Bangsa-Bangsa Rancangan Undang-Undang Kepegawaian Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan. Tahun ini Departemen sedang menelaah masalah itu. dan judul karangan. lembaga resmi. Misalnya: Pemberian gaji bulan ke-13 sudah disetujui Pemerintah.H. ke. Tn. surat kabar. Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan. Bacalah majalah Bahasa dan Sastra. badan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar.Republik Indonesia Departemen Keuangan Majelis Permusyawaratan Rakyat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972 Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak b. S. doktor sarjana ekonomi sarjana hukum sarjana sastra sarjana keperawatan master of arts magister humaniora profesor kiai haji tuan 7 . dan sapaan yang digunakan dengan nama diri. lembaga resmi.H. lembaga ketatanegaraan. M. M. dan nama dokumen resmi. badan.Kp. dan makalah. 11. Ia menyelesaikan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata". Misalnya: Dr. dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.A. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama lembaga resmi. S. K. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma. Prof. Surat itu telah ditandatangani oleh Direktur. lembaga ketatanegaraan. yang. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara.Hum.E. 13. S. huruf awal kata itu ditulis dengan huruf kapital. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku. dan dokumen resmi pemerintah dari negara tertentu. S. 12. lembaga ketatanegaraan. dari.S.

Bu?" Besok Paman akan datang. 16. 2. 15. Misalnya: Adik bertanya. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. dan II F15). Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. adik. Surat Saudara sudah saya terima. 8 . ibu. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata Anda yang digunakan dalam penyapaan. kata. IE. atau kelompok kata. seperti bapak. tesis. Huruf Miring 1. saudara. IC. 14. bagian kata. Misalnya: Saya belum pernah membaca buku Negarakertagama karangan Prapanca. (Lihat contoh pada IB. Catatan: Judul skripsi. "Silakan duduk. majalah. melainkan ditipu Bab ini tidak membicarakan pemakaian huruf kapital. seperti keterangan. Dik!" kata orang itu.Ny. a. Dia tidak mempunyai saudara yang tinggal di Jakarta. yang digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. b. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak digunakan dalam pengacuan atau penyapaan. nyonya saudara Catatan: Gelar akademik dan sebutan lulusan perguruan tinggi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada kata. atau disertasi yang belum diterbitkan dan dirujuk dalam tulisan tidak ditulis dengan huruf miring. dan misalnya yang didahului oleh pernyataan lengkap dan diikuti oleh paparan yang berkaitan dengan pernyataan lengkap itu. diatur secara khusus dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993. termasuk singkatannya. Dia bukan menipu. kakak. Berita itu muncul dalam surat kabar Suara Merdeka. "Itu apa. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Siapa nama Anda? Surat Anda telah kami terima dengan baik. dan paman. tetapi diapit dengan tanda petik. G. Misalnya: Huruf pertama kata abad adalah a. Sdr. "Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto. Misalnya: Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Majalah Bahasa dan Sastra diterbitkan oleh Pusat Bahasa. catatan.

.. b. Ungkapan asing yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia penulisannya diperlakukan sebagai kata Indonesia.2 kehilangan atau merugi . Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata atau ungkapan yang bukan bahasa Indonesia. daftar pustaka.. . a. huruf atau kata yang akan dicetak miring digarisbawahi. Misalnya: Negara itu telah mengalami empat kali kudeta. Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini. daftar lambang.2 Tujuan Daftar. Huruf tebal dalam cetakan kamus dipakai untuk menuliskan lema dan sublema serta untuk menuliskan lambang bilangan yang menyatakan polisemi. Huruf tebal dalam cetakan dipakai untuk menuliskan judul buku. indeks. 3. kata. Misalnya: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. Orang tua harus bersikap tut wuri handayani terhadap anak. Misalnya: kalah v 1 tidak menang .1 Latar Belakang Masalah 1. 3 tidak lulus . dan lampiran: DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMBANG DAFTAR PUSTAKA INDEKS LAMPIRAN 2. H. Huruf tebal tidak dipakai dalam cetakan untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf. bagian kata... dan lampiran Misalnya: Judul : HABIS GELAP TERBITLAH TERANG Bab : BAB I PENDAHULUAN Bagian bab: 1. Saya tidak mengambil bukumu Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. Weltanschauung dipadankan dengan 'pandangan dunia'. Misalnya: Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.. indeks. bab.Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan berlepas tangan. untuk keperluan itu digunakan huruf miring. Seharusnya ditulis dengan huruf miring: Akhiran –i tidak dipenggal pada ujung baris. Korps diplomatik memperoleh perlakuan khusus. atau kelompok kata. 4 tidak menyamai mengalah v mengaku kalah 9 . Huruf Tebal 1. daftar isi. bagian bab.. Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan. Saya tidak mengambil bukumu Gabungan kata kerja sama ditulis terpisah. 3. daftar tabel.

. 10 ..mengalahkan v 1 menjadikan kalah ..... terkalahkan v dapat dikalahkan . huruf atau kata yang akan dicetak dengan huruf tebal diberi garis bawah ganda.... 2 menaklukkan . Catatan: Dalam tulisan tangan atau ketikan manual.. 3 menganggap kalah .

(Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.) Misalnya: dilipatgandakan menggarisbawahi menyebarluaskan penghancurleburan pertanggungjawaban 4. Dia bertemu dengan kawannya di kantor pos. Imbuhan (awalan. Kata Turunan 1.) Misalnya: bertepuk tangan garis bawahi menganak sungai sebar luaskan 3. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. Misalnya: berjalan dipermainkan gemetar kemauan lukisan menengok petani b. a. PENULISAN KATA A. sisipan. Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata. B. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Imbuhan dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia. gabungan kata itu 11 . Huruf E. Huruf E. akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.II. Bab III. Misalnya: mem-PHK-kan di-PTUN-kan di-upgrade me-recall 2. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Butir 5. Ibu sangat mengharapkan keberhasilanmu. Misalnya: Buku itu sangat menarik. Kantor pajak penuh sesak. Bab III. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Butir 5. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai.

(3) Jika kata maha. Misalnya: non-Indonesia pan-Afrikanisme pro-Barat (2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan merujuk kepada Tuhan yang diikuti oeh kata berimbuhan. Misalnya: taklaik terbang taktembus cahaya tak bersuara tak terpisahkan C. Kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Pengampun. Bentuk ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya. merujuk kepada Tuhan dan diikuti oleh kata dasar. Misalnya: adipati aerodinamika antarkota antibiotik anumerta audiogram awahama bikarbonat biokimia caturtunggal dasawarsa dekameter demoralisasi dwiwarna ekawarna ekstrakurikuler infrastruktur inkonvensional kosponsor mahasiswa mancanegara monoteisme multilateral narapidana nonkolaborasi pascasarjana paripurna poligami pramuniaga prasangka purnawirawan saptakrida semiprofesional subseksi swadaya telepon transmigrasi tritunggal ultramodern Catatan: (1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya huruf kapital. 12 . tanda hubung (-) digunakan di antara kedua unsur itu. Bentuk Ulang 1. Misalnya: Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. kontra. dan anti. gabungan itu ditulis terpisah dan unsur-unsurnya dimulai dengan huruf kapital. Misalnya: Sikap masyarakat yang pro lebih banyak daripada yang kontra. Mereka memperlihatkan sikap anti terhadap kejahatan. sebagai unsur gabungan. seperti pro.ditulis serangkai. dapat digunakan sebagai bentuk dasar. Misalnya: Tuhan Yang Mahakuasa menentukan arah hidup kita. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita. kecuali kata esa. tetapi ditulis terpisah jika diikuti oleh bentuk berimbuhan. (4) Bentuk-bentuk terikat dari bahasa asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. gabungan itu ditulis serangkai. (5) Kata tak sebagai unsur gabungan dalam peristilahan ditulis serangkai dengan bentuk dasar yang mengikutinya.

Kami mengundang orang2 yang berminat saja. Misalnya: duta besar kambing hitam simpang empat mata pelajaran meja tulis model linear orang tua persegi panjang rumah sakit umum kereta api cepat luar biasa 2. Yang ditampilkan dalam pameran itu adalah buku2 terbitan Jakarta. Misalnya: orang besar → orang-orang besar orang besar-besar gedung-gedung tinggi gedung tinggi-tinggi gedung tinggi → 2. Misalnya: kekanak-kanakan perundang-undangan melambai-lambaikan dibesar-besarkan memata-matai (Lihat keinggris-inggrisan Bab I. Misalnya: surat kabar → kapal barang → rak buku → surat-surat kabar kapal-kapal barang rak-rak buku (2) Bentuk ulang gabungan kata yang unsur keduanya adjektiva ditulis dengan mengulang unsur pertama atau unsur keduanya dengan makna yang berbeda. Bajunya ke-merah2 –an D.Misalnya: anak-anak berjalan-jalan biri-biri buku-buku hati-hati kuda-kuda kupu-kupu lauk-pauk mata-mata menulis-nulis mondar-mandir ramah-tamah sayur-mayur serba-serbi terus-menerus tukar-menukar Catatan: (1) Bentuk ulang gabungan kata ditulis dengan mengulang unsur pertama saja. Mereka me-lihat2 pameran. Awalan dan akhiran ditulis serangkai dengan bentuk ulang. Huruf F.) Catatan: Angka 2 dapat digunakan dalam penulisan bentuk ulang untuk keperluan khusus. Gabungan Kata 1. Misalnya: Pemerintah sedang mempersiapkan rancangan undang2 baru. seperti dalam pembuatan catatan rapat atau kuliah. Unsur-unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah. Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur-unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yang 13 . Butir 7.

bersangkutan. pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf konsonan itu. Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai. Huruf diftong ai. Jika di tengah kata dasar ada huruf konsonan (termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua buah huruf vokal. Misalnya: ba-pak la-wan de-ngan ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah d. Jika di tengah kata ada huruf vokal yang berurutan. Misalnya: anak-istri Ali ibu-bapak kami buku-sejarah baru anak istri-Ali ibu bapak-kami buku sejarah-baru 3. Misalnya: pan-dai au-la sau-da-ra am-boi c. dan oi tidak dipenggal. Misalnya: bu-ah ma-in ni-at sa-at b. darmasiswa darmawisata dukacita halalbihalal hulubalang kacamata kasatmata kepada kilometer manakala manasuka matahari padahal peribahasa perilaku puspawarna radioaktif saptamarga saputangan saripati sebagaimana sediakala segitiga sekalipun sukacita sukarela sukaria syahbandar waralaba wiraswata Suku Kata 1. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. au. a. Jika di tengah kata dasar ada dua huruf konsonan yang berurutan. 14 . Misalnya: acapkali adakalanya akhirulkalam alhamdulillah apalagi astagfirullah bagaimana barangkali beasiswa belasungkawa bilamana bismillah bumiputra daripada darmabakti E. pemenggalannya dilakukan sebelum huruf konsonan itu. pemenggalannya dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.

pemenggalannya dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Misalnya: ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men Catatan: (1) Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi tidak dipenggal. Misalnya: itu → setia → i-tu se-ti-a 2. Pemenggalan kata dengan awalan.Misalnya: Ap-ril cap-lok makh-luk man-di sang-gup som-bong swas-ta e. Misalnya: ber-jalan mem-bantu di-ambil ter-bawa per-buat makan-an letak-kan me-rasa-kan pergi-lah apa-kah per-buat-an ke-kuat-an Catatan: (1) Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya mengalami perubahan 15 . atau partikel dilakukan di antara bentuk dasar dan imbuhan atau partikel itu. Misalnya: bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-luk masy-hur sang-gup (2) Pemenggalan kata tidak boleh menyebabkan munculnya satu huruf (vokal) di awal atau akhir baris. Jika di tengah kata dasar ada tiga huruf konsonan atau lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi. akhiran.

Nama orang. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. ke. Huruf E. badan hukum. F. Misalnya: Beberapa pendapat mengenai masalah itu telah disampaikan …. Misalnya: ge-lem-bung ge-mu-ruh ge-ri-gi si-nam-bung te-lun-juk (4) Pemenggalan tidak dilakukan pada suku kata yang terdiri atas satu vokal.) (3) Pemenggalan kata bersisipan dilakukan seperti pada kata dasar. Kata Depan di. 3. dan dari Kata depan di. Walaupun cuma-cuma. ke. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung. kecuali di dalam 16 . Bab III. mereka tidak mau ambil makanan itu. atau nama diri lain yang terdiri atas dua unsur atau lebih dipenggal pada akhir baris di antara unsur-unsurnya (tanpa tanda pisah). dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.) Misalnya: bio-grafi bio-data foto-grafi foto-kopi intro-speksi intro-jeksi kilo-gram kilo-meter pasca-panen pasca-sarjana bi-o-gra-fi bi-o-da-ta fo-to-gra-fi fo-to-ko-pi in-tro-spek-si in-tro-jek-si ki-lo-gram ki-lo-me-ter pas-ca-pa-nen pas-ca-sar-ja-na 4. Misalnya: me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu me-nge-cat pe-no-long pe-mi-kir pe-nga-rang pe-nye-but pe-nge-tik (2) Akhiran -i tidak dipisahkan pada pergantian baris. Unsur nama yang berupa singkatan tidak dipisahkan. Huruf E. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur lain. Tiap-tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata dasar. pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur itu. Butir 2. Butir 2. Bab III.dilakukan seperti pada kata dasar.

(Lihat juga Bab II. Misalnya: Adapun sebab-sebabnya belum diketahui. seperti kepada dan daripada.) Misalnya: Bermalam sajalah di sini. atau mengikutinya. Dia berjalan-jalan di luar gedung. Saya tidak tahu dari mana dia berasal. Butir 3. Kesampingkan saja persoalan yang tidak penting itu.gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata. Partikel -lah. Saya pergi ke sana kemari mencarinya. 17 . lalu keluar lagi. Dia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan. Jika Ayah membaca di teras. Bagaimanapun juga. Dia lebih tua daripada saya. G. dia dapat mengatasinya dengan bijaksana. Catatan: Kata-kata yang dicetak miring di dalam kalimat seperti di bawah ini ditulis serangkai. 3. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Partikel 1. satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku. Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan. Misalnya: Kami percaya sepenuhnya kepadanya. Jangankan dua kali.000. ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang Misalnya: Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu. ‘tiap’. Ia datang dari Surabaya kemarin. -kah. Bawa kemari gambar itu. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik! Apakah yang tersirat dalam surat itu? Siapakah gerangan dia? Apatah gunanya bersedih hati? 2. tugas itu akan diselesaikannya. Catatan: Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Walaupun sederhana. Huruf D. Sekalipun belum selesai. Cincin itu terbuat dari emas. Baik laki-laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. rumah itu tampak asri. Partikel per yang berarti ‘demi’. Harga kain itu Rp50. Kawan-kawan bekerja di dalam gedung. Dia masuk. Di mana dia sekarang? Kain itu disimpan di dalam lemari.00 per helai. Misalnya: Apa pun permasalahannya. Adik pun membaca di tempat itu. Mari kita berangkat ke kantor. hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.

Si. No. M.E. (Lihat Bab II. atau pangkat diikuti dengan tanda titik di belakang tiap-tiap singkatan itu. yg. hlm.Sos S. Catatan: Partikel per dalam bilangan pecahan yang ditulis dengan huruf dituliskan serangkai dengan kata yang mengikutinya. Singkatan ialah bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Misalnya: 18 . Misalnya: jml. jabatan. S. Singkatan dan Akronim 1. Hamid Suman Hs. Nasution H.B. Bpk. a.K.) H. Kol.Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.R. M. 1) Singkatan kata yang berupa gabungan huruf diikuti dengan tanda titik. Huruf I.H. jumlah kepada tanggal halaman yang dalam nomor 2) Singkatan gabungan kata yang terdiri atas tiga huruf diakhiri dengan tanda titik. Misalnya: DPR PBB WHO PGRI PT SD KTP Dewan Perwakilan Rakyat Perserikatan Bangsa-Bangsa World Health Organization Persatuan Guru Republik Indonesia perseroan terbatas sekolah dasar kartu tanda penduduk c. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Singkatan nama orang.Kom S.M. Supratman M. nama gelar. Sdr. Abdul Haris Nasution Haji Hamid Suman Hasibuan Wage Rudolf Supratman master of business administration magister humaniora magister sains sarjana ekonomi sarjana sosial sarjana komunikasi sarjana kesehatan masyarakat bapak saudara kolonel b. dl. Misalnya: A. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas gabungan huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. badan atau organisasi.A. S. kpd. Butir 7. W.Hum. sapaan. tgl.

singkatan satuan ukuran. Misalnya: Bulog Bappenas Iwapi Kowani Badan Urusan Logistik Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kongres Wanita Indonesia c. Lambang kimia. dst.dll. Akronim nama diri yang berupa singkatan dari beberapa unsur ditulis dengan huruf awal kapital. atas nama dengan alamat untuk beliau untuk perhatian e.n. d. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal unsur-unsur nama diri ditulis seluruhnya dengan huruf kapital tanpa tanda titik. ybs. Misalnya: LIPI LAN PASI SIM Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lembaga Administrasi Negara Persatuan Atletik Seluruh Indonesia surat izin mengemudi b. seperti dalam pembuatan catatan rapat dan kuliah. timbangan. sda. Yth. dan mata uang tidak diikuti tanda dengan titik. Misalnya: pemilu iptek pemilihan umum ilmu pengetahuan dan teknologi 19 . takaran. u. Misalnya: a. u. Akronim bukan nama diri yang berupa singkatan dari dua kata atau lebih ditulis dengan huruf kecil.p. Akronim ialah singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. dan lain-lain dan sebagainya dan seterusnya sama dengan atas yang bersangkutan Yang terhormat Catatan: Singkatan itu dapat digunakan untuk keperluan khusus. Singkatan gabungan kata yang terdiri atas dua huruf (lazim digunakan dalam suratmenyurat) masing-masing diikuti oleh tanda titik. dsb.a. d. a.b. Misalnya: Cu cm kg kVA l Rp TNT kuprum sentimeter kilogram kilovolt-ampere liter rupiah trinitrotoluene 2.

Di antara 72 anggota yang hadir 52 orang setuju. II. 2. dan isi. VI. D (500). dan (d) jumlah. M (1. 7. Angka dipakai sebagai lambang bilangan atau nomor. dan 5 orang tidak memberikan suara. III. 4. 8. Kendaraan yang dipesan untuk angkutan umum terdiri atas 50 bus. kecuali jika bilangan itu dipakai secara berurutan seperti dalam perincian atau paparan. 9 I. 5. 4. Misalnya: Mereka menonton drama itu sampai tiga kali. Dia mendapatkan bantuan Rp250 juta rupiah untuk mengembangkan usahanya. V. Proyek pemberdayaan ekonomi rakyat itu memerlukan biaya Rp10 triliun. Koleksi perpustakaan itu mencapai dua juta buku. (c) nilai uang. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. (b) satuan waktu. Bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. V (5. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinjaman 550 miliar rupiah. 100 minibus. Misalnya: Lima puluh siswa kelas 6 lulus ujian. 2. I. 15 orang tidak setuju. Panitia mengundang 250 orang peserta. 6. berat. 3. X. hendaknya diperhatikan syarat-syarat berikut.rapim rudal tilang radar rapat pimpinan peluru kendali bukti pelanggaran radio detecting and ranging Catatan: Jika pembentukan akronim dianggap perlu.000).000). jika lebih dari dua kata. luas.000) 1. Angka dan Bilangan Bilangan dapat dinyatakan dengan angka atau kata. IX. M (1. dan 250 sedan. Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf. 1. Angka Arab : Angka Romawi : 0. 20 . VIII. (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim agar mudah diucapkan dan diingat. Angka digunakan untuk menyatakan (a) ukuran panjang. VII.000. Angka yang menunjukkan bilangan utuh besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Bukan: 250 orang peserta diundang Panitia dalam seminar itu 3. IV. C (100). L (50). (1) Jumlah suku kata akronim tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim pada kata Indonesia (tidak lebih dari tiga suku kata). susunan kalimat diubah agar bilangan yang tidak dapat ditulis dengan huruf itu tidak ada pada awal kalimat.

Misalnya: Jalan Tanah Abang I No. atau kamar. Misalnya: Bab X. 5.000. Bilangan pecahan Misalnya: setengah seperenam belas tiga perempat dua persepuluh tiga dua pertiga satu persen satu permil (12) (30) (5000) ( 1/ 2) (1/16) ( 3/ 4) (0. seperti Rp. kecuali di dalam tabel. 14 Apartemen No. spasi digunakan di antara bilangan utuh dan bilangan pecahan. Angka digunakan untuk melambangkan nomor jalan. Penulisan bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.2) atau (2/10) (3 2/3) (1%) (1o/oo) Catatan: (1) Pada penulisan bilangan pecahan dengan mesin tik. apartemen. a. 5 Hotel Mahameru. Pasal 5.00 US$ 3. Angka digunakan untuk menomori bagian karangan atau ayat kitab suci. rumah. dan ¥ tidak diakhiri dengan tanda titik dan tidak ada spasi antara lambang itu dan angka yang mengikutinya. US$.5 sentimeter 5 kilogram 4 meter persegi 10 liter Rp5.50* £5. Bilangan utuh Misalnya: dua belas tiga puluh lima ribu b. 21 . Kamar 169 6.Misalnya: 0. £.000 rupiah tahun 1928 17 Agustus 1945 1 jam 20 menit pukul 15. halaman 252 Surah Yasin: 9 Markus 2: 3 7. 15 Jalan Wijaya No. (2) Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian.10* ¥100 2.00 10 persen 27 orang Catatan: (1) Tanda titik pada contoh bertanda bintang (*) merupakan tanda desimal. (2) Penulisan lambang mata uang.

dan -nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. bukumu. (2) Angka Romawi digunakan untuk menyatakan penomoran bab (dalam terbitan atau produk perundang-undangan) dan nomor jalan. seperti akta dan kuitansi). Misalnya: Di lemari itu tersimpan 805 buku dan majalah. Rumahnya sedang diperbaiki.000.00 (lima ribu dolar). -ku. Bab III. J.000-an tahun 1950-an uang 5. Penulisan bilangan yang mendapat akhiran -an mengikuti cara berikut. (3) Angka Romawi kecil digunakan untuk penomoran halaman sebelum Bab I dalam naskah dan buku. -mu.ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Rumah itu dijual dengan harga Rp125. Misalnya: Saya lampirkan tanda terima uang sebesar Rp900. Misalnya: Buku ini boleh kaubaca. penulisannya harus tepat. Catatan: (1) Angka Romawi tidak digunakan untuk menyatakan jumlah.000. pada awal abad XX (angka Romawai kapital) dalam kehidupan pada abad ke-20 ini (huruf dan angka Arab) pada awal abad kedua puluh (huruf) b. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. Bukti pembelian barang seharga Rp5. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks (kecuali di dalam dokumen resmi. Misalnya: lima lembar uang 1. kau-. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung.000. Kata Ganti ku-.00.000.000-an (lima lembar uang seribuan) (tahun seribu sembilan ratus lima puluhan) (uang lima-ribuan) 10. Huruf E. kantor di tingkat II gedung itu (angka Romawi) di tingkat ke-2 gedung itu (huruf dan angka Arab) di tingkat kedua gedung itu (huruf) 9. 22 .dan kau. Dia membeli uang dolar Amerika Serikat sebanyak $5. 11. Bukuku. -mu.50 (sembilan ratus ribu lima ratus rupiah lima puluh sen).000. Kantor kami mempunyai dua puluh orang pegawai.00 (lima juta rupiah) ke atas harus dilampirkan pada laporan pertanggungjawaban.Misalnya: 20 2/3 22/ 30 20 15/17 150 2/3 152/ 3 (dua puluh dua-pertiga) (dua-puluh-dua pertiga puluh) (dua puluh lima-belas pertujuh belas) (seratus lima puluh dua-pertiga) (seratus-lima-puluh-dua pertiga) 8. Misalnya: a. dan bukunya tersimpan di perpustakaan. dan -nya Kata ganti ku. Butir 5).500. -ku.

Siti mematuhi nasihat sang kakak. Misalnya: Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil. Misalnya: KTP-mu SIM-nya STNK-ku K. Catatan: Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri. Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya. Misalnya: Surat itu dikembalikan kepada si pengirim. -mu. Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli. 23 . Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop.Catatan: Kata-kata ganti itu (-ku. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. dan -nya) dirangkaikan dengan tanda hubung apabila digabung dengan bentuk yang berupa singkatan atau kata yang diawali dengan huruf kapital.

) 1. dan detik yang menunjukkan waktu. PEMAKAIAN TANDA BACA A. b. Dia memerlukan meja. Misalnya: a.2. 35 menit. Patokan Khusus 2. .1 … 2. Direaktorat Pendidikan Anak Usia Dini 2. (1) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah 1. ikhtisar.2. sore." 2. Misalnya: pukul 1. Misalnya: Ayahku tinggal di Solo. 20 detik) Catatan: Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut. atau malam. Departemen Pendidikan Nasional A. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi B. Huruf I. 3.) Misalnya: Buku itu disusun oleh Drs. Sudjatmiko.35. siang. 1.00 pagi 24 .20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1. Misalnya: pukul 9. kursi. III. M.1 Gambar Tangan 1.3 Grafik 2. atau daftar.2 Ilustrasi 1.III. Tanda Titik (. Dia mengatakan.. Dia menanyakan siapa yang akan datang. Catatan: Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik. Biarlah mereka duduk di sana.1 Isi Karangan 1.2 Tabel 1..2. menit. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan. (Lihat juga Bab III.A.. Patokan Umum 1.. dsb. "kaki saya sakit. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. Catatan: Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.2 .

Hasan. Kepala Kantor Penempatan Tenaga 25 . (b) nama dan alamat pengirim surat. Nomor gironya 5645678.00 17.20 jam (1 jam.pukul 11.000 orang. dan Anton Siregar. Merari. Misalnya: pukul pukul pukul pukul pukul 00.0.00 22.200 orang. dan (c) di belakang tanggal surat. 6. Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12.45 07.20. Misalnya: Desa itu berpenduduk 24. dan detik yang menunjukkan jangka waktu. 35 menit. 30 detik) 0. Weltevreden: Balai Poestaka.00 siang pukul 5.000 orang. Catatan: Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan.35. Misalnya: Yth. Lihat halaman 2345 dan seterusnya. Catatan: (1) Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah. atau malam. judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. Penduduk Jakarta lebih dari 11. Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis.30 11.30 jam (30 detik) 5.00 4.000. 1920. 20 detik) 0. Misalnya: 1. Soenjono Dardjowidjojo. Misalnya: Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung. menit. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Hans Lapoliwa. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. (2) Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. dan tempat terbit. Misalnya: Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945) Salah Asuhan (3) Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) nama dan alamat penerima surat. siang.00 sore pukul 8. Azab dan Sengsara. tabel.30 jam (20 menit.00 malam (2) Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi. Misalnya: Alwi. dan sebagainya.

) 1. Satu. Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak. tiga! 2. Surat biasa. Misalnya: 26 . seperti oleh karena itu. Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan (Lihat Bab II.) B. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan. saya akan datang. Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas. surat kilat. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat. Hasan Jalan Arif Rahmad 43 Palembang Adinda Jalan Diponegoro 82 Jakarta 21 April 2008 (4) Pemisahan bilangan ribuan atau kelipatannya dan desimal dilakukan sebagai berikut. kita harus banyak membaca buku. dengan demikian. dan tinta. Misalnya: Kalau ada undangan. Misalnya: Saya akan datang kalau ada undangan.250. .75 $ 50. Catatan: Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya. Agar memiliki wawasan yang luas. Sdr. melainkan buku ayah saya. tetapi kau yang memilihnya. sehubungan dengan itu. Tanda Koma (. ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko. Huruf H.000. pena..50 8. melainkan. dia mempunyai banyak teman. Ini bukan buku saya.750 m 8. Rp200. Moh. sedangkan adiknya suka membaca puisi Semua mahasiswa harus hadir.750 m 7. kecuali yang tinggal di luar kota. Misalnya: Saya membeli kertas. Dia senang membaca cerita pendek. dan kecuali..Jalan Cikini 71 Jakarta Yth. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya. Karena tidak congkak. sedangkan. 3. dua. dan meskipun begitu. jadi. Misalnya: Saya akan membeli buku-buku puisi. 4.

Dendy. 2009.Anak itu rajin dan pandai. Catatan: Ungkapan penghubung antarkalimat. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru. (b) bagian-bagian alamat. H. (Lihat juga pemakaian tanda petik. jalannya licin. wajar kalau dia menjadi bintang pelajar Meskipun begitu.) 1976. Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Amran (Ed. bukan main! Hati-hati. Bogor Dekan Fakultas Kedokteran. Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. dan meskipun begitu. Misalnya: Sdr. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 27 . Ilham. Kamus Arab-Indonesia." kata Ibu." "Saya gembira sekali. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru. jadi. wah. Huruf J dan K.) Misalnya: Kata Ibu. "Saya gembira sekali. Misalnya: O. 1984. Jalan Pisang Batu 1. "Masuk ke kelas sekarang!" perintahnya. atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat. Junus. Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat. Mahmud. Universitas Indonesia. ya. Jakarta: Pusat Bahasa. Abdullah. seperti o. Misalnya: Gunawan. Politik Bahasa Nasional. dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri. Jepang. kapan pulang? Mengapa kamu diam. 10 Mei 1960 Tokyo. Jilid 1. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. Jadi. 5. Jakarta Surabaya. Bu. serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan." 7. dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun. Jalan Salemba Raya 6. 8. (c) tempat dan tanggal. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran Sugono. 6. Dik. 9. tidak dipakai pada awal paragraf. atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan. "karena lulus ujian. 1973. Halim. Misalnya: "Di mana Saudara tinggal?" tanya Pak Guru.dan kasihan. Oleh karena itu. Mas. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. sehubungan dengan itu. Bab III. Jakarta: Restu Agung. Dik? Kue ini enak. seperti Bu. Kamus Politik Internasional. dengan demikian. begitu? Wah. ya. aduh. seperti oleh karena itu.

5 m 27. W. 25. pandai sekali. (Lihat juga pemakaian tanda pisah. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat.A.E.M. hlm. S.) Misalnya: Guru saya. keluarga. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia. S. dengan Siti Khadijah M. Bab III. Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Catatan: Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma. Semua siswa. Misalnya: 12. 1950). 12. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir. masih banyak orang laki-laki yang makan sirih. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. Di daerah kami. M. Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Misalnya: Dalam pengembangan bahasa. S. Khadijah. Takdir. kami ucapan terima kasih. 14. atau marga.. kita dapat memanfaatkan bahasa-nahasa kawasan nusantara ini. Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni.00 Catatan: Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antara dolar dan sen. Poerwadarminta. mengikuti latihan paduan suara. Huruf F. Misalnya: B.A.J. hlm. Ratulangi. Tanda koma dapat dipakai─untuk menghindari salah baca/salah pengertian─di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. 13.10. Catatan: Bandingkan Siti Khadijah. 11. 4.50 Rp750. Bambang Irawan. baik laki-laki maupun perempuan. Siti Aminah. di Bandingkan dengan: Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam 28 . misalnya. (Siti Khadijah Mas Agung). Pak Ahmad.S. M.E. Misalnya: Alisjahbana.H. Hilman.A. M. hlm. 1977). 1967).3 kg Rp500. 12. Hadikusuma. Ny. Atas perhatian Saudara. S. Misalnya: Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah. Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.

Ibu menulis makalah di ruang kerjanya. dan bendahara. tanggal : Selasa. Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara. pisang. 3. (4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. anak-anak masih membaca buku-buku yang baru dibeli ayahnya. Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. apel. Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua. pendataan anggota. Misalnya: a.30 29 . meja. Ayah mengurus tanaman di kebun.) 1. Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian. sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan. 2.pengembangan kosakata. penyusunan anggaran dasar. saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesanganku. celana. Misalnya: Syarat-syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini: (1) berkewarganegaraan Indonesia. Misalnya: Ibu membeli buku. dokumentasi. dan tinta. dan program kerja. Misalnya: Hari sudah malam. Hari. D. Adik membaca di teras depan. Tanda Titik Koma (. (3) berbadan sehat. dan aset organisasi. Catatan: Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung. dan lemari. baju. dan kaos. dan lemari. Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati. sekretaris. Misalnya: Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara. anggaran rumah tangga. Tempat : Ruang Sidang Nusantara Pembawa Acara : Bambang S. Misalnya: Kita memerlukan kursi. 28 Oktober 2008 Waktu : 09. Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan. meja. pensil. (2) berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya. Tanda Titik Dua (:) 1. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Ketua : Ahmad Wijaya Sekretaris : Siti Aryani Bendahara : Aulia Arimbi b. Dalam hubungan itu.00—10. dan jeruk. C. 2.

Jakarta: Pusat Bahasa E. No. Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman. Misalnya: anak-anak berulang-ulang kemerah-merahan 4. Senjata ini merupakan sarana pertahanan yang canggih. Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu. 3. Letakkan baik-baik!" 4. Misalnya: Di samping cara lama diterapkan juga cara baru …. Misalnya: Horison. Misalnya: Ibu : "Bawa kopor ini. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris. Misalnya: 8-4-2008 p-a-n-i-t-i-a 5. tak ada gading yang takretak. 2. Tanda Hubung (-) 1. Sebagaimana kata peribahasa. XLIII. (c) judul dan anak judul suatu karangan.3. 8/2008: 8 Surah Yasin: 9 Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. Misalnya: Kini ada cara yang baru untuk mengukur panas. serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (a) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan (b) penghilangan bagian frasa atau kelompok kata. Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Misalnya: 30 . (b) bab dan ayat dalam kitab suci. Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang. Kukuran baru ini memudahkan kita mengukur kelapa." Ibu : "Jangan lupa. Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris. Bu. Nak!" Amir : "Baik.

Tanda Pisah (─) 1.000) tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial 6.dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital. atau tempat dengan arti 'sampai dengan' atau 'sampai ke'. c. Bandingkan dengan: be-revolusi dua-puluh-ribuan (1 x 20. Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia─amanat Sumpah Pemuda─harus terus ditingkatkan. Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun utama kalimat. dan kini juga pembelahan atom─telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Misalnya: se-Indonesia peringkat ke-2 tahun 1950-an hari-H sinar-X mem-PHK-kan ciptaan-Nya atas rahmat-Mu Bandara Sukarno-Hatta alat pandang-dengar sosial dan 7. b. gabungan kata yang merupakan kesatuan. Tanda hubung dipakai untuk merangkai: a. kata ganti yang berbentuk imbuhan. teori kenisbian. kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital. 3. Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing. d. Keberhasilan itu─saya yakin─dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan. dan f.ber-evolusi dua-puluh ribuan (20 x 1. 2.dengan angka. se. angka dengan -an. 31 . e. ke. Misalnya: Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan. Misalnya: Rangkaian temuan ini─evolusi.000) tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab kesetiakawanan sosial) Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok. Misalnya: di-smash di-mark-up pen-tackle-an F. Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. tanggal.

dan kertas.. Catatan: (1) Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.... pensil. (Bandingkan dengan Bab III.. akan diteliti lebih lanjut. Tanda Seru (!) Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan.) (2) Dalam pengetikan. Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.Misalnya: Tahun 1928─2008 Tanggal 5─10 April 2008 Jakarta─Bandung Catatan: (1) Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat. (2) Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan . Tanda Tanya (?) 1. Misalnya: Kita memerlukan alat tulis─pena. masih sangat terbatas. marilah kita laksanakan. bukan? 2. Tanda Elipsis (.. ketidakpercayaan. pembayarannya akan segera kami lakukan. Huruf D. Misalnya: Kalau begitu . perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk 32 . Pengetahuan dan pengalaman kita .. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.. G. Misalnya: Alangkah indahnya taman laut ini! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Sampai hati benar dia meninggalkan istrinya! Merdeka! I. 2.) 1... H.. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.. ataupun emosi yang kuat. Jika Saudara setuju dengan harga itu . tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya. Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang. Misalnya: Dia dilahirkan pada tahun 1963 (?). kaidah 1. Misalnya: Kapan dia berangkat? Saudara tahu.

J. dia mendapat julukan "Si Hitam". " "Saya belum siap.. Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan. atau bahan tertulis lain. Catatan: (1) Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Saya sedang membaca "Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indoneia" dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani. atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Misalnya: Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara "coba dan ralat" saja. Misalnya: zaman asas plaza jadwal bus bukan " " " " jaman azas plasa jadual bis 33 . "Apakah saya boleh ikut?" (2) Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. (4) Tanda petik (") dapat digunakan sebagai pengganti idem atau sda. Karena warna kulitnya. Misalnya: Pasal 36 UUD 1945 menyatakan. Bacalah "Penggunaan Tanda Baca" dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. "Saya juga minta satu.. "Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. (3) Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris. Misalnya: Bang Komar sering disebut "pahlawan". "tunggu sebentar!" 2. tanda baca harus digunakan dengan cermat . Tanda Petik (" ") 1. Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. " Ibu berkata. naskah. Misalnya: Kata dia. (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian yang berbentuk daftar.menandai akhir kalimat." kata dia. (3) Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi." Dia bertanya. Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi. Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama "cutbrai". Misalnya: Sajak "Pahlawanku" terdapat pada halaman 5 buku itu. Makalah "Pembetukan Insan Cerdas Kompetitif" menarik perhatian peserta seminar. Misalnya: Dalam tulisan. karangan. ia sendiri tidak tahu sebabnya.. 3. "Paman berangkat besok pagi.

kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung. Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat. dan (c) tenaga kerja. 2. 'Ibu. Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan. Misalnya: terpandai retina mengambil langkah seribu tinggi hati 'paling' pandai 'dinding mata sebelah dalam' ‘lari pontang-panting' ‘sombong.K. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain. dan rasa letihku lenyap seketika. Misalnya: Tanya dia. Bapak pulang'. Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keterangan. Tanda Petik Tunggal (' ') 1. Bab III. 34 . Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi) Catatan: Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya. Misalnya: Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a). kudengar teriak anakku. Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri." ujar Pak Hamdan. "Kaudengar bunyi 'kring-kring' tadi?" "Waktu kubuka pintu depan. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan. KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan. Misalnya: Sajak Tranggono yang berjudul "Ubud" (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962. Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna. (b) biaya produksi. Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya. Tanda Kurung (( )) 1. Huruf M) Misalnya: feed-back dress rehearsal tadulako 'balikan' 'geladi bersih' 'panglima' L. 2. Misalnya: Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP). Misalnya: Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk). 4. angkuh' 3. 3. Misalnya: Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku.

tindakan penipuan. dan c) kimia. (2) ijazah terakhir. kata. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau. Tanda Kurung Siku ([ ]) 1. atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. dan (3) surat keterangan kesehatan. Catatan: Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah. 35 .500. Dia senang dengan mata pelajaran a) fisika.500. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. dan ataupun. Misalnya: Kemarin kakak saya membeli 1) buku. Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf. nomor pada alamat.Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran. b) biologi.00/lembar tindakan penipuan dan/atau penganiayaan 'dikirimkan lewat darat atau lewat laut' 'harganya Rp1. tindakan penganiayaan' atau Catatan: Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalanpenggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah. 2. Misalnya: dikirimkan lewat darat/laut harganya Rp1. M. Tanda Garis Miring (/) 1. Misalnya: Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35─38]) perlu dibentangkan di sini. Ia memberikan uang [kepada] anaknya. 2) pensil. dan 3) tas sekolah. 7/PK/2008 Jalan Kramat III/10 tahun ajaran 2008/2009 2. Misalnya: No.00 tiap lembar' 'tindakan penipuan dan penganiayaan. Misalnya: Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik. N. Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa. tiap. dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.

('lah: telah) 1 Januari '08 ('08: 2008) 36 . ('kan: bukan) Malam 'lah tiba. Tanda Penyingkat atau Apostrof (') Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.O. Misalnya: Dia 'kan sudah kusurati.

u. jika bervariasi dengan e. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa. Cina. seperti Sanskerta. PENULISAN UNSUR SERAPAN Dalam perkembangannya. seperti reshuffle. dan de l'homme par l'homme. Kedua. Belanda. shuttle cock. Kaidah ejaan yang berlaku bagi unsur serapan itu adalah sebagai berikut. unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar.IV. Arab. Portugis. menjadi e haemoglobin hemoglobin haematite hematit ai tetap ai trailer caisson au tetap au audiogram autotroph tautomer hydraulic caustic trailer kaison audiogram autotrof tautomer hidraulik kaustik c di muka a. tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. o. Pertama. Dalam hal itu. unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. a (ain Arab dengan a) menjadi ‘a ‘asr asar sa‘ah saat manfa‘ah manfaat ‘ (ain Arab) di akhir suku kata menjadi k ra‘yah rakyat ma‘na makna ruku‘ rukuk aa (Belanda) menjadi a paal baal octaaf pal bal oktaf ae tetap ae jika tidak bervariasi dengan e aerobe aerob aerodinamics aerodinamika ae. diusahakan ejaannya disesuaikan dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga agar bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. dan konsonan menjadi k calomel kalomel construction konstruksi cubic kubik 37 . Berdasarkan taraf integrasinya. dan Inggris.

i.coup classification crystal kup klasifikasi kristal c di muka e. oe. dan konsonan menjadi k accomodation akomodasi acculturation akulturasi acclimatization aklimatisasi accumulation akumulasi acclamation aklamasi cc di muka e dan i menjadi ks accent aksen accessory aksesori vaccine vaksin cch dan ch di muka a. dan y menjadi s central sentral cent sen cybernetics sibernetika circulation sirkulasi cylinder silinder coelom selom cc di muka o. saccharin charisma cholera chromosome technique dan konsonan menjadi k sakarin karisma kolera kromosom teknik ch yang lafalnya s atau sy menjadi s echelon eselon machine mesin ch yang lafalnya c menjadi c chip cip voucher vocer China Cina ck menjadi k check ticket ç (Sanskerta) menjadi s çabda çastra d (Arab) menjadi d darurat fardu hadir e tetap e effect description cek tiket sabda sastra darurat fardu hadir efek deskripsi 38 . o. u.

synthesis ea tetap ea idealist habeas ee (Belanda) menjadi e stratosfeer systeem ei tetap ei eicosane eidetic einsteinium eo tetap eo stereo geometry zeolite eu tetap eu neutron eugenol europium f (Arab) menjadi f faqīr mafhum saf f tetap f fanatic factor fossil gh menjadi g sorghum gue menjadi ge igue gigue h (Arab) menjadi h hakim tahmid ruh sintesis idealis habeas stratosfer sistem eikosan eidetik einsteinium stereo geometri zeolit neutron eugenol europium fakir mafhum saf fanatik faktor fosil sorgum ige gige hakim tahmid roh i pada awal suku kata di muka vokal tetap i iambus iambus ion ion iota iota ie (Belanda) menjadi i jika lafalnya i politiek politik riem rim ie tetap ie jika lafalnya bukan i 39 .

variety patient efficient kh (Arab) tetap kh khusus akhir ng tetap ng contingent congres linguistics oe (oi Yunani) menjadi e oestrogen oenology foetus oo (Belanda) menjadi o komfoor provoost oo (Inggris) menjadi u cartoon proof pool varietas pasien efisien khusus akhir kontingen kongres linguistik estrogen enologi fetus kompor provos kartun pruf pul oo (vokal ganda) tetap oo zoology zoologi coordination koordinasi ou menjadi u jika lafalnya u gouverneur gubernur coupon kupon contour kontur ph menjadi f phase physiology spectograph ps tetap ps pseudo psychiatry psychic psychosomatic pt tetap pt pterosaur pteridology ptyalin q menjadi k aquarium frequency equator fase fisiologi spektograf pseudo psikiatri psikis psikosomatik pterosaur pteridologi ptialin akuarium frekuensi ekuator 40 .

u. i. dan y menjadi s scenography senografi scintillation sintilasi scyphistoma sifistoma sch di muka vokal menjadi sk schema skema schizophrenia skizofrenia scholasticism skolastisisme t di muka i menjadi s jika lafalnya s ratio rasio actie aksi patient pasien t (Arab) menjadi t ta‘ah mutlaq Lut th menjadi t theocracy orthography thiopental thrombosis methode (Belanda) u tetap u unit taat mutlak Lut teokrasi ortografi tiopental trombosis metode unit 41 . o. dan konsonan menjadi sk scandium skandium scotopia skotopia scutella skutela sclerosis sklerosis scriptie skripsi sc di muka e.q (Arab) menjadi k qalbu haqiqah haqq rh menjadi r rhapsody rhombus rhythm rhetoric s (Arab) menjadi s salj asiri hadis s (Arab) menjadi s subh musibah khusus kalbu hakikah hak rapsodi rombus ritme retorika salju asiri hadis subuh musibah khusus sc di muka a.

o.nucleolus structure institute ua tetap ua dualisme aquarium ue tetap ue suede duet ui tetap ui equinox conduite uo tetap uo fluorescein quorum quota uu menjadi u prematuur vacuum v tetap v vitamin television cavalry w (Arab) tetap w jadwal marwa taqwa nukleolus struktur institut dualisme akuarium sued duet ekuinoks konduite fluoresein kuorum kuota prematur vakum vitamin televisi kavaleri jadwal marwa takwa x pada awal kata tetap x xanthate xantat xenon xenon xylophone xilofon x pada posisi lain menjadi ks executive eksekutif taxi taksi exudation eksudasi latex lateks xc di muka e dan i menjadi ks exception eksepsi excess ekses excision eksisi excitation eksitasi xc di muka a. dan konsonan menjadi ksk excavation ekskavasi excommunication ekskomunikasi excursive ekskursif exclusive eksklusif 42 . u.

sirsak 2. Sekalipun dalam ejaan yang disempurnakan huruf q dan x diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia. seperti dalam pembedaan nama dan istilah khusus. di bawah ini didaftarkan juga akhiran-akhiran asing serta penyesuaiannya dalam bahasa Indonesia. -aat (Belanda) menjadi -at advocaat advokat 43 . paham. dan implementasi diserap secara utuh di samping kata standar. Kedua huruf itu dipergunakan dalam penggunaan tertentu saja. efek. Misalnya: gabbro accu effect commission ferrum salfeggio ummat tammat Tetapi: mass gabro aki efek komisi ferum salfegio umat tamat massa Catatan: 1. kecuali kalau dapat membingungkan.y tetap y jika lafalnya y yakitori yangonin yen yuan yakitori yangonin yen yuan y menjadi i jika lafalnya i yttrium itrium dynamo dinamo propyl propil psychology psikologi z tetap z zenith zirconium zodiac zygote z (Arab) menjadi z zalim hafiz zenit zirkonium zodiak zigot zalim hafiz Konsonan ganda menjadi tunggal. efektif. Kata seperti standardisasi. Misalnya: bengkel. dan implemen. kabar. Unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah. unsur yang mengandung kedua huruf itu diindonesiakan menurut kaidah yang dipaparkan di atas. perlu. nalar. Akhiran itu diserap sebagai bagian kata yang utuh. Di samping pegangan untuk penulisan unsur serapan tersebut di atas.

structureel formal. techniek teknik -ic. -eel (Belanda). -air (Belanda) menjadi -er complementary. phonetiek fonetik physics.-age menjadi -ase percentage etalage -al (Inggris). actie aksi publication. -(a)tie (Belanda) menjadi -asi. economisch ekonomis practical. practisch praktis 44 . publicatie publikasi -eel (Belanda) menjadi -el ideëel materieel moreel -ein tetap -ein casein protein -i (Arab) tetap –i haqiqi insani jasmani ideel materiel morel kasein protein hakiki insani jasmani -ic. anarchie anarki oligarchy. formeel normal. normaal -ant menjadi -an accountant informant persentase etalase (Belanda) menjadi -al struktural formal normal akuntan informan -archy. physica fisika dialectics. -archie (Belanda) menjadi arki anarchy. -ica (Belanda) menjadi -ik. -si action. primair primer secondary. mechanisch mekanik ballistic. -isch (adjektiva Belanda) menjadi -ik electronic. complementair komplementer primary. -isch (Belanda) menjadi -is economical. oligarchie oligarki -ary. -iek. elektronisch elektronik mechanic. ika logic. -ique. -aal structural. dialektica dialektika technique. ballistisch balistik -ical. logica logika phonetics. secundair sekunder -(a)tion. -ics.

-teit (Belanda) menjadi -tas university. -ir director. hominoide anthropoid. analogie analogi -loog (Belanda) menjadi -log analoog epiloog -oid. technologie teknologi physiology. kwaliteit analog epilog hominoid antropoid trotoar repertoar direktur inspektur amatir formatur diktator korektor universitas kualitas 45 . directeur inspector. descriptief demonstrative. -iel menjadi -il percentile. demonstratief -iyyah. -ief (Belanda) menjadi -if descriptive. communisme komunisme -ist menjadi -is publicist egoist publisis egois deskriptif demonstratif alamiah aliah ilmiah catalog dialog -ive. -isme (Belanda) menjadi -isme modernism. modernisme modernisme communism. -iyyat (Arab) menjadi -iah alamiyyah aliyyah ilmiyyah -logue menjadi -log catalogue dialogue -logy. inspecteur amateur formateur -or tetap -or dictator corrector -ty. percentiel mobile. -eur (Belanda) menjadi -ur. oide (Belanda) menjadi -oid hominoid. universiteit quality. anthropoide -oir(e) menjadi -oar trotoir repertoire -or. physiologie fisiologi analogy. -logie (Belanda) menjadi -logi technology. mobiel logis persentil mobil -ism.logical. logisch -ile.

H.. DFM. Andi Pangerang Moenta. M. NIP 196108281987031003 46 . Dr.H. struktuur premature.-ure. Kepala Biro Hukum dan Organisasi.. -uur (Belanda) menjadi -ur structure. TTD BAMBANG SUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional. prematuur struktur prematur MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL. S.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.