TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK

BAB I PEMBAHASAN
1.DARAH Darah berasal dari bahasa Yunani haima yang artinya darah. Dalam darah terkandung hemoglobin yang berfungsi sebagai pengikat oksigen. Hemoglobin merupakan protein pengangkut oksigen. 1.1. KOMPONEN DARAH Darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah, angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah. Korpuskula darah terdiri dari:
1. Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).

Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Kadar Hb inilah yang dijadikan patokan dalam menentukan penyakit Anemia. Eritrosit berusia sekitar 120 hari.
1. Keping-keping darah atau trombosit (0,6 – 1,0%)

Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah. Normal berkisar antara 200.000-300.000 keping/mm³
1. Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Fungsi utama dari leukosit tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia. Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara
Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013

1

TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK

6000 – 9000 sel/cc darah.Plasma darah adalah bagian yang tidak mengandung sel darah. Komposisi plasma darah :
1. Air 2. Protein

Protein plasma terdiri dari : 1. Albumin ( 57% )

-Menjaga tekanan osmotik koloid 2. Globulin ( 40% )

-Terdiri dari α1, α 2, ß , γ globulin. -Berperan dlm kekebalan tubuh. -Tiap antibodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam: 1. Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen (Presipitin) 2. Antibodi yang dapat menguraikan antigen (Lisin) 3. Antibodi yang dapat menawarkan racun (Antitoksin) 3. Fibrinogen ( 3% )

-Mengandung faktor-faktor koagulasi Serum adalah cairan berwarna kuning supernatan yg terdapat pada darah yg mengalami koagulasi. Serum tidak mengandung fibrinogen, faktor koagulasi ( f. II, f.V , f. VIII ). 1.2. FUNGSI DARAH Fungsi Umum Darah adalah : 1. Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air) 2. Termoregulasi (pengatur suhu tubuh) 3. Imunologi (mengandung antibodi tubuh) 4. Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator)

Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013

2

trombosit. trauma). granulosit. 5.2 INDIKASI TRANSFUSI DARAH Dalam pedoman WHO disebutkan : 1.1 TUJUAN TRANSFUSI DARAH Tujuan dari transfusi darah atara lain : 1. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 3 . dan plasma darah yang mengandung protein dan faktor-faktor pembekuan. Transfusi hanya diberikan berupa komponen darah pengganti yang hilang/kurang. 3. 2. dan setelah 3 hari ditransferkan kembali ke pasien. Anemia kronis.yaitu transfusi allogenic dan transfusi autologus. maka saat ini transfusi darah cenderung memakai komponen darah disesuaikan dengan kebutuhan. Transfusi tidak boleh diberikan tanpa indikasi kuat. Plasma loss atau hipoalbuminemia. 2. Anemia pada perdarahan akut setelah didahului penggantian volume dengan cairan. Memperbaiki fungsi Hemostatis. Meningkatkan oksigenasi jaringan. sel darah putih. trombosit. 2. Transfusi darah adalah suatu pengobatan yang bertujuan menggantikan atau menambah komponen darah yang hilang atau terdapat dalam jumlah yang tidak mencukupi. Berdasarkan pada tujuan di atas. Misalnya kebutuhan akan sel darah merah. Transfusi darah dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan utama berdasarkan sumbernya. plasma. Meningkatkan volume darah sirkulasi (setelah pembedahan.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 2. TRANSFUSI DARAH Transfusi darah adalah tindakan memindahkan darah atau komponennya ke dalam sistim pembuluh darah seseorang. 4. Gangguan pembekuan darah karena defisiensi komponen. Memberikan komponen seluler tertentu sebagai terapi (misalnya: faktor pembekuan untuk membantu mengontrol perdarahan pada pasien hemofilia). 2. Indikasi transfusi darah dan komponenkonponennya adalah : 1. 3. Transfusi allogenic adalah darah yang disimpan untuk transfusi berasal dari tubuh orang lain. Meningkatkan jumlah sel darah merah dan untuk mempertahankan kadar hemoglobin pada klien anemia. 2. 4. Sedangkan transfusi autologus adalah darah yang disimpan berasal dari tubuh donor sendiri yang diambil 3 unit beberapa hari sebelumnya. Komponen darah yang biasa ditransfusikan ke dalam tubuh seseorang adalah sel darah merah.

Dapat bertahan dalam suhu 4°±2°C.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 5. Volume darah sesuai kantong darah yang dipakai yaitu antara lain 250 ml. trauma atau luka bakar 2. Tranfusi darah lengkap hanya untuk mengatasi perdarahan akut dan masif. Indikasi : 1.3. Rumus kebutuhan whole blood 6 x ∆Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB Ket : -Hb normal : Hb yang diharapkan atau Hb normal -Hb pasien : Hb pasien saat ini Darah lengkap ada 3 macam. setelah diberi cairan elektrolit perlu dilanjutkan dengan transfusi jika Hb<8 gr/dl. Yaitu : 1. 350 ml. Hb meningkat 0. Kehilangan sampai 30% EBV umumnya dapat diatasi dengan cairan elektrolit saja. Kerugiannya sulit diperoleh dalam waktu yang tepat karena untuk pemeriksaan golongan. Kehilangan lebih daripada itu. Penggantian volume pada pasien dengan syok hemoragi. darah lengkap juga mempunyai kandungan trombosit dan faktor pembekuan labil (V. VIII).12 g/dl dan Ht meningkat 3-4 % post transfusi 450 ml darah lengkap. Keuntungan pemakaian darah segar ialah faktor pembekuannya masih lengkap termasuk faktor labil (V dan VIII) dan fungsi eritrosit masih relatif baik. Dosis pada pediatrik rata-rata 20 ml/kg. meningkatkan dan mempertahankan proses pembekuan. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 4 . Darah Segar Yaitu darah yang baru diambil dari donor sampai 6 jam sesudah pengambilan. JENIS TRANSFUSI DARAH  Darah lengkap (whole blood) Darah lengkap mempunyai komponen utama yaitu eritrosit. diikuti dengan volume yang diperlukan untuk stabilisasi. Darah lengkap diberikan dengan golongan ABO dan Rh yang diketahui. reaksi silang dan transportasi diperlukan waktu lebih dari 4 jam dan resiko penularan penyakit relatif banyak.9±0. Darah lengkap berguna untuk meningkatkan jumlah eritrosit dan plasma secara bersamaan. 450 ml. 2. Pasien dengan perdarahan masif dan telah kehilangan lebih dari 25% dari volume darah total.

Untuk menaikkan kadar Hb sebanyak 1 gr/dl diperlukan PRC 4 ml/kgBB atau 1 unit dapat menaikkan kadar hematokrit 3-5 %. Faktor pembekuan disini sudah hampir habis.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 2. dan asam laktat tinggi. amonia. Volume tergantung kantong darah yang dipakai yaitu 150-300 ml. Packed cells banyak dipakai dalam pengobatan anemia terutama talasemia.  Sel darah merah Packed red cell Packed red cell diperoleh dari pemisahan atau pengeluaran plasma secara tertutup atau septik sedemikian rupa sehingga hematokrit menjadi 70-80%. Sedang kerugiaannya ialah faktor pembekuan terutama faktor V dan VIII sudah habis. dan asam laktat. Biasanya tercapai bila kadar Hb sudah di atas 8 g%. anemia aplastik.3 DPG. Lama simpan darah 24 jam dengan sistem terbuka. Kadar kalium. Kemampuan transportasi oksigen oleh eritrosit menurun yang disebabkan karena afinitas Hb terhadap oksigen yang tinggi. Keuntungannya mudah tersedia setiap saat. Pemberian transfusi bertujuan untuk memperbaiki oksigenasi jaringan dan alat-alat tubuh. 3. leukemia dan anemia karena keganasan lainnya. Darah Simpan Darah yang disimpan lebih dari 6 hari sampai 35 hari. dan juga dapat terjadi peningkatan kadar kalium. bahaya penularan lues dan sitomegalovirus hilang. sehingga oksigen sukar dilepas ke jaringan. dengan golongan darah ABO dan Rh yang diketahui. amonia. Diberikan selama 2 sampai 4 jam dengan kecepatan 1-2 mL/menit. Kebutuhan darah (ml) : 3 x ∆Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB Ket : -Hb normal : Hb yang diharapkan atau Hb normal Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 5 . Darah Baru Yaitu darah yang disimpan antara 6 jam sampai 6 hari sesudah diambil dari donor.(3) Packed cells merupakan komponen yang terdiri dari eritrosit yang telah dipekatkan dengan memisahkan komponen-komponen yang lain. Suhu simpan 4°±2°C. Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar 2.

atau penyakit jantung iskemik) 4. 2. Frozen Wash Concentrated Red Blood Cells (Sel Darah Merah Pekat Beku yang Dicuci) Diberikan untuk penderita yang mempunyai antibodi terhadap sel darah merah yang menetap. Berguna untuk penderita yang tak bisa diberi human plasma. 3. sisa plasma terbuang habis. Washed red cell Washed red cell diperoleh dengan mencuci packed red cell 2-3 kali dengan saline. Indikasi: : 1. Kehilangan darah >20% dan volume darah lebih dari 1000 ml. Mengurangi kemungkinan reaksi imunologis 3.(3) Untuk penderita yang alergi terhadap protein plasma Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 6 . Hemoglobin <10 gr/dl dengan penyakit-penyakit utama : (misalnya empisema.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK -Hb pasien : Hb pasien saat ini Tujuan transfusi PRC adalah untuk menaikkan Hb pasien tanpa menaikkan volume darah secara nyata. 2. Volume darah yang diberikan lebih sedikit sehingga kemungkinan overload berkurang 4. Mengurangi kemungkinan penularan penyakit 2. Hemoglobin <12 gr/dl dan tergantung pada ventilator. Dapat disebutkan bahwa : Hb sekitar 5 adalah CRITICAL Hb sekitar 8 adalah TOLERABLE Hb sekitar 10 adalah OPTIMAL Transfusi mulai diberikan pada saat Hb CRITICAL dan dihentikan setelah mencapai batas TOLERABLE atau OPTIMAL 1. Washed red cell dipakai dalam pengobatan aquired hemolytic anemia dan exchange transfusion. Keuntungan menggunakan PRC dibandingkan dengan darah jenuh adalah: 1. Hemoglobin <8 gr/dl. Komponen darah lainnya dapat diberikan pada pasien lain. Kelemahan washed red cell yaitu bahaya infeksi sekunder yang terjadi selama proses serta masa simpan yang pendek (4-6 jam).

berikan tranfusi dan disambung dengan antibiotik. biasanya tersedia dalam volume 150 ml.(6)  White Blood Cells (WBC atau leukosit) Komponen ini terdiri dari darah lengkap dengan isi seperti PRC. suhu simpan 4°±2°C. demam persisten /38. leukemia.000/mm3.  Suspensi trombosit Pemberian trombosit seringkali diperlukan pada kasus perdarahan yang disebabkan oleh kekurangan trombosit.3° C dan granulositopenia). plasma dihilangkan 80 % .(2) Indikasi pemberian komponen trombosit ialah : 1. Untuk pencegahan infeksi. Pemberian trombosit yang berulang-ulang dapat menyebabkan pembentukan thrombocyte antibody pada penderita. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 7 . berguna untuk meningkatkan jumlah eritrosit pada pasien yang sering memerlukan transfusi. Setiap perdarahan spontan atau suatu operasi besar dengan jumlah trombositnya kurang dari 50. Apabila diresepkan berikan dipenhidramin. demam berdarah. Splenektomi pada hipersplenisme penderita talasemia maupun hipertensi portal juga memerlukan pemberian suspensi trombosit prabedah. Manfaat komponen darah ini untuk mengurangi reaksi panas dan alergi. Komponen trombosit mempunyai masa simpan sampai dengan 3 hari. anemia aplastik. Indikasi : Pasien sepsis yang tidak berespon dengan antibiotik (khususnya untuk pasien dengan kultur darah positif. karena komponen ini bisa menyebabkan demam dan dingin. Dalam pemberian perlu diketahui golongan darah ABO dan sistem Rh. Berikan antipiretik. Darah merah pekat miskin leukosit Kandungan utama eritrosit. (3) Transfusi trombosit terbukti bermanfaat menghentikan perdarahan karena trombositopenia. DIC dan aplasia sumsum tulang karena pemberian sitostatika terhadap tumor ganas.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 3. Misalnya perdarahan pada trombocytopenic purpura. 2.

Berguna untuk meningkatkan jumlah trombosit. 2. Fresh Frozen Plasma Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 8 . volume 50 ml dengan suhu simpan 20°±2°C. sehingga diperoleh endapan yang merupakan pletelet concentrate dan kemudian memisahkannya dari plasma yang diatas yang berupa Platelet Poor Plasma. Peningkatan post transfusi pada dewasa rata-rata 5. menggigil.  Plasma Plasma darah bermanfaat untuk memperbaiki volume dari sirkulasi darah (hypovolemia. 3. alloimunisasi Antigen trombosit donor. Masa simpan ± 48-72 jam. Platelet Concentrate (trombosit pekat) Kandungan utama yaitu trombosit. 2. Plasma cair Diperoleh dengan memisahkan plasma dari whole blood pada pembuatan packed red cell. demam.3 Macam sediaan: 1. Plasma kering (lyoplylized plasma) Diperoleh dengan mengeringkan plasma beku dan lebih tahan lama (3 tahun). luka bakar). Macam sediaan plasma adalah: 1. Platelet Rich Plasma (plasma kaya trombosit) Platelet Rich Plasma dibuat dengan cara pemisahan plasma dari darah segar.000-10. Penyimpanan 34°C sebaiknya 24 jam. Dibuat dengan cara melakukan pemusingan (centrifugasi) lagi pada Platelet Rich Plasma. Efek samping berupa urtikaria.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK Rumus Transfusi Trombosit BB x 1/13 x 0.000/ul. menggantikan protein yang terbuang seperti albumin pada nephrotic syndrom dan cirhosis hepatis. menggantikan dan memperbaiki jumlah faktor-faktor tertentu dari plasma seperti globulin.

Perlu dilakukan pencocokan golongan darah ABO dan system Rh. karena asam sitrat dalam FFP mengikat kalsium. Efek samping berupa urtikaria. Pemakaian yang paling baik untuk menghentikan perdarahan (hemostasis). faktor pembekuan XIII. Pemberian dilakukan secara cepat. Suhu simpan -18°C atau lebih rendah dengan lama simpan 1 tahun.Pasien dengan penyakit hati dan mengalami defisiensi faktor pembekuan 4. .TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK Dibuat dengan cara pemisahan plasma dari darah segar dan langsung dibekukan pada suhu -60°C. Ditransfusikan dalam waktu 6 jam setelah dicairkan.Mengganti defisiensi faktor IX (hemofilia B) . Sama dengan PRC. pada pemberian FFP dalam jumlah besar diperlukan koreksi adanya hypokalsemia. dengan volume 150-220 ml. (2) Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 9 . Setiap unit FFP biasanya dapat menaikan masing-masing kadar faktor pembekuan sebesar 2-3% pada orang dewasa. Fresh frozen plasma (FFP) mengandung semua protein plasma (faktor pembekuan). faktor Von Willbrand. Cryopresipitate Komponen utama yang terdapat di dalamnya adalah faktor VIII. Indikasi : . demam.(3) Kandungan utama berupa plasma dan faktor pembekuan. tidak melalui tetesan infus. Penggunaannya ialah untuk menghentikan perdarahan karena kurangnya faktor VIII di dalam darah penderita hemofili A. Berguna untuk meningkatkan faktor pembekuan bila faktor pembekuan pekat/kriopresipitat tidak ada. hipervolemia.Adanya perdarahan dengan parameter koagulasi yang abnormal setelah transfusi massif . setelah terapi warfarin dan koagulopati pada penyakit hepar. FFP biasa diberikan setelah transfusi darah masif. Cara pemberian ialah dengan menyuntikkan intravena langsung. terutama faktor V dan VII. pemberian segera setelah komponen mencair. menggigil. fibrinogen.Neutralisasi hemostasis setelah terapi warfarin bila terdapat perdarahan yang mengancam nyawa. sebab komponen ini tidak tahan pada suhu kamar. saat hendak diberikan pada pasien perlu dihangatkan terlebih dahulu sesuai suhu tubuh.

Sistem ABO Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya. Kemurnian 96-98%. Satu kantong (30 ml) mengadung 75-80 unit faktor VIII.8 2.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK Suhu simpan -18°C atau lebih rendah dengan lama simpan 1 tahun. 150-200 mg fibrinogen.4 GOLONGAN DARAH DAN CARA PENGUMPULAN DARAH Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Albumin Dibuat dari plasma.5x ∆Hb (Hb normal -Hb pasien) x BB 5. AHF dan fibrinogen dipisahkan dari plasma. Efek samping berupa demam. faktor XIII Indikasi : Hemophilia A Perdarahan akibat gangguan faktor koagulasi Penyakit von wilebrand Rumus Kebutuhan Cryopresipitate : 0. Dalam pemakaian diencerkan sampai menjadi cairan 5% atau 20% 100 ml albumin 20% mempunyai tekanan osmotik sama dengan 400 ml plasma biasa Rumus Kebutuhan Albumin ∆ albumin x BB x 0. ditransfusikan dalam waktu 6 jam setelah dicairkan. alergi. setelah gamma globulin. sebagai berikut:  Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 10 . faktor von wilebrand. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh).

maka ia dapat menerima darah dengan Rh(+) atau Rh(-). Sehingga. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen. hanya bisa menerima darah dengan Rh (-) saja.  Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. maka golongan darah manusia dibedakan atas dua kelompok. Namun. Anti serum yang didapat ternyata bereaksi dengan sel-sel darah merah. Oleh karena itu darah Rh(-) sering disediakan untuk operasi-operasi darurat dimana tidak ada waktu lagi untuk melakukan pengecekan golongan darah seseorang. . Berdasarkan ada tidaknya antigen-Rh. orang dengan golongan darah A hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A atau O. orang dengan golongan darah B hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B atau O Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. orang dengan golongan darah AB tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB. orang dengan golongan darah O dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal.Rhesus positif.Rhesus negatif. Sehingga. Sehingga. yaitu : 1. Sedangkan orang dengan Rh(-). Namun. orang dengan golongan darah O hanya dapat menerima darah dari sesama O   - Sistem Rhesus Sistem rhesus ini ditemukan melalui penyuntikan sel-sel darah merah kera Macacca rhesus kepada marmot (guinea-pig) untuk mendapatkan anti serum. bila dalam darah merahnya terdapat faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya 2. bila dalam darah merahnya tidak terdapat faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya Jika seseorang Rh(+). orang dengan golongan darah AB dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. seorang donor darah harus memenuhi syarat sebagai berikut: Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 11 .TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK dalam serum darahnya.antigen-Rh yang ditemukan dalam darah kera Macaca rhesus oleh Landsteiner dan Wiener pada tahun 1940 itu juga ditemukan dalam darah manusia. tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Untuk dapat menyumbangkan darah. Sehingga.

Denyut nadi. 4. tekanan darah tinggi yang tidak terkendali. tetapi setelah itu rasa nyeri akan hilang.5 gr% tekanan darah 100-150 (sistole) dan 70-100 (diastole). kanker (kecuali bentuk tertentu misalnya kanker kulit yang terlokalisasi). dan contoh darahnya diperiksa untuk mengetahui adanya anemia. 5. Standard unit pengambilan darah hanya sekitar 0. (misalnya Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 12 . tekanan darah rendah. Hepatitis. atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa. pernah menerima transfusi kurang dari setahun. Keadaan tersebut adalah hepatitis. tekanan darah dan suhu tubuhnya diukur. Darah yang didinginkan dapat digunakan dalam waktu selama 42 hari. diabetes militus. Keseluruhan proses membutuhkan waktu sekitar 1 jam. 6. atau sedang menyusui. epilepsi. Nadi 30-100x/menit teratur menandatangani formulir pendaftaranan tidak mengalami gangguan pada pembeku darah lulus pengujian kondisi berat badan. menyumbangkan darah adalah aman. Penyumbang darah (donor) disaring keadaan kesehatannya. calon donor harus berusia 17-60 tahun. AIDS dan kemungkinan tercemar oleh virus AIDS. atau akupunktur. begitu juga untuk yang belum setahun menato. Biasanya donor tidak diperbolehkan menyumbangkan darahnya lebih dari 1 kali setiap 2 bulan. anemia atau pemakaian obat tertentu. 8. malaria. pembedahan mayor yang baru saja dijalani. berat badan minimal 50 kg kadar hemoglobin >12. pengambilan darahnya sendiri hanya membutuhkan waktu 10 menit. asma yang berat. 2. dan pemeriksaan oleh dokter 9.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 1.48 liter. Ditanyakan apakah pernah atau sedang menderita keadaan tertentu yang menyebabkan darah mereka tidak memenuhi syarat untuk disumbangkan. 3. untuk menjaga kesehatan dan keamanan darah. Darah segar yang diambil disimpan dalam kantong plastik yang sudah mengandung bahan pengawet dan komponen anti pembekuan. Sejumlah kecil contoh darah dari penyumbang diperiksa untuk mencari adanya penyakit infeksi seperti AIDS. penyakit hepatitis. baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari. penyakit jantung. menindik. hemoglobin. untuk sementara waktu bisa menyebabkan tidak terpenuhinya syarat untuk menyumbangkan darah. calon donor tidak boleh dalam kondisi atau menderita sakit seperti alkoholik. hamil. Pada keadaan tertentu. Biasanya ada sedikit rasa nyeri pada saat jarum dimasukkan. kehamilan. kelainan perdarahan. hepatitis virus dan sifilis. 7. golongan darah. Untuk yang memenuhi syarat.

tanpa memperhatikan hasil Crossmatch minor.5 PROSES TRANSFUSI DARAH 1. Crossmatch mayor : mencampur enitrosit donor (aglutinongen donor) dengan serum resipien (aglutinin resipien) 2. Dilakukan sebelum transfusi darah dan bila terjadi reaksi transfusi darah. maka transfusi darah masih dapat dilakukan dengan menggunakan darah donor tersebut. Sebagai tindakan pencegahan berikutnya. bila crossmatch mayor menghasilkan aglutinasi. secara rutin digolongkan berdasarkan jenisnya. maka darah donor itu tidak dapat ditransfusikan. Tentukan apakah klien pernah mendapatkan transfusi sebelumnya dan catatan reaksi . Minta klien untuk melaporkan gejala berikut: Menggigil. Bila pemeriksaan terakhir ini ternyata tidak menghasilkan aglutinasi. apakah golongan A. Crossmatch minor : mencampur eritrosit resipien (aglutinongen resipien) dengan serum donor (aglutinin donor) Cara menilai basil pemeriksaan adalah sebagai berikut: Bila kedua pemeriksaan (crossmatch mayor dan minor tidak mengakibatkan aglutinasi eritrosit. Crossmatch adalah pemeriksaan serologis untuk menetapkan sesuai atau tidak sesuainya darah donor dengan darah resipien. 2. sakit kepala. pemeriksa mencampurkan setetes darah donor dengan darah resipien untuk memastikan keduanya cocok: teknik ini disebut cross-matching. maka Crossmatch minor harus diulangi dengan menggunakan serum donor yang diencerkan. Karena transfusi darah yang tidak cocok dengan resipien dapat berbahaya. sel darah merah bisa dibekukan dan disimpan sampai selama 10 tahun.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK untuk mengawetkan golongan darah yang jarang). yaitu: 1. gatal dan kemerahan dengan segera. maka diartikan bahwa darah donor sesuai dengan darah resipien sehingga transfusi darah boleh dilakukan. Terdapat dua cara pemeriksaan. diartikan bahwa darah donor tidak sesuai dengan darah resipien sehingga transfusi darah tidak dapat dilakukan dengan menggunakan darah donor itu Bila Crossmatch mayor tidak menghasilkan aglutinasi. maka darah yang disumbangkan. B. Bila pemeriksaan dengan serum donor yang diencerkan menghasilkan aglutinasi.jika ada. 2. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 13 . sedangkan dengan Crossmatch minor terjadi aglutinasi. Jelaskan prosedur kepada klien. sebelum memulai transfusi. AB atau O dan Rh-positif atau Rh-negatif.

identifikasi kebenaran produk darah dan klien : 1. Pastikan bahwa klien telah menandatangani format persetujuan / informed concern. 3. Dengan perawat yang lain. 14. Catat cairan yang digunakan mengikuti kebijakan rumah sakit / institusi.9 % normal saline. 2. Buat jalur IV dengan kateter besar (diameter 18-G atau 19-G). Periksa darah terhadap adanya bekuan / gumpalan darah.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 3. Ikuti protokol institusi dalam mendapatkan produk darah dari bank darah. 2. periksa golongan ABO dan tipe RH pada catatan klien. 6. Cuci tangan. dispnea. Periksa kompatibilitas yang tertera pada kantong darah dan informasi pada kantong itu sendiri. 5. Lanjutkan mengobservasi terhadap reaksi samping / efek samping transfusi. 4. Jika ditemukan adanya reaksi. Tanyakan nama klien dan periksa / cocokkan dengan gelang tangannya/gelang nama. 8. Dapatkan tanda vital klien setiap 5 menit selama 15 menit pertama transfusi dan setiap jam untuk yang berikutnya mengikuti kebijakan institusi/rumah sakit. 4. Mulai untuk mentransfusikan darah : 1. 13. Catat pemberian darah dan produk darah. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan. 7. siram / suntik jalur IV dengan normal saline secara lambat dan beritahu dokter dan bank darah. 8. 7. Kembalikan kantong plastik dan selangnya ke bank darah. bintik-bintik merah di kulit. Periksa ulang produk darah dengan pesanan dokter. 5. Gunakan selang infus yang mempunyai filterGantungkan wadah larutan NaCl 0. Mulai transfusi dengan lambat melalui tetesan pertama pada filter. ruam kulit. Minta darah bila anda telah siap menggunakannya. Bila transfusi sudah selesai (complete). Untuk darah lengkap. Monitor tanda-tanda vital : 1. 4. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 14 . 6. Dapatkan data dasar tanda-tanda vital klien. 2. 3. hentikan transfusi. Utamakan / isi jalur IV dengan 0.9% untuk diberikan setelah menginfuskan/ pemberian transfusi darah. Observasi klien terhadap adanya kemerahan. Periksa tanggal kadaluarsa pada kantong darah. 12 Lepaskan dan buang sarung tangan. gatal. Atur kecepatan tetesan 2 ml/menit pada 15 menit pertama transfusi dan tetap bersama klien.

Reaksi imunologi II. Diuretika yang digunakan ialah : 1. sebanyak 25 gr diberikan secara intravena kemudian diikuti pemberian 40 mEq Natrium bikarbonat. albumin dan darah yang cocok. muntah. nyeri dada. takhikardi. Terapi reaksi transfusi hemolitik : pemberian cairan intravena dan diuretika. REAKSI IMUNOLOGI A. nyeri kepala.6 REAKSI TRANSFUSI DAN PENCEGAHANNYA Pada umumnya komplikasi transfusi ini dibagi menjadi : I. hipotensi. Reaksi non imunologi I. Pada penderita yang teranestesi hal ini sukar untuk dideteksi dan memerlukan perhatian khusus dari ahli anestesi. oliguri. Hal ini bisa terjadi dengan cara reaksi transfusi hemolitik segera dan reaksi transfusi hemolitik lambat Reaksi ini sering terjadi akibat kesalahan manusia sebagai pelaksana. perdarahan yang tiba-tiba meningkat. Manitol 25 %. kemerahan pada muka. hemoglobinuri.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 2. Bila terjadi anuria yang menetap perlu tindakan dialysis. panas. Lisis sel darah donor oleh antibodi resipien. Furosemid Bila terjadi hipotensi penderita dapat diberi larutan Ringer laktat. selanjutnya terjadi ikterus dan oliguri. Cairan digunakan untuk mempertahankan jumlah urine yang keluar. Tanda-tanda yang dapat dikenal ialah takhikardi. ahli bedah dan lain-lain. Bila volume darah sudah mencapai normal penderita dapat diberi vasopressor. REAKSI TRANSFUSI HEMOLITIK Reaksi transfusi hemolitik merupakan reaksi yang jarang terjadi tetapi serius dan terdapat pada satu diantara dua puluh ribu penderita yang mendapat transfusi. hipotensi. Selain itu penderita perlu diberi oksigen. misalnya salah memasang label atau membaca label pada botol darah. bendungan vena leher . perdarahan yang tidak bisa diterangkan asalnya. hemoglobinuri. dan ikterus. nafas cepat dan dangkal. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 15 . Tanda-tanda reaksi hemolitik lain ialah menggigil. 2. mual.

biasanya selama 2 jam atau lebih untuk setiap unit darah.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK B. REAKSI NON IMUNOLOGI a. II. maka pada awal prosedur. e. Setelah itu. Karena sebagian besar reaksi ketidakcocokan terjadi dalam15 menit pertama. petugas secara perlahan memberikan darah kepada resipien. b. Terapi yang perlu diberikan ialah antihistamin. Anafilaksis : Keadaan ini terjadi bila terdapat protein asing pada darah transfusi. panas. mual. Malaria. Reaksi transfusi “febrile” Tanda-tandanya adalah sebagai berikut : Menggigil. paling sering terjadi dan penderita merasa gatal-gatal. nyeri kepala. nyeri otot. AIDS Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya reaksi selama transfusi. b. Reaksi alergi a. Reaksi karena darah transfusi terkontaminasi c.45 menit dan jika terjadi reaksi ketidakcocokan. dan transfusi harus disetop. Reaksi yang disebabkan oleh volume yang berlebihan. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 16 . Setelah diperiksa ulang bahwa darah yang akan diberikan memang ditujukan untuk resipien yang akan menerima darah tersebut. petugas dapat memeriksa setiap 30. Urtikaria. 2. REAKSI TRANSFUSI NON HEMILITIK 1. resipien harus diawasi secara ketat. maka transfusi harus dihentikan. Virus hepatitis. virus CMG dan virus Epstein-Barr parasit serta bakteri. Biasanya muka penderita sembab. . dilakukan beberapa tindakan pencegahan. sifilis.

efek samping/risiko transfusi darah. Keuntungan dari pemeriksaan ini antara lain dapat mempersiapkan donor darah sesuai golongan darah dan jika wanita hamil tersebut bergolongan darah Rh(D) negatif maka dapat diberikan anti(D) immune-globulin sesuai indikasi. placenta previa. Hal ini dapat memberikan perlindungan sampai 4mL sel darah merah bayi. Pemberian anti(D) immuneglobulin dosis 500mg/IM kepada semua ibu dengan Rh(D) negatif dalam 72 jam setelah persalinan jika bayi Rh(D) positif. Perdarahan di bidang obstetri masih merupakan penyebab kematian ibu yang tinggi di Indonesia. berdasarkan survei di beberapa rumah sakit besar dan klinik bersalin di Yogyakarta. Referat ini akan mengupas tentang skrining golongan darah saat prenatal care. jenis komponen darah. Skrining golongan darah Salah satu pemeriksaan laboratorium rutin untuk setiap wanita hamil saat kunjungan pertama prenatal care adalah pemeriksaan golongan darah ABO dan Rhesus serta skrining antibodi untuk mendeteksi antibodi yang berpotensi menyebabkan hemolytic disease of the newborn (HDN). Tetapi. Pemeriksaan skrining antibodi Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 17 . pemeriksaan ini tidak rutin dilakukan.7 Transfusi Darah Bidang Obstetri Pasien-pasien di bidang obstetri dan ginekologi banyak yang berpotensi memerlukan transfusi darah. indikasi transfusi darah.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 2. dan ruptur kehamilan ektopik. Upaya tersebut penting mengingat prevalensi populasi dengan Rh(D) negatif di Indonesia sangat rendah (kurang dari 1%). Para ahli kebidanan dan kandungan perlu mengetahui aspek-aspek transfusi darah dan mengaplikasikannya dalam praktik klinis. Kondisi lainnya adalah perdarahan postpartum. ini merupakan upaya yang umumnya dilakukan untuk mencegah HDN. Seksio cesaria (SC) dan histerektomi adalah dua tindakan bedah yang sering dan berpotensi terjadi perdarahan sehingga memerlukan transfusi darah.

transfusi darah hampir selalu diindikasikan jika Hb <7 g/dL.5 g/dL pada trimester II. tetapi juga berdasar indikasi klinis pasien. Indikasi transfusi darah Anemia pada kehamilan didefinisikan dengan kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 11 g/dL pada trimester I dan III serta 10. Perdarahan yang terjadi pada persalinan normal atau seksio cesaria sebenarnya tidak membutuhkan transfusi darah jika kadar Hb ibu sebelum persalinan di atas 10. Contoh schedule pemesanan darah (Tabel 1) sebagai panduan memperkirakan penggunaan darah untuk tindakan pembedahan pada pasien dewasa adalah sebagai berikut: Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 18 . Keputusan untuk transfusi darah tidak boleh hanya berdasar kadar Hb saja. Diagnosis dan terapi yang efektif terhadap anemia kronik pada kehamilan merupakan tindakan yang penting untuk mengurangi kebutuhan transfusi darah.0 – 11.0 g/dL.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK tidak dapat dilakukan oleh setiap rumah sakit di Indonesia dan biayanya relatif mahal. Sebaliknya.

Jenis komponen darah Beberapa komponen darah tersedia untuk penggantian volume sirkulasi serta mengganti faktor koagulasi dan kapasitas angkut oksigen. atau histerektomi simple jika ternyata membutuhkan darah dan emergency maka berlaku prosedur emergency yaitu darah sesuai golongan ABO dan Rh yang belum dilakukan crossmatch atau Packed Red Cell (PRC) golongan O dapat diberikan kepada pasien. serta menghentikan perdarahan aktif yang persisten/berlanjut. menjaga Prothrombin Time (PT) dan Activated Partial Thromboplastin Time (APTT) kurang dari 1. Jika tidak tersedia stok darah dan darah diambil langsung dari donor.Hematokrit 35-45% . Whole blood (WB) Isi .Tidak ada trombosit dan faktor koagulasi labil (V dan VIII) yang fungsional Penyimpanan .TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK Pemesanan darah minimal dilakukan 2 hari sebelum prosedur atau tindakan dilakukan. Turnaround times untuk pemeriksaan golongan darah pasien dan donor adalah 15 menit sedangkan untuk crossmatch dibutuhkan waktu sekitar 1 jam. persalinan normal.5 kali nilai kontrol. Pemberian komponen darah memungkinkan penggantian komponen darah secara spesifik sesuai yang dibutuhkan pasien.Disimpan pada suhu 2-6°C di blood Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 19 . Transfusi darah dan atau komponen darah ditujukan untuk menjaga kadar fibrinogen di atas 1 g/L. Pada kasus terminasi kehamilan. Keuntungan tenggat waktu ini adalah untuk penyiapan darah atau mencari donor darah jika tidak tersedia stok darah di Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD). seksio cesaria. kuretase. maka perlu waktu sedikitnya 3 jam agar produk darah siap dan aman untuk ditransfusikan.

Transfusi 1 unit WB diselesaikan maksimal dalam 4 Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 20 .Darah harus sudah ditransfusikan kepada pasien dalam 30 menit setelah darah keluar dari blood bank refrigerator Indikasi .Pasien gagal jantung Cara transfusi . Kontraindikasi .Transfusi tukar .Masa simpan 28 hari .Tidak boleh menambahkan obat dalam kantong darah .Anemia kronis .TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK bank refrigerator .Penggantian sel darah merah pada perdarahan akut disertai hipovolumia .Pasien yang membutuhkan penggantian sel darah merah tetapi komponen PRC tidak tersedia.Golongan darah ABO dan Rh antara pasien dan donor harus kompatibel/cocok .

Darah harus sudah ditransfusikan kepada pasien dalam 30 menit setelah darah keluar dari blood bank refrigerator : Hematokrit 55-75% Indikasi Penggantian sel darah merah pada pasien anemia: .Tidak boleh menambahkan obat dalam kantong darah Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 21 . Tidak setiap kabupaten/kota di Indonesia memiliki Unit Transfusi Darah (UTD) yang dikelola PMI atau RSUD dan tidak setiap UTD mampu memproses pemisahan komponen darah. Monitor ketat transfusi perlu dilakukan untuk menghindari kemungkinan overload cairan.Masa simpan 28 hari .3 Dalam masa simpan tersebut komponen darah selain sel darah merah seperti trombosit dan faktor koagulasi diharapkan masih viable dan bermanfaat bagi pasien.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK Catatan : Yang disebut fresh whole blood (FWB) adalah darah lengkap dengan masa simpan ≤36 jam. kebutuhan transfusi darah hanya dapat dipenuhi dengan WB.Golongan darah ABO dan Rh antara pasien dan donor harus kompatibel/cocok .Disimpan pada suhu 2-6°C di blood bank refrigerator . Pada kondisi seperti ini.Hb <7 g/dL .Hb <10 g/dL dengan gejala anemia dan atau tanda vital tidak stabil Cara transfusi . Packed red cell (PRC) Isi Penyimpanan .

Untuk memperlancar aliran transfusi. Jumlah trombosit <50.000/mmk dengan perdarahan atau pembedahan 3.Trombositopenia: 1. Dosis awal biasanya 2-4 unit.Immune Thrombocytopenia Purpura (ITP) .Thrombotic Thrombocytopenia Purpura (TTP) .Transfusi 1 unit PRC diselesaikan maksimal dalam 4 jam .9 – 4.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK .000/mmk dengan perdarahan masif atau perdarahan terus-menerus.3 x 109 trombosit Penyimpanan lebih lama meningkatkan risiko kontaminasi bakteri Indikasi .7 Transfusi 1 unit PRC diharapkan menaikkan kadar hematokrit sekitar 3%.000/mmk 2.Disimpan pada suhu 20-24°C di platelet agitator . Jumlah trombosit <100. Thrombocyte concentrate (TC) Isi Penyimpanan . dapat ditambahkan normal saline (50-100 mL) menggunakan set infuse Y-pattern Tujuan transfusi PRC adalah penggantian kapasitas angkut oksigen oleh sel darah merah.Untreated Disseminated Intravascular Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 22 .Gangguan/kelainan kualitas trombosit Kontraindikasi . Washed Red Cell (WRC) indikasi untuk pasien yang mengalami reaksi alergi terhadap protein plasma. .Masa simpan 5 hari : 3. Jumlah trombosit <15.

Overdosis obat antikoagulan 3.000-30.Hipersplenisme Cara transfusi dari platelet agitator di UPTD dan selesai maksimal dalam 4 jam.Trombosit tidak boleh dimasukkan dalam refrigerator/kulkas di bangsal karena akan mengurangi fungsi trombosit Catatan . .TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK Coagulation (DIC) . 5. atau septicemia pada pasien. PT dan APTT >1.000/mmk. . DIC.5 kali nilai kontrol 2. PT>16 detik atau INR>1. DIC 6. TTP Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 23 . .8 dengan perdarahan atau untuk mengantisipasi tindakan invasif. Diketahui menderita defisiensi faktor koagulasi dengan perdarahan 4.1 unit TC diharapkan menaikkan jumlah trombosit sekitar 3000-5000/mmk sehingga transfusi 6 unit TC diharapkan menaikkan jumlah trombosit 18.Kenaikan jumlah trombosit kurang tercapai jika terdapat splenomegali.Keberhasilan transfusi trombosit dapat dievaluasi dengan menilai corrected platelet count increment (CCI) Fresh frozen plasma (FFP) Indikasi: 1.

Fresh Frozen Plasma berisi semua faktor pembekuan. dan plasma golongan AB dapat diberikan pada semua pasien. Isolated Factor VIII. Pasien dengan surgical coagulopathy 4. plasma golongan B dapat diberikan pada pasien golongan B atau O. Data Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 24 . Berdasarkan laporan pengeluaran darah UPTD RSUP DR Sardjito Januari . Kadar faktor koagulasi labil akan menurun dengan cepat sehingga harus ditransfusikan dalam 6 jam setelah dicairkan. Jumlah unit darah yang diminta ke UPTD dibanding jumlah darah yang digunakan adalah 2:1 sehingga banyak unit darah yang tidak jadi terpakai. Sardjito sebanyak 195 unit/bulan atau 8% dari total pengeluaran darah. AT III. Factor IX. Dosis awal biasanya 2-6 unit. Komponen darah yang dipakai adalah PRC (66%) dan TC (4%). PT>35 detik dengan perdarahan atau untuk mengantisipasi tindakan invasif. Dosis awal biasanya 10-20 unit. protein C dan S. Perbandingan penggunaan WB dibanding komponen darah adalah 3:7. Reaksi transfusi yang sering terjadi pada transfusi FFP berupa reaksi alergi akut sampai anafilaksis terutama dengan kecepatan infus cepat. misal 56-75 IU/unit. >1500 ml cell saver blood reinfused 9. Transfusi masif >10 unit PRC 8. albumin serta imunoglobulin. Digunakan sebagai local factor coagulant selama pembedahan Cryoprecipitate berisi kurang lebih setengah faktor VIII dan fibrinogen dari kadarnya dalam darah lengkap.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK 7. Plasma golongan A dapat diberikan pada pasien golongan A atau O. rata-rata penggunaan darah oleh Bagian Kebidanan dan Kandungan RSUP DR.April 2010. plasma golongan O hanya dapat diberikan pada pasien golongan O. Hipofibrinogenemia (kadar fibrinogen <80-100 mg/dL) dan disfibrinogenemia 3. Cryoprecipitate/AHF Indikasi: 1. fibrinogen 105-210 mg/unit. Factor XIII deficiency or von Willebrand’s disease 2.

Untuk mendapatkan darah/komponen darah pada kasus perdarahan masif (kondisi emergency). langkah pertama yang dilakukan adalah menginformasikan kebutuhan darah bagi pasien melalui telepon ke Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD).TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK ini menunjukkan bahwa penggunaan darah di Bagian Kebidanan dan Kandungan RSUP DR. Sebelum darah dikeluarkan untuk pasien. untuk kasus emergency seperti tersebut di atas tidak perlu diberikan golongan O Rh(D) negatif. tetapi dengan golongan O Rh(D) positif. Petugas dari bagian kebidanan yang mengantarkan surat permintaan darah dan Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 25 . Uji silang serasi tetap dilanjutkan di UPTD dan jika hasilnya inkompatibel maka akan diinformasikan kepada dokter yang merawat pasien. Saat persalinan. dapat diberikan packed red cell (PRC) golongan O (dalam waktu 5 menit). Jika pasien telah diketahui golongan darah sistem ABO dan Rh saat prenatal care. Seluruh volume darah pasien dapat habis/hilang dalam 5-10 menit. Pada kondisi tidak tersedia darah sesuai golongan ABO. Pelayanan darah emergency Perdarahan pada proses persalinan kadang tak dapat diprediksi dan masif. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dan komunikasi yang baik antara klinisi pengguna darah dan penyedia darah (UPTD). Turnaround time untuk pemeriksaan konfirmasi golongan darah adalah 15 menit. maka penentuan golongan darah Rh yang akan diberikan tidak menjadi masalah lagi. Kondisi tersebut menjadi alasan mengapa perdarahan akut merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu jika tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Karena prevalensi Rh(D) negatif sangat rendah. aliran darah ke plasenta kurang lebih 700 mL per menit. Di UPTD telah disediakan stok darah emergency dari setiap golongan ABO sehingga pasien mendapat darah sesuai golongan sistem ABO-nya dan belum dilakukan uji silang serasi (uncrossmatched). Sardjito sudah cukup baik dengan indikasi penggunaan komponen darah sampai 70% tetapi rencana penggunaan darah belum efektif. petugas UPTD melakukan pemeriksaan konfirmasi golongan darah pasien dan donor. Langkah kedua adalah mengirimkan surat permintaan darah dan sampel darah pasien ke UPTD.

asidosis dan hipotermia. perawat atau dokter mencocokkan kembali identitas pasien pada label kantong darah dan pergelangan tangan pasien atau papan di tempat tidur pasien sebelum darah ditransfusikan.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK sampel pasien menunggu proses konfirmasi golongan darah pasien dan donor atau menunggu darah dikeluarkan. petugas dari bagian kebidanan langsung membawa darah ke ruang operasi/bangsal dimana pasien membutuhkan darah. sebanyak 50% volume darah total diganti dalam waktu 2 jam. Transfusi masif dengan darah (WB) simpan akan memperberat trombopati dan koagulopati disebabkan karena trombositopenia dilusional. dan menggunakan set transfusi yang dilengkapi filter mikroagregat. QRS melebar. atau kehilangan darah lebih dari 150 mL/menit. darah ditransfusikan dengan alat penghangat darah. Langkah ketiga. perdarahan postpartum berat yaitu kehilangan darah >1000 mL. Jika koreksi dengan kalsium gagal dapat diberikan magnesium IV. Tandanya antara lain adanya perubahan EKG (QT memanjang. setiap 1 liter transfusi citrated blood diberikan 10 mL 10% calcium gluconate IV untuk mencegah toksisitas sitrat. dan nadi cepat. hipotensi. Toksisitas sitrat mungkin akan terlihat jika kecepatan transfusi melebihi 1 unit darah dalam 5 menit (1 mL/kgBB/menit). Untuk mencegah kemungkinan kesalahan transfusi. setiap transfusi 5-10 unit darah simpan diberikan 1 unit darah segar. Transfusi masif di bidang obstetri mungkin dilakukan pada perdarahan postpartum berat. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 26 . Menurut WHO. definisi perdarahan postpartum adalah kehilangan darah lebih dari 500 mL selama dan sesudah persalinan atau kehilangan sejumlah darah postpartum yang menyebabkan instabilitas hemodinamik. gelombang T mendatar sampai henti jantung). deplesi faktor koagulasi. Transfusi masif di bidang obstetri Transfusi masif didefinisikan sebagai transfusi darah lebih dari 10 unit produk sel darah merah (PRC/WB) dalam 24 jam. Oleh karena itu. perdarahan obstetri masif yaitu kehilangan 50% volume darah sirkulasi <3jam atau kehilangan darah >150 mL/menit.

crossmatch. dan Lymes disease).TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK Efek samping/reaksi transfusi Transfusi darah mungkin merupakan sutu tindakan yang menyelamatkan hidup tetapi bukan tanpa risiko. infectious mononucleosis. yaitu reaksi transfusi dengan tanda dan gejala yang muncul ≥ 5-10 hari setelah transfusi : o Reaksi hemolitik lambat o Post-transfusion purpura o Graft versus host disease (GvHD) o Overload besi khususnya pada transfusion-dependent patient o Penularan infeksi menular lewat transfusi darah seperti HIV. CMV. sifilis. atau lainnya (toxoplasmosis. ia harus harus selalu mempertimbangkan manfaat dan risikonya. HBV. Berikut ini adalah efek samping/reaksi dari transfusi darah. malaria. yaitu: I. Risiko terbesar transfusi darah adalah jika pasien ditransfusi dengan darah yang „salah‟ (terbanyak disebabkan clerical error). Komplikasi akut. skrining infeksi menular lewat transfusi darah dan pemberian transfusi harus dilakukan secara ketat bahkan untuk kasus emergency. brucellosis. toksisitas sitrat dan hipokalsemia) II. Epstein-Barr virus. chagas disease. yaitu reaksi transfusi yang terjadi selama dan segera setelah transfusi (dalam 24 jam): o Hipersensitif o Febrile non hemolytic reaction o Overload cairan o Anafilaksis o Hemolisis intravaskuler akut o Kontaminasi bakteri dan syok septik o TRALI (transfusion-associated acute lung injury) o Komplikasi metabolik (hiperkalemia. human parvovirus B19. Komplikasi lambat. Sebelum dokter memutuskan transfusi darah bagi pasien. Oleh karena itu prosedur baku untuk mendapatkan sampel yang tepat. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 27 . HCV.

Perdarahan yang terjadi pada persalinan normal atau seksio cesaria sebenarnya tidak membutuhkan transfusi darah jika kadar Hb ibu sebelum persalinan di atas 10. Sedangkan transfusi autologus adalah darah yang disimpan berasal dari tubuh donor sendiri yang diambil 3 unit beberapa hari sebelumnya. Keputusan untuk transfusi darah tidak boleh hanya berdasar kadar Hb saja. sel darah putih. tetapi juga berdasar indikasi klinis pasien.yaitu transfusi allogenic dan transfusi autologus. dan setelah 3 hari ditransferkan kembali ke pasien. Transfusi darah adalah suatu pengobatan yang bertujuan menggantikan atau menambah komponen darah yang hilang atau terdapat dalam jumlah yang tidak mencukupi. transfusi darah hampir selalu diindikasikan jika Hb <7 g/dL. trombosit. Transfusi allogenic adalah darah yang disimpan untuk transfusi berasal dari tubuh orang lain. Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 28 .5 g/dL pada trimester II. plasma. Anemia pada kehamilan didefinisikan dengan kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 11 g/dL pada trimester I dan III serta 10.0 g/dL. Transfusi darah dapat dikelompokkan menjadi 2 golongan utama berdasarkan sumbernya.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK BAB II KESIMPULAN Transfusi darah adalah tindakan memindahkan darah atau komponennya ke dalam sistim pembuluh darah seseorang. Diagnosis dan terapi yang efektif terhadap anemia kronik pada kehamilan merupakan tindakan yang penting untuk mengurangi kebutuhan transfusi darah. Komponen darah yang biasa ditransfusikan ke dalam tubuh seseorang adalah sel darah merah.3 Sebaliknya.0 – 11.

Sardjito Januari-April 2010.. Royal College of Obstetrician and Gynaecologists. T. Lin D. J. Greentop Guideline 2008. 7.uptodate.edu 5... 2009. The Clinical Use of Blood. WHO. Laporan Pengeluaran Darah UPTD RSUP DR. SOGC Clinical Practice Guideline . Anonim. Lockwood C. 8.com 3. 2002.lancastergeneralcollege. W. Anonim. Blood Usage in Obstetric Hemorrhage.TRANFUSI DARAH DI BIDANG OBSTETRIK DAFTAR PUSTAKA 1. S. 2008. 50(6):470-481. www. 1995. 2010. J and Magriples U. The Initial Prenatal Assessment and Routine Prenatal Care. www. Martel M. Geneva 4. Transfusion Medicine in Obstetric and Gynecology. Hemorrhagic Shock.info Kepaniteraan Klinik Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Periode 8 April 2013 – 15 Juni 2013 29 .obgyntoday. and Miller D.. Santoso J. CME Review Articles. 6. 2009. Anonim. Blood Transfusion in Obstetrics. 2.. Component Therapy in Massive Obstetric Haemorrhage.. 2002. www. Shroff M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful