1.

SUKU BADUY 1.1 Sejarah

Masyarakat Kanekes dikaitkan dengan Kerajaan Sunda yang sebelum keruntuhannya pada abad ke-16 berpusat di Pakuan Pajajaran (sekitar Bogor sekarang). Sebelum berdirinya Kesultanan Banten, wilayah ujung barat pulau Jawa ini merupakan bagian penting dari Kerajaan Sunda. Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya menjadi cikal bakal Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran.Van Tricht, seorang dokter yang pernah melakukan riset kesehatan pada tahun 1928, menyangkal teori tersebut. Menurut dia, orang Baduy adalah penduduk asli daerah tersebut yang mempunyai daya tolak kuat terhadap pengaruh luar (Garna, 1993b: 146). Orang Baduy sendiri pun menolak jika dikatakan bahwa mereka berasal dari orang-oraang pelarian dari Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda. Menurut Danasasmita dan Djatisunda (1986: 4-5) orang Baduy merupakan penduduk setempat yang dijadikan mandala‟ (kawasan suci) secara resmi oleh raja, karena penduduknya berkewajiban memelihara kabuyutan (tempat pemujaan leluhur atau nenek moyang), bukan agama Hindu atau Budha. Kebuyutan di daerah ini dikenal dengan kabuyutan Jati Sunda atau „Sunda Asli‟ atau Sunda Wiwitan (wiwitann=asli, asal, pokok, jati). Oleh karena itulah agama asli mereka pun diberi nama Sunda Wiwitan. Raja yang menjadikan wilayah Baduy sebagai mandala adalah Rakeyan Darmasiks. 1.2 Bahasa Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Sunda dialek Sunda–Banten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. Orang Kanekes „dalam‟ tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja. 1.3 Kebudayaan Provinsi Banten memiliki masyarakat tradisional yang masih memegang teguh adat tradisi yaitu suku baduy yang tinggal di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar

Kabupaten Lebak. Baduy atau biasa disebut juga dengan masyarakat kanekes adalah nama sebuah kelompok masyarakat adat Sunda di Banten. Suku Baduy tinggal di pedalaman Jawa Barat, desa terakhir yang bisa di jangkau oleh kendaraan adalah desa Ciboleger (jawa barat). Dari desa ini kita baru bisa memasuki wilayah suku baduy luar. Tetapi sebelum kita masuk kewilayah suku baduy kita harus melapor dulu dengan pimpinan adatnya yang disebut Jaro. Dalam melaksanakan upacara tertentu, masyarakat Baduy menggunakan kesenian untuk memeriahkannya. Adapun keseniannya yaitu Seni Musi (lagu daerah yaitu Cikarileu dan Kidung (pantun) yang digunakan dalam acara pernikahan). Alat musik (angklung Buhun dalam acara menanam padi dan alat musik kecapi). Dan seni Ukir Batik 1.4 Mata Pencaharian Sebagaimana yang telah terjadi selama ratusan tahun, maka mata pencaharian utama masyarakat Kanekes adalah bertani padi huma. Selain itu mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari menjual buah-buahan yang mereka dapatkan di hutan seperti durian dan asam keranji, serta madu hutan. 1.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Kepercayaan masyarakat Kanekes yang disebut sebagai Sunda Wiwitan berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme) yang pada perkembangan selanjutnya juga dipengaruhi oleh agama Budha, Hindu, dan Islam. Inti kepercayaan tersebut ditunjukkan dengan adanya pikukuh atau ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari-hari orang Kanekes (Garna, 1993). Isi terpenting dari „pikukuh‟ (kepatuhan) Kanekes tersebut adalah konsep “tanpa perubahan apapun”, atau perubahan sesedikit mungkin: Lojor heunteu beunang dipotong, pèndèk heunteu beunang disambung. (Panjang tidak bisa/tidak boleh dipotong, pendek tidak bisa/tidak boleh disambung) Tabu tersebut dalam kehidupan sehari-hari diinterpretasikan secara harafiah. Di bidang pertanian, bentuk pikukuh tersebut adalah dengan tidak mengubah kontur lahan bagi ladang, sehingga cara berladangnya sangat sederhana, tidak mengolah lahan dengan bajak, tidak membuat terasering, hanya menanam dengan tugal, yaitu sepotong bambu yang diruncingkan. Pada pembangunan rumah juga kontur permukaan tanah dibiarkan apa adanya, sehingga tiang penyangga rumah Kanekes seringkali tidak sama panjang. Perkataan dan tindakan mereka pun jujur, polos, tanpa basa-basi, bahkan dalam berdagang mereka tidak melakukan tawar-menawar. Objek kepercayaan terpenting bagi masyarakat Kanekes adalah Arca Domas, yang lokasinya dirahasiakan dan dianggap paling sakral. Orang Kanekes mengunjungi lokasi tersebut untuk melakukan pemujaan setahun sekali pada bulan Kalima, yang pada tahun 2003 bertepatan dengan bulan Juli. Hanya puun yang merupakan ketua adat tertinggi dan beberapa anggota masyarakat terpilih saja yang mengikuti rombongan pemujaan tersebut. Di kompleks Arca Domas tersebut terdapat batu lumpang yang menyimpan air hujan.

Daerah peralihan Bugis dengan Mandar adalah Kabupaten Polmas dan Pinrang. Kabupaten Wajo saat ini. maka bagi masyarakat Kanekes itu merupakan pertanda bahwa hujan pada tahun tersebut akan banyak turun. Sidenreng dan Rappang. Bone. 2003a). Bagi sebagian kalangan. Kaili. Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau pengikut dari La Sattumpugi. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk. Masuk ke Nusantara setelah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia tepatnya Yunan. 2. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya. SUKU BUGIS 2. Suppa. Penamaan "ugi" merujuk pada raja pertama kerajaan Cina yang terdapat di Pammana. berkaitan dengan keteguhan masyarakatnya. Barru. Dalam perkembangannya. Sidrap. Sawitto. Wajo. Sebaliknya. bahasa. Soppeng. Sawerigading Opunna Ware (Yang dipertuan di Ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra I La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. apabila batu lumpang kering atau berair keruh. Sawerigading sendiri adalah suami dari We Cudai dan melahirkan beberapa anak termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar di dunia dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio. dan pemerintahan mereka sendiri. Soppeng. Daerah peralihan antara Bugis dengan Makassar adalah Bulukumba. kepercayaan yang dianut masyarakat adat Kanekes ini mencerminkan kepercayaan keagamaan masyarakat Sunda secara umum sebelum masuknya Islam. Masyarakat ini kemudian mengembangkan kebudayaan. maka mereka merujuk pada raja mereka. komunitas ini berkembang dan membentuk beberapa kerajaan. La Sattumpugi adalah ayah dari We Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu. Bone. aksara. Kata "Bugis" berasal dari kata To Ugi. ayah dari Sawerigading. Beberapa kerajaan Bugis klasik antara lain Luwu. Gorontalo dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton.1 Sejarah Bugis adalah suku yang tergolong ke dalam suku-suku Melayu Deutero. yang berarti orang Bugis. dan panen akan berhasil baik. Sinjai. Wajo. maka merupakan pertanda kegagalan panen (Permana. Kerajaan Luwu adalah kerajaan yang dianggap tertua bersama kerajaan Cina (yang kelak menjadi . Meski tersebar dan membentuk suku Bugis. Maros.Apabila pada saat pemujaan ditemukan batu lumpang tersebut ada dalam keadaan penuh air yang jernih. Saat ini orang Bugis tersebar dalam beberapa Kabupaten yaitu Luwu. yaitu La Sattumpugi. Pangkajene Kepulauan. tapi proses pernikahan menyebabkan adanya pertalian darah dengan Makassar dan Mandar. Pinrang.

dan catatan lain baik yang berhubungan adat (ade„) dan kebudayaan–kebudayaan di masa itu yang tertuang dalam Lontara„. Penamaan “Ugi” merujuk pada raja pertama kerajaan Cina (bukan negara Cina. tapi yang terdapat di jazirah Sulawesi Selatan tepatnya Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo saat ini) yaitu La Sattumpugi. Peradaban awal orang–orang Bugis banyak dipengaruhi juga oleh kehidupan tokoh-tokohnya yang hidup di masa itu. dan beberapa tradisi lain di Sulawesi seperti Buton. catatan harian. La Sattumpugi adalah ayah dari We„ Cudai dan bersaudara dengan Batara Lattu„. Sawerigading Opunna Ware„ (Yang Dipertuan Di Ware) adalah kisah yang tertuang dalam karya sastra La Galigo dalam tradisi masyarakat Bugis. Umumnya orang-orang Bugis sangat meyakini akan hal to manurung. daerah kerajaan. Gorontalo. Kisah Sawerigading juga dikenal dalam tradisi masyarakat Luwuk Banggai. Orang Bugis mengucapkan bahasa Ugi dan telah memiliki kesusasteraan tertulis sejak berabad-abad lamanya dalam bentuk lontar. sebuah sistem huruf yang berasal dari Sanskerta.Pammana). Penciptaan tulisanpun diciptakan karena adanya kebutuhan manusia untuk mengabdikan hasil-hasil pemikiran mereka.4 Mata Pencaharian . Mario (kelak menjadi bagian Soppeng) dan Siang (daerah di Pangkajene Kepulauan). Mereka menjuluki dirinya sebagai To Ugi atau pengikut dari La Sattumpugi. The Bugis. sehingga setiap orang yang merupakan etnis Bugis.2 Bahasa Etnik Bugis mempunyai bahasa tersendiri dikenali sebagai Bahasa Bugis (Juga dikenali sebagai Ugi). Sawerigading sendiri adalah suami dari We„ Cudai dan melahirkan beberapa anak. mereka merujuk pada raja mereka. tentu mengetahui asal-usul keberadaan komunitasnya. 2. Seperti halnya dengan wujud-wujud kebudayaan lainnya.3 Kebudayaan Orang Bugis zaman dulu menganggap nenek moyang mereka adalah pribumi yang telah didatangi titisan langsung dari “dunia atas” yang “turun” (manurung) atau dari “dunia bawah” yang “naik” (tompo) untuk membawa norma dan aturan sosial ke bumi (Pelras. termasuk La Galigo yang membuat karya sastra terbesar. ayahanda dari Sawerigading. 2006). Kaili. Huruf yang dipakai adalah aksara lontara. dan diceritakan dalam karya sastra terbesar di dunia yang termuat di dalam La Galigo atau sure„ galigo dengan jumlah kurang lebih 9000 halaman folio dan juga tulisan yang berkaitan dengan silsilah keluarga bangsawan. Konsonan di dalam Ugi pula dikenali sebagai Lontara yang berdasarkan tulisan Brahmi. 2. 2. Ketika rakyat La Sattumpugi menamakan dirinya.

Sawerigading inilah yang pertama kali memuja Dewata Sawwae. maka kebanyakan dari masyarakat Bugis hidup sebagai petani dan nelayan. Isi yang ada dalam kitab ini diamalkan secara turun temurun dan ditularkan secara lisan oleh uwak atau tokoh agama kepada para pengikutnya. masyarakat ini diberikan tempat oleh Rja Sindendreng di Amparita hingga saat ini. Makassar dan Bone. Hal ini mengakibatkan seringnya terjadi konflik di masa lalu yang umumnya dipicu oleh perebutan daerah kekuasaan dan sumber daya alam. Kabupaten Sindendreng Rappang. Pada zaman dulu. Persebaran masyarakat yang menganut sistem kepercayaan ini ada di wilayah Amparita. 1. sedangkan untuk daerah Bulukumba. Para da‟i membagi wilayah penyebaran Islam dalam 3 wilayah yang berbeda. 2. Suleiman diperintah untuk mengajarkan Islam di daerah Luwu. Sistem Kepercayaan To Lotang To Lotang dalam bahasa Bugis artinya “orang selatan”. 2. diantaranya Wajo. Pada masa itu Islam datang yang memicu kebesaran kerajaan Gowa dan Tallo untuk menyingkirkan konflik yang ada. masyarakat ini sering mengungsi ke daerah lain di Sumatera Selatan. . 6 tokoh diantaranya mengurusi permasalahan seperti masalah sosial. yakni sistem kepercayaan To Lotang dan Agama Islam. Kepercayaan ini ada dikarenakan pendirinya mendapatkan ilham dari Sawerigading. Soppeng. namun pada tahun 1609. Masyarakat Minangkabau yang membawa Islam ke tanah Bugis. Mata pencaharian lain yang diminati orang Bugis adalah pedagang.Karena masyarakat Bugis tersebar di dataran rendah yang subur dan pesisir. Dalam sistem kepercayaan ini ada 7 tokoh agama yang diketuai oleh seorang Uwak Battoa. usaha tanam dan penyelenggaraan ritual kepercayaan. Kepercayaan ini memiliki sebuah kitab suci yang diberi nama La Galigo. Pada masa itu suku Bugis memiliki banyak kerajaan. Pada umumnya sistem kepercayaan suku Bugis terbagi menjadi 2. Kepercayaan To Lotang adalah kepercayaan yang menyembah Dewata Sawwae sebagai Tuhan. Agama Islam dalam masyarakat Bugis Agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Bugis sejak abad ke-17 adalah Islam. namun ada juga sistem kepercayaan masyarakat Bugis. Nurdin Ariyani terpilih untuk bersyiar disana. Sultan Hasanudin. Ada Abdul Makmur yang ditugaskan untuk menyiarkan Agama Islam di tanah Gowa dan Tallo. Kecamatan Tellu Limpoe. Selain itu masyarakat Bugis juga mengisi birokrasi pemerintahan dan menekuni bidang pendidikan.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Selain memiliki adat istiadat masa lalu yang erat kaitannya dengan animisme dan dinamisme atau penyembahan roh dan berhala. utamanya pada da‟i dari daerah Sumatera Barat. Kerajaan inilah yang menghasilkan pahlawan terkenal. Sistem kepercayaan ini memiliki penganut kurang lebih 15 ribu jiwa. Dari 7 tokoh agama tersebut.

3 Kebudayaan Kesenian merupakan bagian dari budaya yang menjadi ciri khas suatu daerah tersebut. Suku Madura terkenal karena gaya bicaranya yang blak-blakan serta sifatnya yang temperamental dan mudah tersinggung. 3. tetapi mereka juga dikenal hemat. Maka dapat disimpulkan bahwa istilah Madura berasal dari akar kata Madu Oro yang merupakan lontaran dari patih yang bijaksana dalam menyimbolkan 2 bukit ditengah lautan.1 Sejarah Dikisahkan bahwa ada suatu negara yang bernama Mendang kamulan dengan seorang Raja yang bernama Sang yang tunggal beliau mempunyai anak gadis bernama Bendoro Gung. SUKU MADURA 3. Akhirnya putra tersebut yang diberi nama Raden Segoro (artinya laut. Karena tidak tega melihat putri Bendoro Gung maka ia tidak membunuh anak Raja itu melainkan mengasingkannya ke tepi laut sambil berucap pergilah ke “Madu Oro” (waktu itu hanya sebuah 2 bukit di tengah laut yang kemudian sekarang tempat tersebut disebut gunung Geger di Bangkalan dan bukit yang kedua adalah gunung Pajudan Sumenep) dan patih yang baik hati itu tidak kembali ke Istana dengan alasan takut di bunuh oleh raja karena telah melalaikan tugasnya. Raja amat marah karena kehamilan putri kesayangannya tidak bisa masuk akal akhirnya dia menyuruh sang Patih yang bernama Pranggulang untuk membunuh anaknya itu. Putri raja yang hamil malang merasa perutnya sakit dan segera ia memanggil Ki Poleng dengan cara mengepakkan kakinya kebumi sebanyak 3 kali sesuai petunjuknya dulu. bernilai tinggi.3. Tidak lama kemudian Ki Poleng datang dan mengatakan bahwa Bendoro Gung akan melahirkan anak. disiplin. Sedangkan asal usul penduduk pulau Madura merupakan anak cucu dari Raden Segoro dari ibu Bendoro Gung. dia juga merubah namanya dengan Ki Poleng serta melepas pakaian kebangsawanannya dan diganti dengan kain tenun (kain sederhana yang kemudian menjadi ciri khas orang Madura). beragam. Kesenian juga sebagai sarana seseorang dalam mengekspresikan yang ada dalam jiwa manusia. dan rajin bekerja. Yang pada suatu hari hamil dan diketahui Ayahnya. sebab dia lahir ditengah laut). Contoh: . madura memiliki kebudayaan tradisional yang banyak. dan besar sebagai identitas ciri khas suku madura tersebut. 3.2 Bahasa Bahasa Madura adalah bahasa yang digunakan Suku Madura. Sebagai salah satu suku yang besar.

Sebelum upacara pelet kandhung pada masa kehamilan bulan pertama diadakan upacara nandai. Karapan sapi diperkenalkan pada abad ke 15 (1561 M). Juga digunakan untuk mengiringi pengantin yang keluar dari pintu gerbang menuju pelaminan dengan irama lorongan toju‟ memainkan lagu-lagu gending yang lembut. Musik Saronen Sebagai suku yang terkenal berwatak keras. terbuka. dan lemah gemulai. tidak heran jika tari duplang tidak dikenal. Musik saronen adalah musik yang biasanya mengiringi karapan sapi dengan irama sarka yaitu permainan musik cepat dan dinamis. masih mempertahankan cara-cara tradisional dan senantiasa menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan sehingga itu menjadi daya tarik tersendiri. walaupun upacara pelet kandhung tetap dilaksanakan pada saat kehamilan namun tidak semeriah pertama kalinya. dan irama lorongan jhalan (irama sedang) diiringi saat perjalanan menuju lokasi karapan sapi. Ciri-ciri dari alat musik ini terletak pada model gendang yang menggelembung besar dibagian tengahnya.a. Upacara Pelet Kandhung Upacara yang diadakan untuk seorang ibu yang sedang mengandung. b. Penyelenggaraan upacara pelet kandhung ini diadakan ketika seorang perempuan yang sedang mengandung telah mencapai tujuh bulan. unik dan langka. Langkanya adalah karena tingkat kesulitan yang sangat tinggi sehingga membuat banyak penari segan untuk mempelajarinya. Batik Madura Sebagai karya seni budaya batik madura banyak diminati dan digemari oleh konsumen lokal maupun interlokal karena bentuk dan motifnya yang khas madura mempunyai keunikan tersendiri. c. dan hangat sehingga jenis musik saronen yang berirama mars dan riang sangat sesuai dengan masyarakat suku madura. e. Permainan ini diadakan tidak jauh dari kegiatan bertani dan untuk memberikan motivasi kepada petani sebagai kewajibannya terhadap ladang sawahnya dan untuk meningkatkan . setelah upacara nandai akan diletakan sebuah biji bigilan atau beton (biji nangka) disebuah tatakan yang diletakan di atas meja dan setiap bulannya akan ditambahkan 1 biji sampai biji tersebut berjumlah 7 yang menandakan kehamilan genap mencapai 7 bulan maka akan diadakan upacara pelet kandhung atau pelet betteng. Tari Duplang Tari ini merupakan tari yang spesifik. Upacara ini diperingati dengan sangat meriah namun hanya saat kehamilan pertama kalinya. lemah lembut. Corak ragamnnya yang unik dan bebas serta sistem produksinya yang dikerjakan satuan. polos. Karapan Sapi Karapan sapi adalah salah satu tradisi perlombaan yang ada di madura dan merupakan kesenian khas madura. Batik bukan hanya sehelai kain namun sudah menjadi ikon budaya yang sering menjadi penelitian banyak institusi. Keunikannya adalah karena tarian ini menggambarkan seorang wanita desa yang bekerja sebagai petani dan terlupakan. d. Dijalin dan dirangkai dengan gerakan-gerakan indah. Motif dan warna batik yang tertuang pada kain itu dapat menggambarkan dan merefleksikan masyarakatnya.

dari sinilah para wisatawan manca negara maupun domestic datang ke madura. Akan tetapi hasil pertanian tidak dapat menghidupi seluruh penduduknya sehingga sebagian besar penduduknya bekerja sebagai pedagang. Pada sektor pariwisata karapan sapi merupakan pemasok terbesar APBD madura.Van Goor yang dikutip oleh Sutjipto. sampai saat ini banyak dijumpai orang Madura di daerah Jawa Timur. pemicunya seperti perebutan kedudukan. Hal ini dilakukan sebagai cara orang madura untuk menyelesaikan suatu masalah. Dan celurit itu merupakan senjata yang digunakan oleh masyarakat madura saat carok itu terjadi. penangkapan ikan dan ekspedisi militer.4 Mata Pencaharian Mata pencaharian penduduk Madura adalah bertani dan berternak. sehingga mereka akan merasa aneh ataupun kurang simpati bahkan jika identitas kemaduraannya hilang lingkungan sosial „akan menolak‟ dan orang yang bersangkutan akan merasa terasingkan dari akar madura. Walaupun karapan sapi telah menjadi trande mark dan identitas kekayaan masyarakat madura. nelayan dan pembuat garam. lomba karapan sapi ini tidak seperti dulu dan disalah gunakan sehingga lebih banyak mudharat dibanding manfaatnya. 3.produksi ternak sapi. pemerasan atau tekanan dari bupati dan dari perlakuan hukum yang semena-mena. Carok dalam bahasa kawi kuno artinya perkelahian. Namun untuk saat ini para wisatawan enggan untuk datang menonton karena mereka melihat penyiksaan terhadap binatang tersebut dengan mengunakan senjata tajam agar sapinya menjadi pemenang dan tidak sedikit penonton menjadikan perlombaan karapan sapi sebagai ajang perjudian. maupun dendam turuntemurun. apajung allah yang artinya suku madura sangat religius.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Suku madura merupakan salah satu suku yang dikenal identik dengan tradisi islam yang sangat kuat. Tapi seiring berjalannya waktu. adalah untuk menghindarkan diri dari wajib militer. Bagi masyarakat suku madura betapa pentingnya nilai-nilai keagamaan yang terungkap dari ajaran abantal syahadat. Karena merupakan salah satu bagian dalam memperjuangkan harga diri bagi suku madura. Islam begitu meresap dan mewarnai pola kehidupan masyarakat madura. apabila ada orang madura yang tidak . perselingkuhan. Alasan lain penduduk Madura bermigrasi. rebutan tanah. Dari banyaknya kebudayaan yang ada di madura. suku madura juga tidak lepas dari carok dan celuritnya. Kurangnya kesuburan tanah dan pengairan yang tidak memadai. asapo‟ angina. 3. menurut J. pelayaran. menyebabkan banyak penduduk Madura yang bermigrasi ke pulau Jawa dengan alasan utama untuk mencari nafkah. Karena itu. Suku madura merupakan salah satu pemeluk agama islam yang sangat taat. Proses perpindahan ini melalui bermacam saluran seperti perdagangan.

terutama variable keberdayaan ekonomi.3 juta orang. Sejarah singkat pra-abad 20 ini dimaksudkan untuk memperkenalkan orang Sunda di Jawa Barat kepada kita yang melayani di Indonesia. melainkan faktor perkawinan silang dan transmigrasi penduduk ke luar pulau madura. suku Sunda berjumlah lebih kurang 33 juta jiwa. dan perilaku politik. . Kehadiran dan keberadaan islam yang masuk ke dalam suatu entitas sosial budaya telah menjadi “Gerakan aktualkultural” yang mengakomodasi dialog dalam atau dengan beragam segmentasi kehidupan sehingga wajah islam normative memungkinkan mengalami perubahan walaupun hanya pada sisi periferalnya. Berdasarkan sensus tahun 1990 didapati bahwa Jawa Barat memiliki populasi terbesar dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia yaitu 35. suatu jumlah yang cukup berarti yang dapat dijangkau dengan berbagai media.51%. 4. kebanyakan dari mereka hidup di Jawa Barat. Dalam perwujudannya kebergamanan etnisitas komunal ternyata menampakkan diri dalam bentuk local tradition atau tradisi asli dimana islam merupakan sebagai great tradition atau tradisi hebat yang membentuk konsepsi tentang realitas yang mengakomodasi kenyataan sosiokultural masyarakatnya atau suatu komunitas yang dibentuk.1 Sejarah Pada tahun 1998. Diperkirakan 1 juta jiwa hidup di provinsi lain. Walau seperti itu kekentalan dan kelekatan ajaran keislaman masyarakat madura tidak selalu mencerminkan nilai-nilai normative ajaran agamanya. Religiusitas masyarakat suku madura telah dikenal luas sebagai bagian dari keberagaman kaum muslim di Indonesia yang berpegang teguh pada tradisi-tradisi islam yang telah melekat sehingga dapat menepak realitas kehidupan sosial budayanya. Demikian pula penduduk kota mencapai 34. Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese. Hasil penetrasi islam tersebut ke dalam tradisi islam yang diajarkan sehingga dapat menampakkan karakteristik yang khas serta unik bagi masyarakat madura tersebut. Nama mereka sering dianggap sebagai orang Sudan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedi. orientasi pendidikan. Kondisi tersebut dapat dipahami karena penetrasi ajaran islam masyarakat madura yang dipandang relative berhasil masuk ke dalam komunitas suku Madura dalam realitas interaksi dengan kompleksitas variable elemen-elemen sosiokultural yang melingkupinya.memeluk agama islam. Pemahaman dan penafsiran atas ajaran tradisi islam yang normative pada warga suku madura dalam perkembangan yang terjadi berjalan seiring dengan kontekstualitas konkret budaya yang ternyata begitu dipengaruhi oleh lingkup lokalitas. Namun ada juga masyarakat madura yang memeluk agama lain selain islam bukan karena faktor bawaan dari lahir. suku Sunda adalah salah satu kelompok orang yang paling kurang dikenal di dunia. Kendatipun demikian. SUKU SUNDA 4.

karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional. 4. Pakaian Adat/Khas Jawa Barat Suku sunda mempunyai pakaian adat yang sangat terkenal. sejarah mereka telah terjalin melalui bangkitnya nasionalisme yang akhirnya menjadi Indonesia modern.3. d. Rampak Gendang Rampak Gendang ini adalah permainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya. Bahasa Sunda adalah bahasa yang diciptakan dan digunakan sebagai alat komunikasi oleh Suku Sunda. Wayang Golek Wayang Golek ini menampilkan golek yaitu semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik tradisional Jawa Barat yang disebut dengan degung. Pencak Silat Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Kesenian Khas Jawa Barat a. Diantara kebudayaan daerah yang dimiliki oleh suku sunda adalah sebagai berikut: 1. diantaranya pakaian tradisional.Pada abad ini.2 Bahasa Bahasa yang digunakan oleh suku ini adalah bahasa Sunda. 4. pada umumnya dimainkan oleh lebih dari 4 orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. dengan memakai pakaian yang serba hitam.1 Kebudayaan Suku sunda adalah salah satu suku yang memiliki berbagai kebudayaan daerah. dan sebagai alat pengembang serta pendukung kebudayaan Sunda itu sendiri. yaitu kebaya. serta diiringi musik tradisional Jawa Barat yang disebut Musik Jaipong. e. 2. bahasa daerah. Degung Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh 2 orang atau lebih. selain itu musik degung juga digunakan sebagai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya. . b. Selain itu bahasa Sunda merupakan bagian dari budaya yang memberi karakter yang khas sebagai identitas Suku Sunda yang merupakan salah satu Suku dari beberapa Suku yang ada di Indonesia. dan lain sebagainya. kesenian tradisional. c. Jaipong Jaipong menampilkan penari dengan menggunakan pakaian kebaya.

seperti menjadi penjaja makanan keliling. f. seniman. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput.menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang. Profesi pedagang keliling banyak pula dilakoni oleh masyarakat Sunda. Sampai abad ke-19. Selain bertani. Kuda Lumping Kuda Lumping dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. yang dalam bahasa sunda disebut Sinden. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Selain Islam juga terdapat penganut Katolik. meskipun kebanyakan berupa wirausaha kecil-kecilan yang sederhana. membuka warung atau rumah makan. masyarakat Sunda seringkali memilih untuk menjadi pengusaha dan pedagang sebagai mata pencahariannya. distro. dan Sandiaga Uno merupakan contoh-contoh pengusaha berdarah Sunda yang berhasil. Profesi lainnya yang banyak dilakoni oleh orang Sunda adalah sebagai pegawai negeri. Chairul Tanjung dan Eddy Kusnadi Sariaatmadja bahkan masuk ke dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia yang dirilis majalah Forbes pada tanggal 29 November 2012.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Pada saat ini sebagian besar masyarakat Sunda menganut agama Islam. terutama asal Tasikmalaya dan Garut. Kristen. dan Buddha. diplomat dan pengusaha. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang. rental mobil dan jual beli kendaraan bekas. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. membuka toko barang kelontong dan kebutuhan sehari-hari. Chairul Tanjung. Hindu. cafe. di daerah perkotaan ada pula yang membuka usaha percetakan. banyak dari masyarakat Sunda yang berladang secara berpindah-pindah. 4. serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya Iket. dokter.4 Mata Pencaharian Mayoritas masyarakat Sunda berprofesi sebagai petani dan berladang. h. g. 4. Kacapi Suling Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan. Dalam masyarakat Sunda mengenal tahap kehidupan seseorang yang ditandai dengan berbagai upacara dan . penyanyi. Sisingaan Sisingaan ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan 4 dan terompet. atau membuka usaha cukur rambut. Eddy Kusnadi Sariaatmadja. ini disebabkan tanah Sunda yang subur.

turun tanah. Hidangan selamatan tidak jauh berbeda dengan adat Jawa. baik sekarang dan masa depan. Sedangkan bagi para pemuda. merekapun harus bersiap diri untuk menghadapi musim paceklik. Bahasa suku Dani termasuk keluarga bahasa Melansia dan bahasa Papua tengah (secara umum). Banyak eksplorasi di dataran tinggi pedalaman Papua yang dilakukan. Ini terjadi pada tahun 1935. Pengaruh Eropa dibawa ke para Missionaris yang membangun pusat Missi Protestan di Hetegima sekitar tahun 1955. dan sunatan. SUKU DANI 5. budayanyapun menawarkan 6 acara penting lain yang hampir selalu digelar. tetapi mereka tidak beroperasi di Lembah Baliem. yaitu: Sub keluarga Wano di Bokondini.2 Bahasa Bahasa Dani terdiri dari 3 sub keluarga bahasa. Perkampungan yang pertama kali diketahui di Lembah Baliem diperkirakan sekitar ratusan tahun yang lalu. 5. 5. yaitu berupa tumpeng. Kemudian penyidik asal Amerika yang bernama Richard Archold anggota timnya adalah orang pertama yang mengadakan kontak dengan penduduk asli yang belum pernah mengadakan kontak dengan negara lain sebelumnya. seperti: acara perkawinan.3 Kebudayaan Kebudayannya yang mengkhususkan diri untuk menyajikan produk-produk seni dan budayanya.selamatan. bambu atau tombak kayu dan tongkat galian. Kalau sudah begini. alat pengikis. kelahiran. perang suku dianggap sebagai ajang mencari jati diri untuk menjadi manusia sejati. Selamatan dipimpin oleh modin desa (guru ngaji) yang diawali dengan al-Fatihah dan diakhiri juga dengan pembacaan surah al-Fatihah. Kemudian setelah Bangsa Belanda mendirikan kota Wamena maka agama Katholik mulai berdatangan. pisau yang terbuat dari tulang binatang. Salah satu diantaranya yang pertama adalah Expedisi Lorentz pada tahun 1909-1910 (Netherlands). Artinya. Selain tari perang. bila tak ada perang maka jangan harap panen dan ternak babi akan berhasil dan sehat. 5. Sub keluarga Dani Pusat yang terdiri atas logat Dani Barat dan logat lembah Besar Dugawa dan Sub keluarga Nggalik & ndash. kemudian diketahui bahwa penduduk Suku Dani adalah para petani yang terampil dengan menggunakan kapak batu. Yang jadi .1 Sejarah Suku Dani Papua. ulet dan bermartabat demi kemajuan wilayahnya. Salah satunya adalah pertunjukan Pikon atau musik tradisional yang digelar untuk menghibur seluruh pengunjung.

Konsep kepercayaan / keagamaan yang terpenting adalah Atou. Orang Bali Trunyan mempunyai suatu metologi mengenai asal . mata pencaharian suku bangsa Dani adalah beternak babi. tulangtulangnya untuk pisau dan hiasan. Lembah Baliem kerap menjadi arena perang oleh suku-suku yang bertikai dan menjadi arena pembantaian mereka yang berperang demi kejayaan suku yang dibanggakannya. 5. kekuatan menyembuhkan penyakit dan menolak bala.kebanggaan budaya suka Dani yaitu terdapatnya Lembah Baliem yang menjadi tempat penyelenggaraan festival budaya tahunan terbesar di tanah Papua ini. yang menyebutkan bahwa terdapat sekelompok suku-suku primitif yang hidup di lembah ini. Lembah sepanjang 80 km dan lebar 20 km ini masuk dalam peta dunia.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Dasar religi masyarakat Dani yaitu menghormati roh nenek moyang dan juga diselenggarakannya upacara yang dipusatkan pada pesta babi. Selain sebagai „rumah‟. Babi dipelihara dalam kandang yang bernama wamai. Selain itu juga adanya Kaneka Hagasir yaitu upacara keagamaan untuk menyejahterakan keluarga masyarakat serta untuk mengawali dan mengakhiri perang. kekuatan menjaga kebun.1 Sejarah Bali Aga adalah salah satu subsuku bangsa Bali yang menganggap mereka sebagai penduduk bali yang asli. dan darahnya untuk perlengkapan upacara adat. Istilah Bali Aga dianggap memberi arti orang gunung yang bodoh karena mereka berada didaerah pegunungan yang masih kawasan pedalaman dan belum terjemah oleh teknologi. kekuatan menyuburkan tanah untuk menghormati nenek moyangnya. babi memiliki manfaat yang cukup banyak. yang berasal dari keturunan Majapahit. 5. Penduduk Bali Aga bertempat tinggal di pegunungan karena mereka menghindari diri dari pendatang yaitu yang disebut Bali Hindu. yaitu kekuatan sakti para nenek moyang yang diturunkan secara patrilineal (diturunkan kepada anak laki-laki). suku Dani membuat lambang nenek moyang yang disebut Kaneka. Kekuasaan sakti ini antara lain. Bagi suku bangsa Dani. Selain berkebun. Bali Aga disebut dengan Bali pegunungan yang mana sejumlah suku Bali Aga terdapat di Desa Trunyan. 6. SUKU BALI AGA 6. antara lain dagingnya untuk dimakan.4 Mata Pencaharian Mata pencaharian suku bangsa Dani adalah bercocok tanam ubi kayu dan ubi jalar yang disebut hipere.

Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga dan bahasa asing utama bagi masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri pariwisata.mula mereka yang menyebutkan adanya seorang dewi dari langit yang merupakan wanita leluhur. Anak perempuan itu kemudian menikah dengan Raja Jawa dan dari merekalah penduduk Trunyan atau bali Aga berasal. Tetapi saat ini. 6. 6.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Kepercayaan yang dominan bernafaskan Hindu tersebut menyimpan berbagai upacara keagamaan. Sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Dewa Yadnya.3 Kebudayaan Pulau Bali merupakan provinsi Indonesia yang sebagian besar penduduknya memeluk agama yang sama yaitu Hindu. pedagang dan berbagai jasa khususnya bidang kepariwisataan. sudah banyak yang menggunakan bahasa Indonesia. budaya hindu bali yang mereka anut. Aktivitas upacara keagamaan pada masyarakat Bali Aga muncul dalam frekuensi yang tinggi. . 6.4 Mata Pencaharian Mata pencaharian penduduk beranekaragam yang meliputi pekerjaan sebagai petani. pengerajin. merupakan upacara yang ditujukan kepada roh–roh leluhur dan terdiri dari serangkaian upacara. 2. Manusa Yadnya. Bercocok tanam di ladang merupakan mata pencaharian pokok masyarakat Bali Aga dan sebagian besar masyarakat bali adalah petani. Jenis pertanian meliputi pertanian sawah dan perkebunan. meliputi upacara dari masa kehamilan sampai dengan masa dewasa. atas kekuatan sang surya dewi ini hamil dan melahirkan sepasang anak kembar banci dan perempuan.2 Bahasa Suku Bali Aga sebagian besar menggunakan bahasa Bali yang pengucapannya lebih kasar. 3. Pitra Yadnya. hal ini terjadi karena masyarakat bali mempunyai kesadaran akan kebudayaan yang tinggi untuk mempertahankan kebudayaannya. 6. budha dan kepercayaan bali Aga. merupakan perpaduan antara agama hindu yang datang dari india. Keseluruhan jenis upacara digolongkan ke dalam 5 macam (pancayadnya) yaitu: 1. merupakan upacara–upacara yang diselenggarakan pada pura atau kuil keluarga. Seluruh aspek kehidupan Bali juga sangat dipengaruhi oleh adat-istiadat.

maka berjalan kaki merupakan satu-satunya cara untuk mencapai daerah perkampungan satu dengan lainnya.4. Secara umum. Bhuta Yadnya. Suku Asmat termasuk ke dalam suku Polonesia. seperti bahasa indonesia.2 Bahasa Di dalam suku Asmat juga memiliki bahasa yang khas dan hanya orang daerah tersebut yang tahu. . Disamping itu. Sebagaimana suku lainnya yang berada di wilayah ini. sebuh penelitian mengatakan ratusan suku yang sama memiliki bahasanya sendiri untuk berkomunikasi. SUKU ASMAT 7. kondisi fisik anggota masyarakat Suku Asmat. Sedangkan jarak antara perkampungan dengan kecamatan sekitar 70 km. berperawakan tegap. yaitu roh-roh halus disekitar manusia yang dapat mengganggu kehidupan manusia. Dengan kondisi geografis demikian. bahkan Suku Asmat yang berada di daerah pedalaman. dikelilingi oleh hutan heterogen yang berisi tanaman rotan. 7. Mereka mengunakan bahasa tersebut karena keturunan dari nenek moyang mereka. 5. kayu (gaharu) dan umbi-umbian dengan waktu tempuh selama 1 hari 2 malam untuk mencapai daerah pemukiman satu dengan yang lainnya. meskipun sudah beberapa orang yang mengerti bahasa indonesia tetapi mereka tak ingin bahasa nenek moyang mereka di hilangkan. ialah upacara yang diselenggarakan dalam rangka pelantikan seorang pendeta. Papua Nugini. Ada banyak bahasa dalam suku asmat. makanya jangan heran jika di suatu wilayah terdapat bahasa yang berbeda beda. dan banyak dari tetua adat yang sudah mengetahui bahasa indonesia sehingga ada kemungkinan untuk para warganya juga bisa memahaminya tanpa menghilangkan bahasa khas adat mereka. yang juga terdapat di New Zealand. meliputi upacara–upacara yang ditujukan kepada „bhuta‟ dan „kala‟.1 Sejarah Suku Asmat berada di antara Suku Mappi. 7. maka daripada itu harus ada bahasa pemersatu yang familiar. Bahasa suku asmat sangat banyak peranannya selain untuk berkomunikasi juga untung saling bercengkrama dan digunakan pula untuk mendamaikan orang bertikai. Suku Asmat ada yang tinggal di daerah pesisir pantai dengan jarak tempuh dari 100 km hingga 300 km. Yohukimo dan Jayawijaya di antara berbagai macam suku lainnya yang ada di Pulau Papua. Resi Yadnya. hidung mancung dengan warna kulit dan rambut hitam serta kelopak matanya bulat.

dan ukiran umumnya mereka buat tanpa sketsa. struktur sosial dan ritual. arwah orang sudah meninggal akan mengganggu manusia. dan sebagainya. Bahkan. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai. bencana bahkan peperangan. Ada banyak pertentangan di antara desa berbeda Asmat. Ukiran bagi suku asmat bisa menjadi penghubung antara kehidupan masa kini dengan kehidupan leluhur. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Cara menggunakannyapun cukup simple. Bagi suku asmat mengukir patung adalah saat di mana mereka berkomunikasi dengan leluhur yag ada di alam lain. Sekarang. pesta perahu. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga. Dalam kehidupan suku Asmat “batu” yang biasa kita lihat dijalanan ternyata sangat berharga bagi mereka. cara hidup. Percaya sebelum memasuki surga. Otaknya dibungkus daun sago yang dipanggang dan dimakan. Suku asmat memiliki cara yang sangat sederhana untuk merias diri mereka. kira-kira 100 sampai 1000 orang hidup di satu kampung. Ketika musuh dibunuh. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. Namun kini membuat patung bagi suku asmat tidak sekadar memenuhi panggilan tradisi. hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air. pesta topeng. penduduk kampung syuru juga amat piawai membuat ukiran seperti suku asmat umumnya. Semua itu disebabkan karena tempat tinggal suku Asmat yang membetuk rawa-rawa sehingga sangat sulit menemukan batu-batu jalanan yang sangat berguna bagi mereka untuk membuat kapak. Maka. Itu dimungkinkan karena mereka mengenal 3 konsep dunia: Amat ow capinmi (alam kehidupan sekarang). dan pesta ulat sagu. palu. dan Safar (surga). Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggalkan kepalanya. Sedangkan warnah hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. Gangguan bisa berupa penyakit. mayatnya dibawa ke kampung. Yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai Suku Asmat untuk membunuh musuhnya. Sebab hasil ukiran itu juga mereka jual kepada orang asing di saat pesta ukiran. batu-batu itu bisa dijadikan sebagai mas kawin. pewarna itu sudah bisa digunkan untuk mewarnai tubuh. kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk dimakan bersama. Setiap kampung punya satu rumah Bujang dan banyak rumah keluarga. Rumah Bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. Konon patung bis adalah bentuk patung yang paling sakral. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek. Dampu ow campinmi (alam pesinggahan roh yang sudah meninggal). mereka yang masih hidup membuat patung dan mengelar pesta seperti pesta patung bis (Bioskokombi). di setiap ukiran bersemayam citra dan penghargaan atas nenek moyang mereka yang sarat dengan kebesaran suku asmat. Mereka .7.3 Kebudayaan Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. demi menyelamatkan manusia serta menebus arwah. patung. Mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. Selain budaya.

baik kaum pria maupun wanita melakukannya di ladang atau kebun. Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu masalah tanah. Sistem mata pencaharian meliputi : berburu dan meramu. bercocok tanam di ladang. • Kematian. tetapi bila masyarakat umum. masyarakat Suku Asmat pun melalui berbagai proses. Di samping itu ada kebiasaan membagi hasil buruan kepada kerabat maupun tetangga. karena tanahnya subur. proses ini berlaku bagi seorang baik pria maupun wanita yang telah berusia 17 tahun dan dilakukan oleh pihak orang tua lelaki setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan dan melalui uji keberanian untuk membeli wanita dengan mas kawinnya piring antik yang berdasarkan pada nilai uang kesepakatan kapal perahu Johnson. Seperti masyarakat pada umumnya. Proses ini dijalankan dengan iringan nyanyian berbahasa Asmat dan pemotongan ruas jari tangan dari anggota keluarga yang ditinggalkan.4 Mata Pencaharian Pada masyarakat yang tingkat peradaban atau kebudayaan masih sederhana. . • Kelahiran. maka jasadnya disimpan dalam bentuk mumi dan dipajang di depan joglo suku ini. ada peristiwa yang unik lainnya dimana anak babi disusui oleh wanita suku ini hingga berumur 5 tahun. • Pernikahan. bakal generasi penerus dijaga dengan baik agar dapat lahir dengan selamat dengan bantuan ibu kandung atau ibu mertua. 7. tetapi lambat laun diganti dengan bercocok tanam menetap: bercocok tanam di ladang terdapat di daerah rimba tropik terutama di Asia Tenggara.tahu hasil ukiran tangan dihargai tinggi antara Rp. selama proses ini berlangsung. Selanjutnya. jasadnya dikuburkan. bila kepala suku atau kepala adat yang meninggal. 100 ribu hingga jutaan rupiah diluar papua. yaitu : • Kehamilan. bila ternyata ada kekurangan dalam penafsiran harga perahu Johnson. Bercocok tanam dengan irigasi timbul di berbagai dunia yang terletak di perairan sungai besar. disaat prianya pulang dari berburu dan wanitanya sedang berkerja di ladang. dalam menjalankan proses kehidupannya. alat yang terbuat dari bambu yang dilanjarkan. mata pencahariannya juga bersifat sederhana. Untuk meningkatkan hasil berburu biasanya dengan teknik tertentu misalnya dengan cara ilmu ghaib. Dalam memenuhi kebutuhan biologisnya. Berburu dan meramu merupakan bentuk mata pencaharian yang tertua dan terjadi di berbagai tempat di dunia. Selanjutnya. bercocok tanam dengan irigasi. maka pihak pria wajib melunasinya dan selama masa pelunasan pihak pria dilarang melakukan tindakan aniaya walaupun sudah diperbolehkan tinggal dalam 1 atap. tak lama setelah si jabang bayi lahir dilaksanakan upacara selamatan secara sederhana dengan acara pemotongan tali pusar yang menggunakan Sembilu. berternak dan mencari ikan. diberi ASI sampai berusia 2 tahun atau 3 tahun. Sisanya diproses dan dijual kepada msyarakat luar dan ke pasar-pasar. Bercocok tanam di ladang merupakan bentuk bercocok tanam tanpa irigasi.

1 Sejarah Asal nama sasak kemungkinan berasal dari kata sak-sak yang artinya sampan. suku bangsa Asmat sekarang ini merupakan keturunan dewa yang turun dari dunia ghaib. distribusi dan pemasaran. Arwah nenek moyang yang jahat. Dewa-dewa itu turun ke bumi dan mendarat di suatu tempat di pegunungan. nyanyian dan tarian serta peragaan kisah petualangan dewa Fuumeripitsy dengan gerakan dan dialog. YakniLombok Sasak Mirah Adhi. Dalam tradisi lisan warga setempat kata sasak dipercaya berasal dari kata "sa'-saq" yang artinya yang satu. yang disebut Yi – ow 2. yang disebut Osbopan 3. Dari sana mereka berpetualang dengan berbagai tantangan menelusuri sungai hingga tiba di daerah mana suku Asmat berdiam saat ini. SUKU SASAK 8. mengukir topeng.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Dalam kepercayaan masyarakat Asmat. Masyarakat Asmat mempercayai macam-macam roh yang digolongkan ke dalam 3 jenis. Berternak biasanya dilakukan di daerah sabana. yaitu : 1. Maka jika digabung kata Sa' Saq Lomboq artinya sesuatu yang lurus. Lombo Mirah Sasak Adi adalah salah satu kutipan dari kakawin Nagarakretagama ( . atau pembuatan patung. Arwah nenek moyang yang baik. Dalam Kitab Negara Kertagama kata Sasak disebut menjadi satu dengan Pulau Lombok.modal. Mencari ikan juga merupakan mata pencaharian yang tua ini dilakukan manusia zaman purba yang hidup di dekat sungai. konsumsi. Arwah nenek moyang yang jahat akibat orang itu mati konyol disebut Dambin – ow Orang Asmat juga mengenal macam-macam upacara keagamaan untuk berkomunikasi dengan arwah nenek moyangnya. 8. 7. antara lain dengan menghiasi perisai. Banyak juga yang menerjemahkannya sebagai jalan yang lurus. stepa dan gurun. Salah satu dewa yang dikenal adalah Fuumeripitsy yang dianggap sebagai nenek moyang suku Asmat di teluk Flaminggo. Pembuatan benda-benda ini biasanya dimeriahkan dengan pesta makan. tenaga kerja dan masalah teknologi tentang irigasi. Kemudian Lombok berasal dari kata Lomboq yang artinya lurus. unta kambing dan domba. Di Asia tengah memelihara kuda. danau atau laut.

Kesenian slober alat musik tradisional Lombok yang tergolong cukup tua. dan Kasar (bahasa pasar). ditaburkan ke sawah untuk kesuburan padi. gubanan Mpu Prapanca. Bahasa ini mempunyai gradasi sebagaimana Bahasa Bali dan Bahasa Jawa. Satu kelompok pepaos terdiri dari 3-4 orang: satu orang sebagai pembaca. Lomba Memaos atau lomba membaca lontar merupakan lomba menceritakan hikayat kerajaan masa lampau. obat kuat. c. Bahasa Sasak mirip dan serumpun dengan Bahasa Bali. b. Nilai-nilai yang berkembang di dalamnya selalu mengedepankan rasa saling menghormati dan rasa kebersamaan yang . 8. "Mirah" berarti permata. Periseian. 8. mencerminkan nuansa kemasyarakatan yang tetap berpegangan kepada petunjuk dan aturan yang berlaku di tempat permainan itu. Bahasa Sasak ini juga dipakai oleh masyarakat Pulau Lombok. Begasingan. Walau perkelahian cukup seru bahkan tak jarang terjadi cidera hingga mengucurkan darah di dalam arena. Kesenian ini tak lepas dari upacara ritual dan musik yang membangkitkan semangat untuk berperang. Slober. Lomba Memaos. a.3 Kebudayaan Hingga saat ini di Lombok yang terkenal suku Sasaknya terdapat berbagai macam budaya daerah. lauk-pauk. Bau Nyale. Berikut adalah beberapa kebudayaan yang masih berkembang di suku Sasak. Inilah pepadu Sasak. sebuah kitab yang mnemuat tentang kekuasaan dan kepemerintahaan kerajaan Majapahit.2 Bahasa Selain bahasa Indonesia. e. satu orang sebagai pejangga. dan lainnya yang bersifat magis sesuai dengan keyakinan masing-masing. Pertandingan akan dihentikan jika salah satu pepadu mengeluarkan darah atau dihentikan oleh juri. yang merupakan aset daerah yang perlu dilestarikan sebagai peninggalan nenek moyang. kata "lombok" dalam bahasa kawi berarti lurus atau jujur. bau nyale dipergunakan untuk bermacam-macam keperluan seperti santapan (emping nyale). Tujuan pembacaan cerita ini untuk mengetahui kebudayaan masa lampau dan menanamkan nilai-nilai budaya pada generasi penerus. Kesenian ini salah satu kesenian yang masih eksis sampai saat ini yang biasanya dimainkan pada setiap bulan purnama. Bagi masyarakat Sasak. "sasak" berarti kenyataan dan "adi" artinya yang baik atau yang utama. Halus Biasa. Maka Lombok Mirah Sasak Adi berarti kejujuran adalah permata kenyataan yang baik atau utama. bahasa sehari-hari yang digunakan Suku Sasak adalah bahasa Sasak. melainkan sudah termasuk ke dalam kebudayaan Indonesia. Upacara ini diadakan setahun sekali. yaitu Bahasa Dalem. tetapi di luar arena para pepadu menjunjung tinggi sportifitas dan tidak ada dendam di antara mereka. propinsi Nusa Tenggara Barat. dan satu orang sebagai pendukung vokal. Bahasa sasak mengenal tingkatan bahasa. Alatalat musiknya sangat unik dan sederhana yng terbuat dari pelepah enau dengan panjang 1 jengkal dan lebar 3 cm. Festival periseian diadakan setiap tahun di Kabupaten Lombok Timur dan diikuti oleh pepadu sepulau Lombok. d.Desawarnana ). Kebudayaan Sasak bukan hanya milik Lombok.

ancok. kodong. demikian juga pembawa petuk. Sabuk Belo biasanya dikeluarkan pada saat peringatan Maulid Bleq bertepatan dengan 12 Rabiul Awal tahun Hijriah. cukup kuat serta utuh dalam melaksanakan suatu tujuan di mana selalu menjunjung tinggi nilai-nilai luhur. kelewang (pedang bersisi tajam satu). jagung. h. barang logam. Selain itu. bajak (tenggale). Mereka beternak sapi. tenunan. dan diiringi dengan gendang beleq serta syair-syair yang menceritakan tentang keperkasaan dan perjuangan. barang dari tanah liat. Mata Pencaharian Secara tradisional mata pencaharian terpenting dari sebagian besar orang Sasak adalah dalam lapangan pertanian. Prosesi acara ini dipimpin oleh pemangku yang diiringi oleh kiai. Gendang Beleq. kedelai. upacara ini dilakukan sebagai simbol ikatan persaudaraan.4 8. tameng. Mata pencaharian lain adalah usaha kerajinan tangan berupa anyaman. ukir-ukiran. padi ladang. Penghulu dan seluruh warga dengan menggunakan pakaian adat membawa sesajen (dulang) serta ayam yang akan dipakai untuk melaksanakan upacara. Upacara pengeluaran Sabuk Bleq ini diawali dengan mengusung keliling kampung secara bersama-sama yang diiringi dengan tetabuhan gendang beleq yang dilanjutkan dengan praja mulud dan diakhiri dengan memberi makan kepada berbagai jenis makhluk. Sabuk Belo. Bila datu (raja) ikut berperang. sorgum. dan lain-lain. dan lelontok. Menurut kepercayaan masyarakat setempat. Upacara Bebubus Batu dilaksanakan setiap tahunnya yang dimaksudkan adalah untuk meminta berkah kepada Sang Pencipta. Pada waktu dimainkan. Dalam rangka mata pencaharian tadi mereka menggunakan teknologi berupa pacul (tambah). dan lain-lain. alat untk meratakan tanah (rejak). 8. barang-barang dari rotan. mereka mengusahakan kebun kelapa. copek. Tandang Mendet merupakan tarian perang. maka payung agung akan digunakan.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Majoriti orang Sasak adalah penganut agama Islam yang ortodoks dan mereka dikenali sebagai penganut Wektu Lima. ubi jalar. parang. Sekarang. g. Istilah Wektu Lima ini digunakan . Bila terjadi perang berfungsi ia sebagai komandan perang. Di daerah pantai mereka juga menjadi nelayan. Tarian ini dimainkan oleh belasan orang yang berpakaian lengkap dengan membawa tombak. tebu. pembawa gendang beleq akan memainkannya sambil menari. persatuan dan gotong royong serta rasa kasih sayang di antara makhluk Tuhan. persahabatan. Perternakan merupakan mata pencaharian sambilan. dimainkan bila ada pesta-pesta kerajaan.f. Gendang Beleq dapat dimainkan sambil berjalan atau duduk. fungsi payung ini ditiru dalam upacara perkawinan. kacang tanah. ubi kayu. i. kerbau dan unggas. Wektu Lima atau Waktu Lima merujuk kepada amalan orang Islam yang bersembahyang lima kali sehari. Bebubus Batu. Tandang Mendet. tembakau. Dalam lapangan pertanian mereka bertanam padi sawah. sedang copek sebagai prajuritnya. kopi. sabuk yang panjangnya 25 meter dan merupakan warisan turun temurun masyarakat Lombok khususnya yang berada di Lenek Daya.

Tana Toraja awalnya merupakan subdivisi dari kerajaan Luwu yang mengklaim wilayah tersebut. Terdapat juga sebuah kumpulan kecil orang Sasak yang digelar Bodha (jumlah: 8000 orang) yang menduduki kampung Bentek dan di curam Gunung Rinjani. Belanda melihat suku Toraja yang menganut animisme sebagai target yang potensial untuk dikristenkan. dan hanya sedikit . Golongan besar Wetu Telu juga boleh didapati di Mataram. terletak antara Vietnam utara dan Cina selatan. dan Indonesia mengakuinya sebagai suatu kabupaten pada tahun 1957. namun akhirnya pindah ke dataran tinggi. Agama mereka tidak mempunyai pengaruh Islam dan amalan utama mereka adalah memuja dewa-dewa animisme. Sembalun. Belanda mulai menancapkan kekuasaan perdagangan dan politik di Sulawesi melalui Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC). Belanda mulai khawatir terhadap pesatnya penyebaran Islam di Sulawesi selatan. Sebetulnya. usaha-usaha Belanda tersebut tidak merusak budaya Toraja. 9. adalah tempat asal suku Toraja. mereka mengacuhkan wilayah dataran tinggi Sulawesi tengah (tempat suku Toraja tinggal) karena sulit dicapai dan hanya memiliki sedikit lahan yang produktif. Loyok dan Pasugulan. Terdapat ramai penganut Wetu Telu di sekitar pulau Lombok tetapi bilangan mereka yang paling banyak adalah di kampung Bayan. Pada akhir abad ke-19. Bumbung.untuk membedakan mereka dari orang Sasak yang mengamalkan agama Islam tempatan yang dikenali sebagai Wetu Telu. yang paling tinggi dikenali sebagai Batara Guru. penganut agama Bodha sedang diajarkan mengenai agama Buddha yang ortodoks oleh sami-sami yang dihantar oleh persatuan besar Buddha terbesar negara Indonesia. Selain menyebarkan agama. 9. Beberapa orang Toraja telah dipindahkan ke dataran rendah secara paksa oleh Belanda agar lebih mudah diatur. Sebuah garis digambarkan di sekitar wilayah Sa'dan dan disebut Tana Toraja. Tuhan yang lain adalah Batara Sakti and Batara Jeneng bersama isteri mereka Idadari Sakti dan Idadari Jeneng. misi penyebaran agama Kristen mulai dijalankan dengan bantuan pemerintah kolonial Belanda. Agama Bodha mempercayai adanya lima tuhan yang besar. Tetebatu. yang hanya bersembahyang tiga kali sehari.1 SUKU TORAJA Sejarah Dulu ada yang mengira bahwa Teluk Tonkin. Pujung. Belanda juga menghapuskan perbudakan dan menerapkan pajak daerah. Misionaris Belanda yang baru datang mendapat perlawanan kuat dari suku Toraja karena penghapusan jalur perdagangan yang menguntungkan Toraja. Belanda memberikan Tana Toraja status regentschap. Sade. terutama di antara suku Makassar dan Bugis. imigran tersebut tinggal di wilayah pantai Sulawesi. Ajaran agama Hindu dan Buddha juga dimasukkan di dalam upacara agama mereka. Namun kini. Pada tahun 1920-an. Senaru. Sengkol. Pada tahun 1946. Meskipun demikian. tempat di mana agama itu dilahirkan. Sejak abad ke-17. Rambitan. Pajak ditetapkan pada tingkat yang tinggi. dengan tujuan untuk menggerogoti kekayaan para elit masyarakat. Selama dua abad. Awalnya. orang Toraja hanya salah satu kelompok penuture bahasa Austronesia.

hanya 10% orang Toraja yang berubah agama menjadi Kristen. yang diperkenalkan sejak masa penjajahan. ia harus diterima sebagai bagian dari salah satu agama resmi. dan suku Toraja berupaya menentang dekret tersebut. Tongkonan. Pada tahun 1965. Aluk To Dolo dilegalkan sebagai bagian dari Agama Hindu Dharma. Kristen Protestan. hanya keluarga bangsawan yang berhak menggelar pesta pemakaman yang besar. beberapa dialek Toraja menjadi terpengaruh oleh bahasa lain melalui proses transmigrasi. Penduduk Muslim di dataran rendah menyerang Toraja pada tahun 1930-an. Mamasa. Pada mulanya. Ukiran kayu. dengan Sa'dan Toraja sebagai dialek bahasa yang utama.[1] akan tetapi bahasa Toraja pun diajarkan di semua sekolah dasar di Tana Toraja. ritual yang paling penting dan berbiaya mahal. Perang gerilya yang berlangsung selama 15 tahun tersebut turut menyebabkan semakin banyak orang Toraja berpindah ke agama Kristen. Talondo' . Kepercayaan asli Toraja (aluk) tidak diakui secara hukum. sebuah dekret presiden mengharuskan seluruh penduduk Indonesia untuk menganut salah satu dari lima agama yang diakui: Islam. Katolik.orang Toraja yang saat itu menjadi Kristen. Antara tahun 1951 dan 1965 setelah kemerdekaan Indonesia. Sulawesi Selatan mengalami kekacauan akibat pemberontakan yang dilancarkan Darul Islam. Untuk menunjukkan kosep keagamaan dan sosial. suku Toraja membuat ukiran kayu dan menyebutnya Pa'ssura (atau "tulisan"). maka biaya upacara pemakamannya akan semakin mahal.3 Kebudayaan 1. 9. banyak orang Toraja yang ingin beraliansi dengan Belanda berpindah ke agama Kristen untuk mendapatkan perlindungan politik. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional adalah bahasa resmi dan digunakan oleh masyarakat. Untuk membuat aluk sesuai dengan hukum. 3. Pesta pemakaman seorang bangsawan biasanya dihadiri oleh ratusan orang dan . pusat kehidupan sosial suku Toraja. dan agar dapat membentuk gerakan perlawanan terhadap orang-orang Bugis dan Makassar yang beragama Islam. Ragam bahasa di Toraja antara lain Kalumpang. dan termasuk dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia dari bahasa Austronesia. Ritual yang berhubungan dengan tongkonan sangatlah penting dalam kehidupan spiritual suku Toraja oleh karena itu semua anggota keluarga diharuskan ikut serta karena Tongkonan melambangan hubungan mereka dengan leluhur mereka. Pada tahun 1950. dan Toraja-Sa'dan. Tae' . Setelah adanya pemerintahan resmi di Tana Toraja. Toala' . 9. Oleh karena itu. yang bertujuan untuk mendirikan sebuah negara Islam di Sulawesi. Upacara pemakaman. 2. sifat geografis Tana Toraja yang terisolasi membentuk banyak dialek dalam bahasa Toraja itu sendiri.2 Bahasa Bahasa Toraja adalah bahasa yang dominan di Tana Toraja. Akibatnya. Semakin kaya dan berkuasa seseorang. ukiran kayu merupakan perwujudan budaya Toraja. Dalam agama aluk. Hal itu adalah penyebab utama dari keragaman dalam bahasa Toraja. Pada tahun 1969. Hindu dan Buddha.

Kopi Toraja. Antara tahun 1984 dan 1997. 4. misalnya Pa'pelle yang dibuat dari daun palem dan dimainkan pada waktu panen dan ketika upacara pembukaan rumah 9. Masyarakat Toraja. seperti pada tarian Ma'bondensan.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Sistem kepercayaan tradisional suku Toraja adalah kepercayaan animisme politeistik yang disebut aluk. misalnya tarian Manimbong yang dilakukan oleh pria dan kemudian diikuti oleh tarian Ma'dandan oleh perempuan. 9. Suku Toraja juga mempunyai alat musik lainnya. ketika alat ini dimainkan bersama sekelompok pria yang menari dengan tidak berbaju dan berkuku jari panjang. juga sebagai tempat lumbung padi. khususnya generasi muda. dan ayam yang dibutuhkan terutama untuk upacara pengorbanan dan sebagai makanan. Musik dan Tarian. dan berbagai perangkat pemakaman lainnya yang dibuat oleh keluarga yang ditinggalkan. Dengan dimulainya Orde Baru pada tahun 1965. menjadi pemandu wisata. leluhur orang Toraja datang dari surga dengan menggunakan tangga yang kemudian digunakan oleh suku Toraja sebagai cara berhubungan dengan Puang Matua. Sebuah tarian yang disebut Ma'bua hanya bisa dilakukan 12 tahun sekali. atau "jalan" (kadang diterjemahkan sebagai "hukum"). Suling berlubang enam ini dimainkan pada banyak tarian. Agama Aluk mengatur kapan dan bagaimana suku Toraja menari. Perpindahan ini terjadi sampai tahun 1985.4 Mata Pencaharian Sebelum masa Orde Baru. Kopi Arabika ini terutama dijalankan oleh pengusaha kecil. Satu-satunya industri pertanian di Toraja adalah pabrik kopi Jepang. atau menjual cinderamata. babi. Ada beberapa tarian perang. dan ke kota-kota di Sulawesi dan Jawa. ekonomi Toraja bergantung pada pertanian dengan adanya terasering di lereng-lereng gunung dan bahan makanan pendukungnya adalah singkong dan jagung. . Alat musik tradisional Toraja adalah suling bambu yang disebut Pa'suling. banyak yang berpindah untuk bekerja di perusahaan asing. selain sebagai tempat pelayat yang hadir. Ma'bua adalah upacara Toraja yang penting ketika pemuka agama mengenakan kepala kerbau dan menari di sekeliling pohon suci. Toraja lalu dkenal sebagai tempat asal dari kopi Indonesia. ekonomi Indonesia mulai berkembang dan membuka diri pada investasi asing. Timbulnya ketidakstabilan politik dan ekonomi Indonesia pada akhir 1990-an (termasuk berbagai konflik agama di Sulawesi) telah menyebabkan pariwisata Toraja menurun secara drastis. Banyak perusahaan minyak dan pertambangan Multinasional membuka usaha baru di Indonesia. masyarakat Toraja memperoleh pendapatan dengan bekerja di hotel. Banyak waktu dan tenaga dihabiskan suku Toraja untuk berternak kerbau. Mereka pergi ke Kalimantan untuk kayu dan minyak. ke Papua untuk menambang. Dalam mitos Toraja. suku Toraja bernyanyi dan menari selama musim panen. Tarian Ma'bugi dilakukan untuk merayakan Hari Pengucapan Syukur dan tarian Ma'gandangi ditampilkan ketika suku Toraja sedang menumbuk beras. Ekonomi Toraja secara bertahap beralih menjadi pariwisata berawal pada tahun 1984. Sebuah tempat prosesi pemakaman yang disebut rante biasanya disiapkan pada sebuah padang rumput yang luas.berlangsung selama beberapa hari.

menurut aluk. Mereka datang sebagai ulama dan berdagang. Pada awalnya. orang Kristen Toraja tidak diperbolehkan menghadiri atau menjalankan ritual kehidupan. yang semuanya merupakan marga marga bangsa Arab asal Yaman. Keturunan India dapat ditemukan tersebar di seluruh Aceh. bumi adalah tempat bagi umat manusia. dan menghilangkan nama marganya. ritual kematian masih sering dilakukan hingga saat ini. praktik pertanian. ditutupi dengan atap berbetuk pelana. Bangsa Arab yang datang ke Aceh banyak yang berasal dari provinsi Hadramaut (Negeri Yaman).dewa pencipta Alam semesta. Hewan tinggal di dunia bawah yang dilambangkan dengan tempat berbentuk persegi panjang yang dibatasi oleh empat pilar. al-Attas. Pong Lalondong (dewa kematian). Leluhur orang Aceh berasal dari Semenanjung Malaysia. al-Kathiri. surga dan bumi menikah dan menghasilkan kegelapan. dan bangsa. dibuktikan dengan marga-marga mereka al-Aydrus. Indo' Ongon-Ongon (dewi gempa bumi). Badjubier. dibuktikan dengan kedatangan Laksamana Cheng Ho. dan juga warisan kebudayaan Hindu Tua (nama-nama desa yang diambil dari bahasa Hindi. Kamboja. dibagi menjadi dunia atas (Surga) dunia manusia (bumi). Saat ini banyak dari mereka yang sudah kawin campur dengan penduduk asli Aceh. dan ritual keagamaan. Cham. tetapi diizinkan melakukan ritual kematian. contoh: Indra Puri). dan lainnya. bangsa Arab dan India dikenal erat hubungannya pasca penyebaran agama Islam di tanah Aceh. kaum. Akibatnya.1 SUKU ACEH Sejarah Penduduk Aceh merupakan keturunan berbagai suku. tetapi juga merupakan gabungan dari hukum. agama. dan kebiasaaan. serta variasi makanan (kari). dan kemudian muncul cahaya. Aluk bukan hanya sistem kepercayaan. Dapat dibuktikan dengan penampilan wajah bangsa Aceh. Aluk mengatur kehidupan bermasyarakat. Suku Toraja percaya bahwa ritual kematian akan menghancurkan jenazah jika pelaksanaannya digabung dengan ritual kehidupan. Sungkar. Bawazier dan lain lain. 10. Tata cara Aluk bisa berbeda antara satu desa dengan desa lainnya. Cochin. Kekuasaan di bumi yang kata-kata dan tindakannya harus dipegang baik dalam kehidupan pertanian maupun dalam upacara pemakaman. disebut to minaa (seorang pendeta aluk). Satu hukum yang umum adalah peraturan bahwa ritual kematian dan kehidupan harus dipisahkan. Indo' Belo Tumbang (dewi pengobatan). dan surga terletak di atas. pemisah. Kedua ritual tersebut sama pentingnya. Sedangkan bangsa India kebanyakan dari Gujarat dan Tamil. tetapi ritual kehidupan sudah mulai jarang dilaksanakan. dan dunia bawah. Di samping itu banyak pula keturunan bangsa asing di tanah Aceh. Pedagang pedagang Tiongkok juga pernah memiliki hubungan yang erat dengan bangsa Aceh. 10. Dewa-dewa Toraja lainnya adalah Pong Banggai di Rante (dewa bumi). Ketika ada para misionaris dari Belanda. yang pernah singgah dan . al-Habsyi. Karena letak geografis yang berdekatan maka keturunan India cukup dominan di Aceh.

untuk mendapatkan makanan sebagian besar dari mereka bekerja sebagai petani dan beternak. Lam No (pesisir barat Aceh). masyarakat yang bermukim di sepanjang pantai pada umumnya menjadi nelayan. alat upacara. Seni lain yang dikembangkan adalah seni kaligrafi Arab. namun telah diolah dan disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang berlaku. dan seudati tunang. tersimpan di Banda Aceh. Seni tari yang terkenal dari Aceh antara lain seudati. yang sekarang dikenal dengan nama Lonceng Cakra Donya. Sejarah mencatat peristiwa ini terjadi antara tahun 1492-1511. masyarakat suku aceh juga ada yang beternak kuda. dan sebagian besar di antara mereka tetap tinggal dan menetap di Lam No. Dalam suku aceh. seperti yang banyak terlihat pada berbagai ukiran mesjid. pada saat itu Lam No di bawah kekuasaan kerajaan kecil Lam No. Di samping itu ada pula keturunan bangsa Portugis.4 Mata Pencaharian Setiap orang untuk yang hidup memerlukan makanan untuk menyambung hidupnya. rumah adat. pala. pimpinan Raja Meureuhom Daya. seudati inong. dan pelaut-pelaut Tiongkok pun menjadikan Aceh sebagai pelabuhan transit utama sebelum melanjutkan pelayarannya ke Eropa. Disamping bertani. pedagang senjata. 10.3 Kebudayaan Corak kesenian Aceh memang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam. cabang dari rumpun bahasa Austronesia. sapi dan kambing yang kemudian untuk . dan sempat singgah dan berdagang di wilayah Lam No. 10. kerbau. Bahasa Aceh adalah sebuah bahasa yang dituturkan oleh suku Aceh yang terdapat di wilayah pesisir. Bahasa Aceh termasuk dalam rumpun bahasa Chamic.2 Bahasa Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Aceh. seperti Hikayat Perang Sabil. dalam nama kota Banda Aceh pun adalah warisan bangsa Persia (Bandar arti: pelabuhan). cabang dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia. Semenjak saat itu hubungan dagang antara Aceh dan Tiongkok cukup mesra. pelatih prajurit dan serdadu perang kerajaan Aceh. cengkeh. Selain itu berkembang seni sastra dalam bentuk hikayat yang bernafaskan Islam. perhiasan. Hingga saat ini masih dapat dilihat keturunan mereka yang masih memiliki profil wajah Eropa yang masih kental. Selain itu juga banyak keturunan bangsa Persia (Iran/Afghan) dan Turki.menghadiahi Aceh dengan sebuah lonceng besar. dan sebagainnya. 10. kelapa dan lain-lain. Bahkan sebutan Banda. dan tidak sedikit juga yang berdagang. yang berlayar hendak menuju Malaka (Malaysia). Mereka adalah keturunan dari pelaut-pelaut Portugis di bawah pimpinan nakhoda Kapten Pinto. mereka pernah datang atas undangan Kerajaan Aceh untuk menjadi ulama. dan saat ini keturunan keturunan mereka kebanyakan tersebar di wilayah Aceh Besar. Namun. Hingga saat ini bangsa Aceh sangat menyukai nama-nama warisan Persia dan Turki. lada. Mata pencaharian pokok suku aceh adalah bertani di sawah dan ladang dengan tanaman pokok berupa padi. di wilayah Kuala Daya. sebagian pedalaman dan sebagian kepulauan di Aceh.

. Untuk masyarakat yang hidup di sepanjang pantai. Di dalam kebudayaan tersebut masih terdapat sisa-sisa kepercayaan animisme dan dinamisme. mereka melakukan kegiatan berdagang secara tetap (baniago). Oleh sebab itu propinsi ini dikenal dengan sebutan "Serambi Mekah".dipekerjakan di sawah atau di jual. umumnya mereka menjadi nelayan dengan mencari ikan yang kemudian untuk menu utama makanan sehari-hari atau dijual ke pasar. Dengan demikian kebudayaan hasil akulturasi tersebut melahirkan corak kebudayaan Islam-Aceh yang khas. Bagi masyarakat yang berdagang. maksudnya "pintu gerbang" yang paling dekat antara Indonesia dengan tempat dari mana agama tersebut berasal.5 Sistem Religi (Kepercayaan) Aceh termasuk salah satu daerah yang paling awal menerima agama Islam. Meskipun demikian kebudayaan asli Aceh tidak hilang begitu saja. 10. sebaliknya beberapa unsur kebudayaan setempat mendapat pengaruh dan berbaur dengan kebudayaan Islam. salah satunya dengan menjajakan barang dagangannya dari kampung ke kampung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful