Macam Macam Lembaga Peradilan Indonesia

Peradilan Umum Peradilan Umum adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya. Peradilan umum juga merupakan salah satu lingkungan peradilan di luar peradilan agama, tata usaha negara dan peradilan militer. Landasan yang mengatur susunan dan kekuasaan peradilan umum adalah Undang-undang Nomor 8 tahun 2004. disebutkan dalam undang-undang tersebut bahwa peradilan umum adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya (pasal 2). Bagian bagian peradilan umum: a) Pengadilan Negeri b) Pengadilan Tinggi c) Mahkamah Agung Pengertian: Pengadilan Negeri adalah pengadilan tingkat pertama yang memberikan putusan terhadap penanganan suatu perkara Pengadilan Tinggi adalah pengadilan tingkat banding yang memutus perkaraperkara dari pengadilan tingkat pertama jika terhadap putusan tersebut belum memberikan suatu kepuasan atau keadilan artinya terhadap suatu putusan jika dilakukan upaya hukum banding belum memperoleh kekuatan hukum yang tetap (in kracht) Mahkamah Agung merupakan pengadilan tingkat terakhir atau kasasi jika dalam putusan banding terdapat kesalahan atau belum memuaskan atau keadilan bagi pihak berperkara Tugas dan Wewenang: Pengadilan Negeri: Menggelar dan memutuskan perkara-perkara hukum yang terjadi di tingkat kota/kabupaten. Pengadilan Tinggi: Pengadilan Tinggi bertugas dan berwenang mengadili perkara pidana dan perkara perdata di Tingkat Banding. Pengadilan Tinggi juga bertugas dan berwenang mengadili di Tingkat Pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antar Pengadilan Negeri di daerah hukumnya. Disamping tugas dan kewenangan sebagaimana tersebut diatas pengadilan juga dapat memberikan keterangan, pertimbangan, dan nasehat tentang

dan hibah. maka perkara tersebut dapat diajukan kembali ke Mahkamah Agung dengan istilah ―Kasasi‖ yang merupakan pengadilan tingkat terakhir dan putusan kasasi mahkamah agung ini merupakan putusan final dan hanya dapat dilakukan PK (peninjauan kembali) yang merupakan upaya hukum luar biasa jika terdapat kesalahan atau bukti baru (novum) Peradilan Agama Pengertian: Pengadilan Agama (biasa disingkat: PA) merupakan sebuah lembaga peradilan di lingkungan Peradilan Agama yang berkedudukan di ibukota kabupaten atau Kota. maka perkara tersebut dapat diajukan kembali ke tingkat nasional oleh Mahkamah Agung. 8 Tahun 2004). maka perkara tersebut dapat dilanjutkan ke Pengadilan Tinggi atau dengan istilah ―Naik Banding‖ jika dalam putusan banding terdapat kesalahan atau belum memuaskan dan belum mendapat keadilan bagi pihak berperkara. Tugas dan wewenang: Sebagai Pengadilan Tingkat Pertama. Pengadilan Agama memiliki tugas dan wewenang untuk memeriksa.hukum kepada Instansi Pemerintah di daerahnya apabila diminta (pasal 52 ayat 1 UU No. jika dalam putusan perkara terdapat kesalahan atau belum memuaskan dan belum mendapat keadilan bagi pihak berperkara. yang dilakukan berdasarkan hukum islam wakaf dan shadaqah Ekonomi syariah Proses hukum: Suatu perkara pertama kali diajukan kepada Pengadilan Agama yang berada di tingkat II (kabupaten/kota). Apabila perkara perkara yang diajukan masih belum memberikan kepuasan ataupun keadilan. Apabila perkara perkara yang diajukan masih belum memberikan kepuasan ataupun keadilan. Mahkamah Agung: Berwenang mengadili pada tingkat kasasi. wasiat. dan menyelesaikan perkaraperkara antara orang-orang yang beragama Islam di bidang: perkawinan warisan. Peradilan Militer Pengertian: . maka perkara tersebut dapat dilanjutkan ke Pengadilan Agama Tinggi yang berada di tingkat I (provinsi). dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan oleh Undang-Undang Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden memberi grasi dan rehabilitasi Proses hukum: Suatu perkara pertama kali diajukan kepada Pengadilan Negeri. menguji peraturan perundangundangan di bawah Undang-Undang. memutus.

maka perkara tersebut dapat diajukan kembali dengan dilakukannya ―KASASI‖ jika masih terdapat kesalahan.Peradilan Militer adalah lembaga peradilan yang mengadili perkara pidana bagi anggota TNI jika melanggar hukum atau berbuat kejahatan. Proses hukum : biasa : Perlawanan /verzet ——. Mahkamah Militer Tinggi: memeriksa dan memutus pada tingkat banding. dan AU. Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan terhadap sengketa Tata Usaha Negara. termasuk sengketa yang timbul dalam bidang tata usaha negara antara orang atau badan hukum perdata dengan badan atau pejabat. Peradilan Militer terdiri dari: Mahkamah Militer Mahkamah Militer Tinggi Mahkamah Militer Agung Tugas dan wewenang: Mahkamah Militer: mengadili dalam tingkat pertama perkara kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota militer yang berpangkat Kapten kebawah didaerah hukumnya. AL. untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.desmissal prosedur Banding Kasasi . maka dapat dilakukan ―BANDING‖ jika dalam putusan perkara banding terdapat kesalahan atau belum memuaskan dan belum mendapat keadilan bagi pihak berperkara. Tugas dan Wewenang: Mengadili masalah masalah ketatausahaan atau keadministrasian. Mahkamah Militer Agung: memutus perselisihan antar Mahkamah Militer Tinggi dan mengadili: *Sekjen Kementerian Pertahanan jika dijabat oleh anggota TNI *Panglima Besar *Kepala staf Angkatan Perang *Kepala staf AD. Apabila perkara perkara yang diajukan masih belum memberikan kepuasan ataupun keadilan. dilakukan Upaya hukum luar biasa( Peninjauan Kembali) Peradilan Tata Usaha Negara Pengertian: Peradilan Tata Usaha Negara merupakan lingkungan peradilan di bawah Mahkamah Agung sebagai pelaku kekuasaan kehakiman yang merdeka. Proses hukum: Suatu perkara pertama kali diajukan kepada Pengadilan Militer sesuai dengan jabatannya. memeriksa dan memutus perkara yang dilakukan seorang yang berpankat Mayor ke atas serta memeriksa dan memutus sengketa mengadili antar-Mahkamah Militer.

korupsi. yaitu: Sidang Panel Sidang Panel merupakan sidang yang terdiri dari tiga orang hakim konstitusi yang diberi tugas untuk melakukan sidang pemeriksaan pendahuluan. . ALASAN PK : Novum baru yang berkaitan dengan keputusan yang dituntut lain dari. Mahkamah Konstitusi RI berkewajiban untuk memutus pendapat DPR bahwa Presiden dan/atu Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. Tugas dan Wewenang: Menurut UUD 1945. atas permintaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). dasar yang sama tapi bertentangan dengan keputusannya. diputus juga lain ada yang kita tuntut tapi tidak diputus kita mampu membuktikan kebohongan yang nyata terbongkar setelah ada keputusan. bila antara pihak yang sama.memutus perselisihan tentang hasil pemlihan umum. Proses Hukum: Mahkamah Konstitusi melakukan 3 jenis persidangan. soal yang sama.memutus pembubaran partai politik.Luas biasa : PK Pasal 48 : kalau ada upaya administrasi : Keberatan ———. penyuapan.N TUN banding administrasi —– Keberatan & banding ——— PT. hingga diperlukan pemeriksaan ulang atas pokok sengketa di Pengadilan Tinggi. . apakah hakim lalai dalam form putusan. Terdapatnya kekhilafan hakim atau segala sesuatu kekeliruan yang nyata Mahkamah Konstitusi Pengertian: Mahkamah Konstitusi (disingkat MK) adalah lembaga tinggi negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang merupakan pemegang kekuasaan kehakiman bersama-sama dengan Mahkamah Agung. Pada Kasasi tidak diperiksa lagi sengketanya tetapi yang diperiksa adalah prosedur beracaranya.menguji undang-undang terhadap undang-undang dasar. PN sama. . Disamping itu dalam rangka proses pemberhentian presiden dan/atau wakil presiden. Persidangan ini diselenggarakan untuk memeriksa kedudukan . Mahkamah Konstitusi RI. tindak pidana berat lainnya.P.memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan undang-undang dasar. memiliki 4 kewenangan. TUN ALASAN MENGAJUKAN BANDING : Gugatan kita tidak dikabulkan dan kita merasa keputusan hakim tingkat I itu tidak sesuai dengan rasa keadilan dari pencari keadilan. yaitu : . atau perbuatan tercela dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.

serta perilaku hakim: KY menerima laporan pengaduan masyarakat tentang perilaku hakim memeriksa dugaan pelanggaran itu membuat laporan berupa rekomendasi yang disampaikan pada MA dengan tindasan pada Presiden dan DPR. Pemeriksaan persidangan meliputi mendengarkan pemohon. ahli dan pihak terkait serta memeriksa alat-alat bukti. Dalam rapat inilah perkara dibahas secara mendalam dan rinci serta putusan MK diambil yang harus dihadiri sekurang-kurangnya tujuh hakim konstitusi. Pada saat RPH. Komisi Yudisial Pengertian: Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU no 22 tahun 2004 yang berfungsi mengawasi perilaku hakim dan mengusulkan nama calon hakim agung. Tugas dan Wewenang Komisi Yudisial: Mengusulkan Pengangkatan Hakim Agung. dan Mengajukan calon Hakim Agung ke DPR. dengan tugas utama: Menerima laporan pengaduan masyarakat tentang perilaku hakim. Melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran perilaku hakim.hukum pemohon dan isi permohonan. keterangan saksi. Persidangan ini dilakukan terbuka untuk umum dengan agenda pemeriksaan persidangan atau pembacaan putusan. . Panitera mencatat dan merekam setiap pokok bahasan dan kesimpulan. Menjaga dan Menegakkan Kehormatan. Menetapkan calon Hakim Agung. keluhuran martabat. Hakim konstitusi dapat memberi nasihat perbaikan permohonan. Sidang Pleno Sidang Pleno adalah sidang yang dilakukan oleh majelis hakim konstitusi minimal dihadiri oleh tujuh hakim konstitusi. Melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung. dengan tugas utama: Melakukan pendaftaran calon Hakim Agung. dan Membuat laporan hasil pemeriksaan berupa rekomendasi yang disampaikan kepada Mahkamah Agung dan tindasannya disampaikan kepada Presiden dan DPR Proses hukum dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. Rapat ini hanya dapat diikuti oleh Hakim konstitusi dan Panitera. Keluhuran Martabat Serta Perilaku Hakim. Rapat Permusyawaratan Hakim Rapat Permusyawaratan Hakim (disingkat RPH) bersipat tertutup dan rahasia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful