P. 1
Makalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).docx

Makalah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).docx

|Views: 4,593|Likes:
Published by Riia Anggraini

More info:

Published by: Riia Anggraini on Aug 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2015

pdf

text

original

MAKALAH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3

)

Disusun oleh : Ria anggraini

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Tuhan yang Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga karena Karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan makalah “Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)” ini. Makalah ini berisi tentang: dasar hukum K3, Definisi K3, Tujuan K3, Komputer dan K3, Prinsip K3 dalam TIK , dan prinsip bahaya disekitar komputer. Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkanbanyak terimakasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Olehkarena itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari parapembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Penulis

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Dalam melaksanakan suatu pekerjaan, masalah keamanan dan keselamatan kerja merupakan system penting yang harus menjadi perhatian utama semua pihak. Kerberhasilan kita dalam melaksanakan pekerjaan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan tersebut. Banyak hal yang dijadikan sebagai parameter penilaian terhadap keberhasilan suatu pekerjaan. Pekerjaan dinilai berhasil apabila keamanan dan keselamatan semua sumber daya yang ada terjamin, dapat diselesaikan tepat waktu atau bahkan yang lebih cepat dari waktu yang ditentukan, memberikan keuntungan bagi perusahaan, memberikan kepuasan kepada semua pihak pimpinan, karyawan dan pemberi kerja Masalah keamanan dan keselamatan kerja menjadi sangat penting, karena dengan terwujudnya keamanan dan keselamatan kerja bearti dapat menekan biaya operasional pekerjaan. Apabila dalam melaksanakan pekerjaan terjadi kecelakaaan, maka akan bertambah biaya pengeluaran, yang pada akhirnya mengurangi keuntungan perusahaan. Dalam kasus kecelakan yang berat, kerugian yang ditimbulkan tidak hanya menyangkut aspek financial dana, tetapi yang menyebabkan cacat pada pekerja bahkan mungkin meninggal dunia. Keselamatan kerja sebenarnya sudah diupayakan oleh manusia sudah sejak lama. Dalam melaksanakan pekerjaan, secara tidak sengaja dalam keadaan sadar atau tidak sadar, manusia pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cidera bahkan mungkin sampai merenggut nyawa. Dari kenyataan tersebut, manusia berusaha untuk tidak mengalami kecelakaan atau kejadian serupa tidak akan terulang lagi. Tentunya cara-cara yang diterapkan pada jaman dahulu, berbeda dengan yang diterapkan sekarang. Yang jelas upaya yang dilakukan adalah dengan memperbaiki peralatan kerja dan cara system kerjanya.

B. Tujuan Makalah Adapun tujuan dari pembuatan makalah ilmu kerja ini, yaitu:

1. Mengetahui undang-undang tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. 2. Untuk mengetahui pengertian dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja. 3. Untuk mengetahui lebih lanjut tujuan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja. 4. Mengetahui tentang penggunaan komputer dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. 5. Mengetahui posisi tubuh saat menggunakan komputer.

B. Manfaat Makalah Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang keselamatan dan kesehatan kerja. Diharapkan manfaat dari pembahasan ini adalah dapat menambah pengetahuan kita tentang syarat dan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja.

2
BAB II PEMBAHASAN

A. Dasar Hukum K3 Ada minimal 53 dasar hukum tentang K3 dan puluhan dasar hukum tentang Lingkungan yang ada di Indonesia. Tetapi, ada 4 dasar hukum yang sering menjadi acuan mengenai K3 yaitu: 1) Dalam Undang-Undang (UU) No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, disana terdapat Ruang Lingkup Pelaksanaan, Syarat Keselamatan Kerja, Pengawasan, Pembinaan, Panitia Pembina K-3, Tentang Kecelakaan, Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja, Kewajiban Memasuki Tempat Kerja, Kewajiban Pengurus dan Ketentuan Penutup (Ancaman Pidana). Inti dari UU ini adalah, Ruang lingkup pelaksanaan K-3 ditentukan oleh 3 unsur: a. Adanya Tempat Kerja untuk keperluan suatu usaha, b. Adanya Tenaga Kerja yang bekerja di sana c. Adanya bahaya kerja di tempat itu.

2) UU No. 21 tahun 2003 Tentang Pengesahan ILO Convention No. 81 Concerning Labour Inspection in Industry and Commerce (yang mana disahkan 19 Juli 1947). Saat ini, telah 137 negara (lebih dari 70%) Anggota ILO meratifikasi (menyetujui dan memberikan sanksi formal) ke dalam UndangUndang, termasuk Indonesia. 3) UU No. 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, khususnya Paragraf 5 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pasal 86 dan 87. Pasal 86 ayat 1berbunyi: “Setiap Pekerja/ Buruh mempunyai Hak untuk memperoleh perlindungan atas (a) Keselamatan dan Kesehatan Kerja.” Aspek Ekonominya adalah Pasal 86 ayat 2: ”Untuk melindungi keselamatan Pekerja/ Buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja.” Sedangkan Kewajiban penerapannya ada dalam pasal 87: “Setiap Perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan.”

3 4) Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-05/MEN/1996 Tentang Sistem Manajemen K3. Dalam Permenakertrans yang terdiri dari 10 bab dan 12 pasal ini, berfungsi sebagai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K-3 (SMK3), mirip OHSAS 18001 di Amerika atau BS 8800 di Inggri

B. Definisi K3 Keselamatan kerja dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang bebas dari resiko kecelakaan atau kerusakan atau dengan resiko yang relatif sangat kecil dibawah nilai tertentu. Sedangkan kesehatan kerja dapat diartikan sebagai kondisi yang dapat mempengaruhi kesehatan para pekerja. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kondisi kerja yang terbebas dari ancaman bahaya yang mengganggu proses aktivitas dan mengakibatkan terjadinya cedera, penyakit, kerusakan harta benda, serta gangguan lingkungan. OHSAS 18001:2007 mendefinisikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai kondisi dan factor yang mempengaruhi atau akan mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja (termasuk pekerja kontrak dan kontraktor), tamu atau orang lain di tempat kerja. Dari definisi keselamatan dan kesehatan kerja di atas serta definisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan OHSAS dapat disimpulkan bahwa Keselamatan dan Kesehatan kerja adalah suatu program yangmenjamin keselamatan dan kesehatan pegawai di tempat kerja.

C. Tujuan K3 tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut: a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja baik secara fisik, sosial, dan psikologis. b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya selektif mungkin. c. Agar semua hasil produksi dipelihara keamanannya. d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai. e. Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja. f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja. g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja

4 D. Komputer Dan K3 Kelebihan dari monitor LCD antara lain: 1.Karakter bright yang nyaman di mata dan bebas distorsi Monitor LCD cenderung terang tapi nyaman dimata. Karakter LCD yang demikian, membuat mata tidak cepat lelah dan betah berjam-jam didepan monitor. Tidak seperti CRT yang kadang overbright. Monitor LCD relatif bebas distorsi dan flicker. Monitor LCD juga memiliki contrast yang cukup baik. Fokus gambar lebih baik dan bebas moire. 2. Tidak bergantung pada refreshrate Tidak seperti CRT yang harus menggunakan refreshrate yang tinggi agar nyaman dimata, LCD tidak memerlukan refreshrate yang tinggi untuk membuat mata nyaman. Memang jarang LCD yang menawarkan refreshrate yang setinggi CRT. Bahkan ada yang mengatakan refreshrate 60hz pada LCD kurang lebih sama 100hz pada CRT. 3. Userfrendly Pada monitor CRT, kadang kita harus mengatur geometri, ukuran vertikal, horizontal dan lain sebagainya agar pas di lihat di display. Pada monitor LCD cukup set pada pilihan auto saja, pasti pas di layar. 4. Hemat listrik Hemat listrik merupakan keunggulan monitor LCD. Pada ukuran diagonal yang sama, konsumsi monitor LCD hanya setengah dibanding konsumsi daya monitor CRT. Monitor LCD cocok dengan tren greencomputing untuk mengurangi penggunaan energi serta panas yang dilepaskan. Meski begitu, beberapa pengguna masih belum merasakan penghematan energi dari monitor LCD dibanding CRT, kecuali penggunaan dalam jumlah banyak.

5 5. Ukuran yang ringkas, ringan serta lebih keren Tidak bisa dipungkiri bahwa ukuran monitor LCD jauh lebih ringkas dibanding CRT. Monitor LCD tidak memakan banyak tempat sehingga cocok ditempatkan di ruangan yang sempit. Monitor LCD juga lebih ringan dibanding CRT sehingga lebih mudah dipindah-pindahkan. Bentuk monitor LCD yang tipis menimbulkan kesan elegan dan techno sehingga terlihat lebih keren. Kekurangan monitor LCD, antara lain: 1. Viewingangle terbatas, colourdepth terbatas dan gradasi warna kurang. Tiap monitor LCD memiliki viewingangle atau sudut pandang yang berbeda-beda. Namun viewingangle-nya tidak se-fleksibel monitor CRT. Monitor CRT dapat dilihat dari berbagai sudut dan sisi, monitor LCD tidak. Colour depth monitor LCD juga terbatas, LCD hanya dapat menampilkan RGB 16,2 juta warna. Perbedaan kedalaman warna ini sangat terasa jika digunakan untuk bermain game atau menonton video beresolusi tinggi. Selain itu, gradasi warna pada monitor LCD kurang baik, meski dalam penggunaan sehari-hari tidak terasa tapi kurang cocok untuk desain grafis dan editing foto/video. 2. Tampilan gambar baik hanya di resolusi native-nya. Monitor LCD memiliki istilah nativeresolution atau resolusi bawaan untuk menampilkan gambar yang baik. Apabila resolusi diset diatas nativenya, gambar akan terlihat pecah. Jika diset dibawah resolusi nativenya, maka gambar yang dihasilkan cenderung blur dan tidak tajam. Hal ini tidak terjadi di monitor CRT. 3. Response time dan ghosting

Pada monitor LCD, terdapat istilah responsetime atau waktu respon monitor. Responsetime yang lambat menimbulkan efek ghosting yang dikarenakan monitor terlambat mersponse 6 tampilan gambar, sehingga pada gambar bergerak terlihat ada bayang-bayangnya. Semakin kecil nilai response time, semakin baik dan cepat responsenya. Efek ghosting kadang masih terlihat di monitor LCD dengan response time 2 ms sekalipun. Ini terlihat saat digunakan untuk bermain game yang memiliki framrate yang tinggi. 4. Warna kurang akurat Desainer atau editor foto cenderung memilih monitor CRT dibanding LCD. Karena warna yang ditampilkan monitor LCD kadang berbeda dengan aslinya. Agar warnah lebih akurat, perlu dilakukan kalibrasi warna dengan perangkat semacam colorimeter yang harganya tidak murah. Namun, secara umum hal ini tidak terasa untuk penggunaan sehari-hari. 5. Harga lebih mahal, perlu perawatan ekstra hati-hati dan dead pixel Sudah jelas, monitor LCD lebih mahal dibanding monitor CRT, meski sekarang harganya sudah lebih murah, namun masih belum terjangkau bagi banyak kalangan. Monitor LCD juga perlu perawatan ekstra hati-hati dalam membersihkanya, karena komponen LCD yang sensitif. Monitor LCD juga rawan juka terbentur, jadi hati-hati saat memindahkanya. Kekurangan LCD yang lain adalah dead pixel. Monitor LCD terdiri atas pixel-pixel, dead pixel ini adalah pixel yang rusak atau salah menampilkan gambar, sehingga kehadiran dead pixel ini cukup mengganggu pandangan. Kelebihan monitor CRT 1. Warna lebih akurat dan tajam Monitor CRT memiliki warna yang akurat atau hampir sama dengan aslinya. Karena alasan ini lah para desainer dan editor foto lebih suka menggunakan CRT dibanding LCD. Selain itu, gradasi warna pada monitor CRT masih lebih baik dibanding LCD. Kelebihan soal akurasi

dan gradasi warna pada monitor CRT dapat terlihat jika digunakan untuk membuat disain yang kaya warna atau bermain game dengan resolusi tinggi. 7 2. Resolusi monitor fleksibel Monitor CRT dapat menggunakan berbagai variasi resolusi tanpa mengalami penurunan kualitas gambar. Sehingga bagi para gamer pas-pasan lebih baik menggunakan CRT karena resolusi game dapat diturunkan tanpa mengorbankan kualitas tampilan. 3. Perawatan mudah, jika rusak dapat di servis Perawatan monitor CRT masih lebih mudah dibanding LCD, LCD perawatanya harus ekstra hati-hati. Selain itu, jika monitor CRT rusak masih dapat diservis, sedangkan LCD rusak sudah pasti masuk sampah. Selain itu, monitor CRT lebih tahan jika terbentur atau tersentuh jari tangan pada displaynya. 4. Bebas dead pixel, ghosting dan viewing angle Monitor CRT tidak terdiri dari pixel-pixel seperti LCD, sehingga jelas-jelas tidak akan mengalami dead pixel. Monitor CRT dapat dilahat dari berbagai sisi, tidak seperti LCD yang bergantung pada spesifikasi viewing angle. Monitor CRT tidak mengenal response time, sehingga relatif bebas efek ghosting. 5. Harga lebih murah Kelebihan dari segi harga inilah yang membuat monitor CRT masih populer. Pada ukuran inch yang sama, dapat dipastikan harga CRT lebih murah dibanding LCD.

Kekurangan monitor CRT 1. Konsumsi listrik Monitor CRT mengkonsumsi daya listrik 2x lipat dibanding LCD pada ukuran inch yang sama. Monitor CRT 15 inch mengkonsumsi daya antara 60-70 watt sedangkan LCD ukuran 15 inch hanya mengkonsumsi daya maksimal 35 watt. Semakin besar ukuan diagonal monitor, semakin besar pula konsumsi dayanya. Monitor CRT 17 inch real flat menkonsumsi daya hingga 100watt. 2. Bergantung pada refreshrate Agar mata tidak lelah mengunakan monitor CRT, gunakan refreshrate diatas 70hz. Monitor dengan resolusi 1024×768 @70hz, cukup membuat lelah mata jika didepan monitor lebih dari 4 jam. Monitor CRT high end mampu menawarkan refreshrate hingga 120hz bahkan lebih. Makin tinggi makin baik tentunya. Hal ini tidak berlaku bagi monitor LCD. 3. Radiasi lebih besar Monitor CRT memancarkan radiasi yang lebih besar dibanding monitor LCD. Radiasi ini memiliki dampak negatif bagi mata sehingga mata cepat lelah atau bahkan membuat kepala pusing bagi yang sensitif. 4. Rentan distorsi, glare dan flicker Ini adalah masalah klasik bagi monitor CRT. Efek distorsi akan terlihat saat kita menggambar lingkaran dengan menggunakan coreldraw atau software lain. Juka refreshrate terlalu rendah, menyebabkan monitor menjadi berkedip-kedip (flicker) dan glare (over brightness). 5. Dimensi besar dan berat Monitor CRT memiliki ukuran yang besar dan berat, sehingga tidak cocok untuk ruangan sempit, karena banyak makan tempat.

E. Prinsip K3 Dalam TIK Pengguna user atau komputer kadang-kadang berada di depan komputer berjam-jam bahkan berhari-hari. hal itu disebabkan karena tuntutan pekerjaan atau hobi. agar kesehatan tidak terganggu, maka dibutuhkan kenyamanan keadaan user maupun hardware komputer. untuk nyaman di depan komputer, maka kita harus memiliki posisi yang benar, baik posisi duduk, mata, dan posisi tangan di keyboard. Posisi duduk yang benar di depan komputer antara lain tempat duduk yang ideal dan bersandar, kursi yang ideal bisa berputar dan dapat diatur tinggi rendahnya. tempat duduk yang tidak nyaman dapat mengakibatkan kelelahan pada punggung. yang kedua adalah posisi mata terhadap mata. posisi mata pada layar harus lurus dan tidak terlalu tinggi atau rendah. jika posisi layar lebih tinggi atau rendah maka leher akan menjadi cepat lelah. layar yang digunakan sebaiknya layar yang low radiasi. saat ini sudah ada layar jenis LCD, Layar LCD sejuk di mata dan aman dari radiasi. Jika menggunakan CRT, layar diusahakan disetel tidak terlalu terang Karena dapat mengganggu penglihatan matasehingga lama-kelamaan akan menjadi rabun. untuk menghindari kerusakan mata, kita dapat juga menggunakan kaca anti radiasi. Demikian juga posisi tangan pada keyboard. tangan paling banyak melakukan aktivitas dibandingkan pancaindera lainnya.karena hal inilah maka posisi tangan pada keyboard harus dibuat senyaman mungkin sehingga tangan tidak cepat lelah. pilihlah tuts keyboard yang lembut dn gunakan jari sebanyak mungkin untuk mengetik. MEMPERAGAKAN POSISI DUDUK YANG BAIK DAN BENAR Posisi duduk yang benar adalah mengahadap komputer lurus, tidak menyamping, atau menmbentuk sudut terhadap komputer. posisi punggung lurus, dapat diperoleh jika posisi mata dengan layar lurus. Kursi yang nyaman tidak harus mahal, yang penting ada sandaran dan posisi duduk bisa bebas. jika menggunakan komputer dalam waktu lama, istirahatlah sebentar atau berdiri untuk meluruskan pinggang. Jika duduk dalam waktu yang lama maka punggung kita akan kekurangan oksigen sehungga menjadi nyeri. agar rasa nyeri itu hilang maka harus dapat menormalkan kembali aliran oksigen ke punggung. CARA MENGGUNAKAN KOMPUTER DENGAN MEMPERHATIKAN K3 Pertama adalah komputer harus diletakkan di tempat yang aman. aman dari jangkauan anakanak, dari api, dari penyinaran matahari secara terus-menerus dan aman dari percikan air. Komputer harus jauh dari jangkauan anak-anak karena anak-anak tidak tahu bagian yang paling sensitif dari komputer sehingga kadang-kadang meraka menghidupkan dan mematikan komputer semaunya tanpa memprdulikan prosedur yang benar. Selanjutnya adalah langkah penggunaan komputer. setiap pemakaian komputer harus diawali dengan memasang stop kontak untuk power suply kemudian menghidupkan power. stop kontak yang digunakan sebaiknya yang mantap,tidak goyang shg arus listrik tdk terganggu. kabel di komputer cukup banyak maka harus dihindari kesemrawutan, kabel dapat dirapikan dengan mengisolasi atau mengikatnya dengan karet. stabilizer harus igunakan karena arus listrik yang tidak mantap dapat menyebabkan kerusakan pada hardware dan kebakaran. sesudah stop kontak dipasang maka dilanjutkan dengan menekan tombol on atau off. perlakuan ini dikenal dg cold booting. proses booting dingin ini sebaiknya dilakukan dg hati-hati dann tidak berulangulang. kemudian tunggu beberapa saat karena komputer sefdang menset sesuai bios dan mengecek

perankat komputer. jika semua sudah siap maka komputer akan menampilkan desktop. bila dalam operasional komputer ada gangguan atau hang kita harus melakukan restrat ulang dg menekan tombol restrart pada CPU atau tombol CRT, ALT, dan DEL secara bersama-sama. yang dikenal dengan warm booting.

F. Prinsip Bahaya Disekitar Komputer Casing CPU Casing CPU terbuat dari bahan logam Perangkat Catudaya menempel pada casing CPU Catudaya menggunakan saluran fasa negatif sumber listrik untuk sistim pentanahannya Grounding catudaya terhubung ke body Potensi bahaya: sengatan listrik ketika memegang casing CPU tanpa memakai alas kaki kering Monitor Layar monitor memancarkan radiasi elektromagnetik berupa sinar katoda Potensi bahaya: mata cepat lelah dan iritasi Kabel Catudaya Merupakan jalur aliran listrik tegangan tinggi Potensi bahaya: sengatan listrik bila ada bagian kabel yang lecet dan terbuka Keyboard Posisi dan ketinggian keyboard yang kurang tepat terhadap bidang kerja bisa menyebabkan gangguan pada sendi pergelangan tangan dan ruas jari-jari Potensi bahaya: nyeri terus-menerus pada sendi pergelangan tangan dan ruas-ruas jari. Repetitive Strain Injury (RSI) RSI merupakan sindroma sakit berkepanjangan dari otot tendon tangan atau sindroma kaku pada saluran tulang pergelangan tangan (carpal).

Kelelahan mata
   

Kurangi efek silau dengan menempatkan monitor didalam ruangan pada posisi yang tidak memantulkan sinar dari sumber cahaya lain Setel brightness dan contrast sinar dari layar monitor pada level yang nyaman untuk mata Sering-sering mengedipkan mata untuk menjaga mata tidak cepat kering Sesekali memandang jauh keluar ruangan

Latihan Peregangan Duduk di depan komputer untuk jangka lama sering menyebabkan leher dan pundak kaku serta adakalanya sakit pada pinggang bawah. Lakukan peregangan setiap jam atau kapan saja anda merasa kaku, bisa juga berdiri dan berjalan berkeliling kapan saja bila diperlukan. Anda akan merasa lebih baik. Cara Menggunakan Komputer Yang Baik Dan Benar !!!!

a. Posisi Kepala dan leher Pada saat berkerja dengan komputer, posisi kepala dan leher harus tegak dengan wajah menghadap langsung kelayar monitor. Leher tidak boleh membungkuk atau mengadah karena hal ini dapat menyebabkan sakit pada leher. b. Posisi Punggung Posisi punggung yang baik saat menggunakan komputer adalah posisi punggung yang tegak, tidak miring ke kiri atau ke kanan, tidak membungkuk dan tidak bersandar terlalu miring ke belakang. Untuk mendapatkan posisi punggung yang baik, seharusnya ditunjang dengan

tempat duduk yang baik dan nyaman. c. Posisi Pundak Posisi pundak yang baik adalah posisi pundak yang tidak terlalu terangkat dan tidak terlalu ke bawah. Bila otot-otot di bahu masih tegang, ini berarti posisi pundak belum benar. d. Posisi Lengan dan siku Posisi lengan yang baik adalah apabial dapat mengetik dan menggunakan mouse yang nyaman. Masing- masing orang mempunyai posisi nyaman tersendiri. Posisi lengan yang baik adalah bila tangan berada disamping badan, dan siku membentuk sudut yang lebih besar dari 90 derajat. e. Posisi Kaki Pada saat berkerja dengan komputer, kaki harus dapat diletakan di lantai atau sandaran kaki dengan seluruh tapak kaki menyentuh lantai dan siku yang membentuk sudut tidak kurang dari 90 derajat.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan hal penting yang harus di perhatikan oleh pengguna komputer baik dari segi kesehatan maupun dari segi keselamatan.

B. Saran Kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting dalam pekerjaan. Oleh itu kesehatan dan keselamatan kerja harus dikelola secara maksimal oleh seluruh masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->