P. 1
gambar grafik

gambar grafik

|Views: 207|Likes:
Published by GitaDwiPermataSari
grafik-grafik dasar untuk statistik
grafik-grafik dasar untuk statistik

More info:

Published by: GitaDwiPermataSari on Aug 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

1

01 FUNGSI DAN GRAFIK FUNGSI A. PENGERTIAN DAN BENTUK-BENTUK FUNGSI I. Pengertian umum fungsi dan perbedaan/persamaanya dengan Relasi II. Bentuk-bentuk fungsi 1. Fungsi satu-satu 2. Fungsi identitas 3. Fungsi Invers 4. Fungsi Konstan III. Macam-macam fungsi 1. Fungsi Linier 2. Fungsi kuadrat 3. Fungsi eksponensial B. APLIKASI FUNGSI DALAM EKONOMI 1. Fungsi Analisis Ekonomi Jangka Pendek (Analisis Keynesian) Contoh Linier : Fungsi konsumsi : C = Co + cY, : Fungsi Permintaan : Qd = Qo – qP Contoh Kuadrat : Fungsi Permintaan : ap2 + bp + c 2. Fungsi Ekonomi Jangka panjang (Analisis Klasik) Contoh Linier : C = cY, C = cYd, Qd = -qP Contoh Kuadrat : Qd = ap2

P = tingkat harga • a = b = jumlah barang yang diminta. pecahan. utuk linier jangka pendek bearti di kuadran mana saja.Titik potong sumsu y untuk x = 0 (Linier jangka panjang semua di kuadran I positif.2 • Keterangan : C = konsumsi. q = Jumlah yang diminta.Tentukan titik potong pada sumbu x untuk y = 0 .Titik potong sumbu x untuk y = 0 . Teknik menggambar grafik fungsi • Fungsi Linier . Fungsi-fungsi logaritma) lainya (fungsi eksponensial. . Y = GNP. hukum dan teori permintaan dan lain-lain) 2.Tentukan Koordinat Titik Puncak (KTP) dari suatu fungsi . GRAFIK FUNGSI 1. Co = konsumsi otonom. the law of deminishing return. c = Permintaan otonom untuk kombinasi 2 macam permintaan C. Qo = Permintaan otonom. Qd = Permintaan. c = MPC.Tentukan titik potong pada sumbu y untuk x = 0 (fungsi kuadrat untuk kasus ekonomi biasanya berlaku untuk skala ekonomi. contoh Fungsi tabungan S = -Co + sY ada di kuadran IV dan I) • Fungsi Kuadrat .

200 c. 40 manakala GNP nya sebesar Rp. Bila besarnya kecenderungan menabung = 0. METODE PEMBENTUKAN MODEL SUATU FUNGSI 1. besarnya perubahan jumlah yang diminta akibat perubahan harga sebesar 1 adalah 5 unit. tentukan fungsi permintaanya . Dwi Koordinat Contoh 1. : berdasarkan tabel permintaan & penawaran ini tentukan fungsi permintaan & penawaran berdasarkan hukumnya : Periode Harga (P) Qd Qs 1 100 150 300 2 120 130 380 b. tentukanlah fungsi tabungan bila tingkat tabungan sebesar Rp.2. Contoh 2. dan kecenderungan marginal mengkonsumsi sebesar 75% tentukan fungsi konsumsinya • Bila diketahui banyaknya permintaan pada saat pendapatan = 0 adalah 20 unit. Bila kecenderungan marginal mengkonsumsi = MPC = 80% dari pendapatan. 160.200 besarnya konsumsi adalah Rp. 500. Penggal Lereng Contoh : • Bila diketahui besarnya konsumsi otonom Rp. maka tentukanlah fungsi konsumsi negara X tersebut. Model fungsi Linier a.3 02 PEMBENTUKAN FUNGSI DAN APLIKASI A. Koordinat Lereng Contoh : Bila diketahui pada saat GNP suatu negara X sebesar Rp.

tentukan fungsi biayanya. tambahan biaya adalah sebesar 100. Dwi Penggal Contoh : • Tentukan fungsi permintaan & penawaran berdasarkan gambar di bawah ini P Demand 15 Supply 4 -8 20 Q • Tentukan fungsi Tabungan dan konsumsi berdasarkan gambar di bawah ini : Consumption C/S 20 -25 -20 25 Saving Y .4 • Bila diketahui besarnya biaya tetap adalah Rp. 5000. bila perusahaan tersebut memproduksi 1 unit. d.

: • Bila diketahui koodinat titik puncak suatu fungsi adalah (15. Pada saat sawah tersebut digarap oleh 20 orang hasil panennya sebesar 300 Kg. Tentukan fungsi kuadrat dari gambar di bawah ini : y (10. Berdasarkan informasi tersebut di atas.15) (4.40) salah satu garisnya memotong dikoordinat (3. Model Fungsi Kuadrat Contoh 1.10) 2 x 10 x .8).5 2.30) (5. tentukanlah fungsi produksinya. Contoh 2. Dengan tambahan hasil sebesar 0 (untuk penambahan TK berikutnya tidak memberikan dampak tambahan pada hasil). berdasarkan informasi tersebut tentukan fungsi kuadratnya • Pada suatu petak sawah saat dikerjakan 10 orang hasil panennya sebanyak 200 Kg.

Garis yang diperoleh dari fungsi pemintaan/penawaran linier tidaklah menggambarkan linier sesungguhnya. (menginverskan fungsi permintaan dan penawaran berdasarkan hukumnya hanya dibolehkan untuk perhitungan) 1.Qk B.) Contoh 1: Periode harga permintaan penawaran 1 10 20 40 2 20 15 50 3 25 12 65 4 40 10 70 . maka fungsi permintaan dan penawaran yang benar adalah : Qd = Qo – qP dan Qs = Qk + qP  Jangka Pendek Qd = -qPd dan Qs = qPs  Jangka Panjang Bukan : QP = Qo – Qd dan qP = Qs . karena fungsi tersebut hanya berifat ekspektasi (kecuali penentuan nilai P dan Q didasarkan pada fungsinya.6 03 APLIKASI DALAM TEORI EKONOMI (Hukum/Teori Permintaan dan Penawaran) A. Aplikasi pada Hukum permintaan dan Penawaran (P mendeterminasi Q) analisis jangka pendek dan jangka panjang  perhatikan asumsi yang menyertainya Bila P = harga. Q = kuantitas. Aplikasi pada Teori Permintaan dan Penawaran (Q  P) Pd = Qo + pQ dan Ps = Qk – pQs  biasanya untuk pasar yang berbeda periode yang sama.

bila P menjadi = 20 maka Qd = 40.7 5 50 9 71 (cobalah buat fungsi permintaan dan penawarannya dan hubungkan masing-masing titik tersebut. . dalam grafik : f(Qd) real f(Qd) eskpektasi 2. Bila terjadi perubahan harga maka ada dua perubahan yaitu : • Perubahan permintaan berdasarkan harga aktual: contoh : Bila P=10 dan f(Qd) = 80 – 2P. maka Qd = 60. Bila diketahui fungsi permintaan adalah sebagai berikut : Qd = 200 – 10P dan fungsi penawaran : Qs = -10 + 10P Maka bila diketahui tingkat harga masing-masing periode dapat ditentukan permintaan dan penawarannya : Periode 1 harga Qd Qs 1 2 180 10 2 5 150 40 3 10 100 90 4 15 50 140 5 20 0 190 Contoh 3. Dalam fungsi permintaan jangka pendek terdapat dua pengertian yaitu “permintaan” dan “jumlah barang yang diminta”. bagaimana?) Contoh 2.

2P. Fungsi permintaan/penawaran kuadrat umumnya terjadi karena setelah harga yang berpengaruh terhadap Qd atau Qs. pada titik tertentu (disebut titik stasioner atau pada titik di mana dy/dx = 0) lalu berikutnya Qd yang mempengaruhi P (atau sebaliknya) sehingga kurve permintaan/penawaranya bisa cekung bisa pula cembung .8 • Perubahan jumlah yang diminta berdasarkan perubahan besaran harga : Bila P1=10 dan P2 = 20 untuk f(Qd) = 80 . qs = Qs 4. maka perubahan jumlah yang diminta (q)adalah sebesar -20 (berlaku juga untuk f(Qs) berdasarkan hukum penawaran) 3. Dalam jangka panjang q = Qd.

Tentukan fungsi konsumsi dan tabungannya dan gambarkan kurvenya Contoh 2. C = Co + mpcY. Bila diketahui data makro sederhana negara A sebagai berikut : Pada tahun 2000 GNP nya sebesar 800. S = Y – C  Jangka Pendek (Japen) C = mpcY dan S = Y – C  Jangka panjang (Japan) Dengan Pajak : Yd = C + S. . konsumsi masyarakat sebesar 600. S = Yd – C (Japan) Yd = Y .9 04 APLIKASI DALAM TEORI EKONOMI (Teori Konsumsi/Tabungan dan Fungsi Biaya/Penerimaan) A.Tx [Fungsi jangka panjang dapat dengan baik ditentukan fungsinya dengan bantuan metode ekonometrik (ekonomi-statistikmatematik) misalnya dengan regresi linier sederhana Y = a + bX ∑Y = na +b∑X ∑XY = a∑X + b∑X2 Contoh 1. C = Co + mpcYd. Tahun 2001 GNP menjadi 950 dan konsumsinya sebesar 700. S = Yd – C (Japen) C = mpcYd. Aplikasi pada Teori Konsumsi dan Tabungan Tanpa Pajak : Y = C + S.

Pada tahun 2001 GNP naik sebesar 200 konsumsi dan pajak masing-masing ikut naik sebesar 100 dan sebesar 5. berdasarkan informasi tersebut tentukan fungsi konsumsi dan tabunganya (bandingkan fungsi pada contoh 1 dan 2) Contoh 3.5. karena FC cenderung nol atau mendekati nol) VC = vQ  TC = FC + vQ (Japen) dan TC = vQ (Japan) Q = jumlah produksi. fungsi konsumsinya C = 0.40. pajak sebesar 20. Bila diketahui besarnya pajak sebesar 20. besarnya GNP 1000.75Yd. Biaya : Fungsi biaya : TC = FC + VC  Japen Fungsi biaya : TC = VC Japan AC = TC/Q  TC = (AC)Q (ingat!dalam jangka panjang semua biaya bersifat variabel. Aplikasi pada fungsi Biaya dan Penerimaan B1. v = biaya/unit produksi . Tahun 2002 GNP sebesar 350 konsumsi sebesar 362.50. tentukan besarnya tabungan untuk Y = 30. Berdasarkan informasi tersebut tentukan fungsi konsumsi dan tabunganya (tentukan juga fungsi pajaknya) dan gambarkan kurvenya. VC = Variabel Cost. konsumsi 800. gambarkan kurvenya B.60 dan 100.10 Bila diketahui GNP negara B tahun 2000 sebesar 200 dan konsumsi sebesar 150. Contoh 4. Bila diketahui pada suatu negara tahun 2000. tahun 2001 GNP sebesar 300 dan konsumsi sebesar 225.

v). karena tidak ada alasan mengapa penerimaan menurun bila produksi meningkat. Akan linier bila tidak ada efisiensi dalam produksi. Bila produksi sebanyak 20 unit besarnya biaya total yang dikeluarkan adalah 2000.(ingat persamaan fungsi kuadrat : y = ax2 + bx + c KTP untuk x = -b/2a. Berdasarkan informasi ini tentukan fungsi kuadrat produksinya. Contoh : TC = 1000 + 5Q  Linier TC = 5Q2 – 100Q + 1000 Kuadrat (pada jumlah produksi tertentu biaya akan minimum) Contoh 1. Fungsi Penerimaan Penerimaan umumnya bersifat linier. Ketika produksi meningkat menjadi 250 unit total biayanya sebesar 12. Bila kemudian produksi ditingkatkan terus menjadi 50 biaya totalnya bertambah menjadi 2200. R = PQ misal R = 5QJapan . kecuali bila harga jual menurun karena produksi meningkat (teori penawaran).11 Fungsi Biaya umumnya bisa linier atau kuadrat. Bila diketahui untuk jumlah produksi sebanyak 100 unit dikeluarkan biaya total sebesar 10.000. Contoh 2. dan berbentuk kuadrat bila ada kecenderungan terjadinya efisiensi dalam skala produksi. y = -D/4a B2.000. Akan tetapi bila produksi 30 biaya totalnya menjadi 1900. berdasarkan informasi di atas tentukan fungsi biayanya (tentukan berapa FC.

Bila diketahui fungsi biaya sebagaimana pada contoh 2 B2 di atas. Bila diketahui fungsi penerimaan suatu perusahaan adalah R = 10Q. misal Qd = 10 – 2P.3.10Q2. dan TC = FC + vQ. maka QBEP = PQ – vQ = FC atau (P – v )Q = FC  QBEP = FC/(P. Sedangkan fungsi R = 20Q – 0. maka fungsi inversnya  P = 5 – 1/2Q sehingga R = 5Q – 1/2Q2 B. sedangkan fungsi biayanya adalah TC = 100 + 8Q.12 R = (Fungsi Invers permintaan) x (Q)Japen. Untuk R = PQ.v) untuk linier Contoh 1. bila R < C dikatakan “Rugi”. berapa banyak Q yang diproduksi agar pulang pokok (BEP)? Contoh 2. Titik Impas (BEP) Bila penerimaan (R) sama dengan total biaya yang dikeluarkan (TC)  R = C  R – C = 0. bila R > C dikatakan “Untung”. tentukan berapa Q agar tercapai BEP? (BEP = R – C = 0) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->