P. 1
Uji Hipotesis

Uji Hipotesis

|Views: 43|Likes:
Published by Rizka Amalia

More info:

Published by: Rizka Amalia on Aug 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

Sections

  • PENDAHULUAN
  • HIPOTESIS
  • Hipotesis Nol (Ho)
  • Hipotesis Alternatif (Ha)
  • Contoh penulisan hipotesis
  • Kesalahan Tipe I ( )
  • Kesalahan Tipe II ( )
  • PROSEDUR UJI HIPOTESIS
  • Pengertian Nilai P

UJI HIPOTESIS

Prof.Dr.dr.Rizanda Machmud M.Kes
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat & Ilmu Kedokteran Komunitas - FK UNAND

PENDAHULUAN
 Tujuan: penarikan kesimpulan

(menggeneralisir) nilai yang berasal dari sampel terhadap keadaan populasi melalui pengujian hipotesis.  Keyakinan ini didasarkan pada besarnya peluang untuk memperoleh hubungan tersebut secara kebetulan (by chance)  Semakin kecil peluang tersebut (peluang adanya by chance), semakin besar keyakinan bahwa hubungan tersebut memang ada.
Uji Hipotesa - Rizanda Machmud- Bagian IKM/IKK FKUNAND 2

PRINSIP UJI HIPOTESIS
 melakukan perbandingan antara nilai sampel (data

hasil penelitian) dengan nilai hipotesis (nilai populasi) yang diajukan.  Peluang untuk diterima dan ditolaknya suatu hipotesis tergantung besar kecilnya perbedaan antara nilai sampel dengan nilai hipotesis.  Bila perbedaan tersebut cukup besar, maka peluang untuk menolak hipotesis pun besar pula, sebaliknya bila perbedaan tersebut kecil, maka peluang untuk menolak hipotesis menjadi kecil.  Jadi, makin besar perbedaan antara nilai sampel dengan nilai hipotesis, makin besar peluang untuk menolak hipotesis
Uji Hipotesa - Rizanda Machmud- Bagian IKM/IKK FKUNAND 3

Bagian IKM/IKK FKUNAND 4 .  Pengujian hipotesis dijumpai dua jenis hipotesis. yaitu hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternatif (Ha).Rizanda Machmud.HIPOTESIS  Berasal dari kata hipo dan thesis. Hipo artinya sementara/lemah kebenarannya dan thesis artinya pernyataan/teori.  Pernyataan sementara yang perlu diuji kebenarannya. Uji Hipotesa . Untuk menguji kebenaran sebuah hipotesis digunakan pengujian yang disebut pengujian hipotesis.

Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 5 . Atau hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain.Hipotesis Nol (Ho)  Hipotesis yang menyatakan tidak ada perbedaan sesuatu kejadian antara kedua kelompok. Contoh:  Tidak ada perbedaan berat badan bayi antara mereka yang dilahirkan dari ibu yang merokok dengan mereka yang dilahirkan dari ibu yang tidak merokok.  Tidak ada hubungan merokok dengan berat badan bayi.Rizanda Machmud.

 Ada hubungan merokok dengan berat badan bayi.Hipotesis Alternatif (Ha)  Hipotesis yang menyatakan ada perbedaan suatu kejadian antara kedua kelompok. Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 6 . Atau hipotesis yang menyatakan ada hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. Contoh :  Ada perbedaan berat badan bayi antara mereka yang dilahirkan dari ibu yang merokok dengan mereka yang dilahirkan dari ibu yang tidak merokok.Rizanda Machmud.

Rizanda Machmud.Bagian IKM/IKK FKUNAND 7 .ARAH/BENTUK UJI HIPOTESIS  Bentuk hipotesis alternatif akan menentukan arah uji statistik apakah   satu arah (one tail) dua arah (two tail). Uji Hipotesa .

Rizanda Machmud. Contoh :  Berat badan bayi dari ibu hamil yang merokok lebih kecil dibandingkan berat badan bayi dari ibu hamil yang tidak merokok.Bagian IKM/IKK FKUNAND 8 .One tail (satu sisi)  bila hipotesis alternatifnyanya menyatakan adanya perbedaan dan ada pernyataan yang mengatakan hal yang satu lebih tinggi/rendah dari hal yang lain. Uji Hipotesa .

Two Tail (dua sisi)  Merupakan hipotesis alternatif yang hanya menyatakan perbedaan tanpa melihat apakah hal yang satu lebih tinggi/rendah dari hal yang lain. Atau dengan kata lain : Ada perbedaan berat badan bayi antara mereka yang dilahirkan dari ibu yang merokok dibandingkan dari mereka yang tidak merokok. Uji Hipotesa .Rizanda Machmud.Bagian IKM/IKK FKUNAND 9 . Contoh  Berat badan bayi dari ibu hamil yang merokok berbeda dibandingkan berat badan bayi dari ibu yang tidak merokok.

atau Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan tekanan darah Ha :  A =  B   Ada perbedaan mean tekanan darah antara laki-laki dan perempuan. atau Ada hubungan antara jenis kelamin dengan tekanan darah Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 10 .Contoh penulisan hipotesis  Suatu penelitian ingin mengetahui hubungan antara jenis kelamin denga tekanan darah.Rizanda Machmud. maka hipotesisnya adalah sbb: Ho :  A =  B   Tidak ada perbedaan mean tekanan darah antara lakilaki dan perempuan.

KESALAHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN  Dalam pengujian hipotesis kita selalu dihadapkan suatu kesalahan pengambilan keputusan. yaitu:   kesalahan tipe alpha Kesalahan tipe beta Uji Hipotesa .  Ada dua jenis kesalahan pengambilan keputusan dalam uji statistik.Rizanda Machmud.Bagian IKM/IKK FKUNAND 11 .

 Sebaliknya peluang untuk tidak membuat kesalahan tipe I adalah sebesar 1-.Rizanda Machmud.  Peluang kesalahan tipe satu (I) adalah  atau sering disebut Tingkat signifikansi (significance level). yang disebut dengan Tingkat Kepercayaan (confidence level).Kesalahan Tipe I ()  Merupakan kesalahan menolak Ho padahal sesungguhnya Ho benar. Artinya: menyimpulkan adanya perbedaan padahal sesungguhnya tidak ada perbedaan. Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 12 .

 Peluang untuk tidak membuat kesalahan tipe kedua (II) adalah sebesar 1-.  Peluang untuk membuat kesalahan tipe kedua (II) ini adalah sebesar . Artinya: menyimpulkan tidak ada perbedaan padahal sesungguhnya ada perbedaan. Uji Hipotesa .Kesalahan Tipe II ()  Merupakan kesalahan tidak menolak Ho padahal sesungguhnya Ho salah.Bagian IKM/IKK FKUNAND 13 . dan dikenal sebagai Tingkat Kekuatan Uji (power of the test).Rizanda Machmud.

Bagian IKM/IKK FKUNAND 14 .Kesalahan Pengambilan Keputusan Keputusan Populasi Ho Benar Tidak Menolak Ho Benar (1-) Menolak Ho Ho Salah Kesalahan Tipe II ( ) Kesalahanan Tipe Benar (1-) I () Uji Hipotesa .Rizanda Machmud.

 Berhubung harus dibuat keputusan menolak atau tidak menolak Ho maka harus diputuskan untuk memilih salah satu saja yang harus diperhatikan yaitu  atau  yang diperhatikan. Uji Hipotesa .Rizanda Machmud.  Namun hal ini sulit dicapai karena bila  makin kecil nilai  akan semakin besar.  Pada umumnya untuk amannya dipilih nilai .Meminimalkan kesalahan  Dalam pengujian hipotesis dikehendaki nilai  dan  kecil atau (1-) besar.Bagian IKM/IKK FKUNAND 15 .

Bagian IKM/IKK FKUNAND 16 . atau sering disebut dengan nilai . Uji Hipotesa . merupakan nilai yang menunjukkan besarnya peluang salah dalam menolak hipotesis nol.  Nilai  dapat diartikan pula sebagai batas maksimal kita salah menyatakan adanya perbedaan.MENENTUKAN TINGKAT KEMAKNAAN (LEVEL OF SIGNIFICANCE)  Tingkat kemaknaan.Rizanda Machmud.  nilai  merupakan nilai batas maksimal kesalahan menolak Ho.  nilai  merupakan batas toleransi peluang salah dalam menolak hipotesis nol.

Penentuan nilai  (alpha)
 Tergantung dari tujuan dan kondisi penelitian.  Nilai  (alpha) yang sering digunakan adalah 10 %, 5 %

atau 1 %.
 

Bidang kesehatan masyarakat biasanya digunakan nilai  (alpha) sebesar 5 %. Pengujian obat-obatan digunakan batas toleransi kesalahan yang lebih kecil misalnya 1 %, karena mengandung risiko yang fatal.

 Misalkan seorang peneliti yang akan menentukan apakah

suatu obat bius berkhasiat akan menentukan  yang kecil sekali , peneliti tersebut tidak akan mau mengambil resiko bahwa ketidak berhasilan obat bius besar karena akan berhubungan dengan nyawa seseorang yang akan dibius.
Uji Hipotesa - Rizanda Machmud- Bagian IKM/IKK FKUNAND

17

PEMILIHAN JENIS UJI PARAMERTIK ATAU NON PARAMETRIK
 Dalam pengujian hipotesis sangat

berhubungan dengan distribusi data populasi yang akan diuji.  Bila distribusi data populasi yang akan diuji berbentuk normal/simteris/Gauss, maka proses pengujian dapat digunakan dengan pendekatan uji statistik parametrik.  Bila distribusi data populasinya tidak normal atau tidak diketahui distribusinya maka dapat digunakan pendekatan uji statistik Non Parametrik.
Uji Hipotesa - Rizanda Machmud- Bagian IKM/IKK FKUNAND 18

Parametrik & non parametrik
 Kenormalan suatu data dapat juga dilihat dari jenis

variabelnya, bila variabelnya berjenis numerik/kuantitatif biasanya distribusi datanya mendekati normal/simetris. Sehingga dapat digunakan uji statistik parametrik.  Bila jenis variabelnya katagori(kualitatif), maka bentuk distribusinya tidak normal, sehingga uji non parametrik dapat digunakan.  Penentuan jenis uji juga ditentukan oleh jumlah data yang dianalisis, bila jumlah data kecil (< 30) cenderung digunakan uji Non paramterik.
Uji Hipotesa - Rizanda Machmud- Bagian IKM/IKK FKUNAND 19

 Dengan sampel besar perbedaan-perbedaan sangat kecil.PERBEDAAN SUBSTANSI/KLINIS & PERBEDAAN STATISTIK  Perlu dipahami/disadari bagi peneliti bahwa berbeda bermakna/signifikan secara statistik tidak berarti (belum tentu) bahwa perbedaan tersebut juga bermakna dipandang dari segi substansi/klinis.  Seperti diketahui bahwa semakin besar sampel yang dianalisis akan semakin besar menghasilkan kemungkinan berbeda bermakna.Rizanda Machmud.  Oleh karena itu arti kegunaan dari setiap penemuan jangan hanya dilihat dari aspek statistik semata. namun harus juga dinilai/dilihat dari kegunaan dari segi klinis/substansi Uji Hipotesa . yang sedikit atau bahkan tidak mempunyai manfaat secara substansi/klinis dapat berubah menjadi bermakna secara statistik.Bagian IKM/IKK FKUNAND 20 .

PROSEDUR UJI HIPOTESIS 1. Menetapkan Hipotesis 2.Bagian IKM/IKK FKUNAND 21 . Penghitungan Uji Statistik 5.Rizanda Machmud. Keputusan Uji Statistik Uji Hipotesa . Menentukan batas atau tingkat kemaknaan (level of significance) 4. Penentuan uji statistik yang sesuai 3.

Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 22 .Menetapkan Hipotesis Hipotesis Nol (Ho)  Tidak ada perbedaan berat badan bayi antara mereka yang dilahirkan dari ibu yang merokok dengan mereka yang dilahirkan dari ibu yang tidak merokok. Hipotesis Alternatif (Ha)  Ada perbedaan berat badan bayi antara mereka yang dilahirkan dari ibu yang merokok dengan mereka yang dilahirkan dari ibu yang tidak merokok.Rizanda Machmud.

Rizanda Machmud.Penentuan uji statistik yang sesuai  Ada beragam jenis uji statistik yang dapat digunakan.Bagian IKM/IKK FKUNAND 23 . Oleh karena itu harus digunakan uji statistik yang tepat sesuai dengan data yang diuji. Setiap uji statistik mempunyai persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. Jenis uji statistik sangat tergantung dari:    Jenis variabel yang akan dianalisis Jenis data apakah dependen atau independen Jenis distribusi data populasinya apakah mengikuti distribusi normal atau tidak Uji Hipotesa .

Bagian IKM/IKK FKUNAND 24 . sedangkan uji untuk mengetahui perbedaan proporsi digunakan uji Kai kuadrat.Contoh penentuan uji statistik  Sebagai gambaran.Rizanda Machmud. Uji Hipotesa .  Uji beda mean menggunakan uji T atau uji Anova. jenis uji statistik untuk mengetahui perbedaan mean akan berbeda dengan uji statistik untuk mengetahui perbedaan proporsi/persentase.

untuk bidang kesehatan masyarakat biasanya menggunakan nilai alpha 5 % Uji Hipotesa . sering juga disebut dengan nilai .Menentukan batas atau tingkat kemaknaan (level of significance)  Batas/tingkat kemaknaan.Bagian IKM/IKK FKUNAND 25 . Penggunan nilai alpha tergantung tujuan penelitian yang dilakukan.Rizanda Machmud.

maka data hasil pengukuran dimasukkan ke rumus uji t. Dari hasil perhitungan tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai populasi untuk mengetahui apakah ada hipotesis ditolak atau gagal menolak hipotesis.Rizanda Machmud. Uji Hipotesa .  Misalnya kalau ingin menguji perbedan mean antara dua kelompok.Penghitungan Uji Statistik  Penghitungan uji statistik adalah menghitung data sampel kedalam uji hipotesis yang sesuai.Bagian IKM/IKK FKUNAND 26 .

Bagian IKM/IKK FKUNAND 27 .Keputusan Uji Statistik  hasil pengujian statistik akan menghasilkan dua kemungkinan keputusan yaitu menolak Hipotesis Nol dan Gagal menolak Hipotesis nol.Rizanda Machmud.  Keputusan uji statistik dapat dicari dengan dua pendekatan yaitu pendekatan klasik dan pendekatan probabilistik Uji Hipotesa .

Pendekatan Klasik  Untuk memutuskan apakah Ho ditolak maupun gagal ditolak.Bagian IKM/IKK FKUNAND 28 .  Nilai Tabel yang dilihat sesuai dengan jenis distribusi uji yang kita lakukan.  Setelah kita dapat nilai perhitungan uji Z/T kemudian kita bandingkan angka yang ada pada tabel T  Besarnya nilai tabel sangat tergantung dari   nilai alpha () yang digunakan uji one tail (satu sisi/satu arah) atau two tail (dua sisi/dua arah).Rizanda Machmud. Uji Hipotesa . dapat digunakan dengan cara membandingkan Nilai Perhitungan Uji Statistik dengan Nilai pada Tabel.   uji Z maka nilai tabel dilihat dari tabel Z uji T.

025. Sebagai contoh bila ditetapkan nilai  = 0. sehingga nilai alpha = ½  . pada = 0.Uji two tail (dua sisi/dua arah) Ho : x =  Ha : x    Pada uji ini menggunakan uji dua arah sehingga untuk mencari nilai Z di tabel kurve normal.Rizanda Machmud. Uji Hipotesa .025 nilai Z-nya adalah 1.Bagian IKM/IKK FKUNAND 29 .05) =0. nilai -nya harus dibagi dua arah yaitu ujung kiri dan kanan dari suatu kurva normal.05 maka nilai alpha = ½ (0.96.

Gambar Uji two tail (dua sisi/dua arah) Uji Hipotesa .Rizanda Machmud.Bagian IKM/IKK FKUNAND 30 .

Bagian IKM/IKK FKUNAND 31 .Rizanda Machmud. nilai alphanya tetap 5 % (tidak usah dibagi dua) sehingga nilai Z= 1.Uji one tail (satu sisi/satu arah) Ho : x =  Ha : x >   Maka uji nya adalah satu arah. Uji Hipotesa .65.

Rizanda Machmud.Uji one tail (satu sisi/satu arah) Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 32 .

Bagian IKM/IKK FKUNAND 33 .Uji one tail (satu sisi/satu arah) Uji Hipotesa .Rizanda Machmud.

maka keputusannya: Ho ditolak  Ho ditolak. maka keputusannya: Ho gagal ditolak  Ho gagal ditolak.  Bila nilai perhitungan uji statistik lebih kecil dibandingkan nilai yang berasal dari tabel (nilai perhitungan < nilai tabel).Hasil Keputusan Uji Statistik  Bila nilai perhitungan uji statistik lebih besar dibandingkan nilai yang berasal dari tabel (nilai perhitungan > nilai tabel).Rizanda Machmud. Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 34 . artinya: ada perbedaan kejadian (mean/proporsi) yang signifikan antara kelompok data satu dengan kelompok data yang lain. Perbedaan yang ada hanya akibat dari faktor kebetulan (by chance). artinya: tidak ada perbedaan kejadian (mean/proporsi) antara kelompok data satu dengan kelompok data yang lain.

Pendekatan Probabilistik  Seiring dengan kemajuan perkembangan komputer maka uji statistik dengan mudah dan cepat dapat dilakukan dengan program-program statistik yang tersedia di pasaran seperti Epi Info.Bagian IKM/IKK FKUNAND 35 . SAS dll. Dengan nilai P ini kita dapat menggunakan untuk keputusan uji statistik dengan cara membandingkan nilai P dengan nilai  (alpha). maka keputusannya adalah Ho gagal ditolak Uji Hipotesa .Rizanda Machmud. maka keputusannya adalah Ho ditolak  Bila nilai P > nilai .. Setiap kita melakukan uji statistik melalui program komputer maka akan ditampilkan/dikeluarkan nilai P (P value). Ketentuan yang berlaku adalah sbb:  Bila nilai P  nilai . SPSS.

Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 36 .Catatan  Perlu diketahui bahwa Nilai P two tail adalah dua kali Nilai P one tail. berarti kalau tabel yang digunakan adalah tabel one tail sedangkan uji statistik yang dilakukan two tail maka Nilai P dari tabel harus dikalikan 2.  Dengan demikian dapat disederhanakan dengan rumus: Nilai P two tail = 2 x Nilai P one tail.Rizanda Machmud.

Rizanda Machmud.  Harapan kita nilai P adalah sekecil mungkin. IKM/IKK FKUNAND .Bagian 37 chance). sebab bila nilai P-nya kecil maka kita yakin bahwa adanya perbedaan pada hasil penelitian menunjukkan pula adanya perbedaan di populasi.Pengertian Nilai P  Nilai P merupakan nilai yang menunjukkan besarnya peluang salah menolak Ho dari data penelitian.  Nilai P dapat diartikan pula sebagai nilai besarnya peluang hasil penelitian (misalnya adanya perbedaan mean atau proporsi) terjadi karena faktor kebetulan (by chance). Dengan kata lain kalau nilai P-nya kecil maka perbedaan yang ada pada penelitian terjadi bukan karena faktor kebetulan (by Uji Hipotesa .

Uji Beda Mean Satu Sampel Tujuan pengujian adalah untuk mengetahui perbedaan mean populasi dengan mean data sampel penelitian. .

rumusnya: x- t = -----------Sd / Vn df = n-1 Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 39 .Jenis uji beda mean satu sampel Berdasarkan ada tidaknya nilai  (baca : tho) dibagi dua jenis: Bila nilai  diketahui maka digunakan uji Z.Rizanda Machmud. rumusnya: x- Z = ----------- / Vn Bilai nilai  tidak diketahui maka digunakan uji t .

Bagian IKM/IKK FKUNAND 40 .Keterangan Ket : x = rata-rata data sampel  = rata-rata data populasi  = standar deviasi data populasi Sd = standar deviasi data sampel n = jumlah sampel yang diteliti Uji Hipotesa .Rizanda Machmud.

Contoh uji beda mean satu sampel  Diketahui bahwa kadar Kolesterol orang dewasa normal adalah 200 gr/100 ml dengan standar deviasi sebesar 56 gr.Rizanda Machmud.Bagian IKM/IKK FKUNAND 41 . Uji Hipotesa . Peneliti ini ingin menguji apakah kadar kolesterol penderita hipertensi berbeda dengan kadar kolesterol orang dewasa normal ?. Seorang peneliti telah melakukan pengukuran kadar kolesterol sekelompok penderita hipertensi yang jumlahnya sebanyak 49 orang. Didapatkan rata-rata kadar kolesterol mereka 220 gr/100 ml.

Bagian IKM/IKK FKUNAND 42 .Penyelesaian  Kadar kolesterol normal adalah mean populasi  = 200 mg  Standar deviasi populasi  = 56 mg  Kadar kolesterol sampel = 220 mg ------(x ) Uji Hipotesa .Rizanda Machmud.

Proses pengujian: 1. maka jenis uji statistiknya yang digunakan adalah two tail (dua arah). Uji Hipotesa . Hipotesis Ho :  = 200 tidak ada perbedaan rata-rata kadar kolesterol orang dewasa dengan penderita hipertensi Ha :   200 ada perbedaan rata-rata kadar kolesterol orang dewasa dengan penderita hipertensi Bila dilihat hipotesis alternatifnya hanya ingin mengetahui perbedaan.Rizanda Machmud.Bagian IKM/IKK FKUNAND 43 .

Rizanda Machmud. maka jenis uji statistik yang digunakan adalah uji beda mean satu sampel dengan pendekatan uji Z (karena standar deviasi populasi diketahui). Uji Hipotesa . Pemilihan Uji Statistik Tujuan penelitian adalah ingin membandingkan nilai populasi (data orang dewasa) dengan data sampel (data penderita hipertensi).Bagian IKM/IKK FKUNAND 44 .Proses pengujian: 2. Level of significance Batas kemaknaan/level of significance pada uji statistik ini digunakan 5 % 3.

Perhitungan Uji Statistik Dari soal diatas nilai standar deviasi populasi diketahui maka rumus yang digunakan adalah: x- Z = ------- / n 220 -200 Z = -------------.Rizanda Machmud.4.Bagian IKM/IKK FKUNAND 45 .= 2.5 56/ 49 Uji Hipotesa .

 Pada tahap ini nilai Z yang diperoleh dari perhitungan dikonversi kedalam tabel kurve normal untuk mencari nilai p.4953 Uji Hipotesa .0 0. Keputusan Uji Statistik Pendekatan Probabilistik  Pada pendekatan ini dicari nilai p untuk kemudian dibandingkan dengan nilai alpha. 2.1 peluang .Rizanda Machmud.5.4938 ..00 0..6 . Z 0.4940 2.5 . 0.Bagian IKM/IKK FKUNAND 46 .02 dst.01 0.

Keputusan Uji Statistik Pendekatan Probabilistik.  Dari nilai Z=2.012.006 = 0.4932 .  Sedangkan arah uji pada uji ini adalah two tail (lihat hipotesis Ha-nya).4938 berarti nilai p-nya = 0.0062  Nilai p = 0.5. Jadi nilai p = 0.5 diperoleh peluang 0.Rizanda Machmud.4938 = 0. namun perlu diketahui bahwa nilai peluang pada tabel kurve normal merupakan nilai one tail . maka Nilai P untuk uji ini adalah : 2 x 0..5 .012 Uji Hipotesa .0.Bagian IKM/IKK FKUNAND 47 .

sehingga kita memutuskan hipotesis nol (Ho) ditolak.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada  5% secara statistik kadar kolesterol dari orang dengan hipertensi berbeda dibandingkan kadar kolesterol orang dewasa normal (p=0.05 maka terlihat bahwa nilai p lebih kecil dari . Keputusan Uji Statistik Pendekatan Probabilistik.Rizanda Machmud.5.012) Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 48 .  Dengan melihat hasil nilai p dan membandingkannya dengan =0..

5-0. sehingga =0.Rizanda Machmud.5) lebih besar dibandingkan nilai Z tabel (1.4750. Terlihat bahwa nilai Z hitung (2.  Kemudian nilai Z ini dibandingkan dengan nilai Z perhitungan yang sudah dilakukan diatas ( Z hitung=2.96)  maka keputusannya adalah Ho ditolak Uji Hipotesa .5. Kalau ditentukan  = 0. maka alphanya harus dibagi dua.Bagian IKM/IKK FKUNAND 49 .96 . Keputusan Uji Statistik Pendekatan Klasik  Dengan Ha seperti diatas maka berarti kita melakukan uji hipotesis dengan two tail (dua arah). maka nilai tabel kurve normalnya (batas kritis) adalah Z= 1.025=0.05.  Untuk mencarai nilai Z di tabel kurve normal maka angka peluang yang dicari adalah 0.025.5).

Peneliti ini ingin menguji apakah kadar kolesterol penderita hipertensi berbeda dengan kadar kolesterol orang dewasa normal ?. dengan standar deviasi sebesar 63 gr. Seorang peneliti telah melakukan pengukuran kadar kolesterol sekelompok penderita hipertensi yang jumlahnya sebanyak 25 orang.CONTOH  Diketahui bahwa kadar Kolesterol orang dewasa normal adalah 200 gr/100 ml. Didapatkan ratarata kadar kolesterol mereka 220 gr/100 ml. Uji Hipotesa .Bagian IKM/IKK FKUNAND 50 .Rizanda Machmud.

UJI T  Kalau peneliti tidak mengetahui besarnya standar deviasi populasi serta hanya mengambil sebanyak 25 sampel penderita hipertensi. Maka untuk itu standar deviasi populasi diestimasi saja memakai standar deviasi sampel.  Didalam uji t kita harus memakai distribusi “t” dengan memperhatikan degree of freedom (df) atau derajat kebebasan yang besarnya n-1(df=n-1).Bagian IKM/IKK FKUNAND 51 . Uji Hipotesa . Karena itu uji statistik ini tidak memakai uji Z tetapi adalah uji t ( t test). Kita misalkan pada sampel ini didapatkan standar deviasi sampel 63 mg.Rizanda Machmud.

UJI T Perhitungan ujinya: x - t = ----------s/n 220 -200 t = -------------.Bagian IKM/IKK FKUNAND 52 . kemudian dicari nilai p dengan menggunakan Tabel distribusi t Uji Hipotesa .59 dan nilai df=25-1=24.Rizanda Machmud.59 63/ 25 Hasil t = 1.=1.

59 2.01 1 .05 nilai p ….Keputusan Uji Statistik .318 2...064 .025 ….797 t=1. 24 . .Bagian IKM/IKK FKUNAND 53 .005 …. ….492 Uji Hipotesa .10 .711 2. 1.. .Rizanda Machmud.dst 1.

terletak pada posisi antara nilai 1.10 = 0.05.Rizanda Machmud.Bagian IKM/IKK FKUNAND 54 .318 dan 1.05 <p<0.10) dan lebih besar dari 0. maka nilai p yang didapat dari tabel harus dikalikan dua.Keputusan Uji Statistik  Pada soal diatas diperoleh nilai t=1. berarti nilai p-nya lebih kecil dari 0. Hasilnya adalah = 2 x 0.10 Uji Hipotesa .05<p< 0. atau dapat ditulis: 0.05(p>0.10<p<0.05).10(p<0.59 dan df=24.10 dan 0.711 kemudian kalau kita tarik keatas berarti terletak antara nilai alpha 0.20  Jadi nilai p > 0.10  Karena tabel t merupakan jenis tabel untuk one tail.

 Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa data sampel tidak menyokong untuk menyatakan kadar kolesterol dari orang dewasa berbeda dengan kadar kolestrol penderita hipertensi.Bagian IKM/IKK FKUNAND 55 .Keputusan Uji Statistik  Dengan melihat hasil p dan membandingkannya dengan  maka ternyata p besar dari .Rizanda Machmud. sehingga hipotesis nol (Ho) gagal ditolak.10). Uji Hipotesa .  Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna kadar kolesterol orang dewasa dengan kadar kolesterol penderita hipertensi (p>0.

.Uji Beda Proporsi Tujuan adalah untuk mengetahui/menguji perbedaan proporsi populasi dengan proporsi data sampel penelitian.

Bagian IKM/IKK FKUNAND 57 .Rizanda Machmud.Uji Beda 2 Proporsi Hipotesis: Ho: p = P Ho: p = P Ha : p  P Ho: p > P atau Ho: p < P two tail one tail Rumus : p-P Z = -----------------V (P . Q) / n Ket : p = proporsi data sampel penelitian P = proporsi data populasi Q=1-P Uji Hipotesa .

Bagian IKM/IKK FKUNAND 58 . Ujilah apakah ada perbedaan proporsi persalinan antara laporan dinas dengan sampel penelitian. dan ternyata terdapat 41 % yang mengaku bersalin melalui dukun.CONTOH  Dari laporan Dinas Kesehatan Kabupaten X tahun yang lalu menyebutkan bahwa 40 % persalinan dilakukan oleh Dukun. dengan alpha 5 %. Untuk pengujian ini diambil sampel random sebanyak 250 persalinan dan dilakukan wawancara pada ibu baru setahun terakhir melakukan persalinan.Rizanda Machmud. Uji Hipotesa . Kepala Dinas ingin membuktikan apakah sekarang persalinan masih tetap seperti laporan tahun lalu atau sudah berubah.

33 Uji Hipotesa .40 tidak ada perbedaan proporsi persalinan antara data dinas dengan data sampel Ha: P  0.60 p=0.Rizanda Machmud.40=0.41 Hipotesis: Ho: P=0.40 ada perbedaan proporsi persalinan antara data dinas dengan data sampel 0.Jawab Diketahui: n=250 P=0.60) / 250 z = 0.41 .40 Z = ------------------------------V (0.40 x 0.40 Q=1-0.0.Bagian IKM/IKK FKUNAND 59 .

1293 = 0.Keputusan uji statistik  Dari nilai Z=0. sehingga kita memutuskan Ho gagal ditolak.Bagian IKM/IKK FKUNAND 60 .7414) Uji Hipotesa .  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada  5% secara statistik proporsi persalinan antara laporan dinas dengan data penelitian tidak berbeda (p=0.3707  Nilai p = 0.7414.05 maka terlihat bahwa nilai p lebih besar dari .3707 .3707 = 0.1293 (tabel kurve normal.7414  Dengan melihat hasil nilai p dan membandingkannya dengan  sebesar 0. namun perlu diketahui bahwa nilai peluang pada tabel kurve normal merupakan nilai one tail.Rizanda Machmud. maka Nilai P untuk uji ini adalah : 2 x 0. Jadi nilai p = 0.5 .0.33 diperoleh peluang 0. Sedangkan arah uji pada uji ini adalah two tail (lihat hipotesis Ha-nya). lampiran III) berarti nilai p-nya = 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->