P. 1
Dasar-Dasar Hukum Tata Negara

Dasar-Dasar Hukum Tata Negara

|Views: 508|Likes:
Published by Paramitha Kusuma
hukum
hukum

More info:

Published by: Paramitha Kusuma on Aug 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2015

pdf

text

original

Agus Pratiwi

Negara adalah suatu organisasi yang mengatur keseluruhan hubungan antara manusia satu sama lain dalam masyarakat.. dan menegakkan aturan tersebut dengan kewajibanya. . Negara adalah organisasi kekuasaan/kewibawaan dan kelompok manusia yang ada dibawah pemerintahnya.   Hukum Tata Negara (HTN) adalah hukum mengnai susunan suatu negara. merupakan masyarakat yang tunduk kepada kekuasaan/kewibawaannya.

. negara mempergunakan kewibawaan tersebut untuk menjamin dan mengelola kepentingan-kepentingan materiil dan spiritual para anggotanya (warga negara). Disamping itu.

Sumber HTN Formal (hukum perundangundangan ketatanegaraan. traktat.  Sumber HTN Materiil (dasar dan pandangan hidup. konvensi. serta kekuatan politik yang berpengaruh pada saat perumusan HTN). dan hukum adat ketatanegaraan) . doktrin.

yang merupakan tindakan pertama bangsa Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Pancasila. .Perwujudannya sebagai sumber segala sumber hukum melalui:  Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945.  Dekrit Presiden 5 Juli 1959. yang merupakan dasar berlakunya kembali UUD 1945 yang keluar atas dasar hukum darurat negara dengan penilaian dari penguasa sendiri.

yang pasal-pasalnya merupakan perwujudan dari Pancasila. Surat Perintah Sebelas Maret. XX/MPRS/1966 (???) .  UUD 1945. dan dapat dikatakan bahwa UUD merupakan pelaksana Pancasila yang memiliki bentuk yang formal sebagai konstitusi. bagian 1 Tap MPRS No.

. Lihat kembali sejarah tata urutan perundang-undangan Indonesia! . pokok atau dasar mengenai ketatanegaraan suatu negara dan merupakan sumber hukum utama. Dst.   UUD 1945-merupakan dokumen hukum yang mengandung aturan-aturan. ketentuan. TAP MPR RI.

. Sehingga. aturan-aturan dan ketentuan-ketentuannya merupakan pula hukum positif dari negara yang bersangkutan masing-masing.  Traktat (Perjanjian)-isi perjanjian mengikat pihak-pihak negara termasuk juga warga negara. Konvensi (kebiasaan) ketatanegaraan merupakan perbuatan ketatanegaraan yang terpelihara dan dilakukan berulang-ulang sehingga dapat diterima dan ditaati dalam praktek ketatanegaraan suatu negara.

yang diakui berlaku oleh penguasa. Hukum Adat Ketatanegaraan adalah hukum di bidang ketatanegaraan yang tumbuh dan berkembang di dalam kehidupan sehari-hari dari rakyat. .

Asas Kedaulatan Rakyat (Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 yang secara tegas menyatakan “kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD”).  Asas Kekeluargaan (Pasal 33 ayat (1) yang secara tegas menyatakan bahwa “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan”). .

Sedangkan pembagian kekuasaan (Jhon Locke) membagi kekuasaan negara ke dalam kekuasaan legislatif. legislatif. . dan yudikatif. Asas Pemisahan dan Pembagian Kekuasaan (Pemisahan kekuasaan (Montesquieu) merupakan pemisahan kekuasaan yang tegas mengenai pembagian tugas ketatanegaraan antara eksekutif. dan federatif yang masih berhubungan antara satu dengan yang lainnya). eksekutif.

Setelah amandemen UUD 1945 Indonesia menganut asas pemisahan kekuasaan dengan system check and balances. hal ini nampak dalam kekuasaan antar lembaga negara oleh pembuat UUD dipandang seimbang (balances) dan kewajiban penerima kekuasaan untuk memberi pertanggungjawaban kepada pemberi kekuasaan dipandang sebagai check (pengawasan). . Hal ini dapat dilihat dalam proses pembuatan UU yang terdapat dalam Pasal 5 ayat (1) UUD 1945 “Presiden memegang kekuasaan membentuk UU dengan persetujuan DPR”.

. Hal ini berarti setiap tindakan aparatur negara harus didasarkan atas hukum. Asas Negara Hukum (Negara hukum adalah negara yang berdiri diatas hukum yang menjamin keadilan kepada warga negaranya. Ketatanegaraan Indonesia menganut asas negara hukum yang dinyatakan dengan tegas dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 yang berbunyi “Negara Indonesia adalah negara hukum”).

peradilan yang bebas dan tidak memihak. legalitas dalam segala bentuk. adanya UUD atau konstitusi yang memuat ketentuan tertulis tentang hubungan antara penguasa dan rakyat. adanya pengakuan dan perlindungan HAM yang penegakannya dijamin oleh hukum.Ciri-ciri Negara Hukum antara lain . . adanya pembagian kekuasaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->