KHUTBAH NIKAH

Pernikahan dalam Islam
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas DAFTAR ISI: Daftar isi
[sembunyikan]

• • o • • • o o o o o o o o • • •

1 Hikmah Pernikahan 2 Pemilihan calon 2.1 Ciri-ciri bakal suami 3 Penyebab haramnya sebuah pernikahan 4 Peminangan 5 Nikah 5.1 Rukun nikah 5.2 Syarat calon suami 5.3 Syarat bakal istri 5.4 Syarat wali 5.5 Jenis-jenis wali 5.6 Syarat-syarat saksi 5.7 Syarat ijab 5.8 Syarat qobul 6 Wakil Wali/ Qadi 7 Lihat juga 8 Referensi 9 Pranala luar

Pernikahan atau nikah artinya adalah terkumpul dan menyatu. Menurut istilah lain juga dapat berarti Ijab Qobul (akad nikah) yang mengharuskan perhubungan antara sepasang manusia yang diucapkan oleh katakata yang ditujukan untuk melanjutkan ke pernikahan, sesusai peraturan yang diwajibkan oleh Islam[1]. Kata zawaj digunakan dalam al-Quran artinya adalahpasangan yang dalam penggunaannya pula juga dapat diartikan sebagai pernikahan, Allahs.w.t. menjadikan manusia itu saling berpasangan, menghalalkan pernikahan dan mengharamkan zina.
Daftar isi
[sembunyikan]

1 Hikmah Pernikahan 2 Pemilihan calon

o
suami

2.1 Ciri-ciri bakal

3 Penyebab haramnya sebuah pernikahan 4 Peminangan 5 Nikah

o o o o o o o o

5.1 Rukun nikah 5.2 Syarat calon suami 5.3 Syarat bakal istri 5.4 Syarat wali 5.5 Jenis-jenis wali 5.6 Syarat-syarat saksi 5.7 Syarat ijab 5.8 Syarat qobul 6 Wakil Wali/ Qadi 7 Lihat juga

8 Referensi 9 Pranala luar

[sunting]Hikmah • • • • • •

Pernikahan

Cara yang halal dan suci untuk menyalurkan nafsu syahwat melalui ini selain lewat perzinahan, pelacuran, dan lain sebagainya yang dibenci Allah dan amat merugikan. Untuk memperoleh ketenangan hidup, kasih sayang dan ketenteraman Memelihara kesucian diri Melaksanakan tuntutan syariat Membuat keturunan yang berguna bagi agama, bangsa dan negara. Sebagai media pendidikan: Islam begitu teliti dalam menyediakan lingkungan yang sehat untuk membesarkan anak-anak. Anak-anak yang dibesarkan tanpa orangtua akan memudahkan untuk membuat sang anak terjerumus dalam kegiatan tidak bermoral. Oleh karena itu, institusi kekeluargaan yang direkomendasikan Islam terlihat tidak terlalu sulit serta sesuai sebagai petunjuk dan pedoman pada anakanak

• •

Mewujudkan kerjasama dan tanggungjawab Dapat mengeratkan silaturahim

[sunting]Pemilihan

calon

Islam mensyaratkan beberapa ciri bagi calon suami dan calon isteri yang dituntut dalam Islam. Namun, ini hanyalah panduan dan tidak ada paksaan untuk mengikuti panduan-panduan ini.

[sunting]Ciri-ciri

bakal suami

Sekadar gambar hiasan: Sebuah acara pernikahan di Indonesian dan diadakan dengan budaya Jawa

• • • • • •

beriman & bertaqwa kepada Allah s.w.t bertanggungjawab terhadap semua benda memiliki akhlak-akhlak yang terpuji berilmu agama agar dapat membimbing calon isteri dan anak-anak ke jalan yang benar tidak berpenyakit yang berat seperti gila, AIDS dan sebagainya rajin bekerja untuk kebaikan rumahtangga seperti mencari rezeki yang halal untuk kebahagiaan keluarga.

[sunting]Penyebab •

haramnya sebuah pernikahan

Perempuan yang diharamkan menikah oleh laki-laki disebabkan karena keturunannya (haram selamanya) serta dijelaskan dalam surah an-Nisa: Ayat 23 yang berbunyi, “Diharamkan kepada kamu menikahi ibumu, anakmu, saudaramu, anak saudara perempuan bagi saudara laki-laki, dan anak saudara perempuan bagi saudara perempuan.”:

• • • • •

Ibu Nenek dari ibu maupun bapak Anak perempuan & keturunannya Saudara perempuan segaris atau satu bapak atau satu ibu Anak perempuan kepada saudara lelaki mahupun perempuan, uaitu semua anak saudara perempuan

• • • • •

Perempuan yang diharamkan menikah oleh laki-laki disebabkan oleh susuan ialah: Ibu susuan Nenek dari saudara ibu susuan Saudara perempuan susuan Anak perempuan kepada saudara susuan laki-laki atau perempuan

namun persetujuan hendaknya dibuat semasa peminangan dilakukan. tidak dalam iddah. Meminang merupakan adat kebiasaan masyarakat Melayu yang telah dihalalkan oleh Islam.sabda Rasullullah SAW kepada seorang laki-laki yang hendak menikah dengan seorang perempuan: "Apakah kamu telah melihatnya?jawabnya tidak(kata lelaki itu kepada Rasullullah).Pergilah untuk melihatnya supaya pernikahan kamu terjamin kekekalan." (Hadis Riwayat Tarmizi dan Nasai) Hadis Rasullullah mengenai larangan meminang wanita yang telah bertunangan: . Melihat calon suami dan calon istri adalah sunat. Peminangan juga merupakan awal proses pernikahan. Hukum peminangan adalah harus dan hendaknya bukan dari istri orang. dan bukan tunangan orang. Apabila terjadi ingkar janji yang disebabkan oleh sang laki-laki. Hadist Rasullullah mengenai kebenaran untuk melihat tunangan dan meminang: "Abu Hurairah RA berkata. maka hendaknya dikembalikan. Pemberian seperti cincin kepada wanita semasa peminangan merupakan tanda ikatan pertunangan. bukan saudara sendiri.• • • • • • • • • • Sepupu dari ibu susuan atau bapak susuan Perempuan muhrim bagi laki-laki karena persemendaan ialah: Ibu mertua Ibu tiri Nenek tiri Menantu perempuan Anak tiri perempuan dan keturunannya Adik ipar perempuan dan keturunannya Sepupu dari saudara istri Anak saudara perempuan dari istri dan keturunannya [sunting]Peminangan Pertunangan atau bertunang merupakan suatu ikatan janji pihak laki-laki dan perempuan untuk melangsungkan pernikahan mengikuti hari yang dipersetujui oleh kedua pihak. pemberian tidak perlu dikembalikan dan jika disebabkan oleh wanita. Anggota yang diperbolehkan untuk dilihat untuk seorang wanita ialah wajah dan kedua tangannya saja. karena tidak mau penyesalan terjadi setelah berumahtangga.

"Daripada Ibnu Umar RA bahawa Rasullullah SAW telah bersabda: "Kamu tidak boleh meminang tunangan saudara kamu sehingga pada akhirnya dia membuat ketetapan untuk memutuskannya". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim(Asy-Syaikhan)) [sunting]Nikah [sunting]Rukun • • • • • • nikah Pengantin laki-laki Pengantin perempuan Wali Dua orang saksi laki-laki Mahar Ijab dan kabul (akad nikah) [sunting]Syarat • • • • • • • • Islam calon suami Laki-laki yang tertentu Bukan lelaki muhrim dengan calon istri Mengetahui wali yang sebenarnya bagi akad nikah tersebut Bukan dalam ihram haji atau umroh Dengan kerelaan sendiri dan bukan paksaan Tidak mempunyai empat orang istri yang sah dalam suatu waktu Mengetahui bahwa perempuan yang hendak dinikahi adalah sah dijadikan istri [sunting]Syarat • • • Islam bakal istri Perempuan yang tertentu Bukan perempuan muhrim dengan calon suami .

Wali ab’ad ini akan digantikan oleh wali ab’ad lain dan begitulah seterusnya mengikut susunan tersebut jika tidak ada yang terdekat lagi. terlalu tua dan sebagainya Merdeka Tidak dibatasi kebebasannya ketimbang membelanjakan hartanya Sebaiknya calon istri perlu memastikan syarat WAJIB menjadi wali. kita hendaklah menitik beratkan hal-hal yag wajib seperti ini. kita hanya akan dianggap hidup dalam berzinahan selamanya.• • • • Bukan seorang banci Bukan dalam ihram haji atau umroh Tidak dalam iddah Bukan istri orang [sunting]Syarat • • • • • • • • • wali Islam. jikalau wali aqrab berkenaan tidak ada.Jika tidak. Jika syarat-syarat wali terpenuhi seperti di atas maka sahlah sebuah pernikahan itu.Sebagai seorang mukmin yang sejati. [sunting]Jenis-jenis • wali Wali mujbir: Wali dari bapaknya sendiri atau kakek dari bapa yang mempunyai hak mewalikan pernikahan anak perempuannya atau cucu perempuannya dengan persetujuannya (sebaiknya perlu mendapatkan kerelaan calon istri yang hendak dinikahkan) • • Wali aqrab: Wali terdekat yang telah memenuhi syarat yang layak dan berhak menjadi wali Wali ab’ad: Wali yang sedikit mengikuti susunan yang layak menjadi wali. bukan kafir dan murtad Lelaki dan bukannya perempuan Telah pubertas Dengan kerelaan sendiri dan bukan paksaan Bukan dalam ihram haji atau umroh Tidak fasik Tidak cacat akal pikiran. gila. .

melihat dan berbicara Adil (Tidak melakukan dosa-dosa besar dan tidak terlalu banyak melakukan dosa-dosa kecil) Merdeka [sunting]Syarat • • • • ijab Pernikahan nikah ini hendaklah tepat Tidak boleh menggunakan perkataan sindiran Diucapkan oleh wali atau wakilnya Tidak diikatkan dengan tempo waktu seperti mutaah(nikah kontrak atau pernikahan (ikatan suami istri) yang sah dalam tempo tertentu seperti yang dijanjikan dalam persetujuan nikah muataah) • Tidak secara taklik(tidak ada sebutan prasyarat sewaktu ijab dilafalkan) Contoh bacaan Ijab:Wali/wakil Wali berkata kepada calon suami: "Aku nikahkan Anda dengan Diana Binti Daniel dengan mas kawin berupa seperangkap alat salat dibayar tunai". [sunting]Syarat • • qobul Ucapan mestilah sesuai dengan ucapan ijab Tidak ada perkataan sindiran .• Wali raja/hakim: Wali yang diberi hak atau ditunjuk oleh pemerintah atau pihak berkuasa pada negeri tersebut oleh orang yang telah dilantik menjalankan tugas ini dengan sebab-sebab tertentu [sunting]Syarat-syarat • • • • • • • • • saksi Sekurang-kurangya dua orang Islam Berakal Telah pubertas Laki-laki Memahami isi lafal ijab dan qobul Dapat mendengar.

• • • • • Dilafalkan oleh calon suami atau wakilnya (atas sebab-sebab tertentu) Tidak diikatkan dengan tempo waktu seperti mutaah(seperti nikah kontrak) Tidak secara taklik(tidak ada sebutan prasyarat sewaktu qobul dilafalkan) Menyebut nama calon istri Tidak ditambahkan dengan perkataan lain Contoh sebutan qabul(akan dilafazkan oleh bakal suami):"Aku terima nikahnya dengan Diana Binti Daniel dengan mas kawin berupa seperangkap alat salat dibayar tunai" ATAU "Aku terima Diana Binti Daniel sebagai istriku".Segala urusan pernikahan. [sunting]Wakil Wali/ Qadi Wakil wali/Qadi adalah orang yang dipertanggungjawabkan oleh institusi Masjid atau jabatan/pusat Islam untuk menerima tuntutan para Wali untuk menikahkan/mengahwinkan bakal istri dengan bakal suami.Disamping tanggungjawabnya menikahi suami istri berjalan dengan sempurna.Aktivitas ini disebut sebagai "Pembatalan Wudhu".jamuan makan kepada para hadirin dan lainnya adalah tanggungjawab pihak suami istri itu. Setelah qobul dilafalkan Wali/wakil Wali akan mendapatkan kesaksian dari para hadirin khususnya dari dua orang saksi pernikahan dengan cara meminta saksi mengatakan lafal "SAH" atau perkataan lain yang sama maksudya dengan perkataan itu. Qadi hanya perlu memastikan aset-aset itu telah disediakan supaya urusan pernikahan berjalan lancar.penyedian tempat pernikahan.hantaran atau majelis umum (walimatul urus)yang tidak perlu dibebankan atau dibuang.Aktivitas ini diteruskan dengan suami mencium istri.barangan hantaran(hadiah). Suami istri juga diminta untuk salat sunat nikah sebagai tanda syukur setelah pernikahan berlangsung.penyediaan aset pernikahan seperti mas kawin. mas kawin/mahar akan diserahkan kepada pihak istri dan selanjutnya berupa cincin akan dipakaikan kepada jari cincin istri oleh suami sebagai tanda dimulainya ikatan kekeluargaan atau simbol pertalian kebahagian suami istri. Pernikahan Islam yang memang amat mudah karena ia tidak perlu mengambil masa yang lama dan memerlukan banyak aset-aset pernikahan disamping mas kawin. Selanjutnya Wali/wakil Wali akan membaca doa selamat agar pernikahan suami istri itu kekal dan bahagia sepanjang kehidupan mereka serta doa itu akan diAminkan oleh para hadirin Bersamaan itu pula.Qadi perlu menyempurnakan dokumen- .Ini karena sebelum akad nikah dijalankan suami dan isteri itu diminta untuk berwudhu terlebih dahulu.

dua pihak yang Ijab adalah penyerahan dari pihak pertama.Qadi juga mesti merupakan seorang laki-laki Islam yang sudah merdeka dan telah pubertas. Ijab dari pihak wali si perempuan dengan ucapannya. dan dari keduanya Allah mengembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. disunnahkan untuk menyampaikan khutbah yang dikenal dengan khutbatun nikah atau khutbatul hajah. Sesungguhnya Allah menjaga dan mengawasimu. Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tatacara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan proses empat yaitu Akad Nikah Akad nikah adalah perjanjian yang berlangsung antara melangsungkan pernikahan dalam bentuk ijab dan qabul. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya.Sheikh ulIslam dan sebagainya.dokumen berkaitan pernikahan seperti sertifikat pernikahan dan pengesahan suami istri di pihak tertinggi seperti mentri agama dan administratif negara. bertaqwalah kamu dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya.Qadi selalunya dilantik dari kalangan orang-orang alim(yang mempunyai pengetahuan dalam agama Islam dengan luas) seperti Ustaz. yang dengan nama-Nya kamu saling meminta. dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.” Qabul adalah penerimaan dari pihak suami dengan ucapannya. misalnya: “Saya terima nikahnya anak Bapak yang bernama si A dengan mahar sebuah kitab Riyadhus Shalihin.” Sebelum dilangsungkannya akad nikah. Lafadznya sebagai berikut: “Hai orang-orang yang beriman. sesungguhnya dia telah mendapat kemenangan yang besar”(QS al-Ahzab: 70-71) . dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. niscaya Allah memperbaiki bagimu amalanamalanmu. bertaqwalah kepada Rab-mu. dan dari padanya Allah menciptakan isterinya. Dan bertaqwalah kepada Allah.” (QS Ali Imran: 102) “Hai sekalian manusia. bertaqwalah kamu kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar.Untuk memastikan status resmi suami isteri itu sentiasa sulit dan terpelihara. yang telah menciptakan kamu dari yang satu. misalnya: “Saya nikahkan anak saya yang bernama si A kepadamu dengan mahar sebuah kitab Riyadhus Shalihin. sedangkan qabul adalah penerimaan dari pihak kedua.Mufti. dan janganlah kamu mati melainkan dalam beragama Islam.Muallim.”(QS an-Nisa’: 1) “Hai orang-orang yang beriman.

beliau mengatakan. Namun yang tepat –wallahu a’lam– anjuran mengucapkan khutbatul hajah sebagaimana ditunjukkan hadis Ibn Mas’ud radhiallahu ‘anhu adalah sebelum akad . Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Tidak sah nikah. “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari kami khutbatul hajah…-sebagaimana lafadz di atas – …(HR. dianjurkan adanya khutbatul hajah sebelum akad nikah. Turmudzi dan lainnya serta dishahihkan Al-Albani) Kedua.” (HR.Adapun beberapa adab agar Nikah semakin berberkah anda bisa baca disini Adab dalam Akad Nikah [Ilu] Akad Nikah Agar akad nikah Anda semakin berkah. Yang dimaksud khutbatul hajah adalah bacaan: Dalil anjuran ini adalah hadis dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu. Abu Daud 2118 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani). pastikan kedua mempelai saling ridha dan tidak ada unsur paksaan. hindari semua hal yang menyebabkan ketidak-absahan akad nikah. berikut beberapa adab yang perlu diperhatikan: Pertama. Syu’bah (salah satu perawi hadis) bertanya kepada gurunya Abu Ishaq. Sebagian orang beranggapan dianjurkannya mengucapkan khutbah ini ketika walimah. meskipun acara walimah tersebut dilaksanakan setelah kumpul suami istri.” “Diucapkan pada setiap acara yang penting. “Apakah ini khusus untuk khutbah nikah atau boleh dibaca pada kesempatatan yang lainnya. saksi dua orang yang amanah. pastikan adanya wali pihak wanita. Karena itu. kecuali dengan wali (pihak wanita) dan dua saksi yang adil (amanah).” Jawab Abu Ishaq.

Karena pernikahan dilangsungkan dengan wali si wanita. 4:201). tentu saja ini menjadi pemandangan yang bermasalah secara syariah. tidak ada anjuran untuk membaca syahadat ketika hendak akad. Kesalahan yang banyak tersebar di masyarakat dalam hal ini. Karena itu.nikah bukan ketika walimah. hanya saja dia dibalik tabir. hendaknya pengantin wanita tidak ikut dalam majlis akad nikah. Jika dalam kondisi normal dan ada lelaki yang hendak menyampaikan kebutuhan atau hajat tertentu kepada wanita yang bukan mahram. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. . Pengantin wanita ada di lokasi itu. memposisikan calon pengantin wanita berdampingan dengan calon pengantin lelaki ketika akad. (A’unul Ma’bud Syarh Sunan Abu Daud. atau membaca surat Al-Fatihah. Allah Ta’ala mengajarkan. sebagaimana yang Allah nyatakan. atau anjuran untuk istighfar sebelum melangsungkan akad nikah. Allah syariatkan agar dilakukan di balik hijab maka tentu kita akan memberikan sikap yang lebih ketat atau setidaknya semisal untuk peristiwa akad nikah. termasuk pegawai KUA. Wallahu a’lam. Al-Ahzab: 53) Semua orang tentu menginginkan hatinya lebih suci. Dia didandani dengan make up yang tidak pada umumnya dikenakan. 5:3 dan Tuhafatul Ahwadzi Syarh Sunan Turmudzi. keduanya belum berstatus sebagai suami istri sebelum akad? Menyandingkan calon pengantin. Keempat. Bahkan keduanya diselimuti dengan satu kerudung di atasnya. Karena umumnya dalam kondisi ini. Semua itu sudah diwakili dengan lafadz khutbatul hajah di atas. maka mintalah dari belakang tabir. pengantin wanita dalam keadaan paling menawan dan paling indah dipandang. Tidak perlu calon pengantin diminta bersyahadat atau istighfar. “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (wanita yang bukan mahram). Karena umumnya majlis akad nikah dihadiri banyak kaum lelaki yang bukan mahramnya. Ketiga. Bukankah kita sangat yakin. ayat ini tidak hanya berlaku untuk para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tapi juga untuk semua mukmin.

Anda seharusnya sepakat bahwa ritual semacam ini juga terlarang. karena tunggangan Fadhl kecapekan. menurut pendapat yang lebih kuat. maka akad nikahnya sah dengan menggunakan kalimat tersebut. kemudian ‘mallaktuka’ (aku serahkan padamu). keduanya telah sah sebagai suami istri. Fadhl adalah pemuda yang cerah wajahnya. Dari Ibn Abbas radhiallahu ‘anhuma beliau menceritakan: Fadhl bin Abbas (saudaranya Ibn Abbas) pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di belakang beliau. bukan di tempat umum semacam itu. tidak disyaratkan menggunakan kalimat tertentu dalam ijab kabul. Yang paling tegas adalah kalimat: ‘zawwajtuka’ dan ‘ankahtuka’ (aku nikahkan kamu). Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam . Mereka menjawab. Kelima. semua kalimat yang dikenal masyarakat sebagai kalimat ijab kabul akad nikah maka status nikahnya sah. Anda tentu sadar bahwa untuk melampiaskan kemesraan ada tempatnya sendiri. tidak ada lafadz khusus untuk ijab qabul. Dalam pengucapn ijab kabul. 17:82). (Fatawa Lajnah Daimah. Bukankah syariah sangat ketat dalam urusan syahwat? Menampakkan adegan semacam ini di muka umum. Semua kalimat yang menunjukkan ijab Kabul. bisa dipastikan akan mengundang syahwat mata-mata masyarakat yang ada di sekitarnya. Keenam.Ketika Anda sepakat bahwa pacaran itu haram. Kita sepakat. Lajnah Daimah ditanya tentang lafadz nikah. Apapun yang sebelumnya diharamkan menjadi halal. Hanya saja. bermesraan setelah akad nikah di depan banyak orang. hindari bermesraan setelah akad di tempat umum Pemandangan yang menunjukkan kurangnya rasa malu sebagian kaum muslimin. Hadis berikut semoga bisa menjadi pelajaran penting bagi kita. Akan tetapi.

Apa latar belakangnya? Tidak lain adalah masalah syahwat. Maka potongan teks yang pertama untuk hadis ini. 7:290) Hadis dengan redaksi lengkap sebagaimana teks di atas statusnya dhaif. Al Bukhari. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang rahang Fadhl dan memalingkan wajahnya agar tidak melihat si wanita…. adakah anjuran akad nikah di masjid? Terdapat hadis yang menganjurkan untuk mengadakan akad nikah di masjid. dst. Tiba-tiba datang seorang wanita dari Bani Khats’am. namun Fadhl tetap mengarahkan pandangannya ke wanita tersebut. Ibnu Abbas melanjutkan. hadis ini memiliki penguat dari jalur yang lain hanya saja tidak ada tambahan “. Karena dalam sanadnya ada seorang perawi bernama Isa bin Maimun Al Anshari yang dinilai dhaif oleh para ulama.”. Apa yang bisa Anda katakan untuk kasus bermesraan pasca-akad nikah di tempat umum? Tentu itu lebih mengundang syahwat.” (HR.Adakan akad tersebut di masjid... At Turmudzi.. Akan tetapi. dan Abu Hatim. Maka Fadhl-pun langsung mengarahkan pandangan kepadanya. yang menganjurkan diumumkannya . no. hadisnya berbunyi: “Umumkan pernikahan. Al Baihaqi. dan takjub dengan kecantikannya. merasa yakin tidak mungkin terpengaruh syahwat.berhenti di atas tunggangannya. Beliau tidak mengandalkan taqwanya. Bukhari. di antaranya Al Hafidz Ibn Hajar. Ketujuh.6228) Bagaimana sikap orang yang bertaqwa sekelas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. adakan akad nikah di masjid dan meriahkan dengan memukul rebana. seorang wanita yang sangat cerah wajahnya untuk bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. 1:202 dan Baihaqi. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memalingkan wajah beliau. Beliau palingkan wajahnya. untuk menjawab pertanyaan banyak sahabat yang mendatangi beliau. (HR. Beliau juga tidak membiarkan pemuda yang ada didekatnya untuk melakukan kesalahan itu.

akad nikah tanpa menyebut mahar statusnya sah. (Mausu’ah fiqhiyah Kuwaitiyah. Karena itu. “Siapa yang meyakini adanya anjuran melangsungkan akad nikah di masjid atau akad di masjid memiliki nilai lebih dari pada di tempat lain maka dia telah membuat bid’ah dalam agama Allah. 39:151) Hanya saja. 978).” (Adab Al Khitbah wa Al Zifaf. (As Silsilah Ad Dla’ifah. Kesembilan. semakin baik menurut kaca mata syariah. Tujuan dari hal ini adalah menghindari perselisihan dan masalah selanjutnya. Meskipun ulama sepakat. penyebutan mahar dalam akad nikah akan semakin menenangkan kedua belah pihak.70) Kedelapan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: . Karena hadisnya dhaif. terutama keluarga. Hal. maka anjuran pelaksanaan walimah di masjid adalah anjuran yang tidak berdasar.pernikahan statusnya shahih. Sedangkan potongan teks berikutnya statusnya mungkar. Semakin mudah akad nikah. Artinya syariat tidak memberikan batasan baik wajib maupun sunah berkaitan dengan tempat pelaksanaan walimah nikah. hadis no. Hanya saja. Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan: Menyebut mahar ketika akad bukanlah syarat sah nikah. dianjurkan untuk menyebutkan mahar ketika akad nikah. dianjurkan mengikuti prosedur administrasi akad nikah. sebisa mungkin proses pernikahan dimudahkan dan tidak berbelit-belit. sebagaimana yang ditetapkan KUA. mahar diserahkan di majlis akad. boleh nikah tanpa menyebut mahar dengan sepakat ulama. Dan akan lebih baik lagi. Syaikh Amr bin Abdul Mun’im Salim mengatakan. Ini semua dalam rangka menghindari timbulnya perselisihan dan masalah administrasi negara.

sebagaimana anggapan sebagian orang.” Dinyatakan dalam hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu. tidak ada anjuran untuk melafadzkan ijab kabul dalam sekali nafas.“Nikah yang terbaik adalah yang paling mudah. jika yang menajdi saksi nikah adalah anak kecil. Bukhari dan Muslim) Syarat Saksi Nikah Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah menjelaskan. Di antara lafadz doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah “Semoga Allah memberkahimu di waktu senang dan memberkahimu di waktu susah. Ibnu Hibban dan dishahihkan Al-Albani) Sifat mudah ini mencakup masalah nilai mahar. beliau mendoakan: baarakallahu laka…dst. Syarat untuk saksi nikah: Berakal. Ternyata di dalamnya terdapat banyak wanita Anshar. bisa mendengar ucapan orang yang melakukan akad. Dianjurkan bagi siapapun yang hadir ketika peristiwa itu. untuk mendoakan pengantin. baligh. tata cara nikah. Kesebelas. Kesepuluh. ” (HR. atau orang . kemudian ibuku mendatangiku dan mengajakku masuk ke dalam rumah. Mereka semua mendoakan kebaikan. bahwa wali pengantin wanita telah menikahkan putrinya dengannya. “Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila hendak memberikan ucapan selamat kepada orang yang menikah. Turmudzi. Mengharuskan akad nikah dan ijab kabul dengan harus satu nafas bisa disebut pemaksaan yang berlebihan. Karena inti dari ijab qabul akad nikah adalah pernyataan masing-masing pihak. orang tuli. beliau mengatakan. dan pernyataan kesediaan dari pengantin lakilaki. dan memahami maksud dari ucapan akad nikah. (HR. orang gila. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku. dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan. keberkahan karena keberuntunganku. dst. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani) Dari A’isyah radhiallahu ‘anha. proses akad. Karena itu. doa selepas akad nikah.” (HR.

di desa. bukan syarat. Pendapat Hanafiyah lebih kuat. ini tidak mempengaruhi keabsahan akad. bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‫ل نكاح إل بولي وشاهدي عدل‬ “Tidak ada nikah kecuali dengan wali (wanita) dan dua saksi yang adil . Penjelasan Syaikhul Islam Lain dari penjelasan beliau. kerena telah memenuhi kriteria adil di masyarakat tersebut. bahwa dirinya bukan orang fasik. Karena keberadaan mereka di tempat akad nikah tidak teranggap. Kemudian. kembali pada standar yang ada di masyarakat. Karena penilaian sifat adil dilihat pada keumuman sikapnya. cukup dengan melihat penilaian umum pada saksi. Artinya jika seseorang itu masih dianggap sebagai orang baik-baik di mata masyarakatnya. tanpa harus mengetahui detail apakah dia pernah melakukan dosa besar atau tidak. mempersyaratkan saksi nikah harus orang yang adil. Tidak ada jaminan mereka telah lepas dari dosa besar. Syaikhul Islam menjelaskan bahwa kriteria adil dalam masalah saksi. maka dia layak untuk menjadi saksi. maka dia layak menjadi saksi. meskipun bisa jadi dia pernah melakukan transaksi riba atau melakukan ghibah. jika ternyata setelah akad diketahui bahwa ternyata saksi adalah orang fasik. Meskipun setelah itu diketahui dia melakukan dosa besar (Fiqhus Sunnah. Setiap orang yang layak menjadi wali nikah. Kedua. Berdasarkan hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. 2:58). sementara tidak diketahui status keadilan mereka.mabuk. Karena maksud utama adanya saksi adalah pengumuman adanya pernikahan. meskipun dengan saksi dua orang fasik. maka nikahnya tidak sah.” (HR. Ini berdasarkan firman Allah : ُ َ‫م ي‬ ٌ ‫ج‬ ّ ‫ن ال‬ َ ‫دوا‬ ْ َ ‫ست‬ ِ ‫دا‬ ‫ء‬ ِ ‫ن‬ ِ ‫ن‬ َ َ ‫رأ‬ َ ‫كو‬ ِ ‫ن‬ َ َ‫شه‬ َ ْ ‫ضو‬ َ ‫ر‬ ُ ‫ر‬ ُ ‫ر‬ ْ ِ ‫م فَإ‬ َ ِ‫ن ر‬ ُ ِ ‫شه‬ ْ ‫وا‬ ّ ‫م‬ ْ ‫وا‬ ْ َ‫ن ل‬ ْ ُ ‫جال ِك‬ َ ‫م‬ ْ َ‫ن ت‬ ْ ‫م‬ ِ ‫تا‬ َ ‫م‬ َ ‫ل‬ َ َ‫ن ف‬ َ ‫نا‬ ْ ‫م‬ َ ِ ْ ‫جل َدي‬ ِ ْ ‫هديد َي‬ ِ ‫ش‬ . Pertama. akan sangat memberatkan. Syafi’iyah dan mayoritas ulama berpendapat bahwa saksi dalam urusan manusia harus adil. Karena itu. Ad-Daruquhni. Sehingga. Hanafiyah berpendapat bahwa sifat adil untuk saksi. Selanjutnya Sayid Sabiq menyimpulkan. Karena pernikahan berlangsung di masyarakat. kampung. Pernikahan hukumnya sah. Apakah disyaratkan harus Adil? Yang dimaksud muslim yang adil adalah muslim yang menjalankan kewajiban dan tidak melakukan dosa besar atau kebohongan. dan dishahihkan al-Albani). AtThabrani dalam al-Ausath.

Karena itu. saksi dalam setiap masyarakat adalah orang yang dianggap baik di tengah mereka. 5:574) Allahu a’lam Tata Cara Pernikahan Dalam Islam : 2. kriteria adil berbeda lagi. Meskipun andaikan di tempat lain. dan tidak harus melihat sifat adilnya.” (QS. yang kalian relakan (untuk menjadi saksi). Setelah menyebutkan ayat ini. Jika tidak ada dua orang laki-laki maka saksi dengan seorang laki-laki dan dua orang wanita. yaitu adanya: 1. Syaikhul islam mengatakan: َ َ‫رإ‬ َ َ‫م و‬ ْ‫قا‬ َ َ‫ة ع‬ ُ َ ‫ما ي‬ ُ َ ‫قب‬ َ ُ‫ضوه‬ ّ ‫في ال‬ ‫ن‬ ُ ‫ح‬ ْ ُ‫ه ي‬ ْ َ‫ي‬ ِ ِ ‫دال َت‬ ِ َ ‫لد‬ ِ َ ‫هاد‬ ِ ‫ل‬ ِ َ ‫قت‬ ُ ‫كو‬ َ َ‫ل ى ع‬ ً ‫هدي‬ ُ ‫ر‬ ّ ‫م‬ ُ ‫ل ى‬ َ َ‫ه ك‬ ْ ُ‫دا ب َدي ْن َه‬ َ ‫ن‬ ُ ّ ‫ضي أن‬ َ ‫ش‬ ُ َ ‫ل ي ُن ْظ‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ ‫ديدي‬ ِ ‫قو‬ ِ ‫ش‬ ً ‫بو‬ ‫ه‬ ْ ‫م‬ ِ ْ ‫نوهُ عَل َدي‬ ُ ‫م‬ ِ ‫م‬ ُ ‫ق‬ َ َ ‫ما ائ ْت‬ َ ‫فدي‬ ْ ِ‫ل عَل َدي ْه‬ َ “Ayat ini menunjukkan bahwa diterima persaksian dalam masalah hak anak Adam dari orang yang mereka ridhai untuk menjadi saksi dalam interaksi diantara mereka.‫ها‬ َ ‫ها‬ ُ ‫دا‬ َ ُ ‫غال ِب‬ َ ّ ‫ت ك ُل‬ َ ‫ش‬ ْ ‫ها أ‬ “Kriteria adil dalam setiap waktu. dan masyarakat berbeda-beda sesuai dengan keadaan mereka. Aqad Nikah Dalam aqad nikah ada beberapa syarat. Mahar 5. Rasa suka sama suka dari kedua calon mempelai 2. Al-Baqarah: 282). semuanya atau umumnya. tempat.“Ambillah saksi dua orang laki-laki. Ijab Qabul . َ َ‫ن و‬ َ ‫ن‬ َ ‫ن‬ ُ َ ‫ها فَدي‬ َ ‫م‬ ّ ُ ‫في ك‬ ّ ُ ‫في ك‬ ُ ْ ‫وال ْعَد‬ َ ‫ن‬ ّ ‫ن ال‬ ‫ن‬ َ ِ ‫طائ‬ ِ ‫ل‬ ِ ُ ‫شاهِد‬ ٍ ‫ف‬ ِ ‫ل‬ َ ‫كا‬ ْ ِ ‫م وَإ‬ َ ‫كا‬ ُ ‫كو‬ َ ِ‫ة ب‬ َ ‫ل‬ َ ‫ح‬ ْ ِ‫فديه‬ َ ٍ ‫ل قَوْم‬ َ َ‫ن و‬ َ ‫ز‬ َ ِ ‫سب‬ ٍ ْ ‫ذا عَد‬ ْ ‫م‬ ٍ ‫كا‬ ٍ ‫ما‬ َ ُ َ ّ ْ َ ُ َ َ‫ل‬ ُ ْ َ َ َ ّ ‫هودِ ك‬ ُ ‫في‬ َ ‫ل‬ ‫نا‬ ‫ال‬ ‫ن‬ ‫دي‬ ‫ب‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫ح‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ن‬ ‫ك‬ ‫م‬ ‫ي‬ ‫ذا‬ ‫ه‬ ‫ب‬ ‫و‬ . tentu syariat persaksian dalam setiap kasus tidak akan berjalan. Mereka menerima urusan yang diamanahkan di antara sesama mereka. rukun dan kewajiban yang harus dipenuhi.” (al-Fatawa al-Kubro. Karena jika yang boleh menjadi saksi dalam setiap masyarakat hanyalah orang yang melakukan semua kewajiban syariat dan menjauhi semua yang haram. Saksi-saksi (minimal dua saksi yang adil) 4.‫ر‬ ‫خ‬ ‫آ‬ ‫ه‬ ‫ج‬ ‫و‬ ‫ل ى‬ ‫ع‬ ‫ه‬ ‫ل‬ ‫د‬ ‫ع‬ ‫ن‬ ‫كا‬ ‫ل‬ ‫م‬ ‫ه‬ ‫ر‬ ‫دي‬ ‫غ‬ ‫في‬ ‫ن‬ ‫كا‬ ‫و‬ َ َ َ ِ ‫ر‬ ّ ِ ٍ ِ ِ ْ َ ُ ُ ْ ْ َ ْ َ ُ ْ ِ ُ ْ ُ ‫ش‬ َ َ ِ ‫و اعْت ُب‬ ْ ‫س وَإ ِل فَل‬ َ ُ َ َ َ ْ ِ ِ َ َ ّ ‫مإ‬ َ ‫ن‬ َ َ ‫ما‬ ُ َ‫ن ي‬ َ ‫ن‬ ْ َ‫ل ي‬ ‫ت‬ ِ ‫دا‬ َ ِ ‫طائ‬ ُ َ ‫حاب‬ ِ ‫ما‬ ِ ‫با‬ ٍ ‫ف‬ َ ‫ص‬ َ ‫كا‬ َ ‫م‬ ِ ‫ر‬ َ‫ج‬ َ ‫ما ب ِأ‬ ُ ‫كو‬ ْ ‫ةأ‬ ْ َ ‫ة ل َب َط َل‬ َ َ‫ت ك‬ َ ‫ر‬ ُ ْ ‫ك ال‬ ِ ‫وا‬ ً ِ ‫قائ‬ َ ‫ل‬ ْ ِ‫شهَد َ عَل َدي ْه‬ ّ ‫ن ال‬ ّ ‫ح‬ ْ َ ‫ت وَت‬ َ ْ ‫ء ال‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫و‬ ّ ‫ال‬ . sebagaimana yang dulu ada di zaman sahabat. Izin dari wali 3. Dengan keterangan ini.” Selanjutnya beliau memberikan alasan. memungkinkan untuk ditegakkan hukum di tengah masyarakat.

maka nikahnya tidak sah. Jika seseorang menggaulinya. Jumhur ulama di antaranya adalah Imam Malik. kemudian saudara seayah seibu. mengurus aqad nikahnya. Walinya lebih mengetahui daripada wanita tersebut. Boleh juga anaknya dan cucunya. Islam mensyaratkan adanya wali bagi wanita sebagai penghormatan bagi wanita. maka sulthan (penguasa) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.” [3] Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak sah nikah melainkan dengan wali. Imam asySyafi’i. ats-Tsauri. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapa saja wanita yang menikah tanpa seizin walinya. kemudian saudara seayah.” [5] Tentang wali ini berlaku bagi gadis maupun janda. “Mereka (para ulama) ikhtilaf tentang wali. dan saudara-saudara dari pihak ibu tidak memiliki hak wali. Jika mereka berselisih. apabila seorang gadis atau janda menikah tanpa wali. wajib ada wali yang membimbing urusannya. ayahnya ibu. maka wanita itu berhak mendapatkan mahar dengan sebab menghalalkan kemaluannya. Tidak boleh bagi seorang wanita menikah tanpa wali. dan seterusnya ke atas. sedangkan paman dari saudara ibu. pernikahannya bathil. kemudian paman.” [4] Juga sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Tidak sah nikah kecuali dengan adanya wali dan dua saksi yang adil. dan apabila ini terjadi maka tidak sah pernikahannya. dan selainnya berkata. Artinya. maka nikahnya bathil (tidak sah). . [1] Ibnu Baththal rahimahullaah berkata. Jadi bagi wanita. memuliakan dan menjaga masa depan mereka. “Wali dalam pernikahan adalah ‘ashabah (dari pihak bapak). al-Laits.” [2] Disyaratkan adanya wali bagi wanita. pernikahannya bathil.• Wali Yang dikatakan wali adalah orang yang paling dekat dengan si wanita. lalu kakeknya. Tidak sahnya nikah tanpa wali tersebut berdasarkan hadits-hadits di atas yang shahih dan juga berdasarkan dalil dari Al-Qur’anul Karim. Dan orang paling berhak untuk menikahkan wanita merdeka adalah ayahnya.

dia tidak boleh kembali kepadamu selamanya! Sedangkan ia adalah laki-laki yang baik. . Itulah yang dinasihatkan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman kepada Allah dan hari Akhir. yaitu satu riwayat berikut ini. baik dihalangi atau pun tidak. Itu lebih suci bagimu dan lebih bersih. Sekarang engkau datang untuk meminangnya?! Tidak! Demi Allah. sesungguhnya ayat ini turun berkenaan dengan dirinya. “Aku pernah menikahkan saudara perempuanku dengan seorang laki-laki.” al-Hasan al-Bashri rahimahullaah berkata. dan wanita itu pun menghendaki rujuk (kembali) padanya. Dalam hadits ini. Ma’qil bin Yasar yang berkedudukan sebagai wali telah menghalangi pernikahan antara saudara perempuannya yang akan ruju’ dengan mantan suaminya. ‘Sekarang aku akan melakukannya (mewalikan dan menikahkannya) wahai Rasulullah. padahal keduanya sudah sama-sama ridha.[6] Hadits Ma’qil bin Yasar ini adalah hadits yang shahih lagi mulia. Aku katakan kepadanya. sedangkan kamu tidak mengetahui. Dan Allah mengetahui. bisa saja keduanya menikah. Lalu Allah Ta’ala menurunkan ayat yang mulia ini (yaitu surat al-Baqarah ayat 232) agar para wali jangan menghalangi pernikahan mereka. laki-laki itu (mantan suami) datang untuk meminangnya kembali. Hadits ini merupakan sekuat-kuat hujjah dan dalil tentang disyaratkannya wali dalam akad nikah. kemudian laki-laki itu menceraikannya. baik gadis maupun janda. Sehingga ketika masa ‘iddahnya telah berlalu. tidak sah nikah tanpa wali. Kesimpulannya.” [Al-Baqarah : 232] Ayat di atas memiliki asbaabun nuzul (sebab turunnya ayat). lalu sampai masa ‘iddahnya. Maka Allah menurunkan ayat ini: ‘Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka. wali sebagai syarat sahnya nikah. apabila telah terjalin kecocokan di antara mereka dengan cara yang baik.’” Kemudian Ma‘qil menikahkan saudara perempuannya kepada laki-laki itu.Allah Ta’ala berfirman: “Dan apabila kamu menceraikan isteri-isteri (kamu). maka jangan kamu (para wali) halangi mereka menikah (lagi) dengan calon suaminya. Ia berkata.’ Maka aku berkata. lalu engkau menceraikannya. Jika wali bukan syarat. Artinya. Tentang firman Allah: “Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka. Telah menceritakan kepadaku Ma’qil bin Yasar. ‘Aku telah menikahkan dan mengawinkanmu (dengannya) dan aku pun memuliakanmu.

maka merupakan kewajiban juga meminta persetujuan dari wanita yang berada di bawah perwaliannya. Apabila wanita tersebut seorang janda. “Nikah tidak sah kecuali dengan wali. Karena Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda. maka nikahnya tidak sah. ‘Maka nikahnya bathil (tidak sah).” • Keharusan Meminta Persetujuan Wanita Sebelum Pernikahan Apabila pernikahan tidak sah. atau anak laki-laki pamannya…” [9] Imam Ibnu Qudamah rahimahullaah berkata. Mereka berpendapat bahwa pada prinsipnya wanita tidak dapat menikahkan dirinya sendiri. maka diminta juga ijinnya dan diamnya merupakan tanda ia setuju. Akan tetapi kita memiliki dalil bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda. saudara lakilakinya. tidak pula selain (wali)nya. “Tidak halal bagi wanita untuk menikah. wanita boleh melakukannya. Menurut Abu Hanifah. Jumhur berpendapat demikian. melainkan dengan izin walinya: ayahnya. maka diminta persetujuannya (pendapatnya). Mereka berdalil dengan hadits-hadits yang telah disebutkan di atas tentang perwalian. Juga tidak boleh mewakilkan kepada selain walinya untuk menikahkannya. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Siapa pun wanita yang menikah tanpa izin walinya.Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullaah berkata. “Pernikahan tidak sah.’”[8] Imam Ibnu Hazm rahimahullaah berkata.” [7] Imam asy-Syafi’i rahimahullaah berkata. Jika ia melakukannya. Seandainya wanita tadi mempunyai hak menikahkan dirinya. “Para ulama berselisih tentang disyaratkannya wali dalam pernikahan. niscaya ia tidak membutuhkan saudara laki-lakinya. Wanita tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Jika tidak. melainkan dengan adanya wali. niscaya penolakannya (untuk menikahkan wanita yang berada di bawah perwaliannya) tidak ada artinya. kecuali dengan adanya wali. maka tidak ada nikah baginya (tidak sah). Ibnu Mundzir menyebutkan bahwa tidak ada seorang Shahabat pun yang menyelisihi hal itu. Sedangkan jika wanita tersebut seorang gadis. . pamannya. baik janda maupun gadis. kakeknya.

Sedangkan seorang gadis tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diminta ijinnya. [12] • Mahar “Dan berikanlah mahar (maskawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan.” [11] Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma bahwasanya ada seorang gadis yang mendatangi Rasulullah shal-lallaahu ‘alaihi wa sallam dan mengadu bahwa ayahnya telah menikahkannya. bahkan dianjurkan untuk meringankan mahar agar mempermudah proses pernikahan. sedangkan ia tidak ridha. Mahar (atau diistilahkan dengan mas Kimpoi) adalah hak seorang wanita yang harus dibayar oleh laki-laki yang akan menikahinya. “Yaitu mudah rahimnya untuk melahirkan.” [13] ‘Urwah berkata. Mahar merupakan milik seorang isteri dan tidak boleh seorang pun mengambilnya. Syari’at Islam yang mulia melarang bermahal-mahal dalam menentukan mahar. mudah maharnya dan mudah rahimnya. bagaimanakah ijinnya?” Beliau menjawab. “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sebaik-baik pernikahan ialah yang paling mudah. ataukah ia ingin membatalkannya).“Seorang janda tidak boleh dinikahkan kecuali setelah diminta perintahnya. Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyerahkan pilihan kepadanya (apakah ia ingin meneruskan pernikahannya.” Para Shahabat berkata. baik ayah maupun yang lainnya. “Jika ia diam saja. kecuali dengan keridhaannya. “Wahai Rasulullah. Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Di antara kebaikan wanita adalah mudah meminangnya.” ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallaahu ‘anhu berkata.” [An-Nisaa’ : 4] Mahar adalah sesuatu yang diberikan kepada isteri berupa harta atau selainnya dengan sebab pernikahan.’” [14] .

dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” [Al-Ahzaab : 70-71] Amma ba’du Syarat Saksi Nikah & Syarat Ijab Qabul Pasal 40 Tentang Syarat-Syarat Syahid . yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat. Sesungguh-nya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan Nama-Nya kamu saling meminta.” [An-Nisaa' : 1] “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. dan barangsiapa yang Allah sesatkan. dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata. memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan Rasul-Nya. [15] Quote: • Khutbah Nikah Menurut Sunnah. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk. sebelum dilangsungkan akad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu. maka sungguh. maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. [16] Adapun teks Khutbah Nikah adalah sebagai berikut: Segala puji hanya bagi Allah.” [Ali ‘Imran : 102] “Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam). dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya. maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. kami memuji-Nya. “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim. dia menang dengan kemenangan yang besar.Seandainya seseorang tidak memiliki sesuatu untuk membayar mahar. maka ia boleh membayar mahar dengan mengajarkan ayat Al-Qur’an yang dihafalnya. nis-caya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan meng-ampuni dosa-dosamu. kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami.

Tidak sah saksi mukim sesat bid’ah seperti Qadariyah dan Jabariyah. Tidak sah saksi orang kafir. 11. 6. Tidak sah saksi anak-anak. 16. Bukan musuh. Sudah usia dewasa. Bisa berbicara benar. Tidak sah saksi orang yang hilang akalnya. 10. 5. Tidak fasiq. 7. Mendengar. Tidak sah saksi budak belian. Melihat. Tidak sah saksi bisu. 12.Bahwa syarat-syarat sah yang harus terpenuhi oleh kedua orang saksi di dalam pernikahan (ijab dan qabul) ialah sebanyak 16 perkara: 1. Tidak sah saksi fasiq 14. Lelaki. Dua orang. Tidak sah saksi bapaknya sendiri. Tidak sah saksi wali wanita. Tidak sah saksi buta. Berakal sehat. Pasal 42 Tentang Arti Fasiq Bahwa yang disebut fasiq ialah manusia berakal yang sudah berusia baligh dan melakukan salah satu dosa besar atau mengekalkan haram kecil (tetapi merasa berdosa). Tidak sah saksi tuli. Selamat I’tiqad. 8. Merdeka. . Beragama Islam. 15. Tidak sah musuh menjadi saksi 13. Tidak sah saksi anaknya sendiri. 4. 9. 3. sehingga melampaui batas kewajaran. 2. Tidak sah saksi cidera keperwiraan (marwat). Pasal 41 Tentang Dua Saksi Yang Adil Bahwa yang disebut adil adalah orang islam yang berakal dan kedatangan hukum syari’ah yang tidak mengerjakan dosa besar dan tidak mengekalkan haram kecil (Bujairami ala al-Khatib: 1/ 245). Tidak sah saksi satu orang. Menjaga keperwiraan. Sentosa pikiran (tidak terlalu pemarah). Tidak sah saksi seorang yang besar nafsu ketika marah terhadap orang lain. Bukan anak. Bukan bapak.

Hendaklah jangan dijanji talak nanti setelah disetubuhi. Hukum perkawinan adalah sunnah bagi yang ingin menikah dalam arti ada kebutuhan seksual. 6. Hendaklah pengantin lelaki jangan kelamaan dalam menjawab ucapan wali yang menikahkan pengantin wanita (istrinya). karena syarat pengantin lelaki harus baligh. Hendaklah muafakat pengucapnya wali pada pengantin lelaki. Hendaklah muafakat dalam penyebutan wali pada jumlah maskawin. dengan tujuan melegalkan hubungan dua lawan jenis yang akan hidup dalam satu atap baik legal secara norma agama. memiliki biaya untuk pernikahan seperti biaya mahar (maskawin) dan ongkos perkawinan. Sedangkan Qabul ialah penerimaan (penjawaban) yang dilisankan oleh pengantin lelaki. [1] Dalam pengertian umum. bukan anak kecil. 3. Dengan syarat. Pasal 44 Tentang Syarat Sah Ijab Qabul Bahwa syarat-syarat sah ijab qabul akad nikah sebanyak ada enam perkara: 1. 5. 2. 4. Hukum nikah makruh bagi yang tidak mempunyai hasrat dan tidak ada biaya mahar dan ongkos perkawinan. HUKUM PERNIKAHAN MENURUT ISLAM 1. Hendaklah pengantin lelaki yang menerima (qabul). 2. Hendaklah antara keduanya faham akan bahasa yang diucapkan Pernikahan atau perkawinan dalam istilah syariah (fiqh) Islam adalah suatu akad (transaksi) yang menyebabkan menjadi halal atau legalnya hubungan seksual antara seorang laki-laki dan perempuan dengan memakai kata (bahasa Arab) inkah (‫ك‬ َ( ‫ت‬ ُ‫ح َك‬ ْ‫ك ُت‬ َ( ‫ن‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ) atau tazwij (‫ك‬ َ( ‫ت‬ ُ‫ج َك‬ ْ‫و ُت‬ ّ‫ز ْج‬ َ( ) atau terjemahannya dalam bahasa setempat. pernikahan/perkawinan adalah upacara pengikatan janji nikah yang dilaksanakan oleh calon mempelai pria dan wanita. .Pasal 43 Tentang Ijab dan Qabul Bahwa arti ijab ialah ucapan menikahkan lisankan oleh wali pengantin perempuan. dan norma sosial. norma hukum.

‫)الزوج‬ Pengantin perempuan (Arab. Wali [2] 2. Dua saksi 3.‫علديه وسلم‬ ‫ فلما سكن‬.‫إلديها قالت الملئكة مه يا آدم حت ى تؤدي لها مهرا‬ ‫ وزوجها له عل ى ذلك الملك القدوس‬،‫ فوف ى المهر وخطب المدين جبريل علديه السلم‬. 4. zauj . 2. Jadi bukan syarat sahnya pernikahan. Boleh dilakukan boleh ditinggalkan. (c) adil yaitu orang yang tidak melakukan dosa besar. Rukun adalah perkara yang harus terpenuhi saat akad nikah berlangsung. (b) akil baligh dan normal. 3. RUKUN NIKAH Ada 5 (lima) rukun nikah. Syarat Wali dan Saksi: (a) harus muslim. Khutbah nikah panjang teks bahasa Arab ‫ النافذ أمره‬،‫ المرهوب من عذابه وسطوته‬،‫ المطاع بسلطانه‬،‫ المعبود بقدرته‬،‫الحمد لله المحمود بنعمته‬ ‫ وأكرمهم بنبديه صل ى الله‬،‫ ومديزهم بأحكامه وأعزهم بدينه‬،‫ الذي خلق الخلق بقدرته‬،‫في سمائه وأر ضه‬ ‫ وخلق من‬،‫ وأمرا مفترضا‬،‫ جعل المصاهرة سببا لحقا‬،‫ إن الله تبارك اسمه وتعالت عظمته‬. jadi anak kecil dan orang gila tidak boleh jadi saksi dan wali. 1. Pengantin lelaki (Arab.‫وإمام المرسلدين‬ ‫ فصار ذلك سنة أولده عل ى تعاقب‬،‫ وشهد إسرافديل ومديكائديل وبعض المقربدين بدارس السلم‬. zaujah . 5. Khusus untuk saksi ada syarat tambahan yaitu harus normal pendengaran dan penglihatannya.‫السلم‬ ‫السندين‬ . Ijab qabul yaitu ucapan wali untuk menikahkan calon mempelai wanita dan jawaban dari calon pria.3. Seperti ucapan wali Aku nikahkan putriku denganmu ( ،‫وجتك‬ ّ‫ز ْج‬ ‫)أو أنكحتك ابنتي‬. Hukum menikah haram dalam beberapa situasi . Calon istri tidak diharamkan menikah dengan calon suami 4. Dan jawaban calon su`mi: saya terima nikahnya ( ‫)قبلت نكاحها و تزويجها‬.‫)الزوجة‬ Wali pengantin perempuan Dua orang saksi Ijab dan Qabul KHUTBAH NIKAH Membaca khutbah nikah adalah sunnah. Berikut teks khutbah dalam bahasa Arab.‫ خلق آدم ثم خلق زوجه حواء من ضلع من أضلعه الديسرى‬،‫ فجعله نسبا وصهرا‬،‫الماء بشرا‬ ‫ قال وما مهرها؟ قالوا أن تصلي عل ى محمد ختم النبدياء‬. 1. SYARAT NIKAH 1.

‬لإله إل هو‪ ،‬تبارك الله رب العلمدين‪ .‬‬ ‫‪2. calon pengantin perempuan harus dinikahkan oleh walinya.‫أحمده أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إلديها‪ ،‬وجعل بدينكم مودة ورحمة إن في ذلك ليت لقوم‬ ‫يتفكرون‪ ،‬وأشكره أن جعلكم‬ ‫شعوبا وقبائل بالتناسل الذي هو أصل كل نعمة‪ ،‬وأشهد ان لإله إل الله مبدع نظام العالم عل ى أكمل‬ ‫الحكمة‪ .‬‬ ‫أقول قولي هذا وأستغفر الله العظديم لي ولكم ولوالدي ولوالديكم لومشايخي ومشايخكم ولسائر‬ ‫المسلمدين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحديم‬ ‫استغفر الله العظديم الذي ل إله إل هو الحي القديوم وأتوب إلديه‬ ‫أشهد أن ل إله إل الله وأشهد أن محمدا رسول الله صل ى الله علديه وسلم‪.Saudara se-ayah dan se-ibu‬‬ . Tidak‬‬ ‫‪boleh menikahkan dirinya sendiri.Ayah kandung‬‬ ‫‪2 . seterusnya lihat‬‬ ‫‪keterangan di bawah.‬‬ ‫أما بعد‪ ،‬فإن النكاح من السنن المرغوبة التي علديها مدار الستقامة‪ ،‬إذ من تزوج فقد كمل نصف دينه‪ ،‬كما‬ ‫م َ‬ ‫ف‬ ‫ج فَ َ‬ ‫ص َ‬ ‫ص ِ‬ ‫زوّ َ‬ ‫ن تَ َ‬ ‫قد ْ ا ْ‬ ‫ف الي َ‬ ‫ست َك ْ َ‬ ‫أخبر بذلك الحبديب المبعوث من تمهامة » َ‬ ‫ق الله في الن ّ ْ‬ ‫ل نِ ْ‬ ‫ما ِ‬ ‫م ْ‬ ‫ن فَل ْدي َت ّ ِ‬ ‫قي‬ ‫با ِ‬ ‫ال َ‬ ‫َ‬ ‫ه‬ ‫خل ُ َ‬ ‫ن ُ‬ ‫ه وَ ِ‬ ‫ضو ْ َ‬ ‫ر َ‬ ‫دين َ ُ‬ ‫ق ُ‬ ‫م َ‬ ‫وقال‪ :‬تناكحوا تناسلوا‪ ،‬فإني مباه بكمم المم يوم القديامة‪ . Wali nikah yang utama adalah ayah kandung. atau ayah dari ayah‬‬ ‫‪3 .Kakek.‬يصل ِح ل َك ُ َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫م‬ ‫ق تُ َ‬ ‫نوا ْ ات ّ ُ‬ ‫م وَي َغْ ِ‬ ‫قات ِ ِ‬ ‫م ُ‬ ‫ها ال ّ ِ‬ ‫ن إ ِل ّ وَأن ُ ّ ْ ُ َ ُ ْ ْ‬ ‫ه َ‬ ‫َ‬ ‫ر ل َك ُ ْ‬ ‫مال َك ُ ْ‬ ‫م أعْ َ‬ ‫ْ‬ ‫ه وَل َ ت َ ُ‬ ‫ح ّ‬ ‫قوا ْ الل َ‬ ‫ن ءا َ‬ ‫يا أي ّ َ‬ ‫ف ْ‬ ‫موت ُ ّ‬ ‫ذي َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ما‬ ‫هف َ‬ ‫زا عَ ِ‬ ‫ذُ‬ ‫ز فوْ ً‬ ‫قد ْ فا َ‬ ‫من ي ُط ِ ْ‬ ‫ر ُ‬ ‫ظدي ً‬ ‫سول ُ‬ ‫ع الل َ‬ ‫م وَ َ‬ ‫نوب َك ْ‬ ‫ه وَ َ‬ ‫‪WALI NIKAH‬‬ ‫‪Dalam Islam. Khutbah Nikah Pendek berdasar hadits Ibnu Masud riwayat Abu Dawud‬‬ ‫مض ّ‬ ‫ه من ُ‬ ‫ي‬ ‫ر أن ُ‬ ‫س َ‬ ‫ف ِ‬ ‫ه‪ ،‬ونعوذ ُ ب ِ‬ ‫الحمد ُ لله َ‬ ‫ه‪ ،‬ومن ُ‬ ‫لل ُ‬ ‫نا‪ ،‬من يهدِ الله فل ُ‬ ‫ر ُ‬ ‫نستعدين ُ ُ‬ ‫يضلل فل هاد َ‬ ‫ه ونستغف ُ‬ ‫شرو ِ‬ ‫ده ورسوله‬ ‫عب‬ ‫دا‬ ‫محم‬ ‫أن‬ ‫د‬ ‫وأشه‬ ‫الله‬ ‫إل‬ ‫إله‬ ‫ل‬ ‫ان‬ ‫ُ‬ ‫ً‬ ‫ُ‬ ‫ه‪ ،‬وأشهد ُ‬ ‫ل ُ‬ ‫َ‬ ‫ق ُ‬ ‫ساء‬ ‫من ن ّ ْ‬ ‫خل َ َ‬ ‫س ات ّ ُ‬ ‫ة وَ َ‬ ‫ذي َ‬ ‫جال ً ك َ ِ‬ ‫ها وَب َ ّ‬ ‫وا ِ‬ ‫ث ِ‬ ‫ق ِ‬ ‫حد َ ٍ‬ ‫م ال ّ ِ‬ ‫ها ال ّ‬ ‫ما رِ َ‬ ‫زوْ َ‬ ‫ها َ‬ ‫َ‬ ‫را وَن ِ َ‬ ‫من ْهُ َ‬ ‫خل َ َ‬ ‫كم ّ‬ ‫رب ّك ُ ُ‬ ‫ج َ‬ ‫من ْ َ‬ ‫نا ُ‬ ‫يا أي ّ َ‬ ‫ثدي ً‬ ‫س َ‬ ‫قوا ْ َ‬ ‫ف ٍ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ّ‬ ‫ْ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫با‬ ‫قدي‬ ‫ر‬ ‫م‬ ‫ك‬ ‫دي‬ ‫ل‬ ‫ع‬ ‫ن‬ ‫كا‬ ‫ه‬ ‫الل‬ ‫ن‬ ‫إ‬ ‫م‬ ‫حا‬ ‫ر‬ ‫ل‬ ‫وا‬ ‫ه‬ ‫ب‬ ‫ن‬ ‫لو‬ ‫ساء‬ ‫ت‬ ‫ذي‬ ‫ل‬ ‫ا‬ ‫ه‬ ‫الل‬ ‫ا‬ ‫قو‬ ‫ُ‬ ‫ت‬ ‫وا‬ ‫َ‬ ‫َ ّ‬ ‫ْ ْ َ ِ ً‬ ‫َ‬ ‫َ ِ ِ َ ْ َ َ ِ ّ‬ ‫َ ِ َ َ‬ ‫َ‬ ‫تم مسل ِمون ‪ .‬وأيضا‪ « :‬إذا أتاك ُ ْ‬ ‫ن تَ ْ‬ ‫م ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫حوا ا ْ‬ ‫ض وَ َ‬ ‫م ى‬ ‫إل ت َ ْ‬ ‫فساد ٌ َ‬ ‫ن فِت ْن َ ٌ‬ ‫فَأن ْ ِ‬ ‫لََ‬ ‫ض ‪ .‬وقد حث علديه المنان بقوله‪ :‬وَأنك ِ ُ‬ ‫كحو ُ‬ ‫يا َ‬ ‫عري ٌ‬ ‫ة في ال ْ‬ ‫فعلوا ت َك ُ ْ‬ ‫ن‪ِ ،‬‬ ‫ر ِ‬ ‫إن ي َ ُ‬ ‫م‪ .‬وهذا عقد‬ ‫نوا فُ َ‬ ‫ع عَ ِ‬ ‫ن ِ‬ ‫صال ِ ِ‬ ‫وا ِ‬ ‫ضل ِ ِ‬ ‫ه ِ‬ ‫كو ُ‬ ‫ن ِ‬ ‫ِ‬ ‫س ٌ‬ ‫من فَ ْ‬ ‫عَ‬ ‫لدي ٌ‬ ‫والل ّ ُ‬ ‫م الل ّ ُ‬ ‫راء ي ُغْن ِهِ ُ‬ ‫مائ ِك ُ ْ‬ ‫م وَإ ِ َ‬ ‫بادِك ُ ْ‬ ‫منك ُ ْ‬ ‫وال ّ‬ ‫ه َ‬ ‫ه َ‬ ‫ق َ‬ ‫م ْ‬ ‫حدي َ‬ ‫م َ‬ ‫م ِ‬ ‫مبارك مديمون واجتماعل ى حصول خدير يكون‪ ،‬إن شاء الله الذي إذا اراد شديئا أن يقول له كن فديكون‪.‬وقال يامعشر الشباب من‬ ‫استطاع منكم الباءة فلبتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج فمن لم يستطع فعلديه بالصوم فإنه له وجاء‪،‬‬ ‫فطوب ى لمن أقر بذلك عدين رزول الله صل ى الله علديه وسلم وعل ى آله وصحبه أجمعدين‪. kemudian saudara kandung.‬وأشهد أن سديدنا محمدا رسول الله حبديب الرحمن ومجتباه‬ ‫القائل‪ :‬حبب إلي من دندياكم النساء والطديب‪ ،‬وجعلت قرة عدين ى في الصلة‪ .‬‬ ‫‪kalau tidak ada maka diganti kakek.‬‬ ‫‪URUTAN WALI NIKAH‬‬ ‫‪Urutan wali dan yang berhak menjadi wali nikah adalah sebegai berikut:‬‬ ‫‪1 .

‫لنه ولديها‬ . Wali yang paling berhak juga boleh mewakilkan perwaliannya pada orang lain yang dipercaya seperti tokoh agama atau petugas KUA. maka sebagai gantinya adalah tokoh Islam setempat seperti Imam masjid atau ulama yang dikenal. modin desa urusan nikah. maka wali hakim yang dapat menjadi walinya.4 5 6 7 8 - Saudara se-ayah saja Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja Saudara laki-laki ayah Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah Urutan wali di atas harus dijaga. Apabila perempuan berada di suatu negara yang tidak ada wali hakim. 2. SYARAT MENJADI WALI NIKAH Walaupun sudah termasuk golongan yang berhak menjadi wali nikah. Kalau wali nomor urut 1 masih ada dan memenuhi syarat. Menurut Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni menyatakan bahwa sah hukumnya seorang ayah nonmuslim menjadi wali nikah untuk putrinya yang menikah dengan pria muslim. Tidak sah wali yang akalnya rusak.‫ ذكره أبو الخطاب‬. 1 Tahun 1952) Wali hakim baru boleh menjadi wali nikah dalam 3 hal sebagai berikut: WALI DARI ANAK ZINA Seorang anak zina perempuan nasabnya dinisbatkan pada ibunya. Islam (beragama Islam). maka tidak sah pernikahan yang dilakukan oleh wali nomor urut 2 dan seterusnya.‫ كما لو تزوجها ذمي‬. naib.‫ ولن هذه امرأة لها ولي مناسب‬. ‫ فولديها الكافر يزوجها إياه‬. Tidak sah wali perempuan.‫غديره‬ WALI HAKIM Wali hakim dalam konteks Indonesia adalah pejabat yang berwenang menikahkan. Yaitu. .‫ وهو قول أبي حنديفة‬.(berdasarkan Peraturan Pemerintah No. Karena ibu tidak dapat menikahkan. ‫ فصح تزويجه لها‬. Hal ini berdasarkan pendapat dari madzhab Hanafi dan Syafi'i. Ibnu Qudamah berkata: . Tidak sah wali kafir selain kafir Kitabi (Yahudi dan Kristen boleh menjadi wali). Baligh (sudah usia dewasa) tidak sah wali anak-anak. Lelaki.‫إذا تزوج المسلم ذمدية‬ ‫ فلم يجز أن يلديها‬. 4. hakim agama. petugas KUA. 3.‫ كما لو زوجها كافرا‬. ‫ والشافعي‬. Aqil (berakal sehat). belum sah menjadi wali nikah sampai syarat-syarat berikut terpenuhi: 1.

SEMUA WALI TIDAK ADA Wali hakim dapat menjadi wali nikah apabila semua wali nikah tidak ada. Hal itu karena tetapnya status kewalian wali yang sedang pergi.[5] AKAD NIKAH (IJAB KABUL) Prosesi akan nikah terpenting adalah ijab kabul (qobul). Wali juga dapat mewakilkan pada wakil wali yang ditunjuk wali untuk menikahkan putrinya. Namun yang lebih utama meminta ijin pada wali jauh untuk keluar dari khilaf ulama.‫ اما بعد‬. A.‫محمد وعلي اله وصحبه اجمعدين‬ . Di mana wali calon mempelai perempuan menikahkan putrinya dengan calon pengantin laki-laki (ijab) dan calon pengantin laki-laki menjawabnya (kabul/qobul) sebagai tanda menerima pernikahan tersebut . ‫ أو أكثر ولم يحكم بموته ولديس له وكديل‬، ( ‫ أو ولء ) إل ى مرحلتدين‬، ‫ولو ( ) غاب ( الولي ) القرب ( نسبا‬ ‫حاضر في تزويج مولديته زوج السلطان ( ل البعد وإن طالت غديبته وجهل محله وحدياته لبقاء أهلدية الغائب‬ ‫ أو يستأذنه خروجا من الخلف‬، ‫وأصل بقائه والول ى أن يأذن للبعد‬ Artinya: Apabila wali nasab terdekat bepergian dalam jarak dua marhalah (qashar) atau lebih jauh dan tidak ada status kematiannya serta tidak ada wakilnya yang hadir dalam menikahkan perempuan di bawah perwaliannya maka Sultan (Wali Hakim) dapat menikahkan perempuan itu. maka wali hakim boleh menjadi pengganti wali tersebut. TEKS BACAAN AKAD NIKAH LANGSUNG OLEH WALI DALAM BAHASA ARAB ‫بسم الله الرحمن الرحديم الحمد لله رب العالمدين والصلة والسلم علي اشرف النبدياء والمرسلدين سديدنا‬ . Bukan wali jauh walaupun kepergiannya lama dan tidak diketahui tempat dan hidupnya.‫اوصديكم عباد الله واياكم بتقوي الله‬ ‫واحل الله لكم النكاح وحرم علديكم السفاح‬ ‫ مؤجل‬/ ‫يا … انكحتك وزوجتك بنتي … بمهر – الف روبدية حال‬ Teks latin: Ankahtuka wa zawwajtuka binti [sebutkan namanya] bimahri [sebutkan . WALI TIDAK ADA SETUJU TANPA ALASAN SYAR'I Wali hakim juga dapat menjadi wali nikah apabila semua wali nikah yang ada menolak menikahkan dengan alasan yang tidak sesuai syariah.‫ ازوجك علي ما امر الله به من امسا ك او تسريح باحسان‬.[4] WALI PERGI DALAM JARAK QASHAR Apabila wali yang terdekat pergi dalam jarak perjalanan qashar (dua marhalah). Yang bertindak sebagai wakil biasanya petugas KUA atau tokoh agama setempat.

‫ ازوجك علي ما امر الله به من امسا ك او تسريح باحسان‬. Artinya: Aku menikahkanmu dengan perempuan bernama [sebutkan nama] yang walinya mewakilkan padaku dengan maskawin [sebutkan jumlah maskawin]. B. Artinya: Aku menikahkanmu dengan putriku bernama [sebutkan nama] dengan maskawin [sebutkan jumlah maskawin].‫ اما بعد‬. acara dilanjutkan dengan membaca doa sebagai berikut (pilih salah satu atau semuanya): DOA 1 ‫ حمدا‬.‫اوصديكم عباد الله واياكم بتقوي الله‬ ‫واحل الله لكم النكاح وحرم علديكم السفاح‬ ‫ مؤجل‬/ ‫يا … انكحتك وزوجتك فاطمة بنت سالم موكلي بمهر – الف روبدية حال‬ Teks latin: Ankahtuka wa zawwajtuka binti [sebutkan namanya] muwakkili bimahri [sebutkan jumlah maskawin] hallan.‫ وعلي اله وصحبه اجمعدين‬.‫ يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلل وجهك الكريم وعظديم سلطانك‬.‫محمد وعلي اله وصحبه اجمعدين‬ .‫يوافي نعمه ويكافي مزيده‬ َ َ‫ل ع‬ َ َ ‫وال‬ ّ ‫ص‬ ‫ت‬ ْ َ ‫ت وَت‬ ِ ‫جا‬ ِ ‫ج‬ َ َ ‫ضي ل‬ ِ ‫ق‬ ِ ‫فا‬ ِ ‫ج‬ ِ ‫ها‬ َ ْ ‫نجدي‬ ْ ُ ‫صل َةٌ ت‬ َ ِ‫سدي ّد‬ َ ‫حا‬ َ ‫ع ال‬ َ ‫مدي‬ َ ‫نا بها‬ َ ْ ‫مدي‬ َ ‫ن‬ َ ‫لي‬ َ ‫مح‬ ُ ‫نا‬ ّ ُ‫الل َه‬ َ ِ ‫نا ب‬ َ ٍ ‫مد‬ َ ‫م‬ َ ‫ل‬ ِ َ ‫ع الهَوْا‬ َ ‫م‬ َ َ ّ َ َ ‫ع‬ َ ‫صي ال‬ ِ ‫ها‬ ِ ‫ج‬ ِ ‫ت‬ ِ ‫يا‬ َ ُ‫ت وَت ُب َلغ‬ ِ ‫جا‬ َ ُ‫رفَع‬ ِ ‫ديئا‬ ِ ‫ج‬ ِ ‫ها‬ َ‫ر‬ َ ‫ن‬ َ ‫غا‬ َ ‫ر‬ ّ‫س‬ َ ‫ن‬ َ ‫ع ال‬ َ ْ‫ها أق‬ َ ِ ‫نا ب‬ َ ِ ‫نا ب‬ َ ِ ‫نا ب‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫عن ْد َك أعْلي الد‬ ْ َ ‫ت وَت‬ ْ ‫م‬ ُ ّ‫وَت ُط َه‬ ِ ْ ‫مدي‬ ِ ْ ‫مدي‬ . TEKS BACAAN AKAD NIKAH OLEH WAKIL WALI DALAM BAHASA ARAB Menjadi wakil dari wali teksnya sama saja.‫ والصلة والسلم علي اشرف النبدياء والمرسلدين‬. C.‫الحمد لله رب العالمدين‬ .jumlah maskawin] hallan. TEKS KABUL JAWABAN PENGANTIN PUTRA KEPADA WALI Ketika wali nikah atau wakilnya selesai mengucapkan ijab. maka pengantin laki-laki langsung merespons/menjawab dengan ucapan berikut: Teks Arab: ‫قبلت نكاحها وتزويجها بالمهر المذكور‬ Teks Latin: Qobiltu nikahaha wa tazwijaha bilmahril madzkur Artinya: Saya terima nikahnya dengan mahar/maskawin tersebut DOA SETELAH AKAD NIKAH Setelah ijab kabul dilaksanakan antara wali atau wakil wali dengan mempelai lakilaki. Perbedaannya adalah tambahan kata "muwakkili" (yang mewakilkan padaku) ‫بسم الله الرحمن الرحديم الحمد لله رب العالمدين والصلة والسلم علي اشرف النبدياء والمرسلدين سديدنا‬ .

‫ة‬ ‫ال َ‬ ‫ديا ِ‬ ‫ت ِ‬ ‫را ِ‬ ‫ح َ‬ ‫في ال َ‬ ‫خدي َ‬ ‫ت‬ ‫ما ِ‬ ‫م َ‬ ‫وَب َعْد َ ال َ‬ ‫انك سمديع قريب مجديب الدعوات يا قا ضي الحاجات‪ ،‬يا مجديب السا ئلدين‬ ‫اللهم الف بدينهما كما الفت بدين ادم وحواء والف بدينهما كما الفت بدين سديدنا محمد ص‪.‬‬ ‫‪DOA UNTUK KEDUA MEMPELAI‬‬ ‫‪DOA SAAT BERDUA DI MALAM PERTAMA‬‬ ‫‪Saat kedua mempelai bertemua di dalam kamar di malam pertama.‬م‪ .‬ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهما كما ربديانا‬ ‫صغارا‪ . maka‬‬ ‫‪mempelai pria dianjurkan mengusap kepala mempelai wanita sambil membaca doa‬‬ ‫‪berikut [7]:‬‬ .‬ربنا اتنا في الدنديا حسنة وفي الخرة حسنة وقنا عذاب النار‪ .‬‬ ‫‪DOA 2‬‬ ‫سم الله الرحمن الرحديم الحمدلله والصلة والسلم عل ى رسول الله وعل ى آله وصحبه أجمعدين‬ ‫اللهم بارك لهما وبارك علديهما واجمع بدينهما بالخدير‬ ‫اللهم الهم الف بدين قلوبهم وانزل علديهم السكدينة والهدوء في دخلتهم‬ ‫اللهم ارزقهم الحلل الطديب الذي ترض ى عنهم به يارب العالمدين‬ ‫اللهم ارزقهم طديب المعاملة والحب والرومنسدية والصدق‬ ‫اللهم ابعد الشديطان والغديرة والحسد و النظر ال ى ما لم يحلل الله‬ ‫اللهم اغفر لهم برضاك علديهم‬ ‫اللهم اغفر لهم برضا اهلهم علديهم‬ ‫اللهم ارزقهم اطفال يحفظون القرآن الكريم ويطديعوك ويطديعوهم‬ ‫اللهم ابعدهم عن ذلت الدنديا واهوائها‬ ‫اللهم امدين امدين‬ ‫والصلت والسلم علديك ياسديدي يا رسول الله والحمد لله رب العالمدين‬ ‫‪UCAPAN DOA UNTUK KEDUA MEMPELAI SETELAH AKAD NIKAH‬‬ ‫‪Masing-masing yang hadir sunnah mengucapkan doa berikut pada penantin laki-laki‬‬ ‫بارك الله لك‪ ،‬وبارك الله علديك‪ ،‬وجمع بدينكما في خدير‬ ‫‪Masing-masing yang hadir sunnah mengucapkan doa berikut pada kedua mempelai‬‬ ‫بارك الله لكل واحد منكما في صاحبه‪ ،‬وجمع بدينكما في خدير‪.‬والحمد لله رب العالمدين‪.‬‬ ‫ربنا هب لنا من ازواجنا وذرياتنا قرة اعدين واجعلنا للمتقدين اماما‪ .‬وخديجة الكبري‪.‬‬ ‫اللهم لتدع لنا في مقامنا هذا ذنبا ال غفرته ول هما ال فرجته ول حاجة من حوائج الدنديا والخرة لك فديها‬ ‫رضا ولنا فديها صلح ال قضديتها ويسرتها فديسر امورنا واشرح صدورنا ونور قلوبنا واختم بالصالحات اعمالنا‪.‬‬ ‫اللهم توفنا مسلمدين واحدينا مسلمدين والحقنا بالصالحدين غدير خزايا ول مفتوندين‪.

PERNIKAHAN HARAM (DILARANG) DALAM ISLAM Pernikahan adakalanya hukumnya haram. 5. Sedangkan menurut terminologi Islam (istilah syara’). Selain khutbah Jum’at. ada pula khutbah yang dilaksanakan sesudah sholat. khutbah (Jum’at) ialah pidato yang disampaikan oleh seorang khatib di depan jama’ah sebelum shalat Jum’at dilaksanakan dengan syarat-syarat dan rukun tertentu. maka hendaknya berwudhu. B. penyadaran). nasihat. 6. baik berupa tadzkiroh (peringatan. Dalam makalah ini yang akan dikaji adalah khusus tentang khutbah Jum’at. yaitu: khutbah ‘Idul Fitri. DALIL-DALIL TENTANG KHUTBAH JUM’AT 1. 2. 3. pesan (taushiyah). Nasrani). mau’idzoh (pembelajaran) maupun taushiyah (nasehat). Berdasarkan pengertian di atas. khuthbah artinya : pidato. wanita hamil Pernikahan dalam masa idah cerai atau kematian Poliandri (perempuan menikah dengan lebih dari satu laki-laki) Poligami lebih dari empat PENGERTIAN KHUTBAH Secara etimologis (harfiyah). khutbah sholat Gerhana (Kusuf dan Khusuf). Sedangkan khutbah nikah dilaksanakan sebelum akad nikah. karena selain merupakan bagian dari shalat Jum’at juga memerlukan persiapan yang lebih matang. Firman Allah SWT dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9 : . disunnahkan bagi kedua mempelai untuk melakukan shalat sunnah[8] DOA SETIAP AKAN BERHUBUNGAN INTIM (JIMAK) َ ْ ‫شدي‬ َ ْ ‫شدي‬ ّ ‫ب ال‬ ّ ‫نا ال‬ ‫نا‬ َ َ ‫زقْت‬ َ ْ ‫جن ّب‬ ِ ّ ‫سم ِ الل‬ َ‫ر‬ َ ‫طا‬ َ َ‫ن و‬ َ ‫طا‬ َ ‫م‬ ْ ‫ِا‬ َ ‫ن‬ ّ ُ‫ه الل ّه‬ ِ ّ ‫جن‬ َ ‫ما‬ Dan disunnahkan untuk melakukan wudhu sebelum melakukan hubungan badan yang kedua dan seterusnya. dalam situasi berikut: 1. Menikah dengan pelacur. penguasaan bahan dan metodologi yang mampu memikat perhatian. Perempuan menikah dengan orang laki-laki nonmuslim Laki-laki menikah dengan nonmuslim yang bukan ahli kitab (Yahudi. Sebagaimana sabda Nabi dalam hadits sahih riwayat Muslim sbb ‫ذا أت ى أحدكم أهله ثم أراد أن يعود فلديتوضأ‬ Artinya: Apabila kalian sudah melakukan hubungan intim dan hendak mengulangi. maka khutbah adalah pidato normatif.َ ّ ‫الل ّهم إ‬ َ ِ ‫عوذ ُ ب‬ َ ُ ‫سأ َل‬ َ ‫ن‬ َ ‫ن‬ ‫ديه‬ ُ َ ‫ وَأ‬،‫ه‬ َ َ‫ها و‬ َ ‫ك‬ َ ‫ر‬ َ ‫ر‬ ِ َ‫ها و‬ ِ ‫ك‬ ِ ْ ‫ها عَل َدي‬ ْ َ ‫ها عَل‬ َ ‫ما‬ َ ‫ما‬ ْ ‫ني أ‬ َ ‫ر‬ َ ‫ر‬ َ َ ‫جب َل ْت‬ َ َ ‫جب َل ْت‬ ّ ‫ش‬ ْ ‫م‬ ّ ‫ش‬ ْ ‫م‬ َ ْ ‫خدي‬ َ ْ ‫خدي‬ ِ ّ ُ Setelah itu. 4. ‘Idul Adha.

berfirman: “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar (dalam menegakkan kebenaran). 5. (HR. ‘Amilun bi’ilmihi (mengamalkan ilmunya). Muslim). FUNGSI KHUTBAH 1. 3. Yang demikian itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui”.: “Pada suatu ketika Nabi SAW. (HR. bersabda: “Bahwa sesungguhnya aku terhadap kamu semua laksana seorang ayah terhadap anaknya”. riya dan sum’ah (popularitas).a. Tidakkah kamu memikirkannya?”. As-Shaf : 2-3). (QS. C. Tahdzir (peringatan. D. Kasih sayang kepada jama’ah.: “Adalah seruan pada hari Jum’at itu awalnya (adzan) tatkala Imam duduk di atas mimbar. Riwayat Muslim dari Jabir r. (QS. PERSYARATAN KHATIB 1. 4. Rasulullah SAW. AlJumu’ah : 9) 2. (QS. maka kamu adalah manusia yang paling tekun beribadah”. Nasai dan Abu Daud dari Yazid bin Sa’id r. 4. 3.a. perhatikan sabda Nabi SAW: “Jadilah kamu sebagai seorang yang wara’. harapan) Bagian dari syarat sahnya sholat Jum’at . sedang berkhutbah. maka beliau menambah adzan ketiga (karena adzan dan iqomah dipandang dua seruan) di atas Zaura (nama tempat di pasar). berkhutbah pada hari Jum’at dengan berdiri. penyadaran) Tabsyir (kabar gembiran.a. Ikhlas. (QS. Baihaqi dari Abi Hurairah) 5. dan orang semakin banyak. Abu Dawud. An-Nasai. tiba-tiba datang seorang laki-laki. ‘Izzatun Nafsi (tahu harga diri untuk menjadi khairunnas). hanya ada seorang muadzin”. lalu Nabi bertanya kepadanya: Apakah Anda sudah shalat? Hai Fulan! Jawab orang itu : Belum wahai Rasulullah! Sabda beliau: Berdirilah! Shalatlah lebih dahulu (dua raka’at) (HR. Allah SWT. 2.a. Riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar r. dalam menceritakan keikhlasan Nabi Hud AS: “Hai kaumku. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah). 4. maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah urusan jual beli (urusan duniawi). Perhatikan firman Allah SWT. aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini.“Hai orang-orang yang beriman. berfirman: “Hai orang-orang yang beriman. As-Sajdah : 24). dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”. Hud:51). 2.a. kemudian beliau duduk dan lalu berdiri lagi sebagaimana dijalankan oleh orang-orang sekarang”. Wara’ (menghindari yang syubhat). perhatian) Taushiyah (pesan. mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu lakukan? Amat besar kemurkaan di sisi Allah terhadap orang yang mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan”. terhindari dari pamrih. Riwayat Bukhari. ucapanku tidak lain hanyalah dari Allah yang menciptakan aku. hal demikian itu berlaku pada masa Rasulullah SAW. yang mana pada masa Nabi SAW. hingga masa khalifah Umar r.: “Adalah Nabi SAW. apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at (shalat Jum’at). Setelah tiba masa khalifah Usman r. nasehat) Tadzkir/mau’idzoh (pembelajaran. 3. Allah SWT.

Allah SWT. 3. Duduk antara dua khutbah dengan tuma’ninah.a: “Sesungguhnya Nabi SAW. Berturut-turut antara dua khutbah dan shalat 6. Ahmad dan Abu Dauwd). berfirman: “Dan tidaklah Kami mengutus Rasul. Membaca ayat Al-Qur’an.a. kemudian duduk. Terdengar oleh semua jama’ah 11. Syahadat (Tasyahud). ittiba’ kepada Rasulullah SAW. Ibrahim : 4). berkhutbah sambil berdiri. Dilaksanakan dengan berdiri kecuali darurat. 2. 5. sama dengan persyaratan shalat Jum’at. 2. antara lain ucapan “Ittaqullah haqqa tuqaatih”. Abu Daud). berdasarkan hadits Nabi SAW. kecuali rukun-rukun khutbah. berdasarkan hadits Nabi SAW.a. dari Ibnu Umar r. dan berdiri lagi sebagaimana kamu semua melakukannya sekarang ini”.Berkenaan dengan fungsi khutbah tersebut di atas. ia berkata: “Adalah Nabi SAW. Tidak memalingkan pandangan 4. melainkan dengan bahasa yang difahami oleh kaumnya. Khatib menutup ‘aurat. Wasiyat Taqwa. Ini berdasarkan amaliyah Rasulullah SAW. Bukhari). 8. dari Jabir r. 10. 6. (HR. dari Ibnu Umar r.: “Adalah Rasulullah SAW. Hamdalah. Shalawat 4. (HR. kemudian berdiri lalu berkhutbah”. ia berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW. Imam Muslim). Telah masuk waktu Jum’at. Dilaksanakan sebelum sholat Jum’at. Jama’ah. Khatib lebih utama sebagai Imam sholat F. berkhutbah pada hari Jum’at. SYARAT SAHNYA KHUTBAH 1. (HR. 7. Khatib Jum’at adalah laki-laki 12. beliau duduk yakni di atas mimbar hingga muadzin diam. apabila keluar pada hari Jum’at. (HR. maka khutbah disampaikan dengan bahasa yang mudah difahami oleh jama’ah (boleh bahasa setempat).a. RUKUN KHUTBAH 1. E. berdasarkan hadits Nabi SAW. 9. Khatib suci dari hadats dan najis. 3.: “Sesungguhnya Nabi SAW. agar ia dapat memberi penjelasan kepada mereka”. berdasarkan hadits Nabi SAW: “Tia-tiap khutbah yang tidak ada syahadatnya adalah seperti tangan yang terpotong”. berkhutbah (dalam keadaan) berdiri dan duduk antara dua khutbah. berdasarkan hadits Nabi SAW. berdasarkan hadits Nabi SAW. (QS. (HR. yaitu membaca “Asyhadu anla ilaaha illallah wahdahu laa syarikalahu wa Asyhadu anna Muhammadan abduhu warasuluhu”. Bukhari dan Muslim). dari Anas bin Malik r. karena berkhutbah merupakan syarat sahnya shalat Jum’at. 5. Berdo’a . melaksanakan shalat Jum’at setelah zawal (matahari condong ke Barat)”. yakni ucapan “Alhamdulillah” . membaca ayat-ayat Al-Qur’an serta memberikan peringatan kepada manusia”.a. dari Jabir bin Samurah r. kecuali Bukhari dan Tirmidzi). maka (beliau) memuji Allah (dengan mengucap Alhamdulillah) dan menyanjung-Nya”. (HR. Rukun khutbah dengan bahasa Arab.

a: “Adalah Rasulullah SAW. dari Adi bin Tsabit dari ayahnya dari kakeknya: “Adalah Nabi SAW. Ibnu Majah dan Baihaqi). dan bila berkhutbah di hari Jum’at belaiu berpegangan pada tongkat”. memadai dan Islami Waktu maksimal 15 menit . Menghadap Jama’ah. 6. 3. Ayat Al-Qur’an dan Do’a. wasiyat. Imam Ahmad dan Nasai). berapi-api bagaikan seorang panglima (yang memberi komando kepada tentaranya) dengan kata-kata “Siap siagalah di waktu pagi dan petang”. shahabat-shahabatnya menghadapkan wajah mereka ke arahnya”. Nasai dari Abdullah bin Abi Auf). (beliau) memberi salam”. Meludah I. Melakukan persiapan. HAL-HAL YANG DIMAKRUHKAN DALAM KHUTBAH 1. (HR. dari Abdurrahman bin’ Sa’ad bin ‘Ammar bin Sa’ad ia berkata: “Adalah Nabi SAW. “Adalah shahabat Bilal itu menyerukan adzan apabila Nabi SAW. bersabda : “Adalah Rasulullah SAW. 7. (HR. Syahadat.: “Sesungguhnya Nabi SAW. 7. G. SUNNAH-SUNNAH KHUTBAH 1. telah turun”. Ibnu Majah). Tertib dalam membacakan rukun-rukun khutbah. Seusai khutbah kedua segera turun dari mimbar. HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIAKAN OLEH KHOTIB 1. suaranya lantang/tinggi. apabila telah berdiri di atas mimbar. 4. berdasarkan hadits Nabi SAW. Syahadat. biasa memanjangkan shalat dan memendekkan khutbahnya”. 2. yaitu: Hamdalah. dari Jabir r. berdasarkan hadits Nabi SAW. Rasulullah SAW. Terlalu banyak bergerak 3. dan ia iqomah apabila Nabi SAW. 6. apabila berkhutbah dalam suatu peperangan beliau berkhutbah atas anak panah. apabila telah naik mimbar. Gerakan tangan tidak terlalu bebas. fisik dan naskah khutbah Memilih materi yang tepat dan up to date Melakukan latihan seperlunya Menguasai materi khutbah Menjiwai isi khutbah Bahasa yang mudah difahami Suara jelas. 5. (HR. berdasarkan hadits Nabi SAW. H. sedangkan ayat Al-Qur’an boleh dibaca pada salah satu khutbah (pertama atau kedua) dan do’a pada khutbah yang kedua. 4. 9. Shalawat. tegas dan lugas Pakaian sopan. 3. Ibnu Majah). berdasarkan hadits Nabi SAW. Empat rukun yang pertama (Hamdalah. mental. berdasarkan hadits Nabi SAW. (HR. dari Jabir ra. 5. akurat dan memikat. Membelakangi Jama’ah 2. Suara jelas penuh semangat. (HR. Berdiri di tempat yang tinggi (mimbar) 2. Muslim dan Ibnu Majah). apabila berkhutbah kedua matanya menjadi merah. padat. Shalawat dan wasiyat) diucapkan pada khutbah yang pertama dan kedua. 8. telah duduk di atas mimbar. Memberi salam.Semua rukun khutbah diucapkan dalam bahasa Arab. 8. Singkat. (HR.

Nah. yaitu adanya calon suami. 6. Syamsuddin. 2. disini Saya akan mengulas dengan menulis sedikit tentang apa itu nikah. dan harus mampu menjadi Imam shalat. mistaqan ghalizhan. Disampaikan Pada Pelatihan Khatib Masjid Nurul Huda Desa Rajawetan. maka para khatib harus mampu mengemas materi dengan singkat. Begitu pun dengan Undang-undang tahun 1974 yang menjelaskan nikah adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri yang bertujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. KESIMPULAN Khutbah Jum’at adalah pidato yang normatif disampaikan berkenaan dengan ibadah sholat Jum’at. wali nikah dan ijab qabul. Menurut Wahbah alZuhaili. perluas ukhuwwah Evaluasi amaliah (ummat) mingguan Kaji masalah secara cermat dan singkat Berikan solusi yang tepat Tema-tema lokal peristiwa keseharian lebih diutamakan Hindari materi yang menjenuhkan atau persoalan tanpa pemecahan K. 3. calon isteri. murnikan ibadah. nikah adalah akad yang sangat kuat. 5. Kec. . Ditegaskan ada tiga kata kunci yang berhubungan dengan tujuan pernikahan. 4. S. mawaddah dan rahmah. alwath`uyang semula haram akan menjadi halal dan bernilai ibadah. Pelaksanaan akad nikah diwujudkan dalam bentuk ijab dan qabul. pernikahan adalah akad. Tapi Islam mengharamkan al-wath`u jika al-’aqd belum dilangsungkan. Pancalang.Pd. Ijab qabul sah apabila disaksikan dua orang saksi yang memenuhi syarat. Ijab adalah pernyataan wali untuk menikahkan calon mempelai wanita dengan seorang laki-laki pilihannya. al-’aqd (akad) dan al-wath`u (hubungan seksual). H. Kab. M. akurat dan memikat. Tegakkan akidah. Karena melalui akad. (Ditulis oleh : Drs. Kuningan oleh : Maman Sumari. Bersedia menjadi Imam shalat Jum’at J. yaitu sakinah. Sakinah adalah ketenteraman seorang laki-laki bersama pasangan hidupnya dalam ikatan pernikahan berdasarkan ketentuan Allah. Qabul adalah penerimaan calon mempelai pria untuk menikahi calon mempelai wanita.Pd. perjanjian dan ikatan yang menghalalkan seorang pria dan seorang wanita hidup bersama sebagai suami istri. menurut hukum Islam. Dengan demikian.I) Setiap dari kita apabila sudah berumur cukup dewasa dan memiliki pekerjaan yang mapan pasti ingin membina rumah tangga dengan menikah. Rukun nikah menurut hukum Islam ada lima.M. padat.10. Nikah atau an-nikâh memiliki dua pengertian yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat diubah susunannya. dalam mentaati perintah Allah yang merupakan ibadah. MATERI KHUTBAH 1.

Sumber: Islampedia. seperti pengertian yang di berikan oleh Muhammad Abu Ishrah: "akad yang memberikan faedah hukum kebolehan bergaul antara seorang laki-laki dan perempuan serta kebolehan mengadakan upaya saling tolong menolong" Dalam kompilasi hukum Islam. Pasangan suami istri harus senantiasa menjaga sakinah. Lalu jika kata wali ini disandingkan dengan kata Almar'ah (perempuan) maka artinya : . kita akan mendapatkan pengertian nikah pada bagian II pasal 2 "perkawinan dalam islam adalah pernikahan. seperti defenisi yang diberikan oleh golongan hanafiyah: "suatu aqad yang memfaedahkan hak memiliki bersenang-senang terhadap seorang wanita dengan sengaja" Sedangkan ulama-ulama sekarang. namun pensyaratan ini termasuk dalam hal yang di pertentangkan oleh para ulama. kelezatan dan kenikmatan. atau juga zat yang berkuasa atas semua urusan makhluknya. Hukum perkawinan dalam Islam. nikah juga biasanya di samakan dengan az-Zawaj atau alJam'u. memasukkan adanya wali dalam syarat sahnya nikah.Ahmad Azhar Basyir. Rum/30: 21). Dalam bahasa arab kata nikah berasal dari fi'il nakaha-yankihu. Jika kita telusuri pengertian wali dalam kitab lisanul Arob. dalam bukunya. juga terdapat kata Al-Waalyyu (waw nya di baca panjang) yang artinya raja segala sesuatu. ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu nikah secara umum. Dalam pengertian istilah. maka kita akan mendapatkan pengertian etimologisnya. memperhatikan tercapainya kehidupan yang damai tentram dan saling tolong menolong.S.Sedangkan mawaddah adalah hubungan seksual suami isteri sebagai cermin cinta dan kasih sayang yang tulus hingga merasakan kepuasaan. bahwa kata al-Waliyyu itu adalah salah satu nama Allah yang artinya an-Nashir. yang artinya berpasangan atau berkumpul. yang artinya mengawini atau menikahi. yang akan kami bahas pada pembahasan selanjutnya. dan yang menegakkan urusan tersebut. mawaddah dan rahmahdalam biduk rumah tangga mereka. Lazuardi Website engertian Wali Nikah dalam Perkawinan Sebelum kita membahas pengertian wali. yaitu akad yang sangat kuat atau mitsaaqon gholidzonuntuk menaati perintah Allah dan melakukannya adalah ibadah" KH. terdapat perbedaan segi penafsiran antara ulama klasikal dan ulama kontemporer. tidak hanya menitik beratkan pada hubungan biologis semata. Ulama terdahulu memberikan pengertian nikah dengan lebih berorientasi pada hubungan seksual. penolong.melainkan. Adapun yang disebut rahmah adalah cinta kasih suami isteri yang tulus tanpa melakukan hubungan seksual Dalam Al-Qur`an (Q.

maka dapat disimpulkan bahwa. tertera dalam beberapa hadits.‫)المعجم الوسط‬ ‫عن أبي هريرة عن النبي صلى ال عليه و سلم قال لنكاح إل بولي وشاهدي عدل‬ "dari Abu Hurairah. hal ini bisa kita temukan pada bagian III pasal 19: "wali nikah dalam perkawinan merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita yang bertindak untuk menikahkannya"."alldzi yaly 'aqdu an-Nikaah 'alaihaa walaa yada'uhaa tastabiddu bi 'aqdi an-Nikah duunahu" Orang yang mengikuti/menguasai akad nikah atas perempuan. yang dengan itu bisa dikategorikan macam-macam wali : 1. 2. Dalam kompilasi hokum Islam wali nikah ini digolongkan sebagai rukun nikah. menguasai atau mengurusi. Macam-macam dan Tertib Wali Nikah Dalam menentukan orang-orang yang berhak menjadi wali bagi seorang mempelai wanita. Lebih spesifik lagi. maka perlu memperhatikan tertib-tertib para wali ( tartibul awliya'). Dari beberapa pengertian secara kebahasaan diatas. kata wali. Wali hakim. wali nikah adalah. dalam bahan ajar fiqih munakahat. Kemudian. berkata "tidak sah nikah kecuali dengan wali dan dua saksi yang adil" Dan juga terdapat dalam beberapa ayat al-Qur'an yang akan kami bahas secara terperinci dalam pembahasan pandangan para ulama. Wali nasab. karena sudah meninggal. semester 4. wali nikah di definisikan sebagai " wakilnya pihak mengucapkan ijab dalam akad nikah". . berasal dari kata waliya-yawliy. maka akan ditemukan. Wali mu’tiq. yaitu wali nikah yang dilakukan oleh penguasa terhadap wanita yang wali nasabnya karena sesuatu hal tidak ada. yang diantara artinya. pihak dari mempelai wanita yang berkuasa atas terjadinya akad nikah. baik karena tidak punya. Dasar adanya perwalian dalam nikah. 3. yaitu wali nikah karena memerdekakan wanita yang akan menikah. diantaranya yang diriwayatkan oleh Ahmad: 264 / 6) . Wali mu’tiq baru berhak menjadi wali nikah kalau wali nasab sudah tidak ada. yaitu wali nikah karena ada hubungan nasab dengan calon isteri yang akan nikah. atau karena menolak menjadi wali . dari Nabi SAW. dan perempuan tidak boleh bertindak sewenang-wenang dalam hal akad nikah tanpa adanya wali. jika kita tela'ah lagi secara bahasa pada pada kamus Al-Munawwir.

3. (4) anak laki-laki dari saudara laki-laki sebapak dst ke bawah dengan catatan dalam hal sama derajatnya didahulukan yang sekandung Laki-laki keturunan kakek. hanya. di Indonesia hanya berlaku dua. lebih jelasnya akan kami paparkan urutan wali nasab sesuai yang tertulis dalam kompilasi hokum Islam: 1. yaitu: (1) Bapak. yaitu wali nasab dan wali hakim. ayat ke 2. 4. yang hanya menggolongkan wali nikah kepada nasab dan hakim. Laki-laki yang menurunkan calon isteri dari arah bapak. (2) Kakek (ayahnya ayah) dst ke atas Laki-laki keturunan bapak. Sekandung atau se ayah dan keturunan laki-laki mereka Adapun urut-urutan wali nasab menurut jumhur ulama adalah sebagai berikut: 2. c. Wali nasab Adapun urutan wali nasab dalam kompilasi hokum Islam pada bagian III pasal ke 21. dalam pembagiannya. a. dan tidak ada wali hakim. (3) anak laki-laki paman sekandung. kakek dari pihak ayah dan seterusnya Kelompok saudara laki-laki sekandung atau se ayah dan keturunan laki-laki mereka Kelompok kerabat pamam. . (4) anak laki-laki paman seayah dst ke bawah dengan catatan dalam hal sama derajatnya didahulukan yang sekandung b.4. pasal 20. yaitu: (1) Saudara laki-laki sekandung. (3) anak laki-laki dari saudara sekandung. Wali muhakkam. Kelompok kerabat laki-laki garis lurus ke atas yaitu ayah. Yaitu saudara laki-laki ayah sekandung atau se ayah dan keturunan laki-laki mereka Kelompok saudara laki-laki kakek. hukum kompilasi membagi menjadi empat bagian dengan memasukkan kerabat paman pada urutan ke tiga. yaitu (1) paman (saudaranya ayah) sekandung. dan membedakannya dengan saudara laki-laki kandung kakek. yaitu wali nikah yang diangkat oleh kedua calon mempelai untuk menikahkannya karena tidk ada wali nasab. hal ini bisa kita dapatkan pada kompilasi hokum Islam Indonesia bagian III. Dari ke empat macam wali tersebut. (2) Saudara laki-laki seayah. (2) paman (saudaranya ayah) sebapak. tidak ada wali mu’tiq. tidak jauh berbeda dengan urutan yang diberikan oleh Jumhur ulama.

sedangkan calon isteri beragama Islam wali aqrab orang fasik wali aqrab belum balig wali aqrab gila wali aqrab bisu dan tuli yang tidak bisa diajak bicara dengan isyarat dan tidk bisa menulis. derajat kekerabatannya sama. Di dalam bahan ajar fiqih munakahat semester empat putm. maka mereka sama-sama berhak menjadi wali nikah dengan mengutamakan yang lebih tua dan yang memenuhi syarat-syarat wali. maka perwalian pindah kepada sultan (kepala Negara) atau yang diberi kuasa oleh kepala Negara.Wali nasab yang lebih dekat kepada calon isteri disebut wali aqrab (‫ ى‬ ّ ‫اللللول‬ ‫ )القريب‬sedangkan yang lebih jauh dari wali aqrab disebut wali ab’ad ( ‫ ى البعد‬ ‫الول‬ ). apabila dalam satu kelompok. Apabila pemberian kuasa dari wali dekat tidak ada. Dalam kompilasi hokum Islam bagian III pasal 23. maka wali ab’ad tidak berhak menjadi wali. yang disebut sebagai wali hakim. hal ini pun sesuai dengan ketentuan kompilasi hokum Islam pada bagian dan pasal yang sama dengan menambahakan penjelasan. KH Ahmad Azhar Basyir menjelaskan bahwa wali yang lebih jauh hanya berhak menjadi wali apabila wali yang lebih dekat tidak ada atau tidak memenuhi syarat wali. dimana dalam kompilasi tidak menyebutkan wali yang jauh -termasuk dalam kategori wali nasab. · . maka wali yang jauh hanya dapat menjadi wali apabila mendapat kuasa dari wali yang lebih dekat tersebut. lebih di spesifikasi. bahwa perwalian berpindah pada wali hakim dengan dua ketentuan: · apabila bila wali nasab tidak ada atau tidak mungkin hadir atau tidak diketahui tempat tinggalnya atau enggan menjadi wali dalam hal wali nasab enggan. dijelaskan pula bahwa. yaitu sekandung atau se ayah. maka akan didapatkan segi perbedaan antara apa yang di jelaskan oleh KH Ahmad Azhar Basyir dan apa yang tertulis di dalam kompilasi hukum Islam. Hak perwalian berpindah dari wali aqrab kepada wali ab’ad apabila: (1) (2) (3) (4) (5) wali aqrab tidak beragama Islam. maka wali hakim baru bisa bertindak setelah adalah keputusan pengadilan mengenai hal tersebut setelah mengetahui beberapa sebab yang ada. Apabila wali yang lebih dekat sedang bepergian atau tidak ada di tempat.Selama ada ّ wali aqrab.bisa menjadi pengganti wali yang dekat apabila ada izin dari wali yang dekat ketika ia berhalangan hadir. Wali hakim Di dalam buku hukum perkawinan Islam.

Pada dasarnya. dengan beberapa syarat yang akan diterangkan lebih lanjut. ada yang berhak memaksa dibawah perwaliannya untuk dikawinkan dengan laki-laki tanpa izin gadis bersangkutan. di jelaskan beberapa ketentuan berpindahnya perwalian kepada wali hakim dengan lebih terperinci dan penggolongannya lebih banyak. hanya memberikan keterangan tentang adanya keistimewaan wali ayah dan kakek dalam menikahkan anak gadisnya yang perawan juga dengan beberapa ketentuan. Walinya sakit pitam/ayan 3. wali mujbir ini di golongkakan sebagai wali nikah. Wali mujbir Di antara wali nasab yang telah di jelaskan tadi. Imam Syafi'i dan Ahmad berpendapat bahwa disyariatkan adil bagi wali nikah. jadi dia juga bisa menjadi wali bagi yang lain. karena wilayah nikah ini menuntut adanya pertimbangan-pertimbangan yang baik dan bertujuan untuk kemashlahatan. Walinya bersembunyi/ tawari 6. Walinya sendiri yang akan menikah padahal wali yang sederajat tidak ada 2. sedangkan Imam Ahmad dan Malik berpendapat bahwa adil bukan menjadi syarat dari seorang wali. Wali mujbir hanya terdiri dari ayah dan kakek (bapak dan seterusnya ke atas) yang dipandang paling besar rasa kasih sayangnya kepada perempuan dibawah perwaliannya. sehingga didalam kompilasi hokum islam sendiri tidak tertuliskan. . istilah wali mujbir dan keberadaannya sebagai hal yang disyariatkan masih menjadi perselisihan ulama. Wali yang mempunyai hak memaksa itu disebut sebagai wali mujbir. sehingga boleh bagi seorang fasiq menjadi wali karena seperti yang telah dijelaskan yang telah lalu bahwa seorang laki-laki baik fasiq ataupun tidak bisa menjadi wali dirinya sendiri. Walinya dipenjara dan tidak dapat ditemui 4. Dan dalam buku hukum perkawinan Islam karangan KH Ahmad Azhar Basyir. tidak menyebutkan secara jelas tentang wali mujbir. Syarat Adil Bagi Wali Nikah Dalam kitab tauhdhihul ahkam.Dalam bahan ajar fiqih munakahat semester 4 putm. sehingga seorang yang dikenal fasiq tidak boleh menjadi wali 2. sulaiman Rasjid. syarat adil bagi wali menjadi perselisihan para ulama: 1. Walinya dicabut haknya menjadi wali oleh Negara ( mahjur ‘alaih( 5. diantaranya : 1. Walinya ta’azzuz (sombng dan bermahal diri) . Selain mereka tidak berhak ijbar. sementara pada buku fiqih Islam karangan H. sehingga terdapat penambahan ketentuan berpindahnya perwalian.

Berpendapat pemilik kitab "syarhul al-Kabiir" pendapat yang benar yang juga diamalkan adalah seorang ayah bisa menjadi wali bagi yang di walikannya. kefasiqan seseorang akan mempengaruhi keputusannya. jumhur ulama. dan perempuan tidak bisa menikahkan dirinya sendiri. Al-Qur’an Telah terdapat pada ayat yang secara tidak langsung menunjukkan hak pernikahan kepada wanita. 2. jika kita cermati. namun pendapat yang paling kuat dalil dan segi pengambilan dalilnya ada dua. maka tidak boleh menjadi wali. terdapat beberapa pendapat mengenai ini. Dan adapun dasar tentang hak ini adalah fa’il haqiqi yang terdapat pada ayat berikut: . Sama halnya dengan pendapat yang membolehkan namun mereka berpendapat kefasiqan seseorang belum bisa menyebabkan dia tidak boleh menjadi wali sebab ukuran kefasiqan itu banyak tingkatannya. Maka dari sini penulis berpendapat. berpendapat bahwa wali disyariatkan dalam pernikahan. maka ulama yang berpendapat bahwa adil adalah syarat wali mendasarkan pendapatnya ini dengan dasar berhati-hati karena kemashlahatan dalam pernikahan merupakan sesuatu yang penting. dan mereka juga berpendapat. hal itu demi menjaga kemashlahtan kepada kedua belah pihak yang akan menikah. yaitu: 1. dan pendapat inilah yang diamalkan oleh manusia analisis: dari pendapat ini ada baiknya kita kompromikan. bahwa wali tidak di syaratkan dalam pernikahan secara mutlak dan seorang perempuan yang telah baligh lagi berakal. Abu Hanifah berpendapat. Pensyaratan Wali Nikah dalam Pernikahan Para ulama berselisih pendapat mengenai apakah wali merupakan syarat sahnya nikah atau tidak?. jika seseorang telah betul-betul nyata kefasikan yang ia perbuat dalam kesehariaannya dan ternyata mempengaruhi dalam hak perwaliannya. dan mereka memberi batas bahwa jika kefasiqan telah mencapai kekafiran barulah tidak boleh menjadi wali. seperti menikahkan dengan seorang yang tidak sekufu. Ibnu Mundzir menyatakan bahwa ia tidak mengetahui ada sahabat yang menyelisihi pendapat ini. meski keadaannya waktu itu keadaan yang tidak baik asal tidak sampai kafir. sudah bisa menikahkan dirinya sendiri dan perempuan lain[1] Segi pengambilan dalil: Ulama hanafiyah mendasarkan pendapatnya dengan: 2. Perselisihan Ulama Seputar Wali Nikah a.

Dan diamnya adalah persetujuannya. Dan bukanlah penjelasan ini dengan konsekuensi penjelasanya menunjukkan bahwa As-Syari’ menghilangkan haknya untuk mengakad dirinya sendiri secara langsung yang sebenarnya berdasarkan Qawa’idul Ahliyah secara umum itu telah menetapkan kemampuannya untuk . maka jangan kamu halangi mereka menikah (lagi) dengan calon suaminya. maka As-Syari’ memberikan keringanan dengan mencukupkan isyarat yang menunjukkan persetujuannya. Adapun perawan karena sikap malu-malunya terhadap laki-laki dan adat malu-malu ini mencegah untuk mengatakan secara jelas apakah ia setuju atau tidak.” Adapun segi istidlalnya adalah bahwa hadist ini menciptakan adanya hak bagi wanita terhadap dirinya sendiri. maka perempuan itu tidak halal lagi baginya sebelum dia menikah dengan suami lain. 1. Dan menafikan hak bagi orang lain didalam urusan-urusan yang berkitan dengan pernikahannya. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Janda lebih berhak terhadap dirinya sendiri daripada walinya.ُ‫ر َك‬ ‫ه‬ َ( ‫ي‬ ْ‫غ ُت‬ َ( ‫جا‬ ً‫و ا‬ ْ‫ز ُت‬ َ( ‫ح‬ َ( ‫ك‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫ت ُت‬ َ( ‫تى‬ ّ‫حهَق‬ َ( ‫د‬ ُ‫ع َك‬ ْ‫ب ُت‬ َ( ‫ن‬ ْ‫م ُت‬ ِ‫ه ْن‬ ُ‫ل َك‬ َ( ‫ُل‬ ّ ‫ح َل‬ ِ‫ت ْن‬ َ( ‫ل‬ َ( ‫ف‬ َ( ‫ها‬ َ( ‫ق‬ َ( ‫ل‬ ّ‫طهَق‬ َ( ‫ن‬ ْ‫إ ُت‬ ِ‫فْن‬ َ( Artinya : “Kemudian jika dia menceraikannya (setelah talak yang kedua).” Dan ada pula riwayat dari Abu Dawud dan An-Nasa’i: ‫ها‬ َ( ‫ر‬ ُ‫را َك‬ َ( ‫ق‬ ْ‫إ ُت‬ ِ‫ها ْن‬ َ( ‫ت‬ ُ‫م َك‬ ْ‫ص ُت‬ َ( ‫و‬ َ( ‫ر‬ ُ‫م َك‬ َ( ‫أ‬ ْ‫ت ُت‬ َ( ‫س‬ ْ‫ت ُت‬ ُ‫ة َك‬ ُ‫م َك‬ َ( ‫تي‬ ِ‫ي ْن‬ َ( ‫ل‬ ْ‫وا ُت‬ َ( ‫ر‬ ٌ ‫م و‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ‫ب‬ ِ‫ي ْن‬ ّ‫َثَس‬ ّ‫ع الهَق‬ َ( ‫م‬ َ( ‫ى‬ ّ‫ل َس‬ ِ‫وْن‬ َ( ‫ل‬ ْ‫ل ُت‬ ِ‫س ْن‬ َ( ‫ي‬ ْ‫ل ُت‬ َ( Artinya: “Seorang wali tidaklah memiliki hak terhadap janda. maka tidak dosa bagimu mengenai apa yang mereka lakukan terhadap diri mereka menurut cara yang patut. dan apapun yang dilakukan wanita pada dirinya sendiri selama itu baik adalah timbul dari wanita itu sendiri dan ini juga berakibat pula pada tidak tergantungnya nikah pada izin wali yang mengakadnya.” ‫روف‬ ِ‫ْن‬ ُ‫ع َك‬ ْ‫م ُت‬ َ( ‫ل‬ ْ‫با ُت‬ ِ‫ن ْن‬ ّ‫ه هَق‬ ِ‫س ْن‬ ِ‫ف ْن‬ ُ‫ن َك‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ‫في‬ ِ‫ن ْن‬ َ( ‫ل‬ ْ‫ع ُت‬ َ( ‫ف‬ َ( ‫ما‬ َ( ‫في‬ ِ‫م ْن‬ ْ‫ك ُت‬ ُ‫ي َك‬ ْ‫ل ُت‬ َ( ‫ع‬ َ( ‫ح‬ َ( ‫نا‬ َ( ‫ج‬ ُ‫ل َك‬ َ( ‫ف‬ َ( ‫ن‬ ّ‫ه هَق‬ ُ‫ل َك‬ َ( ‫ج‬ َ( ‫أ‬ َ( ‫ن‬ َ( ‫غ‬ ْ‫ل ُت‬ َ( ‫ب‬ َ( ‫ذا‬ َ( ‫إ‬ ِ‫فْن‬ َ( Artinya: “Kemudian apabila telah sampai (akhir) iddah mereka.” Ketiga ayat ini jelas menunjukkan bahwa nikah. diriwayatkan oleh Jama’ah kecuali Al-Bukhari: "‫ر‬ ُ‫م َك‬ َ( ‫أ‬ ْ‫ت ُت‬ َ( ‫س‬ ْ‫ت ُت‬ ُ‫ر َك‬ ُ‫ك َك‬ ْ‫ب ُت‬ ِ‫ل ْن‬ ْ‫وا ُت‬ َ( ، ‫ها‬ َ( ‫ي‬ ّ‫لَس‬ ِ‫وْن‬ َ( ‫ن‬ ْ‫م ُت‬ ِ‫ها ْن‬ َ( ‫س‬ ِ‫ف ْن‬ ْ‫ن ُت‬ َ( ‫ب‬ ِ‫ُق ْن‬ ّ ‫ح َل‬ َ( ‫أ‬ َ( ‫ب‬ ُ‫ي َك‬ ّ‫َثَس‬ ّ‫ " الهَق‬:‫ل‬ َ( ‫قا‬ َ( ‫م‬ َ( ‫ل‬ ّ‫سهَق‬ َ( ‫و‬ َ( ‫ه‬ ِ‫ي ْن‬ ْ‫ل ُت‬ َ( ‫ع‬ َ( ‫ل‬ ُ‫لى ا َك‬ ّ‫هَق‬ ّ‫صهَق‬ َ( ‫ل‬ ِ‫ل ا ْن‬ َ( ‫سو‬ ُ‫ر َك‬ َ( ‫ن‬ ّ‫أ هَق‬ َ( ،‫س‬ ٍ، ‫با‬ ّ‫ (َهَق‬ ‫نع‬ ِ‫ب ْن‬ ْ‫ن ا ُت‬ ِ‫ع ْن‬ َ( Artinya: Dari Ibnu Abbas R.” Didalam riwayat lain disebutkan: ‫ها‬ َ( ‫س‬ ِ‫ف ْن‬ ْ‫ن ُت‬ َ( ‫ب‬ ِ‫ُق ْن‬ ّ ‫ح َل‬ َ( ‫أ‬ َ( ‫م‬ ُ‫ي َك‬ ّ‫لَس‬ ْ‫ا (َُت‬ Artinya: “Janda lebih berhak terhadap dirinya sendiri. As-sunnah Pertama.A. Dan ini memberikan hak bagi wanita untuk memilih pasangan dan mengakad dirinya sendiri didalam pernikahannya. rujuk. lalu sampai iddahnya. Dan seorang perawan dimintai izin terlebih dahulu. Adapun wanita yatim maka dimintai pertimbangan.” ‫هن‬ ّ‫هَق‬ ُ‫ج َك‬ َ( ‫وا‬ َ( ‫ز‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ‫ن‬ َ( ‫ح‬ ْ‫ك ُت‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫ي ُت‬ َ( ‫ن‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ‫ن‬ ّ‫ه هَق‬ ُ‫لو َك‬ ُ‫ضَك‬ ُ‫ع َك‬ ْ‫ت ُت‬ َ( ‫ل‬ َ( ‫ف‬ َ( ‫ن‬ ّ‫ه هَق‬ ُ‫ل َك‬ َ( ‫ج‬ َ( ‫أ‬ َ( ‫ن‬ َ( ‫غ‬ ْ‫ل ُت‬ َ( ‫ب‬ َ( ‫ف‬ َ( ‫ء‬ َ( ‫سا‬ َ( ‫ن‬ ّ‫َكُ الَس‬ ‫تم‬ ُ‫قَك‬ ْ‫ل ُت‬ ّ‫طهَق‬ َ( ‫ذا‬ َ( ‫إ‬ ِ‫وْن‬ َ( Artinya : “Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu).

Al-Qur’an ْ‫كمُت‬ ُ‫ئ َك‬ ِ‫ما ْن‬ َ( ‫إ‬ ِ‫وْن‬ َ( ‫م‬ ْ‫ك ُت‬ ُ‫د َك‬ ِ‫با ْن‬ َ( ‫ع‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫م ُت‬ ِ‫ن ْن‬ َ( ‫حي‬ ِ‫ل ْن‬ ِ‫َصاْن‬ ّ‫وال هَق‬ َ( ‫م‬ ْ‫ك ُت‬ ُ‫ن َك‬ ْ‫م ُت‬ ِ‫مى ْن‬ َ( ‫يا‬ َ( ‫ل‬ ْ‫حوا ا (َُت‬ ُ‫ك َك‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ‫و‬ َ( Artinya. dan Dalil Aqly. Namun perawan memang memiliki kekhususan tersendiri. Kelompok yang Mensyaratkan Wali Para Ulama’ yang mensyaratkan wali mengambil dalil dari pendapat mereka dengan Al-Qur. seorang wanita berhak menjual apa saja yang dia miliki tanpa perlu adanya wali.” Dari hadist ini menunjukkan bahwa tidak ada wali Ummu Salamah yang bisa hadir pada saat terjadinya akad sebagaimana Ummu Salamah katakan. maka begitu pula dengan nikah. dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. hadist tentang pernikahan Nabi SAW dengan Ummu Salamah yang ketika itu beliau mengutus seseorang untuk mengkhitbahnya. I. Kedua. Dan sisi lain dari hadist ini juga menunjukkan bahwa wali itu tidak memiliki suara atau tidak memberikan pengaruh ketika telah terpenuhinya syarat kafa’ah(sekufu/sederajat) yang menjadi keutamaan bahwa syahnya akad itu tidak tergantung pada kehadiran wali untuk mengakad. Karena anaknya (Umar) pada waktu itu masih kecil yang belum memiliki kecakapan ( ahliyyah) untuk mengelola suatu hal. 1. Dan adapun perkataan bahwa ini merupakan kekhususan-kekhususan Nabi SAW ini tertolak. “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu. Karena sesuatu yang ditetapkan sebagai kekhususan Nabi SAW itu membutuhkan dalil yang khusus.” Dan dalil yang juga dipakai oleh Hanafiyah ّ‫ه هَق‬ ‫ن‬ ُ‫ج َك‬ َ( ‫وا‬ َ( ‫ز‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ‫ن‬ َ( ‫ح‬ ْ‫ك ُت‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫ي ُت‬ َ( ‫ن‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ‫ن‬ ّ‫ه هَق‬ ُ‫لو َك‬ ُ‫ضَك‬ ُ‫ع َك‬ ْ‫ت ُت‬ َ( ‫ل‬ َ( ‫ف‬ َ( ‫ن‬ ّ‫ه هَق‬ ُ‫ل َك‬ َ( ‫ج‬ َ( ‫أ‬ َ( ‫ن‬ َ( ‫غ‬ ْ‫ل ُت‬ َ( ‫ب‬ َ( ‫ف‬ َ( ‫ء‬ َ( ‫سا‬ َ( ‫ن‬ ّ‫م الَس‬ ُ‫ت َك‬ ُ‫قَك‬ ْ‫ل ُت‬ ّ‫طهَق‬ َ( ‫ذا‬ َ( ‫إ‬ .” Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Bukanlah karena tidak hadirnya wali ini membuat hal ini dibenci oleh Allah SWT. Tapi nikah itu tetap menjadi haknya sebagaimana juga telah tetap juga pada janda. Dalil aqly: bahwa nikah sama saja dengan jual beli.” atau sabda Nabi SAW: “Ya Umar. Adapun riwayat lain yang terdapat tambahan lafal bahwa Ummu Salamah berkata kepada anaknya: “Ya Umar.mengakad dirinya sendiri.” ‫نوا‬ ُ‫م َك‬ ِ‫ؤ ْن‬ ْ‫ي ُت‬ ُ‫تى َك‬ ّ‫حهَق‬ َ( ‫ن‬ َ( ‫كي‬ ِ‫ر ْن‬ ِ‫ش ْن‬ ْ‫م ُت‬ ُ‫ل َك‬ ْ‫حوا ا ُت‬ ُ‫ك َك‬ ِ‫ن ْن‬ ْ‫ت ُت‬ ُ‫ل َك‬ َ( ‫و‬ َ( Artinya: “Janganlah kalian nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Dan perawi pada hadist ini telah bersepakat tentang kedudukan tingkat derajatnya. Kemudian Ummu Salamah berkata: “Aku tidak memiliki wali yang bisa hadir dalam pernikahan. As-Sunnah.an. nikahkanlah aku dengan Rasulullah SAW. nikahkanlah ibumu denganku!” ini tidaklah kuat.

Dan telah datang pula suatu riwayat dari Ibnu Abbas. “Dan jika kalian menceraikan mereka sebelum kalian sentuh (campuri). mengenai kisah Ma'qal bin Yasar. karena sekiranya tidak.Artinya : “Dan apabila kamu menceraikan istri-istri (kamu). Dari sebab ini maka kita ketahui. Abu Dawud dan At-Tirmidzi. namun saudarinya itu ditalak suaminya dengan talak roj'iy. namun setelah itu. maka tentu ayat ini tidak mencela perbuatan Ma'qal yang tidak mau menikahkan saudarinya melainkan akan menjelaskan bahwa perempuan itu bisa menikahkan dirinya sendiri. Para ulama’ disini mengatakan: “Ini telah dikuatkan dengan sababun nuzul pada ayat ini. Dan ini menunjukkan bahwa akad nikah adalah kekuasaan wali bukan wanita.” Jadi sekiranya wanita itu memiliki hak untuk menikahkan dirinya sendiri. jauhlah perkataan orang yang mengatakan bahwa khitab pada ayat ini adalah untuk para suami. ‘Aisyah. Thawus. Para ulama’ disini mengatakan bahwa pencegahan disini hanya bisa terwujud pada orang yang memiliki kekuasaan untuk melarang. diriwayatkan oleh Ahmad dan Ashhabus Sunan kecuali An-Nasa’i: ّ ‫ل‬ ‫ي‬ ِ‫وْن‬ َ( ‫ب‬ ِ‫ل ْن‬ ّ‫إ هَق‬ ِ‫ح ْن‬ َ( ‫كا‬ َ( ‫ن‬ ِ‫ل ْن‬ َ( " :‫ل‬ َ( ‫قا‬ َ( ‫م‬ َ( ‫ل‬ ّ‫سهَق‬ َ( ‫و‬ َ( ‫ه‬ ِ‫ي ْن‬ ْ‫ل ُت‬ َ( ‫ع‬ َ( ‫ل‬ ُ‫لى ا َك‬ ّ‫هَق‬ ّ‫صهَق‬ َ( ‫ي‬ ّ‫ب هَق‬ ِ‫ن ْن‬ ّ‫ن الهَق‬ ّ‫أ هَق‬ َ( ‫سى‬ َ( ‫مو‬ ُ‫بي َك‬ ِ‫أْن‬ َ( ‫ن‬ ْ‫ع ُت‬ َ( . tetapi Ma'qal bersumpah tidak akan menikahkan saudaranya dengan mantan suaminya itu. dll tentang penafsiran ِ‫كا ْن‬ ‫ح‬ َ( ‫ن‬ ّ‫ة الَس‬ ُ‫د َك‬ َ( ‫ق‬ ْ‫ع ُت‬ ُ‫ه َك‬ ِ‫د ْن‬ ِ‫ي ْن‬ َ( ‫ب‬ ِ‫ذي ْن‬ ِ‫ل ْن‬ ّ‫اهَق‬ Dalam ayat ‫هن‬ ّ‫هَق‬ ُ‫سو َك‬ ّ ‫م َل‬ َ( ‫ت‬ َ( ‫ن‬ ْ‫أ ُت‬ َ( ‫ُل‬ ِ‫ب ْن‬ ْ‫ق ُت‬ َ( ‫ن‬ ْ‫م ُت‬ ِ‫ن ْن‬ ّ‫ه هَق‬ ُ‫مو َك‬ ُ‫ت َك‬ ُ‫قَك‬ ْ‫ل ُت‬ ّ‫طهَق‬ َ( ‫ن‬ ْ‫إ ُت‬ ِ‫وْن‬ َ( Artinya. Mujahid. wali itu dipertimbangkan dalam pernikahan. sehingga turunlah ayat ini. Dan ini telah diriwayatkan dari Al-Bukhari. dimana ia telah menikahkan saudarinya. Suaminya meninggalkannya sampai habis masa iddahnya. Oleh karena itu.” Bahwa itu adalah wali. As-sunnah Pertama. Dan hadist ini telah dishahihkan oleh At-Tirmidzi dari Ma’qal bin Yasar. Lalu adapun istidlal pada dalil yang ketiga adalah bahwa para wali dilarang untuk mencegah wanita dari menikah dengan orang yang wanita pilih. Maka ia akan melakukannya karena masih cintanya wanita tersebut terhadap suaminya. Maka ini menunjukkan bahwa menikah itu adalah hak wali bukan wanita sendiri. 2. maka jangan kamu halangi mereka menikah (lagi) dengan calon suaminya. lalu sampai iddahnya.” Adapun istidlal pada dua ayat pertama adalah bahwa khithab disini mengarah ke wali. si suami hendak ruju' dengan istrinya lagi.

Dan Hakim telah menyebutkan hadist ini dengan berbagai jalur.” Kedua. Rasulullah SAW bersabda: “Perempuan manapun yang dinikahkan dengan tanpa seizin walinya. Karena sesungguhnya pezina adalah dia yang menikahkan dirinya sendiri.Artinya: “Dari Abi Musa.” 3.” Ketiga. Dan seorang wanita dengan kekurangan yang ia miliki berupa kurang bagusnya memilih biasanya lebih mengutamakan perasaannya. Maka hal tersebut menutupi timbulnya sisi kemashlahatan yang dikehendaki. Dan ia mengatakan: “Riwayat ini shahih dari istri-istri Nabi SAW. ulama Hanafiyah yang tidak mewajibkan adanya wali bagi perempuan dewasa dan sehat pikirannya. Maka penguasa adalah wali bagi yang orang yang tidak memiliki wali. Sehingga dapat disimpulkan bahwa wanita tersebut tercegah untuk mengakad dirinya sendiri secara Bantahan-bantahan: Terhadap hadis di atas yang dikemukakan oleh jumhur untuk menunjukkan disyaratkannya wali nikah. bahwa rasulullah SAW bersabda: “tidak syah suatu pernikahan kecuali dengan adanya wali. ‫روا‬ ُ‫ج َك‬ َ( ‫ت‬ َ( ‫ش‬ ْ‫ن ا ُت‬ ِ‫إ ْن‬ ِ‫فْن‬ َ( .” Kemudian ia menguatkannya dengan menyebutkan 30 sahabat. seperti ‘Aisyah. ‫ها‬ َ( ‫ن‬ ْ‫ع ُت‬ َ( ‫ل‬ ُ‫ي ا َك‬ َ( ‫ض‬ ِ‫ر ْن‬ َ( ‫ة‬ َ( َ( ‫ئش‬ ِ‫عا ْن‬ َ( ‫ن‬ ْ‫ع ُت‬ َ( "‫ه‬ ُ‫ل َك‬ َ( ‫ي‬ ّ‫ل هَق‬ ِ‫وْن‬ َ( ‫ل‬ َ( ‫ن‬ ْ‫م ُت‬ َ( ‫ي‬ ّ ‫ل َل‬ ِ‫وْن‬ َ( ‫ن‬ ُ‫طا َك‬ َ( ‫ل‬ ْ‫س ُت‬ ّ ‫فال َل‬ َ( . ‫ها‬ َ( ‫ج‬ ِ‫ر ْن‬ ْ‫ف ُت‬ َ( ‫ن‬ ْ‫م ُت‬ ِ‫ُل ْن‬ ّ‫ح هَق‬ َ( ‫ت‬ َ( ‫س‬ ْ‫ما ا ُت‬ َ( ‫ب‬ ِ‫ها ْن‬ َ( ‫ر‬ ُ‫ه َك‬ ْ‫م ُت‬ َ( ‫ها‬ َ( ‫ل‬ َ( ‫ف‬ َ( ‫ها‬ َ( ‫ب‬ َ( ‫صا‬ َ( ‫أ‬ َ( ‫ن‬ ْ‫إ ُت‬ ِ‫فْن‬ َ( . diriwayatkan oleh Imam lima kecuali An-Nasa’i: . dan tidak (pula) menikahkan dirinya sendiri. Para ulama’disini lalu mengatakan: “Ini adalah jelas bahwa nikah itu tidak syah tanpa adanya wali. Lalu jika mereka (tetap) menghalangi. Ummu Salamah. menanggapi hadis-hadis tersebut sebagai berikut: . Namun jika suami telah mencampurinya maka perempuan tersebut berhak mendapatkan mahar misly." Hadist ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan Hakim.A. ‫ُل‬ ٌ ‫ط و‬ ِ‫با ْن‬ َ( ‫ها‬ َ( ‫ح‬ ُ‫كا َك‬ َ( ‫ن‬ ِ‫ف ْن‬ َ( Artinya: dari ‘Aisyah R. dan Zainab bin Jahsyin. Dalil Aqly Nikah memiliki maksud-maksud tertentu yaitu mengikat dua keluarga. berkata. Ad-Daruquthny dan Al-Baihaqy: ‫ فإن الزانية هي التي تزوج نفسها‬،‫ ول تزوج المرأة نفسها‬،‫ة‬ َ( ‫ة المرأ‬ ُ‫ل تزوج المرأ َك‬ Artinya: “Seorang perempuan tidak menikahkan perempuan lain. maka nikah tersebut batal. tidak pada logikanya. diriwayatkan oleh Ibnu Majah. ‫همما‬ َ( ‫ي‬ ّ‫لَس‬ ِ‫وْن‬ َ( ‫ن‬ ِ‫ذ ْن‬ ْ‫إ ُت‬ ِ‫ر ْن‬ ِ‫يم ْن‬ ْ‫غ ُت‬ َ( ‫ب‬ ِ‫ت ْن‬ ْ‫حم ُت‬ َ( ‫ك‬ ِ‫ن ْن‬ ُ‫ة َك‬ ٍ، ‫أ‬ َ( ‫ر‬ َ( ‫مم‬ ْ‫مما ا ُت‬ َ( ‫ي‬ ّ ‫أَل‬ َ( " :‫ل‬ َ( ‫قا‬ َ( ‫م‬ َ( ‫ل‬ ّ‫سهَق‬ َ( ‫و‬ َ( ‫ه‬ ِ‫ل ْن‬ ِ‫لى آْن‬ َ( ‫ع‬ َ( ‫و‬ َ( ‫ه‬ ِ‫ي ْن‬ ْ‫ل ُت‬ َ( ‫ع‬ َ( ‫لى ال‬ ّ‫صهَق‬ َ( ‫ل‬ ِ‫ل ا ْن‬ ِ‫سو ْن‬ ُ‫ر َك‬ َ( ‫ن‬ ْ‫ع ُت‬ َ( .

Namun menanggapi pernyataan ini. karena terhadap dua perempuan tersebut ulama Hanafiyah juga mewajibkan adanya wali. faedah ini bisa kita terapkan apabila kita melihat satu jalan yang apabila diamalkan maka tidak akan terjadi hukum dosa. dan dalam pandangan ulama hanafiyah juga dibolehkan. di dalam mengqiyas maka syarat yang harus diperhatikan adalah adanya kesama'an antara dua hukum yang diqiyaskan. terkadang sebagian akad pernikahan yang telah berlangsung akan menjadi sebuah kecacatan atau aib bagi keluarga yang lebih besar. karena jika kita mempertimbangkan wali. maka dapat diketahui. ini merupakan takwil yang sangat jauh. Namun jalan yang paling aman dari ke duanya adalah mempertimbangakan adanya wali. urusannya masih samar dan keadaannya tidak pasti. Analisis : membaca dan meneliti segala hadits dan segi pengambilan dalil dari kedua pendapat diatas. berbeda halnya dengan jual beli yang wilayahnya lebih luas. qiyas itu telah tertolak 2. dan sebaiknya ditolak. bahwa kedua pendapat ini memiliki dasar yang sama-sama kuat. Jumhur juga membantah pengqiyasan hak perwalian bagi seorang wanita dengan hak jual beli dengan tiga alasan: 1. sebab nikah adalah hal yang sangat dijaga dan diperhatikan. dan ini bisa diterapkan dalam masalah ini. Hadis yang melarang perempuan mengawinkan dirinya atau mengawinkan prempuan lain adalah bila perempuan itu masih kecil atau akalnya tidak sehat. Kedua. bila kata “la” itu diartikan tidak sah. sementara nikah dan jual beli ini berbeda. qiyas itu adalah qiyas dengan sudah adanya nash sehingga pada asalnya. dan juga harus adanya pertimbanganperitmbangan yang baik mengenai akibat dari nikah.Hadis ‫ى‬ ّ‫ل بول ْج‬ ّ‫ٍ لنكاح ا ْج‬، . jadi wali juga punya hak. Jumhur juga membantah pengambilan dalil golongan hanafiyah : "‫ر‬ ُ‫م َك‬ َ( ‫أ‬ ْ‫ت ُت‬ َ( ‫س‬ ْ‫ت ُت‬ ُ‫ر َك‬ ُ‫ك َك‬ ْ‫ب ُت‬ ِ‫ل ْن‬ ْ‫وا ُت‬ َ( ، ‫ها‬ َ( ‫ي‬ ّ‫لَس‬ ِ‫وْن‬ َ( ‫ن‬ ْ‫م ُت‬ ِ‫ها ْن‬ َ( ‫س‬ ِ‫ف ْن‬ ْ‫ن ُت‬ َ( ‫ب‬ ِ‫َل ّ ْن‬ ‫حُق‬ َ( ‫أ‬ َ( ‫ب‬ ُ‫ي َك‬ ّ‫َثَس‬ ّ‫الهَق‬ Karena hadits ini justru menetapkan adanya hak wali. pertama tidak sempurna suatu perkawinan tanpa adanya wali. Hadis ‫يهممما فنكاحهممما باطمممُل‬ ّ‫إذن ولْج‬ ِ‫يمممما اممممرأة نكحمممت بغيمممر ْن‬ ّ‫اْج‬. maka dalam pandangan ulama jumhur hati itu yang benar. maka dalam pandangan jumhur . tapi bukan berarti tidak sah. maka arahnya kepada perempuan yang masih kecil atau tidak sehat akalnya. bukan yang mengawinkannya hanyalah wali. dalam kitab taudhihul ahkam di jelaskan bahwa. hal itu didapat dari isim tafhdil ‫ُق‬ ّ ‫ح َل‬ َ( ‫أ‬ َ( . sebab nash-nash pada masalah ini sudah sangat jelas sehingga tidak dibutuhkan lagi takwil-takwil seperti ini. bahwa perkawinan yang batal itu bila perkawinan tanpa izin wali. sedangkan wali lebih berhak dalam hal perwaliannya. sedangkan wanita yang sudah dewasa boleh saja mengawinkan dirinya atau mengawinkan orang lain. sehingga dapat dikatakan bahwa janda lebih berhak dari pada wali dari segi ridhonya. yang tidak hanya terjadi pada salah satu dari pasangan saja. namun jika kita tidak mempertimbangkannya. 3. Sehingga wali disini bertindak sebagai orang yang memperhatikan kebahagian keluarga secara menyeluruh dalam hal kebaikan ataupun keburukannya. berdasarkan kaedah ushul fiqih "al-kuruuju an al-Khilafi mustahabbun" (keluar dari perselisihan itu dianjurkan). mengandung dua arti.

Januari 02. sebaiknya wali dalam nikah dipertimbangkan [1] Di dalam subulus salam. 2013 Label: Fiqih Munakahat Related Post • • • • • • Macam-macam dan Tertib Wali Nikah Kesalahan dalam Pelaksanaan Poligami Poligami dalam Kompilasi Hukum Islam Hikmah disyariatkannya Poligami Wali Mujbir bagi Gadis Perawan Syarat Adil Bagi Wali Nikah .nikahnya batal. dan didasarkan pada kehati-hatian. keterangan mengenai ini di tambah. inShare Share on : di Rabu. meski dalam pandangan ulama hanafiyah nikahnya sah. bahwa jika pernikahannya ternyata tidak sekufu. maka wali bisa menghalanginya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful