P. 1
Perkembangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Di Indonesia

Perkembangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Di Indonesia

|Views: 592|Likes:
Published by Tata Suharta

More info:

Published by: Tata Suharta on Aug 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/07/2015

pdf

text

original

Perkembangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia OPINI | 20 May 2012 | 10:22 Dibaca: 13860 Komentar: 0 0 PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat. Karena itu negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1). Namun sayangnya sistem pendidikan di Indonesia belum mengakomodasi keberagaman, sehingga menyebabkan munculnya segmentasi lembaga pendidikan yang berdasar pada perbedaan agama, etnis, dan bahkan perbedaan kemampuan baik fisik maupun mental yang dimiliki oleh siswa. Jelas segmentasi lembaga pendidikan ini telah menghambat para siswa untuk dapat belajar menghormati realitas keberagaman dalam masyarakat.

Selama itu anak-anak yang memiliki perbedaan kemampuan (difabel) disediakan fasilitas pendidikan khusus disesuaikan dengan derajat dan jenis difabelnya yang disebut dengan Sekolah Luar Biasa (SLB). Secara tidak disadari sistem pendidikan SLB telah membangun tembok eksklusifisme bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Tembok eksklusifisme tersebut selama ini tidak disadari telah menghambat proses saling mengenal antara anak-anak difabel dengan anak-anak non-difabel. Akibatnya dalam interaksi sosial di masyarakat kelompok difabel menjadi komunitas yang teralienasi dari dinamika sosial di masyarakat. Masyarakat menjadi tidak akrab dengan kehidupan kelompok difabel. Sementara kelompok difabel sendiri merasa keberadaannya bukan menjadi bagian yang integral dari kehidupan masyarakat di sekitarnya

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN DI INDONESIA

Dewasa ini peran lembaga pendidikan sangat menunjang tumbuh kembang dalam berolah system maupun cara bergaul dengan orang lain. Selain itu lembaga pendidikan tidak hanya sebagai wahana untuk system bekal ilmu pengetahuan, namun juga sebagai lembaga yang dapat memberi skill atau bekal untuk hidup yang nanti diharapkan dapat bermanfaat didalam masyarakat.

Sementara itu lembaga pendidikan tidak hanya di tunjukkan kepada anak yang memiliki kelengkapan fisik, tetapi juga kepada anak yang memiliki keterbelakangan mental. Mereka dianggap sosok yang tidak berdaya, sehingga perlu di bantu dan di kasihani untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu di sediakan berbagai bentuk layanan pendidikan atau sekolah bagi mereka. Pada dasarnya pendidikan untuk berkebutuhan khusus sama dengan pendidikan anak- anak pada umumnya.

Disamping itu pendidikan luar biasa, tidak hanya bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus, tetapi juga di tujukan kepada anak-anak normal yang lainnya.

Beberapa sekolah telah dibuka bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus ini. System pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan sekolah – sekolah ini. Jadi anda tidak perlu khawatir dengan masa depan anak anda karena sekolah ini membekali anak untuk bisa hidup mandiri dalam hidupnya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

1. Pengertian Pendidikan Luar Biasa

Pendidikan luar biasa adalah merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Selain itu pendidikan luar biasa juga berarti pembelajaran yang dirancang khususnya untuk memenuhi kebutuhan yang unik dari anak kelainan fisik. Pendidikan luar biasa akan sesuai apabila kebutuhan siswa tidak dapat diakomodasikan dalam program pendidikan umum. Secara singkat pendidikan luar biasa adalah program penbelajaran yang disiapakan untuk memenuhi kebutuhan unik dari individu siswa.

2. Sejarah Perkembangan Pendidikan Anak Luar Biasa

Para ahli sejarah pendidikan biasanya menggambarkan mulainya pendidikan luar biasa pada akhir abad ke 18 atau awal abad ke 19. Di indonesia sejarah perkembangan luar biasa dimulai ketika belanda masuk ke indonesia,( 1596 – 1942 ) meraka memperkenalkan system persekolahan dengan orientasi barat. untuk pendidikan bagi anak–anak penyandang cacat di buka lembaga-lembaga khusus.lembaga pertama untuk pendidikan anak tuna netra,tuna grahita tahun 1927 dan untuk tuna rungu tahn 1930. Ketiganya terletak di kota Bandung.

Tujuh tahun setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah RI mengundang-undangkan yang pertama mengenai pendidikan. Mengenai anak- anak yang mempunyai kelainan fisik atau mental , undang – undang itu menyebutkan pendidikan dan pengajaran luar biasa diberikan dengan khusus untuk mereka yang membutuhkan ( pasal 6 ayat 2 ) dan untuk itu anak –anak tersebut ( pasal 8) yang mengatakan semua anak – anak yang sudah berumur 6 tahun dan 8 tahun berhak dan diwajibkan belajar disekolah sedikitnya 6 tahun dengan ini berlakunya undang – undang tersebut maka sekolah – sekolah baru yang khusus bagi anak – anak penyandang cacat. Termasuk untuk anak tuna daksa dan tuna laras, sekolah ini disebut sekolah luar biasa.

SLB bagian E untuk anak tuna laras f. .hal yang erat hubungan dengan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan pendidikan khusus sebagai berikut . SLB bagian B untuk anak tuna rungu c.Berdasarkan urutan sejarah berdirinya SLB pertama untuk masing – masing katagori kecacatan SLB itu dikelompokan menjadi : a. SLB bagian C untuk anak tuna Grahta d. SLB bagian A untuk anak tuna netra b. Pasal – Pasal Yang Melandasi Pendidikan Luar Biasa Seluruh warga negara tanpa terkecuali apakah dia mempunyai kelainan atau tidak mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan. Hal ini dijamin oeh UUD 1945 pasal 31 ayat1 yang mengumumkan. SLB bagian D untuk anak tuna daksa e. Pada tahun 2003 pemerintah mengeluarkan undang.undang no 20 tentang system pendidikan nasional ( UUSPN ). SLB bagian F untuk anak tuna ganda Konsep pendidikan terpadu diperkenalkan di indonesia pada tahun 1978 yang bertujuan khusus untuk anak tuna netra. Dalam undang – undang tersebut dikemukakan hal. Bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran. 3.

mental. ketidakmampuan mental.kultural.mental. lumpuh otak. Hakikat Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus dapat dimaknai dengan anak-anak yang tergolong cacat atau yang menyandang ketunaan. Bab IV ( pasal 5 ayat 1 ) Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu baik yang memiliki kelainan fisik. Namun. beberapa istilah yang dapat membantu guru mengumpulkan informasi yang merencanakan untuk masing-masing anak mencakup: dungu. dan kemajemukan bangsa. Konsep ketunaan hanya berkenaan dengan dengan kecacatan sedangkan konsep berkelainan atau luar bisa mencakup anak yang menyandang ketunaan maupun yang dikaruniai keunggulan.Bab 1( pasal 1 ayat 18 ) Wajib belajar adalah program pendidikan minimal yang harus di ikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah Bab II ( pasal 4 ayat 1 ) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis berdasarkan HAM. dan keterlambatan perkembangan. dewasa ini anak dengan kebutuhan pendidikan khusus termasuk pula anak lantib dan berbakat. saat ini konsep ketunaan berubah menjadi berkelainan (exception) atau luar biasa. 2006:26). dan juga anak lantib dan berbakat (Mulyono. Ketunaan berbeda dengan konsep berkelainan.intelektual atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.agama. A. Bab V bagian 11 Pendidikan khusus (pasal 32 ayat 1 ) Pendidikan khusus bagi peserta yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik. gangguan pendengaran. Dalam perkembangannya.emosionl. ketidak mampuan belajar. gangguan emosional. gangguan fisik. Banyak istilah digunakan untuk mencoba mengkategorikan anak-anak dengan kebutuhan khusus. . LAYANAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERKEBUTUHAN KHUSUS Pada mulanya yang dimaksud dengan anak kebutuhan pendidikan khusus hanyalah anak yang tergolong cacat atau yang menyandang ketunaan saja. gangguan pengllihatan.sosial atau memiliki potensi kecerdasan. autistuk.emosional.

seperti takut pada binatang. Disisi lain. · Pikirkan cara anak yang tidak berkemampuan dapat melakukan sesuatu sendiri ayau untuk anak yang lain. Jamaris (2006:94-100) juga menjelaskan bahwa terdapat anak dengan tingkat intelegensi yang luar biasa. Hal ini dijelaskan oleh Jamaris (2006:80-92) dan Mulyono (2006:69). kilatan petirdan suara gemuruhyang menyertainya.takut pada orang asing dan atau rasa takut yang muncul dalam benak anak berdasarkan fantasi yang dibuatnya sendiri. Kelompok Bermain. · Berikan lingkungan di mana anak yang bermasalah ikut serta dalam kegiatan dengan anak yang tidak bermasalah dan cara-cara yang bermanfaat satu sama lainnnya.Kata-kata yang sering digunakan seiring berasal dari konsep lama dan mengabaikan sikap dan pengharapannegatif petunjuk berikut berguna memikirkan dan merencanakan dengan ketidakmampuan: · Tekankan keunikan dan nilai dari semua anak daripada perbedaan mereka. takut pada gelap. ataupun anak dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktif. bahwa terdapat masalah-masalah perilaku psikososial. B. · Jaga pandangan masing-masing: hindari penekanan ketidakmampuan dengan mengenyampingkan pencapaian masing-masing. berkesulitan belajar. Taman Penitipan Anak dan satuan PAUD sejenislainnya selalu saja terdapat anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. di berbagai Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (LPAUD). . baik di TK. Anak Usia Dini yang membutuhkan perhatian khusus Pada kenyataannya. Masalah-masalah perilaku psikososial yang seringkali muncul adalah: (1) Penakut. seperti anak tuna grahita atau anak gifted dan berbakat.

kesulitan dalam menerima informasi. menendang bola kaki. Belakangan ini. perilaku ini disebabkan oleh sikap orang tua yang terlalu berlebihan dalam mengontrol perilaku anak. seperti menggigit. 2006:87-91). menyusun informasi agar dapat dipahami. yang tampak pada tindakan-tindakan anak yang cenderung melukai anak lain.(2) Perilaku agresif. jangan begitu…’. Oleh sebab itu. Istilah kesulitan belajar terjemahan dari learning disability. (2006:85). jari tangan atau kaki) secara serempak dan terarah pada satu tujuan. akan tetapi mengalami satu atau lebih dalam aspek-aspek yang dibutuhkan untuk belajar. . kesulitan koordinasi gerakan visual motorik. mencakar atau memukul. Kesulitan berpikir. seperti sulit dalam mengucapkan kata-kata. sebenarnya tidak tepat. asosiasi dan pemecahan masalah. selalu meleset. Kesulitan belajar dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok. seperti sulit memasukkan sedotan kedalam botol kosong. sulit dalam mengfungsika formasi konsep. selanjutnya perilaku tersebut seolah hilang dan berganti dengan ekspresi mencela. Hal ini tampak pada orangtua yang selalu mengatakan ‘tidak boleh ini. Anak yang mengalami kesulitan belajar adalah anak yang memiliki intelegensi normal atau diatas normal. anak autis bersifat menutup diri dan tidak peduli. seringkali juga terdengar istilah anak dengan budaya Autisme. tidak mampu manghubungkan pengalaman yang telah ada dengan pengalaman baru (Reid dan Lovit dalam Jamaris. yaitu: 1. seharusnya diterjemahkan sebagai ketidakmampuan belajar (Mulyono. serta tidak memperhatikan lingkungannya (Greenspan dan Wider dalam Jamaris. menarik diri dan atau rendah diri.5-3 tahun. sehingga tidak mampu melakukan interaksi dengan lingkungannya. Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (development learning disability) dengan disfungsi yang dapat terlihat pada kelainan persepsi. (3) Pendiam. seperti tidak mampu membuat klasifikasabenda-benda yang dapat terbang di angkasa. Biasanya perilaku seperti ini muncul sejak usia 2. yang berdampak pada kesulitan bahasa dan komunikasi. 2006:6) Kesulitan belajar ini disebabkan karena terjadi disfungsi ringan dalam susunan syaraf pusat (minimal brain disfunction). tidak boleh itu…atau jangan begini. mencaci atau memaki (Jamaris 2006:81). Anak autis adalah anak yang mengalami outstanduing fundamental disorder. yaitu adanya berbagai larangan yangg pada akhirnya berujung pada pengekangan pada diri anak. Kanner dalam Jamaris (2006:85) adalah orang yang mengemukakan istilah autisme. yang berdampak pada kesulitan dalam melakukan koordinasi gerakan visual (pandangan mata) – motorik (gerakan tangan. bahkan sulit dalam mengkomunikasikan informasi yang diterima atau didengar. sulit menyebutkan nama benda akibat keterbatasan kosa kata. merangkai kata. yang menyangkut kesulitan dalam melakukan operasi kognitif (berpikir).

yaitu kemungkinan adanya disfungsi neurologis. sehingga anak mampu mencapai kinerja dengan kualitas yang luar biasa. Selain berbagai masalah dan kesulitan yang telah dikemukakan di atas. baik intelegensinya maupun bakat khusus dan kreativitasnya. 2006:13). Papalia dan Olds ( 1995:298) menuliskan bahwa dari keseluruhan populasi anak terdapat sekitar 3% anak dengan ADHD. Anak laki-laki memiliki kemungkinan 6 sampai 9 kali lipat untuk mengalami ADHD dibandingkan anak perempuan. suatu ramhat bagi beberapa orangtua yang dikaruniai anak gifted dan berbakat. Selanjutnya. dimana mereka tidak dapat mencapai kemandirian yang sesuai dengan ukuran (standar) kemandirian dan tanggungjawab sosial. Anak gifted dan talented biasanya memiliki kreativitas yang tinggi. impulsif/ bertindak tanpa berpikir. namun biasanya orang tua baru menyadari anaknya cenderung ADHD setelah anak masuk sekolah. manulis. tampak dalamperilaku yang selalu bergerak. dan pemberian ulangan penguatan (reinforcement) yang tidak tepat (Mulyono. Jamaris (2006:94-95) menjelaskan bahwa anak tunagrahita atau anak mentally retarded adalah kelompok anak yang memiliki tingkat intelegensi dibawah normal. dijelaskan bahwa penyebab kesulitan belajar adalah faktor internal. Ketunagrahitaan tampak dalam kesulitan ‘adaptive behavior’ atau penyesuaian perilaku. Kesulitan belajar akademik (academic learing disabilities) yang ditunjukan pada adanya kagagalankagagalan dalam pencapaian prestasi akademik yang sesuai dengan kapasitas yang diharapkan. mencakup kegagalan dalam penguasaan keterampilan dalam membaca.2. anak gifted dan talented (berbakat) adalah anak yang memiliki kemampuan yang luar biasa. seperti: . yang berakibat sulit dalam memusatkan perhatiannya dan menjadi hiperaktif. dan atau matematika. Disisi lain. sedangkan penyebab utama problema belajar (learning problems) adalah faktor eksternal yaitu antara lain berapa strategi pembelajaran tang keliru. tidak dapat menahan marah. Selanjutnya dikatakan bahwa tanda-tanda ADHD teiah muncul pada usia 4 tahun atau dibawah 10 tahun. Anak tunagarahita juga mengalami masalah dalam keterampilan akademik dan berpartisipasi dengan kelompok teman yang memiliki usia sebaya. pengelolaan kagiatan belajar yang tidak memebangkitkan motivasi belajar anak. yaitu anak tunagrahita serta anak gifted dan berbakat. Untuk mewujudkan potensi yang tersembunyi tersebut. Perilaku lainnya adalah anak dengan gangguan pemusatan perhatian/hiperaktif. terdapat juga anak usia dini dengan tingkat intelegensi yang luar biasa. maka diperlukan layanan pendidikan khusus disamping pendidikan yang diberikan pada anak normal di sekolah biasa (Jamaris 2006:100-101). dikenal dengan sebutan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah anak yang sulit melakukan seleksi terhadapstimulus yang ada disekitarnya. kekecewaan dan atau suka mengganggu.

Menurut Sunartini. diperkirakan ada 370 juta penyandang cacat atau sekitar 7 % populasi dunia. jalan yang aman bagi anak dengan palsi serebral. hanya 10 persen mempunyai akses pelayanan. masih sukar dicapai para penyandang cacat. Ini dinilainya manusiawi. Bakat khusus ditunjukkan oleh anak dalam beberapa bidang tertentu. tuturnya. pendidikan layanan khusus. Secara global. “Selama dua dekade terakhir istilah anak cacat telah digantikan dengan istilah anak dengan kebutuhan kesehatan khusus. atau bidang IPA seperti menciptakan berbagai temuan dalam sains. Selain itu. misalnya sangat berbakat pada bidang musik. Anak berkebutuhan khusus ini dapat diartikan mempunyai kekhususan dari segi kebutuhan layanan kesehatan. Penggunaan jalan seringkali menyebabkan kesulitan bagi anak berkebutuhan khusus. kebutuhan pendidikan khusus.(1) Kelancaran dalam memberikan jawaban dan mengemukakan pendapat ataupun ide-ide. masalah anak dengan kebutuhan khusus di bidang kesehatan belum menjadi prioritas. pendidikan inklusi.5 juta anak usia di bawah 18 tahun menyandang ketunaan atau masuk kategori anak berkebutuhan khusus.” ungkap Prof dr Sunartini. jalan yang dibuat khusus bagi anak tuna netra hingga bisa mandiri sampai tujuan. masih kalah dengan penyakit infeksi dan berbagai keadaan kurang gizi. PhD dalam pidato pengukuhan jabatan guru besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta di gedung senat perguruan tinggi itu. Kamis (28/5). ia menambahkan. (3) Kemampuan dalam menghasilkan berbagai ide atau karya yang merupakan keaslian dari hasil pikirannya sendiri. jumlahnya akan lebih banyak lagi. “Apabila ditambah dengan anak-anak yang menggunakan kacamata. (2) Kelenturan dalam mengemukakan berbagi alternatif dalam pemecahan masalah. kurang lebih 80 juta di antaranya membutuhkan rehabilitasi. Istilah anak berkebutuhan khusus adalah klasifikasi untuk anak dan remaja secara fisik. Demikian juga fasilitas kesehatan. Diperkirakan antara 3-7 % atau sekitar 5. dan kebutuhan akan kesejahteraan sosial dan bantuan sosial. Namun dia mengakui. psikologis dan atau sosial mengalami masalah serius dan menetap. sampai saat ini terjadi keterbatasan dan belum disediakannya fasilitas khusus seperti jalan yang bisa dilalui kursi roda. Karena itu perlu ditetapkan dalam peraturan perundangan agar dapat dimasukkan sebagai program yang diutamakan di berbagai departemen yang berkaitan. Dari jumlah tersebut. istilah anak dengan kemampuan dan kebutuhan khusus sebagai pengganti istilah anak cacat. SpA (K). di samping petugas kurang tanggap.5-10.” jelasnya. tapi di Indonesia belum disepakati. .

bahan organik pada ibu hamil yang bekerja di pabrik menunjukkan adanya pengaruh kurang baik terhadap perkembangan motorik. Banyak faktor penyebab gangguan pembentukan dan perkembangan otak anak sejak saat pembuahan. serta masyarakat. terutama orangtua dan keluarganya. diikuti penanganan atau intervensi dini. obat-obatan teratogenik seperti obat peluntur haid. selenium. langkah yang paling tepat adalah mengenali atau mendeteksi dini kelainan yang ada. maupun rehabilitatif. Secara uji multivariat.Sunartini mengatakan. saat bayi. kekurangan asam folat. tenaga kesehatan. Penyelenggaraan system pendidikan segregasi di laksanakan secara khusus dan terpisah dari penyelenggaran pendidikan untuk anak normal. menghadapi terjadinya anak berkebutuhan khusus karena penyimpangan perkembangan otak. kuratif. baik oleh penolong persalinan. Pada awal kehamilan terutama minggu kedua sampai keenambelas di saat pembentukan organ ada berbagai hal yang dapat menyebabkan pembentukan otak tidak sempurna atau rusak antara lain karena kekurangn gizi dan mikronutrien seperti iodium. baik secara promotif. Ø Keuntungan system pendidikan segregasi . Demikian halnya ibu yang mengalami depresi dalam periode satu tahun pertama dapat mengakibatkan gangguan perkembangan kognitif sampai umur 18 bulan gangguan tingkah laku.Rasa ketenangan pada anak luar biasa . keracunan logam berat seperti Hg atau Pb (timbal). preventif. zink. infeksi intra uterin seperti TORCH dan kekerasan karena usaha pengguguran dengan pijatan. System pendidikan segregasi System pendidikan dimana anak berkelainan terpisah dari system pendidikan anak normal. MACAM-MACAM PENDIDIKAN LUAR BIASA a. masa anak sampai remaja. lahir. perhatian dan hiperaktivitas. Juga obat penenang seperti talidomid. gangguan perkembangan sosial dan perilaku terutama pada anak laki-laki usia balita. tingkah laku. Setelah itu.

System Pendidikan Integrasi System pendidikan luar biasa yang bertujuan memberikan pendidikan yang memungkinkan anak luar biasa memperoleh kesempatan mengikuti proses pendidikan bersama dengan siswa normal agar dapat mengembangkan diri secara optimal.Sosialisasi terbatas .Komunikasi yang mudah dan lancar .Lebih banyak mengenal kehidupan orang normal .Dapat mengembangkan bakat .minat dan kemampuan secara optimal . Ø Keuntungan System Integrasi .Merasa di akui haknya dengan anak normal terutama dalam memperoleh pendidikan .Penyelenggaraan pendidikan yang relative mahal b.Sarana dan prasarana yang sesuai Ø Kelemahan system pendidikan segregasi .Metode pembelajaran yang khusus sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak .Guru dengan latar belakang pendidikan luar biasa ..

Sekolah dan layanan pendidikan lainnya harus fleksibel dan akomodatif untuk memenuhi keberagaman kebutuhan siswa. Mereka juga diharapkan dapat mencari anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan. Ada beberapa pengertian mengenai pendidikan inklusi. Down Syndrome) . status sosial.Mempunyai kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi .Harga diri anak luar biasa meningkat c.l. gender. Dengan kata lain pendidikan inklusi adalah pelayanan pendidikan anak berkebutuhan khusus yang dididik bersamasama anak lainnya (normal) untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.. Pendidikan Inklusi (Pendidikan Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus) Pendidikan inklusi adalah termasuk hal yang baru di Indonesia umumnya. kemiskinan dan lain-lain. sesuai dengan Program Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa Tahun 2006 dan Pembinaan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional Pendidikan adalah sebagai berikut : 1) Tuna Netra 2) Tuna Rungu 3) Tuna Grahita: (a. Tapi ini bukanlah kelompok yang homogen. Ø Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Pengelompokan anak berkebutuhan khusus dan jenis pelayanannya. Hambatan yang ada bisa terkait dengan masalah etnik. Salah satu kelompok yang paling tereksklusi dalam memperoleh pendidikan adalah siswa penyandang cacat. diantaranya adalah pendidikan inklusi merupakan sebuah pendekatan yang berusaha mentransformasi sistem pendidikan dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap siswa untuk berpartisipasi penuh dalam pendidikan.

Dyspraxia/ Motorik) 8) Lambat Belajar ( IQ = 70 –90 ) 9) Autis 10) Korban Penyalahgunaan Narkoba 11) Indigo Gagagasan pendidikan inklusi Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama. dari satu jalan untuk menyiapkan pendidikan bagi anak penyandang cacat adalah pentingnya pendidikan inklusi. dengan demikian penyandang cacat anak akan merasa tenang. Sebuah masyarakat yang melaksanakan pendidikan inklusi berkeyakinan bahwa hidup dan belajar bersama adalah cara hidup . pada institusi-institusi kemasyarakatan lainnya. Talented : Potensi bakat istimewa (MultipleIntelligences : Language. karena pendidikan inklusi mulai dengan merealisasikan perubahan keyakinan masyarakat yang terkandung di mana akan menjadi bagian dari keseluruhan. Pada keluarga. Interpersonal. Logico mathematic. Visuo-spatial. disayangi. pada sekolah. Dysgraphia/Tulis. pada kelompok teman sebaya. Intrapersonal. Natural. tidak hanya memenuhi target pendidikan untuk semua dan pendidikan dasar 9 tahun. Bodily-kinesthetic. dilindungi. percaya diri. ADD/ADHD. Musical. Dysphasia/Bicara.4) Tuna Grahita Ringan (IQ = 50-70) 5) Tuna Grahita Sedang (IQ = 25-50) 6) Tuna Grahita Berat (IQ 125 ) J.l. 7) Kesulitan Belajar (a. Hyperaktif. merasa dihargai. bahagia dan bertanggung jawab. akan tetapi lebih banyak keuntungannya tidak hanya memenuhi hak-hak asasi manusia dan hak-hak anak tetapi lebih penting lagi bagi kesejahteraan anak. Dyslexia/Baca. Spiritual). Dyscalculia/Hitung. inklusi terjadi pada semua lingkungan sosial anak.

UU No. Surat Az Zuhruf ayat 32 “Allah telah menentukan diantara manusia penghidupan mereka dalam kehidupan dunia. 5.Landasan Yuridis 1. Pendidikan inklusi adalah sebuah sistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak penuh berpartisipasi dalam kegiatan kelas reguler tanpa mempertimbangkan kecacatan atau karakteristik lainnya. Dengan demikian sekolah atau pendidikan menjadi suatu lingkungan belajar yang ramah anak-anak. Deklarasi Pendidikan untuk Semua di Thailand tahun 1990. dan Allah telah meninggikan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat agar sebagian mereka dapat saling mengambil manfaat(membutuhkan)”. Konvensi PBB tentang Hak anak tahun 1989. 4 tentang Penyandang Cacat tahun 1997.Landasan Spiritual 1. karena tipe pendidikan ini dapat menerima dan merespon setiap kebutuhan individual anak.(way of life) yang terbaik. 2. Maka hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. . 3. 2. . Kesepakatan Salamanka tentang Pendidikan inklusi tahun 1994. 23 tentang Perlindungan Hak Anak tahun 2003. LANDASAN HUKUM . Surat An Nisa ayat 9 “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. UU No. yang menguntungkan semua orang. 4.

jenis dan jenjang pendidikan (Pasal 6 ayat 1). 19 tentang Standar Pendidikan Nasional tahun 2004. 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat). SLB dan SDLB sebagian besar berlokasi di perkotaan dan sebagian kecil sekali yang berlokasi di pedesaan. pemerintah dan badan-badan swasta menyelenggarakan pendidikan atau sekolah khusus yang biasa disebut Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk melayani beberapa jenis kecacatan. berorientasi dengan yang lain. terutama bagi penyandang cacat anak dalam lingkungan keluarga dan masyarakat (Pasal 6 ayat 6 UU RI No. Pada sekolah sekolah reguler yang dijadikan perintis itu memang diuntukkan anak-anak lambat belajar dan anak-anak sulit belajar sehingga perlu mendapat pelayanan khusus. Deklarasi Bandung tentang Menuju Pendidikan Inklusi tahun 2004. .Implementasi Di Lapangan Indonesia Menuju Pendidikan inklusi Secara formal dideklarasikan pada tanggal 11 agustus 2004 di Bandung. Karena masih dalam tahap rintisan sampai sekarang belum ada informasi yang berarti dari sekolah-sekolah tersebut. pemerintah mulai uji coba perintisan sekolah inklusi seperti di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 12 sekolah didaerah Gunung Kidul dan di Provinsi daerah Khusus Ibukota Jogyakarta dengan 35 sekolah. PP No.6. Setiap penyandang cacat memiliki hak yang sama untuk menumbuh kembangkan bakat. kemampuan dan kehidupan sosialnya. Ini pula masalah yang dapat diselesaikan oleh pendidikan atau sekolah inklusi. Sejak tahun 2001. Disamping pendidikan atau sekolah reguler. karena dari sejak dini tidak bersama. landasa spiritual maupun landasan yuridis tersebut telah memberikan dasar hukum yang jelas tentang bagaiman penyelenggaraan pendidikan inklusi yang memang merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Kalau kita cermati lebih teliti. Tidak seperti sekolah reguler yang tersebar luas baik di daerah perkotaan maupun daerah pedesaan. . Penyandang cacat anak untuk menjangkau SLB atau SDLB relatif sangat jauh hingga memakan biaya cukup tinggi yang tidak terjangkau penyandang cacat anak dari pedesaan. Setiap penyandang cacat berhak memperolah pendidikan pada semua sektor. jalur. dengan harapan dapat menggalang sekolah reguler untuk mempersiapkan pendidikan bagi semua anak termasuk penyandang cacat anak. di samping memecahkan masalah golongan penyandang cacat yang merata karena diskriminasi sosial. 7.

sistem SKS SMA dan lain-lain. bahkan ia menyukai tari dan suka musik. Di Indonesia telah dilakukan Uji coba dibeberapa daerah sejak tahun 2001. isu ini tenggelam ketika isu menarik lainnya seperti biaya operasional sekolah. juga ia ramah dan bermain dengan teman sekolahnya yang tidak cacat. dengan mempertimbangkan karakteristik (ciri-ciri) dan tingkat kecerdasannya. Keluarga ini tergolong keluarga miskin oleh sebab itu mereka memasukkan anak-anaknya ke SD. Lingkup Pengembangan Kurikulum Kurikulum pendidikan inklusi menggunakan kurikulum sekolah reguler (kurikulum nasional) yang dimodofikasi (diimprovisasi) sesuai dengan tahap perkembangan anak berkebutuhan khusus. dua anak ini dimasukan oleh kedua ibunya ke kelas I karena mau masuk SLBC lokasinya jauh dari tempat tinggalnya yang di pegunungan. Ini merupakan potret anak Tuna Grahita di tengah-Tengah teman yang sedang belajar. Satu anak tampak berdiam diri dan cuek. . Fawzie Aswin Hadi (Universitas Negeri Jakarta) mengisahkan sekolah Inklusi (SD. Dr. Gurunya menyukai mereka. Muhamadiyah di Gunung Kidul) sekolah ini punya murid 120 anak. secara formal pendidikan inklusi dideklarasikan di Bandung tahun 2004 dengan beberapa sekolah reguler yang mempersiapkan diri untuk implementasi pendidikan inklusi. PENGEMBANGAN KURIKULUM A. Hal yang sangat penting disini yang berkaitan dengan guru adalah anak Tuna Grahita dapat menyesuaikan diri dengan baik. Muhamadiyah. 2. Perasaan mereka sangat bahagia dan bangga bahwa kenyataannya anak mereka diterima sekolah. Modifikasi kurikulum dilakukan terhadap: 1. isi/materi kurikulum.Menurut Prof. 2 anak laki-laki diantaranya adalah Tuna Grahita. mengajar dan mendidik mereka dengan mengunakan modifikasi kurikulum untuk matematika dan mata pelajaran lainnya. evaluasi disesuaikan dengan kemampuan mereka. informasi tentang pendidikan inklusi tidak muncul kepada publik. bahagia dan senang di sekolah. Awal tahun 2006 ini tidak ada tandatanda untuk itu. alokasi waktu. sedang satu lagi tampak ceria dan gembira.

terutama guru pembimbing khusus (guru Pendidikan Luar Biasa) yang sudah berpengalaman mengajar di Sekolah Luar Biasa. pengelolaan kelas. yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Dasar Inklusi (Kepala SD Inklusi) dan sudah dikoordinir oleh Dinas Pendidikan. Misalnya materi pelajaran (pokok bahasan) tertentu dalam kurikulum reguler (Kurikulum Sekolah Dasar) diperkirakan alokasi waktunya selama 6 jam. dan 6. sarana prasarana. Modifikasi alokasi waktu Modifikasi alokasi waktu disesuaikan dengan mengacu pada kecepatan belajar siswa. Pelaksanaan Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum dilaksanakan dengan: 1. B. dan ahli Pendidikan Luar Biasa (Orthopaedagog). lingkungan belajar. Pengembang Kurikulum Modifikasi/pengembangan kurikulum pendidikan inklusi dapat dilakukan oleh Tim Pengembang Kurikulum yang terdiri atas guru-guru yang mengajar di kelas inklusi bekerja sama dengan berbagai pihak yang terkait. . C. * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di atas normal (anak berbakat) dapat dimodifikasi menjadi 4 jam. proses belajar-mengajar. 5. 4.3.

sintesis. evaluasi.* Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi relatif normal dapat dimodifikasi menjadi sekitar 8 jam. untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di atas normal. * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di bawah normal (anak lamban belajar) dapat dimodifikasi menjadi 10 jam. yang menenkankan perbedaan individual setiap anak. * Lebih terbuka (divergent). dan untuk anak tunagrahita menjadi 18 jam. dan problem solving. atau lebih. materi dalam kurikulum sekolah reguler dapat digemukkan (diperluas dan diperdalam) dan/atau ditambah materi baru yang tidak ada di dalam kurikulum sekolah reguler. . 3. Modifikasi proses belajar-mengajar * Mengembangkan proses berfikir tingkat tinggi. atau tingkat kesulitannya diturunkan sedikit. atau bahkan dihilangkan bagian tertentu. atau lebih. tetapi materi tersebut dianggap penting untuk anak berbakat. * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di bawah normal (anak lamban belajar/tunagrahita) materi dalam kurikulum sekolah reguler dapat dikurangi atau diturunkan tingkat kesulitannya seperlunya. Modifikasi isi/materi * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi di atas normal. dan seterusnya. * Untuk anak berkebutuhan khusus yang memiliki inteligensi relatif normal materi dalam kurikulum sekolah reguler dapat tetap dipertahankan. 2. yang meliputi analisis. * Menggunakan pendekatan student centerred.

dari satu kelompok ke kelompok lain. yakni mungkin “ego”-nya akan berkembang kurang baik. Namun kondisi . ada dampak negatifnya.maka telah disediakan berbagai bentuk layanan pedidikan ( sekolah ) bagi mereka pada dasarnya sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus sama dengan sekolah anak-anak pada umumnya. * Menerapkan pendekatan pembelajaran kompetitif seimbang dengan pendekatan pembelajaran kooperatif. setiap anak dikembangkan jiwa kerjasama dan kebersamaannya. jiwa kompetisi dan jiwa kerjasama anak akan berkembang harmonis. CARA MENGATASI PERMASALAHAN YANG ADA DALAM PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Untuk mengatasi permasalahan pendidikan bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus. dan kerjasama dalam kelompok ini yang dinilai.Tipe kinestetis. ada pula yang bertipe kinestetis). Dengan demikian.“aku-lah sang juara”!. yaitu lebih mudah menyerap informasi melalui indera pendengaran. secara bersama mengerjakan tugas dan mendiskusikannya. anak akan berusaha seoptimal mungkin untuk berprestasi yang terbaik. Tipe visual. * Disesuaikan dengan berbagai tipe belajar siswa (ada yang bertipe visual. Anak dapat menjadi egois. Penekanannya adalah kerjasama dalam kelompok.Tipe auditoris. yaitu lebih mudah menyerap informasi melalui indera penglihatan. karena kemampuan siswa di dalam kelas heterogen. ada yang bertipe auditoris. sehingga mungkin ada anak yang saling bergerak kesana-kemari. Melalui pendekatan pembelajaran kompetitif anak dirangsang untuk berprestasi setinggi mungkin dengan cara berkompetisi secara fair. maka pendekatan pembelajaran kompetitif ini perlu diimbangi dengan pendekatan pembelajaran kooperatif. yaitu lebih mudah menyerap informasi melalui indera perabaan/gerakan. Melalui kompetisi. dengan pendekatan pembelajaran kompetitif ini. Namun.* Memberikan kesempatan mobilitas tinggi. Dengan cara ini sosialisasi anak dan jiwa kerjasama serta saling tolong menolong akan berkembang dengan baik. Untuk menghindari hal ini.Guru hendaknya tidak monoton dalam mengajar sehingga hanya akan menguntungkan anak yang memiliki tipe belajar tertentu saja. Melalui pendekatan pembelajaran kooperatif. Mereka diberi tugas dalam kelompok.

di indonesia kita mengenal bermacam.SLB bagian G ( khusus untuk tuna ganda) Dalam satu unit SLB biasanya terdapat berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD.SLB bagian C ( khusus untuk anak tuna grahita) .dan karekteristik kelainan anak yang disandang anak yang berkebutuhan khusus.tetapi bisa dari .SLB bagian B ( khusus untuk anak tuna rungu) .antara lain : .SLB bagian E ( khusus untuk anak tuna laras) .SLB bagian D ( khusus untuk anak tuna daksa) . maka sekolah bagi mereka di rancang secara khusus sesuai dengan jenis dan kareteristik kelainannya. 2) Sekolah Dasar Luar Biasa ( SDLB) Yaitu bentuk persekolahan ( layanan pendidikan) bagi anak berkebutuhan khusus hanya satu jenjang pendidikam SD. Selain itu siswa SDLB tidak hanya tetdiri dari satu jenis kelainan saja.SLB bagian A ( khusus untuk anak tuna netra) .SMP.hingga lanjutan.macam SLB. Sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus di bagi menjadi 2 macam yaitu: 1) Sekolah Luar Biasa ( SLB ) Yaitu sekolah yang dirancang khusus anak-anak berkebutuhan dari satu jenis kelainan.

Bangkinang.Kampar28411. Lokasi SLB atau SDLB di Indonesia antara lain : v Provinsi NAD SLB Banda aceh jl.Riau v Provinsi Jambi SLB-ABCD Prof.tuna daksa.berbagai jenis kelainan.SH JL.Banda Aceh 2349 Nangroe Aceh Darussalam v Provinsi Sumatra Utara SLB-C Karya Tulus Yayasan Setia Jl.Dr Sri Sudewi Maschun Sofyan.Padang. Letnan Boyak.Labui Ateuk Pahlawan. Letnan Suprapto no 35 Talanaipura36122 v Provinsi Sumatra Selatan . Sekolah. Koto tengah. Misalkan dalam satu unit SDB dapat menerima siwa tuna netra.tuna rungu.Sumatra barat v Provinsi Riau SDLB Negeri 041 JL. bahkan siswa autis. Palang Merah no 15 Medan Sumatra Utara v Provinsi Sumatra Barat SLB Negeri II Padang kec.Baiturrahman. Padang Sarai.

S. Melingkar no. Palembang. SDLB Srengseng sawah Jl. Lenteng Agung RT 11/12 Jagakarsa. Letkol Endro Suratmin Sukarame. R. v Provinsi Bangka Belitung SLB-B C YPAC Jl.Cempaka Bengkulu v Provinsi Lampung SLB-C C1 PKK jl.Menteng Dalam. Sumsel v Provinsi Bengkulu SLB –ABCD Dharma Wanita Jl. Jaksel c.5. SLB Negeri Cileunyi.Jabar . Jabar b. Proklamasi no 79 Jakpus v Provinsi Jawa Barat a. Bandar Lampung KP. Jendral Sudirman no 191 Ciamis.Patra Kuningan XI. Pandan Wangi Cibubur Indah III Bandung. Sosial km. Bhakti Timah no 2 Pangkal Pinang v Provinsi DKI Jakarta a.SLB-C C1Karya ibu Jl.Tebet Jakarta b.1 Panorama. SLB-C C1 Asih Budi JL.Ario Kemuning Ilit Timur. SLB-ABC Negeri Ciamis Jl. SLB-C C1 Sumber Asih Jl. Jl.

Supriadi no 12.Sendang Guo Pendurugan.Banten v Provinsi Jawa Tengah a. Cilegon.Sidoarjo Jatim v Provinsi DIY a. Semarang Jateng b. Sadate Km 2. Dr Cipto Gg VIII / 32 Lawang Malang Jatim b. Kampus Al.c. Parangtritis no 46 DIY . SLB-A Negeri Pajajaran Jl. Pajajaran no 50 Bandung. SLB-A Yaketunis Jl. A Yani no 374 A Kerten. SLB – C C1 Widya BhaktiJl.DIY b. SLB-C Pembina Tingkat Provinsi Jl. Surakarta.Khoiriyah Citangkil. SLB-C Yayasan Pembina SLB Jl. Cindawan. Imogiri 224. SLB-C Pembina Tingkat Nasional J. Mendungan.Jateng c. Cokroaminoto Jagalan. Jabar v Provinsi Banten SLB-ABC AL-Khoiriyah.Lawean . Umbulharjo. SLB-BC Negeri Gendangan Jl. SLB-A YKAB Jl.Surakarta.Jateng v Provinsi Jawa Timur a. Gendangan.

Kalbar v Provinsi Kalimantan Selatan SLB-C Pembina Tingkat Provinsi Jl.Anna Tomohon Palatan Ii Jl.Pahandut. Kota Utara Gorontalo KP.Minahasa KP. Sulut v Provinsi Gorontalo SDLB Gorontalo J. Kaltim v Provinsi Sulawesi Utara SLB Khatolik St. A Yani Km 20 Landasan Ulin.961128 v Provinsi Sulawesi Tengah . SLB-A Buntok Jln.Samarinda.Kota dusun Selatan .Palangkaraya.5 Lamhkai.Rta Milono km 2.Pontianak. Sempija. Kotib. Kenangan.Banjar baru Kalsel v Provinsi Kalimantan Tengah a.95362 Manado.Komdor Yos Sudarso. Wumialo.Padat karya. SLB-C Negeri Jl. Raya Tomohon.v Provinsi Kalimantan Barat SLB-C Dharma Asih Jl. Kalteng v Provinsi Kalimantan Timur SLB Pembina Tingkat Provinsi Jl. Kalteng b.Pahlawan no 105 Rt 37 Buntok .

Anggerek no 25. Sedap Malam Nani Atas.Puri Karya. Babalia Waku.93614 Sulteng b. Sulsel v Provinsi Sulawesi Tenggara a. Rambutan. Maluku v Provinsi Maluku Utara SDLB Negeri Ternate. SLN-C Yayasan Kerta Wiweka JL.A. Nania. Ternate Utara. Daeng Tata. SDLB Gianjar JL.Yani Lumuntang Dauh. Maluku 97224 Maluku Utara v Provinsi Bali a. Teluk Ambon 97232. Jl. Sulteng v Provinsi Maluku SLB Kota Ambon Jl. Makassar. SLB-C YPLB.Muna Kp.Denpasar Bali b. Makassar.Jl. Erlangga . Sulteg v Provinsi Sulawesi Selatan SLB Pembina Tingkat Provinsi Jl.SLB Negeri Marawola Jl. Jl. Palu. SLB-ABCD Raha. Marawola. Bata Laiwuro. Parang Tambung. Raha Kotabu. Muna.

SLB-A YPTN Mataram JLPeternakan. Karena itu negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1).Waena. kupang utara b.Mataram NTB v Provinsi Nusa Tenggara Timur a.Sonokeling.Narmada. Pelita tromo pos 801 NTT v Provinsi Papua / Irian Jaya SLB Negeri Pembina .kupang Jl. dan bahkan perbedaan kemampuan baik fisik maupun mental yang dimiliki oleh siswa.Mataram.NTB b. sehingga menyebabkan munculnya segmentasi lembaga pendidikan yang berdasar pada perbedaan agama. sehingga perlu di bantu dan di kasihani untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu di sediakan berbagai bentuk layanan pendidikan atau sekolah bagi mereka. Namun sayangnya sistem pendidikan di Indonesia belum mengakomodasi keberagaman. Sementara itu lembaga pendidikan tidak hanya di tunjukkan kepada anak yang memiliki kelengkapan fisik. Jl. Tim-tim no 17-18 Kelapa lima.Jaya pura Papua KESIMPULAN Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat. etnis.v Provinsi Nusa Tenggara Barat a. Cabang Ruteng. SLB-A Karya Murni.Abepura. SDLB Kab. SLB Negeri Pembina JL. Pada dasarnya . Mereka dianggap sosok yang tidak berdaya.salagalas. tetapi juga kepada anak yang memiliki keterbelakangan mental.

tetapi juga di tujukan kepada anak-anak normal yang lainnya. Geoniofam.wordpress. http://zaifbio. http://getmyhope. Nurani Sujiono Yuliani.anak pada umumnya. Jadi anda tidak perlu khawatir dengan masa depan anak anda karena sekolah ini membekali anak untuk bisa hidup mandiri dalam hidupnya dengan segala kekurangan dan kelebihannya.pendidikan untuk berkebutuhan khusus sama dengan pendidikan anak. Disamping itu pendidikan luar biasa. REFERENSI 1. Konsep Dasar Pendidikan anak Usia Dini.com/2010/01/14/pendidikan-anak-luarbiasa/http://my. Beberapa sekolah telah dibuka bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus ini.Garailmu.dml/4479602 . tidak hanya bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus.opera.Jakarta 2009 3. PT INDEKS. Jogjakarta2010 2. System pembelajaran yang disesuaikan dengan keadaan siswa menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan sekolah – sekolah ini.com/gusdar99/blog/show.com/2010/04/23/anak-berkebutuhan-khusus-di-indonesia/ 4. Mengasuh dan Mensukseskan Anak Berkebutuhan Khusus.wordpress.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->