Kata Pengantar

Puji syukur sepatutnyalah kita panjatkan kehadirat Tuhan yang maha Kuasa, karena atas berkat, pertolongan dan petunjuknya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Analisis Gravimetri tepat pada waktu yang telah ditentukan. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini, dan juga tak terlupa kepada bapak Ir. M. Fauzi Arifin M.Si, Selaku dosen pengasuh matakuliah Kimia Analitik. Kami sadar Makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu segala saran, kritik, dan masukan yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya besar harapan kami kiranya makalah ini dapat membantu teman-teman sekalian dalam memahami materi Analisis Gravimetri.

Penyusun Kelompok 4

Daftar Isi
Halaman Kata Pengantar ....................................................................... 1 Daftar Isi ................................................................................ 2 Bab 1 Pendahuluan 1. Latar Belakang................................................................... 2. Tujuan ................................................................................ Bab 2 Pembahasan 2.1 Metode Pengendapan......................................................... 2.2 Kemurnian Endapan Kopresipitasi ................................... 5

3 3 4

Page 12

.......... 2.......................................6 Pembakaran Endapan ......................5 Mencuci Endapan .. Latar Belakang Analisis Gravimetri merupakan salah materi matakuliah kimia analitik yang sangat penting dan juga merupakan materi wajib dari kurikulum yang telah ditetapkan oleh Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Hasanuddin........................................7 Peranan Pereaksi Organik pada Analisis Gravimetri .........9 Beberapa Endapan Organik yang Penting ................. 13 2...... 3............... yaitu suatu proses pemisahan dan penimbangan suatu komponen dalam suatu zat dengan jumlah tertentu dan dalam keadaan sempurna mungkin..........8 Kriteria untuk Pemilihan Pereaksi Organik .............. 12 2...................... Daftar Pustaka .......... 8 2........................................ 2.......................................... 2................................ Analisis Gravimetri adalah suatu bentuk analisis kuantitatif yang berupa penambangan......... 13 Bab 3 Penutup 3.2........... Page 12 ......2 Saran ................ 9 11 15 16 17 BAB 1 PENDAHULUAN 1........................................... 7 2........4 Pengendapan dari Larutan Homogen ...... ● Menjadi referensi tambahan yang menunjang keberhasilan pembelajaran matakuliah kimia Analitik......................... Tujuan ● Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut : Untuk melaksanakan tugas Kimia Analitik ● Menjadi Pegangan bagi Mahasiswa Yang ingin memahami konsep Analisis Gravimetri........1 Kesimpulan ................3 Keadaan Optimum untuk Pengendapan .......

Contoh reaksi pengendapan dengan pereaksi AgNO3: NaCl(aq) + AgNO3 → AgCl(s) + NaNO3 (Utami. misalnya: Ag diendapkan dengan AgCl.BAB 2 PEMBAHASAN 2.1 Metode Pengendapan Pengendapan dilakukan sedemikian rupa sehingga memudahkan proses pemisahan. 2008). Larutan lewat jenuh adalah larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih besar dibandingkan dengan keadaan kesetimbangan pada suhu tertentu. Analisa pengendapan gravimetri akan berjalan baik jika persyaratannya meliputi: ● Kesempurnaan endapan Analat yang dianalisa telah diubah sepenuhnya menjadi endapan atau dengan kata lain kelarutan endapan dibuat sekecil mungkin. Hal ini tergantung pada ukuran partikel. kelarutan zat pada pelarut tertentu didefinisikan sebagai jumlahnya jika dilarutkan pada pelarut yang diketahui beratnya dan zat tersebut mencapai kesetimbangan dengan pelarut itu. Aspek yang penting dan perlu diperhatikan pada metode tersebut adalah endapannya mempunyai kelarutan yang kecil sekali dan dapat dipisahkan secara filtrasi. Endapan yang kotor Page 12 . Hal terpenting dalam pengendapan suatu analit adalah kemurniannya dan kemudahan penyaringan yang pasti dilakukan dalam teknik pengendapan. Pengendapan merupakan teknik yang paling luas penggunaannya. Pada temperatur tertentu. ● Kemurnian endapan Endapan murni adalah endapan yang bersih tidak mengandung molekul-molekul lain yang disebut juga dengan pengotor atau kontaminan.

Hal ini juga dilakukan untuk menghilangkan kertas saring ● Mendinginkan lalu menimbang endapan 2. Kontaminasi endapan oleh zat-zat yang secara normal larut dalam cairan induk dinamakan kopresipitasi. endapan itu tak selalu sempurna murninya. meliputi: ● ● ● ● ● ● Melarutkan analat Mengatur keadaan larutan misalnya pH dan suhu Membentuk endapan Menumbuhkan kristal-kristal endapan (digestion atau aging) Menyaring dan mencuci endapan Memanaskan atau memijarkan untuk memperoleh endapan kering dengan susunan tertentu. Mengenai adsorpsi permukaan (adsorpsi adalah suatu proses yang terjadi Page 12 . mungkin mengandung berbagai jumlah zat pengotor. bergantung pada sifat endapan dan kondisi pengendapan. Kita harus membedakan dua jenis kopresipitasi yang penting. Kontaminan oleh zat lain sangat mudah terjadi karena endapan timbul dari larutan yang berisi berbagai macam zat.2 Kemurnian Endapan Kopresipitasi Bila suatu endapan memisah dari dalam suatu larutan. dan yang kedua adalah yang sehubungan dengan oklusi zat asing sewaktu proses pertumbuhan kristal dari partikel-partikel primer. ● Susunan endapan Endapan yang terbentuk mempunyai susunan konstan dan tertentu atau endapan yang terbentuk dapat diubah menjadi zat yang komposisinya tertentu. Yang pertama adalah yang berkaitan dengan adsorpsi pada permukaan partikel yang terkena larutan. Tahap-tahap pengendapan Gravimetri.akan mengandung berat lebih besar dari seharusnya sehingga akan menimbulkan kesalahan yang lebih besar.

umumnya akan paling besar pada endapan yang mirip gelatin dan paling sedikit pada endapan dengan sifat makro-kristalin yang menonjol.ketika suatu fluida. Jenis kopresipitasi yang kedua terjadi sewaktu endapan dibangun dari pertikel-partikel primernya. cairan maupun gas. zat pengotor itu akan hilang sebagian jika terbentuk kristal-kristal tunggal yang besar dan prosesnya berlangsung lambat. suatu elektrolit lemah. karena kelarutan perak asetat lebih rendah. Juga perak ionida mengardsorpsi perak asetat jauh lebih kuat dibanding perak nitrat pada kondisi-kondisi yang sebanding. Pascapresipitasi (postpresipitasi) adalah pengendapan yang terjadi di atas permukaan endapan pertama sesudah ia terbentuk. yang menyatakan bahwa ion yang membentuk garam yang paling sedikit larut. jumlah kopresipitasi mungkin akan sangat banyak. Maka hidrogen sulfida. terikat kepada suatu padatan atau cairan (adsorben) dan akhirnya membentuk suatu lapisan tipis (adsorbat) pada permukaannya). Endapan dengan kisi-kisi ionik nampak mengikuti aturan adsorpsi Paneth-Fajans-Hahn. semakin kecil disosiasi senyawaa itu semakin besar teradsorpsinya. karena kalsium sulfat kurang larut ketimbang magnesium sulfat. Deformabilitas (mudahnya diubah bentuknya) ion-ion yang diadsorpsi dan disosiasi elektrolit dari senyawaan yang diardsorpsi juga mempunyai pengaruh yang sangat besar. ion kalsium lebih utama diadsorpsi ketimbang ion magnesium. sangat kuat diadsorpsi oleh sulfida logam-logam. Maka pada sulfat yang sedikit larut. atau jika saling bergabung itu cepat mungkin dihasilkan kristal-kristal besar yang tersusun dari kristal-kristal kecil yang terikat tak erat. Jika zat pengotor ini isomorf atau membentuk larutan-padat dengan endapan. dan sebagian zat pengotor mungkin terbawa masuk kebalik dinding kristal besar. karena tak akan ada kecenderungan untuk menyisihkan zat pengotor sewaktu proses pematangan. Partikel primer ini akan mengalami adsorpsi permukaan sampai tingkat tertentu dan sewaktu partikel-partikel ini saling bergabung. Ini terjadi pada zat-zat yang sedikit Page 12 .

baik dengan cara-cara mekanis ataupun termal. maka makin besar sesatan yang ditimbulkan oleh penyebab ini. zink sulfida dengan perlahan-lahan berpascapresipitasi. Pascapresipitasi berbeda dari kopresipitasi dalam segi: a. Endapan kristal biasanya dibentuk dalam waktu yang lama dengan Page 12 .3M dengan adanya ion-ion zink.3 Keadaan Optimum Untuk Pengendapan Untuk memperoleh keadaan optimum harus mengikuti aturan sbb: a. Pada kopresipitasi keadaannya umumnya adalah kebalikannya. b. makin lama endapan dibiarkan bersentuhan dengan larutan itu. magnesium oksalat berangsur-angsur memisah dari larutan dan mengendap diatas kalsium oksalat. Kontiminasi bertambah dengan bertambah lamanya endapan dibiarkan bersentuhan dengan cairan induk pada pascapresipitasi. Banyaknya kontaminasi pada pascapresipitasi dapat jauh lebih besar dari pada kopresipitasi. d. kontaminasi akan bertambah dengan semakin cepatnya larutan diaduk.larut. tetapi biasanya berkurang pada kopresipitasi. zat-zat ini umumnya mempunyai satu ion yang sama dengan salah satu ion endapan primer (endapan pertama). Pada pascapresipitasi. c. Pengendapan dilakukan pada larutan panas bila endapan yang terbentuk stabil pada temperatur tinggi. Pengendapan harus dilakukan pada larutan encer. Maka pada pengendapan kalsium sebagai oksalat dengan adanya magnesium. yang bertujuan untuk memperkecil kesalahan akibat koresipitasi. yang membentuk larutan lewat-jenuh. b. Efek yang serupa dapat diamati pada pengendapan tembaga (II) sulfide dalam asam klorida 0. Peraksi dicampur perlahan-lahan dan teratur dengan pengadukan tetap. c. 2.

Pengotor-pengotor yang teradsorpsi dapat dihilangkan dengan mencuci kecuali mereka terkepung. 2. 4. Pencernaan. Metode penambah dari kedua reagen. Jika zatnya bisa dilarutkan kembali (sepeti garam dari asam lemah dalam asam kuat). Pengendapa kembali. f. Untuk menghindari postpresipitasi atau kopresipitasi sebaiknya dilakukan pengendapan ulang Meminimalkan kopresipitasi: 1. konsentrasi pengendapan. mjatan yang dibawa oleh partikel-partikel utama dapat dikendalikan. Pencucian. 3. Dengan endapan-endapan mirip dadih dan yang bersifat gelatin. Teknik ini bermanfaat sekali bagi endapan kristalin. cukup bermanfaat bagi endapan mirip dadih. seseorang harus mempunyai suatu elektrolit dalam larutan pencuci untuk menghindari peptisasi. 5. Ion pengotor akan berada dalam suatu konsentrasi yang rendah selama pengendapan kedua. ia dapat disaring. Pengotor itu bisa dipisahkan atau sifat kimiawinya diubah dengan suatu reaksi tertentu sebelum endapan terbentuk.4 Pengendapan dari larutan Homogen Page 12 . Jika diketahui bahwa baik sampel maupun endapan mengandung suatu ion yang mengotori. dikopresipitasi. Pemisahan. dilarutkan kembali dan diendapkan kembali. larutan yang mengandung ion ini dapat ditambahkan ke larutan lain. dan karenanya jumlah yang lebih kecil akan 2. e. tetapi tidak digunakan bagi endapan yang bersifat gelatin. pengotor dijaga serendah mungkin selama tahap-tahap awal Dalam kasus hidrous oksida.menggunakan pemanas uap untuk menghindari adanya koprespitasi. Endapan harus dicuci dengan larutan encer. Dengan cara ini.

Hidroksida pH dikendalikan secara perlahan-lahan. atau Ba sebagai BaCrO4 pada amonium asetat atau Ni sebagai glioksim ataupun Al sebagai oksinat. Thiorium juga diendapkan sebagai Th(C2O4)2 dengan adanya urea. Oksalat Kalsium diendapkan sebagai CaC2O4. Endapannya berkerapatan tinggi dan dapat disaring. NH3 dihasilkan dari urea dengan reaksi berikut : CO(NH2)2 + H2O → 2NH3 +CO2 pada suhu 90-1000 Sedangkan aluminium (Al) diendapkan oleh urea sebagai Al(OH)3 dalam media asam suksinat. Zr diendapkan sebagai Zr3(PO4)4 pada (CH3)3Po4 dalam media yang mengandung asam sulfat. Fosfat Fosfat berkelarutan rendah dapat diendapkan dengan membuat turunan dari trimetil atau trietil fosfat secara bertahap dengan hidrolisis. kopretisipasi dikurangi ke nilai minimumnya. 2. Misalnya : CO(NH2)2 + 2HC2O4 + H2O → 2NH3 +CO2 + 2C2O42(C2H5)2 C2O4 + 2H2O → 2C2H5OH + 2H+ + C2O42- d. c. Sulfat Dimetilsulfat menghasilkan radikal sulfat dengan reaksi : (CH2)2SO4 + 2H2O → 2CH3OH + 2H+ + SO42- b.Pada metode ini.5 Mencuci Endapan Page 12 . Beberapa contoh pengendapan dari larutan homogen adalah: a. reagen dihasilkan secara lambat oleh reaksi kimia homogen dalam larutan.

harus dipenuhi 2 kriteria : ■ Proses pemisahan atau pengendapan analit dari komponen lainnya berlangsung sempurna ■ Endapan analit yang dihasilkan diketahui dengan tepat komposisinya dan memiliki tingkat kemurnian yang tinggi. 3. yaitu : 1. Endapan murni adalah endapan analit yang bersih. Xn=Xo μμ+vn Di mana : Xo = konsentrasi pengotor sebelum dicuci N = jumlah pencucian Page 12 . sehingga di peroleh endapan murni. misalnya : alcohol. misalnya : penggunaan ammonium nitrat untuk mencuci endapan ferihidroksida 2. Mencuci berulang-ulang lebih efektif dibandingkan dengan sekali pencucian dengan volume total yang sama . Larutan yang dapat mencegah hidrolisis garam dari asam lemah atau basa lemah. tidak bercampur dengan pengotor. Larutan yang mengurangi kelarutan dari endapan. Larutan pencuci dibagi menjadi 3 kelompok. Adapun tujuan dari pencucian endapan adalah untuk menyingkirkan kotoran yang teradsorpsi pada permukaan endapan maupun yang terbawa secara mekanis. dapat dipenuhi melalui pencucian endapan.Agar penetapan kuantitas analit dalam metode gravimetri mencapai hasil yang mendekati nilai sebenarnya. artinya tidak mengandung molekul-molekul lain (zat-zat lain yang biasanya disebut pengotor atau kontaminan). Untuk syarat kedua. Larutan yang mencegah terbentuknya koloid yang mengakibatkan dapat lewat kertas saring.

Xn = konsentrasi pengotor setelah pencucian V = volume larutan pencuci μ = volume cairan yang sisa dalam endapan Berikut ini adalah criteria pemilihan larutan pencuci : ● dapat melarutkan zat pengotor dengan baik tetapi hampir tidak melarutkan endapan ● ● ● tidak mengandung garam yang tidak dapat menguap waktu dipijarkan dapat mencegah terjadinya peptisasi pada waktu pencucian endapan digunakan larutan pencuci yang mengandung ion senama bila ada kemungkinan endapan dapat larut. untuk itu perlu diamati warna endapan. ● Pemijaran pada temperatur tinggi memungkinkan diuapkannya air yang melekat pada endapan. ● Contoh : endapan yg berbentuk jel memerlukan temperatur pemijaran yang cukup tinggi. ● Jika endapan masih melekat pada kertas saring. sebaliknya adanya noda hitam menunjukkan bahwa masih ada sisa kertas yang tidak terabukan sempurna. ● larutan pencuci yang panas dapat digunakan bila kelarutan endapan memungkinkan 2. maka kertas saring ini harus diabukan dulu dengan memakai api sekecil mungkin. jika berwarna putih berarti kertas terabukan sempurna. Harus diperhatikan agar kertas dapat diabukan secara sempurna. Makin kuat terserapnya air pada endapan makin tinggi temperatur pemijarannya. sedangkan endapan hablur tidak memerlukan temperatur Page 12 .6 Pembakaran Endapan Endapan yang sudah bersih harus dikeringkan sebelum mengalami pemijaran. ● Kemudian secara teratur temperatur dinaikkan sampai mencapai temperatur yang diinginkan.

untuk pengendapan tetapi juga dapat digunakan untuk ekstraksi pelarut. Endapan organik yang baik harus memiliki sifat spesifik. temperaturnya harus ditentukn berdasarkan sifat kimianya. pH larutan dan penggunaan reagen pelindung untuk mengurangi gangguan ion-ion asing. ● Endapan yang sudah dipijarkan tidak dapat langsung ditentukan beratnya karena penimbangan benda dalam keadaan panas tidak menghasilkan harga tetap. 2. dikeringkan atau dibakar dan ditimbang sebagai oksidanya. Beberapa pereaksi organik dapat membentuk senyawa kelat dengan beberapa kation karena mengandung gugus fungsi yang berupa basa (donor elektron).7 Peranan Pereaksi Organik pada Analisis Gravimetri Pereaksi organik yang digunakan pada analisis gravimetri dikenal sebagai endapan organik. Pada pengeringan atau pembakaran. maka terbentuk senyawa koordinasi dengan struktur cincin yang disebut sebagai khelat. Endapan yang dibentuk oleh pereaksi organik. Pereaksi organik yang banyak digunakan adalah pereaksi pembentuk khelat. Sejumlah pereaksi ini berguna bukan hanya untuk pemisahan.pemijaran tinggi. maka dapat ditentukan sejumlah kecil ion dengan pembentukan endapan dalam jumlah yang besar. Bila ligan polifungsional dapat menempati lebih dari dua posisi koordinasi ion pusat logam. Selektivitas (pemilihan) optimum reaksi tercapai dengan mengawasi variabel-variabel seperti konsentrasi pereaksi. ● Harus dilakukan pendinginan sampai temperatur kamar baru dapat ditentukan beratnya. Pemisahan satu atau lebih ion-ion anorganik dari campurannya dilakukan dengan menambahkan pereaksi organik karena senyawa-senyawa organik tersebut mempunyai berat molekul yang besar. Petunjuk untuk meramalkan secara kualitatif tentang kestabilan kompleks dan kesetimbangan endapan Page 12 . Beberapa ion anorganik dapat diendapkan dengan pereaksi organik tertentu disebut pengendap organik.

Senyawa organik diklasifikasikan sebagai pembentuk kompleks khelat. Dalam usaha membentuk khelat ligan harus mempunyai atom H yang dapat diganti dan elektron yang tidak berpasangan untuk pembnetukan koordinasi. Zat pengendap organik yang digunakan haruslah ideal.8 Kriteria untuk Pemilihan Pereaksi Organik a. Efek sterik (ruang) menentukan selektivitas dari pereaksi pembentuk khelat. e. tidak dapat mengendapkan Al. Zat tersebut harus selektif. Mempunyai sifat spesifik. d. Substitusi pada atom C dapat bervariasi.pembentuk garam dan pembentuk lake. 2. Zat pengendap organik disebut juga regensia organik. Bobot molekul yang besar (Mr besar) sehingga dengan jumlah yang kecil saja logam menghasilkan endapan yang beratnya tinggi. c. b. seperti antara BaS0 dan Ni(DMG) dimana DMG adalah dimetil glioksin. artinya Page 12 . Endapan organik mempunyai tempat khusus dalam analisis anorganik sebab endapan yang terbentuk biasanya berbeda dari zat anorganik murni. Beberapa pereaksi organic mempunyai sifat selektifitas yang menghasilkan endapan dengan jumlah kation yang kecil. 2.9 Beberapa Endapan Organik yang Penting Zat pengendap organik merupakan bahan untuk membantu proses pemisahan satu atau lebih ion anorganik dari campuran. Mempunyai kelarutan yang sangat kecil dalam air sehingga ion logam dapat diendapkan secara kuantitatif.khelat yang tidak bermuatan diperoleh dari penelahan konstanta pembentukan senyawa koordinasi yang merupakan sifat ion logam dan sifat ligan. Selektivitas berarti kemampuan dari pereaksi organik untuk bergabung dengan satu atau dua logam untuk memisahkannya dari zat lainnya. Pereaksi organik banyak digunakan sebab bersifat selekitf.

Beberapa pengendap organik yang telah dikenal banyak digunakan dalam analisis gravimetri seperti: 1. Sitrat dan tartarat digunakan sebagai pereaksi pelindung.pengendap organik tersebut bersifat spesifik. Kompleks tersebut larut dalam alcohol tetapi tidak stabil jika lebih dari 73 hari. Asam tartarat digunakan sebagai masking agent. 3. 8-hidroksiquinolin berguna untuk mengendapkan beberapa logam dan dapat digunakan untuk pemisahan. Ditimbang sebagai Cu-salisildioksim. Ditambahkan pada keadaan/ suasana dingin dan endapan dicuci dengan air hangat. Endapan kemudian dilarutkan dalam asam dan dititrasi. Asam kuinaldik (untuk Cu). Hal ini bermanfaat dalam kondisi asam. Pereaksinya dibuat dalam asam asetat glacial dan air destilasi. metode ini sensitive dengan menggunakan pereaksi pengompleks. Pereaksi salisildioksim (untuk Cu). Cupferon digunakan untuk pemisahan seperti besi dan titanium dari aluminium. 4. Pada kompleks hanya dikandung 15% Cu. 1-nitroso-2-naftol (untuk logam Co) digunakan pada keadaan asam. Pereaksi berlebih harus dihindari untuk menghindarkan pembentukan endapan pereaksinya sendiri. 5. larutan dingin. Page 12 . 8. 6. Biasanya sering digunakan garam natrium. Dimeti glioksim (DMG) yang berguna untuk penentuan nikel. Kompleks tersebut dibakar dan ditimbang sebagai Co3O4. 2. yaitu harus memberi endapan dengan hanya satu endapan tertentu. Asam mandelat digunakan untuk Zr. Endapan dibakar dan oksidanya ditimbang. 7. Asam antranilat digunakan pada beberapa logam (untuk Cu). dan endapannya dibakar kemudian ditimbang.

● Pascapresipitasi (postpresipitasi) adalah pengendapan yang terjadi di atas permukaan endapan pertama sesudah ia terbentuk. Ini terjadi pada zat-zat yang sedikit larut. yang bertujuan untuk memperkecil kesalahan akibat kopresipitasi. ● Endapan yang sudah bersih harus dikeringkan sebelum mengalami pemijaran. zat-zat ini umumnya mempunyai satu ion yang sama dengan salah satu ion endapan primer (endapan pertama). endapan itu tak selalu sempurna murninya. mungkin mengandung berbagai jumlah zat pengotor.BAB 3 PENUTUP 1. ● Adapun tujuan dari pencucian endapan adalah untuk menyingkirkan kotoran yang teradsorpsi pada permukaan endapan maupun yang terbawa secara mekanis. ● Bila suatu endapan memisah dari dalam suatu larutan. Kesimpulan Dengan memperhatikan materi-materi yang telah dipaparkan bisa diambil beberapa kesimpulan : ● Analisis gravimetri merupakan salah satu bentuk analisis kuantitatif yang dilakukan dengan proses penimbangan. Page 12 . bergantung pada sifat endapan dan kondisi pengendapan. yang membentuk larutan lewat-jenuh. ● Untuk metode pengandapan prinsip kerjanya yaitu senyawa yang akan dianalisis diendapkan dengan menambahkan pereaksi yang sesuai dan selanjutnya dipisahkan endapannya dengan cara ditapis. sehingga di peroleh endapan murni. ● Kontaminasi endapan oleh zat-zat yang secara normal larut dalam cairan induk dinamakan kopresipitasi. ● Pengendapan harus dilakukan pada larutan encer.

Terima kasih. artinya pengendap organik tersebut bersifat spesifik. BUKU AJAR VOGEL KIMIA ANALISIS KUANTITATIF Page 12 . dkk. Karena jika hanya menggunakan makalah ini sangat sedikit yang anda dapatkan.docstoc.. sebab jika anda puas niscaya anda tidak akan menambah pengetahuan anda.blogspot. semoga andapun demikian. J. olehnya kami harapkan bagi para pembaca bisa menambah dari referensi lain. Selektivitas berarti kemampuan dari pereaksi organik untuk bergabung dengan satu atau dua logam untuk memisahkannya dari zat lainnya.com/docs/24349471/ANALISIS-GRAVIMETRI Bassett. 1994. yaitu harus memberi endapan dengan hanya satu endapan tertentu. Semoga anda tidak puas dengan membaca makalah ini.html http://www.● Pereaksi organik banyak digunakan sebab bersifat selekitf. Seorang yang dalam keadaan haus. ● Zat pengendap organik yang digunakan haruslah ideal. niscaya ia akan semakin haus.com/2010/08/gravimetri. 3. DAFTAR PUSTAKA http://meoongimutz.2 Saran Makalah ini sifatnya hanya membantu memudahkan mahasiswa untuk memahami teknik analisis gravimetri yang tentunya sangat terbatas baik contoh maupun penjelasannya. meminum air laut.

blogspot.M. Konsep Dasar Kimia Analitik.html http://miftachemist. Page 12 .com/feed791638. Setiono) http://tinangkung. S. (Terjemahan: A.html Khopkar.blogger-index.html http://www.com/2010/04/analisis-gravimetri. Hadyana P.com/2010_08_01_archive. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.blogspot. L.ANORGANIK. dan Ir.