P. 1
Transformator Distribusi

Transformator Distribusi

|Views: 37|Likes:
Published by Yudo Heru Pribadi
Transformator distribusi
Transformator distribusi

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Yudo Heru Pribadi on Aug 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2014

pdf

text

original

Transformator Distribusi

URAIAN SYSTEM Transformator yang biasa diistilahkan dengan transformer atau ‘trafo’ adalah suatu alat untuk Transformator yang biasa diistilahkan dengan transformer atau ‘trafo’ adalah suatu alat untuk “memindahkan” daya listrik arus bolak-balik ( alternating current ) dari suatu rangkaian ke rangkaian lainnya berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik ( EMF Induction ) yang terjadi antara 2 induktor ( kumparan ) atau lebih. Bagian-bagian terpenting dan mendasar dari sebuah trafo adalah : ● Kumparan primer (primary winding) yg dihubungkan dengan sumber listrik, ● Kumparan sekunder (secondary winding) yg dihubungkan dengan beban, ● Inti / teras / kernel (core) yang berfungsi menyalurkan GGL induksi antar kedua kumparan Perhatikan sketsa berikut :

1. Prinsip teknis kerja trafo : Dalam parktek, dikenal 3 sistem pendeteksian dan pengendalian, yaitu : Apabila kumpatan primer dihubungkan dengan sumber tegangan dengan arus bolak balik (AC), maka arus I1 akan mengalir pada kumparan primer, dan menimbulkan flux magnet yang berubah - ubah sesuai frekuensi arus I1 pada kernel trafo, dan menimbulkan GGL induksi eρ pada kumparan primer. Besarnya GGL induksi eρ adalah : eρ = - Nρ dø / dt volt ..….……….………………………………………. (1) dengan :

1

(3) dengan ‘a’ = rasio perbandingan lilitan (turn ratio) transformator Karena rasio perbandingan tegangan berbanding lurus dengan rasio perbandingan lilitan. melalui persamaan : ep = (Ep)max / √2 = Np ω øm / √2 = 2Л ø Np ω øm √2 / 2 = 3. (4) dengan cara yang sama diperoleh : es = 4.…………….Л/2) GGL induksi primer maksimum adalah (ep)max = . dalam weber dt = Perubahan waktu. sehingga GGL pada kumparan primer adalah : ep = – Np dø / dt ep = – Np d øm sin ωt / dt ep = – Np ω øm cos ωt ep = – Np ω øm sin (ωt ..………….…………. perbandingan lilitan dapat didapat dari perbandingan lilitan sebagai berikut : a = ep / es = Np / Ns …………….... dan apabila nilai a>1 maka fungsinya adalah untuk menaikkan tegangan (step up transformer). 1.eρ = GGL Induksi primer Nρ = Jumlah lilitan primer dø = Jumlah GGM. (5) 2 ..…………….44 f Np øm ……………………………………….41 f Np øm ep = 4.14.Np ω øm. maka apabila a<1 maka trafo berfungsi sebagai penurun tegangan (step down transformer). Flux pada saat dinyatakan dengan f(t) = fm sin wt dengan øm = nilai flux maksimum ( webwer)..……….44 f Nsøm ………………………………. sehingga GGL induksi muncul pada kumparen sekunder sebagai es yang besarnya adalah : es = – Ns (dø / dt) volt …………………………………………… (2) dengan Ns = jumlah lilitan kumparan sekunder dari (1) dan (2). dalam detik Perubahan flux magnetik yang menginduksi GGL ep adalah flux bersama (mutual flux)..………………………………….

2. kapasitor shunt dan reactor shunt. peralatan utamanya adalah unit trafo itu sendiri ( umumnya jenis 3 phase ). Kumparan tersier : Selain kedua kumparan ( primer dan sekunder ) ada beberapa trafo yang dilengkapi dengan kumparan ketiga atau kumparan tersier ( tertiary winding ). Sehingga dari ( 3 ) didapat: U1. 3 . 1. namun demikian tidak semua trafo daya mempunyai kumparan tersier.I2 a = Np/Ns = U1/U2 = I1/I2 . Kumparan tersier sering dipergunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone.Apabila transformer dianggap ideal. Viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan kemampuan pendinginan menjadi lebih baik. maka sebuah transformator distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan transmisi menengah 20kV ke tegangan distribusi 220/380V sehingga dengan demikian. Untuk itu minyak trafo harus memenuhi persyaratan sbb. karena minyak trafo mempunyai sifat sebagai media pemindah panas dan bersifat pula sebagai isolasi ( tegangan tembus tinggi ) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. terutama trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar. c. sehingga partikel-partikel inert di dalam minyak dapat mengendap dengan cepat. Media pendingin : Khusus jenis trafo tenaga tipe basah. Untuk kedua keperluan tersebut.………………………………………………………. kumparan-kumparan dan intinya direndam dalam minyak-trafo. maka daya input Pi dianggap sama dengan daya output Po. (6) Persamaan (5) dan (6) inilah yang biasa digunakan sebagai pendekatan dalam praktek pengawasan di lapangan. : a.I1 = U2. Kumparan tersier diperlukan untuk memperoleh tegangan tersier atau untuk kebutuhan lain. PERALATAN UTAMA & FUNGSI Sesuai dengan penjelasan diatas. tanpa rugi-rugi daya. Berat jenis harus kecil. kumparan tersier selalu dihubungkan delta. ketahanan isolasi harus tinggi ( >10kV/mm ) b.

Titik nyala yang tinggi. Tap changer dapat dioperasikan baik dalam keadaan berbeban ( on-load ) atau dalam keadaan tak berbeban ( off load ). Tidak merusak bahan isolasi padat ( sifat kimia ‘y’ ) 3. yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut dengan tangki trafo. sehingga penyaluran panas minyak pada saat konveksi menjadi semakin baik dan efektif untuk menampung pemuaian minyak trafo. 6. Tangki trafo-trafo distribusi umumnya dilengkapi dengan sirip-sirip pendingin ( cooling fin ) yang berfungsi memperluas permukaan dinding tangki. Proses di atas disebut “pernapasan trafo”. Tap changer ( perubah tap ) : Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan / primer yang berubah-ubah.d. sebaliknya bila suhu minyak turun dan volumenya menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki. Tangki dan konservator (khusus pada trafo tipe basah) : Pada umumnya bagian-bagian dari trafo yang terendam minyak trafo yang ditempatkan di dalam tangki baja. Bushing : Merupakan penghubung antara kumparan trafo ke jaringan luar. tergantung jenisnya. tangki dilengkapi dengan konservator. tidak mudah menguap yg dapat membahayakan e. Bila suhu minyak tinggi. 5. 4. Breather ( alat pernapasan ) : Karena pengaruh naik turunnya beban trafo maupun suhu udara luar. maka suhu minyakpun akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. Bushing adalah sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator. 4 . Untuk mencegah hal tersebut maka pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi tabung khusus yg berisi kristal yg bersifat hygroskopis. Hal tersebut menyebabkan permukaan minyak trafo akan selalu bersinggungan dengan udara luar yg menurunkan nilai tegangan tembus minyak trafo. minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam tangki.

Hubung singkat antar lilitan pada/dalam phasa ii. Notasi DGPT2 berarti : . kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun antar kumparan. elektris maupun kimiawi. d.G = Gas rele . Thermal relay : Berfungsi untuk mengamankan trafo dari kerusakan isolasi kumparan. akibat adanya panas berlebih yang ditimbulkan oleh arus lebih ( over current ). yakni mengamankan terhadap gangguan di dalam trafo. masing masing digunakan untuk men-triger alarm dan yang lainnya untuk mengoperasikan kumparan shunt pada CB di sisi upstream.7. Bucholz rele : Rele ini berfungsi mendeteksi dan mengamankan trafo terhadap gangguan di dalam tangki yang menimbulkan gas. antara lain : a. c. untuk memutuskan / men-trip pasokan daya ke trafo. Parameter yang diukur oleh relay ini adalah kenaikan temperatur. b. yg mengamankan trafo khususnya fisis.T2= Temperature ( thermal ) rele dengan 2 thermostat. Perlatan pengaman ( protection devices): Setiap unit trafo distribusi selalu dilengkapi dengan peralatan pengaman. 5 . Hubung singkat antar phasa atau phasa ke tanah iii.P = Pressure rele . Gas dapat timbul diakibatkan oleh : i. Bedanya rele ini hanya bekerja oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan CB pada sisi upstream-nya.D = Differential rele . Over pressure relay : Rele ini berfungsi hampir sama seperti rele Bucholz. Saat ini keempat jenis rele tersebut diintegrasikan pada satu jenis rele yang dikenal dengan DGPT2. Beberapa peralatan pengaman yg umum dikenal. Differential relay : Berfungsi mengamankan trafo dari gangguan di dalam trafo antara lain flash over antara kumparan dengan kumparan.Busur api listrik antar laminasi atau karena kontak yang kurang baik.

Indikator permukaan minyak iii. Indikator suhu minyak ii. maka setiap unit trafo umumnya dilengkapi dengan indikator-indikator berikut : i.Indikator kedudukan tap Gb. Relay tangki–tanah : Berfungsi untuk mengamankan trafo bila terjadi hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada trafo. Restricted Earth Fault rele : Berfungsi untuk mengamankan trafo bila terjadi gangguan hubung singkat 1 phasa ke tanah. 01 Jenis trafo Distribusi 6 . Indikator-indikator : Untuk mengawasi kondisi trafo selama beroperasi. Arus lebih dapat terjadi oleh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat. g. f. Relay OCR ( Over Current Rele) : Berfungsi mengamankan trafo arus yang melebihi nilai yang diperkenankan lewat pada trafo tersebut. h.e.Indikator sistem pendingin iv.

Gb.03 Contoh penempatan unit trafo distribusi dalam sistem 7 .02 Jenis Relay Proteksi pada trafo TM DIAGRAM SISTEM Gb.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->