KARYA AKHIR RANCANG BANGUN MESIN PENGIRIS UBI KAPASITAS 30 KG/JAM

OLEH :

JEFRI 045202013

KARYA AKHIR YANG DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SATU SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA SAINS TERAPAN

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI MEKANIK INDUSTRI PROGRAM DIPLOMA – IV FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2009
Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam, 2009.

DAFTAR ISI

Halaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ……………………………………………………. i

……………………………………………………………… iii

DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………… vii DAFTAR TABEL ………………………………………………………….. ix DAFTAR NOTASI BAB I ………………………………………………………. x

PENDAHULUAN …………………………………………………. 1 1.1. Latar Belakang …………………………………………………. 1 1.2. Batasan Masalah …..……………………………………………. 3 1.3. Tujuan Penulisan Laporan ……………………………………… 4 1.4. Manfaat …………………………………………………………. 4 1.4.1. Bagi Mahasiswa …………………………………………... 4 1.4.2. Bagi Program Studi ……………………………………….. 4 1.4.3. Bagi Perusahaan/Instansi ………………………………….. 5 1.5. Metodologi Pengumpulan Data …………………………………. 5

BAB II LANDASAN TEORI ………………………………………………. 8 2.1. Pengertian Umum ……………………………………………….. 8 2.2. Konsep Rancangan ……………………………………………… 10 2.3. Faktor Penentu Pembuatan Produk yang Baik ………………….. 12 2.4. Bagian-bagian Utama Mesin yang Akan dirancang …………….. 13 2.5. Cara Kerja Mesin ………………………………………………... 14 2.6. Rumusan dan Komponen perancangan Mesin ………………….. 14

Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam, 2009.

2.6.1. Motor penggerak ……………………………………….... 14 2.6.2. Poros …………………………………………………….. 16 2.6.3. Bantalan …………………………………………………. 18 2.6.4. Sistem Transmisi Puli dan Sabuk ………...……………..... 21 2.6.5. Baut ………………………………………………………. 24 2.6.6. Pengelasan ………………………………………………... 28 BAB III PENETAPAN SPESIFIKASI …………………………………….. 30 3.1. Ubi yang akan diIris ……………………………………………. 30 3.2. Perencanaan Kapasitas Mesin Pengiris Ubi ……………………. 30 3.3. Perencanaan Sistem Transmisi …………………………………. 30 3.4. Spesifikasi Perencanaan ………………………………………… 30 3.5. Gambar Bagian-bagian Utama Mesin ………………………….. 31 3.5.1. Rangka mesin …………………………………………….. 31 3.5.2. Rumah mata pisau ………………………………………... 31 3.5.3. Mata pisau ………………………………………………... 32 3.5.4. Corong pengumpan ………………………………………. 32 3.5.5. Corong penampung ………………………………………. 33 BAB IV ANALISA PERANCANGAN DAN KEKUATAN BAHAN ……………………………………… 34 4.1. Analisa Daya Motor Penggerak …………………………........... 34 4.2. Sistem Transmisi dan Puli ……………………………………… 35 4.3. Poros ……………………………………………………………. 37 4.3.1. Analisa kekuatan poros pada motor penggerak ……………. 37 4.3.2. Analisa kekuatan poros pada puli pengiris …………………. 39

Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam, 2009.

4.3.3. Menentukan/Pemeriksaan sudut puntiryang terjadi ……….. 40 4.4. Analisa Kekuatan Baut ………………………………………… 41 4.5. Analisa Umur Bantalan ………………………………………… 43 4.6. Perhitungan gaya-gaya pada puli pengiris ubi …………………. 44 4.7. Kapasitas Mesin Pengiris Ubi ………………………………….. 46 BAB V PERAWATAN DAN PERBAIKAN ………………………………. 47 5.1.Pengertian dan Tujuan Umum Perawatan ……………………… 47 5.2. Perawatan Bagian-bagin Utam Mesin …………………………. 48 5.2.1. Motor …………………………………………………….. 48 5.2.2. Puli dan sabuk ……………………………………………. 49 5.2.3. Poros ……………………………………………………… 49 5.2.4. Bantalan/bearing ………………………………………….. 49 5.2.5. Mata pisau ………………………………………………… 50 5.2.6. Corong penampung ……………………………………….. 50 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………. 51 5.1. Kesimpulan ……………………………………………………... 51 5.2. Saran ……………………………………………………………. 52 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN GAMBAR TEKNIK

Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam, 2009.

..........3 Mesin pengiris ubi manual .............................................................................. Gambar 2...... Corong pengupan .............4.4 Kontruksi mesin pengiris ubi .................... Gambar 3.........12.................................. Panjang keliling sabuk ....8.......................... Gambar 3.................................................................... Gambar 2....................... Gambar 3....................... Sambungan las tumpul ............1 Pengiris ubi dengan pisau............ Gambar 2.......... Rumah mata pisau .........................DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1...................... Motor listrik ........ 7 8 9 10 13 15 16 19 22 22 24 26 28 31 31 32 32 33 44 Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.............. Ukuran dan penampang sabuk V ....................... Gambar 2. 2009.......... Gambar 2...6................................. Poros .............. Gambar 2.................. Mata pisau .................... Gambar 2............................................................ Gambar 3................. Gaya-gaya yang terjadi pada saat pengirisan .......................................... Gambar 2... Gambar 2.....5.............................. Bantalan (Bearing) .................10............9... Gambar 3........... Rangka mesin .....11.................................................................. Baut .......................1.........7.. Gambar 2..3................................... ............................1..................................................................................... Gambar 4......2......................................5........................................... Tekanan permukaan pada ulir ... Corong penampung . Gambar 2..........1 Diagram alir pengerjaan laporan karya akhir .........................................2 Pengirisan ubi dengan papan pisau ........................... Gambar 2..........

Tabel. Tekanan permukaan yang diizikan pada ulir ..1...1.. 2009... .........DAFTAR TABEL Halaman Tabel... ........2.. 2.... 2...................... 18 27 33 Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Sfesifikasi data rangka dudukan pada transmisi ....... Fakto-faktor koreksi daya akan ditransmisikan. 3.... Tabel............

0) = Tegangan geser yang terjadi (kg/mm2) = Tekanan permukaan (kg/mm2) = kedalaman baut pada poros (mm) = daya [watt] = kecepatan sudut [rad/det] τk P t P ω Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.0 τa Pd τB Sf1 Sf2 = Faktor keamanan akibat alur pasak (1.6 S-C = 6.3 ÷ 3. 2009.7182 = Koefesien antar sabuk dan puli = Sudut kontak antara sabuk dan puli (º) = Jarak sumbu poros (mm) = Diameter poros (mm) = Torsi (kg.mm) = Tegangan geser izin (kg/mm2) = Daya perencana (kW) = Kekuatan tarik bahan (kg/mm2) = Faktor keamanan bahan. .DAFTAR NOTASI F1 F2 b t e μ θ C ds T = gaya tarik pada sisi kencang (N) = gaya tarik pada sisi kendor (N) = Lebar sabuk spesifik (mm) = Tebal sabuk spesifik (mm) = 2. untuk bahan SF = 5.

. 2009.C P V dp = Beban nominal dinamik spesifik (kg) = Beban ekivalen dinamis (kg) = Kecepatan linier sabuk {m/s} = diameter puli penggerak {mm} = putaran puli penggerak {rpm} =diameter puli yang digerakkan {mm} = tegangan sisi kencang sabuk {kg} = tegangan sisi kendor sabuk {kg} = Luas penampang sabuk {mm} = Panjang sabuk {mm} = massa kopi {kg} = Putaran pada poros pengupas {rpm} n1 Ds T1 T2 A L m n Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.

Orang tua saya tercinta Bapak Nanawi dan Ibu Jasni yang telah banyak memberikan perhatian. MT selaku Sekertaris Program Studi Teknologi Mekanik Industri. 6. doa.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat ALLAH SWT. Penyusunan laporan Karya Akhir ini dilakukan guna untuk menyelesaikan Studi di Program Studi Teknologi Mekanik Industri Universitas Sumatera Utara. 4. nasihat. Ir. selaku Ketua Program Studi Teknologi Mekanik Industri Program Diploma-IV. arahan dan saran dari berbagai pihak. FT-USU. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 5. 2. . 3. Ira hastuti yang telah memberikan semangat dan motivasi kepada penulis. sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan. penulis telah banyak mendapat bantuan berupa bimbingan. Mulfi Hazwi. sebagai Dosen Pembimbing penulis. Dalam kegiatan penulis untuk menyelesaikan Karya Akhir ini. Bapak Tulus Burhanuddin ST. Ibu Ir. 2009. Zulkasri. Ikhwansyah Isranuri. karena berkat rahmat dan hidayah-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Karya Akhir ini dengan judul “RANCANG BANGUN MESIN PENGIRIS UBI KAPASITAS 30 KG/JAM”. Abang dan Kakak saya Kasnir. Bapak Ir. Untuk itu maka dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak DR. Raskita Sembiring Meliala. Ing. dan dukungan baik moril maupun materil. Msc selaku Koordinator Program Studi Teknologi Mekanik Industri.

Rekan mahasiswa Muhammad Fikri Utomo. Hendrik. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih belum sempurna adanya. . SST . Akhir kata bantuan dan budi baik yang telah penulis dapatkan. Penulis Agustus 2009 JEFRI NIM : 045202013 Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Wahyu. Pegawai Departemen Teknik Mesin kak Is. Medan. dan bang Izhar Fauzi. Frenklin. SST . karena masih banyak kekurangan baik dari segi ilmu maupun susunan bahasanya. SST . Nofan Miranza. Uda Najarsyah dan Kakak Nani yang telah banyak membantu penulis dari sekolah hingga sampai ke perguruan tinggi. Muhammad Samsul Ginting. Lekad. 8. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi menyempurnakan laporan ini.7. SST . menghaturkan terima kasih dan hanya ALLAH SWT yang dapat memberikan limpahan berkat yang setimpal. Arsi Akbar fadli. 2009. Tulus. dan Iqbal serta rekan-rekan stambuk ’04 yang sudah banyak membantu. SST . Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan bagi penulis sendiri tentunya. 9. SST . bang Syawal.

sehingga hasil yang capai kurang memenuhi harapan seperti bentuk. Secara alami perubahan berkembang sesuai tuntutan kebutuhan dan adanya tuntutan kerja yang lebih cepat. di antaranya adalah dengan menggunakan pisau dapur atau pun pisau khusus yang diharapkan akan menghasilkan lebih baik lagi. jenis penirisan ubi yang beredar di pasar juga semakin banyak macam dan ukurannya. Kebutuhan akan kerupuk di masyarakat kian hari kian meningkat jumlah permintaannya. lebih baik. Seperti yang telah dituliskan di atas. Latar Belakang Disadari bahwa kemajuan peradaban manusia kerbap kali menuntut adanya perubahan dan pengembangan dari suatu sistem yang ada. Sehingga para produsen keripik ubi kewalahan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.1. lebih efektif dan akhirnya mengarah pada suatu peningkatan kesejahteraan dengan kemudahan manusia dalam beraktifitas. penangananya masih dilakukan sangat sederhana. hasil pengirisan ubi serta ketebalan produk yang Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Perkembangan teknologi telah banyak membantu umat manusia dalam memudahkan melakukan pekerjaan yang dihadapi sehingga diperoleh efesiensi kerja yang tinggi. Adanya penemuan baru di bidang teknologi adalah salah satu bukti bahwa kebutuhan umat manusia selalu bertambah dari waktu ke waktu di samping untuk memenuhi kebutuhan manusia munculnya penemuan baru dilatar belakangi oleh penggunaan tenaga manusia yang terbatas seperti halnya dalam penanganan proses pembentukan dari pengiris ubi yang selama ini masih dilakukan sangat tradisional. 2009. Sistem pemotongan mesin didominasi dengan cara manual. .BAB I PENDAHULUAN 1.

Hal ini mendasari dan melatar belakangi. . namun hasilnya sehingga saat ini masih belum memadai. Di samping itu pekerjaan yang cukup lama dan membutuhkan banyak tenaga kerja. untuk mencari solusinya. Peranan berbagai pihak juga telah dilakukan termasuk pemerintahan daerah. Oleh sebab itu untuk mendukung upaya pemerintah di dalam meningkatkan hasil-hasil produksi pada sektor menengah ke bawah khususnya pembuatan keripik ubi. yaitu dalam menghasilkan produk yang baik dan bermutu serta pembuatanya lebih cepat dan efisien hal ini dapat menjadikan hasil yang diperoleh tidak maksimal. 2009. maka dirancang suatu mesin yang mampu membuat keripik ubi dengan hasil produk yang lebih besar dan kualitas yang bentuk yang baik dan seragam. sekaligus membantu pemerintah menuntaskan dan menurunkan tenaga pengangguran. Para produsen khususnya pembuatan keripik ubi mempunyai masalah terdiri dari dalam penanganan peningkatan produknya. Sehingga hal ini merupakan suatu halangan dan kebatasan dalam peningkatan mutu dan jumlah produk. dan dinilai dari segi efisiensi tentu tidak ekonomis. dalam hal ini masih harus : Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Akibat pembuatan keripik ubi yang masih sangat sederhana sehingga hasil produk dan kualitas tidak dapat dicapai yang diharapkan. Oleh sebab itu diperlukan sebuah mesin yang memiliki daya guna optimal. lama waktu pembuatan.tidak seragam. Secara teknis dapat dipertanggung jawabkan. secara garis besar pertimbangan tersebut didasarkan pada : 1. maka dibutuhkan pula suatu permesinan yang berteknologi tepat guna dan sangat efesien. sehingga bukan saja meningkatkan kualitas atau mutu produksi tetapi juga produsen perlu mendapatkan gairah berusaha sehingga dapat menumbuhkan peningkatan penggunaan tenaga kerja.

puli. Mampu meningkatkan produktivitas bila dibandingkan dengan dengan cara yang di gunakan dengan alat tradisional. sabuk dan motor penggerak. bantalan.a. 2009.2. Secara sosial dapat diterima. Secara ekonomis menguntungkan. disini penulis membuat batasan masalah hanya pada bagian : 1. Merancang elemen – elemen utama pada mesin pengiris kerupuk seperti : poros. dalam arti kata pengoperasian permesinan atau peralatan tidak menyulitkan. Mampu meningkatkan hasi olah tanpa mengurangi mutu 2. Batasan Masalah Dalam penulisan Karya Akhir ini. Hasil produk dapat meningkat 3. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Memiliki hasil kwalitas dan hasil yang baik b. hal ini terkait dalam hal: a. b. Analisa konstruksi dan rancang bangun perencanaan pembuatan mesin pengiris ubi. 1. 2. penulis merancang bangun mesin pengiris bahan kerupuk Spesifikasi perhitungan akan dibahas sangat banyak. .

2.3. Sebagai media untuk mengenal atau memperoleh kesempatan untuk melatih diri dalam melaksanakan berbagai jenis perkerjaan yang ada dilapangan. Sebagai bahan untuk mengenal berbagai aspek ilmu perusahaan baik langsung maupun tidak langsung. 2009. Sebagai sarana untuk memperkenalkan Program Studi Diploma-IV Jurusan Teknologi Mekanik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara. 1. 3. 3. Tujuan Penulisan Laporan Adapun tujuan dibuatnya Karya Akhir ini adalah : 1.1.4. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 1. Manfaat 1. Sebagai sarana untuk memperoleh kerja sama antara pihak fakultas dengan perusahaan. Memperoleh kesempatan untuk melatih keterampilan dalam melakukan perkerjaan atau kegiatan lapangan. . Menyelesaikan masa perkuliahan Program Studi Diploma IV Jurusan Teknologi Mekanik Industri Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara. 2.1. Mengetahui prinsip kerja dari mesin Pengiris ubi. Bagi Program Studi 1.4 . 2. 2.4. Merancang bangun mesin pengiris ubi. Bagi mahasiswa/i 1. pada lingkungan masyarakat dan perusahaan.

3 . . 2. Sebagai masukan dari penerapan disiplin ilmu dari kurikulum tersebut. Persiapan dan orientasi Mempersiapkan hal-hal yang perlu untuk penelitian. 2009.4. Bagi Perusahaan/Instansi 1. Sebagai bahan untuk mengetahui eksistensi perusahaan dari sudut pandang masyarakat khususnya mahasiswa/i yang melakukan Karya Akhir. Sebagai bahan bandingan atau usulan bagi perusahaan di dalam usaha menyelesaikan permasalahan diindustri rumah tangga. Merupakan ilmu teori dan pengetahuan yang berguna untuk memperbaiki sistem kerja yang lebih baik. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Sebagai peranannya untuk memajukan pembangunan dibidang industri rumah tangga. Metodologi Pengumpulan Data Dalam melaksanakan Karya Akhir dilakukan kegiatan-kegiatan yang meliputi : 1. Studi Kepustakaan Studi litaratur yaitu mempelajari buku-buku karangan ilmiah yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi. membuat permohonan Karya Akhir. 4. 1.3.5 . apakah masih ada relevansinya dengan keadaan dilapangan. 3. membuat proposal dan konsultasi pada dosen pembimbing. 2. 1.

2009.3. Analisa dan Evaluasi Data Yakni data yang diperoleh dianalisa dan dievaluasi bersama-sama dosen pembimbing. . 5. Asistensi Melaporkan hasil penulisan Karya Akhir kepada dosen pembimbing siap untuk diketik dan dijilid. 7. Pengumpulan Data Pengumpulan data yang akan digunakan penyusunan laporan Karya Akhir dengan cara melihat buku-buku yang bersangkutan dengan judul Karya Akhir. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.

.1 Diagram Alir Pengerjaan Laporan Karya Akhir Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 2009.Bagan alir persiapan penulisan Karya Akhir START Persiapan dan orientasi Studi Kepustakaan Peninjauan Lapangan Analisa dan Evaluasi Data Membuat Draft Laporan Asistensi Penulisan Laporan Sidang Karya Akhir S TOP Gambar 1.

diantaranya menggunakan pisau dapur. Pada umumnya ubi sudah merupakan produk yang sangat banyak dijumpai dipasaran dan merupakan suatu jenis makanan ringan juga sebagai makanan sampingan yang sangat digemari oleh masyarakat. Cara ini adalah cara yang sangat sederhana dilakukan orang. 2009. untuk menggunakannya dibutuhkan keahlian khusus dan kebiasaan menggunakan peralatan.1) Pisau Bahan keripik Landasan Keripik yang telah diiris Gambar 2.BAB II LANDASAN TEORI 2.1. terutama untuk peningkatan produksi dan kualitas hasil yang dibuat. Pengertian Umum Kebutuhan peralatan atau mesin yang menggunakan teknologi tepat guna khususnya permesinan pengolahan makanan ringan seperti mesin pengiris ubi sangat diperlukan. Pengiris Ubi Dengan Pisau Pengirisan ubi dengan cara diatas. Berbagai cara dijumpai untuk melakukan pengirisan atau pemotongan ubi. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.1. (Gambar 2. hasil yang diperoleh ketebalan ibu tergantung pada tingkat keahlian dan kebiasaan sipekerja melakukan pengirisan. .

Bahan ubi setelah dibentuk bulat panjang diumpankan ke mata pisau yang sedang berputar. Bentuk penyayatan pada produk sedikit mengalami pengurutan sehingga hasilnya kurang begitu baik. . 2009. Bentuk pemotongan sedikit mengalami perubahan dari bentuk semula.2. Penggunaan alat ini perlu hatihati. Ketebalannya juga Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Pengiris Ubi Dengan Papan Pisau Cara ini sepenuhnya menggunakan tangan dan tenaga orang yang melakukan penyayatan. Ketebalan sayatan dapat diatur dengan penyetelan posisi mata pisau pada permukaan lubang yang ada pada papan peluncur irisan. yaitu dengan peralatan serut seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. terlebih pada saat bahan kerupuk yang hendak diiris semakin habis. Mesin ini dilengkapi dengan dua buah mata pisau.Menggunakan peralatan lain sering juga dijumpai. (Gambar 2.2) Bahan kerupuk Papan peluncur irisan Pisau penyayat Produk bahan keripik Gambar 2. karena dapat melukai tangan ketika mengumpankan bahan ubi. sedikit lonjong dan hasil penyayatannya juga membentuk gerigi kecil dan bergelombang. diputar dengan tangan tanpa mengunakan motor penggerak. Pembuatan keripik ubi ada juga dilakukan dengan mesin manual. yang pemotongannya terhadap bahan ubi saling bergantian.

3. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. .relatif tidak sama. Konsep Rancangan Para ahli telah banyak mengemukakan teori merancang suatu alat atau mesin guna mendapatkan suatu hasil yang maksimal. hal ini dikarenakan adanya pengaruh tekanan vertikal terhadap bagian produk yang dipotong. Gambarnya dapat dilihat pada gambar 2. 2009. Membuat detail rancangan dari solusi yang telah dipilih.2. Untuk mendapatkan hasil rancangan yang memuaskan secara umum harus mengikuti tahapan langkah-langkah sebagai berikut : 1. dibawah ini : Pisau pemotong Bahan kerupuk Piringan pisau Engkol Produk bahan kerupuk Gambar 2. 3. Mesin Ubi Kerupuk Manual 2. Menentukan solusi-solusi dari masalah prinsip yang dirangkai dengan melakukan rancangan pendahuluan. Menganalisa dan memilih solusi yang baik dalam menguntungkan 4. 2.3. Menyelidiki dan menemukan masalah yang ada di masyarakat.

Bentuk rancangan yang harus dibuat. untuk itu perlu diperhatikan hal-hal berikut ini dalam pengembangan lanjut sebuah hasil desain sampai mencapai taraf tertentu. 6. 2. 4. hal ini berkaitan dengan desain yang telah ada. terlebih pada pemilihan terhadap bagian-bagian yang bergesekkan seperti bantalan luncur dan sebagainya. konstruksi diuji berdasarkan faktor-faktor utama yang menentukan. . Memilih bahan. hal ini sangat berkaitan dengan kehalusan permukaan dan ketahanan terhadap keausan. Menentukan ukuran-ukuran utama dengan berpedoman pada perhitungan kasar.Meskipun prosedur atau langkah desain telah dilalui. Mengamati desain secara teliti. bentuk yang menarik dan lainlain. Menentukan alternatif-alternatif dengan sket tangan yang didasarkan dengan fungsi yang dapat diandalkan. yaitu hambatan yang timbul. toleransi. akan tetapi hasil yang sempurna sebuah desain permulaan sulit dicapai. Kemampuan untuk memenuhi tuntutan pemakaian hal ini diungkapkan Niemann (1994) dan penganjurkan mengikuti tahapan desain sebagai berikut : 1. Gambar kerja bengkel harus menampilkan pandangan dan penampang yang jelas dari elemen tersebut dengan memperhatikan ukuran. setelah merancangan bagian utama. telah menyelesaikan desain. kemudian ditetapkan ukuran-ukuran terperinci dari setiap element. 2009. daya guna mesin yang efektif. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. nama bahan dan jumlah produk. cara mengatasi efek samping yang tak terduga. pengalaman yang dapat diambil dengan segala kekurangannya serta faktorfaktor utama yang sangat menentukan bentuk konstruksinya. 5. biaya produksi yang rendah. Merencanakan sebuah elemen dan gambar kerja bengkel. 3. dimensi mesin mudah dioperasikan.

Kecepatan pengumpan/pemakanan bahan ubi ke pisau potong Untuk mendapatkan hasil dan bentuk diameter yang sesuai.4. 2. Bagian-Bagian Utama Mesin Yang Akan Dirancang 1 Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Faktor Penentu Pembuatan Produk yang Baik Faktor yang mempengaruhi kualitas pengirisan ubi : 1. 3. setelah semua ukuran elemen dilengkapi baru dibuat gambar kerja lengkap dengan daftar elemen. 2. kecepatan pengumpan arus relatif konstan.7. jarak bentuk yang berbeda dengan bentuk dasar bahan ubi.3. 2009. Didalam gambar kerja lengkap hanya diberikan ukuran assembling dan ukuran luar setiap elemen diberi nomor sesuai daftar. Kecepatan potong untuk mengiris bahan ubi Kecepatan potong yang lebih besar menghasilkan permuka mengkerut dan pengiris. Jarak mata pisau kelandasan pengiris Untuk mendapatkan ketebalan kerupuk yang diinginkan dapat menyetel antara landasan tempat tumpuan bahan ubi dengan pisau 2. Untuk mendapatkan permukaan yang halus dan bentuk relatif baik harus dengan kecepatan sayap yang lebih rendah. Gambar kerja langkah dan daftar elemen. .

2009. Cara Kerja Mesin Untuk memahami terjadinya pengirisan untuk mendapatkan keripik ubi. Tabung pengumpan Saluran penampung 3. Tali puli 7. Bearing 2. Kontruksi Mesin Pengiris Ubi Keterangan Gambar : 1. Rangka 4. . terlebih dahulu perlu dijelaskan cara kerja mesin sebagai berikut : bahan ubi yang sudah dikupas Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Puli Motor 6.8 2 9 3 10 4 5 6 7 Gambar :2.5. Puli penggerak pisau 8. Motor 5.4. 2. Poros 10. rumah mata pisau 9.

2. setelah mesin terlebih dahulu dihidupkan. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Rumusan Dan Komponen Perancangan Mesin Pengiris Ubi Mesin pengiris kerupuk ubi ini didalam penggunaannya diharapkan berjalan dengan baik jika didukung dengan bagian komponen-komponen yang baik dan terencana. adapun bagian-bagian yang dimaksud adalah : 2. . pada perencanaan ini motor penggerak yang digunakan adalah jenis motor listrik yang terlihat pada gambar 2. Bersamaan dengan itu pisau berputar. Motor penggerak Motor Listrik berfungsi sebagai penggerak dengan daya 0. 1430 rpm direncanakan untuk menggerakkan poros pisau pengiris. poros perantaran dan poros penggerak piringan batang penghubung melalui perantaraan puli dan sabuk.25 Hp. 2009.6.6. selanjutnya hasil irisan kerupuk ubi akan jatuh melalui saluran pengumpan.berbentuk bulat panjang dimasukkan dalam tabung pengumpan atau kelandasan pemotong.1. Demikian selanjutnya proses ini terus berlangsung secara berulang-ulang.5. maka bahan keripik ubi akan didorong ke mata piau maka teririslah dengan sendiriya disebabkan oleh mata pisau yang berputar.

yang terdiri dari : 1. Motor Listrik Menurut Spivakovsky. . untuk mengetahui daya elektro motor yang dibutuhkan untuk menggerakkan perangkat mesin pengiris ubi.Gambar : 2.5.m) = kecepatan sudut (rad/s) (2. Ptb = I . ω (2.1) ω ω = 2.n 60 2.m) = gaya pengirisan pada sistem (N) = jarak beban yang terjauh dari sumbu poros pisau (m) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Menentukan daya tanpa beban yang dibutuhkan suatu benda dalam gerakan melingkar dapat dihitung berdasarkan rumus : Ptb = T .2) Pb = daya motor dengan beban (Kw) T F r = torsi yang diakibatkan beban (N.π .ω Maka. 2009. Menghitung daya motor penggerak dengan beban Untuk melakukan perhitungan daya penggerak dengan memberikan beban maka harus diketahui besar gaya yang dibutuhkan untuk melakukan pengirisan terhadap bahan ubi. dan putaran operasionalnya. αω Dimana : Ptb T = daya motor tanpa beban (kW) = torsi yang timbul (N. Rumus yang digunakan adalah : Pb =T. 1996.

.6. Bahan yang dipilih adalah baja karbon konstruksi standart JIS G 4501. dengan lambang S35C.6.n 60 (kecepatan sudut = rad/s) 2. Momen puntir atau torsi yang terjadi Besar torsi yang terjadi (T) pada poros adalah : Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Poros Pembebanan pada poros tergantung pada besarnya daya dan putaran mesin yang diteruskan serta pengaruh gaya yang ditimbulkan oleh bagian-bagian mesin yang didukung dan ikut berputar bersama poros. Namun bahan poros juga mudah diperoleh dipasaran.π . Yang terlihat pada gambar 2.6.Poros yang digunakan untuk meneruskan putaran relatif rendah dan bebannya pun tidak terlalu berat. dalam perencanaan poros ada beberapa hal yang perlu diperhatika. Poros Poros yang berfungsi sebagai pemutar pisau penyayat. harus benar-benar diperhitungkan dan dibuat dari bahan yang cukup kuat sehingga poros tersebut mampu menahan beban yang diberikan kepadanya. Gambar : 2. Beban puntir disebabkan oleh daya dan putaran mesin sedangkan beban lentur serta beban aksial disebabkan oleh gaya-gaya radial dan aksial yang timbul. umumnya dibuat dari baja biasa dan tidak membutuhkan perlakuan khusus. 1. 2009. poros perantara dan poros penggerak bahan penghubung.2.ω = 2.

ds 4 (2. W P 4. .6) Dimana : τb = kekuatan tarik poros (kg/mm²) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Menentukan/pemeriksaan sudut puntir yang terjadi Untuk melakukan pemeriksaan sudut puntir digunakan rumus sebagai berikut : (Sularso. 1997.10 5 . 2009.4) maka : T = σ P . untuk baja = 8.3 x 10³ (kg/mm²) ds = diameter poros (mm) . hal. Menentukan momen puntir/torsi yang terjadi σ p= T WP (2. 18) θ = 584 Dimana : T . 7) T = 9. Dimana : T Pd n1 (2.mm) Pd = daya rancang (kW) n 1 = putaran poros penggerak (rpm) 3.(sularso. Menentukan Tegangan geser izin (τa) bahan poros adalah : (Sularso. hal.3) = torsi (kg.mm) G = modulus geser. 8) τa = σb sf 1 xsf 2 (2. 1997.l = Panjang poros = 38 cm = 380 mm 5. hal.L G. 1997.74.5) θ = sudut defleksi (°) T = torsi (kg.

5 2. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh sistem akan menurun dan tidak dapat bekerja dengan semestinya. 1997. 1997. Bantalan bola dan rol disebut juga sebagai bantalan anti gesek ( antifriction bearing ). Menentukan tegangan geser yang terjadi τ pada poros adalah : (Sularso.8-1. Bantalan harus kokoh untuk memungkinkan poros dan elemen mesin lainnya dapat bekerja dengan baik.0-1.Sf 1 = foktor keamanan material Sf 2 = faktor keamana poros beralur pasak 5. Bola atau rol Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.6.2-2. . Bantalan ini terdiri dari cincin luar dengan alur lintasan bola dan rol.1xT ds 3 (2. dan cincin dalam yang juga memiliki alur lintasan yang sama seperti yang ada pada cincin luar. 7) ƒC 1. dan tahan lebih lama. karena koefisien gesek statis dan kinetisnya yang kecil.7) Tabel 2. 7) τ= 5. Faktor-faktor koreksi daya akan ditransmisikan Daya yang akan ditransmisikan Daya rata-rata yang diperlukan Daya maksimum yang diperlukan Daya normal (Sularso. aman.1.0 0.3. 2009. hal.2 1. Bantalan Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban sehingga putaran dapat berlangsung secara halus. Bantalan yang digunakan dalam perancangan mesin pengiris ubi ini adalah bantalan bola dan rol . hal.

Gambar 2 . maka beban ekivalen dinamis (p) dapat dihitung berdasakan. Untuk menjaga agar bola dan rol tidak saling bersentuhan satu dengan yang lainnya maka bola dibuat bersarang. Fa (2. Oli merupakan pelumasan yang cukup baik. 135) QP = X . Ukuran bantalan ini biasanya menyatakan diameter dalam bantalan ( diameter poros yang akan masuk ). Fr + Y . Sarang ini juga berfungsi untuk menjaga bola terlepas dari alurnya sewaktu berputar.8) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. . (Sularso.7. 2009. maka yang perlu diperhatikan adalah sistem pelumasannya. tetapi oli dapat merusak sabuk yang terbuat dari karet.7. sehingga pelumasan yang kental (viscous lubricant) lebih disukai. Bantalan ( Bearing ) Bantalan untuk poros penggerak yang diameternya disesuaikan dengan ukuran poros yang dinyatakan aman.Dapat dilihat pada gambar 2. 1997. Agar putaran poros dapat berputar dengan lancar. hal.ditempatkan diantara kedua cincin di dalam alur lintasan tersebut.

2009. Sistem Transmisi Puli dan Sabuk Puli berfungsi untukmemindahkan/mentransmisikan daya ke poros mesin pengiris kerupuk. untuk bantalan aksial Pa = X . Puli baja sngat cocok untuk kecepatan yang tinggi (di atas 3.Dimana : C = beban nominal dinamis spesifik (kg) P = beban ekivalen dinamis spesifik (kg) f n = faktor kecepatan L h = umur nominal bantalan Untuk menghitung beban ekivalen dinamis digunakan rumus : a. hal yang terpenting Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.5 m/s). Bentuk alur dan tempat dudukan sabuk pada puli disesuaikan dengan bentuk penampang sabuk yang digunakan. 10 ) Dimana : Pr = beban ekivalen dinamis bantalan radial (kg) Pa = beban ekivalen dinamis bantalan aksial (kg) Fr = beban radial (kg) Fa = beban aksial (kg) V = Faktor pembebanan untuk cincin luar yang berputar 2. . Fr + Y.6. Fa ( 2. Fr + Y . Fa ( 2.4. untuk bantalan radial Pr = X . untuk kontruksiringan diterapkan puli dari paduan aluminium. bahan puli terebutdari besi cor atau baja. 9 ) b. V.

n2 Dimana : Dp 1 Dp 2 = diameter puli penggerak (mm) = diameter puli yang digerakkan (mm) = putaran puli penggerak (rpm) = putaran puli yang digerakkan (rpm) (2.11) n1 n2 Sebagian besar transmisi sabuk menggunakan sabuk-V karena mudah penggunaannya dan harganya murah. 2009. hal. 164) Gambar 2. Ukuran penampang sabuk-V Jika putaran puli penggerak dan yang digerakan berturut-turut adalah n1 (rpm) dan n2 (rpm). (Sularso. 1997. .8. tetapi sabuk ini sering terjadi slip sehingga tidak dapat meneruskan putaran dengan perbandingan yang tepat. Karena Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Dalam gambar 2. Untuk menentukan diameternya digunakan rumus : Dp1 n1 = Dp 2 .dari perencanaan puli adalah menentukan diameter puli penggerak maupun yang digerakkan.8 diberikan berbagai proposi penampang sabuk-V yang umum dipakai. dan diameter nominal masing-masing adalah d1 (mm) dan D2 (mm). Sabuk terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapesium.

Panjang keliling sabuk Panjang sabuk rencana (L) adalah : L = 2C + π 2 ( d 1 + D2 ) + 1 ( D2 − d1 ) 2 (Sularso. m m n1 r1 n2 R2 Penggerak C Yang Digerakan Gambar 2. Namun mendapatkan ukuran sabuk yang panjangnya sama dengan hasil perhitungan umumnya sukar. maka perbandingan yang umum dipakai ialah perbandingan reduksi i (i > 1). 1997. . 1997.9. Hal 170) 4C Dalam perdagangan terdapat bermacam-macam ukuran sabuk.sabuk-V biasanya dipakai untuk menurunkan putaran.5 sampai 2 kali diameter puli besar. 2009. dimana : n1 D2 = n2 d1 Kecepatan linier (v) sabuk-V (m/s) adalah : v= πdn 60 × 1000 Jarak suatu poros rencana (C) adalah 1. hal 170) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Didalam perdagangan nomor nominal sabuk-V dinyatakan dalam panjang kelilingnya dalam inchi. Jarak sumbu poros C dapat dinyatakan sebagai : (Sularso.

Baut Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.3 N/mm2 = gaya tarik pada sisi kencang (N) = gaya tarik pada sisi kendor (N) = Lebar sabuk spesifik (mm) = Tebal sabuk spesifik (mm) = 2.6. 1997. digunakan rumus (Sularso.C= b + b 2 + 8( D2 − d1 ) 2 8 Dimana : b = 2 L − 3.5 – 3.7182 = Koefesien antar sabuk dan puli (0. hal 171) Po = ( F1 − F2 )v F1 = e µθ F2 F = σ izin × b × t Dimana : F1 F2 b t e μ θ σ izin = 2.6) = Sudut kontak antara sabuk dan puli (º) Besarnya sudut kontak adalah : θ = 180° − 57( D2 − d1 ) C C = Jarak sumbu poros (mm) 2. 2009.5.3 – 0. .14( D2 + d1 ) Sedangkan untuk besarnya daya yang dapat ditransmisikan oleh sabuk.

umumnya besar diameter inti d 1 ≈ 0.64 Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Gambar : 2. Baut Teganagn Tarik yang terjadi ( Sularso. Sehingga (d1 / d )2 ≈ 0.Baut diisini berfungsi sebagai pengikat untuk dudukan pada motor penggerak tetapi selain itu berfungsi untuk pengikat poros terhadap puli. hal 296 ) σt = W W = A (π ) d 1 2 4 Dimana : W = Beban ( kg ) σ t = Tegangan Tarik yang terjadi ( kg / mm2 ) d 1 = Diameter inti ( mm ) Pada baut yang mempunyai diameter luar d ≥ 3 mm. . 1997.8 d. Jika tegangan tarik baut adalah σ t (kg/mm²) dan diameter baut d (mm) maka beban (kg).10. 2009.

64 atau d 1 ≥ 2W σa Untuk σ a ( tegangan yang diizinkan ). hal 296 ) d1 ≥ 4W πσ a x 0. 1997. d1 .Maka : σ t = W (π ) (0.22 % dengan σ b = 42 kg/mm 2 maka : σa = σb sf Dimana : sf = Faktor keamanan diambil 6 – 8 karena difinis dalam keadaan tinggi σ a = Tegangan yang di izinkan ( kg / mm2 ) (1) p W (2) h d2 d Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.dengan bahan dari baja liat dengan kadar karbon 0. 2009.8d ) 2 4 ≤σa Dari rumus diatas maka di dapat : ( Sularso.

11.5 Untuk penggerak 1 1.2 Tekanan permukaan yang diizinkan pada ulir Bahan Ulir luar Baja liat Baja keras Baja keras Ulir dalam Baja liat atau perunggu Baja liat atau perunggu Besi cor Tekanan permukaan yang diizinkan qa (kg/mm2) Untuk pengikat 3 4 1. Tekanan Permukaan Pada Ulir Dimana ( 1 ) = Ulir dalam ( 2 ) = Ulir luar Dari gambar di atas maka di dapat rumus q= W π d 2 hz ≤ qa Dimana : q = Tekanan kontak pada permukaan ulir ( kg / mm2 ) h = Tinggi profil ( mm ) z = Jumlah Lilitan d 2 = Diameter efektif luar ( mm ) qa = Tekanan kontak izin ( kg / mm2 ) Harga qa dapat dilihat pada tabel 2. 298) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. hal. .5 (Sularso.3 0.Gambar 2. 1997. 2009.2 Tabel 2.

2009. 9. Namun yang digunakan pada pembuatan model mesin belot konveyor ini adalah sambungan penetrasi penuh. dan besarnya tergantung pada kelas ketelitian dan kekerasan permukaan ulir seperti diberikan dalam tabel 2. jika persyaratan dalam rumus diatas terpenuhi. Pengelasan Sambungan tumpul adalah jenis sambungan yang paling efisien.6. Maka dapat dihiutng z≥ W π d 2 h qa H=z x p Dimana : H = Tinggi mur ( mm ) Maka W juga akan menimbulkan tegangan geser pada luas bidang silinder ( πd 1 k p z ) dimana k dan p adalah tebal akar ulir luar.2.12) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.Dimana qa adalah tekanan kontak yang diizinkan. dan ulir biasa mempunyai h sekitar 50 % dari kedalaman penuhnya. hal. maka ulir tidak akan menjadi mulur atau dol. Maka besar tegangan geser τ b ( kg/mm2 ) adalah τb = W πd 1 k p z 2. . Ulir yang baik mempunyai harga h paling sedikit 75% dari kedalaman ulir penuh. Sambungan ini terbagi atas dua yaitu sambungan penetrasi penuh dan sambungan penetrasi sebagian.6. Adapun rumus perhitungan tegangan sambungan las tumpul adalah: σt = P hl ( Lit. 190) (2.

( Lit. 9.6. Dalam pelaksanaan pengelasan mungkin sekali ada bagian batang yang menghalangi yang dalam hal ini dapat diatasi dengan memperbesar sudut alur.1. Hal-hal yang dijelaskan pada sambungan tumpul di atas juga berlaku untuk sambungan jenis iini.12.6. Sambungan Las T Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.Gambar 2. 159) Gambar 2. hal.13. . Sambungan T Pada sambungan ini secara garis besar dibagi atas dua jenis yaitu jenis las dengan alur dan jenis las sudut. Sambungan Las Tumpul Dimana : P = beban tarikan patah h = tebal plat l = panjang lasan ( kg) (mm) (mm) 2. 2009.

Ubi yang akan diIris Terlebih dahulu ubi sebagai bahan ubi yang akan dipotong atau diiris dikupas dahulu sebelum pemotongan atau pengirisan yang akan dilakukan. 3.1. 2009.σt = Dimana : P hl (2. Perencanan Kapasitas Mesin Pengiris Ubi Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.2. .13) P = beban tarikan patah h = tebal plat l = panjang lasan ( kg) (mm) (mm) BAB III PENETAPAN SPESIFIKASI 3.

Spesifikasi Perencaan Jenis Keripik Kapasitas Sistem transmisi : Ubi : 30 kg / jam : Puli dan Sabuk 3.3.4. Ini diambil dari kecepatan motor 1430 rpm yang akan ditransmisikan puli dan sabuk dengan perbandingan 1: 5 3.1. Ubi yang akan di potong/iris dengan model mata ketam.Perencaan mesin pengiris ubi direncanakan mampu menampung 30 kg/jam. Perencanaan Sistem Transmisi Untuk memindahkan putaran motor ke poros penggerak direncanakan menggunakan system transmisi sabuk dan puli dan disesuaikan dengan kebutuhannya. 3. Dalam perencanaan mesin pengiris ubu ini direncanakan dengan putaran akhir adalah 286 rpm. 2009. .5. Rangka mesin Rangka mesin yang berfungsi sebai dudukan pada komponen-komponen mesin pengiris ubi terbuat dari plat U dan L dengan ukuran 340 mm x 640 dengan tinggi 450 mm yang dilihat pada gambar dibawah ini. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.5. Gambar Bagian – bagian Utama Mesin 3.

1.3. Gambar : 3. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Mata pisau Mata pisau yang berfungsi sebagai pemotong bahan ubi diman ukuran mata pisau yang dirancang berukuran 80 mm x 30 mm mata pisau yang dipakai adalah jenis mata ketam mesin.2. . Rumah mata pisau Rumah mata pisau yang berfungsi sebagai dudukan mata pisau yang tebuat dari besi plat 8 mm yang berdia meter 250 mm yang terlihat pada gambar dibawah ini.Gambar : 3.2. Rumah Mata Pisau 3. yang terlihat pada gambar dibawah ini. Rangka Mesin 3.5.5. 2009.

Gambar : 3.5. dengan berukuran diameter 58 mm dengan panjang 90 mm yang terlihat pada gambar dibawah ini. Corong penampung Corong penempung yang berfungsi sebagai tempat jatuhnya bahan ubi yang tetah diiris mata pisau.5. 2009.3. Mata Pisau 3. yang berukuran diameter 260 mm dengan tinggi 60 mm maka Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. . Corong Pengumpan 3.4. Corong pengumpan Corong pengumpan yang berpungsi sebagai pengumpan bahan ubi yang akan diiris.Gambar : 3.4.5.

Gambar : 3. Yang terlihat pada gambar dibawah ini.ubi yang teriris akan jatuh sendiriya ke saluran penampung. .5.1. 2009. Spesifikasi data rangka dudukan dan transmisi Bagian Puli Motor Puli Pengerak Pisau Sabuk Bahan Besi Karbon Rendah Besi Cor Karet Ukuran 2 inchi 10 inchi 47 inchi BAB IV ANALISA PERANCANGAN DAN KEKUATAN BAHAN Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Corong Penampung Tabel 3.

. Untuk menentukan putaran mesin diawali dengan : Pb = T .286 = 29. Pada spesifikasi perencanaan.π . Daya Motor Penggerak Daya motor yang dipergunakan untuk menggerakkan poros pengiris perlu diperhitungkan.62 N x 0.9 ≈ 147 Watt Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. dengan daya motor 0. 29. ω T=F .1. kapasitas mesin pengupas (m) adalah 30 kg/jam.4.250 m ( m ) Maka di dapat Gaya yang bekerja pada Pengiris ubi adalah : F = Gaya yang bekerja = 2 kg x 9. d Dimana : F = Gaya yang bekerja ( N ) T = Torsi ( N.95 (rad/s) 60 Maka didapat daya Motor Penggerak pada Pengiris Ubi dengan Beban didapat : Pb = 4.95 rad / s Pb = 146. Analisa.m ) d = Diameter = 250 mm = 0.250 Dengan Kecepatan Sudut Putaran adalah : ω= ω= 2.81 = 19.25 Hp putaran motor 1430 rpm sedangkan putaran poros pengiris 286 rpm. daya motor poros pengiris adalah daya yang dibutuhkan pada motor penggerak dibagi dengan effisiensi mekanismenya.62 N T = 19.905 Nm .n 60 2.π . 2009.

1) Dimana : d1 = diameter puli penggerak n1 = putaran puli penggerak d 2 = diameter puli yang digerakkan n2 = putaran puli yang digerakkan Putaran pada puli pengiris adalah : n2 = n1 x d1 d2 Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 2009.8 mm ) 2. di dapat daya yang dibutuhkan pada saat proses kerja atau pada saat dibebani adalah 147 Watt.Dengan Daya Motor 0. .1875 kW = 187. puli motor penggerak Ø 2’ ( 50.5 Watt. Sistem Transmisi Sabuk dan Puli Sistem transmisi pada mesin pengiris ubi adalah dengan puli.2.25 Hp = 0. Data-data pada mesin yang dirancang : 1. dengan putaran motor 1430 rpm. Jadi daya Motor ≥ dari pada Daya yang dibutuhkan. sehingga aman dipakai. 4. puli poros pengiris Ø 10’’ (254 mm ) Dengan mengabaikan slip pada sabuk maka jumlah putaran pada masing-masing puli adalah sebagai berikut : n = n1 x d1 d2 (4.

14(254 + 141.52 . maka Crencana = 2 × 141.3 mm dp2 = 254 − 9. baik 2 2 Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. maka untuk menentukan diameter nominal puli (dp) adalah : dp1 = dk1 − t = 150.2) 2 = 286. 910.3 + 254) + 1 (141.114 m/s Jarak poros rencana diambil 2 kali diameter puli besar.14 mm Menurut sularso L− Dp − dp 141.3 × 286 60 × 1000 = 2.3 − 254) 2 = 1200 mm 4 × 282.4 − 90. .69 2 + 8(141.5 = 244.3) = 1461.69 + 1138.6 mm Panjang sabuk rencana (L) dapat dihitung sebagai berikut : L = 2 × 282.= 1430 × =286 rpm 50.6 + π 2 (141.3 = 282.6 Dapat dilihat pada lampiran 2 dipilih panjang sabuk standart adalah 48 inchi.4 − 76. 2009. maka jarak sumbu poros dapat dihitung sebagai berikut : C= 1138.5 = 141.5 mm Kecepatan linear sabuk dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : v= π × 141.8 − 9.6 ≥ C .98 − ≥ 286.52 mm 8 Dimana untuk b = 2 × 1200 − 3.8 254 Diameter puli diatas merupakan (dk) diameter luar puli.

1 Analisa kekuatan poros pada motor penggerak Poros pada motor penggerak berdiameter 10 mm.3.0 bila pengaruh masa dan baja paduan Sf2 = Faktor keamanan akibat alur pasak (1.1875 = 0.3 ÷ 3.5 Watt Pd = 1 x 0.C− Dk + dk .1875 kW Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.52 > 0 = baik 2 4.1875 kW = 187.6 S-C = 6.0) 48 kg mm 2 6 x 2 τa = = 4 kg mm 2 Untuk daya perencana (Pd) adalah : Pd = fc. SF = 5. .mm ) σ B = Kekuatan tarik ( kg / mm2 ) Sf1 = Faktor keamanan bahan. Bahan poros diperkirakan dari baja karbon S30C dengan kekuatan tarik ( σ B ) = 48 kg/mm2.25 Hp = 0.1 diambil 1 P = Daya Motor 0. maka τ a adalah : τa = σB Sf 1 × Sf 2 Dimana : τ a = Tegangan Geser Izin ( kg.3 Poros 4. 2009.P Dimana : fc = Faktor koreksi terlihat pada Tabel 2. 286.

1875 1430 2πn rad/s 60 = 127.mm ) Maka didapat Torsi adalah : T = 9.Torsi (kg.7 kg.74 × 10 5 × \Dimana : ω = kecepatan sudut = P = Daya ( kW ) T = Torsi ( kg.T 5.74 × 10 5 × 0.mm Tegangan geser yang timbul : τ= 5. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.mm) adalah : T= Pd ω Pd × 102 × 60 × 1000 2πn Pd n T= T = 9. 2009. .3.mm = = 1.1.7 kg. Bahan poros diperkirakan dari baja karbon S50C dengan kekuatan tarik ( σ B ) = 62 kg/mm2.1 kg mm 2 d s3 18m 3 Jadi dapat dikatakan bahwa konstruksi aman karena τ a > τ 4.1 × 127.2 Analisa kekuatan poros pada puli pengiris Poros pada puli pengiris adalah poros pemutar parutan berdiameter 18 mm.

0 bila pengaruh masa dan baja paduan Sf2 = Faktor keamanan akibat alur pasak (1.1875 kW = 187. .0) 62 kg mm 2 6 x 2 τa = = 5.1 diambil 1 P = Daya Motor 0.25 Hp = 0.mm) adalah : T= Pd ω Pd × 102 × 60 × 1000 2πn T= Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.3 ÷ 3.5 Watt Pd = 1 x 0.P Dimana : fc = Faktor koreksi terlihat pada Tabel 2. 2009.1 kg mm 2 Untuk daya perencana (Pd) adalah : Pd = fc.6 S-C = 6.1875 kW Torsi (kg.maka τ a adalah : τa = σB Sf 1 × Sf 2 Dimana : τ a = Tegangan Geser Izin ( kg.mm ) σ B = Kekuatan tarik ( kg / mm2 ) Sf1 = Faktor keamanan bahan.1875 = 0. SF = 5.

2) θ = sudut defleksi (°) T = torsi (kg.74 × 10 5 × 0.T = 9.mm) G = modulus geser. hal.mm Tegangan geser yang timbul : τ= 5.mm ) Maka didapat Torsi adalah : T = 9.3 Menentukan/pemeriksaan sudut puntir yang terjadi Untuk melakukan pemeriksaan sudut puntir digunakan rumus sebagai berikut : (Sularso. 1997.5 kg 3 3 mm 2 ds 18m Jadi dapat dikatakan bahwa konstruksi aman karena τ a > τ 4.mm = = 0.3 x 10³ (kg/mm²) ds = diameter poros (mm) . 2009.5 kg.T 5.l = Panjang poros = 38 cm = 380 mm maka didapat sudut puntir poros adalah : Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. untuk baja = 8.3.1 × 638.1.1875 286 = 638.l G.ds 4 (4.74 × 10 5 × Pd n 2πn rad/s 60 \Dimana : ω = kecepatan sudut = P = Daya ( kW ) T = Torsi ( kg. .5 kg. 18) θ = 584 Dimana : T .

3 x10 3 . 380 8. 2009.0 .25 kg mm 2 Maka tegangan geser izin τ a di dapat τ a = 0. .0030.22 % C dan σ b = 42 kg/mm 2 dengan faktor keamanan diambil 6 – 8. Maka poros dinyatakan aman karena sudut puntir yang terjadi lebih kecil dari sudut puntir yang diizinkan.5 x σ a Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.4 Analisa Kekuatan Baut Baut berfungsi untuk pengikat poros terhadap rangka dan forklift. besar deformasi yang diperlukan sebesar 0. 4.25 s/d 0.θ = 584 638.5 . Sedangkan menurut perhitungan deformasi yang terjadi sebesar θ = 0. 15 = 15 kg Dengan σ a (tegangan yang diizinkan). 18 4 = 0.Beban forklift 5 kg adalah sebagai Wo maka W di dapat W = fc W0 W = 1.3 derajat.dengan bahan dari baja liat dengan kadar karbon 0.0030 Menurut Sularso 1997 hal 18. karena difinis dalam keadaan tinggi maka : σa = σb sf 42 = 8 = 5.

τ a = 0,5 x 5,25
= 2,6 kg mm 2

Dari perhitungan di atas maka di dapat diameter inti baut adalah d1 ≥ 4W atau d ≥ 2W

πσ a x 0,64

σa

d1 ≥

4 x 15 3,14 x 5,25 x 0,64

d1 ≥ 2,38 mm d1 = 2,85 mm ≥ 2,9 mm Maka nilai diameter luar (d) untuk diameter baut pada d1 =2,85 adalah d = 3,5 mm dapat dilihat pada Lampiran 11 Bahan mur baja liat dengan kadar karbon 0,22 % dengan σ b = 42 kg/mm 2 Dengan d = 3,5 maka di dapat D = 3,5 mm , D2 = 3,1 mm dan tinggi kaitan (H) = 0,325, Jarak bagi (p) = 0,6 dapat Lampiran 11 Harga qa = 3 kg/mm2 di dapat dari Tabel 2.2 z≥ z≥ W

π D2 H q a

15 3,14 . 3,1 . 0,325 . 3 z ≥ 1,6 z=2

Maka di dapat tekanan kontak baut

Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam, 2009.

q=

W ≤ qa π D2 H z

15 ≤ qa 3,14 . 3,1 . 0,325 . 2 q = 2,3 kg mm 2 =
Maka, tegangan geser ( τ b ) yang timbul dapat dicari dengan memasukan nilai k = 0,84 untuk ulir metris. Maka pembebanan pada seluruh ulir yang dianggap merata apabila τ b lebih kecil dari τ a

τb =
Dengan k = 0,84

W

πd 1 k p z

τb =

15 3,14 .3,5. 0,84 . 0,6 . 2 τ b = 1,35 kg mm 2

4.5 Analisa umur bantalan Tanda minus menunjukan arah gaya kebawah. Bila diasumsikan tidak ada beban secara aksial (Fa), maka beban ekivalen dinamisnya adalah :
Pr = XVFr

Untuk X diambil 0,56 dan V = 1,2 (lihat tabel 2.4)

P = 0,56 × 1,2 × 10,5184 = 7,0684 kg

Faktor kecepatan dapat dihitung dengan persamaan :
Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam, 2009.

 33,3  3 fn =   = 0,2855  1430 
Faktor umur (fh) : fh = f n C P

1

Untuk nilai C dapat dilihat pada tabel (2.5), maka :

f h = 0,2855 ×
Umur nominal (Lh) :

1070 = 43,2184 7,0684

Lh = 286 × 43,2184

1

3

= 1004 jam =

1004 =126 hari = 4 bulan 6 hari 8

4.6 Perhitungan gaya-gaya pada puli Perngiris Ubi

Gambar 4.1. Gaya-gaya yang terjadi pada saat pengirisan

Gaya gesek yang terjadi di dapat
Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam, 2009.

F fr = F .µ

Dimana : F fr = Gaya Pengiris Ubi ( N )

F fr = Ft = Mt R

=
Dimana :

60 . p 2πn . r

µ = Koefisien gesek ( 0,2 )
r = Jari – jari ( mm )
Ft = F fr Mt = Momen torsi ( kg.mm ) P = Daya Motor = 0,25 Hp = 187,5 watt = 187,5 N .m n = Putaran Puli pengiris ( rpm ) det

Sehingga gaya untuk mengiris = gaya gesek = F fr

F fr = =

60 . p 2πn . r 60 x 187,5, 2 (3,14 ) . (286) (0,25)

= 25,05 N
F fr Maka Gaya normal N = µ

N= =

F fr

µ
25,05 0,2

= 125,25 N

4.7. Kapasitas Mesin Pengiris Ubi
Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam, 2009.

m Dimana : n = putaran pada poros pemarut m = massa dalam hal ini untuk mencari massa ubi yaitu : massa ubi 1.00175 kg = 0.75 gram sama dengan 0. 0.m = 286 rpm. 2009.5 kg/menit x 60 = 30 kg/jam Diasumsikan effisiensi Maka kapasitas mesin pengiris ubi = 98 % = 98 % x 30 kg/jam = 29.00175 kg Kapasitas mesin pengupas = n.4 kg/jam ≈ 30 kg/jam BAB V Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.Kapasitas mesin pengiris ubi = n. .

Perawatan secara rutin Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Untuk mengetahui kerusakan mesin sedini mungkin sehingga dapat mencegah kerusakan yang lebih fatal. . 2009. Pengertian dan Tujuan Utama Perawatan Untuk dapat mencapai jumlah produksi yang maksimum maka perlu sekali dibutuhkan kesiapan mesin yang digunakan seoptimal mungkin. Untuk menjamin keselamatan operator dalam menggunakan mesin atau peralatan. Untuk memperpanjang usia daripada mesin. Perawatan yang dilakukan terhadap mesin pengupas ini dapat dilakukan Dengan beberapa cara sebagai berikut : a.1. 3. tetapi usia kegunaannya dapat diperpanjang dengan melakukan kegiatan perawatan. Perawatan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk memelihara dan menjaga setiap komponen-komponen mesin atau peralatan agar dapat tahan lama sehingga dapat mencapai hasil produksi yang maximum.. Agar mesin dapat siap pakai dan tidak mengganggu dalam sistem produksi maka diperlukan suatu cara yang disebut pemeliharaan. 4. Suatu mesin tidak mungkin tidak mengalami kerusakan. 2. Agar mesin ataupun peralatan yang digunakan dalam keadaan siap pakai secara optimal untuk menjamin kelancaran proses kerja mesin.PERAWATAN DAN PERBAIKAN 5. Tujuan utama sistem perawatan adalah sebagai berikut : 1.

dan setahun sekali. Pada mesin ini. Panas mesin juga bisa terjadi karena kelebihan beban angkut. Perawatan Bagian-bagian Utama Mesin Perawatan utama yang dilakukan pada bagian-bagian utama mesin adalah sebagai berikut 5.2. 2009. Oleh karena itu.1. Hal ini untuk menjaga agar motor tidak kepanasan. Sehingga mesin pengiris ini dapat bekerja secara optimal.2.2. sebulan sekali.2. Maka dalam hal ini beban yang diangkut tidak boleh overload atau kelebihan beban karena akan mengurangi efesiensi atau efektifitas dari motor.Perawatan dilakukan secara terus menerus. Puli dan Sabuk Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. . 5. mesin ini tidak boleh mengalami kerusakan pada saat pengoperasian karena dapat menghentikan semua kerja dari mesin ini. 5. Karena itu perawatan sangat mutlak harus dilakukan. Motor Motor adalah bagian mesin yang paling sentral karena pada alat ini kerja mesin adalah sebagai penggerak utama. kegiatan perawatan secara periodic adalah tagangan sabuk. poros pengiris. Misalnya seminggu sekali. misalnya setiap hari atau setelah selesai menggunakan/memakai mesin. Pada mesin ini kegiatan perawatan secara rutin yang dilakukan adalah pembersihan dan pelumasan pada bagian yang berputar. b. Terutama pada main hour atau lama pemakaian. Perawatan secara periodic Perawatan secara periodic adalah kegiatan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

Poros Pada poros kegiatan perawatan yang dilakukan adalah memeriksa kesetimbangan terhadap bearing (bantalan). karena pelumasan pada bantalan untuk mengurangi gesekan dan tingkat keausan antara elemen gelinding dan rumah bantalan. mengecek secara visual kesejajaran antara puli. Memeriksa tegangan sabuk serta kerusakan yang terjadi pada sabuk.5. Mata Pisau Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Pemberian gemuk dilakukan dengan mengisi bagian dalam bantalan secukupnya dengan menggunakan pispot gemuk melalui nipel bantalan.2. 2009. Pada bantalan ini dianjurkan dengan pelumasan gemuk karena konstruksinya lebih sederhana dan semua gemuk yang bermutu baik dapat memperpanjang umur bantalan. mereduksi panas yang terjadi akibat gesekan. 5. Hal yang sangat penting terhadap perawatan bantalan adalah mengenai pelumasan.2. . 5. Bantalan/Bearing Lakukan pengecekan pada bantalan.3. jika bantalan sudah aus harus diganti walaupun belum mencapai umur jam kerja. apabila sabuk sudah rusak sebaiknya diganti dan apabila tegangan sabuk kendor maka harus dikencangkan kembali.2.Bagian yang memerlukan perawatan pada puli adalah memeriksa kekencangan baut pengikat puli.4. 5. Cara pelumasan yang dipakai disini dengan pelumasan grease/gemuk. dan mencegah korosi.

2009. Corong Penampung Membersihkan corong penampung setelah selesai pengirisan membersihkan dengan cara melapkan dengan kain yang sudah dibasahi menjaga agar tidak terjadi karatan / korosi. 5. . BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Apabila mesin tidak dipakai selama berhari-hari maka oleskan minyak makan ke mata pisau.Memeriksa kondisi mata pisau sebelum pemakaian. apa bila mata pisau sudah tumpul segera di gosok.2. dan apabila mata pisau berkarat segera diganti dengan yang baru.6. pemeriksaan dengan cara membuka mata pisau dari rumah mata pisau.

Konstruksi alat a. Sistem transmisi Ukuran puli Ukuran sabuk Sabuk dan Puli 2 inchi dan 10 inchi Tipe FM. Poros dan bantalan a. . Daya motor penggerak Putaran motor penggerak Putaran pengiris Ukuran poros motor Bahan poros pengiris Rangka dudukan 0. b. Sistem transmisi a. c. d.1 Kesimpulan Bedasarkan perhitungan dan perencanaan yang dilakukan maka hasil kesimpulannya sebagai berikut : 1. c. f. Diameter poros pengiris 18 mm Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Spisifikasi Perencanaan a. e. c.5. b.47 inchi 4. b. 2009. Ubi yang diiris Kapasitas mesin Sistem transmisi Ubi 30 kg /jam Sabuk dan Puli 2.25 Hp 1430 rpm 286 rpm 8 mm Baja karbon S35C-D Pelat Profil U dan L 20 mm 3.

3. 2009. sebaiknya dibersihkan dahulu corong umpan dan corong penampung dari sisa ubi yang diiris. pembongkaran serta pemasangan komponen mesin ini. Bantalan poros Bantalan gelinding No. Saat awal menghidupkan mesin diharapkan tidak diberikan beban untuk menjaga terjadinya motor rusak/terbakar.2 Saran 1. . Sewaktu mengadakan pembersihan. Agar mahasiswa/i dapat menyempunakan mesin pengiris ubi yang otomatis mengiris ubi.. setelah selesai menggunakan mesin. 6303 5. pastikan motor terbebas dari arus listrik.b. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 2.

S. New Delhi Eurasia Publishing House (Put) Ltd.S dan Gupta. Sularso dan Kiyokatsu Suga. 3. Pradya paramitra. . 1983. Jakarta. 1997. La Heij. JK. 1999. Ilmu menggambar bangunan mesin. 4. Erlangga. Penerbit Restu Agung. Jakarta. A Text Book of Machine Design. Khurmi R. Perencanaan Teknik Mesin. Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. Cetakan ke-8. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. 2. 2009. 1980. Edisi ke-4. 5. Shigley.DAFTAR PUSTAKA 1. J. PT. Pradnya Paramita: Jakarta. Dasar-dasar Perhitungan Kekuatan Bahan. Joseph E. Timoshenko.

71 1.0 4 1.0 7 0.56 1 1.028 =0.68 0.11 = 0.09 0.2 6 0.95 1.5 0.45 1.9 3 0. 1997.38 0. 84 1. 2009.4 2 0.70 0.14 0.5 5 1. 58 0.00 1 0 0.31 1.28 = 0.17 = 0.3 0 1.56 0.63 0.35 1.7 1 1.56 Beb an punt ir pada cinci n luar Baris tunggal Baris ganda e Baris tunggal Baris ganda Jenis bantalan Fa/VFr>e X Y Fa/VFr ≤ eFa/VFr>e X Y X Y 2.42 = 0.LAMPIRAN Lampiran I Harga X.34 0.15 1.2 9 0.0 0 Xo Yo Xo Yo Bant alan bola alur dala m 2. hal.67 0.4 5 1.60 0.6 0.V dan Y dapat dilihat pada tabel dibawah ini : faktor-faktor X.55 1.26 0.57 0.5 (Sularso.3 1 1.80 0.99 1.00 0.6 3 1.1 5 1.55 1.2 4 1.084 = 0.41 0.76 0. 135) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.30 1.28 0. 0.6 5 α = 20º = 25º = 30º = 35º = 40º Bant alan bola sudu t 0. 52 1 1. 76 0.2 0 0.4 1 1.9 0 1.3 8 0.014 =0.19 0.87 0. 1 66 0.92 0.2 0.3 3 0.78 0.22 0.37 0.V dan Y Beb an puta r pada cinci n dala m V Fa/Co = 0.39 0.55 0.30 0.66 0.66 0.42 0.04 1.57 0.43 0.44 0. .

. hal. Nomor nominal (Inchi) 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 35 36 37 38 39 40 (mm) 254 279 305 330 356 381 406 432 457 483 508 889 914 940 965 991 1016 Nomor nominal (Inchi) 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 70 71 72 73 74 75 (mm) 1143 1168 1194 1219 1245 1270 1295 1321 1346 1372 1397 1778 1803 1829 1854 1880 1905 Nomor nominal (Inchi) 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 105 106 107 108 109 110 (mm) 2032 2057 2083 2108 2134 2159 2184 2210 2235 2261 2286 2667 2692 2718 2743 2769 2794 Nomor nominal (Inchi) 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 140 141 142 143 144 145 (mm) 2921 2946 2972 2997 3023 3048 3073 3099 3124 3150 2175 3556 3581 3607 3632 3658 3683 (Sularso. Panjang sabuk-V standart. 168) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 1997. 2009.Lampiran II Tabel ini menunjukan nomor-nomor nominal dari sabuk standart utama.

.La Heij : Ilmu menggambar bangunan mesin : hal : 183) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 2009.Lampiran III Ukuran ulir Withworth (J.

Shigley : Perencanaan Teknik Mesin : hal : 373) Konversi satuan SI ke satuan AS yang umum (Joseph E. . 2009.Lampiran IV Konversi satuan AS yang umum ke satuan SI (Joseph E. Shigley : Perencanaan Teknik Mesin : hal : 373) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.

. 2009.Lampiran V Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.

2009. .Lampiran VI Baja karbon JIS G 4051 Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.

330) Lampiran VII Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. hal.( (Sularso. 1997. 2009. .

30 213 .34 16 .238 12 .19 160 .260 19 . .22 166 .25 (84) .216 (87) .17 144 .23 (73) .Batang baja karbon yang difinis dingin (Standar JIS) Lambang Perlakuan Panas Dilunakkan S35C-D Tanpa dilunakkan Dilunakkan S45C-D Tanpa dilunakkan Dilunakkan S55C-D Tanpa dilunakkan (Sularso.285 Lampiran VIII Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. hal.82 58 – 72 65 – 86 60 – 76 71 – 91 66 – 81 72 – 93 67 – 83 80 – 101 75 – 91 Kekerasan HR C HB (HRB) (84) . 330) Diameter (mm) 20 atau kurang 21 – 80 20 atau kurang 21 – 80 20 atau kurang 21 – 80 20 atau kurang 21 – 80 20 atau kurang 21 – 80 20 atau kurang 21 – 80 Kekuatan Tarik (kg/mm2) 58 .253 14 .27 (85) .30 (90) .24 183 .225 (89) . 2009. 1997.31 10 .26 188 .79 53 – 69 63 .

2009. .Tabel Konversi Satuan Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.

.Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 2009.

2009.Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. .

143) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 2009.Lampiran IX Beban nominal dinamik spesifik (Sularso. hal. . 1997.

075 M 0.469 0.253 0.503 0.300 0.075 1.511 0.838 1.567 1.385 0.201 0.122 0.740 2.108 0.656 0.205 1.415 0.600 0.7 0.213 0. 2009.000 1.292 0.9 M1 0.342 0.4 M 0.25 0.800 0.3 M 035 M 0.15 0.6 0.095 0.438 0.4 0.325 1.054 0.400 1.2 M 1.081 0.250 0.550 0.586 0.068 0.3 0.335 0.038 1.25 0.217 0.125 0.321 1.700 2.5 0.068 0.7 M2 M 2.754 0.45 M 0.1 0.000 2.365 0.162 0.729 0.225 0.473 1.09 0.040 0.135 0.1 0.400 0.041 0.043 0.900 0.500 0.670 0.450 0.55 M 0.Lampiran X Ukuran Ulir Spesifikasi Ulir dalam Ulir Jarak bagi p 1 2 3 Tinggi kaitan Ulir luar H1 Diameter Diameter Efektif Luar (d) (d2) 0. .929 1.300 0.125 M 0.35 0.189 0.8 M 0.419 0.169 Inti (d1) Diameter Diameter Diameter Luar (D) Diameter Dalam Efektif(D2) (D1) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.08 M 0.25 M 1.292 0.867 0.6 M 0.2 M 0.054 0.4 M 1.135 0.175 0.200 1.049 0.700 0.248 0.583 0.350 0.3 0.

2009.850 (Sularso.5 0.5 0.5 0.M 2.308 2.113 2.000 3.6 0.675 2.600 3.459 2. 1997.325 2.6 M 3.000 3. . .350 2.500 2.6 0.271 0.325 0.110 2.hal289) Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.325 0.610 3.6 M 3 x 0.

. 2009.Lampiran XI Gambar : Pemotongan Besi Rangka Gambar : Proses Pengelasan Rangka Dudukan Komponen-komponen Mesin Pengiris Ubi Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.

2009. .Gambar : Penghalusan Pada Rangka Mesin Pengiris Ubi Gambar : Pengecetan Rangka Mesin Pengiris Ubi Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam.

Gambar : Mesin Pengiris Ubi Jefri : Rancang Bangun Mesin Pengiris Ubi Kapasitas 30 Kg/Jam. 2009. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful