PENDIDIKAN DAN DAKWAH DALAM PERSPEKTIF YUSUF AL-QARDHAWI

Written by Admin Saturday, 22 May 2010 17:01

Oleh: Ujang Habibi, Enjang Jamhuri 1. PENDAHULUAN Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam, yang telah memerintahkan manusia untuk menyeru saudaranya dengan hikmah, mauidzah hasanah, dan al-jidal al-hasanah Shalawat dan salam semoga tercurah bagi Nabi Muhammad SAW, penuntun umat manusia ke jalan yang benar melalui wahyu dan sabdanya. Sehingga melahirkan ulama-ulama dan intelektual yang berkualitas yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang dibutuhkan oleh umat pada zamannya. Apabila diurut dari awal sangat banyak intelektual Muslim yang jenius dan telah mewariskan karya dan ilmu pengetahuannya kepada kita saat ini. Sebagai contoh Ibnu Sina (Bapak Kedokteran), Mullah Sadra (Metafisikawan), Ibn Al-Haitam (Ahli Fisika optic), Jabir Ibn Hayyam Al-Kufi (Perintis kimia modern) dan diantaranya pula adalah seorang ulama abad ini yaitu Yusuf Al-Qardhawi (selanjutnya disebut Qardhawi). Sidek Baba secara khusus juga menyebut Qardhawi sebagai salah satu deretan nama seorang mujaddid. Tokoh-tokoh seperti Ibn Taimiyyah, Muhammad Abduh, Muhammad bin Ab. Wahab. Hassan al Banna, Sheikh Muhammad al Ghazali, Ismail Faruqi dan Yusof al Qardawi adalah diantara contoh tokoh-tokoh yang membawa pembaharuan pemikiran pada tempo-tempo terdahulu hingga saat ini. Dalam Dunia Melayu tokoh-tokoh seperti Wali Songo, Muhammad Nasir, Sheikh Tahir Jalaluddin, Muhammad Naquib al Attas adalah sebahagian dari tokoh-tokoh pembaharuan dalam pelbagai bidang ilmu Islam.[1] Mereka telah menorehkan tinta emas sejarah khazanah intelektual muslim dan dunia saat ini. Buah pikiran dan ide-ide cemerlang mereka tidak berhenti dimakan zaman tapi terus berkembang dan menjadi referensi dan acuan intelektual bagi generasi-generasi berikutnya. Dalam bidang dakwah Qardhawi telah menulis beberapa buku diantaranya “Khitabuna Al-Islami fi Ashr Al-Aulamah yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi “Retorika Islam Era Globalisasi” dalam buku ini Qardhawi mengklarifikasi tuduhan barat terhadap Islam, dan menjelasakan tentang retorika dakwah menurut ajaran Islam yang benar. Yaitu tentang hakekat retorika Islam, metode dan retorika agama menurut Al-Qur’an, Ciri-ciri metode dakwah Islamiyah, dan karekteristik metode dakwah Islamiyah.

II. PEMBAHASAN 1. A. Sekilas tentang Yusuf Al-Qardhawi

Qardhawi dilahirkan di Desa Shafth Turab, Profinsi Manovia, Mesir pada tahun 1926. sejak kecil Qardhawi sudah digembleng dalam nuansa keagamaan. Tidak heran pada umur sembilan tahun, dia sudah hafal 30 juz Al-Qur’an.

Ulumul Qur’a n dan Sunnah. [8] Kesadaran akan urgensi ilmu pengetahuan dan pendidikan di kalangan umat Islam ini tidak muncul secara spontan dan mendadak. Dalam segi kepribadian Qardhawi juga adalah seorang yang sederhana dan tawadu’ dalam pergerakan Islam kontemporer ia mengilhami kebangkitan Islam modern. Proses pemindahan tersebut ialah pengajaran. Bahkan dalam sebuah riwayat yang sangat termashur disebutkan bahwa Nabi Muhammad menyatakan menuntut ilmu merupakan sesuatu yang diwajibkan bagi umat Islam. dakwah dan tarbiyah. berceramah menyampaikan masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh umat Islam di berbagai negara. [4] Hassan Langgulung (1987) menegaskan pendidikan sebagai merubah dan memindahkan nilai-nilai kebudayaan kepada setiap individu masyarakat melalui pelbagai proses. gerakan dan kebangtkitan Islam. di mana pendidikan benar-benar mampu membentuk peradaban sehingga peradaban Islam menjadi peradaban terdepan sekaligus peradaban yang mewarnai sepanjang Jazirah Arab. Aqidah dan filsafat. Dia adalah ulama yang fokal dan berani menentang kelaliman hingga pernah dipenjara oleh pemerintahan Mesir saat itu.[5] Sedangkan pendidikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaan manusia menuju taklif (kedewasaan). latihan dan indoktrinasi. peran pendidikan ini benar-benar bisa dilaksanakan pada masa-masa kejayaan Islam. Konsep Pendidikan Islam b. B. sehingga kesadaran ini .[3] 1. umat Islam secara umum tetap melanjutkan misi ini dengan menanamkan kesadaran akan urgensi ilmu pengetahuan kepada generasi-generasi sesudahnya. Dia sangat mencintai almamaternya tersebut. dan latihan ialah membiasakan diri melakukan sesuatu untuk memperoleh kemahiran. sementara indoktrinasi juga menjadikan seseorang dapat meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Sebagaimana dalam pernyataannya “Saya cinta Al-Azhar sejak kecil. fungsi utama pendidikan adalah mempersiapakn peserta didik (generasi penerus) dengan kemampuan dan keahlian (skill) yang diperlukan agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk terjun ke tengah masyarakat (lingkungan). mental maupun moral. fikih dan prilaku. Asia Barat hingga Eropa Timur. Ma’na Pendidikan Menurut Ngalim Purwanto pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan. [7] Karenanya. Pada masa itu Muhammad senantiasa menanamkan kesadaran pada sahabat dan pengikutnya akan urgensi ilmu dan selalu mendorong umat untuk senantiasa mencari ilmu. baik secara akal.1. Al-Azhar menurut hemat saya adalah benteng pertahanan agama dan ilmu pengetahuan. Dalam lintasan sejarah peradaban Islam. Hal ini dapat kita saksikan. sekitar 125 buku telah ia tulis. Waktunya dihabiskan untuk berkhidmah kepada Islam. saya bercita-cita untuk menjadi salah satu ulamanya. untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban-sebagai seorang hamba (abd)[6] dihadapan Khaliq-nya dan sebagai ‘pemelihara’ (khalifah) pada semesta. Seprti maslah Fikih. baik laki-laki maupun perempuan. sastra dan lainnya. Atas bimbingan Al-Azhar orang-orang bodoh bisa belajar dan para pelaku maksiat mau bertobat”[2] Qardhawi menempati posisi vital dalam hal pemikiran dan dakwah Islam kontemporer.[9] Hal ini dapat kita buktikan dengan adanya banyak hadis yang menjelaskan tentang urgensi dan keutamaan (hikmah) ilmu dan orang yang memiliki pengetahuan. namun kesadaran ini merupakan efek dari sebuah proses panjang yang dimulai pada masa awal Islam (masa ke-Rasul-an Muhammad). Hingga saat ini. Tercatat sedikitnya 55 judul buku telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Ketiga proses ini berjalan serentak dalam masyarakat primitif dan moden. Sedikitnya ada 13 aspek kategori dalam karya-karya Qardhawi. adanya sebuah paradigma pendidikan yang memberdayakan peserta didik merupakan sebuah keniscayaan. dalam berbagai dimensi keislaman. Sebagaian karya-karyanya telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia. Untuk itu. Ekonomi Islam. Usul Fiqh. Pemindahan nilai-nilai melalui pengajaran ialah memindahkan pengetahuan dari individu kepada individu yang lain. Setelah wafatnya Nabi Muhammad dan para sahabat.Qardhawi menyelesaikan pendidikan formalnya dari mulai pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi di Al-Azhar.

2. jasmani. jasmani. Katakanlah: "Roh itu Termasuk urusan Tuhan -ku.w. Dalam kerangka teori dan falsafah yang harus ada didalam Backmaind (alam bawah sadar manusia) bahwasannya Ilmu tidak dapat didikotomikan karena segala pengetahuan adalah telah ada didalam konsep Islam baik yang dapat dibenarkan sekaligus diterima maupun yang tidak diterima. Jadi pendidikan menurut Islam ialah satu proses yang berkesinambungan untuk merubah. Tujuan Pendidikan Secara garis besar bahwa tujuan pendidikan adalah[14]: 1.[11] Qardhawi juga memandang bahwa semua ilmu bisa islami dan tidak islami. dan tingkahlaku. menurut Qardhawi. Qarwadi menyebut tujuan pendidikan adalah untuk mempersiapkan manusia dalam menghadapi masyarakat yang sering terdapat didalamnya kebaikan dan kejahatan. Mempersiapkan peserta didik untuk mampu hidup bermasyarakat dalam aneka ragam gejolaknya. Pemisahan ilmu secara dikotomis itu. kemanisan dan kepahitan.[13] 1.[10] Qardhawi (1980) pula mendefinisikan pendidikan sebagai pendidikan bagi keseluruhan hidup termasuklah akal. ?•tRqè=t«ó¡o?ur Ç`tã Çyr?•9$# ( È@è% ßyr?•9$# ô`ÏB Ì•øBr& ?În1u? !$tBur OçF•Ï?ré& z`ÏiB ÉOù=Ïèø9$# ?wÎ) Wx?Î=s% ÇÑÎÈ “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. b. dan mendidik akal. Dalam tataran praktek pendidikan tidak dapat dipungkiri bahwa ada dan bahkan harus dilakukan pendikotomian ilmu secarafiqhul aulawiyat (mengambil yang prioritas) mengingat kemampuan manusia yang sangat terbatas. Demikian pula para ulama juga telah membagi ilmu kedalam fardhu „ain dan fardhu kifayah yang menunjukkan bahwa pendikotomian dalam arti prioritas adalah hal yang bahkan harus dilakukan.t. 2. telah menghambat kemajuan umat Islam.2. dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit".[15] Diantara materi-materi pendidikan yang dapat menghantarkan manusia untuk mewujudkan tujuan diatas adalah[16]:        al-imaniyah (pendidikan iman) al-khuluqiyah (pendidikan akhlak) al-jismiyah (pendidikan jasmani) al-aqiliyah (pendidikan mental) al-nafsiyah (pendidikan jiwa) al-ijlimaiyah (pendidikan sosial) al-jinisiyah (pendidikan seks) Dari sini dapat pula dilihat pendapat beliau yang secara lebih sepesifik mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya .menjadi sesuatu yang mendarah daging di kalangan umat Islam dan mencapai puncaknya pada abad XI sampai awal abad XIII M. hati dan rohani. tergantung kepada orang yang memandang dan mempergunakannya. melatih. untuk mendapatkan kejayaan di dunia dan akhirat. a. Menciptakan manusia-manusia yang siap mengarungi kehidupan dalam berbagai situasinya b. akhlak. dan rohani manusia dengan berasaskan nilai-nilai Islam yang bersumberkan wahyu bagi melahirkan insan yang bertaqwa dan mengabadikan diri kepada Allah s.[12] Meskipun demikian setidaknya ada tiga hal penting yang perlu mendapatkan perhatian serius tentang dikotomis atau non-dikotomis yaitu: 1.

tetapi harus pula berujung pada terbentuknya hubnungan horisontal yang harmonis terhadap sesama manusia dan alam disekitarnya. Suffah Al-Suffah merupakan ruang atau bangunan surau yang bersambung dengan masjid.1. tempat bersidang. Contohnya Masjid Nabawi yang mempunyai suffah yang digunakan untuk majlis ilmu. Rasulullah menggunakan rumah Arqam bin Abi al-Arqam di al-Safa sebagai tempat pertemuan dan pengajaran dengan para sahabat.1. Ali Imran ayat 112 berikut ini.1.3. b.¨r tbrß?tG÷èt? ÇÊÊËÈ "Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada. Di Dar al-Arqam.1. tbrã•àÿõ3t? ÏM»t?$t«Î/ «!$# tbqè=çGø)t?ur uä!$u?Î.3. yang demikian itu[219][18] karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar.semata-mata membentuk manusia agar membangun hubungan yang baik secara vertikal kepada Allah Swt. Sistem Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan diatas maka haruslah dibuat sebuah system yang dapat menghantarkannya. Masa Permulaan Islam Tahap ini adalah mencakup pendidikan pada zaman Rasulullah (609-632M) dan para khulafah al-Rasyidih (632-661M). Masjid Kufah serta Masjid Basrah. dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Semakin luas wilayah-wilayah yang ditaklukan oleh kaum muslimin maka semakin meningkat pula jumlah masjid yang didirikan. beliau mengajar dan memberi khutbah dalam bentuk halaqah di mana para sahabat duduk mengelilingi beliau untuk mendengar dan melakukan tanya-jawab tentang urusan agama dan kehidupan sehari-hari. Masjid Fungsi masjid selain sebagai tempat ibadat ialah juga sebagai tempat penyebaran dakwah dan ilmu Islam.1. tempat menyelesaikan masalah individu dan masyarakat. Dar al-Arqam Rumah merupakan tempat pendidikan pertama yang diperkenalkan ketika Islam mulai berkembang di Mekah.2. Jumlah kaum Muslimin yang hadir pada awalnya hanyalah sedikit. Hal ini karena adalah sesuai dengan isyarat Allah swt. b. Setelah berhijrah ke Madinah. pedagang dan hamba sahaya. b. Saja. Suffah dapat disebut sebagai sebuahsekolah kerana kegiatan pengajaran dan pembelajaran dilakukan secara teratur dan sistematik. Masjidil Haram./RF{$# Î?ö•tóÎ/ 9d.3.3. ôMt/Î?àÑ ãNÍkö?n=tã èp©9Ïe%!$# tûøïr& $tB (#þqàÿÉ)èO ?wÎ) 9@ö6pt¿2 z`ÏiB «!$# 9@ö6ymur z`ÏiB Ĩ$¨Y9$# râä!$t/ur 5=?ÒtóÎ/ z`ÏiB «!$# ôMt/Î?àÑur ãNÍkö?n=tã èpuZs3ó¡yJø9$# 4 ?•Ï9ºs? öNßg¯Rr'Î/ (#qçR%x. yang demikian itu[220][19] disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas". Beliau juga membimbing mereka menghafal.3. dan madrasah bagi anak-anak mempelajari ilmu agama & fardu ain. tempat menerima duta-duta asing. Di antara masjid yang dijadikan pusat penyebaran ilmu dan pengetahuan ialah Masjid Nabawi. Diantara sisitem-sistem dimaksud maka dapat diterapkan dalam institusi pendidikan berikut ini[20]: b. tetapi semakin lama menjadi bertambah sehingga menjadi 38 orang yang terdiri daripada golongan bangsawan Quraisy. pendidikan Islam pertama kali berpusat di masjid-masjid dan Masjid Quba’ merupakan masjid pertama yang dijadikan Rasulullah sebagai institusi pendidikan. Yang disebutkan dalam Qs. tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam. Di dalam masjid.3. kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia[218][17]. b.ym 4 y7Ï9ºs? $yJÎ/ (#q|Átã (#qçR%x. Rasulullah mengajar wahyu yang telah diterimanya kepada kaum Muslim. menghayati dan mengamalkan ayat-ayat suci yang diturunkan kepadanya. .

Muhammad Ibnu Tahir Bahrom dan Abu Sulayman. Perpustakaan Perpustakaan secara umum dapat dibagi menjadi tiga bagian: · Perpustakaan Umum Perpustakaan umum ialah perpustakaan yang didirikan untuk kegunaan orang banyak. Selain itu. b. Masa Tabi’in dan Seterusnya Masa ini meliputi zaman kerajaan Umaiyyah (662-750M) dan Abbaisiyah (751-1258M). Sedangkan arti dakwah secara istilah menurut para pakar adalah sebagai berikut : . b. 1. Pada zaman ini. Selain itu. hanya 17 orang Quraisy yang tahu membaca dan menulis. institusi pendidikan tinggi dan lanjutan mulai diperkenalkan sehingga melahirkan banyak sarjana dan cerdikpandai Islam dalam pelbagai ilmu. Latin dan sebagainya. Rasulullah juga pernah memerintkah tawanan perang Badar yang mampu membaca dan menulis supaya mengajar 10 orang anak-anak Islam sehingga mereka tahu membaca dan menulis dengan baik. b.3.3.b. institusi pendidikan yang awal seperti masjid dan kuttab terus dikembangkan hasil dorongan dan motivasi dari para khalifah yang memerintah. Sungguhpun begitu.2.3. Ia berfungsi sebagai gedung buku yang terdiri dari buku-buku dan penulisan pelbagai bahasa seperti bahasa Yunani.3.3.2. C. Konsep Dakwah Islamiyah Secara bahasa dakwah berasal dari bahasa arab “da’a – yad’u” yang berarti menyeru.1. Kemahiran-kemahiran asas seperti membaca dan munlis dilakukan oleh kebanyakan guru-guru yang mengajar secara sukarela. sejarah raja-raja Parsi. Perpustakaan ini tidak dibuka untuk orang ramai tetapi hanya terbuka untuk orang-orang tertentu saja yang mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat. · Perpustakaan Semi Umum Ia kebiasaannya kepunyaan khalifah atau raja-raja yang didirikan di dalam istana. Sebagai contoh Khalifah Muawiyah Ibnu Abi Sufyan yang mengundang ulama dan cerdik pandai untuk mendiskusikan sejarah peperangan. Kuttab Ia ditumbuhkan oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam dan bertujuan untuk memberi pendidikan kepada anak-anak dikalangan rakyat jelata. Madrasah Baihaqiyah merupakan madrasah pertama yang didirikan oleh penduduk Naisabur.2. Perpustakaan Hunain Ibnu Ishaq.2. sejarah bangsa Arab dan sistem pemerintahan negara. b. Perpustakaan umum pertama didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyidin di Kota Baghdad dan dikenal sebagai Baitul Hikmah.2.3. Ia biasanya dibina oleh ulama dan sasterawan di rumah masing-masing Contohnya. Parsi. Umpamanya kerajaan Fatimiyah telah mendirikan perpustakaan terbesar di istana Kaherah untuk menyaingi perpustakaan khalifah-khalifahBaghdad · Perpustakaan Khusus Ia merupakan perpustakaan khusus yang tidak membenarkan siapa pun menggunakan perpustakaan ini melainkan empunya perpustakaan.1. Hindu. memanggil dan mengajak. Di samping itu istana khalifah turut dijadikan tempat perkembangan ilmu. Madrasah Sekolah-sekolah atau madrasah awalnya didirikan untuk menggantikan masjid-masjid yang sudah tidak dapat menampung keperluan pendidikan dari segi ruang dan kelengkapan pembelajaran. Manazil ulama & istana Terdapat beberapa rumah ulama yang digunakan sebagai tempat pertemuan untuk majlis-majlis ilmu seperti rumah Ibnu Sina.4. institusi tersebut tidak mendapat perhatian dari masyarakat Arab kerana sebelum kedatangan Islam.

S. Persaudaraan itu dibangun dalam beberapa hal : Pertama kedudukan manusia sebagai hamba Allah yang telah . Umat Islam ditugaskan untuk mengemban risalah universal kepada seluruh dunia. Dakwah untuk persaudaraan dan persamaan manusia Menurut Qardhawi persaudaraan adalah buah dari tauhid yang diserukan oleh Islam dan konsekwensinya adalah persamaan manusia.S. a. 2. dan melarang mereka untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar. Saba 28 dan Q. Al-An’am :30. Melalui pendekatan-pendekatan yang humanis seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah. dakwah kepada manusia secara keseluruhan dan sebagai rahmat bagi setiap hamba Allah. Dakwah dalam Perspektif Qardhawi 1. D. dakwah adalah mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk. Dakwah untuk membebaskan manusia dari penyembahan kepada manusia. Ali Imran :110. Melainkan setelah mendapatkan petunjuk dengan cahaya Allah. Al-Furqan: 1) Qardhawi juga menunjukkan ayat-ayat lain sebagai penguat argumentasinya yaitu Q. Pendapat Bakhial Khauli. b. Dia menunjukkan beberapa prinsip yang menonjol dalam pendidikan dakwah Islamiyah sebagai berikut : 1. Al-Anbiya : 107) Dalam ayat lain Allah SWT berfirman : x8u?$t6s? ?Ï%©!$# tA¨?tR tb$s%ö•àÿø9$# 4?n?tã ¾ÍnÏ?ö6tã tbqä3u?Ï9 ?úüÏJn=»yèù=Ï9 #·•?É?tR ÇÊÈ “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (al-Qur’an) kepada manusia agar menjadi peringatan bagi seluruh alam".1. maka ia berkewajiban untuk mengajak orang lain kejalan Allah setelah ia melakukannya terlebih dahulu. Al-A’raf 158 Q.S. Prinsip-Prinsip Dakwah Dakwah menurut Qardhawi harus bersifat seruan kepada kebaikan. Dakwah tidak boleh dipahami sebagai seruan untuk tampil beda (Istimewa) dengan segala tujuannya. [21] b. a.[22] Pendapat ini selaras dengan Imam Al-Ghazali yang mengatakan amar ma’ruf nahyi munkar adalah inti gerakan dakwan dan penggerak dalam dinamika masyarakat. menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. 1. Q. Pendidikan dakwah dalam hal ini harus membebaskan manusia dari penghambaan terhadap sesamanya. Rahmat atau kebaikan ini menurut Qardhawi tampak jelas dalam beberapa prinsip atau nilai luhur yang diserukan oleh Islam. dakwah adalah satu proses menghidupkan peraturan-peraturan Islam dengan maksud memindahkan umat Islam dari satu keadaan kepada keadaan lain. hal ini selaras dengan firman Allah SWT : !$tBur ?•»oYù=y?ö?r& ?wÎ) ZptHôqy? ?úüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ “Dan tidaklah kami mengutus kamu.[24] Prinsif ini menurut Qardhawi sebagai prinsif tauhid murni yang melawan segala macam bentuk perbuatan syirik. [23] Risalah Islam yang universal merupakan rahmat bagi alam semesta sebagaimana yang digambarkan oleh Allah merupakan seruan kepada kebaikan umat manusia. Menurutnya karena Islam sejak awal dakwahnya merupakan sebuah risalah universal. Dari pengertian di atas dapat diambil pemahaman bahwa. 1. (Qs. Maka tidak boleh baginya memonopoli kebaikan dan bahaya untuk dirinya sendiri.S. termasuk juga penghambaan terhadap benda-benda yang bersifat ilusi atau dzat benda-benda. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” (Q.S. Seorang da’I dalam hal ini ditantang untuk berani menggerakkan masyarakat dari statis menjadi dinamis. ajakan dari seseorang (Da’i) kepada umat (Mad’u) berbuat kebaikan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya. Menurut Syekh Ali Mahfudz.

dan tidak melupakan berhibur dan istirahat .S An-Nisa : 58. kejadian disatu negara dapat diterima secepat kilat beritanya oleh negara lain. Dapat memuaskan nalar mereka dengan hujjah yang nyata. Dalam hal ini Al-Qur’an telah jelas hanya mengizinkan berjihad untuk membela diri dari orang-orang dzalim (Q. Dengan kecanggihan seperti di atas menurut Qardhawi maka dakwah Islamiyah harus memiliki retorika dan karakteristik yang mendasar. kecanggihan komunikasi dan informasi semakin hari semakin manakjubkan. Menurutnya diantara karakteristik retorika dakwah yang harus dimiliki oleh setiap da’i adalah sebagai berikut: 1.Mengajak kepada keseriusan dan konsistensi. Menurutnya terdapat sembilan ayat dalam surat An-Nisa sebagai teguran kepada Rasulullah ketika ingin membela sekelompok umat Islam yang lemah atau kaum munafik yang menuduh seorng yahudi berbuat suatu kedzaliman dengan mencuri. c.Menyeru spiritual dan tidak menyepelekan material 4. Prihal jihad dengan pedang yang sering dijadikan prisai untuk menghantam umat Islam sebagai agama yang menyukai kekerasan oleh orang luar. d.Memikat dengan hal-hal ideal dan peduli terhadap realita 7. jidad dilakukan untuk membela orang-orang yang lemah.S. Dengan kecanggihan alat komunikasi pada saat ini para kepala negara dapat melakukan rapat dengan kepala negara lain tanpa harus beranjak dari tempat duduk di negaranya.Mengajak manusia untuk beriman kepada Allah dan tidak mengingkari keberadaannya 2. Al-Hadid . sebagai anak Adam.25. Jihad menurut Qardhawi tidak disyariatkan untuk permusuhan atau pelanggaran terhadap orang-orang yang berdamai yang tidak berdosa. keadilan Isalam bersifat syumul (menyeluruh) ayat Al-Qur’an yang memerintahkan mansusia untuk berbuat adil diantaranya adalah Q. Taqwa `lah yang membedakan mereka. Menurut Qardhawi jihad yang sesungguhnya didalam Islam adalah hanyalah untuk membela dakwah.S. warna. Dan memberikan pelajaran kepada orang-orang yang menghianati. Keadialan bukanlah bagi orang arab saja. yang mampu mengantarkan substansi dakwah kepada semua umat manusia. 1. jika dimusuhi atau pemeluk dakwah disiksa dan difitnah.Meyakini wahyu dan tidak menafikan akal 3. menyebar toleransi dan kasih sayang 6. Jihad dilakukan untuk orang yang memerangi Islam. Al-Hajj 39-40) 1.Memperhatikan ibadah-ibadah syariyah dan tidak melupakan nilai-nilai moral 5.Berdakwah guna mengagungkan aqidah.menciptakan mereka adalah sama dihadapan-Nya. melunakan hatinya dengan mauidzah yang baik. meskipun berbeda kulit. adat istiadat dan budaya pada hakekatnya tidak ada perbedaan diantara mereka yaitu sama-sama dari Adam. Dakwah Untuk Keadilan Seluruh Umat Manusia Qardhawi berpandangan diantara seruan Islam untuk kebaikan umat manusia adalah: menegakkan keadilan antara sesama manusia. dan Q. Ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW pada saat haji wada bahwa tidak ada perbedaan antara arab dan bukan arab.[25] 1. Retorika Dakwah di Era Globalisasi Dalam menghadapi tantangan global yang menjadikan dunia seolah menjadi dekat seperti menjadi satu kampung saja. Kedua. Dakwah untuk Perdamaian Dunia Sebagai agama yang cinta damai perdamaian dunia merupakan bagian dari dakwah Islamiyah. 2. tidak menyimpang dari hikmah dan tidak melenceng dari dialog dengan yang terbaik. Teguran tersebut terdapat dalam ayat 105 – 114.

Sistem Pendidikan Ikhwanul Muslimin. Hanun. Pendidikan dan dakwah Islamiyah terlahir dari kandungan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dari Abu Bakr Sampai Nashir dan Qardawi. Penulis mencoba menyimpulkan bahwa pendidikan dan dakwah Islamiyah sudah tertata secara ideal ketentuan dan batasan-batasannya dari segala dimensinya. 4. Kairo. dan menepis tudingan Amerika yang menganggap umat Islam telah keliru didalam memahami esensi dakwah. Menuju Pemahaman Islam Yang Kaffah (Terj).1 Hadi . (Ciputat : Logos Wacana Ilmu 1999) Azra. Abdul Qadir Sayid. Rauf . cet. 7. Ghazali. Hefni. Ilmu Pendidikan Teori dan Praktek (Bandung : PT. Harjani. 3. Munzier. Dalam menyampaikan misinya. Ensiklopedi Tokoh Islam.Saiful. Retorika Islam (Terj) Qardhawi. REFERENSI 1. menjalin persaudaraan dan persamaan manusia. 9.[26] Dari penjelasan di atas Qardhawi mencoba meneropong esensi rertorika berdakwah dalam Islam yaitu untuk menegakkan keadilan dalam seluruh sendi kehidupan. 5. 1996. 1987. cet 1 Asrohah. 3. cet. Syafi’I. Dinamika Dakwah Islamiyah. dakwah untuk keadilan seluruh umat manusia serta duntuk kemaslahatan dunia. Remaja Rosyda Karya : 1984) Qardhawi. Bersikap futuristik dan tidak memungkiri masa lalu Memudahkan berfatwa dan menggembirakan dalam berdakwah Mengumandangkan ijtihad dan tidak melampaui batasan permanen Menolak gerakan terorisme yang terlarang dan mendukung jihad yang disyariatkan Mengukuhkan eksistensi wanita dan tidak mengikis martabat laki-laki Melindungi hak-hak kaum minoritas dan menolak arogansi. Qardhawi “Madkhal li Marifatil Islam” (Jakarta : Insan Cemerlang : 2003) Noor Ridlo. Malaysia. Khitabuna Al-Islami fi Ashr Al-Aulamah (Jakarta : Khalifa 2004) Purwanto. th. PENUTUP Dari uraian tadi. 2.Mencermati modernitas dan berpegang teguh kepada orsinalitas 1. Abddillah. 1983 Suparta. (Jakarta : Prenada Media : 2003) . (Jakarta : Hikmah :2003) Darussalam. Dirosah fid d da‟wah Islamiyah.BHD. Abd. bukan dari keislaman era tertentu yang memaksakan dirinya untuk berlaku pada era kita. dakwah Islamiah menyeru kepada umatnya untuk membebaskan manusia dari penyembahan kepada manusia. 1. 5. 4. Ngalim. Jakarta: Media Da’wah. 6. Nur Niaga SDN. III. 6. 8. sejarah Pendidikan Islam. Azyumardi dan Maarif.8. HM.Berorientasi global dan tidak melupakan aksi lokal 9. Metode Dakwah. Yusuf. 2. Dar El-Tiba’ah al-Mahmadiyah. (ed).

hal. akses tgl 19 Desember 2008 [13] Qs. (terj.cmm.Cached. 13 Mei 2007 www. 19 Desember 2008 [2] Azyumardi Azra dan Syafi’I Maarif.or.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam .cmm. (Jakarta : Hikmah :2003). M .wikipedia. 24 [11] ms.wikipedia.com/doc/5334364/Biografi-Singkat-Yusuf-Qardhawi .Cached. (Ciputat : Logos Wacana Ilmu 1999). Khoirul. Remaja Rosyda Karya : 1984) hal . 1983.id/cmm-ind_more.scribd. 37.us.122k .122k . dikutip tanggal 19 des 2008 www. Ilmu Pendidikan Teori dan Praktek (Bandung : PT. Ensiklopedi Tokoh Islam. cet. 1. 5 [10] Hanun Asrohah. Al-Baqarah 2: 30 [8] M. Ensiklopedi Tokoh Islam.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . hal. Khoirul Anam .scribd. http://artikel. th. 362 [4] Ngalim Purwanto.com/doc/5334364/Biografi-Singkat-Yusuf-Qardhawi . Al-Isra’: 85 [14] Yusuf Qardhawi.or. Nabhan Husein). akses tgl 19 des 2008 [1] www. http://artikel. 51:6 [7] Q.S. Al-Dzariat .Cached . dikutip tanggal 19 Desember 2008 . Moh.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . 13 Mei 2007 [9] Hanun Asrohah.id/cmm-ind_more.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . Dari Abu Bakr Sampai Nashir dan Qardawi hal.Internet Anam. hal. Dari Abu Bakr Sampai Nashir dan Qardawi.Cached .org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . 360 [3] Azyumardi Azra dan Syafi’I Maarif.php?id=A490_0_3_0_M .wikipedia. dikutip tanggal 19 Desember 2008 www.Cached .Cached .Cached. dikutip tanggal 19 Desember 2008 [6] QS.wikipedia. sejarah Pendidikan Islam. Jakarta: Media Da’wah. 19 Desember 2008 ms.php?id=A490_0_3_0_M . [15] ms.Cached .wikipedia. at-Tarbiyah al-Islamiyah wa Madrasatu Hasan al-Banna. dikutip tanggal 19 Desember 2008 ms. 11 ms.us. sejarah Pendidikan Islam.Cached.

hal 10 [23]. 10 dalam Ghazali Darussalam.1 hal.S.57 . Kairo.Dinamika Dakwah Islamiyah. Harjani Hefni (ed).Cached . hal : 399 . [18] [219] Yakni: ditimpa kehinaan.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . Menuju Pemahaman Islam Yang Kaffah (Terj). 1987. [19] [220] Yakni: kekafiran dan pembunuhan atas Para nabi-nabi. Retorika Islam (Terj) Qardhawi. Menuju Pemahaman Islam Yang Kaffah (Terj). [20] ms. Abddillah Noor Ridlo. Dirosah fid d da‟wah Islamiyah. 5 [22] Munzier Suparta. Metode Dakwah. dan kemurkaan dari Allah. Rauf. Nur Niaga SDN. (Jakarta : Prenada Media : 2003) hal. Qardhawi “Madkhal li Marifatil Islam” (Jakarta : Insan Cemerlang : 2003). kerendahan. Qardhawi “Madkhal li Marifatil Islam” 403 [25] Baca pula Q. dikutip tanggal 19 Desember 2008 [21] Munzier Suparta. 1996. Harjani Hefni (ed). 56 .Saiful Hadi. Malaysia.401 [24] Saiful Hadi. Dar El-Tiba’ah al-Mahmadiyah. cet 1.wikipedia.[17] [218] Maksudnya: perlindungan yang ditetapkan Allah dalam Al Quran dan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah Islam atas mereka. Metode Dakwah dalam Abdul Qadir Sayid Abd. Al-Hujarat : 13) [26] HM. Khitabuna Al-Islami fi Ashr Al-Aulamah (Jakarta : Khalifa 2004) hal . cet.BHD.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful