PENDIDIKAN DAN DAKWAH DALAM PERSPEKTIF YUSUF AL-QARDHAWI

Written by Admin Saturday, 22 May 2010 17:01

Oleh: Ujang Habibi, Enjang Jamhuri 1. PENDAHULUAN Segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam, yang telah memerintahkan manusia untuk menyeru saudaranya dengan hikmah, mauidzah hasanah, dan al-jidal al-hasanah Shalawat dan salam semoga tercurah bagi Nabi Muhammad SAW, penuntun umat manusia ke jalan yang benar melalui wahyu dan sabdanya. Sehingga melahirkan ulama-ulama dan intelektual yang berkualitas yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang dibutuhkan oleh umat pada zamannya. Apabila diurut dari awal sangat banyak intelektual Muslim yang jenius dan telah mewariskan karya dan ilmu pengetahuannya kepada kita saat ini. Sebagai contoh Ibnu Sina (Bapak Kedokteran), Mullah Sadra (Metafisikawan), Ibn Al-Haitam (Ahli Fisika optic), Jabir Ibn Hayyam Al-Kufi (Perintis kimia modern) dan diantaranya pula adalah seorang ulama abad ini yaitu Yusuf Al-Qardhawi (selanjutnya disebut Qardhawi). Sidek Baba secara khusus juga menyebut Qardhawi sebagai salah satu deretan nama seorang mujaddid. Tokoh-tokoh seperti Ibn Taimiyyah, Muhammad Abduh, Muhammad bin Ab. Wahab. Hassan al Banna, Sheikh Muhammad al Ghazali, Ismail Faruqi dan Yusof al Qardawi adalah diantara contoh tokoh-tokoh yang membawa pembaharuan pemikiran pada tempo-tempo terdahulu hingga saat ini. Dalam Dunia Melayu tokoh-tokoh seperti Wali Songo, Muhammad Nasir, Sheikh Tahir Jalaluddin, Muhammad Naquib al Attas adalah sebahagian dari tokoh-tokoh pembaharuan dalam pelbagai bidang ilmu Islam.[1] Mereka telah menorehkan tinta emas sejarah khazanah intelektual muslim dan dunia saat ini. Buah pikiran dan ide-ide cemerlang mereka tidak berhenti dimakan zaman tapi terus berkembang dan menjadi referensi dan acuan intelektual bagi generasi-generasi berikutnya. Dalam bidang dakwah Qardhawi telah menulis beberapa buku diantaranya “Khitabuna Al-Islami fi Ashr Al-Aulamah yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi “Retorika Islam Era Globalisasi” dalam buku ini Qardhawi mengklarifikasi tuduhan barat terhadap Islam, dan menjelasakan tentang retorika dakwah menurut ajaran Islam yang benar. Yaitu tentang hakekat retorika Islam, metode dan retorika agama menurut Al-Qur’an, Ciri-ciri metode dakwah Islamiyah, dan karekteristik metode dakwah Islamiyah.

II. PEMBAHASAN 1. A. Sekilas tentang Yusuf Al-Qardhawi

Qardhawi dilahirkan di Desa Shafth Turab, Profinsi Manovia, Mesir pada tahun 1926. sejak kecil Qardhawi sudah digembleng dalam nuansa keagamaan. Tidak heran pada umur sembilan tahun, dia sudah hafal 30 juz Al-Qur’an.

dalam berbagai dimensi keislaman. sehingga kesadaran ini . Bahkan dalam sebuah riwayat yang sangat termashur disebutkan bahwa Nabi Muhammad menyatakan menuntut ilmu merupakan sesuatu yang diwajibkan bagi umat Islam. Sedikitnya ada 13 aspek kategori dalam karya-karya Qardhawi. Tercatat sedikitnya 55 judul buku telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Seprti maslah Fikih. saya bercita-cita untuk menjadi salah satu ulamanya. sekitar 125 buku telah ia tulis. Atas bimbingan Al-Azhar orang-orang bodoh bisa belajar dan para pelaku maksiat mau bertobat”[2] Qardhawi menempati posisi vital dalam hal pemikiran dan dakwah Islam kontemporer. namun kesadaran ini merupakan efek dari sebuah proses panjang yang dimulai pada masa awal Islam (masa ke-Rasul-an Muhammad). Dalam lintasan sejarah peradaban Islam. latihan dan indoktrinasi. Ketiga proses ini berjalan serentak dalam masyarakat primitif dan moden. untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban-sebagai seorang hamba (abd)[6] dihadapan Khaliq-nya dan sebagai ‘pemelihara’ (khalifah) pada semesta. Untuk itu. [7] Karenanya. fikih dan prilaku. Konsep Pendidikan Islam b. umat Islam secara umum tetap melanjutkan misi ini dengan menanamkan kesadaran akan urgensi ilmu pengetahuan kepada generasi-generasi sesudahnya. sementara indoktrinasi juga menjadikan seseorang dapat meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Hingga saat ini. peran pendidikan ini benar-benar bisa dilaksanakan pada masa-masa kejayaan Islam. Proses pemindahan tersebut ialah pengajaran.1. dakwah dan tarbiyah. mental maupun moral. fungsi utama pendidikan adalah mempersiapakn peserta didik (generasi penerus) dengan kemampuan dan keahlian (skill) yang diperlukan agar memiliki kemampuan dan kesiapan untuk terjun ke tengah masyarakat (lingkungan). Dia adalah ulama yang fokal dan berani menentang kelaliman hingga pernah dipenjara oleh pemerintahan Mesir saat itu. Waktunya dihabiskan untuk berkhidmah kepada Islam. Hal ini dapat kita saksikan. Dia sangat mencintai almamaternya tersebut.[9] Hal ini dapat kita buktikan dengan adanya banyak hadis yang menjelaskan tentang urgensi dan keutamaan (hikmah) ilmu dan orang yang memiliki pengetahuan. Ulumul Qur’a n dan Sunnah. Sebagaian karya-karyanya telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia. Al-Azhar menurut hemat saya adalah benteng pertahanan agama dan ilmu pengetahuan. Usul Fiqh. B. Dalam segi kepribadian Qardhawi juga adalah seorang yang sederhana dan tawadu’ dalam pergerakan Islam kontemporer ia mengilhami kebangkitan Islam modern. dan latihan ialah membiasakan diri melakukan sesuatu untuk memperoleh kemahiran. gerakan dan kebangtkitan Islam. Aqidah dan filsafat. Setelah wafatnya Nabi Muhammad dan para sahabat.[5] Sedangkan pendidikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaan manusia menuju taklif (kedewasaan). Asia Barat hingga Eropa Timur.[3] 1.Qardhawi menyelesaikan pendidikan formalnya dari mulai pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi di Al-Azhar. [4] Hassan Langgulung (1987) menegaskan pendidikan sebagai merubah dan memindahkan nilai-nilai kebudayaan kepada setiap individu masyarakat melalui pelbagai proses. di mana pendidikan benar-benar mampu membentuk peradaban sehingga peradaban Islam menjadi peradaban terdepan sekaligus peradaban yang mewarnai sepanjang Jazirah Arab. Ekonomi Islam. Pemindahan nilai-nilai melalui pengajaran ialah memindahkan pengetahuan dari individu kepada individu yang lain. [8] Kesadaran akan urgensi ilmu pengetahuan dan pendidikan di kalangan umat Islam ini tidak muncul secara spontan dan mendadak. baik laki-laki maupun perempuan. baik secara akal. adanya sebuah paradigma pendidikan yang memberdayakan peserta didik merupakan sebuah keniscayaan. berceramah menyampaikan masalah-masalah aktual yang dihadapi oleh umat Islam di berbagai negara. Ma’na Pendidikan Menurut Ngalim Purwanto pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan. sastra dan lainnya. Pada masa itu Muhammad senantiasa menanamkan kesadaran pada sahabat dan pengikutnya akan urgensi ilmu dan selalu mendorong umat untuk senantiasa mencari ilmu. Sebagaimana dalam pernyataannya “Saya cinta Al-Azhar sejak kecil.

hati dan rohani. jasmani. akhlak. Tujuan Pendidikan Secara garis besar bahwa tujuan pendidikan adalah[14]: 1. dan mendidik akal. Dalam kerangka teori dan falsafah yang harus ada didalam Backmaind (alam bawah sadar manusia) bahwasannya Ilmu tidak dapat didikotomikan karena segala pengetahuan adalah telah ada didalam konsep Islam baik yang dapat dibenarkan sekaligus diterima maupun yang tidak diterima.[12] Meskipun demikian setidaknya ada tiga hal penting yang perlu mendapatkan perhatian serius tentang dikotomis atau non-dikotomis yaitu: 1. Menciptakan manusia-manusia yang siap mengarungi kehidupan dalam berbagai situasinya b.t. ?•tRqè=t«ó¡o?ur Ç`tã Çyr?•9$# ( È@è% ßyr?•9$# ô`ÏB Ì•øBr& ?În1u? !$tBur OçF•Ï?ré& z`ÏiB ÉOù=Ïèø9$# ?wÎ) Wx?Î=s% ÇÑÎÈ “Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh.w. menurut Qardhawi. dan tingkahlaku. tergantung kepada orang yang memandang dan mempergunakannya.[13] 1.[10] Qardhawi (1980) pula mendefinisikan pendidikan sebagai pendidikan bagi keseluruhan hidup termasuklah akal. Dalam tataran praktek pendidikan tidak dapat dipungkiri bahwa ada dan bahkan harus dilakukan pendikotomian ilmu secarafiqhul aulawiyat (mengambil yang prioritas) mengingat kemampuan manusia yang sangat terbatas. untuk mendapatkan kejayaan di dunia dan akhirat. Katakanlah: "Roh itu Termasuk urusan Tuhan -ku. dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". Demikian pula para ulama juga telah membagi ilmu kedalam fardhu „ain dan fardhu kifayah yang menunjukkan bahwa pendikotomian dalam arti prioritas adalah hal yang bahkan harus dilakukan. jasmani.[11] Qardhawi juga memandang bahwa semua ilmu bisa islami dan tidak islami. 2. dan rohani manusia dengan berasaskan nilai-nilai Islam yang bersumberkan wahyu bagi melahirkan insan yang bertaqwa dan mengabadikan diri kepada Allah s. melatih. Pemisahan ilmu secara dikotomis itu. Jadi pendidikan menurut Islam ialah satu proses yang berkesinambungan untuk merubah. Qarwadi menyebut tujuan pendidikan adalah untuk mempersiapkan manusia dalam menghadapi masyarakat yang sering terdapat didalamnya kebaikan dan kejahatan. telah menghambat kemajuan umat Islam. b. kemanisan dan kepahitan.2. Mempersiapkan peserta didik untuk mampu hidup bermasyarakat dalam aneka ragam gejolaknya. a. 2.menjadi sesuatu yang mendarah daging di kalangan umat Islam dan mencapai puncaknya pada abad XI sampai awal abad XIII M.[15] Diantara materi-materi pendidikan yang dapat menghantarkan manusia untuk mewujudkan tujuan diatas adalah[16]:        al-imaniyah (pendidikan iman) al-khuluqiyah (pendidikan akhlak) al-jismiyah (pendidikan jasmani) al-aqiliyah (pendidikan mental) al-nafsiyah (pendidikan jiwa) al-ijlimaiyah (pendidikan sosial) al-jinisiyah (pendidikan seks) Dari sini dapat pula dilihat pendapat beliau yang secara lebih sepesifik mengungkapkan bahwa tujuan pendidikan tidak hanya .

menghayati dan mengamalkan ayat-ayat suci yang diturunkan kepadanya. ôMt/Î?àÑ ãNÍkö?n=tã èp©9Ïe%!$# tûøïr& $tB (#þqàÿÉ)èO ?wÎ) 9@ö6pt¿2 z`ÏiB «!$# 9@ö6ymur z`ÏiB Ĩ$¨Y9$# râä!$t/ur 5=?ÒtóÎ/ z`ÏiB «!$# ôMt/Î?àÑur ãNÍkö?n=tã èpuZs3ó¡yJø9$# 4 ?•Ï9ºs? öNßg¯Rr'Î/ (#qçR%x. Sistem Pendidikan Untuk mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan diatas maka haruslah dibuat sebuah system yang dapat menghantarkannya. Setelah berhijrah ke Madinah. pendidikan Islam pertama kali berpusat di masjid-masjid dan Masjid Quba’ merupakan masjid pertama yang dijadikan Rasulullah sebagai institusi pendidikan. tetapi harus pula berujung pada terbentuknya hubnungan horisontal yang harmonis terhadap sesama manusia dan alam disekitarnya. yang demikian itu[219][18] karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu[220][19] disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas". Di dalam masjid.3. Jumlah kaum Muslimin yang hadir pada awalnya hanyalah sedikit. Suffah Al-Suffah merupakan ruang atau bangunan surau yang bersambung dengan masjid. Saja. Ali Imran ayat 112 berikut ini.1. tempat menyelesaikan masalah individu dan masyarakat. b. Masjid Fungsi masjid selain sebagai tempat ibadat ialah juga sebagai tempat penyebaran dakwah dan ilmu Islam. tempat pertemuan pemimpin-pemimpin Islam.¨r tbrß?tG÷èt? ÇÊÊËÈ "Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada. . Beliau juga membimbing mereka menghafal.3. tempat menerima duta-duta asing. tetapi semakin lama menjadi bertambah sehingga menjadi 38 orang yang terdiri daripada golongan bangsawan Quraisy. b. Contohnya Masjid Nabawi yang mempunyai suffah yang digunakan untuk majlis ilmu.3. Masa Permulaan Islam Tahap ini adalah mencakup pendidikan pada zaman Rasulullah (609-632M) dan para khulafah al-Rasyidih (632-661M).3.1.3. Di Dar al-Arqam. pedagang dan hamba sahaya. beliau mengajar dan memberi khutbah dalam bentuk halaqah di mana para sahabat duduk mengelilingi beliau untuk mendengar dan melakukan tanya-jawab tentang urusan agama dan kehidupan sehari-hari. b. Hal ini karena adalah sesuai dengan isyarat Allah swt.ym 4 y7Ï9ºs? $yJÎ/ (#q|Átã (#qçR%x. dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan.semata-mata membentuk manusia agar membangun hubungan yang baik secara vertikal kepada Allah Swt./RF{$# Î?ö•tóÎ/ 9d. Rasulullah menggunakan rumah Arqam bin Abi al-Arqam di al-Safa sebagai tempat pertemuan dan pengajaran dengan para sahabat. kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia[218][17]. Di antara masjid yang dijadikan pusat penyebaran ilmu dan pengetahuan ialah Masjid Nabawi. Masjidil Haram. tempat bersidang. Rasulullah mengajar wahyu yang telah diterimanya kepada kaum Muslim.2.1. b.1. Yang disebutkan dalam Qs.3. Dar al-Arqam Rumah merupakan tempat pendidikan pertama yang diperkenalkan ketika Islam mulai berkembang di Mekah. tbrã•àÿõ3t? ÏM»t?$t«Î/ «!$# tbqè=çGø)t?ur uä!$u?Î. Semakin luas wilayah-wilayah yang ditaklukan oleh kaum muslimin maka semakin meningkat pula jumlah masjid yang didirikan. Suffah dapat disebut sebagai sebuahsekolah kerana kegiatan pengajaran dan pembelajaran dilakukan secara teratur dan sistematik.1. Masjid Kufah serta Masjid Basrah. dan madrasah bagi anak-anak mempelajari ilmu agama & fardu ain. Diantara sisitem-sistem dimaksud maka dapat diterapkan dalam institusi pendidikan berikut ini[20]: b.

3.4. Ia berfungsi sebagai gedung buku yang terdiri dari buku-buku dan penulisan pelbagai bahasa seperti bahasa Yunani. Perpustakaan Hunain Ibnu Ishaq. Perpustakaan Perpustakaan secara umum dapat dibagi menjadi tiga bagian: · Perpustakaan Umum Perpustakaan umum ialah perpustakaan yang didirikan untuk kegunaan orang banyak. Perpustakaan ini tidak dibuka untuk orang ramai tetapi hanya terbuka untuk orang-orang tertentu saja yang mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat. Rasulullah juga pernah memerintkah tawanan perang Badar yang mampu membaca dan menulis supaya mengajar 10 orang anak-anak Islam sehingga mereka tahu membaca dan menulis dengan baik. Sedangkan arti dakwah secara istilah menurut para pakar adalah sebagai berikut : .3.b. Muhammad Ibnu Tahir Bahrom dan Abu Sulayman. Pada zaman ini.2. b. sejarah raja-raja Parsi. memanggil dan mengajak. Parsi. Kuttab Ia ditumbuhkan oleh orang Arab sebelum kedatangan Islam dan bertujuan untuk memberi pendidikan kepada anak-anak dikalangan rakyat jelata. · Perpustakaan Semi Umum Ia kebiasaannya kepunyaan khalifah atau raja-raja yang didirikan di dalam istana.3. Selain itu.2. Perpustakaan umum pertama didirikan oleh Khalifah Harun al-Rasyidin di Kota Baghdad dan dikenal sebagai Baitul Hikmah. b.3. sejarah bangsa Arab dan sistem pemerintahan negara. institusi tersebut tidak mendapat perhatian dari masyarakat Arab kerana sebelum kedatangan Islam. b. Di samping itu istana khalifah turut dijadikan tempat perkembangan ilmu.3.3.2. institusi pendidikan tinggi dan lanjutan mulai diperkenalkan sehingga melahirkan banyak sarjana dan cerdikpandai Islam dalam pelbagai ilmu. Madrasah Baihaqiyah merupakan madrasah pertama yang didirikan oleh penduduk Naisabur. 1. C. Masa Tabi’in dan Seterusnya Masa ini meliputi zaman kerajaan Umaiyyah (662-750M) dan Abbaisiyah (751-1258M). Konsep Dakwah Islamiyah Secara bahasa dakwah berasal dari bahasa arab “da’a – yad’u” yang berarti menyeru. b.1.2. Sungguhpun begitu.2. Hindu. Kemahiran-kemahiran asas seperti membaca dan munlis dilakukan oleh kebanyakan guru-guru yang mengajar secara sukarela. Ia biasanya dibina oleh ulama dan sasterawan di rumah masing-masing Contohnya. Latin dan sebagainya. Manazil ulama & istana Terdapat beberapa rumah ulama yang digunakan sebagai tempat pertemuan untuk majlis-majlis ilmu seperti rumah Ibnu Sina. institusi pendidikan yang awal seperti masjid dan kuttab terus dikembangkan hasil dorongan dan motivasi dari para khalifah yang memerintah.1. Madrasah Sekolah-sekolah atau madrasah awalnya didirikan untuk menggantikan masjid-masjid yang sudah tidak dapat menampung keperluan pendidikan dari segi ruang dan kelengkapan pembelajaran. Selain itu. hanya 17 orang Quraisy yang tahu membaca dan menulis. Sebagai contoh Khalifah Muawiyah Ibnu Abi Sufyan yang mengundang ulama dan cerdik pandai untuk mendiskusikan sejarah peperangan. Umpamanya kerajaan Fatimiyah telah mendirikan perpustakaan terbesar di istana Kaherah untuk menyaingi perpustakaan khalifah-khalifahBaghdad · Perpustakaan Khusus Ia merupakan perpustakaan khusus yang tidak membenarkan siapa pun menggunakan perpustakaan ini melainkan empunya perpustakaan.

ajakan dari seseorang (Da’i) kepada umat (Mad’u) berbuat kebaikan sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasulnya. Melainkan setelah mendapatkan petunjuk dengan cahaya Allah. Umat Islam ditugaskan untuk mengemban risalah universal kepada seluruh dunia. Menurutnya karena Islam sejak awal dakwahnya merupakan sebuah risalah universal. maka ia berkewajiban untuk mengajak orang lain kejalan Allah setelah ia melakukannya terlebih dahulu. Prinsip-Prinsip Dakwah Dakwah menurut Qardhawi harus bersifat seruan kepada kebaikan. Dakwah untuk membebaskan manusia dari penyembahan kepada manusia. D. Al-Anbiya : 107) Dalam ayat lain Allah SWT berfirman : x8u?$t6s? ?Ï%©!$# tA¨?tR tb$s%ö•àÿø9$# 4?n?tã ¾ÍnÏ?ö6tã tbqä3u?Ï9 ?úüÏJn=»yèù=Ï9 #·•?É?tR ÇÊÈ “Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (al-Qur’an) kepada manusia agar menjadi peringatan bagi seluruh alam".S. 1. Melalui pendekatan-pendekatan yang humanis seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah. 2. Al-An’am :30. Saba 28 dan Q. Q. [23] Risalah Islam yang universal merupakan rahmat bagi alam semesta sebagaimana yang digambarkan oleh Allah merupakan seruan kepada kebaikan umat manusia.1.S.[24] Prinsif ini menurut Qardhawi sebagai prinsif tauhid murni yang melawan segala macam bentuk perbuatan syirik. Dari pengertian di atas dapat diambil pemahaman bahwa. Maka tidak boleh baginya memonopoli kebaikan dan bahaya untuk dirinya sendiri. Pendidikan dakwah dalam hal ini harus membebaskan manusia dari penghambaan terhadap sesamanya. 1. dakwah adalah satu proses menghidupkan peraturan-peraturan Islam dengan maksud memindahkan umat Islam dari satu keadaan kepada keadaan lain. Al-Furqan: 1) Qardhawi juga menunjukkan ayat-ayat lain sebagai penguat argumentasinya yaitu Q. Dakwah untuk persaudaraan dan persamaan manusia Menurut Qardhawi persaudaraan adalah buah dari tauhid yang diserukan oleh Islam dan konsekwensinya adalah persamaan manusia. Menurut Syekh Ali Mahfudz. (Qs. [21] b. a. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam” (Q.S.[22] Pendapat ini selaras dengan Imam Al-Ghazali yang mengatakan amar ma’ruf nahyi munkar adalah inti gerakan dakwan dan penggerak dalam dinamika masyarakat. Seorang da’I dalam hal ini ditantang untuk berani menggerakkan masyarakat dari statis menjadi dinamis. Al-A’raf 158 Q.S. Dia menunjukkan beberapa prinsip yang menonjol dalam pendidikan dakwah Islamiyah sebagai berikut : 1. termasuk juga penghambaan terhadap benda-benda yang bersifat ilusi atau dzat benda-benda. a. dakwah adalah mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk. hal ini selaras dengan firman Allah SWT : !$tBur ?•»oYù=y?ö?r& ?wÎ) ZptHôqy? ?úüÏJn=»yèù=Ïj9 ÇÊÉÐÈ “Dan tidaklah kami mengutus kamu. menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pendapat Bakhial Khauli. Ali Imran :110. Dakwah tidak boleh dipahami sebagai seruan untuk tampil beda (Istimewa) dengan segala tujuannya. dakwah kepada manusia secara keseluruhan dan sebagai rahmat bagi setiap hamba Allah. Persaudaraan itu dibangun dalam beberapa hal : Pertama kedudukan manusia sebagai hamba Allah yang telah . Dakwah dalam Perspektif Qardhawi 1. dan melarang mereka untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar. b. Rahmat atau kebaikan ini menurut Qardhawi tampak jelas dalam beberapa prinsip atau nilai luhur yang diserukan oleh Islam.S.

Kedua. Menurutnya terdapat sembilan ayat dalam surat An-Nisa sebagai teguran kepada Rasulullah ketika ingin membela sekelompok umat Islam yang lemah atau kaum munafik yang menuduh seorng yahudi berbuat suatu kedzaliman dengan mencuri. 1.Menyeru spiritual dan tidak menyepelekan material 4. 2. Retorika Dakwah di Era Globalisasi Dalam menghadapi tantangan global yang menjadikan dunia seolah menjadi dekat seperti menjadi satu kampung saja. meskipun berbeda kulit. c. melunakan hatinya dengan mauidzah yang baik.Berdakwah guna mengagungkan aqidah. Dengan kecanggihan seperti di atas menurut Qardhawi maka dakwah Islamiyah harus memiliki retorika dan karakteristik yang mendasar. Dengan kecanggihan alat komunikasi pada saat ini para kepala negara dapat melakukan rapat dengan kepala negara lain tanpa harus beranjak dari tempat duduk di negaranya. Dakwah untuk Perdamaian Dunia Sebagai agama yang cinta damai perdamaian dunia merupakan bagian dari dakwah Islamiyah. Jihad dilakukan untuk orang yang memerangi Islam. tidak menyimpang dari hikmah dan tidak melenceng dari dialog dengan yang terbaik. Ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW pada saat haji wada bahwa tidak ada perbedaan antara arab dan bukan arab. Menurut Qardhawi jihad yang sesungguhnya didalam Islam adalah hanyalah untuk membela dakwah. d. kecanggihan komunikasi dan informasi semakin hari semakin manakjubkan. Dakwah Untuk Keadilan Seluruh Umat Manusia Qardhawi berpandangan diantara seruan Islam untuk kebaikan umat manusia adalah: menegakkan keadilan antara sesama manusia.25. Dalam hal ini Al-Qur’an telah jelas hanya mengizinkan berjihad untuk membela diri dari orang-orang dzalim (Q. jidad dilakukan untuk membela orang-orang yang lemah. Jihad menurut Qardhawi tidak disyariatkan untuk permusuhan atau pelanggaran terhadap orang-orang yang berdamai yang tidak berdosa. Menurutnya diantara karakteristik retorika dakwah yang harus dimiliki oleh setiap da’i adalah sebagai berikut: 1. warna. Taqwa `lah yang membedakan mereka. Teguran tersebut terdapat dalam ayat 105 – 114.Memikat dengan hal-hal ideal dan peduli terhadap realita 7. Prihal jihad dengan pedang yang sering dijadikan prisai untuk menghantam umat Islam sebagai agama yang menyukai kekerasan oleh orang luar. jika dimusuhi atau pemeluk dakwah disiksa dan difitnah. Al-Hadid .Mengajak kepada keseriusan dan konsistensi.[25] 1. Dan memberikan pelajaran kepada orang-orang yang menghianati.S. menyebar toleransi dan kasih sayang 6.S. sebagai anak Adam. Al-Hajj 39-40) 1. Keadialan bukanlah bagi orang arab saja. Dapat memuaskan nalar mereka dengan hujjah yang nyata.Meyakini wahyu dan tidak menafikan akal 3. kejadian disatu negara dapat diterima secepat kilat beritanya oleh negara lain. adat istiadat dan budaya pada hakekatnya tidak ada perbedaan diantara mereka yaitu sama-sama dari Adam.menciptakan mereka adalah sama dihadapan-Nya. dan tidak melupakan berhibur dan istirahat . keadilan Isalam bersifat syumul (menyeluruh) ayat Al-Qur’an yang memerintahkan mansusia untuk berbuat adil diantaranya adalah Q. yang mampu mengantarkan substansi dakwah kepada semua umat manusia.Mengajak manusia untuk beriman kepada Allah dan tidak mengingkari keberadaannya 2.Memperhatikan ibadah-ibadah syariyah dan tidak melupakan nilai-nilai moral 5. dan Q.S An-Nisa : 58.

III. Ghazali. Malaysia. 6. Syafi’I. Kairo. Dirosah fid d da‟wah Islamiyah. Pendidikan dan dakwah Islamiyah terlahir dari kandungan Al-Qur’an dan As-Sunnah. 1987. (ed). Nur Niaga SDN. HM. Abddillah.Saiful. bukan dari keislaman era tertentu yang memaksakan dirinya untuk berlaku pada era kita. Qardhawi “Madkhal li Marifatil Islam” (Jakarta : Insan Cemerlang : 2003) Noor Ridlo. Dalam menyampaikan misinya. 2. Khitabuna Al-Islami fi Ashr Al-Aulamah (Jakarta : Khalifa 2004) Purwanto. Dar El-Tiba’ah al-Mahmadiyah. Hefni. (Ciputat : Logos Wacana Ilmu 1999) Azra. Remaja Rosyda Karya : 1984) Qardhawi. Sistem Pendidikan Ikhwanul Muslimin. 1. 2. 6. Yusuf. PENUTUP Dari uraian tadi.1 Hadi . Penulis mencoba menyimpulkan bahwa pendidikan dan dakwah Islamiyah sudah tertata secara ideal ketentuan dan batasan-batasannya dari segala dimensinya. Hanun. Dinamika Dakwah Islamiyah. th. dakwah Islamiah menyeru kepada umatnya untuk membebaskan manusia dari penyembahan kepada manusia. Ilmu Pendidikan Teori dan Praktek (Bandung : PT.BHD.[26] Dari penjelasan di atas Qardhawi mencoba meneropong esensi rertorika berdakwah dalam Islam yaitu untuk menegakkan keadilan dalam seluruh sendi kehidupan. menjalin persaudaraan dan persamaan manusia. 3. dan menepis tudingan Amerika yang menganggap umat Islam telah keliru didalam memahami esensi dakwah.Mencermati modernitas dan berpegang teguh kepada orsinalitas 1. sejarah Pendidikan Islam. Metode Dakwah. 1983 Suparta. 9. 8. Retorika Islam (Terj) Qardhawi. 4. Jakarta: Media Da’wah. 5. REFERENSI 1. Ngalim. 3. Bersikap futuristik dan tidak memungkiri masa lalu Memudahkan berfatwa dan menggembirakan dalam berdakwah Mengumandangkan ijtihad dan tidak melampaui batasan permanen Menolak gerakan terorisme yang terlarang dan mendukung jihad yang disyariatkan Mengukuhkan eksistensi wanita dan tidak mengikis martabat laki-laki Melindungi hak-hak kaum minoritas dan menolak arogansi. Abd. Rauf . (Jakarta : Hikmah :2003) Darussalam. cet.8. Ensiklopedi Tokoh Islam. Abdul Qadir Sayid. Menuju Pemahaman Islam Yang Kaffah (Terj). Harjani. (Jakarta : Prenada Media : 2003) . cet 1 Asrohah. Munzier. Azyumardi dan Maarif. 1996.Berorientasi global dan tidak melupakan aksi lokal 9. Dari Abu Bakr Sampai Nashir dan Qardawi. dakwah untuk keadilan seluruh umat manusia serta duntuk kemaslahatan dunia. 7. cet. 4. 5.

cmm. (Ciputat : Logos Wacana Ilmu 1999). hal. http://artikel.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam .Cached .122k . Ilmu Pendidikan Teori dan Praktek (Bandung : PT. Ensiklopedi Tokoh Islam.Cached. Khoirul. 360 [3] Azyumardi Azra dan Syafi’I Maarif.com/doc/5334364/Biografi-Singkat-Yusuf-Qardhawi . Al-Isra’: 85 [14] Yusuf Qardhawi. dikutip tanggal 19 Desember 2008 . akses tgl 19 Desember 2008 [13] Qs.Cached . [15] ms.php?id=A490_0_3_0_M .wikipedia. (terj. 51:6 [7] Q. 362 [4] Ngalim Purwanto. 24 [11] ms. hal. dikutip tanggal 19 Desember 2008 www. 13 Mei 2007 [9] Hanun Asrohah. 19 Desember 2008 [2] Azyumardi Azra dan Syafi’I Maarif. Jakarta: Media Da’wah. Khoirul Anam . Moh. sejarah Pendidikan Islam.122k . sejarah Pendidikan Islam.id/cmm-ind_more.S. 1983.Cached.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . http://artikel. (Jakarta : Hikmah :2003).Cached .cmm. akses tgl 19 des 2008 [1] www. Nabhan Husein). M .org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . dikutip tanggal 19 des 2008 www. hal. cet.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . 11 ms.id/cmm-ind_more.Cached.Cached.wikipedia.us.org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . Ensiklopedi Tokoh Islam. dikutip tanggal 19 Desember 2008 ms. 1. Dari Abu Bakr Sampai Nashir dan Qardawi hal. th. 5 [10] Hanun Asrohah.us. at-Tarbiyah al-Islamiyah wa Madrasatu Hasan al-Banna. Al-Baqarah 2: 30 [8] M.Cached .com/doc/5334364/Biografi-Singkat-Yusuf-Qardhawi . Remaja Rosyda Karya : 1984) hal .wikipedia. dikutip tanggal 19 Desember 2008 [6] QS.scribd.or.scribd.or. 37. 13 Mei 2007 www.php?id=A490_0_3_0_M .Internet Anam. Al-Dzariat .wikipedia. Dari Abu Bakr Sampai Nashir dan Qardawi. 19 Desember 2008 ms.wikipedia.Cached .

Menuju Pemahaman Islam Yang Kaffah (Terj).57 . 56 . Malaysia. Menuju Pemahaman Islam Yang Kaffah (Terj).org/wiki/Institusi_pendidikan_dalam_Islam . Khitabuna Al-Islami fi Ashr Al-Aulamah (Jakarta : Khalifa 2004) hal . Dirosah fid d da‟wah Islamiyah. hal : 399 . kerendahan.BHD. dan kemurkaan dari Allah.Dinamika Dakwah Islamiyah. cet 1. cet. Metode Dakwah dalam Abdul Qadir Sayid Abd. 5 [22] Munzier Suparta. (Jakarta : Prenada Media : 2003) hal.1 hal. Harjani Hefni (ed).wikipedia.S. 10 dalam Ghazali Darussalam.401 [24] Saiful Hadi. Abddillah Noor Ridlo.Cached . [20] ms. Kairo. Metode Dakwah.[17] [218] Maksudnya: perlindungan yang ditetapkan Allah dalam Al Quran dan perlindungan yang diberikan oleh pemerintah Islam atas mereka. [18] [219] Yakni: ditimpa kehinaan. [19] [220] Yakni: kekafiran dan pembunuhan atas Para nabi-nabi. Al-Hujarat : 13) [26] HM.Saiful Hadi. 1987. Qardhawi “Madkhal li Marifatil Islam” 403 [25] Baca pula Q. hal 10 [23]. Nur Niaga SDN. Rauf. dikutip tanggal 19 Desember 2008 [21] Munzier Suparta. Harjani Hefni (ed). 1996. Dar El-Tiba’ah al-Mahmadiyah. Qardhawi “Madkhal li Marifatil Islam” (Jakarta : Insan Cemerlang : 2003). Retorika Islam (Terj) Qardhawi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful