Materi Penyuluhan; Kenakalan Remaja dan Akibat Hukumnya

D IT UL IS OL EH R EMAJA | 30 J UN I 2 01 1

PENDAHULUAN Kenakalan remaja adalah gejala alami yang dimiliki setiap manusia, hal ini disebabkan karena manusia memiliki sifat hendonisme yaitu suka pada kesenangan. Senada dengan pendapatnya Huizinga (1990:34) yang mengatakan bahwa pada hakekatnya manusia adalah homo ludes (mahkluk bermain) danhomo esparans (mahkluk yang selalu berharap). Hakekat dan sifat dasar manusia itu kalau tidak diimbangi dengan aturan main (ketaatan hukum) dan pemahaman nilai-nilai agama yang baik maka akan cenderung menjadi perilaku yang negatif (nakal). Kenakalan tersebut akan lebih mudah dilakukan oleh anak-anak dan remaja, hal ini disebabkan karena tahap perkembangan pikiran mereka/nalar mereka umumnya masih rendah. Dalam ilmu kriminolgi ada teori perkembangan moral manusia yang disebut Moral Development Theory (Topo Santoso dan Eva Achjani, 2003: 53), teori ini menggambarkan tentang tahap-tahap perkembangan pikiran/nalar manusia, yaitu: a. Tahap Pra-konvensional (umur 9-11 tahun); pada tahap ini anak umumnya berpikir “lakukan” atau “tidak lakukan”. b. Tahap Konvensional (umur 12-20 tahun); pada tahap ini remaja umumnya mulai mencari jati diri, mereka sudah mulai mengadopsi nilai-nilai dan aturan-aturan yang ada disekelilingnya. c. Tahap Postconventional (umur ≥ 20 tahun); pada tahap ini manusia umumnya sudah kritis menguji kebiasaan-kebiasaan atau norma-norma yang dianggap tidak sesuai, tingkat kematangan emosi sudah stabil, sudah mampu mengolah/mengatur pikiran, perkataan dan perbuatannya. Dari teori tersebut tergambar bahwa tingkat kerawanan manusia untuk berperilaku menyimpang adalah pada tahap Pra-konvensional dan tahap konvensional, yang dalam diskusi ini akan difokuskan pada tahap konvensional, yaitu usia remaja. PENGERTIAN DAN JENIS KENAKALAN REMAJA Kenakalan remaja biasa disebut dengan istilah Juvenile delinguency. Juvenile berasal dari bahasa LatinJuvenilis yang artinya anak-anak, anak muda, sedangkan delinquent berasal dari bahasa latin delinquere yang berarti terabaikan, mengabaikan, yang kemudian menjadi perbuatan yang menyimpang/kejahatan. Kenakalan Remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh Remaja. Perilaku tersebut akan merugikan diri sendiri dan orang-orang

Pengalaman 2. .Stimulant – obat yang dapat mempercepat sistem saraf pusat. tidak mau diakui oleh laki-lakinya. mood dan emosi bagi yang mengkonsumsinya. Sepilis dan penyakit kelamin lainnya . Seks Bebas.Depressant. heroin dll . orang tersebut belum siap untuk menikah.disekitarnya. zat adiktif yang terkandung dalam narkoba. 2003:54) dikatakan bahwa manusia melakukan sesuatu dipengaruhi oleh dua faktor. Pengamatan . kokain. Para ahli pendidikan sependapat bahwa yang dikatakan usia remaja adalah 13-18 tahun. membuat anda bersemangat dan energik. HIV/Aids. obat ini bisa membuat orangg merasa santai. yaitu: 1. Penyalahgunaan Narkoba Narkoba adalah obat atau bahan yang berbahaya bagi tubuh. Tawuran dll PENYEBAB KENAKALAN REMAJA DAN MENGATASINYA Dalam Teori Pembelajaran Sosial (Topo Santoso dan Eva Achjani. Ini meningkatkan aktivitas otak anda. diantaranya: . kurang tegang dan kurang menyadari peristiwa sekelilingnya.Hamil diluar nikah: usia yang belum memadai untuk hamil.Meningkatkan kinerja tubuh . seperti: Alkohol. dapat mempengaruhi perasaan. Jenis-jenis Kenakalan Remaja 1. seperti: Tembakau. obat dapat memperlambat sistem syaraf pusat. Dampak negatif seks bebas.Rasa ingin tahu Beberapa efek atau pengaruh narkoba bagi tubuh kita: . obat yang dapat membuat halusinasi. Mengapa orang mengkonsumsi narkoba: . perbuatan seks/perbuatan layaknya suami istri yang dilakukan diluar perkawinan/sebelum perkawinan. 3.Hallucinogenics. dll .Untuk merasakan kesenangan.Dapat kena berbagai macam penyakit. tidak mendapat persetujuan orang tua dan lain-lain. ecstasy 2. seperti marijuana.

atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin pigur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini. pergaulan dengan teman yang tidak sebaya atau tidak selepel. 2. Krisis Identitas Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. seperti terlalu memanjakan anak. guru. Contoh penyebab control diri lemah adalah orang yang selalu memendam masalah dalam dirinya/tidak terbuka. Faktor Eksternal 1. dll 3. tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga. Kedua.Pengalaman dapat berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. berteman dengan anak nakal. Pendidikan yang salah di keluarga pun. hal baik yang dialami maupun yang diamati seseorang akan berpengaruhi positif pada pola perilakunya. Pertama. sedangkan pengamatan ditimbulkan oleh sesuatu yang berasal dari luar. Faktor penyebab kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi 2. yaitu: a. Keluarga Perceraian orang tua. b. kurangnya kasih sayang orang tua. tercapainya identitas peran. Keduanya akan berpengaruh kepada pola perilaku manusia dalam menjalani kehidupannya. dampak negatif IPTEK. Kenakalan remaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. demikian sebaliknya hal buruk yang dialami atau diamati seseorang umumnya berpengaruh negatif pula pada perilakunya. Pengaruh lingkungan yang kurang baik. Pengaruh teman sepermainan. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut. terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. tidak memberikan pendidikan agama. kurangnya pengawasan dari orang tua. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya control diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja 1. bisa menyebabkan terjadinya kenakalan remaja 2. teman sebaya untuk melakukan point pertama . terlalu keras terhadap anak. Kontrol Diri yang lemah Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku nakal. 2. Adanya motivasi dari keluarga. Faktor Internal 1. namun tidak bisa mengembangkan control diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Narkotika Golongan I bagi dirinya sendiri. komunikatif. Ke-2 barangsiapa dengan sengaja merusak kesusilaan dimuka orang lain yang hadir tidak dengan kemauannya sendiri b. 5. seperti: a. tidak pergi meninggalkan kita apabila kita sedang dalam bahaya dan kesulitan. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siapa dan komunitas mana remaja harus bergaul.3. Seks Bebas Secara khusus mengenai seks bebas tidak diatur dalam KUHP tetapi tindakan tersebut dapat menjerumuskan kita pada tindak pidana tertentu. c. dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan. Melanggar kesusilaan didepan umum Pasal 281 KUHP menyatakan bahwa Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyakbanyaknya empat ribu lima ratus rupiah: Ke-1 barangsiapa dengan sengaja merusak kesusilaan dihadapan umum. memberikan perlindungan apabila kita berada dalam bahaya. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis. dan membantu sanak keluarga kita. menjaga barang-barang dan harta kita apabila kita lengah. dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 2. Narkotika Golongan III bagi dirinya sendiri. Teman yang baik adalah mereka yang memberikan perlindungan apabila kita kurang hati-hati. dan nyaman bagi remaja 4. Narkotika Golongan II bagi dirinya sendiri. dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun. Penyalahgunaan Narkoba Pasal 127 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menyebutkan bahwa (1) Setiap Penyalah guna: a. b. Tindak Pidana Perkosaan . DAMPAK HUKUM KENAKALAN REMAJA 1.

e. laki-laki yang turut melakukan perbuatan itu. b perempuan yang tiada bersuami yang turut melakukan perbuatan itu. Membunuh anak yang baru dilahirkan Pasal 341 KUHP menyatakan “Seorang ibu yang karena takut akan diketahui ia sudah melahirkan anak. dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan (2) Jika perbuatan itu berakibat wanita itu mati. Ke-2 a. pada ketika anak itu dilahirkan atau tiada berapa lama sesudah dilahirkan. Berzina Pasal 284 ayat (1) KUHP menyatakan bahwa Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya Sembilan bulan: Ke-1 a. padahal diketahuinya. bahwa pasal 27 Kita Undang-Undang Hukum Perdata berlaku baginya. karena perkosaan.Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2002 menyatakan “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan . dengan sengaja menghilangkan nyawa anak itu dipidana karena bersalah melakukan pembunuhan anak. b perempuan yang bersuami yang berzina. bahwa yang turut bersalah itu beristri dan pasal 27 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata berlaku bagi yang turut bersalah itu d. atau menyuruh orang lain menyebabkan itu. ia dipidana dengan pidana penjara selamalamanya tujuh tahun.Pasal 285 KUHP menyatakan bahwa “Barangsiapa yang dengan kekerasan atau dengan ancaman memaksa perempuan yang bukan isterinya bersetubuh dengan dia. dengan pidana penjara selama-lamanya tujuh tahun” f. dipidana dengan pidana penjara selamalamanya emapat tahun” Pasal 348 KUHP menyatakan (1) Barangsiapa dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungan seorang wanita dengan izin wanita itu. dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya dua belas tahun”. sedang diketahuinya bahwa yang turut bersalah itu bersuami. Menggugurkan kandungan Pasal 346 KUHP menyatakan bahwa “Wanita yang dengan sengaja menyebabkan gugur atau mati kandungannya. laki-laki yang beristri yang berzina sedang diketahuinya. Tindak Pidana yang berkaitan dengan Perlindungan Anak . c.

persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. melakukan tipu muslihat. DAFTAR PUSTAKA Huizinga J. jika penyerangan itu berakibat ada orang mati. dengan pidana penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan. memaksa. Kenakalan Remaja. Com. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak AnneAhira. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak 300 juta dan paling sedikit 60 juta. Homo Ludens Fungsi dan Hakekat Permainan dalam Budaya (Hasan Basari sebagai penerjemah). serangkaian kebohongan atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. 3. dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun dan denda paling banyak 300 juta dan paling sedikit 60 juta. maka selain dari tanggungannya masing-masing atas perbuatan yang istimewa dilakukannya dipidana: Ke-1. Kriminologi. dengan pidana penjara selama-lamanya empat tahun. 1990. Ke-2.Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 menyatakan “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan. . 2003. Tawuran Pasal 358 KUHP menyatakan bahwa Barangsiapa dengan sengaja turut serta dalam penyerangan atau perkelahian yang dilakukan oleh beberapa orang. . Jakarta: LP3ES Topo Santoso dan Eva Achajani. jika penyerangan atau perkelahian itu hanya berakibat ada orang luka berat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful