PERANAN GURU PRNDIDIKAN JASMANI DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR.

Sugeng Purwanto* Abstrak : Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan guru pendidikan jasmani dam meningkatkan proses belajar siswa Sekolah Dasar. Peranan Guru Pendidikan Jasmani dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menerima ilmu yang diberi oleh guru demi meningkatkan proses belajar siswa di sekolah. Oleh karena itu guru adalah bagian yang penting dan penuh tanggung jawab terhadap kemajuan anak didik atau siswa. Kata-kata kunci : Guru Pendidikan Jasmani, Proses Belajar. PENDAHULUAN Disadari sepenuhnya bahwa untuk mengejar keterbelakangan serta memerangi kemiskinan dan kebodohan masyarakat, bangsa dan negara dewasa ini,maka perlu ditingkatkan berbagai upaya dalam menanggulangi hal tersebut. Dalam mencapai tujuan membangun bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera, perlu adanya dedikasi dan kerja keras dari berbagai pihak. Pembinaan dan pengembangan anak, remaja dan pemuda diupayakan melalui pembangunan di berbagai bidang yang didukung oleh iklim yang kondusif agar terwujudnya masyarakat belajar. Pembinaan dan pengembangan anak dan remaja harus dimulai sedini mungkin dan perlu ditekankan pada kedudukan dan fungsi mereka sebagai penerus cita-cita perjuangan. Pembinaan dan

pengembangan pemuda di arahkan pada upaya persiapan generasi muda menjadi kader bangsa yang tangguh dan ulet dalam menghadapi tantangan pembangunan serta bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan bangsa dan negara. Pendidikan perlu dikembangkan dan dimantapkan dengan melengkapi berbagai ketentuan serta mengutamakan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, perluasan dan peningkatan kualitas pendidikan kejuruan serta pelaksanaan wajib belajar sembilan tahun. Upaya itu perlu didukung oleh peningkatan sumber daya pendidika secara bertahap,disertai keterpaduan dan

*

Drs. Sugeng Purwanto, M.Pd adalah Dosen Tetap di UNY Yogjakarta.

1

perlu meningkatkan mutu pendidikan jasmani.efisiensi pelaksanaannya sehingga mampu memenuhi tuntutan dan kebutuhan pembangunan.maka secara tidak langsung peningkatan jasmani yang baik mempengaruhi prestasi dalam segala bidang kerja. Karena dengan fungsi seorang guru pendidikan jasmani maka lembaga pendidikan yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan administrasi sekolah dan merupakan pusat budaya ilmu. Pendidikan jasmani tidak kalah pentingnya dalam rangka pembangunan. Dengan adanya periodisasi pendidikan. Aspek ini bertitik tolak dari didikan dan bimbingan guru yang menjadi sumber ilmu untuk mendidik generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa. Begitu juga halnya dengan guru yang mengajar di sekolah dasar. Menurut Harsono (1978 :2) bahwa :”Pendidikan jasmani adalah suatu aspek penting untuk mencapai tujuan pendidikan atau suatu pendidikan melalui aktivitas-aktivitas jasmani”. Dikatakan di atas bahwa pendidikan jasmani adalah suatu aspek penting untuk mencapai tujuan pendidikan atau suatu pendidikan melalui aktivitas-aktivitas jasmani. Seperti yang dikatakan Winarno Surachmad (1987 :20) bahwa : Tugas dan peran guru pendidikan jasmani di sekolah diperiodisasikan kepada tiga hal yakni: 1) Masa pendidikan persiapan. maka khususnya guru pendidikan jasmani dan mengantisipasi waktu yang ada untuk membentuk kepribadian siswa. Selain itu proses belajar siswa dapat ditingkatkan sekiranya seorang guru pendidikan jasmani itu berkriteria professional dalam menjalankan tugasnya. Periodisasi pendidikan yang berlaku ini berarti masa pendidikan yang dialami oleh anak sesuai dengan masa pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohaniah anak. 3) Masa pendidikan pembentukan diri sendiri. Pendidikan jasmani merupakan bagian integral daripendidikan nasional dengan melibatkan komponen kondisi fisik. dengan kata lain tugas atau peranan guru itu sangat dominan dalam pembentukan kepribadian siswa. Interaksi siswa dengan guru pendidikan jasmani adalah suatu interaksi in put dimana guru pendidikan jasmani adalah yang paling dekat dengan 2 . 2) Masa pendidikan yang sebenarnya. yang mana menjadi teladan kepada siswa agar bias mandiri.

tetapi dalam penerimaan nilai-nilai. Adapun kendala-kendala tersebut sangat mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah. 2) Kemampuan berbagi pengalaman dan mengutamakan kepentingan orang lain. perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga tujuan yang diharapkan bisa tercapai. 3 . 6) Rasa kebanggaan terhadap hasil kerjanya. Seperti yang dikemukakan oleh Ibrahim dan Nana Syaodih (1991 :23) bahwa : “Interaksi guru dengan siswa bukan hanya dalam penguasaan bahan ajar. 3) Kemampuan membangun persahabatan dan persaudaraan. Interaksi guru dengan siswa bukan hanya sebagani suatu penguasaan bahan ajar. pengembangan sikap serta dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh siswa. tetapi juga sebagai pendidik dan pembimbing. Adapun tujuan pendidikan jasmani yang harus diperhatikan oleh guru setelah siswa selesai sekolah dasar adalah harus memiliki : “1) Kemampuan membedakan yang benar dan yang salah. serta 7) Kebiasaan hidup sehat”. Khsus menyangkut guru yang belum menguasai materi pelajaran serta peranan dan tugasnya sebagai seorang pendidik dalam meningkatkan proses belajar siswa. Contoh secara interen. 4) Rasa ingin tahu dalam berbagai hal. Dengan demikian peranan guru bukan hanya sebagai pengajar atau pelatih. tetapi banyak hal yang harus diperhatikan. Untuk membekali guru dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan perlu ditempuh dengan strategi yang tepat dalam meningkatkan mutu guru secara khusus dan peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Sedangkan masalah eksteren adalah kekurangan tenaga guru yang mengajar di sekolah sehingga sekolah yang kekurangan tenaga guru itu mengambil guru honor yang tentunya harus digaji oleh sekolah bersangkutan. baik secara interen maupun eksteren.siswa dibandingkan dengan guru-guru mata pelajaran lainnya. mengalami kendala. Sampai saat ini kenyataan menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar. 5) Kemampuan berpikir dan mengekspresikan diri. seperti masalah disiplin siswa yang tidak bisa ditangani guru secara efektif juga masih banyak guru yang kurang menguasai materi pelajaran sehingga mutu yang diharapkan tidak memadai.

mempunyai tanggung jawab mendewasakan anak didik. dibina menjadi manusia yang berkepribadian. KAJIAN TEORI A.” Pengertian strategi itu sendiri menurut Sugiyanto (1993 :31) adalah : daya upaya dan siasat yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok untuk mencapai suatu tertentu. Dengan demikian usaha dalam meningkatkan mutu guru dalam proses belajar siswa khususnya guru pendidikan jasmani. Ini terlihat dengan kegiatan yang dilakukan oleh guru demi meningkatkan kualitas proses belajar siswa khususnya mata pelajaran pendidikan jasmani di sekolah. agar mereka dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan terpendam pada anak didik. Fungsi dan peranan guru adalah sangat penting. perlu menggunakan strategi yang tepat. Melalui fungsi guru anak didik dapat dikembangkan. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah harus dimulai atau dibarengi dengan peningkatan mutu pendidikan tenaga pengajar. Untuk mencapai hasil yang diharapkan maka fungsi guru adalah sangat penting dan menentukan keberhasilan proses belajar siswa di sekolah. Fungsi Guru Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar Fungsi guru pendidikan jasmani adalah sangat penting dalam organisasi keguruan. Dengan melihat fungsi guru yang sangat menentukan tercapainya tujuan pendidikan terutama proses belajar siswa. Hal ini sangat penting sebagai bekal kepada seorang guru pendidikan jasmani untuk mengatur strategi dalam meningkatkan proses belajar siswa. maka guru pendidikan jasmani perlu 4 .Santoso Hamidjojo(1979 :12) mengatakan bahwa : “Peningkatan mutu pendidikan. oleh karena itu melalui fungsi dan peranan guru inilah berhasilnya pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Dalam hal ini setiap anak didik tidak dapat berkembang secara maksimal dan sempurna tanpa pertolongan dari pihak lain. Guru sama halnya dengan orang dewasa lainnya. harus dinilai dari titik pangkal strategi yaitu pendidikan tenaga pengajar yang harus diselesaikan menurut kemampuan bakat dan dedikasinya.

ulangan kepada mereka dan mengoreksi atau menilainya.” Melalui mata pelajaran yang diajarkan sekolah (guru) berusaha menambah dan mengembangkan pengetahuan anak yang kelak akan terlihat pada perubahan tingkah lakunya. Penjelasan dari tiga fungsi tersebut adalah sebagai berikut : Fungsi Instruksional Fungsi instruksional adalah mengajar (to teach) dalam arti mempersiapkan bahan-bahan pelajaran yang akan diajarkan. Hal ini seperti dikatakan oleh Winarno Surachmad (1987 :65) bahwa : “Orang tua adalah pendidik utama bagi anak dan guru juga berfungsi sebagai pendidik yang bertugas membantu orang tua memberikan pengetahuan yang diperlukan anak bagi perkembangan menjadi manusia dewasa kelak.” Hal ini penting karena peranan dan fungsi guru pendidikan jasmani dalam meningkatkan proses belajar siswa adalah sebagai berikut : 1) Fungsi Instruksional. Guru dikatakan sebagai orang tua di sekolah merupakan suatu samaran yang efektif. guru-guru hendaknya juga membimbing murid-muridnya menjadi manusia yang bertanggung jawab dan warga Negara yang pancasilais sejati serta bertaqwa kepada Tuhan Fungsi Managerial Dalam masalah pembangunan diharapkan dari guru untuk melaksanakan fungsi managerial yaitu kepemimpinan yang sesuai dengan irama pembangunan dan falsafah hidup bangsa. jadi yang mengetahui secara dekat dengan anak-anak didik disamping memberikan pelajaran-pelajaran yang membina. 5 . 2) Fungsi educational. Seperti apa yang dikatakan oleh Santoso Hamidjojo (1979 :12) bahwa : “Peningkatan mutu pendidikan di sekolah harus dimulai atau dibarengi dengan peningkatan mutu tenaga pengajar pendidikan. menyajikan kepada murid-muridnya. Fungsi Educational Selain mengajar. memberikan tugas-tugasnya.memiliki kemampuan dan strategi mengajar yang memadai. 3) Fungsi managerial. Ini karena di sekolah guru adalah pengganti orang tua.

Sekali waktu juga harus membimbing anak belajar. Di sekolah. sesekali harus memberikan teladan dan bahkan memimpin murid manakala diperlukan dan mungkin masih banyak lagi peran-pean lainnya. tugas guru pendidikan jasmani bukan hanya mendidik dan mengajar murid-murid tetapi mempunyai tugas lainnya yangs sangat berarti bagi peningkatan prestasi belajar siswa. karena gurulah manusia mendapat ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi kepribadian serta pembangunan bangsa. Karena itulah guru harus bisa memenuhi sifat mental. Guru diibaratkan sebagai jembatan ilmu. ia dibebani juga dengan tugas mendidik dan mengajarkan pendidikan kesehatan. Seprti yang dikatakan Nadisah (1992 :17) bahwa : “Guru pendidikan jasmani selain mempunyai tugas utama mendidik dan mengajar pendidikan jasmani. Oleh karena itu ia pun dituntut mengetahui dan memahami serta mampu melaksanakan beban tugas yang kedua ini”. ucapan dan perbuatannya pun dituntut sebagai tindakan. kejujuran dan sifat-sifat yang baik dan terpuji. Guru seringkali menjadi anutan bagi muridnya baik secara formal di sekolah maupun informal di luar sekolah. kebenaran. maka segala tindakan. Sebagai konsekuensi dari predikat yang ada itu. Peran guru bukan hanya menyampaikan bahan pelajaran agar dapat diterima dan diinternalisasikan oleh anak didik tetapi juga mempunyai peran-peran serta fungsi lain yang bersifat majemuk. B. minat dan kebutuhan setiap muridnya agar bisa memberikan bimbingan 6 . keterampilan.Predikat guru melekat pada orang dewasa yang bertugas rutin menyampaikan pengetahuan dan keterampilan intelektual maupun motorik kepada anak didik yang umumnya berusia lebih muda yang disebut murid. Selain itu guru juga adalah teladan kepada murid dengan sikap-sikap yang positif dan mempunyai pengetahuan. ucapan dan perbuatan seseorang guru pada saat bertugas formal di sekolah. Tugas Guru Pendidikan Jasmani Guru adalah sumber inspirasi yang menjadi penggerak kepada siswa menjadi mandiri dan professional dalam melakukan semua aktivitas yang berlandaskan pada pemikiran rasional.

2) Fase belajar tingkat kedua. Guru bermutu adalah guru yang memiliki syarat-syarat kepribadian dan kemampuan teknis keguruan”. Dengan proses pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru pendidikan jasmani seperti ini. guru harus objektif seperti yang dikatakan oleh Rochmah Bakti (1992 :2) bahwa : “Dalam dunia pendidikan. Dalam memberikan keputusan atau penilaian. harus juga memperhatikan kurikulum yang berlaku di sekolah agar proses pembelajaran siswa dapat dilakukan dengan professional dan mengikuti ketentuan-ketentuan yang etrdapat dalam kurikulum tersebut. Fase Belajar Tingkat Kedua Guru memiliki tugas untuk menambah dan memperhalus keterampilan motorik peserta didik. Di era globalisasi masa kini sudah tentu tugas seorang guru itu akan bertambah rumit namun begitu dengan adanya kemajuan teknologi sudah tentu guru dapat menjalankan tugas dengan baik. sudah tentu tingkat pencapaian siswa akan meningkat.dan pelajaran sebaik-baiknya dan seefektif mungkin yang sesuai terhadap individual setiap anak. Adapun fase tersebut meliputi : Fase Belajar Tingkat Pertama Guru mempunyai tugas yang berat yaitu untuk memperkenalkan kepada peserta didik sesuatu hal yang baru dan berusaha untuk mengendalikan proses pembelajaran sehingga peserta didik dapat menguasai hal-hal baru tersebut dalam batas-batas tertentu. Selain itu tugas guru dikategorikan dalam tiga fase yang dikemukakan oleh Yanuar Kiram (1992 :98) yaitu : 1) Fase belajar tingkat pertama. Fase ini merupakan perantara atau transisi yang 7 . 3) Fase belajar tingkat ketiga. Oleh karena itu guru pendidikan jasmani tidak boleh memaksakan kegiatan pembelajaran mengikuti kemauannya tetapi berlandaskan kepada aturan yang memang ditentukan oleh sekolah berdasarkan kepada kurikulum yang ada. terselenggaranya pendidikan yang bermutu sangat tergantung kepada guru yang bermutu juga. Tugas guru pendidikan jasmani dalam melaksanakan tugasnya.

bertindak. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru yang realisasinya memberi manfaat bagi pemenuhan yang perlukan oleh masyarakat. Sebagai pengajar guru mempunyai tugas untuk mengembangkan pengetahuan serta berbagai keterampilan yang diperlukan bagi setiap orang adar dapat bekerja. kompetensi sosial dan kompetensi professional. pengembangan sikap moral yang dikehendaki oleh masyarakat. Agar tugas guru berjalan dengan baik.menentukan apakah seseorang dapat dilanjutkan pemberiannya untuk mencapai suatu prestasi tinggi. maka perlu dikembangkan potensi pribadi sehingga menjadi matang dan mampu berpikir secara rasional dan memiliki kompetensi personal. Kompetensi personal yang mana kemampuan yang ada pada diri guru dan yang dapat mengembangkan kondisi belajar sehingga hasil belajar dapat dicapai dengan lebih efektif. Fase Belajar Tingkat Ketiga Guru memiliki tugas untuk menstabilkan kemamuan-kemampuan motorik yang didapat oleh peserta didik serta mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut dalam berbagai situasi dan keadaan yang sebagaimana telah dikemukakan. Kompetensi guru juga harus dititik beratkan dalam pelaksanaan tugasnya dengan baik. berpikir. maka seorang guru pendidikan jasmani seharusnya mampu menyesuaikan diri dengan setiap tugas yang seharusnya dilaksanakan berdasarkan fase-fase yang ada. Dengan adanya perbedaan tugas seorang guru pendidikan jasmani di sekolah seperti yang diungkapkan tadi. Sebagai pendidik tugasnya menyangkut pada pembinaan pribadi. 8 . ketekunan dan usaha yang bersangkutan untuk menguasai berbagai kompetensi yang diperlukan dalam tugasnya secara ideal. Keberhasilan guru dalam menjalankan tugasnya tergantung pada kemauan. Seorang guru mempunyai tugas ganda yaitu sebagai pendidik dan sebagai pengajar. berkomunikasi serta melakukan aktivitas sehari-hari. Sebab itu kompetensi guru harus diimplikasikan sebagai satu objek dominant dan dinamik yang menunjang dalam tugasnya sebagai guru dalam pendidikan. Adapun kompetensi guru ini dibagi atas tiga yakni kompetense personal.

sebab itu sebagai seorang pengajar. Kompetensi ini dasarnya adalah kemampuan yang dimiliki seorang guru sebagai pengajar yang baik. 3. Menguasai Landasan-Landasan Pendidikan Dengan menguasai landasan-landasan pendidikan diharapkan guru memiliki wawasan teoritis tentang tugasnya. memungkinkan guru merencanakan dan menyelenggarakan pengajaran dengan baik sehingga dapat diikuti oleh siswa dengan mudah dan efektif. Kemampuan Mengelola Program Belajar Menggajar Kemampuan mengelola program belajar mengajar. guru harus memiliki kemampuan dasar tentang materi atau bahan pelajaran yang diajarkan. sehingga dapat menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan tuntutan perkembangan siswa dalam membina dan mengembangkan pribadi dan keterampilannya. Kemampuan Mengelola Kelas Kemampuan mengelola kelas memungkinkan guru menumbuhkan dan mengembangkan suasana kelas yang dapat mendorong siswa mengikuti proses belajar-mengajar dengan penuh minat 4. seperti dikemukakan oleh Sardiman (2000 :161) yaitu : 1.Dalam hal ini terdapat kesesuaian antara kompetensi yang dimiliki sorang guru dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam dunia pendidikan dikenal 10 kompetensi guru yang menjadi landasan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. guru berhak menggunakan kompetensinya tersebut sebagai pengabdian terhadap masyarakat. Menguasai Bahan Ajar Menguasai bahan pelajaran. 2. Kompetensi lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah kompetensi professional. 9 . Karena sifatnya social. berarti memungkinkan guru dapat menyajikan bahan pelajaran sebaik-baiknya sehingga siswa dapat menerima dan mengelolanya secara mantap sebagai bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.

Mengenal Fungsi Dan Program Bimbingan Dan Penyuluhan (Konseling) Mengenal fungsi bimbingan dan penyuluhan. 6. sehingga siswa mencapai hasil belajar yang optimal. sehingga pendidikan yang diterima oleh siswa merupakan suatu yang hidup dan selalu diperbaharui 9. memungkinkan guru mengetahui arah perkembangan kepribadian siswa secara lebih mendalam. dapat dikenali atau dapat dicegah secara dini. Kemampuan Menggunakan Media/Sumber Belajar Kemampuan menggunakan media/sumber belajar memungkinkan guru memilih berbagai media dan sumber yang tepat sehingga siswa memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari media dan sumber belajar tersebut demi mencapai hasil belajar yang diharapkan. 7.5. Memahami Prinsip-Prinsip Dan Hasil-Hasil Penelitian Untuk Keperluan Pengajaran Memahami prinsip-prinsip dan hasil-gasil penelitian memungkinkan guru secara terus-menerus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan bidang keahliannya. mengetahui hal-hal yang mungkin menimbulkan masalah-masalah bagi siswa. 10 . Kemampuan Mengelola Interaksi Belajar Mengajar Kemampuan mengelola interaksi belajar mengajar memungkinkan guru mengatur kegiatan siswa dalam belajar. Menilai Hasil Belajar (Prestasi) Siswa Kemampuan menilai hasil belajar siswa memungkinkan guru menilai dengan tepat kemajuan belajar siswa sebagai bahan umpan balik bagi penunjang perkembangan siswa lebih lanjut 8.

C. Kriteria seorang guru juga dinilai sebagai suatu aspek penting dalam dunia pendidikan. Mengenal Dan Menyelenggarakan Administrasi Pendidikan Mengenal dan menyelenggarakan administrasi pendidikan memungkinkan berbagai catatan. terorganisasikan dengan baik sehingga semua informasi itu dipakai secara segera dan tepat untuk kepentingan pengambilan keputusan dalam langkah-langkah pembinaan dan pengembangan siswa selanjutnya. Berpendidikan Profesional a) Ada lapangan kerja keguruan yang merupakan suatu lapangan kerja yang memerlukan perencanaan yang mantap. 11 . proses. Kriteria seorang guru ini. Ini sudah tentu mempengaruhi psikomotor siswa dalam proses belajar dan pembelajaran. kriteria seorang guru sangatlah penting dalam membina pengetahuan dan kepribadian siswa. suatu manajemen yang memperhitungkan komponen-komponen sistemnya yakni in put.10. out put dan pemakai. kegiatan dan kemajuan siswa). Tanpa mempunyai kriteria guru yang baik sudah tentu tujuan pendidikan tidak mungkin akan tercapai terutama dalam meningkatkan poses belajar siswa di sekolah. wajar digunakan sebagai pedoman kepada siswa sejauh mana seorang guru pendidikan jasmani itu bisa menekuni ilmu yang professional. Kriteria Seorang Guru Pendidikan Jasmani Dalam Meningkatkan Proses Belajar Siswa. Apalagi seorang guru pendidikan jasmani yang sering turun lapangan untuk memberikan praktek kepada anak-anak. Untuk merealisasikan tingkat penguasaan siswa atau anak didik di sekolah juga dipengaruhi oleh kriteria seorang guru. Apalagi di era globalisasi. terkumpulkan. informasi dan data tentang siswa (khususnya perkembangan. Sebagai seorang guru seharusnya mempunyai kriteria yang realistik sebagai berikut : 1.

Menajdi anggota organisasi profesionalnya yang mendapat pengakuan pemerintah atau masyarakat. melainkan timbul dari dalam diri yang ebrsangkutan. c) Lapangan kerja ini memerlukan waktu pendidikan dan latihan yang lama. pertemuan ilmiah dan sebagainya 7. Pengembangan diri dan profesi ini bukan karena tekanan dari luar maupun karena profesi itu. 6. Mengakui dan sadar akan profesinya. Dengan kriteria yang positif seorang guru maka tugas fungsi dan peranan tersebut membolehkan siswa dapat menerima ilmu yang diberi oleh guru demi meningkatkan proses belajar siswa pendidikan jasmani di sekolah. contohnya: Pendidikan Guru Republik Indonesia 4. Dapat bekerja sama dengan anggota maupun organisasi professional lain baik sebagai individu maupun di dalam rangka organisasi. Oleh karena itu guru adalah bagian yang penting dan penuh tanggung jawab terhadap kemajuan anak didik atau siswa. 5. KESIMPULAN 12 . Jadi memiliki sikap dan mampu mengembangkan profesinya dan tidak bermaksud untuk menjadikannya sebagai batu loncatan untuk memasuki profesi lain. Jadi terdapat suatu organisasi professional yang beranggotakan orang-orang yang profesional. Alat komunikasi itu antara lain berbentuk publikasi ilmiah. 2. 3. Mengakui dan melaksanakan kode etika professional yang tampak pada usaha untuk mengembangkan profesi dan ilmu pengembangan diri serta mengakui dan menghormati norma-norma masyarakat. Mengikuti dan berpartisipasi dengan memanfaatkan alat komunikasi dengan antara anggotanya maupun dengan lembaga di luar organisasi profesionalnya. berupa pendidikan dasar dan taraf sarjana ditambah dengan pendidikan professional.b) Lapangan kerja ini memerlukan dukungan ilmu atau teori yang akan memberi konsepsi teoritis ilmu kependidikan dengan cabang-cabangnya.

Bila perlu dapat menyalurkan bakat yang dimiliki oleh tiap-tiap siswa lewat cabang olahraga yang diminati untuk berprestasi 2. keterampilan. maka penulis mengemukakan saran-saran sebagai berikut : 1. selain itu guru sebagai telada kepada murid-murid dan mempunyai sikap yang positif juga mempunyai pengetahuan. Menciptakan kerjasama antar sekolah dan orang tua untuk mengusahakan pengadaan alat-alat olahraga untuk menunjang pelaksanaan pengajaran pendidikan jasmani di sekolah agar proses pembelajaran berjalan semaksimal mungkin DAFTAR RUJUKAN Bakti Rochmah. 13 . Pedoman Pelaksanaan Program Lapangan. kejujuran dan sifat terpuji serta memperhatikan kurikulum sekolah SARAN Dari kesimpulan di atas. Guru berupaya mentransfer pengalaman-pengalaman belajar berupa pengetahuan dan keterampilan kepada siswa agar menjadi cerdas dan terampil 3. maka kesimpulan dalam penulisan ini dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Guru pendidikan jasmani selaku pengajar hendaknya dapat menunjukkan kemampuan semaksimal mungkin dalam menerapkan pengetahuan khususnya pendidikan jasmani baik secara teori maupun praktek. Guru seharusnya mempunyai kriteria yang sesuai dengan bidang keguruan sebagai landasan dalam meningkatkan proses belajar siswa. pengajar yang berfungsi meningkatkan proses belajar siswa. 2. 3. Guru berperan sebagai pemimpin. Depdikbud Dirjend P2LPTK. Guru pendidikan jasmani mempunyai tugas mendidik dan mengajar pendidikan kesehatan. 1992.Dari pembahasan yang telah dikemukakan terdahulu.

Depdikbud. Jakarta.. Malang..Bandung 1978 Ibrahim dan Nana Syaodih. Belajar Motorik. Dirjend Dikdasmen Depdikbud. Pusat Pendidikan Dan Penataran KONI Pusat Jakarta. Jakarta. Pembangunan Pendidikan Dasar Dan Menengah Di Indonesia. Depdikbud Dirjend P2LPTK. 14 . Ilmu Keguruan Dasar-Dasar Pendidikan. 1992. Panitia Seminar PON XV Tahun 2000. Jakarta 2000 Sugiyanto. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan. Sekolah Tinggi Olahraga. 1991 Kiram Yanuar. Jakarta 1987. Perencanaan Pengajaran. Batu.M... Dirjend Depdikbud. Depdikbud. Belajar Gerak. 1979 Harsono. Bandung. Sarana Pendidikan Jasmani.Hamidjojo Santoso.. Raja Grafindo. 1993 Winarno Surachmad. Reposisi Dan Reaktualisasi Sistem Keolahragaan Menuju Indonesia Baru. 2000 Sardiman A. Nadisah. Jakarta. 1992. Interaksi Dan Motivasi Belajar-Mengajar.