Praktikum Rangkaian Elektronika

MODUL PRAKTIKUM RANGKAIAN ELEKRONIKA

DEPARTEMEN ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2010

Praktikum Rangkaian Elektronika

MODUL I DIODA SEMIKONDUKTOR DAN APLIKASINYA

1. RANGKAIAN PENYEARAH & FILTER A. TUJUAN PERCOBAAN Mengamati dan memahami cara kerja beberapa rangkaian dioda sebagai penyearah. A. TEORI
Penyearah setengah gelombang adalah rangkaian yang mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC berdenyut. Sumber tegangan AC yang biasa digunakan adalah transformator penurun tegangan (step down). Pada siklus positif dari tegangan masukan, dioda akan dibias maju (forward bias) dan pada siklus negatif dari tegangan masukan, dioda akan dibias mundur ( reverse bias).

Gambar 1.1. Rangkaian penyearah setengah gelombang Tegangan yang muncul di R1 merupakan tegangan DC berdenyut yang memiliki nilai efektif Vrms =

VM untuk VM = tegangan maksimum. 2

Gambar 1.2 menunjukkan rangkaian penyearah gelombang penuh. Pada siklus positif tegangan masukan, D2 dan D3 dibias maju dan selama siklus negatif, dioda D1 dan D4 dibias maju. Arus yang mengalir melalui tahanan beban memiliki arah yang sama kedua setengah siklus tersebut.

Hal ini dapat diterapkan pada rangkaian sebelumnya dengan menambahkan komponen berupa kapasitor yang dapat menyimpan muatan ketika potensial naik dan melepaskan muatan pada saat potensial turun.4 tombol no.Praktikum Rangkaian Elektronika Gambar 1.2. Penyearah Setengah Gelombang Alat dan Bahan : 1 buah transformator step down 1 buah dioda (1N4002 / 1N4007 / 1N4148) 1 buah resistor (10K) 1 unit osiloskop Hameg HM303-6 + probe Unjuk Kerja : 1. . Gambar 1. Rangkaian filter digunakan untuk mengubah sinyal keluaran penyearah setengah gelombang dan gelombang penuh menjadi tegangan DC yang memiliki ripple kecil. Rangkaian penyearah gelombang penuh. Atur terlebih dahulu tombol input coupling dari osiloskop (gambar 1. 29) ke posisi AC.3. Ukur tegangan puncak-ke-puncak (peak-to-peak) dari kumparan sekunder transformator dengan cara menghubungkan probe negatif dari osiloskop ke terminal 0 Volt dan probe positif ke terminal 12 Volt. Percobaan 1A. Rangkaian penyearah dengan filter C B.

Ukurlah tegangan maksimum dari output rangkaian penyearah. 3. Susun keempat dioda dan resistor seperti gambar 1. 3.2 dengan input coupling dari osiloskop pada posisi DC. Susun dioda dan resistor seperti gambar 1.2 lalu hubungkan rangkaian tersebut ke terminal transformator yang terdapat pada panel praktikum.4 Tombol input coupling dari osiloskop Hameg HM303-6 Bandingkanlah hasil pembacaan osiloskop dengan rating yang tertera pada transformator. Ulangi langkah 1 dari percobaan 1A. Penyearah Gelombang Penuh Alat dan Bahan : 1 buah transformator step down 4 buah dioda (1N4002 / 1N4007 / 1N4148) 1 buah resistor (10K) 1 unit osiloskop Hameg HM303-6 + probe Unjuk Kerja : 1.Praktikum Rangkaian Elektronika Gambar 1. Percobaan 1C. Percobaan 1B. Apakah keduanya menunjukkan perbedaan ? Mengapa hal itu dapat terjadi ? Lalu jenis tegangan apakah yang dibaca oleh osiloskop dan jenis tegangan apakah yang tertera pada transformator ? 2. Penyearah Gelombang Penuh dengan Filter Kapasitor Alat dan Bahan : . Ukurlah tegangan maksimum dari output rangkaian penyearah. yakni tegangan antara titik 2 dan 3 pada gambar 1.1 dengan input coupling dari osiloskop pada posisi DC. 2.1 lalu hubungkan rangkaian tersebut ke terminal transformator yang terdapat pada panel praktikum. yakni tegangan antara titik 2 dan 0 pada gambar 1.

dan kapasitor berorde mikroFarad ( yang lebih rendah nilai kapasitansinya ) seperti gambar 1. 2. Tegangan yang terukur disini adalah tegangan ripple dari rangkaian penyearah yang bersangkutan. 6. 2.1 menunjukkan gelombang pada ujung negatif dijepit menjadi nol sehingga . Ulangi langkah 1 dari percobaan 1A. lalu ukurlah tegangan peak-to-peak dari output rangkaian penyearah. Ukurlah tegangan maksimum dari output rangkaian penyearah. TEORI Penjepit tegangan adalah rangkaian yang inputnya berupa gelombang dan bentukvoutputnya sama dengan input namun tegangannya dijepit pada polaritas yang ditentukan. PENJEPIT TEGANGAN (CLAMPING CIRCUIT) TUJUAN PERCOBAAN Mengamati dan memahami cara kerja beberapa rangkaian dioda sebagai penjepit tegangan. Ulangi langkah 2 dengan menggunakan kapasitor berorde mikroFarad ( yang lebih tinggi nilai kapasitansinya ). Ulangi langkah 3 dan 4. Jangan sampai terbalik polaritasnya !!! 3. Biasanya kapasitor yang dipakai merupakan kapasitor elektrolit. Gambar 2. 5. 4. Ubahlah input coupling dari osiloskop menjadi AC.Praktikum Rangkaian Elektronika 1 buah transformator step down 4 buah dioda (1N4002 / 1N4007 / 1N4148) 1 buah resistor (10K) 2 buah kapasitor berorde mikroFarad 1 unit osiloskop Hameg HM303-6 + probe Unjuk Kerja : 1. Perhatikan polaritas dari kapasitor yang bersangkutan. yakni tegangan antara titik 2 dan 0 pada gambar 1.3 lalu hubungkan rangkaian tersebut ke terminal transformator yang terdapat pada panel praktikum.3 dengan input coupling dari osiloskop pada posisi DC. Susun keempat dioda. resistor.

2 menunjukkan gelombang pada ujung positif dijepit menjadi nol sehingga menghasilkan output yang negatif murni. Ulangi prosedur 1 dan 2 untuk rangkaian gambar 2. Susun rangkaian seperti gambar 2.1 2. 3. RANGKAIAN PEMOTONG TEGANGAN (CLIPPER CIRCUIT) .Praktikum Rangkaian Elektronika menghasilkan output yang positif murni dan gambar 2. Ukur tegangan peak-to peak VA dan VB dengan osiloskop dan gambar bentuk gelombangnya. 3.2 dan 2.3. JALAN PERCOBAAN 1.

menunjukkan gelombang pada bagian atas level tegangan yang dijadikan referensi dipotong sehingga outputnya hanya gelombang yang berada di bagian bawah level tegangan referensi.1.2.Praktikum Rangkaian Elektronika TUJUAN PERCOBAAN Mengamati dan memahami cara kerja beberapa rangkaian dioda sebagai pemotong tegangan. Gambar 3.1. Gambar 3. Clipping Sinyal di Atas Level Tegangan Referensi . TEORI Pemotong tegangan adalah rangkaian yang inputnya berupa gelombang dan bentuk sinyal outputnya sama dengan sinyal input namun tegangannya dipotong. menunjukkan gelombang pada bagian bawah level tegangan yang dijadikan referensi dipotong sehingga outputnya hanya gelombang yang berada di bagian atas level tegangan referensi. Sedangkan pada gambar 3. dimana sinyalnya berada diatas atau dibawah suatu level tegangan yang dijadikan referensi.

Hubungkan power supply sesuai dengan rangkaian pada gambar 3. Clipping Sinyal di Bawah Level Tegangan Referensi 3. Rangkaian Clipping  Jalan Percobaan 1.2. 2.  Peralatan Percobaan 1. 3.3. Ulangi prosedur 1 dan 2 untuk nilai VAC yang berbeda-beda.Praktikum Rangkaian Elektronika Gambar 3.3. Ukur tegangan peak-to peak VA dan VB dengan osiloskop dan gambar bentuk gelombangnya. AC/DC Power Supply .

Oscilloscope 3.1.1. Gambar 4. 3. . dioda zener harus dipasang pada posisi reverse. Susun rangkaian seperti pada gambar 3. Ukur tegangan pada dioda zener (VZ) dengan voltmeter untuk setiap kenaikan tegangan pada catu daya (VIN). Bandingkan tegangan yang diukur tersebut. TEORI Pengaturan tegangan dapat dilakukan dengan menggunakan komponen dioda zener yang bekerja pada daerah breakdown dengan karakteristik sebagai berikut: VIN < Vbreakdown menghasilkan VOUT = VIN VIN > Vbreakdown menghasilkan VOUT = Vbreakdown Untuk menetapkan daerah breakdown. PENGATURAN TEGANGAN (REGULATOR) TUJUAN PERCOBAAN Mengetahui cara kerja suatu pengaturan tegangan.Praktikum Rangkaian Elektronika 2. JALAN PERCOBAAN 1. Kabel Penghubung 4. Rangkaian pengaturan tegangan dengan zener. BAHAN BACAAN • Sutanto. Protoboard Modul 1: Rangkaian Dioda 4. 2. Rangkaian Elektronika Analog dan Terpadu.

2. common collector. (b) Rangkaian ekivalen . Integrated Electronics. dan 3. Jacob & Christos Halkias. Gambar 1. (a) Rangkaian common-emitor. Mengamati dan memahami DC bias pada transistor. yaitu common emitter.Praktikum Rangkaian Elektronika • • Millman. dan common base. Millman. Microelectronics. Mengamati dan memahami prinsip kerja transistor bipolar sebagai penguat. MODUL II BIPOLAR JUNCTION TRANSISTOR TUJUAN PERCOBAAN 1. Memahami prinsip kerja bipolar junction transistor. Memahami prinsip rangkaian logika melalui BJT TEORI UMUM Transistor merupakan suatu komponen aktif karena dapat melakukan penguatan terhadap sinyal yang masuk. 2. Jacob & Arvin Grabel. seperti terlihat pada gambar 1. 3. Pada dasarnya penguat transistor bipolar terdiri dari tiga konfigurasi dasar. 4.

(a) Rangkaian common-collector. Ulangi langkah 1 di atas dengan frekuensi yang berbeda-beda. rg Vg V1 10k A VA B C E 1k Gambar 4. (b) Rangkaian ekivalen Common Emitter Langkah Percobaan 1.Praktikum Rangkaian Elektronika Gambar 2. (a) Rangkaian common-base. (b) Rangkaian ekivalen Gambar 3. . Rangkaian perubahan CE-1 2. Hubungkan rangkaian penguat CE dengan generator fungsi seperti Gambar 4. Atur agar harga V1 = 10 volt dan frekuensinya = 1 kHz.

Praktikum Rangkaian Elektronika Rangkaian logika Selain untuk rangkaian amplifier. Gerbang AND . Proses switching digunakan pada aplikasi digital. transistor juga biasa dalam proses switching. seperti: 1. Gerbang NOT 2. yaitu unutk merangkai gerbang-gerbang logika.

Gerbang OR .Praktikum Rangkaian Elektronika 3.

Gerbang NAND 5. Gerbang NOR .Praktikum Rangkaian Elektronika 4.

Mempelajari kerja op-amp sebagai pembanding 2. bread board. resistansi input. oscilloscope. 220 Ohm). selisih tegangan antara masukan membalik dan tak membalik. 1K. IC4558. MODUL III OPERATIONAL AMPLIFIER PERCOBAAN 1 : Op-Amp Sebagai Pembanding (Komparator) TUJUAN PERCOBAAN 1. Ro = 0 3. penguatan tegangan open-loop. Vd = 0 4.Praktikum Rangkaian Elektronika ALAT YANG DIGUNAKAN Power supply DC. Ri = tak hingga 2. Av = tak hingga . multimeter. Mengamati fenomena saturasi pada op-amp saat bekerja tanpa umpan-balik TEORI UMUM Op-amp yang ideal memiliki karakteristik sebagai berikut : 1. resistansi output. IC741. LED. Ii = 0 5. resistor (10K. arus input.

Aturlah Vi dengan cara mengatur catu daya DC sebesar 1 Volt. Amati LED mana yang menyala dan padam.1. 2. Resistor 1K (2 buah). Suatu keadaan dimana tegangan output dari op-amp hampir sama dengan tegangan suplainya dinamakan kondisi saturasi. tegangan output yang mungkin muncul pada sebuah op-amp hanya berayun di antara nilai suplai tegangan positif (+VCC) dan negatifnya (-VCC). dan 5 Volt. Pada saat terjadi saturasi. Catu daya DC. 3. Function Generator. Salah satu IC op-amp paling legendaris di dunia adalah keluarga IC 741 yang sudah diproduksi oleh banyak perusahaan dengan kode nomor seri yang bervariasi. ALAT YANG DIGUNAKAN Op-Amp Motorola MC1741CP1 (2 buah). Vd = selisih tegangan masukan non-inverting dan masukan inverting AOL = penguatan tegangan rangkaian terbuka (tanpa umpan balik) Secara praktis nilai AOL sangat besar sehingga nilai Vd yang sangat kecil dapat menghasilkan Vo yang sangat besar. tegangan output cenderung tetap dan tidak akan bisa bertambah lagi meskipun tegangan input dinaikkan. LANGKAH PERCOBAAN 1. Akibatnya. op-amp sudah dikemas dalam bentuk kepingan IC.(1) dimana : Vo = tegangan output. Tegangan keluaran op-amp dapat dinyatakan dengan persamaan (1) yaitu : Vo = Vd.AOL………………………………………. Osiloskop. . Susun rangkaian seperti Gambar 4. Ulangi langkah 2 diatas untuk nilai Vi = 2. LED (2 buah). Namun tegangan yang sangat tinggi tersebut tidak mungkin dicapai karena sudah melebihi nilai tegangan suplai untuk menghidupkan opamp tersebut.Praktikum Rangkaian Elektronika Di zaman modern ini. 4. 220R (2 buah). 3.

Mempelajari kerja op-amp sebagai penguat.1 Rangkaian Pembanding PERCOBAAN 2 : Op-Amp Sebagai Penguat TUJUAN PERCOBAAN 1. Memodelkan op-amp sebagai sebuah voltage-controlled voltage source (VCCS) TEORI UMUM Secara umum. Gambar 4.3 menunjukkan rangkaian non-inverting amplifier. Besarnya penguatan yang terjadi. .2 menunjukkan rangkaian inverting amplifier dan gambar 4. 2. ada dua jenis konfigurasi penguat yang menggunakan op-amp yaitu penguat membalik (inverting amplifier) dan penguat tak-membalik (non-inverting amplifier).Praktikum Rangkaian Elektronika Gambar 4. ditentukan oleh nilai dan konfigurasi rangkaian umpan-balik yang dipasang antara output dan input op-amp tersebut.

Percobaan penguat pembalik 1.Praktikum Rangkaian Elektronika ALAT YANG DIGUNAKAN Op-Amp Motorola MC1741CP1. 2. Ulangi langkah 2 dan 3 dengan nilai R2 yang berbeda. Susun rangkaian seperti pada Gambar 4. 2. Lihat Vo pada oscilloscope. Percobaan penguat tak membalik 1. B. LANGKAH PERCOBAAN A. Gambar 4. Catat amplitudo dari tegangan output dan amati juga pergeseran fasa yang mungkin terjadi pada output. Lakukan langkah 2-4 seperti pada percobaan A. 4.3.2 Penguat pembalik Gambar 4. Function Generator. Resistor. 3.2. Osiloskop. Aturlah tegangan V1 yang berasal dari function generator hingga menghasilkan gelombang sinusoid dengan amplitudo 1 Vpp dan frekuensi 100 Hz.3 Penguat tak membalik PERCOBAAN 3 : INTEGRATOR . Nilai R1 dan R2 ditentukan oleh asisten. Susun rangkaian seperti Gambar 4.

Output dari sebuah integrator merupakan integral dari inputnya tehadap waktu. hubungan antara tegangan output dan tegangan input dari rangkaian pada gambar 4. misalnya membentuk gelombang segitiga dari gelombang persegi dan sebaliknya.4 tersebut adalah : . TEORI UMUM Integrator merupakan sebuah rangkaian yang digunakan untuk mengimplementasikan proses pengintegralan dari suatu sinyal yang dinyatakan dengan fungsi matematis tertentu.Praktikum Rangkaian Elektronika TUJUAN PERCOBAAN 1. Integrator seperti pada gambar 1 biasa dipakai untuk pengubahan bentuk gelombang. Gambar 4. Mempelajari arti fisis dari proses integarasi gelombang sinusoid dan non-sinusoid serta pengaruh proses integrasi terhadap amplitudo dan sudut fasanya.4 Rangkaian integrator sederhana Secara matematis.

Peralihan fungsi dari penguat membalik ke integrator terjadi pada saat XC = R2 dengan frekuensi transisi : Pembuktian persamaan 3 tersebut dapat dilakukan dengan analisa rangkaian pada domain frekuensi (domain s) untuk mendapatkan transfer function dari integrator tersebut. Frekuensi transisi dapat dicari dengan membaca bode plot dari transfer function tersebut.5 menunjukkan rangkaian integrator yang akan digunakan pada praktikum. . Berikut adalah tabel sinyal output ideal yang dihasilkan oleh integrator tersebut. Bode plot dapat dibuat dengan bantuan software MATLAB.Praktikum Rangkaian Elektronika Gambar 4.

Ubah nilai resistor R1 sesuai petunjuk asisten. 3.5 dengan nilai R. 2. Kapasitor. Susun rangkaian integrator seperti pada gambar 4. Tegangan suplai op-amp = 15 Volt. LANGKAH PERCOBAAN 1. 4.5 Rangkaian percobaan integrator ALAT YANG DIGUNAKAN Op-Amp Motorola MC1741CP1. dan C yang ditentukan oleh asisten. PERCOBAAN 4 : DIFFERENSIATOR .Praktikum Rangkaian Elektronika Gambar 4. R1. Resistor (2 buah). Osiloskop. 7. 5. Bagaimana amplitudo dan fasanya ? Catat hasilnya pada lembar data. 6. Atur generator untuk gelombang sinusoid dengan amplitudo 1 Vpp dan frekuensi yang ditentukan oleh asisten. Function Generator. Ulangi langkah 2 sampai 5. Ulangi langkah 2 dan 3 untuk frekuensi yang berbeda. seperti pada tabel 1. Ulangi langkah 2 sampai 4 untuk gelombang segitiga dan persegi. Amati gelombang input dan outputnya.

Sinyal keluaran yang dihasilkan sangat bergantung pada frekuensi sinyal masukan.6 Rangkaian differensiator sederhana Hubungan matematis antara tegangan output dan input dari rangkaian tersebut adalah Frekuensi transisinya adalah .Praktikum Rangkaian Elektronika TEORI UMUM Differensiator pada gambar 4. Gambar 4.6 adalah rangkaian yang menghasilkan sinyal keluaran yang berupa turunan dari sinyal masukannya.

Praktikum Rangkaian Elektronika .

4. Resistor (2 buah). R1.7 Rangkaian differensiator percobaan ALAT YANG DIGUNAKAN Op-Amp Motorola MC1741CP1. Function Generator. 3. BAHAN BACAAN .7 dengan nilai R. seperti pada tabel 2. Ubah nilai resistor R1 sesuai petunjuk asisten. dan C yang ditentukan oleh asisten. 7. Ulangi langkah 2 sampai 5. Ulangi langkah 2 sampai 4 untuk gelombang segitiga dan persegi. Kapasitor. Praktikum Rangkaian Elektronika – Modul IV 2. 5. LANGKAH PERCOBAAN 1. Osiloskop. Tegangan suplai op-amp = 15 Volt. Atur generator untuk gelombang sinusoid dengan amplitudo 1 Vpp dan frekuensi yang ditentukan oleh asisten. Bagaimana amplitudo dan fasanya ? Catat hasilnya pada lembar data. 6. Ulangi langkah 2 dan 3 untuk frekuensi yang berbeda.Praktikum Rangkaian Elektronika Gambar 4. Susun rangkaian differensiator seperti pada gambar 4. Amati gelombang input dan outputnya.

Sutanto. Chapter 15. Integrated Electronics. Rangkaian Elektronika Analog dan Terpadu. Instrumentation and Process Control. Millman. Jacob & Arvin Grabel. Millman. Jacob & Christos Halkias. 20. 7th edition. Chapter 8. 3rd edition. Microelectronics. Industrial Electronics. 22 . Chapter 17. 18. Thomas E.. Applications for Programmable Controllers. and Electrical Machines and Motor Controls.Praktikum Rangkaian Elektronika Kissel. Albert Paul. Electronic Principles. 16 Malvino.