P. 1
biologi

biologi

|Views: 141|Likes:
Published by Sin Ba
jurnal pendidikan biologi
jurnal pendidikan biologi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Sin Ba on Aug 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

ISSN 0215 - 8250

22

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MODUL BERORIENTASI SIKLUS BELAJAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMA oleh Desak Made Citrawathi Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Pendidikan MIPA, IKIP Negeri Singaraja
ABSTRAK

Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan pembelajaran biologi dengan pendekatan konstruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar dan mengetahui pengaruh implementasinya terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dan eksperimen dengan rancangan Randomized PosttestOnly Control Group Design, yang melibatkan 84 siswa kelas II SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja. Data tentang pengetahuan awal dan prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes, dan respon siswa serta guru dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Perbedaan rerata skor prestasi belajar antara siswa yang menggunanan modul berorientasi siklus belajar dan yang tidak (konvensional) dianalisis dengan uji-t, dan respon siswa serta guru dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa telah memiliki pengetahuan awal yang bervariasi terkait dengan materi sistem koordinasi (saraf, indera, dan hormon), (2) modul berorientasi siklus belajar yang dikembangkan dinilai layak sebagai media edukatif dalam pembelajaran biologi di SMA, (3) prestasi belajar siswa yang menggunakan pendekatan konstruktivistik dengan modul berorintasi siklus belajar lebih baik dibandingkan dengan menggunakan cara konvensional, dan (4) secara umum respon siswa dan guru terhadap pembelajaran biologi menggunakan modul berorientasi siklus belajar adalah positif atau baik.
_______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja, No. 3 TH. XXXIX Juli 2006

The different means of students academic achievement between those using learning cycle oriented modulus and those working in conventional classes was analyzed by using t-test and student’s responses were analyzed descriptively. The data involving about the prior knowledge and the academic achievement were collected by using achievement test. Hal ini dapat dilihat dari hasil ujian semester dan hasil ujian akhir yang dicapai _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. (4) generally the students and the teachers responses were good and positive Key word: constructivist approach. Pendahuluan Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini.8250 23 Kata kunci : pendekatan konstruktivistik. as well as to find out how it influenced towards students academic achievement. learning cycle oriented module 1. (3) the academic achievement of students learning based on the constructive approach was better than those learning in conventional classroom. No. Namun hasilnya belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan masyarakat. 3 TH. (2) the learning cycle oriented modules could propely be used as an education media in biology learning at SMAs. This was a development and experimental study based on the randomized post-test only controlled group design. The subjects were the students of grade II of SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja with the total number of 84 individuals. This results showed that (1) the student’s had a prior knowledge of coordination system. whereas those of the students and teachers’ responses were collected by using quesionnaire. XXXIX Juli 2006 .ISSN 0215 . Departemen Pendidikan Nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada umumnya dan IPA pada khususnya. modul berorientasi siklus belajar ABSTRACT This main purpose of this research involved the development of biology instruction based on constructivist approach by implementing learning cycle oriented module.

tetapi mereka membawa konsepsi yang mereka gunakan untuk belajar di kelas. dan temuan-temuan peneliti sebelumnya. XXXIX Juli 2006 . maupun proses pendidikan itu sendiri. baik yang menyangkut sumber daya manusianya. Salah satu yang menentukan hasil belajar adalah proses pembelajaran. Jadi. siswa datang ke sekolah tidak dengan kepala kosong.ISSN 0215 . siswa (pebelajar) mengamati berbagai fenomena atau gejala alam di lingkungannya. jika dalam proses pembelajaran model pembelajaran yang dianut para guru didasarkan pada asumsi tersembunyi bahwa “pengetahuan dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa”. Disamping itu. Pengetahuan awal yang dimiliki siswa kadang-kadang tidak sesuai dengan pandangan ilmuawan atau pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) dan para pakar menyebutnya dengan berbagai istilah seperti konsepsi naif (naïve conceptions). dari hasil penelitian juga diperoleh informasi bahwa pengetahuan awal siswa menentukan kemungkinan pembelajaran baru (Nur. miskonsepsi (misconceptions) dan alternate conceptions. Dengan demikian. Hasil belajar siswa belum optimal. Siswa mencoba menafsirkan dan mengembangkan konsep-konsep yang sesuai dengan domain pengetahuan mereka. 3 TH. Secara alamiah. sarana prasarana. Asumsi seperti ini menyebabkan selama proses pembelajaran para guru memfokuskan diri pada upaya penuangan pengetahuan ke kepala siswanya dengan tidak terlalu memperhatikan pengetahuan awal siswa. tampaknya masih diperlukan berbagai upaya inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Berdasarkan kenyataan ini. Siswa telah memiliki gagasan-gagasan tentang konsep biologi sebelum mereka memasuki kelas juga ditemukan dari hasil penelitian Citrawathi (2000). siswa mungkin datang ke kelas dengan _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja.8250 24 siswa yang umumnya relatif masih rendah. kurikulum. 2000). No.

3 TH. seorang guru perlu menginvertarisir dan mengidentifikasi konsepsi-konsepsi siswa. Agar proses belajar siswa berlangsung dengan baik. Strategi pembelajaran yang direncanakan adalah yang memberi kesempatan kepada siswa untuk memeriksa tepat tidaknya konsepsi mereka melalui argumentasi dan _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. perlu diupayakan suatu strategi pembelajaran yang dapat menanggulangi miskonsepsi siswa.8250 25 membawa miskonsepsi.ISSN 0215 . 1997). Jadi. kemudian merencanakan suatu strategi “conceptual change” yang tepat dalam rangka mengonstruksi pengetahuan siswa menjadi pengetahuan ilmiah. Siswa perlu disadarkan akan adanya bukti-bukti ilmiah dan pemikiran rasional yang dapat mempertanyakan kesahihan konsep yang mereka miliki. Dengan kata lain siswa perlu “melihat’ secara logis bagaimana bukti-bukti mendukung konsep ilmiah dan menentang miskonsepsi. Kebanyakan kegagalan siswa dalam belajar disebabkan oleh konsepsi naif siswa (Waras. pengetahuan dibangun sendiri oleh pebelajar (siswa) yang didasarkan pada struktur kognitif yang telah ada sebelumnya pada diri pebelajar. Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik. Oleh karena itu. XXXIX Juli 2006 . dan menggantikannya dengan konsep yang sahih secara ilmiah. Struktur kognitif itu ada dalam wujud “priorknowledge”. maka siswa perlu “menghapus” lebih dulu miskonsepsi yang mereka miliki tentang suatu konsep biologi. Menurut pandangan kontruktivisme. sedangkan guru hanya berperan sebagai mediator dan fasilitator yang kreatif. No. Agar dapat berperan sebagai mediator dan fasilitator dalam proses pengonstruksian pengetahuan oleh pebelajar itulah seorang guru seyogyanya mengetahui profil pengetahuan awal yang dimiliki siswa. dalam proses pembelajaran. pebelajar sendirilah yang aktif membangun pengetahuannya.

XXXIX Juli 2006 . dan penerapan atau aplikasi konsep (Lawson. mengidentifikasi dan menemukan pola-pola yang ada pada gejala yang diselidiki. pebelajar belajar suatu situasi baru melalui aksi dan reaksi.8250 26 refleksi mengenai alasan-alasannya. Siklus ketiga siklus belajar. Pada tahap eksplorasi. Dalam tahap eksplorasi.ISSN 0215 . adalah penerapan atau aplikasi konsep. Umumnya mereka mengeksplorasi gejala baru dengan bimbingan minimal. yaitu eksplorasi. Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMA menunjukkan bahwa bahan ajar maupun buku paket yang digunakan oleh siswa dan buku pegangan guru belum disusun dengan berorientasi siklus belajar. dan sumber belajar yang lain. siswa juga diberi kesempatan untuk memperoleh konsep yang lebih tepat melalui diskusi dan argumentasi mengenai konseps yang berasal dari siswa-siswa lain. Dalam proses pembelajaran. Secara umum. 1988). No. 3 TH. guru biologi umumnya belum optimal memanfaatkan konsepsi awal siswa (pebelajar) dan lebih banyak memberi tahu dari pada memberikan bagaimana cara mencari tahu (menemukan konsep dan prinsip biologi) dalam rancangan pembelajaran maupun _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Lebih lanjut. pengenalan istilah. Tahap kedua. dapat dilakukan oleh pengajar secara langsung atau melalui buku teks. film. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk menerapkan model pembelajaran yang demikian adalah siklus belajar. Pada tahapan ini pebelajar menerapkan istilah baru dan atau pola berpikir barunya ke contoh-contoh atau masalah lainnya. siklus belajar dideskripsikan sebagai suatu model pembelajaran yang berpusat pada kegiatan penyelidikan sebelum pengenalan konsep ilmiah tertentu. Siklus belajar memiliki tiga tahapan. pebelajar mempunyai kesempatan untuk membahas ide-ide yang betentangan atau yang kurang tepat. pengenalan istilah (konsep) baru.

ISSN 0215 . Penggunaan bahan ajar yang disusun berorientasi siklus belajar diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang pada akhirnya akan bermuara pada hasil belajar yang menjadi lebih baik. perlu dilakukan pengembangan pembelajaran yang dapat mengubah miskonsepsi siswa menjadi konsep ilmiah. 3 TH. dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA. No. yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar mereka. Hal ini mungkin merupakan salah satu penyebab mengapa siswa yang telah belajar tentang biologi masih mengalami miskonsepsi. Berdasarkan atas permasalahan yang telah diuraikan di atas. (4) Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan pendekatan konstruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar pada mata pelajaran biologi di kelas II SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja? (5) Bagaimanakah respon siswa dan _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan.8250 27 implementasi program pembelajarannya di kelas. Untuk maksud tersebut akan dikembangkan suatu pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar untuk mata pelajaran biologi di SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja. (1) Bagaimanakah konsepsi awal siswa mengenai konsep-konsep biologi di kelas II SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja? (2) Apakah terjadi miskonsepsi pada siswa yang berkaitan dengan konsep-konsep biologi di kelas II SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja? (3) Apakah terjadi perubahan miskonsepsi siswa dengan pendekatan konstruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar pada mata pelajaran Biologi di kelas II SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja. maka dalam penelitian ini akan dikaji beberapa permasalahan berikut. XXXIX Juli 2006 .

ISSN 0215 . No.8250 guru mengenai pembelajaran dengan pendekatan menggunakan modul berorientasi siklus belajar? 28 konstruktivistik _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. XXXIX Juli 2006 . 3 TH.

dan (3) aplikasi konsep. Tahap Pengembangan Tahapan pengembangan pembelajaran biologi dengan pendekatan konstruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar meliputi enam tahapan. dan indera. dan (3) tahap implementasi. dan pertanyaan-pertanyaan yang mengacu pada konsep yang dibahas atau data yang didapatkan pada eksperimen. ini pokok bahasan yang disusun dalam bentuk modul berorientasi siklus belajar adalah sistem koordinasi. 3 TH. Bagian pengenalan konsep berisi ringkasan materi yang merupakan konsep-konsep penting pada sistem koordinasi yang dilengkapi dengan gambar-gambar untuk memudahkan pemahaman konsep yang diuraikan. (2) pengenalan konsep. yang terdiri dari tiga sub pokok bahasan yaitu sistem endokrin (sistem hormon).ISSN 0215 . (2) tahap uji coba. dan (f) menulis modul berorientasi siklus belajar. Dalam penelitian. (d) mengembangkan butir tes. yaitu (1) eksplorasi. No.8250 29 2. (e) mengembangkan strategi pembelajaran. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan. sistem saraf. (c) menganalisis tujuan pembelajaran. yaitu: (a) penetapan mata pelajaran (pokok bahasan). (b) mengidentifikasi kurikulum. atau cara kerja (jika ada praktikum/eksperimen). yaitu: (1) tahap pengembangan. Bagian aplikasi konsep terdiri dari sejumlah permasalahan di mana siswa dapat menerapkan konsep yang telah _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. XXXIX Juli 2006 . Modul yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah modul berorientasi siklus belajar yang terdiri atas tiga bagian pokok. Bagian eksplorasi terdiri dari pendahuluan dan pertanyaan-pertanyaan yang mengeksplorasi konsep-konsep atau pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa berkaitan dengan konsep biologi khususnya sistem koordinasi yang akan dibahas.

guru. yaitu (a) variabel eksperimen (treatment variabel) berupa pemberian strategi pembelajaran biologi menggunakan pendekatan konstruktivistik dengan modul berorientasi siklus belajar pada kelompok (kelas) eksperimen. Data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Dalam eksperimen ini. siswa. Hasil uji coba ini akan dipakai untuk merevisi prototipe model pembelajaran. Data hasil uji coba dapat merupakan data kualitatif yang berupa tanggapan dan saran perbaikan. dan siswa biologi kelas II SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja. dan (b) variabel noneksperimen merupakan variabel pembanding berupa strategi pembelajaran biologi secara konvensional yang _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. ada dua macam variabel. No. dan guru biologi kelas II SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja. XXXIX Juli 2006 . Tahap Uji Coba/Riview Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui apakah prototipe model pembelajaran dapat digunakan oleh siswa maupun guru. dilakukan eksperimen. Subjek uji coba adalah dosen Jurusan Pendidikan Biologi. Tahap Implementasi Untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran yang dikembangkan. serta angket penilaian modul berorientasi siklus belajar. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa angket tanggapan guru dan siswa. 3 TH. dan data kuantitatif berupa hasil penilaian dosen dari Jurusan Pendidikan Biologi. Pelaksanaan uji coba prototipe model pembelajaran dilakukan kegiatan awal pengembangan dan uji coba di kelas.8250 30 dipelajari dalam situasi baru atau pada permasalahan yang ada di masyarakat.ISSN 0215 .

Sintaks pembelajaran dengan model siklus belajar Tahap Tahap 1 Eksplorasi Tahap 2 Pengenalan Konsep Tahap 3 Aplikasi Konsep Tingakah Laku Guru/Siswa Guru: Mengeksplorasi gagasan siswa tentang konsep biologi Siswa : Aktif dan memanipulasi materi Guru: Memperkenalkan suatu konsep dengan demonstrasi dan diskusi informasi Siswa: Berpartisipasi secara mental dan sosial Guru: Memberikan situasi baru atau masalah Siswa: Mencari solusi atau jawaban dari masalah yang diberikan sesuai dengan konsep atau prinsip biologi Diadaptasi dari Carin (1993) Pada kelompok konvensional dilakukan pembelajaran dengan menggunakan lembaran kerja siswa (LKS). Dalam proses pembelajaran tidak digunakan modul berorientasi siklus belajar.ISSN 0215 . Randomized Post-Only Control-Group Design T (pasca-uji) untuk menyatakan rerata prestasi belajar sesudah pembelajaran Keterangan : _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. 3 TH. Tahapan pembelajaran yang dilakukan pada kelompok eksperimen adalah seperti pada Tabel 01 berikut. Tabel 01. Disain eksperimen yang digunakan adalah The Postest-Only Control Group Design dengan gambar bagan seperti berikut.8250 31 diberikan pada kelompok (kelas) kontrol. Kelompok Kelompok eksperimen (R) Kelompok Kontrol (R) Perlakuan X R T Pasca-uji T Gambar 1. dan kemudian dilanjutkan dengan mendiskusikan hasil kerja siswa serta menginformasikan konsepkonsep biologi yang menjadi tujuan pembelajaran. No. XXXIX Juli 2006 .

dengan dilakukan pengujian secara statistik dengan uji-t menggunakan program SPSS versi 10. profil hasil belajar siswa dibandingkan dan dianalisis secara deskriptif. Di samping itu. (3) Respon guru dan siswa tentang pembelajaran biologi dikumpulkan dengan menggunakan modul berorientasi siklus belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. (1) Pengetahuan awal siswa dengan menggunakan tes yang diberikan pada awal pembelajaran atau pada tahapan eksplorasi. Kelas yang digunakan sebagai sampel ditentukan secara random. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. (2) Prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes prestasi belajar. Kelas yang digunakan sebagai sampel adalah kelas II-3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 42 orang dan II-1 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 42 orang. Untuk membandingkan signifikansi perbedaan rerata prestasi belajar siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran menggunakan pendekatan konstruktivistik dengan modul berorientasi siklus belajar dan rerata prestasi belajar siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran konvensional.ISSN 0215 . Nilai 85-100 digolongkan sangat baik _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Untuk mengkategorikan hasil belajar siswa tersebut. dibuat skala berikut ini. XXXIX Juli 2006 . 3 TH. No.8250 X (perlakuan)berupa strategi pembelajaran biologi menggunakan konstruktivistik dengan Modul berorientasi silus belajar 32 pendekatan (tanpa perlakuan) berupa strategi pembelajaran biologi secara konvensional (tanpa modul berorientasi siklus belajar) Penelitian eksperimen ini dilakukan di SMA Laboratorium IKIP Negeri Singaraja pada semester II dengan melibatkan siswa kelas II.

8250 33 Nilai 70-84. a) Hasil Pengembangan Pengembangan pembelajaran adalah suautu proses yang sistematik dalam mengidentifikasi masalah. mengembangkan bahan dan strategi pembelajaran. 1997). guru. serta mengevaluasi efektivitas dan efisiensinya dalam mencapai tujuan pembelajaran (Suparman dan Purwanto.9 digolongkan sangat kurang (Depdikbud. 3 TH.9 digolongkan kurang Nilai 00-39.ISSN 0215 . XXXIX Juli 2006 . dan (b) hasil implementasi model pembelajaran. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil penelitian yang dilaporkan meliputi dua hal. 1996) Data pengetahuan awal siswa dan respon siswa ataupun guru tentang pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar dianalisis secara deskriptif dan dideskripsikan secara naratif.9 digolongkan sedang Nilai 40-54. Nilai 1 adalah kurang membantu/kurang Nilai 2 adalah cukup membantu/sedang Nilai 3 adalah membantu/baik Nilai 4 adalah sangat membantu/baik sekali 3.9 digolongkan baik Nilai 55-69. Metode pengembangan model pembelajaran biologi dengan pendekatan _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Hasil penilaian dosen. No. dan siswa terhadap modul berorientasi siklus belajar. yaitu (a) hasil pengembangan. dan respon guru dan siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan dianalisis dengan menggunakan skala sebagai berikut.

Modul dapat dirumuskan sebagai suatu unit yang lengkap yang berdiri sendiri dan terdiri atas suatu rangkaian kegiatan belajar yang disusun untuk membantu pebelajar mencapai sejumlah tujuan yang dirumuskan secara khusus dan jelas. Sebagai contoh. 3 TH. dan (3) hasil analisis uji coba kepada siswa secara kelompok.ISSN 0215 .0 (sangat baik). komponenkomponen tertentu dari modul masih perlu mendapatkan perhatian. Akan tetapi. atau seminggu. dengan rerata nilai 3. komponen alokasi waktu.29 – 3. Prosedur pengembangan dilaksanakan dengan melibatkan ahli isi pembelajaran (dosen dan guru biologi SMA) dan siswa pemakai produk. atau lebih tergantung pada keluasan topik yang dibicarakan (Degeng. (2) hasil analisis data uji coba kepada siswa secara perorangan. modul _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. XXXIX Juli 2006 . Ahli isi pembelajaran (dosen dan guru) dan uji coba pada siswa memberikan penilaian untuk modul yang digunakan dengan kategori baik dan amat baik. belum 4.0 (baik). apakah dengan melakukan perbaikan atau memperhatikan komponen tersebut pada saat implementasinya. No. menunjukkan modul berorientasi siklus belajar tersebut baik. Ketiga penilai ahli memberikan nilai 3. Ini berarti bahwa pada saat implementasi perlu diperhatikan strategi yang ditempuh agar pemanfaatan waktu benar-benar optimal.62.8250 34 konstruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar diadaptasi dari Dik and Carey. Dengan melakukan revisi sesuai dengan saran-saran yang disampaikan. Hasil pengembangan yang dilaporkan dalam penelitian ini meliputi (1) hasil analisis data penilaian modul berorientasi siklus belajar oleh ahli isi pembelajaran (dosen dan guru). atau satu hari. apakah satu jam. Sebuah modul dapat dirancang berorientasi pada pebelajar dengan alokasi waktu tertentu. 1997). Penilaian dari siswa secara perorangan maupun kelompok.

ISSN 0215 . Hasil tes menunjukkan bahwa pengetahuan awal siswa tentang sistem koordinasi bervariasi dan masih tergolong dalam kategori sedang dengan rata-rata 62. eksperimentasi.10 (simpangan baku 7. Dari hasil tes awal itu juga terungkap bahwa sejumlah siswa mengalami kesalahan konsep pada konsep-konsep tertentu pada sistem koordinasi. (3) deskripsi proses pembelajaran dan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran. antara lain : (1) profil pengetahuan awal siswa. Jika pengetahuan awal tersebut tidak sesuai dengan konsep ilmiah.36) untuk kelompok kontrol. Belajar menurut pandangan konstruktivis adalah proses aktif sehingga dalam pembelajaran biologi perlu diupayakan agar pebelajar dapat mengkonstruksi pengetahuan yang diperolehnya dengan memperhatikan pengetahuan awal yang dimiliki pebelajar. b) Hasil Implementasi Hasil implementasi model pembelajaran yang dilaporkan. maka perlu diklarifikasi melalui kegiatan observasi.8250 35 tersebut layak digunakan sebagai media edukatif baik untuk perorangan maupun kelompok. Penilaian tim ahli dan siswa ini menunjukkan bahwa modul untuk mata pelajaran biologi yang disusun berorientasi siklus belajar layak digunakan dalam proses pembelajaran biologi di SMA.79 (simpangan baku 6. Pebelajar _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. XXXIX Juli 2006 . Melalui pembelajaran dengan pendekatan kontruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar diharapkan kesalahan konsep siswa dapat diperbaiki. pembelajaran dengan pendekatan konstruktivistik dapat dilaksanakan dengan lebih baik. (2) ) perubahan miskonsepsi yang dialami siswa. dan (5) hasil belajar siswa. atau konflik kognitif. No. 3 TH. Dengan modul berorientasi siklus belajar ini.89) untuk kelompok eksperimen. (4) respon siswa terhadap model pembelajaran yang diimplementasikan. dan rata-rata 63.

Modul yang disusun berorientasi siklus belajar.00). memudahkan mempelajari konsep sistem koordinasi dan mengaplikasikan konsep tersebut. Penilaian terhadap proses pembelajaran menunjukkan bahwa kegiatan guru pada tahap eksplorasi tergolong baik-sangat baik (3.00 – 4. Dengan demikian.8250 36 membangun pengetahuan dari kegiatan. Kegiatan siswa _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Pada tahap aplikasi konsep. 3 TH. memotivasi untuk belajar lebih awal. guru dapat memaksimalkan proses belajar siswa karena pada tahapan eksplorasi guru dapat mengetahui profil pengetahuan awal siswa. menjadikan mereka lebih aktif dalam pembelajaran. Respon siswa terhadap model pembelajaran yang diimplementasikan menyatakan bahwa penggunaan modul berorientasi siklus belajar dapat membantu siswa dalam mengubah miskonsepsinya dan memperoleh konsep sistem koordinasi yang benar. berarti bahwa pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk melayani keperluan pebelajar. XXXIX Juli 2006 . Dengan siklus belajar. No. dan kegiatan siswa tergolong baik dengan nilai 3. memanfaatkan pengetahuan awal yang mereka miliki. 1986). dan pengajar lebih banyak berfungsi sebagai fasilitator dan mediator yang kreatif (Bodner.00. siswa diberi kesempatan memantapkan pemahamannya melalui latihan pemecahan masalah atau menemukan solusi dari suatu masalah nyata yang ada di sekitarnya. dan dengan mengetahui profil pengetahuan awal tersebut guru dapat menentukan strategi yang paling tepat untuk membantu siswa mengontruksi pengetahuannya pada tahap pengenalan konsep.ISSN 0215 . dan mendidik mereka untuk belajar mandiri. dan interpretasi serta pemahaman sesuai dengan skemata yang dimilikinya. siswa akan menjadi lebih memahami konsep-konsep yang dipelajarinya. Dengan demikian. refleksi. diharapkan dapat membantu proses belajar pebelajar (siswa) yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajar mereka.

7). Dari data yang didapatkan melalui percobaan. Proses pembelajaran yang baik tentunya akan diikuti oleh peningkatan hasil belajar. siswa yang lebih banyak bertanya dan menyampakan gagasan adalah siswa yang mempunyai kemampuan yang baik. Menurut Gabel (1994). Pada aplikasi kosep. penggunan siklus belajar dalam pembelajaran sangat baik untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan konsep pada siswa. No. Demikian juga halnya dengan kemampuan siswa dalam bertanya. melalui model pembelajaran ini _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Siswa yang mempunyai kemampuan sedang.3-3. XXXIX Juli 2006 .0 dan 3.3). 3 TH. kegiatan guru diniliai baik-sangat baik (3.7. Ini berarti secara keseluruhan proses pembelajaran biologi dengan pendekatan konstruktivistik menggunakan modul berorientasi siklus belajar dinilai baik.8250 37 yang mendapat nilai 3. bahkan pada sejumlah aspek dinilai sangat baik.00). Antusiasme guru dan siswa selama proses pembelajaran dinilai baik (3. dan kegiatan siswa dinilai sangat baik-sangat baik (3. Dalam pembelajaran. kegiatan guru dan siswa dinilai sangat baik dengan nilai 4. Pada tahapan pengenalan konsep.ISSN 0215 . atau dengan media gambar.00 menunjukkan bahwa kemampuan siswa secara umum dalam berdiskusi dan menyampaikan gagasan perlu dilatih secara terus-menerus. atau dari hasil pengamatan diharapkan terjadi konflik kognitif pada diri siswa. dan menemukan sendiri konsep baru yang tepat.4. Melalui diskusi dan dibantu dengan literatur akhirnya siswa menyadari kesalahan konsep yang dialaminya. siswa dapat menilai ketepatan konsep yang telah dimiliki melalui eksperimen baik dengan media asli maupun tiruan (tidak asli). Dengan pengetahuan awal yang berkategori sedang dan sejumlah kesalahan konsep. Dalam pembelajaran menggunakan modul berorientasi siklus belajar.30 . perlu dilatih dalam berdiskusi dan menyampaikan pendapat ataupun bertanya.

05). dan tidak ada yang memiliki nilai kurang.02% memiliki nilai baik dan sangat baik.58 (simpangan baku 5.20). No. Hasil uji komparatif pascauji siswa pada kelas dengan menggunakan modul berorientasi siklus belajar dengan yang tidak (secara konvensional) menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0. 3 TH. _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. (3) Prestasi belajar siswa menggunakan pendekatan konstruktivistik dengan modul berorientasi siklus belajar lebih baik dibandingkan dengan cara konvensional (tidak menggunakan modul berorientasi siklus belajar). Hasil belajar siswa yang menggunakan modul berorientasi siklus belajar 93. Di samping itu. khususnya untuk materi sistem koordinasi. Prestasi belajar sesuai dengan hasil observasi terhadap kegiatan pembelajaran dan penilaian siswa terhadap model pembelajaran yang diterapkan. Prestasi hasil belajar siswa yang menggunakan modul berorientasi siklus belajar lebih baik (rerata 77. dapat dibuat beberapa simpulan berikutini.ISSN 0215 .8250 38 hasil belajar siswa dapat ditingkatkan dengan nilai rata-rata 77. (2) Modul berorientasi silkus belajar yang dikembangkan dinilai layak sebagai media edukatif dalam pembelajaran biologi di SMA.58) dibandingkan siswa pada kelas konvensional (rerata 70. indera dan hormon). (1) Siswa telah memiliki pengetahuan awal yang bervariasi terkait dengan materi sistem koordinasi (sistem saraf. kesalahan konsep yang terjadi pada siswa dapat diperbaiki. Penutup Berdasarkan atas hasil penelitian dan analisis data.99). XXXIX Juli 2006 . (4) Secara umum respon siswa dan guru terhadap pembelajaran biologi menggunakan pendekatan konstruktivistik dengan modul berorientasi siklus belajar adalah positif atau baik. 4.

1997. 3 TH. 1986. 63 (10) Citrawathi. kesalahan konsep yang terjadi pada siswa dapat dideteksi secara dini dan dilakukan upaya klarifikasi. Dibiayai oleh Proyek PGSM. 2000.8250 39 Berdasarkan temuan penelitian ini. IBRD Loan No. 6 Publishing Company. Guru. Teaching Modern Science. Journal of Chemical Education. Md.ISSN 0215 . I. New York: Macmillan Degeng. 3979-IND Carin. Penulisan Bahan Ajar: Modul Pembelajaran. D. XXXIX Juli 2006 .M. DAFTAR PUSTKA Bodner. (2) Sebelum mengajarkan materi pelajaran yang baru.N. Contructivism: A Theory of knowledge.S. akan memudahkan untuk memilih atau menentukan strategi pembelajaran yang tepat agar pengetahuan baru yang akan diberikan mudah dikonstruksi oleh siswa. Makalah. disarankan guru untuk melakukan inventarisasi pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa berkaitan dengan materi yang akan dibahas. No. dan Karyawan Sekolah Ciputra Surabaya. Pengetahuan tentang profil pengetahuan awal siswa. 1993. Pt.M. Sutajaya. th ed. _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Di samping itu. (1) Para guru biologi di SMA disarankan agar mencoba mengimplementasikan model pembelajaran yang menggunakan modul berorientasi siklus belajar sebagai inovasi dalam pembelajaran sains. Budi Adnyana. Pelatihan Staf. dapat diajukan beberapa saran berikut ini. Laporan Penelitian. A. G. Pengembangan Model Pembelajaran Anatomi dan Fisiologi Manusia Manggunakan Suplemen Bahan Ajar dan Siklus Belajar Berbasis SainsTeknologi-Masyarakat (STM) di Program Studi Biologi STKIP Singaraja.

Menuju pembelajaran yang Berperspektif Konstruktivis. Better Way to Teach Biology.8250 40 Gabel. Matematika dan IPA Sekolah UNESA Suparman A dan Purwanto. 3 TH. M. Teori dan Penelitian. Depdikbud 1997. D. 1997. New York: Macmillan Publishing Company. Handbook of Research on Science Teaching and Learning.L. XXXIX Juli 2006 . The American Biology Teacher. 1994.E. Lawson. Surabaya. 2000. A Project of The National Science Teachers Association. 50 (5) : 166-278 Nur. Strategi-strategi Belajar. Waras. 1988. Pusat Studi Jakarta: Analisis Pembelajaran. No.ISSN 0215 . Tahun 5 (1): 22-28 _______________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja. Jurnal Teknologi Pembelajaran. A.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->