P. 1
persiapan teknis pelaksanaan

persiapan teknis pelaksanaan

4.0

|Views: 11,308|Likes:
Published by justotemon

More info:

Published by: justotemon on Jun 04, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

1.

Mesin pancang yang digunakan adalah jenis
Diesel Hammer atau Hydraulis Hammer, agar proses pemancangan bisa
berjalan dengan cepat dengan kondisi yang ada, maka kapasitas alat
pemukul yang dipakai harus lebih besar dari K-35.
2.Pemborong harus dapat menunjukan bahwa alat yang digunakan telah
tersedia dan dapat digunakan pada waktu yang telah ditentukan.
3.Pada waktu pemancangan, kepala tiang pancang harus dilindungi dengan
bantalan yang cukup kuat dan tidak mudah copot serta disetujui terlebih
dahulu oleh Direksi Lapangan.

3.3.4.Penetrasian Tiang pancang
1. Pada waktu pemancangan, penetrasi dari tiang pancang harus dicatat
dengan baik sesuai dengan pengarahan dari Konstruktor / Perencana
untuk menentukan daya dukung tiang.
2.Pada waktu pencatatan ini, harus dicatat penetrasi total pertama lalu
pelenturan kembali (Rebound) untuk mendapatkan Penetrasi permanen.
3.Seandainya terjadi penghentian pemancangan sebelum tercapai angka
penetrasi akan dilakukan kembali setelah penetrasi mencapai 30 cm,
pada waktu melanjutkan pemancangan.
4.Pemancangan dapat dihentikan apabila penetrasi total 3 kali berturut-
turut menunjukan penetrasi yang sama atau lebih kecil. Penetrasi akhir
tiang pancang, 10 mm / pukulan.
5.Untuk mengetahui kapasitas daya dukung tiang sesaat, maka dikontrol
dengan melakukan test kalendering untuk setiap tiang dan dilakukan
pencatatan terhadap nilai kalendering atau nilai penurunan / 10 pukulan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->