P. 1
perawatan bayi baru lahir

perawatan bayi baru lahir

|Views: 116|Likes:
Published by karisamalia
referat
referat

More info:

Published by: karisamalia on Aug 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Masalah utama bayi baru lahir pada masa perinatal dapat menyebabkan kematian, kesakitan dan kecacatan. Hal ini merupakan akibat dari kondisi kesehatan ibu yang jelek, perawatan selama kehamilan yang tidak adekuat, penanganan selama persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih, serta perawatan neonatal yang tidak adekuat. Bila ibu meninggal saat melahirkan, kesempatan hidup yang dimiliki bayinya menjadi semakin kecil. Kematian neonatal tidak dapat diturunkan secara bermakna tanpa dukungan upaya menurunkan kematian ibu dan meningkatkan kesehatan ibu. Perawatan antenatal dan pertolongan persalinan sesuai standar, harus disertai dengan perawatan neonatal yang adekuat dan upayaupaya untuk menurunkan kematian bayi akibat bayi berat lahir rendah, infeksi pasca lahir (seperti tetanus neonatorum, sepsis), hipotermia dan asfiksia. Sebagian besar kematian neonatal yang terjadi pasca lahir disebabkan oleh penyakit – penyakit yang dapat dicegah dan diobati dengan biaya yang tidak mahal, mudah dilakukan, bisa dikerjakan dan efektif.1 Penurunan Angka Kematian Neonatal memerlukan upaya bersama tenaga kesehatan dengan melibatkan dukun bayi, keluarga dan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi ibu dan bayi baru lahir. Untuk mengukur keberhasilan penerapan intervensi yang efektif dan efisien, dapat dimonitor melalui indikator cakupan pelayanan yang mencerminkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan bayi baru lahir. Penurunan angka kematian neonatal dapat dicapai dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkesinambungan sejak bayi dalam kandungan, saat lahir hingga masa neonatal. 2

1

Definisi Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat badan lahir 2500 gram sampai dengan 4000 gram. 1 Ciri-Ciri Bayi Baru Lahir Normal1 Berat badan 2500-4000 gram Panjang badan 48-52 cm Lingkar dada 30-38 cm Lingkar kepala 33-35 cm Bunyi jantung dalam menit-menit pertama 180 kali/menit. 1 B. bayi bila di kagetkan akan memperlihatkan gerakan seperti memeluk. kemudian menurun setelah tenang kira-kira 40 kali/menit Kulit kemerah-merahan dan licin karena jaringan subcutan cukup terbentuk dan di liputi verniks caseosa Rambut lanugo telah tidak terlihat. testis sudah turun (pada anak laki-laki) Refleks isap dan menelan sudah terbentuk dengan baik Refleks moro sudah baik. apabila di letakkan sesuatu benda di atas telapak tangan. Kuku telah agak panjang dan lemas Genetalia : Labia mayora sudah menutupi labia minora (pada perempuan ). mekonium berwarna hitam kecoklatan.BAB II PERAWATAN BAYI BARU LAHIR NORMAL A. rambut kepala biasanya telah sempurna. Palmar refleks sudah baik. urine dan mekonium akan keluar dalam 24 jam pertama. bayi akan menggenggam / adanya gerakan reflex Eliminasi baik. kemudian menurun sampai 120-140 kali/menit          Pernafasan pada menit-menit pertama cepat kira-kira 80 kali/menit. 1) Perubahan-Perubahan Yang terjadi Pada Bayi Baru Lahir Perubahan metabolisme karbohidrat 2 .      C.

untuk menambah energi pada jam-jam pertama setelah lahir di ambil dari hasil metabolisme asam lemak. akibat suhu yang rendah metabolisme jaringan meningkat dan kebutuhan oksigen pun meningkat. 1 Semua ini menyebabkan perangsangan pusat pernapasan dalam otak yang melanjutkan rangsangan tersebut untuk menggerakkan diafragma serta otot-otot pernapasan lainnya. seperti kemoreseptor carotid yang sangat peka terhadap kekurangan oksigen. bayi dari ibu yang menderita DM dan lain-lainnya. 1 3) Perubahan pernafasan Pernapasan pertama pada bayi normal terjadi dalam waktu 30 detik sesudah kelahiran. Ini menyebabkan darah arteri pulmonalis mengalir ke paru-paru dan duktus arteriosus menutup. Sedangkan produksi panas yang dihasilkan tubuh bayi hanya 1/10 nya. tekanan karbondioksida turun. misalnya pada bayi BBLR. kehilangan 1/3 dari cairan ini. Tekanan rongga dada bayi pada waktu melalui jalan lahir pervaginanam mengakibatkan bahwa paru-paru. tekanan diatrium kiri menjadi lebih tinggi dari pada tekanan diatrium kanan. rangsangan hipoksemia. Paru-paru berkembang. 1 3 . ini menyebabkan foramen ovale menutup. maka aliran darah dari plasenta melalui vena kava inferior dan foramen ovale ke atrium kiri terhenti.Dalam waktu 2 jam setelah lahir akan terjadi penurunan kadar gula darah. yang pada janin normal cukup-bulan mengandung 80-100 ml cairan. sehingga rongga dada kembali pada bentuk semula. dan evaporasi sebanyak 200 kal / kg berat badan / menit. Sebaiknya. Apabila bayi dibiarkan dalam suhu kamar dua puluh lima derajat celcius maka bayi akan kehilagan panas melalui konveksi. Serta diterimanya darah oleh atrium kiri dari paruparu. Setelah tali pusat dipotong. Sesudah bayi lahir cairan yang hilang diganti dengan udara. sehingga aliran darah kealat tersebut meningkat. metabolisme asam lemak tidak dapat memenuhi kebutuhan pada neonatus maka kemungkinan bayi akan menderita hipoglikemia. 1 4) Perubahan sirkulasi Seiring dengan berkembangnya paru-paru. sentuhan dan perubahan suhu didalam uterus dan diluar uterus. Hal-hal tersebut mengakibatkan turunnya resistensi pembuluh-pembuluh darah paru. radiasi. 1 2) Perubahan suhu tubuh Ketika bayi berada pada suhu lingkungan yang lebih rendah dari suhu didalam rahim ibu. Sirkulasi bayi yang hidup diluar badan ibu. bila oleh karena sesuatu hal perubahan glukosa menjadi glikogen misalnya bayi mengalami hipothermi. Pernapasan ini timbul sebagai akibat aktivitas normal susunan saraf pusat dan perifer yang dibantu oleh beberapa rangsangan lainnya. tekanan oksigen didalam alveoli meningkat. Keadaan ini menyebabkan penurunan suhu tubuh sebanyak 20C dalam waktu 5 menit.

Jika bayi kurang bulan (< 37 minggu/259 hari) atau bayi lebih bulan (≥ 42 minggu/283 hari) dan atau air ketuban bercampur mekonium dan atau tidak bernapas atau megap-megap dan atau tonus otot tidak baik lakukan manajemen BBL dengan Asfiksia. hati. lakukan penilaian awal dengan menjawab 4 pertanyaan:     Apakah kehamilan cukup bulan? Apakah air ketuban jernih. ginjal dan alat-alat lain mulai berfungsi. penilaian dan keputusan serta alternatif tindakan yang sesuai dengan hasil penilaian keadaan BBL. Penilaian awal Untuk semua BBL. 1 D. Hal-Hal Yang Dilakukan dalam Perawatan Bayi Baru Lahir Normal (BBLN) a. tidak bercampur mekonium? Apakah bayi menangis atau bernapas/tidak megap-megap? Apakah tonus otot bayi baik/bayi bergerak aktif? Dalam Bagan Alur Manajemen BBL dapat dilihat alur penatalaksanaan BBL mulai dari persiapan.5) Perubahan lain Alat-alat pencernaan. 2 4 . Untuk BBL cukup bulan dengan air ketuban jernih yang langsung menangis atau bernapas spontan dan bergerak aktif cukup dilakukan manajemen BBL normal.

(b) memposisikan bayi dengan sedikit menengadahkan kepalanya 5 . Beberapa kepustakaan seperti merekomendasikan penggunaan plastik penghangatan tambahan pembungkus dan meletakkan bayi dibawah pemancar panas pada bayi kurang bulan dan BBLR. Bayi dengan BBLR memiliki kecenderungan tinggi menjadi hipotermi dan harus mendapat pemberian perlakuan teknik khusus.Bila terdapat jawaban ”tidak” dari salah satu pertanyaan di atas maka bayi memerlukan satu atau beberapa tindakan resusitasi berikut ini secara berurutan: (1) langkah awal dalam stabilisasi (a) memberikan kehangatan Bayi diletakkan dibawah alat pemancar panas (radiant warmer) dalam keadaan telanjang agar panas dapat mencapai tubuh bayi dan memudahkan eksplorasi seluruh tubuh. Alat lain yang bisa digunakan adalah alas penghangat.

namun bukti penelitian dari beberapa senter menunjukkan bahwa cara ini tidak menunjukkan efek yang bermakna dalam mencegah aspirasi mekonium. Bila setelah posisi yang benar. Karenanya cukup satu atau 6 . 2 (d) Mengeringkan bayi. penghisapan sekret dan pengeringan. faring dan trakea sampai glotis. Salah satu pendekatan obstetrik yang digunakan untuk mencegah aspirasi adalah dengan melakukan penghisapan mekoneum sebelum lahirnya bahu (intrapartum suctioning). menghisap sekret. tubuh atau ekstremitas bayi. 2 (c) membersihkan jalan napas sesuai keperluan Aspirasi mekoneum saat proses persalinan dapat menyebabkan pneumonia aspirasi. 2 Bila terdapat mekoneum dalam cairan amnion namun bayi tampak bugar. rangsangan apapun tidak akan menimbulkan reaksi pernapasan. meletakkan pada posisi yang benar. 2 Bayi yang berada dalam apnu primer akan bereaksi pada hampir semua rangsangan. Posisi ini adalah posisi terbaik untuk melakukan ventilasi dengan balon dan sungkup dan/atau untuk pemasangan pipa endotrakeal. atau dengan menggosok punggung. bayi belum bernapas adekuat. Penghisapan trakea meliputi langkah-langkah pemasangan laringoskop dan selang endotrakeal ke dalam trakea. maka perangsangan taktil dapat dilakukan dengan menepuk atau menyentil telapak kaki. 2 Cara yang tepat untuk membersihkan jalan napas adalah bergantung pada keaktifan bayi dan ada/tidaknya mekonium. 2 Bila terdapat mekoneum dalam cairan amnion dan bayi tidak bugar (bayi mengalami depresi pernapasan. sementara bayi yang berada dalam apnu sekunder. pembersihan sekret dari jalan napas dilakukan seperti pada bayi tanpa mekoneum. kemudian dengan kateter penghisap dilakukan pembersihan daerah mulut. dan mengeringkan akan memberi rangsang yang cukup pada bayi untuk memulai pernapasan. tonus otot kurang dan frekuensi jantung kurang dari 100x/menit) segera dilakukan penghisapan trakea sebelum timbul pernapasan untuk mencegah sindrom aspirasi mekonium. larings dan trakea dalam satu garis lurus yang akan mempermudah masuknya udara. merangsang pernapasan dan meletakkan pada posisi yang benar.Bayi diletakkan telentang dengan leher sedikit tengadah dalam posisi menghidu agar posisi farings.

frekuensi jantung dan warna kulit). lalu nilai kembali.dua tepukan pada telapak kaki atau gosokan pada punggung. dan putuskan untuk melanjutkan ke langkah berikutnya (lihat bagan 1). Waktu untuk setiap langkah adalah sekitar 30 detik. Jangan membuang waktu yang berharga dengan terus menerus memberikan rangsangan taktil. 2 (2) ventilasi tekanan positif 2 (3) kompresi dada2 (4) pemberian epinefrin dan atau pengembang volume (volume expander) Keputusan untuk melanjutkan dari satu kategori ke kategori berikutnya ditentukan dengan penilaian 3 tanda vital secara simultan (pernapasan. 2 7 .

Menjaga kehangatan bayi Saat lahir. mekanisme pengaturan suhu tubuh pada BBL. Tanda vital yang perlu dinilai adalah sebagai berikut: 1 (1) Pernapasan Resusitasi berhasil bila terlihat gerakan dada yang adekuat. jika tidak segera dilakukan upaya pencegahan kehilangan panas tubuh maka BBL dapat mengalami hipotermia. 3 Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara-cara berikut : 8 . Penghitungan bunyi jantung dilakukan dengan stetoskop selama 6 detik kemudian dikalikan 10 sehingga akan dapat diketahui frekuensi jantung permenit. Sianosis akral tanpa sianosis sentral belum tentu menandakan kadar oksigen rendah sehingga tidak perlu diberikan terapi oksigen. Walaupun demikian. tidak boleh ada sianosis sentral yang menandakan hipoksemia. bayi tidak boleh menjadi hipertermia. belum berfungsi sempurna. Warna kulit bayi yang berubah dari biru menjadi kemerahan adalah petanda yang paling cepat akan adanya pernapasan dan sirkulasi yang adekuat. 1 (2) Frekuensi jantung Frekuensi jantung harus diatas 100x/menit. berisiko tinggi untuk mengalami sakit berat atau bahkan kematian.Penilaian Penilaian dilakukan setelah 30 detik untuk menentukan perlu tidaknya resusitasi lanjutan. Oleh karena itu. Setelah frekuensi jantung normal dan ventilasi baik. 1 b. Hipotermia mudah terjadi pada bayi yang tubuhnya dalam keadaan basah atau tidak segera dikeringkan dan diselimuti walaupun berada di dalam ruangan yang relatif hangat. Bayi dengan hipotermia. Hanya sianosis sentral yang memerlukan intervensi. Pernapasan yang megap-megap adalah pernapasan yang tidak efektif dan memerlukan intervensi lanjutan. frekuensi dan dalamnya pernapasan bertambah setelah rangsang taktil. 1 (3) Warna kulit Bayi seharusnya tampak kemerahan pada bibir dan seluruh tubuh. Bayi prematur atau berat lahir rendah lebih rentan untuk mengalami hipotermia.

2  Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat bendabenda yang mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh bayi. 2  Konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar udara sekitar yang lebih dingin. Mengeringkan tubuh bayi harus dilakukan dengan cepat mulai kepala kemudian seluruh tubuh. 2  Konduksi adalah kehilangan panas tubuh bayi melalui kontak langsung oleh tubuh bayi dengan dengan permukaan yang dingin.5OC yang diukur dengan menggunakan termometer. Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus dengan selimut. Meja. 2 Untuk mencegah terjadinya serangan dingin setiap bayi lahir harus dikeringkan dengan handuk yang kering dan bersih (sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih dahulu). denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras3 Cara mempertahankan panas tubuh bayi: 3    Ruang bersalin yang hangat 3 Suhu ruangan minimal 25°C. tubuh bayi tidak segera dikeringkan.5OC – 37. Tutup semua pintu dan jendela. Seperti melalui aliran udara dari kipas angin. Handuk yang basah harus diganti dengan handuk yang lain yang kering dan hangat. diberi topi / tutup kepala. hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan. apabila suhu < 36OC atau kedua tangan atau kaki teraba dingin maka ini merupakan gejala awal dari hipotermi. Selanjutnya bayi diletakkan dengan telungkup diatas dada untuk mendapat kehangatan dari dekapan ibu. 3 Suhu normal bayi baru lahir berkisar 36. Evaporasi adalah kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir. tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan diatas benda-benda tersebut. Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin. maka bayi sudah mengalami hipotermia. 3 Keringkan tubuh bayi tanpa membersihkan verniks3 9 . kaos tangan dan kaki. Tanda-tanda bayi hipotermia adalah sebagai berikut :     Bayi tidak mau minum atau menetek Bayi tampak lesu atau mengantuk saja Tubuh bayi teraba dingin Dalam keadaan berat.

terlebih dulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Luruskan dan usahakan ke dua bahu bayi menempel di dada atau perut ibu. Verniks akan membantu menghangatkan tubuh bayi. 3   Berat bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian atau diselimuti dikurangi dengan berat pakaian atau selimut. Karena BBL cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya (terutama jika tidak berpakaian). kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. 3 . sebelum melakukan penimbangan. 3  Resusitasi dalam lingkungan yang hangat Apabila bayi baru lahir memerlukan resusitasi harus dilakukan dalam lingkungan yang hangat.Keringkan bayi mulai dari muka. 3 Bayi sebaiknya dimandikan pada waktu yang tepat yaitu tidak kurang dari enam jam setelah lahir dan setelah kondisi stabil. 3    Inisiasi Menyusu Dini3 Gunakan pakaian yang sesuai untuk mencegah kehilangan panas3 Selimuti tubuh ibu dan bayi dengan kain hangat yang sama dan pasang topi di kepala bayi. mendorong ibu segera menyusui bayinya dan mencegah paparan infeksi pada bayi. Bagian kepala bayi memiliki permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutup. 3  Transportasi hangat Bayi yang perlu dirujuk. Memandikan bayi dalam beberapa jam pertama setelah lahir dapat menyebabkan hipotermia yang sangat membahayakan kesehatan BBL3  Rawat Gabung Ibu dan bayi harus tidur dalam satu ruangan selama 24 jam.Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu dengan posisi sedikit lebih rendah dari puting payudara ibu. Idealnya BBL ditempatkan di tempat tidur yang sama dengan ibunya. 3  Letakkan bayi di dada atau perut ibu agar ada kontak kulit ibu ke kulit bayi Setelah tali pusat dipotong. harus dijaga agar tetap hangat selama dalam perjalanan. 3   Jangan segera menimbang atau memandikan bayi baru lahir3 Lakukan penimbangan setelah satu jam kontak kulit ibu ke kulit bayi dan bayi selesai menyusu. Ini adalah cara yang paling mudah untuk menjaga agar bayi tetap hangat. 10 . letakkan bayi tengkurap di dada atau perut ibu. Segera ganti handuk basah dengan handuk atau kain yang kering.

Membersihkan jalan nafas Bayi normal akan segera menangis spontan segera sesudah lahir. darah. menyusut. ulkus pterigoid (Bednar apthae). tutuplah pusar bayi dengan kapas kering atau kasa. infeksi tunas gigi disertai osteomielitis maksilaris dan pembentukan abses retrobulbar. Walaupun air susu ibu yang berupa kolostrum itu dapat diisap hanya beberapa tetes. apabila bayi tidak langsung menangis. dan hidungnya bersih dari cairan. 1 d. 1 Pada bayi baru lahir normal kepala bayi harus ditempatkan mengarah ke bawah segera sesudah persalinan supaya mulut. c. posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. b.C. dan puing. faring. mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus dengan kassa steril. mukus.Tali pusat akan cepat puput apabila dilakukan perawatan yang baik. dan lepas dari pusar bayi. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain kering dan kasar. Karena itu.puing amnion melalui gaya gravitasi. Gulung sepotong kain dan letakkan di bawah bahu sehingga leher bayi lurus dan kepala tidak menekuk. Meletakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. Tali pusar ini sebaiknya dijaga tetap kering setiap hari untuk menghindari terjadinya infeksi pada tali pusat. Setelah memandikan bayi. 1 e. Tindakan mengusap palatum dan faring dengan kain kasa dapat menyebabkan abrasi dan timbulnya sariawan. ini sudah cukup untuk kebutuhan bayi dalam hari-hari pertama. Bersihkan hidung. Penghisapan secara halus dengan balon penghisap atau kateter karet yang lunak juga dapat membantu dalam mengeluarkan barang – barang ini. atau yang jarang. Lamanya disusui hanya untuk satu dua menit pada setiap payudara ibu dengan mengisapnya bayi dapat terjadi perangsangan terhadap pembentukan air susu ibu. Biasanya 5-7 hari tali pusar ini akan lepas sendiri bahkan tanpa ibu ketahui dimana dan kapan sisa jaringan tali pusar ini terlepas. d. Pemenuhan Nutrisi Bayi normal sudah dapat disusui segera setelah lahir. Antiseptik Kulit dan Perawatan tali pusat Tubuh bayi yang baru lahir belum cukup kuat menangkal kuman infeksi. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara: a. dengan rangsangan ini biasanya bayi akan segera menangis. 11 . tali pusar harus dalam keadaan bersih dan tetap kering sampai tali pusar mengering.

Oleh sebab itu. Sehingga kebutuhan on demand dapat terpenuhi. 3 Kebutuhan cairan pada tiap-tiap bayi untuk mencapai kenaikan berat badan yang optimal berbeda-beda. bayi sudah boleh disusui pada satu mamma secara bergantian. berat badan akan naik lagi pada hari ke 4 sampai hari ke 10 dan seterusnya. Turunnya berat badan tidak lebih dari 10%. pemberian ASI pada bayi sangat penting. Akan tetapi diantara waktu itu bayi menangis karena lapar. Pada umumnya cairan yang diberikan pada hari pertama sebanyak 60 ml/kg berat badan dan setiap dan setiap hari di Rumah. Pada hari ketiga bayi sudah harus menyusui selama 10 menit pada mamma ibu dengan jarak waktu tiap 3-4 jam. Oleh sebab itu. 3 12 . pemberian cairan kepada bayi yang daya isap dan menelannya baik hendaknya on demand. sehingga pada hari ke-14 dicapai 200 ml/kg berat badan sendiri.Kolostrum banyak mengandung antibody (ketahanan tubuh). Kadang-kadang bayi keberatan menyusui bayinya dengan alasan ASI belum keluar. Dalam hari-hari pertama berat badan akan turun oleh karena pengeluaran mekonium dan masuknya cairan belum mencukupi.

intra muskular pada antero lateral paha kiri. Kulit. terutama sesudah minum susu. sebaiknya 1 jam setelah lahir. Mata bayi harus selalu diperiksa untuk melihat tanda-tanda infeksi. Bagian-bagian tersebut harus bersih dari verniks caseosa karena verniks kaseoasa merupakan media yang paling baik untuk kuman stafilokokus. belakang telinga. Muka sebaiknya diseka dengan air steril. Pencegahan Perdarahan Karena sistem pembekuan darah pada bayi baru lahir belum sempurna.f. Tali pusat akan puput pada waktu bayi berumur 6-7 hari yang harus dijaga kebersihannya dengan menggunakan kain kasa yang dibasahi dengan zat antiseptik seperti betadin dan alkohol 70 %. maka pada semua bayi baru lahir. ketiak) harus selalu bersih dan kering. Mulut diperiksa untuk melihat kemungkinan infeksi dengan kandida (oral thrush). • Tarik kelopak mata bagian bawah kearah bawah. • Ujung tabung salep mata atau pipet tetes tidak boleh menyentuh mata bayi. Suntikan Vitamin K1 dilakukan setelah proses IMD dan sebelum pemberian imunisasi hepatitis B. mata harus selalu dibersihkan dengan air bersih. maka semua bayi akan berisiko untuk mengalami perdarahan. Bila ditemukan dapat diobati dengan gentian violet 1% yang baru dibuat atau larutan Nystasin yang langsung diteteskan kemulut. 2.4 Cara pemberian salep mata antibiotik: • Cuci tangan (gunakan sabun dan air bersih mengalir) kemudian keringkan • Jelaskan kepada keluarga apa yang akan dilakukan dan tujuan pemberian obat tersebut. Pencegahan infeksi mata dianjurkan menggunakan salep mata antibiotik tetrasiklin 1%. leher. Infeksi dapat menjadi masalah besar di rumah sakit. • Berikan salep mata dalam satu garis lurus mulai dari bagian mata yang paling dekat dengan hidung bayi menuju ke bagian luar mata atau tetes mata. apalagi Bayi Berat Lahir Rendah diberikan suntikan vitamin K1 (Phytomenadione) sebanyak 1 mg dosis tunggal. Salep atau tetes mata untuk pencegahan infeksi mata diberikan segera setelah proses IMD dan bayi selesai menyusu. 2 g. • Jangan menghapus salep dari mata bayi dan anjurkan keluarga untuk tidak menghapus obatobat tersebut. Pencegahan infeksi Mata Bayi baru lahir rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh paparan kontaminasi mikroorganisme selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Untuk mencegah kejadian diatas. terutama bila lipatan-lipatan (paha.3 13 .

Pemberian Imunisasi Imunisasi Hepatitis B pertama (HB 0) diberikan 1-2 jam setelah pemberian Vitamin K1 secara intramuskular. 3  Yakinkan ibu untuk tetap menyusui bayinya.h. dalam waktu 24 jam setelah lahir atau paling lambat 48 jam setelah lahir. Imunisasi Hepatitis B bermanfaat untuk mencegah infeksi Hepatitis B terhadap bayi. Pemeriksaan Fisik Bayi Baru Lahir Hal-hal yang Akan Diperiksa 1. besar atau kurus. 3 i. berikan imunoglobulin Hepatitis B 200 IU (0. terutama jalur penularan ibu-bayi. ukuran tubuh bayi apakah kecil. 3 Ibu dengan Hepatitis B Ibu yang menderita Hepatitis akut selama hamil atau tes serologis HBsAg positif.5 mL) IM disuntikkan padap aha sisi yang lainnya. 3 Lakukan pencatatan dan anjurkan ibu untuk kembali untuk mendapatkan imunisasi berikutnya sesuai jadwal pemberian imunisasi. 3 Imunisasi BCG intrakutan dan vaksin polio oral 2 tetes diberikan saat akan pulang dari rumah sakit. • Hampir separuh bayi dapat tertular Hepatitis B pada saat lahir dari ibu pembawa virus. Penampilan secara umum Yang dinilai penampilan secara umum adalah seperti tangisan bayi. dapat menularkan hepatitis B pada bayinya : 3  Berikan dosis awal Vaksin Hepatitis B (VHB) 0.5 mL IM segera setelah lahir (sebaiknya dalam 12 jam sesudah lahir) dilanjutkan dosis ke-2 dan ke-3 sesuai dengan jadwal imunisasi hepatitis3  Bila tersedia. yang kemudian dapat berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati primer • Imunisasi Hepatitis B sedini mungkin akan melindungi sekitar 75% bayi dari penularan Hepatitis B. 1 14 . 3 Imunisasi Hepatitis B (HB-0) harus diberikan pada bayi umur 0 – 7 hari karena: • Sebagian ibu hamil merupakan carrier Hepatitis B. •Penularan pada saat lahir hampir seluruhnya berlanjut menjadi Hepatitis menahun.

1 c. Kepala Lakukan inspeksi daerah kepala. kedua mata mengecil berarti dalam keadaan normal. normalnya beberapa bagian telinga harus berada di garis ini. lakukan pemeriksaan dengan melakukan penyinaran pada pupil bayi. lengan dan tangan Yang dilakukan adalah melihat gerakan bayi apakah aktif atau tidak kemudian menghitung jumlah jari. Pastikan untuk melihat apakah kelenjar thyroid bengkak. perdarahan atau kelainan lainnya. Tingkat pernapasan Bayi yang baru lahir umumnya bernapas antara 30-60 x/menit. 1 i. 1 d. Bahu. dihitung selama satu menit penuh dengan mengamati naik turun perutnya. 1 f. hal ini merupakan suatu masalah pada BBL. Hidung dan mulut Pertama yang kita lihat apakah bayi dapat bernapas dengan lancar tanpa hambatan. Selanjutnya lihat sclera dan konjungtivanya. Bayangkan sebuah garis melintas kedua matanya. Caput succadenum dan chepal hematoma. kemudian lakukan pemeriksaan pada bibir dan langit-langit dengan cara menekan sedikit pipi bayi untuk membuka mulut bayi kemudian masukkan jari tangan anda untuk merasakan hisapan bayi. 1 j. 1 g. 1 h. Dada Yang diperiksa adalah bentuk dari dada. 1 15 .5-37. Jika disinari.2. lihat apakah ada molase. 1 e. Suhu tubuh Suhu tubuh BBL normalnya 36. bayi dalam keadaan tenang. Tanda-tanda fisik a. puting. Telinga Untuk memeriksa telinga bayi tataplah mukanya. Leher Periksa leher apakah ada pembengkakan dan benjolan. bunyi napas dan bunyi jantung. Mata Lihat kedua mata bayi apakah kedua mata tampak normal dan apakah bergerak bersama. 1 b. Detak jantung Jantung BBL normalnya berdetak antara 120-160 x/menit dengan menggunakan stetoskop dapat didengar dengan jelas di telinga.5°C diukur di daerah ketiak bayi selama 15 menit dengan menggunakan thermometer.

dinding perut lembek pada saat bayi tidak menangis dan benjolan yang terlihat pada perut bayi. Pada bayi perempuan yang harus diperiksa adalah normalnya labia mayora dan minora. 1 o. Kulit Pada kulit yang perlu diperhatikan adalah verniks. Alat kelamin Pada bayi laki-laki yang harus diperiksa adalah normalnya dua testis dalam skrotum kemudian apakah pada ujung penis terdapat lubang. bentuk simetris kaki.k. 1 p. perdarahan pada tali pusat. Pemulangan Bayi Baru Lahir Normal Bayi yang lahir di fasilitas kesehatan seharusnya dipulangkan minimal 24 jam setelah lahir apabila selama pengawasan tidak dijumpai kelainan. pembengkakan atau bercak-bercak hitam dan kemerahan seperti tanda lahir. warna. Sedangkan pada bayi yang lahir di rumah bayi dianggap dipulangkan pada saat petugas kesehatan meninggalkan tempat persalinan. panjang kedua kaki dan jumlah jari pada kaki. 1 l. lingkar perut. 3 Tanda bahaya yang harus diperhatikan adalah: 3 • Tidak mau minum atau memuntahkan semua 3 • Kejang 3 • Bergerak hanya jika dirangsang 3 • Frekuensi nafas ≥ 60 kali /menit3 • Frekuensi nafas < 30 kali /menit 3 • Tarikan dinding dada kedalam yang sangat kuat3 16 . pada uretra terdapat lubang dan terdapat klitoris. apakah anus berlubang atau tidak. pada vagina terdapat lubang. 1 n. Perut Pada perut yang diperhatikan adalah bentuk dari perut bayi. Tungkai dan kaki Yang perlu diperiksa adalah gerakan kaki. penonjolan sekitar tali pusat ketika bayi menangis. 1 E. Pada bayi yang lahir normal dan tanpa masalah petugas kesehatan meninggalkan tempat persalinan paling cepat 2 jam setelah lahir. Punggung dan anus Lihat punggung apakah terdapat kelainan atau benjolan.

5 °C) 3 • Teraba dingin (suhu aksila < 36 °C ) 3 • Nanah yang banyak di mata 3 • Pusar kemerahan meluas ke dinding perut 3 • Diare 3 • Tampak kuning pada telapak tangan dan kaki3 17 .• Merintih3 • Teraba demam (suhu aksila > 37.

Nina. h366-374. Nike Budhi et al. 2010.2000. WHO Country Office for Indonesia. h535-542. Edisi 15. Pelayanan Kesehatan Anak Di Rumah Sakit: Pedoman Bagi Rumah Sakit Rujukan Tingkat Pertama di Kabupaten/Kota. Gedung Bina Mulia 1 lt. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirihardjo. Manajemen Bayi Baru Lahir dalam Ilmu Kebidanan. Ilmu Kesehatan Anak Nelson Volume 1. h50-56. h199-279.DAFTAR PUSTAKA 1. Buku saku Manajemen Masalah Bayi Baru Lahir. 2. Behrman. EGC. Edisi 4. Depkes & WHO. 3. 9 Kuningan Jakarta. Rohsiswanto. EGC. Subekti. 18 .2008. 4. 2008. Kliegman.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->