BAHAYA NARKOBA DAN BAHAYA MEROKOK

YESSY AVIANTARY PUTRI VIIIA/32

SMP NEGERI 40 SEMARANG

saya segera menghubungi isteri dan orang tuanya dan berkomunikasi guna merujukkan penderita tersebut pada salah satu tempat pengobatan narkotik di Jakarta. Kasus –kasus seperti Toni ternyata terus bertambah di Indonesia setiap hari. tak dapat bertindak tegas terhadap tawaran teman . TBC. Didapatkan berat badan penderita narkoba menurun pada sekitar 10 – 15% kasus. kerusakan hati atau kerusakan ginjal. beberapa faktor individu seperti rasa ingin tahu dan ingin mencoba. Tahap akhir bagi pengguna narkoba yang memakai narkoba suntik adalah terpapar penyakit HIV/AIDS Kita harus wajib mewaspadai bila pasien datang dua kali berobat dengan gejala yang hampir sama disertai tanda tanda pemakaian narkoba.. komunikasi orangtua –isteri – anak yg tidak efektif dan tak harmonis. Semoga kita semua menyadari bahaya pemakaian narkoba bagi masyarakat kita. . Pengobatan radang paru penderita narkotik harus disertai disertai pengobatan terhadap ketergantungan narkotiknya. Gagal jantung. Sesak nafas terjadi pada sekitar 10% kasus yang diteliti. Oleh karena itu semua orang tua patut waspada kalau terjadi perubahan sikap pada anaknya atau sering timbulnya penyakit pada anaknya. Tidak terdapat kesulitan yang berarti dalam mengobati kelainan pari yang dideritanya. yang disertai letih lesu pada 30% kasus. Selain itu faktor lingkungan seperti mudahnya didapatkan zat adiksi selama 5 tahun terakhir ini. Demam Rheumatik atau tersebarnya kuman dalam darah. Pada suatu tahap. rasa kurang percaya diri. Dari penelitian. walaupun masyarakat terus menggalakkan penangkalan NAPZA dan telah ada Undang – Undang Psikotropika dan Narkotika untuk menghadapinya sehingga kondisi sekarang patut disebut bencana nasional. Para pakar memperkirakan bahwa pemakai candu di Indonesia sebenarnya 100 kali lebih banyak dari penderita yang terdeteksi datang di tempat pelayanan/rumah sakit/ tertangkap oleh polisi. membuat ia mencoba memakai narkotik.Bahaya Narkoba Bagi Tubuh Kita Bahaya narkoba bagi tubuh kita Penelitian klinis terhadap penderita narkoba memperlihatkan bahwa manifestasi klinis penderita narkotik terutama yang memakai dengan cara menghirup dan menyuntik narkotik adalah demam pada sekitar 75% sampai dengan 100% kasus. Gejala gejala tersebut sangat mirip dengan radang paru (Broncho Pneumonia). penderita datang dalam keadaan syok akibat over dosis atau kerusakan organ tubuh yang disebutkan diatas. Pemeriksaan jasmani penderita narkotik mendapati adanya radang paru yang disertai pembesaran limpa. tekanan teman sebaya /sekelompok dan berbagai faktor lingkungan lainnya. persepsi yang tidak realistis serta berbagai sebab lain menyebabkan seseorang dapat memakai narkotik. Kondisi ekonomi Indonesia yang sulit serta mudahnya mendapatkan uang haram melalui perdagangan tersebut telah membutakan sebagian anggauta kelompok masyarakat dan segelintir oknum petugas/pejabat sehingga mereka tak perduli terhadap rusaknya mental masyarakat Indonesia. penyakit jantung. Guna mengobati ketergantungan narkotiknya.

baru pada pertengahan tahun 1980-an lah usaha pencegahan dimulai dengan benar. psikotropika. Bertambahnya perhatian dan kesadaran masyarakat mengenai permasalahan itu. Sejak tersedianya dana Commonwealth untuk strategi pencegahan dasar dan pendidikan mengenai narkoba. dan mencegah persoalan mereka yang berhubungan dengan narkoba. meningkatnya jumlah pemakaian narkoba secara ilegal menjadi penyebab meningkatnya perkara kriminal. untuk membuat kaum muda memiliki rasa takut pada narkoba. ternyata tidak membawa hasil di Australia. Kenyataan tersebut sangat mengejutkan masyarakat Australia. alkohol. Dampak yang ditimbulkan. Pada tahun 1960-an di Australia mulai terjadi perubahan dalam hal pola pemakaian narkoba. masyarakat dan pemerintah semakin menyadari akan perlunya pendekatan kebijakan yang lebih terpadu untuk menanggulangi masalah narkoba. Kriminalitas meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pemakai narkoba dan ketersediaan narkoba ilegal.Bebaskan Diri dari Dampak Narkoba MASALAH narkotik. mendesak Pemerintah Australia untuk melindungi masyarakat dan menanggulangi masalah narkoba. Bahkan Australia pun menghadapi masalah ketergantungan pada tembakau dan alkohol. baik negara maju maupun negara berkembang. dan hukuman yang lebih berat untuk pemasok serta pemakai mulai diberlakukan. 1999). Sekitar 17. Apalagi kenyataan menunjukkan. Namun kampanye itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan. yakni banyaknya narkotika ilegal beredar dan meningkatnya jumlah kaum muda yang mengkonsumsi narkoba. mekanisme pemasok pasar dan permintaan narkoba ilegal tetap bertambah. Kaum muda terus bereksperimen dengan narkoba dan statistik pemakaian narkoba terus menanjak. Pada masa itulah pemakaian narkoba mulai identik dengan kaum muda. Australia. Berbagai macam cara dilakukan oleh pemerintah masing-masing negara untuk “menumpas” napza dari buminya. sebagai negara maju yang letaknya tidak terlalu jauh dari daerah The Golden Triangle tidak luput dari masalah tersebut. dan pencegahan pemakaian narkoba yang lebih jauh. serta menurunnya standar kesehatan. Hampir di setiap negara. khususnya di antara kaum muda. mereka memiliki masalah narkoba.500 orang Australia dirawat di rumah sakit karena keadaan yang diakibatkan oleh pemakaian tembakau. Dalam akhir tahun 1990-an hampir dapat dipastikan bahwa satu dari lima kematian di Australia berhubungan dengan pemakaian narkoba (Dewan Menteri mengenai Strategi Narkoba. memiliki masalah tersebut. program di sekolah-sekolah bertambah . Walaupun usaha pencegahan pemakaian narkoba melalui pendidikan di sekolah-sekolah di Australia telah dimulai pada tahun 1970-an. Tindakan pelarangan selama satu dekade yang diarahkan pada usaha memusnahkan narkoba. 1998). Kampanye pencegahan antinarkoba dan program pendidikan sekolah tidak berhasil mengubah perilaku pemakaian narkoba pada kaum muda. Taktik kejutan dan ketakutan digunakan di media massa Australia. Biaya untuk usaha penegakan hukum dinaikkan jumlahnya. dan jenis narkoba lain (Biro Intelijen Australia. sangat luar biasa dan membuat Pemerintah Australia tercengang. dan zat adiktif lainnya (napza) memang bukan monopoli sebuah negara saja. MESKIPUN telah ada kebijakan pencegahan.500 orang akan meninggal sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari pemakaian napza berbahaya. Dengan bertam-bahnya jumlah kaum muda yang menjadi korban pemakaian narkoba. dan pada awal tahun 1970-an mereka mulai mengakui. kurang lebih 22. Berdasarkan perhitungan terakhir diperkirakan pada tahun 1998. meningkatnya harga narkoba. namun tidak ada satu pun negara yang tercatat telah berhasil mengalahkan musuh besar tersebut. Memang usaha pencegahan sebelumnya cenderung difokuskan pada pemberian peringatan kepada masyarakat mengenai bahaya pemakaian narkoba.

dan biaya ekonomi. menyeret petani yang menanam narkoba ke pengadilan. organisasi masyarakat. Program ini kurang diminati petani karena uang yang didapat dari tumbuhan narkoba jauh lebih besar dari pada tumbuhan pengganti. Dengan bantuan Drug Offensive. dan aparat pendi-dikan bersama-sama mengembangkan kampanye bagi masyarakat. Australia telah menyadari bahwa cara menakut-nakuti tidak efektif bagi para pengguna. Ba-haya-bahaya yang timbul antara lain masalah kesehatan. Australia secara radikal mengubah arah kebijakan tentang narkoba. dan melakukan program subsitusi tanaman. Commonwealth. Program pengurangan bahaya secara prinsip merupakan tujuan pragmatis jangka pendek. Hirarki risiko maksudnya. SEJAK kampanye ini. pembatasan tempat pemakaian. Program pengurangan bahaya bertujuan untuk membatasi atau mengurangi bahaya akibat pemakaian narkoba. dan ekonomi kepada si pemakai dan masyarakat. sehingga terpaksa menggunakan narkoba. jangan . di pusat kesehatan masyarakat. dan tempat rehabilitasi ketergantungan narkoba. sosial. Australia semakin memperketat pembatasan akses untuk mendapatkan narkoba. Australia juga melakukan pembinasaan produksi narkoba. pendidikan. Program pertama dan kedua telah dilakukan bertahun-tahun. Sedangkan pendekatan dengan teman sebaya. Program ini dijalankan di jalur pendidikan. yakni pengurangan bahaya. bila mereka tidak bisa. Informasi yang disebarkan dalam berbagai bentuk tentang bahaya narkoba juga kurang efektif. Australia melakukan program pengurangan permintaan.baik mutunya dan Australia telah memulai kampanye pencegahan anti-narkoba yang sangat baik. pengadilan. Kedua. Misalnya untuk mendapatkan narkoba legal. Subsitusi tanaman ini merupakan kampanye agar petani mau mengganti tanaman narkobanya dengan jenis tanaman lain seperti kopi dan coklat. Pertama pengurangan pasokan (supply reduction). Usaha memperkecil bahaya adalah perpaduan antara pengurangan pasokan (penegakan hukum) dan pengurangan permintaan (pendidikan). Sejak pertengahan tahun 1980-an. permintaan dan kebutuhan akan narkoba. dan pembatasan tempat pembelian. pengurangan permintaan (demand reduction). Untuk pengurangan pasokan. diterapkan batasan umur. dan penegak hukum untuk bekerja sama di tingkat nasional dan tingkat negara bagian. dirasa-kan tidak menyelesaikan masalah. Pada tahun 1985. bekerja-sama dengan pemerintah negara bagian/teritori. Program ini akan melibatkan para pemakai narkoba dengan menjalankan hirarki risiko. dan pengurangan bahaya (harm reduction). secara resmi Australia memakai tiga pendekatan untuk menanggulangi masalah pemakaian narkoba. untuk mengurangi akibat pemakaian narkoba terhadap kesehatan. Tujuan utama dari partnership itu untuk memperkecil akibat buruk dari pemakaian narkoba di tengah masyarakat Australia. pertama mengajak pemakai narkoba untuk tidak menggunakan narkoba lagi. lembaga narkoba dan alkohol. program kesehatan masyarakat dan pendidikan di sekolah. Sementara untuk narkoba ilegal. namun tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Akhirnya Australia memutuskan untuk juga melakukan program ketiga. menjadi kebijakan bersama memperkecil bahaya. biaya sosial. Usaha memperkecil bahaya memerlukan aparat kesehatan. Sementara itu program tersebut tetap diiringi dengan tindakan pencegahan dan represi yang dilakukan aparat hukum. Di seluruh negara bagian dan teritori. Kampanye itu terlibat dalam pengembangan dan pelaksanaan beragam strategi untuk mengurangi keinginan. Pada program pendidikan penanggulangan narkoba. Kampanye Nasional Melawan Penyalahgunaan Narkoba terlibat dalam usaha nasional untuk memperkecil akibat berbahaya dari pamakaian narkoba di Australia. dan hasilnya sangat memuaskan.

dan penjangkauan pada tahun 19871988. karena Dalam asap rokok terdapat 4000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan.9 persen per tahun. memacu sistem dopaminergik. Racun dan karsinogen yang timbul akibat pembakaran tembakau dapat memicu terjadinya kanker. Pada awalnya rokok mengandung 8-20 mg nikotin dan setelah dibakar nikotin yang masuk ke dalam sirkulasi darah hanya 25%. Hanya diperlukan biaya 400 dollar Australia untuk setiap nyawa yang diselamatkan. Namun biaya ini tidak seberapa dibandingkan biaya yang dapat dihemat sebesar 300 juta dollar Australia per tahun untuk penanggulangan HIV. harian umum Republika. Dari evaluasi ini juga menunjukkan.menggunakan narkoba suntik. jika tidak ada ja-rum suntik baru yang steril atau harus berbagi jarum suntik. program metadon. Selasa 26 Maret 2002 : 19). Ketiga. Hasilnya perokok akan merasa lebih tenang. Hasil yang dicapai dari „perkawinan‟ tiga upaya pengurangan ini ternyata sangat menakjubkan. selalu menyucihamakan jarum suntik tersebut sebelum setiap pemakaian. Nikotin diterima oleh reseptor asetilkolin-nikotinik yang kemudian terbagi ke jalur imbalan dan jalur adrenergik. Sedangkan pada tahun 1996 angka itu semakin turun menjadi kurang dari 3 persen. Ada beberapa strategi pengurangan bahaya yang dilakukan Australia. Evaluasi terhadap program pertukaran jarum suntik ini menunjukkan. jika terpaksa menggunakan jarum suntik. dan program untuk mencapai pemutusan pemakaian narkoba. Di kota-kota yang menjalankan program pertukaran jarum suntik menunjukkan angka HIV menurun sebesar 5. penjangkauan (outreach) farmakoterapi. angka HIV di antara IDU kurang dari 4 persen. Sedangkan kota-kota yang tidak melakukan program pertukaran jarum suntik menunjukkan adanya peningkatan HIV sebesar 5. perokok akan merasa nikmat. program pertukaran jarum suntik tidak menyebabkan terjadinya peningkatan pada jumlah IDU dan pemakaian narkoba. dua diantaranya adalah nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Asril Bahar. daya pikir serasa lebih . Keempat.000 nyawa pada tahun 1991 saja. program ini mampu menyelamatkan sekitar 3. Walau demikian jumlah kecil tersebut memiliki waktu hanya 15 detik untuk sampai ke otak manusia.8 persen per tahun. Pada jalur imbalan. Antara lain menyediakan program pertukaran jarum suntik. Setelah melakukan program pertukaran jarum suntik. Di Sydney yang pada akhir tahun 1980-an memiliki angka HIV di antara pengguna narkoba dengan jarum suntik (Injecting Drug User/IDU) sebesar 3-5 persen. selalu menggunakan jarum suntik baru yang steril dan tidak ber-bagi jarum suntik maupun peralatan menyuntik lainnya. menyediakan berbagai macam jenis perawatan. Bahaya Rokok Merokok tidak baik bagi tubuh.

racun serangga (DDT). pencuci lantai (ammonia). Nikotin dan Karbon Monoksida. zat ini akan mengaktifkan sistem adrenergik pada bagian otak lokus seruleus yang mengeluarkan sorotin. Nikotin mempunyai zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketagihan. Ilmu kedokteran jiwa. gangguan daya tangkap. ubat gegat (naphthalene). Meningkatnya sorotin menimbulkan rangsangan rasa senang sekaligus keinginan mencari rokok lagi. ini yang menyebabkan para pengguna rokok sulit sekali untuk berhenti merokok. Dan zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar. tetap saja banyak yang merokok. alam pikiran. Hal inilah yang menyebabkan perokok sangat sulit meninggalkan rokok. Rokok mengandung lebih dari empat ribu zat-zat dan dua ribu diantaranya telah dinyatakan berdampak tidak baik bagi kesehatan kita. tingkah laku dan fungsi psikomotor. lebih baik mencegah dari pada mengobati. Nikotin merupakan zat pada rokok yang beresiko menyebabkan penyakit jantung. 1979 : 33) Maka mulai dari sekarang anda harus berpikir dulu sebelum melakukannya.cemerlang. karena sudah ketergantungan pada nikotin. (Agnes Tineke. racun anai-anai (arsenic). Kompas Minggu 5 Mei 2002 : 22). 25 persen dari para pengidap penyakit jantung disebabkan oleh kegiatan merokok . alam perasaan. diantaranya adalah bahan radioaktif (polonium201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone). Efek dari rokok/tembakau memberi stomulasi depresi ringan. Sementara di jalur adrenergik. maka ketergantungan pada rokok tidak begitu dianggap gawat (Roan. gas beracun (hydrogen cyanide) yang digunakan di “kamar gas maut” bagi pesalah yang menjalani hukuman mati. serta masih banyak lagi. Tapi anehnya meski pada bungkus atau kemasan rokok sudah tercantum tulisan tentang bahaya rokok yang sangat menakutkan. Psikiatri. Jika dibandingkan zat-zat adiktif lainnya rokok sangatlah rendah pengaruhnya. dan mampu menekan rasa lapar. Tar mengandung kurang lebih empat puluh tiga bahan yang menjadi penyebab kanker atau yang disebut dengan karsinogen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful