Bercak Merah pada Kulit

KASUS Skenario 2 : Bintul-bintul Merah pada Kulit Seorang anak perempuan berusia 7 tahun dibawa oleh ibunya ke puskesmas karena pada seluruh tubuhnya timbul bintul-bintul merah yang gatal dan muntah-muntah. Timbulnya bintul merah pada kulit anak ini sudah sering terjadi terutama pada musim hujan. Tidak ada demam. KASUS Skenario 2 : Bintul-bintul Merah pada Kulit Seorang anak perempuan berusia 7 tahun dibawa oleh ibunya ke puskesmas karena pada seluruh tubuhnya timbul bintul-bintul merah yang gatal dan muntah-muntah. Timbulnya bintul merah pada kulit anak ini sudah sering terjadi terutama pada musim hujan. Tidak ada demam.

Kata Sulit Bintul merah (papuloeritema) Bintul merah adalah peninggian kulit atau tonjolan kecil superfisial pada kulit yang berbatas tegas dan berwarna merah.

Kata Kunci 1. Perempuan berusia 7 tahun 2. Bintul-bintul merah 3. Gatal 4. Muntah 5. Timbul saat musim hujan 6. Tidak ada demam

Pertanyaan 1. Bagaimana anatomi dan fisiologi kulit ? 2. Penyakit apa saja yang memiliki gejala bintul merah pada kulit ? 3. Apakah jenis reaksi hipersensitif pada skenario di atas ? 4. Bagaimana patomekanisme terjadinya bintul merah pada kulit ?

Butir-butir kasar ini terdiri atas keratohialin. Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas 3 lapisa utama yaitu: 1. Mengapa disertai dengan muntah ? 7. Stratum granulosum (lapisan keratohialin) merupakan 2 atau 3 lapis sel-sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. dan protoplasmanya telah berubah menjadi keratin (zat tanduk). 1. Stratum lusidum terdapat langsung di bawah lapisan koneum. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Stratum korneum (lapisan tanduk) adalah lapisan kulit yang paling luar dan terdiri atas beberapa lapis sel-sel gepeng yang mati. Anatomi dan fisiologi kulit a. Stratum granulosum juga tampak jelas di telapak tangan dan kaki. Lapisan tersebut tampak lebih jelas di telapak tangan dan kaki. stratum granulosum. . stratum lusidum. Lapisan subkutis (hipodermis) Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis. Lapisan epidermis atau kutikel 2.5 m2 dengan berat kira-kira 15% berat badan. Pemeriksaan apa saja yang diperlukan dalam diagnosis reaksi hipersensitif yang menyebabkan bercak merah pada kulit ? 9. Lapisan dermis (korium. true skin ) 3. tidak berinti. Anatomi Kulit Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa 1.5. Lapisan epidermis Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum. Mengapa hanya terjadi pada musim hujan ? 8. Bagaimana cara penatalaksanaan reaksi hipersensitif yang menyebabkan bercak merah ? Jawaban Pertanyaan 1. stratum spinosum dan stratum basale. subkutis ditandai dengan adanya jaringan ikat longgar dan adannya sel dan jaringan lemak. Bagaimana perubahan histopatologi jaringan kulit pada reaksi hipersensitif yang menyebabkan bercak merah pada kulit ? 6. Mukosa biasanya tidak mempunyai lapisan ini. merupakan lapisan sel-sel gepeng tanpa inti dengan protoplasma yang berubah menjadi protein yang disebut eleidin. kutis vera.

dengan sitoplasma basofilik dan inti gelap. dan retikulin. Diantara sel-sel stratum spinosum terdapat jembatan-jembatan antar sel (intercellular bridges) yang terdiri atas protoplasma dan tonofibril atau keratin. Di antara sel-sel spinosum terdapat pula sel langerhans.Stratum spinosum (stratum malphigi) atau disebut pula prickle cell layer (lapisan akanta) terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal yang besarnya berbeda-beda karena adanya proses mitosis. Serabut elastin biasanya bergelombang. membentuk ikatan (bundel) yang mengandung hidroksiprolin dan hidroksisilin. besar. yaitu bagian yang menonjol ke epidermis. elastin. Stratum basale terdiri atas sel-sel berbentuk kubus ( kolumnar) yang tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal berbaris seperti pagar (palisade) lapisan ini merupakan lapisan epidermis yang paling bawah. Lapisan ini terdiri atas lapisan elastik dan fibrosa padat dengan elemen-elemen cellular dan folikel rambut. Secara garis besar dibagi menjadi dua bagian yakni pars papilare. . Sel-sel basal ini mengadakan mitosis dan berfungsi reproduktif. Serabut kolagen dibentuk oleh fibroblas. Lapisan ini terdiri atas dua jenis sel yaitu sel-sel yang berbentuk kolumnar dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar. dan inti terletak ditengah-tengah. Sel-sel ini makin dekat ke permukaan makin gepeng bentuknya. yaitu bagian dibawahnya yang menonjol kearah subkutan. dan mengandung butir pigmen (melanosomes). Lapisan subkutis Lapisan subkutis adalah kelanjutan dermis. 3. Dasar (matriks) lapisan ini terdiri atas cairan kental asam hialuronat dan kondroitin suflat. Lapisan dermis Lapisan dermis adalah lapiasan dibawah epidermis yang jauh lebih tebal daripada epidermis. berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah serta pars retikulare. bagian ini tediri atas serabut-serabut penunjangn misalnya serabut kolagen. Sel-sel lemak merupakan sel bulat. Kolagen muda bersifat lentur dengan bertambah umur menjadi kurang larut sehingga makin stabil. Protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen. dibagian ini terdapat pula fibroblas. dengan inti terdesak ke pinggir sitoplasma lemak yang bertambah. Retikulin mirip kolagen muda. berbentuk amorf dan mudah mengembang serta lebih elastis. dihubungkan satu dengan yang lain oleh jembatan antar sel serta sel pembentuk melanin (melanosit) atau clear cell merupakan sel-sel berwarna muda. Perlekatan antar jembatan-jembatan ini membentuk penebalan bulat kecil yang disebut nodulus bizzozero. Sel-sel stranum spinosum mengandung banyak glikogen. terdiri atas jaringan otot longgar. 2. berisi sel-sel lemak di dalamnya.

karbol. pembentukan pigmen. hidup. Pleksus yang di dermis bagian atas mengadakan anastomosis di papil dermis. tarikan. Dengan demikian kulit pada manusia memepunyai peranan yang sangat penting. Vaskularisasi di kulit diatur oleh 2 Pleksus. Kulitpun menyokong penampilan dan kepribadian seseorang. sinar ultraviolet. dan getah bening. yaitu Pleksus yang terletak di bagian atas dermis (pleksus superfisial) dan yang terletak di subkutis (pleksus profunda). Hal tersebut dimugkinkan karena adanya bantalan lemak. selain fungsi utama yang menjamin kelengsungan hidup juga mempunyai arti lain yaitu estetik. misalnya tekanan. berfungsi sebagai cadangan makanan. Di lapisan ini terdapat ujung-ujung saraf tepi. misalnya radiasi. gangguan yang bersifat panas. dan serabut-serabut jaringan penunjang yang berperan sebagai pelindung gangguan fisis. di bagian ini pembuluh darah berukuran lebih besar. dan menjamin kelangsungan hidup. indicator sistemik. sengatan. rambut. Lapisan sel-sel lemak disebut panikulus adiposa. b. Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk (stratum korneum) yang menebal. asam dan alkalikuat lainnya. tebalnya lapisan kulit. pembentukan mekanis. di daerah kelopak mata dan penis sangat sedikit. contohnya lisol. dan kuku. Kelenjar kulit terdapat di lapisan dermis dan terdiri atas kelenjar keringat (Glandula sudorifera) dan kelenjar palit (glandula sebasea). dan keratinisasi. 1. pembuluh darah. Dan kemudian rambut terdiri atas bagian yang terbenam dalam kulit (akar rambut) dan bagian yang berada di luar kulit (batang rambut). Kulit menjaga bagian dalam tubuh tubuh terhadap gangguan fisis atau utama yang bersifat iritan. ganguan kimiawi. pleksus yang di subkutis dan di pars retikulare juga mengadakan anastomosis. Bergandengan dengan pembuluh darah terdapat saluran getah bening. misalnya zat-zat kimia vitamin D. dan sarana komunikasi non verbal antara individu satu dengan yang lain. . gesekan. ekskresi. Lapisan lemak ini juga merupakan bantalan. gangguan infeksi luar terutama kuman atau bakteri mauun jamur. Fisiologi Kulit Kulit dapat dengan mudah dilihat dan diraba. ras. Di abdomen dapat mencapai ketebalan 3 cm. Fungsi proteksi. absorbsi. Tebal tipisnya jaringan lemak tidak sama bergantung pada lokalisasinya. Fungsi utama kulit ialah proteksi.Sel-sel ini membentuk kelompok yang dipsahkan satu dengan yang lain oleh trabekula yang fibrosa. Adneksa Kulit Adneksa kulit terdiri atas kelenjar-kelenjar kulit. persepsi. pengaturan suhu tubuh(termoregulasi).

tetapi cairan yang mudah menguap lebih mudah diserap begitupun yang larut lemak. Kelenjar lemak pada fetus atas pengaruh hormone androgen dari ibunya memproduksi sebum. 2. menembus sel-sel epidermis ata melalui muara saluran kelenjar. Fungsi pengaturan Suhu tubuh (termoregulasi). Produk kelenjar lemak dan keringat di kulit menyebabkan keasaman kulit pada pH 5-6. Kulit kaya akan .Melanosit terus berperan dalam melindungi kulit terhadap pajanan sinar matahari dengan mengadakan tanning proteksi rangsangan kimia dapat terjadi karena sifat stratum korneum yang impermeable tehadap berbagai zat kimia dan air. CO2. disamping itu terdapat lapisan keasaman kulit yang melindungi kontak zat-zat kimia dengan kulit. hidrasi. kulit melakukan peranan ini dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan (otot berkontraksi) pembuluh darah kulit. metabolisme dan jenis vehikulum. 5. Lapisan keasaman kulit ini mugki terbentuk dari hasil ekskresi keringat dan sebum. dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi. Terhadap rangsangan panas diperankan oleh badan-badan ruffini di dermis dan subkutis. dan amoniak. Saraf-saraf sensorik tersebut lebih banyak jumlahnya di daerah erotik. Penyerapan dapat berlangsung melalui celah antarsel. urea. 4. Proses keratinisasi juga berperan sebagai sawar (barrier) mekanis karena sel-sel mati melepaskan diri secara teratur. Sebum yang diproduksi melindungi kulit karena lapisan sebum ini selain meminyaki kulit juga menahan evaporasi air yang berlebihan sehingga kulit tidak menjadi kering.5. larutan dan benda padat. untuk melindungi kulitnya tehadap cairan amnion. Fungsi persepsi Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Sedangkan terhadap tekanan diperankan oleh badan vater paccini di epidermis. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit. kelembaban. demikian pula badan merkel ranvier yang terletak di epidermis. Fungsi absorpsi Kulit yang sehat tidak mudah menyerap air. Badan taktil meissner terletak di papilla dermis berperan terhadap perabaan. tetapi lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada yang melalui kelenjar 3. Terhadap dingin diperankan oleh badan-badan Krause yang terletak di dermis. pada waktu lahir dijumpai sebagai vernix caseosa. keasaman kulit menyebabkan pH kulit berkisar pada pH 5-6.5 sehingga merupakan perlindungan kimiawi terhadapinfeksi bakteri maupun jamur. Fungsi ekskresi Kelenjar-kelenjar kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lagi atau sisa metabolisme dalam tubuh berupa NaCl. Permebilitas kulit terhadap O2.

kelenjar keringat. reduksi Hb. Proses ni berlangsung normal selama kira-kira 14-21 hari. dan sampai sekarang belum sepenuhnya dimengerti. Tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf simpatis (asetilkolin). Jumlah melanosit serta besarnya butiran pigmen (melanosomast) menentukan warna kulit. Keratinosit dimulai dari sel basal mengadakan pembelahan. oksi H dan karoten. sl basal yang lai akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum makn ke atas sel menjadi makin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. ion Cu dan O2. 6. Penyakit yang memiliki gejala bintul merah pada kulit. melanosit adalah 10:1. Fungsi pembentukan pigmen Melanosit terletak di lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf.pembuluh darah sehingga memungkinkan kulit mendapat nutrisi yang cukup baik. 7. ras maupun individu. melainkan juga tebal tipisnya kulit. dan memberikan perlindungan kulit tehadap infeksi secara mekanis dan fisiologik. Pada pulasan He sel ini jernih berbentuk bulat dan merupakan sel dendrite. Makin lama inti menghilang dan keratinosit ini menjadi sel tanduk yang amorf. sel langerhans. Warna kulit tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh pigmen kulit. 7. Perbandingan jumlah sel basal. disebut pla sebagai clear cell. sehingga pemberian vitamin D sistemik masih tetap diperlukan. Proses ini berlangsung terusmenerus seumur hidup. Fungsi keratinasi Lapisan epidedrmis dewasa mempunyai tiga jenis sel utama yaitu keratinosit. Tetapi kebutuhan hidup akan vitamin D tidak cukup hanya dari hal tersebut. Pajanan terhadap sinar matahari mempengaruhi produksi melanosum. dan otot-otot di bawah kulit. Pigmen disebar ke epidermis melalui tangan-tangan dendrite sedangkan ke lapisan kulit dibawahnya dibawa oleh sel melanofa (melanoform). Pada bayi biasanya dinding pembuluh darah belum terbentuk sempurna sehingga terjadi ekstravasasi cairan karena itu kulit bayi tampak lebih edematosa karena lebih banyak mengandung air dan Na. Melanosum dibentuk oleh alat golgi dengan bantuan enzim tirosinase. 2. yaitu : . Matoltsy berpendapat mungkin keratinosit melalui proses sintesis dan degradasi menjadi lapisan tanduk. Fungsi pembentukan vitamin D Fungsi tersebut dimungkinkan dengan mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari. melanosit. Pada manusia kulit dapat pula mengekspreikan emosi karena adanya pembuluh darah.

. ikan dan sebagainya. bisa pula terjadi secara lokal. tekanan darah turun dan akhirnya meninggal. misalnya saja pada saat melakukan skin test. walaupun dasar predisposisi keluarga tidak jelas. Reaksi lokal biasanya disebut atopik allergy. Diperkirakan 10 % dari penduduk menderita atopik alergy dan pada mereka yang menderita ini terdapat riwayat keluarga yang menderita kurang lebih 50 %. Pada phase berikutnya terjadi 2-8 jam sesudah kontak antigen dan tidak perlu lagi kontak baru dengan antigen dan phase ini bisa berjalan beberapa jam. Reaksi sistemik biasanya terjadi sesudah pemberian antigen secara parental. edema laring. Antibody yang berperan pada reaksi tipe I adalah Ig E. Dermatitis Atopi 3. rhinitis. basofil. bulu binatang. dimana terjadi infiltrasi eosinophyl. Reaksi tipe I adalah reaksi imunologik yang cepat yang terjadi dalam beberapa menit sesudah kombinasi antigen dan antibody yang melekat pada sel mast atau basofil pada individu yang sebelumnya telah disensitasi dengan antigen. Beratnya reaksi tergantung pada derajat sensitasi orang yang menerima antigen tersebut. conyunctivitis. Antigen itu bisa protein asing misalnya antisera. Reaksi lokal biasanya berupa alergi kulit. Ig E serum lebih tinggi dibandingkan denga orang normal. Reaksi tipe I bisa sistemik. enzymes. Pada penderita atopik alergy. Keadaan ini biasanya muncul 15-30 menit sesudah kontak dengan alergens dan biasanya menghilang sesudah 60 menit. asthma bronchiale dan gastro enteritis dan alergens biasanya berupa serbuk bunga. 4. hormon. Dermatitis Kontak Alergi c. dan monosit yang lebih padat dan bisa terjadi kerusakan jaringan berupa kerusakan epitel mukosa.a. Urtikatia b. Reaksi lokal ini umumnya berjalan dengan 2 phase. Dalam beberapa menit bisa sesak napas. Dosis yang dapat menyebabkan shok bisa kecil sekali. Patomekanisme terjadinya bintul merah pada kulit. Jenis reaksi hipersensitif pada skenario di atas adalah reaksi hipersensitif tipe 1 atau reaksi anafilaksis yang diperantarai oleh Ig E. Fase kedua ini bisa berlangsung beberapa hari. Phase permulaan terjadi vaso delatasi kebocoran pembuluh darah ”vascular leakge” dan tergantung pada lokasi reaksi bisa terjadi kontraksi otot polos atau sekresi kelenjar. polysacharides atau obat-obatan misalnya penicillin. debu rumah.

Patomekanisme terjadinya bintul merah pada kulit dapat dijelaskan dengan respon imun yang melibatkan peranan limfosit. eosinofil. Aktifitas histamine terjadi bila histamine berikatan dengan reseptor pada target cell. Leung (1996) menyatakan mekanisme timbulnya reaksi radang tergantung pada IgE sudah terpapar dengan alergen. dan pruritus sebagai triple response of lewis. histamin yang dilepaskan akan menimbulkan vasodilatasi yang menginduksi timbulnya kemerahan dan peningkatan permeabilitas kapiler setempat sehingga dalam beberapa menit kemudian akan terjadi pembengkakan pada area yang berbatas jelas. Jadi penderita yang hipersensitif terhadap makanan dan terpajan untuk memproduksi antigen sitokin (faktor pelepasan histamin) interaksi dengan IgE akan mengikat pada permukaan basofil dan menyebabkan terjadinya pelepasan histamin. Trauma makanis pada keratinosit menyebabkan dikeluarkannya sitokin yang dapat menginduksi peradangan melalui pelepasan IL-1. sel mast yang permuakaannya mengandung IgE akan mengeluarkan beberapa mediator. sehingga mengakibatkan bertambahnya sel radang di tempat tersebut. didapatkan pula adanya korelasi peningkatan jumlah VCAM-1 dengan jumlah sel eosinofil termasuk MBP. Histamine yang ada dalam tubuh berasal dari mastosit dan basofil. netrofil. TNF-a. ICAM-1 dan VCAM-1) yang menyebabkan limfosit. Aktivitas histamine ini juga menimbulkan edema. dan faktor kemotaktik leukosit (immediate reaction) setelah itu timbul late cphase reaction (LPR) yang juga dipengaruhi oleh IgE dan ditandai dengan timbulnya beberapa molekul adhesi pada endotel pembuluh darah sehingga menimbulkan infiltrat sel eosinofil. dan IL-4. ICAM-1. Sitokin tersebut selanjutnya menginduksi molekul adhesi (misalnya ELAM-1. Ekspresi molekul adhesi ini dapat dihambat oleh antibodi IL-1 dan TNF-a akan meningkatkan jumlah sel-sel radang ke tempat terjadinya radang. sitokin. Secara lokal. makrofag. flushing. Proses inflamasi terjadi saat mediator histamin dilepaskan ketika antigen memasuki area kulit yang spesifik. Selain itu. Terjadinya kelainan kulit pada dermatitis atopik juga ditentukan oleh adanya trauma pada kulit. Histamine juga menarik eosinofil dan . dan VCAM-1 sehingga terjadinya infiltrasi sel leukosit ke jaringan yang meradang tersebur. EPO. sehingga memperburuk lesi dermatitis atopik. dan IgE secara global. ECP dan disimpulkan bahwa ekspresi VCAM-1 akan meningkatkan pengumpulan dan infiltrat sel-sel eosinofil ke tempat radang . langerhans epidermal. Faktor pelepasan histamin ditemukan untuk mengaktivasi basofil melalui peningkatan IgE. sel mononuklear ke jaringan setempat yang akan menimbulkan reaksi radang IL-1 dan TNF-a berperan timbulnya molekul ELAM-1. dan eosinofil masuk ke dalam peradangan kulit. Histamine dapat menyebabkan sel endothel memproduksi relaksan otot polos seperti prostasiklin dan oxida nitrat yang mengakibatkan vasodilatasi.

vakuolasi intrasitoplasmik dan piknosis inti sel. Perubahan epidermis Reaksi akut ringan sampai sedang akibat sebagian besar iritan ditandai oleh spongiosis. Histamin dengan reseptor H1 menyebabkan kontraksi otot polos pada . Dengan iritasi yang lebih berat. Perubahan demikian terutama dijumpai pada iritan seperti kontraridin dan trikloetilen. Dermatitis kontak iritan atau kumulatif berbeda dari reaksi akut. Selain itu pelarut organik yng terutama berdampak pada pembuluh darah. akantosis sedang sampai nyata dan elongasi reteridges. Histamine ini juga bersifat gatal sehingga bercak merah yang dialami penderita juga diiringi oleh sensasi pruritus. perubahan filamen keratin dan modifikasi stratum korneum. tetapi sangat tinggi perubahan vesikular akibat iritasi seperti croton oil. didominasi hiperkeratosis dengan daerah parakeratosis. beratnya respons dan waktu pengambilan sampel.Perubahan histopatologis jaringan kulit pada reaksi hipersensitif yang menyebabkan bercak merah pada kulit. Sejumlah iritan menginduksi timbulnya perubahan lebih spesifik terhadap sel dermis. Kerusakan dan / atau degenerasi kolagen lazimnya ditemukan pada reaksi iritan. Muntah dapat dirangsang melalui sistem vestibuler yang dirangsang oleh reseptor histamin H1. Histamin tersebut merangsang sel-sel saraf pada kulit sehingga menimbulkan rasa gatal. Pada umumnya spongiosis kurang nyata dibanding yang ditemukan pada DKA. Parakeratosis merupakan gambaran umum pada reaksi akut akibat natrium lauril sulfa (SLS). mengakibatkan dilatasi kapiler dan hiperemia. 5. 6. Dermatitis kontak adalah respons peradangan pada kulit yang ditandai oleh infiltrasi sel mononuklear (epidermal dan perivaskuler dermal). tipe dan lama paparan. contohnya DMSO bekerja sebagai degrnulator mastosit yang efektif. Timbulnya bercak-bercak merah disertai dengan muntah karena pada reaksi tersebut terbentuk histamin.neutrofil ke arah tertentu (chemotaksis). Pelepasan neutrofil yang keluar dari pembuluh darah menuju ke jaringan yang mengalami inflamasi mengakibatkan terjadinya edema oleh neutrofil yang dipusatkan pada lokasi inflamasi. Perubahan histologi sangat bergantung pada sifat kimiawi dan konsentrasi iritan. Elektron mikroskopi memberikan informasi tambahan pada sifat kerusakan sel sesudah paparan akut berbagai iritan. Perubahan ultrastruktural meliputi : kerusakan membran sel dan organel. terjadi nekrosis atau sitolisis sel epidermis. spongiosis dan hiperplasia akibat antigen atau iritan. dan edema sudah dilaporkan oleh beberapa peneliti. menyebabkan vesikel dan bula intra atau subepidermis. akumulasi lipid.

dan kadang-kadang bisa terjadi bula dan nekrosis. eritema. Untuk itu perlu adanya hubungan antara riwayat penyakit dan hasil pemeriksaan. kemudian ditutup selama dua hari. Indikasi test ini adalah penyakit yang penyebabnya belum jelas atau masih dicurigai. lalu dibaca kelainan-kelainan yang ada. dan pruritus. yang dimaksud dengan patch test adalah patch test tertutup. papula dan vesikula ++++ : udema yang jelas dan vesikula. Test DMG (percobaan bercorak dimetilglioksim) ditemukan oleh Fleigl. . Pemeriksaan pembantu yang dilakukan adalah pemeriksaan patch test (uji tempel) dan test DMG (dimetilglioksim). Patch test bertujuan untuk mencani tahu dan membuktikan penyebab penyakit. 7. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya gejala-gejala klinis berupa edema. udema. penutup dilepas dan dibiarkan selama 15 sampai 25 menit. Pada tempat itu mungkin terjadi eritema. Ada tiga jenis patch test yang dilaksanakan. papula. Udara dingin tersebut dihubungkan dengan peningkatan kadar histamin dalam plasma darah. yaitu patch test tertutup. Setelah dua hari. Biasanya. Kontra indikasi test ini adalah dermatitis yang masih aktif Teknik patch test yang dilakukan adalah bahan yang ditest ditempelkan pada kulit normal. 8. Cara test ini adalah beberapa tetes dan 1% larutan alkohol dan DMG ditambah dengan beberapa tetes larutan amonia. Larutan ini diteteskan pada logam dan kulit akan menghasilkan warna strawberry red dan garam yang tidak larut jika ada logam nikel. vesikula. Pembacaan patch test menurut Fisher adalah: 0 : tidak ada reaksi + : eritema ++ : eritema dan papula +++ : eritema. Pemeriksaan yang diperlukan dalam diagnosis reaksi hipersensitif yang menyebabkan bercak merah pada kulit. Test ini berguna khusus untuk mengetahui apakah penyebab dermatitis itu logam yang mengandung nikel. patch test terbuka.usus sehingga menimbulkan hiperperistaltik usus. dan photo patch test. Kontraksi otot polos tersebut merangsang pengeluaran isi lambung sehingga menyebabkan terjadinya muntah. Bercak-bercak merah tersebut hanya terjadi pada musim hujan karena penyakit ini terjadi akibat adanya alergen berupa suhu yang dingin dan keadaan lingkungan yang seperti ini dapat terjadi pada musim hujan.

Oleh karena itu untuk penggunaan steroid topikal ini hanya ditekankan hanya pada lesi DA saja sedangkan pada kulit yang tidak terlibat cukup dengan emolien untuk menghindari kulit kering dan proses inflamasi. a. bahan pewangi. yang sebenarnya lebih muda diucapkan daripada dilakukan. Penanganan penyakit kulit dengan reaksi hipersensitif yang menyebabkan bercak merah memerlukan pendekatan secara sistemik dan multidimensi oleh karena factor penyebab yang tidak diketahui dengan pasti. Medikamentosa 1) Kekeringan kulit Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan menghidrasi kulit berupa mandi atau berendam 2-3 kali sehari dengan air hangat yang dicampur dengan minyal selama paling sedikit 20 menithidrasi dengan mandi air hangat dan balut basah dimaksudkan untuk dapat meningkatkan penetrasi kortikosteroid topical di daerah transepidermal. Pengguanaan steroid topical. Kegagalan kadang-kadang terjadi oleh karena tidak adequatnya . Akan tetapi kadang-kadang pula emolien eklusif ini tidak disukai karena mempengaruhi fungsi kelenjar keringat dan dapat menyebabkan perkembangan follikulitis. 2). Menghindari alergen Prioritas utama pengobatan penyakit kulit adalah eliminasi dari bahan-bahan penyebab. Cara penatalaksanaan reaksi hipersensitif yang menyebabkan bercak merah. bahan pemutih pakaian.9. Inflamasi Kortikosteroid topical merupakan pilihan utama untuk mengurangi inflamasi papa penderita DA. Akan tetapi dalam penggunaannya akan tergantung pada lokasi dan keadaan lesi kulit serta aman untuk digunakan sehinggga penderita harus diinstruksi secara hati-hati untuk menghindari potensi efek samping. b. genitalia dan daerah intertrigo dan secara umum preparat potensi ringan yang direkomendasikan pada daerah ini. Bahan yang dimaksudkan aeperti deterjen yang kuat. Untuk itu diperlukan tindakan untuk menghindari alergen dan pengobatan dengan medikamentosa. ini efektif dalam membantu mempersiapkan perbaikan kembali barier dari stratum korneum dan mengurangi keperluan steroid topical. Menghindari alergen penyebab seharusnya akan menyelesaikan masalah. bahan pencetus atau antigen. Menghindari pengguanaan berbagai bahan yang dapat menyebabkan iritasi kulit terutama oleh karena kulit penderita selalu dalam keadaan kering. terutama potensi kuat harus dihindarkan dari wajah. Cara balut basah ini dianjurkan untuk penyakit kulit yang berat atau kronik sebagai perawatan kulit kemudian diikuti dengan penggunaan emolien/minyak oklusif. suatu bahan yang bekerja dan bersifat antiinflamasi merupakan dasar terapi untuk pengobatan lesi-lesi eksematous.

Beberapa kortikosteroid topikla yang baru dianggap mamapu untuk menghambat migrasi eosinofil ke jaringan inflamasi dan mengahambat fungsi sel T dalam mengatur sitokin yang mempengaruhi eosinofil sehingga akan memblok reaksi hipersensitivitas yang ada pada DA. tidak untuk wajah dan daerah lipatan. Bila pada lesi timbul papel eritem urtikaria dengan pruritus yang sangat berat biasanya menghilang dalam 1-2 jam. Ada 7 golongan kortikosteroid berdasarkan potensinya ynag tentu sajamempunyai efek samping yang berbeda pada penggunaaannya. Anti histamin yang sering digunakan adalah antihistamin klasik dengan efek sedatif antihistamin yang non sedatif Pruritus ini biasanya lebih berat pada malam hari. Jangan menggunakan sediaan berbentuk gel dengan basys propylene glycol karena akan menyebabkan iritasi sebab penggunaannya mengakibatkan kekeringan kulit. sedangkan penggunaannya hanya terbatas kepala dan pada daerah rambut. Untuk potensi yang sangat kuat maka hanya digunakan untuk waktu yang sangat singkat dan hanya pada lokasi yang mengalami likenifikasi berat. sehinggga antihistamin dengan efek sedatif akan sangat membantu bila digunakan pada saat tidur. Pengobatan antikolinergik dapat menolong pada anak dan diberikan oxyphecylamine 5-10 mg diberikan 2-3 kali /hari efektif untuk mengurangi pruritus . Mengurangi pruritus Pengobatan pruritus DA secara primer harus ditujukan lsngsung pada penyebabnya. Mengurangi inflamasi pada kulit dan kekeringannya dengan topikal kortikosteroid dan hidrasi kulit sering kali secara simptomatik juga akan mengurangi pruritus. Dan ditujukan penggunaannya untuk lesi di badan dan ekstremitas. Kotikosteroid sistemik juga dapat dipertimbangkan penggunaannya sebagai pilihan terakhir bila mengenai mukosa dan pada tipe dewasa dengan kasus eksaserbasi yang berat serta tidak berhasil dengan topikal. Papel akan bersatu membentukurtikaria kolinergik. Sehingga untuk maintanancenya digunakan potensi rendah emolien untuk mencapai hidrasi kulit. Terutama jika digunakan dalam jangka panjang. Steroid untuk potensi sedang dapat digunakan untuk periode yang lebih lama.pemberian glukokortikoid ini. akan tetapi sangat jarang digunakan pada tipe bayi dan anak oleh karena efek sampingnya dan reaksi rebound bila penggunaannya dihentikan 3). Efek pemblokiran oleh antihistamin H1 dan H2 dapat diperoleh dengan menggunakan dosis oral 10-75 mg pada malam hari atau >75 mg 2 kali sehari pada penderita dewasa. Anti histamin sistemik secara primer bekerja dengan membloking reseptor H1 di dermis dan menempati reseptor itu secara kompetitif sehingga mengurangi gatal yang timbul oleh pelepasan histamin.

Orang yang terserang bisanya menunjukkan luasnya lepuh atau eritematosa yang tidak normal terhadap metakolin intradermal. Mengetahui mekanisme terjadinya bintul-bintul merah akibat suhu dingin. Efek ini kadang-kadang mengakibatkan bencana jika orang yang terserang pingsan waktu berenang dan kemudian tenggelam. Urtikaria dingin dihubungkan dengan kadar histamin plasma yang meningkat. Pembentukan urtikaria lokal atau angiodema dapat juga terjadi setelah terpapar oleh tekanan yang terus menerus. urtikaria timbul karena turunnya suhu kulit. Hantaran serabut saraf tipe C ini relatif lebih lambat dibandingkan serabut saraf tipe A. ketegangan emosi. lesi timbul langsung pada beberapa orang dan pada orang lain timbul lambat. dan mungkin yang paling sering adalah udara dingin. Saat ini terdapat bukti-bukti bahwa proses tersebut diperantarai oleh pelepasan neuropeptida dari akhiran saraf dibandingkan akibat pengaruh histamin. atau rangsang getaran.Tujuan Pembelajaran Selanjutnya 1. cahaya atau dingin. pada urtikaria tertentu yang disebabkan oleh panas. berbagai tipe panjang gelombang cahaya. Beberapa getaran yang jarang terjadi ini kelihatannya bersifat familial. Pemanasan tubuh total dapat juga memeperburuk pruritus dan lepuh akibat penyebab lainnya. 2. . reaktivitas spesifik lokal dapat juga ditimbulkan pada orang normal dengan memindahkan IgE serum orang yang terserang. (misalnya darah dalam vena dari ekstremitasd yang kedinginan). Akhir serabut saraf di dermis dipersarafi oleh neuron aferen menuju susunan saraf pusat. dalam beberapa jam. Informasi Baru 1. Urtikaria dapat juga ditimbulkan oleh pemanasan lokal. Mengetahui lebih dalam mengenai mekanisme terjadinya eritema. 2. Rangsangan yang bersifat mekanik terutama dihantarkan oleh serabut saraf bermielin tipe A sedangkan stimulasi nyeri akan diterima nosiseptor dan dihantarkan melalui serabut saraf tidak bermielin tipe C. dan lingkungan yang panas menimbulkan banyak sekali pembengkakan kecil masing-masing dikelilingi oleh pinggir kemerahan yang lebar. Antidromic stimulation sebut saraf tipe C ini yang berperan dalam terbentuknya eritema pada penyakit kulit seperti yang terlihat dalam triple response dari Lewis. Pada beberapa orang. Pengaruh lingkungan semakin mempunyai peran pada sebagian penderita urtikaria kronik. tetapi timbulnya urtikaria umumnya memerlukan pemanasan kembali. dan dapat menyebabakan sakit kepala serta hipotensi. Selain itu. urtikaria kolinergik adalah keadaan klinis yang nyata. Selain itu. walaupun makna patogenetik dari reaktivitas ini tetap tidak jelas. di mana pengerahan tenaga fisik. Urtikaria dingin khususnya menyerang orang dewasa muda dan dapat timbul bila udara menjadi sedikit dingin.

Analisis dan Sintesis Masalah Berdasarkan patomekanisme dan gejala klinis dari penyakit-penyakit yang menjadi differensial diagnosis maka dapat diketahui bahwa pasien tersebut menderita penyakit Urtikaria Dingin (Cold Urtikaria). . eritema. dan pruritus. yaitu pasien menderita bintul-bintul merah pada seluruh badannya yang disertai rasa pruritus (gatal) yang dialaminya saat musim hujan tiba. 2.Klasifikasi Informasi 1. Gejala yang dialami oleh pasien tersebut sesuai dengan gejala klinis pada penyakit Urtikaria Dingin. Mekanisme terjadinya eritema pada penyakit kulit diperantarai oleh neuropeptida yang dihasilkan pada ujung saraf tidak bermielin tipe C. Akibatnya timbul gejala-gejala klinis berupa edema. Hal itu sesuai dengan gejala yang dialami oleh pasien tersebut dalam skenario. Alergen berupa dingin dapat memicu degranulasi sel mast secara spontan sehingga menyebabkan tingginya kadar histamin dalam plasma darah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful