Bakteri gram positif dan negatif.

Sintesis peptidoglikan Reseptor sel, reaksi transpeptidase, enzim autolisis,permeailitas memran sel,

Bakteri Gram Positif dan Negatif
by Arif Nur M. A. Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Bakteri adalah sel prokariot yang khas, uniseluler dan tidak mengandung struktur yang terbatasi membran didalam
sitoplasmanya. Gram negatif dan gram positif adalah klasifikasi bakteri yang dibedakan dari ciri- ciri fisik bakteri tersebut. perbedaan yang mendasar terdapat pada peptidoglikan yang terkandung dalam dinding sel kedua bakteri tersebut. pada bakteri gram positif lapisan peptidoglikannya lebih tebal, sedangkan pada gram negatif lapisan peptidoglikan lebih tipis. Sehingga saat identifikasi dengan pewarnaan bakteri gram positif akan berwarna sedangkan bakteri gram negatif warna akan hilang saat disiram etanol. Bakteri adalah sel prokariot yang khas, uniseluler dan tidak mengandung struktur yang terbatasi membran didalam sitoplasmanya. Gram negatif dan gram positif adalah klasifikasi bakteri yang dibedakan dari ciri- ciri fisik bakteri tersebut. perbedaan yang mendasar terdapat pada peptidoglikan yang terkandung dalam dinding sel kedua bakteri tersebut. pada bakteri gram positif lapisan peptidoglikannya lebih tebal, sedangkan pada gram negatif lapisan peptidoglikan lebih tipis. Sehingga saat identifikasi dengan pewarnaan bakteri gram positif akan berwarna sedangkan bakteri gram negatif warna akan hilang saat disiram etanol. Berikut perbedaan karakteristik antara bakteri gram positif dan gram negatif: 1. Dinding sel

- Gram positif : homogen dan tebal (20-80 nm) sebagian besar tersusun dari peptidoglikan sebagian lagi terdiri dari polisakarida lain dan asam teikoat. - Gram negatif : terdiri lapisan membran luar dan membran dalam, diantaranya terdapat lapisan peptidoglikan setebal 2-7 nm, tebal membran luar 7-8 nm tersusun dari polisakarida, lipid, dan protein.

2. Bentuk sel - Gram positif : bulat, batang atau filamen. - Gram negatif : bulat, oval, batang lurus atau melingkar seperti koma, heliks atau flamen, dan beberapa memiliki kapsul pelindung. 3. Reproduksi - gram positif : pembelahan biner. - gram negatif : pembelahan biner, kadang pertunasan. 4. Metabilosme - Gram positif: kemoorganoheterotrof. - Gram negatif: fototrof, kemolitoaotutrof, kemoorganoheterotrof. 5. Alat gerak - Gram positif: kebanyakan nonmitil, bila memiliki motil maka tipe falgelanya adalah petritrikus. - Gram negatif: motil dan non motil, bentuk flagela bervariasi, polar, iopotrikus dan petritrikus.

Contoh - contoh bakteri gram positif dan gram negatif serta perannya dalam kehidupan manusia.

Basillus: penyebab anthrax (Basillus anthrachis). menghambat sintesis protein. meningitis. mekanisme pertahanan tubuh inang seperti fagositosis dan produksi antibodi biasanya akan merusak mikroorganisme.Gram positif : Staphylococus: penyebab impetigo. Gram negatif : Salmonella: penyebab thypus (Salmonella thyposa). Pseudomonas: penyebab infeksi luka bakar. Mycobacterium: penyebab tuberkulosa. karies gigi. Antibiotik ini meliputi penisilin. Dinding sel bakteri menentukan bentuk karakteristik dan berfungsi melindungi bagian dalam sel terhadap perubahan tekanan osmotik dan kondisi lingkungan lainnya. Di dalam sel terdapat sitoplasma ailapisi dengan membran sitoplasma yang merupakan tempat berlangsungnya proses biokimia sel. keracunan makanan. Pada kondisi bakteriostasis. Pada bakteri gram posi tip struktur dinding selnya relatip sederhana dan gram negatip relatip lebih komplek. .Escherichia coli yang benyak ditemukan di dalam usus besar berperan dalam pembusukan makanan dan penghasil vitamin K (gram negatif). . peumonia. Haemophilus: penyebab bronkhitis . . Dinding sel bakteri terdiri dari beberapa lapisan. Dinding sel bakteri gram positip tersusun atas lapisan peptidoglikan relatip tebal. difteri. Ada antibiotik yang merusak dinding sel mikroba dengan menghambat sintesis ensim atau inaktivasi ensim.Rhizobium dapat menyuburkan tanah. Bakteri gram negatif lebih berbahaya saat menimbulkan penyakit dibanding gram positif karena bakteri jenis gram negatif dapat menghasilkan endotoksin. dikelilingi lapisan teichoic acid dan pada beberapa species mempunyai lapisan polisakarida. salmonelosis. sepalosporin. uretritis.Acetobacer cylinum membantu pembuatan nata de coco (gram negatif). trakoma. Clostridium: penyebab tetanus (Clostridium tetani). Hellicobacter: penyebab tukak lambung. Shigella: penyebab disentri. fosfolipid dan beberapa protein.Lactobasillus casei membantu dalam pembuatan keju (gram positif). pneumonia (Heumophilus influenzae). . . . Namun bakteri juga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Listeria: penyebab listeriosis. ristosetin dan basitrasin.Lactobacillus bulgaris membantu pembuatan yoghurt (gram positif). Mycoplasma: penyebab jerawat. Streptococus: penyebab pneumonia. yaitu menghambat sintesis dinding sel. lipopolisakarida.Acetobacer membantu dalam pembuatan cuka (gram negatif). contohnya: . Enterococus: penyebab enteritis. Dinding sel bakteri gram negatip mempunyai lapisan peptidoglikan relatip tipis. sehingga menyebabkan hilangnya viabilitas dan sering menyebabkan sel lisis. Dinding sel bakteri terdiri atas jaringan makromolekuler yang disebut . vankomisin. dan memiliki enzim pada kapsula yang dapat menimbulkan resistensi terhadap antibiotik. Antibiotik memiliki cara kerja sebagai bakterisidal (membunuh bakteri secara langsung) atau bakteriostatik (menghambat pertumbuhan bakteri). dikelilingi lapisan lipoprotein. .Sterptococus griseus untuk pembuatan antibiotik (gram positif). dan menghambat sintesis metabolit esensial. bronkitis. Bordetella: penyebab batuk rejan (Bordetella pertussis) Chlamydia: penyebab pneumonia. merusak membran plasma. sikloserin. menghambat sintesis asam nukleat. Antibiotik ini menghambat sintesis dinding sel terutama dengan mengganggu sintesis peptidoglikan. Escherichia: penyebab gastroenteritis / radang saluran cerna (Escherichia coli).Pseudomonas denitrificans dapat menghasilkan vitamin B12 (gram negatif). Ada beberapa cara kerja antibiotik terhadap bakteri sebagai targetnya.

Transposon merupakan potongan DNA yang bersifat mobile yang dapat menyisip masuk ke dalam berbagai lokasi pada kromosom bakteri. Riboson merupakan mesin untuk menyintesis protein. problema resistensi bakteri terhadap antibiotik telah dapat dipecahkan dengan adanya penemuan golongan baru dari antibiotik. Kebanyakan antibiotik yang menghambat protein sintesis memiliki aktivitas spektrum yang luas. Sel eukariot memiliki ribosom 80S. meningkat menjadi patogen di rumah sakit. pejamu. Secara teoretis ada kemungkinan untuk mengatasi resistensi mutasional dengan administrasi suatu kombinasi antibiotik dalam dosis yang cukup untuk eradikasi infeksi sehingga mencegah penyebaran bakteri resisten orang ke orang. dan glikopeptida. Namun. perubahan protein yang merupakan target antibiotik. sedangkan sel prokariot 70S (terdiri atas unit 50S dan 30S). Rifampin menghambat sintesis mRNA. dan agen penginfeksi. yang merupakan komensal saluran usus dan genital. juga dengan modifikasi kimiawi dari antibiotik yang sudah ada. seperti aminoglikosida. Antibiotik tertentu. Tetrasiklin menghambat perlekatan tRNA yang membawa asam amino ke ribosom sehingga penambahan asam amino ke rantai polipeptida yang sedang dibentuk terhambat. Sejumlah gen kemungkinan dapat disisipkan ke dalam integron yang menghasilkan resistensi terhadap beberapa bahan antimikroba. Namun. tidak ada jaminan bahwa pengembangan antibiotik baru dapat mencegah kemampuan bakteri patogen untuk menjadi resisten. Pseudomonas aeruginosa. dan perubahan permeabilitas membran. Kloramfenikol akan bereaksi dengan unit 50S ribosom dan akan menghambat pembentukan ikatan peptida pada rantai polipeptida yang sedang terbentuk. Hal ini berhubungan dengan resistensi alami enterokokki terhadap antibiotik yang paling umum digunakan dan kapasitasnya untuk memperoleh sifat resistensi melalui mutasi (penisilin) atau transfer gen resistensi pada plasmid dan transposon (aminoglikosida dan glikopeptida). mempengaruhi tahap awal dari sintesis protein dengan mengubah bentuk unit 30S ribosom yang akan mengakibatkan kode genetik pada mRNA tidak terbaca dengan baik. Berdasarkan hasil studi tentang mekanisme dan epidemiologi dari resistensi antibiotik telah nyata bahwa bakteri memiliki seperangkat cara untuk beradaptasi terhadap lingkungan yang mengandung antibiotik. makrolida. sedangkan quinolon menghambat sintesis DNA. Perbedaan dalam struktur ribosom akan mempengaruhi toksisitas selektif antibiotik yang akan mempengaruhi sintesis protein.peptidoglikan. seperti streptomisin dan gentamisin. Mutasi genetik tunggal mungkin menyebabkan terjadinya resistensi tanpa perubahan patogenitas atau viabilitas dari satu strain bakteri. efluks antibiotik. streptomisin. Beberapa transposon atau plasmid memiliki elemen genetik yang disebut integron yang mampu "menangkap" gen-gen eksogenus. undefi ned Kemampuan suatu terapi antimikrobial sangat bergantung kepada obat. kcm/ Antibiotik: mekanisme cara kerja dan klasifikasinya  24. terutama antibiotik polipeptida. dan patogen lain melalui perubahan pada DNA topoisomerase.September. merupakan contoh klasik dari perubahan tipe ini. Problem yang cukup penting adalah kemampuan bakteri untuk mendapatkan materi genetik eksogenus yang mengantarkan terjadinya resistensi. perubahan pada porin channel. Banyak materi genetik yang bertanggung jawab terhadap resistensi ditemukan pada plasmid yang dapat ditransfer atau pada transposon yang dapat disebarluaskan di antara berbagai bakteri dengan proses konjugasi.[2]Namun pemilihan obat yang sesuai dengan dosis yang sepadan sangat berperan dalam menentukan keberhasilan terapi dan menghindari timbulnya resistansi agen penginfeksi. Spesies pada peneumokokki dan meningokokki dapat "mengambil" materi DNA di luar sel (eksogenus) dan mengombinasikannya ke dalam kromosom. perubahan jalur metabolik. Mekanisme yang mirip mungkin terlibat dalam pembentukan elemen genetik yang mengode resistensi vankomisin pada enterokokki. [3] . Contoh lain resistensi mutasional yang juga penting adalah perkembangan resistensi fluoroquinolone pada stafilokokki. Mekanisme resistensi Pada awalnya. Di antara antibiotik yang mempengaruhi sintesis protein adalah kloramfenikol. Penisilin dan beberapa antibiotik lainnya mencegah sintesis peptidoglikan yang utuh sehingga dinding sel akan melemah dan akibatnya sel bakteri akan mengalami lisis. Perkembangan resistensi terhadap obat-obat antituberkulos. Antibiotik aminoglikosida. dan tetrasiklin. Mekanisme resistensi pada bakteri meliputi mutasi. plasmid atau DNA bakteriofag. penghambatan aktivitas antibiotik secara enzimatik. Sebagai contoh adalah polimiksin B yang menyebabkan kerusakan membran plasma dengan melekat pada fosfolipid membran. eritromisin. seperti streptomisin. Contoh dari golongan ini adalah rifampin dan quinolon. Kejadian mutasi mungkin juga mengubah mekanisme resistensi yang ada menjadi lebih efektif atau memberikan spektrum aktivitas yang lebih luas. adanya emergensi yang meluas dari multidrug resistant Mycobacterium tuberculosis memperlihatkan bahwa tidak mudah untuk mengatasi resistensi dengan formula kombinasi. menyebabkan perubahan permeabilitas membran plasma yang akan mengakibatkan kehilangan metabolit penting dari sel bakteri. Enterokokki. Sejumlah antibiotik mempengaruhi proses replikasi DNA/RNA dan transkripsi pada bakteri. [1] Namun dalam keadaan klinik hal ini sangat sulit untuk diprediksi mengingat kompleksnya interaksi yang terjadi di antara ketiganya.

Oleh karena itu mekanisme kerja antibiotik dalam menghambat proses biokimia di dalam organisme dapat dijadikan dasar untuk mengklasifikasikan antibiotik sebagai berikut: [6] 1. Antibiotik yang bersifat bakterisidal. Namun keberadaan antibiotik akan membuat PBP berikatan dengannya sehingga sintesis dinding peptidoglikan menjadi terhambat. c) Polypeptida meliputi Bacitracin. listeria. yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme. Namun Beta-laktam (dan Penicillin) hanya efektif terhadap bakteri gram positif. a) Beta-laktam menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan pada enzim DD-transpeptidase yang memperantarai dinding peptidoglikan bakteri. Cephalosporin. Polymixin B dan Vancomycin.Antibiotik adalah segolongan senyawa. Bacitracin dan Vancomycin sama-sama menghambat sintesis dinding sel. Bacitracin digunakan untuk bakteri gram positif. Adapun Polymixin B digunakan untuk bakteri gram negatif. merupakan antibiotik bakterisidal yang menghambat sintesis dinding sel dan digunakan untuk penyakit-penyakit seperti sifilis. hanya saja Ampicillin mampu berpenetrasi kepada bakteri gram positif dan gram negatif. Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel bakteri. baik alami maupun sintetik. Ketiganya bersifat bakterisidal.[8] e) Ampicillin memiliki mekanisme yang sama dalam penghancuran dinding peptidoglikan. sehingga membuatnya mampu menembus membran terluar ( outer membran) pada bakteri gram negatif. yaitu antibiotik yang bekerja menghambat pertumbuhan atau multiplikasi bakteri. [4] Literatur lain mendefinisikan antibiotik sebagai substansi yang bahkan di dalam konsentrasi rendah dapat menghambat pertumbuhan dan reproduksi bakteri dan fungi. Oxasilin. sedangkan Vancomycin digunakan untuk bakteri Staphilococcus dan Streptococcus.[5]Berdasarkan sifatnya (daya hancurnya) antibiotik dibagi menjadi dua: 1. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Beta- laktam. Antibiotik yang bersifat bakteriostatik. Normalnya sintesis dinding sel ini diperantarai oleh PBP (Penicillin Binding Protein) yang akan berikatan dengan D-alanin-D-alanin. 2. Namun demikian Penicillin tetap digunakan selain karena harganya yang murah juga produksinya yang mudah.[7] b) Penicillin meliputi natural Penicillin. namun dengan tujuan yang sama yaitu untuk menghambat perkembangan bakteri. yaitu antibiotik yang bersifat destruktif terhadap bakteri.[9] . Polypeptida. d) Cephalosporin (masih segolongan dengan Beta-laktam) memiliki mekanisme kerja yang hampir sama yaitu dengan menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri. Namun karena Penicillin merupakan jenis antibiotik pertama sehingga paling lama digunakan telah membawa dampak resistansi bakteri terhadap antibiotik ini.Ampicillin. Penicillin. khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Cara yang ditempuh oleh antibiotik dalam menekan bakteri dapat bermacam-macam. Hal ini disebabkan keberadaan gugus amino pada Ampicillin. serta pengaktifan hidrolase dan autolysins yang mencerna dinding peptidoglikan yang sudah terbentuk sebelumnya. sehingga dengan demikian akan melemahkan dinding sel bakteri Hal ini mengakibatkan sitolisis karena ketidakseimbangan tekanan osmotis. atau alergi bakteri gram positif/Staphilococcus/Streptococcus. sebab keberadaan membran terluar ( outer membran) yang terdapat pada bakteri gram negatif membuatnya tak mampu menembus dinding peptidoglikan. terutama untuk membentuk jembatan peptidoglikan. Penicillin G dan Penicillin V.

sehingga dengan demikian akan menghambat .[10] Quinolone lazim digunakan untuk infeksi traktus urinarius. b) Aminoglycoside meliputi Streptomycin. c) Tetracycline merupakan antibiotik bakteriostatis yang berikatan dengan subunit ribosomal 16S-30S dan mencegah pengikatan aminoasil-tRNA dari situs A pada ribosom. Lincosamides. Macrolide biasanya menumpuk pada leukosit dan akan dihantarkan ke tempat terjadinya infeksi. 2. Antibiotik yang menghambat transkripsi dan replikasi. 3. anaeroba Pseudomemranous colitis. Metronidazole. seperti Methicillin dan Oxacillin. merupakan antibiotik bakterisidal yang digunakan untuk menghambat sintesis dinding sel bakteri. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Macrolide. Tetracycline. yaitu Carbapenems. Imipenem. Namun antibiotik jenis ini hanya berpengaruh terhadap bakteri gram negatif. d) Lincosamides merupakan antibiotik yang berikatan pada subunit 50S dan banyak digunakan untuk bakteri gram positif. Meropenem. a) Macrolide. e) Metronidazole merupakan antibiotik bakterisidal diaktifkan oleh anaeroba dan berefek menghambat sintesis DNA. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Quinolone. Aminoglycoside.Kanamycin. b) Rifampicin (Rifampin) merupakan antibiotik bakterisidal yang bekerja dengan cara berikatan dengan β -subunit dari RNA polymerase sehingga menghambat transkripsi RNA dan pada akhirnya sintesis protein. c) Nalidixic acid merupakan antibiotik bakterisidal yang memiliki mekanisme kerja yang sama dengan Quinolone. a) Quinolone merupakan antibiotik bakterisidal yang menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara masuk melalui porins dan menyerang DNA girase dan topoisomerase sehingga dengan demikian akan menghambat replikasi dan transkripsi DNA. namun dalam konsentrasi tinggi hal ini dapat bersifat bakteriosidal. Nalidixic acid. sehingga dengan demikian akan menghambat translokasi peptidil tRNA yang diperlukan untuk sintesis protein. g) Antibiotik jenis inhibitor sintesis dinding sel lain memiliki spektrum sasaran yang lebih luas. menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara berikatan pada subunit 50S ribosom. Chloramphenicol. meliputi Erythromycin dan Azithromycin. Oxytetracycline.[12]Macrolide biasanya digunakan untuk Diphteria. Actinomycin D.f) Penicillin jenis lain. Rifampicin. namun Nalidixic acid banyak digunakan untuk penyakit demam tipus. Ketiganya bersifat bakterisidal. merupakan antibiotik bakterisidal yang berikatan dengan subunit 30S/50S sehingga menghambat sintesis protein. Neomycin. Antibiotik yang menghambat sintesis protein. danHaemophilus. Penggunaan Methicillin dan Oxacillin biasanya untuk bakteri gram positif yang telah membentuk kekebalan (resistansi) terhadap antibiotik dari golongan Beta-laktam. [11] Rifampicin umumnya menyerang bakteri spesies Mycobacterum. Legionella mycoplasma. Contoh dari golongan Lincosamides adalah Clindamycin. dan Gentamycin. Peristiwa ini bersifat bakteriostatis.

Antibiotik yang menghambat bersifat antimetabolit. Azaserin mengganggu jalannya metabolisme bakteri dengan cara berikatan dengan situs yang berhubungan sintesis glutamin. . Farmakokinetik berhubungan dengan absorbsi. c) Azaserine (O-diazo-asetyl-I-serine) merupakan antibiotik yang dikenal sebagai purin-antagonis dan analogglutamin. sehingga mengganggu pembentukan glutamin yang merupakan salah satu asam amino dalam protein. Trimetophrim.[13]Namun antibiotik jenis ini memiliki efek samping yaitu menyebabkan gigi menjadi berwarna dan dampaknya terhadap ginjal dan hati. Ridha Wahyutomo Departemen Mikrobiologi Klinik dan Penyakit Infeksi FK UNISSULA Pendahuluan Istilah awal yang harus dipahami dalam pembahasan antibiotika meliputi farmakokinetik dan farmakodinamik. b) Trimetophrim juga menghambat pembentukan DNA dan protein melalui penghambatan metabolisme. Trimetophrim akan menghambat enzim dihidrofolate reduktase yang seyogyanya dibutuhkan untuk mengubah dihidrofolat (DHF) menjadi tetrahidrofolat (THF). d) Chloramphenicol merupakan antibiotik bakteriostatis yang menghambat sintesis protein dan biasanya digunakan pada penyakit akibat kuman Salmonella. 4. Sulfonamide bekerja dengan bertindak sebagai inhibitor kompetitif terhadap enzim dihidropteroate sintetase (DHPS). Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Sulfa atau Sulfonamide.translasi protein. Antibiotik yang menghambat fungsi membran sel.[18]Biasanya Sulfonamide digunakan untuk penyakit Neiserria meningitis. Contohnya antara lain Ionimycin dan Valinomycin.[15] Dengan dihambatnya enzim DHPS ini menyebabkan tidak terbentuknya asam tetrahidrofolat bagi bakteri. Ionomycin bekerja dengan meningkatkan kadar kalsium intrasel sehingga mengganggu kesetimbangan osmosis dan menyebabkan kebocoran sel. a) Pada bakteri. distribusi dan eliminasi dari antibiotika. hanya mekanismenya berbeda dari Sulfonamide. di mana fungsinya adalah untuk berbagai peran biologis di antaranya dalam produksi dan pemeliharaan sel serta sintesis DNA dan protein.[19] Yang perlu diperhatikan dalam pemberian antibiotik adalah dosis serta jenis antibiotik yang diberikan haruslah tepat. MEKANISME KERJA ANTIBIOTIKA dr. Jika antibiotik diberikan dalam jenis yang kurang efektif atau dosis yang tanggung maka yang terjadi adalah bakteri tidak akan mati melainkan mengalami mutasi atau membentuk kekebalan terhadap antibiotik tersebut. Farmakodinamik berkaitan dengan konsentrasi untuk melawan mikroorganisme pada daerah atau tempat infeksi.[14] 5. Azaserine.[16] Tetrahidrofolat merupakan bentuk aktif asam folat [17].

Penghambatan pada fungsi membran sitoplasma Membran sitoplasma berfungsi sebagai barrier untuk air. Kedua hal ini berkaitan dengan sifat time dependent (tergantung waktu) atau consentration dependent (tergantung konsentrasi antibiotika). Polimerisasi subunit ke peptidoglikan baru. Oxacillin. Contoh : Polymixin. pada proses pembentukan protein yaitu proses centra dogma. Proses ini diawali dari subunit dinding yang dibawa melintasi membran sitoplasma dan akhirnya dimasukkan dalam molekul peptidoglikan yang sedang berkembang. yaitu: a. nutrisi dan system transport. Antibiotika yang bekerja pada titik ini adalah Fosfomycin. Carbapenems. ion. Antibiotika yang bekerja pada proses bergabung ke substrat dinding sel adalah Glycopeptides (vancomycin dan teicoplanin) c.Farmakodinamik juga membahas mengenai sifat antibiotika yaitu bakterisidal (membunuh kuman) dan bakteriostatik (menghambat pertumbuhan kuman). Aminopenicillin (Ampicillin.Natural penicillins (penicillin G. Antibiotika yang bekerja pada tahap ini ada tiga a. penicillins (Methicillin. Penghambatan pada sistesis dinding sel Sintesis dinding sel berupa sintesis peptidoglikan yang menjadi unsur dinding sel bakteri. Sistem Kerja Antibiotika Antibiotika pada prinsipnya bekerja pada tiga area pada kuman yaitu pada dinding sel. Cephalosporins (1st – 4th generation). 1. cycloserine b. sul/tazo-bactam) b. Transfer subunit nukleotida prekusor ke peptidoglikan yang sedang berkembang dan bergabung ke substrat dinding sel. Antibiotika yang bekerja pada proses Transfer subunit nukleotida prekusor ke peptidoglikan yang sedang berkembang adalah Bacitracin. Secara terperinci proses ini terbagi dalam tiga tahapan. Amoxycillin). Monobactams 2. . Cephamycin c. beta-lactamase inhibitors (clavulanic acid. gramicidins  Membran jamur. Penicillinase-resistant Cloxacillin). pada membrane sel.  Membran bakteri. phenoxymethyl penicillin). Biosintesis molekul prekusor dengan berat ringan pada sitoplasma. Nafcillin.

ciprofloxacin. nystatin. levofloxacin. dan Topoisomerase IV yang berfungsi memisahkan anakan DNA selama replikasi kromosom dalam bakteri. Contoh sulphonamides.  Penghambatan RNA polymerase Contoh : Rifampicin  Menginterferensi replikasi DNA Contoh : Metronidazole 4.  Penghambatan sintesis prekusor untuk asam nukleat yaitu folat. promaricin  Menginterferensi lapisan lemak jamur sehingga terjadi kerusakan membran jamur. clotrimazole and fluconazole 3. Proses translasi tersebut terjadi pada ribosom. Contoh : miconazole. gati / moxi-floxacin). Penghambatan sintesis protein Menghambat proses translasi mRNA ke protein. ketonazole. Kedua titik tersebut yang menjadi target kerja dari antibiotika. Penghambatan sintesis asam nukleat Proses ini dapat dibagi dalam beberapa tingkatan. Berinteraksi dengan membran sterol jamur untuk memproduksi kompleks membrane-polyene yang merubah permeabilitas membran atau menciptakan pori sehingga isi jamur lisis. Azalides and Lincosamides  Fusidic acid Bagaimana Antibiotika Bekerja ? . Contoh : Quinolones : Nalidixid acid. Contoh: amphotericin B. baik pada subunit 30 S maupun subunit 50 S.  Chloramphenicol  Macrolides . Antibiotika dengan kerja pada 30S  Aminoglycosides  Tetracyclines Antibiotika dengan kerja pada 50S subunit. trimethoprim  Penghambatan aktifitas DNA gyrase yaitu : Topoisomerase II yang berfungsi pada relaksasi supercoil DNA.

kanamisin. dan mekanisme kerjanya sebagai berikut . 8. kolistin. 3. neomisin. steptomisin. Berspektrum luas. Pada dasarnya sel kuman dikelilingi oleh dinding sell yang melindungi membran protoplasma dibawahnya dari trauma.Fleming. Dalam sejarah antibiotika orang yang patut di kenang adalah A. karena beliau yang pertama menemukan penisilin (Tahun 1929) akan tetapi penggunaannya sebagai zat pembunuh bakteri baru banyak digunakan pada tahun 1943. mencakup spektrum penisillin. 4. Mekanisme Kerja Antibiotika Antibiotika menggangu bagian-bagian yang peka didalam sel.Streptomisin : bakteri bersifat bakterisida tehadap sejumlah besar bakteri-bakteri gram negatif dan positif. Menghambat atau membunuh patogen tanpa merusak inang (Host). Antibiotika berspektum luas : antibiotika yang efektif digunakan bagi banyak spesies bakteri. 2.basil maupun spiral. Tetap aktif dalam plasma. 7. Pada kondisi ini antibiotika bekerja untuk mengganggu pembentukan dinding sel terutama pada tahap akhir. Bersifat bakterisida dan bukan bakteriostatik. eritromisin. 6. . . linkomisin.Aktinomisin : sangat aktif terhadap bakteri gram positif dan negatif. cairan badan atau eksudat. Larut dalam air serta stabil. dan seiring dengan perkembangan teknologi sekarang telah dikenal ratusan antibiotika . yakni kuman tanpa dinding sel (Terjadi pada golongan penisillin). baik kokus. Antibiotika yang menghambat sintetis protein Yang termasuk didalam golongan ini adalah aktinomisin. akan tetapi belum tentu memahami apakah sebenarnya antibiotika itu.Antibiotika pertama yang dikenal adalah penisilin. . 5. klindamisin. B. tetrasiklin. netilmisin dan tobramisin. Tidak bersifat alergenik atau menmbulkan efek samping bila dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. Tidak menyebabkan resistensi pada kuman. C. Antibiotika berspektum sempit : antibiotika yang efektif digunakan untuk spesies tertentu. kloramfenikol. streptomisin dan kloramfenikol. contohnya penisilin (Hanya mampu memberantas bakteri berbentuk kokus). . Sifat-sifat Antibiotika Antibiotika haruslah memiliki sifat-sifat sebagai berikut : 1. Antibiotika golongan ini merusak dan memperlemah dinding sel. di dalam tubuh cepat dicapai dan bertahan untuk waktu lama. rifampisin. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini : A. Bakterisidal Level. nistatin dan amfoterisin B.basil dan spiral).Rifampisin : mempunyai spektum antibakteri yang luas dan terutama efektif terhadap bakteri gram positif dan mikrobakteria. 2. Pembagian Antibiotika Berdasarkan Cara Kerjanya Antibiotika dalam hal ini dibagi dua : 1.Tetrasiklin : mempunyai spektrum sangat luas. Antibiotika yang mengganggu fungsi membran sel Antibiotika yang masuk kedalam golongan ini adalah polimiksin. dimana zat ini dihasilkan oleh jenis jamur penicillium. dimana perlu diketahui bahwa membran sel merupakan hal yang sangat vital dalam sel karena berfungsi sebagai selektif permeabel. . pengangkutan aktif danmengendalikan susunan sel. contohnya tetrasiklin (Mampu membunuh bakteri berbentuk kokus. Antibiotika yang mempengaruhi dinding sel.Banyak orang tahu dan sering mendengar tentang antibiotika. sehingga terbentuklah steroplas.

Reaksi tersebut ada yang esensiil untuk pertumbuhan dan ada yang kurang esensiii. Penghambatan pada beberapa reaksi dapat terjadi secara langsung yaitu antibiotik langsung memblokir beberapa reaksi tersebut. spektrum antibakteri atau mekanisme kegiatannya. merupakan obat pilihan terhadap mycoplasma dan juga untuk stafilokokus. Hambatan ini terjadi sebagai akibat gangguan reaksi yang esensiil untuk pertumbuhan.Klindamisin : banyak digunakan terutama untuk infeksi bakteri anaerob. Antibiotik tertentu dapat menghambat beberapa reaksi. dapat bersifat bakteriostatik atau bakterisida.Eritromisin : termasuk sebagai antibiotika makrolida.. Merupakan penghambat efektif terhadap sintetis ADN. . . pirimetamin. Antibiotik menghambat pertumbuhan mikroba dengan cara bakteriostatik atau bakterisid. Hal-hal yang perlu di pertimbangkan dalam penggunaan preparat antibiotika dalam menangani kasus penyakit dalam lingkungan Farm : 1. 2.Kloramfenikol : bersifat bakteriostatik aktif terhadap sejumlahbakteri gram positif dan gram negatif. namun masing-masing reaksi memerlukan konsentrasi antibiotik yang berbeda. . kimia. Antibiotik tertentu aktivitasnyadapat ditingkatkan daribakteriostatik menjadi bakterisid bila konsentrasinya ditingkatkan. yaitu antibiotik dengan aktivitas bakteriostatik bersifat menghambat pertumbuhan mikroba dan aktivitas bakterisid bersifat membinasakan mikroba lain. rikettsia dan klamidia. mampu menekan pertumbuhan mikroba lain dan mungkin membinasakan. sulfonamida dan trimetoprim. fungi. antibiotik dibagi dalam 2 kelompok. novobiosin. dimana akan membentuk ikatan kompleks melalui ikatan-ikatan pada residu deoksiguanosin. Antibiotik yang baik idealnya mempunyai aktivitas antimikroba yang efektip dan selektip serta mempunyai aktivitas bakterisid. aktinomicetes). D. streptokokus Grup A. Selain masalah tersebut diatas juga peternak sering menggunakan preparat antibiotik yang sama dari satu periode pemeliharan ke periode berikutnya ( Sebaiknyapreparat antibiotika yang dipakai dalam suatu farm diganti tiap 3 – 4 periode pemeliharaan). Berdasarkan toksisitasnya. ANTIBIOTIK { 9 November 2009 @ 1:28 AMNov } · { aLL bout pharmacy } Pengantar Antibiotik merupakan substansi kimia yang diproduksi oleh berbagai spesies mikroorganisme (bakteri. Antibiotika yang menghambat sintetis asam nukleat Yang termasuk di dalam golongan ini adalah : asam nalidiksat. Penggunaan Antibiotika Dilapangan Beberapa peternak dalam menghadapi suatu kasus atau penyakittanpa berpikir panjang menggunakan antibiotika berspektum luas dengan alasan bahwa dengan penggunaan antibiotik yang berspektrum luas semua bisa teratasi. 3. farmakologis. Ada berpuluh-puluh antibiotik yang berharga untuk terapi penyakit infeksi. Tingkat morbiditas harus diketahui. Umur ayam. Mereka berbeda satu sama lain dalam beberapa hal seperti sifat fisika. Penyebab infeksi atau penyakit yang terjadi harus diketahui ( Apakah dari golongan Bakteri atau virus ).

oxytetracycline 4. Polypeptide dan Cephalosporin. khususnya dalam prosesinfeksi oleh bakteri. misalnya azaserine.penicillin G sel bakteri. misalnya oligomycin. maka antibiotik dikelompokkan sebagai berikut (www. termasuk di sini adalah basitrasin. seperti penisilin. chloramphenicol. baik alami maupun sintetik. Inhibitor fungsi sel lainnya. yakni 1. seperti kinolon. 3) Menghambat sintesa asam folat. Antibiotika bekerja sepertipestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme. dan Antimetabolit.Berdasarkan mekanisme aksinya yaitu mekanisme bagaimana antibiotik secara selektif meracuni sel bakteri. dan Tetracycline. sikloserin. misalnya ionomycin. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. 2) Mengganggu sintesa protein bakteri seperti kloramfenikol. nalidixic acid 3. mencakup golongan Quinolone. actinomycin D. meskipun dalam bioteknologidan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. 2. 5) Mengganggu sintesa RNA. seperti sulfonamide. Pembagian lain juga sering dikemukakan berdasarkan makanisme atau tempat kerja antibiotika tersebut pada kuman. Desifektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup. kanamycin. mencakup banyak jenis antibiotik. Inhibitor fungsi membran sel.streptomycin. Inhibitor sintesis dinding misalnya ampicillin. hanya saja targetnya adalah bakteri. Aminoglycoside. seperti golongan sulfa atausulfonamida. Ada enam kelompok antibiotika dilihat dari target atau sasaran kerjanya(nama contoh diberikan menurut ejaan Inggris karena belum semua nama diindonesiakan atau diragukan pengindonesiaannya): 1. Antibiotika adalah segolongan senyawa. valinomycin 5. Antibiotika yang bekerja menghambat sintesis dinding sel kuman. ristosetin dan lain-lain. misalnya rifampicin. tetracycline.beritaiptek. seperti rifampisin. 4) Mengganggu sintesa DNA. penisilin. yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi. . tunicamycin. mencakup golongan Penicillin. terutama dari golongan Macrolide. Inhibitor sintesis protein. Antibiotika dapat digolongkan berdasarkan sasaran kerja senyawa tersebut dan susunan kimiawinya.com) : 1) Menghambat sintesa dinding sel. Inhibitor transkripsi dan replikasi. sefalosporin. misalnya gentamycin.

sikloserin. lipopolisakarida.pirimetamin. Sikloserin terutama menghambat ensim racemase dan sintetase yang berperan dalam pembentukan dipeptida. Bakteri tertentu seperti mikobakteria dan halobakteria mempunyai peptidoglikan relatip sedikit . linkomisin. Vankomisin bekerja pada stadium kedua diikuti oleh basitrasin. Antibiotika yang bekerja melalui penghambatan sintesis asam nukleat. tetrasiklin dan aminogliosida. Dinding sel bakteri gram negatip mempunyai lapisan peptidoglikan relatip tipis. dikelilingi lapisan teichoic acid dan pada beberapa species mempunyai lapisan polisakarida. 4. Bio-sintesis peptidoglikan berlangsung dalam beberapa stadium dan antibiotik pengganggu sintesis peptidoglikan aktip pada stadium yang berlainan. ANTIBIOTIK PENGHAMBAT SINTESIS DINDING SEL MIKROBA Ada antibiotik yang merusak dinding sel mikroba dengan menghambat sintesis ensim atau inaktivasi ensim. dikelilingi lapisan lipoprotein. Antibiotik ini meliputi penisilin. Sel selama mensintesis peptidoglikan memerlukan ensim hidrolase dan sintetase. yakni kloramfenikol. Peptidoglikan pada kedua jenis bakteri merupakan komponen yang menentukan rigiditas pada gram positip dan berperanan pada integritas gram negatip. fosfolipid dan beberapa protein. 3. Antibiotika yang bekerja dengan menghambat sintesis protein. kolistin. imidazol. nistatin dan polimiksin. maka . Dinding sel bakteri gram positip tersusun atas lapisan peptidoglikan relatip tebal. eritromisin (makrolida). ristosetin dan basitrasin. Aktivitas penghambatan atau membinasakan hanya dilakukan selama pertumbuhan sel dan aktivitasnya dapat ditiadakan dengan menaikkan tekanan osmotik media untuk mencegah pecahnya sel. Yang termasuk di sini adalah amfoterisin. vankomisin. kegiatan kedua ensim ini harus seimbang satu sama lain. sehingga menyebabkan hilangnya viabilitas dan sering menyebabkan sel lisis. Oleh karena itu gangguan pada sintesis komponen ini dapat menyebabkan sel lisis dan dapat menyebabkan kematian sel. rifampisin. Antibiotik yang menyebabkan gangguan sintesis lapisan ini aktivitasnya akan lebih nyata pada bakteri gram positip. Karena struktur dinding sel mamalia tidak sama dengan dinding gel bakteri. ristosetin dan diakhiri oleh penisilin dan sefalosporin yaitu menghambat transpeptidase. Dinding sel bakteri terdiri dari beberapa lapisan. sehingga kurang terpengaruh oleh antibiotik grup ini. Antibiotik ini menghambat sintesis dinding sel terutama dengan mengganggu Sintesis peptidoglikan. Pada bakteri gram positip struktur dinding selnya relatip sederhana dan gram negatip relatip lebih komplek. sepalosporin. Antibiotika yang merubah permeabilitas membran sel atau mekanisme transport aktif sel. Di dalam sel terdapat sitoplasma ailapisi dengan membran sitoplasma yang merupakan tempat berlangsungnya proses biokimia sel. sulfanomida dan trimetoprim.2. novobiosin. Perbedaan antara sel mamalia dan bakteri yaitu dinding sel luar bakteri tebal dengan membran sel menentukan bentuk sel dan memberi ketahanan terhadap tekanan osmotik. Untuk menjaga sintesis supaya normal. yakni asam nalidiksat. Dinding sel bakteri menentukan bentuk karakteristik dan berfungsi melindungi bagian dalam sel terhadap perubahan tekanan osmotik dan kondisi lingkungan lainnya.

Spektrum kuman terutama untuk kuman koki Gram positif. Kemudian terjadi lisis. GOLONGAN PENISILIN. Mekanisme kerja : Penisilin mempengaruhi langkah akhir sintesis dinding sel bakteri (transpeptidase atau ikatan silang ). gonokokus. sehingga penisilin disebut bakterisidal (Mycek. 1. tetapi rusak oleh enzim penisilinase. .Penisilin dengan spektrum luas terhadap kuman Gram positif dan Gram negatif. Corynebacterium diphteriae. dapat memperluas spektrum terhadap kuman-kuman penghasil enzim penisilinase. oksasilin.Termasuk di sini adalah Penisilin G (benzil penisilin) dan derivatnya yakni penisilin prokain dan penisilin benzatin. Termasuk di sini adalah ampisilin dan amoksisilin.antibiotik yang mempunyai aktivitas mengganggu sintesis dinding sel mempunyai toksisitas selektif sangat tinggi. sedangkan penisilin V dapat diberikan secara oral. sehingga membran kurang stabil secara osmotic. Golongan penisilin bersifat bakterisid dan bekerja dengan mengganggu sintesis dinding sel. 2002): a) Zat – zat spectrum sempit : benzilpenisilin. pyoneges (yang tidak memproduksi penisilinase). Penisilin ini termasuk karbenisilin. -Penisilin yang tidak rusak oleh enzime penisilinase. Leptospirae dan Actinomycetes sp. Clostridia. dan penisilin V (fenoksimetil penisilin). Treponema pallidum. Beberapa golongan penisilin ini juga aktif terhadap kuman Gram negatif. meningokokus. Antibiotika pinisilin mempunyai ciri khas secara kimiawi adanya nukleus asam amino-penisilinat.Bacillus anthracis. Zat – zat ini aktif terhadap kuman Gram positif dan diuraikan oleh penisilinase. tikarsilin. tetapi spektrum anti kuman terhadap Gram positif paling kuat. Penisilin dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut aktivitas dan resistensinya terhadap laktamase sebagai berikut (Tjay.Penisilin yang rusak oleh enzim penisilinase. dikloksasilin. . termasuk di sini adalah kloksasilin. meklosilin dan piperasilin diindikasikan khusus untuk kuman-kuman Pseudomonas aeruginosa. Penisilin G dan penisilin prokain rusak oleh asam lambung sehingga tidak bisa diberikan secara oral. S treptococcus viridans. penisilin V dan fenetisilin. Oleh karena itu antibiotik tipe ini merupakan antibiotik yang sangat berharga. pneumokokus. Spektrum antimikroba di mana penisilin golongan ini masih merupakan pilihan utama meliputi infeksi-infeksi streptokokus beta hemolitikus grup A. yang terdiri dari cincin tiazolidin dan cincin betalaktam. seperti asam klavulanat atau sulbaktam. nafsilin dan metisilin. sehingga hanya digunakan untuk kuman-kuman yang memproduksi enzim penisilinase. Golongan penisilin masih dapat terbagi menjadi beberapa kelompok. flukloksasilin. 2000). Staphyloccocus. Kombinasi obat ini dengan bahan-bahan penghambat enzim penisiline. yakni: . -Penisilin antipseudomonas (antipseudomonal penisilin).

b) Zat – zat tahan laktamse : metisilin. sulbaktam dan tazobaktam memblokir laktamse dan dengan demikian menjamin aktivitas penisilin yang diberikan bersamaan. tetapi beberapa metabolismee penisilin G seperti yang ditunjukkan terjadi pada penderita gagal ginjal. amoksisilin serta kombinasi amoksisilin dengan asam klavulanat hanya tersedia dalam bentuk oral.fragilis. Obat ini diabsorbsi ke dalam sirkulasi secara lambat dan pada waktu yang lama. e) Ekskresi : Jalan utama ekskresi melalui system sekresi asam organic (tubulus) di ginjal. Asam klavulanat. Cara pemberian : contohnya metisilin dan tikarsilin serta kombinasi piperasilin dengan tazobaktam hnaya diberikan secara intravena (IV) atau intramuscular (IM). Antibiotika spectrum luas ini meliputi lebih banyak kuman Gram negatif termasuk Pseudomonas. Bentuk depot : prokain penisilin Gdapat diberikan secara intramuscular dan dalam bentuk depot. Zat ini hanya aktif terhadap Stafilokok dan Streptokok. penisilin V. kloksasilin dan flukloksasilin. tidak tahan laktamse maka sering digunakan terkombinasi dengan suatu laktamse blocker. klebsiella dan bacteroides fragilis. c) Distribusi: Semua penisilin melewati sawar plasenta tetapi tidak satupun menimbulkan efek teratogenik. d) Zat – zat anti Pseudomonas : tikarsilin dan piperasilin. Farmakokinetik (Mycek. sama seperti filtrasi glomelurus. oleh karena itu obat-obat ini harus diberikan 30-60 menit sebelum makan atau 2-3 jam setelah makan. . absorbs penisilin G dan semua penisilin menurun dengan adanya makanan dalam lambung karena waktu pengosongan lambung diturunkan dan obat dihancurkan dalam lingkungan asam. Tidak tahan laktamse dan umumnya digunakan bersamaan dengan laktamase blocker. d) Metabolisme : Metabolisme obat-obat tersebut dalam tubuh pejamu biasanya tidak bermakna. 2. Klebsiella dan B. c) Zat – zat spectrum luas : Ampisilin dan amoksisilin aktif terhadap kuman-kuman Gram positif kecuali antara lain Pseudomonas. b) Absorbsi : Kebanyakan penisilin diabsorbsi secara tidak lengkap setelah pemberian oral dan mencapai intestinum dalam jumlah yang cukup untuk mempengaruhi komposisi flora intestinal . Proteus. 2000) : a) Pemberian : 1.

mekanisme kerja antimikroba Sefalosporin ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba. yakni: . sefotaksim dan moksalatam. kemudian diare yang disebabkan oleh ketidakseimbangan mikroorganisme intestinal normal dan sering terjadi. termasuk Enterobacteriaceae dan kadang-kadang peudomonas. nefritis. Termasuk di sini misalnya sefalotin. Sefalosporin termasuk golongan antibiotika Betalaktam. Generasi pertama kurang aktif terhadap kuman Gram negatif. sefradin.Generasi kedua agak kurang aktif terhadap kuman Gram positif tetapi lebih aktif terhadap kuman Gram negatif. Golongan ini hampir sama dengan penisilin oleh karena mempunyai cincin beta laktam. sefaleksin. 2. Nama Generasi Cara Pemberian Aktivitas Antimikroba Cefadroxil 1 Oral Aktif terhadap kuman gram positif .Efek samping (Mycek. pembedaan generasi dari Sefalosporin berdasarkan aktivitas mikrobanya dan yang secara tidak langsung sesuai dengan urutan masa pembuatannya. GOLONGAN SEFALOSPORIN. sefazolin. neurotoksisitas. . Termasuk di sini adalah sefoksitin (termasuk suatu antibiotika sefamisin). Seperti antibiotik Betalaktam lain. Berikut pembagian generasi Sefalosporin : No. 2000): Hipersensitivitas dimana sekitar 5% pasien mengalami hal ini. termasuk di sini misalnya sefamandol dan sefaklor. 1. . serta bias terjadi gangguan fungsi pembentukan darah. Secara umum aktif terhadap kuman Gram positif dan Gram negatif. Sefalosporin aktif terhadap kuman gram positif maupun garam negatif. terbagi menjadi 3 kelompok. tetapi spektrum masing-masing derivat bervariasi.Generasi ketiga lebih aktif lagi terhadap kuman Gram negatif. berkisar dari kulit yang kemerahan berupa makulopapular sampai dengan angioedema (ditandai dengan bengkak dibibir.Generasi pertama yang paling aktif terhadap kuman Gram positif secara in vitro. lidah dan area periobarbital) serta anafilaktik. Penggolongan Sefalosporin Hingga tahun 2006 golongan Sefalosporin sudah menjadi 4 generasi. Yang dihambat adalah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. tetapi spektrum anti kuman dari masing-masing antibiotika sangat beragam.

2. sesuai dengan spektrum antibakterinya. Cefpodoxim 17. Cefepim 21. . 6. misalnyaH. Cefprozil 11. 9. termasuk strain penghasil Penisilinase. 7. 8. Cefotaxim 15. Ceftizoxim 19. Cefuroxim 12. 5. Ceftazidim 18.influenza. Cefditoren 13. 4. Ceftriaxon 20. E. Cefixim 14.coli. Cefalexin Cefazolin Cephalotin Cephradin Cefaclor Cefamandol Cefmetazol Cefoperazon 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 3 3 4 4 Oral IV dan IM IV dan IM Oral IV dan IM Oral IV dan IM IV dan IM IV dan IM Oral IV dan IM Oral Oral IV dan IM IV dan IM Oral IV dan IM IV dan IM IV dan IM Oral IV dan IM Oral IV dan IM dengan keunggulan dari Penisilin aktivitas nya terhadap bakteri penghasil Penisilinase 10. Pr. Cefotiam 16. potensi antibakterinya yang tinggi sebaiknya dicadangkan hanya untuk hal tersebut diatas. Mirabilis. dan Klebsiella Golongan ini umumnya kurang efektif dibandingkan dengan generasi pertama terhadap kuman gram positif. 3. Anjuran ini diberikan karena selain harganya mahal. tetapi jauh lebih efektif terhadap Enterobacteriaceae. tetapi lebih aktif terhadap kuman gram negatif. Cefpirom Kurang aktif terhadap bakteri gram postif dibandingkan dengan generasi pertama. Hampir sama dengan generasi ketiga Indikasi Klinik Sediaan Sefalosporin seyogyanya hanya digunakan untuk pengobatan infeksi berat atau yang tidak dapat diobati dengan antimikroba lain.

Cefoperazon dan Ceftazidim Obat Sefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam infeksi termasuk paru-paru.Adapun indikasi dari masing Sefalosporin sebagai berikut : Cefadroxil dan Cefalexin Obat golongan Cefalosporin ini yang digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri pada kulit. kulit. pasca operasi. perut. Antibiotik ini tidak efektif untuk pilek. otitis media dan septikemia. dan infeksi kandung kemih. dan saluran kemih.coli. saluran nafas. genito-urinaria. Cephalotin Obat golongan Sefalosporin ini yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan penyakit pada infeksi kulit dan jaringan lunak. tenggorokan. saluran kemih dan kulit. Ceftizoxim dan Ceftriaxon Cefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam penyakit pada paru-paru. sendi. Cefmetazol Cefmetazol lebih aktif daripada Sefalosporin golongan pertama terhadap gram positif Proteus. Klebsiella dan P. kulit. tulang. sendi. tetapi kurang efektif dibandingkan Cefoxitin atau Cefotetan melawan kuman gram negatif. perut. genito urinaria (infeksi pada organ seksual dan saluran kencing). Cefazolin Cefazolin digunakan untuk mengobati infeksi bakteri dan penyakit pada infeksi pada kandung empedu dan kandung kemih. mirabilis. Cefaclor dan Cefixim Cefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam penyakit seperti pneumonia dan infeksi pada telinga. organ pernafasan. pencegahan infeksi pada proses operasi dan infeksi kulit atau luka. darah dan saluran kencing. kuman anaerobik gram negatif (termasuk B. Serritia. Cefamandol. flu atau infeksi lain yang disebabkan virus. tenggorokan. darah. paru-paru. kandungan. fragilis) dan beberapa E. Cefprozil .

tenggorokan. saluran kemih. gonore. tetapi tidak memiliki aktivitas terhadap Pseudomonas aeruginosa. Cefpodoxim Obat Sefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam infeksi seperti Pneumonia.Obat Sefalosporin ini mengobati infeksi seperti Otitis Media. dan saluran kemih. kulit. serta saluran kemih 3. VANKOMISIN Vankomisin adalah suatu gliko peptide trisiklik yang penting karena efektifitasnya terhadap organisme resisten multiobat seperti stafilokokus resisten matisilin (Mycek. sinus. infeksi pada ginjal ( pyelonephritis). Cefuroxim Cefuroxim digunakan untuk mengobati infeksi tertentu yang disebabkan oleh bakteri seperti. pencegahan infeksi pada proses operasi dan infeksi kulit dan jaringan lunak. paru-paru dan saluran nafas bagian bawah. dan kulit. Gonore dan infeksi pada telinga. Cefotiam Memiliki aktivitas spetrum luas terhadap kuman gram negatif dan positif. Mekanisme kerja: Vankomisin menghambat sintesis fosfolipid dinding sel bakteri serta polymerase peptidoglikan pada tempat yang lebih dulu dibandingkan tempat yang dihambat oleh antibiotik beta laktam. Cefotaxim Cefotaxime digunakan untuk mengobati Gonore. Cefpirom Obat Sefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam infeksi pada darah atau jaringan. bronkitis. . penyakit limfa. saluran kemih. dan infeksi pada organ telinga. organ pernafasan. Cefepim Obat Sefalosporin ini menghilangkan bakteri yang menyebabkan berbagai macam infeksi seperti Pneumonia. tenggorokan dan saluran kemih. Bronkitis. meningitis. kulit. 2000). infeksi jaringan lunak dan saluran nafas.

menggigil atau flebitis pada tempat infus. 2000). 4.com) Kegunaan klinis : Organisme Gram positif yang menyebabkan infeksi mata dan kulit (www.farklin. 2000) . Hilangnya pendengaran berkaitan dengan dosis terjadi pada pasien gagal ginjal yang mengakibatkan akumulasi obat (Mycek. BAB III PENUTUP Berdasarkan mekanisme aksinya yaitu mekanisme bagaimana antibiotik secara selektif meracuni sel bakteri.farklin. 2002). penggunaannnya terbatas untuk penggunaan topical karena potensinya menimbulkan nefrotoksisitas. Syok pada terjadi pada pemberian infus yang cepat. Farmakokinetik : Dipasarkan dalam kombinasi dengan polimiksin atau neomisin sebagai zat topical (www. waktu paruh normal 6-10 jam dan dibandingkan dengan pasien penyakit ginjal akan berakhir lebih dari 200 jam (Mycek.farklin.com). Obat ini dihasilkan oleh Bacillus subtilis (Inggris.farklin. 1945) (Tjay. Efek samping : Vankomisin merupakan masalah serius dan dapat berupa demam.com).com) Farmakokinetik : Metabolisme minimal 90-100% diekskresikan oleh filtrasi glomelurus .farklin. Adapun obat – obat yang termasuk dalam golongan ini antara lain : .com) Efek Samping : Nefrotoksisitas berat jika diberikan secara intravena (IV) (www. BASITRASIN Obat ini aktif terhadap berbagai macam organism Gram positif.Mencegah pemindahan prekusor dinding sel dari membran plasma ke dinding sel (www. Mekanisme kerja: Menghambat daur ulang pembawa (carrier) yang mengangkut prekusor dinding sel melintasi membran plasma (www. Maka kemerahan dan syok terjadi akibat lepasnya histamin yang disebabkan infus cepat. maka antibiotik dikelompokkan dalam salah satu golongan diantaranya golongan antibiotik yang mengganggu sintesa dinding sel.

com www.cerminduniakedokteran. . Zat – zat spectrum sempit : benzilpenisilin b. Generasi pertama misalnya : sefalotin b. Berdasarkan spektrum atau kisaran kerjanya antibiotik dapat dibedakan menjadi antibiotik berspektrum sempit (narrow spectrum) dan antibiotik berspektrumluas (broad spectrum). Generasi ketiga misalnya : sefotaksim 3) Vankomisin 4) Bastrasin 5) Aztreonam DAFTAR PUSTAKA Mycek Mary J. Generasi kedua misalnya : sefamandol c.beritaiptek.com www. Obat – Obat Penting. Zat – zat tahan laktamase : metisilin c. Zat – zat spectrum luas : Ampisilin d. Farmakologi Ulasan Bergambar. 2000. Tjay Tan Hoan.farklin. Widya Medika:Jakarta.Elex Media Komputindo : Jakarta. cara biosintesis maupun berdasarkan struktur biokimianya. 2002. PT.mekanisme aksi. www. strain penghasil.com . Zat – zat anti Pseudomonas : tikarsilin 2) Sefalosporin a. Mekanisme Kerja Antibiotik dan Zat Kemoterapeutik Antibiotik dapat diklasifikasikan berdasarkan spektrum atau kisaran kerja.1) Penicillin Penisilin dapat dibagi dalam beberapa jenis menurut aktivitas dan resistensinya terhadap laktamase sebagai berikut : a.

dinding sel terdiri dari lapisan molekul protein yang disatukan oleh ikatanikatan silang. contohnya hanya mampu menghambat atau membunuh bakteri Gram negatif saja atau Gram positif saja. maka suatu obat misalnya psnisilin yang biasanya bakteriostatik dapat menjadi bakterisidal. dan penghambatan sintesis metabolit esensial. karena kegiatannya demikian luasnya sehingga flora bakteri usus juga dimatikan. Sebagai contoh. eritromisin menembus dinding sel bakteri positif gram dan efektif dalam pengobtan beberapa infeksi stafilokokus dan streptokokus. Contoh: golongan tetrasiklin dapat mengganggu pertumbuhan jaringan tulang termasuk gigi akibat deposisi kompleks tetrasiklin kalsium ortofospat. Pada semua bakteri. Muhammad. Karena itu. Antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel. 2010. antibiotik dibedakan menjadi lima. mematikan bakteri dengan cepat Agens bakteriostatik – misalnya sulfonamid. Sedangkan antibiotik berspektrum luas dapat menghambat atau membunuh bakteri dari golongan Gram negatif saja maupun Gram positif. Molekul-molekulnya dibedakan oleh rantai samping kimia yang melekat pada intinya. Pada pengobatan yang tidak cukup yaitu terlalu singkat waktunya atau terlampau lama dengan dosis rendah atau digunakan pada pengobatan yang tidak perlu misalnya pada luka kecil dan sebagainya dapat mengakibatkan resistensi artinya bakteri akan memberikan perlawanan terhadap kerja antibiotik.Terdapat sekitar 50 macam antibiotik penisilin beserta turunannya. Misalnya pada pemberioan penisilin bila diberikan pada pada seseorang yang tidak tahan (peka) dapat menimbulkan bintik-bintik merah. Penisilin diproduksi secara alami ataupun semisintetik. akan membentuk sel-sel yang maupun mekanik. Antibiotik menimbulkan efek secara langsung pada dinding sel bakteri atau menembusnya untuk mengganggu mekanisme di taingkat intrasel. sefalospirin dan polimisin. dimana hal ini mempengaruhi kepekaan terhadap berbagai golongan antibiotik. 1993: 48). http://www. (+) Reaksi Toksik Antibiotik pada umumnya bersifat toksik selektif. sehingga khasiat ini akan menjadi berkurang atau tidak berkhasiat sama sekali. Penisilin memiliki struktur yang mengandung inti berupa cincin laktam. Ini terutama terjadi pada pemakaian antibiotik broad spectrum. Efek samping dari Penggunaan Antibiotik: (+) Gejala Resistensi Adalah suatu sifat tidak terganggunya kehidupan sel mikroba oleh antimikroba. Dan keseimbangan bakteri normal juga tergganggu. Hampir semua antibiotik dapat menimbulkan resistensi. contohnya penisilin. (+) Super Infeksi Yaitu infeksi baru yang terjadi akibat terapi infeksi primer dengan suatu antibiotik. perusakan membran plasma.masbied. dan mengeblok aktivitas enzim transpeptidase . yangmelindungi membran protoplasma di bawahnya terhadap trauma. yaitu antibiotik dengan mekanisme penghambatan sintesis dinding sel. setiap zat yang mampu merusak dinding sel ataumencegah sintesisnya peka terhadap tekanan osmotik (Staf pengajar FK UI. penghambatan sintesis protein. tetapi sifat ini relatif dalam menimbulkan efek toksik. gatal-gatal bahkan dapat menimbulkan anafilaksis. masingmasing antibiotik dapat memiliki terhadap organ atau sistem tertentu pada tubuh horpes. dan kloramfenikol – mencegah bakeri berkembang biak tetapi tidak mematikannya Banyak antibiotik yang bekerja terutama sebagai obat bakteriostatik dapat menjadi bakterisid pada keadaan yang memungkinkan. a) b) Antibiotik mematikan bakteri atau mencegahnya berkembang biak: Agens bakterisid – misalnya aminoglikosida. baik osmotik. Sumber: Zainal Abidin. Apabila hanya ada sedikit bakteri yang sangat peka dengan dan obat diberikan dalam dosis tinggi. tetapi obat ini tidak berefek pada bakteri negatif gram.com/2010/06/03/antibiotik/. penghambatan sintesis asam nukleat. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain adalah konsentrasi obat dan jumlah serta jenis bakteri yang ada. tetapi struktur halus tergantung pada apakah mereka termasuk positif gram atau negatif gram. tetrasiklin. Sel kuman dikelilingi oleh struktur kaku yang disebut dinding sel. Jika terjadi super infeksi tindakan yang tidak perlu diambil untuk mengatasinya ialah: a) Menghentikan terapi antibiotik yang sedang digunakan b) Melakukan biakan mikroba penyebab super infeksi c) Memberikan suatu antibiotik yang efektif terhadap mikroba tersebut Berdasarkan mekanisme aksinya. (+) Gejala Kepekaan Reaksi alergi dapat ditimbulkan oleh semua antibiotik dengan melibatkan sistem imun tubuh hospes. a. Protein ini merupakan enzim dalam membran plasma sel bakteri yang secara normal terlibat dalam penambahan asam amino yang berikatan silang dengan peptidoglikan dinding sel bakteri. yaitu dengan cara menghambat protein pengikat pensilin (penicillin dinding protein). Diakses tanggal 04 Oktober 2011. Antibiotik ini adalah antibiotik yang merusak lapisan peptidoglikan yang menyusun dinding sel bakteri Gram negatif. Mekanisme kerjanya adalah dengan mencegah ikatan silang peptidoglikan pada tahap akhir sintesis dinding sel.Antibiotik berspektrum sempit hanya mampu menghambat segolongan jenis bakteri saja.

amoksisilin). Contoh penisilin adalah metisilin. basitrasin. Antibiotik yang merusak membran plasma. vankomisin. maka diproduksi penisilin semisintetik. tikarsilin) dan ureidopenisilin (mezlosilin. b. serta menambahkan rantai samping lain secara kimiawi yang lebih resisten terhadap penisilinase. yang berperan sebagai barier permeabilitas selektif. dan kemudian mengontrol komposisi internal sel. asam 6-aminopenicillanic. azlosilin). memiliki konsentrasi yang tetap tinggi selama 24 jam dengan puncak sekitar 4 jam setelah dikonsumsi. Penisilin alami yang paling sering digunakan adalan penisilin G. pada penisilin semisintetik terhadap dua bagian. dan dengan memindahkan atau menghilangkan rantai samping dari molekul alami yang lengkap.yang membungkus ikatan silang polimer-polimer gula panjang yang membentuk dinding sel bakteri sehingga dinding sel menjadi rapuh dan mudah lisis. oxasilin. yaitu bagian yang diproduksi secara alami oleh Penicillium dan bagian yang ditambahkan secara sintetik. . karbapenem. sefalosporin. Dari asam penisilanat dengan grup karboksil dari senyawa yang berbeda Procaine penicillin. Sitoplasma semua sel hidup dibatasi oleh membran sitoplasma. Dengan demikian. membawa fungsi transpor aktif. Sedangkan benzathine penicillin yang merupakan gabungan antara benzathine dan penisilin G memiliki waktu retensi selama 4 bulan. dan isoniazid (INH). Gambar struktur penisilin Penisilin diperoleh dari jamur genus penisilin (Penicillium notatum) dan diperoleh dari ekstraksi kultur gabungan yang ditumbuhkan dalam media tertentu. yang merupakan gabungan antaraprocaine dan penisilin G. Produksi penisilin semisintetik ini dilakukan dengan cara menghentikan sintesis molekul oleh penicilum sehingga hanya diperoleh inti penisilin. Kelemahan penisilin alami adalah sifatnya yang berspektrum sempit dan pekaterhadap penisilinase (β -laktamase). Akibat adanya kekurangan penisilin alami tersebut. yaitu enzim yang diproduksi oleh bakteri terutama Staphylococcus yang dapat mematahkan cincin β -laktam pada molekul penisilin. Dari fermentasi masakan penicillium. Contoh antibiotik yang memiliki mekanisme penghambatan sintesis dinding sel yang lain adalah monobaktam. Dari penisilin G ini dikembangkan menjadi sangat banyak jenis penisilin dengan cara menggabungkan grup amino bebas. karboksipenisilin (karbenisilin. aminopenisilin (ampisilin.

. Rifamipin penghambat sintesis mRNAdengan cara mengikat subunit β– RNA polimerase bakteri sehingga menghambat transkripsi mRNA. dan ketokonazol. Contohnya adalah antimetabolit sulfanilamid (sulfa drug) dan para amino benzoic acid (PABA). Hal ini menjelaskansifat toksisitas selektif sulfa drug bagi bakteri. Selanjutnya trimetroprim yang secara struktural analog dengan asam dihidrofolat secara kompetitif menghambat sintesis asam tetrahidrofolat. . Antibiotik fluorokuinolon dibuat tahun 1980. bekerja dengan cara menghambat DNA girase pada replikasi DNA. Kombinasi ini bertujuan untuk mengurangi efek resistensi bakteri. dan menyebabkan kesalahan pembacaan mRNA dan mengakibatkan bakteri tidak mampu menyintesis protein vital untuk pertumbuhannya. Antibiotik kuinolon. misalnya asam nalidiksat (sintetik. yaitu substansi yang secara kompetitif penghambat metabolit mikroorganisme. 1998. Antibiotik yang menghambat sintesis metabolit essensial. Antibiotik yang mnghambat sistesis asam nukleat (DNA / RNA) Penghambatan pada sintesis asam nukleat berupa penghambatan terhadaptranskripsi dan replikasi mikroorganisme. Antibiotik ini hanya digunakan untuk pengobatan infeksi saluran kencing. amfoterisin B. yang ketiganya merupakan antifungi yang bekerja dengan cara berkombinasi dengan sterol pada membran plasma fungi. Contohnya adalah nofloksasin dan siprofloksasin yang berspektrum luas dan mampu mempenetrasi jaringan. Dengan demikian. dan protein yaitu asam folat yang memiliki struktur analog PABA secara kompetitif menghambat sintesis asam dihidrofolat dari PABA. PABA merupkan sustrat untuk reaksi enzimatik sintesis asam folat. Antibiotik yang sering digunakan adalah kombinasi antara trimetoprim dengan sulfametoksazol (TMP/SMZ) yang berspektrum luas kecuali pada Pseudomonas. RNA. bila sulfa drug berikatan dengan enzim. c. sehingga akan menghambat proses replikasi DNA dan trasnskripsi mRNA. Contohnya adalah streptomisin sebagai obatalternatif TBC. dibuat pada tahun1960) yang bersifat bakterisidal. Antibiotik ini berikatan pada subunit 30S ribosom bakteri (beberapa terikat juga pada subunit 50S ribiosom) dan menghambat translokasi peptidiltRNA dari situs A ke situs P. Contohnya adalah polimiksin B yang melekat pada posfolipidmembran. e. maka tidak akan terbentuk komplek enzim-substrat dan tidak akan terbentuk produk berupa asam folat. untuk infeksiPseudomonas dan tobramisin yang berupa sediaan aerosol untuk mengontrol infeksi pada pasien sistik fibrosis. yang termasuk antibiotik penghambat sintesis asam nukleat ini adalah antibiotik golongan kuinolon dan rifampin. karena memiliki struktur yang mirip dangan substrat normal bagi enzim metabolisme. Rifampin dapat mempenetrasi jaringan. namun memiliki kelemahan berupa resistensi bakteri yang cukup tinggi serta adanya efek toksik. Penghambatan terhadap sintesis metabolit essensial antara lain dengan adanya kompetitor berupa antimetabolit. Contoh lainnya adalah gentamisin yang berasal dari Mikromonospora yang efektif d. Antibiotik yang bersifat merusak membran plasma umumnya terdapat pada antibiotik golongan polipeptida yang bekerja dengan mengubah permeabilitas membran plasma sel bakteri. Sumber: Staf pengajar Universitas Indonesia. Folat tidak disintesis pada sel mamalia dan di peroleh hanya melalui makanan. mikonazol. Antibiotik ini memiliki spektrum luas dan bersifat berterisidal dengan mekanisme penghambatan sintesis protein. Asam folat merupakan vitamin bagi mikroorganisme yaitu sebagai koenzim untuk sintesis purindan pirimidin.Adanya gangguan atau kerusakan struktur pada membran plasma dapat menghambat atau merusak kemampuan membran plasma sebagai penghalang (barrier) osmosis dan mengganggu sejumlah proses biosintesis yang diperlukan dalam membran. Rifampin merupakan turunan rifamisin. TMP –SMZ bekerja sinergis (saling menguatkan) dengan cara menghambat sintesis prekursor DNA. Antibiotik ini digunakan untuk melawan Mycrobacteria pada TBC dan lepra. Struktur sulfa drug serupa dengan PABA sehingga sulfa drug merupakan inhibitor kompetitif PABA dalam hal berikatan dengan enzim. Antibiotik yang menghambat sintesis protein Aminoglikosida merupkan kelompok antibiotik yang gula aminonya tergabung dalam ikatan glikosida.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful