BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus, di India. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. Dari tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih, badan tinggi, hidung mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek, kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti raksasa. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. Awalnya bangsa Aria bermatapencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam. Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya. B. Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan tentang sejarah lahirnya agama Hindu-Budha di India dan di Indonesia 2. Siswa dapat menyebutkan hal-hal penting yang berhubungan dengan proses penyebaran Agama Hindu-Budha di India dan Indonesia C. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah proses lahirnya Agama Hindu-Budha di India? 2. Seperti apa proses Pertumbuhan dan Perkembangan Agama Hindu-Budha di India? 3. Bagaimana pula proses masuk dan menyebarnya Agama dan Kebudayaan HinduBudha di Indonesia?

1

Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus. Awalnya bangsa Aria bermatapencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. dan kepercayaan bangsa Aria tersebut berbaur dengan kepercayaan asli bangsa Dravida. di India. yang disebut Aryavarta (Negeri bangsa Arya) dan Hindustan (tanah milik bangsa Hindu). badan tinggi. Siwa sebagai dewa perusak. Wisnu sebagai dewa pemelihara alam. kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. Sumber Ajaran Agama Hindu Dalam ajaran agama Hindu dikenal 3 dewa utama. hidung mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek. Brahma sebagai dewa pencipta segala sesuatu. 2 . c. Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida.BAB II LAHIRNYA AGAMA HINDU DAN BUDHA DI INDIA A. Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti raksasa. Terjadi perpaduan antara budaya Arya dan Dravida yang disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya. b. Oleh karena itu. Ketiga dewa tersebut dikenal dengan sebutan Tri Murti. istilah Hindu diperoleh dari nama daerah asal penyebaran agama Hindu yaitu di Lembah Sungai Indus/ Sungai Shindu/ Hindustan sehingga disebut agama dan kebudayaan Hindu. Selain itu. yaitu: a. Pertumbuhan dan Perkembangan Agama Hindu di India 1. Lahirnya Agama dan Kebudayaan Hindu di India Orang Aria mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme). Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih. 2. Dari tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Agama Hindu yang berkembang sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan dan kepercayaan bangsa Aria dan bangsa Dravida. Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. d.

Kasta dalam Agama Hindu Di luar kasta tersebut terdapat kasta Paria terdiri dari pengemis dan gelandangan. Waisya dan Sudra. berisi nyanyian puji-pujian yang wajib dinyanyikan saat diselenggarakan upacara agama. terdiri dari para pendeta. Pembagian tersebut didasarkan pada tugas/ pekerjaan mereka. terdiri dari para pedagang. yaitu Brahmana. 3.  Sama Veda. Hindu mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta tertentu. bertani. lahir saat bangsa Aria menguasai daerah Gangga Tengah. Pemujaan terhadap para dewa-dewa dipimpin oleh golongan pendeta/Brahmana. berisi doa-doa yang dibacakan waktu diselenggarakan upacara agama. merupakan kitab tertua (1500900 SM) kira-kira muncul saat bangsa Aria ada di Punjab. Pembagian kasta tersebut didasarkan pada keturunan. para bangsawan. doa-doa untuk menyembuhkan penyakit. Ksatria. merupakan para pekerja kasar.  Ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk pertahanan Negara. Pelapisan tersebut dikenal dengan Caturwangsa/Caturwarna.  Brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan. para pekerja/ buruh/budak. dan berternak. Perkembangan Agama Hindu di India Pada abad ke 6 SM agama Hindu mengalami kemunduran disebabkan oleh faktor-faktor. terdiri dari raja dan keluarganya. 4. Pembagian kasta muncul sebagai upaya pemurnian terhadap keturunan bangsa Aria sehingga dilakukan pelapisan yang bersumber pada ajaran agama. Paria disebut juga Hariyan dan merupakan mayoritas penduduk India. Doa/mantra muncul saat bangsa Arya menguasai Gangga Hilir.  Atharwa Veda. Sudra bertugas sebagai petani/ peternak. Perkawinan antar kasta dilarang dan jika terjadi dikeluarkan dari kasta dan masuk dalam golongan kaum Paria seperti bangsa Dravida.Kitab suci agama Hindu disebut Weda (Veda) artinya pengetahuan tentang agama. Ajaran ritual yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan upacara keagamaan yang ditulis oleh para Brahmana disebut kitab Veda/Weda yang terdiri dari 4 bagian. yaitu: 3 .  Yajur Veda. yaitu:  Reg Veda. berisi kumpulan mantera-mantera gaib. yang berarti empat keturunan/ empat kasta. berisi tentang ajaran-ajaran Hindu.   Waisya bertugas berdagang. dan prajurit.

Menurut agama Budha kesempurnaan (Nirwana) dapat dicapai setiap orang tanpa harus melalui bantuan pendeta/ kaum Brahmana. Sehingga hal ini menimbulkan rasa anti agama. c. Oleh karena itu. Sistem kasta membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahirannya. B. Lahirnya agama dan kebudayaan Budha di India Agama Budha tumbuh di India tepatnya bagian Timur Laut. Sidharta memandang bahwa sistem kasta dapat memecah belah masyarakat bahkan sistem kasta dianggap membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahiran. Golongan tersebut disebut golongan Buddha yang dihimpun oleh Sidharta. Agama Budha muncul sebagai reaksi terhadap domonisi golongan Brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat India. Golongan Brahmana merasa berada pada kasta tertinggi dan paling berkuasa terutama untuk mempelajari kitab-kitab suci agama Hindu lainnya. Sidharta memandang bahwa sistem kasta dapat memecah belah masyarakat bahkan sistem kasta dianggap membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahiran. Selain itu adanya larangan bagi orang awam untuk mempelajari kitab suci. Pahamnya disebut agama Budha. Bahkan sebelumnya kaum ksatria dan raja harus tunduk kepada Brahmana. Contoh: rakyat dibebankan untuk memberikan korban yang telah ditetapkan. Selain itu adanya larangan bagi orang awam untuk mempelajari kitab suci. Perkembangan Agama Budha Di India Masuknya Agama Budha Di India 1. Sidharta disebut juga Budha Gautama yang berarti orang yang menerima bodhi. Setiap orang mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai kesempurnaan tersebut asalkan ia mampu mengendalikan dirinya sehingga terbebas dari samsara.a. Kaum Brahmana yang memonopoli upacara keagamaan membuat sebagai dari mereka bertindak sewenang-wenang. b. Sidharta artinya orang yang mencapai tujuan. Agama Budha tumbuh di India tepatnya bagian Timur Laut. Sidharta Gautama dikenal sebagai Budha atau seseorang yang telah mendapat pencerahan. Bahkan sebelumnya kaum ksatria dan raja harus tunduk kepada Brahmana. 4 . Agama Budha muncul sebagai reaksi terhadap domonisi golongan Brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat India. Sidharta berusaha mencari jalan lain untuk mencapai moksa yang kemudian berhasil ia peroleh di Bodhgaya (tempat ia memperoleh penerangan agung). Timbul golongan yang berusaha mencari jalan sendiri untuk mencapai hidup abadi yang sejati.

dan sistematisasi doktrin 3. Perkembangan Agama Budha Perkembangan dan perpecahan dalam agama Budha Perkembangan Agama Budha mencapai puncaknya kejayaannya pada masa pemerintahan raja Ashoka dari Dinasti Maurya.2. pokok-pokok atau dasar ajaran sang Buddha 2) Vinaya Pitaka berisi kodefikasi aturan-aturan yang berkenaan dengan kehidupan pendeta atau segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya. Ajarannya lebih mendekati Budha semula. yaitu : 1) Sutta (Suttanata) Pitaka berisi kumpulan khotbah. Myanmar (Birma). Ia menetapkan agama Budha sebagai agama resmi negara. Kitab Tripitaka terdiri atas 3 kumpulan tulisan. Mahayana. Diantaranya aliran yang terkenal yaitu Hinayana dan Mahayana. Hal tersebut dikarenakan. Agama Budha bersifat non-eksklusif. Hinayana artinya kendaraan kecil. psikologi. b. Pengikutnya sebagian besar berada di daerah Srilanka. lebih tertutup hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri. sebagai berikut : a. b. Yang berhak menjadi Sanggha adalah para biksu dan biksuni yang berada di Wihara. Mahayana artinya kendaraan besar. c. Seluruh ajaran agama Budha a. Untuk mencapai Nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan meditasi. Hinayana. Tidak mengenal perbedaan hak antara pria dan wanita Setelah 100 tahun Sang Budha wafat timbul bermacam-macam penafsiran terhadap hakikat ajaran Budha. sifatnya terbuka. a. artinya agama Budha bisa diterima siapa saja dan tidak mengenal pembagian masyarakat atas kasta. Didukung oleh bahasa yang digunakan adalah bahasa Prakrit yaitu bahasa rakyat sehari-hari dan bukan bahasa Sansekerta yang hanya dimengerti oleh kaum Brahmana. Menurut aliran ini tiap orang wajib berusaha sendiri untuk mencapai nirwana. Dan berkembang cepat serta dapat diterima masyarakat India. dan Muangtai. Penganut aliran ini mengajarkan pembebasan bagi diri sendiri serta bermisi pembebasan 5 . Kitab Suci Ajaran agama Budha dibukukan dalam kitab Tripitaka (dari bahasa Sansekerta Tri artinya tiga dan pitaka artinya keranjang). 3) Abhrdharma Pitaka berisi filosofi (falsafah agama). Perpecahan dalam agama Budha terjadi karena masing-masing mempunyai pandangan/ aliran sendiri. klasifikasi.

Setiap manusia berusaha hidup bersama/ membantu setiap orang lain dalam mencapai Nirwana. Para pengikutnya sebagian besar ada di daerah Indonesia. Jadi aliran Mahayana mengajarkan untuk mencapai Nirwana setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat welas asih (belas kasih). b. Agama Hindu berusaha memperbaiki kelemahan-kelemahannya sehingga pengikutnya bertambah banyak. 6 . Kemunduran agama Budha di India disebabkan karena : a. Ajarannya sudah berbeda dengan ajaran Budha semula. Setelah Asoka wafat (232 SM) tidak ada raja yang mau melindungi dan mengembangkan agama Budha di India. Cina. Setiap orang berhak menjadi Sanggha sejauh sanggup menjalankan ajaran dan petunjuk sang Budha. dan Tibet.bagi orang lain. Jepang.

dan Persia. 2. kaum waisya yang berasal dari kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke Nusantara. Bosch adalah salah seorang pendukung hipotesis ksatria. Rupanya. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur.Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas.D. Menurut hipotesis ini. lantas meninggalkan India. Jalinan 7 . 1. Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta rakyatnya. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Hipotesis Brahmana Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan dalam upaya penyebaran budaya Hindu di Indonesia. di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi. Mereka inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. di masa lampau di India sering terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. seperti India.K. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. peranan penyebaran agama dan budaya Hindu dilakukan oleh kaum ksatria. yaitu dalam bentuk budaya Hindu. Di tempat itu pula terjadi proses penyebaran agama dan budaya Hindu. yaitu India dan Cina. serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang. Hipotesis Waisya Menurut para pendukung hipotesis waisya. Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar. diantara mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. seperti Hindu-Budha. yaitu sering dikunjungi bangsabangsa asing. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia. Hipotesis Ksatria Pada hipotesis ksatria.BAB III PROSES MASUK DAN MENYEBARNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA Pada permulaan tarikh masehi. Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera. 3. dan Pengaruh asing masuk ke Indonesia. F.Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. Para brahmana mendapat undangan dari penguasa Indonesia untuk menobatkan raja dan memimpin upacara-upacara keagamaan. Arab.

N. arca Buddha tersebut merupakan barang dagangan atau barang persembahan untuk bangunan suci agama Buddha. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis waisya. Di perantauan mereka mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. Mereka kemudian meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya.hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran budaya Hindu. Hipotesis Sudra Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India telah menyebabkan golongan sudra menjadi orang buangan. 5. Dengan jumlah yang besar. Bukti tertua pengaruh budaya India di Indonesia adalah penemuan arca perunggu Buddha di daerah Sempaga (Sulawesi Selatan). banyak pula ditemukan prasasti tertua dalam bahasa Sanskerta dan Malayu kuno. Para ahli memperkirakan. Setelah memperoleh ilmu yang banyak. Pada umumnya para ahli cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa masuknya budaya Hindu ke Indonesia itu dibawa dan disebarluaskan oleh orangorang Indonesia sendiri.J. para ahli menduga banyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajar agama Hindu dan Buddha ke India. Berita yang disampaikan prasasti-prasasti itu memberi petunjuk bahwa budaya Hindu menyebar di Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi. mereka kembali untuk menyebarkannya. 4. Dilihat dari bentuknya. diduga golongan sudralah yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke Nusantara. Teori Arus Balik Selain pendapat di atas. Selain itu. 8 . Pendapat semacam ini disebut Teori Arus Balik. arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang dibuat di Amarawati (India).

Sastra Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. dan bentuk tempat peribadatan.BAB IV PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA A. misalnya dalam hal tata krama. Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia. upacara-upacara pemujaan. Tarumanegara. lahir kerajaan-kerajaan. bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. 5. Pemerintahan Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. yaitu Pancasila. Arsitektur Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak. Oleh karena itu. Bukti-bukti Proses Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan. 1. dan Sriwijaya. yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orangorang India. 3. Kartika Eka Paksi. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab 9 . Parasamya Purnakarya Nugraha. masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta. Agama Ketika memasuki zaman sejarah. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi. dan sebagainya. Dasa Dharma. akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. 4. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru. seperti Kutai. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan. Bahasa Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. 2.

Sutasoma. Selain Dewa Trimurti. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Kitab Brahmana. sebagai dewa pemelihara dan pelindung. dan bangsawan. b. sebagai dewa pencipta. berisi syair puji-pujian kepada para dewa. buruh kecil. karya Mpu Kanwa. b. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita atau “himpunan” yaitu: a. Menurut agama Hindu masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Caturwarna yaitu: a. terdiri dari para pendeta. Agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa). Bentuk-kebudayaan Hasil Akulturasi 1. dan budak. Benares sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat mensucikan dosa umat Hindu. B. terdiri dari raja. diantaranya Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu: a. berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit. Kasta Brahmana. serta Dewa Agni (api) yang berguna untuk memasak dan upacara-upacara keagamaan. Dewa Wisnu. keluarga raja. Kasta Sudra. 10 . berisi nyanyian-nyanyian suci. b. Kasta Waisya. umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu: a. karya Mpu Tantular. terdiri dari para pedagang. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala. Kitab Upanishad. Kasta Ksatria. Negarakertagama. sehingga bisa mencapai puncak nirwana. Reg Weda. dan buruh menengah. c. d. c. Arjunawiwaha. berisi ajaran tentang hal-hal sesaji. Atharwa Weda. Sama Weda. berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah: a. ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian. Yajur Weda. berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan. sebagai dewa perusak. c. Dewa Siwa. Agama Hindu Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500 SM. Dewa Brahmana. d. karya Mpu Prapanca. b. dan c. yaitu orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta.Ramayana dan Mahabharata. Di samping kitab Weda. Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggap suci misalnya. terdiri dari para petani. b.

Perhatian yang benar. Perbuatan yang benar. yaitu setiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya sendiri. Buddha Mahayana. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. b. Niat yang benar. yaitu tempat lahirnya Sang Buddha. Bodh Gaya. Sutrantapittaka : Berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Buddha. Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan  keramat yaitu:    Kapilawastu. yaitu orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama dan saling membantu. yaitu tempat Sang Buddha mengajarkan ajarannya pertama kali. Abhidarmapittaka : Berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan. Disamping itu agar orang dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atau Astavidha yaitu:         Pandangan yang benar. Agama Buddha Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. Bersemedi yang benar. Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yaitu:    Buddha yaitu berbakti kepada Buddha. Perkataan yang benar. Sarnath/ Benares. Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha. 11 . yaitu tempat Sang Buddha bersemedi dan memperoleh Bodhi. Penghidupan yang benar. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara.2. c. akhirnya menumbuhkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu:  Buddha Hinayana. Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. Karena munculnya berbagai penafsiran dari ajaran Buddha. Winayapittaka : Berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha. Usaha yang benar. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah: a. Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha.

pendidikan. sehingga dia memutuskan untuk menetap selama beberapa bulan di Sriwijaya dan menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha bersama pendeta Buddha yang ternama di Sriwijaya. Kerajaan Majapahit yang bercorak dan Bali. Kediri.Tarumanagara. Bukti bukti yang menunjukkan telah berkembangnya pendidikan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. 4. Bidang pendidikan membawa pengaruh bagi munculnya lembaga-lembaga pendidikan. Indonesiaadalah sedangkan kerajaan yaitu yang bercorak Buddha adalah Kerajaan Sriwijaya. sastra terbukti dari beberapa upacara keagamaan Hindu-Buddha yang berkembang di Indonesia walaupun dalam beberapa hal tidak seketat atau mirip dengan tata cara keagamaan yang berkembang di India. Di Sriwijaya I-Tsing melihat begitu pesatnya pendidikan agama Buddha. membawa pengaruh terhadap terbentuknya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. Akan tetapi lembaga pendidikan yang berkembang pada masa Hindu-Buddha ini menjadi cikal bakal bagi lahirnya lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. 5. Indonesia ini kemudian berakulturasi dengan agama Hindu-Buddha. Sistem pemerintahan yang berlangsung masih berupa pemerintahan kesukuan yang mencakup daerah-daerah yang terbatas. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam tatacara pelaksanaan upacara keagamaan mengalami proses sinkretisme antara kebudayaan agama Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli bangsa Indonesia. yaitu tempat wafatnya Sang Buddha. Sebelum masuknya pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia tampaknya belum mengenal corak pemerintahan dengan sistem kerajaan. antara lain adalah: a. Pengaruh Hindu-Buddha Indonesia pd agama. Bahkan I-Tsing menganjurkan kepada siapa saja yang akan pergi ke India untuk mempelajari agama Buddha untuk singgah dan mempelajari terlebih dahulu agama Buddha di Sriwijaya. politik. Hindu antara lain Kutai. seorang pendeta yang berasal dari Cina. Dalam catatan perjalanan I-Tsing. Bidang politik dan pemerintahan pengaruhnya terlihat jelas dengan lahirnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. yaitu keagamaan. yaitu Satyakirti. Hal ini 3. Berita I-Tsing ini menunjukkan bahwa pendidikan 12 . Hal yang menarik di adanya kerajaan bercorak Hindu-Buddha Kerajaan Mataram lama. Pimpinan dipegang oleh seorang kepala suku bukanlah seorang raja. Kusinagara. menyebutkan bahwa sebelum dia sampai ke India. Dengan masuknya pengaruh India. dia terlebih dahulu singgah di Sriwijaya. Meskipun lembaga pendidikan tersebut masih sangat sederhana dan mempelajari satu bidang saja.

agama Buddha di Sriwijaya sudah begitu maju dan tampaknya menjadi yang terbesar di daerah Asia Tenggara pada saat itu. surau digunakan sebagai tempat berkumpul para pemuda untuk belajar ilmu agama. kita bisa melihat begitu besarnya perhatian raja Sriwijaya terhadap pendidikan dan pengajaran agama Buddha di kerajaannya. Istilah surau yang digunakan oleh orang Islam untuk menunjuk lembaga pendidikan Islam tradisional di Minangkabau sebenarnya berasal dari pengaruh Hindu-Buddha. Dari berita ini menunjukkan bahwa di Jawa pun telah dikenal pendidikan agama Buddha yang kemudian menjadi rujukan bagi pendeta yang berasal dari daerah lain untuk bersamasama mempelajari agama dengan pendeta yang berasal dari Indonesia. Hal ini terlihat dengan dikirimkannya beberapa pelajar dari Sriwijaya untuk belajar agama Buddha langsung ke daerah kelahirannya yaitu India. yaitu prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga menyebutkan tentang pembuatan Sriwijaya Asrama oleh Raja Airlangga. Catatan perjalanan I-Tsing menyebutkan bahwa pendeta Hui-Ning dari Cina pernah berangkat ke Ho-Ling (salah satu kerajaan Buddha di Jawa).9.Tidak mustahil bahwa sekembalinya para pelajar ini ke Sriwijaya maka mereka akan menyebarluaskan hasil pendidikannya tersebut kepada masyarakat Sriwijaya dengan jalan membentuk asrama-asrama sebagai pusat pengajaran dan pendidikan agama Buddha. dan ditemukan di India. b. c. d. Pada prasasti Turun Hyang. Pada masa itu. Berdasarkan prasasti tersebut. 13 . Surau merupakan tempat yang dibangun sebagai tempat beribadah orang Hindu-Buddha pada masa Raja Adityawarman. Tujuannya adalah untuk bekerja sama dengan pendeta Ho-Ling yaitu Jnanabhadra untuk menerjemahkan bagian terakhir kitab Nirwanasutra. e. Sriwijaya Asrama merupakan suatu tempat yang dibangun sebagai pusat pendidikan dan pengajaran keagamaan. Pada masa Islam kebiasaan ini terus dilajutkan dengan mengganti fokus kajian dari Hindu-Buddha pada ajaran Islam. Pada prasasti ini disebutkan bahwa raja Balaputradewa dari Suwarnabhumi (Sriwijaya) meminta pada raja Dewapaladewa agar memberikan sebidang tanah untuk pembangunan asrama yang digunakan sebagai tempat bagi para pelajar agama Buddha yang berasal dari Sriwijaya.Hal ini menunjukkan besarnya perhatian Raja Airlangga terhadap pendidikan keagamaan bagi rakyatnya dengan memberikan fasilitas berupa pembuatan bangunan yang akan digunakan sebagai sarana pendidikan dan pengajaran. Prasasti Nalanda yang dibuat pada sekitar pertengahan abad ke.

matapukan (tari topeng). b.6. karya Mpu Tantular yang disusun pada aman kerajaan Majapahit. seruling dan gong. d. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Negarakertagama. tuwung. gambang. beberapa macam bentuk kecapi. karya Mpu Prapanca disusun pada aman 14 . saron. Bentuk-bentuk tarian yang digambarkan dalam relief memperlihatkan jenis tarian seperti tarian perang. g. e. seni sastra sangat berkembang terutama pada aman kejayaan kerajaan Kediri. Wretta Sancaya dan Lubdhaka. karya Mpu Panuluh disusun pada aman kerajaan Kediri. ganding. kerajaan Majapahit. kenong. Gatotkacasraya. Arjuna Wijaya dan Sutasoma. karya Mpu Kanwa yang disusun pada masa pemerintahan Airlangga. Karya sastra itu antara lain. Bharatayudha. c. Bidang Sastra Dan Bahasa Dari segi bahasa. Arjunawiwaha. orang-orang Indonesia mengenal bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Bidang Seni Tari Berdasarkan relief-relief yang terdapat pada candi candi terutama candi Borobudur dan Prambanan memperlihatkan adanya bentuk tari-tarian yang berkembang sampai sekarang. f. 7. bungkuk.Tari-tarian tersebut tampaknya diiringi dengan gamelan yang terlihat dari relief yang memperlihatkan jenis alat gamelan yang terbatas seperti gendang. karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh disusun padaaman kerajaan Kediri. karya Mpu Tanakung yang disusun pada aman kerajaan Majapahit. a. kecer.

Tidak diakui adanya kasta dan memandang kedudukan seseorang dalam masyarakat adalah sama. WEDA Kitab Suci. 15 . Selalu berusaha untuk meletakkan dasar-dasar ajaran kebenaran dalam kehidupan manusia di dunia ini. Dibenarkan untuk mengadakan korban Tidak dibenarkan mengadakan korban Kitab suci. Agama Hindu hanya bisa dipelajari dengan menggunakan bahasa Sansekerta Agama Budha disebarkan pada rakyat dengan menggunakan bahasa Prakrit Kesempurnaan (Nirwana) dapat dicapai dengan bantuan pendeta Setiap orang dapat mencapai kesempurnaan asal dapat mengendalikan diri sehingga terbebas dari samsara. Agama hindu sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran)antara kepercayaan bangsa arya dengan kepercayaan dravida.tiap-tiap dewa merupakan lambang kekuatan terhadap alam. Agama Hindu hanya dapat dipelajari oleh kaum pendeta/Brahmana Agama Budha dapat dipelajari dan diterima oleh semua orang tanpa memandang kasta Adanya pembedaan harkat dan martabat/hak dan kewajiban seseorang Tidak mengenal pembagian hak antara pria dan wanita. Diarahkan pada tindakan-tindakan yang dibenarkan oleh agama.sifatnya polytheisme yaitu percaya terhadap banyak dewa. mengakui 3 dewa tertinggi (Trimurti) Sidharta Gautama sebagai pemimpin agama Budha. Oleh karena itu. B. Kesimpulan Persamaan Hindu dan Budha : 1. Perlu kami sampaikan juga bahwa dalam penyusunan makalah ini. TRIPITAKA. Kehidupan masyarakat dikelompokkan menjadi 4 golongan yang disebut Kasta (kedudukan seseorang dalam masyarakat diterima secara turun-temurun/didasarkan pada keturunan). 3. kami membutuhkan.sehingga perlu disembah atau dipuja dan dihormati. Tujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari rasa kegelapan/ mengantarkan umat manusia untuk dapat mencapai tujuan hidupnya. dalam rangka pengupayakan perbaikan dari isi makalah ini. Sama-sama tumbuh dan berkembang di India 2.BAB V PENUTUP A. masukkan berupa saran dan kritik. masih banyak dijumpai kekurangan dan bagian-bagian terpenting yang belum sempat dimasukkan. Saran/Kritik Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

REFERENSI Ignas Kingkin Teja. Jakarta 16 . 2001. Sejarah Untuk SMA/MA kelas XII-IPS. dkk. Grasindo.