P. 1
Makalah Tentang Sejarah Lahirnya Agama Hindu Dan Budha Di Indonesia

Makalah Tentang Sejarah Lahirnya Agama Hindu Dan Budha Di Indonesia

|Views: 8,980|Likes:
Published by Agha Mulyadi
hgrxnFHDFH
hgrxnFHDFH

More info:

Published by: Agha Mulyadi on Aug 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/24/2015

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus, di India. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. Dari tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih, badan tinggi, hidung mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek, kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti raksasa. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. Awalnya bangsa Aria bermatapencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam. Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya. B. Tujuan 1. Siswa dapat menjelaskan tentang sejarah lahirnya agama Hindu-Budha di India dan di Indonesia 2. Siswa dapat menyebutkan hal-hal penting yang berhubungan dengan proses penyebaran Agama Hindu-Budha di India dan Indonesia C. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah proses lahirnya Agama Hindu-Budha di India? 2. Seperti apa proses Pertumbuhan dan Perkembangan Agama Hindu-Budha di India? 3. Bagaimana pula proses masuk dan menyebarnya Agama dan Kebudayaan HinduBudha di Indonesia?

1

2. Bangsa Dravida disebut juga Anasah yang berarti berhidung pesek dan Dasa yang berarti raksasa. Dari tempat tersebut mulai menyebarkan agama Hindu-Budha ke tempat lain di dunia. Selain itu. dan kepercayaan bangsa Aria tersebut berbaur dengan kepercayaan asli bangsa Dravida. Oleh karena itu. Sumber Ajaran Agama Hindu Dalam ajaran agama Hindu dikenal 3 dewa utama. Awalnya bangsa Aria bermatapencaharian sebagai peternak kemudian setelah menetap mereka hidup bercocok tanam. kulit gelap) dan bangsa Munda sebagai suku bangsa asli yang telah mendiami daerah tersebut. b. Siwa sebagai dewa perusak. Di Indialah mulai tumbuh dan berkembang agama dan budaya Hindu dan Budha. badan tinggi. Bangsa Aria merasa ras mereka yang tertinggi sehingga tidak mau bercampur dengan bangsa Dravida. Agama Hindu yang berkembang sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran) antara kebudayaan dan kepercayaan bangsa Aria dan bangsa Dravida. yang disebut Aryavarta (Negeri bangsa Arya) dan Hindustan (tanah milik bangsa Hindu).BAB II LAHIRNYA AGAMA HINDU DAN BUDHA DI INDIA A. di India. Perkembangan agama Hindu-Budha tidak dapat lepas dari peradaban lembah Sungai Indus. Brahma sebagai dewa pencipta segala sesuatu. Sehingga bangsa Dravida menyingkir ke selatan Pegunungan Vindhya. c. Wisnu sebagai dewa pemelihara alam. Lahirnya Agama dan Kebudayaan Hindu di India Orang Aria mempunyai kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme). Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Aria (cirinya kulit putih. Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga. d. Bangsa Aria sendiri termasuk dalam ras Indo Jerman. hidung mancung) ke Mohenjodaro dan Harappa melalui celah Kaiber (Kaiber Pass) pada 2000-1500 SM dan mendesak bangsa Dravida (berhidung pesek. Terjadi perpaduan antara budaya Arya dan Dravida yang disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Ketiga dewa tersebut dikenal dengan sebutan Tri Murti. yaitu: a. Pertumbuhan dan Perkembangan Agama Hindu di India 1. 2 . istilah Hindu diperoleh dari nama daerah asal penyebaran agama Hindu yaitu di Lembah Sungai Indus/ Sungai Shindu/ Hindustan sehingga disebut agama dan kebudayaan Hindu.

doa-doa untuk menyembuhkan penyakit.Kitab suci agama Hindu disebut Weda (Veda) artinya pengetahuan tentang agama. Ajaran ritual yang dijadikan pedoman untuk melaksanakan upacara keagamaan yang ditulis oleh para Brahmana disebut kitab Veda/Weda yang terdiri dari 4 bagian. terdiri dari para pedagang. terdiri dari para pendeta. berisi nyanyian puji-pujian yang wajib dinyanyikan saat diselenggarakan upacara agama. lahir saat bangsa Aria menguasai daerah Gangga Tengah.   Waisya bertugas berdagang. terdiri dari raja dan keluarganya. Kasta dalam Agama Hindu Di luar kasta tersebut terdapat kasta Paria terdiri dari pengemis dan gelandangan. Sudra bertugas sebagai petani/ peternak.  Ksatria berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk pertahanan Negara. bertani. berisi doa-doa yang dibacakan waktu diselenggarakan upacara agama. Perkawinan antar kasta dilarang dan jika terjadi dikeluarkan dari kasta dan masuk dalam golongan kaum Paria seperti bangsa Dravida. berisi kumpulan mantera-mantera gaib. Perkembangan Agama Hindu di India Pada abad ke 6 SM agama Hindu mengalami kemunduran disebabkan oleh faktor-faktor. Hindu mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta tertentu. yang berarti empat keturunan/ empat kasta. Pembagian kasta tersebut didasarkan pada keturunan. merupakan para pekerja kasar. Pembagian kasta muncul sebagai upaya pemurnian terhadap keturunan bangsa Aria sehingga dilakukan pelapisan yang bersumber pada ajaran agama. Ksatria. yaitu:  Reg Veda. yaitu: 3 .  Yajur Veda. 4. Pembagian tersebut didasarkan pada tugas/ pekerjaan mereka. para bangsawan. para pekerja/ buruh/budak. 3. Pelapisan tersebut dikenal dengan Caturwangsa/Caturwarna. Pemujaan terhadap para dewa-dewa dipimpin oleh golongan pendeta/Brahmana. merupakan kitab tertua (1500900 SM) kira-kira muncul saat bangsa Aria ada di Punjab. Paria disebut juga Hariyan dan merupakan mayoritas penduduk India. yaitu Brahmana.  Brahmana bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan. Doa/mantra muncul saat bangsa Arya menguasai Gangga Hilir. berisi tentang ajaran-ajaran Hindu. Waisya dan Sudra. dan prajurit.  Atharwa Veda. dan berternak.  Sama Veda.

B. Lahirnya agama dan kebudayaan Budha di India Agama Budha tumbuh di India tepatnya bagian Timur Laut. Sidharta berusaha mencari jalan lain untuk mencapai moksa yang kemudian berhasil ia peroleh di Bodhgaya (tempat ia memperoleh penerangan agung). Sidharta Gautama dikenal sebagai Budha atau seseorang yang telah mendapat pencerahan. Bahkan sebelumnya kaum ksatria dan raja harus tunduk kepada Brahmana. Sistem kasta membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahirannya. Selain itu adanya larangan bagi orang awam untuk mempelajari kitab suci. Agama Budha muncul sebagai reaksi terhadap domonisi golongan Brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat India. Agama Budha tumbuh di India tepatnya bagian Timur Laut. Golongan Brahmana merasa berada pada kasta tertinggi dan paling berkuasa terutama untuk mempelajari kitab-kitab suci agama Hindu lainnya. Contoh: rakyat dibebankan untuk memberikan korban yang telah ditetapkan. Timbul golongan yang berusaha mencari jalan sendiri untuk mencapai hidup abadi yang sejati. Pahamnya disebut agama Budha. 4 . Agama Budha muncul sebagai reaksi terhadap domonisi golongan Brahmana atas ajaran dan ritual keagamaan dalam masyarakat India. Golongan tersebut disebut golongan Buddha yang dihimpun oleh Sidharta. Selain itu adanya larangan bagi orang awam untuk mempelajari kitab suci. Oleh karena itu. Sidharta disebut juga Budha Gautama yang berarti orang yang menerima bodhi. b. Sidharta memandang bahwa sistem kasta dapat memecah belah masyarakat bahkan sistem kasta dianggap membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahiran.a. Sidharta artinya orang yang mencapai tujuan. Sehingga hal ini menimbulkan rasa anti agama. Bahkan sebelumnya kaum ksatria dan raja harus tunduk kepada Brahmana. c. Menurut agama Budha kesempurnaan (Nirwana) dapat dicapai setiap orang tanpa harus melalui bantuan pendeta/ kaum Brahmana. Perkembangan Agama Budha Di India Masuknya Agama Budha Di India 1. Sidharta memandang bahwa sistem kasta dapat memecah belah masyarakat bahkan sistem kasta dianggap membedakan derajat dan martabat manusia berdasarkan kelahiran. Kaum Brahmana yang memonopoli upacara keagamaan membuat sebagai dari mereka bertindak sewenang-wenang. Setiap orang mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai kesempurnaan tersebut asalkan ia mampu mengendalikan dirinya sehingga terbebas dari samsara.

Agama Budha bersifat non-eksklusif. artinya agama Budha bisa diterima siapa saja dan tidak mengenal pembagian masyarakat atas kasta. Kitab Suci Ajaran agama Budha dibukukan dalam kitab Tripitaka (dari bahasa Sansekerta Tri artinya tiga dan pitaka artinya keranjang). a. Didukung oleh bahasa yang digunakan adalah bahasa Prakrit yaitu bahasa rakyat sehari-hari dan bukan bahasa Sansekerta yang hanya dimengerti oleh kaum Brahmana. 3) Abhrdharma Pitaka berisi filosofi (falsafah agama). Yang berhak menjadi Sanggha adalah para biksu dan biksuni yang berada di Wihara. Menurut aliran ini tiap orang wajib berusaha sendiri untuk mencapai nirwana. Hal tersebut dikarenakan. Hinayana. Mahayana artinya kendaraan besar. c. Penganut aliran ini mengajarkan pembebasan bagi diri sendiri serta bermisi pembebasan 5 . b. psikologi. dan sistematisasi doktrin 3. Pengikutnya sebagian besar berada di daerah Srilanka. lebih tertutup hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri. Seluruh ajaran agama Budha a. Dan berkembang cepat serta dapat diterima masyarakat India. Tidak mengenal perbedaan hak antara pria dan wanita Setelah 100 tahun Sang Budha wafat timbul bermacam-macam penafsiran terhadap hakikat ajaran Budha. pokok-pokok atau dasar ajaran sang Buddha 2) Vinaya Pitaka berisi kodefikasi aturan-aturan yang berkenaan dengan kehidupan pendeta atau segala macam peraturan dan hukum yang menentukan cara hidup para pemeluknya. Ajarannya lebih mendekati Budha semula. sifatnya terbuka. Ia menetapkan agama Budha sebagai agama resmi negara. b. Mahayana. Myanmar (Birma). yaitu : 1) Sutta (Suttanata) Pitaka berisi kumpulan khotbah. Diantaranya aliran yang terkenal yaitu Hinayana dan Mahayana. dan Muangtai. Kitab Tripitaka terdiri atas 3 kumpulan tulisan. sebagai berikut : a. klasifikasi. Untuk mencapai Nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan meditasi. Hinayana artinya kendaraan kecil.2. Perkembangan Agama Budha Perkembangan dan perpecahan dalam agama Budha Perkembangan Agama Budha mencapai puncaknya kejayaannya pada masa pemerintahan raja Ashoka dari Dinasti Maurya. Perpecahan dalam agama Budha terjadi karena masing-masing mempunyai pandangan/ aliran sendiri.

Setelah Asoka wafat (232 SM) tidak ada raja yang mau melindungi dan mengembangkan agama Budha di India. Kemunduran agama Budha di India disebabkan karena : a. Setiap orang berhak menjadi Sanggha sejauh sanggup menjalankan ajaran dan petunjuk sang Budha. b. Jadi aliran Mahayana mengajarkan untuk mencapai Nirwana setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat welas asih (belas kasih). Jepang. Para pengikutnya sebagian besar ada di daerah Indonesia. dan Tibet. Cina. Agama Hindu berusaha memperbaiki kelemahan-kelemahannya sehingga pengikutnya bertambah banyak. 6 .bagi orang lain. Ajarannya sudah berbeda dengan ajaran Budha semula. Setiap manusia berusaha hidup bersama/ membantu setiap orang lain dalam mencapai Nirwana.

yaitu India dan Cina. seperti Hindu-Budha. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. dan Persia. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi dan perdagangan yang baik. Indonesia yang terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera. Hipotesis Brahmana Hipotesis ini mengungkapkan bahwa kaum brahmana amat berperan dalam upaya penyebaran budaya Hindu di Indonesia.K. India merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Indonesia. Kesempatan melakukan hubungan perdagangan internasional terbuka lebar. Jalinan 7 . dan Pengaruh asing masuk ke Indonesia. seperti India. Para prajurit yang kalah atau jenuh menghadapi perang. Mereka inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggalnya. yaitu dalam bentuk budaya Hindu. 1.BAB III PROSES MASUK DAN MENYEBARNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA Pada permulaan tarikh masehi. lantas meninggalkan India.D. Hipotesis Ksatria Pada hipotesis ksatria. diantara mereka ada pula yang sampai ke wilayah Indonesia. Arab. F. Menurut hipotesis ini. Cina. yaitu sering dikunjungi bangsabangsa asing. Bosch adalah salah seorang pendukung hipotesis ksatria.Keterlibatan bangsa Indonesia dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional menyebabkan timbulnya percampuran budaya. di masa lampau di India sering terjadi peperangan antargolongan di dalam masyarakat. Pendukung hipotesis ini adalah Van Leur. peranan penyebaran agama dan budaya Hindu dilakukan oleh kaum ksatria. Di tempat itu pula terjadi proses penyebaran agama dan budaya Hindu. Rupanya.Pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas. Para brahmana mendapat undangan dari penguasa Indonesia untuk menobatkan raja dan memimpin upacara-upacara keagamaan. serta berada di dekat Selat Malaka memiliki keuntungan. kaum waisya yang berasal dari kelompok pedagang telah berperan dalam menyebarkan budaya Hindu ke Nusantara. di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang tingkat peradabannya dianggap sudah tinggi. Hipotesis Waisya Menurut para pendukung hipotesis waisya. 2. 3. Arus lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalan darat dan laut. Para pedagang banyak berhubungan dengan para penguasa beserta rakyatnya. Ada beberapa hipotesis yang dikemukakan para ahli tentang proses masuknya budaya Hindu-Buddha ke Indonesia.

Para ahli memperkirakan. 4. para ahli menduga banyak pemuda di wilayah Indonesia yang belajar agama Hindu dan Buddha ke India.hubungan itu telah membuka peluang bagi terjadinya proses penyebaran budaya Hindu. Setelah memperoleh ilmu yang banyak. Pendapat semacam ini disebut Teori Arus Balik. Krom adalah salah satu pendukung dari hipotesis waisya. Mereka kemudian meninggalkan India dengan mengikuti kaum waisya. 5. Di perantauan mereka mendirikan organisasi yang disebut Sanggha. arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang dibuat di Amarawati (India). Dengan jumlah yang besar. Dilihat dari bentuknya. banyak pula ditemukan prasasti tertua dalam bahasa Sanskerta dan Malayu kuno. Berita yang disampaikan prasasti-prasasti itu memberi petunjuk bahwa budaya Hindu menyebar di Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi. Selain itu. Teori Arus Balik Selain pendapat di atas. Hipotesis Sudra Von van Faber mengungkapkan bahwa peperangan yang tejadi di India telah menyebabkan golongan sudra menjadi orang buangan. Pada umumnya para ahli cenderung kepada pendapat yang menyatakan bahwa masuknya budaya Hindu ke Indonesia itu dibawa dan disebarluaskan oleh orangorang Indonesia sendiri. diduga golongan sudralah yang memberi andil dalam penyebaran budaya Hindu ke Nusantara. arca Buddha tersebut merupakan barang dagangan atau barang persembahan untuk bangunan suci agama Buddha.J. N. mereka kembali untuk menyebarkannya. 8 . Bukti tertua pengaruh budaya India di Indonesia adalah penemuan arca perunggu Buddha di daerah Sempaga (Sulawesi Selatan).

Hal ini menjadi bukti adanya paduan budaya India-Indonesia. dan Sriwijaya. Parasamya Purnakarya Nugraha. Kartika Eka Paksi. Tarumanegara. seperti Kutai. Dalam sistem ini kelompok-kelompok kecil masyarakat bersatu dengan kepemilikan wilayah yang luas. dan bentuk tempat peribadatan. Dalam perkembangan selanjutnya bahkan hingga saat ini. akan terlihat bahwa bangunannya berbentuk limas yang berundak-undak. Agama Ketika memasuki zaman sejarah. Arsitektur Salah satu tradisi megalitikum adalah bangunan punden berundak-undak. lahir kerajaan-kerajaan. masyarakat di Indonesia telah menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. dan sebagainya. 5. 3. Pemerintahan Sistem pemerintahan kerajaan dikenalkan oleh orang-orang India. yaitu agama Hindu-Buddha sejak berinteraksi dengan orangorang India. upacara-upacara pemujaan. Karya sastra terkenal yang mereka bawa adalah kitab 9 . Oleh karena itu. Bukti-bukti Proses Masuknya pengaruh unsur kebudayaan Hindu-Buddha dari India telah mengubah dan menambah khasanah budaya Indonesia dalam beberapa aspek kehidupan. Masyarakat mulai menerima sistem kepercayaan baru. Sastra Berkembangnya pengaruh India di Indonesia membawa kemajuan besar dalam bidang sastra. 1. misalnya dalam hal tata krama. 4. Jika kita memperhatikan Candi Borobudur. 2. Budaya baru tersebut membawa perubahan pada kehidupan keagamaan. Tradisi tersebut berpadu dengan budaya India yang mengilhami pembuatan bangunan candi.BAB IV PERKEMBANGAN AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDHA DI INDONESIA A. Bahasa Kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia meninggalkan beberapa prasasti yang sebagian besar berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Kalimat atau kata-kata bahasa Indonesia yang merupakan hasil serapan dari bahasa Sanskerta. Kepala suku yang terbaik dan terkuat berhak atas tampuk kekuasaan kerajaan. Dasa Dharma. bahasa Indonesia memperkaya diri dengan bahasa Sanskerta itu. yaitu Pancasila.

sebagai dewa pencipta. b. Yajur Weda. b. c. Atharwa Weda. d. c. sebagai dewa perusak. b.Ramayana dan Mahabharata. Arjunawiwaha. Sama Weda. Sutasoma. Dewa Siwa. Kasta Brahmana. Menurut agama Hindu masyarakat dibedakan menjadi 4 tingkatan atau kasta yang disebut Caturwarna yaitu: a. ada pula dewa yang banyak dipuja yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian. dan buruh menengah. karya Mpu Tantular. Agama Hindu Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500 SM. terdiri dari para pedagang. buruh kecil. berisi ajaran tentang hal-hal sesaji. sebagai dewa pemelihara dan pelindung. umat Hindu juga memiliki kitab suci lainnya yaitu: a. Selain Dewa Trimurti. Dewa Wisnu. berisi nyanyian-nyanyian suci. Bentuk-kebudayaan Hasil Akulturasi 1. dan bangsawan. Kitab Upanishad. Selain 4 kasta tersebut terdapat pula golongan pharia atau candala. Kasta Sudra. berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan. 10 . c. Agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa). karya Mpu Kanwa. dan c. b. b. Di samping kitab Weda. Karya-karya sastra yang muncul di Indonesia adalah: a. Benares sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa serta Sungai Gangga yang airnya dapat mensucikan dosa umat Hindu. yaitu orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta. karya Mpu Prapanca. berisi syair puji-pujian kepada para dewa. terdiri dari raja. berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit. Adanya kitab-kitab itu memacu para pujangga Indonesia untuk menghasilkan karya sendiri. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Kitab Weda terdiri atas 4 Samhita atau “himpunan” yaitu: a. Reg Weda. diantaranya Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu: a. B. sehingga bisa mencapai puncak nirwana. berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup. dan budak. Negarakertagama. Orang-orang Hindu memilih tempat yang dianggap suci misalnya. Kasta Ksatria. Kasta Waisya. Dewa Brahmana. serta Dewa Agni (api) yang berguna untuk memasak dan upacara-upacara keagamaan. terdiri dari para pendeta. Kitab Brahmana. d. terdiri dari para petani. keluarga raja.

Bodh Gaya. Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha. Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara. yaitu tempat Sang Buddha mengajarkan ajarannya pertama kali. Perhatian yang benar.2. Ayahnya seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. yaitu tempat Sang Buddha bersemedi dan memperoleh Bodhi. Abhidarmapittaka : Berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan. Winayapittaka : Berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha. Perkataan yang benar. yaitu tempat lahirnya Sang Buddha. Buddha Mahayana. akhirnya menumbuhkan dua aliran dalam agama Buddha yaitu:  Buddha Hinayana. Sutrantapittaka : Berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Buddha. Pemeluk Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan  keramat yaitu:    Kapilawastu. c. Niat yang benar. Kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli. yaitu orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama dan saling membantu. Sarnath/ Benares. Penghidupan yang benar. Agama Buddha Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama di India pada tahun ± 531 SM. b. Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha. yaitu setiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya sendiri. 11 . Disamping itu agar orang dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atau Astavidha yaitu:         Pandangan yang benar. Perbuatan yang benar. Adapun yang dimaksud dengan Tiga Keranjang adalah: a. Pemeluk Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau “Tiga Kebaktian” yaitu:    Buddha yaitu berbakti kepada Buddha. Usaha yang benar. Karena munculnya berbagai penafsiran dari ajaran Buddha. Bersemedi yang benar.

yaitu Satyakirti. Hal ini 3. Pengaruh Hindu-Buddha Indonesia pd agama. Akan tetapi lembaga pendidikan yang berkembang pada masa Hindu-Buddha ini menjadi cikal bakal bagi lahirnya lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia. Bidang pendidikan membawa pengaruh bagi munculnya lembaga-lembaga pendidikan. Kediri. dia terlebih dahulu singgah di Sriwijaya. pendidikan. Bidang politik dan pemerintahan pengaruhnya terlihat jelas dengan lahirnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. yaitu keagamaan. politik.Tarumanagara. menyebutkan bahwa sebelum dia sampai ke India. Berita I-Tsing ini menunjukkan bahwa pendidikan 12 . Di Sriwijaya I-Tsing melihat begitu pesatnya pendidikan agama Buddha. Bahkan I-Tsing menganjurkan kepada siapa saja yang akan pergi ke India untuk mempelajari agama Buddha untuk singgah dan mempelajari terlebih dahulu agama Buddha di Sriwijaya. Hindu antara lain Kutai. antara lain adalah: a. 5. 4. Dalam catatan perjalanan I-Tsing. Kusinagara. sehingga dia memutuskan untuk menetap selama beberapa bulan di Sriwijaya dan menerjemahkan salah satu kitab agama Buddha bersama pendeta Buddha yang ternama di Sriwijaya. Indonesiaadalah sedangkan kerajaan yaitu yang bercorak Buddha adalah Kerajaan Sriwijaya. yaitu tempat wafatnya Sang Buddha. Hal yang menarik di adanya kerajaan bercorak Hindu-Buddha Kerajaan Mataram lama. Bukti bukti yang menunjukkan telah berkembangnya pendidikan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. membawa pengaruh terhadap terbentuknya kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa dalam tatacara pelaksanaan upacara keagamaan mengalami proses sinkretisme antara kebudayaan agama Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli bangsa Indonesia. seorang pendeta yang berasal dari Cina. Kerajaan Majapahit yang bercorak dan Bali. Pimpinan dipegang oleh seorang kepala suku bukanlah seorang raja. sastra terbukti dari beberapa upacara keagamaan Hindu-Buddha yang berkembang di Indonesia walaupun dalam beberapa hal tidak seketat atau mirip dengan tata cara keagamaan yang berkembang di India. Dengan masuknya pengaruh India. Sistem pemerintahan yang berlangsung masih berupa pemerintahan kesukuan yang mencakup daerah-daerah yang terbatas. Sebelum masuknya pengaruh agama Hindu-Buddha di Indonesia tampaknya belum mengenal corak pemerintahan dengan sistem kerajaan. Meskipun lembaga pendidikan tersebut masih sangat sederhana dan mempelajari satu bidang saja. Indonesia ini kemudian berakulturasi dengan agama Hindu-Buddha.

Istilah surau yang digunakan oleh orang Islam untuk menunjuk lembaga pendidikan Islam tradisional di Minangkabau sebenarnya berasal dari pengaruh Hindu-Buddha. Pada prasasti ini disebutkan bahwa raja Balaputradewa dari Suwarnabhumi (Sriwijaya) meminta pada raja Dewapaladewa agar memberikan sebidang tanah untuk pembangunan asrama yang digunakan sebagai tempat bagi para pelajar agama Buddha yang berasal dari Sriwijaya. e. c. Sriwijaya Asrama merupakan suatu tempat yang dibangun sebagai pusat pendidikan dan pengajaran keagamaan. b.Tidak mustahil bahwa sekembalinya para pelajar ini ke Sriwijaya maka mereka akan menyebarluaskan hasil pendidikannya tersebut kepada masyarakat Sriwijaya dengan jalan membentuk asrama-asrama sebagai pusat pengajaran dan pendidikan agama Buddha. Dari berita ini menunjukkan bahwa di Jawa pun telah dikenal pendidikan agama Buddha yang kemudian menjadi rujukan bagi pendeta yang berasal dari daerah lain untuk bersamasama mempelajari agama dengan pendeta yang berasal dari Indonesia.9. Pada masa itu. Prasasti Nalanda yang dibuat pada sekitar pertengahan abad ke.Hal ini menunjukkan besarnya perhatian Raja Airlangga terhadap pendidikan keagamaan bagi rakyatnya dengan memberikan fasilitas berupa pembuatan bangunan yang akan digunakan sebagai sarana pendidikan dan pengajaran. Pada prasasti Turun Hyang. 13 . Tujuannya adalah untuk bekerja sama dengan pendeta Ho-Ling yaitu Jnanabhadra untuk menerjemahkan bagian terakhir kitab Nirwanasutra. Catatan perjalanan I-Tsing menyebutkan bahwa pendeta Hui-Ning dari Cina pernah berangkat ke Ho-Ling (salah satu kerajaan Buddha di Jawa). yaitu prasasti yang dikeluarkan oleh Raja Airlangga menyebutkan tentang pembuatan Sriwijaya Asrama oleh Raja Airlangga.agama Buddha di Sriwijaya sudah begitu maju dan tampaknya menjadi yang terbesar di daerah Asia Tenggara pada saat itu. dan ditemukan di India. surau digunakan sebagai tempat berkumpul para pemuda untuk belajar ilmu agama. Hal ini terlihat dengan dikirimkannya beberapa pelajar dari Sriwijaya untuk belajar agama Buddha langsung ke daerah kelahirannya yaitu India. Berdasarkan prasasti tersebut. kita bisa melihat begitu besarnya perhatian raja Sriwijaya terhadap pendidikan dan pengajaran agama Buddha di kerajaannya. d. Pada masa Islam kebiasaan ini terus dilajutkan dengan mengganti fokus kajian dari Hindu-Buddha pada ajaran Islam. Surau merupakan tempat yang dibangun sebagai tempat beribadah orang Hindu-Buddha pada masa Raja Adityawarman.

f.Tari-tarian tersebut tampaknya diiringi dengan gamelan yang terlihat dari relief yang memperlihatkan jenis alat gamelan yang terbatas seperti gendang. Bidang Sastra Dan Bahasa Dari segi bahasa. b. kerajaan Majapahit. 7. bungkuk. Bharatayudha. kecer. matapukan (tari topeng). Pada masa kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. seni sastra sangat berkembang terutama pada aman kejayaan kerajaan Kediri. Arjuna Wijaya dan Sutasoma. d. ganding. Arjunawiwaha. c. e. seruling dan gong. karya Mpu Tantular yang disusun pada aman kerajaan Majapahit. Bidang Seni Tari Berdasarkan relief-relief yang terdapat pada candi candi terutama candi Borobudur dan Prambanan memperlihatkan adanya bentuk tari-tarian yang berkembang sampai sekarang. karya Mpu Tanakung yang disusun pada aman kerajaan Majapahit. orang-orang Indonesia mengenal bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Karya sastra itu antara lain.6. karya Mpu Sedah dan Mpu Panuluh disusun padaaman kerajaan Kediri. Bentuk-bentuk tarian yang digambarkan dalam relief memperlihatkan jenis tarian seperti tarian perang. saron. gambang. tuwung. karya Mpu Panuluh disusun pada aman kerajaan Kediri. Gatotkacasraya. a. Wretta Sancaya dan Lubdhaka. kenong. karya Mpu Prapanca disusun pada aman 14 . karya Mpu Kanwa yang disusun pada masa pemerintahan Airlangga. Negarakertagama. g. beberapa macam bentuk kecapi.

BAB V PENUTUP A. Sama-sama tumbuh dan berkembang di India 2. 3. masukkan berupa saran dan kritik. kami membutuhkan. Tujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari rasa kegelapan/ mengantarkan umat manusia untuk dapat mencapai tujuan hidupnya. B. Kehidupan masyarakat dikelompokkan menjadi 4 golongan yang disebut Kasta (kedudukan seseorang dalam masyarakat diterima secara turun-temurun/didasarkan pada keturunan). Saran/Kritik Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Agama Hindu hanya dapat dipelajari oleh kaum pendeta/Brahmana Agama Budha dapat dipelajari dan diterima oleh semua orang tanpa memandang kasta Adanya pembedaan harkat dan martabat/hak dan kewajiban seseorang Tidak mengenal pembagian hak antara pria dan wanita. Dibenarkan untuk mengadakan korban Tidak dibenarkan mengadakan korban Kitab suci.sehingga perlu disembah atau dipuja dan dihormati. TRIPITAKA. Kesimpulan Persamaan Hindu dan Budha : 1. Agama Hindu hanya bisa dipelajari dengan menggunakan bahasa Sansekerta Agama Budha disebarkan pada rakyat dengan menggunakan bahasa Prakrit Kesempurnaan (Nirwana) dapat dicapai dengan bantuan pendeta Setiap orang dapat mencapai kesempurnaan asal dapat mengendalikan diri sehingga terbebas dari samsara. Selalu berusaha untuk meletakkan dasar-dasar ajaran kebenaran dalam kehidupan manusia di dunia ini. Tidak diakui adanya kasta dan memandang kedudukan seseorang dalam masyarakat adalah sama. Agama hindu sebenarnya merupakan sinkretisme (percampuran)antara kepercayaan bangsa arya dengan kepercayaan dravida. 15 . dalam rangka pengupayakan perbaikan dari isi makalah ini. Oleh karena itu. Diarahkan pada tindakan-tindakan yang dibenarkan oleh agama.sifatnya polytheisme yaitu percaya terhadap banyak dewa. WEDA Kitab Suci.tiap-tiap dewa merupakan lambang kekuatan terhadap alam. masih banyak dijumpai kekurangan dan bagian-bagian terpenting yang belum sempat dimasukkan. Perlu kami sampaikan juga bahwa dalam penyusunan makalah ini. mengakui 3 dewa tertinggi (Trimurti) Sidharta Gautama sebagai pemimpin agama Budha.

dkk. Grasindo. 2001.REFERENSI Ignas Kingkin Teja. Jakarta 16 . Sejarah Untuk SMA/MA kelas XII-IPS.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->