makalah tafsir tentang potensi manusia

MAKALAH TAFSIR TARBAWI II Di susun guna memenuhi tugas: Mata Kuliah: Tafsir Tarbawi II Dosen Pengampu: H. Sholahudin, M.Pd.

Di susun oleh: 1. Nailatus Sa’adah 2. Reira Kurniasari 3. Indah fitriyana 4. Sobakha Nurul Khusna 5. Mareta Sofiana 6. Khumaidah 7. Minhatul Afidah 8. Kholis Arifah Kelas: F PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI 2021 111 027 2021 111 049 2021 111 054 2021 111 222 2021 111 273 2021 111 277 2021 111 291 2021 111 293

(STAIN) PEKALONGAN 2013 AKTUALISASI NILAI AL QUR’AN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Point utama pembahasan ini adalah mencari upaya yang sungguh-sungguh agar pendidikan Islam menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Pencerdasan akal pikiran dan sekaligus pencerdasan Qalbu merupakan langkah yang sangat efektif dalam membangun bangsa yang saat ini memerlukan generasi-generasi memiliki kecerdasan intelektual dan cerdas Qalbunya. Kedua kecerdasan ini hanya akan diperoleh bilamana lembaga pendidikan menggali dan menyalami nilai-nilai yang diajarkan Al-Qur’an dalam membangun kualitas Sumber Daya Umat (SDU) yang berkualitas dengan cara mengaktualisasikan nilai-nilai Qurani dalam system pendidikan Islam. A. Al-Qur’an Sebagai Sumber Nilai Al-Qur’an tidak hanya sebagai petunjuk bagi suatu umat tertentu dan untuk periode waktu tertentu, melainkan menjadi petunjuk yang universal dan sepanjang waktu. Al-Qur’an adalah eksis bagi setiap zaman dan tempat. Petunjuknya sangat luas seperti luasnya umat manusia dan meliputi segala aspek kehidupan. Bukan saja ilmu-ilmu keislaman yang digali secara langsung dari Al-Qur’an, seperti ilmu tafsir, fikih dan Tauhid, akan tetapi Al-Qur’an juga merupakan sumber ilmu pengetahuan dan teknologi, karena banyaks ekali isyarat-isyarat Al-Qur’an yang membicarakan peroalanperosalan sains dan teknologi dan bidang keilmuan lainnya. Bercermin pada wahyu pertama kali turun kepada Rasulullah Saw., Allah adalah untuk mencanangkan dan mendorong manusia agar mencari dan menggali ilmu pengetahuan, yaitu dengan kata-kata “iqra” (Q.S. Al-‘Alaq ayat 1-5). Dalam ayat-ayat permulaan itu ada kata-kata “qalam” yang berarti pena yang biasa menjadi lambang ilmu pengetahuan. Dengan demikian muncul berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi melalui semangat dan spirit Al-Qur’an. Makin banyak di gali ayat-ayat Al-Qur’an itu, makin banyak pula didapati isyarat tersebut. Hal itu

Dalam hal ini fungsi dan penerapan ilmu pengetahuan juga tidak hanya untuk kepentingan ilmu dan kehidupan manusia semata. 30:7. Isyarat Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan dan kebenarannya sesuai dengan ilmu pengetahuan hanyalah salah satu bukti kemu’jizatannya. B. 5:20-21. Banyak ungkapan Al-Qur’an yang secara langsung maupun tidak tersirat mengajarkan pengembangan ilmu pengetahuan. di samping membuktikan ajaran-ajaran Al-Qur’an yang bersifat rasional dan mendorong umat manusia untuk mewujudkan kemajuan dan kemakmuran serta kesejahteraan. Bible dan Sains Modern. Nilai-nilai Qurani secara garis besar adalah nilai kebenaran (metafisis dan saintis) dan nilai moral. Kedua nilai Qur’ani ini akan memandu manusia dalam membina kehidupan dan penghidupannya. 2:164. seperti dikatakan Dr.S. Ajaran Al-Qur’an tentang ilmu pengetahuan tidak hanya sebatas ilmu pengetahuan (science) yang bersifat fisik dan empiric sebagai fenomena. Tuntunan dan anjuran untuk mempelajari Al-Qur’an dan menggali kandungannya serta menyebarkan ajaran-ajarannya dalam praktek kehidupan masyarakat merupakan tuntunan yang tidak akan pernah habis. 69:38-39). social dan humaniora. Aktualisasi dalam Sistem Pendidikan Islam . Luqman ayat 27). Aurice Bucaille dalam bukunya Al-Qur’an. tetapi lebih tinggi lagi untuk mengenal tanda-tanda. tetapi dari semua isyarat tentang ilmu pengetahuan. bahkan di tambah dengan tujuh lautan lagi (Q. Meski bukan ilmu an-sich sebagai tujuan. baik ilmu alam. yaitu pengabdian kepada-Nya (Q.karena Al-Qur’an tidak akan habis-habisnya walaupun ditulis dengan tinta lautan yang luas. telah terbukti tak satupun yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern. Menghadapi tantangan dunia modern yang bersifat sekuler dan materialistis. 41:53).S. tetapi lebih dari itu ada hal-hal nomena yang tak terjangkau oleh rasio manusia (Q. yang diungkap oleh Al-Qur’an yang tidak dikenal pada masa turunnya. serta mengaitkannya dengan tujuan akhir. umat Islam dituntut untuk menunjukan bimbingan dan ajaran Al-Qur’an yang mampu memenuhi kekosongan nilai moral kemanusiaan dan spiritualitas.S. hakikat wujud dan kebesaran Allah SWT. 17:18.

nasehat. Akhlak merupakan alat control psikis dan sosial bagi individu dan masyarakat. . dimensi spiritual. Kedua. yaitu kepribadian yang mantap dan mandiri. Karena tanpa aktualisasi kitab suci ini. Dimensi spiritual ini tersimpul dalam satu kata yaitu akhlak. taqwa dan akhlak mulia (yang tercermin dalam ibadah dan mu’amalah). Pertama. tujuan yang ingin dicapai dalam proses aktualisasi nilai-nilai AlQur’an dalam pendidikan meliputi tiga dimensi atau aspek kehidupan yang harus dibina dan dikembangkan oleh pendidikan. Secara normative. manusia akan berada dengan kumpulan hewan dan binatang yang tidak memiliki tata nilai dalam kehidupannya. Dimensi ini secara universal menitikberatkan pada pembentukan kepribadian muslim sebagai individu yang diarahkan kepada peningkatan dan pengembangan factor dasar (bawaan) dan factor ajar (lingkungan atau miliu). umat Islam akan menghadapi kendala dalam upaya internalisasi nilai-nilai Qur’ani sebagai upaya pembentukan pribadi umat yang beriman. berakhlak mulia. cerdas. pembiasaan hukuman dan pembentukan lingkungan serasi. bersikap dan bertingkah laku menurut norma-norma Islam. “Sesungguhnya aku diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”. anjuran. Rasulullah Saw merupakan sumber akhlak yang hendaknya diteladani oleh orang mukmin.Sesuai perkembangan masyarakat yang semakin dinamis sebagai akibat kemajuan ilmu dan teknologi. ketundukan dan beribadah kepada Allah SWT. terutama teknologi informasi. ganjaran. maka aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an menjadi sangat penting. Pendidikan Akhlak dalam Islam tersimpul dalam prinsip “berpegang teguh pada kebaikan dan kebijakan serta menjauhi keburukan dan kemungkaran” berhubungan erat dengan upaya mewujudkan tujuan dasar pendidikan Islam. dengan berpedoman kepada nilai-nilai keislaman. seperti sabdanya. yaitu ketakwaan. maju dan mandiri. Faktor dasar dikembangkan dan ditingkatkan kemampuan melalui bimbingan dan pembiasaan berfikir. Tanpa akhlak. bertakwa. Sedangkan faktor ajar dilakukan dengan cara mempengaruhi individu melalui proses dan usaha membentuk kondisi yang mencerminkan pola kehidupan yang sejalan dengan norma-norma Islam seperti teladan. yaitu iman. dimensi budaya. tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.

yaitu cerdas. baik IQ. Kecerdasan apapun bentuknya. Diemsni kecerdasan dalam pandangan prikologi merupakan sebuah proses yang mencakup tiga proses yaitu analisis. tetapi saat ini tes IQ membandingkan penampilan individu dengan rata-rata bagi kelompok dengan usia yang sama.Ketiga. kreatif. Tegasnya dimensi kecerdasan ini berimplikasi bagi pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an dalam pendidikan. kreativitas dan praktis. Dulu kecerdasan itu diukur dengan membandingkan usia mental dengan usia kronologis. dimensi kecerdasan yang membawa kepada kemajuan. etos kerja. professional. terampil. inovatif dan produktif. disiplin. dan bukan merupakan prestasi di dalam kehidupan. . ISQ dan lain-lain saat ini diukur dengan tes-tes prestasi di sekolah.

Contohnya hidung untuk mencium bau. Fungsi dari potensi ini yaitu untuk merencanakan sesuatu. manusia disebut basyar karena kulitnya tampak jelas dan berbeda dengan kulit binatang. . Jadi. ada tiga kata yang menunjuk pada manusia. dan mata untuk melihat. tetapi potensi ini terdapat di otak manusia bagian kanan. mengendalikan amarah. dan kesadaran diri. tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Dalam al-Qur’an. yaitu: 1. yang dimiliki seseorang. menghitung dan menganalisis. tangan untuk menulis. motivasi. Potensi Sosial Emosional (Emotional Quotient) Potensi diri ini sama dengan potensi mental intelektual. Manusia menurut agama islam adalah makhluk Allah yang berpotensi. Manusia dipilih oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi. Potensi Mental Intelektual (Intellectual Quotient) Potensi diri ini adalah potensi kecerdasan yang terdapat di otak manusia (terutama otak bagian kiri). Pengertian Potensi Manusia Potensi diri merupakan kemampuan. yang di gunakan adalah basyar insan atau nas dan bani Adam. Potensi Fisik (Psychomotoric) Potensi diri ini dapat diberdayakan sesuai fungsinya untuk saling membagi kepentingan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Fungsinya yaitu untuk bertanggung jawab. telinga untuk mendengar. kekuatan. Dari kata itu juga. 2. muncul kata basyarah yang artinya ‘kulit’. baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud. B. kaki untuk berjalan. Kata basyar diambil dari akar kata yang berarti ‘penampakan sesuatu dengan baik dan indah’. 3. Macam-Macam Potensi Manusia Manusia memiliki potensi diri yang dapat dibedakan menjadi 5 macam. Alasan mengapa dipilih sebagai khalifah karena manusia memiliki berbagai potensi.POTENSI MANUSIA A.

: 1. Dengan potensi ini.html . Potensi Mental Spiritual (Spiritual Quotient) Potensi ini merupakan potensi kecerdasan yang berasal dari dalam diri manusia yang berhubungan dengan kesadaran jiwa. Potensi Daya Juang (Adversity Quetient) Sama seperti potensi mental spiritual. Potensi Qalbu Qalbu disini tidak dimaknai sebagai hati yang ada pada manusia. factor subyektifitas manusia dapat mengarahkan manusia pada kesalahan dan kebenaran. Namun. kamu tidak diberi ilmu kecuali sedikit” (QS. sesekali susah. Al-Isra’: 85) 3. dan daya juang yang tinggi.blogspot. kadang setuju kadang menolak. lalu disusul dengan terwujudnya kesejahteraan di bumi ini.4.com/2012/03/potensi-diri-dan-macam-macamnya. mengembangkan. 1[1] http://za-enal. 2. manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pemimpin di muka bumi. Qalbu lebih mengarah pada aktifitas rasa yang bolak-balik. Soal ruh ini memang bukan urusan manusia karena manusia memiliki sedikit ilmu pengetahuan. sejarah kehidupan manusia di awali sejarah Nabi Adam dan anak cucunya yang mendiami muka bumi ini. Bukankah urusan ruh menjadi urusan Tuhan. Banyak mendapat para ahli tentang ruh. Potensi Ruh Manusia memiliki ruh. 5. dan mengemukakan gagasan. mencipta. Ada yang mengatakan bahwa ruh pada manusia adalah nyawa. ketangguhan. Beberapa potensi manusia menurut agama islam yang diberikan oleh Allah SWT. Potensi Akal Manusia memiliki potensi akal yang dapat menyusun konsep-konsep. potensi daya juang juga berasal dari dalam diri manusia dan berhubungan dengan keuletan. Sesekali senang. Sementara sebagian yang lain mengalami ruh pada manusia sebagai dukungan dan peneguhan kekuatan batin. bukan hanya untuk mengetahui norma.1[1] Sedangkan apabila kita merenungkan. tapi untuk menemukan norma. Allah SWT berfirman: “Katakanlah: ‘ruh adalah urusan Tuhan-Ku. Mereka yang dibesarkan oleh perkembangan zaman.

Namun. kondisi fitrah ini berpotensi tercampur dengan yang lain dalam proses pembentukannya. Melekatnya nafs pada diri manusia cenderung berpotensi positif. Karena qalbu ibarat sebuah wadah. C. 4. ia berpotensi menjadi kotor atau tetap bersih.” . Qalbu merupakan wadah dari rasa takut. potensi negative daya tariknya lebih kuat dari pada potensi positif. syetan. cinta. nafs ini berpotensi positif dan negative. Sebagai manusia. Tetapi karena manusia memiliki hawa nafsu. Oleh karena itu manusia diminta menjaga kesucian nafsnya agar tidak kotor. Fitrah disini tidak dimaknai melulu sebagai sesuatu yang suci. Sementara nafs yang ada pada manusia tidak hanya dorongan berbuat buruk. Namun. Potensi Fitrah Manusia pada saat lahir memiliki potensi fitrah. Bisa jadi kedua tipe akhlak tersebut ada pada diri kita. karena manusia diberi akal. Ayat-Ayat tentang Potensi Manusia Surat Al an’am ayat 79 َ َ ْ ‫فا وا‬ ْ ‫م‬ ‫ت‬ ِ ‫ح‬ ِ ّ ‫ر ل ِل‬ ِ ‫وا‬ َ‫نأ‬ ِ ‫ن‬ ِ ِ‫شر‬ ّ َ‫ي و‬ ْ َ‫ذي و‬ َ ‫ما‬ ّ ‫ض ال‬ ُ ْ ‫جه‬ َ ‫س‬ َ َ‫نا و‬ ُ ْ ‫ال‬ َ ‫ر‬ َ ِ ‫جه‬ َ َ ‫ت فَط‬ َ ‫ما‬ ْ‫ل‬ َ ً ‫ني‬ َ ‫م‬ َ ‫كي‬ ‫ني‬ ّ ِ‫إ‬ “(Sesungguhnya aku menghadapkan diriku) aku menghadapkan diri dengan beribadah (kepada Tuhan yang telah menciptakan) yang telah mewujudkan (langit dan bumi) yaitu Allah swt. nafsu dan syahwat. maka dari itulah derajat manusia lebih tinggi daripada malaikat. dan keimanan. Fitrah disini adalah bahwa sejak lahir fitrah manusia adalah membawa agama yang benar. (dengan cenderung) meninggalkan semua agama untuk memeluk agama yang benar (dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan) Allah. fitrah kita cenderung mengarah kepada hal-hal baik dan terpuji. bahkan semua makhluk ciptaan Allah. Potensi Nafs Dalam bahasa Indonesia. kasih sayang. nafs diserap menjadi nafsu berarti ‘dorongan kuat berbuat kurang baik’. tetapi berpotensi berbuat baik. Dengan kata lain. Namun.Qalbu berhubungan dengan keimanan. 5.

Ibrahim a. mengisahkan pula kelanjutan dari pada kelepasan diri itu dengan menggambarkan sikap Ibrahim a. mengisahkan kelepasan diri Nabi Ibrahim a. “ (Q.S An Nisa': 125) Dan firman-Nya:: .Ø MUFRODAT ‫ت‬ ّ َ‫و‬ ُ ْ ‫جه‬ ‫ر‬ َ َ ‫فَط‬ ‫فا‬ ً ‫ني‬ ِ ‫ح‬ َ : aku menghadapkan diri : mewujudkan : yang benar ْ ‫م‬ ‫ن‬ ِ ِ‫شر‬ ُ ْ ‫ ال‬: orang-orang yang mempersekutukan َ ‫كي‬ Ø TAFSIR Setelah Allah swt. Dia pula yang menciptakan benda-benda langit yang terang benderang di angkasa raya dan yang menciptakan manusia seluruhnya. semata. Dia seorang yang berserah diri kepada Allah swt. menghadapkan dirinya dalam ibadah ibadahnya kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi. Ø Asbabun nuzul Firman Allah: : “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dan pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah. Allah swt. yaitu Ibrahim a. termasuk pemahat patung-patung yang beraneka ragam bentuknya.s. cenderung kepada agama tauhid dan menyatakan bahwa agama agama lainnya adalah batal dan dia bukanlah termasuk golongan orang-orang yang musyrik.s dan akidah tauhidnya yang murni.s.s. sedang diapun mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus. dari kemusyrikan kaumnya.

Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing.S. tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri. maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh .” Luqman: 22) Ø ASPEK TARBAWI Hendaknya senantiasa mengingat Allah SWT. َ ُ ً ‫شرةَ أ َسبا‬ َ ِ ‫نا إ‬ َ ‫س‬ َ ْ ‫حي‬ َ ْ‫وَقَط ّع‬ َ ْ‫ما وَأو‬ َ ْ ْ َ ‫ست‬ ْ ‫سى إ ِذ ِ ا‬ َ ‫مو‬ ُ‫قاه‬ ُ ‫لى‬ ً ‫م‬ َ ‫طا أ‬ ُ ُ‫ناه‬ َ ْ َ‫ي ع‬ ْ َ ‫م اث ْن َت‬ َ ‫قَوم‬ َ ‫صا‬ َ ‫ر‬ ّ ُ‫م ك‬ ْ َ ‫تا ع‬ ‫ل‬ ً ْ ‫رة َ ع َي‬ َ َ ‫ه اث ْن‬ ِ ‫ت‬ َ َ ‫فان ْب‬ َ ‫ح‬ َ ْ ‫ك ال‬ ْ ِ‫ضر‬ ْ ‫نا‬ َ ‫ج‬ َ ِ ‫نا قَد ْ ع َل‬ ُ ْ ‫من‬ ْ ‫س‬ ُ ُ ْ َ َ‫ب ب ِع‬ َ ‫ش‬ َ ‫ج‬ ِ ‫هأ‬ َ ُ ُ ُ ‫وى ك‬ ْ ‫م‬ ‫ن‬ ِ ‫لوا‬ َ ْ ‫زل‬ َ ْ ‫م وَظ َل ّل‬ َ‫أ‬ َ ْ ‫م وَأن‬ َ ‫ما‬ ّ ‫وال‬ َ ْ ‫م ال‬ ُ ِ‫نا ع َل َي ْه‬ َ َ‫م ال ْغ‬ ُ ِ‫نا ع َل َي ْه‬ ْ ُ‫رب َه‬ َ ‫س‬ ْ ‫م‬ َ ْ ‫سل‬ َ ‫ن‬ ّ ‫م‬ َ ‫ش‬ ٍ ‫نا‬ َ ‫ن‬ ‫مو‬ ُ ْ ‫نوا أ َن‬ ُ ‫كا‬ َ ‫مو‬ َ ْ ‫زق‬ َ‫ر‬ َ ‫ف‬ ُ ِ ‫م ي َظ ْل‬ ْ ُ ‫سه‬ ُ َ ‫ما ظ َل‬ َ َ‫م و‬ ْ ُ ‫ناك‬ ْ ِ ‫نا وَل َك‬ َ َ‫ن‬ ‫ما‬ ِ ‫با‬ َ ّ ‫ط َي‬ َ ‫ت‬ “Dan mereka Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya:` Pukullah batu itu dengan tongkatmu! `. Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. yang menciptakan seluruh alam.” Ø MUFRODAT ‫م‬ َ ْ‫وَقَط ّع‬ ُ ُ‫ناه‬ َ ‫نا‬ َ ْ ‫حي‬ َ ْ‫وَأو‬ : dan mereka kami bagi : dan kami wahyukan . sedang dia orang yang berbuat kebaikan. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa. Mereka tidak menganiaya Kami. (Kami berfirman):` Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezkikan kepadamu `.“Barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah. Surat Al a’raaf ayat 160 (Q. Selalu berserah diri dan beribadah kepada Allah SWT.

Setelah Musa memukulkannya.s. Hal ini terjadi ketika mereka meninggalkan negeri Mesir dan setelah menyeberangi Laut Merah. melindungi mereka dengan awan di waktu mereka berjalan di tengah padang pasir dan di waktu panas terik matahari yang membakar itu. Jika tidak ada awan yang melindungi. Allah swt. Untuk masingmasing suku disediakan satu mata air dan mereka telah mengetahui tempat minum mereka. untuk menjaga ketertiban dan menghindarkan berdesak-desakan. untuk membuktikan kerasulannya dan untuk memperlihatkan kekuasaan Allah swt. sehingga keluarlah air dari batu itu untuk melepaskan haus kaumnya.َ ‫ن‬ ْ ِ‫ضر‬ ْ ‫ا‬ ِ ‫بأ‬ َ ‫ت‬ َ َ ‫فان ْب‬ َ ‫ج‬ ْ ‫س‬ ‫نا‬ َ ْ ‫وَظ َل ّل‬ ‫م‬ َ ‫ما‬ َ َ‫ال ْغ‬ Ø TAFSIR : pukullah : maka memancarlah : dan kami naungkan : awan Allah membagi kaum Musa. maka terpancarlah dari batu itu dua belas mata air. Kejadian ini di samping merupakan mukjizat bagi Nabi Musa juga menunjukkan besarnya karunia Allah yang telah dilimpahkan-Nya kepada Bani Israil. maka Allah mewahyukan kepada Musa agar ia memukulkan tongkatnya ke sebuah batu. Pada suatu perjalanan di tengahtengah padang pasir. kaumnya menderita kehausan. tentulah mereka terbakar oleh kepanasan matahari. maka pada kejadian ini Musa memukulkan tongkatnya ke batu. Di samping karunia itu Allah swt. yaitu: 1. Karena itu mereka minta agar Musa berdoa . baik yang beriman kepada Allah maupun yang ingkar kepada-Nya menjadi dua belas suku yang dinamakan "Sibt". Kejadian ini merupakan mukjizat bagi Nabi Musa a. sesuai dengan banyaknya suku-suku Bani Israil. menyebutkan lagi karunia yang telah diberikan-Nya kepada Bani Israil. Kalau dahulu ia memukulkan tongkatnya ke laut sehingga terbentanglah jalan akan dilalui Bani Israil dari pengejaran Fir’aun dan tentaranya. Mereka sampai di gurun pasir di Semenanjung Sinai dan ditimpa panas yang terik.

bukanlah karena Allah hendak menganiaya mereka. maka janganlah kamu saling berbuat zalim (di antara sesamamu). kamu sekali-kali tidak akan dapat menimbulkan kemudaratan kepadaKu. 2. Mereka disiksa itu semata-mata karena perbuatan mereka sendiri." 3.kepada Tuhan agar memberikan pertolongan-Nya. Allah memerintahkan kepada mereka agar memakan makanan yang halal yang baik. bahkan mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah. ingkar kepada-Nya dan kepada rasul-rasul-Nya yang berakibat mereka mendapat azab dan siksaan-Nya. Di samping itu Allah mengaruniakan pula kepala mereka makanan yang disebut "al-manna" semacam makanan yang manis seperti madu yang turun terus-menerus dari langit sejak fajar menyingsing sampai matahari terbit. sehingga Aku memperoleh kemudaratan karenanya. Wahai hamba-hamba-Ku. dan kamu sekalian tidak dapat memberi manfaat kepada-Ku sehingga Aku memperoleh manfaat karenanya. Tersebut dalam sebuah hadis Qudsi: : “Wahai hamba-hamba-Ku. Memakan makanan yang baik dan halal. Di samping itu dianugerahkan Allah pula kepada mereka bahan makanan semacam burung puyuh yang disebut "salwa.” Ø ASPEK TARBAWI Hendaknya selalu bersyukur atas rejeki yang diberikan oleh Allah SWT. sesungguhnya Aku telah mengharamkan (mengerjakan) kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikan perbuatan zalim itu (sebagai suatu perbuatan) yang diharamkan di antaramu. Allah menolong mereka dengan mendatangkan awan yang dapat melindungi mereka dari panas terik matahari.mudatsir ayat 27 ٓ ‫وااااا َا‬ (‫اااا‬ ‫م‬ ‫راااا‬ َ ‫أأ اۡد َٰٮ‬ َ‫ك‬ ‫ماااا‬ ‫ر‬ َ‫س‬ َُ ‫قا‬ َ (٢٧ “Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui kedahsyatan neraka Saqar itu?” Ø MUFRODAT . Allah swt telah melimpahkan karunia-Nya yang amat besar bagi Bani Israil tetapi mereka tidak mau bersyukur. Surat Al. akal dan pikiran. berfaedah bagi jasmani dan rohani.

Apakah yang engkau ketahui tentang Saqar? Dan pasti tidak seorang pun mengetahuinya dan mencapai hakikat sebenarnya kecuali dengan keterangan yang diberikan oleh wahyu. Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak mengembalikan.nofeehost.2[2] Ø ASPEK TARBAWI Segala perbuatan baik ataupun buruk yang kita lakukan akan ada balasannya. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. Artinya setiap tubuh manusia yang dibakarnya tidak satupun yang tersisa dari daging maupun tulang.asp? pageno=2&SuratKe=74#Top. Dan dikembalikan lagi tubuh yang telah hangus itu menjadi baru dan segar tetapi kemudian dibakarnya lagi sampai hangus untuk kedua kali dan seterusnya.Neraka saqar :‫ر‬ َ ‫س‬ َ ُ ‫ق‬ Ø TAFSIR Dalam ayat ini digambarkan pula betapa sifat neraka Saqar itu. supaya mereka merasakan azab……” (Q. An Nisa': 56). Keterangan seperti ini kita peroleh dari ayat lain yang artinya: “Setiap kali kulit mereka hangus. Diakses .S. Surat Al-anbiya’ ayat 34-35 ۗ َ ِ ۡ‫قبل‬ َ َ ۡ‫خلد‬ ‫من‬ ۡ ُ ‫ۖل ٱ‬ ّ ‫ك‬ َ ‫خۡـ ٰل ِدون فَهم‬ َ‫ف‬ ّ ُ‫ة ك‬ َ ۡ‫ت‬ ‫ين‬ ‫س‬ َۡ ‫ل ٱ‬ َ ‫ذاٮ ِٕق‬ ِ ‫مو‬ ْ ِ ‫تإ‬ ّ ‫مأ‬ ّ ُ ُ َ ُ َ ‫(ل ٱ‬٣٤) ‫ل‬ ٍ ُ ۡ۬ ‫نف‬ َ َ ‫ل۬ ِب‬ ‫ما‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫ش‬ َ ۡ ‫عل‬ َ ‫ج‬ َ ‫ش‬ َ َ‫نا و‬ ٍ‫ر‬ ( َ ِ ‫ن وَإ‬ ُ ۡ‫نب‬ ّ ‫بـل‬ ‫ل‬ ‫خيرِۡ ِٱ‬ ‫ش‬ ‫ش‬ َ ۡ‫ـلـ ٱ‬ ً‫ش‬ َ َ‫ر و‬ َ ‫فتن‬ ِ ۬ ۖ ‫نا‬ َ ۡ ‫لي‬ ُ (٣٥ َ ‫عو‬ ُ ۡ‫ج‬ َ ‫تر‬ ّ ‫ش‬ َ‫ةۡو‬ 2[2] http://users6. 7 april 2013 .com/alquranonline/Alquran_Tafsir. Perkataan "wa ma adra ka" (dan tahukah engkau) dalam bahasa Arab menunjukkan besar dan sangat dahsyatnya masalah yang dipertanyakan. Kita harus selalu mengingat bahwa siksa Allah sangatlah pedih.

dan Kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan. hlm. Maktabah Ulûm wal Hikam. (Madinah: 2003). Kegembiraan orang-orang musyrik atas kematian beliau tidak berguna sama sekali.3[3] Ayat ini menjelaskan bahwa semua yang makhluk bernafas di muka bumi ini akan mati. Kami tidak menjadikan anak cucu 3[3] Abû bakar Jâbir al-Jazâiri. “Tiap-tiap diri akan merasai mati. Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang maknanya): “wahai Muhammad.” Ø MUFRODAT Hidup kekal : ‫ٱ‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫خل‬ ُۡ ۡ ‫ل‬ َ ‫شد‬ :‫ت‬ ّ ‫م‬ ّ Engkau meninggal dunia Setiap jiwa : ّ ُ‫س ك‬ ‫ل‬ ٍۡ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫نف‬ َ۬ ُ ‫نب‬ : ۡ‫ل‬ َ َ‫و‬ ِ ً ۬ ‫فۡتَن‬ :‫ة‬ Dan Kami menguji Cobaan Akan dikembalikan Ø TAFSIR :‫ن‬ ُ َ ‫عو‬ ُ ۡ‫ج‬ َ ‫تر‬ Penjelasan ayat ini adalah bahwa tidak ada yang kekal dikehidupan ini. “Dan Kami tidak menjadikan seseorang manusia sebelummu dapat hidup kekal (di dunia ini). Mereka mengatakan : “Kita menunggu ajal menimpanya”. adakah mereka akan hidup selama-lamanya?” 35. baik Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para Nabi dan Rasul sebelumnya. 412 . Maka kalau engkau meninggal dunia (wahai Muhammad). Orang-orang musyrik bergembira jika musibah kematian menimpa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. karena mereka pun juga akan mati.34. dan kepada Kamilah kamu semua akan dikembalikan. Aisarut Tafasir.

kecuali orang-orang yang dirahmati oleh Alloh. dan tidak ada sesuatupun yang bisa menyelamatkan manusia dari kematian. Namun sebaliknya. petunjuk dan kesesatan”. Terjemahan singkat Tafsir Ibnu Katsir. siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa. Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Alloh “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan”. 360 . ketaatan dan kemaksiatan. yaitu Kami akan menguji kamu kadang-kadang dengan musibah-musibah dan kadang-kadang dengan kenikmatan-kenikmatan. Kemudian kebanyakan mereka berbuat melewati batas. baik bagi yang pergi berperang maupun yang tidak. maka kebanyakan mereka melupakan kepada Penciptanya. setiap yang bernyawa di muka bumi ini baik manusia. hlm. sehingga Alloh akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan. mereka menganggap itu semua karena usahanya dan kepandaiannya. karena sesungguhnya ajal sudah ditentukan”.” (al-‘Ankabût: 57) Setiap orang akan menemui ajalnya. kesehatan dan sakit. jika manusia itu mendapatkan berbagai macam kesenangan dan kenikmatan. Tafsir at-Thabari. Mereka menganggap bahwa mereka berhak mendapatkan kenikmatan itu. surat Al-Anbiya’ : 35) Banyak manusia berputus asa dengan kesusahan yang mereka alami. kekayaan dan kemiskinan. 1990). yaitu hamba4[4] Muhammad bin Jarîr Abû Ja’far at-Thabary. Imam Ibnu Katsir berkata: “Alloh Ta’ala memberitakan tentang manusia dan sifat-sifat tercela yang ada padanya. hlm. Bina Ilmu. akan mati dan tidak ada yang dijadikan hidup abadi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. seolah-olah kesusahan itu tidak akan hilang dari mereka. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas: “Kami akan menguji kamu dengan kesusahan dan kemakmuran. 439 5[5] Salim Bahreisy & Said Bahreisy. jin maupun hewan.Adam hidup abadi di dunia ini sebelum kamu. halal dan harom.4[4] Di dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman: ِ ۖ ‫مْو‬ ْ ‫ل َن‬ ُ‫ق‬ َ ‫س‬ ُ ‫ن‬ َ ِ‫ذأئ‬ ٍ ‫ف‬ َ ْ ‫م إ ِل َي‬ ّ‫ك‬ َ ‫عو‬ ُ ‫ج‬ َ ‫ر‬ َ ‫ة أْل‬ ّ ُ‫ت ث‬ ْ ُ ‫نا ت‬ “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. sehingga Aku mengabadikan kamu. 2000 ). dan kamu akan mati sebagaimana mereka”.5[5] Jadi. (Lebanon: Muassasah Risâlah. (Tafsir Ibnu Katsir. (Surabaya: PT. Ini tidak bisa dipungkiri.

350 8[8] Abdur-Rahmân bin Abi Bakr bin Muhammad As-Suyuthi. 1404 H).com/kesusahan-dan-kenikmatan-sebagai-ujian/. Selalu mengingat bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Surat An-Nisa’ ayat 6 6[6] http://ustadzmuslim. Bahwa manusia itu jika ditimpa oleh kesusahan setelah kenikmatan. seolah-olah dia tidak pernah melihat kebaikan. yaitu menghadapi kesusahan-kesusahan dan perkara-perkara yang tidak disukai. yaitu pada waktu longgar dan sehat. (Tafsir Ibnu Katsir. yaitu dia bergembira dan bersombong dengan apa yang ada di tangannya. (Beirut: Dâr Ihyâ’ul-ulûm). siapakah yang akan mendidik umatku?” Kemudian turunlah ayat ini.8[8] Ø ASPEK TARBAWI Harus selalu bersyukur terhadap nikmat dan bersabar terhadap musibah. akan tetapi sanad keduanya munqati’ (terputus). hlm. dan setelah itu dia tidak berharap kelonggaran. 7 april 2013. “dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku”.hambaNya yang beriman. surat Huud: 9-11)6[6] Ø ASBABUN NUZUL Ada dua sebab turunnya ayat ini. Beramal sholih pada setiap saat sesuai dengan kemampuan kita. keduanya dengan shîghah sharîhah (bentuk kalimat yang jelas). 7[7] Abdur-Rahmân bin Alî bin Muhammad Al-Jauzî. firmanNya “dan mengerjakan amal-amal saleh“. hlm. Diakses. berbangga terhadap orang lain”. FirmanNya: “Sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga“. (Beirut: al-Maktab AlIslami. Lubâbun-Nuqûl fî Asbâbin-Nuzûl. yaitu: setelah ini kesusahan dan keburukan tidak akan menimpaku lagi. Demikian juga jika manusia itu mengalami kenikmatan setelah kesusahan. yaitu dengan sebab kesusahan yang mereka alami. 146 . dia berputus asa dari kebaikan terhadap masa depan. firmanNya: “dan pahala yang besar“. dan dia mengingkari (kebaikan) yang telah lewat. firmanNya: “mereka itu beroleh ampunan“. kemudian beliau berkata:“ Wahai Rabbku. dengan sebab amalan mereka pada waktu longgar”. FirmanNya: “Kecuali orang-orang yang sabar“. Zadul Masir. Pertama diriwayatkan dari Muqathil rahimahullah yang mengatakan:“Sebab turunnya ayat ini adalah ketika sebagian orang berkata bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan mati.”7[7] Kedua Ibnul Mundzir rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Juraij rahimahullah yang mengatakan:“Diberitakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau akan wafat.

Kemudian jika kamu nampak dari keadaan mereka (tanda-tanda yang menunjukkan bahawa mereka) telah cerdik dan berkebolehan menjaga hartanya.” Ø MUFRODAT Dan ujilah ُ َ ۡ‫ـبـ ٱت‬ : ْ ‫لوا‬ َ‫و‬ :ْ ‫غوا‬ ُ َ ‫ب َل‬ Cukup umur Maka serahkanlah Harta mereka َ‫ف‬ : ْ ‫ـدـ ٱفَۡعُوٓا‬ : َ َ‫ل‬ ‫ش‬ ‫هم‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫أم‬ ُ ‫وــــــ‬ َ‫ش‬ . Kemudian apabila kamu menyerahkan kepada mereka hartanya.َ ‫ن ٱلّن‬ ۡ ‫ف إِا‬ َ ِ‫غوأْ إأ‬ َ ‫سُتم‬ َ ‫م‬ ُ ‫ح َبَل‬ ٓ ‫حّت‬ ٰ‫ى‬ ۡ‫ہ‬ َ ‫ذأ‬ َ ‫كا‬ ّ ۡ ‫ءأَن‬ ُ ‫مۡن‬ َ ۖ ‫ل‬ َ َ‫و‬ ‫دا‬ ۡ ُ ْ ‫ـدـ ٱفَۡعُوٓا‬ ِ َ‫ف‬ ‫ۡہ‬ ‫ـمـ‬ ۡ‫ي‬ ‫ه‬ ‫م‬ ‫وَ إۡ ِل َـ‬ ‫ـ‬ ۡ‫أم‬ ‫ش‬ ً ۬ ‫رش‬ ُ ‫ش ٲ ل َـ‬ ْ ‫لوا‬ ُ َ‫ت‬ ۡ‫ى بٱ‬ َ ٰ ‫ل ٱيۡ َت َـ‬ ٰ َ‫م و‬ َ ۬ ّ ‫فف اغ َن ِي‬ َۡ ۖ ‫ن‬ ۡ ‫ش‬ ‫ش‬ ۡ‫تع‬ ‫يس‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫فل‬ ِ‫ش‬ َ‫ش‬ َ ‫كا‬ َ‫ش‬ َ َ‫راف‬ ُ‫ش‬ ‫من‬ ۬ ً ‫قي‬ ۡ‫كل‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ۡ‫يأ‬ َۡ ِ ‫ش‬ َ ‫كا‬ َ ‫فل‬ َ َ‫ن و‬ ۡ ‫من ۚ َي‬ ُ‫ك‬ ً ۬ ‫سَرأ‬ ُ ‫فا َت ۡاأ‬ ‫هٓا‬ َ ِ‫كَبُروْأ أأن َوب‬ َ ‫لو‬ ً ‫دأ‬ َ َ‫و‬ ۡ ِ‫رأ إأ‬ ۡ ‫فاأ‬ َ ۚ ‫ف إِا‬ َ ‫م‬ َ‫د‬ َ ‫م‬ ِ ‫م إأَِلۡي‬ ِ‫ش‬ ِ ‫عَلۡي‬ (‫ذأ‬ َ َ ‫بـل ل ّهِ وَك‬ ‫با ِٱ‬ ُ‫ہ‬ ِ ‫ح‬ َ ‫م‬ َ ‫ى‬ ً ۬ ‫سي‬ َ (٦ ۡ ‫فۡعُت‬ ۡ‫ہ‬ ۡ‫ه‬ ۡ‫ہ‬ ُ ‫دوْأ أأۡمَوٲَل‬ ٰ ‫ف‬ ‫ف‬ ۡ ُ ‫مع‬ َۡ ‫بـل ٱ‬ ِ ‫رو‬ ِ “Dan ujilah anak-anak yatim itu (sebelum baligh) sehingga mereka cukup umur (dewasa). Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (akan segala yang kamu lakukan). dan janganlah kamu makan harta anak-anak yatim itu secara yang melampaui batas dan secara terburu-buru (merebut peluang) sebelum mereka dewasa. maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (yang menyaksikan penerimaan) mereka. Dan sesiapa (di antara penjaga harta anak-anak yatim itu) yang kaya maka hendaklah ia menahan diri (dari memakannya). dan sesiapa yang miskin maka bolehlah ia memakannya dengan cara yang sepatutnya. maka serahkanlah kepada mereka hartanya.

Fal yasta’fif : hendaknya ia menjaga kehormatannya. 1993). hlm. seperti halnya anak yatim itu mengupah orang lain untuk melakukannya. 331-334 . Karya Toha Putra. 9[9]Ahmad Mustofa Al-Maragi. apabila anak yatim itu memerlukan pekerjaan tersebut. dan barang siapa di antara wali itu kaya. Dikatakan Badartu ila syai’in badartu ilaihi. Barang siapa menjadi wali tetapi miskin. Al-‘iqqah : adalah meninggalkan keinginan-keinginan hawa nafsu yang tidak layak dilakukan. Tafsir Al-Maragi. Terjemahan Bahrun Abu Bakar dkk. sebagaimana anak yatim itu berhutang kepadanya. ketentuan-ketentuan itu berlaku bagi harta orang-orang gila dan setengah gila. Kemudian ia pun dipebolehkan mengupah dirinya dari harta anak yatim dengan upah yang telah ditentukan. Wali sedikitpun tidak berhak memakannya. kalian melihat ke dalam diri mereka sudah mulai bisa Al-israf : melebihi batas dalam membelanjakan harta Al-bidar : bersegera dan cepat-cepat kepada sesuatu. hendaknya ia memakannya dengan ketentuan hokum syara’ dan dipandang pantas oleh oragorang bijaksana. jika memang harta anak yatim itu berjumlah banyak. tetapi tidak boleh ditentukan apabila tidak banyak (miskin).9[9] Seluruh umat islam telah berpendapat bahwa harta anak yatim bukan harta milik pengasuhnya.Dan janganlah kamu makan َ َ‫لوهَا ٓ و‬ ُ ُ ۡ‫تأك‬ :‫ل‬ َ Ø TAFSIR ‫تم‬ َ ُ‫ـ‬ ‫ـمۡہ‬ ۬‫ن‬ ‫ا‬ ‫ـ‬ ‫د‬ ‫م‬ ّۡ ً ۡ‫رش‬ ‫ش‬ ‫ش‬ ُ ۡ ‫نس‬ َ ‫ءا‬ ُ : mentasarrufkan harta. Upah tersebut boleh ditentukan oleh sang wali. (Semarang: PT. Demikian pula. artinya aku bersegera kepadanya. Sesungguhnya tidak layak bagi seorang wali memakan harta anak yatim (apabila ia miskin) dengan cara berlebih-lebihan. Al-hasib : yang mengawasi Dijelaskan bahwa harta benda mereka (anak-anak yatim) tidak boleh diserahkan kepada mereka kecuali jika para walinya telah melihat tanda-tanda kedewasaan dalam diri mereka. Tetapi ia dibolehkan mengambil darinya sebagai hutang ketika dalam keadaan terdesak. maka hendaklah ia menjaga diri jangan sampai memakan harta mereka.

341 . 340 11[11] Ibid. bersabda: “makanlah oleh kamu sebagian harta anak yatimmu tanpa berlebih-lebihan dan (juga) tanpa menghambur-hamburkannya dan (juga) tanpa mengindahkan hartamu dengan hartanya. “aku tidak mempunyai harta. sebelum hartanya diserahkan kepadanya.” Kemudian Nabi saw. tetapi aku adalah seorang wali dari anak yatim. Ø KESIMPULAN Pada prinsipnya Allah SWT. hlm.”10[10] Ø ASPEK TARBAWI Hendaknya menguji anak-anak yatim. hingga mereka mencapai dewasa dan mampu memelihara harta. dan memerintahkan di akhir ayat sang wali agar mengingat akan pengawasan Allah terhadap segala gerak-gerik yang bersifat pribadi. Untuk itu Dia memerintahkan sang wali agar terlebih dahulu menguji kemampuan penggunaan harta anak yatim. Sebagaimana yang telah anda ketahui meliputi harta anak yatim. Allah juga memerintahkan sang wali agar mengadakan saksi ketika serah terima. dengan berbagai cara pengamanan dan pemeliharaan.11[11] Surat QS An-nur ayat 27 ْ َ ۚ ُ ‫خير ذ َٰل ِك‬ َ ‫لوا‬ ُ ‫خ‬ َ ‫ل‬ ُ ْ ‫تاب ُي ُت َد‬ ً‫رو‬ ُ ُ‫ى ب‬ َ ‫سوا‬ ُ ِ ‫ست َأن‬ ْ َ ‫موا ت‬ َ ُ ‫ى وَت‬ ْ ُ ‫يوت ِك‬ ُ ّ ‫سل‬ ْ َ ِ ‫م أهْل‬ َ ْ ‫م غ َي‬ ٌْ َ ٰ ّ ‫حت‬ ٰ ‫ها ع َل‬ َ ‫امنوا ال ّذي‬ ‫يا‬ ُ َ َ ‫ها‬ َ ّ ‫ن أي‬ َ ِ ‫م‬ َ ‫رو‬ ْ ُ ‫م ل َك‬ ْ ُ ‫ن ل َعَل ّك‬ ُ ّ ‫ت َذ َك‬ 10[10] Ibid.Telah diriwayatkan oleh Ahmad dari Ibnu Umar ra. Kemudian Allah melarang sang wali memakan sesuatu dari harta anak yatim dengan cara berlebih-lebihan dan mumpung anak yatim masih kecil. hlm. Bahwa ada laki” bertanya kepada Nabi saw. Bahwasannya kita dilarang memakan harta orang lain (dalam ayat ini yang dimaksud adalah harta anak yatim). Menahan diri dari sifat israf berlebih-lebihan.

Kadang-kadang terjadi perselisihan suami dan isteri dalam perkara yang kecil-kecil. Itulah yang lebih baik bagi kamu. supaya kamu ingat”. entah karena kekurangan belanja. Orang luar tidak boleh mengetahui itu. Orang luar tidak perlu tahu akan hal itu. mungkin mereka hanya makan sekali sehari dengan laukpauk yang serba kurang. orang pergi ke Jum'at dengan perhiasan yang patut. Dalam rumah tangganya orang dapat memakai kaos singlet yang robek dan sarung yang telah bertambal-tambal. sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. dan kalau menjamu orang lain makan ke dalam rumahnya akan disediakannya makanan yang agak istimewa daripada makanannya sehari-hari. meskipun keadaannya dalam rumah tangganya adalah serba kurang. Rumah adalah tempat menyimpan rahasia kerumah tanggaan. Sebab setiap mempunyai dua wajah hidup. Orang luar tidak boleh tahu itu. Orang keluar dari dalam rumahnya dengan pakaian yang pantas. janganlah kamu masuk ke dalam rumah-rumah yang bukan rumahmu. entah karena kenakalan anak.“Wahai orang-orang yang beriman. hidup kemasyarakatan dan hidup urusan peribadi. Tetapi dalam waktu yang tidak dicampuri orang lain. Ø MUFRODAT ‫م‬ ُ ُ‫ب‬ ْ ُ ‫يوت ِك‬ ۟‫نوا‬ َ ُ ‫م‬ َ ‫ءا‬ ُ ‫خ‬ ۟‫لوا‬ ُ ْ ‫ت َد‬ ٰٓ‫لى‬ َ َ‫ع‬ ‫ر‬ َ ٌ ْ ‫خي‬ ‫تا‬ ً ‫يو‬ ُ ُ‫ب‬ : rumah kamu : beriman : kamu masuk : Atas/ kepada : Lebih baik : Rumah-rumah ‫ن‬ َ ‫رو‬ ُ ّ ‫ت َذ َك‬ Ø TAFSIR : Kamu Ingat Dalam ayat 27 diterangkan bahwa orang-orang Mu'min dilarang memasuki pekarangan rumah orang kalau yang empunya tidak izin. Keluar kelihatan orang gagah. Urusan rumah tangga adalah urusan tersendiri .

Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani). sedang dia hanya berkutang sehelai dan berkain sesampul gantung. hlm. masuk saja ke dalam rumah orang. kalau tidak dengan izinnya. sekali-kali tidak boleh seorang yang merasa dirinya beriman kepada Tuhan dan taat kepada Rasul. siapa pun orangnya. padahal hubungan dengan orang lain itu selama ini adalah dalam batas kesopanan? Di dalam hal ini diterangkan benar. ataupun gubuk buruk beratapkan rumbia di lorong yang sempit penuh lumpur. Bagaimana seseorang yang pulang dari kerja keras mengurus penghidupan. karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa orangorang faqir. Oleh sebab itu menurut peraturan agama Islam yang dijelaskan dalam ayat ini. yang tidak boleh diketahui oleh orang lain. artinya dengan disertai ucapan salam kepada sahibul bait yang empunya rumah. sedang gembira menerima tamu. padahal yang empunya rumah belum menyatakan suka menerima kita. • Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan orang-orang fakir.12[12] Ø ASPEK TARBAWI Hendaknya mengundang orang-orang yang bertaqwa. jangan masuk ke dalam sebuah rumah sebelum tasta'nisun. 1983). tinggal baju kaos dan celana katok (celana dalam) tiba-tiba dalam keadaannya demikian itu datang' saja orang lain tanpa salam dan tanpa memberitahu? Dan masuk saja tanpa izin? Bagaimana perasaan seorang perempuan terhormat. artinya diketahui benar terlebih dahulu bahwa yang empunya rumah sedang senang. menanggalkan pakaian yang lekat di tubuh. 12[12] HAMKA. (HR. Maka kedua syarat ini tidak boleh terpisah.dalam rumahtangga itu tersendiri. Wa tusallimu. merasa aman karena hanya dengan suaminya dan anak-anaknya. . jangan pula masuk saja sebelum mengucapkan salam. Tafsir al-Azhar. dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa”. Panji Mas. Namun kedaulatan penghuni rumah itu atas rumahnya tetaplah sama. Tidak perduli apakah rumah itu istana presiden yang lengkap penjaga dan pengawalnya. bukan orang yang fasiq. Sekali-sekali jangan menerobos saja masuk sambil mengucapkan salam. tiba-tiba muncul saja orang lain dari pintu. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersbda: “Seburuk-buruk makanan adalah makanan pengantinan (walimah). (Jakarta:PT. kesukaan yang empunya rumah dan ucapan salam.” (Muttafaq’ alaih). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan seorang mu`min.

(tetaplah atas) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Jangan kamu menampakkan kejemuan terhadap tamumu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. Di dalam hadits Anas Radhiallaahu anhu ia menuturkan: “Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar. • Disunnatkan mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Ini menunjukkan penerimaan tamu yang baik dan penuh perhatian. Hendaklah segera menghidangkan makanan untuk tamu.• Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoya-foya. Al-Bukhari) • • • Jangan anda membebani tamu untuk membantumu. tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. bermuka manis dan berbicara ramah. • Tidak memaksa-maksakan diri untuk mengundang tamu.” (HR. tetapi tampakkanlah kegembiraan dengan kahadirannya. • Jangan tergesa-gesa untuk mengangkat makanan (hida-ngan) sebelum tamu selesai menikmati jamuan. maka ia berkata: “Kami dilarang memaksa diri” (membuat diri sendiri repot). karena hal ini bertentangan dengan kewibawaan. QS Ar-ruum ayat 30 َ ‫ل‬ ْ َ ِ‫ل‬ َ ِ‫ن ل‬ َ ‫دي‬ ‫فا‬ ً ‫ني‬ ۚ ‫ه‬ ِ ‫ح‬ ِ ّ ‫ر ال‬ ِ ّ ‫تي الل‬ ّ ‫هاال‬ ِ ْ ‫ق ت َب‬ ِ ّ ‫ك ذ َٰ الل‬ َ ‫ت‬ ّ ‫ال‬ َ ‫ر‬ َ ‫نا‬ َ ْ ‫ل ۚ ع َل َي‬ َ ْ ‫ه فِط‬ َ َ ‫س فَط‬ ُ ‫دي‬ ِ ‫خل‬ َ َ ‫للدين وجه‬ ‫م‬ ْ ِ‫ك فَأق‬ َ ْ َ ِ ّ ِ َ َ َ ‫ن‬ ‫م‬ َ ْ ‫ن ال‬ ّ ‫ل ال‬ َ ‫مو‬ ُ ّ ‫قي‬ ُ َ ‫ي َعْل‬ ّ ِ ‫ر وَل ٰك‬ َ َ ‫س أك ْث‬ ِ ‫نا‬ “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah. karena yang demikian itu berarti menghormatinya. akan tetapi niat untuk mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan membahagiakan teman-teman sahabat. (Itulah) agama yang lurus.” Ø MUFRODAT ‫س‬ ّ ‫ال‬ َ ‫نا‬ : Manusia .

termasuk untuk menerima pendidikan dan pengajaran. yang berguna untuk mengembangkan potensi dasar manusia. Dapat disimpulkan bahwa fitrah yang berupa pembawaan pada diri manusi merupakan potensi-potensi dasar manusia yang memiliki sifat kebaikan dan kesucian untuk menerima rangsangan (pengaruh) dari luar menuju pada kesempurnaan dan kebenaran. Dorongan ingin tahu untuk mencari hakikat kebenaran yang berwujud daya fikir. yaitu fitrah luar yang masuk pada diri manusia. Dalam ayat tersebut. Fitrah al-Munazzal. 4. potensi tersebut juga dapat dipengaruhi oleh faktor dari luar baik berupa pendidikan ataupun lingkungan yang dalam hadits diatas digambarkan dengan faktor orang tua. Beriman kepada Allah SWT. Diantara potensi psokologis tersebut adalah: 1.َ َ‫جه‬ ‫ك‬ ْ َ‫ و‬: Wajahmu ‫ن‬ ِ ّ ‫لل‬ ِ ‫دي‬ ‫فا‬ ً ‫ني‬ ِ‫ح‬ َ ‫ت‬ َ ‫ر‬ َ ْ ‫فِط‬ Ø TAFSIR : Wajahmu : Dengan lurus : Fitrah َ ‫دي‬ ‫ل‬ ِ ْ ‫ت َب‬ َ ‫ر‬ َ َ ‫أك ْث‬ ‫ن‬ َ ‫مو‬ ُ َ ‫ي َعْل‬ : Perubahan : Kebanyakan : Mengetahui. 2009). Akan tetapi. kebaikan. Fitrah al Ghazirah. . yaitu fitrah inheren dalam diri manusia yang memberikan daya akal (Quwwah al-aql). Fitrah ini berupa petunjuk al-Qur’an dan as-sunnah yang digunakan sebagai kendali dan pembimbing bagi fitrah alGazirah. Kekuatan-kekuatan lain dan sifat-sifat manusia yang dapat dikembangkan dan dapat disempurnakan. maka fitrah itu cenderung kepada potensi-potensi psikologis yang perlu untuk dikembangkan ke arah yang benar. Dorongan biologis yang berupa syahwat dan tabiat 5. 13[13] Departemen RI. hlm. Kecenderungan untuk menerima kebenaran.13[13] Ibn taimiyah dalam menginterprestasikan fitrah yang dibawa oleh manusia adakalanya: 1. Al-Qur’an Bayan (Penerbit: Al-Qur’an Terkemuka. 2. Allah menjelaskan bahwa fitrah yang dimaksud adalah “al-dinu alQayyim” agama yang lurus. Sebagai potensi dasar. 2. 3.

Sejak usia dini.” (HR. Ibn Majah) Potensi-potensi yang dibawa oleh manusia sejak lahir sangatlah rentan akan pengaruhpengaruh dari luar.Namun. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia yang berfikir bagaimana menjalani kehidupan dunia ini dalam rangka mempertahankan hidup dalam hidup dan penghidupan manusia yang mengemban tugas dari Sang Kholiq untuk beribadah. serta mengembangkan minat dan bakat. fitrah manusia bukanlah satu-satunya potensi yang dapat mencetak manusia sesuai dengan fungsinya. Melatih dan membiasakan suatu perbuatan baik. oleh sebab sejak usia dini fitrah tersebut harus diarahkan dan dibimbing ke arah yang benar dengan pendidikan kepribadian (akhlak) dan pendidikan agama. dari Rasulullah SAW bersabda: Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah adab mereka. Nabi SAW mengingatkan agar orang tua mengajarkan dan mendidik anak dengan beberapa hal diantaranya adalah adab. yaitu nafs yang mempunyai kecenderungan pada keburukan dan kejahatan. merupakan metode yang amat tepat dilakukan pada masa usia anak-anak. kecintaan dengan Nabi dan al-Qur’an. . Dalam hadis lain disebutkan: َ َ َ َ‫ق‬. karena orang tua adalah orang pertama kali yang bersentuhan dengan seorang anak. Ada juga potensi lain yang menjadi kebalikann dari fitrah ini. Karena dari metode pembiasaan inilah akan terbentuknya jiwa dan kepribadian yang baik. Mulai adanya pengenalan pada Aku sendiri dengan bantuan bahasa dan kata-kata. hendaklah suatu pendidikan mulai ditanamkan sejak dini. Untuk itu fitrah harus tetap dikembangkan secara wajar dengan fitrah al-Munazzal yang dijiwai oleh wahyu (al-Qur’an dan as-Sunnah). Oleh karena betapa pentingnya pendidikan untuk mengarahkan perkembangan manusia ke arah yang benar (ad-din al-Qayyim). Dalam hal ini orang tua adalah faktor yang sangat berpengaruh. sehingga dapat mengarahkan perkembangan seorang anak kepada jalur yang benar secara kaamilah. ‫لم‬ ّ ‫س‬ ْ ِ ‫مل‬ ‫و‬ َ َ‫ه ع َل َي ْهِ و‬ ُ ‫ر‬ ُ ‫ر‬ ُ ‫ى الل‬ َ ‫ن‬ َ ‫سوْ الله‬ ْ َ‫ن اَ ن‬ ْ ‫مو ْ أ‬ َ ْ‫ل أ ك‬ َ ‫ك عن‬ ْ ِ‫س ب‬ ْ َ‫ع‬ َ ‫صل‬ ‫م‬ ْ ُ‫ب َه‬ ْ ‫أد‬ ْ َ ‫ح‬ ْ‫سن ُو‬ ‫وأ‬ َ ‫م‬ ْ ُ‫ك‬ َ ‫ل َد‬ “Dari Anas bin Malik. seorang anak mulai mengenal dunia di luar dirinya secara objektif disertai pengahayatan secara subjektif. shalat.

Tafsir at-Thabari. bahwa untuk mengolah akal pikirnya diperlukan suatu pola pendidikan melalui suatu proses pembelajaran. Al-Maragi. bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.Manusia sebagai mahluk yang diberikan kelebihan oleh Allah SWT dengan suatu bentuk akal pada diri manusia yang tidak dimiliki mahluk Allah yang lain dalam kehidupannya. Al-Jauzî. . Zadul Masir. bangsa dan negara. At-Thabary. Selanjutnya diuraikan bahwa dalam upaya membina tadi digunakan asas/pendekatan manusiawi/humanistik serta meliputi keseluruhan aspek/potensi anak didik serta utuh dan bulat (aspek fisik–non fisik : emosi–intelektual . Abdur-Rahmân bin Abi Bakr bin Muhammad. Madinah. berilmu dalam tafsir ibnu katsir. Diakses. kecerdasan. pengendalian diri. Maktabah Ulûm wal Hikam. 14[14] http://iyhaelmawat. Salim Bahreisy & Said Bahreisy. Surabaya: PT. 2003. kepribadian. Tafsir Al-Maragi. Lubâbun-Nuqûl fî AsbâbinNuzûl. 2000. Http://ustadzmuslim. serta keterampilan yang diperlukan dirinya. (mempunyai kemampuan kelebihan-kekurangannya dll). Karya Toha Putra. Beirut: Dâr Ihyâ’ul-ulûm.blogdetik. diperlukan dengan penuh kasih sayang – hangat – kekeluargaan – terbuka – objektif dan penuh kejujuran serta dalam suasana kebebasan tanpa ada tekanan/paksaan apapun juga. akhlak mulia. masyarakat. Bina Ilmu.com. Abû bakar Jâbir. Abdur-Rahmân bin Alî bin Muhammad.1990. Terjemahan Bahrun Abu Bakar dkk. 6 april 2013.com/kesusahan-dan-kenikmatan-sebagai-ujian/. Ahmad Mustofa. 1404 H. Beirut: alMaktab Al-Islami As-Suyuthi. Muhammad bin Jarîr Abû Ja’far. Diakses. kognitif–afektif psikomotor). 1993. 7 april 2013.20 tahun 2003 Bab I.14[14] DAFTAR PUSTAKA Al-Jazâiri. Berdasarkan undang-undang Sisdiknas No. sedangkan pendekatan humanistik adalah pendekatan dimana anak didik dihargai sebagai insan manusia yang potensial. Aisarut Tafasir. Terjemahan singkat Tafsir Ibnu Katsir. Semarang: PT. Lebanon: Muassasah Risâlah.

Http://iyhaelmawat. 7 april 2013. Jakarta: PT. 2009.nofeehost. Panji Mas. Diakses . Penerbit: Al-Qur’an Terkemuka. berilmu dalam tafsir ibnu katsir. 1983. Diakses. Departemen RI. Al-Qur’an Bayan. Tafsir Al-Azhar. HAMKA.Http://users6.blogdetik.com/alquranonline/Alquran_Tafsir. 6 april 2013.com.asp? pageno=2&SuratKe=74#Top. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful