P. 1
Tugas 3 Kasus Gabungan

Tugas 3 Kasus Gabungan

|Views: 181|Likes:
kasus
kasus

More info:

Published by: Christine Notoningtiyas Santoso on Aug 19, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/08/2013

pdf

text

original

Sections

  • 26. URETRITIS GONORHEA
  • 27. SHIGELLOSIS /DISENTRI BASILER
  • 29. COMBUSTIO
  • 31. KONJUNGTIVITIS
  • 32. STOMATITIS

DAFTAR ISI Diabetes Melitus…………………………………………………………… 1 Hemorrhoid………………………………………………………………… 3 Anemia Defisiensi Besi……………………………………………………. 5 Disentri Basiler……………………………………………………………… 6 Dengue Syok Sindrom…………………………………………………….. 12 Tetanus……….

……………………………………………………………… 14 Faringitis……….…………………………………………………………….. 25 Infeksi Saluran Kemih……….……………………………………………… 29 Urtikaria……….…………………………………………………………….. 33 Syok Anafilaktik……….…………………………………………………… 38 Typus Abdominalis……….………………………………………………… 41 Dengue Hemorrhagic Fever……….………………………………………… 46 Steven Johnson’ Syndrome……….………………………………………… 50 Anemia Pernisiosa……….………………………………………………… 53 Batuk Rejan……….………………………………………………………… 55 Glaukoma……….………………………………………………………….. 57 Otitis Media Akut……….………………………………………………… 60 Sinusitis……….…………………………………………………………….. 63 Preeklampsia……….………………………………………………………… 66 Shigellosis……….…………………………………………………………… 69 Asma……….…………………………………………………………………. 71 Ekzema……….……………………………………………………………….. 72 Skizofrenia……….…………………………………………………………….. 75 Epilepsi……….………………………………………………………………. 79 Fluor Albus……….……………………………………………………………. 83 Uretritis Gonorrhea……….………………………………………………… 88 Shigellosis/Disentri Basiler……….…………………………………………… 93 Pulpitis……….……………………………………………………………….. 95 Combustio……….……………………………………………………………. 96 TBC……….………………………………………………………………….. 99 Konjungtivitis……….………………………………………………………… 101 Stomatitis……….…………………………………………………………….. 101 Hipertensi……….…………………………………………………………….. 103 Migrain……….………………………………………………………………. 112 Vertigo……….………………………………………………………………. 115

0

1. DIABETES MELITUS A. Definisi Menurut American Diabetes Association 2005, diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. B. Gejala Klinis 1. Keluhan klasik DM: poliuria, polidipsia, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebelumnya 2. Keluhan lain: lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, disfungsi ereksi pada pria dan pruritus vulva pada wanita Algoritma diagnosis DM

C. Pengobatan dan Resep Diabetes melitus secara umum diklasifikasikan menjadi 2 yaitu: 1. DM tipe 1 DM tipe 1 merupakan DM yang terjadi karena sel beta pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sehingga terapi pada DM tipe 1 ini adalah pemberian insulin. Contoh resep: R/ Insulin regular inj 100 IU Cum spuit cc 1 No. I

1

∫ imm

Pro: Ny. B (50 th) 2. DM tipe 2 DM tipe 2 merupakan DM yang terjadi karena adanya resistensi insulin pada tubuh. DM tipe 2 diterapi dengan obat hipoglikemik oral sebagai berikut: a. Pemicu sekresi insulin (insulin sekretagok): sulfonilurea dan glinid b. Penambah sensitivitas insulin: metformin, tazolidindion c. Penghambat glukoneogenesis: metformin d. Penghambat absorbsi glukosa: penghambat glukosidase alfa Contoh resep: R/ Glibenklamid tab mg 5 No. VII ∫ 1 dd tab I mane ½ h a.c

Pro: Ny. B (50 th)

R/ Metformin tab mg 500 No. XXI ∫ 3 dd tab I

Pro: Ny. A (50 th) D. Keterangan Obat 1. Insulin Insulin merupakan terapi utama pada DM tipe 1 karena ketiadaan insulin pada penyakit ini. Insulin ini dibuat secara semisintetis (dari insulin babi) dan biosintetis (dari rekombinan DNA). Insulin tidak dapat digunakan per oral karena terurai oleh pepsin lambung sehingga selalu diberikan sebagai injeksi subkutan setengah jam sebelum makan. Insulin berfungsi untuk memasukkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh agar dapat digunakan sebagai energi. Berdasarkan lama kerjanya, terdapat insulin kerja singkat (sebagai contoh actrapid, humulin regular), long acting (contohnya insulin isofan, humulin zinc), dan medium acting (contohnya mixtard 30 human).Dosis insulin sangat individual, begitupula lama kerja yang tergantung dari diet dan gaya hidup pasien. 2. Glibenklamid Golongan sulfonilurea
2

Prolaps yang berasal dari tonjolan hemoroid sesuai gradasinya. Definisi Hemoroid adalah pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis B. muntah. Gejala lain yang mengikuti : . dosis maksimal 2.Perdarahan melalui anus sehingga feses dapat mengandung darah. diare. Metformin Golongan biguanid Sediaan: 500 mg.Nyeri sebagai akibat permukaan hemoroid mengalami gesekan atau adanya trombus.5-5 mg. 850 mg Nama paten: gliformin.Iritasi kronis sekitar anus. glyamid. glucofor Dosis: dosis awal 2x500 mg. bila perlu dinakikkan setiap minggu sampai maksimal 20 mg/hari - Mekanisme kerja: merangsang sekresi insulin dari granul sel beta pankreas. tiabet Dosis: dosis awal 2. Pengobatan dan Resep 3 .Anemia yang mungkin menyertai perdarahan kronis yang terjadi. dimaksudkan untuk mencegah hipoglikemia dan mempercepat absorbsi - Resorbsinya di usus dan diekskresi lewat urine dan feses Efek samping: gangguan saluran cerna dan alergi kulit 3. maintanance 3x500 mg. Gejala Klinis Gejala utama berupa : . .- Sediaan: 5 mg Nama paten: glukonic. C. . dan rasa tidak nyaman di perut Absorbsi di usus dan ekskresi melalui ginjal 2.HEMOROID A. . glikos.5-3 g/hari Mekanisme kerja: menurunkan produksi glukosa di hepar dan meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan. Terapi efektif diberikan 30 menit sebelum makan. Efektif diminum pada waktu makan untuk mengurangi efek sampingnya yaitu mual.

Kandungan: bisakodil . Menghentikan perdarahan Contoh: daflon 4.Kontraindikasi: operasi abdomen akut .Sediaan : 5 mg/tab 10 mg/supp dewasa. 5 mg/supp anak-anak . luka) Contoh: anusol 3. 4 . microlax 2. sakit perut. VI ∫ uc R/ Daflon tab mg 500 No.Efek pemberian oral muncul 6-12 jam setelah pemberian. Dulcolax . kram. XII ∫ 3 dd tab I Pro: Ny. Pengobatan simtomatis (gatal. sedangkan efek pemberian suppositoria muncul ¼-1 jam setelah pemberian. B (50 th) D. diare . Keterangan Obat 1.Mekanisme kerja: merangsang gerakan peristaltik usus besar dan meningkatkan akumulasi air dan elektrolit di dalam lumen usus besar . Memperbaiki defekasi Contoh: dulcolax. nyeri. suppositoria 10 mg pada pagi hari.s R/ Anusol supp mg 500 No.Indikasi: sembelit/konstipasi . .VI ∫ 1 dd tab II h.Efek samping: rasa tidak enak di perut.Prinsip pengobatan hemoroid adalah: 1. Mencegah serangan hemoroid Contoh: radium Contoh resep: R/ Dulcolax tab No.Dosis: sebelum tidur 1-2 tablet 5 mg.

atrofi papil lidah. saturasi transferin menurun.Besi per oral 5 .Gejala khas akibat defisiesi besi: koilonikia (kuku sendok). Gejala Klinis . Definisi Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh (depleted iron store).2. sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan hemoglobin berkurang.Dosis: kronik 2x1 tab pagi dan malam hari saat makan. Pengobatan dan Resep Pengobatan pada anemia defisiensi besi sebagai berikut: 1. akut 3-4 tab . sebagai contoh pengobatan cacing tambang. feritin serum menurun.Dosis: suppositoria 1 kali pada pagi dan malam hari setiap kali sehabis BAB. dan adanya respons terhadap pengobatan dengan preparat besi. mata berkunang-kunang. atrofi mukosa gaster C.ANEMIA DEFISIENSI BESI A. stomatitis angularis. pengecatan besi sumsum tulang negatif.Mekanisme: meredakan gejala 3.Kandungan: micronized purified flavonoid fraction 500 mg (diosmin 90% dan hesperidin 10%) . maksimal 6 kali/hari . Pemberian preparat besi .Mekanisme: meningkatkan resistensi dan tonus pembuluh darah vena 3. besi serum menurun. B. Anusol . TIBC meningkat. serangan hemoroid akut . hemoroid. lesu.Indikasi: hemoroid kronik.Indikasi: meringankan ketidaknyamanan pada hemoroid . disfagia.Gejala umum anemia: Badan lemah. Terapi kausal Terapi kausal tergantung penyebabnya. telinga mendenging . cepat lelah. Daflon . atau menoragia 2. Kelainan ini ditandai dengan anemia hipokromik mikrositik.

Keterangan Obat 1.Sediaan: tablet 50 mg.Fungsi vitamin C pada pengobatan anemia defisiensi besi adalah untuk meningkatkan absrobsi besi 4. yaitu dys (gangguan) dan enteron (usus). B (50 th) D. XXI ∫ 3 dd tab I Pro: Ny. Pengobatan lain .Vitamin C: vitamin C diberikan 3x100 mg per hari untuk meningkatkan absorbsi besi. XXI ∫ 3 dd tab I R/ Vitamin C tab mg 100 No. Dosis oral 2 dd 325 mg atau 1 dd tablet retard 525 mg sesudah makan pagi. yang berarti radang usus yang menimbulkan gejala meluas dengan gejala buang air 6 . Preparat besi oral sebaiknya diberikan saat lambung kosong. Dosisnya adalah 3x200 mg. Pengobatan diberikan sampai 6 bulan setelah kadar hemoglobin normal untuk mengisi cadangan besi tubuh . Contoh resep: R/ Sulfas ferosus tab mg 200 No. Vitamin C . DISENTRI BASILER A. Definisi Disentri berasal dari bahasa Yunani.Besi parenteral Preparat yang tersedia iron dextran complex. 2. tablet 100 mg .Diet: sebaiknya diberikan makanan bergizi dengan tinggi protein terutama berasal dari protein hewani .Preparat yang tersedia seperti sulfas ferosus. Dapat diberikan secara intramuskular atau intravena 3. Sulfas ferosus Sulfas ferosus bersifat sangat merangsang karena reaksi asamnya dan lebih sering menimbulkan mual dan muntah. iron sorbitol citric acid complex.

Sakit perut terutama di bagian sebelah kiri. Lama gejala rerata 7 hari sampai 4 minggu. B. diare disertai demam yang mencapai 400C. suhu badan subnormal. Pada kasus yang sedang keluhan dan gejalanya bervariasi. Angka ini bertambah pada keadaan malnutrisi dan keadaan darurat misalnya kelaparan. berak-berak seperti air dengan lendir dan darah. terdapat serangan seperti kasus akut secara menahun. Bentuk klinis dapat bermacam-macam dari yang ringan. renjatan septik dan dapat meninggal bila tidak cepat ditolong. dapat berupa seperti gejala kolera atau keracunan makanan. Kematian biasanya terjadi karena gangguan sirkulasi perifer. Gejala Klinis Masa tunas berkisar antara 7 jam sampai 7 hari. buang air besar dengan tinja bercampur lender (mucus) dan nyeri saat buang air besar (tenesmus). anuria dan koma uremik. berjangkitnya cepat. muntah-muntah. keluhan/gejala tersebut di atas lebih ringan. ekstremitas dingin dan viskositas darah meningkat (hemokonsentrasi). Muka menjadi berwarna kebiruan. dysentriae. Kejadian ini jarang sekali bila mendapat pengobatan yang baik. terasa melilit diikuti pengeluaran tinja sehingga mengakibatkan perut menjadi cekung. Sedangkan pada kasus yang ringan. Perkembangan penyakit ini selanjutnya dapat membaik secara perlahan-lahan tetapi memerlukan waktu penyembuhan yang lama. dan 3) tinja mengandung darah dan lendir. 2) berak-berak. tinja biasanya lebih berbentuk.besar dengan tinja berdarah. sedang sampai yang berat. diare encer dengan volume sedikit. Disentri merupakan suatu infeksi yang menimbulkan luka yang menyebabkan tukak terbatas di colon yang ditandai dengan gejala khas yang disebut sebagai sindroma disentri. Gejalanya timbul mendadak dan berat. Selanjutnya diare berkurang tetapi tinja masih mengandung darah dan lendir. Pada fase awal pasien mengeluh nyeri perut bawah. kulit kering dan dingin. Bentuk yang berat (fulminating cases) biasanya disebabkan oleh S. tenesmus. 7 . Akibatnya timbul rasa haus. turgor kulit berkurang karena dehidrasi. Disentri merupakan peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Berbeda dengan kasus yang menahun. dan nafsu makan menurun. yakni: 1) sakit di perut yang sering disertai dengan tenesmus. cepat terjadi dehidrasi. Kadang-kadang gejalanya tidak khas. Angka kematian bergantung pada keadaan dan tindakan pengobatan. mungkin dapat mengandung sedikit darah/lendir.

Pengobatan spesifik Antibiotik. Pengobatan Prinsip dalam melakukan tindakan pengobatan adalah istirahat. Ampisilin a. 250mg/ml sirup d. Keputusan disesuaikan dengan ringan beratnya gejala disentri  ampisilin 4 x 500 mg/hari  kotrimoksazol 2 x tab 2/hari  tetrasiklin 4 x 500 mg/hari penggunaan antibiotic golongan kuinolon dan sefalosporin generasi 3 pada pasien resisten dan gejala klinik berat D. kemudian diberikan makanan ringan biasa bila ada kemajuan. Cairan dan elektrolit Dehidrasi ringan sampai sedang dapat dikoreksi dengan cairan rehidrasi oral.5/ 1g/ vial . Mekanisme kerja 8 . iv 0. mencegah atau memperbaiki dehidrasi dan pada kasus yang berat diberikan antibiotika. Jika frekuensi buang air besar terlalu sering. Nama paten Amcilin. Dosis 500mg/tab. sirup kering 125mg/5ml b.C. Bila penderita berangsur sembuh. Diet Diberikan makanan lunak sampai frekuensi berak kurang dari 5 kali/hari. cairan dapat diberikan melalui minuman atau pemberian air kaldu atau oralit. susu tanpa gula mulai dapat diberikan. Mekanisme Obat 1. vicilin c. Dalam keadaan ini perlu diberikan cairan melalui infus untuk menggantikan cairan yang hilang. 125mg/5ml sirup. Bentuk sediaan obat Serbuk injeksi im. Akan tetapi jika penderita tidak muntah. dehidrasi akan terjadi dan berat badan penderita turun.

dalam satu jam kadar obat dalam darah fetus menyamai kadar obat dalam darah fetus menyamai kadar obat dalam darah ibunya. Metabolisme Absorpsi Jumlah ampisilin yang diabsorpsi pada pemberian oral dipengaruhi besarnya dosis dan ada tidaknya makanan dalam saluran cerna. Adanya makanan dalam saluran cerna akan menghambat absorpsi obat. dengan akibat penurunan potensi antimikroba. Ampisilin yang masuk ke dalam empedu mengalami sirkulasi enterohepatik. Kegagalan fungsi ginjal sangat memperlambat ekskresi ampisilin. Pada bayi premature dan neonatus. Pada bronchitis. Absorpsi ampisilin oral tidak lebih baik dari penisilin V atau fenetisilin. Masa paruh eliminasi ampisilin dalam darah menjadi 2-3 kali lebih lama.- Jumlah ampicilin yang diabsorbsi pada pemberian oral dipengaruhi besarnya dosis dan ada tidaknya makanan dalam saluran cerna. atau pneumonia. Ampisilin diekskresi melalui proses sekresi di tubuli ginjal yang dapat dihambat oleh probenesid. Amidase memecah rantai samping. pemberian ampisilin menghasilkan kadar dalam darah yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama dalam darah. Akibat pengaruh penisilinase terjadi pemecahan cincin betalaktam. Sebagai contoh. ampisilin disekresi ke dalam sputum sekitar 10% kadar serum. Distribusi Ampisilin didistribusi luas di dalam tubuh dan pengikatannya oleh protein plasma hanya 20%. Penetrasi ke CSS dapat mencapai kadar yang efektif pada keadaan peradangan meningen. masa paruh eliminasi karbenisilin yang 9 . Adanya makanan dalam saluran cerna akan menghambat absorpsi obat. e. Dengan dosis lebih kecil persentasi yang diabsorpsi relative lebih besar. tetapi yang diekskresi bersama tinja jumlahnya cukup tinggi. Bila diberikan sesaat sebelum persalinan. dengan kehilangan seluruh aktivitas antimikroba. biotransformasi oleh hospestidak bermakna. Biotransformasi dan Ekskresi Biotransformasi berdasarkan ampisilin enzim umumnya dilakukan dan oleh mikroba Proses pengaruh penisilinase amidase.

f. infeksi intraabdominal. Indikasi Ispa. ispb. Bentuk sediaan obat Kapsul 250mg. Akumulasi umumnya tidak terjadi karena peningkatan biotransformasi di hepar. 500mg b. 960mg Primsulfon F tab b. infeksi kulit dan jaringan lunak. bronchitis kronis. anorexia Reaksi dermatologi : rash atau urticaria 3. Dosis 2 x 10ml/hari 2 x 1 tab/hari c. diare. Bentuk sediaan obat Kotrimoksazol sirup 50ml Primsulfon sirup Kotrimoksazol tab 480mg . Indikasi ISK.pada ginjal sehat sekitar satu jam dapat memanjang menjadi 15 jam. Dosis Oral 50mg/kgBB/hari 10 . Efek samping Mual. infeksi gonococal g. Efek samping Gangguan pencernaan : mual. diare e. isk. Tetrasiklin a. muntah. ruam. kadang kolitis 2. Kotrimoksazol a. Mekanisme kerja Absorbsi melalui saluran cerna cepat dan lengkap Kadar puncak plasma dicapai dalam waktu 2 jam untuk trimetropim dan 4 jam untuk sulfametoksazol Waktu paruh 11 jam untuk trimetropim dan 10jam untuk sulfametoksazol d. pneumonia.

Mekanisme : Blokade reseptor dopamin di CTZ (chemoreseptor triggerzone) memperkuat pergerakan dan pengosongan lambung d.3 gr (1. brucellosis. Metaklopramid a. 10mg/2ml (injeksi) b.5gr) NaCl 0. kolera c. Infeksi uretritis non gonococcal. d. Efek samping Fotosensitif. rocky mountain spoted fever. Dosis Dewasa 10 mg 3x/hari 5.5gr) Na bikarbonat 0. teratogenik 4. Diekskresi melalui urin dengan filtrasi glomerulus dan melalui empedu.c.7 gr (3. Dosis 11 . Indikasi : antiemetik. chancroid. Indikasi Infeksi pernapasan. Oralit (200ml) a. Komposisi Kalium klorida 0. diare. perubahan warna gigi dan anak-anak. Masa paruh 6-12 jam. saluran kemih dan kulit. sifilis e. kolera. Mekanisme kerja Absorpsi sebagian besar berlangsung di lambung dan usus halus bagian atas.5gr) Glukosa anhidrat 4gr(20gr) b. Efek samping Sedasi dan gelisah e. Sediaan : 10mg/tab .5gr (2. Dapat menembus sawar uri. dan terdapat dalam air susu ibu dalam kadar yang relatif tinggi. Indikasi Rehidrasi muntaber. vertigo. anthrax. dispepsia pasca gastreknomi c. tifus.

DEN-3. Keempat serotipe virus dengue dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. XX ∫2 dd tab II ________________________∂ R/ Metochlopramid tab mg 10 No.X ∫prn (1-3) dd tab I ________________________∂ R/ Oralit sachet granul No. DEN-1. pengamatan virus dengue yang dilakukan sejak tahun 1975 di beberapa rumah sakit menunjukkan bahwa keempat serotipe ditemukan dan bersirkulasi sepanjang tahun.- Dewasa 2 jam pertama 6 gelas. dan mempunyai 4 jenis serotipe.X ∫ad libitum solve in aqua cc 200 ________________________∂ Pro : Tn L (25 tahun) 5. Serotipe DEN-3 merupakan serotipe yang dominan dan diasumsikan banyak yang menunjukkan manifestasi klinik yang berat. Di Indonesia. DENGUE SYOK SYNDROM A. Gejala Klinis 12 . yaitu . famili Flaviviridae. B. sedangkan antibodi yang terbentuk terhadap serotipe lain sangat kurang. Infeksi salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi terhadap serotipe yang bersangkutan. Seseorang yang tinggal di daerah endemis dengue dapat terinfeksi oleh 3 atau 4 serotipe selama hidupnya. DEN-4. Tulisan Resep R/ Kotrimoksazol tab No. DEN2. Definisi Demam Dengue (DD) dan Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod Borne Virus (Arboviroses) yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus. selanjutnya 2 gelas setiap BAB Anak <1th : 2 jam pertama 2 gelas larutan  ½ gelas Anak 1-5 th : 2 jam pertama 4 gelas larutan  1 gelas E. sehingga tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai terhadap serotipe lain tersebut.

Manifestasi klinis infeksi virus dengue dapat bersifat asimptomatis atau dapat berupa demam yang tidak jelas, demam dengue, demam berdarah dengue dengan

kebocoran plasma yang mengakibatkan syok atau sindroma syok dengue (SSD).

13

C. Pengobatan Ringer lactate (Na lactate 3,1 gram; KCl 0,3 gram; CaCl2 0,2 gram; air) o Merupakan cairan kristaloid mengganti volume plasma segera Dievaluasi 30 menit. Jika teratasi berikan 10 ml/kgBB/jam. Jika tidak teratasi berikan 15-20 ml.kgBB/jam. D. Mekanisme Obat Ringer Laktat (RL) Sediaan - 500 ml dan 1.000 ml (Kemasan larutan kristaloid RL yang beredar di pasaran memiliki komposisi elektrolit Na+ (130 mEq/L), Cl- (109 mEq/L), Ca+ (3 mEq/L), dan laktat (28 mEq/L). Osmolaritasnya sebesar 273 mOsm/L Metabolisme RL merupakan cairan yang paling fisiologis yang dapat diberikan pada kebutuhan volume dalam jumlah besar. RL banyak digunakan sebagai replacement therapy, antara lain untuk syok hipovolemik, diare, trauma, dan luka bakar. Laktat yang terdapat di dalam larutan RL akan dimetabolisme oleh hati menjadi bikarbonat yang berguna untuk memperbaiki keadaan seperti asidosis metabolik. Kalium yang terdapat di dalam RL tidak cukup untuk pemeliharaan seharihari, apalagi untuk kasus defisit kalium. Larutan RL tidak mengandung glukosa, sehingga bila akan dipakai sebagai cairan rumatan, dapat ditambahkan glukosa yang berguna untuk mencegah terjadinya ketosis. E. Tulisan Resep R/ Ringer lactate inf flab No. IV Cum infuse set No. 1 Abbocath no.22 No. 1 ∫imm _________________________∂ Pro : Ny. J (29 tahun)

6.TETANUS A. Definisi

14

Tetanus atau Lockjaw merupakan penyakit akut yang menyerang susunan saraf pusat yang disebabkan oleh racun tetanospasmin yang dihasilkan oleh Clostridium Tetani. Penyakit ini timbul jika kuman tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka, gigitan serangga, infeksi gigi, infeksi telinga, bekas suntikan dan pemotongan tali pusat. Dalam tubuh kuman ini akan berkembang biak dan menghasilkan eksotoksin antara lain tetanospasmin yang secara umum menyebabkan kekakuan, spasme dari otot bergaris.

B. Gejala Klinis Masa inkubasi tetanus umumnya antara 3–21 hari, namun dapat singkat hanya 1–2 hari dan kadang–kadang lebih dari 1 bulan. Makin pendek masa inkubasi makin jelek prognosanya. Terdapat hubungan antara jarak tempat invasi Clostridium Tetani dengan susunan saraf pusat dan interval antara luka dan permulaan penyakit, dimana

15

ekstraksi gigi. 16 . Lima puluh persen penderita tetanus umum akan menuunjukkan trismus. furunkulosis. Kekakuan otot rahang terutama masseter menyebabkan mulut sukar dibuka.makin jauh tempat invasi maka inkubasi makin panjang.Secara klinis tetanus ada 3 macam : a. Kesadaran penderita tetap baik walaupun nyeri yang hebat serta ketakutan yang menonjol sehingga penderita nampak gelisah dan mudah terangsang. Selain kekakuan otot yang luas biasanya diikuti kejang umum tonik baik secara spontan maupun hanya dengan rangsangan minimal (rabaan. sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah. Tetanus umum: Bentuk ini merupakan gambaran tetanus yang paling sering dijumpai. luka tusuk yang dalam. Kenaikan temperatur badan umumnya tidak tinggi tetapi dapat disertai panas yang tinggi sehingga harus hati–hati terhadap komplikasi atau toksin menyebar luas dan mengganggu pusat pengatur suhu. Biasanya tetanus timbul secara mendadak berupa kekakuan otot baik bersifat menyeluruh ataupun hanya sekelompok otot. pada muka juga terjadi kekakuan otot muka sehingga muka menyerupai muka meringis kesakitan yang disebut 'Rhisus Sardonicus' (alis tertarik ke atas. sehingga penyakit ini juga disebut 'Lock Jaw'. Spasme otot–otot laring dan otot pernapasan dapat menyebabkan gangguan menelan. bibir tertekan kuat pada gigi). akibat kekakuan otot–otot leher bagian belakang menyebabkan nyeri waktu melakukan fleksi leher dan tubuh sehingga memberikan gejala kuduk kaku sampai opisthotonus. ulkus dekubitus dan suntikan hipodermis. Retensi urine sering terjadi karena spasme sphincter kandung kemih. sinar dan bunyi). Terjadinya bentuk ini berhubungan dengan luas dan dalamnya luka seperti luka bakar yang luas. Dalam 24–48 jam dari kekakuan otot menjadi menyeluruh sampai ke ekstremitas. Selain kekakuan otot masseter. Kekakuan otot terutama pada rahang (trismus) dan leher (kuduk kaku). asfiksia dan sianosis. Kejang menyebabkan lengan fleksi dan adduksi serta tangan mengepal kuat dan kaki dalam posisi ekstensi.

Lokalisasi kekakuan dekat dengan luka berupa spasme disekitar luka dan kekakuan umum terjadi beberapa jam atau hari. Grade III: berat Masa inkubasi < 10 hari Period of onset 3 hari atau kurang Trismus berat Disfagia berat. ii. b. Kekakuan umum terjadi dalam beberapa hari tetapi dispnoe dan sianosis tidak ada. Tetanus berat : trismus kurang dari 1 cm dan disertai kejang umum yang spontan. ii. hipertensi yang labil. Cole dan Youngman (1969) membagi tetanus umum atas: i.Pada kasus yang berat mudah terjadi overaktivitas simpatis berupa takikardi. Kekakuan umum dan gangguan pernapasan asfiksia. iii. Menurut berat ringannya tetanus umum dapat dibagi atas: i. Tetanus ringan : trismus lebih dari 3 cm. panas yang tinggi dan ariunia jantung. tidak disertai kejang umum walaupun dirangsang. keringat banyak dan takikardia. Tetanus sedang : trismus kurang dari 3 cm dan disertai kejang umum bila dirangsang. Tetanus lokal 17 . Grade 1: ringan Masa inkubasi lebih dari 14 hari Period of onset > 6 hari Trismus positif tetapi tidak berat Sukar makan dan minum tetapi disfagia tidak ada. berkeringat banyak. Grade II: sedang Masa inkubasi 10–14 hari Period of onset 3 had atau kurang Trismus ada dan disfagia ada. ketakutan. iii.

dapat berupa gangguan sendiri–sendiri maupun kombinasi dan menetap dalam beberapa hari bahkan berbulan–bulan. toksin tetanus beredar dalam 2 bentuk: i. 18 . otitis media kronis dan jarang akibat tonsilectomi. Gejala berupa disfungsi saraf loanial antara lain: n. IV. VII. XI. Sebelum pemberian antitoksin harus dilakukan: Anamnesa apakah ada riwayat alergi. Tetanus lokal adalah bentuk ringan dengan angka kematian 1%. Terjadinya bentuk ini bila luka mengenai daerah mata. ii. Yang dapat dinetralisir oleh antitoksin adalah toksin yang bebas dalam darah. Toksin yang bergabung dengan jaringan saraf. tampak kemerahan dan bengkak pada konjungtiva. Toksin bebas dalam darah. yang bersifat heterolog sehingga mungkin terjadi syok anafilaksis. C. c. IX.Bentuk ini sebenarnya banyak akan tetapi kurang dipertimbangkan karena gambaran klinis tidak khas. Sedangkan yang telah bergabung dengan jaringan saraf tidak dapat dinetralisir oleh antitoksin. Pada konjungtiva bagian bawah diteteskan 1 tetes larutan antitoksin tetanus 1:10 dalam larutan garam faali. kekakuan otot–otot pada bagian proksimal dari tempat luka. Positif bila dalam 20 menit. Bentuk tetanus ini berupa nyeri. Tes kulit dan mata. Bentuk cephalic Merupakan salah satu varian tetanus lokal. Ini dilakukan karena antitoksin berasal dari serum kuda. III.000. muka. leper. Pada umumnya prognosa bentuk tetanus cephalic jelek. Tes mata. telinga. X. sedang pada mata yang lain hanya ditetesi garam faali. kulit kepala. Harus selalu sedia Adrenalin 1:1. Anti Tetanus toksin Selama infeksi. Tetanus cephalic dapat berkembang menjadi tetanus umum. kadang–kadang bentuk ini dapat berkembang menjadi tetanus umum. Pengobatan 1.

Suntikan 0.bb/kali sehari diberikan 6 kali. ii. Bila tes mata dan kulit keduanya positif.000 u yang diberikan setengah lewat intravena dan setengahnya intramuskuler. Largactil Dosis yang dianjurkan 4 mg/kg.m. Behrman (1987) dan Grossman (1987) menganjurkan dosis 50. ATS diberikan dengan dosis 10.1 cc larutan 1/1000 antitoksin tetanus dalam larutan faali secara intrakutan. 1 tahun 75 mg intramuskuler. Pemberian lewat intravena diberikan dengan cara melarutkannya dalam 100–200 cc glukosa 5% dan diberikan selama 1–2 jam. Dosis Dosis ATS yang diberikan ada berbagai pendapat. Di FKUI.000 i. iii. 2. 4. Di Manado. Antibiotik.Tes kulit. Fenobarbital Dosis awal: 1 tahun 50 mg intramuskuler.5 mg/kg. Obat–obat yang lazim digunakan ialah: i. Diazepam Bila penderita datang dalam keadaan kejang maka diberikan dosis 0. Penisilin Prokain Digunakan untuk membasmi bentuk vegetatif Clostridium Tetani. perlahan–lahan dengan dosis optimum 10 mg/kali diulangi setiap kali kejang. ATS diberikan dengan dosis 20. gerakan–gerakan volunter atau kesadaran. Reaksi positif bila dalam 20 menit pada tempat suntikan terjadi kemerahan dan indurasi lebih dari 10 mm. Dilanjutkan dengan dosis oral 5–9 mg/kg. Antikonvulsan dan sedatif Obat–obat ini digunakan untuk merelaksasi otot dan mengurangi kepekaan jaringan saraf terhadap rangsangan.000–100.5 mg/kg.bb/kali i. Kemudian diikuti pemberian diazepam peroral–(sonde lambung) dengan dosis 0.v.000 u selama 2 hari.bb/hari dibagi dalam 6 dosis. maka antitoksin diberikan secara bertahap (Besredka).bb/hari dibagi dalam 3 dosis. Obat yang ideal dalam penanganan tetanus ialah obat yang dapat mengontrol kejang dan menurunkan spastisitas tanpa mengganggu pernapasan. 19 . i. sekali pemberian. 3.

000 u/hari. Dosis optimal 600. yaitu anti tetanus serum (ATS) dan vaksin tetanustoxoid. juga mencegah tetanus pada kejadian lain dalam jangka waktukira-kira 6 bulan bila tanpa booster. Spasme berkepanjangan dari otot respirasi ii. ATS (anti tetanus serum) Suntikan tetanus ada 2 macam.bb/hari dalam 4 dosis. 5. Tetrasiklin dan Eritromisin Diberikan terutama bila penderita alergi terhadap penisilin. Tidak ada kesanggupan batuk atau menelan iii. Mekanisme Obat 1.5 ml tidak untuk mencegahtetanus saat itu.Dosis: 50. Tetrasiklin : 30–50 mg/kg. Hiperbarik Diberikan oksigen murni pada tekanan 5 atmosfer. atau luka kurang dari 6 jam namun terpapar banyak kontaminasi. selama 10 hari.bb/hari dalam 4 dosis. sehinggamencegah terjadinya tetanus di kemudian hari bila ternyata luka tersebut masihmengandung kuman.bb/hari i. Oksigen: Bila terjadi asfiksia dan sianosis. dan iv.000 u/kg. Indikasi suntikan ATS (Anti Tetanus Serum): Luka cukup besar (dalam lebih dari 1 cm) Luka berbentuk bintang Luka berasal dari benda yang kotor dan berkarat Luka gigitan hewan dan manusia Luka tembak dan luka bakar Luka terkontaminasi. Sementara itu.m selama 10 hari atau 3 hari setelah panas turun. yaitu: luka yang lebih dari 6 jam tidak ditangani. Trakeostomi Dilakukan pada penderita tetanus jika terjadi: i. 7. vaksin tetanus toxoid 0. Eritromisin : 50 mg/kg. atau luka 20 . 6. D. ii. Obstruksi larings. Koma. namun untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap tetanus. ATS sebanyak 1500 IU merupakan serum yang dapat langsung mencegah timbulnya tetanus.

Stesolid rectal tube c. tambahan pada putus alkohol akut. Dosis 3x/hari. retensi urin Kardiovaskuler : bradikardia. kolaps kardiovaskuler. inkontinensia. ruam kulit 21 . perubahan libido. serebelum. Diazepam a. ansietas atau insomnia. f. sedatif-hipnotic. kejang demam. 5mg Lar rectal : 5mg/2. Efek Samping Rasa kantuk. depresi. sinkop. sistem limbik dan korteks serebral. mual. status epileptikus. tremor.5-2jam t ½ = 20-50 jam volum distribusi = 0. Nama Paten Valium. melantur berbicara. hipoaktiviti. Bentuk Sediaan Obat Tablet : 2mg. disarthria. dan obat anti kejang. sakit kepala.95-2 l/kg e. Mekanisme Kerja tmax = 1. trombosis vena dan flebitis pada tempat penyuntikan SSP : kebingunagn. 2-5 minggu d.kurangdari 6 jam namun timbul karena kekuatan yang cukup besar (misalnya lukatembak atau terjepit mesin) Penderita tidak memiliki riwayat imunisasi tetanus yang jelas atau tidak mend apat booster selama 5 tahun atau lebih 2.5ml Injeksi : 5mg/ml b. Metabolisme Diazepam dimetabolisme di hati dan teriikat pada reseptor di daerah spinal cord. vertigo. spasme otot g. Indikasi Obat anti cemas. kelelahan dan ataksia. hipotensi Kulit : urtikaria.

Dosis nonanastesi terutama menekan respon pasca sinaps. Barbiturat 22 . Metabolisme Susunan saraf pusat Efek utama barbiturat ialah depresi SSP. hipnosis. barbiturat tidak menyebabkan sedasi.3. Nama Paten Ditalin c. Toleransi farmakodinamik lebih berperan dalam penurunan efek dan berlangsung lebih lama daripada toleransi farmakokinetik. jumlah terbangun. Pada beberapa individu dan dalam keadaan tertentu. 1 tab d. Toleransi terhadap efek sedasi dan hipnosis terjadi lebih segera dan lebih kuat daripada efek anti konvulsi. dan lama toleransi. Toleransi terhadap barbiturat dapat terjadi toleransi silang terhadap senyawa dengan efek farmakologi yang berbeda seperti opioid dan fensiklidin. Mekanisme Kerja tmax = 6-18 jam t ½ = 80-120 jam volum distribusi = 0. Penghambatan hanya terjadi pada sinaps GABA-nergik. sampai kematian. Fenobarbital a. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya depresi pusat penghambatan. Semua tingkat depresi dapat dicapai mulai dari sedasi. berbagai tingkat anastesi. koma. Barbiturat mengurangi masa tidur laten. Efek pada tingkatan tidur Efek hipnotik barbiturat meningkatkan total lama tidur dan mempenaruhi tingkatan tidur yang bergantung kepada dosis. Dosis Awal : 1-3x/hari. walaupun pada setiap tempat tidak sama kuatnya. Bentuk Sediaan Obat Kapsul b. misalnya adanya rasa sakit. melainkan malah menimbulkan eksitasi (kegelisahan dan delirium).6 l/kg e. Tempat dan mekanisme kerja pada SSP Barbiturat bekerja pada seluruh SSP.

Barbiturat dosis hipnotik oral menyebabkan pengurangan frekuensi dan amplitudo napas. neuralgia trigeminal. misalnya hormon steroid. Indikasi Epilepsi umum. epilepsi karena tumor. vitamin K dan D. Toleransi terhadap barbiturat antara lain disebabkan karena barbiturat merangsang aktivitas enzim yang merusak barbiturat sendiri. sindrom ekstrapiramidal. Efek induksi ini tidak terbatas hanya pada enzim mikrosomal saja. tetapi juga terjadi pada enzim mitokondria. Pernapasan Barbiturat menyebabkan depresi napas yang sebanding dengan besarnya dosis. f. serta menaikkan aktivitas glukoronil transferase dan enzim oksidase sitokrom P450. aritmia kordis rekuren (overdosis digitalis) 23 . dosis tinggi barbiturat menyebabkan depresi pusat vasomotor diikuti pusat vasidolatasi perifer sehingga terjadi hipotensi. Barbiturat dosis sangat tinggi berpengaruh langsung terhadap kalpiler sehingga menyebabkan syok kardiovaskuler. meskipun hanya selintas efek kardiovaskuler pada intoksikasi barbituratsebagian besar disebabkan oleh hipoksia sekunder akibat depresi napas. ventilasi alveolus sedikit berkurang. Induksi enzim ini menaikkan kecepatan metabolisme beberapa obat dan senyawa endogen termasuk hormon steroid. Sistem kardiovaskuler Pemberian barbiturat dosis terapi IV secara cepat dapat menyebabkan tekanan darah turun secara mendadak.memperlihatkan beberapa efek yang berbeda pada eksitasi dan inhibisi transmisi sinaptik. kolesterol. garam empedu. sesuai dengan keadaan tidur fisiologis. Hati Efek barbiturat terhadap hati yang paling dikenal ialah efeknya terhadap sistem metabolisme obat di mikrosom. Pemberian barbiturat secara kronik menaikkan jumlah protein dan lemak pada retikulo-endoplasmik hati. parsial. yaitu δ-Amino Levulanic Acid (ALA) sintetase dan enzim sitoplasma yaitu aldehid dehidrogenase. kejang pascabedah. Barbiturat bersama-sama dengan sitokrom P450 secara kompetitif mempengaruhi biotransformasi obat serta zat endogen dalam tubuh. Selain itu.

Plasma t ½ nya sangat singkat. Indikasi Infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan gram negatif yang rentan terhadap benzilpenisilin e. kejang tipe absence h. hipotensi. sinkop Sistem pencernaan : mual. halusinasi.g. Mekanisme kerja Resorpsinya tidak tahan asam. Bentuk sediaan obat Injeksi 3 juta iu/vial b.60%.000 u perhari dibagi menjadi 1-2 kali pemberian dalam sehari Anak : 1000u/kgBB/hari c. hanya 30 menit. Ekskresinya sebagian besar melalui transport aktif tubuler ginjal. somnolen. apnea Sistem kardiovaskuler : bradikardia. gelisah. Efek samping Diare. gelisah. hiperkinesia. d. Kontraindikasi Porfiria. sembelit Reaksi lain : sakit kepala. urtikaria. muntah. kerusakan hati. anemia megaloblastik dalam penggunaan fenobarbital yang lama. demam. reaksi hipersensitivitas. depresi SSP. berpikir kelainan Sistem pernapasan : hipoventilasi. Distribusinya ke jaringan dan cairan intraseluler baik. pusing. Penisilin Procain a. 4. ggn kejiwaan. mimpi buruk. kebingungan. Dosis Dewasa : 300.000-900. insomnia. reaksi di tempat suntikan.nausea dan superinfeksi dari candidiasis 24 . ataksia. Efek Samping SSP : Agitasi. Ppnya +/.

ditemukan pembesaran getah bening di leher. B. Pada tonsil tampak kemerahan difus dan bintik-bintik petakie palatum lunak dan limfadenitis atau eksudasi anterior.V Cum disposable syringe cc 5 No. eksudasi. Nyeri faring dapat terjadi ringan sampai berat.I ∫imm ___________________________∂ R/ Diazepam inj amp No. mual. Tulisan Resep R/ ATS inj IU 20.I Cum disposable syringe cc 3 No.I Cum disposable syringe cc 5 No. Ingus hidung mukoserous. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran tonsil.I ∫imm __________________________∂ R/ Penisilin Procain inj IU 3.000 vial No. sehingga penderita susah menelan. dan muntah. FARINGITIS A.I ∫prn (bila kejang) ___________________________∂ 7. Faringitis Virus Biasanya tidak ditemukan nanah di tenggorokan Faringitis Bakteri Sering ditemukan nanah di tenggorokan 25 . Gejala klinis Keluhan yang sering timbul adalah nyeri telan. Selain itu. Gejala-gejala ini juga biasa disertai dengan demam setinggi 400C. Definisi Faringitis adalah suatu radang pada tenggorokan (faring) yang biasanya disebabkan oleh infeksi akut.3 juta vial No. dan eritema faring.E.

serta mencegah komplikasi.m. Terapi Faringitis oleh Streptococcus Group A (Depkes.2 juta U i. Tujuan pengobatan faringitis adalah untuk menghilangkan tanda klinis dan gejala. meminimalkan reaksi obat yang merugikan. mencegah penularan kontak dekat dan demam rematik akut. serta mencegah komplikasi.Demam ringan atau tanpa demam Jumlah sel darah putih normal atau agak meningkat Kelenjar getah bening normal atau sedikit membesar Tes apus tenggorokan memberikan hasil negatif Demam ringan sampai sedang Jumlah sel darah putih meningkat ringan sampai sedang Pembengkakan ringan sampai sedang pada kelenjar getah bening Tes apus tenggorokan memberikan hasil positif untuk strep throat Pada biakan di laboratorium tidak tumbuh bakteri Bakteri tumbuh pada biakan di laboratorium C. Amoksisilin (Klavulanat) 3x500 mg selama 10 hari Anak : 2-3 kali 250 mg Dewasa : 2-3 kali500 mg Anak : 3 x 250 mg Dewasa : 3 x 500 mg Lini Kedua Eritromisin (untuk pasien alergi Penisilin) atau Klaritromisin Cefalosporin generasi satu atau dua Levofloxasin (hindari pada anak amupun wanita hamil) 26 Anak : 4 x 250 mg Dewasa : 4 x 500 mg Bervariasi sesuai agen . 2005) Lini Pertama Penisilin G (untuk pasien yang tidak dapat menyelesaikan terapi oral selama 10 hari) Penisilin VK 1 x 1. meminimalkan reaksi obat yang merugikan. Pengobatan Tujuan pengobatan faringitis adalah untuk menghilangkan tanda klinis dan gejala. mencegah penularan kontak dekat dan demam rematik akut.

eradikasi Helicobacter pylori. abses gigi. Menggantikan ampisilin karena penyerapan yang lebih baik. Kontraindikasi Obat: hipersensitif terhadap penisilin Farmakokinetik : Absorpsi amoksisilin di saluran cerna lebih baik dari ampisilin. antrax Mekanisme Kerja : menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis dinding sel mikroba. termasuk infeksi saluran pernafasan. Dengan dosis oral yang sama. Kemudian terjadi aktivasi enzim proteolitik pada dinding sel. 500mg Sirup kering: 125mg/ 5ml Pengobatan infeksi yang disebabkan organism yang sesuai. bronchitis. pneumonia. sedangkan amoksisilin tidak. endokarditis. amoksisilin mencapai kadar dalam darah yang tingginya kira-kira 2 kali lebih tinggi daripada yang dicapai oleh ampisilin. sinusitis. eradikasi Helicobacter pylori. Indikasi obat : infeksi saluran kemih. dan infeksi rongga mulut lainnya. osteomielitis. gonorrhea. 27 . infeksi klamidia. infeksi saluran nafas atas. profilaksis paska splenektomi. Penyerapan ampisilin terhambat oleh adanya makanan di lambung.Amoxycilin Antibiotik beta laktam Kapsul atau tablet : 250mg. Pola resistensi antibiotik setempat/ daerah perlu dipertimbangkan Antibiotik penisilin spektrum luas. Sedang masa paruh eliminasi kedua obat ini hampir sama. Hal ini menyebabkan terjadinya hambatan sintesis dinding sel kuman karena proses transpeptidase antar rantai peptidoglikan terganggu. Obat bergabung dengan penisilin-binding protein (PBP3) pada kuman. otitis media. infeksi ginekologis. infeksi saluran kemih. efek samping lebih sedikit.

parasetamol. muntah. reaksi kulit. inf. angioedema. mual. Pada paracetamol. pyrex. praxium Bentuk sediaan: dropp. deconal.5ml 2-6 th : 5ml 7-12 th : 10ml b. nyeri akibat arthritis dan nyeri rematik Kontraindikasi : Gangguan fungsi hati berat Farmakokinetik : Diabsorbsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna Konsentrasi tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu ½ jam dan masa paruh plasma antara 1-3 jam Dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati. Sirup : 3-4x/hari < 1 th : 2. 1-2 tab Mekanisme Kerja : menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi PGG2 terganggu. hambatan biosintesis prostaglandin hanya terjadi bila lingkungannya rendah kadar peroksid seperti di hipotalamus. XV ∫ 3 dd tab 1 R/ Paracetamol tab mg 500 No X ∫ prn (1-3) dd tab I agrediente febre 28 .Efek samping : Pada hipersensitifitas terjadi reaksi alergi seperti urtikaria. dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi Efek samping : Reaksi hematologis. stomatitis. sebagian kecil sebagai paracetamol. pruritus. dan reaksi alergi Tulisan resep : R/ Amoxycilin tab mg 500 No. sirup 120mg/5ml. sakit kepala. Indikasi : Nyeri dan demam. Lokasi inflamasi biasanya mengandung banyak peroksid yang dihasilkan oleh leukosit. dapat mengalami hidroksilasi Diekskresi melalui ginjal. glositis. Tablet : dewasa 3-4x/hari. sehingga efek anti inflamasi paracetamol tidak ada. Paracetamol Nama paten : Pamol. dan gangguan saluran cerna seperti diare. rectal tube Penggunaan : a. sakit gigi. tablet 500mg.

Pro : Tn. B (29 th) 8. INFEKSI SALURAN KEMIH A. Definisi Merupakan infeksi yang melibatkan struktur saluran kemih yaitu dari epitel glomerulus tempat mulai dibentuk urin sampai dengan muara urin di meatus urethra externa. Secara mikrobiologi, definisi infeksi saluran kemih (ISK) adalah terdapatnya mikroorganisme pada struktur saluran kemih dan baru dapat dipastikan setelah didapatkannya bukti adanya koloni mikroorganisme dalam pemeriksaan kultur urin. ISK pada usia lanjut dapoat timbul sebagai akibat dari inkontinensia urin dan hipertrofi prostat yang memerlukan pemakaian kateter menetap, imobilisasi, dan menurunnya fungsi imunitas baik non spesifik maupun spesifik. B. Gejala Klinis Pada ISK bagian bawah, keluhan pasien biasanya berupa rasa sakit atau rasa panas di uretra sewaktu kencing dengan air kemih sedikit-sedikit serta rasa tidak enak di daerah suprapubik Pada ISK bagian atas dapat ditemukan gejala sakit kepala, malaise, mual, muntah, demam, menggigil, rasa tidak enak, atau nyeri di pinggang Penegakkan diagnosis : ISK dikatakan positif apabila didapatkan bakteri sejumlah ≥105 bakteri/ml urin (bakteriuria bermakna). C. Pengobatan Prinsip pengobatan infeksi saluran kemih adalah memberantas (eradikasi) bakteri dengan antibiotika. Tujuan pengobatan :    Menghilangkan bakteri penyebab Infeksi saluran kemih. Menanggulangi keluhan (gejala). Mencegah kemungkinan gangguan organ ( terutama ginjal).

Pengobatan infeksi saluran kemih menggunakan antibiotika yang telah diseleksi terutama didasarkan pada beratnya gejala penyakit, lokasi infeksi, serta timbulnya komplikasi. Pertimbangan pemilihan antibiotika yang lain termasuk efek samping, harga, serta perbandingan dengan terapi lain. Tetapi, idealnya pemilihan antibiotika berdasarkan

29

toleransi dan terabsorbsi dengan baik, perolehan konsentrasi yang tinggi dalam urin, serta spectrum yang spesifik terhadap mikroba pathogen. a. Antibiotik Antibiotik yang diberikan berdasarkan tes resistensi kuman, bila belum ada berikan antibiotik berdasarkan pola kuman yang ada, biasanya mencakup Escherichia coli dan gram negative lainnya. Antibiotik oral hanya direkomendasikan untuk ISK tak berkomplikasi dengan lama pemberian 7-10 hari pada perempuan dan 10-14 hari pada laki-laki. Antibiotik parenteral untuk ISK berkomplikasi dengan lama pemberian tidak kurang dari 14 hari. Jika belum tahu jenis bakterinya, dapat digunakan Bactrim. Bactrim merupakan pilihan pertama pada ISK tanpa komplikasi. Terapi Empirik untuk Pengobatan Infeksi Saluran Kemih (Coyle dan Prince, 2005) Diagnosis Sistitis akut tanpa Komplikasi Kuman Penyebab E. coli, S. saprophyticus Penatalaksanaan Trimetoprimsulfametoksazol, kuinolon Pyelonefritis akut E. coli Trimetoprimsulfametoksazol, Komplikasi E. coli, Proteus mirabilis, K. pneumoniae, Pseudomonas Prostatitis aeruginosa, E. faecalis Kuinolon, penisilin+aminoglikosida Kuinolon

E. coli, Proteus spp., K. pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, E. faecalis

Trimetoprimsulfametoksazol, Kuinolon

30

Cotrimoksazol merupakan kombinasi sulfametosazole (400mg) dan trimetoprim (50mg). Nama paten : Bactrim® (Roche), Kaftrim® (Kimia Farma), Inatrim® (Indo Farma), Primadex® (Dexa Medica), Sanprima® (Sanbe), Triminex® (Konimex) Bentuk sediaan :
  

Tablet ( 80 mg Trimethoprim – 400 mg Sulfamethoxazole Kaplet Forte (160 mg Trimethoprim – 800 mg Sulfamethoxazole ) Sirup suspensi ( Tiap 5 ml mengandung 40 mg Trimethoprim – 200 mg Sulfamethoxazole)

Penggunaan: Dosis yang digunakan untuk dewasa yaitu 2 tablet biasa (trimetoprim 80 mg + sulfametoksazol 400 mg) tiap 12 jam atau 1 tablet forte (trimetoprim 160 mg + sulfametoksazol 800 mg) tiap 12 jam. Pada anak-anak digunakan bentuk sirup 2 x sehari 6mg, dan diberikan segera setelah makan. - 5 bln 2,5 ml - 6 bln-5th 5ml - 6th-12th 5-10ml Mekanisme Kerja : menghambat reaksi enzimatik obligat pada 2 tahap berurutan pada mikroba, sehingga kombinasi sulfametoksazol dan trimetoprim memberikan efek energi. Sulfonamid (sulfametoksazol) menghambat masuknya molekul PABA ke dalam molekul asam folat. Trimetoprim menghambat terjadinya reaksi reduksi dari dihidrofolat menjadi tetrahidrofolat, yang penying untuk pemindahan satu atom C seperti pada pembentukan basa purin (adenin, guanin, timidin) dan beberapa asam amino (metionin, glisin). Indikasi : ISK tanpa komplikasi, efektif untuk gram positif dan negative, bronchitis kronis, pneumonia, diare Kontraindikasi : kerusakan parenkim hati, gagal ginjal berat, hamil, hipersensitifitas.

Farmakokinetik : Absorbsi melalui saluran cerna cepat dan lengkap Kadar puncak plasma dicapai dalam waktu 2 jam untuk trimetoprim dan 4 jam untuk sulfametoksazol. Waktu paruh 11jam untuk trimetoprim dan 10 jam untuk sulfametoksazol
31

nyeri akibat arthritis dan nyeri rematik Kontraindikasi : Gangguan fungsi hati berat Farmakokinetik : Diabsorbsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna Konsentrasi tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu ½ jam dan masa paruh plasma antara 1-3 jam Dimetabolisme oleh enzim mikrosom hati. anoreksia) Reaksi dermatologi (rash atau urtikaria) Paracetamol Digunakan sebagai analgetik Nama paten : Pamol. pyrex. saliva. dan empedu yang kadarnya cukup tinggi - Ekskresi terutama melalui urin. sakit gigi. hambatan biosintesis prostaglandin hanya terjadi bila lingkungannya rendah kadar peroksid seperti di hipotalamus. dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi Efek samping : Reaksi hematologis. sebagian kecil sebagai paracetamol. dan perlu perhatian kerusakan ginjal. termasuk SSP. praxium Bentuk sediaan: dropp.5ml 2-6 th : 5ml 7-12 h : 10ml Tablet : dewasa 3-4x/hari. parasetamol. dapat mengalami hidroksilasi Diekskresi melalui ginjal. sirup 120mg/5ml. muntah. inf.- Distribusi cepat ke seluruh jaringan. deconal. dan reaksi alergi Tulisan resep : R/ Bactrim tab mg 480 No. X 32 . Lokasi inflamasi biasanya mengandung banyak peroksid yang dihasilkan oleh leukosit. sehingga efek anti inflamasi paracetamol tidak ada. reaksi kulit. tablet 500mg. Indikasi : Nyeri dan demam. rectal tube Penggunaan : Sirup : 3-4x/hari < 1 th : 2. Efek samping: Gangguan pencernaan (mual. sakit kepala. Pada paracetamol. 1-2 tab Mekanisme Kerja : menghambat enzim siklooksigenase sehingga konversi asam arakidonat menjadi PGG2 terganggu.

biasanya ditandai dengan edema setempat yang cepat timbul dan menghilang perlahan-lahan. meninggi di permukaan kulit. Definisi dan Gejala Klinis Suatu reaksi vaskuler di kulit akibat bermacam-macam sebab. sekitarnya dapat dikelilingi halo. Umumnya.URTIKARIA A. B. berwarna pucat kemerahan.∫ 2 dd tab 1 R/ Paracetamol tab mg 500 No X ∫ prn Pro : Tn. Lesi dapat timbul pada kulit atau membrane mukosa. rasa tersengat atau tertusuk. Keluhan subyektif biasanya gatal. A (35 th) 9. Pengobatan 33 . ukuran lesi dan bentuknya bervariasi dari beberapa millimeter sampai plakat.

1. seperti epinefrin dan efedrin. yaitu reseptor H1 dan H2. Aktivasi reseptor histamin H2 menyebabkan vasodilatasi arteriola dan venula. dan kortikosteroid.k/i. AH1 Hampir semua urtikaria. H3 berdasarkan kemampuan menghambat aksi spesifik reseptor histamine dalam jaringan. Epinefrin (adrenalin HCl/ bitartrat). Aktivasi dari reseptor histamin H1 pada sel endotelial dan pada sel-sel otot polos menyebabkan meningkatnya permeabilitas kapiler. Simpatomimetik.m/i. pemberian antihistamin H1 merupakan pilihan pertama. antihistamin. Gatal yang biasanya menyertai urtikaria disebabkan oleh terlepasnya histamin ke dalam dermis.2-0. Substansi-substansi tersebut menyebabkan ekstravasasi cairan ke dalam dermis.1% Dosis dewasa : Dosis dewasa : 0.5 mg (0. Histamin merupakan ligand terhadap 2 reseptor membran.5 ml larutan 1:1000 Indikasi : pengobatan anafilaksis berupa bronkospasme akut atau eksaserbasi asthma yang berat. Absorbsi lebih cepat dengan cara penyuntikan intramuscular. Kontraindikasi : Glukoma sudut tertutup. leukotrien C4. terutama urtikaria kronik yang penyebabnya sulit diketahui. (adrenalin. penyakit arteri koroner. dan genetalia.Terdapat tiga jenis obat yang cukup baik untuk mengontrol gejala pada urtikaria. Farmakokinetik : pada pemberian parenteral subkutan. 34 . prostaglandin D2.v 0. a. dan substansi vasoaktif lainnya dari sel mast dan basofil pada dermis. syok hemoragi. selain itu. H2. Urtikaria disebabkan oleh terlepasnya histamin. bisa digunakan pada urtikaria akut dan dikombinasikan dengan histamine Mekanisme kerja : epinefrin mempunyai efek yang berlawanan dengan histamin.2-0. absorbs lambat karena terjadi vasokonstriksi local. epinefrin) Sediaan : injeksi : s. bradikinin. b. menyebabkan terbentuknya lesi urtikaria. dapat menyebabkan nekrosis jaringan karena terjadi vasokonstriksi pembuluh kapiler. Antihistamin Diklasifikasikan menjadi H1. dapat dipercepat dengan memijat tempat suntikan. penyuntikan ke dalam jari tangan. yang terdapat pada berbagai tipe sel. ibu jari. yaitu golongan simpatomimetik. hidung. insufisiensi pembuluh koroner jantung. yaitu menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah kulit superfisial dan permukaan mukosa.

68 mg. Tablet klemastin fumarat 1. iii. diare.hidroksizin). atau komponen lain dari formulasi. somnolen. dua kali sehari Anak 2-6 tahun : 5 mg satu kali sehari atau 2.Timeprazin tartrat spansul 5 mg. Bila serangan sering. insomnia. c. tidak melebihi 8. tujuannya adalah mencegah serangan melalui pemberian obat yang teratur. bukan diberikan bilamana perlu.a. ii. atau cetirizin 10 mg PO / hari.Klorfeniramin maleat 4 mg tiga kali sehari Cetirizine (Cetrixal. b. atau tablet 2.68 mg tiga kali sehari. 1 kali sehari atau 5 mg dua kali sehari Indikasi : Rinitis alergi dan gejala alergi lain termasuk urtikaria. dan urtikaria kronik idiopatik Mekanisme Kerja: Obat ini bersifat sebagai antagonis reseptor H1 perifer yang selektif. mulut kering. Cetirizin merupakan metabolit asam karboksilat dari hidroksizin. Peningkatan sifat polaritas cetirizin dapat menurunkan distribusi obat ke dalam CNS. iv. malaise.04 mg/hari atau lebih dari tiga tablet 2.sehingga mengurangi potensi efek samping terhadap CNS dibandingkan dengan antihistamin generasi pertama (misalnya difenhidramin. atau terfenadin 60 mg PO setiap 12 jam.5 mg dua kali sehari Anak 6-18 tahun atau dewasa: 10 mg. 1 setiap 12 jam. Bila pengobatan di atas tidak apat mengendalikan urtikaria. sakit perut. sirup 5mg/ 5ml Dosis : Anak 1-2 tahun : 250 mikrogram/kg.34 mg atau 2. hydroxyzine. misalnya: i. Ryzen) Sediaan: Tablet 10 mg.5 mg empat kali sehari. faringitis 35 . kelelahan. Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap cetirizine. Histrine. Hidroksizin hidroklorida 10-50 mg setiap 4-8 jam. Penghambat H1 non sedatif: Astemizol 10 mg 2-3 kali PO dalam keadaan lambung kosong. pertimbangkanuntuk menambahkan penghambat H1 dari golongan kimia lainnya. epistaksis.Siproheptadin hidroklorida 4 mg PO setiap 8 jam. Efek samping: sakit kepala.

a. b. Indikasi : Benign gastric. - Pendarahan Saluran Gastro Intestinal bagian atas : 4 kali sehari 400 mg. Antihistamin H2 secara oral dapat efektif pada baik urtikaria akut maupun kronik yang refrakter dengan hanya pemberian antihistamin H1. Simetidin (Licomet. kafein. dan insulin. Simetidin digunakan untuk pengobatan tukak lambung atau usus dan keadaan hipersekresi yang patologis Metabolisme : Simetidin dapat dicerna secara cepat dalam saluran cerna. asetilkolin. atau ranitidine 150 mg dua kalisehari. tukak lambung. sakit kepala. Zollinger-Ellison syndrome Mekanisme Kerja : Simetidin merupakan antagonis kompetitif histamin pada reseptor H2 dari sel parietal sehingga secara efektif dapat menghambat sekresi asam lambung. Ampul 100 mg/ml. diare.2. AH2 Dapat cukup berperan bila diberikan kombinasi dengan antihistamin H1. Radang Lambung dan usus 12 jari : 3 kali sehari 200 mg dan 400 mg sebelum tidur selama 4 sampai 6 minggu. Simetidin 300 mg empat kali sehari. tukak duodenal. Kasus berat : 3 kali sehari 400 mg dan 400 mg sebelum tidur. kadar plasma tertinggi dicapai dalam 1 jam bila diberikan dalam keadaan lambung kosong dan 2 jam bila diberikan bersama – sama dengan makanan Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap Simetidine atau komponen lain dalam produk Efek Samping : Kemerahan. pusing. refluks esofagitis. Sanmetidin. Antihistamin H1 dan H2 memiliki efek yang sinergis dan sering memberikan perbaikan yang lebih cepat dari pada bila hanya diberi antihistamin H1. Pencegahan : 400 mg sebelum tidur sebelum tidur. Kapsul 200 mg. Ampul 200 mg/2 ml Dosis : Tukak Lambung dan Usus 12 jari : 3 kali sehari 200 mg dan 400 mg sebelum tidur. Simetidin juga memblok sekresi asam lambung yang disebabkan oleh rangsangan makanan. Ulcusan) Sediaan : Tablet/Kaplet 200 mg dan 400 mg. gynaecomastia 36 .

Indikasi : Gangguan endokrin (Hiperplasia adrenal kongenital.keganasan. osteoarthritis). Mekanisme Kerja : Efek utamanya sebagai glukokortikoid. mastocytosis. SLE. dapat antara 5 – 80 mg per hari. Kaptab 5 mg Dosis : Dosis awal sangat bervariasi. penyakit saluran pernafasan. Glukokortikoid bekerja melalui interaksinya dengan protein reseptor spesifik yang terdapat di dalam sitoplasma sel-sel jaringan atau organ sasaran. dan hipertensi. membentuk kompleks hormon-reseptor. methylprednisolone. Kompleks hormonreseptor ini kemudian akan memasuki nukleus dan menstimulasi ekspresi gen-gen tertentu yang selanjutnya memodulasi sintesis protein tertentu. antihistamin mungkin gagal. penyakit rheumatoid (rheumatoid arthritis.bahkan pada dosis tinggi. dan triamcinolone. Contoh obat kortikosteroid adalah prednison. Glukokortikoid alami (hidrokortison dan kortison). Prednison (Pehacort. Kortikos teroid harus dihindari pada penggunaan jangka panjang pengobatan urtikaria kronis karenaefek samping kortikosteroid seperti hiperglikemia. maksimal 50 mg per hari. Kortikosteroid juga dapat digunakan dalam urticarial vasculitis. Protein inilah yang akan mengubah fungsi seluler 37 . tiroiditis). Kortikosteroid Dalam beberapa kasus urtikaria akut at au kronik. Glukokortikoid menyebabkan berbagai efek metabolik. penyakit-penyakit alergi (rhinitis alergi. dermatitis atopic). Untuk anak-anak 1 mg/kg berat badan. Dalam situasi seperti itu. atau m ungkin efek samping bermasalah. Tetapi umumnya dosis awal diberikan berkisar antara 20 – 80 mg per hari. asma bronkhial. Sedangkan analog sintetiknya (prednison) terutama digunakan karena efek imunosupresan dan anti radangnya yang kuat. yang biasanya tidak respon dengan antihistamin. osteoporosis. umumnya digunakan dalam terapi pengganti (replacement therapy) dalam kondisi defisiensi adrenokortikal. terapi urtikaria seharusnya respon dengan menggunakan kortikosteroid. penyakit hematologis. maka pertimbangkan kemungkinan proses penyakit lain (misalnya.c. Jika tidakberespon. ulkus peptikum. vaskulitis). bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit serta respon pasien terhadap terapi. Dellacorta) Sediaan : Tablet 5 mg. prednisolone.

Reaksi anafilaksis adalah suatu reaksi 38 . gangguan dermatologis (petechiae. meningkatnya reaktivitas pembuluh terhadap zat vasoaktif . Kontraindikasi : infeksi jamur sistemik dan hipersensitivitas terhadap prednison atau komponen-komponen obat lainnya. meningkatnya reabsorpsi natrium. Ana = jauh dari dan phylaxis = perlindungan). B (40 th) 10. Anafilaksis adalah reaksi alergi umum dengan efek pada beberapa sistem organ terutama kardiovaskular. Definisi Anaphylaxis (Yunani.osteoporosis. Syok anafilaktik (anaphylactic shock) adalah reaksi anafilaksis yang disertai hipotensi dengan atau tanpa penurunan kesadaran. kulit dan gastro intestinal yang merupakan reaksi imunologis yang didahului dengan terpaparnya alergen yang sebelumnya sudah tersensitisasi. gangguan pencernaan (ulkus peptic. ulcerative esophagitis). ecchymosis). misalnya efek glukoneogenesis. dan efek anti radang. gangguan metabolism. gangguan neurologis Tulisan resep : R/ Cetirizine tab mg 50 No. gangguan musculoskeletal (lemah otot.organ sasaran. sehingga diperoleh. V ∫ 1 dd tab 1 R/ Simetidin tab mg 300 No XII ∫ 4 dd tab I R/ Prednison tab mg 5 No IX ∫ 3 dd tab I Pro : Tn. Anafilaksis berarti menghilangkan perlindungan. hilangnya masa otot).SYOK ANAFILATIK A. respirasi. Efek Samping : gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit (retensi cairan tubuh). redistribusi lipid. meningkatnya asam lemak.

SSP : parestesia.0.0.0. DIC C. disfagia 6.2 ml d) 3-4 tahun . konjungtivitis. Karena kemiripan gejala dan tanda. rhinitis.3 ml e) 5 tahun .5 ml g) Dewasa .Volume adrenalin 1:1000 (1%) a) Dibawah 1 tahun . wheezing.anafilaksis yang terjadi tanpa melibatkan antigen-antibodi kompleks.5 – 1 ml 39 .1 ml c) 2 tahun . Adrenalin memiliki onset yang cepat setelah pemberian intramuskuler dan pada pasien dalam keadaan syok. terasa tercekik karena edema epiglotis. kabur pandangan. dan obstruksi komplit. Kulit : eritema. urtikaria.0. Gastrointestinal : mual. B. muntah. Pengobatan 1. pucat dan kadang sianosis 3. suara hilang. Gejala permulaan: sakit kepala. edema paru dan batuk. gatal dan perasaan panas 2. Respirasi : bronkospasme. aritmia dan hipoksia 5. 1. angioedema. nafas cepat dan pendek.0. Pasien dengan alergi berat dianjurkan untuk pemberian sendiri injeksi intramuskuler adrenalin. Gejala Klinis Anafilaksis merupakan reaksi sistemik. stridor. biasanya diterapi sebagai anafilaksis. Inkontinensia urin 7.05 ml b) 1 tahun .0. konvulsi dan arthralgia sendi 8.4 ml f) 6-12 tahun . 4. Volume injeksi adrenalin 1:1000 (1mg/ml) untuk injeksi intramuskuler pada syok anafilaksis. diare. absorbsi intramuskuler lebih cepat dan lebih baik dari pada pemberian subkutan.0. sinkope. Kardiovaskular : hipotensi. Umur . cramp perut. Haematologi darah : trombositopenia. diaforesis. pusing. Adrenalin Intramuskular Pemberian secara intramuskuler merupakan pilihan pertama dari cara pemberian adrenalin pada penatalaksanaan syok anafilaktik. serak.

tidak mencapai dosis terapi karena sebagian besar dirusak oleh enzim COMT dan MAO yang banyak terdapat pada dinding usus dan hati. dapat dipercepat dengan memijat tempat suntikan. Adrenalin Intravena Pada saat pasien tampak sangat kesakitan dan benar-benar diragukan kemampuan sirkulasi dan absorbsi injeksi intramuskuler.m/i. 1. 6jam berturut-turut tiap 2 jam sampai keadaan fungsi membaik 2. absorbsi lebih cepat. 3. 3. D. dilatasi pupil. adrenalin mungkin diberikan dalam injeksi intravena lambat dengan dosis 500 µg (5ml dari pengenceran injeksi adrenalin 1:10000) diberikan dengan kecepatan 100 µg/menit dan dihentikan jika respon dapat dipertahankan. 1. meningkatkan denyut jantung (takikardia) dan bronkodilatasi. 2. efek terbatas terutama saluran nafas.injeksi (inj) : s.1% Metabolisme Absorbsi.v 0. Mekanisme Obat Adrenalin (Epinefrin) Sediaan . Per parentral subkutan. Bekerja pada reseptor adrenergik-alfa1. 2. Respon dari tempat-tempat reseptor ini adalah meningkatkan tekanan darah. Per oral. tetapi efek sistemik dapat terjadi.Dosis diatas dapat diulang tiap 10 menit.1ml/kgBB dari pengenceran injeksi adrenalin 1:10000) dengan injeksi intravena lambat selama beberapa menit. Stabil dalam darah 40 . Pada anak-anak dapat diberi dosis 10πg/kgBB (0.k/i. beta2 dan beta3. absorbsi lambat karena terjadi vasokonstriksi local. Pada kemasan perlu diberi label pada kasus kolaps yang cepat orang lain dapat memberikan adrenalin tersebut. Pemberian local secara inhalasi. Pemberian Sendiri Adrenalin Individu yang mempunyai resiko tinggi untuk mengalami syok anafilaksis perlu membawa adrenalin setiap waktu dan selanjutnya perlu diajarkan bagaimana menyuntikkannya. Per parentral intramuskuler. 4. menurut tekanan darah dan nadi sampai perbaikan terjadi (mungkin diulangi beberapa kali) Observasi ketat selama 24 jam. Distribusi . terutama bila dosis besar.

splenomegali. 3-metoksi-4-hidroksifeniletilenglikol dan bentuk konjugasi : glukoronat dan sulfat. Degradasi : dalam hati yang banyak mengandung kedua enzim COMT dan MAO  oksidasi. Demam > 7 hari. hipertensi. Definisi Typhus abdominalis merupakan infeksi sistemik yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhosa. epistaksis (jarang ditemukan) 41 . syok kardiogenik Kontraindikasi : penyakit jantung berat. angina E. TYPHUS ABDOMINALIS A. artinya kuman Salmonella yang ada pada pada feses penderita atau karier mengkontaminasi makanan atau minuman orang sehat. aritmia jantung. terutama pada malam hari.Biotransformasi dan Ekskresi 1.1% inj amp No I cum disposable syringe cc 3 No I ʃ imm 11. Ekskresi : metabolit dan adrenalin yang tidak diubah dikeluarkan melalui urin Indikasi : syok anafilaksis. Dapat ditemukan: lidah kotor. reduksi menjadi metanefrin. muntah 3. Resep Cito! R/ Adrenalin 0. Gangguan kesadaran : iritabel-delirium. B. sembelit/diare. kehamilan. gugup. palpitasi. takikardi. Penyakit ini termasuk penyakit tropik yang sangat berhubungan erat dengan kebersihan perorangan dan lingkungan. Rose-spots. Bradikardi relatif. Salmonella paratyphi A. gelisah. 2. hipertiroid Efek samping : tremor. apati sampai semi-koma 5. pusing. asam 3-metoksi-4hidroksimandelat. Gejala klinis 1. dan tidak spesifik 2. Gangguan saluran pencernaan: nyeri perut. B dan C yang menyerang usus halus khususnya daerah ileum. Dapat dengan mudah berpindah ke orang lain melalui fecal oral. hepatomegali 4.

3. bulan bahkan tahun. lemas.  Pada akhir minggu pertama.6. Keadaan dehidrasi ini dapat dicegah karena infus ringer laktat mengandung komposisi elektrolit dan konsentrasinya sama dengan yang dikandung di dalam cairan ekstraseluler. kadang leukopeni  Gejala biasanya diawali dengan rasa tidak enak badan. suhu badan akan mengalami remisi harian. untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan mengembalikan keseimbangan elektrolit-elektrolit tubuh karena dalam hal ini pasien mengalami mual dan muntah dimana dapat mengancam terjadinya dehidrasi. Tanda yang juga dapat dijumpai pada daerah dada dan punggung ini akan telihat memudar bila ditekan. walau penderita sudah sehat. khususnya pada bagian perut (abdomen). Kalium 4 mEq.  Pada minggu kedua. Pada saat ini. terjadi kenaikan suhu badan yang bisa mencapai lebih dari 40°C. Panas terutama meningkat pada malam hari dengan perbedaan temperatur lebih kurang ½ sampai 2°C dibanding pagi hari. konstipasi. lekopeni dan berkurangnya atau menghilangnya dari darah sel-sek lekosit polinukleus dan eosinofil. klorida merupakan anion utama plasma darah serta kalium merupakan kation intraseluler sebagai konduksi syaraf dan otot.  Dalam beberapa hari sampai minggu. Titer aglutinin bisa tetap positip setelah beberapa minggu. Klorida109 mEq. Kadang leukositosis. Diagnosa pasti dengan kultur.  Retensi urin cukup sering terjadi. Natrium merupakan kation utama plasma darah dan menentukan tekanan osmotik. sebuah tanda khas demam tifoid yang disebut rose spots “bintik merah muda” bisa terlihat. Bila demam sangat tinggi dapat terjadi penurunan kesadaran dan penderita mengigau. Asetat 28 mEq. Kalsium 3 mEq.Kandungan elektrolitnya antara lain Natrium 130 mEq. Antibiotik 42 . Pengobatan Infus Infus Ringer Laktat 20 tetes/menit. sakit kepala dan bisa juga mimisan. terjadi gejala-gejala hematopoetik sebagai pembesaran limpa (splenomegali). Laboratorium : titer Widal 1/200 atau lebih atau 1/320 pada pemeriksaan ulangan dan klinis. nyeri yang tidak jelas.

Laktat yang terdapat di dalam larutan RL akan dimetabolisme oleh hati menjadi bikarbonat yang berguna untuk memperbaiki keadaan seperti asidosis metabolik.Kloramfenikol merupakan kristal putih yang sukar larut dalam air (1:400) dan rasanya sangat pahit Dosis Dewasa : 50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam. Kalmicetine (Kalbe Farma). sehingga bila akan dipakai sebagai cairan rumatan. hari kedua 4 x 500mg. Lanacetine (Landson) Sediaan . Antibiotik Kloramfenikol Nama paten . Larutan RL tidak mengandung glukosa. Kalium yang terdapat di dalam RL tidak cukup untuk pemeliharaan sehari-hari. sirup 125 ml/5 ml.000 ml (Kemasan larutan kristaloid RL yang beredar di pasaran memiliki komposisi elektrolit Na+ (130 mEq/L). 43 . diberikan selama demam dilanjutkan sampai 2 hari bebas demam.Kloramfenikol 4 x 500 mg.500 ml dan 1. apalagi untuk kasus defisit kalium. serbuk injeksi 1g/vail. dan laktat (28 mEq/L). antara lain untuk syok hipovolemik. dan luka bakar. kemudian dosis diturunkan menjadi 2 x 250mg selama 5 hari kemudian) Anti piretik Paracetamol 500 mg (bila perlu).(109 mEq/L). dapat ditambahkan glukosa yang berguna untuk mencegah terjadinya ketosis. sebagai obat penghilang gejala demam dan pusing 4. Anak : 50-75 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam. diare. RL banyak digunakan sebagai replacement therapy. Sifat . Farsycol (Ifars). trauma. Cl. Ca+ (3 mEq/L). Osmolaritasnya sebesar 273 mOsm/L Metabolisme RL merupakan cairan yang paling fisiologis yang dapat diberikan pada kebutuhan volume dalam jumlah besar.Kapsul 250 mg dan 500 mg.Combisetin (Combiphar). Mekanisme Obat Infus Ringer Laktat (RL) Sediaan . kloramfenikol (dosis hari pertama 4 x 250 mg. suspensi 125 mg/5 ml.

menimbulkan kadar yang lebih rendah dalam darahdibandingkan peroral.coli. Kloramfenikol terikat 50% pada protein plasma denganwaktu paruh 3 jam Metabolisme  Kloramfenikol mengalami metabolisme di hepar. Difusi kloramfenikol ke jaringan. Kloramfenikol berefek bakteriostatik terhadap kuman yang peka seperti riketsia.Bayi < 2 minggu : 25 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis terbagi tiap 6 jam. mikoplasma dan beberapa strain Salmonella serta hampir semua bakteri gram positif.) 15-25 mg/liter. N. Pada penggunaan IV dan peroral. Pneumoniae dan P. Mirabilis Absorbsi. Kloramfenikol dapat menjadi bakterisid pada Str. Meningitides dan H.  Pemberian kloramfenikol secara i.v. influenza. meski tanpa meningitis.v. Kadar puncak plasma (1 jam setelah pemberian i.namun tidak aktif pada suku Pseudomonas Sp dan Proteus sp. rongga dan cairan tubuh baik sekali.   Peroral. kapsul 250 ± 500 mg dan suspensi 125 mg/5ml Distribusi. dengan BA 7590%. kecuali ke dalam empedu. dosis harus diturunkan Ekskresi  Resorpsi kloramfenikol dari usus cepat dan agak lengkap. terutama sebagai metabolit inaktif. Berikan dosis lebih tinggi untuk infeksi lebih berat. K. Kloramfenikol diekskresi 5 ± 30%melalui urin. 90% zat ini dirombak menjadi glukoronida inaktif. Mekanisme kerja Efek antimikrobaKloramfenikol bekerja pada spektrum luas. Pneumonia. Pada penderita gangguan hepar. Dalam hati. Obat ini efektif terhadap sebagian besar strain E. Kadarnya di cairan serebrospinal tinggi sekali dibandingkan dengan antibiotika lain. Kloramfenikol melalui penggunaan peroral saja diekskresi melalui empedu dan tinja dalam jumlah kecil. Setelah umur 2 minggu bayi dapat menerima dosis sampai 50 mg/kgBB/ hari dalam 4 dosis tiap 6 jam. 44 . sejumlah bakteri anaerob dan sejumlah bakteri gram negatif. klamidia.

mual. stomatitis. bruselosis. Anak 0-1 tahun – ½ sendok takar (5ml) 2. sindrom grey pada bayi premature dan bayi baru lahir. dan selektif mengahmbat COX-2. psitakosis. Farmadol. influenza (terutama meningitis). rickettzia. Anak 1-2 tahun – 1 sendok takar (5ml) 3. anemia. Pyrex. Panadol biru. Biogesic.Indikasi : demam tifoid dan paratifoid. Dewasa dan anak atas 12 tahun – 1 tablet (3-4 kali sehari) 2. Dumin.  Onset dari Paracetamol kurang dari 1 jam dengan waktu paruh sekitar 13 jam. Kontraindikasi : Hipersensitif. sirup forte 250 mg/ml. kehamilan. Sediaan – tablet 500mg. Fasgo Forte. glositis. Dosis Tablet 1. muntah. neuritis optic. Sanmol tablet. 45 . Pyridol. H. reaksi hipersensitivitas misalnya anafalitik dan urtikaria. neuritis perifer. sirup 160 mg/5ml. Contratemp. Anak 9-12 tahun – 3-4 sendok takar (5ml) Mekanisme Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX). Absorbsi . Anak 6-9 tahun – 2-3 sendok takar (5ml) 5. Anak-anak 6-12 tahun – ½ . gastroenteristis. menyusui. Fevrin. infeksi berat karena Salmonella sp. Pamol. hemoglobinuria nocturnal. Cupaol. disentri. sirup 125mg/5ml. Sanmol. Meskipun mempunyai efek antipiretik dan anelgesik dan antiinflamasi yang lemah. Anak 2-6 tahun – 1-2 sendok takar (5ml) 4.1 tablet (3-4 kali sehari) Sirup 125 mg/5ml 1. depresi sumsum tulang Antipiretik Paracetamol Nama paten – Alphamol. limfogranuloma. pasien porfiria Efek samping : Kelainan darah reversible dan ireversibel seperti anemia aplastik anemia (dapat berlanjut menjadi leukemia). eritema multiforme. Bodrexin demam. diare.

Distribusi dan Metabolisme  Paracetamol didistribusikan secara luas dalam cairan tubuh dan dengan mudah Eksresi  Setelah paracetamol dimetabolisme oleh liver. ruam pada kulit. DEN-3. serta pasien dengan ketergantungan terhadap alcohol. juga diabsorpsi secara baik dari membrane mukosa rectum. yaitu . acute renal tubular necrosis. dyscrasia darah (seperti thrombocytopenia. agranulocytosis). kerusakan liver Tulisan resep : R/ Ringer laktat inf flab No II cum infuse set IV catheter no 22 ʃ imm R/ Chloramphenicol tab mg 500 No IV ʃ 4 dd tab 1 R/ Paracetamol tab mg 500 No IV ʃ prn (3-4) dd tab 1 Pro : Nn M (21th) 12. Kontra Indikasi : alergi terhadap paracetamol. famili Flaviviridae. leucopenia. DEN2. neutropenia. hypersensitivitas. gangguan fungsi hati dan ginjal. aman untuk wanita hamil dan anak-anak. DEN-4. lalu dieksresi oleh ginjal dan dalam jumlah kecil pada air susu ibu (ASI) Paracetamol. Paracetamol cepat diabsorpsi di saluran pencernaan. dan mempunyai 4 jenis serotipe. Definisi Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod Borne Virus (Arboviroses)yang sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus. 46 No I No I . Indikasi : meredakan demam dan nyeri yang ringan sampai sedang yang disebabkan oleh berbagai hal. post-Immunisation Pyrexia. Efek Samping : mual. DENGUE HEMORAGIK FEVER (DHF) A. DEN-1.

sebagai obat penghilang gejala demam dan pusing D. Bila terjadi peningkatan dari hepatomegali dan hati teraba kenyal harus di perhatikan kemungkinan akan tejadi renjatan pada penderita . nyeri kepala dan rasa lemah dapat menyetainya. Hepatomegali Pada permulaan dari demam biasanya hati sudah teraba. Demam Demam terjadi secara mendadak berlangsung selama 2 – 7 hari kemudian turun menuju suhu normal atau lebih rendah.9 % 47 . Pengobatan Infus Infus NaCl 0. Mekanisme obat Infus NaCl 0. 4. gejala – gejala klinik yang tidak spesifik misalnya anoreksia. ( Soedarto. Renjatan (Syok) Permulaan syok biasanya terjadi pada hari ke 3 sejak sakitnya penderita. dingin pada ujung hidung. Perdarahan ringan hingga sedang dapat terlihat pada saluran cerna bagian atas hingga menyebabkan haematemesis.9 % 20 tetes/menit. dimulai dengan tanda – tanda kegagalan sirkulasi yaitu kulit lembab. 3. 1990 . Perdarahan Perdarahan biasanya terjadi pada hari ke 2 jdari demam dan umumnya terjadi pada kulit dan dapat berupa uji tocniguet yang positif mudah terjadi perdarahan pada tempat fungsi vena. jari kaki serta sianosis disekitar mulut. Gejala Klinik 1. nyeri tulang dan persediaan. Antipiretik Paracetamol 500 mg (bila perlu).B. petekia dan purpura. 39). Bila syok terjadi pada masa demam maka biasanya menunjukan prognosis yang buruk C. Perdarahan gastrointestinat biasanya di dahului dengan nyeri perut yang hebat. untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan mengembalikan keseimbangan elektrolit-elektrolit tubuh karena dalam hal ini pasien mengalami mual dan muntah dimana dapat mengancam terjadinya dehidrasi. jari tangan. Bersamaan dengan berlangsung demam. meskipun pada anak yang kurang gizi hati juga sudah. 2. Nyeri punggung .

Fasgo Forte. yaitu tidak mengandung HCO3. Dumin.500 ml dan 1. dimana RL tidak cocok untuk digunakan (seperti pada alkalosis. Farmadol. Sanmol tablet. tidak mengandung K+ . sirup forte 250 mg/ml. Panadol biru.9% yang beredar di pasaran memiliki komposisi elektrolit Na+ (154 mEq/L) dan Cl(154 mEq/L). Contratemp. Sediaan – tablet 500mg. NaCl 0.000 ml (Kemasan larutan kristaloid NaCl 0.Sediaan . terutama pada kasus seperti kadar Na+ yang rendah. Cupaol. Pyrex. Bodrexin demam.1 tablet (3-4 kali sehari) Sirup 125 mg/5ml Anak 0-1 tahun – ½ sendok takar (5ml) Anak 1-2 tahun – 1 sendok takar (5ml) Anak 2-6 tahun – 1-2 sendok takar (5ml) Anak 6-9 tahun – 2-3 sendok takar (5ml) Anak 9-12 tahun – 3-4 sendok takar (5ml) Mekanisme 48 . Cairan ini memiliki beberapa kekurangan. dengan osmolaritas sebesar 300 mOsm/L) Metabolisme NaCl 0. asidosis dilusional. sirup 125mg/5ml. dan hipernatremi Antipiretik Paracetamol Nama paten – Alphamol.. sebagai pengencer sel darah merah sebelum transfusi. dapat menimbulkan asidosis hiperkloremik. Pamol. retensi kalium). Biogesic. Dosis Tablet Dewasa dan anak atas 12 tahun – 1 tablet (3-4 kali sehari) Anak-anak 6-12 tahun – ½ . sirup 160 mg/5ml. Fevrin. Sanmol.9% merupakan cairan pilihan untuk kasus trauma kepala. Pyridol.9% (normal saline) dapat dipakai sebagai cairan resusitasi (replacement therapy).

Paracetamol cepat diabsorpsi di saluran pencernaan. agranulocytosis). acute renal tubular necrosis. Efek Samping : mual. juga diabsorpsi secara baik dari membrane mukosa rectum. ruam pada kulit.   Onset dari Paracetamol kurang dari 1 jam dengan waktu paruh sekitar 13 jam. aman untuk wanita hamil dan anak-anak. gangguan fungsi hati dan ginjal.9 % flab No III cum infus set IV catheter ʃ imm R/ Paracetamol tab mg 500 No III ʃ prn (1-3) dd tab I Pro : Sdr X (21 th) No I No I 49 . post-Immunisation Pyrexia. dan selektif mengahmbat COX-2. Kontra Indikasi : alergi terhadap paracetamol. Distribusi dan Metabolisme  Paracetamol didistribusikan secara luas dalam cairan tubuh dan dengan mudah Eksresi  Setelah paracetamol dimetabolisme oleh liver.Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX). serta pasien dengan ketergantungan terhadap alcohol. hypersensitivitas. Meskipun mempunyai efek antipiretik dan anelgesik dan antiinflamasi yang lemah. lalu dieksresikan oleh ginjal dan dalam jumlah kecil pada air susu ibu (ASI) Paracetamol. Indikasi : meredakan demam dan nyeri yang ringan sampai sedang yang disebabkan oleh berbagai hal. Absorbsi . leucopenia. kerusakan liver Tulisan resep : R/ Infus NaCl 0. dyscrasia darah (seperti thrombocytopenia. neutropenia.

sehingga pada kasus yang berat penderita tidak dapat makan dan minum. 50 . Penggunaan kortikosteroid merupakan tindakan life saving. Kelainan di sekitar lubang badan (mulut. Sistemik: 1. Bila keadaan umum buruk dan lesi menyeluruh. alat genital. Jika keadaan umum baik dan lesi tidak menyeluruh cukup diobati dengan prednisone 3040 mg/ hari. kelainan mukosa. Erupsi timbul mendadak. 2. Biasanya digunakan deksametason injeksi dosis permulaan 4-6 mg/ hari. C. dan bibir selalu ditemukan dan dapat meluas ke faring. Mengembalikan keseimbangan cairan dan elektrolit dengan pemberian cairan intravena 2. disusul mukosa mata dan genitalia sehingga terbentuk trias: stomatitis. Penatalaksanaan Umum: 1. STEVEN JOHNSONS`S SYNDROM A. Definisi Stevens-Johnson syndrome (SJS) atau sindrom Stevens-Johnson adalah penyakit kulit akut dan berat yang disebabkan oleh alergi atau infeksi dan dianggap sebagai hipersensitivitas kompleks yang memengaruhi kulit dan selaput lendir. Kelainan pada selaput lendir. kelelahan. Pada umumnya masa krisis dapat diatasi dalam beberapa hari.13. Sindrom ini mengakibatkan kematian sel-sel kulit sehingga epidermis mengelupas/memisahkan diri dari dermis. dan lesi pada mata. lengan dan kaki dan juga telapak tangan. B. namun biasanya tidak muncul di bagian kulit kepala. Meskipun pada umumnya tidak diketahui penyebabnya (idiopatik). Pada bibir sering dijumpai krusta hemoragik. dan anus) berupa erosi. infeksi virus dan atau keduanya. dan balanitis/ uretritis. mulut. sakit tenggorokan. pada kasus tertentu yang sangat jarang ditemukan sindrom ini berhubungan dengan kanker. Jika penderita koma. dan perdarahan. beberapa penderita mengalami kerusakan mata permanen. Setelah itu dosisnya segera diturunkan secara cepat. lakukan tindakan darurat terhadap keseimbangan O2 dan CO2. Gejala Klinis Gejala prodormal tidak spesifik dan dapat berlangsung hingga 2 minggu Biasanya didahului panas tinggi. Keadaan ini dapat menyembuh dalam 3-4 minggu tanpa sisa. ditandai dengan adanya erupsi kulit. ekskoriasi. Gejala bermula di mukosa mulut berupa lesi bulosa atau erosi eritem. dan nyeri pada persendian. setelah dosis mencapai 5 mg/ hari lalu diganti dengan tablet kortikosteroid. harus diobati secara cepat dan tepat. konjungtivitis. Ruam lesi/melepuhnya kulit muncul sekitar satu inci pada wajah. biasanya penyebab utama yang paling sering dijumpai adalah akibat dari alergi obat-obatan tertentu.

Vesikel dan bula yang pecah diberi bedak salisil 2% 2. Resep R/ Infus Dextrose 5% flab No. K (35 th) E. I S ue R/ Gentamycin inj. 4. IV Cum disposable syringe cc 3 No. berspektrum luas. Topikal: 1. Lesi yang basah dikompres dengan asam salisil 1%.III Cum infus set No. IV S imm R/ Kenalog in orabase g 5 tube no. Obat tersebut misalnya ciprofloxacin 2x400 mg i. Konjungtivitis diberi salep mata yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid. Biasanya digunakan gentamicin dengan dosis 2x80 mg. Antibiotik yang dipilih hendaknya yang jarang menyebabkan alergi. dan tidak atau sedikit nefrotoksik. II S imm Pro: Tn. Untuk mengurangi efek samping kortikosteroid diberikan diet rendah garam dan tinggi protein.I S imm R/ Cortidex inj.I IV catheter no. mg 5 amp No.3. 3.v dan klindamisin 2x600 mg i.v sehari.22 No. D. mg 80 amp No. bersifat bakterisidal. PEMBAHASAN OBAT 51 . II Cum disposible syringe cc 3 No. Kelainan mulut yang berat diberi kompres asam borat 3% 4.

misalnya.1%) triamcinolone acetonide dalam pasta emolien gusi yang terdiri dari gelatin. dan penyakitpenyakit lain yang biasa menggunakan glukokortikoid. osteoporosis. KONTRA-INDIKASI : Pada penderita dengan ulkus peptikum. ≤1 tahun 0. EFEK SAMPING : Efek samping umumnya terjadi karena pemakaian dosis besar dan terus menerus. Mampu menstabilkan tekanan daarah. pectin dan carboboxymethylcellulose sodium in Plastibase (Plasticized Hydrocarbol Gel).25-1 mg. untuk penyakit alergi seperti penyakit serum dan asma. Syok 1-6 mg/kgBB dosis tunggal. anak 6-12 tahun 0. 1-5 tahun 0. meningkatkan produksi urin dan mengurangi edema.1-0. Berfungsi untuk mengurangi edema. ekskresi melalui ginjal. MEKANISME KERJA : menghambat limfosit dan makrofag. sebagai terapi adjuvan dan untuk memperbaiki gejala sementara yang berhubungan dengan inflamasi oral dan lesi ulseratif pada trauma. KENALOG IN ORA BASE FARMAKOLOGI : Tiap gramnya mengandung 1 mg (0. ulkus peptikum.DEXTROSE 5% Infus Infus dextrose 5% termasuk pada kelompok koloid yang memiliki ukuran molekul yang cukup besar sehingga akan tetap pada pembuluh darah.25 mg. psikosis. Diberikan 2x/hari. suatu glukokortikoid sintetis yang dalam dosis kecil sudah cukup kuat bekerja sebagai anti-inflamasi dan anti-alergi. Obat ini termasuk pada kortikosteroid dengan kekuatan medium. sehingga sifatnya hipertonik yang dapat menarik cairan dari pembuluh darah. metabolism di liver. 52 . INDIKASI : Biasanya digunakan pada lesi di daerah mulut. INDIKASI : Semua penyakit yang dapat diobati dengan kortikosteroid secara sistemik.5-9 mg dalam dosis terbagi.1-0. CORTIDEX® FARMAKOLOGI : mengandung Deksametason. untuk penyakit gangguan pada darah misalnya leukemia akut. Ampul : terapi intensif/ darurat 2-4 mg 6-8 mg/ hari (IM/IV) maksimal 50 mg/hari. osteoporosis dan fraktur vertebra. DOSIS : Tablet: dewasa 0. FARMAKOKINETIK : sebagian besar terikat globulin dan sisanya oleh albumin.25 mg. Sebagai obat anti peradangan misalnya pada artritis. gatal dan nyeri pada lesi. menghambat phospholipase A2 sehingga menghambat pelepasan asam arakidonat.

Ekskresi melalui urin.v. dosis inisial yang lebih tinggi dapat diberikan dengan pertimbangan yang cermat untuk pasien jika cairan ekstraseluler meningkat (udem. Biasanya diberikan bersamaan dengan cairan infus. infeksi saluran urin. atau i.m.v. 14. atau i. dan profilaksis untuk bakteri endokarditis dan tindakan bedah. v. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblast). virus atau infeksi bakteri pada mulut dan tenggorok.m. DOSIS : Dosis diberikan secara individu karena indek terapinya relatif sempit  Dosis umum : o o Bayi dan anak < 5 tahun : 2. infeksi kulit dan jaringan lunak.2. nefrotoksisistas. Definisi Adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. syok)  Dosis tunggal : 4 – 7 mg/kg BB/dosis tunggal/hari. endokarditis dan septikemia . m. Anak > 5 tahun : 2 . Proteus. Disebabkan obat ini mengandung kortikosteroid. reaksi alergi.KONTRAINDIKASI : pasien dengan hipersensitifitas komponen pembentuk obat. 53 .   Dewasa : Diberikan secara i. infeksi tulang. atau i. abdomen. agranulositosis.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. gatal. beberapa klinisi memberikan rekomendasi dosis tersebut untuk pasien yang fungsi ginjalnya normal. Konfensional : 1 – 2. Pada anemia jenis ini. Serratia) dan Gram positif (Staphylococcus).5 mg/kg BB/ dosis setiap 8 – 12 jam untuk mendapatkan kadar puncak secara cepat pada terapi. GENTAMYCIN INJEKSI Gentamycin injeksi ialah antibiotik aminoglikosida untuk bakteri gram negatif. rash. i. 30 menit setelah pemberian dengan infus. FARMAKOKINETIK : Kadar puncak serum : i.m 30-90 menit. INDIKASI : Infeksi bakteri gram negatif (Pseudomonas.5 mg/kg BB setiap 8 jam secara i. KONTRAINDIKASI :Hipersensitif terhadap Gentamisin dan Aminoglikosida lain EFEK SAMPING : vertigo. ANEMIA PERNISISOSA A. edema. kadang disebabkan juga oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker. Disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut (karena kekurangan faktor intrinsik).v. maka dikontraindikasikan terhadap jamur. infeksi saluran nafas. ataxia. penggunaan topical.

Gejala Klinis   Kelelahan dan kelemahan. Selain mengurangai pembentukan sel darah merah. kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan kesemutan di tangan dan kaki. Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan). depresi. dan penurunan fungsi intelektual. diare. warna kulit menjadi lebih gelap. kaki dan tangan.  Gejala lainnya adalah buta warna tertentu. EFEK SAMPING : reaksi alergi akibat kobal berupa eczema dan exantem. I Cum disposable syringe cc 10 No. Penatalaksanaan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12. mild splenomegali. I S imm Pro : Tn. Ekskresi melalui urine dan empedu. penurunan berat badan. termasuk warna kuning dan biru. 54 . dan pergerakan yang kaku. retinal hemorage. Resep R/ Arcored inj vial No. C. 90% disimpan di jaringan terutama di hati. parestesi. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal. vitamin B12 terikat pada intrisik faktor. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu. sesak nafas. Dalam darah terikat pada protein pembawa transkobalamin. Pembahasan Obat Arcored FARMAKOLOGI DOSIS : vitamin B12 1000 mcg/ ml : 1000 mcg/ ml tiap minggu (IM) MEKANISME KERJA : vitamin B12 bekerja sebagai katalisator reaksi konversi 5-CH3CH4 folat dan homosistein menjadi H4 folat dan metionin (penting untuk replikasi DNA) oleh enzim 5-CH3-CH4 folat homosistein metal transferase. FARMAKOKINETIK : untuk transport dan absorbsi. D.B. karena itu diberikan melalui suntikan. K (50 th) E. Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan. luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar. hilangnya rasa di tungkai.

Disebut juga whooping cough oleh karena penyakit ini ditandai oleh sindrom yang terdiri dari batuk yang bersifat spasmodik dan paroksismal disertai nada yang meninggi. Pada anak yang lebih besar manifestasi klinis tersebut lebih ringan dan lama sakit lebih pendek. rata-rata 7 hari. emesis (66-80%). Suhu jarang >38. pertusis dan juga lama sakit lebih pendek. karena pasien berupaya untuk menarik napas sehingga akhir batuk sering disertai bunyi yang khas. violent cough. C. BATUK REJAN A. spasmodic) dan stadium konvalesens. Definisi Batuk rejan merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang dapat menyerang setipa orang yang rentan seperti anak yang belum diimunisasi atau orang dewasa dengan kekebalan yang menurun. B. bronkiseptika lebih ringan daripada B. D. kejang jarang pada anak > 2 tahun. whoops (tarikan napas panjang dan dalam berbunyi melengking) (60-70%). preparosksismal). Antibiotik Makrolida pada guideline CDC 2005 A. Disebabkan oleh bakteri Bordetella pertusis. Penatalaksanaan 1. Penyakit yang disebabkan B. Namun tidak semua pasien batuk rejan memiliki bunyi yang khas. umur dan status imunisasi. Manifestasi klinis tergantung dari etiologi spesifik. 250mg) pada hari ke 2-5. Azitromisin Bayi < 6 bulan : 10mg/kgBB.15. Gejala pada anak yang berumur < 2 tahun yaitu. Sinonim Pertusis. Dewasa: 500mg hari ke-1. dilanjutkan 250mg/hari padahari ke 2-5. Perjalanan klinis penyakit ini dapat berlangsung dalam 3 stadium yaitu stadium kataralis (prodormal. dilanjutkan 5mg/kgBB (max. 55 . whooping cough. batuk paroksismal (100%).40C pada semua golongan umur. stadium akut paroksismal (paroksismal. batuk seratus hari. dispnea (70-80%).hari selama 5 hari Bayi dan anak > 6 bulan : 10mg/kgBB (max 500mg) hari I. dan kejang (20-25%). parapertusis atau B. sedangkan perjalanan penyakit ini berlangsung antara 6-8 minggu atau lebih. lussis quinta. Gejala Klinis Masa inkubasi 6-20 hari.

B (29 th) F. Eritromisin Bayi < 1 bulan : tidak direkomendasikan karena berisiko menyebabakan Infant Hypertrophic Pyloric Stenosis (IHPS). Ekpektoransia dan mukolitik 3. Bayi > 1 bulan dan anak-anak : 40-50mg/kgBB/hari (max 2 g/hari) dibagi dalam 4 dosis selama 14 hari. Lumirol sebagai sedate E. Makanan memperburuk absorpsinya.5 h ac R/ Codein tab mg 20 No XXI ∫ 3 dd tab 1 Pro : Tn. Klaritromisin Bayi < 1 bulan tidak direkomendasikan Bayi dan anak > 1 bulan : 15mg/kgBB/hari (max 1g/hari) dibagi dalam 2 dosis setiap hari. Pembahasan Obat Eritromisin Eritromisin dihasilkan oleh Streptomyces erytheus golongan makrolida. Dewasa : 1 g/hari dalam 2 dosis selama 7 hari. Namun jika azitromisin tidak ada. selama 7 hari. 4. 56 . D. C.B. maka sebaiknya digunakan saat perut kosong. Dewasa : 2 g/hari dibagi dalam 4 dosis selama 14 hari. Resep R/ Eritromisin tab mg 500 No. maka harus diberikan secara enteric-coated (dengan selaput tahan-asam) atau sebagai garam atau ester. Alternatif : Kotrimoksazol. 2. Kodein diberikan bila terdapat batuk-batuk yang berat. XXVIII ∫ 4 dd tab 1 0. Obat ini bekerja bakteriostatik terhadap terutama bakteri gram positif dan spectrum kerjanya mirip penisilin G. Eritromisin diuraikan oleh asam lambung. Mekanisme kerja melalui pengikatan reversible pada ribosom kuman sehingga sintesis protein kuman dihambat. eritromisin dapat digunakan dengan dosis 40-50mg/kgBB/hari dibagi dalam 4 dosis.

Eritromisin dalam dosis tinggi dapat menimbulkan ketulian reversible. Pada kehamilan dan laktasi eritromisin dapat diberikan dengan aman. terutama dalam bentuk inaktif. Dosis pemberian oral 2-4 x 250-500mg pada saat perut kosong. Obstipasi dan mual dapat terjadi terutama pada dosis lebih tinggi (diatas 3 dd 20 mg). mungkin akibat pengaruhnya terhadap SSP. Glaukoma A. Lebih jarang berupa sakit kepala dan reaksi kulit. Eritromisin etilsuksinat Tablet kunyah 200 mg Suspensi oral mengandung 200 mg/5 ml dalam botol 60 ml Tetes oral mengandung 100 mg/2. di dalam hati zat ini didemetilasi menjadi norkodein dan morfin (10%) yang memberikan sifat analgetiknya. Eritromisin preparat kapsul/tablet 250 mg dan 500 mg.5 ml dalam botol 30 ml Dewasa : 400-800 mg tiap 6 jam atau 800 m tiap 12 jam Anak: 30-50 mg/kg berat badan sehari dibagi dalam beberapa dosis. Efek samping dan risiko adiksinya lebih ringan sehingga sering digunakan sebagai obat batuk. Plasma-t½-nya 3-4 jam.Metabolisme di hati menjadi metabolit inaktif. Efek samping terpenting adalah gangguan lambung-usus dan berupa diare. nyeri perut.5 mg/kg. Resorpsi oral dan rectal baik.hari. Obat tidak perlu diberikan sebelum makan. uintuk anak-anak 20-40mg/kgBB/hari. Dewasa : 1-2 g/hari. Pada batuk 4-6 dd 10-20 mg maks 120 mg. Ekskresi melalui kemih sebagai glukoronida dan 10% secara utuh. dibagi dalam 4 dosis Anak : 30-50 mg/kg berat badan sehari dibagi dalam 4 dosis Dosis dapat ditingkatkan 2x lipat pada infeksi berat Obat diberikan sebelum makan Eritromisin stearat kapsul 250 mg dan tablet 500 mg Suspensi oral mengandung 250 mg/5 ml Dewasa : 250-500 mg tiap 6 jam atau 500 mg tiap 12 jam Anak : 30-50 mg/kg berat badn sehari dibagi dalam beberapa dosis. anak-anak 4-6 dd 1 mg/kg. Codein Kodein merupakan salah satu analgetik narkotik golongan agonis opioid yakni obatobat yang memiliki (sebagian) sifat farmakologi dari candu (opium) atau morfin. Kodein bekerja sebagai antitusive secara sentral dengan menekan pusat-batuk di sumsum lanjutan dan mungkin juga bekerja terhadap pusat-saraf lebih tinggi (di otak) dengan efek menenangkan. Dosis untuk nyeri yaitu oral 3-6 dd 15-60 mg garam-HCl. Ekskresinya berlangsung melalui empedu dan tinja serta kemih. Definisi 57 . anak-anak di atas 1 tahun 3-6 dd 0. 16. obat anti diare dan obat antinyeri yang diperkuat melalui kombinasi dengan parasetamol/asetosal. Dengan demikian zat-zat ini menaikkan ambang bagi impuls batuk. nausea dan kadang-kadang muntah.

Pembedahan yang meliputi iridektomi untuk glaukoma penutupan sudut. D. penurunan visus secara cepat dan progresif. Mekanisme Obat a. Pembedahan dapat diperlukan. Sebagai miotik untuk memebesarkan saluran pengeluaran cairan mata dengan cara perangsangan reseptor kolinergik muskarinik. B. Gejala Klinis Nyeri. pembedahan drainase. sehingga merusak jaringan-jaringan syaraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata. Tekanan intraokular harus dipantau setiap tahun pada individu yang berusia lebih dari 40 tahun atau setiap individu yang mengalami peningkatan risiko gangguan ini. fotofobia C. Pengobatan Tetes mata digunakan untuk menurunkan tekanan intraokular. 5) Metabolisme 58 . Bekrja pada anyaman trabekular dengan meningkatkan kontraksi muskulus siliaris sehingga pupil mengalami miosis. Meningkatnya tekanan di dalam bola mata ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan pembuangan cairan dalam bola mata.adalah kerusakan penglihatan yang biasanya disebabkan oleh meningkatnya tekanan bola mata. Pilocarpin HCl 1) Bentuk dan sediaan Tetes mata 2) Nama paten Cendocarpin 3) Dosis 2 % diberikan satu tetes tiap 8-12 jam 4) Mekanisme kerja Merupakan golongan agonis kolinergik. Pada glaukoma penutupan sudut akut. atau trabekuloplasti laser dapat digunakan untuk memperbaiki aliran keluar aqueous humor. Keadaan tersebut menyebabkan iris teratrik ke belakang dan sudut bilik mata depan terbuka. Obat-obatan yang paling sering digunakan adalah penyekat beta untuk mengurangi produksi aqueous humor atau obat parasimpatomimetik untuk menvebabkan konstriksi pupil dan meningkatkan aliran aqueous humor keluar dari mata. diuretik dapat digunakan untuk menurunkan tekanan intraokular. mual muntah.

gagal jantung 8) Efek samping Reaksi alergi. Betabloker (timolol maleat) 1) Bentuk dan sediaan Tetes mata 2) Nama paten betimol 3) Dosis 1 tetes dapat diberikan dalam interval 8-12 jam sehari 4) Mekanisme kerja Menurunkan tekanan intraokuler dengan mengurangi produksi humor akuos dengan cara memblok reseptor β 2 dalam prosesus siliaris. Half life timolol dalam plasma adalah sekitar 4 jam. bradikardi. glaukoma sudut tertutup akut. diekskresikan melalui urin. injeksi 2) Nama paten Diamox 3) Dosis 59 . reaksi alergi b. 8) Efek samping Salivasi. 5) Metabolisme Timolol dan metabolitnya diekskresikan dalam urin. 6) Indikasi Glaukoma sudut terbuka kronik. 6) Indikasi Glaukoma. hipertensi okuler 7) Kontraindikasi Asma bronkhial. aritmia c. pandangan kabur. efek puncak terjadi antara 30-60 menit dan berlangsung selama 8-12 jam. hipertensi okuler 7) Kontraindikasi Pasien dengan risiko retinal detachment. radang iris akut. Karbonik anhidrase inhibitor (Asetazolamide) 1) Bentuk dan sediaan Tablet.Mula kerjanya cepat. bradikardi. Metabolisme di hepra. uveitis.

pendengaran berkurang C. Pengobatan pada stadium awal ditujukan untuk mengobati infeksi saluran napas. Stadium Oklusi 60 . dekongestan lokal atau sistemik. 500 mg untuk injeksi 4) Mekanisme kerja Menurunkan tekanan intraokuler dengan menghambat produksi humor akuos. Otitis Media Akut A. paresthesia E. batu ginjal.2 x 250 mg secara oral. dengan pemberian antibiotik. Definisi Infeksi telinga bagian tengah yang disebabkan bakteri atau virus B. Gejala Klinis Nyeri telinga. Hal tersebut dilakukan dengan cara menghambat kerja enzim karbonik and\hidrase di korpus siliaris 5) Metabolisme Asetazolamide di ekskresikan melalui ginjal. tinnitus. Resep R/ Cendocarpin 2 % gtt ophtl fl No I    2 dd gtt 1 ODS £ R/ Timolol maleat gtt ophtl fl No I 2 dd gtt 1 ODS £ R/ Asetazolamid tab mg 250 No XX 2 dd tab 1 £ 17. dan antipiretik. Pengobatan Terapi bergantung pada stadium penyakitnya. penyakit ginjal 8) Efek samping Dispepsia. polakisuria. pusing. demam. 6) Indikasi Glaukoma 7) Kontraindikasi wanita hamil.

Bila tidak. Jika terjadi resistensi. penmox 3) Dosis Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20-40 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 3 dosis. Mekanisme Obat a. antibiotik dapat dilanjutkan sampai 3 minggu. Untuk terapi awal diberikan penisilin intramuskular agar konsentrasinya adekuat di dalam darah sehingga tidak terjadi mastoiditis terselubung. Antibiotik diberikan minimal selama 7 hari. Penicillin (Amoxycillin) 1) Bentuk dan sediaan Tablet 2) Nama paten Amoxan. Stadium Perforasi Terlihat sekret banyak keluar. mungkin telah terjadi mastoiditis. Dianjurkan pemberian antibiotik golongan penisilin atau eritromisin. Bila tetap. pasien harus dirujuk untuk melakukan miringotomi bila membran timpani masih utuh sehingga gejala cepat hilang dan tidak terjadi ruptur. Biasanya sekret akan hilang dan perforasi akan menutup sendiri dalam 7-10 hari. Dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kg : sehari 750-1500 mg dalam dosis terbagi 4) Mekanisme kerja 61 . Stadium Resolusi Membran timpani berangsur normal kembali. D. dapat diberikan kombinasi dengan asam klavulanat atau sefalosporin. kadang secara berdenyut. sekret tidak ada lagi. dan analgesik. Stadium Presupurasi Diberikan antibiotik. Bila membran timpani sudah terlihat hiperemis difus. dan perforasi menutup. gangguan pendengaran sebagai gejala sisa dan kekambuhan.Terapi ditujukan untuk membuka kembali tuba Eustachius sehingga tekanan negatif di telinga tengah hilang. Antibiotik diberikan bila penyebabnya kuman. Stadium Supurasi Selain antibiotik. sebaiknya dilakukan miringotomi. Diberikan obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari serta antibiotik yang adekuat sampai 3 minggu. Sumber infeksi lokal harus diobati.

Telah dibuktikan bahwa parasetamol mampu mengurangi bentuk teroksidasi enzim siklooksigenase (COX). 5) Metabolisme Penisilin mudah rusak pada suasana asam. pneumonia cystitis. infeksi kulit dan jaringan lunak. Panadol 3) Dosis 4) Mekanisme kerja Parasetamol menghambat produksi prostaglandin (senyawa penyebab inflamasi). Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase. S. gonorhea yang tidak terkomplikasi. N. E. Antipiretik 1) Bentuk dan sediaan 2) Nama paten Pamol.am tubuh. Kadar obat yang memadai dapat tercapai dalam hati. namun parasetamol hanya sedikit memiliki khasiat anti inflamasi. 7) Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap penicillin 8) Efek samping Reaksi anafilaksis b. Penisilin umumnya diekskresi melalui proses sekresi di tubuli ginjal. dan P. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci. 62 Sebagaimana diketahui bahwa enzim . empedu. coli. Enterococci. otitis media. sehingga menghambatnya untuk membentuk senyawa penyebab inflamasi. Streptococci. bronchitis akut dan kronik. seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas. H influenzas. pneumoniae. gonorrhoeae. ginjal. usus. Absorbsi penisilin secara baik dilakukan di saluran cerna. limfe. mirabiiis. Selain itu juga diekskresi bersama tinja. Penisilin terdistribusi luas dal. pyelonephritis.Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid. urethris. 6) Indikasi Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang peka terhadap Amoxicillin. efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen.

nyeri pada wajah. melembabkan serta memebersihkan mukus. anti nyeri (analgetik) 7) Kontraindikasi Hipersensitivitas. Sinusitis 3 dd tab I £ R/ Paracetamol tab mg 500 No X prn (1-3) dd tab I agrediente febre £ A. kemerahan pada kulit E. gangguan fungsi hepar 8) Efek samping Gatal. Diberikan antibiotika. Pengobatan Tujuan dari penatalaksanaan sinusitis ialah untuk mencapai fungsi dan anatomis yang normal dari sinonasal. perubahan pada ingus C. Obat yang dapat mengurangi edema mukosa digunakan untuk meningkatkan fungsi dari ostiomeatal kompleks dan meningkatkan ventilasi.siklooksigenase ini berperan pada metabolisme asam arakidonat menjadi prostaglandin H2. sehingga menghambat aksi anti inflamasi. demam. steroid. sesak nafas. Pada kondisi ini oksidasi parasetamol juga tinggi. Definisi Peradangan yang terjadi pada sinus B. yang dapat berubah menjadi berbagai senyawa pro-inflamasi. Resep R/ Amoxycillin tab mg 500 No XXI   18. 63 . Parasetamol menghambat enzim siklooksigenase seperti halnya aspirin. Irigasi nasal dengan larutan salin dilakukan untuk membersihkan debris. antialergi. 6) Indikasi Penurun panas (antipiretik). dimana terdapat konsentrasi peroksida yang tinggi. suatu molekul yang tidak stabil. 5) Metabolisme Paracetamol dimetabolisme di hepar. anti nyeri. Gejala Klinis Sakit kepala. namun hal tersebut terjadi pada kondisi inflamasi. Mukolitik digunakan untuk mengurangi sekresi mukus dan meningkatkan pembersihannya.

efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. Berbeda dengan laser yang digunakan dalam bidang Bedah dengan power tinggi.Penatalaksanaan dalam bidang Rehabilitasi Medik dapat berupa pemberian diatermi pada daerah sinus yang terkena untuk memperbaiki vaskularisasi sinus. Penisilin umumnya diekskresi melalui proses sekresi di tubuli ginjal. ginjal. atau LASER. 5) Metabolisme Penisilin mudah rusak pada suasana asam. yang digunakan dalam bidang Rehabilitasi Medik laser dengan power rendah. coli. E. Penicillin (Amoxycillin) 1) Bentuk dan sediaan Tablet 2) Nama paten Amoxan. H influenzas. Penisilin terdistribusi luas dal. anti-inflamasi dan biostimulasi juga mengurangi peradangan dan edema mukosa dan dengan demikian memberikan perbaikan aliran sinus seperti fungsi mukosiliar normal. D. penmox 3) Dosis Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20-40 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 3 dosis. Pada sinusitis. Enterococci. usus. empedu. 6) Indikasi 64 . laser mempunyai efek analgetik. Kadar obat yang memadai dapat tercapai dalam hati. Selain itu juga diekskresi bersama tinja. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci. Absorbsi penisilin secara baik dilakukan di saluran cerna. S. gonorrhoeae.am tubuh. limfe. N. Streptococci. Mekanisme Obat a. Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase. dan P. pneumoniae. Dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kg : sehari 750-1500 mg dalam dosis terbagi 4) Mekanisme kerja Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid. mirabiiis.

diabetes mellitus 8) Efek samping 65 . pneumonia cystitis. peradangan. Ikatan steroid-reseptor ini lalu berikatan dengan DNA yang kemudian mempengaruhi sintesis berbagai protein. infeksi kulit dan jaringan lunak. Methylprednisolon 1) Bentuk dan sediaan Tablet 2) Nama paten Lameson 3) Dosis 4 – 8 mg per hari 4) Mekanisme kerja Methylprednisolon adalah suatu glukokortikoid sintetik dan diabsorpsi secara cepat melalui saluran pencernaan. infeksi jamur sistemik. rematik 7) Kontraindikasi Ulkus peptikum. berkurangnya degranulasi mast cell. bronchitis akut dan kronik. gonorhea yang tidak terkomplikasi.Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang peka terhadap Amoxicillin. 5) Metabolisme Methylprednisolone mengalami pengikatan dengan 2 juenis protein plasma yaitu albumi dan globulin. Beberapa efek penting yang timbul akibat ini yaitu berkurangnya produksi prostaglandin dan leukotrien. berkurangnya sintesis kolagen dan lain-lain. Methylprednisolone bekerja dengan menduduki reseptor spesifik dalam sitoplasma sel yang responsif. 7) Kontraindikasi Hipersensitivitas terhadap penicillin 8) Efek samping Reaksi anafilaksis b. Methylprednisolone mengalami metabolisme di hepar. otitis media. 6) Indikasi Alergi. urethris. pyelonephritis. seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas.

tremor. Definisi 66 . dan dekongestan 5) Indikasi Merintgankan gejala flu seperti demam. Demacolin 1) Bentuk dan sediaan Tablet 2) Nama paten Demacolin 3) Dosis Dapat diberikan dalam interval 8-12 jam per hari 4) Mekanisme kerja Bekerja sebagai antipiretik. gangguan metabolisme karbohidrat. Resep R/ Amoxycillin tab mg 500 No XXI    3 dd tab I £ R/ Lameson tab mg 4 No X 2 dd tab I £ R/ Demacolin tab No XXI 3 dd tab I £ 19. gangguan pencernaan. kerusakan hepar E. PRE EKLAMPSIA A. bersin. takikardi. kelemahan otot c. dan sakit kepala 6) Kontraindikasi Hipersensitivitas. antihistamin.Gangguan penyembuhan luka. pilek. gangguan hepar 7) Efek samping Mengantuk.

Proteinuria + ≥ 5g/24jam atau ≥3 pada tes celup 3. 2. Bila sukar tidur beri fenobarbital. Pre eklampsia ringan a) Rawat jalan : anjurkan istirahat baring 2 jam siang hari dan tidur > 8jam malam hari. R/ Fenobarbital tab mg 30 No. Tekanan darah sistolik ≥ 160mmHg atau diastolik ≥ 110mmHg 2. Tekanan darah ≥ 140mmHg atau tekanan darah sistolik meningkat ˃ 30mmHgatau tekanan darah diastolik meningkat ˃ 15 mmHg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit. Beri anti hipertensi. dan wajah.Timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Linda (28th) 2.3 g/l dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan +1 atau 2. Gejala Klinis Diagnosis pre eklampsia ditegakkan apabila ditemukan 2 dari 3 keadaan berikut: 1. Pertumbuhan janin terhambat C. XV S 2 dd tab I Pro : Ny. Oligouria ( ˂ 400ml dalam 24 jam) 4. Penambahan berat badan yang berlebihan. Edema paru atau sianosis 7. Disebut pre eklampsia berat apabila ditemukan gejala berikut: 1. yaitu kenaikan 1 kg seminggu yang terjadi beberapa kali disertai edema kaki. 3. Sakit kepala hebat atau ganggguan penglihatan 5. Adanya proteinuria. Terapi 1. Nyeri epigastrium dan ikterus 6. B. Trombositopenia 8. Kemudian evaluasi 1 minggu kemudian. VII S 1 dd tab I omni noctum Pro: Ny. pasien di rawat inapkan. Lilis (27th) b) Rawat inap : bila dalam 2minggu tidak ada perbaikan. yaitu bila terdapat protein sebanyak 0. R/ Nifedipin tab retard mg 5 No. Pre eklampsia berat 67 . jari tangan.

amp No. 68 . b) Sedia antidotum MgSO4 yaitu Ca Glukonas 10%. 40%-25ml). I S imm R/ Sulfas magnesikus 20% inj fl No. Keterangan Obat: 1. Berikan sampai 24 jam pasca persalinan dan hentikan bila 6 jam pasca persalinan ada perbaikan ataupun intoksikasi. Jika masih kejang tambahkan 2g IV dalam 3-5 menit. Rumatan: 2-4 g/ jam IV per drip dalam D5% KI : Hipersensitif terhadap magnesium. RR >16x/menit. Antikonvulsan yang efektif dan membantu mencegah kejang kambuhan dan mempertahankan aliran darah ke uterus. I Cum disposable syringe cc 10 No. I Simm R/ Nifedipin tab mg 10 No. MgSO4 Drug of choice untuk atasi kejang. Beri MgSO4 dg dosis awal 2 g intravena dlm 10 menit. kerusakan otot jantung. I Cum disposable syringe cc 10 No. Syarat pemberian MgSO4 : reflek patella kuat. Wika (29th) D. penyakit adison. kemudian lanjut dalam drip infus dextrose 5% dg kecepatan 15-20 tetes per menit sampai tekanan darah stabil. blok jantung. I Simm R/ Ca Glukonas 10% inj. III S prn (1-3) dd tab I Pro: Ny. diuresis >100cc dlm 4 jam sebelumnya. serbuk zak (30g) MK : Menekan pengeluaran asetilkolin pada motor end plate. mencegah masuknya Ca2+ D : Inisial 4-6 g IV bolus dalam 10 menit.a) Segera rawat pasien di rumh sakit. 22 No. III Cum infus set No. I IV catheter no. BSO : Injeksi (iv 20%-25ml. c) Berikan anti hipertensi R/ Dextrose 5% infus flab No.

laktasi. B. penurunan kontraksi jantung serta penurunan kecepatan konduksi SA node dan AV node. sepsis. hipotermia. mual. ileus paralitik. Nifedipin (Calcium channel blocker) Paten: adalat MK : Menghambat masuknya Ca2+ ke dalam sel sehingga terjadi relaksasi otot polos vaskuler. hipertensi berat. mengantuk. penyakit pembuluh darah perifer. SHIGELLOSIS A. ES: pusing. Diare cairyang banyak bercampur darah dan lendir 2. luminal MK :Sebagai antikonvulsan. kehamilan. ataksia D: 1-2 x 30mg/ oral KI: hamil.100mg) Paten : fenobarbiton. Ca Glukonas Sebagai antidotum dari MgSO4 3. kerusakan hati dan ginjal. sakit kepala. Efek pencahar terlihat setelah 3-6 jam. takikardia. hipotensi. Definisi Suatu penyakit peradangan akut yang disebabkan oleh Shigella sp. edema perifer. menurunkan tekanan darah secara tajam. 20. Gejala Klinis 1. 2. D : 10mg/ oral KI : syok. infark miokard ES : pusing. depresi nafas Farmakokinetik: pemberian oral dapat diabsorpsi 20%. batuk. Untuk mempermudah tidur. hipnotik dan sedatif. kolitis ulserativa. berkeringat. Fenobarbital BSO : Injeksi (im/iv 50mg/ml).sel mukosa usus tersebut. penyakit jantung iskemik Farmakokinetik: waktu paruh 80-120jam 4.ES : flushing. pembesaran prostat. laktasi. tablet (30mg. muntah. yang menginvasi saluran pencernaan terutama usus sehingga menyebabkan kerusakan sel. Demam tinggi mendadak sampai mencapai 42 º C 69 .

Terapi R/ Cotrimoxazole tab No. anti nyeri. tempra. hepatitis. Nausea dan vomitus 5. tenesmus 4. Dehidrasi sesuai derajatnya C. bodrex MK: sebagai. Keterangan Obat 1. XX S 2 dd tab II p. kelainan darah. SJS KI: gangguan fungs hati dan gnjal yang berat. hamil.c R/ Paracetamol tab mg 500 No. anti radang dan anti piretik D: 1-4 kali 500 mg / hari ES: Gangguan fungsi hati KI: Gangguan fungsi hati dan ginjal 70 . XV S ad libitum solve in aqua cocta ad cc 200 Pro: Sdr. Paracetamol paten: panadol. Nyeri perut. stomatitis. X S prn (1-3) dd tab I R/ Oralit granule sach No. Cotrimoxazole Paten: bactrim. D: 2 dd 2 tablet mg per oral ES : gangguan kulit. septrin MK : terdiri dari sulfametoksazole dan trimetropim dengan perbandingan 5 : 1. Andhika (21th) D. laktasi.3. bayi < 2 bulan Farmakokinetik :     Absorbsi melalui saluran cerna cepat dan lengkap Kadar puncak plasma dicapai dlm 2-4 jam Waktu paruh 10-11 jam Ekskresi melalui urine 2. Bersifat bakterisid dengan spektrum kerja yang luas. X S prn (1-3) dd tab I agrediente febre R/ Metoclopramide tab mg 10 No.

Definisi Gangguan inflamasi kronik jalan nafas yang melibatkan berbagai sel inflamasi. Obstruksi jalan nafas umumnya reversibel. 71 .Farmakokinetik:     Diabsorbsi cepat dan sempurna melalui saluran cerna Konsentrasi tertinggi dlm plasma dicapai dalam ½ jam dan waktu paruhnya 13 jam Dimetabolisme oleh enzim mikrosomalhati. Memblokade reseptor dopamin di CTZ sehingga menghasilkan efek antiemetik. konstipasi KI: hamil trimester 1. Metoclopramide Paten: Clopramel. Dasar penyakit ini adalah hiperaktivitas bronkus dalam berbagai tingkat. damaben MK: memperkuat motilitas dan pengosongan lambung berdasarkan stimulasi sarafsaraf kolinergis. epilepsi. Batuk produktif. gelisah. Bising mengi (wheezing) yang terdengar dengan atau tanpa stetoskop 2. namun dapat menjadi kurang reversibel bahkan relatif nonreversibel tergantung berat dan lamanya penyakit. kelelahan. khasiat antidopamin di pusat dan perifer serta kerja langsung terhadap otot polos. diare. Gejala Klinis 1. obstruksi jalan nafas dan gejala pernafasan (mengi dan sesak). dapat mengalami hidroksilasi Diekskresi melalui ginjal 3. B. Oralit MK: sebagai pengganti elektrolit pada pasien muntah dan diare D: setiap habis BAB larutkan satu bungkus dalam 200 cc air matang KI: perforasi usus 21. D: 1-3 x 10mg/ hari ES: mengantuk. sindrom ekstrapiramidal. sering pada malam hari 3. Gejala. yaitu membaik pada siang hari dan memburuk pada malam hari.gejala tersebut bersifat paroksismal. ASMA A. Nafas atau dada seperti tertekan 4. feokromositoma 4.

Medrol. miopati steroid. Ria (22th) D. Berotec Paten: berotec. batuk. Metil prednisolon Paten: Depo. Namun hal ini sering dihubungkan dengan faktor bawaan. alergi.C. mialgia. takikardi. gagal jantung kongestif.otot bronkus D : 1-2 semprot bila perlu saat serangan akut KI : kardiomiopati obstruksi hipertrofi. otot lemah. berkeringat. infekortikosteroidi. sakit kepala. muntah. I S prn (1-2) dd puff I R/ Metil prednisolon tab No. gugup. Terapi R/ Berotec MDI No. Lapisan kulit yang mengalami kelainan ialah kulit ari (epidermis) dan kulit jangat (dermis) bagian atas. pusing. Herpes simpleks ES: retensi cairan tubuh. 2. mual. emosi. Urbason. 22. TBC. Sedangkan faktor pencetus yang sering menimbulkan ekzema antara lain iklim. Solu-Medrol. D: 4mg/hari KI: Infeksi jamur sistemik. B. EKZEMA A. Faktor penyebab ekzema belum diketahui pasti. berodual MK: Mencegah bronkokonstriksi dengan menginduksi bronkodilatasi melalui reseptor β2 di otot. Gejala klinis 72 . iritasi lokal. takiaritmia ES: tremor halus pada otot rangka. palpitasi. VII S 1 dd tab I Pro: Nn. kram otot. dan faktor higienis. Definisi Ekzema adalah proses radang pada kulit. Flason MK: Menghambat respon inflamasi agar tidak terjadi bronkokonstriksi yang bertambah buruk. hipokalemia. Keterangan Obat 1. alkalosis hipokalemik.

Oleh karena itu. bentuk salep akan lebih efektif dibanding krim atau losio terhadap kelainan yang kering dan menebal.05% gel 73 . Pada stadium menahun atau kronis. atau minyak mineral. membasah (eksudatif). Gejala awal gangguan ini adalah kemerahan pada kulit akibat pelebaran pembuluh-pembuluh darah kecil di kulit.05%.cream. sehingga meningkatkan kepatuhan terapi. Tetapi. dan terdiri atas banyak bentuk kelainan kulit (polimorfi). propilen glikol. Salap mengandung vaselin. Selain itu.05%. yakni salep. Kemerahan tersebut bisa hilang jika ditekan. Pilihan obat topikal agar tepat ke target site-nya. sehingga membantu hidrasi stratum korneum yang akan meningkatkan penetrasi bahan aktif. Nama paten : Betamethasone dipropionate = Diprosone 0.lotion Clobetasol propionate = Dermovate 0.cream Desoximetasone = Topcort 0. gejalanya merupakan gabungan antara tanda-tanda akut dan kronis. Bentuk sediaan obat : Kortikosteroid topikal terdapat dalam berbagai bentuk sediaan. Hampir 50% bahan dasar krim adalah air. timbul bintil-bintil (papul) yang kemudian berkembang menjadi gelembung-gelembung jika pecah. kulit tampak kering. gelembunggelembung ini akan mengeluarkan cairan seperti getah (eksudat) dan kulit menjadi lecet (erosi). C. gel. Pada ekzema yang belum sampai menahun. dan muncul kembali jika tekanan dilepaskan. Secara umum. Semakin tinggi kandungan air suatu vehikulum (misalnya bentuk losio dan gel). Bahan-bahan tersebut akan membentuk sawar oklusif yang mencegah penguapan. maka akan lebih cepat mengeringkan karena penguapan yang meningkat. D. krim. Pada stadium akut. aerosol dan losio. Mekanisme Kerja Obat 1. perubahan kulit masih samar. timbul kerompeng dan sisik-sisik diakhir proses penyembuhan. Terjadi penebalan kulit disertai garis-garis kulit yang tampak makin jelas. parafin. lebih cocok untuk lesi yang membasah. Pengobatan Pengobatan ekzema menggunakan kostikosteroid topikal. Setelah mengering. yaitu stadium yang masih baru (akut) dan stadium yang telah lama (menahun atau kronik). umumnya pasien lebih menyukai bentuk krim karena lebih nyaman dipakai. Kulit juga tampak kehitaman akibat kelebihan pigmen (hiperpigmentasi).Ekzema digolongkan dua stadium. 2.

anak-anak. Adanya efek vasokonstriksi akan mengakibatkan berkurangnya eritema. Efek samping : Risiko terberat (walaupun sangat jarang terjadi) penggunaan kortikosteroid adalah penekanan aksis adrenal -hipotalamus akibat absorbsi sistemik. Mekanisme kerja : efek utama penggunaan kostikosteroid secara topikal pada epidermis dan dermis ialah efek vasokonstriksi. disebabkan karena mereka mempunyai rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badan yang relatif lebih tinggi.1%. adanya efek antiinflamasi yang terutama terhadap leukosit. efek antiinflamasi.otot lurik. orang tua dan pasien dengan kelainan yang luas akan mempunyai risiko yang lebih tinggi.1%. D (40 th) 74 . protein. purpura. ginjal. Penulisan Resep R/ Hidrocortison 2% cream tube No. strie. radang dan penyakit kulit karena alergi 7. Secara umum. Yang lebih kerap terjadi adalah efek samping lokal pada kulit berupa atrofi. cream Mometasone furoate= Elocon 0.5% cream 3.e Pro : Tn. Efek samping ini secara langsung bergantung pada potensi kortikosteroid dan lama serta cara penggunaannya. Pada anak-anak. 6. ointment Hydrocortisone = Enkacort 1% and 2. adanya efek antimitosis terjadi karena kortikosteroid mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien yang diakibatkan oleh aktivasi fosfolipase A2 dengan mengurangi jumlah enzim yang tersedia untuk memproduksi prostaglandin. Metabolisme : kortikosteroid mempengaruhi metabolisme karbohidrat. dan efek antimitosis. 5. dan lemak. telangiektasi. sistem saraf dan organ lain. Perlu diingat pula kemungkinan adanya topical steroid addiction. Indikasi : ekzema. Kontraindikasi : Penderita alergi kortikosteroid 8. Selain itu. dapat pula terjadi glaukoma. I ∫ 2 dd I u.Halcinonide = Halog 0. mempengaruhi juga fungsi sistem kardiovaskuler. E.erupsi akneiformis dan perubahan warna kulit. Dosis : 2-4 X sehari 4.

Skizofrenia adalah suatu sindrom klinis yang dinyatakan dengan kelainan dalam isi dan organisasai pikiran. Disamping gejala gejala yang terjadi pada ketiga fase diatas. persepsi masukan sensori. Gejala klinis Perjalanan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal. pendenta skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan. mereka akan mengatakan “orang ini tidak seperti yang dulu”. hubungan sosial)  Kriteria Diagnosis  Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala gejala itu kurang tajam atau kurang jelas): a. dan isi pikiran ulangan. kemauan. inkoherensi.“thought echo” = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras). identitas. Perubahan perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman. Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya. . walaupun isinya sama. B. atau . mengurutkan peristiwa. konsentrasi. dan oleh afek yang tidak wajar atau tumpul. Menurut Emi Kraeplin skizofrenia terjadi karena kemunduran intelegensi sebelum waktunya sehingga disebut dimensia prekoks/muda. halusinasi disertai gangguan afek. fase aktif dan fase residual. namun kualitasnya berbeda . bila tidak mendapat pengobatan gejala gejala tersebut dapat hilang spontan suatu saat mengalami eksaserbasi atau terus bertahan. Pada fase aktif gejala positif / psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik. Gejala tersebut meliputi : hendaya fungsi pekerjaan. Definisi Skizofrenia adalah gangguan yang umumnya ditandai oleh distorsi pikiran dan persepsi yang mendasar dan khas. perilaku psikomotor dan kemampuan untuk menetapkan hubungan interpersonal yang memuaskan. fungsi sosial. fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Fase aktif akan diikuti oleh fase residual dimana gejala gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala positif / psikotiknya sudah berkurang. bulan ataupun lebih dari satu tahu sebelum onset psikotik menjadi jelas.23.“thought insertion or withdrawal” = isi yang asing dan luar masuk ke 75 . waham. Pada fase prodromal biasanya timbul gejala gejala non spesifik yang lamanya bisa minggu. Hampir semua individu datang berobat pada fase ini. kewaspadaan dan eksekutif (atensi. SKIZOFRENIA A. ketegangan afek/emosional.

Halusinasi auditorik: i. yang bermakna sangat khas bagi dirinya. b. 76 . dan stupor.  Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: e. c. yang berkibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan. atau iii. tindakan. . mutisme. dan . (tentang ”dirinya” = secara jelas merujuk kepergerakan tubuh / anggota gerak atau ke pikiran. misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. negativisme. atau . atau fleksibilitas cerea. atau penginderaan khusus).“delusion of control” = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation). atau neologisme. suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien. posisi tubuh tertentu (posturing).“thought broadcasting”= isi pikiranya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap.dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal).“delusion of passivitiy” = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. biasnya bersifatmistik atau mukjizat. mendiskusikan perihal pasien pasein di antara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara). f. jenis suara halusinasi lain yang berasal dan salah satu bagian tubuh. atau ii. seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement). atau kekuatan dan kemampuan di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca. d. perilaku katatonik. . g. atau berkomunikasi dengan mahluk asing dan dunia lain) . Waham-waham menetap jenis lainnya. halusinasi yang menetap dan panca-indera apa saja.“delusional perception” = pengalaman indrawi yang tidak wajar. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu minggu atau berbulan-bulan terus menerus.

77 . fluphenazine. Bila gejala negatif lebih menonjol dari gejala positif pilihannya adalah obat antipsikosis atipikal. menarik diri. bicara yang jarang. tidak berbuat sesuatu sikap larut dalam diri sendiri (self-absorbed attitude). biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. hiperaktif dan sulit tidur. haloperidol dan pimozide. waham dan halusinasi. quetiapine dan risperidon. Obat-obat ini digunakan untuk mengatasi sindrom psikosis dengan gejala dominan apatis. Potensi rendah bila dosisnya lebih dan 50 mg diantaranya adalah Chlorpromazine dan thiondazine digunakan pada penderita dengan gejala dominan gaduh gelisah. C. seperti sikap sangat apatis. APG II sering disebut sebagai serotonin dopamin antagonis (SDA) atau antipsikotik atipikal. Pergantian disesuaikan dengan dosis ekivalen. Obat yang tersedia untuk golongan ini adalah clozapine. dapat diganti dengan obat antipsikosis lain (sebaiknya dan golongan yang tidak sama) dengan dosis ekivalennya.   Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik (prodromal) Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dan beberapa aspek perilaku pribadi (personal behavior). olanzapine. gejala-gejala “negative”.h. Pengobatan Pemilihan jenis antipsikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. Apabila dalam riwayat penggunaan obat antipsikosis sebelumnya sudah terbukti efektif dan efek sampingnya ditolerir baik. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi oleh depresi atau medikasi neuroleptika. Sebaliknya bila gejala positif lebih menonjol dibandingkan gejala negatif pilihannya adalah tipikal. dan respons emosional yang menumpul atau tidak wajar. Obat antipsikotik yang beredar dipasaran dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu antipsikotik generasi pertama (APG I) dan antipsikotik generasi ke dua (APG ll). hipoaktif. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. APG I dapat dibagi lagi menjadi potensi tinggi bila dosis yang digunakan kurang atau sama dengan 10 mg diantaranya adalah trifluoperazine. hidup tak bertujuan. Apabila obat antipsikosis tertentu tidak memberikan respons klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang tepat. dan penarikan diri secara social. maka dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang. Begitu juga pasien-pasien dengan efek samping ekstrapiramidal pilihan kita adalah jenis atipikal.

nigostriatal dan tuberoinfundibular sehingga dengan cepat menurunkan gejala positif tetapi pemakaian lama dapat memberikan efek samping. Lodomer Risperidon = Risperidal Clozapin = Clorazol Quentiapine = Seroquel Olanzapine = Zyprexa 3. Gangguan memburuk). tumor otak. vial 2. Indikasi : sindrom psikosis 6. Bentuk sediaan obat : tablet.dll) h. Penyakit SSP (perkinson. Efek samping : Efek samping obat antipsikosis generasi I berupa: gangguan ekstrapiramidal. Kontraindikasi : a.Pada pemberian obat APG I perlu ditambahkan obat antikolinergik golongan triheksipenidil untuk mengatasi efek samping. Febris yang tinggi (thermoregulator di SSP) f. D. Epilepsi (menurunkan ambang kejang) d. Penyakit hati (hepato-toksik) b. 5. mesokortikal. Sedangkan APG II bekerja melalui interaksi serotonin dan dopamin pada ke empat jalur dopamin di otak yang menyebabkan rendahnya efek samping extrapiramidal dan sangat efektif mengatasi gejala negatif. Kelainan jantung (menghambat irama jantung) e. Mekanisme Kerja Obat 1. tardive dyskinesia. Dosis : 1-3 X sehari 4. Ketergantungan alkohol (penekanan SSP meningkat) g. Penyakit darah (hemato-toksik) c. Nama paten : Clorpromazine = Largactic Trifluoperazine = Stelazine Haloperidol = Haldol. ampul. peningkatan kadar prolaktin yang akan menyebabkan disfungsi 78 kesadaran disebabkan “CNS-depresant” (kesadaran makin . 7. Mekanisme kerja : APG I bekerja dengan memblok reseptor D2 di mesolimbik.

dan diikuti dengan penyembuhan total. Kebingungan berlangsung selama beberapa menit. Jika terjadi di bagian otak yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan. jika terjadi pada lobus temporalis anterior sebelah dalam. EPILEPSI A. E. Penderita mengalami sensasi. unprovoke. maka penderita akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau sangat tidak menyenangkan. Kejang Jacksonian gejalanya dimulai pada satu bagian tubuh tertentu (misalnya tangan atau kaki) dan kemudian menjalar ke anggota gerak. X ∫ 3 dd tab I Pro Tn. tergantung kepada daerah otak yang terkena. Gejala klinis Kejang parsial simplek dimulai dengan muatan listrik di bagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. sejalan dengan penyebaran aktivitas listrik di otak. X ∫ 3 dd tab I R/ Artane tab mg 2 No. sinkron. menggerakkan lengan dan tungkainya dengan cara yang aneh dan tanpa tujuan. maka lengan kanan akan bergoyang dan mengalami sentakan. B. 79 . intermiten. tidak mampu memahami apa yang orang lain katakan dan menolak bantuan. paroksismal. gerakan atau kelainan psikis yang abnormal. Kejang parsial (psikomotor) kompleks dimulai dengan hilangnya kontak penderita dengan lingkungan sekitarnya selama 1-2 menit. Selain itu APG I menimbulkan efek samping antikolinergik seperti mulut kering pandangan kabur gangguan miksi. Pada penderita yang mengalami kelainan psikis bisa mengalami déjà vu (merasa pernah mengalami keadaan sekarang di masa yang lalu). Definisi Epilepsi yakni cetusan muatan neuron SSP abnormal.D (40 th) 24.Penderita menjadi goyah.seksual/ peningkatan berat badan dan memperberat gejala negatif maupun kognitif. defekasi dan hipotensi. berlebihan. Penulisan Resep R/ Haldol tab mg 2 No. mengeluarkan suara-suara yang tak berarti.

Kejang petit mal dimulai pada masa kanak-kanak. tetapi juga bisa menimbulkan efek samping. Biasanya penderita tidak dapat mengingat apa yang terjadi selama kejang. dimana kejang terjadi terus menerus. Kontraksi otot sangat kuat. Epilepsi primer generalisata ditandai dengan muatan listrik abnormal di daerah otak yang luas. biasanya sebelum usia 5 tahun. grand mal) biasanya dimulai dengan kelainan muatan listrik pada daerah otak yang terbatas. bisa terjadi kerusakan jantung dan otak yang menetap dan penderita bisa meninggal. Sesudahnya penderita bisa mengalami sakit kepala. kepala berpaling ke satu sisi. Jika keadaan tersebut sudah teratasi. karena itu obat anti-kejang diberikan dalam dosis tinggi secara intravena. tidak mampu bernafas sebagaimana mestinya dan muatan listrik di dalam otaknya menyebar luas. 80 . Penderita hanya menatap. maka kejangnya sendiri tidak memerlukan pengobatan. terjadi penurunan kesadaran sementara. maka diperlukan obat anti-kejang untuk mencegah terjadinya kejang lanjutan. yang sejak awal menyebabkan penyebaran kelainan fungsi. Penderita tidak memberikan respon terhadap sekitarnya tetapi tidak terjatuh. Salah satu diantaranya adalah menimbulkan kantuk. Pada kejang konvulsif. Jika penyebabnya tidak dapat disembuhkan atau dikendalikan secara total. infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal. kejang otot yang hebat dan sentakan-sentakan di seluruh tubuh. Status epileptikus merupakan keadaan darurat. pingsan maupun menyentak-nyentak. Obat-obatan biasanya diberikan kepada penderita yang mengalami kejang kambuhan.Kejang konvulsif (kejang tonik-klonik. kelopak matanya bergetar atau otot wajahnya berkedut-kedut selama 10-30 detik. Tidak terjadi kejang dan gejala dramatis lainnya dari grand mal. maka keadaan tersebut harus diobati terlebih dahulu. Sekitar sepertiga penderita mengalami kejang kambuhan. C. sisanya biasanya hanya mengalami 1 kali serangan. linglung sementara dan merasa sangat lelah. Jika tidak segera ditangani. Obat anti-kejang sangat efektif. Muatan listrik ini segera menyebar ke daerah otak lainnya dan menyebabkan seluruh daerah mengalami kelainan fungsi. tidak berhenti. Status epileptikus merupakan kejang yang paling serius. gigi dikatupkan kuat-kuat dan hilangnya pengendalian kandung kemih. Pengobatan Jika penyebabnya adalah tumor. Pada kedua jenis epilepsi ini terjadi kejang sebagai reaksi tubuh terhadap muatan yang abnormal.

5. Diazepam berikatan dengan reseptor GABA menyebabkan pembukaan kanal klorida.2 mg/kgBB dengan kecepatan 5 mg/menit secara lambat. karena bisa merubah jumlah obat antikejang di dalam darah D. Bentuk sediaan obat : ampul 2. dalam hal ini khususnya menggiatkan pompa Na+.sedangkan pada anak-anak dapat diberikan diazepam IV dengan dosis 0. hati dan sel -sel darah. Dosis ini dapat diulang seperlunya dengan tenggang waktu 15-20 menit sampai beberapa jam. Obat anti-kejang diminum berdasarkan resep dari dokter. Fenitoin juga mempengaruhi perpindahan ion melintasi membran sel. Dosis : Untuk mengatasi status epileptikus pada orang dewasa. GABA. anak-anak 5 mg/kgBB/hari 4. henti jantung.15-0. Mekanisme kerja : peningkatan inhibisi GABA.sedangkan pada anak-anak menyebabkan hiperaktivitas. Hal ini berarti sel sukar teraktivasi. Di samping itu dapat terjadi depresi napas sampai henti napas. K+. Bentuk sediaan obat : capsul (100 mg) dan ampul (50 mg/ml) 2. 81 . hipotensi. Efek samping : Efek samping berat dan berbahaya dan menyertai penggunaan diazepam IV adalah obstrusi saluran napas oleh lidah akibat relaksasi otot.3 mg/kgBB selama 2 menit dan dosis maksimal 5-10 mg. Mekanisme kerja : Berefek antikonvulsi tanpa menyebabkan depresi umum SSP dengan cara inhibisi kanan Na+ pada membran sel akson.Pemakaian obat lain bersamaan dengan obat antikejang harus seizin dan sepengetahuan dokter. Ca2+ neuron dan mengubah neurotransmitor NEPI. Dosis : dewasa 300 mg/hari. Dosis maksimal 20-30 mg. Kontraindikasi : asma 7. Klorida masuk ke dalam sel dalam jumlah yang banyak mengakibatkan peningkatan potensiasi elektrik sepanjang membran. Indikasi : status epileptikus 6. asetilkolin.Dilakukan pemeriksaan darah secara rutin untuk memantau fungsi ginjal. 4. Nama paten : dilantin cap 3. Mekanisme Kerja Obat Diazepam 1. kantuk. valdimex 5 mg/ml 3. Natrium fenitoin 1. Nama paten : valium 100 mg/cap. disuntikkan 0.

neutropenia. 10% dari dosis diekskresi bersama ginjal dalam bentuk utuh. Usia < 6 tahun b. edema gusi c. hepatitis). Bangkitan parsial sederhana atau epilepsi fokal d. I Cum disposable syringe cc 3 No. Pada susunan saraf pusat : diplopia. vertigo. Kadar puncak dalam plasma dicapai dalam 3-12 jam. mual. Bangkitan tonik-klonik atau epilepsi grand mal b. sesekali tidak lengkap. bangkitan tonik klonik 7. Metabolisme : 6. mual muntah. Dosis : a. tremor b. Kontraindikasi : 8.5. anoreksia. anemia. pusing. anemia megaloblastik. I ∫ imm 82 . nistagmus. Nama paten : 3. Indikasi : a. Pada saluran cerna dan gusi : nyeri ulu hati. ataksia. Indikasi : bangkitan parsial kompleks. Efek samping : rasa ngantuk. Usia 6-12 tahun c. Pada kulit : ruam morbiliform d. Dosis pemeliharaan : 100 mg/ hari : 2 x 100 mg/ hari : 2 x 200 mg/hari : dewasa 800-1200mg/kgBB. Status epileptikus 7. E. Efek samping : a. Penulisan Resep Pada ststus epileptikus : R/ Diazepam inj amp mg 5 No. Lain-lain : hepatotoksisitas (ikterus. Bentuk sediaan obat : tablet 200 mg 2. Karbamazepin 1. 6. vertigo. anak 20-30 mg/kgBB 4. Dewasa d. Epilepsi psikomotor c. Mekanisme kerja : obat ini bekerja dengan mekanisme yang kurang dapat dimengerti 5. Metabolisme : absorbsi fenitoin diberikan secara peroral berlangsung lambat.

ruam kulit dan nyeri. Bau semakin bertambah setelah hubungan seksual Trikomoniasis Sekret vagina biasanya sangat banyak kuning kehijauan. Berwarna putih kerabu-abuan atau kuning dengan bau yang menusuk Vaginosis bacterial Sekret vagina yang keruh. Rasa panas saat kencing 4. Dalam kondisi normal. Gatal dari sedang hingga berat dan rasa terbakar kemerahan dan bengkak didaerah genital Tidak ada komplikasi yang serius Infeksi klamidia Biasanya tidak bergejala. X ∫ 2 dd tab I Pro Tn. keputihan) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alat-alat genital yang tidak berupa darah. Gejala Klinis Segala perubahan yang menyangkut warna dan jumlah dari sekret vagina meerupakan suatu tanda infeksi vagina.D (40 th) 25. Keputihan yang disertai rasa gatal. FLUOR ALBUS A. putih abu-abu hingga kekuningkuningan dengan bau busuk atau amis. B. Sekret vagina berwarna putih dan menggumpal 5. 2. Definisi Fluor albus (white discharge. Infeksi vagina adalah sesuatu yang sering kali muncul dan sebagian besar perempuan pernah mengalaminya dan akan memberikan beberapa gejala fluor albus: 1. Kandidiasis Sekret vagina menggumpal putih kental. leukorea. Sekret vagina yang berwarna kuning seperti pus. Selain itu sekret vagina juga disebabkan karena aktivitas bakteri yang hidup pada vagina yang normal. sel-sel vagina yang terlepas dan sekresi dari kelenjar Bartolin. berbusa dan berbau amis. kelenjar pada serviks menghasilkan suatu cairan jernih yang keluar.XXI ∫ 3 dd cap I Atau ditambahkan R/ Karbamazepin tab mg 20 No. Sering kencing dan terdapat perdarahan vagina yang abnormal 83 . bercampur dengan bakteri. Sekret vagina yang bertambah banyak 3. encer.R/ Fenitoin Na cap mg 100 No.

Biasakan untuk mengganti pembalut. tissue atau sabun dengan pewangi pada daerah vagina karena dapat menyebabkan iritasi. Sediaan obat dapat berupa sediaan oral (tablet. hindari pemakaian celana terlalu ketat. Sedapat mungkin tidak duduk di atas kloset di WC umum atau biasakan mengelap dudukan kloset sebelum menggunakannya. Umumnya diberikan obat-obatan untuk mengatasi keluhan dan menghentikan proses infeksi sesuai dengan penyebabnya. topikal seperti krem yang dioleskan dan uvula yang dimasukkan langsung ke dalam liang vagina. 6. Obat-obatan yang digunakan dalam mengatasi keputihan biasanya berasal dari golongan flukonazol untuk mengatasi infeksi candida dan golongan metronidazol untuk mengatasi infeksi bakteri dan parasit. PENGOBATAN Penatalaksanan keputihan tergantung dari penyebab infeksi seperti jamur. dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan daerah intim sebagai tindakan pencegahan sekaligus mencegah berulangnya keputihan yaitu dengan : 1. Berikut ini adalah pengobatan dari penyebab paling sering : 1. pantyliner pada waktunya untuk mencegah bakteri berkembang biak. Biasakan membasuh dengan cara yang benar tiap kali buang air yaitu dari arah depan ke belakang. kapsul). 7. Jika perlu.C. Setia kepada pasangan. bakteri atau parasit. Hindari penggunaan bedak talkum. 4. Pola hidup sehat yaitu diet yang seimbang. 3. Selain itu. Selalu menjaga kebersihan daerah pribadi dengan menjaganya agar tetap kering dan tidak lembab misalnya dengan menggunakan celana dengan bahan yang menyerap keringat. hindari rokok dan alkohol serta hindari stres berkepanjangan. Hindari promiskuitas atau gunakan kondom untuk mencegah penularan penyakit menular seksual. 5. Penggunaan cairan pembersih vagina sebaiknya tidak berlebihan karena dapat mematikan flora normal vagina. Hindari pemakaian barang-barang yang memudahkan penularan seperti meminjam perlengkapan mandi dsb. Candida albicans Topikal .Nistatin tablet vagina 2 x sehari selama 2 minggu 84 . istirahat cukup. lakukan konsultasi medis dahulu sebelum menggunakan cairan pembersih vagina. Untuk keputihan yang ditularkan melalui hubungan seksual. olah raga rutin. 2. terapi juga diberikan kepada pasangan seksual dan dianjurkan untuk tidak berhubungan seksual selama masih dalam pengobatan.

Ampisiillin 3.Metronidazole 2 gram dosis tunggal .8 juta unit im atau .Ampisillin 4 x 500 mg oral sehari selama 7 hari .Nimorazol 2 gram dosis tunggal .5 gram oral .Seftriaxon 250 mg im atau .5 gram dosis tunggal Pasangan seksual dibawa dalam pengobatan 2.Doksisiklin 2 x 100mg oral selama 7 hari atau .Ofloksasin 400 mg/oral Untuk Neisseria gonorhoeae penghasil Penisilinase ..Metronidazole 2 x 500 mg .Amoksisiklin 3 gr im .Pasangan seksual diikutkan dalam pengobatan 4. Gardnerella vaginalis .Doksisiklin 2 x 200 mg/hari selama 14 hari .Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari .Ornidazol 1.5 gram im atau Ditambah : .Ketokonazol oral 2 x 200 mg selama 7 hari .Metronidazole 600 mg/hari 4-7 hari .Nistatin tablet 4 x 1 tablet selama 14 hari .Penicillin prokain 4.Mikonazol nitrat 2% 1 x sehari selama 7 – 14 hari Sistemik .Spektinomisin 2 mg im atau 85 .Minosiklin dosis 1200mg di lanjutkan 2 x 100 mg/hari selama 14hari .Klotrimazol 1% vaginal krim 1 x sehari selama 7 hari .Kotrimoksazole sama dengan dosis minosiklin 2 x 2 tablet/hari selama 10 hari 3.Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 10-14 hari bila .Tiamfenikol 3. Chlamidia trachomatis .Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari .Tetrasiklin 4 x 500mg selama 10-14 hari oral . Neisseria gonorhoeae .Kanamisin 2 gram im .

Penyebab lain : Vulvovaginitis psikosomatik dengan pendekatan psikologi. usus. kortikosteroid dan estrogen..000 U Candidiasis kulit dan pengobatan membran mukosa candidiasis oral.Tetrasiklin 4 x 500 mg oral selama 7 hari .Ciprofloksasin 500 mg oral Ditambah .Asiklovir krim dioleskan 4 x sehari . Desquamative inflammatory vaginitis diberikan antibiotik. Virus herpeks simpleks Belum ada obat yang dapat memberikan kesembuhan secara tuntas . oesophagus. kandistin. Mekanisme Obat A. D. per vaginal. mycostatin.000U 4x/hari. dilanjutkan selama 48jam setelah lesi/gangguan menghilang  Kandidiosis usus dan oesophagus. fungatin.000 IU Ovula: 100. vagina dan kulit Kontraindikasi : Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap nystatin Perhatian : kehamilan dan menyusui Dosis :   Kandidiosis vaginalis. muntah.cazetin. kulit dan vagina Indikasi : Candidiosis mulut (oral). diare pada dosis tinggi. DEWASA masukkan 1-2 ovula saat malam minimal 2 minggu Kandidiosis oral. nystin) Golongan Antijamur Sediaan Penyakit/Indikasi Alasan penggunaan Efektif untuk Tablet: 100. ruam dan jarang terjadi eritem multiforme (Sindrome Steven Johnson) 86 . ANAK >1 bulan 100. per oral.Doksisiklin 2 x 100 mg selama 7 hari atau . DEWASA 500.000U 4x/hari. Nystatin (Nistatin) (Candistin.Asiklovir 5 x 200 mg oral selama 5 hari .000 IU.000 U setelah makan 4x sehari biasanya untuk 7 hari. Pengobatan 500.Povidone iododine bisa digunakan untuk mencegah timbulnya infeksi sekunder 6. dilanjutkan selama 48 jam setelah penyembuhan klinis Efek samping : mual.Eritromisin 4 x 500 mg oral selama 7 hari 5. per oral. DEWASA dan ANAK >1 bulan 100. iritasi mulut dan sensitisasi.

pneumonia nekrotikans.B. Tismazol. Yekatrizol-F) Golongan Antibakteri lain     Sediaan Penyakit/Indikasi Alasan penggunaan Aktivitas terhadap : anaerob tinggi bakteri Injeksi : 500mg Infeksi anaerob dalam vial 100ml Cairan oral 200mg/5ml Supositoria 500mg. Infeksi kulit dan jaringan lunak. Fladex. jumlah yang signifikan di ASI. Metronidazole melalui per rectal adalah alternatif efektif terhadap rute intravena bila rute per oral tidak mungkin. gangguan hati dan ensefalopati hepatikum. abses otak. Indikasi : Infeksi bakteri anaerob. Corsagyl. Pada kondisi menyusui. Flapozil. Metrofusin. termasuk radang gusi (ginggivitis) dan infeksi mulut lainnya. tetanus. pabrik menyarankan penghindaran dosis tinggi. Farnat. Farizol. pabrik menyarankan menghindari dosis tunggal yang besar. Heronid. Mebazid. ulkus kaki dan dekubitus dan profilaksis bedah. bacterial vaginosis. colitis berhubungan antibiotik. eradikasi Helocobacter pylori Amubiasis invasif dan Giardiasis Kontraindikasi : Ketergantungan alkohol kronik Perhatian: Efek seperti Disulfiram pada penggunaan pada alkohol. Troglar. Metronidazole (Metronidazol) (Anmerob. Pada kehamilan. penyakit radang panggul-pelvic inflammatory disease (dengan ceftriaxone dan doksisiklin). peritonitis. Fortagyl.1gr Tablet : 200-500 mg Metronidazole memiliki aktivitas yang tinggi terhadap bakteri anaerob dan protozoa. Ragyl Forte. Metrolet. Interaksi :    Alkohol : Reaksi menyerupai disulfiram saat metronidazol diberikan dengan alkohol Antikoagulan : Metronidazole meningkatkan efek antikoagulan koumarin Antiepilepsi : Metronidazole menghambat metabolisme fenitoin (meningkatkan kadar dalam darah). septicemia. Trinida. metabolisme metronidazole ditingkatkan oleh pirimidone (menurunkan kadar dalam darah) 87 : . Promuba. Grafazol. Trogyl. Novagyl. gigitan giardiasis. pemantauan klinis dan laboratorium pada pemberian lebih dari 10 hari. Flagyl. Biatron. Trichodazol.

XX ʃ 4 dd tab 1 Pro: Ny.c R/ Metronidazole tab mg 500 No. urtikaria. Infeksi ini hampir selalu menular melalui aktivitas seksual. Dosis : 500mg/hari (4-7 hari) Efek samping : mual. Definisi Uretritis gonore adalah penyakit kelamin. muntah. urin menjadi gelap. seperti mengantuk. A (35th) 26.Peresepan R/ Nystatin tab vag No. anemia aplastik. angiodema. hepatitis. mialgia.      Disulfiram : Reaksi psikotik dilaporkan saat metronidazole diberikan bersama disulfiram Litium : Metronidazole meningkatkan risiko toksisitas litium Esterogen : Mungkin menurunkan efek kontrasepsi esterogen Obat untuk ulkus : Metabolisme metronidazole dihambat oleh Cimetidine (meningkatkan kadar dalam darah) Vaksin : Antibakterial menginaktifkan vaksi tifoid oral. peradangan pada uretra yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. E. pusing.  Barbiturate : Metabolisme Metronidazole ditingkatkan oleh barbiturat ( menurunkan kadar dalam darah) Sitotoksik : Metronidazole meningkatkan kadar busulfan dalam darah ( meningkatkan resiko toksisitas). ataksia. eritema multiforme. ditandai dengan adanya pus yang keluar dari orifisium uretra eksternum (saluran uretra). metronidazole mungkin menurunkan bioavailibilitas mycophenolate. gangguan fungsi hati. rasa tidak nyaman seperti metal. dan anafilaksis.VII ʃ u. lidah berselaput dan gangguan saluran cerna. jarang: sakit kepala. leukopenia. pada dosis tinggi atau lebih lama. kejang epileptiformis. jaundice. 88 . neuropati perifer. pruritus. artralgia. metronidazole menghambat metabolisme fluorurasil (meningkatkan toksisitas). suatu diplokokus Gram negatif yang reservoir alaminya adalah manusia. URETRITIS GONORHEA A. trombositopenia.

yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. hal ini disebabkan keadaan anatomi dan fisiologi organ genital pada wanita berbeda dengan pria. Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. perdarahan uterus intermenstrual dan menoragia. Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih. Umumnya penderita datang bila sudah ada komplikasi atau ditemukan saat pemeriksaan antenatal maupun keluarga berencana. Gejala subyektif ini jarang ditemukan dan hampir tidak pernah didapat kelainan obyektif. Macam-macam obat yang dapat dipakai antara lain : Rincian pengobatan Uretritis GO Siprofloksasin : 500 mg per oral. Gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra. Lubang penis tampak merah dan membengkak. Apabila terdapat gejala. Pada wanita penderita yang simtomatis umumnya mengalami gejala lokal setelah 10 hari terinfeksi. Pada pria gejala awal biasanya timbul dalam waktu 2-7 hari setelah terinfeksi. Duh tubuh yang keluar dari serviks sifatnya purulen atau mukopurulen. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. disuria. Sering duh tubuh yang keluar dari endoserviks melalui vagina tidak ditemukan.Gejala Klinis Uretritis gonore masa tunasnya sulit ditentukan oleh karena pada umumnya asimtomatis.Pengobatan Pemilihan obat-obatan untuk IMS harus memenuhi kriteria sebagai berikut :       Angka kesembuhan/ kemanjuran tinggi Harga murah Toksisitas dan toleransi yang masih dapat diterima Diberikan dalam dosis tunggal Cara pemberian peroral Tidak merupakan kontraindikasi pada ibu hamil atau ibu menyusui Secara epidemiologis pengobatan yang dianjurkan adalah obat dengan dosis tunggal. yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis. C. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin. dapat berupa kombinasi peningkatan duh tubuh yang keluar dari vagina. dosis tunggal. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari. baik pada keadaan akut maupun kronis.B. atau 89 . sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang.

Terfacef. ibu menyusui.Mekanisme Obat A. anak dibawah 12 tahun dan remaja. Dosis :     1-2 gr melalui otot (intra muscular) atau melalui pembuluh darah (intra vascular). Indikasi : Untuk infeksi. infeksi saluran kemih. dosis tunggal. dosis tunggal atau : 400 mg per oral. atau : 2 g i. positif palsu untuk glukosa urin (pada pengujian untuk mengurangi jumlah obat). dan infeksi kulit. gangguan fungsi ginjal. Criax. Ceftriaxone. Elpicef. Tricefin.5 mg per oral.Seftriakson Sefiksim Tiamfenikol* Ofloksasin* Kanamisin Spektinomisin : 250 mg i. septisemia bakteri. Cefxon. . lakukan setiap 24 jam. Dosis maksimum: 4 gr/hari Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun : 1-2 gram sehari secara intra vena Bayi dan ank-anak dibawah 12 tahun : Bayi 14 hari : 20 – 50 mg/kg bb sehari 90 . Ecotrixon. atau : 2 g i. positif palsu pada uji Coombs. infeksi tulang dan jaringan. Gracef. infeksi gonoreal. Trixon. Cephaflox. Icephin. Foricef. Cefsix. Termicef. Bioxon. dosis tunggal. Truec.m. Kontraindikasi : bayi dibawah 6 bulan Perhatian : Alergi terhadap penisilin. Cefarin. atau : 400 mg per oral.m.m. misalnya infeksi saluran pernafasan. Broadced. Ceftriaxone (Seftriakson) (Biotrax. Zeftrix) Golongan Antibakteri Sediaan Vial 1 gram Pengobatan Penyakit/Indikasi infeksi yang disebabkan kuman gram positif dan negatif. dosis tunggal. Intrix. dosis tunggal : 3. atau dibagi menjadi setiap 12 jam. dosis tunggal * Tidak boleh diberikan kepada ibu hamil. Rocephin.infeksi berat dan yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positif maupun gram negatif yang resisten terhadap antibiotika lainnya. Socef. Tyason. D. kehamilan dan menyusui (tetapi boleh digunakan).

opicillin. mengitis. karena yang efek 250mg. diare/radang usus besar). popypen. pengaruh terhadap ginjal dan hati juga terjadi. decapen. rampicillin. osteomyelitis 91 . medipen. lactapen.  Perpanjangan PT (prothrombin time). corsacillin. Efek samping :  Reaksi hipersensitivitas (urticaria. infeksi ginekologis. kalpicilin. kemocil. Efek GI (diare. amcilin. kliren kreatinin tidak lebih dari 10 ml/menit. convulsion). lokal dipertimbangkan Pola antibiotik perlu injeksi : 500mg. pruritus. Efek lainnya (infeksi candidal)  Dosis tinggi bisa dihubungkan dengan efek CNS (encephalopathy. 500mg Sirup kering akibat organism yang termasuk : 125mg/5ml Serbuk peritonitis. 1 resistensi gram dalam vial samping lebih sedikit Indikasi : Mastoiditis. ronexol. erphacillin. septicema. N/V. cholecystitis. B. Efek hematologis yang jarang.xepacillin. metacillin. reaksi parah seperti anaphylaxis bisa terjadi). penbiotic. boadapen. ampi. biopenam. endokarditis. Bayi 15 hari sampai 12 tahun : 20 – 80 mg/kg bb sehari Anak-anak dengan BB 50 kg atau lebih : dosis dewasa melalui infus paling sedikit 30 menit Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. hufam. atebiotic. ruam. kebanyakan terjadi dengan rangkaian sisi NMTT yang mengandung cephalosporins. mycill. penbritin. sanpicilin. itrapen. dancillin. dan atauhypoprothrombinemia (dengan atau tanpa pendarahan) dikabarkan terjadi. bannsipen. meningitis. dosis tidak lebih dari 2 gram perhari. megapen. untuk endokarditis. Ampicilin (Ampisilin) ( aktoralin. varicillin. dapat terjadi pergeseran bilirubin dari ikatan plasma. viccilin. perpanjangan APTT (activated partial thromboplastin time). parpicillin. yekacillin) Golongan Antibiotik beta laktam    Sediaan Kapsul/ tablet Penyakit/Indikasi : Pengobatan : sesuai infeksi   Alasan penggunaan Antibiotik penisillin spektrum luas Menggantikan Ampisillin penyerapan lebih baik.

angiodema. nefritis interstitial. dengan injeksi intravena lambat. respon hipersensitivits termasuk urtikaria. injeksi intravena lambat atau melalui infus intravena: Infeksi berat oleh organism yang sensitive. Interaksi : Allupurinol Meningkatkan risiko ruam saat amoxicillin atau ampicillin diberikan bersama Allupurinol Antibakteri Antikoagulan Absorbsi phenoxymetilpenicillin berkurang oleh neomycin INR dapat terganggu dengan pemberian penisillin spectrum luas seperti ampicillin. meskipun studi gagal menunjukkan interaksi dengan coumarin atau phenindione Sitotoksik Penisillin mengurangi pengeluaran metotrexate (meningkatkan risiko toksisitas) Probenesid Esterogen Sulfinpirazone Dosis  Injeksi intramuskuler.Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap penisilin Perhatian : Riwayat alergi. dan infeksi sitomegalovirus. DEWASA 1-2gr setiap 3-6 jam (maksimal 14gr sehari). Tidak diketahui berbahaya pada kehamilan. ruam (hipersensivitas atau respon toksik-dapat menjadi reaksi yang serius. diare. muntah. leukemia limfositik akut atau kronik. ruam kemerahan pada demam kelenjar (glandular fever). Pengeluaran/ ekskresi penisilin dikurangi oleh probenesid (risiko kecil) Mungkin mengurangi efek kontrasepsi dari esterogen Pengeluaran penisillin dikurangi oleh sulfinpirazone PERESEPAN Penghasil penisilinase : R/ Ceftriaxone inj mg 250 No I S imm Pro Tn A (30 thn) 92 . ANAK 120-200mg/kg sehari dalam dosis terbagi Efek samping : mual. anemia hemolitik. pada air susu jumlah sangat sedikit. reaksi menyerupai penyakit serum 9serum sickness). DEWASA 500mg setiap 4-6 jam. anafilaksis. hentikan pengobatan). gangguan ginjal. setengah dosis dewasa  Meningitis. ANAK dibawah 10 tahun.

M (30 th) 93 .XX ʃ 2 dd tab II R/ Diaform tab No.Ceftriaxone merupakan cefalosporin generasi 3 yg sensitif terhadap bakteri penghasil penisilinase Bukan penghasil penisilinase R/ ampicilin tab mg 500 No. Kombinasi ketiganya Resep: R/ Cotrimoxazole tab No.X S 2 dd tab I p. XX S 4 dd tab I a. dan pus. bau busuk.A (30 thn) Keterangan : Ampicilin spektrum luas.c Pro Tn. mucus. Probenesid AINS anti pirai (untuk gejala sistemik nyeri sendi) 27. dan berlendir) dengan tinja lembek disertai darah. SHIGELLOSIS /DISENTRI BASILER Definisi: infeksi usus akut yang dapat sembuh sendiri yang disebabkan infeksi Shigella Gejala: demam. Disentri klasik (jarang.X ʃ prn (1-3) dd tab I R/ Oralit Sachet Granul No.X ʃ ad libitum solve in aqua cc 200 Pro: Tn. tenesmus Tipe diare: 1. 2. Watery diarrhea 3.c R/ probenesid tab mg 250 No. muntah. mual.X ʃ 3 dd tab I R/ Metochlorpramid tab MG 10 No. tinja banyak.

2x2 tab. Cotrimoxazol (antibiotik spektrum luas)  Kombinasi: sulfamethoxazole & trimetroprim.infeksi pernafasan. enterobacter.10 mg/ 2ml  Mekanisme: . klebsiella.Blokade reseptor dopamin di CTZ (chemoreceptor trigger zone) . ES : mual. SJS Dosis: Dewasa & anak > 12th : 2. dispepsia pasca gastrektomi  Sediaan : . Shigellosis : 5 hr  Paten: Bactrim. muntah.  Sediaan :  sulfamethoxazole: 400mg.  Trimetroprim: 80 mg.5 tab post defecatio max: 7. 800 mg.5 tab/hr (maks 15 tab/hr ) 3. Trizole. 160 mg  Bentuk sediaan:  Tablet  Suspensi: 200 mg (s). Yekaprim 2. 40 mg (t)/ 5 ml  Sirup  Mekanisme:  Sulfamethoxazole hambat PABA masuk ke molekul asam folat  Trimetroprim hambat reaksi reduksi dari dihidrofolat menjadi tetra hidrofolat  Indikasi: . Metoklopramid  Indikasi: antiemetik. gelisah  Dosis: .ISK akibat E. ginjal. SJS  Dosis: 5-7 hari.coli. Diaform (Neo Diaform)  Kandungan : kaolin Pektin       550 mg 20 mg Indikasi: pengobatan simptomatik pada diare nonspesifik Mekanisme: obat antidiare mengeraskan tinja dan mengabsorbsi zat toksisk Sediaan : neo kacitin 5 ml suspensi (kaolin 700 mg & pektin 50 mg) KI : gangguan hati.Infeksi GIT . ginjal. pnemoniae .infeksi THT  KI : gangguan hati.10 mg/tab .  ES : mual. proteus . muntah.Memperkuat pergerakan dan pengosongan lambung  ES : sedasi.Pembahasan Obat: 1.Dewasa 10 mg3x/hr Oralit 94 .

M (24 th) 95 .Dewasa: 2 jam pertama 6 gelas.Kalium klorida 0.5 gr) .3 gr (1.XII ʃ 2 dd tab I Pro: Tn. koelra Dosis: .   Komposisi: . selanjutnya 2 gelas setiap BAB . asam.Na bikarbonat 0.Anak 1-5 th: 2 jam pertama 4 gelas larutan 1 gelas 28. PULPITIS Definisi: peradangan pada pulpa gigi Gejala: nyeri teramat sangat pada gigi.5 gr (2.NaCl 0.VII ʃ 1 dd tab I R/ Asam Mefenamat tab No.7 gr (3.XXVIII ʃ 4 dd cap I R/ Dexamethason tab No.5 gr) .Anak <1th: 2 jam pertama 2 gelas larutan ½ gelas . diare.Glukosa anhidrat 4 gr (20 gr) Indikasi: rehidrasi muntaber. Rasa sakit dapat menyebar hingga ke kepala Resep: R/ Klindamycin cap mg 125 No. terutama bila terjena air dingin.5 gr) .

Klindamycin a. pankreatitis akut. COMBUSTIO 96 . peningkatan tekanan dalam mata. Asam Mefenamat a. muntah. hati.25-2mg 3. hiperhidrosis. penderita tukak lanmbung e.menghambat sintesis prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgesik. nyeri trauma. psikosis parah.1-0. Dosis: Dewasa: Penyaki ringan : <0.25 mg anak 1-5 th :dosis 0. Dosis: dewasa infeksi serius150-300 mg setiap 6 jam Untuk infeksi lebih berat 450 mg per 6 jam 2. SJS f. ES : mual.Pembahasan Obat: 1. ES : retensi air dan garam. osteoporosis. sakit gigi. hipertensi.Tablet salut selaput 500 mg b. urtikaria e. Mekanisme: .Sakit kepala. KI : gangguan gastrointestinal. ES : mual.Alergi. Dexamethason a.25-1mg anak >5 th :dosis 0. nafsu makan meningkat. aniinflamasi c. amenore. antipiretik. peradangan d. d. Sediaan : . muntah. selanjutnya 250 mg tiap 6 jam 29. Komposisi : . infeksi akut e.menghambat sintesis prostaglandin dalam jaringan tubuh dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga mempunyai efek analgesik. ginjal. Indikasi: .infeksi pernafasan.Tablet b.Infeksi kulit dan jaringan lunak . dismenore primer d. Indikasi: . KI : gangguan ginjal. Indikasi: .infeksi ginekologi c. KI : penderita tukak lanmbung. pnemoniae anaerob . Komposisi : . antipiretik.75 per hari Penyakit berat: >9 mg per hari anak 1 th :dosis 0. Mekanisme: .Kapsul b. Dosis: Dewasa & anak > 14th :dosis awal 500mg. f. gangguan mental. aniinflamasi c. diare.

I N ʃ ue R/ inj. Tatalaksana diuresis dan balance cairan Untuk tatalaksana diuresis dan balance cairan dipasang douer catheter (DC) Resep: R/ inf. I ʃ imm R/ Zilversulfadiazin 1% cream gram 35 tube No.Tujuan Pengobatan 1.22 No. I ʃ imm R/ inf.XII Infus set No. I IV catheter no. Bula kecil akan sembuh spontan sedangkan yang berukuran sedang atau luas dapat mengganggu sehingga perlu dilakukan aspirasi 4. Amikasin vial g 1No. III 97 . ½ dari jumlah cairan diebrikan dalam 8jam pertama. Terapi cairan intavena mengatasi gangguan keseimbangan cairan. Pemberian nutrisi Nutrisi diberikan cukup untuk menutupi kebutuhan kalori dan keseimbangan nitrogen yang negatif yaitu sebanyak 2500-3000 kalori sehari dengan kadar protein tinggi. ATS 1500 IU 1No.III Cum disposable syringe cc 5 No. Morfin amp 10mg No. Membersihkan dan merawat luka Pada pencucian luka untuk mencegah dan mengatasi infeksi digunakan Zalversulfadiazin cream 1%. ½ nya diberikan pada 16 jam berikutnya. Untuk mencegah infeksi dapat diberikan ATS 1500 unit untuk dewasa 3.I Cum disposable syringe cc 3 No. Minuman diberikan setelah peristaltik normal sebanyak 25ml/kgBB/hr 5.  24 jam II: diberikan cairan sejumlah ½ dan jumlah cairan yang diberikan pada hari pertama. Protokol pemberian menggunakan rumus Baxter:  24 jam I : RL 4cc/kgBB/%LB. Mengatasi infeksi Untuk mencegah infeksi diberikan antibiotika dari golongan aminoglikosida yaitu amikasin. I ʃ imm R/ inf.I Cum disposable syringe cc 5 No. Mengurangi rasa sakit Dapat diberikan analgesik secara injeksi. Yang paling efektif adalah dari golongan opioid yaitu morfin dan petidin 6. Ringer Lactat flab No. Cairan yaitu Ringer Lactat 2.

ʃ imm 98 .

diare. Sangat efektif untuk mengatasi luka bakar parah. Gejala klinis :     Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama.Pembahasan Obat: 1. Larutan ringer laktat berisi Na 131 mEq/L. tetapi terhadap basil gram negative lainnya 2-3 kali lebih lemah (kecuali mycobacterium). lemah Terapi: R/ Isoniazid tab mg 300 No. Penurunan nafsu makan dan berat badan. Perasaan tidak enak (malaise). klebsiella. mengatasi kehilangan cairan karena drainase empedu. terutama bila terinfeksi oleh pseudomonas. 3. Ringer laktat dapat digunakan untuk koreksi pada asidosis metabolik. Coli. Cl 111mEq/L. bikarbonat 29 mEq/L dan osmolaritas 276 mOsm/L. Aktivitasnya terhadap pseudomonas paling kuat. Selama penggunaan serum ini harus diwaspadai adanya kepekaan terhadap serum. 30. TBC Definisi : Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis (TB). Ringer Lactat Larutan ini merupakan larutan isotonic dengan konsentrasi elektrolit hampir sama dengan plasma. Sebagian besar kuman TB menyerang paru. Guna menghindari resistensi jangan digunakan lebih dari 10 hari. Zilversulfadiazin Garam yang terkandung berkhasiat bakteriostatik terhadap bakteri termasuk E. tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. 4. 2. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. dan Proteus. biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. VII 99 . ATS Serum ini biasanya dibuat dari plasma dan mengandung antibodi serta digunakan untuk menggunakan untuk menetralkan toksin basil Clostridium tetani. Amikasin Merupakan derivat kanamisin semisintesis yang memiliki spectrum kerja terluas dari semua aminoglikosida termasuk mycobacteria.obat ini digunakan dalam bentuk cream 1-3% dalam 1 gram nya terdapat 10 mg Zilversulfadiazin diberikan 1-2 kali dalam sehari. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). dan luka bakar. Ca 4mEq/L.

Dapat menembus plasenta tapi tidak teratogenik. dan ruam kulit. di dalam tubuh dihidrolisis untuk enzim pirazinamidase as. XIV ∫ 1 dd tab I Pro : Ny. bakteriositik terhadap kuman yang diam. keringat. air mata. mual. demam. diare o Warna urine. gout arthritis. T (45 tahun) Jenis obat: Isoniazid     Rifampisin     menghambat pertumbuhan berbagai kuman gram (+) dan (-) dan dapat menghambat pertumbuhan M. dan diare Ethambutol  menekan pertumbuhan kuman TB yang telah resisten terhadap isoniazid dan streptomisin. bakteriosid pada intra dan ekstrasel. ESO : neuritis perifer dicegah dengan pemberian piridoksin. liur menjadi merah (sindrom Redman) berefek bakterisid pada kuman dalam keadaan aktif. mual. Mekanisme : menghambat enzim essensial untuk sintesis asam mikolat dan dinding sel mikobakterium.pirazinoat yang aktif sebagai tuberkulos statik hanya pada media yang bersifat asam. Mekanisme : menghambat DNA dependent RNA polymerase dari mikrobakteria dan mikroorganisme lain dengan menekan mula terbentuknya rantai sintesis RNA.∫ 1 dd tab I R/ Rifampisin tab mg 450 No. muntah. ESO : o Flu like syndrome o Gatal-gatal kemerahan o Nyeri perut. dapat masuk jaringan dan membunuh kuman semi dorman yang tidak dapat dibunuh INH. hepatitis (radang hati). alergi. Pirazinamid   analog nikotinamid. ESO : gangguan fungsi hepar. 100 . Aktif terhadap sel yang bertumbuh dengan khasiat tuberkulostatik.VII ∫ 1 dd tab I R/ Pirazinamid tab mg 250 No. muntah.tuberculosis.XIV ∫ 1 dd tab I R/ Ethambutol tab mg 250 No.

1% neomisin sulfat 3. dan atap atau lantai mulut.   Dapat memberikan efek toksik pada mata jarang diberikan pada pasien anakanak. bletara konjungtivitis dan keratokonjungtivitis. biasanya berupa bercak putih kekuningan. 31. gusi. Rasa sakit dan rasa panas pada sariawan ini membuat kita susah makan dan minum.5 ∫ 3 dd guttae I ocula dextra Pro: Tn. yang mungkin melibatkan pipi. 32. T (34 tahun) Jenis obat : Cendoxytrol Isi iu/ml Indikasi : mengobati infeksi mata yang meradang konjungtivitis akut/kronis tidak bernanah. Terapi 101 . : dexametason 0. Gejala klinis :     Terapi : R/ cendoxytrol guttae opthalmic fl No. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih Kelopak mata bisa membengkak dan terasa sangat gatal. polimiksin 6 sulfat 6000 Konjungtiva yang mengalami peradangan akan tampak berwarna merah dan mengeluarkan kotoran Konjungtivitis karena bakteri akan mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih.5mg/ml. penurunan penglihatan (neuritis retrobulbur) Mencegah resistensi kuman terhadap anti tuberculosis lain. STOMATITIS Definisi : Stomatitis atau Stomatitis Aftosa Rekuren adalah luka yang terbatas pada jaringan lunak rongga mulut. Gejala klinis : berupa rasa sakit atau rasa terbakar satu sampai dua hari yang kemudian bisa timbul luka (ulcer) di rongga mulut. Mekanisme : menghambat sintesis metabolit sel ESO : gangguan penglihatan buta warna. terutama pada konjungtivitis karena alergi. tenggorokan. Peradangan pada lapisan mukosa dari setiap struktur di dalam mulut. KONJUNGTIVITIS Definisi : Konjungtivitis merupakan suatu peradangan pada konjungtiva. bibir. lidah.

Kumurlah secukupnya pada rongga mulut sampai 4 kali sehari. *Becefort ISI : Vitamin C mg 500.5 Mg. Vitamin B komplek. sariawan. faringitis (radang faring/tekak). KONTRA INDIKASI : Yang hipersensitif terhadap Yodium . periodontitis geraham bungsu. CARA PAKAI : Hanya untuk dewasa dan anak-anak diatas 6 tahun. 102 . radang tenggorokan.1 ∫ 3 dd garg I uc : R. penderita tyroid. Betadine Gargle Iag No. tonsilitis (radang tonsil/amandel). angina vincent (radang sela[pput lendir mulut dengan tukak-tukak berselaput). *FG Trochees KOMPOSISI : Fradiomisin Sulfat 2. FG Trochees tab No. INDIKASI : Obat kumur ANTISEPTIK untuk mengatasi flu. gusi bengkak dan bau mulut. Becefort tab No. bronkhitis (radang bronkhus/cabang-cabang tenggorok).: R. INDIKASI : Gingivitis (radang gusi). penggunaan maksimal sampai 14 kali. Gramisidin-s Hcl 1 Mg. Vitamin E. stomatitis (radang rongga mulut). III ∫ 1 dd tab I Jenis obat : *Betadine Gargle KOMPOSISI : Mengandung Povidone Iodine 1% dan bahan tambahan denatured alkohol. diflesia faringeal. III ∫ 1 dd tab I : R. wanita hamil dan menyusui.

proteinuria) < 130 mmHg. 33. Modifikasi pola hidup : 1. Penderita yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga bacaan tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg saat istirahat diperkirakan mempunyai keadaan darah tinggi. 3. sakit pada kepala belakang. 2. pembatasan garam dan alcohol 4. Menghambat laju penyakit ginjal proteinuria. Penurunan berat badan 2. berhenti merokok Respons kurang Respons cukup(sasaran tel.ah dicapai 103 . pusing.Pemberian vitamin dimaksudkan sehingga dapat menutup luka atau jejas yang terjadi di rongga. dan kelelahan Pengobatan dan terapi Tujuan pengobatan adalah (Yogiantoro. epistaksis. HIPERTENSI Definisi Kondisi medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam jangka waktu lama). Tekanan darah < 140/90 mmHg. gagal ginjal. wajah kemerahan. untuk individu berisiko tinggi (penderita DM. Gejala klinis Sakit kepala. Penurunan morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. 2006) : 1. Aktifitas fisik teratur 3.

Terapi nonfarmakologis harus dilaksanakan oleh semua pasien hipertensi dengan tujuan menurunkan tekanan darah dan mengendalikan faktor-faktor risiko serta penyakit penyerta lainnya. yaitu terapi nonfarmakologis dan farmakologis. lain atau diuretik Gambar 2. penghambat ACE. lain Tingkatkan dosis pertama Tambahkan obat kedua dari golongan lain Respon belum cukup Tambahkan obat kedua atau ketiga dari gol. alfa beta bloker Respons cukup (sasaran telah dicapai) Respons kurang Respons kecil Ganti dengan gol.alfa bloker. Pengaruh perubahan gaya hidup pada pasien hipertensi terhadap penurunan tekanan darah (Tabel 4). Pengobatan hipertensi terdiri atas dua komponen. diuretic atau beta bloker 2.Lanjutkan Modifikasi pola hidup : Pilihan Anti hipertensi : 1. Terapi nonfarmakologis antara lain : 104 .antagonis CA. pengobatan terhadap faktor risiko atau kondisi penyerta lainnya seperti diabetes mellitus atau dislipidemia juga harus dilaksanakan hingga mencapai target terapi masingmasing kondisi. Tahapan terapi hipertensi Selain pengobaan hipertensi (Gambar 2 dan Tabel 3).

Diuretik Diuretik menurunkan tekanan darah terutama dengan cara mendeplesikan simpanan natrium tubuh. menghentikan merokok. Awalnya. Thiazide-type diuretics for most. diuretik menurunkan tekanan darah dengan menurunkan volume darah dan curah jantung. Diuresis menyebabkan 105 . 6. 2. With compelling indications Prehypertension 120– 139 Stage 1 Hypertension 140– 159 Drug(s) for compelling indications. 4. ARB. CCB. ACEI.1. May consider ACEI. 5. menurunkan asupan garam dan lemak. Tabel 3. Two-drug combination for most† (usually thiazide-type diuretic and ACEI or ARB or BB or CCB). CCB) as needed. Terapi Hipertensi Initial drug therapy BP classification Normal SBP* DBP* Lifestyle Without mmHg mmHg modification compelling indication <120 and Encourage <80 or 80– Yes 89 or 90– Yes 99 No antihypertensive drug indicated. menurunkan konsumsi alkohol berlebih. tahanan vaskuler perifer. Penurunan tekanan darah dapat terlihat dengan terjadinya diuresis. ARB. or combination. BB. latihan fisik. Mekanisme obat a. menurunkan berat badan berlebih. 3.‡ Other antihypertensive drugs (diuretics. BB. meningkatkan konsumsi buah dan sayur. ‡ Stage 2 Hypertension >160 or >100 Yes Drug(s) for the compelling indications.

. pankreatitis. impotensi (reversibel bila obat dihentikan). Obat-Obat Pilihan: A. hipertensi Kontra indikasi: hipokalemia yang refraktur. diuretik kuat. hiperkalsemia. hipokalemia. fotosensitivitas. Chlortalidone ( Hygroton®. hipomagnesemia. kehamilan dan menyusui. ganggan darah (termasuk neutropenia dan trombositopenia.porfiria. hiperurikemia yang simptomatik. pirai. hiponatremia. Golongan Tiazid 1. Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia. dosis pemeliharaan 5-10 mg 1-3 kali semingguHipertensi. 2.penurunan volume plasma dan stroke volume yang akan menurunkan curah jantung dan akhirnya menurunkan tekanan darah. Bendroflazid/bendroflumetazid ( Corzide® ) Indikasi: edema. penyakit adison. memperburuk diabetes dan pirai. 2. gangguan hati dan ginjal yang berat. hipokloremanik. hipertensi. jarang terjadi ruam kulit. hiponatremia. dan efek samping: lihat pada Bendrofluazid 106 . Bentuk sediaan obat: tablet Dosis: edema dosis awal 5-10 mg sehari atau berselang sehari pada pagi hari.Kontra indikasi. usia lanjut. alkalosis dan hiperglikemia. Tenoret 50®. hiperurisemia. kolestasis intrahepatik dan reaksi hipersensitivitas. Obat-obat diuretik yang digunakan dalam terapi hipertensi yaitu : diuretik golongan tiazid. gangguan ginjal dan hati yang berat. peningkatan kadar kolesterol plasma. dan diuretik hemat kalium. mungkin memperburuk SLE ( eritema lupus sistemik ). bila diberikan pada masa kehamilan akhir). hiperkalsemia. Tenoretic® ) Indikasi : edema. diabetes insipidus Peringatan.5 mg pada pagi hari Efek samping:hipotensi postural dan gangguan saluran cerna yang ringan.

porfiria. infus Dosis: oral . dosis awal 12. hipertensi Peringatan. Amilorid HCL ( Amiloride®.Kontra indikasi. C.5mg/kg sampai dosis maksimal sehari 20 mg. dan efek samping: lihat pada Bendrofluazid Dosis : edema. dewasa 20-40 mg pada pagi hari. dewasa dosis awal 20-50 mg im. kurangi untuk pemeliharaan jika mungkin.- Dosis : edema. perbesaran prostat. Diuretik hemat kalium 1. infus IV disesuaikan dengan keadaan pasien Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia.5-25 mg. impugan® ) Indikasi: edema pada jantung. Furosemide ( Lasix®. jika perlu ditingkatkan sampai 50 mg pada pagi hari Bentuk sediaan obat: tablet 3. Injeksi. Diuretik kuat 1.5 mg sehari. memperburuk diabetes mellitus. anak 0.Hipertensi. dosis awal 12. B. puritrid®. Bentuk sediaan obat: tablet. gangguan hati dan ginjal. jika perlu ditingkatkan sampai 25 mg pada pagi hari Bentuk sediaan obat: tablet. hipertensi Kontra indikasi: gangguan ginjal dan hati yang berat. untuk pasien dengan edema yang berat dosis awalnya 75 mg sehariHipertensi. uresix®.5-1. injeksi. kurangi untuk pemeliharaan jika mungkin. 25 mg. lorinid® ) 107 . dosis awal 50 mg pada pagi hari atau 100-200 mg selang sehari. anak 1-3 mg/kg bb. hidroklorotiazid Indikasi: edema. kehamilan dan menyusui.

B. jika perlu tingkatkan sampai 400 mg. Oleh karena ACE juga terlibat dalam degradasi bradikinin maka ACE inhibitor menyebabkan peningkatan 108 . hiponatremia. Sotacor®. impotensi. Kombinasi dengan diuretik lain 510 mg sehari - Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi seperti ruam kulit. Letonal®. hipernatremia. 2.- Indikasi: edema. Bentuk sediaan obat: tablet Dosis: dosis tunggal. sakit kepala. dosis awal 3 mg/kg dalam dosis terbagi. usia lanjut. Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia. ACE Inibitor ACE inhibitor memiliki mekanisme aksi menghambat sistem reninangiotensin-aldosteron dengan menghambat perubahan Angiotensin I menjadi Angiotensin II sehingga menyebabkan vasodilatasi dan mengurangi retensi sodium dengan mengurangi sekresi aldosteron. Efek samping: Gangguan saluran cerna dan kadang-kadang reaksi alergi s eperti ruam kulit. kehamilan dan menyusui. hiponatremia. dosis awal 10 mg sehari atau 5 mg dua kali sehari maksimal 20 mg sehari. Bentuk sediaan obat: tablet Dosis: 100-200 mg sehari. memperburuk diabetes mellitus. penyakit adison. Spironolakton ( Spirolactone®. bingung. gangguan hati dan ginjal. kehamilan dan menyusui. - Peringatan : dapat menyebabkan hipokalemia dan hiponatremia. hiperkalemia. usia lanjut. hipertensi. hiperkalemia. gangguan hati dan ginjal. hipertensi Kontra indikasi: gangguan ginjal. bingung. anak. kehamilan dan menyusui. konservasi kalium dengan kalium dan tiazid - Kontra indikasi: gangguan ginjal. hiperkalemia. hepatotoksisita. Carpiaton® ) Indikasi: edema.

5mg. ACE inhibitor harus diberikan pertama kali dalam dosis yang rendah untuk menghindari resiko hipotensi dan ketidakmampuan ginjal.5mg. Nama Generik : Captopril 2. 25mg. 25mg.5mg Scantensin : Tab 12. 25mg Captensin : Tab 12. suatu vasodilator kuat dan menstimulus pelepasan prostaglandin dan nitric oxide. 25mg Capoten : Tab 12. Kapl salut selaput 50mg Otoryl : Tab 25mg Praten : Kapl 12. 25mg 109 .5mg. ACE inhibitor mengurangi mortalitas hampir 20% pada pasien dengan gagal jantung yang simtomatik dan telah terbukti mencegah pasien harus dirawat di rumah sakit (hospitalization). 50mg Locap : Tab 25mg Lotensin : Kapl 12. 50mg Farmoten : Tab 12. dan mengurangi gejala.5mg. meningkatkan ketahanan tubuh dalam beraktivitas. 25mg Metopril : Tab salut selaput 12. 25mg Dexacap : Tab 12. Fungsi ginjal dan serum potassium harus diawasi dalam 1-2 minggu setelah terapi dilaksanakan terutama setelah dilakukan peningkatan dosis. Salah satu obat yang tergolong dalam ACE inhibitor adalah Captopril yang merupakan ACE inhibitor pertama yang digunakan secara klinis.5mg. 25mg Captopril Hexpharm : Tab 12.5mg.5mg.5mg. 25mg.5mg.5mg. 25mg.bradikinin. tetapi juga bertanggungjawab terhadap efek samping berupa batuk kering. 1.5mg. 25mg Tenofax : Tab 12.5mg. 50mg Casipril : Tab 12.5mg. Nama Dagang : Acepress : Tab 12. Peningkatan bradikinin meningkatkan efek penurunan tekanan darah dari ACE inhibitor. 25mg Forten : Tab 12. 25mg Tensicap : Tab 12.

Bentuk sediaan : Tablet.25-12.5mg 2-3 kali/hari dan diberikan dengan pengawasan yang tepat. Hal ini dikarenakan absorbsi captopril akan berkurang 30%-40% apabila diberikan bersamaan dengan makanan. Aturan pakai : captopril diberikan 3 kali sehari dan pada saat perut kosong yaitu setengah jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Indikasi : Hipertensi esensial (ringan sampai sedang) dan hipertensi yang parah. Dosis dan aturan pakai captopril pada pasien hipertensi dengan gagal jantung : 6. Diabetic nephropathy dan albuminuria. 9. Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap ACE inhibitor. Hipertensi berkaitan dengan gangguan ginjal (renal hypertension). 4. Kaplet salut selaput. Penyempitan arteri pada salah satu atau kedua ginjal. 7. Kaplet. Efek samping : Batuk kering Hipotensi Pusing 110 .- Tensobon : Tab 25mg 3. Gagal jantung (Congestive Heart Failure). Dosis ini perlu ditingkatkan secara bertingkat sampai tercapai target dosis. Target dosis : 50mg 3 kali/hari (150mg sehari) 8. Postmyocardial infarction Terapi pada krisis scleroderma renal. Wanita menyusui. Tablet salut selaput. Angioneurotic edema yang berkaitan dengan penggunaan ACE inhibitor sebelumnya. 5. Dosis inisial : 6. Kehamilan.

C. Captopril tidak disarankan untuk digunakan pada wanita yang sedang hamil karena dapat menembus plasenta dan dapat mengakibatkan teratogenik. - Wanita menyusui. Captopril tidak direkomendasikan untuk wanita yang sedang menyusui karena bentuk awal captopril dapat menembus masuk dalam ASI sekitar 1% dari konsentrasi plasma. Beta-blocker (Misal : propanolol. Akan tetapi tidak diketahui apakah metabolit dari captopril juga dapat menembus masuk dalam ASI.- Disfungsi ginjal Hiperkalemia Angioedema Ruam kulit Takikardi Proteinuria Resiko khusus : Wanita hamil. bisoprolol) Merupakan obat utama pada penderita hipertensi ringan sampai moderat dengan penyakit jantung koroner atau dengan aritmia. Hal ini juga dapat menyebabkan kematian janin. - Penyakit ginjal. Apabila captopril digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal maka perlu dilakukan penyesuaian dosis dimana berfungsi untuk menurunkan klirens kreatininnya. Penggunaan captopril (ACE inhibitor) pada pasien dengan gangguan ginjal akan memperparah kerusakan ginjal karena hampir 85% diekskresikan lewat ginjal (hampir 45% dalam bentuk yang tidak berubah) sehingga akan memperparah kerja ginjal dan meningkatkan resiko neutropenia. Bekerja dengan 111 . Captopril beresiko pada kehamilan yaitu pada level C (semester pertama) dan D (semester kedua dan ketiga). Morbiditas fetal berkaitan dengan penggunaan ACE inhibitor pada seluruh masa trisemester kehamilan.

bungkuk (fenomena Jolt) 112 . maka cardiac output akan berkurang yang disertai dengan turunnya tekanan darah. Alfa-blocker (Misal : Doxazosin. E. di mana β1 merupakan reseptor yang bertanggung jawab untuk menstimulasi produksi katekolamin yang akan menstimulasi produksi renin. Minimal 5 kali serangan b. D. sehingga merupakan obat utama bagi penderita hipertensi yang juga penderita angina. Dengan berkurangnya produksi renin.menghambat reseptor β1 di otak. 1. Prazosin). MIGRAIN Definisi Nyeri kepala dengan serangan nyeri yang berlangsung 4-72 jam. ginjal dan neuron adrenergik perifer. Dilatasi arteriol akan menurunkan resistensi perifer. 34. Amlodipin). Calcium channel blocker (Cth: Nifedipin. Bekerja dengan menghambat masuknya kalsium ke dalam otot polos pembuluh darah sehingga mengurangi tahanan perifer. Durasi nyeri kepala 4-72 jam c. batuk. Minimal 2 karakteristik nyeri kepala sebagai berikut: Unilateral Berdenyut Intensitas nyeri sedang sampai berat Bertambah berat dengan aktivitas fisik. Merupakan antihipertensi yang dapat bekerja pula sebagai obat angina dan antiaritmia. Bekerja dengan menghambat reseptor α1 di pembuluh darah sehingga terjadi dilatasi arteriol dan vena. Migren tanpa aura (common migren) Kriteria diagnosis: a. Aura adalah suatu gejala neurologik fokal yang kompleks yang mendahului ataupun menyertai suatu serangan migren. Gejala Klinis Migren dapat disertai dengan aura atau tanpa aura.

terutama jika disertai dengan mual. Kafein 113 . Gangguan sensorik Parestesia sensorik. Pada beberapa penderita. penderita juga membutuhkan istirahat dan tidur untuk mengurangi sakit kepalanya. reversibel secara bertahap 5-20 menit dan berlangsung < 60 menit. didahului gejala neurologik fokal (aura). Gangguan visual Skotoma (tampak titik-titik kecil yang banyak). disfagia 4. Disertai minimal 1 dari: Mual dan atau muntah Fotofobia dan fonofobia e. biasanya selain obat pereda nyeri. Terdapat aura: 1. Tetapi migren seringkali hebat dan membuat penderita menjadi tidak berdaya. Gangguan bahasa Afasia Pengobatan dan Terapi Jika tidak diobati. sakit kepalanya ringan dan bisa dihilangkan dengan obat pereda nyeri (analgesik) yang dijual bebas. serangan migren bisa berlangsung selama beberapa jam atau hari. kebas atau panas seluruh badan 3. persepsi adanya cahaya berbagai warna pada salah satu mata yang bergerak pelan. gangguan visual homonim. Migren dengan aura Migren dengan aura merupakan serangan nyeri kepala berulang. yang menyebabkan mengkerutnya pembuluh darah sehingga membantu mencegah pelebaran pembuluh darah dan menyebabkan nyeri.d. fotopsia (kilatan cahaya yang menyilaukan) 2. Pada kasus seperti ini. Gangguan motorik Hemiparesis. Tidak berkaitan dengan kelainan yang lain 2. muntah dan silau mata (fotofobia). Obat yang paling banyak digunakan adalah ergotamine dihydroergotamine (suatu vasokonstriktor).

dosis tinggi juga membantu mencegah melebarnya pembuluh darah dan seringkali diberikan bersamaan dengan obat pereda nyeri atau ergotamin. R/ Cafergot tab No. XV ∫ prn 1-3 dd tab I

R/ Metoklopramid tab mg 10 No XV ∫ 3 dd tab I ½ h a.c

Pro : Ny. S (40 th)

Mekanisme Obat 1. Cafergot Merupakan golongan ergotamin yang dikombinasikan dengan kafein. Ergotamin menstimulasi maupun memblokir reseptor alfa adrenergik dan serotoninergik. Misalnya menstimulasi reseptor 5HT1, khususnya 5HT1D dan memblokir reseptor alfa (alfa bloker) dengan efek vasodilatasi ringan. Sifat ini dikuasai oleh daya vasokonstriksinya yang kuat dari arteri otak dan perifer berdasarkan daya antiserotoninnya (blokade 5HT1). Karena sifat

vasokontriksinya tersebut, ergotamin banyak digunakan sebagai obat khas terhadap serangan migrain, yang hanya efektif bila digunakan pada fase permulaan. Biasanya obat ini dikombinasikan dengan kafein dan obat antimual. Ergotamin juga digunakan pada sakit kepala cluster. Resorpsinya dari usus tidak teratur dan sangat bervariasi. Kafein meningkatkan resorpsinya (oral, rektal) dan memperkuat efeknya. Ekskresinya berupa metabolit, terutama lewat empedu dan tinja (secara rektal 1-5%). Efek samping ergotamin berupa mual, muntah, dan sakit kepala mirip gejala migrain. Akibat akumulasi ergotamin dapat timbul efek toksik, seperti kejang otot kaki, kelumpuhan, vasospasme dengan jari-jari tangan menjadi dingin, akhirnya terjadi gangren (mati jaringan). Karena sifat-sifat itu, ergotamin tidak boleh diberikan pada pasien jantung dan hipertensi. Wanita

114

hamil tidak boleh diberikan obat ini, berhubung efek oksitosisnya (merangsang otot rahim). Dosis oral/rektal 3-4 dd 1mg, maksimal 4mg per serangan dan 8mg seminggu. Sebaiknya dikunyah halus sebelum ditelan untuk mempermudah resorpsinya atau diletakkan di bawah lidah (sublingual). Sebagai aerosol 360 mikrogram, injeksi i.m. atau s.c. 0,25-0,5mg semuanya sebagai garam tartrat. 2. Metoklopramid Derivat aminoklorbenzamid ini berkhasiat anti-emesis kuat berdasarkan blokade reseptor dopamin di CTZ. Disamping itu juga memperkuat pergerakan dan pengosongan lambung. Efektif pada semua muntah, termasuk akibat radioterapi dan migrain, pada mabuk darat obat ini tidak ampuh. Resorpsi dari usus cepat, mulai kerja dalam 20 menit. Ekskresinya berlangsung 80% dalam keadaan utuh melalui urin. Efek sampingnya adalah sedasi dan gelisah karena dapat melintasi sawar darah-otak. Efek samping lainnya berupa gangguan lambung-usus dan gejala ekstrapiramidal, terutama pada anak kecil. Interaksi obat dengan obat yang diserap di lambung, maka akan berkurang bila diberikan bersama metoklopramid. Resorpsi obat yang diserap diusus justru mempercepatnya, seperti alkohol, asetosal, diazepam, dan levodopa. Dosis 3-4 kali sehari 5-10 mg, anak-anak maksimal 0.5 mg/kg/hari. Rektal 2-3 kali sehari 20 mg. Sediaan metoklopramid tablet 10 mg, sedangkan injeksi 10 mg/2 ml. Nama paten mepramide, metolon. 35. VERTIGO Definisi sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh atau lingkungan sekitarnya, dapat disertai gejala lain, terutama dari jaringan otonomik akibat gangguan alat keseimbangan tubuh. Vertigo (sering juga disebut pusing berputar, atau pusing tujuh keliling) adalah kondisi di mana seseorang merasa pusing disertai berputar atau lingkungan terasa berputar walaupun badan orang tersebut sedang tidak bergerak.

115

Gejala Klinis Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar. Gejala dan Tanda Arah Nigtagmus Perifer ( Organ Akhir ) Sentral

Terutama satu arah dan Satu arah atau dua arah, satu bidang, fase cepat dapat berubah bidangnya berlawanan dengan tempat bila pandangan berubah lesi Jarang ditemukan

Nistagmus disertai berputar Vertigo Berat Arah dari perputaran

horizontal Cukup sering ditemukan komponen

Jelas pada Kearah fase cepat

Ringan Berubah-ubah

Arah past poiting Arah jatuh Pengaruh kepala

Kearah fase lambat Kearah fase lambat

Berubah-ubah Berubah-ubah

perputaran Dengan mendadak vertigo Tidak ada pengaruh akan muncul Akut atau kronis Mungkin ada Biasanya Kronis Biasanya tidak ada

Lama gejal-gejala Tinitus dan/atu tuli

Pengobatan dan Terapi Untuk penatalaksanaan vertigo sebaiknya dilakukan pengobatan kausual kalau memungkinkan, hanya saja biasanya etiologi vertigo sebagian besar tidak diketahui, maka dari itu pengobatan medikamentosa masih menjadi pilihan utama. 1. Medikamentosa - Agonis reseptor H, misalnya; betahistin

116

.Prometazin dari golongan fenotiazin merupakan yang paling efektif dari golongan ini dalam mengobali vertigo. 2. Mekanisme obat A. keadaan hipersekresi asam lambung patologis seperti pada sindroma ZollingerEllison. Ranitidin Indikasi Ranitidin digunakan untuk pengobatan tukak lambung dan deudenum akut.Penenang minor dan mayor. Fisioterapi Latihan gerakan tubuh dengan kepala-leher-mata dalam posisi tetap (stasioner) Mata dan kepala bergerak mengikuti objek penglihatan yang bergerak Latihan dengan alat sejenis pembangkit nistagmus Latihan keseimbangan tubuh diatas papan dinamis 3. misalnya :diazepam. deudenum dan refluk esofagitis. Skopolamin metilbromida ( Holopon ) 3 x 1-2 mg/hari. Hipersekresi pasca bedah.Zat simpatomimetik ( Efedrin dan amfetamin ) . . Rehabilitasi vertigo harus dilakukan supaya adaptasi tubuh terhadap penyakit tersebut bisa tercapai. sehari 2 kali 1 tablet atau dosis tunggal 2 tablet menjelang tidur 117 . Dosis dan Cara Pemakaian Terapi oral Dewasa : Tukak lambung. Efek samping utama adalah mengantuk. . refluk esofagitis.Obat anti kolinergik yang mensupresi aktif secara sentral dari aktivitas sistem vestibuli dan dapat berguna untuk mengurangi vertigo.

v. 150mg ranitidine diinfuskan dengan kecepatan 6. infus selalu dilalui dengan kecepatan 1 mg/kg per jam. dosis tidak boleh melebihi 400 mg sehari. Dosis dewasa : Injeksi i. intermiten: 50mg setiap 6-8 jam jika diperlukan. Terapi parenteral Diberikan i. atau infus secara perlahan atau intermiten untuk penderita rawat inap dengan kondisi hipersekretori patologi atau tukak usus duabelas jari yang tidak sembuh-sembuh. lalu ukur kembali sekresi asam lambung. pada penderita dengan sindrom Zollinger-Ellison atau kondisi hipersekretori lain. Jika setelah 4 jam penderita masig sakit. selama 4-8 minggu. Untuk hipersekresi patologis.m. atau i. atau i.dosis ditambah 0.m. Dosis pemeliharaan sehari 1 tablet pada malam hari.v. atau sekresi asam lambung masih besar dari 10 mEq/jam. yang dianjurkan adalah 50 mg setiap 18-24 jam. ubah dengan hatihati interval dosis dari setiap 24 jam menjadi setiap 12 jam.malam. Bila keadaan paah dosis dapat ditingkatkn sampai 6 tablet sehari dalam dosis terbagi. Pada penderita gagal ginjal dengan kliren kreatinin kurang dari 50 menit. atau i.v. obat dapat diberikan lebih sering. Jika ranitidine diberikan secara infus. dosis sehari 1 tablet. Jika diperlukan.5 mg/kg per jam. atau bila terapi oral tidak memungkinkan.m. Pada penderita gangguan fungsi ginjal dan kleren kretinin kurang dari 50 mg/menit. Kontraindikasi Hipersensitif terhadap ranitidine Efek Samping 118 . dosis i. sehari 23 kali 1 tablet.25 mg/jam selama lebih dari 24 jam.

Ikaphen Kandungan : Natrium Fenitoin. Keamanan dan efektifitas pada anak-anak belum dapat dipastikan (estabilised). Hindari penggunaan pada penderita yang memiliki riwayat porfiria akut. Indikasi : Anti kejang. pusing. Kontrindikasi: Penyakit hati. - Konstipasi. - Rasa sakit di daerah peyuntikan pada pemberian secara i. Pemberian harus hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati dan ginjal. malaise. 119 . hepatitis (jarang). mialgia. Konfusion. Pemberian ranitidine pada penderita keganasan lambung dapat menutupi gejala-gejala penyakit ini. gangguan fungsi seksual.sakit perut.v. mual dan pruritus. B. Pengobatan penunjang akan mencegah kambuhnya tukak (ulkus).- Kadang-kadang terjadi nyeri kepala. Rasa terbakar pada pemberian secara i. antiaritmia. hiperprolaktinemia.m. Kontraindikasi Keamana pemakaian pada wanita hamil dan menyusui balum dapat dipastikan.

2. Menyusui. dan dihambat Disulfiram. Kemasan : Dosis : 1. dapat berlangsung horisontal. kebingungan. pansitopenia. Sulfafenazol. Asam Fenilbutazon. osteomalasia (keadaan yang ditandai dengan melunaknya tulangtulang karena gangguan kalsifikasi sebagai akibat kekurangan Vitamin D dan Kalsium). Anti kejang : dewasa : diawali dengan 3-4 mg/kg berat badan/hari. antikoagulan Dikoumarol. vertikal. rickets/rakitis. hipersutisme (pertumbuhan rambut berlebihan pada wanita menurut pola pertumbuhan rambut laki-laki). atau campuran). trombositopenia. hiperplasiagusi. pusing. ruam morbiliformis. oleh Kloramfenikol.- Hindari putus obat secara mendadak. Valproat. pemeliharaan : 4-8 mg/kg berat badan/hari.Sultiam. INH. pemeliharaan : 3-4 kapsul/hari. Interaksi obat : Metabolisme Natrium Fenitoin dipertinggi oleh Barbiturat. sindroma lupus eritematosus. Simetidin. dan Sulfonamida. granulositopenia. Efek samping : Nistagmus (gerak ulang-alik bola mata secara cepat. memutar. ataksia (gangguan koordinasi gerakan). bicara tidak lancar. leukopenia. berlangsung di luar kehendak. anak-anak : diawali dengan 5 mg/kg berat badan/hari dalam 2-3 dosis terbagi. Anti aritmia : Injeksi 50 mg/mL x 2 mL x 10 biji. 120 .

II ∫ 2 dd tab I _________________________∂ R/ Ranitidin tab No. anak-anak : 5 mg/kg berat badan/hari dalam 2-3 dosis terbagi. II ∫ 2 dd tab I _________________________∂ 121 . PENULISAN RESEP R/ Ikaphen tab mg 100 No.- dewasa : 2-4 kali sehari 100 mg.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->