P. 1
Asuhan Keperawatan Klien dengan Angina Pectoris

Asuhan Keperawatan Klien dengan Angina Pectoris

5.0

|Views: 12,003|Likes:
Published by Ruslan Muchtar
Angina Pectoris adalah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan sakit dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat didada yang seringkali menjalar ke lengan kiri. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu pasien melakukan suatu aktivitas dan segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya
Angina Pectoris adalah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan sakit dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat didada yang seringkali menjalar ke lengan kiri. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu pasien melakukan suatu aktivitas dan segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya

More info:

Published by: Ruslan Muchtar on Jun 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2013

pdf

text

original

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN ANGINA PECTORIS

RUSLAN M EMERGENCY DEPARTMENT RSU LASINRANG KAB. PINRANG
Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

Pengertian
‡ Angina Pectoris adalah suatu sindrom klinis di mana pasien mendapat serangan sakit dada yang khas, yaitu seperti ditekan atau terasa berat didada yang seringkali menjalar ke lengan kiri. Sakit dada tersebut biasanya timbul pada waktu pasien melakukan suatu aktivitas dan segera hilang bila pasien menghentikan aktivitasnya.
Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

‡ kebutuhan jantung akan oksigen ditentukan oleh beratnya kerja jantung (kecepatan dan kekuatan denyut jantung). aktivitas fisik dan emosi menyebabkan jantung bekerja lebih berat dan karena itu menyebabkan meningkatnya kebutuhan jantung akan oksigen. jika arteri menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot tidak dapat memenuhi kebutuhan jantung akan oksigen, maka bisa terjadi iskemia dan menyebabkan nyeri.
Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

Etiologi
‡ Angina Pectoris disebabkan oleh karena berkurangnya aliran darah ke arteria coronaria yang salah satu penyebabnya adalah aterosclerosis, sehingga terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen ke myocardium dan kebutuhan oksigen.

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

Etiologi

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

Aterosclerotic

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

Aterosclerotic

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

PENYEBAB
Biasanya angina merupakan akibat dari penyakit arteri koroner. penyebab lainnya adalah:
± stenosis katup aorta (penyempitan katup aorta) ± regurgitasi katup aorta (kebocoran katup aorta) ± stenosis subaortik hipertrofik ± spasme arterial (kontraksi sementara pada arteri yang terjadi secara tiba-tiba) ± anemia yang berat.
Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

GEJALA
‡ tidak semua penderita iskemia mengalami angina. iskemia yang tidak disertai dengan angina disebut silent ischemia. masih belum dimengerti mengapa iskemia kadang tidak menyebabkan angina. biasanya penderita merasakan angina sebagai rasa tertekan atau rasa sakit di bawah tulang dada (sternum). nyeri juga bisa dirasakan di: - bahu kiri atau di lengan kiri sebelah dalam - punggung - tenggorokan, rahang atau gigi - lengan kanan (kadang-kadang). banyak penderita yang menggambarkan perasaan ini sebagai rasa tidak nyaman dan bukan nyeri.
Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

Gejala
‡ yang khas adalah bahwa angina: - dipicu oleh aktivitas fisik - berlangsung tidak lebih dari beberapa menit - akan menghilang jika penderita beristirahat. kadang penderita bisa meramalkan akan terjadinya angina setelah melakukan kegiatan tertentu. angina seringkali memburuk jika: - aktivitas fisik dilakukan setelah makan - cuaca dingin - stres emosional.
Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

Varian Angina
Merupakan akibat dari kejang pada arteri koroner yang besar di permukaan jantung. disebut variant karena ditandai dengan: - nyeri yang timbul ketika penderita sedang istirahat, bukan pada saat melakukan aktivitas fisik - perubahan tertentu pada ekg.

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

‡ Angina Non Stabil (Angina Pra Infark, Angina Kresendo) ‡ Angina Stabil Kronis ‡ Angina Nokturnal ‡ Angina Dekubitus ‡ Angina Refrakter ‡ Angina Prinzmetal (harian : istirahat) ‡ Iskemia Tersamar
Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

UAP
Merupakan angina yang pola gejalanya mengalami perubahan. ciri angina pada seorang penderita biasanya tetap, oleh karena itu setiap perubahan merupakan masalah yang serius (msialnya nyeri menjadi lebih hebat, serangan menjadi lebih sering terjadi atau nyeri timbul ketika sedang beristirahat). perubahan tersebut biasanya menunjukkan perkembangan yang cepat dari penyakit arteri koroner, dimana telah terjadi penyumbatan arteri koroner karena pecahnya suatu ateroma atau terbentuknya suatu bekuan.resiko terjadinya serangan jantung sangat tinggi. unstable angina merupakan suatu keadaan darurat.

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan terutama berdasarkan gejalanya. diantara bahkan selama serangn angina, pemeriksaan fisik atau ekg hanya menunjukkan kelainan yang minimal. selama suatu serangan, denyut jantung bisa sedikit meningkat, tekanan darah meningkat dan bisa terdengar perubahan yang khas pada denyut jantung melalui stetoskop. selama suatu serangan, bisa ditemukan adanya perubahan pada ekg, tetapi diantara serangan, ekg bisa menunjukkan hasil yang normal, bahkan pada penderita penyakit arteri koroner yang berat. jika gejalanya khas, diagnosisnya mudah ditegakkan. jenis nyeri, lokasi dan hubungannya dengan aktivitas, makan, cuaca serta faktor lainnya akan mempermudah diagnosis.

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

1.

2.

3.

exercise tolerance testing merupakan suatu pemeriksaan dimana penderita berjalan diatas treadmill dan dipantau dengan ekg. pemeriksaan ini bisa menilai beratnya penyakit arteri koroner dan kemampuan jantung untuk merespon iskemia. hasil pemeriksaan ini juga bisa membantu menentukan perlu tidaknya dilakukan arteriografi koroner atau pembedahan. radionuclide imaging yang dilakukan bersamaan dengan exercise tolerance testing bisa memberikan keterangan berharga mengenai angina. penggambaran radionuklida tidak hanya memperkuat adanya iskemia, tetapi juga menentukan daerah dan luasnya otot jantung yang terkena dan menunjukkan jumlah darah yang sampai ke otot jantung. exercise echocardiography merupakan suatu pemeriksaan dimana ekokardiogram diperoleh dengan memantulkan gelombang ultrasonik dari jantung. pemeriksaan ini bisa menunjukkan ukuran jantung, pergerakan otot jantung, aliran darah yang melalui katup jantung dan fungsi katup. ekokardiogram dilakukan pada saat istirahat dan pada puncak aktivitas. jika terdapat iskemia, maka gerakan memompa dari dinding ventrikel kiri tampak abnormal.

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

5. arteriografi koroner bisa dilakukan jika diagnosis penyakit arteri koroner atau iskemia belum pasti. pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan beratnya penyakit arteri koroner dan untuk membantu menentukan perlu tidaknya dilakukan pembedahan bypass arteri koroner atau angioplasti. 6. pemantauan ekg berkelanjutan dengan monitor holter menunjukkan kelainan dari silent ischemia. 7. angiografi kadang bisa menemukan adanya kejang pada arteri koroner yang tidak memiliki suatu ateroma.
Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

PENGOBATAN
Pengobatan dimulai dengan usaha untuk mencegah penyakit arteri koroner, memperlambat progresivitasnya atau melawannya dengan mengatasi faktor-faktor resikonya pengobatan angina terutama tergantung kepada berat dan kestabilan gejala-gejalanya. jika gejalanya stabil dan ringan sampai sedang, yang paling efektif adalah mengurangi faktor resiko dan mengkonsumsi obat-obatan. Bisa digunakan angiografi untuk menentukan perlu tidaknya dilakukan pembedahan bypass arteri koroner atau angioplasti.

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

Authorized www.ruslanpinrang.blogspot.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->