P. 1
Rc02-Pengaruh PAI Terhadap Pembentukan Akhlak Siswa

Rc02-Pengaruh PAI Terhadap Pembentukan Akhlak Siswa

4.78

|Views: 20,399|Likes:
Published by adfdel

More info:

Published by: adfdel on Jun 05, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

Pengertian Akhlak Secara Etimologi, Menurut pendekatan etimologi,

perkataan "akhlak" berasal dari bahasa Arab jama' dari bentuk mufradnya

"Khuluqun" (

ϖѧϠΧyang menurut logat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah

laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuain dengan perkataan

"khalkun" (

ϖѧϠΧ yang berarti kejadian, serta erat hubungan " Khaliq"

ϖѧϟ ΎѧΧ

yang

berarti Pencipta dan "Makhluk"

ϕϮϠΨϣ

yang berarti yang diciptakan.20

Baik kata akhlaq atau khuluq kedua-duanya dapat dijumpai di dalam al-

Qur'an, sebagai berikut:

˳Ϣϴ˶ψ˴ϋ ˳ϖ˵Ϡ˵Χ ϰϠ˴ό˴ϟ ˴Ϛ͉ϧ˶·˴ϭ

ϢϠϘϟ΍

?

Artinya :

19

Ibid, h, 14-15

20

Zahruddin AR. Pengantar Ilmu Akhlak, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2004), Cet

ke-1, h. 1

24

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang
agung.
” (Q.S. Al-Qalam, 68:4).21

Sedangkan menurut pendekatan secara terminologi, berikut ini beberapa pakar

mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut:

1. Ibn Miskawaih

Bahwa akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk

melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran (lebih

dahulu.22

2. Imam Al-Ghazali

Akhlak adalah suatu sikap yang mengakar dalam jiwa yang darinya lahir berbagai

perbuatan dengan mudah dan gampang, tanpa perlu kepada pikiran dan

pertimbanagan. Jika sikap itu yang darinya lahir perbuatan yang baik dan terpuji,

baik dari segi akal dan syara', maka ia disebut akhlak yang baik. Dan jika lahir

darinya perbuatan tercela, maka sikap tersebut disebut akhlak yang buruk. 23

3. Prof. Dr. Ahmad Amin

Sementara orang mengetahui bahwa yang disebut akhlak ialah kehendak yang

dibiasakan. Artinya, kehendak itu bila membiasakan sesuatu, kebiasaan itu

dinamakan akhlak.

21

al-Qur'an dan Terjemah, Departemen Agama Republik Indonesia, (Jakarta: CV. Toha Putra

Semarang, 1989), h. 960

22

Zahruddin AR, h. 4

23

Prof. Dr. H. Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf, ( PT. Mitra Cahaya Utama, 2005), Cet ke-2,

h. 29

25

Menurutnya kehendak ialah ketentuan dari beberapa keinginan manusia

setelah imbang, sedang kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang sehingga

mudah melakukannya, Masing-masing dari kehendak dan kebiasaan ini mempunyai

kekuatan, dan gabungan dari kekuatan itu menimbulkan kekuatan yang lebih besar.

Kekuatan besar inilah yang bernama akhlak.24

Jika diperhatikan dengan seksama, tampak bahwa seluruh definisi akhlak

sebagaimana tersebut diatas tidak ada yang saling bertentangan, melainkan saling

melengkapi, yaitu sifat yang tertanam kuat dalam jiwa yang nampak dalam perbuatan

lahiriah yang dilakukan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran lagi dan sudah

menjadi kebiasaan.

Jika dikaitkan dengan kata Islami, maka akan berbentuk akhlak Islami, secara

sederhana akhlak Islami diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau

akhlak yang bersifat Islami. Kata Islam yang berada di belakang kata akhlak dalam

menempati posisi sifat. Dengan demikian akhlak Islami adalah perbuatan yang

dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging dan sebernya berdasarkan pada

ajaran Islam. Dilihat dari segi sifatnya yang universal, maka akhlak Islami juga

bersifat universal.25

Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menjabarkan

akhlak universal diperlukan bantuan pemikiran akal manusia dan kesempatan sosial

24

Zahruddin AR, h. 4-5.

25

Prof. Dr. H. Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003),

Cet ke-5, h. 147

26

yang terkandung dalam ajaran etika dan moral. Menghormati kedua orang tua

misalnya adalah akhlak yang bersifat mutlak dan universal. Sedangkan bagaimana

bentuk dan cara menghormati oarng tua itu dapat dimanifestasikan oleh hasil

pemikiran manusia.

Jadi, akhlak islam bersifat mengarahkan, membimbing, mendorong,

membangun peradaban manusia dan mengobati bagi penyakit social dari jiwa dan

mental, serta tujuan berakhlak yang baik untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia

dan akhirat.

Dengan demikian akhlak Islami itu jauh lebih sempurna dibandingkan dengan

akhlak lainnya. Jika aklhak lainnya hanya berbicara tentang hubungan dengan

manusia, maka akhlak Islami berbicara pula tentang cara berhubungan dengan

binatang, tumbuh-tumbuhan, air, udara dan lain sebagainya. Dengan cara demikian,

masing-masing makhluk merasakan fungsi dan eksistensinya di dunia ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->