P. 1
Fungsi Permintaan

Fungsi Permintaan

|Views: 2,864|Likes:
Published by MANSUR

More info:

Published by: MANSUR on Aug 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2014

pdf

text

original

APLIKASI FUNGSI DALAM ILMU EKONOMI ( MATBIS ) Jenis-jenis fungsi dalam Ilmu Ekonomi 1.

FUNGSI PERMINTAAN (demand function) Merupakan fungsional diminta konsumen tingkat pada harga pasar hubungan antara (dibeli) dengan barang saat dan

3. D : aQ + bQ = c, a, b, c sama tandanya dan diambil bilangan positif. 4. D : Q = konstan, sejajar sumbu P Pada bentuk 1, 2, dan 3 maka gradien dari garis ini (disebut juga dengan slope), menunjukkan tingkat perbandingan antara besarnya harga yang konsumen. b. Bentuk Kuadratis D : Q = aP2 + bP + c, a < 0, b ≤ 0, c > 0 D : Q = aQ2 + bQ + c, untuk a > 0, maka b < 0, c > 0, b2 – 4ac ≥ 0 untuk a < 0, maka b besarnya perubahan dan barang diminta barang

banyaknya barang yang

tertentu, dinyatakan : D : P = f(Q) D : Q = f(P) P adalah harga barang tiap unit. Q adalah banyaknya barang yang dibeli. Bentuk-bentuk Fungsi Permintaan a. Bentuk Linear 1. D : Q = a + bP, a > 0, b ≤ 0 2. D : Q = a + bQ, a > 0, b ≤ 0

≤ 0, c > 0

c. Bentuk
a P

Pecahan

Cartesius terletak pada kuadran I. Contoh : Fungsi sebuah barang permintaan ditunjukkan kurva

(hiperbolis) D:Q=
P=

atau

a ,a >0 Q

D
P=

:

aP + b Q= P

oleh persamaan QD = 75 – 3P atau a. Gambarkan permintaannya! b. Berapa jumlah yang diminta jika harganya = 10? c. Berapa jumlah yang diminta barangnya gratis? arah d. Berapa harga barang tsb. jika jumlah yang diminta = 15? e. Berapa harga barang tsb. jika tidak ada permintaan? Penyelesaian : a. QD = 75 – 3P Jika
P = 0 → Q p = 75 Q p = 0 → P = 25 ,

aQ + b , a < 0, B > 0 Q

D : Q=
P=

aP + b atau mP + n

aQ + b mQ + n

,

an – bm

< 0, a berlawanan d. D:P= >0 Kurva Permintaan Berbentuk kanan sistem monoton Pada turun dari kiri atas ke bawah. koordinat Fungsi

jika

dengan b,m, n Bentuk
ae nQ ,

Eksponensial (logaritmik) a

Jika

sehingga gambar kurva permintaan adalah ( lihat papan tulis )

b.
P = 10 → Q p = 75 − 3(10) = 45

S : P = a + bQ, 0, b > 0 Barang gratis

a>

c. d.

S : aQ + bP = c, a beralawanan dengan b dan c S : P = konstan Q = konstan b. Bentuk kuadratis S : Q = aP2 + bP + c, a > 0, b = sebarang, c<0 S : P = aQ2 + bQ + c, a > 0, b ≥ 0, Q > 0 c. Eksponensial S : P = aemQ, 0, Q > 0 Kurva Penawaran Berbentuk monoton naik dari kiri bawah ke kanan atas. 3. MENENTUKAN FUNGSI Fungsi a> Bentuk tanda

→ P = 0 → Q p = 75 − 3(0) = 75

Q p = 15 →15 = 75 − 3P → P = 20

e. permintaan

Tidak

ada

→ Q p = 0 → 0 = 75 − 3P → P = 25

2. FUNGSI PENAWARAN (supply fucntion) Merupakan fungsional ditawarkan hubungan antara supplier

banyaknya barang yang (penjual barang) dengan tingkat harga tersebut tiap unit pada pasar dan saat S : P = f(Q) S : Q = f(P) Bentuk-bentuk Fungsi Penawaran a. Bentuk linear S : Q = a + bP, 0, b > 0 a< tertentu, dinyatakan sebagai :

PERMINTAAN DAN FUNGSI PENAWARAN Jika diketahui data permintaan dan penawaran

terhadap suatu jenis barang pada tertentu, beberapa maka tingkat dapat

titik dan gradien garis yang diketahui P – P1 = m( Q – Q1 ) , dengan m = gradien =
∆ P ∆ Q

ditentukan bentuk fungsinya, P 0 D 5 S 0 1 5 sebagai berikut : A. Dari Bentuk Linear dua data permintaan 0 2 4 0 4 3 0 1 5 6 2 0 3 0 8 1 0 4 5 60 10 0

Contoh : Data mengenai harga permintaan dan penawaran komoditi x ditunjukkan oleh tabel berikut :

(penawaran) terhadap suatu jenis barang, misal (Q1, P1) dan (Q2, P2), maka dapat ditentukan fungsinya dengan menggunakan : 1. Rumus persamaan garis yang melalui 2 titik, yaitu :

P = harga per unit D = jumlah yang diminta S = jumlah yang ditawarkan a. Tentukan penawaran 8. jika fungsi dipilih

P−P 1 = Q − Q1 P2 − P Q2 − Q1 1

permintaan dan fungsi melalui harga = 2 dan harga =

2. Rumus garis

persamaan yang

b. Tentukan penawaran harga = 2. Penyelesaian : a. Mencari permintaan : jika

fungsi dipilih

b. Mencari permintaan P1 = 2, Q1 = 40

Fungsi

permintaan dan fungsi

Pada kenaikan harga = 2, maka barang yang diminta fungsi 10 unit. Ini berarti koefisien arah kurva permintaan = turun sebesar

Jika P1 = 2, Q1 = 40 P2 = 8, Q2 = 10
P−P 1 = Q − Q1 P2 − P Q2 − Q1 1
P − 2 Q − 40 = 8 − 2 10 − 40 P − 2 Q − 40 = 6 − 30

∆P 2 1 = =− ∆Q −10 5

, sehingga

m= Fungsi

1 5

permintaan

adalah : P – P1 = m( Q – Q1 ) P–2=
1 ( Q – 40 ) 5

-30P + 60 = 6Q – 240 Q = - 5P + 50 Mencari fungsi penawaran : Jika P1 = 2, Q1 = 0 P2 = 8, Q2 = 45
P −2 Q −0 = 8 − 2 45 − 0 P −2 Q = 6 45

Q = - 5P + 6 Mencari Penawaran P 1 = 2, Q 1 = 0 Pada kenaikan harga = 2, maka barang yang ditawarkan naik sebesar 15 unit. Ini berarti koefisien arah kurva permintaan = Fungsi

45P - 90 = 6Q P = (2/5)Q + 2

∆ P 2 = ∆ Q 15

, sehingga m = Contoh ; Tabel permintan berikut adalah data suatu penawaran jenis barang P 2 Qs 4 8 8 2 8 5 3 1 6 3 1 terhadap

2 15

Fungsi adalah :

P – P1 = m( Q – Q1 )
2 P–2= (Q–0) 15

P = 7,5Q – 15 B. Bentuk Non Linear Jika atau data permintaan diketahui penawaran

Tentukan fungsi penawaran, jika bentuknya adalah Q = aP2 + bP + c Penyelesaian :
∆ P ∆ Q

lebih dari 2 pasang data, maka perlu diselidiki dahulu apakah
∆ P ∆ Q

=

konstan atau

4 2 , , berarti 36 15

∆ P ∆ Q

tidak linear,

konstan, fungsi

sehingga penawaran

tidak. Jika tidak konstan, maka bentuk adalah non fungsi atau non linear, bentuk apakah atau menentukan permintaan penawarannya linear. bentuk perlu fungsi kuadratis,pecahan eksponensial. Untuk fungsi

fungsi penawaran adalah non berbentuk kuadratis, yaitu Q = aP2 + bP + c, sehingga variabel a, b, c dapat dihitung dengan cara memasukkan data tersebut ke persamaan Q = aP2 + bP + c, yaitu : Untuk (33, 16 ), maka a2 + 16b + c = 33 256

ditetapkan

Untuk ( 58, 18 ), maka + 18b + c = 58 Untuk ( 84, 22 ), maka + 22b + c = 84

324a 484a

dengan jumlah produk yang ditawarkan oleh produsen ( Qd = Qs) atau harga produk yang diminta sama dengan harga produk yang ditawarkan (Pd = Ps). Secara geometris ME (Qe , P e) ditunjukkan oleh perpotongan antara kurva permintaan dengan kurva penawaran. Adakalanya perpotongan permintaan Hal ini antara dan berarti pasar terjadi kurva kurva bahwa tidak

Dari ke tiga persamaan di atas diperoleh : a = 1/4, b = -1 dan c = - 15 Sehingga fungsi penawaran adalah 4. Jika S:
Q = 1 P 2 − P −15
4

MARKET EQUILIBRIUM suatu saat diketahui jenis

(keseimbangan pasar) fungsi permintaan dan fungsi penewaran suatu barang, maka yang dimaksud dengan Market Equilibrium (=ME) terhadap barang ini adalah tercapai antara harga keadaan dimana yang keseimbangan barang

penawaran tidak di kuadran I. keseimbangan

mempunyai arti ekonomi, karena Qe bernilai negatif. Contoh : Jika diketahui dan terhadap fungsi fungsi suatu permintaan penawaran

ditawarkan supplier (penjual barang) dengan harga yang diminta konsumen. Syarat produk konsumen untuk yang harus mencapai diminta sama keseimbangan adalah jumlah

jenis barang adalah sbb.: D : Q = 16 – 2P S: P = 3 + 0,5 Q

Tentukan keseimbangan Penyelesaian : dan keseimbangannya.

harga jumlah

S:

P = 3 + 0,5 Q

Menghasilkan : Q = 16 -2(3 + 0,5Q) = 10 – Q 2Q = 10 atau Qe = 5, sehingga P = 3 + 0,5 (5) atau Pe = 11/2 Jadi ME adalah ( 5, 11/2 )

Dari fungsi D dan S dibuat tabel sbb. : D: Q P 0 8 4 6 Q P 0 6 3 6 S:

Latihan Soal : 1. Fungsi permintaan vulpen dari suatu merek dicerminkan oleh gejala berikut : jika dijual per seharga buah, jika 3000 Rp. laku buah; dijual

Kurva untuk D : Q = 16 – 2P dan S: Q P = 3 + 0,5

5000,00 sebanyak

sedangkan

dengan harga Rp. 4000,00 akan laku sebanyak 6000 buah. a. Rumuskan permintaannya, Market Equilibrium ke dapat dengan dua b. Berapa yang seandainya jumlah fungsi serta vulpen diminta barang ini

gambarkan kurvanya. ditentukan memotongkan D : Q = 16 – 2P persamaan D dan S,

diberikan secara cumacuma? c. Berapa maksimum konsumen 2. sebuah 28P a. Gambarkan jumlah kurva yang jika penawarannya. c. Berapa ditawarkan harganya = 3? c. Berapa harga minimum agar produsen masih menjual bersedia barangnya? 3. Jika diketahui fungsi : D : dan a. S:
P = − 1 Q 2 − 2Q + 2400
2

harga vulpen yang penawaran ditunjukkan 5. FUNGSI PERMINTAAN DAN FUNGSI PENAWARAN LINEAR UNTUK DUA MACAM BARANG Fungsi permintaan dan fungsi dua penawaran jenis terhadap selain barang

tersebut agar masih ada bersedia membelinya? Fungsi barang

oleh persamaan Qs = -7 +

ditentukan oleh harga barang tersebut oleh lainnya. Barang-barang semacam ini adalah barang-barang yang mempunyai substitusi hubungan (saling juga dipengaruhi barang tingkat harga

P = 5Q +1200 ,

maka :

Gambarkan ke dua

menggantikan), misal teh dan kopi, dan barang-barang yang mempunyai hubungan (saling komplementer

fungsi tersebut dalam satu sistem koordinat b. Dapatkan market equilibrium.

melengkapi), misal teh dan gula. Jika barang x dan y mempunyai Fungsi adalah : D : Qdx = f(Px , Py) Qdy = f(Px , Py) Fungsi penawarannya adalah : S : Qsx = f(Px , Py) Qsy = f(Px , Py) Keseimbangan Pasar 2 Macam Barang Keseimbangan terjadi dengan ditawarkan yaitu : Qdx = Qsx Dan jumlah yang diminta dari produk y sama dengan jumlah yang ditawarkan dari produk y, yaitu : Qdy = Qsy jika pasar jumlah jumlah dari akan yang yang x, hubungan permintaannya

Contoh : Permintaan akan barang X ditunjukkan oleh persamaan
Qdx = 10 − 4 Px + 2 Py ,

sedangkan adalah itu

penggunaan, maka :

penawarannya
Qsx = −6 + 6 Px .

Sementara

permintaan akan barang Y ditunjukkan oleh persamaan
Qdy = 9 − 3Py + 4 Px ,

sedangkan adalah harga jumlah dan

penawarannya
Qsy = −3 + 7 Py .

Berapa

keseimbangan

keseimbangan yang tercipta di pasar untuk masing-masing barang tersebut ?

Penyelesaian : Keseimbangan pasar barang X: Qdx = Qsx
10 − 4 Px + 2 Py = −6 + 6 Px 10 Px − 2 Py =16

diminta dari produk x sama produk

……………………………………… …………………………(1) Keseimbangan pasar barang Y: Qdy = Qsy

9 − 3Py + 4 Px = −3 + 7 Py 4 Px −10 P y = − 12

6.

EXCESS DEMAND DAN EXCESS SUPPLY

............................................... ............................................... ..(2) Dari (1) dan (2) :
10 Px − 2 Py =16 4 Px −10 P y = − 12

Jika pada tingkat harga P 1, banyaknya banyaknya ditawarkan
Qd > Qs ,

barang barang
Qs

yang yang terjadi yang excess

diminta Qd lebih banyak dari sehingga

10 Px − 2 Py = 16

x1

4 Px −10 Py = −12 x 2,5
10 Px − 2 Py =16 10 Px − 25 Py = −30

maka permintaan dengan

kelebihan disebut

(-)

demand, hal ini terjadi jika
P1< Pe .

23Py = 46

Excess
Qd − Qs

Demand

=

Py = 2 Untuk Py = 2, maka Px = 2 Selanjutnya substitusikan Px = 2 ke nilai Py = 2 dan

Jika pada tingkat harga P2 , banyaknya barang yang ditawarkan Qs lebih banyak dari banyaknya barang yang diminta, sehingga maka terjadi yang penawaran
Qs > Qd

persamaan Qdx atau Px = 2 ke persamaan Qsx , diperoleh
Qx = 6 .

,

kelebihan disebut

Kemudian
Qdy Qsy

substitusikan nilai Py = 2 dan Px = 2 ke persamaan atau Py = 2 ke persamaan , diperoleh
Q y =11 . Pye = 2 Q ye =11

dengan excess supply, hal ini terjadi jika P 2 > Pe . Excess
Qs − Qd

Supply

=

Jadi Pxe = 2 ,
Q xe = 6 ,

Dalam

keadaan

excess

demand, maka harga barang

cenderung naik dan dalam keadaan excess supply, maka harga turun, akhirnya keseimbangan, yaitu :
Qd = Qs

terkecil, sehingga dipilih Qd = 1 dan pada harga tersebut Qs = 15 – 6 = 9 unit. Karena terjadi adalah excess supply sebanyak 9 – 1 = 8 unit.
Qs > Qd

barang

cenderung pada terjadi

sehingga

, maka yang harga 15

tingkat

Atau,

excess demand =

excess supply Contoh : Fungsi permintaan dan fungsi penawaran adalah : D: S:
P = Q 2 −10Q + 24

suatu

barang

7.

PENGARUH BEBAN

PAJAK TERHADAP FUNGSI PENAWARAN Penjualan excess jasa biasanya barang dan dikenakan

P = Q +16

Tentukan

besarnya

demand atau excess supply pada tingkat harga 15 satuan. Penyelesaian : Pada tingkat harga 15, maka : D
15 = Q 2 −10Q + 24 →Q 2 −10Q + 9 = 0

pajak oleh pemerintah, yang ditarik dari penjual (supplier) yang disebut sebagai pajak penjualan, perubahan sehingga terjadi keseimbangan

: atau

pasar, harga produk naik dan jumlah produk yang diminta berkurang. Beban pajak yang dikenakan pemerintah digolongkan dalam : dapat

→ (Q − 9)(Q − 1) = 0 → Q = 9
Q =1

Jika ada dua harga Q yang positif, pilih harga positif

a. Pajak t satuan rupiah terhadap setiap unit barang tersebut; b. Pajak tertentu barang. a. Beban Pajak t Satuan Rupiah Terhadap Setiap Unit Barang Jika dibebani pajak t satuan per unit barang, maka fungsi penawaran S akan berubah menjadi St , yaitu : a. Jika S : P = f(Q), maka St : P = f(Q) + t b. Jika S : Q = f(P), maka St : Q = f(P – t) Dan keseimbangan D = St Sehingga terjadi harga keseimbangan setelah pajak Pt dan jumlah keseimbangan setelah pajak Qt . Contoh : pasar menjadi : menurut (= r % %)

Diketahui fungsi D : Q = -P + 80, dan S : P = 0,5 Q + 35 Jika terhadap barang ini pemerintah membebani pajak 15 satuan rupiah per unit barang, tentukan : a. ME sebelum dan sesudah dibebani

terhadap setiap unit

pajak dan berapa % dari seluruh total tax (pajak) ditanggung konsumen. b. Gambar kurva D, S, dan St Penyelesaian : a. D : Q = -P + 80 atau P = - Q + 80 ME dicapai jika D = S Sehingga - Q + 80 = 0,5 Q + 35 atau 1,5 Q = 45 atau Qe = 30 unit dan Jadi 50). Pe sebelum ME sebelum E1(30, pajak = - 30 + 80 = 50. dibebani pajak yang

Beban pajak t = 15, mengakibatkan fungsi supply berubah dari : S : P = 0,5 Q + 35 menjadi St : P = S : P = 0,5 Q + 35 + t = 0, 5 Q + 35 + 15 = 0, 5 Q + 50 b. ME setelah dibebani

-Q + 80 = 0,5 Q + 50 atau 1,5 Q = 30 atau Qe baru = 20 dan Pe
baru

= -20 + 80 = 60 ME yang jumlah = total baru pajak tax,

satuan rupiah. Jadi adalah E2(20, 60) Seluruh yang adalah : Qe baru . t = 20 . 15 = 300 satuan rupiah Sedangkan bagian pajak yang ditanggung konsumen adalah : Qe baru . (Pe baru – P) = 20 (60 – 50) = 200 unit rupiah dan , jumlah ini = dari pemerintah akan diterima

200 x100% = 66,75% 300

total tax. c. Kurva adalah Kurva S sejajar St D : Q = -P + 80 , S : P = 0,5Q + 35, E1(30, 50) , D, S dan St

pajak, dicapai jika D = St , sehingga :

St : P = 0,5Q + 50, E2(20, 60)
P 80 E2 60 50 35 20 10
l

menjadi 20 unit, tetapi jumlah diterima pajak yang pemerintah

St tetap dihitung 15 satuan

rupiah per unit barang
E1 D S yang terjual, yaitu 20 x

15 = 300 satuan rupiah.

b. Pajak r % t Terhadap Setiap Unit Barang.
l 20 Q l 30 Setelah dibebani pajak r %,

maka fungsi penawaran S akan berubah menjadi Sr , Dari antara dengan contoh di atas selisih harga harga yaitu : Jika S : P = f(Q), maka Sr :
P = (1 + r ) f (Q ) 100

terlihat

bahwa tingkat tingkat

sesudah dibebani pajak sebelum dibebani pajak = 60 – 50 = 10, lebih kecil dari beban pajak 15 satuan rupiah. Hal ini disebabkan barang, diminta berkurang karena maka konsumen dari 30 dengan naiknya haraga

Jika S : Q = f(P), maka Sr :
Q= f( 100 P ) 100 + r

Kurva Sr berada diatas kurva S, dengan : Ordinat Sr – ordinat S = r % ordinat S Pr – Ps = r % Ps Contoh :

banyaknya barang yang

Pemerintah membebani pajak 10 % terhadap barang dengan fungsi penawaran : a. S : P = b. S :
2 2 Q +Q+4 11

Jika ME sebelum dibebani pajak adalah E1(Qe ,Pe ), dengan dibebani pajak sebesar t satuan rupiah, maka ME menjadi Et (Qt , Pt) , sehingga : a. Pajak yang diterima pemerintah dapat dihitung dengan mengalikan jumlah barang sesudah pajak (Qt)

Q = 3P − 6

Tentukan fungsi Sr untuk kurva penawaran a dan b Penyelesaian : a. Beban pajak 10 %, berarti r = 10, jadi : Sr :
Pr = (1 +

10 110 2 dengan ).( 2 Q 2 +Q + 4) = .( Q 2 + Q + 4) besarnya pajak per 100 11 100 11

1 = Q 2 + 1,1Q + 4,4 5

unit barang (t), yaitu : Qt . t b. Pajak yang

T=

b. S : Qr = f(P) = 3P – 6, tax 10 % berarti r = 10 Jadi Sr :
Qr = f ( 100 P 10 P )= f( ) 100 + P 11

ditanggung konsumen adalah selisih antara harga sesudah pajak (Pt ) dengan harga
30 P −6 11

dan
11

Sr :

Qr = 3 10 P − 6 =

sebelum pajak (Pe ) dikalikan dengan jumlah barang sesudah pajak (Qt ), yaitu : Td = Qt (Pt – Pe )

Pajak total yang diterima pemerintah dan yang ditanggung konsumen dan produsen (supplier).

c.

Pajak yang

11 – P = -4 + 2P atau 3P = 15 atau Pe = 5 dan Qe = 11 – P = 11 – 5 = 6 Jadi E1 (Qe ,Pe) = E1(6, 5) Sebelum pajak : Qs = -4 + 2P atau 2P = Qs + 4, atau Ps = 0,5 Qs + 2

ditanggung produsen (supplier) adalah selisih antara besarnya pajak yang diterima oleh pemerintah (T) dengan besarnya pajak yang ditanggung konsumen (Td ), yaitu : Ts = T – Td Contoh : Penawaran sebuah barang dicerminkan oleh persamaan Qs = -4 + 2P, sedangkan permintaannya QD = 11 – P. Pemerintah menetapkan pajak sebesar 3 per unit barang. Tentukan besar pajak yang diterima pemerintah dan besar pajak yang ditanggung konsumen dan produsen. Penyelesaian : Syarat ME (keseimbangan pasar) adalah : QD = Qs

Setelah pajak : Ps = 0,5 Qs + 2 + 3 = 0,5 Qs + 5 atau 2Ps = Qs + 10 atau Qs = -10 + 2Ps, sehingga Qt = -10 + 2P Keseimbangan pasar (ME) setelah pajak adalah :
Qd = Qt

11 – P = -10 + 2P atau 3P = 21 atau Pt = 7, sehingga Qt = -10 + 2P atau Qt = 4 Jadi Et (Qt , Pt) = Et (4, 7) Pajak yang diterima oleh pemerintah adalah : T = Qt . t = 4 . 3 = 12 Pajak yang ditanggung konsumen adalah :

Td = Qt (Pt – Pe ) = 4(7 – 5) =8 Pajak yang ditanggung produsen : Ts = T – T d = 12 – 8 = 4 Pajak r % terhadap setiap unit barang

Fungsi permintaan suatu jenis barang adalah :
P = − 1 Q 2 + 25 ,
4

Fungsi penawaran merupakan fungsi a. linear dengan data sebagai berikut: Jika tingkat harga 13 per mau menawarkan unit, maka tidak ada supplier yang b. barangnya. Pada tingkat harga 20 satuan rupiah per unit, maka supplier akan menawarkan 14 unit barang. Jika 40 terhadap % per barang unit pajak konsumen ini pemerintah membebani pajak barang, yang dan tentukan ditanggung produsen. Penyelesaian : Data fungsi S yang linear dapat dinyatakan dalam tabel sbb.: P 1 3 20

Dengan beban pajak r %, jika kseimbangan pasar E(Qe , Pe), maka keseimbangan pasar sesudah dibebani pajak menjadi Er (Qr , Pr) , maka : Pajak yang diterima pemerintah adalah : T = Qt .Pt ( Pajak yang
r ) 100 + r

ditanggung

konsumen adalah : Td = Qt (Pt – Pe) Pajak yang ditanggung supplier Ts = T – T d

Contoh :

Q Dengan

0

14 menggunakan

Beban pajak 40 %, berarti r = 40 Jadi fungsi penawaran sesudah pajak St :
P = (1 + r ) f (Q ) 100

persamaan garis melalui dua titik diperoleh :
P−P 1 = Q − Q1 P2 − P Q2 − Q1 1
P − 13 Q −0 = 20 −13 14 − 0 P − 13 Q − 0 = 7 14

P = (1 +

40 1 )( Q + 13) 100 2

14P- 182 = 7Q 14P = 7Q + 182 P = 0,5 Q + 13 Sehingga fungsi penawaran sebelum dibebani pajak adalah S : P = 0,5 Q + 13 ME sebelum dibebani pajak : PD = Ps
− 1 Q 2 + 25 = 0,5Q +13
4 4

= 1,4

( 1 Q +13)
2

Pt =

7 10

Q + 91
5

ME sesudah pajak : PD = P t
− 1 Q 2 + 25 = 7 Q + 91
10 5

− 1 Q 2 − 7 Q + 34 = 0
4 10 5

− 1 Q 2 − 1 Q +12 = 0
4 2

Q 2 + 28 Q + 136 = 0
10 5

Q 2 + 2Q − 48 = 0

10Q 2 +28Q −272 = 0

(Q + 8)(Q − 6) = 0

(10Q + 68)(Q − 4) = 0

Q1 = −8

dan Q

Q2 = 6

Q1 = −68 dan

Q2 = 4

Harga

yang

memenuhi

Qt = 4 , maka
Pt = 7 ( 4) + 91 = 14 +91 = 105 = 21
10 5 5 5

adalah Qe = 6, sehingga Pe = (0,5)(6) + 13 = 16 Jadi ME (Qe , Pe) = ME (6, 16). Fungsi penawaran : Q + 13 P = 0,5

Jadi ME (Qt , Pt) = ME (4, 21) Pajak T= yang
40 ) 100 +40

diterima

pemerintah adalah :
Qt .P t(

40 = 4(21)( 140 )

harga 90 satuan rupiah setiap unit dan jumlah barang 80 unit. Pertanyaan : a. Dapatkan fungsi D dan S sebelum dibebani pajak b. Dapatkan fungsi Sr dan Dr c. Dapatkan diterima ditanggung dan produsen. d. Gambar kurva D, S, St , S r. pajak yang

T = 24 Pajak yang ditanggung konsumen adalah ; TD = Qt ( Pt − Pe ) = 4(21 – 16) TD = 20

Pajak

yang

ditanggung

produsen adalah : T S = T - TD = 24 – 20 TS = 4 Latihan Soal : Jika fungsi permintaan dan fungsi penawaran merupakan fungsi linear dan diketahui pula bahwa : Jika dibebani pajak sebesar 36 per unit barang maka ME setelah dibebani pajak terjadi pada jumlah barang Qt = 60 dan harga barang Pt = 100. Jika dibebani pajak 25 % , maka ME terjadi pada tingkat 8.

pemerintah, konsumen

PENGARUH SUBSIDI PASAR

TERHADAP KESEIMBANGAN (ME) Jika produk akan keseimbangan dengan turunnya barang karena pemerintah tertentu, maka pasar harga fungsi

memberikan subsidi atas mengubah

supply akan bergeser ke bawah dari bentuk semula, sedangkan jumlah barang yang Secara diminta akan geometri, bertambah (naik). penurunan harga barang adalah pergeseran kurva penawaran sejauh s. Jika sebelum mendapat subsidi, D : P = f(Q) dan S : P = f(Q), maka setelah subsidi Ss : Ps = f(Q) - s , sehingga keseimbangan pasar (ME) setelah subsidi adalah : D = Ss Subsidi Adalah terjual besarnya yaitu : S = Qs . s yang dibayar

Subsidi yang dinikmati konsumen Adalah harga sebelum dengan keseimbangan subsidi, yaitu : Sk = P e – P s Subsidi yang dinikmati supplier Adalah besarnya dengan yaitu : Sp = s - Sk selisih subsidi subsidi antara (s ) yang selisih subsidi antara (Pe) harga setelah keseimbangan

dinikmati konsumen ( Sk ),

oleh pemerintah barang yang subsidi (s), sesudah subsidi

Contoh : Diketahui D : P = 15 – Q dan S : P = 3 + 0,5Q. memberi Pemerintah Tentukan : a. Besar subsidi yang oleh yang dibayarkan pemerintah,

( Qs ) dikaliakan dengan

subsidi 1,5 per unit barang.

dinikmati konsumen dan produsen. b. Gambar kurva D, S dan Ss. Penyelesaian : a. ME : D = S 15 – Q = 3 + 0,5Q 1,5 Q = 12 Qe = 8 Pe = 15 – 8 = 7 Setelah subsidi : Ss : P = 3 + 0,5Q – 1,5 P = 0,5Q + 1,5 ME : D = Ss 15 - Q = 0,5Q + 1,5 1,5Q = 13,5 Qs = 9 Ps = (0,5) (9) + 1,5 = 6 Jadi : S = Qs . s = 9 (1,5) = 13,5 Sk = Pe – Ps = 7 – 6 = 1 Sp = s – Sk = 1,5 – 1 = 0,5 9.

b.

Gambar kurva : (lihat papan tulis) FUNGSI PENERIMAAN

(Fungsi Revenue) Jika diketahui fungsi

permintaan terhadap suatu jenis barang adalah : D : P = f(Q) atau Q = f(p) Maka penjual barang akan memperoleh penerimaan yang disebut dengan Total Revenue, yakni : TR = PQ Contoh : Jika diketahui fungsi permintaan D : P = -2Q + 60, maka : TR = PQ = (- 2Q + 60)Q = - 2 Q2 + 60Q .................................... ........................................... .........(1)

Sebaliknya jika diketahui fungsi permintaan D : Q = -P2 + 16, maka : TR = QP = (-P2 + 16) P = - P3 + 16 P ........................................ ........................................... ........(2) Kurva Penerimaan Jika TR = QP, maka kurva TR merupaka garis lurus yang melalui (0,0) karena untuk Q = 0 maka TR = 0 ( tidak ada barang yang terjual sehingga tidak ada penerimaan ). Dalam atau pasar yang monopoli imperfect Fungsi

konstan sehingga TR = kQ, (k itu adalah TR tingkat harga garis asal barang tiap unit). Karena merupakan melalui titik lurus O(0,0). Penerimaan Adalah Rata-Rata total

AR (Average Revenue) penerimaan (TR) dibagi dengan jumlah produk yang terjual. AR = TR/Q = merupakan Jadi sama AR barang per unit. adalah dengan harga fungsi produk per unit (P) dan permintaan. Kurva AR identik dengan kurva permintaan. Fungsi Biaya Adalah satuan merupakan hubungan rupiah biaya yang dalam fungsional antara jumlah competation), harga P akan PQ/Q = P, tingkat harga

competition, kurva TR akan berbentuk parabola yang terbuka ke bawah (lihat pers. (1)). Pada persaingan sempurna (perfect tingkat

proses produksi (termasuk

biaya-biaya menunjang)

yang dengan

dihasilkan semakin besar biaya variabelnya. VC = f(Q) = VQ

jumlah satuan output yang diproduksi selama jangka waktu tertentu. Jumlah biaya dalam satuan rupiah dinyatakan dengan notasi TC (total cost), sehingga fungsi TC dapat ditulis sebagai : TC = f(Q) Total cost terdiri dari : a. Fixed cost (FC=biaya tetap) tidak tergantung dengan jumlah barang yang dihasilkan. Merupakan konstanta, FC = k b. Variabel cost (VC=biaya variabel) tergantung pada jumlah barang yang diproduksi, semakin banyak barang yang Contoh :

Sehingga biaya total menjadi : TC = VC + FC TC = VQ + k

1.TC = 100000 + 500 Q, berarti FC = 100 000 dan VC = 500 Q 2. TC =
1 Q 2 + 2Q + 30 4

,

berarti FC = 30 dan VQ =
1 Q2 4

+ 2Q

Biaya Rata-Rata (Average Cost=AC) Adalah biaya total (TC) dibagi dengan output, yakni : AC = TC/Q Jadi AC merupakan fungsi pecahan, semakin besar

nilai Q, maka nilai AC menjadi berkurang. Hubungan Antara Penerimaan Total (TR) dan Biaya Total (TC) Jika TR = f(Q) TC = g(Q) , maka : Pada Q tertentu dapat terjadi hubungan antara TR dan TC, yaitu : TR = TC TR > TC TR < TC unit. Contoh :

Dalam keadaan ini perusahaan kerugian, yakni : TL = TC – TR mengalami

Jika harga jual setiap unit suatu barang Rp. 1000,- dan biaya total TC = 200 000 + 750Q Tentukan : a. Breakeven poin (TPP) perusahaan ini b. Laba perusahaan jika terjual 1000 Penyelesaian : P = 1000 TR = PQ = 1000 Q TC = 200 000 + 750Q a. TPP dicapai jika : TR = TC 1000 Q = 200 000 + 750 Q 250 Q = 200 000 Q= 800

- Jika TR = TC Kurva TR berpotongan dengan kurva TC, dalam ekonomi titik potongnya disebut Breakeven Point ( Titik Pulang Pokok = TPP). - Jika TR > TC Dalam keadaan ini perusahaan mencapai profit (laba) sejumlah : TL = TR – TC - Jika TR < TC

Jadi TPP tercapai jika banyaknya barang Q = 800 unit b. Jika jumlah barang yang terjual, Q = 1000, maka : TR = 1000(1000) = 1000 000 TC = 200 000 + 750 000 = 950 000 TR > TC, terjadi laba, yaitu : TL = TR – TC = 1000 000 – 950 000 = 50 000 Soal : 1. Andaikan biaya total yang dikeluarkan perusahaan ditunjukkan oleh persamaan TC = 20 000 + 100 Q dan penerimaan totalnya TR = 200 Q. Pada tingkat produksi berapa unit perusahaan ini berada pulang terjadi jika ia berproduksi sebanyak 300 unit? dalam pokok? posisi Apa titik yang

2. Jika diketahui fungsi

TC

untuk memproduksi Q satuan barang dalam suatu periode tertentu adalah TC = 1/8 Q2 + 7 Q + 32 dan harga jual barang ini dalam pasar persaingan sempurna adalah 11 satuan rupiah per unit, pada output berapakah dicapai breakeven ? Penerimaan Marjinal (Marginal Revenue =MR) Adalah penerimaan tambahan yang diperoleh berkenaan bertambahnya satu unit output yang diproduksi atau terjual. Secara matematik fungsi penerimaan marjinal merupakan turunan pertama dari fungsi penerimaan total (TR). yaitu :
MR = dTR dQ

Pada umumnya TR merupakan fungsi kuadrat, sehingga MR berbentuk fungsi linear. Kurva MR selalu

mencapai nol tepat pada ssat kurva TR mencapai puncak. Contoh : Permintaan suatu barang ditunjukkan oleh MR Penyelesaian : TR = PQ = (16-2Q)Q = 16Q – 2Q2 MR =
dR = 16 − 4Q dQ
P =16 − 2Q

4Q = 16 atau Q = 4 sehingga P = 16 (4) – 2 (16) = 32 Jadi titik puncak di (4, 32) Kurva MR : P = 16 – 4Q Untuk Untuk ! Biaya Marjinal ( MC )
P = 0 →Q = 4 Q = 0 → P = 16

.Gambarkan grafik TR, D dan

Silahkan menggambar sendiri

Kurva TR : Titik potang dengan sb.
Q →P =0

Adalah beaya tambahan yang dikeluarkan untuk menghasilkan 1 unit tambahan produk. MC = turunan dari TC
MC = dTC dQ

16Q −2Q 2 = 0

2Q (8 − Q ) = 0

Q=0 atau Q = 8 Titik potang dengan sb.
P →Q = 0

Pada umumnya fungsi TC berbentuk fungsi kubik, sehingga fungsi MC berbentuk fungsi kuadrat. Kurva MC selalu mencapai minimum tepat pada saat

P=0 Puncak :
dR = 16 − 4Q = 0 dQ

kurva TC berada pada posisi titik belok.

Contoh : Beaya total yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk proses produksinya dicerminkan oleh
TC = 1 Q 3 − 3Q 2 + 8Q − 3
3

Titik belok B(3, 3) Kurva MR : Titik potong dengan sb.
Q →P =0
Q 2 −6Q +8 = 0

Gambarlah kurva TC dan MC. Penyelesaian :
TC = 1 Q 3 − 3Q 2 + 8Q − 3
3

(Q – 4)(Q – 2) = 0 Q = 4 atau Q = 2 Titik potong dengan sb.
P → Q = 0 → P = −3

MC =

dTC = Q 2 − 6Q + 8 dQ

Kurva TC :
TC = 1 Q 3 − 3Q 2 + 8Q − 3
3

Keuntungan Maksimum dan Biaya Minimum Dalam persoalan ekonomi dapat dihitung keuntungan maksimum dan biaya minimum dengan menggunakan pendekatan diferensial. Jika TR = f(Q) dan TC = g(Q), maka keuntungan maksimum diperoleh dengan syarat :

dTC = TC ' = 0 → Q 2 − 6Q + 8 = 0 dQ

(Q – 4)(Q –2) = 0 Q = 4 atau Q = 2
TC ' ' = 2Q −6

Q = 4 →TC ' ' = 2(4) − 6 = 2 > 0 → min imum Q = 2 →TC ' ' = 2( 2) − 6 = −2 < 0 → maksimum

Q = 4 → TC = 1 (64) − 3(16) + 8(4) − 3 =
3

' 64 − 57 π7 = 0 = 3 3 ''

π <0

Q = 2 → TC = 1 (8) − 3(4) + 16 − 3 =
3

8 + 3 11 = 3 3

Sedangkan biaya minimum diperoleh dengan syarat :
TC ' = 0 TC ' ' > 0

Titik maksimum Titik minimum
TC
''

M ( 2, 11 )
3 7 ) 3

M ( 4,

= 0 →2Q − 6 = 0 →Q = 3

Contoh :

Q = 3 →TC = 1 (3) − 3(9) + 24 − 3 = 3 3

Penerimaan total sebuah perusahaan adalah
TR = − 2Q 2 +1000Q

Keuntungan maksimum dicapai pada Q = 35, sehingga :
π maks = −(35) 3 + 57(35) 2 − 315(35) − 2000

dan

TC = Q 3 −59Q 2 +1315Q + 2000 .

Carilah keuntungan maksimal perusahaan tersebut. Penyelesaian : Keuntungan : π' = TR – TC =
−2Q
2

= - 42875 + 69825 – 11025 – 2000 = 13925 Keuntungan maksimum pada tingkat output tertentu dapat diperoleh jika : MR = MC dan Bukti :
π = TR − TC
dπ dTR dTC = − dQ dQ dQ
( MR )' <( MC ) '

+1000Q

−Q 3 +59Q 2 −1315Q −2000 .

=
−Q 3 +57Q 2 −315Q −2000

Sehingga

π' = − 3Q 2 +144Q −315

=− 3(Q 2 −38Q +105)

π ' = 0 →Q 2 −38Q +105 = 0

Untuk memaksimumkan π maka
π' = 0

(Q − 35)(Q − 3) = 0
Q = 35 Q =3
π' ' = − 6Q +114

dTR dTC − =0 dQ dQ

atau

dTR dTC = dQ dQ

MR = MC

Syarat (1) belum menjamin adanya Q = 35 →π ' ' = −6(35) +114 = −90 < 0 →maksimum keuntungan maksimum, sehingga harus
Q = 3 →π ' ' = −6(3) +114 = 96 > 0 → min imum

diperiksa syarat (2), yaitu :

π maksimum jika
d 2TR dQ 2 − dQ 2

π '' < 0
<0

d 2TC

d 2TR dQ
2

<

d 2TC dQ 2

ukuran untuk mengukur perbandingan antara perubahan relatif suatu variabel dengan perubahan reletif dari variabel yang lain yang berhubungan dengan variabel semula. Elastisitas Permintaan ( Ed ) Adalah perbandingan antara perubahan relatif banyaknya barang yang diminta konsumen dengan perubahan relatif dari harga barang tersebut setiap unit. Atau Ed adalah perbandingan antara persentase perubahan banyaknya barang yang diminta konsumen dengan persentase perubahan harga barang tersebut setiap unit. Contoh : Jika harga suatu jenis barang Rp. 50,- per unit maka banyaknya barang yang

d ( MR) d ( MC ) < dQ dQ
( MR ) ' < ( MC ) '

Pada contoh di atas jika
TR = − 2Q 2 +1000Q

dan

TC = Q 3 −59Q 2 +1315Q + 2000

maka :

MR = −4Q +1000
MC =3Q 2 −118Q +1315

MR = MC
−4Q +1000 = 3Q 2 −118Q +1315 3Q 2 −114Q +315 = 0 Q 2 −38Q +105 = 0

(Q − 35)(Q − 3) = 0
Q = 35
( MR ) ' = − 4 ( MC ) ' = 6q −118 Q = 35 →( MC ) ' = 210 −118 = 92 Q = 3 →( MC ) ' =18 −118 = −100

atau

Q =3

Tampak bahwa untuk Q = 35, maka
( MR ) ' < ( MC ) '

Jadi untuk Q = 35 maka π maksimum. Elastisitas Dalam ilmu ekonomi elastisitas adalah satuan

diminta konsumen 20 unit, sedangkan jika harganya naik menjadi Rp. 60,- per unit banyaknya barang yang diminta turun menjadi 10 unit. Dapatkan Ed nya. Penyelesaian : Presentase perubahan banyaknya barang diminta =
10 − 20 .100% = −50% 20

∆P adalah perubahan harga

barang tiap unit
∆ Q

dan ∆P akan sangat kecil
∆Q ∆P ∆Q P + = lim P ∆ Q → 0 ∆P Q ∆Q → 0 Q

dan mendekati nol, sehingga
E d = lim

Jika diketahui fungsi permintaan P = f(P) maka
dQ ∆Q = f ( P) , sehingga lim ∆P = dP ∆Q → 0

Presentase perubahan harga =
60 − 50 .100% = 20% 50 − 50% = −2,5 20%

rumus Ed dari Q = f(P) menjadi :
Ed = dQ P ⋅ dP Q

, dengan

dQ = f ' ( P) dP

Jadi Ed =

Jika fungsi permintaan P = f(Q) maka E d = dP ⋅ Q = dP ⋅ Q dQ Contoh : Carilah elastisitas permintaan pada harga = 2 untuk fungsi permintaan
dP = −0,2 dQ
P = 4 − 0,2Q

Ini berarti bahwa setiap harga barang naik 1 %, maka banyaknya barang yang dibeli berkurang sebanyak 2,5 %. Secara matematis elastisitas permintaan didefinisikan sebagai :
Ed =
∆ Q

dQ P

1

P

Penyelesaian : , dengan :

∆Q ∆P + Q P

adalah perubahan

Untuk P = 2, maka 2 = 4 – 0,2Q atau Q = 10 Jadi E d = dP
1 P 1 2 = ⋅ = −1 − 0,2 10 dQ Q ⋅

banyaknya barang yang diminta konsumen

Dalam ilmu ekonomi, elastisitas sering diacu dalam nilai absolut. Secara geometris Ed adalah panjang penggal kurva D bagian bawah dibagi dengan panjang penggal bagian atas. Jika D : P = f(Q) Gambar di papan tulis Ed di A = Bukti :
dP AB = tan θ = dQ BC

BC AC = OB EA

= Q

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->